Anda di halaman 1dari 5

Resume Mata Kuliah Arsitektur Bentang Alam Sub-bab WARNA

Oleh: Pratiwi Nur Aisyiah 0706923 Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur-Universitas Pendidikan Indonesia Warna dalam arsitektur digunsksn untu menekankan atau memperjelas karakter suatu objek serts memberikan aksen pada bahan dan bahannya.

Dari tinjauan Fisika, Newton mengemukakan dasar teori warna yang tak lain adalah gelombang cahaya. Ia menulis bahwa bila seberkas sinar putih yang melalui sebuah prisma akan terurai menjadi warna-warna yang memiliki panjang gelombang yang berbeda.

Dari tinjauan Fisiologi, yakni adalah bagaimana efek rangsangan cahaya pada mekanisme mata hingga kita mampu melihat warna dalam penglihatan kita.

Teori warna yang popular setidak-tidaknya ada dua, yakni: - Prang Color System - Munsell Color System Menurut Teori Prang, secara psikologi warna dibagi menjadi 3 dimensi: - HUE : semacam tempramen mengenai panas-dinginnya suatu warna - VALUE : mengenai gelap-terangnya warna - INTENSITY : mengenai cerah-redupnya warna

Prang juga membagi adanya beberapa kelas warna, yakni sebagai berikut: PRIMARY warna pokok:merah, kuning, biru BINARY warna sekunder, yaknii gabungan dua warna pokok. (merah+biru=violet, merah+kuning=oranye, biru+kuning=hijau) INTERMEDIAN warna campuran dari primary dan binary (misal: merah+hijau=merah-hijau) TERTIARY warna campuran binary (misal:violet+hijau) QUANTEMARY warna campuran dari tertiary (misal: hijau-violet+oranye hijau) Bagan Lingkaran Warna Prang:

Menurut Teori Warna Munsell, satu warna ditentukan oleh beberapa komponen, yakni: HUE (menyatakan kualitas warna/intensitas panjang gelombang) VALUE (kesan kemudaan warna) CHROMA (penyimpangan terhadap warna putih atau kejenuhan warna)

Selain itu, kita juga mengenal adanya percampuran antara warna murni dengan warna kutub yang disebut dengan: - TINT [warna murni dicampur dengan warna putih sehingga terjadi warna muda] -SHADE [warna murni dicampur dengan hitam sehingga terjadi warna tua] -TONE [warna murni dicampur dengan abu-abu sehingga terjadi warna tanggung] (warna tint, shade, dan tone disebut warna-warni pastel) Hubungan antar warna berdasarkan pola 3 warna pokok:

yakni violet-hijau-oranye serta cyan-kuning-magenta Hubungan antar warna berdasarkan pola 4warna pokok:

yakni adanya klasifikasi warna hangat dan dingin. HUBUNGAN YANG TERJADI BERDASARKAN KOMPOSISI WARNA JUGA DAPAT BERUPA HUBUNGAN BERIKUT INI: a. Keselarasan yang berhubungan artinya warna-warna harmonis yang diambil dari warna yang berhubungn, yaitu:

* MONOCHROMATIC (satu warna)-> yaitu bilamana hanya satu warna sebagai dasar komposisi yang menghasilkan nada warna, bayangan, dan variasi dari warna tersebut.

*ANALOGOUS (berurutan)-> yaitu bilamana memperugunakan dua warna yang letaknya di dalam lingkaran warna yang berurut&sama sifatnya (misalkan sama-sama bersifat sejuk)

b. Keselarasan yang t idak berhubungan artinya warna-warna tampak selaras/harmonis dari warna yang sederajat, antara lain: * COMPLEMENTARY-> yaitu jika yang dipergunakan warna dasar adalah dua warna yang berhadapan posisinya dengan warna primary yang sifatnya berlawanan, bilamana keduanya berhadapan langsung disebut direct complementary, sedangkan bila letaknya membentuk sudut maka disebut split complementary.

*POLYCHROMATIC-> yaitu jika komposisi mempergunakan lebih banyak warna dari apa yang disebut di atas. Biasanya kesan dari komposisi ini memang sangat ramai.

Warna dan Hubungannya dengan Desain: Warna dalam kaitannya dengan suatu karya desain adalah sebagai salah satu elemen yang dapat mengekspresikan suatu objek di samping bahan, bentuk, tekstur, dan garis. Warna dapat memberikan kesan yang diinginkan oleh perancang sekaligus memiliki efek psikologis. Sebagai contoh adalah pemilihan suatu warna yang memberi sebuah ruang berkesan sempit, luas, pendek, atau tinggi, dsb. Di dalam arsitektur lansekap dengan ruang lingkupnya mengatur ruang dan massa di alam terbuka, warna memegang peran penting dikarenakan dalam oengaturan ruang akan selalu berkaitan dengan penggunaan bahan-bahan alami juga bahan buatan manusia yang dalam pemilihannya dan pengomposisiannya harus berdasarkan teori-teori warna yang ada agar dapat tercipat sebuah desain yang menyatu dengan alam sekaligus perpaduan yang indah dan menarik. Sebagai contoh, sebuah bangunan berwarna dominan putih netral dan dikelilingi taman bunga dngan lapangan rumput yang luas. Pada pagi hari bangunan tersebut akan memantulkan cahaya matahari pada rumput yang masih berembun,kesan yang timbul adalah kesan kehijauan yang dingin. Bila senja matahari memeancarkan sinar kemerahmerahan yang kemudian dipantulkan oleh bangunan tersebut ke rumput, sehingga memberikan rumput yang berkesan hangat. Dari contoh tadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam mengekspresikan suatu objek dan memadukannya diperlukan pengetahuan tentang teori dan prinsip-prinsip warna sehingga menunjang sistem perancangan yang lengkap Di bawah ini diperlihatkan contoh sebuah matriks warna dengan hubungannya dengan ekspresi yang ditimbulkan:

Warna

Persepsi Waktu

Ukuran

Berat

Volume

Hangat

Waktu melebihi perkiraan. Warna hangat leih menyenangkan untuk area rekreasi

Benda kelihatan lebih anjang dan lebih besar

Terlihat lebih berat

Ukuran yang tampak lebih kecil

Waktu di bawah perkiraan. Dingin Penggunaan warna dingin untuk kegiatan rutin atau monoton.

Benda terlihat lebih pendek dan lebih kecil

Terlihat lebih ringan

Ukuran ruang tampak lebih luas