P. 1
Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan.ppt

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan.ppt

|Views: 269|Likes:
Dipublikasikan oleh Wandy Aguero Shut

More info:

Published by: Wandy Aguero Shut on Apr 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2015

pdf

text

original

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Pembahasan mengenai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mencakup kondisi internal dan eksternal tumbuhan yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertumbuhan, baik pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan reproduktif.

Pendahuluan
Proses-proses fisiologi selama pertumbuhan pohon terjadi secara bertahap, berkesinambungan, dan saling berhubungan erat  mencakup sintesis, translokasi, pembagian antar organ, konversi mjd jaringan baru. Hub. Antar organ  Rasio akar tajuk yang efisien  Keseimbangan absorpsi airtranspirasi, fotosintesis – respirasi.

Pendahuluan
Pertumbuhan membutuhkan:
– Cadangan makanan (karbohidrat, protein, lipid) – Hormon – Mineral – Air – Vitamin

Kontrol Internal Pertumbuhan Vegetatif
Nutrisi mineral Metabolisme nitrogen Hormon Karbohidrat. Pertumbuhan memerlukan karbohidrat dalam
jumlah banyak, jika kekurangan KH pertumbuhan akan menurun. Biasanya penghambatan pertumbuhan bukan karena KH tdk tersedia, melainkan karena *transpor substrat ke pusat pertumbuhan
tidak cukup, atau *adanya blok/penghalangan internal dlm penggunaan & konversi cad.makanan mjd jar.baru.

Kontrol Internal Pertumbuhan Vegetatif
Keseimbangan air dlm tubuh tumbuhan.
80-90% variasi pertumbuhan pohon disebabkan oleh stress air (kelebihan atau kekurangan air). Pertumbuhan tajuk Pertumbuhan kambium Pertumbuhan akar

Stres air thd pertumbuhan tajuk
Pertumbuhan tajuk diihambat dengan adanya defisit air internal. Besarnya penghambatan dipengaruhi:
– Spesies dan varietas tumbuhan – Berat-ringannya dan lamanya kekeringan – Lokasi tajuk/pucuk pada tumbuhan – Berbagai aspek pertumbuhan tajuk: pembentukan
tunas, pemanjangan ruas, pelebaran daun, pengguguran daun, penyusutan batang (stem shrinkage), pertumbuhan kambium.

Pembentukan tunas
Defisit air internal menghambat pembentukan tunas dan pemanjangan tunas. Pohon ttt (terut.di zona temperat): pembentukan tunas terjadi lebih dahulu secara serempak, kmd diikuti pemanjangan tunas  wkt tjdnya defisit air akan menentukan lebat tidaknya tajuk. Defisit air saat pembentukan tunas lebih berpengaruh daripada saat pemanjangan tunas.

Pelebaran daun
Secara umum, proses pembesaran sel lebih peka thd stress air dibandingkan proses pembelahan sel.

Penuaan dan Pengguguran Daun
Stress air dapat menyebabkan penuaan dan pengguguran daun dini/ prematur. Pada spesies ttt, kehilangan daun saat kekeringan juga disebabkan absisi daun sejati, pada spesies lain, kehilangan daun akibat daun mengering dan mati. Pada absisi daun sejati  ada perubahan hormon tumb, dan kadang2 tetap memerlukan sejumlah ttt air, mgkn utk pbtkan lapisan absisi daun.

Penyusutan Batang
Stres air terjadi harian dan musiman pada zona kambium dari berbagai spesies pohon, temperat maupun tropis, menyebabkan menurunnya laju pertumbuhan, dan terjadinya penyusutan batang  perubahan diameter batang, menurun pd siang hari atau musim kering, dan meningkat pada malam hari atau musim basah/hujan.

Pertumbuhan akibat aktivitas kambium
Sensitif dan dihambat oleh defisit air. Mencakup jumlah xilem yang terbentuk ( produksi kayu), durasi musiman pertumbuhan kambium, proporsi xilem/floem, pembentukan kayu awal/kayu akhir. Pengaruh tak langsung: penghambatan karena sintesis dan translokasi ke bawah dari hormon pengatur tumbuh di tajuk. Pengaruh langsung: berkurangnya tek. Turgor  pertumbuhan <<

Pertumbuhan akar
Defisit air menghambat perpanjangan akar, pembentukan percabangan akar, dan pertumbuhan kambium akar. Di tanah kering, penetrasi akar ke bagian yang lebih dalam terhambat, dan akar cenderung banyak mengandung suberin, sehingga mengurangi kapasitas penyerapan air dan hara mineral. PErtumbuhan akar dalam keadaan defisit air lebih banyak berkurang dibandingkan pertumbuhan tajuk.

Pertumbuhan Akar
Defisit air mempengaruhi jumlah dan jenis cendawan mikoriza yang terbentuk. Pada pohon pinus Virginia, jamur putih (whit fungus) banyak ditemukan pada tanah lembab, sementara pada pohon di tanah kering/defisit air, jamur hitam (black fungus, Cenococcum graniforme) lebih dominan, dan jamur putih hampir tak ada.

Kelebihan air/ keadaan tergenang
Pada keadaan tergenang, ketersediaan oksigen rendah  perakaran rusak atau akhirnya mati  daun menguning dan mati  pertumbuhan batang menurun kematian pohon. Derajat kerusakan akar akibat tergenang bervariasi tergantung spesies, faktor tanah, saat dan lamanya tergenang, dan keadaan fisiokimia air penggenang. Respons awal: terbentuknya akar adventif/liar. MEnurunnya ketahanan thd serangan hama penyakit. Matinya mikoriza sebagai simbion yg menguntungkan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->