Anda di halaman 1dari 26

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

TUGAS KONSTRUKSI BAJA III


(Perencanaan Jembatan Girder Composit)

1.

MERENCANAKAN PANJANG BENTANG JEMBATAN

Panjang Total (Lt) = 19.00 m


L = 17.00 m

-1.00
W =0,8 m

1
1.00

1.00

-7.00

-9.00
Sketsa Penampang Sungai

Untuk mencari panjang Total bentang Jembatan (Lt) perlu diketahui gelagar dari permukaan air
Maksimum (W). Dimana W adalah jagaan dimaksudkan agar benda-benda yang hanyut /terapung
akan terlewat dibawah jembatan tanpa mengganggu gelagar jembatan.
Dalam Hal ini tinggi Jagaa diambil setinggi, W = 1 m.

Panjang l 1 dan l 2 dapat dicari dengan Perbandingan yang ada :


l1

= CA

: DC

CA

= 1,00 m : DC = 1 m.

l1

= 1.00 m

l2

= CA

: DC

CA

= 1,00 m : DC = 1 m.

l2

= 1.00 m

= l1 + l2 + L

Jadi panjang total bentang jembatan (Lt)

= 1.00

+ 1.00

+ 17.0

= 19.0 m

Data - data Sungai


- Elevasi Tanah Keras

= - 9.00 m

- Elevasi Tanah Sungai

= - 7.00 m

- M.A.B

= -

0,8

Data - data Konstruksi

ARRAHMAN

- Panjang Bentang (Lt)

= 19.0 m

- Lebar Lantai Jembatan (b1)

= 8.00 m

- Lebar Trotoar (Kiri/Kanan) (b2)

- Beban Lalu Lintas Kls I =(Berat muatan As gandar 'P')

= 20 ton

- Tebal Aspal (ta)

= 6.00 cm

- Tebal Lantai (ts)

= 20.0 cm

- Tebal Genangan Air Hujan (th)

= 5.00 cm

- Mutu Beton/Baja

= K.300 ; U.39

- Jarak Antara Girder (S)

= 1.600 m

1.00 m

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


1900
135

155

155

155

155

155

155

155

155

155

155

135

W 100

150

155

150

155

Mab

Man

- 6.00

- 8.00

Sketsa Memanjang Jembatan


600

100

100

100

Lapisan Aspal, t = 6 cm
Plat Lantai, t = 20 cm
Gelagar Girder
Diafragma

150

150

150

150

Sketsa Melintang Jembatan

2.

PERENCANAAN PLAT LANTAI JEMBATAN

- Tebal Lantai direncanakan

= 20.0 cm

= 0.20 m

- Tebal Lapis Aspal

= 6.00 cm

= 0.0600 m

- Mutu Beton/Baja

= K.300 ; U.39

Beban roda diasumsikan disebarkan 45o sampai ke tulangan Plat.

10
45o

10

20

45o

45o

45o

20

bidang kontak

50

20

bidang kontak

Sketsa Bidang Kontak Roda Pada Lantai Pembebanan

tx

= 50 + 2. h

= 50 +

2 x 16.00 =

82.00

cm

0.820

ty

= 20 + 2. h

= 20 +

2 x 16.00 =

52.00

cm

0.520

a. Beban Mati (Death Load)

ARRAHMAN

- Berat Lantai

= 0.20

2.40

0.480

t/m'

- Berat Aspal

= 0.0600 x

2.30

0.138

t/m'

- Berat Air Hujan

= 0.05

1.00

0.050

t/m'

q =

0.668

t/m'

(beban)

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

- Momen Maksimum Akibat Beban Terbagi Rata. (PBI 71. Hal 195) sebagai Berikut :

-1/10

-1/12

-1/10

-1/30

-1/30
1/10

1/12

1.60

1.60

1/10

1.60

1.60

= 1/10 x q x S2

Mx max 1

1 / 10 x

0.171008

0.668

x 1.600

tm

17,100.8 Kg.cm

Iy

= 20.0

Iy

Ix

= 1.600

Ix

My max 1

1/12

= 12.5 dari PBI-71 pasal 13,3 (9) di tentukan :

= 0,20 . Mx max
=

0.20

17,100.80

3,420.16 Kg.cm

b. Beban Hidup (Live Load)


Beban Hidup yang bekerja pada lantai kendaraan adalah beban T. Muatan T (Muatan gandar) = 20 ton.
= 0.820 x 0.520 = 0.43 m2

dimana Luas Bidang Kontak (Bk)


Jadi untuk tiap meter persegi bekerja beban (T)

Beban yang bekerja pada suatu bagian roda

= P/2
= 20 / 2
= 10 ton

P = 20 ton
0,5 P

0,5 P

Sehingga :

T =

10
0.43

23.45

t/m2

- Momen yang terjadi pada saat satu roda di tengah Plat.

tx = 82.00

Ix = 1.600

ty = 52.00

tx =

82.00

tx

Ix =

160.0

Ix

ty =

52.00

ty

Ix =

160.0

Ix

82.00
160.0

52.00
160.0

Di gunakan Tabel Bittner, dengan

Dari Tabel Bittner dapat dicari nilai,

ARRAHMAN

0.5125

0.325

Ix

Iy

160
(Lantai tidak menumpu pada balok diafragma)

Mxm

= ?

Mym

= ?

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


Untuk Nilai Mxm :

ty

52.00

Ix

160.0

0.325

tx

Ix

82.00

160.0

0.513

dengan cara interpolasi dari tabel bittner :


ty

I.

Ix

52.00

160.0
= (

ty

II.

Ix

0.1477

0.003

0.148525

52.00

0.325

160.0
= (

0.1338

0.003

0.13445
ty

maka : Mxm =

0.1444

Ix
0.1312

0.3250

0.1485

0.014

0.14953

0.5
0.325

0.200

0.300

0.200

0.325

0.200

0.300

0.200

0.5125

0.513

0.325

0.500

0.325

+ 0.1444

0.1444

1.25

) x

tx

Ix

= (

Ix

1.25

0.325

tx

0.6

) x

+ 0.1312

0.1312

tx

0.1345

Ix

) x

x 1.07143 +

+ 0.1345

0.1345

Untuk Nilai Mym :

ty

52.00

Ix

160.0

0.325

tx

Ix

82.00

160.0

0.5125

dengan cara interpolasi dari tabel bittner :


I.

ty
Ix

52.00
160.0

= (

II.

ty
Ix

0.014
0.096225

52.00
160.0

0.0861

0.013

0.08925
ty

tx
0
0.0786
1.25

0.325

= (

Ix

0.3250

0.0962

Ix

0.007

0.0967

x 1.07143 +

0.200

0.300

0.200

0.325

0.200

0.300

0.200

0.5125

0.513

0.325

0.500

0.325

+ 0.0786

0.6

) x

+ 0.0735

0.0735

0.0893

0.325

0.0786

tx

1.25

0.5

) x

0.0735

) x

tx
Ix

+ 0.0893

0.0893

= Mxm . T . BK
=

0.0927

maka : Mym =

ARRAHMAN

= (

Mx max 2

0.325

0.1495 x

23.45

1.4953036 tm

149,530.36 Kg.cm

0.426

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


My max 2

= Mym . T . BK
=

0.0967 x

0.9672321

23.45

0.426

tm

96,723.2 Kg.cm

- Momen Total :
arah x

Mx max 1

+ Mx max 2

17,100.80 +

arah y

My max 1

+ My max 2

149,530.36

166,631.16 Kg.cm

=
=

3,420.16 +

100,143.37

96,723.2
Kg.cm

- Momen yang terjadi pada saat dua roda


pada saat dua roda berdekatan dengan jarak As ke As min. 1,00 m. Luas bidang kontak tersebut
dibagi atas dua bagian
I. Momen maksimum bila bidang kontak roda dianggap membebani penuh plat arah x.
II. Momen maksimum bila ruang kosong pada tengah-tengah bentang antara bidang kontak
yang dibebani.

50

50
100

52.00
27

45o

45o

45o

27

45o

Ix = 160.0

Sketsa Bidang Kontak & Perjalanan Beban

II
III

20

52.00

ey 52.0

18.0
82.00

18.00

82.00

Bagian I :
tx =

160.0

tx

Ix =

160.0

Ix

ty =

52.00

ty

Ix =

160.0

Ix

160.0
160.0

52.00
160.0

= 1

0.325

Dari tabel Bittner diperoleh (Interpolasi) :


Mxm

0.091325

Mym

0.062875

Jadi :

- Mx max 1

= Mxm . T . Ty . Iy
=

ARRAHMAN

0.0913 x

23.45

1.781951 tm

178,195.1 Kg.cm

0.520

x 1.600

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


- My max 1

= Mym . T . Ty . Iy
0.0629 x

23.45

1.226829 tm

122,682.9 Kg.cm

0.520

x 1.600

0.520

x 0.1800

0.520

x 0.1800

Bagian II :
tx =

18.00

tx

Ix =

160.0

Ix

ty =

52.00

ty

Ix =

160.0

Ix

18.0

160.0

52.00

160.0

= 0.113

0.325

Dari tabel Bittner diperoleh (Interpolasi) :


Mxm

0.2441

Mym

0.1270

Jadi :

- Mx max 2

= Mxm . T . Ty . Iy
=

- My max 2

0.2441 x

23.45

0.535826 tm

53,582.6 Kg.cm

= Mym . T . Ty . Iy
=

0.1270 x

23.45

0.278696 tm

27,869.6 Kg.cm

Sehingga :
- Mx max

= Mx max 1 - Mx max 2

- My max

178,195.1 -

124,612.6 Kg.cm

53,582.6

= My max 1 - My max 2
122,682.9 -

27,869.6

94,813.3 Kg.cm

Pembebanan adalah pembebanan tetap jadi beban angin dan gempa tidak diperhitungkan
momen design adalah momen yang terbesar, dan terjadi pada saat 2 ( dua ) roda ditengah plat
Momen Design :
Arah x

124,612.6 Kg.cm

Arah y

94,813.3 Kg.cm

c. Penulangan Plat Lantai

* untuk beban angin ( A ) gaya rem ( R ), gempa bumi (GB) diambil yang arahnya akan memperbesar
gaya horisontal ( x ) dan momen.
Tinjauan kombinasi beban I

100 %

Tinjauan kombinasi beban III

125 %

Tinjauan kombinasi beban III

140 %

Tinjauan kombinasi beban IV

150 %

Berlaku untuk dinding dan abutmen jembatan.


Koefisien Pembebanan (s), menurut PBI 71-pasal 10.1(5) hal. 99, ditetap kan sebagai berikut:

ARRAHMAN

a. untuk pembebanan tetap (st)

= 1.50

b. untuk pembebanan sementara (ss)

= 1.05

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

* Penulangan Arah x.
Dik

: Momen maks. X

124,612.6 Kg.cm

untuk pembebanan tetap :


= 1.50

- Mu

x Mmaks. X

= 1.05

124,612.6

130,843.2 Kg.cm

Tegangan Tarik/tekan yang dijinkan (a ='a)

- Baja U-39

a ='a

Kg/cm2

2250

(PBI-71; tabel 10.4.1)

Kekuatan Tekan Beton yang diijinkan ('b), PBI-71 tabel 10.4.2 :

- Beton K-300

'b

= 0.33

x 'bk

= 0.33

300 (PBI-71 tabel 4.2.1)

= 99.0 Kg/cm2
n =

330

/ 300

330

17.32

= 19.0526
=

20.0 cm

3 cm

= 16.00 cm

- Tebal Plat Lantai (ts)

Kontrol Tebal Plat :


=

1 + a/n*'b

= 0.50

100

19.14

h
=

8.268

< h ada = 16 cm . Oke

16
=

n x Mu

19.0526 x

130,843.2

100 x 2250

b x 'a

16

11.079545
'a

99.00

130,843.2

b x kb

Ca

99.0

cm

Mu

hp =

19.0526 x
x 'b

x 0.456023 x 0.84799 x

19.14

= 0.45602

2250

x x (1-1/3 x )

k = 0.50

n x 'b

2250
19.0526 x

99.0

16

= 4.80683

3.3286

= 1.19287

Dari Tabel Perhitungan Lentur dengan cara-n diperoleh:


Ca = 4.806833

untuk

= 0.456023
= 1.192872
=

diperoleh
A' =

100 n
n

Dipakai Tp

ARRAHMAN

12

Diambil Jarak
Tp

100 n

12 -

4.734

mm
25

25 =

4.734
19.05

100

jarak X

100
A

x
x Lt

A'

16.0

3.98

1.13

3.98

100

cm2

28.434 cm

cm
4.5216 cm2

>

3.98

cm2

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

* Penulangan Arah y.

94,813.29 Kg.cm

Mmax

Mu

= 1.50

94,813.3 =

x
h

Ca

142,219.9 Kg.cm

16
=

n x Mu

19.0526 x

142,219.9

100 x 2250

b x 'a

16

16

= 4.61057

3.47029

12.042906

Dari Tabel Perhitungan Lentur dengan cara-n diperoleh:


4.6106

Ca =

untuk

= 0.456023
= 1.192872
=

diperoleh
A' =

100 n
n

Dipakai Tp

10 -

Tp

100 n
x

5.177

5.177
19.05

100

100

16.0

10 mm
15

4.35

cm2

0.79

= 5.23 cm2

4.35

>

100

cm

600

12 - 30

150

150

100

10 - 20

150
Diafragma

150
Girder

12 - 30

10 - 20

12 - 30

Girder
Diafragma

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

3.

PERHITUNGAN TROTOAR DAN SANDARAN

a. Batang Sandaran
= 6.37 cm

- Batang Sandaran menggunanan Pipa 2,5"


- Tebal Pipa (t)

= 0.35 cm

- Berat Pipa (G)

= 6.67 kg/m'

- Tiang Sandaran dari beton bertulang


dengan jarak As - As

15

155 cm

12

x = 100

Pv = 100 kg/m
10

Ph1 = 100 kg/m

45
G1

q = 500 kg/m2

45

Ph2 = 500 kg/m

10
L3 : 1/2 X

25
15
5

Aspal

G3

G2

L4 : 3/6 X

Plat Lantai

6
20

G4

20
L2 = X

Diafragma
Girder

155

155

Abutment

155

12 x 15 cm

- Tiang Sandaran Ukuran


- Gaya - gaya yang bekerja :
Gaya Vertikal Total (qvt)

= Pv

Gaya Horizontal Total (qht)

Momen Maks

x qt x L

0.125

43.9092

4390.92

Tegangan ijin Pipa (a)

ARRAHMAN

100

106.667

+ 6.67
kg/m'

100 kg/m'

q total = (qvt2)+(qht2) =

+ G

106.667

11377.8 +

146.21

100

10000

Kg.m

146.21

1.55

Kg.m
Kg.cm
=

2250

Kg/cm2

(Pembebanan tetap)

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

Momen Perlawanan :
W =

32

- d

(buku teknik sipil hal. 113)

6.37

0.09813

0.09813

x 96.221828

5.67

d
D

6.37

= 9.4417668

Kontrol Tegangan

Syarat

tytd

tytd

M. maks

<

W
4390.92

9.4417668

kg/cm2

465.053

<

a =

2250

kg/cm2

oke

b. Tiang Sandaran

= 12 x 15 cm

- Ukuran Tiang
- Gaya yang bekerja
Beban Vertikal :

G1 =
=
G2 =
=
beban vertikal =

0.150

0.150

0.06048

Berat Pipa Sandaran

Beban Hidup (Pv)

100 kg

1.00

x 2.4

0.400

ton
0.12

0.01728

0.12

0.04320

2.4

ton
ton

60.48

kg

2 x 6.67

26.6680

kg

200.0

kg

287.148

kg

100

Total (N) =

Beban Horizontal :
beban horizontal yang bekerja pada ketinggian 100 cm
dari plat trotoar, sebesar 100 kg (Pn)

Pn

* Momen (Mh)
L = 100
Mn

100

10000

100

kg cm

* Tiang terjepit sebelah sehingga (lk),


=

x lt

200 cm

(PBI 71 hal. 113)


100

- Penulangan Tiang Sandaran


diambil selimut beton
b = 12 cm

2 cm

b' = 12 - 2
= 10 cm

ht = 15 cm

h = 15 - 2
= 13 cm

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

10

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

angka ekivalensi (n)

Ea

(PBI 71 pasal 11.1.(3)

Eb

2.1 x 10

n =

6400

300

= 18.9443

kondisi pembebanan tetap


a =

2250 kg/cm2

*au =

3390 kg/cm2

bk =

300 kg/cm2

Baja U-39

Beton K-300

= st

Mu

= 1.50

x m maks

Nu

= 1.50

= st x m maks

10000

15000

kg cm
287.15

430.72

kg

* Eksentrisitas (e)
o =

o' =

Mu

15000

Nu
1

30

= 34.8252 cm

430.722

ht

0.033

x 15 = 0.50

cm (min. = 2 cm)

* Eksentrisitas tambahan untuk menghitung tekuk (e1)


e1 = C1
o
ht

34.83

100

x ht

x ht

(PBI 71, tabel 10.6.2, diperoleh C2)

= 2.32168

15

sehingga e1

lk

C2

C2

C1

1 (Penampang Persegi/bujur sangkar)

:
2

lk

e1 = C1

C2

e1 =

x 0.01778 x 15

100

x ht

x ht
2

200
100

x 15

x 15

= 1.86666667 cm

e2

0.15

2.25 cm

x 15

= eo + eo' + e1 + e2

e total

34.83

+ 0.50

39.44

cm

+ 1.8666667 + 2.25

Tiang sandaran menggunakan tulangan simetris :


o' =

Nu
b' x h

430.722
10 x 13

= 3.3132462

kg/cm2

'bk
=

'bk +

*au

300

ARRAHMAN

300

0.626

1
18.9443

3390

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

11

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

A = A' =

Mu
1 - / 3

*au

=
3390

0.29520397
12 x 15

'bk

0.03

<

b . ht

x 18.9443

3
cm2

0.626

0.2952

=
Syarat

15000

*au

0.00164

<

300

0.03

= 0.0026549

3390

..oke !!

= 0.00265487

dipakai

= 0.00265487 x 12 x 15

jadi A = A'

= 0.47787611 cm2

0.50
= 1.51 cm2

dipakai tulangan

3 8

Beugel dipakai

6 - 15

0.4778761 cm2

>

.oke !!

cm

C. Lantai Trotoar

Perhitungan gaya lintang dan momen pada potongan I - I


100

Diketahui Lebar Trotoar =

cm

Beban yang bekerja per meter :

Jarak Ke Pot. I-I


(cm)

* gaya vertikal (Pv)

100 kg

100 kg

L' =

107.5

cm

* gaya horizontal (Ph1)

100 kg

100 kg

L'' =

107.5

cm

* gaya horizontal (Ph2)

500 kg

500 kg

L''' =

25.0

cm

* Berat beton pengisi (G3)

= 1.00

600 kg

L3 =

50.0

cm

* Berat tiang sandaran (G1+G2)

= 43.2

60.48 kg

L1 =

107.5

cm

* Berat batang sandaran

20.7 kg

L1 =

107.5

cm

* Berat sendiri (G4)

0.175

420 kg

L4 =

50.0

cm

* Berat air hujan (Gh)

= 0.05

50.0 kg

L5 =

50.0

cm

* Beban Hidup

300 kg

L =

50.0

cm

(setinggi 25 cm)

0.25

17.28

x 2400

6.67

1.55

1.00

500 kg

1.00
x

1
1

x 2400
x 1000

60% (q)

N =

2151.15

kg

Momen I - I
=

100

127.5

100

107.5

500

25.0

600

50.0

20.7

107.5

420

50.0

+ 50.0

50.0

300

50.0

60.5

107.5

113,223.4 kg.cm

Perhitungan Tulangan

113,223.4 kg.cm

M.maks

Mu =

1.5 x

113223

169,835.1 kg.cm

Nu =

1.5 x

2151

3,226.722 kg

- Baja U-39

Tegangan Tarik/tekan yang dijinkan (a ='a)


a ='a
ht

ARRAHMAN

2250

= 20.0 cm

Kg/cm2
d =

(PBI-71; tabel 10.4.1)

3 cm

h = 17.0 cm

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

12

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


Kekuatan Tekan Beton yang diijinkan ('b), PBI-71 tabel 10.4.2 :

- Beton K-300

'b

= 0.33

x 'bk

= 0.33

300 (PBI-71 tabel 4.2.1)

= 99.0 Kg/cm2
n =

330

/ 300

330

17.32

= 19.0526
Kontrol Tebal Plat :
1

1 + a/n*'b

= 0.50

100

19.14

h
=

9.419

< h ada = 16 cm . Oke

16
=

n x Mu

19.0526 x

169835

100 x 2250

b x 'a

16

14.3813
'a

99.00

169,835.1

b x kb

Ca

99.0

x 'b

cm

Mu

hp =

19.0526 x

x 0.456023 x 0.84799 x

19.14

= 0.45602

2250

x x (1-1/3 x )

k = 0.50

2250

n x 'b

19.0526 x

99.0

16

= 4.21911

3.79227

= 1.19287

Dari Tabel Perhitungan Lentur dengan cara-n diperoleh:


4.219

Ca =

untuk

= 0.456023
= 1.192872
=

diperoleh

100 n
100 n

A' =

Dipakai Tp

10

10 -

Tb

20%

Dipakai Tb
Tb

ARRAHMAN

6.223

19.05

7.85

20

cm2
cm

= 1.41 cm

1.045

=
6

100

jarak X

100
A

16.0

x Lt
A'

5.23

0.79

5.23

100

cm2

= 15.0212

cm

10 =

x A

6.223

mm
10

Diambil Jarak
Tp

>

5.23

cm2

1.05

oke

0.28

mm
>

cm

oke

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

13

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

4.

PERENCANAAN GIRDER
diketahui :
- lebar lantai kendaraan

= 8.00 m

- lebar trotoar

= 1.00 m

- bentang jembatan

= 19.00 m

koefisien kejut (k)


k =

20
50 +

banyaknya gelagar

L
b

b'

20

50 + 19

8.00

1.600

= 1.29

6 bh

Beban - beban yang bekerja


beban standar Bina Marga (BM)

100 %

a. Muatan D
P = 12 t/jalur
q = 2,2 t//m/jalur

* jumlah jalur

=
lebar jalur

N =

8.00

= 2.7

jalur

L = 19 m
2 jalur

menurut PMJJR No. 12/1970

p
0,5 p

* beban terbagi rata (q)


0,5 p
=

120

50

350

350

400
1 jalur

50

120

2 x 2.2

= 4.40

400
1 jalur

+ 0.29

2.2

=
2

0.5

x
3.50

t/m/jalur

2.2
2

1.10

= 4.71 t/m

Muatan garis
(D) = 12 t/jalur

* beban garis (P)

lur

2 x 12

1 ja

= 24.0

12

=
2

+ 0.29

x
3.50

0.5

t/jalur
x

12
2

6.00

= 25.7 t/m
Muatan terbagi rata (q)
= 2,2 t/m/jalur

b. Beban Mati/Berat sendiri


direncanakan menggunakan girder wide flange W36 x 300

t2
h =

t1

r
b

ARRAHMAN

933 mm

b =

423 mm

t1 =

24.00 mm

t2 =

42.67 mm

F =

569.6 cm2

r =

25.9 mm

G =

446.4 kg/m'

Ix =

844600 cm4

Wx =

18112.8 cm3

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

14

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

Tegangan Tarik/tekan yang dijinkan (a ='a)

Baja U-39

a ='a

Kg/cm2

2250

(PBI-71; tabel 10.4.1)

* berat Girder 5 buah

2678.40 kg/m'

* berat aspal

= 0.0600 x

446.4
8.00

2200

1056.00 kg/m'

* berat air hujan

= 0.05

8.00

1000

400.00 kg/m'

* berat total trotoar

= N - q

1851.15 kg/m'

* berat lantai

= 0.20

3840.00 kg/m'

jumlah q1 =

9825.55 kg/m'

= 2151.15 8.00

300
2400

c. Beban hidup pada trotoar


beban hidup trotoar

500 kg/m2

diperhitungkan sebesar 60%

sehingga :
=

60%

500

x lebar trotoar

0.60

500

300

kg/m

L/R =
=

300

600

1.00

kg/m

d. Muatan yang terjadi


* Muatan hidup

: beban terbagi rata + beban hidup trotoar


4714

600

5314.29

kg/m

9825.55

kg/m

25714.29

kg/m

jumlah q1 =

40854.12

kg/m

408.541

kg/cm

= q1

* beban Mati
* beban garis (P)

Momen yang terjadi


= 1/8 x q1 x L2

M.maks

0.13

408.541

1900

184,354,212.57 kg.cm

=
Tegangan yang terjadi
ytd =

M. maks
Wx .

6
184,354,212.57

18112.8 x

1,696.35 kg/cm2

<

a =

2250

Kg/cm2

(Oke)

Terhadap Susunan Muatan


1/4 P

1/4 P

1/4 P

1/2 P gandar

1.60

ARRAHMAN

1.60

L = 19 m

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

15

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

P gandar

= 20 ton

P roda

= 10 ton

Momen P

= 1/4 x P roda x L
0.25

10000

4750000

10000

kg

1900

kg.cm

Beban Mati/Berat sendiri


* Berat girder

= 1 buah

* Berat plat lantai

= 0.20

1.60

* Berat Aspal

= 0.0600 x

* Berat air hujan

= 0.05

1.60
1.60

446.4

kg/m'

768.0

kg/m'

2200

211.2

kg/m'

1000

80.0

kg/m'

Mp =

1505.6

kg/m'

2400

M. maks berat sendiri :


M.maks

= 1/8 x q1 x L2
0.13

1505.6

67940.2

x 19

kg.m

Momen total
= Mp x K + M. berat sendiri
1505.6

1.29

69882.206

kg.m

6988220.6

kg.cm

67940.20

Tegangan yang terjadi


ytd =

=
=

M
Wx
6988220.6
18112.8
385.816692

Kg/cm2

<

a =

2250

Kg/cm2

(Oke)

Jadi Girder dengan Profil W36 x 300 dapat digunakan

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

16

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

5.

METODE PELAKSANAAN GIRDER KOMPOSIT


Dipakai girder wide flange W36 x 300

t2
933 mm

h =

t1

b =

423 mm

t1 =

24.00 mm

t2 =

42.67 mm

F =

569.6 cm2

r =

25.9 mm

G =

446.4 kg/m'

Ix =

844600 cm4

Wx =

18112.8 cm3

Tegangan Tarik/tekan yang dijinkan (a ='a)

Baja U-39

a ='a

2250

Kg/cm2

(PBI-71; tabel 10.4.1)

a. Perletakan / Pemasangan Girder

446.4

q =

kg/m'
= 1/8 x q x L2

Momen

= 0.13
19
gbr. Momen
+

446.4

20143.8

kg.m

2014380

kg.cm

M
Wx

19.0 2

2014380

18112.8

= 111.2130648 kg/cm2

M. max = 20143.8 kg.m


Tegangan Baja (Steel).
* Tegangan Steel atas (sa)

= -111.2130648 kg/cm2

* Tegangan Steel bawah (sb)

= 111.2130648 kg/cm2

t2

2
sa = -111.213 kg/cm

t1

r
b

sb = 111.213 kg/cm2
Diagram tegangan

b. Pelaksanaan Pengecoran Plat Lantai


Tebal Plat

= 20.0 cm
= 0.20 m

Plat Lantai

q = 0.20
19

768.0

1.60

x 2400

kg/m'

gbr. Momen
+

M. max =

ARRAHMAN

34656

kg.m

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

17

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

Momen

= 1/8 x q x L2
= 0.13

768.0

34656.00

kg.m

3465600

kg.cm

M
Wx

19.0

3465600

18112.8
191.334305 kg/cm2

Tegangan Baja (Steel).


* Tegangan Steel atas (sa)

= -191.334305 kg/cm2

* Tegangan Steel bawah (sb)

191.334305 kg/cm2

1.60

2
sa = -191.334 kg/cm

Plat Lantai = 20 cm

t1

h
t2

r
b

sb = 191.334 kg/cm2
Diagram tegangan

c. Pengkompositan
komposit adalah suatu Baja yang dijadikan Beton atau sebaliknya Beton dijadikan Baja
Plat Lantai

Girder

19

Dik :

Es

=
=

2.1

x 10

2100000

kg/cm2
kg/cm2

Ec =

6400

x 'bk

6400

x 300

110851.25
b ef

kg/cm2

= 1.60

b'

Ac

n =

Es
Ec

2100000

110851.2517

= 18.94

h' = 20
Yy= (yc - ycp)

b' =

As = F

b ef

160
18.94

= 8.45 cm

yc = 103,30
hs = 93,30

ycp

Ac = b'
ys = 1/2 hs

h'
x

20.0

= 168.91619 cm2
As =

ARRAHMAN

= 8.45

569.6

cm2

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

18

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

y composit = ycp
ycp =

Ac x

As x ys

Ac + As
168.92 x

ycp =

1/2 x h' +hs

1/2 x 20 + 93.30
168.92 +

44020.88274

+ 569.6 x

46.65

569.6

= 59.6072 cm

738.52

I composit = Icp
Icp = 1/2 x b' x h'3
=

0.50 x

33783.2

+ Ac x (yc - ycp)2
8.45

x 20

+ Is + As x (ycp - ys)2

168.91619 x

+ 322471.27 +

103.3 - 59.6072

844600 +

569.6

59.6072 - 46.65

940229.6

cm4

1296484.11

d. Pelaksanaan Pengaspalan
Plat Lantai

= 6.00 cm

Tebal Aspal

= 0.06 m

qa = 0.06
19

0.211

1.60

2.2

T/m

gbr. Momen
+

M. max =

9.53

T.m

= 1/8 x q x L2

Momen

= 0.13

0.211

x 19

9.530400

T.m

953040.0

kg.cm

Tegangan yang terjadi


1. Beton (Concrete)
ca = -

= -

cb = -

= -

x yca

Icp

yca

953040.0

53.7

1296484.11

18.94

h' + hs - ycp =

53.7

cm

x n
=

x ycb

Icp

-2.0834

ycb

kg/cm2

hs - ycp =

33.7

cm

33.7

cm

x n
953040

33.7

1296484.11

18.94

-1.3074

kg/cm2

2. Baja (Steel)
sa = -

953040.0

= -

sb = +

ARRAHMAN

x ysa

ysa

Icp
x

1296484.11
M

33.7

-24.767

hs - ycp =

kg/cm2

x ycp
Icp

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

19

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


953040

= +

59.61

1296484.11

43.8170

kg/cm2

cb = -1.3074

ca

= -2.0834 kg/cm2

sa

= -24.767 kg/cm2

kg/cm2

t1

h
t2

sb

= 43.8170 kg/cm2

e. Tinjauan beban hidup (D)


P = 12 t/jalur
= 1.29

Koef. Kejut (K)


q = 2.2

P =

12
3.5

= 3.43
19

gbr. Momen

q =

bef

1.60

5.49
2.2

ton
x

3.5

= 0.63
92.147 t.m

M. max =

bef
1.60

1.01

T/m

Momen Live load (MLL)


MLL

= (1/8.q.L2 + 1/4.P.L).K
0.125 x

1.01

x 19

45.4 + 26.1

92.147246

t.m

9214724.6

kg.cm

+ 0.25

5.49

x 19

1.29

1.29

Tegangan yang terjadi


1. Beton (Concrete)
ca = -

= -

cb = -

= -

x yca

Icp

x n

9214724.6

53.7

1296484.11

18.94

-20.144

kg/cm2

-12.641

kg/cm2

-239.47

kg/cm2

x ycb

Icp

x n

9214724.638

33.7

1296484.11

18.94

33.7

2. Baja (Steel)
sa = -

= -

ARRAHMAN

x ysa
Icp

9214724.638

1296484.11

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

20

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

sb = +

= +

x ycp
Icp

9214724.638

59.61

1296484.11

423.657

kg/cm2

cb = -12.6408

ca

= -20.144 kg/cm2

sa

= -239.47 kg/cm2

kg/cm2

t1

h
t2

= 423.657 kg/cm2

sb

Total Tegangan Yang Terjadi


ca = -2.0834
sa = -111.213

ca = -20.144

sa = -24.767

sa = -191.334

cb =

cb =

-1.3074

-12.6408

sa = -239.47

r
b

sb = 111.213

sb = 191.334

ca

sb = 43.8170

sb = 423.657

2
= -22.228 kg/cm

cb = -13.948

sa

= -566.785 kg/cm2

kg/cm2

+
sb

= 770.021 kg/cm2

1. Beton (Concrete)
-22.228

Kg/cm2

< 'b

= 99.0 Kg/cm2

(aman)

-13.948

Kg/cm

< 'b

= 99.0 Kg/cm2

(aman)

- bagian atas, sa, Total

-566.79

Kg/cm2

<

a =

2250

Kg/cm2

(aman)

- bagian bawah, sb,Total

770.021

Kg/cm2

<

a =

2250

Kg/cm2

(aman)

- bagian atas, ca, Total


- bagian bawah, cb,Total

2. Baja (Steel)

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

21

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

6.

PERENCANAAN SHEAR CONECTOR

Untuk Shear Conector dipakai Baja Canal 'C 8',


sedangkan hubungan plat girder dengan sambungan las listrik
= 20 cm

Panjang Canal diambil sebesar


t

d
h

h =

80 mm

b =

45 mm

d =

6 mm

t =

8 mm

r =

8 mm

G =

8.64 kg/m'

Ix =

106 cm4

Wx =

26.5 cm3

Kekuatan Plat Conector :

Q = 20 x (h + t/2) x L x b

dimana :

h = Tinggi Flange Baja Canal

0.8 cm

t = Tebal web Baja Canal = d

0.6 cm

L = Panjang Baja Canal

20 cm

b = Tegangan Ijin Beton

99 kg/cm2

Q = 20 x

x 20 x 99

0.8 + 0.3

= 4377.944723 kg

Gaya Lintang yang dipikul Shear Conector

Koef. Kejut

1.29

= 12 ton

* Beban garis Po
= 12 x

1.60

3.5

1.29

= 7.075776 t/m
* Beban terbagi rata P1
=

2.2

1.30

2.2

=
1.60
3.5

ton

1.29

t/m

* Berat Sendiri (aspal + lantai + air hujan)

q =

1.0592 t/m

Besar Gaya Lintang

* Potongan 1. (Tumpuan)

po

p1
q

19

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

22

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


- D1

= Po

- D1

= 7.075776 +

+ 1/2 x P1 x

29.46

29461.8

0.5

+ 1/2 x

1.30

x 19 +

x
0.5

L
x

1.0592

x 19

ton
kg

* Potongan 2. (1/8 bentang)

po
p1
q

0.13

0.875

1/8 L

7/8 L

- D2

= Po

+ 7/8 x 1/2 x P1 + 7/8 L x

- D2

= 7.075776 x 7/8
=

23.33

23330.6

+ 1/2

1.30 x

x L
16.6 x

7/8 +

1/2

1.0592 x

16.6

7/8

3/4 +

1/2

1.0592 x

14.3

3/4

5/8 +

1/2

1.0592 x

11.9

5/8

ton
kg

* Potongan 3. (1/4 bentang)

po
p1
q

0.25

0.750

1/4 L

3/4 L

- D2

= Po

+ 7/8 x 1/2 x P1 + 7/8 L x

- D3

= 7.075776 x 3/4
=

17.90

17899.0

1/2 x

1.30 x

x L
14.3 x

ton
kg

* Potongan 4. (3/8 bentang)

po
p1

0.375

0.625

3/8 L

5/8 L

- D2

= Po

+ 7/8 x 1/2 x P1 + 7/8 L x

- D4

= 7.075776 x
=

13.17

13166.9

5/8 +

1/2 x

1.30 x

x L
11.9 x

ton
kg

* Potongan 5. (1/2 bentang)

po
p1
q

0.500
1/2

ARRAHMAN

0.500
1/2

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

23

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)


- D2

= Po

- D5

= 7.075776 x

+ 7/8 x 1/2 x P1 + 7/8 L x

9.13

9134.4

1/2 +

1/2 x

x L

1.30 x

9.5

1/2 +

1/2

1.0592 x

9.5

1/2

ton
kg

Gambar Diagram Gaya Lintang (D)


D1

D2

D3

D4

D5

3/8 L

1/2 L

13166.9

23330.6

29461.8

9134.4

1/4 L

17899.0

1/8 L

Perhitungan Jarak Shear Conector

Diketahui :

Ac' = bef x h'

= 160.0 x

Yy = yc - ycp

q1 =

D2

D1* =

= Jarak Shear Conector


= Kekuatan Shear Conector

**

q2 =

**

q3 =

Icp x

D2

ARRAHMAN

x m1

Icp x
S

D3

x m2

Icp
Q

q3
Icp x

q2

x m3

3200

cm2

43.69

18.94

= 7380.4214

cm3

= Q/q
4377.94

kg

x
Icp

Icp

m3 =

D2* =

m2 =

D2* =

20.0
cm

3200

q1

43.69

Icp

m1 =

Ac' x Yy

**

cm4

1296484.11

Icp =

29461.8

7380.4

= 167.716

1296484.11
4377.94
167.72

= 26.1

cm

1296484.11

4377.94

7380.42

26.1

23330.6

7380.4

4377.94
132.81

= 33.0

cm

4377.94

7380.42

33.0

7380.4

101.89

= 43.0

29461.8

cm

1296484.11

4377.94

7380.42

43.0

kg

= D1

(oke)

kg

= D2

(oke)

kg

= D3

(oke)

kg

33 cm

23330.6

= 101.893

1296484.11
4377.94

1296484.11

17899.0

26 cm

= 132.813

1296484.11

kg

kg

43 cm

17899.0

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

24

Konstruksi Baja III (Perencanaan Jembatan Girder Komposit)

**

q4 =

D4

**

q5 =

Icp x
S

D5

x m4

Icp
Q

q5
Icp x

q4

m5 =

D5* =

m4 =

D4* =

x
Icp

x m5

13166.9

7380.4

= 74.9545

1296484.11
4377.94
74.95

= 58.4

cm

1296484.11

4377.94

7380.42

58.4

9134.4

7380.4

4377.94
52.00

= 84.2

58 cm

13166.9

= 51.9989

1296484.11
cm

1296484.11

4377.94

7380.42

84.2

kg

kg = D4

(oke)

kg = D5

(oke)

kg

84 cm

9134.4

Perletakan Shear Connector dipasang dengan jarak yang rapat dimulai dari tumpuan
ke tengah bentang dengan jarak yang jarang.
Pada hasil perhitungan Perletakan Shear Connector dari tumpuan dengan jarak 21 cm,
makin ke tengah jarak Shear Connektor makin jarang.

berikut Jarak Pemasangan Shear Connektor.

11 x 26 cm

7 x 33 cm

5 x 43 cm

3 x 58 cm

1/2 L

ARRAHMAN

2010 100 17 ----------------------------------------------------------------------------------------------

25

TABEL BITTNER
A. MITTENMOMENTE Mxm BEI MITTIGER RECHTECKLAST
tx : l x
. ty .
lx
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0.05

0.0773
0.0796
0.0819
0.0841
0.0862
0.0880
0.0897
0.091
0.092
0.0926
0.0927

0.0851
0.0877
0.0903
0.0927
0.095
0.0971
0.0989
0.1004
0.1015
0.1022
0.1023

0.0932
0.0961
0.099
0.1017
0.1043
0.1067
0.1087
0.1104
0.1118
0.1126
0.1128

0.1016
0.1049
0.1081
0.1112
0.1142
0.117
0.1195
0.1215
0.123
0.1241
0.1243

0.1104
0.1141
0.1178
0.1215
0.125
0.1283
0.1312
0.1338
0.1357
0.137
0.1373

0.1196
0.1238
0.1282
0.1324
0.1366
0.1407
0.1444
0.1477
0.1503
0.152
0.1524

B. MITTENMOMENTE Mym BEI MITTIGER RECHTECKLAST


tx : l x
. ty .
lx
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0.05

0.021
0.0245
0.0286
0.0333
0.0388
0.0452
0.0525
0.0608
0.0703
0.0809
0.0867

0.023
0.0269
0.0314
0.0366
0.0427
0.0496
0.0578
0.067
0.0774
0.0892
0.0957

0.025
0.0292
0.0341
0.0399
0.0464
0.0541
0.063
0.0732
0.0849
0.0981
0.1053

0.0268
0.0315
0.0366
0.0428
0.0501
0.0585
0.0683
0.0796
0.0926
0.1075
0.1157

0.0285
0.0333
0.039
0.0457
0.0535
0.0627
0.0735
0.0861
0.0908
0.1179
0.1273

0.0299
0.0351
0.0411
0.0483
0.0567
0.0667
0.0786
0.0927
0.1095
0.1293
0.1405

0.4

0.3

0.2

0.1

0.05

0.1293
0.1342
0.1393
0.1444
0.1495
0.1546
0.1594
0.1638
0.1675
0.17
0.1706

0.1396
0.1452
0.1512
0.1574
0.1638
0.1703
0.1768
0.1831
0.1887
0.1926
0.1937

0.1504
0.1571
0.1641
0.1716
0.1796
0.1882
0.1973
0.2067
0.216
0.2237
0.2261

0.162
0.1697
0.1781
0.1874
0.1975
0.2088
0.2216
0.2363
0.2533
0.2714
0.2788

0.1679
0.1763
0.1853
0.1957
0.207
0.2201
0.2355
0.2539
0.2775
0.3086
0.3268

0.4

0.3

0.2

0.1

0.05

0.0312
0.0366
0.043
0.0506
0.0596
0.0704
0.0834
0.0993
0.1186
0.1422
0.1558

0.0322
0.0378
0.0445
0.0525
0.062
0.0736
0.0878
0.1053
0.128
0.1569
0.1745

0.033
0.0388
0.0456
0.0539
0.0639
0.0761
0.0914
0.1111
0.1372
0.1739
0.1979

0.0334
0.0393
0.0463
0.0548
0.0651
0.0778
0.0938
0.1193
0.1449
0.1921
0.229

0.0335
0.0395
0.0465
0.055
0.0654
0.0782
0.0945
0.1161
0.1471
0.1993
0.2472

Sumber : Vis, W.C. dan Kusuma Gideon (1993), Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang, Erlangga, Jakarta

Faktor
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P

Faktor
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P