Anda di halaman 1dari 1

Extra Credit Assignment: Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2007 (Pengubahan UU No.

36 Tahun 2000) tentang Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Nama: Devina Anindita NPM: 1006666702 Sebuah Zona Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone adalah daerah di mana barang dapat mendarat, ditangani, atau ulang diproduksi, dan diekspor kembali tanpa intervensi dari pihak pabean. Zona Perdagangan Bebas diselenggarakan di sekitar pelabuhan utama, bandara internasional, dan nasional batas-daerah dengan banyak keuntungan geografis untuk perdagangan. Peraturan perundang-undangan ini bermula dari Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2000 yang kemudian menjadi UU No. 36 Tahun 2000 dan disempurnakan lagi menjadi Peraturan Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2007. Pertama, dari tahun di mana ditetapkannya awal peraturan ini dapat dilihat bahwa peraturan ini diciptakan setelah adanya krisis ekonomi pada tahun 1998/1999 yang berarti keadaan perekonomian dalam negeri belum terlalu baik dan sedang dalam tahap pemulihan. Kedua, dapat juga dilihat bahwa pada tahun tersebut otonomi daerah baru ditetapkan sehingga dibutuhkan daya tarik perekonomian suatu daerah yang akan membantu mengembangkan perekonomian daerah tersebut. Ketiga, daerah ini diciptakan negara untuk mengurangi atau menghilangkan hambatan perdagangan, sehingga UU Zona Perdagangan Bebas diciptakan untuk menarik, mempercepat dan mendorong perdagangan khusus untuk luar negeri. Keempat, karena keuntungan-keuntungan ekonomi yang diperoleh dari keberadaan Free Trade Zone (laba kurs, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan, industrialisasi, diversifikasi ekonomi, investasi langsung asing, transfer teknologi dan knowledge spillover) maka dianggap sebagai kebijakan strategis dan perlu diatur dalam undang-undang pada awalnya. Perubahan yang dilakukan dalam Peraturan Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2007 tersebut dilakukan agar dapat lebih menyederhanakan ketentuan hukum dari pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas yang tadinya batas-batasnya hanya bisa ditetapkan oleh Undang-Undang, sekarang hanya perlu menggunakan Peraturan Pemerintah. Perubahan lainnya adalah penetapan jenis kegiatan di bidang ekonomi yang termasuk dalam Kawasan Perdagangan Bebas yang sekarang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah dan bukan lagi Undang-Undang. Dan yang terakhir, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pembentukannya sekarang diatur dengan Peraturan Pemerintah pada saat sebelumnya hanya bisa dibentuk oleh Undang-Undang. Hal ini jelas dilakukan untuk mempermudah pembentukan dan pengaturan ketentuan Kawasan Perdagangan Bebas sehingga dapat lebih cepat dilakukan. Globalisasi ekonomi di bidang perdagangan dianggap sebagai peluang mencapai pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor dan investasi, tapi dengan tingkat hambatan perdagangan yang tinggi mengakibatkan menurunnya daya saing nasional, menimbulkan dampak yang sangat serius terhadap perekonomian dan perdagangan nasional serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Hanya saja sekarang dengan maraknya kembali tren proteksi produk dalam negeri, kemudahan untuk membuat Kawasan Perdagangan Bebas akan ditinjau lebih lanjut untuk dampak seterusnya di masa depan. Daftar Pustaka: UU No. 36 tahun 2000 dan Peraturan Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2007