Anda di halaman 1dari 7

Sindikat 4 Rachmi Rieke Pramadona Yunus Joseph

Hutang Batavia Air Jatuh Tempo tanggal 13 Des 2012

Permohonan Pailit oleh ILFC

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Menyatakan Pailit

Adanya

utang yang jatuh tempo dan dapat

ditagih serta adanya kreditor lain

Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (4) UU No.37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UUPKPU)

Batavia

Air diwajibkan membayar sewa

pesawat senilai AS$4.688.064,07, juga biaya cadangan, dan bunga yang tertuang dalam Aircraft Lease Agreement tertanggal 20 Desember 2009.
Namun,

Batavia tak lagi mampu membayar

utang-utang tersebut sejak 2009 lalu dan jatuh tempo pada 13 Desember 2012.

Batavia

Air juga memiliki utang senilai

AS$4.939.166,53 yang jatuh tempo pada 13 Desember 2012 kepada perusahaan lain, Sierra Leasing Limited.
Utang

ini juga timbul dari sewa-menyewa

pesawat yang dituangkan ke dalam Aircraft Lease Agreement tertanggal 6 Juli 2009.

Force

Majeure

Suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya

Kalah

tender pelayanan transportasi ibadah haji dan umroh


Sumber pembayaran sewa pesawat berasal dari pelayanan penumpang yang melakukan ibadah haji dan umrah.

Terkait

dalil force majeur

Majelis hakim berpendapat klausul tersebut harus dicantumkan dalam perjanjian. Namun, Batavia Air tidak dapat membuktikan dalil tersebut.

Majelis

hanya mempertimbangkan apa yang dapat dibuktikan saja.

PAI LIT