Anda di halaman 1dari 5

TATA TERTIB PERKULIAHAN FARMASI INDUSTRI DENGAN METODE STUDENT CENTRE LEARNING (SCL) BERBASIS CASE STUDY PROGRAM

PENDIDIKAN APOTEKER UNAND DOSEN: SYOFYAN, SSI, M.FARM, APT 1. Mahasiswa dibagi atas tiga kelompok besar (A, B dan C) yang dibagi menurut urutan absen kuliah. Mis, jika jumlah mahasiswa 57 orang, maka mahasiswa nomor urut absen 1 s/d 19 menjadi kelompok A, nomor urut absen 20 s/d 39 masuk kelompok B, sisanya kelompok C 2. Tiap mahasiswa dalam satu kelompok tersebut diberi studi kasus dengan topik yang sama dan tiap kelompok memperoleh studi kasus dengan topik yang berbeda 3. Tiap mahasiswa wajib membuat lembaran kerja mahasiswa (LKM). Sebaiknya diketik pada kertas HVS A4, huruf Tahoma 12, 1 spasi dan dibawa pada saat kuliah. 4. Sistematika isi LKM tersebut adalah sebagai berikut: a. KASUS Dosen memberi ilustrasi kasus yang berkaitan dengan industri farmasi (ruang lingkup: R&D) b. KEY WORDS/TERMINOLOGI FARMASI Mahasiswa menemukan beberapa key words dari topik yang diberikan dan mencari penjelasan dari key word tersebut dari referensi. c. RUMUSAN KASUS Mahasiswa membuat rumusan kasus dengan urutan: pokok permasalahan dari kasus, kemungkinan penyebab terjadi permasalahan (kalau ada), solusi atau langkah yang dilakukan terhadap permasalahan pada kasus tersebut d. PETA KONSEP/MIND MAP: Mahasiswa membuat peta konsep (mind map) dari rumusan kasus di atas sehingga dari peta konsep tersebut tergambar analisis secara komprehensif terhadap kasus yang diberikan e. RESUME (PENETAPAN LEARNING OBJECTIVE/LO) Mahasiswa membuat tujuan pembelajaran yang diperoleh dari topik tersebut. LO harus tergambar dalam peta konsep. Pada LKM ditulis seperti contoh ini: Berdasarkan peta konsep di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang diperoleh dari narasi/topik ini adalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan beda ...., 2. Menjelaskan pengertian... 3. Menjelaskan alur/proses .... 4. Mejelaskan sifat ... 5. Menjelaskan mekanisme... 5. Tiap kelompok membawa kertas chart (dari bahan seperti koran) sebanyak 2 lembar, spidol permanen dan lakban. 6. Perkuliahan dimulai dengan cara sebagai berikut: 1) Sesi I, diskusi dalam kelompok a. Mahasiswa duduk per kelompok A, B atau C. b. Tiap kelompok menunjuk 1 orang sebagai ketua kelompok yang bertugas memimpin diskusi kelompok.

c. Tiap kelompok mendiskusikan kembali kasus yang diberikan secara berkelompok dan diwajibkan membuat peta konsep baru beserta LO yang ditulis dalam 2 lembar kertas chart. d. Tiap kelompok menunjuk 2 orang presenter yang akan mempresentasikan lembaran chartnya dan 2 orang co-presenter yang bertugas mencatat nama dan pertanyaan penanya pada sesi diskusi antar kelompok 2) Sesi II, diskusi antar kelompok a. Kertas chart ditempel didinding kelas dekat kelompok berada b. Diskusi Putaran 1 a) Presenter 1 dan co-presenter 1 tetap tinggal di kelompok masingmasing b) Anggota kelompok A menuju kelompok B, anggota kelompok B menuju kelompok C, dan anggota kelompok C menuju kelompok A. c) Diskusi dimulai dengan presentasi oleh presenter 1 tiap kelompok. Misalnya presenter 1 Kelp A memaparkan kertas chart kelompoknya kepada anggota kelompok C dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Co presenter 1 mencatat nama dan pertanyaan penanya dan dijawab oleh presenter dibantu oleh co-presenter 1. d) Selesai diskusi, presenter 1 dan co-presenter 1 bergabung kembali dengan kelompok masing-masing c. Diskusi Putaran 2 a) Presenter 2 dan co-presenter 2 menuju tempat kerta chart kelompok masing-masing ditempel b) Anggota kelompok A menuju kelompok C, anggota kelompok B menuju kelompok A dan anggota kelompok C menuju kelompok B. c) Diskusi dimulai seperti putaran 1 3) Sesi III, diskusi Kelas a. Dosen merangkum memberikan evaluasi terhadap jalannya diskusi b. Diakhir kuliah dosen memberikan rangkuman secara umum terhadap topik perkuliahan

Contoh lembar kerja mahasiswa:

LEMBARAN KERJA MAHASISWA

MATA KULIAH FARMASI INDUSTRI


PROGRAM PENDIDIKAN APOTEKER FAKULTAS FARMASI UIVERSITAS ANDALAS Dosen : Syofyan, S.S.i, M.Farm, Apt Pokok Bahasan: R & D Topik 1 : Perencanaan obat generik IDENTITAS MAHASISWA DAN TUGAS Nama No Urut Absen Kelompok Pertemuan ke Hari/Tanggal A B C KASUS KEY WORDS/TERMINOLOGI FARMASI RUMUSAN KASUS

D PETA KONSEP/MIN MAP (harus dibuat pada satu halaman khusus dan boleh ditulis tangan) E RESUME/LO Berdasarkan peta konsep di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang diperoleh dari narasi/topik ini adalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan beda .... 2. Menjelaskan pengertian... 3. Menjelaskan alur/proses .... 4. Mejelaskan sifat ... 5. Menjelaskan mekanisme..., dst Kasus untuk pertemuan ke-1

Kelompok A PT Andalas Farma, Tbk merencanakan memproduksi obat generik bermerek dengan zat aktif sildenafil. Menurut studi yang dilakukan oleh bagian R&D, paten dari sildenafil ini dikeluarkan oleh PT Pfizer dengan merek Viagra. Viagra ini baru saja habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi menjadi obat generik. Saudara sebagai formulator di PT Andalas farma, Tbk ditugaskan oleh manager R&D untuk melakukan perencanaan terhadap produk baru ini. Jelaskan langkah yang akan Saudara lakukan sebagai formulator sehingga dapat diperoleh formula skala lab yang memenuhi persyaratan. Kelompok B PT Andalas Farma, Tbk sedang mengembangkan sediaan obat generik bermerek dengan zat aktif kloramfenikol. Hasil trial skala lab memperoleh formula yang baik dalam bentuk suspensi. Manager R&D memerintahkan Saudara untuk melakukan langkah berikutnya sehingga PT Andalas Farma, Tbk dapat segera melakukan pra registrasi ke BPOM. Jelaskan apa yang Saudara lakukan sebagai formulator sehingga industri Saudara dapat segera melakukan pra registrasi ke BPOM? Kelompok C PT Andalas Farma, Tbk telah menerima pesertujuan pra registrasi dari BPOM terhadap produknya dengan merek Andamol Tablet. Agar produk tersebut segera dapat diproduksi, Saudara sebagai formulator di PT Andalas Farma, Tbk diperintahkan untuk melanjutkan proses pasca pra registrasi tersebut hingga mendapat nomor registrasi dari BPOM. Jelaskan apa yang Saudara lakukan agar PT Andalas Farma, Tbk dapat memproduksi Tablet Andamol dengan nomor bets ke-1. Diketahui pabrik Saudara merupakan industri yang terdaftar denga nmor urut 152 dan sediaan yang akan diproduksi ini merupakan sediaan ke-7.

Kasus untuk pertemuan ke-2

Kelompok A PT Andalas Farma,Tbk baru saja mendatangkan bahan baku tambahan berupa Vivacel 101 karena bahan baku sebelumnya yaitu Avicel PH 101 kebetulan stoknya sudah habis dari pemasok. Avicel PH 101 biasanya digunakan sebagai bahan tambahan untuk Tablet Amoksisilin 500 mg. Oleh karenanya, dilakukan substitusi dari Avicel PH 101 dengan Vivacel 101 pada formulanya. Pada saat proses produksi No. Bets T09 04 065 menggunakan bahan Vivacel 101 tersebut, ditemukan kegalalan cetak. Pada menit ke 5 pencetakan berlangsung, tablet yang diperoleh mengalami capping. Kekerasan yang diperoleh juga rendah yaitu sekitar 5 kP (persyaratan 7-10 kP). Proses pencetakan dihentikan dan supervisor melaporkan hali ini ke Manager Produksi yang kemudian dilaporkan ke bagian pengawasan mutu. Bagian pengawasan mutu meminta bagian R&D untuk meyelidiki kasus ini. Jelaskan apa yang Saudara lakukan sebagai formulator di PT Andalas Farma, Tbk? Kelompok B Tablet Amitripthyline HCl 25 mg saat dicetak mengalami masalah dimana pada No. Bets T10 01 032 terjadi gripis ex coating dan pada No Bets T10 01 033 terjadi capping ex Core sehingga terjadi kegagalan cetak tablet untuk bets yang bersangkutan. Sedangkan pada bets berikutnya, tablet yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Terhadap hal ini, bagian pengawasan mutu meminta bagian R&D untuk menyelidiki kasus ini. Jelaskan apa yang Saudara lakukan sebagai formulator di PT Andalas Farma, Tbk? Kelompok C Sediaan suspensi kotrimoksazol No. Bets S11 04 066 mengalami masalah, dimana sampel pertinggal bets produksi hasil uji stabilitas menunjukkan ciri-ciri berikut: terbentuk cake sehingga sulit didispersikan kembali. Nilai viskositas sediaan menjadi rendah dari normalnya. Oleh karenanya, bagian R&D diminta oleh bagian pengawasan mutu untuk menyelidiki segera kasus ini, karena dapat berakibat kepada ditariknya kembali semua produk dengan nomor bets tersebut. Dari formulanya, tercatat bahan tambahan salah satunya metilselulosa. Jelaskan apa yang Saudara lakukan sebagai formulator di PT Andalas Farma, Tbk?