Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kegiatan praktik lapang atau lebih dikenal dengan istilah fieldtrip merupakan kegiatan yang wajib diadakan dan dilaksanakan di setiap kampus. Kegiatan fieldtrip ini biasanya kunjungan ke perusahaan, institusi, atau lembaga penelitian di Indonesia. Kegiatan ini sangat membantu semua mahasiswa untuk lebih memahami aplikasi atau penerapan bidang keahlian masing-masing di dunia kerja. Selain itu juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa mengenai dunia kerja. Untuk mahasiswa yang berbasis sains khususnya mahasiswa kimia, kegiatan fieldtrip ini berupa kunjungan ke suatu lembaga penelitian atau suatu perusahaan yang menggunakan bahan kimia dan memiliki laboratorium kimia. Kegiatan ini sangat membantu untuk memperdalam pemahaman mahasiswa kimia tentang penggunaan bahan-bahan kimia dan aplikasinya di dunia industri atau perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Bahan kimia merupakan bahan-bahan yang pada dasarnya dapat membahayakan kesehatan apabila disalahgunakan. Namun tidak sedikit bahan kimia yang bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup (termasuk manusia) bahkan dapat dikonsumsi dengan dosis dan aturan tertentu. Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dalam suatu produk tertentu dapat menimbulkan toksisitas yang berakibat pada kematian. Meskipun demikian, bahan-bahan kimia tetap banyak digunakan terutama di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bahan kimia dalam proses pembuatan produknya, misalnya dalam proses pengerasan, pewarnaan, pengawetan dan lain sebagainya. Selain digunakan dalam proses pembuatan produk, bahan kimia juga digunakan untuk analisis hasil produk tersebut. Kegiatan analisis ini bertujuan untuk mengetahui kualitas produk dan menentukan layak atau tidaknya produk tersebut dipasarkan. 1.2 Tujuan Kegiatan fieldtrip bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam penggunaan bahan-bahan kimia yang digunakan oleh suatu instansi atau perusahaan untuk membuat dan memperoleh suatu produk tertentu yang melibatkan proses kimia, serta untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia kerja.

1.3 Manfaat Kegiatan fieldtrip ini memberikan gambaran tentang dunia kerja secara langsung terhadap mahasiswa, memahami penggunaan bahan kimia dalam suatu pembuatan produk, mengetahui metode atau teknik-teknik yang digunakan dalam proses pembuatan produk tersebut, serta dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.

BAB II WAKTU DAN TEMPAT KUNJUNGAN FIELDTRIP Kegiatan fieldtrip dilaksanakan pada hari kamis tanggal 02 Februari 2012 sampai dengan hari sabtu tanggal 04 Februari 2011. Terdapat empat tempat tujuan fieldtrip yaitu Balai Besar Industri Agro (BBIA) yang berlokasi di Bogor, Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET) yang berlokasi di Bogor, Puslit Bioteknologi LIPI yang berlokasi di Cibinong, dan PT Pupuk Kujang yang berlokasi di Cikampek. Rombongan fieldtrip dibagi menjadi dua kelompok yaitu bus 1 dan bus 2 berkunjung ke Puslit Bioteknologi LIPI dan PT Pupuk Kujang, sedangakan bus 3 dan bus 4 berkunjung ke Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET). Persiapan fieldtrip dimulai pada pukul 05.30 WIB di kampus Gunung Gede Diploma IPB, kemudian berangkat sekitar pukul 07.40 WIB.

BAB III HASIL KUNJUNGAN 3.1 PT Pupuk Kujang Cikampek PT Pupuk Kujang merupakan suatu perusahaan swasta yang berlokasi di Cikampek. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 9 Juni 1975. PT Pupuk Kujang terdiri dari dua pabrik besar yaitu pabrik Kujang 1A dan pabrik Kujang 1B. Pabrik Kujang 1A diresmikan pada tanggal 12 Desember 1978, sedangkan pabrik Kujang 1B diresmikan pada tanggal 6 September 2005. Kedua pabrik besar tersebut
2

memiliki dua hasil produksi yaitu produksi utama dan produksi sampingan. Produksi utamanya ialah pupuk urea dengan kapasitas produksi rata-rata 570.000 ton/tahun dan amoniak dengan kapasitas produksi 330 ton/tahun untuk masingmasing pabrik. Produksi sampingannya ialah gas CO, gas hidrogen, pupuk majemuk NPK padat, dan pupuk organik. Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC) mengelola kawasan industri seluas 140 hektar. Kondisi lingkungan di kawasan ini sangat ideal untuk bekerja dan cukup nyaman untuk tempat tinggal karena udaranya yang bersih dan lingkungan sekitar yang masih alamiah dengan pepohonan yang hijau. Temperatur di kawasan ini berkisar 260C dan maksimum 350C. Kelembaban relatif sekitar 73% sampai 94% dengan arah angin utama dari Utara ke Selatan. Kawasan ini berada pada zona 3 berdasarkan klasifikasi zona gempa Indonesia dan terletak pada pertemuan segitiga jalan menuju Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Tepat di sekitar interchange Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Bandung, hanya sekitar 1,5 km dari pintu Dawuan-Cikampek (km 68). PT Pupuk Kujang telah memperoleh beberapa sertifikat Sistem Manajemen yang secara konsisten harus dilaksanakan karena secara periodik dilakukan audit oleh lembaga sertifikasi yang berwenang. Beberapa sertifikat yang diperoleh tersebut antara lain Sistem Manajemen Mutu ISO-9001-2008, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sertifikat yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa PT Pupuk Kujang telah memenuhi standar yang telah ditetapkan sehinga dapat memenuhi kepuasan pelanggan (custumer satisfaction), pemegang saham (stakeholder), dan kenyamanan masyarakat sekitar. PT Pupuk Kujang memiliki laboratorium dengan tiga misi utama. Misi pertama ialah untuk menjaga kualitas bahan baku, proses pabrik dan produk akhir berdasarkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2008, SNI-SNI 2801-2010 untuk produk urea, SNI 06-0045-2006 untuk produk amonia cair dan SNI 2803-2010 untuk pupuk majemuk NPK padat. Misi kedua ialah memonitor kualitas lingkungan dan air buangan pabrik berdasarkan Sistem Manajemen Lingkungan

ISO 14001. Misi terakhir yaitu misi ketiga ialah mematuhi peraturan dan petunjuk tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja berdasarkan Sistem Manajemen K3SMK3. Selain tiga misi tersebut, laboratorium PT Pupuk Kujang juga memiliki fungsi yang cukup luas ruang lingkupnya. Segala fungsi laboratorium PT Pupuk Kujang berhubungan dengan masalah proses pabrik, mutu produk, mutu bahan baku, monitoring pencemaran lingkungan dan lain-lain. Secara garis besar, fungsi laboratorium PT Pupuk Kujang dibagi menjadi dua yaitu fungsi utama dan fungsi pelengkap atau lainnya. Fungsi utamanya antara lain melakukan analisa contoh dari proses utilitas, amonia, urea, dan pupuk majemuk NPK padat secara rutin selama 24 jam, melakukan analisa contoh untuk mutu produk akhir urea prill, ammonia cair dan pupuk majemuk NPK padat, melakukan analisa Quality Control (QC) terhadap contoh bahan baku pendukung, serta melakukan analisa monitoring mutu air buangan dan dampak terhadap lingkungan. Fungsi pelengkap atau fungsi lainnya antara lain melakukan penelitian dan percobaan yang berhubungan dengan proses pabrik, produk akhir, bahan baku, air buangan pabrik, dan lainnya, melakukan kerjasama yang berhubungan dengan masalah laboratorium dengan beberapa laboratorium pabrik pupuk dan instansi atau balai, melayani permintaan jasa analisa laboratorium dari perusahaan luar sesuai dengan kemampuan laboratorium yang ada, serta membantu bidang pendidikan siswa SLA atau mahasiswa untuk mengadakan kunjungan (fieldtrip) dan untuk Praktik Kerja Lapang (PKL). Laboratorium PT Pupuk Kujang dilengkapi dengan beberapa instrument kimia modern seperti Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Spectrophotometer UV-VIS, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat alat atau perlengkapan keselamatan kerja seperti alat pencuci mata (eye wash), googles, masker, sarung tangan, dan jas laboratorium. Struktur organisasi PT Pupuk Kujang terutama pada bagian biro rendal proses dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian teknik proses, bagian rendal produksi, dan bagian laboratorium. Karyawan di bagian laboratorium dibagi

dalam beberapa kelompok antara lain bidang inventaris atau inventory yang bertugas dalam preparasi reagent dan kalibrasi serta pemeliharaan alat, bidang laboratorium kontrol yang terbagi dalam empat shift, bidang laboratorium umum yang bertugas dalam analisa air, analisa instrumentasi dan analisa umum, serta bidang laboratorium NPK yang juga dibagi dalam empat shift. Jumlah total personil laboratorium ialah sebanyak 40 orang yang terdiri atas superintendent (satu orang), supervisor dan staf (sembilan orang), serta pelaksana atau analis (32 orang). Selain itu juga terdapat karyawan kerja regular yang terdiri dari 13 orang, dan karyawan kerja shift sebanyak 29 orang yang dibagi dalam empat shift (pagi, siang, sore, dan malam hari). Masing-masing bidang laboratorium memiliki tugas dan tanggung jawab rutin serta tugas dan tanggung jawab nonrutin. Tugas dan tanggung jawab rutin untuk bidang laboratorium umum antara lain melaksanakan tugas-tugas rutin berdasarkan parameter dan frekuensi analisa harian, mingguan dan bulanan yang berhubungan dengan masalah bahan baku, proses pabrik, produk akhir dan air buangan pabrik. Parameter dan frekuensi analisa rutin setiap contoh telah ditentukan oleh unit kerja peminta jasa yaitu oleh bagian teknik proses dan bagian ekologi. Tugas dan tanggung jawab nonrutinnya antara lain melaksanakan semua tugas nonrutin termasuk yang tidak bisa dilakukan di bidang laboratorium proses kontrol dan melakukan penelitian atau percobaan secara laboratoris. Selain itu bidang laboratorium umum menerima permintaan jasa analisa contoh dari perusahaan luar melalui unit kerja (plant services). Tugas dan tanggung jawab rutin untuk bidang laboratorium inventory antara lain mempersiapkan semua kebutuhan rutin bahan kimia atau reagent, melakukan standardisasi atau menentukan normalitas larutan titrant,

mempersiapkan semua kebutuhan rutin perlengkapan analisa, mempersiapkan semua peralatan ukur atau uji (alat instrumentasi), melakukan kalibrasi secara periodik terhadap semua alat ukur atu uji, melakukan perawatan rutin terhadap semua peralatan laboratorium, dan mencatat serta memonitor semua permintaan dan pengeluaran barang. Tugas dan tanggung jawab nonrutinnya antara lain mempersiapkan kebutuhan bahan kimia atau reagent, perlengkapan dan alat ukur

untuk keperluan nonrutin misalnya untuk penelitian atau percobaan, memeriksa kerusakan atau kelainan peralatan atau alat ukur dan melakukan perbaikan sendiri atau perbaikan yang dikirim ke luar atau pihak tertentu, dan melakukan kalibrasi ulang di luar jadwal rutin untuk alat ukur atau uji yang dicurigai ada kelainan atau yang baru diperbaiki atau service. Tugas dan tanggung jawab rutin untuk bidang laboratorium kontrol antara lain melaksanakan tugas rutin berdasarkan parameter dan frekuensi analisa pershift atau harian yang berhubungan dengan masalah proses pabrik, produk akhir dan air buangan pabrik. Parameter dan frekuensi analisa rutin setiap contoh telah ditentukan oleh unit kerja peminta jasa yaitu oleh bagian teknik proses dan bagian ekologi. Tugas dan tanggung jawab nonrutinnya antara lain melaksanakan tugas-tugas nonrutin yang bersifat extra check di luar jadwal yang masih berhubungan dengan masalah proses pabrik, produk akhir dan air buangan pabrik. Apabila ada permintaan analisa nonrutin yang tidak bisa dilakukan di laboratorium control, maka akan dilakukan di laboratorium umum. Bidang laboratorium kontrol bertugas nonstop selama 24 jam perhari dan dilakukan oleh empat grup shift secara bergiliran tugas dan hari liburnya. Bahan baku yang dianalisa di laboratorium PT Pupuk Kujang antara lain air (steam), gas alam (Cl-C6), dan udara (N2). Ketiga bahan baku tersebut merupakan jenis bahan baku utama. Adapun jenis bahan baku pendukung (yang sering dipakai) antara lain alum sulfat (pengolahan air baku), asam sulfat (proses pengolahan air demin), natrium hidroksida (proses pengolahan air demin), natrium karbonat (proses penyerapan gas CO2), toluena (proses pemurnian gas CO), dan minyak pelumas (untuk mesin kompresor & pompa). Terdapat beberapa jenis air yang ada di pabrik antara lain air baku (raw water), air bersih (filtered water), air minum (potable water), air demin (demineralized water), air umpan ketel (boiler feed water), air ketel (boiler water), air pendingin (cooling water), air kondensat (condensate water), dan air buangan pabrik (waste water). Parameter analisa untuk air meliputi pH, kekeruhan, warna, konduktivitas, total solid, dissolved solid, suspended solid, total hardness, calcium hardness,

alkalinitas, klorin, sulfat, nitrat, nitrit, kadar silika, kadar besi, kalium, natrium, bahan organik, ammoniak, urea, fosfat, nitrogen, COD dan BOD. Adapun parameter analisa untuk gas. Untuk gas alam ialah CH4 (min 90%), C2 C6, CO2, N2, Ar, H2 dan H2S. untuk gas proses ialah CH4, CO2, CO, Ar, H2, N2, NH3, dan H2S. untuk gas CO2 ialah purity CO2 (min 98%), Ar, N2, H2, dan CH4. Untuk gas CO ialah purity CO (min 95%), CO2, Ar , H2, N2, CH4, dan toluena. Jaminan mutu produk untuk ammoniak cair (SNI : 06-0045-2006), urea butiran (SNI : 02-2801-2010), dan pupuk majemuk NPK-Kujang (SNI : 28032010) dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Jaminan mutu produk PT Pupuk Kujang Cikampek No 1 Produk Ammoniak Cair Parameter Analisa Kadar NH3 Kadar Air Kadar Minyak Kadar Besi 2 Urea Butiran Kadar Nitrogen Biuret Kadar Air NH3 Bebas Kadar Minyak Butiran 18 Mesh Kadar Besi 3 Pupuk Majemuk NPK-Kujang Fosfor Sebagai P2O5 Kalium Sebagai K2O Jumlah Kadar N, P2O5 & K2O Kadar Air Min 6% berat Min 6% berat Min 30% berat Maks 2% berat Nitrogen Total Sebagai N Spesifikasi Min 99,5 % Max 0,5 % Max 10 ppm Max 5 ppm Min 46 % Max 1,2 % Max 0,5 % Max 150 ppm Max 20 ppm Min 90 % Max 1 ppm Min 6% berat

Buku referensi metoda analisa yang digunakan di PT Pupuk Kujang antara lain American Society for Testing and Materials (ASTM), Japan Industrial Standards (JIS), Standard Methods of Analysis. Frank J. Welcher, PhD, Standar Nasional Indonesia (SNI) analisa urea, NH3 cair dan NPK serta sistem ISO. Instrument kimia yang dipakai di laboratorium PT Pupuk Kujang antara lain Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Karl Fischer Analysis, Gas Chromatography (GC), Spectrophotometer UV-VIS, Viscosimeter (Kinematic & Saybolt), Kjel Tech, Conductivitymeter, Turbidimeter (NTU), pH-meter, dan Dew Point (moisture) meter. Beberapa instrument tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar 2 Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

Gambar 1 Karl Fischer Analysis

Gambar 4 Gas Chromatography (GC)

Gambar 3 Spectrophotometer UV-VIS

Gambar 6 Viscosimeter (Kinematic & Saybolt)

Gambar 5 Shieve shaker

Adapun beberapa cara dalam pengambilan sampel amonia cair, urea dan gas. Pengambilan sampel gas dilakukan dengan dua cara yaitu cara bulp dan balon. Cara pengambilannya dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 7 Pengambilan sampel gas metode bulp

Gambar 8 Pengambilan sampel gas metode balon

Gambar 10 Pengambilan sampel ammoniak cair

Gambar 9 Pengambilan sampel larutan urea

3.2 LIPI Biotektologi Cibinong Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan lembaga pemerintah non kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh kementerian negara riset dan teknologi. Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi LIPI awalnya bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bioteknologi LIPI. Puslit ini didirikan pada tanggal 13 Januari 1986 berdasarkan Kepres RI No.1 tahun 1986 dan berada di bawah Deputi bidang Ilmu Pengetahuan Hayati. Puslit Bioteknologi didirikan dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan Bioteknologi di Indonesia. Puslit Bioteknologi LIPI pada bulan April 1993 masih berada dalam satu bangunan dengan Puslitbang Biologi LIPI Bogor, yaitu di gedung Kusnoto yang terletak di jalan Ir.H. Djuanda No.18 Bogor. Sejak tanggal 1 Oktober 1993 karena beberapa pertimbangan, semua kegiatan Puslit dipindahkan ke jalan raya Bogor km 46 Cibinong. Pusat penelitian Bioteknologi LIPI telah ditetapkan menjadi salah satu pusat unggulan Bioteknologi pertanian II berdasarkan SK Menteri Riset dan Teknologi. Pada tahun 2001 sesuai SK Kepala LIPI No. 1151/Kep/2001 Puslitbang Bioteknologi Bioteknologi LIPI. Puslit Bioteknologi LIPI mempunyai beberapa tugas pokok yang wajib dilakukan. Beberapa tugas pokok tersebut antara lain : 1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan penelitian bidang bioteknologi 2. Penyusunan pedoman, pembinaan dan pemberian bimbingan teknis bidang bioteknologi 3. Penyusunan bioteknologi 4. Pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang bioteknologi 5. Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang bioteknologi 6. Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bioteknologi 7. Pelaksanaan urusan tata usaha. rencana, program dan pelaksaan penelitian bidang LIPI berubah nama menjadi Pusat Penelitian

10

Tugas-tugas yang diselenggarakan pada dasarnya mencakup pengembangan, pengelolaan, dan penerapan hasil penelitian dalam bidang proses dan teknologi kimia untuk kepentingan masyarakat luas. Selain tugas pokok yang wajib dilakukan, Puslit Bioteknologi LIPI Cibinong juga memiliki beberapa pola kerjasama, antara lain : Menyususn draft SOP kerjasama dan jasa Puslit Bioteknologi LIPI Mengumpulkan informasi dan mengelola informasi bidang bioteknologi baik tercetak maupun elektronik termasuk informasi profil, produk dan jasa Puslit Bioteknologi LIPI Melakukan digitalisasi (alih bentuk dari bentuk tercetak ke dalam bentuk digital atau elektronik) sumber informasi yang dikumpulkan di atas Mengemas informasi yang telah didigitalisasi ke dalam bentuk CD atau DVD informasi Puslit Bioteknologi LIPI Pelayanan dan distribusi informasi kepada masyarakat oleh sub bagian kerjasama dan jasa Puslit Bioteknologi LIPI Hasil dari kerjasama dikemas dalam bentuk CD Standar Operasional Prosedur (SOP) kerjasama dan jasa Puslit Bioteknologi LIPI yang mencakup informasi data-data MOU kerjasama Puslit Bioteknologi LIPI sebanyak 63 berkas untuk dikelola tertib administrasi kerjasama serta menyusun draft SOP kerjasama. Setelah itu dilakukan jilitasi terhadap koleksi informasi lembaga yang dimiliki dan berhasil dikumpulkan, seperti majalah Annales Bogorienses (1955/2001), Warta Biotek (1986/1977), Laporan Tahunan Teknik (1990/2008), buku-buku terbitan lembaga (sebanyak 25 judul), prosiding (5 judul), database buku (sebanyak 3505 record), brosur profil, serta produk dan jasa lembaga. Semuanya dikemas dalam bentuk DVD perpustakaan digital di bidang Bioteknologi. Layanan informasi updating system Web Puslit Bioteknologi LIPI serta updating informasi yang berisi profil, produk dan jasa Puslit Bioteknologi LIPI, serta informasi dan artikel terkait bidang Bioteknologi untuk layanan informasi kepada masyarakat melalui internet yang kemudian juga dikemas dalam bentuk DVD Web Puslit Bioteknologi LIPI (untuk akses offline).

11

Puslit Bioteknologi LIPI juga memberikan pelayanan dan jasa yang dilengkapi dengan peralatan modern dan didukung oleh staf ahli dalam bidangnya. Pelayanan dan jasa tersebut ialah sebagai berikut : 1. Analisis kimia asam lemak asam amino karbohidrat flavonoid vitamin fenol 2. Pelayanan teknis lain analisis populasi mikroba liofilisasi isolat mikroba pemurnian enzim 3. Konsultasi pembimbingan mahasiswa S1, S2, dan S3 kunjungan ke laboratorium-laboratorium (fieldtrip) bidang mikrobiologi bidang kimia bahan alam bidang bioremedasi 4. Penyediaan bahan penelitian isolat-isolat mikroba bibit-bibit tanaman 5. Paket pelatihan transfer embrio ternak mikropagasi tanaman dengan teknik kultur jaringan teknik ekstraksi kimia analisis PCR bioremedasi fermentasi dan proses hilir produksi nata de coco transformasi gen tanaman

12

western blot produksi pupuk bio teknik fertilisasi in vitro untuk hewan plant kriopreservation RAPD dan isoenzim 6. Penjualan biakan murni 7. Isolasi dan identifikasi mikroorganisme jumlah koloni mikroba karakterisasi morfologi dan biokimia bakteri identifikasi bakteri asam laktat genus level 8. Preservasi mikroba dengan metode freeze dry 9. Freeze drying sampel Limbah yang dihasilkan dari setiap proses pengolahan atau analisa di laboratorium Puslit Bioteknologi LIPI di kelompokkan menjadi empat kelompok yaitu limbah asam, limbah basa, limbah methanol dan limbah logam berat. Limbah-limbah tersebut untuk sementara waktu dilakukan pemisahan sesuai karakteristik atau sifatnya. Setelah dipisahkan, limbah tersebut dikumpulkan dan disimpan selama belum dilakukan perlakuan lebih lanjut. Setelah dikumpulkan dan disimpan, limbah tersebut dinetralkan (jika limbah tersebut asam atau basa), kemudian diencerkan dan dapat langsung dibuang ke lingkungan. Untuk limbah methanol dan logam berat dilakukan pengolahan lebih lanjut oleh perusahaan atau pihak yang bertugas untuk menangani limbah-limbah tersebut.

13

BAB IV SIMPULAN PT Pupuk kujang merupakan perusahaan pupuk dengan jumlah karyawan keseluruhan sebanyak 41 orang dan merupakan perusahaan yang memproduksi produk pupuk cukup banyak setiap tahunnya yaitu sebanyak 570.000 ton/tahun untuk pupuk urea dan 330 ton/tahun untuk pupuk ammoniak serta NPK padat untuk masing-masing pabrik. Pusilt Bioteknologi LIPI merupakan lembaga pemerintah non kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh kementerian negara riset dan teknologi. Lembaga ini melayani analisa kimia, kunjungan laboratorium, dan penjualan bahan-bahan penelitian. Limbah yang dihasilkan tidak langsung dibuang, melainkan disimpan terlebih dahulu sesuai karakterisasi masing-masing limbah tersebut.

14