Anda di halaman 1dari 94

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny

Accounting Principle - Kieso 6th Intermediate Accounting - Kieso 11st & 12nd Advanced Accounting Drebin Accounting Theory Belkaoui 4th PSAK 2007 AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI
(Intermediate Acc. Kieso 11st, Ch 1) Perbedaan Financial Accounting dengan Managerial Accounting Financial accounting mengukur, mengklasifikasikan, dan meringkas dalam bentuk laporan atas aktivitas perusahaan dan informasi terkait untuk tujuan keseluruhan, baik untuk pihak internal maupun eksternal perusahaan. Managerial accounting mengukur, mengklasifikasikan, dan meringkas dalam bentuk laporan atas aktivitas perusahaan dan informasi terkait untuk tujuan pelaporan bagi pihak internal perusahaan (pihak manajemen). Perbedaan Financial Statement dengan Financial Reporting Financial Statement secara umum merujuk pada laporan keuangan dasar, yaitu : neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, laporan perubahan modal atau perubahan ekuitas pemegang saham, dan catatan atas laporan keuangan. Financial Reporting merupakan konsep yang lebih luas, yaitu termasuk laporan keuangan dasar dan sarana lain untuk komunikasi informasi keuangan dan ekonomi, seperti annual
Page 1

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


report, prospectuse, new release, dll. Financial reporting = Financial statement + data statistik, data makroekonomi, analisis.

CONCEPTUAL FRAMEWORK
(Acc Principle Kieso 6th Ch 12, Intermediate Acc Kieso 11st Ch 1-2, and Acc Theory Belkaoui 4th Ch 5) Conceptual framework (kerangka konseptual) adalah suatu konstitusi, suatu sistem koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi, dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan (Pernyataan FASB dalam Accounting Theory Belkaoui 4th Ch 5 dan Intermediate Accounting - Kieso 11st Ch 2). Kerangka konseptual (Acc Theory Belkaoui 4th Ch 5) ; ; ; ; Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternatif metode akuntansi

Conceptual Framework

Page 2

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny

LEVEL I (Tujuan Pelaporan Keuangan) The why Goals and Purposes of Accounting Tujuan laporan keuangan menyajikan informasi keuangan bagi pemakai laporan keuangan terutama investor dan kreditor (pemilik modal) dalam pengambilan keputusan ekonomis. LEVEL II (Karakteristik Kualitas Informasi dan Unsur-unsur Laporan Keuangan) Bridge between levels I and III Agar info dalam laporan keuangan dapat digunakan, maka laporan keuangan tersebut harus memenuhi karakteristik kualitas informasi tertentu. Karakteristik tersebut harus tercermin dalam unsur-unsur laporan keuangan. LEVEL III (Landasan Operasional)
Page 3

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


The how Implementation Agar unsur-unsur laporan keuangan memenuhi karakteristik tersebut, maka dalam penyusunannya harus didasari/dilandaskan pada landasan operasional (Prinsip, Asumsi, Kendala). TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 1 dan 2) 1 Menyediakan informasi keuangan bagi investor dan kreditur, serta calon investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan ekonomisnya. ; Alasan fokus pada investor dan kreditur laporan keuangan merupakan media pertanggung jawaban manajemen (agent) kepada pemilik modal (principal) stockholder dan debtholder ; Keputusan ekonomis a Investor buy, sell, or hold ?? Profitabilitas (ROA & ROE) dan Arus Kas (terutama dari aktivitas operasional) b Kreditur layak atau tidak layak diberi kredit ? Kemampuan mengembalikan pinjaman (likuiditas & solvabilitas) dan Arus Kas (terutama aktivitas pendanaan) Pilih Liquid & Insolvable atau Illiquid & Solvable ? Jawab : Lebih baik Liquid & Insolvable. Perusahaan yang likuid berarti masih mampu menjalankan operasionalnya. Modal kerjanya (aktiva lancar utang lancar) positif, sehingga lama kelamaan akan menambah/memperbaiki solvabilitas perusahaan. 2 Menyediakan informasi arus kas saat ini dan arus kas masa depan suatu entitas. Arus kas masa depan mengurangi risiko ketidakpastian (kerugian) dalam pengambilan keputusan. 3 Menyediakan informasi terkait sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya, dan perubahan diantara keduanya. Sumber daya ekonomi aktiva Klaim terhadap sumber daya kewajiban dan ekuitas pemilik
Page 4

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Perubahan diantara keduanya laporan keuangan komparatif minimal 2 periode berturut-turut. Pengertian Akuntansi (Acc Principle Kieso 6th, Ch 1) Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para user yang berkepentingan. ; ; ; User Identifikasi memilih peristiwa ekonomis (transaksi) Pencatatan penjurnalan (record), pengklasifikasian (classify), dan peringkasan (summarize) Komunikasi menyiapkan laporan akuntansi; menganalisis dan menginterpretasikan untuk user Internal Eksternal manajer pemasaran, pengawas produksi, direktur keuangan investor, kreditur, otoritas pajak, pemerintah, pelanggan, serikat kerja Owners Equity

Liabilities

Assets

Persamaan Dasar Akuntansi = +

KARAKTERISTIK KUALITAS INFORMASI (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 2) A Karakteristik Primer Karakteristik yang harus ada dan terpenuhi dari sebuah laporan keuangan. 1 Relevant informasi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomis user
Page 5

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; ; Timeliness tepat waktu Predictable value punya nilai/daya prediksi atas peristiwa masa depan untuk

mengurangi ketidakpastian ; Feedback/Added value (umpan balik/nilai tambah) informasi harus berbeda atau

memiliki nilai tambah dibandingkan dengan informasi yang lain 2 ; ; Reliable (andal) informasi layak untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan Faithfulness (jujur) informasi menggambarkan kondisi yang sebenarnya (sesuai fakta) Verificable/reviewable informasi menyediakan kesempatan untuk diuji ulang dengan hasil yang sama ; B Neutrality informasi tidak memihak/menguntungkan salah satu user

Karakteristik Sekunder Karakteristik pelengkap keberadaannya akan memperbaiki informasi. Jika tidak ada maka tidak akan menjadi masalah atau tidak akan menggugurkan manfaat informasi. 1 Comparability (daya banding) informasi dapat diperbandingkan dengan informasi lain, baik secara vertikal maupun horisontal ; ; Vertikal bandingkan antarpos dalam satu tahun atau satu entitas yang sama Horisontal bandingkan satu pos dalam tahun atau entitas yang berbeda

Syarat comparability yaitu menggunakan satu standar yang sama. Di Indonesia, standar yang digunakan adalah PSAK. Tujuan PSAK No.1 terkait penyajian laporan keuangan adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) agar dapat diperbandingkan, baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain. Pengakuan, pengukuran, serta pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam PSAK terkait. 2 Consistency informasi harus dihasilkan dari penerapan prinsip/metode akuntansi yang tidak berubah-ubah. Boleh berubah asal alasan dan pengaruh perubahannya diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).
Page 6

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Mengapa karakteristik informasi hanya ditekankan pada kualitas bukan kuantitas ? Jawab : kuantitas tidak bisa dibuat karakteristik karena tidak jelas standarnya (misal, perusahaan memiliki aktiva sebesar Rp 10 juta). Sedangkan kualitas lebih merujuk pada sifatnya (misal, baik, buruk, dll). UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 2)
1) Aset 2) Kewajiban 3) Ekuitas

Neraca

10) Laba Komprehensif 4) Investasi dari Pemilik 5) Distribusi ke Pemilik

Laporan Perubahan Ekuitas


6) Pendapatan 7) Beban 8) Keuntungan 9) Kerugian

Laporan R/L

Page 7

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


A Harta (Assets) Manfaat ekonomis/sumber ekonomis yang potensial dikuasai dan dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari seluruh transaksi yang terjadi di masa lampau. ; ; Dikuasai dan dikendalikan dimiliki Substantive over form (substansi mengungguli bentuk hukum) akuntansi melihat aktiva dari sisi ekonomisnya, bukan pada bentuk hukum formalnya, sehingga walaupun secara hukum aktiva tidak menjadi milik perusahaan, asalkan perusahaan menerima manfaat ekonomisnya untuk masa depan, maka aktiva tersebut harus diakui dan diusahakan dalam neraca tersebut. Ex : aktiva leasing Syarat Aset a b c Memiliki manfaat ekonomis masa depan Dikuasai dan dikendalikan oleh perusahaan Dapat diukur dan dinilai

Ex : SDM memenuhi syarat (a) dan (b), tetapi tidak memenuhi syarat (c), sehingga SDM bukan aset, melainkan dilaporkan dalam CALK sebagai intellectual capital. Jenis Aset a Aktiva lancar ; ; ; ; ; ; b c Kas dan setara kas Investasi sementara (jangka pendek) Piutang Persediaan Perlengkapan Biaya dibayar dimuka (prepaid expense) Investasi jangka panjang investasi dalam saham; investasi dalam obligasi Aktiva tetap tanah; bangunan; peralatan Plant, property, equipment
Page 8

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


d e Aktiva tak berwujud goodwill; patent; copyright; trademark; franchise; leasehold Aktiva lain-lain aktiva yang sudah habis umur ekonomisnya, tetapi masih dimiliki dan

digunakan oleh perusahaan. Treatment aktiva tersebut dinilai Rp 1 (bernilai tapi tidak material)

Kewajiban (Liabillities) Pengorbanan ekonomis yang potensial terjadi pada waktu yang akan datang sebagai akibat dari seluruh transaksi yang terjadi di masa lampau dalam suatu entitas. Jenis Kewajiban 1 Kewajiban lancar Intermediate Acc Kieso 11st Ch 13

; ; ;

Utang usaha (account payable) Utang wesel (notes payable) Utang jangka panjang jatuh tempo (current maturities of long term debt)

; ; ; ; ; ; ; ; ; ;

Utang usaha Utang wesel lancar Pendapatan diterima dimuka Utang biaya Utang jangka panjang jatuh tempo Utang kontinjensi Returnable deposit Pembelian yang didanai kembali Utang pajak penjualan Utang pajak property

; ; ; ; ; ; ;

Obligasi jangka pendek yang didanai kembali Utang dividen (dividend payable) Setoran yang dapat diminta kembali (returnable deposit) Pendapatan diterima dimuka (unearned revenue) Utang pajak penjualan (sales taxes payable) Utang PPh (income taxes payable) Kewajiban terkait karyawan (employee related liability)

Kewajiban jangka panjang ; ; Utang obligasi (bond payable) Utang wesel jangka panjang (long term notes payable)
Page 9

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Utang hipotik (mortgage payable)

Ekuitas (Equity) Selisih bersih harta setelah dikurangi dengan kewajiban, yang menggambarkan jumlah kepentingan kepemilikan pemilik atas entitasnya (hak residual). 1 Perusahaan perseorangan Modal awal Investasi tambahan (+) Prive R/L operasional 2 3 (-) (+) / (-)

Perusahaan persekutuan idem perusahaan perseorangan Perusahaan perseroan Modal saham Laba ditahan Treasury stock : contribution capital (berasal dari kontribusi pemilik) : earned capital (berasal dari penghasilan entitas) : contribution capital
Usaha Hanny Hanny

Tambahan modal disetor : contribution capital

Investasi oleh Pemilik (Investment by Owner)

Tambahan harta bersih (ekuitas) dari transaksi transfer harta, kewajiban, maupun jasa dari pemilik kepada entitasnya. 1 Transfer harta Kas (Harta) Modal
Page 10

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


2 Transfer kewajiban (pengakuan dan pembayaran) pemilik Pembelian Utang usaha Utang usaha Modal Kas Modal Utang Kas 3 Transfer jasa pemilik memberikan jasa konsultasi kepada perusahaan Beban konsultasi Modal E Distribusi kepada Pemilik (Distribution to Owner)
Usaha Hanny Hanny

utang perusahaan diambil alih oleh

Pengurangan harta bersih (ekuitas) dari transaksi transfer harta, kewajiban, maupun jasa dari entitas kepada pemiliknya. 1 Transfer harta (ex : prive) Modal Kas 2 Transfer kewajiban pembayaran utang pemilik oleh entitas Modal Kas Modal Utang Utang Kas 3 F Transfer jasa idem transfer kewajiban Pendapatan (Revenue) Arus masuk yang menambah harta bersih (ekuitas) dari seluruh transaksi yang bersifat peripheral (terus-menerus) atas kegiatan operasional pokok entitas dalam satu periode tertentu. Laporan Rugi Laba
Page 11

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Penjualan HPP Laba Kotor Beban Operasional Laba Usaha xxx (xx) xxx (xx) xxx

Sumber-sumber Pendapatan 1 Pendapatan dari penjulan produk a b c d 2 3 4 Point of sale (ex : penjualan kredit) Sebelum barang diserahkan (ex : barang konstruksi jangka panjang) Setelah barang diserahkan (ex : penjualan angsuran) Secara khusus (ex : konsinyasi; franchise)

Pendapatan dari penyerahan jasa Pendapatan dari mengizinkan pihak lain menggunakan aktiva Pendapatan dari penjualan aktiva tetap

Beban (Expense) Arus keluar yang mengurangi harta bersih (ekuitas) dari seluruh transaksi yang bersifat peripheral atas kegiatan operasional pokok entitas dalam satu periode tertentu. Jenis Beban 1 Cost of Goods Sold atau HPP (Harga Pokok Barang yang Terjual) CGS menjadi expense setelah melalui tahapan proses inventoriable cost Persd B. Bahan Baku Persd B. Tenaga Kerja Persd BDP Persd Barang Jadi
Page 12

CGS

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Persd B. Overhead Pabrik Persediaan Bahan Baku Biaya Bahan Baku Persediaan Barang Jadi Cost of Goods Sold 2 Biaya operasional Biaya operasional tidak melalui proses inventoriable cost sehingga namanya langsung sesuai biaya yang diakui. Biaya operasional biaya penjualan biaya iklan, biaya angkut penjualan biaya administrasi dan umum biaya gaji, biaya listrik, air, telepon H Keuntungan (Gain) Tambahan harta bersih (ekuitas) dari transaksi yang bersifat peripheral maupun insidental atas seluruh kegiatan di luar operasional pokok entitas. Contoh : ; Peripheral : interest revenue karena sifatnya rutin (terus menerus), maka dapat dikatakan revenue, walaupun non-operasional. ; Insidental : keuntungan penjualan investasi, keuntungan penjualan aktiva tetap, keuntungan selisih kurs, keuntungan pertukaran aktiva I Kerugian (Loss) Pengurangan harta bersih (ekuitas) dari transaksi yang bersifat peripheral maupun insidental atas seluruh kegiatan di luar operasional pokok entitas. Contoh : ; ; Peripheral : interest expense Insidental : kerugian penjualan investasi terjual

Laba Komprehensif (Comprehensive Income)

Page 13

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Tambahan harta bersih (ekuitas) atas seluruh transaksi selain investasi dan distribusi pemilik. Laba komprehensif tidak tercantum secara eksplisit di laporan keuangan. Untuk mengetahuinya, harus dilakukan analisis tersendiri atas Neraca dan Laporan R/L. Penentuan Laba Komprehensif Laba bersih dalam Laporan R/L ditambah dengan kenaikan harta yang sekaligus menambah modal di Neraca, tetapi belum direalisasi (unrealized) sehingga belum tersaji dalam Laporan R/L. Contoh : ; Unrealized Gain temporary investment trading securities & available for sale securities (at fair value) ; Deferred Gross Profit installment sales (laba kotor ditangguhkan dari penjualan angsuran) Treatment diletakkan di sisi setelah Utang, sebelum Modal H = U + M + (P B)

Deferred Gross Profit (Advanced Acc Drebin Ch 5) Contoh : Penjualan angsuran 10.000, HPP 8.000 +10 H = U + M + (P 8) -8 LANDASAN OPERASIONAL A PRINSIP 1 Historical Cost 2 Matching Principle B 4 3 Revenue Recognition Full Disclosure ASUMSI
Page 14

10 8 = 2 Laba ditangguhkan

Business Entity

Going Concern

Time Period (Periodicity)

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


4 Unit C KENDALA 2 Monetary 1 Cost Benefit Relationship Conservatism 3 4 Materialism Industry Practice

Historical Cost Principle Prinsip akuntansi yang mencatat harta dan kewajiban sebesar biaya historisnya atau harga perolehannya (Cost). Cost adalah seluruh pengorbanan untuk memperoleh harta dan kewajiban sampai siap digunakan. Pada saat perolehan awal, historical cost dan fair value adalah sama. Namun, dalam periode selanjutnya, seiring perubahan kondisi pasar dan ekonomi, historical cost dan fair value sering berbeda. Kriteria Kapitalisasi Cost 1 2 Implementasi Aktiva tetap dan utang harus dicatat dan disajikan di neraca sebesar harga perolehannya (cost) selama tidak terjadi disposal (penghilangan catatan dalam neraca). Misalnya : tanah diperoleh pada cost 10 juta pada tahun 2007. Dengan asumsi tidak terjadi disposal atas tanaha, maka di dalam neraca tahun 2007 dan neraca tahun-tahun selanjutnya, tanah harus selalu dicatat pada jumlah 10 juta dan tidak mempertimbangkan adanya perubahan harga pasar tanah yang bersangkutan. Ilustrasi 1 Cost untuk aktiva yang dibeli Contoh A Perusahaan membeli mesin dengan harga 100 juta. PPN 10% exclude. Selain itu, terjadi pengeluaran terkait yaitu : biaya pengiriman 1 juta, asuransi selama pengiriman 500 ribu, uji coba & pemasangan 3 juta, BBM & pelumas 1 periode 3 juta, perbaikan akibat kerusakan saat uji coba 750ribu, asuransi mesin untuk 5 tahun 10 juta. Tentukan cost dan jurnal perolehan mesin! Jawab :
Page 15

Terjadi sekali selama masa manfaat atau umur ekonomis aktiva/kewajiban Terjadi bukan karena human error

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Komponen cost mesin Harga beli 100 juta PPN 10 juta Pengiriman 1 juta Uji coba & pemasangan 3 juta Asuransi selama pengiriman 500 ribu Total cost 114.500.000,Jurnal Mesin BBM & Pelumas Biaya reparasi Asuransi ddm Kas 128.250.000 114.500.000 3.000.000 750.000 10.000.000

Contoh B Perusahaan memperoleh tanah yang diatasnya terdapat bangunan pada harga 100 juta. Selain itu melakukan pengeluaran terkait seperti berikut : Komisi makelar 2%, Sertifikasi 5 juta, perataan tanah 2 juta, perobohan bangunan 1 juta, hasil penjualan sisa bangunan 400 ribu, PBB 2,5 juta. Tentukan cost dan jurnal perolehannya! Jawab : Komponen cost tanah (asumsi : bangunan dirobohkan) Harga beli Sertifikasi Perataan tanah Makelar 100 juta 5 juta 2 juta 2 juta Komponen cost tanah dan bangunan (asumsi : bangunan tidak dirobohkan) Lump-sum alokasi dengan nilai pasar relatif Asumsi : nilai pasar tanah 80 juta dnan nilai pasar bangunan 40 juta Cost Lump-sum Harga beli Makelar Sertifikasi 100 juta 2 juta 5 juta
Page 16

109,6 juta

Perobohan bangunan 600 ribu

Alokasi ; Tanah = 80/120 x 107 juta = 71,33 juta Bangunan = 40/120 x 107 juta = 35,67 juta

107 juta

Jurnal

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Tanah 73,33 juta (71,33 + 2) PBB 2,5 juta Bangunan 36,27 juta (35,67 + 0,6) Kas 112,1jut aCost untuk aktiva yang diproduksi sendiri Seluruh biaya produksi baik bahan baku, tenaga kerja, maupun overhead pabrik yang dikeluarkan sampai barang siap digunakan/dijual. 2 Cost untuk aktiva yang diperoleh dari pertukaran Cost atas aktiva pertukaran tergantung pada jenis pertukarannya (Intermediate Acc Kieso 11st). ; Pertukaran sejenis cost ditentukan berdasarkan harga pasar aktiva baru yang diterima dikurangi dengan laba pertukaran Harga aktiva baru = harga pasar aktiva lama (+) kas dibayarkan, atau (-) kas diterima ; 3 Pertukaran tidak sejenis harga pasar aktiva lama (laba pertukaran diakui) Cost untuk aktiva dari konversi surat berharga Jika aktiva diperoleh dari konversi surat berharga, ada beberapa urutan penentuan cost : a b c d e Harga pasar aktiva Nilai buku aktiva Harga pasar surat berharga Nilai nominal surat berharga Harga arbitrase (kesepakatan antara 2 pihak yang saling bertukar dan 1 pihak independen) 4 Cost untuk aktiva yang diperoleh dari sumbangan, hibah, atau bantuan Apabila aktiva diperoleh perusahaan tanpa mengeluarkan harta apapun, misalnya karena hadiah, donasi, atau dengan cara yang lain, maka aktiva tersebut harus dicatat sebebsar harga pasar aktiva yang diperoleh (dari sumbangan, hadiah, dll). Apabila harga pasar tidak dapat ditentukan, maka harus harus digunakan nilai buku (cost) aktiva sumbangan/hadiah tersebut.

Matching Principle (Expense Recognition)


Page 17

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Prinsip akuntansi yang menandingkan beban dengan pendapatan dalam rangka penilaian kinerja entitas. Prinsip ini mengharuskan dipertemukannya beban yang dikeluarkan/diakui dengan pendapatan yang diterima/diakui akibat adanya pengeluaran atau pengakuan beban yang bersangkutan. Konsekuensi dari matching principle ; Adanya penyusunan Laporan R/L, terutama pos-pos operasional, dimana beban ditandingkan dengan pendapatan dalam satu periode tertentu untuk menilai kinerja (Laba Usaha). ; Adanya jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian merupakan prosedur formal (harus dilakukan) dalam akuntansi untuk mengakui pendapatan, beban, dan kewajiban yang semestinya sudah diakui tetapi belum diakui oleh perusahaan. Cara Penandingan Beban >< Pendapatan 1 Direct Matching (Penandingan Langsung) Penandingan beban >< pendapatan yang mana hubungan diantara keduanya adalah variabel (perubahan beban diikuti oleh perubahan pendapatan dalam proporsi yang sama). Contoh : HPP; komisi bagian penjualan; depresiasi metode satuan aktivitas/unit (dengan syarat produk yang dihasilkan dalam satu periode, seluruhnya terjual pada periode yang sama); bebanbeban lain yang dihitung berdasarkan unit produk yang terjual. 2 Indirect Matching (Penandingan Tidak Langsung) Penandingan beban >< pendapatan yang mana hubungan diantara keduanya adalah tidak langsung (semivariabel). Perubahan beban diikuti oleh perubahan pendapatan dalam proporsi yang berbeda. Contoh : beban listrik, air, telepon; beban iklan 3 Matching karena berlalunya waktu atau manfaat ekonomis Penandingan beban >< pendapatan yang mana beban tidak berhubungan sama sekali dengan pendapatan. Hanya karena alasan pengurangan manfaat ekonomis atau karena berlalunya waktu, beban diakui dan ditandingkan dengan pendapatan dalam Laporan R/L. Contoh : depresiasi garis lurus, prepaid expense (sewa ddm, asuransi ddm, dll)
Page 18

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Revenue Recognition Principle Prinsip akuntansi yang mengakui pendapatan pada saat tanggal terjadinya transaksi dan/atau pada saat realisasi. Pendapatan diakui ketika realized atau realizable dan earned. Pendapatan realized ketika barang atau jasa telah dibayar dengan kas atau dalam bentuk klaim terhadap kas (piutang). Pendapatan realizable ketika aktiva yang diterima dari pertukaran/transfer tersebut siap untuk dikonversi menjadi sejumlah kas atau klaim terhadap kas. Pendapatan earned ketika entitas telah menyelesaikan kewajibannya (mentransfer barang/jasa) dalam rangka memperoleh pendapatan terkait, yaitu ketika proses earning telah lengkap/selesai. (Intermediate Acc Kieso 11st,ch 2). Revenue Recognition Classified by Nature of Transaction ((Intermediate Acc 11st, ch 18)

Dasar Pencatatan ; Cash Basis Pencatatan akun yang menggunakan aliran kas (penerimaan maupun pengeluaran) sebagai dasar pencatatan transaksi. Selama tidak terjadi aliran kas, maka pencatatan tidak dilakukan. Transaksi diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran kas. Implikasi tidak akan muncul utang-piutang. ; Accrual Basis Transaksi dicatat/diakui pada saat terjadi transaksi, ketika hak/kewajibannya sudah dapat ditentukan, tanpa mempedulikan penerimaan/pengeluaran kas.
Page 19

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Sumber pendapatan (Intermediate Acc 11st, ch 18) : ; ; ; ; Pendapatan atas penjualan produk accrual basis, diakui pada tanggal terjadi transaksi (contoh : perusahaan dagang dan manufaktur) Pendapatan atas penyerahan jasa pada saat penyelesaian dan penyerahan jasa Pendapatan dari mengizinkan pihak lain menggunakan aktiva berlalunya waktu pemakaian Penjualan aktiva tetap (aset selain persediaan) saat terjadi penjualan (insidental)

Pendapatan atas penjualan produk dan pendapatan atas penyerahan jasa sales transactions Pengakuan Pendapatan atas Penjualan Produk 1 2 Point of Sale (delivery) general rule realized or realizable and earned Sebelum Barang Diserahkan (before delivery) Pengakuan pendapatan atas kontrak penjualan jangka panjang (ex: pembuatan jembatan, jalan tol) Metode pengakuan pendapatan ini sebagai berikut : ; Kontrak selesai seluruh pendapatan dan laba kotor diakui pada akhir periode

penyelesaian masa kontrak ; Persentase tingkat penyelesaian pendapatan dan laba kotor diakui dalam tiap-tiap

periode pembangunan selama masa kontrak berdasarkan tingkat penyelesaian pembangunan/produksi yang ditentukan berdasarkan jumlah biaya yang sudah dikeluarkan atas seluruh total biaya yang dibutuhkan. Persentase tingkat penyelesaian = Biaya s/d tanggal tertentu x 100% Estimasi total biaya Contoh : Harga kontrak 5 M; Estimasi cost 4 M; Jangka waktu kontrak 3 th Rincian biaya I = 1 M; I = 2 M; III = 3 M Persentase penyelesaian I II : x 100% = 25% : x 100% = 75%
Page 20

III

: 1 x 100% = 100%

Pengakuan pendapatan I : 25% x 5 M = 1,25 M

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


II 3 : 75% x 5 M = 3,75 M 1,25 M = 2,5 M III : 100% x 5 M = 5 M 3,75 M = 1,25 M Setelah Barang Diserahkan (after delivery) Contoh : Installment sales (penjualan angsuran) Penjualan Kredit Penjualan Angsuran Pelunasannya dibayar dalam satu periode akuntansi Pelunasannya dibayar lebih dari satu periode (jangka waktu 1 tahun) 1 Jan 08 Piutang Penjualan HPP Persediaan 1 Juni 08 Kas Piutang akuntansi (jangka waktu > 1 tahun) Saat Transaksi 1 Jan 08 Piutang Penjualan Angsuran HPP Angsuran Persediaan Closing Entries 31 Des 08 Penjualan Angsuran Laba Kotor Ditangguhkan HPP Angsuran Karakteristik penjualan angsuran ; ; ; ; Biasanya menggunakan DP Jangka waktu penyelesaian lebih dari satu periode akuntansi Pendapatan dan biaya atas penjualan angsuran diakui pada periode terjadinya Laba kotor atas penjualan angsuran harus ditangguhkan dan kemudian direalisasi berdasarkan jumlah pelunasan piutang penjualan angsuran Jumlah LK yang direalisasi dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : Laba kotor Penjualan Angsuran Contoh : 1 Jan Menjual barang secara angsuran senilai 100 juta, cost 60%, DP 40%, sisanya dibayar 3x tiap tahun. Biaya penjualan angsuran 5 juta. Perusahaan menggunakan metode perpetual. 1 Jan Diterima angsuran pertama
Page 21

x Pelunasan piutang angsuran

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


31 Des Dilakukan penutupan terkait transaksi penjualan angsuran Jurnal Transaksi 1 Jan Kas Piutang Angsuran HPP Persediaan 1 Jan Biaya angkut 5 juta Kas 1 Jan Kas 31 Des Tahun I Mengakui LK ditangguhkan Penjualan angsuran HPP Angsuran LK Ditangguhkan Mengakui LK direalisasi LK ditangguhkan LK direalisasi Menutup rekening lain LK direalisasi Biaya angkut Ikhtisar R/L 31 Des Tahun II LK ditangguhkan LK realisasi 8 juta {(40jt/100jt) x 20 jt} 8 juta 24 juta 5 juta 19 juta 24 juta {(40 jt/100jt) x (40jt + 20jt)} 24 juta 100 juta 60 juta 40 juta 20 juta 5 juta 60 juta 60 juta 40 juta 60 juta 100 juta

Penjualan Angsuran

Piutang Angsuran 20 juta

31 Des Tahun III idem Tahun II 4 Secara Khusus (ex : Konsinyasi dan Franchise)
Page 22

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Aspek Konsinyasi (Advanced Acc Drebin Ch 6) ; Pengakuan pendapatan pendapatan diakui bukan pada saat barang diserahkan pada consignee, melainkan pada saat consignor menerima laporan hasil penjualan konsinyasi (akhir periode) ; Biaya dan risiko seluruh biaya dan risiko terkait barang konsinyasi menjadi tanggung jawab consignor ; Kepemilikan kepemilikan di tangan consignor, walaupun secara fisik barang berada di tangan consignee, sehingga pihak yang berhak mengakui dan menyajikan persediaan barang konsinyasi dalam neraca adalah consignornya. ; Metode pencatatan a Metode pencatatan laba terpisah Metode ini mengasumsikan transaksi terkait barang konsinyasi dipisahkan dengan transaksi cara penjualan lain. Oleh karenanya, harus dibentuk rekening khusus. Buku Consignor Consignment-Out (Dr) HPP dan biaya Consignment-Out (Cr) Pendapatan/Penjualan Buku Consignee Consignment-in (Dr) HPP dan biaya Consignment-in (Cr) Pendapatan/Penjualan b Metode pencatatan laba tidak terpisah Metode yang mencatat dan mengakui laba konsinyasi secara bersama-sama dengan laba atas cara-cara penjualan lain, sehingga tidak dibutuhkan rekening khusus untuk mencatat transaksi terkait konsinyasi. Pencatatan Metode Laba Terpisah Transaksi Pengiriman barang komsinyasi Dikirim 100 unit, cost 6.000 Consignee No entry, just memo Consignor Consignment Out 100.000 Pengiriman barang 100.000

1000/unit, dijual 1500/unit Pembayaran biaya angkut Consignment In

Consignment Out 4.000

Page 23

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


10.000, 60% consignee, 40% Kas 6.000 150.000 Kas No entry No entry Kas 129.000 4.000 consignor Saat penjualan (seluruh barang Kas terjual) Pengakuan komisi 10%

Consignment In 150.000 Consignment In 15.000

Pendapatan komisi 15.000 Pengiriman laporan dan hasil Consignment In 129.000 penjualan Pengakuan laba konsinyasi Kas No entry 129.000

Consignment Out 21.000 Consignment Out 150.000 Consignment Out 25.000 25.000

Laba konsinyasi Pencatatan Metode Laba Tidak Terpisah Transaksi Saat pengiriman (tidak ada jurnal, karena bukan penjualan) Pembayaran biaya angkut Penjualan Consignee No entry, just memo PT A 6.000 Kas Kas Pembelian Pengiriman laporan dan hasil penjualan PT A PT A Kas 6.000 150.000 150.000 135.000 135.000 129.000 129.000 Kas Biaya angkut Biaya komisi Pengakuan laba (tidak perlu dijurnal, karena laba konsinyasi dilaporkan bersamaan dengan laporan R/L dari hasil penjualan cara lain tidak terpisah) Full Disclosure Principle No entry

Consignor No entry, just memo Biaya angkut Kas No entry 4.000 4.000

Penjualan

129.000 6.000 15.000

Penjualan 150.000 No entry

Page 24

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Prinsip akuntansi yang mengungkapkan seluruh informasi baik keuangan maupun nonkeuangan dalam laporan keuangan guna penyediaan informasi bagi pemakai terkait pengambilan keputusan ekonomisnya. ; Info keuangan disajikan dalam laporan keuangan pokok (R/L, perubahan modal, neraca, arus kas) ; Info nonkeuangan disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Jenis Pengungkapan a Mandatory Disclosure pengungkapan informasi yang harus tersaji dalam laporan keuangan, yang apabila tidak dilakukan oleh entitas, dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan atas PABU. Item-item yang harus diungkapkan telah diatur dalam standar akuntansi yang berlaku. Contoh : pengungkapan nilai pos-pos dalam unsur-unsur laporan keuangan. b Voluntary Disclosure ekonomisnya. Contoh : pengungkapan tentang Good Corporate Governance (GCG); free cash flow; CSR Business Entity Assumption Asumsi akuntansi yang memisahkan pemilik dari entitasnya sehingga setiap terjadi transaksi pemilik dengan entitasnya atau sebaliknya harus tercatat sebagaimana transaksi tersebut terjadi pada pihak lain. Konsekuensi adanya neraca (memisahkan aset, kewajiban, ekuitas entitas); laporan keu konsolidasian Going Concern Assumption Asumsi akuntansi bahwa operasional perusahaan akan berjalan secara terus-menerus untuk waktu yang tidak terbatas sehingga setiap saldo atas rekening (riil/tetap) pada tanggal tertentu akan dibawa menjadi saldo awal pada tanggal berikutnya. Konsekuensi adanya neraca dengan rekening riil yang berlanjut; memungkinkan entitas untuk pengungkapan item-item tertentu yang belum diatur dalam

standar, tetapi dapat menambah informasi bagi user dalam pengambilan keputusan

menyusun laporan keuangan (neraca) sewaktu-waktu Time Period Assumption


Page 25

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Asumsi akuntansi yang memisahkan waktu berdasarkan periode-periode tertentu dalam rangka pengukuran kinerja entitas. Konsekuensi adanya penyusunan laporan R/L; adanya jurnal penutup; adanya jurnal penyesuaian Unit Monetary Assumption Laporan R/L time period assumption per periode Neraca going concern assumption per tanggal Asumsi akuntansi bahwa pencatatan, penilaian, dan penyajian tiap-tiap pos atau unsur laporan keuangan menggunakan satuan mata uang sebagai ukuran untuk seluruh unit pos yang bersangkutan.

KENDALA (CONSTRAINT) Konsep yang dapat menghambat/membatasi akuntansi dalam mencapai tujuan terkait penyediaan informasi kepada para pemakai laporan keuangan. Cost Benefit Relationship Konsep yang selalu menghubungkan cost yang harus dikeluarkan dengan manfaat yang akan diterima dalam pengambilan keputusan terkait akuntansi, yang dapat mengurangi informasi yang tersaji dalam laporan keuangan. Cost berbeda dengan Expense Cost masih ada manfaat ekonomisnya (aset), sedangkan expense

merupakan expired cost (sudah habis masa manfaatnya). Contoh : voluntary disclosure jika dilakukan dapat menambah nilai informasi dalam laporan keuangan. Tetapi dalam penyediaan informasinya membutuhkan cost, seperti dokumentasi, pencatatan, sampai dengan penyajian. Jika tambahan nilai informasi lebih besar daripada cost-nya, maka pengungkapan sukarela layak untuk dilakukan, dan sebaliknya. Indikator pengukuran manfaat nilai pasar saham, likuiditas volume perdagangan saham

Page 26

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Cara Mengatasi Kendala menjadikan pengungkapan yang awalnya masih bersifat voluntary (sukarela) menjadi mandatory (wajib). Materialism Segala sesuatu yang apabila dihilangkan dari laporan keuangan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh user. Materialitas dapat diidentifikasi dengan 3 hal : 1 Ex : Nilai nominal analisis common-size (membandingkan pos dengan total pos) Kas 10 Peralatan 100 Persediaan 1.000 Total aktiva 100.000 Dengan demikian, persediaan lebih material dibandingkan dengan pos-pos lain (1.000 : 100.000). 2 Pengaruh material Ex : Kas 10 Persediaan 100 Tanah 1.000 Bangunan 10.000 Neraca HPP; R/L; Neraca Neraca R/L (depresiasi); Neraca semakin berpengaruh terhadap laporan keuangan, item tersebut semakin

Dengan demikian, persediaan lebih material dibandingkan pos-pos lain karena aspek pengaruhnya paling besar (HPP, R/L, dan Neraca). 3 Kompleksitas semakin rumit/sering terjadi mutasi sehingga menyebabkan semakin

tinggi risiko terjadi kesalahan, maka semakin material. Ex : Kas paling material karena paling banyak terjadi mutasi. Sedangkan tanah paling tidak material karena jarang terjadi mutasi.
Page 27

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Batasan Karena alasan sesuatu tidak material, suatu pos/rekening adakalanya tidak disajikan dalam laporan keuangan, sehingga informasi yang tersaji di neraca tidak/kurang lengkap bagi user. Cara Mengatasi Kendala dengan menurunkan tingkat materialitas serendah mungkin Conservatism ; Konsep yang mengakui secara langsung kemungkinan terjadinya kerugian dan melakukan penundaan terhadap kemungkinan terjadinya keuntungan sampai dengan benar-benar dapat terealisasi. Contoh : 1 Pengakuan kerugian penurunan nilai persediaan 2 Penundaan keuntungan/laba adanya rekening laba kotor ditangguhkan (deferred gross profit) atas penjualan angsuran; adanya laba yang belum direalisasi atas investasi sementara dalam penyesuaian terhadap nilai pasarnya (unrealized holding gain); tidak diakuinya apresiasi atas aktiva tetap. ; ; ; Apresiasi pertumbuhan nilai pasar tanpa diikuti pertumbuhan fisik alamiah Akresi pertumbuhan nilai pasar diikuti pertumbuhan fisik yang bersifat alamiah pembentukan CKP; estimasi kewajiban garansi; cadangan

Konsep yang mengakui pendapatan/harta pada nilai yang terkecil dan mengakui beban/kewajiban pada nilai tertinggi. Contoh : penilaian persediaan metode LOCOM (mana yang lebih rendah, Cost atau Market? )

Batasan

Dengan konservatisme, informasi dalam laporan keuangan tidak menggambarkan

kemungkinan keuntungan yang sebenarnya menjadi tambahan potensial harta bagi perusahaan. Cara Mengatasi Mengungkapkan/menyajikan kemungkinan tersebut dalam CALK. Industry Practices Industri merupakan sekumpulan entitas sejenis yang berada dalam satu distrik wilayah tertentu. Masing-masing industri mempunyai karakteristik yang berbeda, baik operasional maupun rekeningnya, yang menyebabkan standar akuntansi tidak dapat diterapkan untuk seluruh industri yang berbeda-beda tersebut.
Page 28

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Cara Mengatasi dengan menyusun standar akuntansi khusus bagi masing-masing industri, seperti PSAK untuk koperasi, perbankan syariah, organisasi nirlaba, perusahaan leasing, perusahaan pertambangan, dll.

JENIS DAN BENTUK LAPORAN KEUANGAN Jenis Laporan Keuangan 1 2 3 4 5 Laporan Rugi Laba (Income Statement) Laporan Perubahan Modal/Ekuitas Neraca (Balance Sheet) Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement)

Penyusunan Laporan R/L dan Neraca, Lebih Dahulu Mana ?? 1 Aspek Teknis Penyusunan Pertama harus menyusun Laporan R/L Hasilnya Laba atau Rugi Laporan Perubahan Modal Neraca.

Aspek Teoritis Pertama harus menyusun Neraca, karena yang pertama kali muncul adalah Neraca Awal.
Page 29

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny

Perubahan harta persediaan dijual menghasilkan (Dr) Kas/Piutang, (Cr) Penjualan Perubahan kewajiban utang gaji menghasilkan beban gaji

Artikulasi Laporan Keuangan Artikulasi laporan keuangan adalah hubungan keterkaitan antarkomponen di dalam pos-pos laporan keuangan yang merupakan satu kesatuan informasi. Alasan munculnya artikulasi laporan keuangan yaitu karena pencatatan di Indonesia double entry (jurnal berpasangan debet dan kredit). Contoh : Kas Penjualan neraca R/L HPP R/L Persediaan Neraca

Page 30

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny

Laporan Rugi Laba (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 4) Laporan rugi laba merupakan laporan yang menggambarkan kinerja atau hasil kerja entitas dan diperoleh dari selisih antara pendapatan dan beban dalam suatu periode tertentu. Bentuk Laporan R/L ; Single Step /Skontro/ Langsung Bentuk laporan R/L yang tidak memisahkan laporan dalam klasifikasi operasional dan nonoperasional, tetapi hanya membedakan komponen laporan ke dalam pendapatan dan beban sehingga laba bersih ditentukan secara langsung (satu tahapan) dengan menselisihkan pendapatan dan beban. Format ini simpel, namun kurang informatif karena tidak terinci. Hanny Corporation Laporan Rugi Laba Untuk periode XXX Pendapatan Penjualan bersih Pendapatan bunga Pendapatan lain-lain Keuntungan non-operasional
Page 31

xxx xxx xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Total Pendapatan Beban HPP Beban administrasi Beban penjualan Beban bunga Beban lain-lain Kerugian non-operasional Pajak Total Beban Laba/Rugi Bersih ; Multiple Step/ Staffel Bentuk laporan R/L yang memisahkan komponen laporan ke dalam operasional dan nonoperasional serta melakukan rincian tiap-tiap pos dengan tujuan untuk menghasilkan informasi kinerja yang lebih mudah dipahami dan dianalisis oleh user. Pos-pos di dalam format Multiple Step : 1 Pos Operasional a b c d e 2 Pendapatan HPP Laba kotor Beban operasional Laba usaha Peripheral xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx

Pos Non-Operasional a b Keuntungan dan pendapatan lain Kerugian dan beban lain

3 4

Pajak penghasilan Penghentian operasional divisi perusahaan


Page 32

Insidental

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


5 6 7 Pos luar biasa (extraordinary item) Pos pengaruh kumulatif perubahan prinsip atau metode akuntansi Earnings per share (EPS)

Hanny Corporation Laporan Rugi Laba Untuk periode XXX Pendapatan Penjualan kotor Retur dan potongan penjualan Penjualan bersih HPP Persediaan awal Pembelian Biaya angkut pembelian Retur dan potongan pembelian Pembelian bersih Barang siap dijual Persediaan akhir Total HPP Laba Kotor Beban Operasional Beban administrasi Gaji kantor Perlengkapan kantor, dll Beban penjualan Gaji salesman Komisi penjualan xxx xxx
Page 33

xxx (xx) xxx xxx xxx (xx) xxx xxx (xx) (xx) xxx

xxx xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Biaya angkut penjualan, dll Total beban operasional Laba Usaha Pendapatan dan Keuntungan Lain Pendapatan bunga Keuntungan penjualan investasi/aktiva tetap Beban dan Kerugian Lain Beban bunga Kerugian penjualan investasi/aktiva tetap Laba Sebelum Pajak Pajak (Tarif) Laba Setelah Pajak Keuntungan/Kerugian Penghentian Pos-pos Luar Biasa Pengaruh Kumulatif Perubahan Laba Bersih Laba per Lembar Saham xxx xxx xxx (xx) xxx (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx

Laporan Arus Kas (Acc Principle Kieso 6th Ch 18 and Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 23) Laporan arus kas menggambarkan arus masuk dan keluar kas & setara kas, baik dari aktivitas operasional, aktivitas investasi, maupun aktivitas pendanaan oleh entitas dalam satu periode tertentu. Kegunaan Laporan Arus Kas 1 2 3 operasi 4 Mengetahui transaksi investasi dan pendanaan, baik secara kas maupun nonkas. Untuk memprediksi arus kas masa depan Mengetahui kemampuan entitas untuk membayar dividen dan kewajibannya Mengetahui alasan perbedaan (selisih) laba bersih dengan arus kas bersih dari aktivitas

Unsur Laporan Arus Kas


Page 34

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


1 Aktivitas Operasional menggambarkan arus kas dari aktivitas pokok bisnis perusahaan, yang biasanya diwakili oleh perubahan atas rekening-rekening berikut : ; ; ; ; ; 2 Laba bersih Keuntungan/kerugian non-operasional Depresiasi, amortisasi, deplesi Aktiva lancar nonkas Kewajiban lancar neraca R/L

Aktivitas Investasi menggambarkan arus kas dari kegiatan penyertaan harta perusahaan, baik pada entitas lain maupun entitias sendiri yang berjangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. Rekening-rekening terkait investasi jangka panjang dan aktiva tetap.

Aktivitas Pendanaan menggambarkan arus kas atas kegiatan entitas dalam rangka memperoleh dan menggunakan modal, baik dari pihak internal maupun eksternal, serta seluruh konsekuensi dari kegiatan perolehan dan penggunaan modal tersebut (ex : dividen sebagai konsekuensi dari penerbitan saham). Rekening-rekening terkait utang obligasi, modal saham, dan dividen tunai.

Tata Cara Penyusunan Laporan Arus Kas 1 2 3 4 5 Menyusun neraca komparatif, minimal dua periode berturut-turut Menentukan kenaikan/penurunan tiap-tiap rekening dalam neraca komparatif Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan rekening sesuai dengan aktivitas Menentukan arus kas bersih dari masing-masing aktivitas Menentukan kenaikan/penurunan kas dengan menjumlahkan saldo kas bersih masing-masing aktivitas (harus sama dengan kenaikan/penurunan kas di neraca) 6 Menambahkan saldo kas awal atas jumlah kenaikan/penurunan untuk menentukan saldo kas akhir. Bentuk Laporan Arus Kas ; Direct Method ; Menyesuaikan seluruh pos akrual di dalam laporan R/L
Page 35

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Memisahkan arus kas dalam tiap aktivitas menjadi penerimaan dan pengeluaran, sehingga saldo kas bersih aktivitas ditentukan dengan mengurangkan secara langsung total penerimaan dengan total pengeluaran. Rekonsiliasi Arus Kas Payment Penjualan HPP Accrual Basis (+) xx Piutang usaha (xx Persediaan ) (xx ) Pajak Laba Bersih (xx ) xx Ilustrasi melalui Jurnal Akun Depresiasi Prepaid Expense Accrued Expense Accrual Basis Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi Prepaid expense Cash Biaya Gaji (accrued expense) Utang Gaji AbQori Corporation Laporan Arus Kas Untuk Periode XXX Aktivitas Operasional Pemasukan Kas dari pelanggan Pengeluaran Kas untuk pemasok
Page 36

(-) Piutang usaha Persediaan

Cash Basis xx Kas dari pelanggan (xx Kas untuk pemasok ) (xx Kas untuk operasional

Beban Operasional

Utang dagang Prepaid expense Accrued expense Utang pajak

Utang dagang Prepaid expense Depresiasi Utang pajak

Accrued expense ) (xx ) xx Kas untuk bayar pajak Kas bersih untuk aktivitas operasional Cash Basis No entry Biaya xxx Kas No entry

xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Kas untuk operasional Kas untuk bayar pajak Arus Kas Bersih Aktivitas Operasional Aktivitas Investasi Pemasukan Kas dari penjualan aktiva tetap Kas dari penjualan investasi jangka panjang Pengeluaran Pembelian aktiva tetap Pembelian investasi jangka panjang Arus Kas Bersih Aktivitas Investasi Aktivitas Pendanaan Pemasukan Kas dari penerbitan saham Kas dari penerbitan utang jangka panjang Pengeluaran Kas untuk penarikan saham (treasury stock) Kas untuk pelunasan utang jangka panjang Kas untuk dividen tunai Arus Kas Bersih Aktivitas Pendanaan Kenaikan/Penurunan Kas Kas Awal Periode Kas Akhir Periode ; Indirect Method ; ; Menyesuaikan laba bersih dengan pos akrual guna penentuan kas bersih aktivitas operasional Memisahkan ke dalam klasifikasi kenaikan/penurunan rekening dalam tiap aktivitas AbQori Corporation
Page 37

xxx xxx (xx) xxx

xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx

xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Laporan Arus Kas Untuk Periode XXX Aktivitas Operasional Laba Bersih Penyesuaian Depresiasi Keuntungan penjualan aset/inventaris Pendapatan dividen Kenaikan piutang Kenaikan persediaan Kenaikan perlengkapan Kenaikan biaya ddm Kenaikan utang dagang Kenaikan utang biaya Kenaikan utang lancar lain Total penyesuaian Arus Kas Bersih Aktivitas Operasional Aktivitas Investasi Penurunan aktiva tetap Penurunan investasi jangka panjang Kenaikan aktiva tetap Kenaikan investasi jangka panjang Arus Kas Bersih Aktivitas Investasi Aktivitas Pendanaan Kenaikan utang jangka panjang Kenaikan modal saham Penurunan utang jangka panjang Penurunan modal saham Arus Kas Bersih Aktivitas Pendanaan Kenaikan/Penurunan Kas
Page 38

xxx xxx (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Kas Awal Periode Kas Akhir Periode Keterangan ; Depresiasi merupakan aktivitas nonkas, sehingga tidak tercatat dalam cash basis. Padahal depresiasi telah tercatat mengurangi laba bersih dalam laporan R/L. Akibatnya Laba/Rugi dicatat terlalu rendah/tinggi sehingga perlu ditambah/dikurangi dalam penyesuaian. ; Keuntungan (gain) mengurangi penyesuaian 1 Karena keuntungan penjualan aset merupakan keuntungan di luar operasional. Jadi harus dikeluarkan dari arus kas aktivitas operasional 2 Keuntungan.kerugian hanyalah pengakuan selisih antara cost (nilai buku) dengan harga jual yang sebenarnya tidak terdapat arus kasnya Dividen dari aktivitas operasional sudut pandang perusahaan sebagai investor yang menerima dividen Dividen dari aktivitas pendanaan sudut pandang perusahaan sebagai investee yang membayar dividen kepada investornya ; Pendapatan dividen merupakan pendapatan non-operasional di Laporan R/L. Oleh karena itu, pendapatan dividen harus dikeluarkan dari arus kas aktivitas operasional xxx xxx

Piutang Kenaikan piutang menurut accrual basis sekaligus menaikkan penjualan laba (overstate). Padahal menurut cash basis, tidak ada arus kas. Dengan demikian, dalam laporan arus kas, kenaikan piutang harus dibatalkan (dikurangkan dari laba bersih dalam penyesuaian). Penurunan piutang menurut cash basis berarti ada pelunasan (pembayaran piutang). Sedangkan menurut accrual basis belum diakui. Sehingga laba menurut accrual basis terlalu kecil. Dengan demikian, penurunan piutang menambah laba bersih dalam penyesuaian.

Persediaan
Page 39

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Persediaan HPP (overstate) Laba (understate) maka Laba bersih harus (+) Persediaan HPP (understate) Laba (overstate) maka Laba bersih harus (-)

Laporan Perubahan Modal Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang menggambarkan jumlah modal beserta perubahannya, baik dikarenakan kontribusi oleh pemilik, distribusi ke pemilik, maupun hasil dari kegiatan bisnis perusahaan dalam suatu periode tertentu. Bentuk laporan perubahan modal bergantung pada bentuk kepemilikan perusahaan yang terbagi menjadi : 1 2 3 Perseorangan Persekutuan Perseroan Hanny (Perseorangan) Laporan Perubahan Modal Untuk Periode XXX Modal Awal (+) Investasi tambahan Laba bersih (-) Prive Rugi bersih Modal Akhir CV Hanny-Abqori (Persekutuan) Laporan Perubahan Modal Untuk Periode XXX Hanny Modal Awal (+) Investasi tambahan Alokasi Laba bersih
Page 40

xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx

Abqori xxx xxx xxx

Total xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


(-) Prive sekutu Alokasi Rugi bersih Modal Akhir (xx) (xx) xxx PT Hanny (Perseroan) Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Periode XXX Modal Saham Saham preferen (at par) Saham biasa (at par) Tambahan Modal Disetor Paid in Saham preferen Paid in Saham biasa Laba Ditahan Saham Treasury (at cost) Total Ekuitas Pemegang Saham Treasury Stock Cost method ditarik pada harga penarikan akhir Par value method ditarik pada harga saham dengan nilai par-nya (langsung mengurangi jumlah saham beredar) Neraca Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi harta, kewajiban, dan selisih diantara keduanya (ekuitas) atas sebuah entitas pada tanggal tertentu. Bentuk neraca yang disarankan adalah neraca terklasifikasi (classified balance sheet), yaitu bentuk neraca yang mengklasifikasikan dan merinci harta, kewajiban, dan ekuitas guna memberikan informai selengkap mungkin bagi user. SIKLUS AKUNTANSI (Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 3) Identification & Recording Transaction Siklus akuntansi merupakan rangkaian kegiatan akuntansi yang saling berkaitan dalam menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan user dalam pengambilan keputusan.
Page 41

(xx) (xx) xxx

(xx) (xx) xxx

xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Adjustment Trial Balance Posting Ledger Journalizing

Reversing Entries (Optional) Work Sheet (Optional)

Statement Preparation Income Statement, R/E, Balance Sheet, Cash Flow Adjusted Trial Balance Post Closing Trial Balance

Closing

Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries) Jurnal Penyesuaian merupakan prosedur formal akuntansi untuk mengakui pendapatan dan beban akrual yang telah terjadi tetapi belum diakui oleh entitas sampai dengan tanggal tertentu. Penyesuaian muncul sebagai konsekuensi dari time period assumption, revenue recognition principle, and matching principle.
Page 42

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Adjusting Entries Prepayments 1) Prepaid expense 2) Unearned revenue Accruals 3) Accrued revenue 4) Accrued expense ; ; Estimated Items Penyusutan Cadangan Kerugian Piutang

Beban dibayar di muka (prepaid expense) Pembayaran yang dilakukan untuk manfaat ekonomis yang baru akan dirasakan di masa yang akan datang. Contoh : sewa ddm, asuransi ddm, iklan ddm. Pengakuan Metode harta pembayaran diperlakukan sebagai harta Metode beban pembayaran diperlakukan sebagai beban Transaksi Metode Harta 3 juta 3 juta 1 juta 1 juta Metode Beban Beban sewa Kas Sewa ddm Beban sewa 3 juta 3 juta 2 juta 2 juta

Tanggal 1 Jan 07, dibayar sewa 3 juta untuk Sewa ddm 3 tahun Saat tutup buku 31 Des 07 (penyesuaian) Kas Beban sewa Sewa ddm

Pendapatan diterima dimuka (unearned revenue) Penerimaan kas untuk barang/jasa yang disediakan atau dijual tetapi barang/jasa tersebut belum diserahkan pada pembeli. Pengakuan Metode hutang pembayaran diperlakukan sebagai hutang Metode pendapatan pembayaran diperlakukan sebagai pendapatan

Transaksi Tanggal 1 Jan 08, menerima kas untuk sewa sebesar 5 juta untuk 5 tahun Saat tutup buku 31 Des 08 (penyesuaian) Kas

Metode Hutang 5 juta Kas

Metode Pendapatan 5 juta 5 juta 4 juta 4 juta

Pendapatan diterima dimuka 5 juta Pendapatan diterima dimuka 1 juta Pendapatan sewa 1 juta

Pendapatan sewa Pendapatan sewa

Pendapatan diterima dimuka

Page 43

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


3 Pendapatan akrual (Accrued revenue) Jasa atau manfaat yang telah diserahkan kepada pembeli, tetapi kas belum diterima dan belum dicatat oleh perusahaan. Jurnal penyesuaian Piutang usaha Pendapatan/penjualan 4 Beban akrual (accrued expense) Manfaat yang telah dirasakan perusahaan sehingga beban harus diakui, tetapi belum dilakukan pembayaran dan belum dicatat perusahaan. Contoh : utang gaji, utang sewa, utang bunga. Jurnal penyesuaian Beban ... bunga Utang ... bunga 5 Rekening taksiran/estimasi (estimated items) Rekening yang dalam penghitungan dan penilaian menggunakan dasar estimasi yang memungkinkan dilakukan, baik untuk jumlah akhir maupun jumlah yang digunakan untuk penghitungan. Contoh : ; Penyusutan Beban penyusutan Akumulasi penyusutan ; Pembentukan CKP Beban kerugian piutang Cadangan kerugian piutang

Jurnal Penutup (Closing Entries) Jurnal penutup merupakan prosedur formal akuntansi untuk mengurangi saldo rekening nominal dan rekening prive sampai dengan bernilai nol, sebagai bentuk konsekuensi dari adanya time period assumption. Prosedur penyusunan jurnal penutup

Page 44

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


1 Membalik posisi rekening nominal dari saldo normalnya (seharusnya). Jika saldo normal di Debet, maka jurnal penutupnya akun tersebut diletakkan di Kredit, dan sebaliknya. 2 Memunculkan rekening kontra (lawan) berupa Ikhtisar R/L (Income Summary) untuk rekening normal, dan Modal untuk rekening prive, pada posisi saldo normal yang ditinggalkan. Macam-macam jurnal penutup Menutup Perusahaan Jasa rekening Pendapatan Jasa Ikhtisar R/L Perusahaan Dagang/Manufaktur Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Menutup beban dan HPP Ikhtisar R/L Macam-macam beban operasional Ikhtisar R/L Ikhtisar R/L HPP Macam-macam beban operasional Perseorangan Ikhtisar R/L Modal xx Menutup Rugi Menutup prive Partnership Ikhtisar R/L Modal sekutu xx Perseroan Ikhtisar R/L Laba ditahan

pendapatan/ penjualan

Menutup Laba

Modal xx Prive

Modal sekutu yy Kebalikan dari jurnal menutup laba Modal sekutu xx Modal sekutu yy Prive

No entry

Jurnal Pembalik (Reversing Entries) Jurnal pembalik merupakan prosedur akuntansi yang bersifat sukarela yang dilakukan untuk mempermudah proses pencatatan di periode yang akan datang. Tata cara membuat jurnal pembalik 1 Identifikasi jurnal penyesuaian yang terkait dengan utang dan piutang, serta pendapatan akrual dan beban akrual.

Page 45

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


2 menyatakan jurnal pembalik. Contoh : Jurnal Penyesuaian Beban Gaji Utang Gaji Jurnal Pembalik Utang Gaji Beban Gaji Jika perusahaan menggunakan prosedur pembalikan pada awal periode berikutnya, maka akan mempengaruhi jurnal yang dibuat pada periode berikutnya. Misalnya : Gaji karyawan untuk tanggal 29 dan 30 Des 2008 sebesar 3.000, baru akan dibayar pada 5 Jan 2009. Sementara gaji untuk tanggal 1-5 Jan 2009 sebesar 5.000 31 Des 08 Adj Tanpa Pembalik Beban Gaji 3000 31 Des 08 Adj Dengan Pembalik Beban Gaji 3000 Balik posisi jurnal penyesuaian tersebut untuk

1 Jan 09 Pembalik 5 Jan 09 Pembayaran

Utang Gaji 3000 No entry Beban Gaji 5000 Utang Gaji 3000 Kas 8000

1 Jan 09 Pembalik 5 Jan 09 Pembayaran

Utang Gaji 3000 Utang Gaji 3000 Beban Gaji 3000 Beban Gaji 8000 Kas 8000

Jurnal Koreksi (Correcting Entries) Jurnal koreksi merupakan prosedur untuk membenarkan pengakuan dan pencatatan yang sudah dilakukan oleh perusahaan tetapi dengan pencatatan yang salah. Prosedur penyusunan jurnal koreksi 1 2 3 jurnal yang salah dan jurnal yang seharusnya
Page 46

Nyatakan kembali jurnal/pencatatan yang salah Susun jurnal yang benar (seharusnya) Menyusun jurnal koreksi berdasarkan identifikasi

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Contoh : a Perusahaan membeli peralatan seharga 10 juta tunai, dicatat sebagai penambahan perlengkapan dan pengurangan kas masing-masing 1 juta Jurnal Salah Perlengkapan 1 juta Kas 1 juta Peralatan Kas Jurnal Benar 10 juta 10 juta Jurnal Koreksi Peralatan Kas b juta Jurnal Salah Persediaan 1 juta Kas 1 juta Jurnal Benar Perlengkapan 100.000 100.000 Utang Usaha Kas Persediaan Utang Usaha Jurnal Koreksi Perlengkapan 100.000 1 juta 1 juta 100.000 Perusahaan membeli perlengkapan 10 juta 1 juta 9 juta senilai Perlengkapan

100.000 kredit, dicatat sebagai penambahan persediaan dan pengurangan kas masing-masing 1

REKENING-REKENING DI NERACA

Kas dan Setara Kas (Acc Principle Kieso 6th, Ch 8 and Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 7) Kas dan setara kas merupakan aktiva yang paling likuid yang keberadaannya dapat diterima sebagai alat pembayaran uang sah secara umum, baik berbentuk uang tunai maupun harta lain yang dapat dipersamakan (ex : cek, bilyet giro, deposito berjangka, dll). Komponen Kas
Page 47

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; ; ; Uang tunai dan uang logam yang terdapat di dalam perusahaan biasanya petty cash Kas di bank terwakili dengan cek dan bilyet giro Investasi sementara dalam surat-surat berharga trading securities

Penyajian dan Pelaporan Kas Kas harus disajikan dan dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah bersih yang dapat direalisasi, yaitu dalam jumlah yang tidak dibatasi penggunaannya (jumlah yang tersedia dan siap digunakan). Sistem Pengendalian Internal terhadap Kas ; Alasan perlunya pengendalian internal terhadap kas 1 Kas merupakan harta yang hampir secara keseluruhan berhubungan dengan transaksi yang terjadi pada perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 2 Kas merupakan harta yang paling mudah untuk diselewengkan. Kitting kecurangan terhadap kas dengan memindahkan saldo rekening kas dari satu rekening ke rekening lain pada saat penyusunan laporan bank yang bersangkutan Lapping menunda pencatatan penerimaan kas untuk menutup kecurangan periode

sebelumnya ; ; Metode pengendalian internal rekening koran bank Prosedur utama dalam penggunaan rekening koran sebagai SPI terhadap kas : a b Setiap terjadi penerimaan, harus sesegera mungkin disetor ke bank Setiap terjadi pengeluaran, harus menggunakan cek (surat perintah pembayaran pada bank untuk nama/pihak tertentu dalam jumlah tertentu pula). Cek membutuhkan otorisasi dari pihak perusahaan yang berwenang, sehingga setiap pengeluaran kas harus seizin pihak perusahaan yang berwenang. ; Masalah rekening koran a b Tidak semua pengeluaran bisa dibayar dengan cek petty cash (prosedur pembayaran) Ketidaksamaan catatan perusahaan dengan catatan bank periodik (prosedur penerimaan)
Page 48

rekonsiliasi secara

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Petty Cash Kas kecil merupakan dana yang dibentuk secara khusus oleh perusahaan untuk pembiayaan pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak dapat dilakukan dengan cek. Biasanya untuk pengeluaran yang bersifat operasional harian. Misalnya, pembayaran biaya angkut, pembelian ATK, dll. Metode pencatatan petty cash : 1 ; Imprest system Saldo tetap, selama tak ada kebijakan menaikkan/menurunkan saldo kas kecil oleh perusahaan ; ; ; ; Biaya dicatat pada saat pengisian kembali (reimbursement) Membutuhkan penyesuaian pada saat tutup buku Memungkinkan terjadi selisih kas kecil pada saat pengisian kembali Pengisian kembali harus menjadikan saldo kas sama dengan saldo kas kecil pada saat pembentukan 2 ; ; ; Fluctuative Saldo kas berubah-ubah karena adanya pengeluaran dan pengisian kembali kas kecil Biaya tercatat pada saat transaksi terjadi (kas kecil dikeluarkan) Tidak ada penyesuaian akhir periode karena tiap pengeluaran langsung tercatat sebagai beban ; Pengisian kembali tidak harus menjadikan saldo kas kecil kembali ke saldo awal

Transaksi dan Jurnal Tgl 1/1 5/1 10/ 1 Transaksi Pembentukan kas kecil Kas kecil Kas Imprest 500.000 500.000 No entry No entry Fluktuatif Kas kecil 500.000 Kas 500.000 Biaya perangko 100.000 Kas kecil 100.000 Biaya Angkut 150.000 Kas kecil
Page 49

500.000 Pembelian perangko 100.000 Pembayaran 150.000 biaya angkut

150.000

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


15/ 1 20/ 1 Pembayaran biaya entertaint 175.000 Pengisian kembali, sisa kas Perangko 80.000 Biaya angkut Kas 25/ 1 31/ 1 5/2 20/ 2 Pembayaran biaya listrik Selisih lebih kas No entry Biaya listrik 200.000 No entry 100.000 150.000 420.000 5.000 Biaya entertaint 175.000 Kas kecil Kas kecil xxx Kas kas kecil xxx tergantung 175.000

Biaya entertaint 175.000

(jumlah pengisian kembali kebijakan perusahaan) Biaya listrik 200.000 Kas kecil 200.000 No entry Biaya ATK Kas kecil Kas kecil xxx Kas kas kecil xxx tergantung (jumlah pengisian kembali kebijakan perusahaan)

200.000 Tutup buku, adjustment Pembelian ATK 150.000

Kas kecil 200.000 No entry 200.000 150.000 375.000

Pengisian kembali, sisa kas Kas kecil 125.000 Biaya ATK Kas

Selisih kurang kas 25.000

Rekonsiliasi Bank Rekonsiliasi adalah prosedur yang dilakukan untuk menyamakan atau membenarkan perbedaan yang terjadi antara saldo kas perusahaan dan saldo kas bank akibat perbedaan waktu dan kesalahan pencatatan. Rekonsiliasi Akibat Perbedaan Waktu : 1 Deposit in transit (setoran dalam perjalanan) Penerimaan kas yang sudah dicatat sebagai penambahan kas perusahaan, telah disetorkan pada bank, tetapi belum dicatat sebagai penerimaan oleh bank, sehingga saldo kas bank terlalu rendah. Oleh karena itu, rekonsiliasi menambah saldo kas bank. 2 Cash on hand

Page 50

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Penerimaan yang telah dicatat oleh perusahaan sebagai penambahan kas, tetapi tidak disetor ke bank karena alasan tertentu, sehingga saldo kas di bank terlalu rendah. Oleh karena itu, rekonsiliasi menambah saldo kas bank. 3 Outstanding check (cek beredar) Cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, telah dicatat sebagai pengeluaran oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan oleh penerima cek, sehingga saldo kas di bank terlalu tinggi. Oleh karena itu, rekonsiliasi mengurangi saldo kas bank. 4 Penagihan piutang oleh bank Piutang perusahaan pada pihak lain yang ditagih oleh bank, sudah dilakukan dan langsung ditambahkan ke rekening koran oleh bank, tetapi belum dilaporkan pada perusahaan, sehingga belum tercatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan saldo kas perusahaan terlalu kecil sehingga rekonsiliasinya menambah saldo kas perusahaan. 5 Jasa giro Pendapatan bunga yang diberikan oleh bank pada perusahaan atas rekening koran, sudah ditambahkan secara langsung ke kas bank, tetapi belum dilaporkan pada perusahaan, sehingga perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan kas. Oleh sebab itu, saldo kas perusahaan terlalu kecil, maka rekonsiliasinya menambah saldo kas perusahaan. 6 Bank service charge (biaya administrasi bank) Beban bunga dan beban lain atas rekening koran yang sudah dipotongkan secara langsung oleh bank dari saldo rekening, tetapi belum dilaporkan ke perusahaan, sehingga saldo perusahaan terlalu besar. Oleh karena itu, rekonsiliasinya mengurangi saldo kas perusahaan. 7 NSF (not sufficient fund) check atau cek kosong Cek yang diterima dari pelanggan, sudah dicatat sebagai penerimaan oleh perusahaan, tetapi ditolak oleh bank ketika dicairkan, karena dana tidak mencukupi atau tidak ada dana sama sekali. Oleh karenanya, penambahan kas yang sudah dilakukan perusahaan harus dibatalkan dengan mengurangi saldo kas perusahaan. Rekonsiliasi Akibat Kesalahan Pencatatan
Page 51

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Kesalahan Perusahaan Cek diterima (pelunasan/ (+) kas) Cek dikeluarkan (bayar/ (-) kas) perusahaan dicatat > (-) kas perusahaan dicatat < (+)kas perusahaan dicatat > (+)kas perusahaan dicatat < (-) kas

Bank

Cek diterima dari perusahaan lain (+) kas Cek dari perusahaan sendiri (-) kas PT Hanny Rekonsiliasi Bank Untuk Periode XXX

dicatat > (-) kas bank dicatat < (+) kas bank dicatat > (+) kas bank dicatat < (-) kas bank

Per Bank Saldo sebelum penyesuaian (+) Deposit in transit Cash on hand Koreksi kesalahan (-) Outstanding check Koreksi kesalahan Saldo setelah penyesuaian Jurnal Penyesuaian terkait Rekonsiliasi ; ; ;

xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx

Per Kas Perusahaan Saldo sebelum penyesuaian (+) Penagihan piutang Jasa giro (-) Koreksi kesalahan Biaya administrasi bank NSF check Koreksi kesalahan Saldo setelah penyesuaian

xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) (xx) xxx

Yang disesuaikan (dibuat jurnal) hanya penyesuaian untuk kas perusahaan Jika dalam rekonsiliasi (+), maka di jurnal penyesuaian posisi kas pasti di Debet Jika dalam rekonsiliasi (-), maka di jurnal penyesuaian posisi kas pasti di Kredit

Contoh : ; Penagihan piutang wesel nominal 1.000, 12%, 3 bulan, biaya penagihan 10%
Page 52

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Kas Biaya administrasi bank Piutang wesel Pendapatan bunga ; Jasa giro Kas Pendapatan bunga ; Koreksi kesalahan (+) kas Jika atas cek diterima Kas Piutang usaha Jika atas cek dikeluarkan Kas Utang Usaha ; Biaya administrasi bank Biaya admin bank (bank service charge) Kas ; NSF check Piutang usaha Kas ; Koreksi kesalahan (-) kas Jika atas cek diterima Piutang usaha Kas Jika atas cek dikeluarkan Utang usaha Kas Piutang versus Utang Piutang adalah hak (claim) untuk menerima transfer harta dari pihak lain dalam jumlah nominal tertentu pada waktu yang akan datang sebagai akibat dari transaksi saat ini atau masa lalu. Utang adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan entitas pada waktu yang akan datang sebagai akibat manfaat ekonomis yang dirasakan atau diterima pada saat ini/masa lampau.
Page 53

930 100 1.000 30

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Penyebab munculnya Utang-Piutang ; ; ; Penjualan/pembelian kredit Pemberian/peminjaman Pengalihan piutang atau utang dari jenis lain Piutang/Utang usaha (accounts receivable/payable) Piutang/Utang wesel (notes receivable/payable) Piutang/Utang lain-lain (others receivable/payable) Piutang/Utang Usaha (Acc Principle Kieso 6th Ch 9 and Intermediate Acc Kieso 11st Ch 7) Piutang/Utang yang muncul dari kegiatan operasional pokok yang tidak disertai dengan surat kesanggupan membayar secara formal. Pencatatan/Pengakuan Piutang/Utang Usaha ; Gross method mengakui potongan penjualan/pembelian ketika terjadi pelunasan yang

Jenis Piutang/Utang

dilakukan dalam periode potongan, sehingga jumlah piutang/utang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah kotor sebelum potongan. ; Net method mengakui potongan penjualan/pembelian pada saat transaksi terjadi, sehingga jumlah piutang/utang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah bersih setelah potongan.
Tg l 1/ 1 5/ 1 8/ 1 15 /1 Transaksi Saat penjualan 100.000, 2/10, n/30 Retur penjualan 10.000 Pelunasan(periode potongan) Pelunasan(diluar potongan) periode Gross Method Penjual Piutang 100rb Penjualan 100rb Retur 10.000 Piutang 10.000 Kas 88.200 Potongan 1.800 Piutang 90.000 Kas 90.000 Piutang 90.000 Pembeli Pembelian 100.000 Utang 100.000 Utang 10.000 Retur Utang Kas Utang Kas 10.000 90.000 1.800 88.200 90.000 90.000 Net Method Penjual Piutang 98.000 Penjualan 98.000 Retur 9.800 Piutang 9.800 Kas 88.200 Piutang 88.200 Kas 90.000 1.800 Pembeli Pembelian 98.000 Utang 98.000 Utang 9.800 Retur 9.800 Utang 88.200 Kas 88.200

Potongan

Utang 88.200 PDF Kas 1.800 90.000

Piutang 88.200 SDF

Ket :

SDF Sales Discount Forfeited (Potongan penjualan yang diabaikan) Untung PDF Purchase Discount Forfeited (Potongan pembelian yang diabaikan) Rugi
Page 54

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Penilaian dan Penyajian Piutang Piutang usaha harus dinilai dan disajikan dalam neraca pada pos aktiva lancar sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value). NRV merupakan hasil pengurangan jumlah piutang dengan jumlah yang diperkirakan tidak dapat tertagih yang menggambarkan nilai piutang yang benar-benar dapat ditagih dan akan menambah harta perusahaan. Tiap piutang memiliki kemungkinan tidak tertagih. Untuk mencatat piutang tidak tertagih, ada dua metode, yaitu : Direct Method dan Allowance Method ; Direct Method metode yang mengakui kerugian piutang pada saat benar-benar terjadi piutang tak tertagih (dihapuskan), sehingga tidak membutuhkan pembentukan taksiran. ; Allowance Method piutang. Transaksi Saat penjualan Saat pembentukan CKP Saat penghapusan piutang Saat penerimaan Direct Piutang Penjualan No entry Kerugian piutang Piutang Periode yang sama Kas Kerugian piutang ; Periode yang berbeda Kas Pendapatan lain Pendekatan Penentuan Taksiran Kerugian Piutang ; Pendekatan R/L menggunakan nilai penjualan kredit bersih yang terjadi dan diakui perusahaan dalam satu periode tertentu. Oleh karena penjualan hanya meliputi satu periode, maka setiap nilai taksiran kerugian piutang yang dihitung menjadi jumlah yang diakui sebagai kerugian piutang.
Page 55

metode yang mengakui kerugian piutang dengan menentukan taksiran

kerugian piutang sebagai bentuk pengakuan adanya risiko piutang tidak tertagih sebagai kerugian

Allowance Piutang Penjualan Kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Piutang ;Periode yang sama Kas Cadangan kerugian piutang ;Periode yang berbeda Kas Cadangan kerugian piutang

pelunasan ;

piutang yang terlanjur dihapuskan

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Pendekatan Neraca menggunakan rekening piutang usaha, baik atas saldo piutang usaha maupun atas analisis umur piutang usaha (aging schedule). Setiap hasil taksiran kerugian piutang akan menjadi saldo akhir rekening CKP, sehingga nilai kerugian piutang harus diperhitungkan dari saldo awal CKP-nya. Ilustrasi Berikut beberapa rekening PT X Penjualan kredit 150 juta Retur dan potongan penjualan 30 juta Piutang usaha 500 juta CKP 25 juta a b Perusahaan menetapkan CKP sebesar 10% dari penjualan kredit bersih (pendekatan R/L) Perusahaan menetapkan CKP sebesar 8% dari saldo piutang (pendekatan neraca) Pendekatan R/L Taksiran KP 10% x (150 juta 30 juta) = 12 juta CKP (a) 25 juta 12 juta 37 juta CKP (b) 25 juta 12 juta Jurnal Kerugian Piutang 13 juta Pendekatan Neraca 12 juta Cadangan Kerugian Piutang 12 juta

Taksiran KP 8% x 500 juta = 40 juta CKP (a) 25 juta 15 juta 40 juta 40 juta CKP (b) 25 juta 65 juta Jurnal KP CKP 15 juta / 65 juta 15 juta / 65 juta

Ket :

CKP (a) asumsi saldo awal CKP di Kredit


Page 56

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


CKP (b) asumsi saldo awal CKP di Debet Disposal Piutang Usaha 1 Penjualan piutang (Sales of receivable) Penjualan piutang diperlakukan seperti halnya penjualan aktiva biasa, dimana setiap selisih diantara harga jual dengan nilai buku piutang (Piutang CKP) harus diperlakukan sebagai keuntungan/kerugian penjualan piutang. keuntungan/kerugian tersebut dilaporkan dalam Laporan R/L sebagai pos non-operasional. ; Tanpa tanggung renteng (without recourse) Risiko tidak tertagihnya piutang yang digadaikan berada di tangan penerima gadainya, sehingga jika debitur tidak memenuhi pembayaran atas piutang yang digadaikan tersebut, penggadai tidak ikut menanggung kerugian. ; Dengan tanggung renteng (with recourse) Semua risiko atas kerugian piutang dagang (tidak tertagihnya piutang) ditanggung oleh penggadai piutang, sehingga penggadai harus menjamin ketertagihan piutang dagang dari debitur untuk penerima gadai muncul akun Recourse Liability Format Penjualan Piutang : Harga jual Piutang dagang CKP Nilai buku Piutang Keuntungan/kerugian penjualan piutang ; xxx 2 (xx) 3 xxx 4 xxx 5 xxx 1

Jika 1 > 4, maka 5 adalah keuntungan penjualan piutang Kas CKP Piutang dagang Keuntungan penjualan piutang
Page 57

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Jika 1 < 4, maka 5 adalah kerugian penjualan piutang Kas CKP Kerugian penjualan piutang Piutang dagang 2 Penggadaian piutang (Secured borrowing) Piutang sering digunakan sebagai jaminan dalam transaksi peminjaman. Kreditur sering mensyaratkan agar debitur menjanjikan piutangnya sebagai jaminan atas pinjaman. Jika piutang digadaikan, maka hak kepemilikan piutang dagang masih berada di tangan penggadai, sehingga belum/tidak terjadi transfer hak dari penggadai ke penerima gadai.

Piutang/Utang Wesel Secara prinsip, piutang wesel sama dengan piutang dagang, tetapi ada surat kesanggupan secara formal. Dengan demikian, wesel merupakan surat kesanggupan membayar dalam jumlah nominal tertentu pada tanggal tertentu pula yang dibuat oleh debitur dan disetujui oleh krediturnya. Surat kesanggupan dibuat pembeli (debitur) promes dibuat penjual (kreditur) wesel Wesel dari sisi penerbit utang wesel (wesel bayar) dari sisi penerima piutang wesel (wesel tagih) Pengakuan Piutang Wesel ; Penjualan kredit Piutang wesel Penjualan ; Pemberian pinjaman Piutang wesel Kas ; Pengalihan piutang Piutang wesel
Page 58

dicatat sebesar nilai nominal

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Piutang usaha Transaksi Piutang Wesel 1 2 3 Saat pengakuan idem di atas Saat penyesuaian ketika jangka waktu wesel melampaui tanggal tutup buku Saat jatuh tempo nilai jatuh tempo sebesar nilai nominal ditambah bunga

Jenis Wesel ; Wesel tanpa bunga wesel yang secara eksplisit tidak menyebutkan tingkat bunga tertentu di dalam lembar wesel yang diterbitkan. Konsekuensinya, jumlah harta akan berbeda dengan jumlah nilai nominal weselnya (biasanya harta < nilai nominal). Selisih diantara harta dengan nilai nominal harus diakui/dicatat sebagai diskonto wesel. Transaksi Penerbit (Debitur) Penerima (Kreditur) Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Jan tidak memerlukan adjusment Saat penerbitan Kas 80 Piutang wesel 100 Diterbitkan wesel 100ribu untuk Diskonto utang wesel 20 Utang wesel Utang wesel Beban bunga 100 100 20 20 Diskonto piutang wesel 20 Kas Kas Piutang wesel 80 100 100 peminjaman kas sebessar 80 ribu Saat jatuh tempo

Diskonto piutang wesel 20

Diskonto utang wesel

Kas 100 Pendapatan bunga 20 Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Des (tutup buku 31 Des) perlu adjusment Saat penerbitan Kas 80 Piutang wesel 100 Diskonto utang wesel Saat penyesuaian (1/5 x 20.000 = 4.000) Saat jatuh tempo Utang wesel Beban bunga 20 100 4 Diskonto piutang wesel 20 Kas 80 Diskonto piutang wesel 4 Pendapatan bunga Kas Pendapatan bunga Piutang wesel 4 100 16 100

Diskonto utang wesel 4 Utang wesel 100 Beban bunga Kas


Page 59

16 16 100

Diskonto piutang wesel 16

Diskonto utang wesel

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Wesel berbunga wesel yang secara eksplisit menyebutkan persentase tingkat bunga tertentu di dalam tiap lembar wesel yang diterbitkan. Pada saat penerbitannya, wesel dan harta harus dicatat sebesar nilai nominal. Sementara bunga diakui dan dibayarkan langsung pada saat jatuh tempo. Transaksi Penerbit (Debitur) Penerima (Kreditur) Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Jan tidak memerlukan adjusment Saat penerbitan Kas 100 Piutang wesel 100 Diterbitkan wesel 100ribu, 12%, 5 bulan, untuk peminjaman kas sebesar 100 ribu Saat jatuh tempo Bunga 5/12 x 12% x 100 ribu Utang wesel Beban bunga 100 5 Kas Piutang wesel 105 100 Utang wesel 100 Kas 100

Kas 105 Pendapatan bunga 5 Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Des (tutup buku 31 Des) perlu adjusment Saat penerbitan (1 Des) Kas 100 Piutang wesel 100 Saat penyesuaian (31 Des) (1/12 x 12% x 100ribu = 1000) Saat jatuh tempo (1 Mei) Utang wesel Beban bunga Utang bunga Utang wesel Utang bunga Beban bunga Kas Contoh soal : 1 Des Penjualan kredit 100.000 dengan menerima wesel 100.000, bunga 12%, 3 bulan ; ; ; Pengakuan Penyesuaian Jatuh tempo 1 Des Piutang wesel 100.000 Penjualan 31 Des 1 Mar Kas Piutang bunga 103.000 Piutang bunga
Page 60

100 1 1 100 1 4 105

Kas Piutang bunga Pendapatan bunga Kas Piutang bunga Pendapatan bunga Piutang wesel

100 1 1 105 1 4 100

100.000 1.000 1.000 (1 bulan) 1.000 (1 bulan)

Pendapatan bunga

Pendapatan bunga 2.000 (2 bulan)

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Piutang wesel Wesel tidak terbayarkan pada saat jatuh tempo (dishonored) ; Jika terdapat keyakinan bahwa di kemudian hari debitur dapat membayarnya piutang wesel dialihkan ke piutang usaha Piutang usaha Piutang wesel Pendapatan bunga Piutang bunga ; 103.000 100.000 2.000 1.000 100.000

Jika tidak terdapat keyakinan bahwa di kemudian hari debitur dapat membayarnya piutang wesel harus dihapuskan sebesar nilai nominal Direct Kerugian piutang Piutang wesel CKP Laba ditahan Piutang wesel Piutang bunga 100.000 1.000 100.000 1.000 (1 bulan) 100.000 100.000 Allowance CKP 100.000 Piutang wesel 100.000

Misal sudah terlanjur mengakui pendapatan bunga dan piutang bunga pada 31 Des

Pendiskontoan Piutang Wesel Merupakan pengalihan hak atas piutang wesel kepada pihak lain sebelum tanggal jatuh tempo. Format pendiskontoan Nilai nominal Bunga Nilai jatuh tempo Bunga diskonto Kas pendiskontoan Nilai nominal Bunga xxx xxx periode bunga x bunga wesel x nilai nominal xxx (xx) periode bunga x bunga diskonto x nilai jatuh tempo xxx 100.000 3.000 3/12 x 12% x 100.000
Page 61

Contoh : soal idem di atas, pada tanggal 1 Feb, piutang wesel didiskontokan pada bunga 14%

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Nilai jatuh tempo Bunga diskonto Kas pendiskontoan 103.000 (1.200) 1/12 x 14% x 103.000 101.800

Jadi, perusahaan hanya menerima 101.800 atas diskonto weselnya. Padahal seharusnya hak perusahaan sebesar 100.000 + 2.000 (nilai nominal + bunga 2 bulan). Jurnal saat pengalihan 1 Feb Kas Piutang wesel Pendapatan bunga Piutang bunga 101.800 100.000 800 1.000

Persediaan (Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 8-9) Persediaan adalah harta yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali, baik secara langsung maupun melalui tahapan proses produksi tertentu. Persediaan merupakan pembeda jenis usaha perusahaan. ; ; ; Tidak ada persediaan Persediaan barang dagang Persediaan bahan baku, barang dalam proses, barang jadi perusahaan jasa perusahaan dagang perusahaan manufaktur

Menurut PSAK No.14, Persediaan adalah aset : a b c Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan Berbentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa Aspek Akuntansi atas Persediaan Aspek akuntansi Pencatatan Periodik Perpetual Penilaian Cost Basis
Page 62

FIFO

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


LIFO Average Special identification NonCost Basis LOCOM Gross Profit Retail Sales relative value Pencatatan Persediaan A Periodik Tidak mencatat perubahan nilai persediaan dari waktu ke waktu, sehingga untuk menentukan nilai persediaan harus dilakukan stock opname (penghitungan fisik). B Perpetual Mencatat setiap perubahan nilai, baik akibat adanya pembelian, penjualan, retur pembelian, dan retur penjualan, sehingga nilai persediaan dan harga pokok barang yang terjual dapat ditentukan setiap waktu tanpa harus melakukan penghitungan fisik. Transaksi Saat pembelian Biaya angkut pembelian Retur pembelian Pelunasan dalam periode potongan Periodik Pembelian Utang usaha Biaya angkut (freight in) Kas Utang usaha Retur pembelian Utang usaha Potongan pembelian Saat penjualan Kas Piutang Penjualan Persediaan Utang usaha Persediaan Kas Utang usaha Persediaan Utang usaha Persediaan Kas Piutang Penjualan HPP
Page 63

Perpetual

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Biaya angkut penjualan Retur penjualan Biaya angkut penjualan Kas Retur penjualan Piutang Persediaan Biaya angkut penjualan Kas Retur penjualan Piutang Persediaan Pelunasan dalam periode potongan Kas Potongan penjualan Piutang ; HPP Kas Potongan penjualan Piutang

Dalam pencatatan perpetual, potongan pembelian mengurangi nilai persediaan dan biaya angkut pembelian (freight-in) menambah nilai persediaan karena akuntansi menganut prinsip historical cost, dimana nilai persediaan dicatat sebesar harga perolehannya (dalam hal ini harga beli ditambah biaya angkut dan dikurangi dengan potongan pembeliannya). Sedangkan potongan penjualan tidak mengurangi nilai persediaan karena persediaan yang dijual sudah berpindah hak milik ke pembeli. Dengan demikian, jika ada potongan, sudah bukan menjadi hak penjual sehingga potongan penjualan tidak akan mempengaruhi nilai persediaan.

FOB shipping point barang berpindah hak milik setelah barang berada di atas alat angkut pengiriman biaya angkut menjadi tanggung jawab pembeli

FOB destination point barang berpindah hal milik di tempat tujuan pembeli biaya angkut menjadi tanggung jawab penjual

Penilaian Persediaan A 1 Cost Basis FIFO asumsi penilaian persediaan dimana barang yang masuk (dibeli/dibuat) pertama kali, maka akan keluar (dijual) pertama kali pula. Konsekuensi ; ; Nilai persediaan memakai harga barang akhir overstate HPP memakai harga barang awal understate
Page 64

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; ; ; 2 Laba kotor overstate (persediaan HPP Laba kotor ) Menguntungkan bagi fiskus (kantor pajak), tetapi merugikan perusahaan Cocok untuk perusahaan yang persediaannya memiliki expired date

LIFO asumsi penilaian persediaan dimana barang yang masuk (dibeli/dibuat) pertama kali, maka akan keluar (dijual) terakhir. Konsekuensi ; ; ; ; ; Nilai persediaan memakai harga barang awal understate HPP memakai harga barang akhir overstate Laba kotor understate (persediaan HPP Laba kotor ) Menguntungkan perusahaan, tetapi merugikan fiskus (kantor pajak) Cocok untuk perusahaan yang persediaannya merupakan barang-barang antik

Average asumsi penilaian persediaan dimana barang yang terjual dan yang tidak terjual (persediaan) menggunakan harga perolehan rata-rata antara pembelian pertama dan pembelian berikutnya. Konsekuensi ; ; Nilai persediaan lebih fair (tidak terlalu ekstrim menguntungkan/merugikan satu pihak) Paling banyak diterapkan oleh perusahaan

Specific Identification asumsi penilaian persediaan berdasarkan hasil identifikasi secara langsung atas unit yang terjual dan unit yang belum terjual. Metode ini hanya cocok diterapkan pada perusahaan yang jenis persediaannya terbatas.

B 1

NonCost Basis LOCOM metode penilaian persediaan berdasarkan nilai terendah diantara harga pokok

(cost) dan nilai pasar yang ditetapkan (designated market value) sebagai perwujudan dari adanya conservatism. Langkah-langkah penentuan nilai persediaan berdasarkan LOCOM : ; Menentukan nilai batas atas (NRV) = harga jual biaya penjualan
Page 65

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; ; Menentukan nilai batas bawah = NRV normal profit Menentukan biaya pengganti (replacement cost) ditetapkan berdasarkan harga pasar barang sejenis ; Menentukan nilai pasar (designated market value) berdasarkan nilai tengah antara batas atas, batas bawah, dan biaya pengganti ; Menentukan nilai persediaan LOCOM memilih nilai terendah antara harga pasar ditetapkan (designated market value) dengan cost. Ilustrasi Harga jual Laba normal Biaya penjualan Biaya pengganti Cost 10.000 2.000 1.000 8.500 8.750 Batas atas NRV = 10.000 1.000 = 9.000 Batas bawah NRV laba normal = 9.000 2000 = 7.000 Biaya pengganti = 8.500 Nilai pasar 8.500 Cost 8.750 Berarti, nilai persediaan LOCOM sebesar 8.500

Gross Profit Method metode penilaian persediaan yang didasarkan pada estimasi persentase laba kotor atas nilai penjualan dalam satu periode tertentu dengan menggunakan dasar pemikiran bahwa : ; ; Penjualan = HPP + Laba kotor Persediaan awal + Pembelian = Penjualan Persediaan akhir

Metode ini cocok diterapkan untuk persediaan yang tidak bisa atau berisiko tinggi jika dihitung secara fisik. Format Penjualan Estimasi laba kotor Estimasi HPP xxx (xx) xxx
Page 66

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Persediaan awal Pembelian bersih BTUD Estimasi HPP Estimasi persediaan akhir xxx xxx xxx (xx) xxx

Dua Interpretasi atas laba kotor a % laba kotor atas penjualan dasar penjualan = 100% Harga jual = HPP + LK 100% = 90% + 10%

Estimasi LK = 10% x Penjualan b % laba kotor atas cost (HPP) dasar cost = 100% Harga jual = HPP + LK 110% = 100% + 10%

Estimasi LK = 10/110 x Penjualan Ilustrasi Pada tanggal 1 Maret 09, perusahaan mengalami kebakaran gudang. Hasil investigasi menunjukkan bahwa : Persediaan awal 1 Jan 10 juta Pembelian s/d 28 Feb 40 juta Retur pembelian 4 juta Potongan pembelian 3 juta Persediaan dengan harga jual 8 juta terselamatkan dari kebakaran. Perusahaan menetapkan Laba Kotor 25% atas HPP. Tentukan estimasi kerugian akibat kebakaran ! Estimasi LK = 25/125 x (40 3 juta) = 7,4 juta
Page 67

Penjualan s/d 28 Feb 44 juta Retur penjualan 2 juta Potongan penjualan 5 juta

Harga jual barang yang selamat = 8 juta

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Penjualan bersih Estimasi LK Estimasi HPP Persediaan awal Pembelian bersih BTUD Estimasi HPP Estimasi persediaan akhir 37.000 (7.400) 29.600 10.000 33.000 43.000 (29.600) 13.400 Cost barang yang selamat 100/125 x 8 juta = 6,4 juta Kerugian akibat kebakaran 13,4 juta 6,4 juta = 7 juta

Sales Relative Value Method Metode penentuan cost persediaan yang menggunakan dasar nilai pasar relatif, yaitu proporsi antara nilai pasar satu jenis produk terhadap total keseluruhan nilai pasar produk yang diterapkan pada persediaan yang diperoleh secara lumpsum. Prosedur penentuan nilai persediaan : ; ; Menentukan nilai pasar tiap produk unit produk x harga jual per unit Menentukan nilai jual relatif Nilai pasar produk x 100% Total nilai pasar ; ; Menentukan alokasi cost lump-sum nilai jual relatif x cost lump sum Menentukan cost per unit produk Alokasi cost Unit produk ; ; Menentukan nilai persediaan alokasi cost per unit x unit tidak terjual Menentukan harga pokok barang yang terjual alokasi cost per unit x unit terjual

Ilustrasi Perusahaan membeli sebidang tanah dengan cost 100 juta yang kemudian dipecah sbb : Tipe Unit
Page 68

Harga jual/unit

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Depan Tengah Belakang 4 6 4 20 juta 10 juta 5 juta

Terjual 3 unit depan, 4 unit tengah, 1 unit belakang. Tentukan persediaan akhir dan HPP ! Jawab : Tipe Depan Tengah Belakang Total Tip e D T B 50% x 100= 50jt 37,5% x 100=37,5jt 50 : 4 = 12,5jt 37,5 : 6 =6,25jt 1x12,5=12,5jt 2x6,25=12,5jt 3x3,125=9,375jt 3x12,5=37,5jt 4x6,25=25jt 1x3,125=3,125jt (3x20)-37,5=22,5jt (4x10)-25=15jt (1x5) - 3,125 = 1,875jt Alokasi Cost Cost/unit Persediaan akhir Unit 4 6 4 Harga jual/unit 20 juta 10 juta 5 juta Nilai pasar 80 juta 60 juta 20 juta 160 juta HPP Nilai jual relatif 8/16 = 50% 6/16 = 37,5% 2/16 = 12,5% 100% Laba Kotor

12,5% x 100=12,5jt 12,5 : 4 =3,125jt

Retail Method

Metode penentuan cost persediaan yang didasarkan pada proporsi nilai

barang tersedia untuk dijual (BTUD) menurut cost terhadap nilai BTUD menurut eceran yang mengakomodasi mark-up, tetapi mengesampingkan mark down atas nilai persediaan yang dihitung berdasarkan nilai ecerannya. Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang memiliki persediaan yang bervariasi (ex : Hypermart, Alfamart, dll) Format : at cost Persediaan awal Pembelian bersih BTUD sebelum MU xxx xxx xxx A
Page 69

at retail xxx xxx xxx B

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Mark up Pembatalan MU BTUD setelah MU Mark down Pembatalan MD BTUD setelah MD Penjualan bersih Nilai persediaan at retail % Cost to Retail = A x 100% = **% B Nilai persediaan at cost = **% x C xxx (xx) xxx xxx (xx) xxx C xxx (xx) xxx xxx xxx

Investasi (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 17) Investasi adalah penyertaan harta perusahaan pada entitas lain selama jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk memperoleh tambahan manfaat ekonomis bagi entitas. Biasanya penyertaan dilakukan dalam bentuk sekuritas (surat berharga), baik saham maupun obligasi. Klasifikasi investasi dalam surat berharga Perbedaan Jangka waktu Tujuan Return Investasi sementara 1 tahun / 1 periode akuntansi Capital gain (selisih perubahan harga pasar) Yield (kas yang diterima dari investasi) Saham dividen Obligasi bunga Penyajian di Disajikan sebesar nilai pasar Laporan Keuangan Klasifikasi Investasi Sementara
Page 70

Investasi jangka panjang > 1 tahun / 1 periode akuntansi Kepemilikan

ada penyesuaian Disajikan sebesar cost pasar

tidak

terhadap nilai pasar unrealized holding gain/loss

ada penyesuaian terhadap nilai

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


1 Trading securities investasi dalam sekuritas yang memperlakukan sekuritas sebagai barang dagang sehingga akan diperoleh pada harga terendah dan dijual sesegera mungkin ketika harga pasar mengalami kenaikan untuk memperoleh capital gain. Jangka waktu kepemilikan < 30 hari (paling likuid). Keuntungan diperoleh hanya dari capital gain. 2 Available for sale sekuritas yang dimiliki untuk dijual kembali pada harga tertinggi sehingga keuntungan yang diharapkan selain capital gain juga untuk yield sekuritas. 3 Held to maturity (khusus untuk obligasi) ; Perusahaan membeli obligasi berjangka waktu misal 5 tahun, pada tahun ke-4, sehingga dari tanggal pembelian sampai dengan tanggal jatuh tempo hanya berjangka 1 tahun. ; Perusahaan awalnya membeli obligasi jangka panjang misal 5 tahun, diklasifikasikan sebagai Debt Investment dari tahun ke-1 sampai tahun ke-4. Kemudian pada awal tahun ke-5, diklasifikasikan menjadi Held to Maturity. Akuntansi terkait Investasi Sementara ; Saat perolehan investasi sementara harus dicatat pada saat perolehan sebesar cost, yaitu harga beli + broker fee (fee pialang) Investasi dalam Saham Investor Investee ; Harga pasar = nominal TS/AFS Kas Kas CS/PS ; Harga pasar > nominal Kas Paid in/Agio CS/PS ; Harga pasar < nominal
Page 71

Investasi dalam Obligasi Investor Investee ; Harga pasar nominal TS/AFS/HTM Kas Kas Utang obligasi ; Harga pasar > nominal Kas (harga pasar) Utang obligasi (nominal) Premi (selisih) ; Harga pasar < nominal

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Kas Paid in/Disagio CS/PS ; Kas (harga pasar) Diskonto (selisih) Utang obligasi (nominal)

Saat akhir periode dilakukan penyesuaian terhadap nilai pasar karena investasi sementara harus disajikan dalam neraca pos aktiva lancar sebesar fair value (khusus dari sudut pandang investor). Harga pasar Cost investasi Gain/Loss belum direalisasi Jika 1 > 2 3, gain xxx 1 (xx) 2 xxx 3

Securities fair value adjustment Unrealized holding gain

Jika 1 < 2 3, loss

Unrealized holding loss Securities fair value adjustment

Lebih dari 1 periode Harga pasar investasi Cost investasi Saldo unrealized holding gain/loss Saldo awal unrealizad holding gain/loss Adjustment (gain) Adjusment Securities fair value adjustment 60 Unrealized holding gain ; 60 100 (80) 20 (40) 60

Saat penjualan harus diperbandingkan antara nilai cost investasi dengan kas yang diterima dari penjualan investasi untuk menetapkan keuntungan/kerugian penjualan investasi yang disajikan dalam Laporan R/L. Harga jual
Page 72

xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Broker fee Kas diterima Cost investasi Keuntungan/kerugian penjualan investasi Jika 1 > 2 3, keuntungan Kas TS/AFS/HTM Keuntungan penjualan investasi Jika 1 < 2 3, kerugian Kas Rugi penjualan investasi TS/AFS/HTM Perlakuan broker fee Pembelian dikapitalisasi sebagai cost investasi Penjualan sebagai pengurang kas yang diterima Investasi Jangka Panjang ; ; Pencatatan saat perolehan saham sebesar cost (harga beli + broker fee) Penilaian dan penyajian sebesar cost pula (tidak ada adjustment pada akhir periode) (xx) xxx 1 (xx) 2 xxx 3

Metode pencatatan ; Cost Method Metode pencatatan investasi yang mengasumsikan bahwa investasi tidak mendapat kepentingan/ pengaruh yang signifikan, sehingga antara investor dan investee seolah-olah entitas terpisah. Konsekuensi : 1 2 Tiap terjadi transfer harta diantara keduanya, harus diakui sebagai pendapatan dan beban. Atas laba/rugi yang dilaporkan investee, tidak mempengaruhi harta, utang, modal investor.

Page 73

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


3 Nilai investasi tetap (tidak berubah-ubah) selama tidak ada penambahan/penjualan investasi ; Equity Method Metode pencatatan investasi yang mengasumsikan bahwa pengaruh/kepentingan yang diperoleh investor atas investee dalam jumlah yang signifikan, sehingga diantara keduanya merupakan kesatuan entitas. Konsekuensi : 1 Jika terjadi transfer harta dari investee untuk investornya, maka harus diakui sebagai penurunan investasi. 2 3 Tiap laba atau rugi yang dilaporkan investee akan mengubah nilai investasi oleh investor. Nilai investasi sangat menungkin berubah karena adanya dividen, laba, atau rugi investee.

Ketentuan Pencatatan Metode Investasi ; ; ; Kepentingan 0 20% Kepentingan 20% - 50% Kepentingan > 50% cost method equity method laporan konsolidasi (bisa cost, bisa equity)

Transaksi dan Jurnal terkait Investasi jangka Panjang Transaksi Saat perolehan investasi Saat pembagian dividen oleh investee Saat pelaporan laba Cost Method Investasi dalam saham Kas Kas Pendapatan dividen % kepemilikan x dividen No entry Equity Method Investasi dalam saham Kas Kas Investasi dalam saham % kepemilikan x dividen Investasi dalam saham Equity on income (R/E) Saat pelaporan rugi No entry % kepemilikan x laba Equity on Income (R/E) Investasi dalam saham Saat penjualan investasi ; Jika 1 > 2 3, gain
Page 74

% kepemilikan x laba Idem cost method

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Cost dan harga jual diperbandingkan Harga jual Broker fee Kas diterima Cost investasi Gain/Loss penjualan investasi xxx (xx) xxx (xx) xxx Kas Investasi dalam saham Gain penjualan investasi ; Jika 1 < 2 3, loss Kas Loss penjualan investasi

Investasi dalam saham Laporan Konsolidasi adalah laporan keuangan yang menggabungkan antara laporan keuangan controlling interest dengan laporan keuangan minority interest, sebagai wujud dari business entity assumption.

Prosedur Penyusunan Laporan Konsolidasi 1 Mengeliminasi rekening-rekening resiprokal (rekening yang saling mempengaruhi diantara catatan controlling interest dan minority interest ex : pengiriman dan penerimaan barang dagang antar entitas tersebut; utang piutang bunga obligasi yang diterbitkan dan diperoleh antarentitas tersebut. 2 Menggabungkan saldo rekening-rekening yang tidak tereliminasi guna penyusunan Laporan R/L, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca Konsolidasian.

Aktiva Tetap (Intermediate Acc. Kieso 11st, Ch 10) Aktiva tetap merupakan manfaat ekonomis yang dikuasai dan dikendalikan perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi (mana yang lebih lama). Menurut PSAK No.16, Aset Tetap adalah aset berwujud yang :
Page 75

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


a Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif, dan b Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Property, Plant, Equipment Karakteristik Digunakan untuk operasional perusahaan (bukan untuk dijual) Berumur panjang dan merupakan subjek untuk disusutkan Memiliki substansi fisik Pengakuan Aktiva tetap diakui saat diperoleh pada jumlah sebesar nilai perolehan (cost) historical cost pricnciple. Penilaian dan Penyajian Aktiva tetap dinilai dan disajikan dalam neraca pada tanggal tertentu sebesar nilai buku aktiva tetap yang dapat direalisasi. Nilai buku aktiva tetap merupakan selisih antara cost dengan akumulasi depresiasi. Khusus untuk Tanah, harus selalu disajikan sebesar cost, bukan NRV. Akumulasi depresiasi merupakan penjumlahan setiap pengakuan penyusutan yang dilakukan dalam tiap periode sebagai penggambaran terjadinya penurunan nilai dan fungsi aktiva tetap. Disposal ; Retirement (dihentikan dari pemakaian) Jika cara ini dilakukan, maka aktiva tetap dianggap sebagai barang sisa yang sudah tidak memiliki nilai buku (dibuang). Konsekuensinya, tidak ada harta yang diterima dari disposal ini (tidak mungkin muncul laba, tetapi mungkin muncul rugi atau impas). ; Sale of Plant Asset (penjualan aktiva tetap) Jika cara ini dilakukan, maka perusahaan menerima kompensasi kas sejumlah harga jual dan melakukan penyerahan aktiva. Nilai buku aktiva yang diserahkan harus dibandingkan dengan kas yang diterima untuk menetapkan laba atau rugi penjualan aktiva tetap. Depresiasi, Amortisasi, dan Deplesi (Intermediate Acc. Kieso 11st, Ch 11)

Page 76

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Menurut PSAK No.16, Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. ; Depresiasi adalah alokasi cost aktiva tetap selama umur atau masa manfaat ekonomisnya secara sistematis dengan menggunakan prosedur atau metode tertentu. ; Amortisasi adalah alokasi cost aktiva tidak berwujud selama umur atau masa manfaat ekonomisnya secara sistematis dengan menggunakan prosedur atau metode tertentu. ; Deplesi adalah alokasi cost aktiva yang diperoleh langsung dari alam (natural resources) secara sistematis dengan menggunakan prosedur atau metode tertentu (total cost dikurangi dengan nilai residu, dibagi kandungan ekonomisnya). Metode Depresiasi 1 Metode garis lurus (straight line method) Tarif dan dasar depresiasi tetap beban depreasiasi tetap dari periode ke periode 2 Metode saldo menurun ganda (double declining balance method) Tarif tetap, dasar depresiasi menurun beban depresiasi menurun dari periode ke periode 3 Metode jumlah angka tahun (sum of years digit method) Tarif menurun, dasar depresiasi tetap beban depresiasi menurun dari periode ke periode. Periode akuntansi periode depresiasi ketika depresiasi tidak dimulai dari awal periode akuntansi. 4 Metode satuan aktivitas (activity method) Tarif tetap, dasar depresiasi bisa naik atau turun sesuai aktivitas aktual beban depresiasi bisa naik atau turun Contoh Soal : Perusahaan memperoleh mesin produksi dengan cost 125 juta. Diperkirakan dapat digunakan selama 5 tahun dengan nilai residu 25 juta. Mesin juga diperkirakan dapat digunakan selama 10.000 jam. Pada tahun 2009 dan 2010, mesin telah digunakan masing-masing 1500 jam dan 3200 jam. Mesin mulai digunakan 1 April 2009. Hitunglah beban depresiasi tahun 2009 dan 2010.
Page 77

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Metode Garis Lurus Depresiasi per tahun = 125 juta 25 juta = 20 juta 5 Depresiasi 2009 9/12 x 20 juta = 15 juta Depresiasi 2010 Total ; Metode Saldo Menurun Ganda Tarif = 2 x tarif metode garis lurus = 2 x 100 = 40% 5 Tahun 2009 2010 ; Th I II Cost 125 juta 125 juta Depresiasi 9/12 x 40% x 125 juta = 37,5 juta 40% x (125 juta 37,5 juta) = 35 juta Nilai Buku 87,5 juta 52,5 juta 20 juta 35 juta

Metode Jumlah Angka Tahun Depresiasi 5/15 x 100 jt = 33,33 jt 4/15 x 100 jt = 26,67 jt Total Metode Satuan Aktivitas Tarif = 125 juta 25 juta = 10.000/jam 10.000 jam Depresiasi 2009 = 1500 x 10.000 = 15 juta Depresiasi 2010 = 3200 x 10.000 = 32 juta Leasing (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 21) 2009 9/12 x 33,33 jt = 25 jt (Apr-Des) 25 juta 2010 3/12 x 33,33 = 8 jt (Jan-Mar) 9/12 x 26,67 = 20jt (Apr-Des) 28 juta

Leasing adalah kontrak sewa jangka panjang atas aktiva tetap antara lessor dengan lessee yang mana lessor menyerahkan aktiva tetap untuk dimanfaatkan secara ekonomis oleh lessee dengan menerima pembayaran secara berkala selama jangka waktu tertentu. Leasing merupakan contoh yang paling tepat untuk konsep substantive over form. Jenis Leasing sudut pandang Lessee Sudut pandang Lessor Operating lease Capital lease Operating lease
Page 78

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Direct financing lease Sales type lease Operating Lease (dari sudut lessee) Leasing yang mengakui dan memngasumsikan leasing sebagai kontrak sewa biasa. Konsekuensi ; Lessor mengakui penerimaan leasing sebagai pendapatan sewa, sedangkan lessee mengakui pengeluaran leasing sebagai beban sewa. ; ; Lessor berkewajiban mengakui dan menyajikan aktiva leasing pada neracanya. Lessor harus mengakui penyesuaian penurunan manfaat ekonomis (penyusutan) berdasarkan cost aktiva leasing dan umur ekonomis aktiva leasing. ; Seluruh biaya terkait aktiva leasing (executory cost) seperti property tax, pemeliharaan dan perawatan, asuransi aktiva menjadi tanggung jawab lessor. Transaksi dan Jurnal terkait Operating Lease Transaksi Penerimaan sewa Akhir periode Lessor Kas Pendapatan sewa Beban penyusutan Akumulasi penyusutan Cost NR UE Capital Lease Leasing yang mengasumsikan telah terjadi transfer kepemilikan atau aktiva leasing sehingga lessee harus mengakui adanya kewajiban dan lessor memunculkan piutang dari pembayaran secara berkala selama jangka waktu tertentu. Konsekuensi ; Lessee berhak mengakui dan menyajikan aktiva leasing di neraca
Page 79

Lessee Beban sewa Kas No entry

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Lessee harus membuat pengakuan penyusutan aktiva leasing berdasarkan jangka waktu leasing dan nilai yang dikapitalisasi sebagai aktiva leasing. ; Seluruh biaya dan risiko terkait aktiva leasing menjadi tanggung jawab lessee.

Transaksi dan Jurnal terkait Capital Lease Transaksi Saat kontrak leasing Lessor Piutang pembayaran leasing (JKL) Aktiva leasing Saat penerimaan pembayaran leasing ke-1 Saat akhir periode Pendapatan bunga diterima dm Kas Piutang pembayaran leasing Mengakui pendapatan bunga Pendapatan bunga diterima dm Pendapatan bunga piutang leasing Lessee Aktiva leasing Kewajiban atas leasing (sebesar jumlah kapitalisasi leasing) Kewajiban atas leasing Kas Mengakui beban bunga Beban bunga Utang bunga leasing Mengakui depresiasi Beban penyusutan leasing Akumulasi penyusutan leasing Jumlah kapitalisasi leasing Saat penerimaan pembayaran leasing ke-2 Kas Piutang pembayaran leasing Jangka waktu leasing Kewajiban atas leasing Utang bunga Kas Kriteria Klasifikasi Leasing dari Sudut Pandang Lessee 1 2 3 4 Adanya transfer kepemilikan dari lessor ke lessee Adanya hak/opsi beli oleh lessee atas aktiva leasing pada akhir kontrak Jangka waktu leasing 75% umur ekonomis aktiva leasing Jumlah kapitaslisasi 90% dari harga pasar aktiva leasing

% bunga x periode x nilai pokok % bunga x periode x sisa kewajiban

Ketentuan Klasifikasi
Page 80

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Jika kontrak leasing memenuhi salah satu dari empat kriteria di atas, maka leasing diklasifikasikan sebagai Capital Lease. ; Jika tidak memenuhi satupun dari kriteria di atas, maka diklasifikasikan sebagai Operating Lease. Operating Lease (dari sudut Lessor) Jenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai kontrak sewa biasa. Konsekuensi ; Lessor mengakui penerimaan leasing sebagai pendapatan sewa, sedangkan lessee mengakui pengeluaran/pembayaran leasing sebagai beban sewa. ; Lessor berkewajiban mengakui dan menyajikan aktiva leasing pada neracanya karena hak milik berada di tangan lessor. ; Lessor harus mengakui penyesuaian penurunan manfaat ekonomis (penyusutan) berdasarkan cost aktiva leasing dan umur ekonomis aktiva leasing. ; Seluruh biaya terkait aktiva leasing (executory cost) seperti property tax, pemeliharaan dan perawatan, asuransi aktiva menjadi tanggung jawab lessor.

Direct Financing Lease Jenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai pembayaran atas aktiva leasing yang dibutuhkan dan digunakan oleh lessee dengan menerima pembayaran secara berkala sebagai bentuk pengembalian atas pembayaran yang dilakukan kontrak pendanaan. Skema 1 2 3 4 Lessee dan lessor membuat kesepakatan/kontrak leasing Lessee mengambil/membeli aktiva dari toko Lessor membayarkan aktiva yang diambil oleh lessee kepada toko Lesse melakukan pembayaran secara berkala kepada lessor

Konsekuensi
Page 81

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; Lessee harus menyajikan aktiva leasing di neraca karena lessee menerima manfaat ekonomis selama beberapa periode ke depan ; ; Hak milik berada di tangan lessor Lessee harus membuat jurnal pengakuan penyusutan pada tiap tanggal tutup buku berdasarkan jangka waktu leasing (jumlah kapitalisasi leasing dibagi dengan jangka waktu leasing). ; Biaya dan risiko terkait aktiva leasing menjadi tanggung jawab lessee.

Transaksi dan jurnal (dari sisi lessor) ; Saat kontrak leasing Piutang pembayaran leasing Aktiva leasing Pendapatan bunga diterima dimuka ; Saat penerimaan angsuran ke-1 Kas Piutang pembayaran leasing ; Saat tutup buku Pendapatan bunga diterima dimuka Pendapatan bunga ; Saat penerimaan angsuran ke-2 Kas Piutang pembayaran leasing Sales Type Lease Jenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai kontrak jual beli antara lessor dengan lessee dimana pembayaran dilakukan secara berkala selama jangka waktu leasing. Karena diasumsikan sebagai penjualan, maka jumlah yang dikapitalisasi sama dengan nilai pasar aktiva leasing kontrak penjualan. Konsekuensi ; Kepemilikan dan manfaat ekonomis berpindah dari lessor kepada lessee, sehingga lessee harus menyajikan aktiva leasing di neracanya. ; Lesse harus mengakui penyusutan dan menanggung seluruh biaya dan risiko atas aktiva.
Page 82

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Transaksi dan jurnal ; Saat kontrak leasing Piutang pembayaran leasing @ JKL/market HPP Aktiva Penjualan ; Saat penerimaan angsuran ke-1 Kas Piutang pembayaran leasing ; Saat tutup buku (mengakui pendapatan bunga) Piutang bunga Pendapatan bunga ; Saat penerimaan angsuran ke-2 Kas Piutang bunga Piutang pembayaran leasing Kriteria Klasifikasi Leasing dari Sudut Pandang Lessor ; ; Kriteria kelompok 1 no 1 s/d 4 idem kriteria lessee Kriteria kelompok 2 tertagih) no 6 Nilai pasar aktiva leasing = jumlah kapitalisasi leasing Ketentuan Klasifikasi ; ; Kontrak leasing tidak memenuhi kriteria kelompok 1 diklasifikasikan sebagai operating lease Kontrak leasing memenuhi salah satu kriteria kelompok 1 dan kriteria kelompok 2 no 5, tetapi tidak memenuhi no 6 direct financing lease ; Kontrak leasing memenuhi salah satu kriteria kelompok 1 dan memenuhi seluruh kriteria kelompok 2 sales type lease Ekuitas (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 15) no 5 Ketertagihan pembayaran leasing dapat dijamin (pasti @ cost @cost @JKL/market

Page 83

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Ekuitas merupakan selisih bersih antara jumlah harta dengan jumlah kewajiban yang menggambarkan kepentingan pemilik atas entitasnya. Khusus untuk perusahaan perseroan, ekuitas dinamakan Stockholders Equity (Ekuitas Pemegang Saham). Komponen Ekuitas Pemegang Saham 1 Modal saham Merupakan unsur ekuitas yang menggambarkan jumlah lembar dan total nilai nominal saham, baik saham preferen maupun saham biasa yang telah diterbitkan. Perbedaan Hak atas dividen Saham Preferen jumlah yang tetap, yaitu sebesar pada nilai saham preferennya. Pembayaran dividen dan Didahulukan di dalam pemenuhan Dipenuhi setelah hak saham preferen likuidasi Hak dalam RUPS dividen dan pengembalian modal dapat dilunasi oleh perusahaan ketika terjadi likuidasi Hanya memiliki hak bicara Memiliki hak suara dan hak bicara Pengakuan dan Pencatatan Modal Saham Modal saham, baik saham biasa maupun saham preferen, harus diakui dan dicatat pada saat penerbitan saham sebesar nilai nominal dan apabila tidak terdapat nilai nominal, maka harus berdasarkan nilai yang ditetapkan (stated value). Jika dari penerbitan tersebut jumlah harta yang diterima berbeda dari nilai nominal/nilai yang ditetapkan atas saham, maka selisih tersebut harus diakui sebagai Paid in Capital (agio/disagio saham). ; Jika diterbitkan sama dengan nilai nominal Kas/harta lain Saham biasa/saham preferen ; Jika diterbitkan di atas nilai nominal agio atau PIC kredit Kas/harta lain
Page 84

Saham Biasa laba yang diperoleh dan

Berhak memperoleh dividen dalam Besar kecilnya dividen tergantung persentase saham preferen atas total ditetapkan sebagai dividen

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Agio saham Saham biasa/saham preferen ; Jika diterbitkan di bawah nilai nominal disagio atau PIC debet Kas/harta lain Disagio saham Saham biasa/preferen Jika saham diterbitkan dengan cara-cara khusus, maka jurnalnya berbeda. ; ; ; Diterbitkan secara pesanan (Subscription) Diterbitkan secara paketan (Lump-sum) Diterbitkan untuk konversi utang

Saham diterbitkan secara pesanan Jika saham diterbitkan secara pesanan, maka agio atau disagio harus diakui pada saat penerimaan pesanan, bukan pada saat saham diterbitkan. Saham yang dipesan akan diterbitkan jika seluruh pelunasan terhadap piutang pesanan saham dilakukan oleh pemesannya. ; Saat penerimaan pesanan Piutang pesanan saham Agio saham Saham biasa/saham preferen dipesan ; Saat pelunasan Kas Saham biasa/saham preferen dipesan Piutang pesanan saham Saham biasa/saham preferen Saham diterbitkan secara lump-sum
Page 85

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


Merupakan penerbitan lebih dari satu jenis saham dengan menggunakan satu harga penerbitan. Untuk tujuan pengakuan dan pencatatannya, harga lump-sum tersebut harus dialokasikan ke dalam masing-masing jenis saham. Metode alokasinya yaitu : a Metode proporsional Digunakan jika harga pasar masing-masing jenis saham dapat ditentukan. Metode ini mengalokasi berdasarkan proporsi relatif nilai pasar tiap jenis saham dengan total nilai pasar keseluruhan saham yang diterbitkan. Menentukan nilai pasar relatif masing-masing saham Nilai pasar saham preferen = lembar saham preferen x harga pasar/lembar Nilai pasar saham biasa = lembar saham biasa x harga pasar/lembar Total Menentukan alokasi harga lump-sum Alokasi untuk saham preferen = A x harga lump-sum = xxx C Alokasi untuk saham biasa = B x harga lump-sum = xxx C b Metode incremental Digunakan jika hanya satu jenis saham yang secara pasti diketahui harga pasarnya. Metode ini mengalokasikan harga lump-sum berdasarkan hasil pengurangan antara total harga lump-sum dengan bagian untuk saham yang diketahui harga pasarnya, sehingga menjadi nilai saham yang tidak diketahui harga pasarnya. Harga lump-sum Nilai saham yang diketahui harga pasarnya Nilai saham yang belum diketahui harga pasanya Saham diterbitkan untuk konversi utang Ketika saham diterbitkan untuk pelunasan kewajiban, maka harus dilakuakn perbandingan antara nilai buku kewajiban yang dilunasi dengan nilai nominal saham yang diterbitkan. Aturannya :
Page 86

xxx A xxx B xxx C

xxx (xx) xxx

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


; ; ; ; Kewajiban yang dilunasi harus dicatat di Debet sebesar nilai nominal yang dilunasi Premi/diskonto yang belum diamortisasi harus dihapuskan Premi di Debet Diskonto di Kredit Saham diterbitkan harus dicatat di Kredit sebesar nilai nominal Jika terdapat selisih antara Debet dan Kredit harus diakui sebagai agio/disagio saham yang diterbitkan. Contoh : Perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham biasa, nominal 100/lembar, untuk melunasi utang obligasi nominal 150.000 dan diskonto yang belum diamortisasi sebesar 35.000. Utang obligasi Diskonto Saham biasa Agio saham biasa 2 150.000 35.000 100.000 15.000

Tambahan Modal Disetor (Paid in Capital) Merupakan rekening modal yang menggambarkan jumlah excess/selisih/perbedaan antara nilai nominal saham dengan nilai pasar saham pada saat penerbitan. Paid in Capital biasanya digunakan untuk pendanaan dan bonus share (saham bonus) untuk para pemegang saham.

3 4

Laba Ditahan (Retained Earnings) Saham Treasury (insidental) Laba Ditahan (Retained Earnings)

Laba ditahan adalah jumlah akumulasi laba dari kegiatan entitas yang sampai dengan tanggal tertentu belum ditentukan penggunaannya. Laba ditahan biasa disebut sebagai earned capital. Transaksi yang mempengaruhi Laba Ditahan ; Transaksi yang menambah saldo Laba Ditahan 1 Laba Ikhtisar R/L Laba ditahan 2 Koreksi kesalahan kesalahan pencatatan yang berakibat pada pengakuan pendapatan understate dan/atau beban overstate sehingga laba bersih yang diakui understate, dan laba
Page 87

RMK Komprehensif Akuntansi Keuangan resumed by Hanny


ditahan menjadi understate pula, dengan syarat koreksi dilakukan pada periode berikutnya (setelah periode terjadinya kesalahan). Contoh : perusahaan membayar biaya iklan untuk 1 periode sebesar 10.000,-, dicatat sebesar 100.000,- pada tahun 2009. Koreksi 2009 Kas 90.000 Koreksi 2010 Kas 90.000

Biaya iklan 90.000

Laba ditahan 90.000

Page 88

Pengaruh kumulatif perubahan prinsip/metode akuntansi

kebijakan perusahaan untuk

mengubah penggunaan metode/prinsip akuntansi, dimana dengan prinsip baru tersebut berakibat pada pengakuan pendapatan terlalu rendah dan beban terlalu tinggi, sehingga pengakuan laba bersih dan laba ditahan terlalu rendah. Contoh : perubahan metode depresiasi dari saldo menurun ke garis lurus 1 Jan 2009 1 Jan 2011 Periode 2009 2010 Total 2 x 100% Memperoleh mesin, cost 100 juta, UE 5 tahun, NR 0, saldo menurun ganda Mengubah metode saldo menurun ganda ke garis lurus Saldo Menurun Ganda x 100 juta = 40 juta Garis Lurus 20 juta 20 juta 40 juta Selisih 20 juta 4 juta 24 juta

5 2 x 100% x (100 juta 40 juta) = 24 juta 5 64 juta Misal tarif pajak sebesar 10%, maka jurnalnya : Akumulasi depresiasi Laba Ditahan Utang pajak ditangguhkan 24 juta

90% x 24 juta = 21,6 juta selisih x (1 tax rate) 10% x 24 juta = 2,4 juta

Transaksi yang mengurangi saldo Laba Ditahan 1 2 3 4 Rugi Koreksi kesalahan Pengaruh kumulatif perubahan metode/prinsip akuntansi Dividen Dividen merupakan laba ditahan yang ditetapkan sebagian atau keseluruhan untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk kompensasi atas investasi yang telah dilakukan pada perusahaan. Tanggal terkait dividen pencatatan, dan tanggal pembayaran/pembagian. Jenis dividen : a Cash Dividend dividen dibagikan dalam bentuk tunai kepada pemegang saham ; Saat pengumuman Laba ditahan Utang dividen ; Saat pencatatan No entry (karena tanggal ini digunakan sebagai pencatatn pihak investor yang berhak menerima dividen oleh perusahaan ; Saat pembayaran Utang dividen tanggal pengumuman, tanggal jurnalnya tinggal dibalik

Ex-dividend day tanggal hilangnya hak pemegang saham atas dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Jika investor membeli saham sebelum tanggal ex-dividend day, maka investor tersebut akan memperoleh hak dividen yang diumumkan. Akan tetapi jika investor membeli setelah tanggal ex-dividend day, naka investor tersebut akan kehilangan haknya atas dividen yang diumumkan (hak akan berada pada investor sebelumnya). Biasanya ex-dividend day 4 hari setelah tanggal pengumuman. Kas

Stock dividend

dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dengan

penerbitnan saham baru dimana besarnya dividen dinyatakan dalam rasio. Saat pengumuman Harga pasar = nominal Laba ditahan Saham diterbitkan Saat pencatatan Saat pembagian Harga pasar > nominal Laba ditahan Paid in capital Saham diterbitkan No entry Saham diterbitkan Saham biasa/preferen Harga pasar < nominal Laba ditahan Paid in capital Saham diterbitkan Saham diterbitkan Saham biasa/preferen

Saham diterbitkan Saham biasa/preferen

Property dividend dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk noncash (biasanya berupa investasi sementara atau persediaan). Oleh karena harta didstribusikan, maka sebelum diumumkan, harta harus disesuaikan dengan nilai pasar. Jurnal penyesuaian terhadap nilai pasar ; ; Jika nilai pasar > cost Jika nilai pasar < cost Property Market value adjustment Market value adjustment Property Saat pengumuman Saat pencatatan Saat pembagian Laba ditahan ( @ market value) Utang dividen property ( @ market value) No entry Utang dividen property Property

Scrib dividend

dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dengan

menerbitkan wesel untuk pemegang saham. Konsekuensinya, pada saat pembayaran harus disertai dengan bunga wesel. Saat pengumuman Saat pencatatan Saat pembagian Laba ditahan Wesel untuk pemegang saham No entry Wesel untuk pemegang saham (nilai nominal) Beban bunga (% bunga x periode x nilai nominal) Kas (total) e Liquidation dividend dividen yang dibagikan kepada pemegang saham yang mana sebagian dari yang dibagikan tersebut merupakan pengembalian modal karena perusahaan menetapkan rencana untuk melikuidasi usahanya. Saat pengumuman Laba ditahan (sebesar dividen yang dibagikan) Paid in capital (pengembalian modal) Utang dividen Saat pencatatan Saat pembagian 5 No entry Utang dividen Kas Pembatasan Laba Ditahan (Restriction) Kebijakan perusahaan untuk menetapkan penggunaan laba ditahan secara khusus atas tujuan tertentu tetapi belum dilakukan transaksinya agar pada saat terjadinya tidak mengganggu proses operasional perusahaan. Contoh : pembatasan laba ditahan untuk ekspansi usaha dan cadangan pelunasan obligasi (bond sinking fund). Pembatasan laba ditahan berpengaruh terhadap jumlah (mengurangi) laba ditahan yang siap untuk digunakan sehingga mengurangi jumlah laba ditahan yang dilaporkan dan disajikan dalam neraca perusahaan. Ketika pembatasan laba ditahan dilakukan, pembatasan atas harta (biasanya kas) juga dilakukan untuk mengimbangi perubahan jumlah ekuitas perusahaan. Transaksi dan jurnal ; Saat terjadinya pembatasan Kas dibatasi untuk .... Kas Laba ditahan Laba ditahan dibatasi untuk .... ; Ketika terjadi transaksi atas pembatasan yang dilakukan Kas Kas dibatasi untuk ....

Laba ditahan dibatasi untuk .... Laba ditahan Untuk pelunasan obligasi Utang obligasi Kas Efek pembatasan dalam Laporan R/L PT AbQori Laporan Laba Ditahan Untuk periode XXXX Laba ditahan awal (+) Laba Koreksi kesalahan Pengaruh kumulatif (-) Rugi Koreksi kesalahan Pengaruh kumulatif Dividen Transaksi saham treasury Laba ditahan tidak dibatasi Pembatasan laba ditahan Laba ditahan setelah pembatasan 6 Transaksi terkait saham treasury Saham treasury adalah saham yang dibeli/ditarik kembali dari peredaran dengan tujuan tertentu, antara lain : ; Meningkatkan likuiditas saham di pasar modal Dengan adanya saham treasury, akan mengurangi jumlah penawaran saham dan dengan asumsi permintaan tetap, maka harga pasar saham akan meningkat. Pada akhirnya diikuti dengan peningkatan volume perdagangan saham dan frekuensinya. ; Memperoleh agio (excess par value yang tinggi) Ketika saham ditarik, penawaran turun. Dengan asumsi permintaan tetap, maka harga saham meningkat. Pada saat harga saham meningkat, perusahaan kembali menerbitkan saham treasury untuk memperoleh harta (kas) dan agio yang lebih tinggi dari jumlah yang digunakan pada saat penarikan. xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx (xx) xxx jumlah di neraca xxx xxx atau Untuk ekspansi Investasi Kas

Memberi kompensasi kepemilikan saham bagi pihak manajerial dengan harapan manajemen akan memberikan kinerja yang lebih baik. Oleh karena selain sebagai pihak manajemen, juga berperan sebagai pemilik perusahaan sehingga dalam tiap pengambilan keputusan akan lebih berhati-hati. Dengan begitu, akan menghasilkan kinerja terbaiknya dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan.

Transaksi saham treasury dapat mengurangi jumlah laba ditahan perusahaan jika dalam pernerbitan kembali perusahaan menerima kas yang lebih rendah dari nilai saham treasury, sementara saldo agio saham treasury tidak cukup untuk menutup selisih kurang tersebut, sehingga harus diambilkan/ditutup dari saldo laba ditahan. Metode pencatatan saham treasury : a Cost method mencatat saham treasury sebesar harga penarikan (jumlah kas yang dikeluarkan saat penarikan saham), sehingga pada saat terjadinya penarikan tidak memungkinkan muncul agio/disagio saham treasury. b Par value method mencatat saham treasury sebesar nilai nominal sehingga dimungkinkan terjadi agio/disagio saham treasury pada saat terjadinya penarikan. Transaksi dan jurnal Transaksi Saat penerbitan saham Diterbitkan 100 lbr saham biasa, nilai nominal 100/lbr, harga 120/lbr Saat penarikan saham (treasury) 400 lbr saham biasa ditarik pada harga 110/lbr Saat penerbitan kembali saham treasury ; 100 lbr saham treasury Kas Saham treasury ; 100 lbr saham treasury Kas Saham treasury ; 100 lbr saham treasury Kas Laba ditahan Saham treasury Saat penghapusan saham treasury Saham biasa kembali saham treasury Sisa 100lbr saham treasury Saham treasury diterbitkan pada harga 90/ lbr diterbitkan pada harga 105/lbr 12.500 11.000 10.500 11.000 9.000 1.000 11.000 10.000 11.000 Kas 125.000 2.500 10.000 10.500 500 10.000 9.000 10.000 10.000 10.000 diterbitkan pada harga 125/lbr PIC Saham treasury 1.500 PIC Saham treasury Saham treasury Kas Saham treasury Kas Saham treasury Saham biasa Saham treasury PIC Saham treasury Kas Cost method 120.000 100.000 Saham treasury Kas 40.000 44.000 Par value method Idem

Saham biasa

PIC saham biasa 20.000 Saham treasury 44.000 Kas 44.000

PIS saham biasa 4.000

PIC Saham treasury 500

PIC Saham treasury 1.000

PIC Saham treasury 1.000

kebijakan untuk tidak menerbitkan PIC Saham biasa 1.000

dihapuskan Perbedaaan penyajian saham treasury antara cost method dan par value method Jika dalam mencatat saham treasury menggunakan cost method, maka saham treasury yang belum diterbitkan kembali sampai dengan tanggal penyusunan neraca, harus disajikan dalam neraca sebagai pengurang jumlah total ekuitas pemegang saham sebesar cost penarikan. PT AbQori Laporan Ekuitas Pemegang Saham Untuk periode XXX Modal saham Tambahan modal disetor Laba ditahan Saham treasury ( at cost) Total ekuitas pemegang saham xxx xxx xxx xxx (xx) xxx

Alasan penyajian saham treasury yaitu karena nilai cost saham treasury berbeda dengan nilai nominal saham. Oleh karenanya tidak dapat dikurangkan secara langsung pada akun modal saham yang dicatat di neraca sebesar nilai nominalnya. Jika perusahaan menggunakan par value method, maka saham treasury langsung dikurangkan atas akun rekening modal saham sehingga tidak perlu disajikan. Oleh karenanya nilai modal saham adalah bersih setelah dikurangi saham treasury. Hal ini bisa dilakukan karena nilai modal saham yang tercatat dan nilai saham treasury yang diakui sama-sama sebesar nilai nominal. Format Penyajian Modal saham (setelah saham treasury) Tambahan modal disetor Laba ditahan Total ekuitas pemegang saham xxx xxx xxx xxx