Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KUNJUNGAN PDAM TIRTA MOEDAL HARI / TANGGAL PEMBICARA MATERI YANG DISAMPAIKAN o : : :

SEJARAH PDAM TIRTA MOEDAL DARI JAMAN PENJAJAHAN HINGGA SEKARANG Jaman Penjajahan Belanda 1. Tahun 1911-1923 Dibangun 4 sumber mata air alam yaitu: Mudal Besar dan Mudal Kecil, Lawang, dan

2. Tahun 1923- 1932 Dibangun lagi 2 ( Dua ) sumber mata air alam yaitu : Kalidoh Besar dan Kalidoh Kecil.Selanjutnya pada tahun 1979 Kalidoh Kecil diserahkan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Ungaran.

Mata Air Kalidoh Jaman Penjajahan Jepang

8 Desember 1942 s / d 14 Agustus 1945, GEMEENTE WATER LEIDING SEMARANG diubah dalam bahasa Jepang menjadi SEMARANG SIYA KUSYO yang artinya PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SEMARANG. Jaman Kemerdekaan Sekarang 1. Tahun 1952 Dibangun 2 ( dua ) sumur artetis di jalan Purwogondo dan jalan Arjuno.

2. Tahun 1959 - 1965 Dimulai pembangunan Instalasi Penjernihan Kaligarang bahan baku diambil dari air sungai Kaligarang dengan debit 500 ldt ( IPA TGM). 3. Tahun 1967 1984 Pembangunan Sumur artetis dan Kantor Pusat PDAM antara lain : Sumur artetis di Ronggowarsito, Kinibalu, Brumbungan, Manyaran, Mijen, Rejosari, Seleses, Abimanyu, Senjoyo, Jangli, Raden Patah, Gondoriyo, Erowati, Citandui, Blimbing, Bugangan, dan Kenconowungu

Sumur Manyaran

Sumur Cinde

4. Tahun 1994 Pembangunan IPA Kaligarang dengan kapasitas sebesar 250 ldt &150 l/dt, IPA Pucang Gading sebesar 50 l/dt, dan mengoptimalkan IPA Miniplant Kaligarang dari 40 l/dt menjadi 80 l/dt

IPA kapasitas 150l/detik

IPA kapasitas 250l/detik

5. Tahun 1997 1999 Dengan bantuan dana dari IBRD, PDAM Kota Semarang membangun reservoar kedung Mundu ,Pemasangan Pipa Transmisi Kudu Kedung Mundu dan Pipa Distribusi

6. Tahun 2002 Dibangun Instalasi Pengolahan Air Kudu dengan kapasitas 1250 ldt, untuk memenuhi kebutuhan aliran di wilayah Timur dan sebagian Tengah.

PROSES PRODUKSI & PENGOLAHAN AIR

Pengolahan air dimaksudkan untuk merubah kualitas air yang semula tidak memenuhi syarat kesehatan, sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan RI No.492/Menkes/Per/IV/2010, tanggal 19 April 2010, air yang boleh dikonsumsi manusia harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, dan mikrobiologi dengan kadar parameter tertentu. Menurut kualitasnya, air dapat digolongkan sebagi berikut : 1. Air Baku, adalah air yang ada di alam (air tanah, air permukaan, dan mata air) yang kualitasnya mungkin belum memenuhi syarat kesehatan. 2. Air Bersih, adalah air yang biasa dipergunakan untuk keperluan rumah tangga yang kualitasnya hampir memenuhi syarat kesehatan dan apabila diminum harus dimasak terlebih dahulu. 3. Air Minum, adalah air bersih yang kualitasnya sudah memenuhi syarat kesehatan dan langsung dapat diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. TAHAP-TAHAP PENGOLAHAN AIR DI PDAM TIRTA MOEDAL SEMARANG Sumber Air Intake Pelanggan Koagulasi && Reservoar Flokulasi Klorinasi Filtrasi Sedimentasi

Dibawah ini adalah gambar peralatan untuk melaksanalkan tahap demi tahap pengolahan air :

Untuk lebih lengkapnya, perhatikan pembahasan tahap-tahap demi tahap pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air Kaligarang dibawh ini : 1. Penyaringan Awal (Intake) Aliran air sungai dari Sungai Kaligarang diarahkan ke intake yang merupakan unit bangunan pertama dari instalasi pengolahan air. Air dari Sungai Kaligarang sendiri, berasal dari berbagai sumber air. Berikut tabel sumber air di Sungai Kaligarang : No. Sumber Produksi Lokasi Kontribusi Produksi Th.2011 Produksi (lt/det) 1. Air Permukaan 7 69,2% 1.802,10 2. Mata Air 8 11,1% 345,79 3. Air Tanah Dalam - Sumur Kota 5 0,9% 23,14 - Sumur Pegunungan 25 18,8% 472,96 Total 45 100% 2.643,99 Pada unit bangunan ini terjadi proses penyaringan terhadap kotoran yang melayang dan terapung dengan menggunakan screen jeruji besi (Bar Screen)

Sungai Kaligarang Intake IPA Kaligarang 2. Proses Pengadukan Cepat (Koagulasi) Proses pencampuran dan pemerataan bahan kimia koagulan Alumunium Sulfat (tawas) atau Poly Alumunium Chloride (PAC) dengan air baku. Proses ini terjadi dengan memanfaatkan aliran turbulen sehingga diharapkan dapat terbentuk inti-inti flok.

Sistem Injeksi di IPA Kaligarang

Sebelum proses koagulasi, dilakukan Jar Test di laboratorium untuk menentukan dosis bahan kimia (koagulan) yang akan dicampurkan kedalam air yang berasal dari sumber air agar menjadi air yang layak pakai.

3. Proses Pengadukan Lambat (Flokulasi) Flokulasi yaitu proses pengadukan yang bertujuan untuk menggabungkan flok-flok kecil yang telah terbentuk pada proses sebelumnya (koagulasi) sehingga menjadi besar dan mudah untuk diendapkan. Dalam proses ini yang terjadi adalah pengadukan lambat, disamping untuk menggabungkan flok juga dapat mencegah pecahnya kembali flok-flok yang sudah terbentuk.

Tempat terjadinya Flokulasi Flok-Flok yang terbentuk 4. Proses Pengendapan (Sedimentasi) Proses pengendapan flok-flok yang sudah terbentuk pada proses flokulasi. Pada unit bangunan pengendapan ini dilengkapi dengan tube settler yang bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengendapan.

Bangunan Pengendapan Flok-Flok

Kran Pembuangan Lumpur

5. Proses Penyaringan (Filtrasi) Merupakan penyaringan dari proses sedimentasi yang masih mengandung/membawa mikroflok yang belum terendapkan. Media yang dipakai pada penyaringan ini adalah pasir kuarsa dari Bangka dengan ketebalan 80-100 cm.

Bangunan Penyaring Air Bersih 6. Proses Sterilisasi (Desinfeksi) Proses pemberian zat desinfektan, dalam hal ini yang dipakai adalah Chlor (gas/cair) yang bertujuan untuk membunuh bakteri/kuman yang mungkin masih ada dalam air. Pembubuhan dilakukan di inlet reservoir dengan maksud agar mempunyai waktu kontak yang lebih lama di pelanggan. Selanjutnya, air tersebut didistribusikan kepada para pelanggan melalui saluran pompa-pompa.

Bangunan Penampung Air Bersih

Chlor tank Building

Pompa-Pompa Untuk Pendistribusian Air Bersih KONTROL KUALITAS AIR

Kontrol kualitas air bertujuan agar terjaminnya kualitas hasil pengolahan air sehingga senantiasa memenuhi standar kualitas sesuai ketentuan yang berlaku, baik di reservoir Instalasi Pengolahan Air maupun di pelanggan. Air harus sesuai dengan Standart Kualitas Air Minum menurut PERMENKES RI Nomor 907/MENKES/ SK/VII/2002. Dasar dilakukannya kontrol kualitas air adalah : UU No.8 Th.1999 tentang Perlindungan Konsumen Kep.Men.Kes.RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Pemeriksaan di Pelanggan

Pemeriksaandi Laboratorium

STANDARD KUALITAS AIR Dibawah ini adalah tabel standard kualitas iar menurut Kepmenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2012
No. Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Kepmenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010

I 1. 2. 3. 4. II 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. III 1.

FISIKA Warna Rasa dan Bau Temperatur Kekeruhan KIMIA Antimony Air Raksa Arsenic Barium Boron Cadmium Chromium Tembaga Sianida Fluorida Timah Molybdenium Nikel Nitrat Nitrit Selenium Ammonia Alumunium Khlorida Tembaga Kesadahan Hidrogen Sulfida Besi Mangan PH Sodium Sulfat Total Padatan Terlarut Seng Chlorine BAKTEROLOGIS Koliform Tinja a.Pada air minum b.Pada air yang masuk system distribusi c.Pada system distribusi Total Koliform a.Pada air yang masuk system distribusi b.Pada system distribusi

2.