Anda di halaman 1dari 14

ALAM dan MANUSIA sebagai ARSITEKTUR LANSEKAP

Pada hakekatnya kelayakan hidup manusia untuk dapat berdampingan dengan alam secara harmonis atau dengan kata lain hidup dengan prinsip Simbiose Mutualistik dengan alam. Salah satu hubungan ini adalah timbal balik antara manusia dengan alam.

Arsitektur berkaitan dengan planning dan design

Planning atau perencanaan, merupakan suatu gambarkan prakira dalam pendekatan suatu keadaan dimasa mendatang. Design atau perancanan lebih ditekankan pada pengaturan secara kualitas dan fungsional suatu lahan/tanah secara rinci.

Struktur Lingkungan
Pengaruh kultur sangat mempengaruhi sikap kita terhadap alam, khususnya dalam menyelesaikan perencanaan tata guna tanah atau perencanaan pemanfaatan lahan. Kata planning dan design mempengaruhi setiap langkah dan sikap kita dalam mengelolah bentang alam. Walaupun secara definitif tidak mungkin karya manusia dapat mempengaruhi bentang alam/lansekap secara tuntas dan menyeluruh.

Sebagai contoh manusia modern membuka alam untuk suatu keperluan misalnya (pertanian, perkebunan dan pertambangan) dan mempunyai pandangan tersendiri pula.

Adaptasi manusia
Adaptasi manusia terhadap alam, dapat dihubungkan dengan tindakan manusia untuk kehidupan dan penghidupan jasmaniah ataupun dapat juga dihubungkan dengan suatu bentuk yang bersifat filosofis atau estetis untuk kebutuhan rohani nya.

Menurut Gutkind (Michael Laurie, 1975) mengidentifikasikan perubahan sikap adaptasi manusia terhadap lingkungan dalam 4 tingkatan yaitu:

Tingkatan pertama, adalah sikap manusia yang bercirikan menghindari rasa ketakutan. Tingkatan kedua, adalah sikap manusia beradaptasi dengan lingkungan yang didasarkan pada pemikiran yang rasional sebagai akibat tumbuhannya keyakinan pada diri pribadi untuk mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang berbeda. Tingkat ketiga, adalah sikap adaptasi manusia terhadap alam dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang berjalan dengan cepat (pada abad ke 20). Tingkatan keempat, adalah keadaan di masa depan.

Profesi Arsitektur Lansekap


Persepsi masyarakat umum terhadap profesi Arsitektur lansekap sering kali mengidentifikasikan dengan Landscape Gardening atau tata taman walaupun kemampuan yang dimiliki lebih dari pada itu.

Frederick Law Olmsted


(April 25, 1822 - 28 Agustus 1903) adalah seorang perancang lansekap Amerika dan bapak arsitektur lansekap Amerika, terkenal karena mendesain banyak taman kota yang terkenal. The Terrace, Central Park, New York.

Komponen Praktek Profesional Arsitek Lansekap


Di dalam aktifitas profesional kerjanya atau komponen arsitektur lansekap terlihat adanya klasifikasi sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat yaitu: a. Perencanaan Lansekap b. Perancangan Tapak c. Perancangan Detail Lansekap

Perencanaan lansekap ( landscape planning)


Perencanaan lansekap adalah cara - cara atau langkah yang dilakukan secara sistematik untuk mencapai sasaran atau tujuan untuk mencapai lanskap yang ideal, yaitu menciptakan lansekap yang multi fungsi, yang mampu menyediakan dan memelihara kondisi yang diperlukan untuk berbagai kepentingan (tujuan) baik untuk manusia maupun mahluk hidup lain dan terciptanya keberlanjutan ekosistem di dalam wilayah tersebut.

Perancangan Tapak ( Site Planning)


Proses keterpaduan analisis dari apak dan kebutuhan program penggunaan tapak, manjadi suatu sitesis yang kreatif. Dengan demikian setiap elemen dan fasilitas akan diletakan di atas lahan dalam keterpaduan fungsi dan selaras dengan karakteristik tapak dan lingkungan alamnya.

Perancangan detail lansekap (detiled lansekap design)


Perancangan detail lansekap adalah usaha seleksi dan ketepatan pengguna elemen/komponen, material/bahan lansekap, tanaman, kombinasi pemecahan detail berbagai elemen seperti pedestrian, plaza, air mancur, dan sebagainya. Kesemuanya merupakan pemecahan yang spesifik dan berkualitas dari diagram/program ruang dan area sebuah rencana rinci tapak.

Industri Lansekap
Industri lansekap ialah usaha atau kegiatan pelayanan kepada masyarakat lansekap. Dengan demikian ia merupakan usaha dan jasa agar potensi lansekap dapat dinikmati dan dimanfaatkan luas, berdaya guna dan berhasil guna. Para pelaku dalam industri lansekap, terutama di negara maju telah demikian jelas perbandingan nya serta tujuan oleh kelengkapan menejemen dan operasional moderen. Mereka merupakan para ahli profesional dalam bidang masing-masing yakni: 1. Konsultan lansekap 2. Kontraktor lansekap 3. Pemelihara lansekap 4. Produser material lansekap

Teori Dasar Arsitektur Lansekap


Secara teoritis, arsitektur lansekap terdiri dari 5 komponen dasar yg terdiri dari: proses alam, proses sosial, metodologi, teknologi, dan sistem nilai. Hakekat dari profesi arsitektur lansekap adalah ilmu dan seni perancangan/ perencanaan serta pengaturan ruang luar, penyusunan elemen-elemen alam dan buatan melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan budaya, dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan pelayanan dan pemeliharaan sumber daya hingga pada akhirnya dapat tersajikan suatu lingkungan yang fungsional dan estetis.