Anda di halaman 1dari 4

Penularan dan gejala

Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks Infeksi antraks jarang terjadi namun hal yang sama tidak berlaku kepada herbivora-herbivora seperti ternak, kambing, unta, dan antelop. Antraks dapat ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini lebih umum terjadi di negara-negara berkembang atau negara-negara tanpa program kesehatan umum untuk penyakit-penyakit hewan. Beberapa daerah di dunia seperti (Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Selatan dan Timur, Asia, Afrika, Karibia dan Timur Tengah) melaporkan kejadian antraks yang lebih banyak terhadap hewan-hewan dibandingkan manusia. Antraks biasa ditularkan kepada manusia disebabkan pengeksposan kepada hewan yang sakit atau hasil ternakan seperti kulit dan daging, atau memakan daging hewan yang tertular antraks. Selain itu, penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup spora dari produk hewan yang sakit misalnya kulit atau bulu yang dikeringkan. Pekerja yang tertular kepada hewan yang mati dan produk hewan dari negara di mana antraks biasa ditemukan dapat tertular B. anthracis, dan antraks dalam ternakan liar dapat ditemukan di Amerika Serikat. Walaupun banyak pekerja sering tertular kepada jumlah spora antraks yang banyak, kebanyakan tidak menunjukkan simptom.

[sunting] Penjangkitan
Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui usus, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka). Antraks tidak mungkin tersebar melalui manusia kepada manusia. Bakteri B. anthracis ini termasuk bakteri gram positif, berbentuk basil, dan dapat membentuk spora. Endospora yang dibentuk oleh B. anthracis akan bertahan dan akan terus berdormansi hingga beberapa tahun di tanah. Di dalam tubuh hewan yang saat ini menjadi inangnya tersebut, spora akan bergerminasi menjadi sel vegatatif dan akan terus membelah di dalam tubuh. Setelah itu, sel vegetatif akan masuk ke dalam peredaran darah inangnya. Proses masuknya spora anthrax dapat dengan tiga cara, yaitu : 1. inhaled anthrax, dimana spora anthrax terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan. 2. cutaneous anthrax, dimana spora anthrax masuk melalui kulit yang terluka. Proses masukkanya spora ke dalam manusia sebagian besar merupakan cutaneous anthrax (95% kasus). 3. gastrointestinal anthrax, dimana daging dari hewan yang dikonsumsi tidak dimasak dengan baik, sehingga masih megandung spora dan termakan.

[sunting] Simptom
Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah berwarna coklat atau hitam, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit). Sedangkan, gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi borok, pecah dan menjadi

sebuah luka. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit. Antraks terjadi setelah mengomsumsi daging yang terkena antraks. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, dan berbau.
http://id.wikipedia.org/wiki/Antraks online di akses tgl 15 april 2012 GEJALA Gejala bisa muncul dalam waktu 12 jam - 5 hari setelah terpapar oleh bakteri. Infeksi kulit berawal sebagai benjolan merah-coklat yang membesar disertai pembengkakan di sekelilingnya. Benjolan berubah menjadi lepuhan dan mengeras, kemudian tengahnya pecah dan mengeluarkan cairan bening, lalu membentuk keropeng yang hitam. Kelenjar getah bening di daerah yang terkena bisa membengkak, dan penderita merasakan tidak enak badan, kadang ototnya terasa sakit, sakit kepala, demam, mual dan muntah. Antraks pulmoner (penyakit woolsorter) terjadi akibat menghirup spora dari bakteri antraks. Spora membelah diri di dalam kelenjar getah bening yang terletak di dekat paru-paru. Kelenjar getah bening kemudian pecah dan berdarah, menyebarkan infeksi ke struktur terdekat di dalam dada. Di dalam paru-paru dan di dalam rongga antara paru-paru dan dinding dada tertimbun cairan yang terinfeksi. Pada mulanya, gejalanya samar-samar dan menyerupai flu. Tetapi selanjutnya, demam semakin memburuk dan dalam beberapa hari terjadi gangguan pernafasan yang hebat, yang diikuti oleh syok dan koma. Juga bisa terjadi infeksi otak dan selaputnya (meningoensefalitis). Meskipun diberikan pengobatan dini, jenis antraks ini hampir selalu berakibat fatal. Antraks gastrointestinalis jarang terjadi. Bakteri dapat tumbuh ke dalam dinding usus dan melepaskan racun yang menyebabkan perdarahan luas dan kematian jaringan. Jika menyebar ke dalam aliran darah, infeksi ini bisa berakibat fatal. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, didukung adanya riwayat kontak dengan hewan. Untuk mendiagnosis infeksi paru-paru, bisa diambil contoh dahak untuk dibiakkan; tetapi laboratorium tidak selalu dapat menemukan bakteri penyebabnya. http://medicastore.com/penyakit/202/Antraks.html online di akses tgl 15 april 2012

Diagnosis

Diagnosis antraks boleh dilakukan dengan mengkultur spesimen daripada pesakit seperti mengambil contoh spesimen daripada lesi kulit, darah dan kahak. Ujian darah pesakit juga boleh dilakukan untuk mengesan antibodi spesifik dengan menggunakan mesin asai enzin imun.

Bagaimanapun, ujian ini hanya boleh dimanfaatkan jika penyakit antraks di peringkat lanjut. Rawatan

Antraks boleh dirawat dengan pemberian antibiotik.

Bagaimanapun, ia perlu diberi secepat mungkin kerana gejala antraks disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteria Bacillus anthracis boleh mengakibatkan pembengkakan, renjatan dan kematian.

Kelewatan memberi rawatan mengakibatkan antibiotik menjadi kurang berkesan. Bakteria yang masuk ke dalam darah akan menyerang pembuluh darah, mengakibatkan tubuh gagal berfungsi dan akhirnya membawa maut.

Sehubungan itu, dalam keadaan ancaman serangan antraks dan kemungkinan terdedah dengan ancaman ini, rawatan profilaksis antibiotik boleh diberikan selama individu terbabit terdedah dengan organisma tersebut.

Rawatan profilaksis akan diberi kepada individu terbabit sebelum mendapat sebarang gejala. Langkah ini bertujuan untuk mencegah apabila terdedah dengan penyakit tersebut. Pencegahan

Pencegahan antraks boleh dilakukan dengan memberi suntikan vaksin antraks di mana tiga dos pertama diberi setiap selang dua minggu.

Manakala tiga dos berikutnya akan diberi selang enam bulan.

Bagi melengkapkan keenam-enam dos ini, ia mengambil masa sehingga satu tahun setengah.

Pada masa yang sama, individu terbabit memerlukan suntikan lanjutan (booster) setiap tahun bagi memastikan tubuh dapat menghasilkan antibodi yang cukup bagi mengelakkan serangan bakteria ini.

http://paramedik.bbfr.net/Penyakit-Antraks-h2.htm online di akses tgl 15 april 2012