Anda di halaman 1dari 3

Otoskop pneumatic merupakan alat pemeriksaan bagi melihat mobilitas membran timpani pasien terhadap tekanan yang diberikan.

Membrane timpani normal akan bergerak apabila diberi tekanan. Membrane timpani yang tidak bergerak dapat disebabkan oleh akumulasi cairan di dalam telinga tengah, perforasi atau timpanosklerosis. Diagnosis Otitis Media Efusi(OME) dapat ditegakkan dengan menggunakan otoskop pneumatic dengan terdeteksi adanya efusi pada telinga tengah. Kepentingan bagi otoskop pneumatic adalah ianya dapat mengesan terdapatnya efusi walaupun pada membrane timpani tidak menunjukkan sebarang kelainan. Alat ini mempunyai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi bagi menegakkan diagnosis OME. Kajian menunjukkan bahwa alat ini dapat digunakan apabila timpanometri tidak tersedia. Kepentingan yang lain adalah alat ini murah dan mudah untuk digunakan. Indikasi Evaluasi diagnostic pada pasien suspek Otitis Media Efusi (OME) karena otoskop pneumatic sangat mudah digunakan dan tidak menimbulkan sebarang nyeri. Pada anak-anak, OME sangat sering ditemukan dan mempunyai angka komorbiditas yang tinggi. OME juga bisa berkaitan dengan masalah hilangnya pendengaran yang dapat disertai dengan delayed speech

Kontraindikasi Tidak ditemui sebarang kontraindikasi pada penggunaan otosop pneumatik Perubahan tekanan yang kecil harus diberikan pada pasien yang mempunyai membrane timpani yang tipis bagi mengelakkan pasien kurang nyaman atau terjadinya perforasi membrane timpani

TIMPANOMETRI Timpanometri dilakukan untuk mengetahui keadaan di telinga tengah. Misalnya, apakah ada cairan, gangguan rangkaian tulang pendengaran (ossicular chain), kekakuan gendang telinga atau bahkan gendang telinga terlalu lentur. Timpanometer adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan timpanometri, bagian-bagiannya yaitu:

A. Oscilator : Alat yang menghasilkan bunyi (biasanya 220 Hz), suara yang dihasilkan tersebut masuk ke earphone dan diteruskan ke liang telinga. B. Pompa Udara : Menghasilkan udara bertekanan -200 mmHg sampai dengan 200 mmHg C. Compliancemeter : untuk menilai bunyi yang diteruskan melalui mikrofon.

Energi akustik tinggi dihantarkan pada telinga melalui suatu tabung bersumbat, sebagian diabsorbsi dan sisanya dipantulkan kembali ke kanalis dan dikumpulkan oleh saluran dari kedua tabung tersebut.

Timpanogram adalah suatu penyajian berbentuk grafik dari kelenturan relatif sistem timpano osikular sementara tekanan udara di liang telinga diubah-ubah. Kelenturan maksimal diperoleh pada tekanan udara normal, dan berkurang jika tekanan udara ditingkatkan atau diturunkan. Individu dengan pendengaran normal atau dengan gangguan sensorineural akan memperlihatkan sistem timpano osikular yang normal. Timpanometri memunculkan timpanogram yaitu suatu grafik yang mengkaitkan tekanan udara yang melewati CAE. Hasil timpanogram pada dasarnya dibagi menjadi 3 tipe yaitu : 1. Tipe A: gambaran spt grafik dibawah, menunjukkan tekanan udara di telinga tengah normal. Tipe A ini terbagi menjadi 3 sub grup yaitu : A : bentuk grafik normal As : puncak lebih tinggi biasanya menunjukkan tekanan yang berlebih di telinga tengah muncul pada dislokasi tulang pendengaran, kekakuan membrana timpani As : Puncak lebih pendek dari normal menunjukkan kekakuan, seperti pada otosklerosis Tipe B : Tidak didapatkan puncak/ flat, biasanya disebabkan karena adanya cairan di telinga tengah atau adanya perforasi membrana timpano,

atau adanya serumen. Tipe C : ada puncaknya namun bergeser ke kiri menunjukkan adanya tekanan negatif biasanya disebabkan karen disfungsi tuba.

Otot-otot yang berhubungan dengan tuba Eustachius yang berperan penting dalam penutupan dan pembukaan tuba Eustachius m.tensor velli palatine m.levator veli palatine m.salpingopharyngeus m.tensor timpani.

http://emedicine.medscape.com/article/1348950-overview