Anda di halaman 1dari 38

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

1. Penjelasan :
Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terusmenerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.

Pada

tubulus

seminiferus

terdapat

sel-sel

induk

spermatozoa

atau

spermatogonium, sel Sertoli, dan sel Leydig. Sel Sertoli berfungsi memberi

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

makan spermatozoa sedangkan sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus berfungsi menghasilkan testosteron.

Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis yaitu:

LH (Luteinizing Hormone) merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

FSH (Folicle Stimulating Hormone) merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

Proses Spermatogenesis :

Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu :

1. Spermatocytogenesis

Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer. Spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A.

Spermatogonia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid

Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.

2. Tahapan Meiois

Spermatosit primer menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I menghasilkan spermatosit sekunder yang n kromosom (haploid). Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis II membentuk empat buah spermatid yang haploid juga.

Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

3. Tahapan Spermiogenesis

Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa (sperma) masak. Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel Sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH.

Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 400 juta sel spermatozoa.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

2. Penjelasan :
Primitive germ cell pada ovarium fetus membelah secara mitosis menghasilkan 6-7 juta oogonia hingga bulan ke-5. Setelah bulan ke-5, pembelahan mitosis berhenti kemudian terjadi pembelahan meiosis I, tapi tidak lengkap, berhenti pada tahapan profase. Sel yang terbentuk ini disebut oosit primer. Oosit primer dikelilingi oleh selapis sel folikuler (yang berasal dari pecahan cortical cords) yang bentuknya pipih sehingga membantuk folliculus primodialis.

Sel-sel folikel yang mengelilingi oosit primer lalu berubah bentuknya dari pipih jadi cuboid sehingga disebut folliculus primarius. Oosit yang tidak membentuk folikel akan berdegenerasi, sehingga saat lahir hanya akan tersisa 2 juta oosit dalam folliculus primarius. Setelah lahir, tidak akan ada pembentukan oosit maupun folikel-folikel yang baru. Oosit primer di dalam folliculus primarius masih berupa sel diploid dengan 46 kromosom. Saat pubertas, folikel-folikel tersebut mulai berkembang secara siklis jadi folliculus sekundarius dst. hingga meno pause.

Sesaat sebelum ovulasi, oosit primer menyelesaikan pembelahan meiosis I nya, menghasilkan dua sel anak masing2 dengan 23 kromosom, yaitu oosit sekunder dan badan polar I. Oosit sekunder ini akan mulai pembelahan meiosis II nya tapi

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

hanya akan sampai pada tahap metaphase, lalu berhenti. Jadi, yang keluar dari folliculus graaf saat ovulasi adalah oosit sekunder dan badan polar I. Saat oosit sekunder dibuahi oleh spermatozoa (fertilisasi), barulah meiosis II yang sebelumnya sampai metaphase berlanjut sehingga menghasilkan 2 sel anak, yaitu ovum matang dan badan polar II.

Jadi, pada oosit sekunder yang tidak mengalami fertilisasi, maka tidak akan ada penyelesaian pembelahan meiosis II.

Sebenarnya oosit sekunder yang nantinya akan dibuahi oleh sperma itu bukanlah ovum yang matang, tetapi kita sudah kebiasaan menyebutnya gamet wanita yang masih dalam tahap perkembangan sebagai ovum, walaupun sebenarnya masih dalam stadium Oosit Primer dan Sekunder.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

3.

Penjelasan :

Organ genetalia pada Pria

a. Alat Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam pria terdiri atas : testis, saluran kelamin dan kelenjar kelamin.

- Testis

Testis disebut juga gonad jantan. Alat ini jumlahnya sepasang, bentuknya bulat telur. Testis tersimpan di dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Kantong ini terletak di luar rongga perut. Fungsi testis adalah sebagai alat untuk memproduksi sel- sel sperma dan juga memproduksi hormon

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

kelamin jantan yang disebut testoteron. Di dalam testis banyak terdapat pembuluhpembuluh halus disebut tubulus

seminiferus.

- Saluran Reproduksi (Kelamin) Pria

Sperma yang dihasilkan oleh testes akan keluar melalui saluran kelamin, yang terdiri atas :

Epididimis yaitu saluran yang keluar dari testis. Saluran ini panjang dan berkelok- kelok di dalam skrotum. Setiap testis mempunyai satu epididimis. Oleh sebab itu, epididimis manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara waktu, dan di sinilah sperma menjadi masak dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya, yaitu vas deferens.

Vas Deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Kalau epididimis merupakan saluran yang berkelok- kelok maka vas deferens merupakan saluran lurus dan mengarah ke atas. Bagian ujungnya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi vas deferens ini adalah untuk

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

jalanya (mengangkut) sperma dari epididimis menuju ke kantong sperma atau vesikula seminalis.

Saluran Ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantong semen dengan uretra. Saluran ini mempunyai keistimewaan, yaitu mampu

menyemrotkan sperma tinggi masuk ke uretra dan selanjutnya keluar.

Uretra adalah saluran yang terdapat di dalam penis. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis. Saluran ini mempunyai dua fungsi, yaitu : (1) sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine keluar tubuh serta (2) sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani.

- Kelenjar Kelamin

Disamping testis (gonad) dan slauran kelamin, alat kelamin manusia juga di lengkapi kelenjar- kelenjar kelamin. Kelenjar ini bertugas memproduksi getah- getah kelamin. Kelenjar tersebut terdiri atas :

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Vesikula Seminalis disebut kantong mani atau kantong semen. Jumlahnya sepasang, tetapi terikat menjadi satu kantong. Dinding vesikula seminalis dapat menghasilkan getah berwarna kekuningan yang banyak mengandung zat getah kelamin. Cairan ini yang mencukupi kebutuhan makanan bagi sel- sel sperma.

Kelenjar Prostat menghasilkan getah yang dialirkan ke saluran sperma.

Kelenjar Bulbouretra (Cowper) menghasilkan getah yang dialirkan ke uretra. Getah yang dihasilkan berupa lendir.

Sperma yang dihasilkan oleh testis, setelah bercampur dengan getah- getah dari kelenjar kelamin akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui uretra.

b. Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar pria terdiri atas penis dan skrotum.

Penis merupakan alat kelamin luar yang penting untuk kopulasi atau persetubuhan. Kopulasi adalah hubungan

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

kelamin antara pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan semen ke saluran kelamin wanita.

Di dalam penis tedapat uretra, yaitu suatu saluran yang dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongganya banyak dan banyak mengandung pembuluh darah. Apabila karena sesuatu hal, rongga ini berisi penuh oleh darah maka penis akan tegang dan mengembang disebut Ereksi.

Alat reproduksi pria mulai dapat berfungsi semenjak masa puber, yaitu lebih kurang usia 14 tahun sampai tua, selama manusia itu dalam keadaan sehat.

Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu yang sesuasi bagi spermatozoa.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

4. Penjelasan :
testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.

Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, penis.

Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron.

Molekul besar tidak dapat menembus ke lumen (bagian dalam tubulus) melalui darah, karena adanya ikatan yang kuat antar sel Sertoli. Fungsi dari penghalang darah testis adalah untuk mencegah reaksi auto-imun. Tubuh dapat membuat antibodi melawan spermanya sendiri, maka hal ini dicegah dengan penghalang. Bila sperma bereaksi dengan antibodi akan menyebabkan radang testis dan menurunkan kesuburan.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

5. Penjelasan :
Alat reproduksi pada wanita

a.Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar wanita terdiri atas : vulva, labium, saluran urine dan saluran kelamin.

Vulva, yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Dapat di bagi menjadi 2, yaitu :

- Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit). Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis pada lakilaki.

- Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.

Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (uretra) dan saluran kelamin atau vagina.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Vagina merupakan saluran akhir dari saluran kelamin

Terdapat sebuah lipatan kulit menutupi sebagian lubang vagina. Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).

b. Alat Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium atau indung telur, saluran kelamin dan vagina atau liang peranakan.

Ovarium, umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. Bentuknya seperti telur, terdapat di dalam rongga badan, di daerah pinggang dan disebelah kiri dan kanan tulang kemudi. Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum. Sel tubuh penghasil sel telur ini disebut folikel.

a. Estrogen yang berfungsi untuk mempertahanakan sifat sekunder pada wanita serta juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.

b. Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Fimbriae merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.

Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.

Tuba fallopi meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.

Oviduct merupakan saluran telur berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada dindingnya.

Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Perimetrium yaitu lapisan terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.

Myometrium yaitu lapisan tengah yang paling tebal Endometrium yaitu lapisan yang terdiri atas lapisan fungsionale dan lapisan basalis atau lapisan paling dalam.

6.
1. Vagina

Penjelasan :

Setelah melewati introitus vagina, dapat ditemukan vagina yang merupakan suatu penghubung antara introitus dan uterus. Arahnya sejajar dengan arah dari pinggir atas simfisis ke promontorium. Arah ini penting diketahui pada waktu memasukkan jari ke dalam vagina ketika mengadakan pemeriksaan ginekologik. Dinding depan dan belakang

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

vagina berdekatan satu sama lain, masing-masing panjangnya 6,5 cm dan 9 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae, di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras, disebut kolumna rugarum. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina pada persalinan melebar, sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. Di vagina tidak didapatkan kelenjar-kelenjar bersekresi. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk, di bawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi lapisan jaringan tersebut, sehingga dinding vagina terlihat kebiru-biruan, yang disebut livide. Di bawah jaringan ikat terdapat otot-otot dengan susunan yang sesuai dengan susunan otot-otot usus. Bagian dalamnya terdiri atas musculus circularis dan bagian luarnya atas musculus longitudinalis. Di sebelah luar otot-otot ini terdapat fascia (jaringan ikat) yang akan berkurang elastisitasnya pada wanita yang lanjut usia. Di sebelah depan dinding vagina depan bagian bawah terdapat uretra, sedangkan bagian atasnya berbatasan dengan kandung kemih sampai ke forniks anterior vagina. Dinding kanan dan kiri vagina berhubungan dengan musculus levator ani. Di sebelah atas vagina membentuk fornices lateralis sinistra et dextra. Sekitar 1,5 cm di atas forniks lateralis dalam parametrium terletak ureter, dan pada tempat itu ureter melintasi arteria uterina. Hal

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

ini penting diketahui jika harus menjahit kembali robekan pada serviks uteri yang lebar, dan dekat pada tempat arteria uterine serta ureter berada. Vagina mendapatkan vaskularisasi dari : a. Arteri uterina, yang melalui cabangnya ke cervix dan vagina memberikan darah ke bagian 1/3 bagian atas vagina b. Arteri vesicalis inferior, yang melalui cabangnya ke vagina bagian 1/3 tengah c. Arteri hemorrhoidalis mediana dan arteri pudendus interna, yang memberikan darah ke bagian 1/3 bawah vagina. Darah kembali melalui pleksus vena yang ada, antara lain pleksus pampiniformis, ke vena hipogastrika dan vena iliaka ke atas. Pembuluh limfe yang berasal dari 2/3 bagian atas vagina akan melalui kelenjar limfe di daerah vasa iliaka, sedangkan pembuluh limfe yang berasal dari 1/3 bagian bawah akan melalui kelenjar limfe di regio inguinalis.

2. Uterus Uterus berbentuk seperti buah apokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7-7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm, dan tebal dinding

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

1,25 cm. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina, begitu pula korpus uteri ke depan membentuk sudut dengan serviks uteri). Uterus terdiri atas fundus, korpus, dan serviks uteri. Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal, dimana merupakan tempat kedua tuba Falopii masuk ke uterus. Di dalam klinik penting untuk diketahui sampai dimana fundus uteri berada oleh karena tuanya kehamilan dapat diperkirakan dengan perabaan pada fundus uteri. Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar. Pada kehamilan, bagian ini memiliki fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut cavum uteri (rongga rahim). Serviks uteri terdiri atas pars vaginalis services uteri yang disebut portio dan pars supravaginalis services uteri adalah bagian serviks yang berada di atas vagina. Saluran yang terdapat pada serviks disebut canalis cervicalis berbentuk sebagai saluran lonjong dengan panjang 2,5 cm. Saluran ini dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks berbentuk sel-sel torak bersilia dan berfungsi sebagai reseptakulum seminis. Pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri internum, dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. Kedua pintu ini penting dalam klinik, misalnya pada penilaian jalannya persalinan, abortus, dan sebagainya. Secara histologik, uterus terdiri atas endometrium di korpus uteri dan

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

endoserviks di serviks uteri, otot-otot polos, dan lapisan serosa yakni peritoneum viscerale. Endometrium terdiri atas epitel kubik, kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan banyak pembuluh darah yang berkelok-kelok. Endometrium melapisi seluruh cavum uteri dan memiliki arti penting dalam siklus haid seorang wanita dalam masa reproduksi (childbearing age). Dalam masa haid, endometrium untuk sebagian besar dilepaskan, untuk kemudian tumbuh lagi dalam masa proliferasi dan selanjutnya dalam masa sekretorik (kelenjar-kelenjar telah berkelok-kelok dan terisi dengan getah). Masa-masa ini dapat diperiksa dengan mengadakan biopsi endometrium. Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler, dan di sebelah luar berbentuk longitudinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik, berbentuk anyaman. Lapisan ini paling penting dalam persalinan oleh karena sesudah plasenta lahir, berkontraksi kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh darah yang berada di tempat itu dan yang terbuka. Uterus ini sebenarnya terapung-apung di dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamentum yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik. Ligamentum yang memfiksasi uterus adalah : a. Ligamentum kardinale sinistra dan dekstra (Mackenrodt) yakni ligamentum yang terpenting, mencegah agar uterus tidak turun,

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

terdiri atas jaringan ikat tebal, dan berjalan dari serviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan banyak pembuluh darah, antara lain vena dan arteri uterina. b. Ligamentum sakro-uterinum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus agar tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang, kiri dan kanan, ke arah os sacrum kiri dan kanan. c. Ligamentum rotundum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus ke dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal kanan dan kiri. Pada kehamilan, terkadang terasa sakit di daerah inguinal waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat, dan ligamentum rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Pada persalinan juga teraba kencang dan terasa sakit bila dipegang. d. Ligamentum latum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. Sebenarnya ligamentum ini adalah bagian peritoneum viscerale yang meliputi uterus dan kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Di bagian dorsal ligamentum ini ditemukan indung telur (ovarium sinistra dan dekstra). Untuk memfiksasi uterus, ligamentum latum ini tidak banyak artinya.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

e. Ligamentum infundibulo-pelvikum, yakni ligamentum yang menahan tuba Falopii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan syaraf, pembuluh limfe, arteri dan vena ovarica. Di samping ligamentum tersebut di atas ditemukan pada sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri ligamentum ovarii proprium kiri dan kanan yang menahan ovarium. Ligamentum ovarii ini secara embriologis berasal dari gubernaculums, sama seperti halnya ligamentum rotundum. Isthmus adalah bagian uterus antara serviks dan corpus uteri, diliputi oleh peritoneum viscerale yang mudah sekali digeser dari dasarnya atau digerakkan di daerah plica vesiko-uterina. Di tempat inilah dinding uterus dibuka jika mengerjakan section cesarean transperitonealis profunda. Dinding belakang uterus seluruhnya diliputi oleh peritoneum viscerale yang membentuk di bawah suatu rongga yang disebut cavum Douglasi. Dalam klinik, rongga ini memiliki arti penting: rongga ini menonjol jika ada cairan (darah atau asites) atau ada tumor di daerah tersebut. Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina sinistra dan dekstra yang terdiri dari ramus ascenden dan ramus descenden. Pembuluh darah ini berasal dari a. iliaka interna (= a. hipogastrika) yang melalui dasar

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

ligamentum latum, masuk ke dalam uterus di daerah serviks kira-kira 1,5 cm dari forniks vagina. Terkadang pada persalinan terjadi perdarahan banyak oleh karena robekan serviks ke lateral, sehingga mengenai cabang-cabang a. uterina. Robekan ini disebabkan antara lain oleh pimpinan persalinan yang salah, persalinan dengan alat misalnya ekstraksi dengan cunam yang dilakukan kurang cermat dan sebagainya. Dalam hal ini harus berhati-hati dalam menjahit robekan serviks. Terkadang disangka robekan telah dijahit dengan baik oleh karena tidak tampak adanya perdarahan lagi. Padahal, perdarahan tetap berlangsung terus ke dalam parametrium. Timbullah hematom di parametrium yang sukar didiagnosis dan dapat

mengakibatkan ibu yang baru bersalin jatuh dalam kondisi syok dan jika hematom di parametrium tidak dipikirkan, wanita tersebut mungkin tidak tertolong lagi. Kita harus berhati-hati pula jangan sampai ureter yang dekat dengan daerah tersebut ikut terjahit, sehingga terjadi anuria disusul oleh uremia, dan akhirnya kematian penderita. Pembuluh darah lain yang memvaskularisasi uterus adalah a. ovarica sinistra et dextra. Ini berjalan dari lateral dinding pelvis, melalui ligamentum infundibulo-pelvikum mengikuti tuba Falopii,

beranastomosis dengan ramus asendens arteri uterina di sebelah lateral, kanan dan kiri uterus. Bersama-sama dengan arteri-arteri

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

tersebut di atas terdapat vena-vena yang kembali melalui pleksus vena ke vena hipogastrika. Pembuluh limfe yang berasal dari serviks akan mengalir ke daerah obturatorial dan inguinal dan selanjutnya ke daerah vasa iliaka. Dari corpus uteri, pembuluh limfe ini akan menuju daerah para-aorta atau para vertebra-dalam. Kelenjar-kelenjar limfe penting artinya pada operasi karsinoma. Inervasi uterus terdiri dari sistem saraf simpatik, tetapi untuk sebagian juga terdiri dari saraf parasimpatik dan serebrospinal. Sistem saraf parasimpatik berada di dalam panggul sebelah kiri dan kanan os sacrum, berasal dari syaraf sacral 2, 3, dan 4, dan selanjutnya memasuki pleksus Frankenhauser. Saraf simpatik masuk ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurcatio aorta dan promontorium terus ke bawah menuju pleksus Frankenhauser. Pleksus ini terdiri atas ganglionganglion berukuran besar dan kecil dan terletak terutama pada dasar ligament sacro-uterina. Serabut-serabut syaraf tersebut di atas memberi inervasi pada miometrium dan endometrium. Kedua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung unsur motorik dan sensorik. Kedua sistem bekerja antagonis, syaraf simpatik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi, sedangkan syaraf parasimpatik sebaliknya, mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Syaraf yang berasal dari torakal 11 dan 12 mengandung syaraf sensorik dari uterus dan meneruskan perasaan sakit dari uterus ke serebrum. Syaraf sensorik dari serviks dan bagian atas vagina melalui syaraf sacral 2, 3, dan 4, sedangkan dari bagian bawah vagina melalui nervus pudendus dan nervus ileoinguinalis. 3. Tuba Falopii Tuba Falopii terdiri atas : a. Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding pars uterus b. Pars ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya c. Pars ampullaris, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar, tempat terjadinya konsepsi d. Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbriae Fimbriae penting artinya bagi tuba untuk menangkap ovum untuk kemudian menyalurkan ovum ke dalam tuba. Bentuk infundibulum seperti anemon (binatang laut). Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum visceral, yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot di dinding tuba terdiri atas (dari luar dan dalam) otot longitudinal dan otot sirkuler. Lebih ke dalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel yang bersekresi dan bersilia yang khas, berfungsi untuk menyalurkan ovum atau hasil

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

konsepsi ke arah cavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut. 4. Ovarium Wanita pada umumnya mempunyai 2 ovarium kanan dan kiri, yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut syaraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya menuju ke atas dan ke belakang, sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat dengan uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbriae dari infundibulum.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

7.

Penjelasan :

ESTROGEN
Estrogen merupakan bentukan dari androstenidion (hormon seksual pria yang utama) yang dihasilkan ovarium. Selain androstenidion, ovarium juga mengeluarkan testosteron dan dehidroepiandrosteron, tapi dalam jumlah yang sedikit.

Hormon Estrogen: - Mempertahankan fungsi otak. - Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan gangguan mood. - Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah). - Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminin. - Produksi sel pigmen kulit. Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

HORMON PROGESTERON
Hormon ini merupakan bentukan dari pregnenolon yang dihasilkan oleh kelenjar dan berasal dari kolesterol darah.

Hormon Progesteron: Sebenarnya hormon ini tidak terlalu berhubungan langsung dengan keadan kulit tetapi sedikit banyak ada pengaruhnya karena merupakan pengembangan estrogen dan kompetitor androgen. Fungsi utama hormon progesteron lebih pada sistem reproduksi wanita, yaitu: - Mengatur siklus haid. - Mengembangkan jaringan payudara. - Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan. - Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium.

PROLAKTIN (HORMON YANG MENGHASILKAN ASI)


Hormon Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisa bagian depan yang ada di dasar otak. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI, sedangkan rangsangan pegeluaran prolaktin ini adalah pengosongan ASI dari gudang ASI (Sinus Lactiferus). Semakin banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara maka semakin banyak ASI yang diproduksi, sebaliknya apabila bayi

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

berhenti menghisap atau sama sekali tidak memulainya, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.

Setiap isapan bayi pada payudara ibunya akan merangsang ujung saraf di sekitar payudara. Rangsangan ini diantar ke bagian depan kelenjar hipofisa untuk memproduksi prolaktin. Prolaktin dialirkan oleh darah ke kelenjar payudara dan akan merangsang pembuatan ASI. Jadi, pengosongan gudang ASI merupakan rangsangan diproduksinya ASI.

Kejadian dari perangsangan payudara sampai pembuatan ASI disebut refleks Produksi ASI atau Refleks Prolaktin, dan semakin sering ibu menyusui bayinya, akan semakin banyak pula produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, maka semakin berkurang jumlah produksi ASI-nya.

Pada efek lain prolaktin, prolaktin mempunyai fungsi penting lain, yaitu menekan fungsi indung telur (Ovarium), dan akibatnya dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid, dengan kata lain ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan. (Roesli, 2001).

OKSITOSIN (HORMON YANG MENGHASILKAN ASI)


Hormon oksitosin berasal dari bagian belakang kelenjar hipofisa yang terdapat di dasar otak. Sama halnya dengan hormon proaktin, hormon oksitosin diproduksi bila ujung saraf sekitar payudara dirangsang oleh isapan bayi.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Oksitosin masuk ke dalam darah menuju payudara, membuat otot-otot payudara mengerut disebut hormon oksitosin. Kejadian ini disebut refleks pengeluaran ASI, refleks oksitosin atau let down refleks.

Reaksi bekerjanya hormon oksitosin dapat dirasakan pada saat bayi menyusu pada payudara ibu. Kelenjar payudara akan mengerut sehingga memeras ASI untuk keluar. Banyak wanita dapat merasakan payudaranya terperas saat menyusui, itu menunjukkan bahwa ASI mulai mengalir dari pabrik susu (alveoli) ke gudang susu (Ductus Lactiferous).

Bayi tidak akan mendapatkan ASI cukup apabila hanya mengandalkan reflek prolaktin saja, dan harus dibantu oleh refleks oksitosin. Bila reflek ini tidak bekerja, maka bayi tidak akan mendapatkan ASI yang memadai, walaupun produksi ASI cukup. Refleks oksitosin lebih rumit dibandingkan refleks prolaktin, karena refleks ini berhubungan langsung dengan kejiwaan atau sensasi ibu. Perasaan ibu dapat meningkatkan dan menghambat produksi ASI. (Roesli, 2001).

Berdasarkan pernyataan di atas maka, refleks oksitosin itu juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yaitu lingkungan dimana ibu dan bayi tinggal. Ketidakpedulian akan ketenangan ibu dan bayi akan membuat ibu frustasi yang akibatnya ibu merasa sedih, bingung, kesal dan marah sebagai dampak kejiwaan sehingga mempengaruhi kerja hormon oksitosin. Hal tersebut menuntut lingkungan terdekat yaitu keluarga untuk berperan dalam menciptakan suasana ketenangan dan kenyamanan ibu dan bayi.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

8 . Penjelasan :

Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1 sampai hari ke14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang,

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.

Gambar 1. Siklus Menstruasi

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Gambar 2. Kompleks Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH

2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin

Gambar 3. Siklus Hormonal

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:

1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah

2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)

3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Daur Menstruasi

Masa Subur

Masa subur adalah masa dimana akan terjadi kehamilan pada saat fertilisasi. Pada masa itulah, sel telur yang dihasilkan berada dalam keadaan siap untuk dibuahi.

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132

9 . Mention Diseases Reproductive System !

Penjelasan
Penyakit pada Sistem Reproduksi

1. Gonorhea (kencing nanah) 2. Sifilis 3. Herpes genital 4. Kanker Cerviks (Mulut Rahim) 5. Kanker Ovarium 6. Hamil Anggur (Mola Hidalidosa) 7. Kanker Prostat 8. Condiloma Accuminata
9. Hipogonadisme 10. Kriptorkidisme 11. Uretritis 12. Prostatitis 13. Epididimitis 14. Orkitis

15. Impotensi

IRWAN ANUGRAH ZD C11112132