PRAKTEK KLINIK PROFESI KEPERAWATAN MATERNITAS PSIK FK UNAIR T.A.

2001/2002 LAPORAN PENDAHULUAN ABORTUS Nama Mahasiswa NIM : SUBHAN : 010030170 B Infeksi Akut peritonitis Gangguan Endokrin progesterone, thyroid Gangguan Gizi/Anemia Trauma, baik yang tidak disengaja (mischariage) maupun yang disengaja (provokatus) Gangguan faal organ cervix pendek, retrofleksi uteri incarcerata, ggn endometrium : Hypoplasi uteri, tumor uterus, : Gangguan produksi Tempat Praktek : Poliklinik Kebidanan Tanggal : 2 April 2002

-

: Pneumonia, Thipii, septikemia,

ABORTUS (mati janin < 22 mg/< 500 gr)

Abortus Spontan

Abortus Infeksiosa

Retensi Janin (Missed abortion)

Abortus Resiko tinggi (Unsafe abortion)

• • • •

Ab. Imminens Ab. Insipiens cavum uteri Ab. Inkomplit Ab. Komplit

: perdarahan bercak, ada ancaman kehamilan : Perdarahan ringan dimana hasil konsepsi masih di

Perdarahan

Nyeri Abdomen

Kurang Pengetahuan

Shock

Gangguan Rasa Nyaman

Cemas

Resiko tinggi Infeksi Devisit Vol. Cairan

Gangguan Aktivitas

000 U/dl) Ditemukan kuman DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Kaji kondisi status hemodinamika Rasional : Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat abortus memiliki karekteristik bervariasi b. Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan. : Indikator kehamilan Kondisi janin/cavum ut Status Hemodinamika Status Hemodinamika Resiko Infeksi Kuman spesifik Positif terdapat janin/sisa janin Penurunan (< 35 mg%) Penurunan (< 10 mg%) Meningkat(>10. Ukur pengeluaran harian Rasional c. penurunan sirkulasi 3. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan kerusakan jaringan INTERVENSI KEPERAWATAN : 1.Pemeriksaan Diagnostik 1. Devisit Volume Cairan berhubungan dengan perdarahan 2. seimbang antara intake dan output baik jumlah maupun kualitas. : Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang pervaginal Berikan sejumlah cairan pengganti harian Rasional : Tranfusi mungkin diperlukan pada kondisi perdarahan masif Evaluasi status hemodinamika Rasional : Penilaian dapat dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik 2. kondisi vulva lembab 5. Kadar SDP 6. Kultur 1. Gangguan rasa nyaman: Nyeri berhubungan dengan intrauteri 4. Gangguan Aktivitas berhubungan dengan kelemahan. d. Ultra Sonografi 3. Gangguan Aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Intervensi : a. Test HCG Urine 2. Devisit Volume Cairan berhubungan dengan Perdarahan Tujuan : Tidak terjadi devisit volume cairan. Kadar Hemoglobin 5. penurunan sirkulasi Tujuan : . Kadar Hematocrit/Ht 4.

Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas Rasional buruk b. Kolaborasi pemberian analgetika Rasional : Mengurangi onset terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik 4. pada abortus imminens. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan Kerusakan jaringan intrauteri Tujuan : Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang dialami Intervensi : a. Bantu klien untuk melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan/kondisi klien Rasional : Mengoptimalkan kondisi klien. Terangkan nyeri yang diderita klien dan penyebabnya Rasional : Meningkatkan koping klien dalam melakukan guidance mengatasi nyeri c. tetapi perdarahan masif perlu diwaspadai untuk menccegah kondisi klien lebih . Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari Rasional : Mengistiratkan klilen secara optimal d.Kllien dapat melakukan aktivitas tanpa adanya komplikasi Intervensi : a. Kaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi uterus/kandungan Rasional : Aktivitas merangsang peningkatan vaskularisasi dan pulsasi organ reproduksi c. Kaji kondisi nyeri yang dialami klien Rasional : Pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan skala maupun dsekripsi. Evaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas Rasional : Menilai kondisi umum klien 3. istirahat mutlak sangat diperlukan e. kondisi vulva lembab Tujuan : Tidak terjadi infeksi selama perawatan perdarahan Intervensi : : Mungkin klien tidak mengalami perubahan berarti. b. Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan.

a.ama masa perdarahan Rasional : Pengertian pada keluarga sangat penting artinya untuk kebaikan ibu. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan Tujuan : Tidak terjadi kecemasan. Lakukan pemeriksaan biakan pada dischart Rasional : Berbagai kuman dapat teridentifikasi melalui dischart d. Terangkan pada klien pentingnya perawatan vulva selama masa perdarahan Rasional : Infeksi dapat timbul akibat kurangnya kebersihan genital yang lebih luar c. 5. Adanya warna yang lebih gelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan tanda infeksi b. senggama dalam kondisi perdarahan dapat memperburuk kondisi system reproduksi ibu dan sekaligus meningkatkan resiko infeksi pada pasangan. pengetahuan klien dan keluarga terhadap penyakit meningkat Intervensi : a. Bantu klien mengidentifikasi penyebab kecemasan Rasional : Pelibatan klien secara aktif dalam tindakan keperawatan merupakan support yang mungkin berguna bagi klien dan meningkatkan . warna. e. Kaji tingkat pengetahuan/persepsi klien dan keluarga terhadap penyakit Rasional : Ketidaktahuan dapat menjadi dasar peningkatan rasa cemas b. dan bau Rasional : Perubahan yang terjadi pada dishart dikaji setiap saat dischart keluar. Terangkan pada klien cara mengidentifikasi tanda inveksi Rasional : Berbagai manivestasi klinik dapat menjadi tanda nonspesifik infeksi. jumlah. Kaji derajat kecemasan yang dialami klien Rasional : Kecemasan yang tinggi dapat menyebabkan penurunan penialaian objektif klien tentang penyakit c. demam dan peningkatan rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi f. Lakukan perawatan vulva Rasional :Inkubasi kuman pada area genital yang relatif cepat dapat menyebabkan infeksi. Anjurkan pada suami untuk tidak melakukan hubungan senggama se. Kaji kondisi keluaran/dischart yang keluar .

Dona L& Perry. Protap Pelayanan Kebidanan RSUD Dr. Sutomo Surabaya.. Jakarta Wong. untuk mengurangi kecemasan klien dan keluarga. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Philadelphia – (--). Surabaya . Elstar Offset. Terangkan hal-hal seputar aborsi yang perlu diketahui oleh klien dan keluarga Rasional : Konseling bagi klien sangat diperlukan bagi klien untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun support system keluarga. Asistensi klien menentukan tujuan perawatan bersama Rasional : Peningkatan nilai objektif terhadap masalah berkontibusi menurunkan kecemasan e. Bandung JNPKKR-POGI (2000).kesadaran diri klien d. Mosby Year Book Co. Referensi : Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad(1981) Obstetri Patologi. Shanon W (1998) Maternal Child Nursing Care.

Riwayat Kehamilan/nifas sebelumnya : Klien sebelumnya pernah mengalami keguguran (tahun 1993) pada saat umur kehamilan 5 bulan. Jumlah darah yang keluar kurang lebih 500 cc (tiap hari 50 cc/kali) b. jumlah sedikit-sedikit dan disertai dengan nyeri pada perutnya bagian bawah.40 WIB No. Ibu dapat ke klinik karena mengalami perdarahan yang tidak berhenti mulai tanggal 24 Maret 2001. Klien memiliki anak (dari kehamilan kedua) berusia 5 tahun. Reg Med : 17778812 B. Riwayat Menstruasi Menarche umur 14 tahun. Krian Sidoarjo Nama Suami : Tn. setelah sebelunya tidak haid selama satu bulan. siklus teratur (28 hari) denggan jumlah darah relatif banyak selama 6-7 hari. M Umur Agama Pekerjaan : 34 tahun : Islam Pendidikan : SLTA : Wiraswasta Suku/bangsa : Jawa / Indonesia : Poliklinik Kebidanan : 4 April 2001 Jam masuk : 09. b. persalinan . Gamping. Perdarahan tanggal 24 Maret 2001 dianggap klien sebagai haid. Ibu menyatakan bahwa dirinya hanyalah mengalami menstruasi (tidak merasa bahwa dirinya hamil) saat ini. U H : 31 tahun : Jawa/Indonesia : Islam : SLTP : Ibu rumah tangga : Jeruk.PENGKAJIAN Tanggal masuk : 4 April 2001 Ruang Pengkajian A. Hari Pertama Haid Terakhir tanggal 23 januari 2001. Riwayat Obstetri a. Klien tidak mengalami dismenorhea. menyebar ke daerah pinggang dan dubur. c. Persepsi Terhadap Kehamilan Saat ini : a. Kondisi hamil yang tidak dirasakan oleh ibu meyebabkan ibu melakukan aktiitas seperti biasanya sebagai ibu rumah tangga 2. RIWAYAT KEPERAWATAN 1. IDENTITAS Nama Pasien Umur Suku/Bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny.

Riwayat Kesehatan Klien menyatakan tidak menderita penyakit jantung. kencing manis. Pemeriksaaan Fisik Kesadaraan Umum Tekanan Darah Pernafasan Nadi Konjungtiva Sclera Turgor kulit Warna kulit : Composmentis : 120/70 mmHg : 18 X/menit : 80 X/menit : Anemis : Anikteric : elastis : agak pucat . tatpi klien pernah menggunakan kontrasepsi jenis Suntik sebelumnya. 4. 3. Saat ini klien merasa nyeri pada perut bagian bawah walaupun tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari. Nyeri yang timbul terasa lebih berat saat merubah posisi tubuh dengan cepat dan tiba-tiba. Kehamilan Saat ini Klien tidak merasa dirinya hamil walaupun pernah telambat haid satu bulan. klien tidak mengalami gangguan nafsu makan. 5. 6. 1. klien tidak berpantang makan. klien menjalankan aktiitas seperti biasanya dan tidak menambah waktu istirahat karena klien tidak merasa bahwa dirinya hamil. Riwayat KB Saat ini klien tidak menggunakan alat kontrasepsi. Pola Aktivitas dan latihan Sebagai ibu rumah tangga. 2. dengan cukup lauk dan sayuran. c. dan penyakit keturunan lainnya.normal dan tidak terdapat komlikasi persalinan/nifas. gondok. Kebutuhan Dasar Khusus Pola Nutrisi Klien makan 3 kali sehari. Kontrasepsi yang digunakan oleh klien tidak menimbulkan masalah kesehatan. Tidak ada riwayat keguguran padfa annggota keluarga lainnya. paru.

Cavum Uteri .k 8 – 10 Cm : tidak menonjol : Fleks (+) Periksa Dalam (Vaginal Toucher) : .Vaginal Toucher .Inspekulo c. Pembukaan 1 Cm : TFU l. HCG Test Hemoglobin Ultra Sonografi janin 5-6 Cm Diagnosa Medik : Abortus Imminens Data Penunjang : Positif : 9 mg% : Janin Tunggal intraabdomen. Palpasi Leopold I : tinggi Fundus Uteri : 3 Cm diatas simpisis : tidak ditemukan fluks : Lunak. Denyut Jantung (+) Panjang .a. Inspeksi : Pembesaran relatif abdomen Linea alba tidak ada Striae pada perut sedikit b.Portio .Cavum Douglas . Auskultasi Doppler tidak dilakukan 7.Adnexia Parametrium ka/ki : Nyeri tekan (-) Massa (-) . nyeri goyang (-).

badan lemah DO : cc/hari b.Analisa Data MASALAH KEPERAWATAN Devisit Volume Cairan DATA DS : hari. beresiko terhadap terjadinya infeksi Kerusakan nyeri klien dan jaringan yang Gangguan Rasa Nyaman : Nyeri terjadi dapat mengakibatkan mengganggu kondisi fisik dan psikologis Kekurangtahuan kecemasan mengakibatkan yang maksimal dilakukan terhadap dan perawatan tidak Cemas kondisi dapat mengakibatkan . 50 M engeluh perdarahan 10 ETIOLOGI Perdarahan akibat kerusakan jari-ngan intrauterus menimbulkan perdarahan dan penurunan volume cairan. 9 mg% ulit agak pucat DS : hari DO : erdarahan ulva kotor & lembab DS : enyatakan Nyeri hari DO : nyeri K adang meringis menahan M engeluh Perdarahan 10 M V P m engeluh perdarahan 10 K H Akibat P erdarahan 10 hari. perdarahan Resiko tinggi untuk Infeksi mengakibatkan kondisi vulva hygiene menjadi berkurang dan selalu lembab.

Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan kerusakan jaringan yang terjadi adalah haid M tahu . Devisit Volume Cairan berhubungan dengan perdarahan b. Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan. Gangguan rasa nyaman: Nyeri berhubungan dengan intrauteri c.DS : enyatakan tidak dirinya hamil enyatakan M perdarahan M enyatakan bingung apa yang harus dilakukan DO : Diagnosa Keperawatan : a. kondisi vulva lembab d.

maka Tidak terjadi devisit volume cairan. lembab Tujuan : Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan.RENCANA KEPERAWATAN : 1. Terangkan nyeri yang diderita klien dan penyebabnya Rasional c. Intervensi : a. kondisi vulva Kerusakan . Kaji kondisi status hemodinamika Rasional : Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat abortus memiliki karekteristik bervariasi b. Anjurkan klien memenuhi kebutuhan cairan Rasional : Motivasi untuk memenuhi kebutuhan cairan 2. Intervensi : a. Ukur pengeluaran harian Rasional : Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang pervaginal d. b. seimbang antara intake dan output baik jumlah maupun kualitas. Lakukan pendidikan kesehatan teknik distraksi R : Adaptasi terhadap nyeri merupakan teknik yang dapat menurunkan nyeri disamping kecemasan 3. Devisit Volume Cairan berhubungan dengan Perdarahan Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan jaringan intrauteri Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang dialami. Kaji kondisi nyeri yang dialami klien Rasional : Pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan skala maupun deskripsi. : Meningkatkan koping klien dalam melakukan guidance mengatasi nyeri Kolaborasi pemberian analgetika Rasional : Mengurangi onset terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik d.

Kaji kondisi keluaran/dischart yang keluar . jumlah. pengetahuan klien dan keluarga terhadap penyakit meningkat Intervensi : a. klien tidak merasa cemas. Terangkan pada klien pentingnya perawatan vulva selama masa perdarahan Rasional : Infeksi dapat timbul akibat kurangnya kebersihan genital yang lebih luar c. Lakukan perawatan vulva Rasional :Inkubasi kuman pada area genital yang relatif cepat dapat menyebabkan infeksi. : Kecemasan yang tinggi dapat menyebabkan penurunan penialaian objektif klien tentang penyakit Bantu klien mengidentifikasi penyebab kecemasan klien dan keluarga terhadap . Anjurkan pada suami untuk tidak melakukan hubungan senggama selama masa perdarahan Rasional : Pengertian pada keluarga sangat penting artinya untuk kebaikan ibu. 4. Kaji tingkat pengetahuan/persepsi penyakit Rasional : Ketidaktahuan dapat menjadi dasar peningkatan rasa cemas b. Terangkan pada klien cara mengidentifikasi tanda inveksi Rasional : Berbagai manivestasi klinik dapat menjadi tanda nonspesifik infeksi. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan. dan bau Rasional : Perubahan yang terjadi pada dishart dikaji setiap saat dischart keluar. warna. demam dan peningkatan rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi e. d.Setelah dilakukan tindakan keperawtan. senggama dalam kondisi perdarahan dapat memperburuk kondisi system reproduksi ibu dan sekaligus meningkatkan resiko infeksi pada pasangan. Kaji derajat kecemasan yang dialami klien Rasional c. Adanya warna yang lebih gelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan tanda infeksi b. diharapkan tidak terjadi infeksi selama perdarahan berlangsung Intervensi : a.

: Peningkatan nilai objektif terhadap masalah berkontibusi menurunkan kecemasan Terangkan hal-hal seputar aborsi yang perlu diketahui oleh klien dan keluarga Rasional : Konseling bagi klien sangat diperlukan bagi klien untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun support system keluarga.Rasional : Pelibatan klien secara aktif dalam tindakan keperawatan merupakan support yang mungkin berguna bagi klien dan meningkatkan kesadaran diri klien d. untuk mengurangi kecemasan klien dan keluarga. Asistensi klien menentukan tujuan perawatan bersama Rasional e. .

kondisi vulva lembab Waktu 10. menyatakan mengerti tidak Klien mengangguk dapat mengecek perdarahan tiap memperhaikan perdarahan yang terjadi hari. warna keluar Menerangkan pengeluaran cairan berlebihan merah segar bahaya Menyatakan takut dengan perdarahan. menerangkan hal-hal yang dan dapat menyebutkan tanda infeksi harus diperhatikan dalam mengkaji tanda infeksi pada .10 Implementasi Mengajarkan pada ibu untuk Menyatakan Respon ia telah berusaha klien klien banyak bergerak/aktivitas untuk Klien mengangguk. dan menanyakan cara agar perdarahan berhenti Melakukan penghitungan intake Intake harian + dan output Mengajarkan Menganjurkan cara klien kebutuhan cairan sederhana banyak minum dan makan 1400 cc. menyatakan akan berobat bila nheri bertambah memperhatikan kondisi tubuhnya Respon Nyeri seperti ditekan pada bagian bawah perut Klien diam. Output + Mengajarkan cara menentukan Menyatakan akan minum air tambahan jumlah minum yang diperlukan 2 gelas tiap hari selama perdarahan Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan Kerusakan jaringgan intrauterine Waktu 09. mengukur Menyatakan mengerti cara pengukuran cairan cukup Menyatakan akan berusaha banyak minum 1200 cc.45 Implementasi Respon Mengukur jumlah cairan yang Vol darah l.k 20 cc keluar.IMPLEMENTASI & EVALUASI Devisit Volume Cairan berhubungan dengan Perdarahan Waktu 09. 55 Implementasi Menilai derajad nyeri Menerangkan penyebab nyeri Menganjurkan Menganjurkan hebat Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan.

30 Implementasi Respon Menerangkan bahwa ibu saat Mengulang pernyataan bahwa dirinya ini hamil dan mengalami hamil. perdarahan berbau atau keluar nanah Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan Waktu 10. keguguran Menerangkan agar ibu banyak Menyatakan ia akan banyak istirahat istirahat Menerangkan perdarahan yang terjadi Menganjurkan ibu untuk tidak mengangguk melakukan hubungan seksual .vagina Menganjurkan ibu untuk Menganggguk dan menyatakan sanggup membersihkan kemaluan teratur Menganjurkan pada ibu untuk Menyatakan akan ke RS dua minggu segera berobat bila ada tanda lagi atau bila perlu demam.

kondisi vulcva lembab Waktu 10. menerangkan hal-hal yang Dan dapat menyebutkan tanda infeksi harus diperhatikan dalam mengkaji tanda infeksi pada . mengukur Menyatakan mengerti cara pengukuran cairan akan berusaha banyak minum menentukan Menyatakan akan minum air tambahan 1200 cc. Menganjurkan klien cukup banyak Menyatakan jumlah minum yang diperlukan 2 gelas tiap hari selama perdarahan Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan Kerusakan jaringgan intrauterine Waktu 09. menyatakan mengerti tidak Klien mengangguk Resiko tinggi Infeksi berhubungan dengan perdarahan. 55 Implementasi Menilai derajad nyeri Menerangkan penyebab nyeri Menganjurkan Menganjurkan hebat klien klien banyak bergerak/aktivitas untuk memperhatikan kondisi tubuhnya berrobat bila nheri bertambah Klien mengangguk.k 20 cc keluar.45 Implementasi Respon Mengukur jumlah cairan yang Vol darah l. Output + Menerangkan bahaya pengeluaran Menyatakan takut dengan perdarahan.IMPLEMENTASI & EVALUASI Devisit Volume Cairan berhubungan dengan Perdarahan Waktu 09. warna merah keluar cairan berlebihan segar dan menanyakan cara agar perdarahan berhenti Melakukan penghitungan intake Intake harian + dan output Mengajarkan cara kebutuhan cairan sederhana minum dan makan Mengajarkan cara 1400 cc.10 Implementasi Mengajarkan pada ibu untuk Menyatakan Respon ia telah berusaha dapat mengecek perdarahan tiap memperhaikan perdarahan yang terjadi hari. menyatakan akan Respon Nyeri seperti ditekan pada bagian bawah perut Klien diam.

30 Implementasi Respon Menerangkan bahwa ibu saat ini Mengulang pernyataan bahwa dirinya hamil dan mengalami keguguran istirahat Menerangkan perdarahan yang terjadi Menganjurkan ibu untuk tidak mengangguk melakukan hubungan seksual hamil Menerangkan agar ibu banyak Menyatakan ia akan banyak istirahat . perdarahan berbau atau keluar nanah Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan Waktu 10.vagina Menganjurkan ibu untuk Menganggguk dan menyatakan sanggup membersihkan kemaluan teratur Menganjurkan pada ibu untuk Menyatakan akan ke RS dua minggu lagi segera berobat bila ada tanda atau bila perlu demam.

d. Gejala yang timbul: gatal. terasa lembab. kemandulan Waktu 2 menit 3 menit Metode Ceramah s. Staphilococcus.jamur penyebab keputihan : Clamydia. panas. keluarnya lendir dalam jumlah yang relatif banyak Berbagai jenis kuman. streptococcus. 15 menit Pelaksana : SUBHAN. Tujuan Umum Tujuan Khusus Pembukaan Materi Pengertian keputihan : Keputiahn adalah infeksi oleh kuman/jamur pada daerah kemaluan wanita. 1. E. Trochomonas dll.SATUAN ACARA PENYULUHAN Tema Waktu : Keputihan : Tanggal 2 April 2001. Umpan balik Masyarakat mengetahui Pendahuluan penyakit keputihan dan Masyarakat mengetahui : cara pencegahan serta P pengobatannya engertian Keputihan enyebab Keputihan P 3 menit sda 5 menit 5 menit sda sda ahaya Keputihan B - C ara pencegahan Keputihan Cara untuk mencegah keputihan : Menjaga kebersihan vulva : -Membersihkan vulva dengan irigasi air hangat dua kali sehari -Mengeringkan dengan hair drier -menggunakan cream antibacterial 2X/hari -berobat -Pasangan menggunakan kondom Cara pengobatan keputihan 3 menit C sda . (PSIK FK Unair) Sasaran : Pasien dan keluarga Tempat : Ruang Tunggu Poli Kebidanan (10a) No. Colly. atau candida.a Evaluasi Pertanyaan balik. Bahaya bila keputihan tidak segera diobati : infeksi berat dan sistemik.

ara pengobatan keputihan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful