Anda di halaman 1dari 5

BAHAN AJAR SEDERHANA ADAPTASI DAN SELEKSI ALAM

Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk: memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan). mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas. mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya. Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. A. Jenis-jenis Adaptasi 1. Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh. Struktur tubuh. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar. Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut. Adaptasi morfologi pada hewan Contoh adaptasi morfologi pada hewan, antara lain sebagai berikut : a) Gigi-gigi khusus Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. b) Moncong Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkapserangga. c) Paruh Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya 2. Adaptasi fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Kamu tidak mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh.

Adaptasi fisiologi pada hewan Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor: Contoh yang lain adalah sebagai berikut: a) Kelenjarbau Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya. b) Kantong tinta Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita c) Mimikri pada kadal

Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

3. Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut.

Adaptasi Tingkah Laku pada hewan Makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan di sekitar habitat tempat hidupnya tidak terkecuali manusia. Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat bertahan hidup dari kondisi lingkungan yang mungkin kurang menguntungkan. Di bawah ini adalah merupakan beberapa bentuk adaptasi tingkah laku (behavioral adaptation) pada binatang/hewan di sekitar kita disertai pengertian dan arti definisi :

1. Mimikri Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang seperti misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabuhi binatang predator/pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk dimangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan berubah warna kulit menjadi hijau, jika dekat batang pohon warna coklat, dia juga ikut ganti warna menjadi coklat, dan lain sebagainya. 2. Hibernasi Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman). Hibernasi bisa berlangsung lama secara berbulan-bulan seperti beruang pada musim dingin. Hibernasi biasanya membutuhkan energi yang sedikit, karena selama masa itu biantang yang berhibernasi akan memiliki suhu tubuh yang rendah, detak jantung yang lambat, pernapasan yang lambat, dan lain-lain. Binatang tersebut akan kembali aktif atau bangun setelah masa sulit terlewati. Contoh hewan yang berhibernasi yaitu seperti ular, ikan, beruang, kura-kura, bengkarung, dan lain-lain. 3. Autotomi Autotomi adalah teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu pada cicak / cecak yang biasa hidup di dinding rumah, pohon, dll. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan ekornya sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang putus akan melakukan gerakangerakan yang cukup menarik perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke ekor yang putus, sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih leluasa. 4. Estivasi Estivasi adalah menonaktifkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi adalah di mana pada estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. Hewan-hewan seperti kelelawar, tupai, lemur kerdil, dll akan mengestivasi diri di tempat yang aman dan terlindung. 5. Simbiosis Rayap dan Flagellata Rayap membutuhkan bantuan makhluk hidup lainnya yaitu flagelata untuk mencerna kayu yang ada di dalam usus rayap. Tanpa flagellata rayap tidak akan mampu mencerna kayu yang masuk ke dalam tubuhnya. Rayap-rayap kecil yang baru menetas mendapatkan flagellata dengan jalan menjilat dubur rayap dewasa. Rayap secara periodik melakukan aktivitas ganti kulit dan meninggalkan bagian usus lama, sehingga rayap akan memakan kulit yang mengelupas untuk memasukkan kembali flagellata ke dalam usus pencernaannya. 6. Pernapasan Ikan Paus Ikan paus adalah mamalia yang mirip ikan dan hidup di air. Paus memiliki paru-paru yang harus diisi dengan oksigen dari permukaan laut minimal setiap setengah jam sekali. Ikan paus ketika muncuk ke permukaan akan membuang udara kotor lewat hidung mirip seperti air mancur yang berisi karbon dioksida bercampur uap air jenuh yang terkondensasi. 7. Pengeluaran Cairan Tinta Cumi-cumi dan gurita akan menyemprotkan tintanya dan berenang menjauh jika dalam keadaan bahaya.

Hal ini dilakukan untuk mengecoh lawan sehingga lawan tidak bisa mengetahui keberadaannya karena lingkungan sekitarnya menjadi gelap. 8. Pura-pura Tidur atau Mati Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing. 9. Migrasi Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur.

Lingkungan atau alam selalu mengalami perubahan. Adanya perubahan tersebut tentu memberikan tekanan terhadap organisme yang hidup di dalamnya dan setiap organisme tersebut memiliki kamampuan beradaptasi yang berbeda. Setiap terjadi perubahan lingkungan tentu akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup organisme di dalamnya. Kelangsungan hidup organisme lebih mudah diamati dari keberhasilan organisme tersebut melakukan reproduksi. kemampuan yang berbeda tersebut menunjukan adanya seleksi alam. Perubahan atau tekanan alam yang dialami oleh organisme hidup dan adaptasi yang dilakukan organisme tersebut dapat memberikan perubahan terhadap organisme dari generasi ke generasi. Bila perubahan itu berlasung dalam waktu yang lama dan mengarah terbentuknya jenis baru, perubahan ini disebut evolusi. Ada dua kemungkinan yang terjadi pada organisme akibat perubahan lingkungan: 1. Organisme yang tidak tahan terhadap perubahan akan mengalami kepunahan atau mati atau juga mungkin pindah (pergi) mencari lingkungan baru yang lebih sesuai. Organisme ini dapat menghasilkan keturunan yang lambat laun akan terbentuk varian-varian baru yang berbeda dari tempat asalnya. 2. Organisme yang tahan terhadap perbubahan akan mampu hidup dengan baik.

Charles Robert Darwin adalah seorang ahli evolusi pada tahun 1859 mengungkapkan teorinya sebagai berikut: 1. Semua organisme berasal dari spesies-spesies yang hidup pada masa lalu. Ada populasi spesies berbeda tetapi memiliki hubungan kekerabatan, karena berasal nenek moyang yang sama 2. Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam Conton Burung Pinch di Pulau Galapogos yang terbentuk atas 14 varian, karena tersebar dalam berbagai karakter habitat dan sumber makanan yang berbeda walau asalnya dari daratan Equador/Amerika Selatan. Adanya seleksi alam dapat juga dibuktikan dari hasil penengamatan Ketewell 1950 terhadap perkembangan populasi kupu-kupu Biston bertulata di Inggris (Tabel 1) . Sebelum terjadi revolusi industri tampak kupu-kupu bersayap cerah lebih berkembang dan bersayap gelap jarang dijumpai, tetapi setelah revolusi industri terjadi

percemaran udara sehingga membawa perubahan terhadap populasi kupu-kupu bersayap gelap lebih berkembang dan bersayap cerah menjadi jarang dijumpai. Tabel 1. Populasi Biston bertulata pada daerah bebas industri dan daerah padat industry Daerah Bebas Industri Padat Indrustri B. bertulata (cerah) 14,6 % 13 % B. bertulata (gelap) 4,7 % 27,5 %

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadi perubahan pada organisme (kepunhana atau terbentuk spesies baru) akibat adanya seleksi alam. 1. Hal yang dapat menyebabkan terjadi kepunahan/kelangkaan suatu jenis organisme - Habitat yang terlalu sempit/ terjadi pemanfaatan/eksploitasi Sumber Daya habitat oleh manusia - Terjadi eksploitasi /pemburuan organisme tersebut oleh manusia - Reproduksi organisme tersebut rendah - Sumber daya makanan terbatas - Usaha penangkaran yang masih terbatas/kurang 2. Penyebab terbentuk spesies /varian baru - Terjadi isolasi geografis (teradaptasi pada lingkungan baru) contoh Burung Pinch di kepulauan Galapagos - Perubahan kondisi lingkungan yang sangat drastis, contoh kupu-kupu B. bertulata akibat pencemaran