Anda di halaman 1dari 1

NO 1.

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium sekunder terhadap penurunan fungsi ginjal DS : Klien mengeluh sesak nafas DO : HD 2x seminggu Pucat Edema anasarka BB = 66 kg TB = 152 cm TD : 170/100 mmHg HR RR : 96 : 24 x/menit x/menit

TUJUAN INTERVENSI RASIONAL RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GAGAL GINJAL Tupan : Mandiri Setelah perawatan selama 5x24 jam, pasien tidak menunjukan peningkatan cairan dan menunjukan keseimbangan cairan. c. Monitor denyut jantung, Tupen : Setelah perawatan selama 2x24 jam, tanda-tanda kelebihan cairan berkurang. Kriteria hasil : - Intake dan output seimbang - BB stabil - Tidak ada asites - BJ urin dalam batas normal tekanan darah, CVP catat intake & output cairan, termasuk cairan tersembunyi seperti aditif antibiotic, ukur IWL, timbang BB tiap hari dengan alat dan pakaian yang sama. b. Diet natrium a. Batasi pemasukan cairan a. Untuk mencegah tertahannya cairan dalam tubuh b. Untuk mengurangi cairan tertahan di dalam tubuh c. Takikardi dan hipertensi terjadi karena (1) kegagalan ginjal untuk mengeluarkan urin, (2) pembatasan cairan berlebihan selama mengobati hipovolemia/ hipotensi atau perrbahan fase oliguria, gagal ginjal, dan (3) perubahan pada system rennin-angiotensin. Selain itu untuk mengidentifikasi status gangguan cairan dan elektrolit. d. Catat pemasukan dan pengeluaran cairan. termasuk cairan tersembunyi seperti aditif antibiotik. Ukur kehilangan GI dan perkiraan kehilangan tak kasat mata, seperti berkeringat e. Pantau berat jenis urin. e. Mengukur kemampuan ginjal utnuk mengkonsentrasikan urin sesuai zat apa saja yang seharusnya ada dalam urin dan zat apa saja yang seharusnya tidak ada dalam urin. f. Monitor dehidrasi cairan dan berikan minuman bervariasi g. Monitor EKG f. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya dehidrasi sel. g. Peningkatan atau penurunan kalium dihubungkan dengan disthrithmia. hipokalemia bisa terjadi akibat pemberian diuretic. d. Perlu dilakukan untuk menentukan fungsi ginjal, kebutuhan penggantian cairan, dan penurunan resiko kelebihan cairan.