Anda di halaman 1dari 5

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/07/konsep-dasar-status-ekonomi.

html
Selasa, 06 Juli 2010

KONSEP DASAR STATUS EKONOMI


Dr. Suparyanto, M.Kes KONSEP DASAR STATUS EKONOMI Pengertian Status Ekonomi Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, status sosial ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan, pendapatan dan sebagainya. Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga memadai akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder (Soetjiningsih, 2004). Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan. Status ekonomi dapat dilihat dari pendapatan yang disesuaikan dengan harga barang pokok (Kartono, 2006). Tingkat Ekonomi Geimar dan Lasorte (1964) dalam Friedman (2004) membagi keluarga terdiri dari 4 tingkat ekonomi: Adekuat Adekuat menyatakan uang yang dibelanjakan atas dasar suatu permohonan bahwa pembiayaan adalah tanggung jawab kedua orang tua. Keluarga menganggarkan dan mengatur biaya secara ralisitis. Marginal Pada tingkat marginal sering terjadi ketidaksepakatan dan perselisihan siapa yang seharusnya mengontrol pendapatan dan pengeluaran. Miskin

Keluarga tidak bisa hidup dengan caranya sendiri, pengaturan keuangan yang buruk akan menyebabkan didahulukannya kemewahan. Diatas kebutuhan pokok, manajemen keuangan yang sangat buruk dapat atau tidak membahayakan kesejahteraan anak, tetapi pengeluaran dan kebutuhan keuangan melebihi penghasilan.

Sangat Miskin Menejemen keuangan yang sangat jelek, termasuk pengeluaran saja dan berhutang terlalu banyak, serta kurang tersedianya kebutuhan dasar. Pembagian kelas sosial ekonomi berdasarkan status ekonomi terdiri atas 4 bagian yaitu: Menurut (UMR,Kab Madiun 2010) status ekonomi seseorang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: 1. Penghasilan tipe kelas atas > Rp 670.000, 2. Penghasilan tipe kelas bawah < Rp 670.000, Friedman (2004) status ekonomi seseorang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: 1. Penghasilan tipe kelas atas> Rp 1.000.000, 2. Penghasilan tipe kelas menengah = Rp 500.000 Rp 1.000.000 3. Penghasilan tipe kelas bawah< Rp 500.000 Status ekonomi menurut Saraswati (2009) 1. Tipe Kelas Atas (> Rp 2.000.000). 2. Tipe Kelas Menengah (Rp 1.000.000 -2.000.000). 3. Tipe Kelas Bawah (< Rp 1.000.000) Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi 3 kelas atau golongan terdiri atas: 1. Golongan sangat kaya: Merupakan kelompok kecil dalam masyarakat, terdiri dari pengusaha, tuan tanah, dan bangsawan 2. Golongan kaya : Merupakan golongan yang cukup banyak terdapat dalam masyarakat, terdiri dari para pedagang dsb

3. Golongan miskin : Merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat, kebanyakan dari rakyat biasa. Karl Marx membagi masyarakat menjadi 3 golongan, yaitu: 1. Golongan kapitalis dan borjuis : Golongan yang menguasai tanah dan alat produksi 2. Golongan menengah : golongan yang terdiri dari para pegawai pemerintahan 3. Golongan proletar : golongan yang tidak mempunyai atau memiliki tanah dan alat produksi termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik Faktor yang Mempengaruhi Status Ekonomi Menurut friedman (2004) faktor yang mempengaruhi status ekonomi seseorang yaitu: Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka makin mudah dalam memperoleh pekerjaan, sehingga semakin banyak pula penghasilan yang diperoleh. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru dikenal. Pekerjaan Pekerjaan adalah simbol status seseorang dimasyarakat. Pekerjaan jembatan untuk memperoleh uang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan untuk mendapatkan tempat pelayanan kesehatan yang diinginkan. Keadaan Ekonomi Kondisi ekonomi keluarga yang rendah mendorong ibu hamil untuk tidak teratur dalam melakukan antenatal care. Latar Belakang Budaya Cultur universal adalah unsur kebudayaan yang bersifat universal, ada di dalam semua kebudayaan di dunia, seperti pengetahuan bahasa dan khasanah dasar, cara pergaulan sosial, adat-

istiadat, penilaian umum. Tanpa disadari, kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaan pulalah yang memberi corak pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakat asuhannya. Hanya kepercayaan individu yang telah mapan dan kuatlah yang dapat memudarkan dominasi kebudayaan dalam pembentukan sikap individual Pendapatan Pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari kerja atau usaha yang telah dilakukan. Pendapatan akan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Orang atau keluarga yang mempunyai status ekonomi atau pendapatan tinggi akan mempraktikkan gaya hidup yang mewah misalnya lebih komsumtif karena mereka mampu untuk membeli semua yang dibutuhkan bila dibandingkan dengan keluarga yang kelas ekonominya kebawah. DAFTAR PUSTAKA 1. Almatzier. 2001. Status Gizi. Jakarta: EGC 2. Dep.Kes RI. Kandungan Makanan Sehat . Http//www.com.dep.kes.id. diakses pada tanggal 10 Maret 2010 3. Djaeni. 2000. Gizi .Jakarta: EGC 4. Frisian.2010. 10 Tips Bentuk Membentuk Makanan Sehat. http.www. frisian flag.co.id diakses tanggal 10 Maret 2010 5. Friedman.2004. Keperawatan Keluarga. Jakarta:EGC 6. Hasan. 2002. Analisa Data Penelitian.Jakarta: EGC 7. Hidayat, Alimul, Aziz.2009. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika 8. Herlina. 2004. Makanan Sehat Bagi Balita. Http//.www.infokia.com. diakses pada tanggal 10 Maret 2010. 9. Johan. 2010. Status Ekonomi Dengan Pemilihan Bahan Makanan. http.www.denias ket yaho mail diakses pada tanggal 10 Maret 2010 10. Kartono. 2006. Perilaku Manusia. ISBN. Jakarta. 11. Markum.2004. Status Pekerjaan. Http//www.com.activity.com diakses pada tanggal 10 Maret 2010

12. Manuaba. 2002. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan. Jakarta EGC 13. Mangunkusumo. 2008. Persatuan Ahli Gizi. Jakarta Gramedia: Pustaka. 14. Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia 15. Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta. 16. Nursalam, Siti Pariyani 2003. Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. 17. Soetjiningsih.2004. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta EGC 18. Sugiyono.2006. Statistik untuk penelitian. Jakarta :EGC 19. Pemda, 2010. UMR Kabupaten Madiun. 20. Patiha. 2008. Pemenuhan Bahan Makanan Sehat. Jakarta: Bina Pustaka 21. Pratiwi. 2009. Kesehatan Keluarga. Jogyakarta : Oriza 22. Prasetyono. 2009. Pengertian Makanan Sehat Http//www.info makanan sehat.co.id. diakses pada tanggal 10 Maret 2010 23. Sugiyono. 2006. Statistik Untuk Kesehatan. Bandung: ALFABETA. 24. SKRT.2004.Status Ekonomi Pemilihan Bahan Makanan Http//www.com.skrt.co.id. diakses pada tanggal 10 Maret 2009 25. Sunita. 2007. Status Ilmu Gizi Jakarta: EGC 26. Tanfid. 2009. Pemilihan bahan makanan sehat . http://www.info-kia.com.id diakses pada tanggal 10 Maret 2010 27. Walker.2006. Makanan Sehat Bagi Balita. Jakarta: Surya 28. Yusrianto.2010.Merencanakan Menu Makan Sehat. Http//www.com.info sehat.id.diakses pada tanggal 10 Maret 2009
Diposkan oleh dr. Suparyanto, M.Kes di 12.18