Anda di halaman 1dari 38

Amr A. Rezq, Fatma A. Labib and Abd Elrahman M.

Attia

LATAR BELAKANG TUJUAN PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN

LATAR BELAKANG
Jumlah dan jenis lemak dalam makanan

EFEK PENTING

Kesehatan tulang dan profil lipid

TUJUAN PENELITIAN

Mengetahui pengaruh dari berbagai jenis minyak dan lemak makanan pada profil lipid , profil peanyerapan kalsium dan tulang mineralisasi pada tikus jantan

PENDAHULUAN

Molekul penyusun tubuh yang cukup penting, terlebih pada kesehatan tulang

Lipida

memegang peranan penting dalam struktur dan fungsi sel dalam tubuh.

Asam lemak Jenuh (SFA)

Minyak dan lemak makanan terdiri dari berbagai jenis Asam Lemak (FA)

Asam lemak tak jenuh tunggal (MUSFA)

Asam lemak Polyunsaturated (PUSFA)

Matriks tulang terdiri dari komponen organik dan anorganik.

Organik kolagen dan glikoprotein

Anorganik mineral seperti kalsium dan fosfor

DIET ?
Cara pengaturan pola makan manusia dalam kehidupan sehari-hari

Salah arti ?
Dampak negatif
kekurangannya molekul asam lemak dalam tubuh

Dampak positif

Bila tubuh kekurangan Lemak maka molekul-molekul dalam tubuh tidak akan bekerja maksimal sesuai dengan fungsinya
Asam lemak yang berlebihan memang tidak begitu baik bagi tubuh

Diet maksimal dan tidak mengganggu metabolisme tubuh

Asam lemak jenuh pada khususnya, mungkin memiliki efek yang bisa melemahkan kesehatan tulang (Parhami, 2003)

Sejumlah studi ditemukan bahwa rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda pengaruh massa tulang pada model berbagai hewan (Watkins et al, 2000)

METODOLOGI PENELITIAN

Desain Penelitian
45 tikus jantan berat 255 gr Penelitian selama 6 minggu

Ruang 22-25oC
Aklimatisasi: Diatur pola makan dengan diet dasar tanpa minyak dan lemak selama 1 minggu

DESAIN PENELITIAN
Dibagi 9 grup @5 ekor tikus
Grup I : diet tanpa minyak/lemak(variabel kontrol) Grup II : diet minyak kedelai

Grup III : diet minyak jagung

Grup IV : diet minyak sawit

Grup V: diet minyak zaitun


Grup VII : diet Butter
Grup VI : diet minyak bunga matahari

Grup VIII : diet lemak hewani

Grup IX : diet margarin

#PENENTUAN KESEIMBANGAN ZAT KAPUR


Dikarantina pada Kandang bermetabolisme sendiri
2 hari adaptasi 4 hari diet

feses
Dikeringkan 12 jam 100oC Diabukan 12 jam 700oC Dilarutkan HCl 6N

urin
Didestruksi: +HCl 12 M Didinginkan -20oC

AAS

#PENENTUAN PANJANG, VOLUME, DAN DENSITAS TULANG PAHA


# Panjang tulang kanan

jaringan lunak diangkat

panjang diukur dg vernier caliper

volume

Hukum Archimides

Note; air deionisasi

#PENENTUAN PANJANG, VOLUME, DAN DENSITAS TULANG PAHA


# Berat tulang
Dipotong pertengahan diafisis Sumsum dicuci keluar Tulang Tikus

Dimasukkan deionisasi
Dikeluarkan

botol

berisi

air

Desikator vakum 90 menit Dikeringkan dengan blotting paper Ditimbang

PENENTUAN KANDUNGAN MINERAL TULANG PAHA


Tulang paha kanan
Dikeringkan semalam 100oC
Diabukan 12 jam 1000oC

Diencerkan dg HCl 6N sampai 100 mL

spektrofotometericily

Ca & Mg

AAS

#ANALISIS BIOKIMIA
Puasa 12 jam
Dibunuh Darah dari portal vena diambil Dimasukkan tabung sentrifugasi Dibiarkan membeku pada suhu kamar Serum dipisahkan 3000 rpm 15 menit
Analisis

dg

sentrifugasi

TG
TC

LDL-C
HDL-C

ANALISIS STATISTIK
Hasil penelitian: meanSE

Analisis variasi searah dg paket program SPSS (ANOVA test)

JUMLAH DAYA SERAP???

HASIL PENELITIAN
Terhadap Serum Lipid Profile Terhadap Serum Phosporus, Calcium, dan magnesium Terhadap Panjang, berat jenis, dan volume Tulang Terhadap Konsentrasi kalsium, Phoporus, dan magnesium dalam tulang Terhadap kandungan kalsium dari hasil ekskresi (urin dan feses) Terhadap penyerapan , rasio penyerapan dan keseimbangan kalsium

Effect of some dietary oils and fats on serum TG, TC, LDL-c and HDL-c in mice

500 450 400 350 300 250

TG (mg/dL)

TC (mmol/L)
LDL-c (mg/dL) HDL-c (mg/dL)

200
150 100 50 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Triglyceride (TG)

Total cholesterol (TC)

Diet minyak jagung, mentega, lemak hewan atau makanan berlemak kandungan trigliserida meningkat Diet minyak kedelai, minyak sawit, minyak nabati, atau minyak bunga matahari kandungan trigliserida menurun Diet mentega, lemak hewani, dan margarine TG meningkat sangat signifikan dibandingkan diet terhadap makan-makanan non minyak ataupun lemak Diet mentega, lemak hewani, dan margarine TG meningkat signifikan dibandingkan diet terhadap makan-makanan non minyak ataupun lemak Diet minyak kedelai dan minyak nabati kandungan TC menurun

Low-density Lipoprotein (LDL-c)

High-density Lipoprotein (HDL-c)

Diet minyak kedelai, minyak jagung, minyak sawit, dan minyak nabati penurunan yang significant kandungan LDL-c

Diet mentega, lemak hewani dan margarine kandungan LDL-c meningkat dibandingkan dengan tikus yang diet tanpa segala macam lemak dan minyak.
Diet minyak kedelai, minyak sawit, minyak nabati, mentega, lemak hewani, maupun margarin kandungan HDL-c yang menurun secara drastis

Diet minyak bunga matahari kandungan HDL-c yang lebih tinggi dibandingkan tikus yang diet terhadap segala macam minyak dan lemak

Effect of some dietary oils and fats on serum calcium, phosphorus and magnesium in mice
25

Calcium Phosphorus

20

Magnesium
15

10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Diet minyak sawit, minyak nabati, minyak bunga matahari, mentega, minyak hewani, maupun margarine penurunan kandungan calcium dalam tulang Diet minyak jagung dan segala macam minyak maupun lemak tidak memiliki pengaruh yang terlalu besar Diet minyak kedelai peningkatan kandungan kalsium paling besar dibandingkan yang lain

Diet minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak sawit, minyak nabati, lemak hewani maupun margarine kandungan phospor meningkat signifikan dibandingkan dengan tikus yang diet tanpa segala macam minyak maupun lemak dan tikus yang diet terhadap mentega

Diet terhadap minyak kedelai, minyak nabati, lemak hewani ataupun margarine kandungan magnesium meningkat signifikan
Diet terhadap minyak bunga matahari ataupun mentega kandungan magnesium meningkat Dibandingkan diet terhadap minyak ataupun lemak, diet terhadap minyak jagung ataupun terhadap minyak sawit

Effect of some dietary oils and fats on femur bone length, volume and density in mice
22

Length (mm)

Volume (cm3) 17

Bone density (g/cm3)


12

2 1 -3 2 3 4 5 6 7 8 9

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Diet dengan minyak kedelai Panjang tulang lebih pendek, yaitu 18.000.47 mm
Diet tanpa minyak dan lemak Panjang tulang lebih panjang, yaitu 20.400.51 mm.
Diet tanpa minyak dan lemak volume dari tulang meningkat secara significant Diet dengan margarine penurunan volume tulang tidak terlalu significant Diet dengan minyak nabati, butter, dan lemak hewani berat jenis tulang peningkatan yang sangat besar pada berat jenis tulang.

Pengaruh Diet Minyak Dan Lemak Terhadap Konsentrasi Kalsium, Fosfor Dan Magnesium Pada Tulang Paha Tikus
290 Calcium (mg/g)

240

Phosphorus (mg/g)

Magnesium (mg/g
190

140

90

40

-10

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Diet minyak kedelai, minyak sawit, minyak nabti, minyak bunga matahari, butter ataupun lemak hewani konsentrasi kalsium dalam tulang meningkat secara significant dibandingkan dengan tikus yang diet tanpa makan minyak dan lemak Diet minyak kedelai, minyak nabati, minyak bunga matahari, butter ataupun lemak hewai kandungan konsentrasi phospor dalam tulang naik paling tinggi dari semua grup tikus yang didietkan Diet minyak kedelai ataupun margarine kandungan magnesium dalam tulang turun secara significant Diet butter kandungan konsentrasi dalam tulang naik, dibandingkan grup tikus yang lain Pada grup tikus yang lain (secara umum) tidak menunjukkan adanya perubahan yang significant terhadap magnesium dalam tulang

Pengaruh Diet Minyak Dan Lemak Terhadap Asupan Kalsium, Ekskresi Kalsium Dalam Feses Dan Urine Tikus Harian
35

Calcium intake (mg/day)


Fecal calcium (mg/day) Urinary calcium (mg/day)

30

25

20

15

10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Analisis calsium dari urin merupakan calcium yang dibawa oleh hasil ekskresi. Dimana calcium tersebut tidak terserap oleh tulang sehingga dapat terbawa oleh hasil ekskresi. Perbandingan diet tanpa minyak dan lemak dan diet dengan beberapa minyak dan lemak Tidak terlihat secara jelas atau terlihat adanya perubahan yang significant Diet minyak jagung daya serap kalsium dalam tulang lebih besar dibandingkan dengan diet minyak nabati, lemak hewani ataupun butter

Diet terhadap minyak dan lemak penurunan kandungan kalsium dalam urin dibandingkan tikus yang diet tanpa minyak ataupun lemak

Pengaruh Diet Minyak Dan Lemak Terhadap Penyerapan Kalsium, Persentase Penyerapan Kalsium, dan Keseimbagan Kalsium pada tulang paha tikus
90 80 70 60

Apparent calcium absorption (mg/day) Apparent calcium absorption ratio (%) Apparent calcium balance (mg/day)

50
40 30

20
10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(1) diet without oils or fats


(2) diet with soybean oil (3) diet with corn oil (4) diet with palm oil

(5) diet with olive oil (6) diet with sunflower oil (7) diet with mentega (8) diet with animal fat

(9) diet with margarine

Diet minyak kedelai, minyak sawit, minyak nabati, minyak bunga matahari, minyak jagung, butter ataupun lemak hewani Daya serap kalsium dalam tulang naik Secara umum yang diet margarin dengan yang lainnya tidak ada perubahan yang significant terhadap penyerapan kalsium

KESIMPULAN

Asupan minyak nabati lebih menguntungkan dibandingkan lemak hewani serta minyak hidrogenasi (margarine), terutama olive oil dan minyak bunga matahari, karena dapat meningkatkan profil lipid dan kandungan mineral pada tulang tikus.

Mentega dan lemak hewani lebih menguntungkan jika dibandingkan minyak nabati untuk menangkal osteoporosis , karena dapat meningkatkan komposisi kalsium dan fosfor pada tulang paha dan mengurangi ekskresi kalsium pada tikus.