Anda di halaman 1dari 4

MANAJEMAN KEUANGAN BREAK EVEN POINT

I MADE VENDIYADNYA 10.21.1.9571

KELAS EKSEKUTIF STIMI HANDAYANI DENPASAR

Pengertian, Definisi dan Rumus BEP / Break Even Point Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan
Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Rumus Analisis Break Even : BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit) Keterangan : - Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi. - Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yng diproduksi. Contoh : Misalnya ada perusahaan konveksi kaos kaki murah yang harga satu buah kaos kaki adalah Rp. 10.000 dengan biaya variabel sebesar Rp. 5.000 per kaos kaki dan biaya tatap sebesar Rp. 10.000.000 BEP = 10.000.000 / (10.000 - 5.000) BEP = 20.000 Jadi diperlukan memproduksi 20.000 kaos kaki untuk mendapatkan kondisi seimbang antara biaya dengan keuntungan alias profit nol.

Perhitungan BREAK EVEN POINT (BEP) :

Perhitungan BEP yang lebih tetap dapat dilakukan dengan cara Trial and Error (serba coba-coba) atau dengan mempergunakan rumus aljabar.

Perhitungan BEP dengan sistem Trial and Error dapat dilakukan dengan cara : 1. 2. Apabila dengan mempergunakan volume produksi tertentu menghasilkan keuntungan, maka diambil volume produksi yang lebih rendah. Demikian sebaliknya. Apabila dengan mempergunakan volume produksi tertentu menderita kerugian, maka diambil volume produksi yang lebih baik.

3.

Demikian seterusnya sampai dicapai dengan volume produksi berapaselisih antara penghasilan, penjualan dengan total biaya sama dengan nol, atau penghasilan penjualan besarnya sama dengan total biaya.

Perhitungan dengan mempergunakan Rumus Aljabar. Dapat dilakukkan dengan cara :

I. Atas Dasar Unit Dimana : P : Harga Jual per unit V : Biaya Variabel per unit FC : Biaya Tetap Q : Jumlah Unit / Jumlah Produk yang dihasilkan dan dijual

P.Q = FC + V.Q P.Q V.Q = FC Q (P - V) = FC

Q = FC pada break even Q P-V Jadi BEP (Q) = FC x 1 unit P-V

Rumus ini pada prinsipnya adalah penerapan dari konsep Contribution Margin per unit (yaitu selisih antara penjualan per unit dengan biaya variable per unit).

Dalam analisa BEP, perlu diketahui dan dipahami tentang konsep MARGIN OF SAFETY ( Batas Penyimpangan Terhadap Penjualan )

Besarnya margin of safety dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut ;

Margin Of Safety = Penjualan yang Direncanakan Penjualan pada BE x 100% Penjualan yang Direncanakan

Jika semakin kecil margin of safety berarti semakin cepat perusahaan menderita kerugian karena penurunan jumlah penjualan yang nyata.

Untuk membedakan batas penyimpangan yang dapat menimbulkan kerugian dinyatakan dalam Angka Absolut dan Angka Relatif.

Untuk bias menyimpangyang absolute dipergunakan istilah Margin Of Safety, dan untuk batas penyimpang dalam angka yang relative ( dalam presentase dari sales ) dipergunakan istilah Margin Of Safety Ratio.

Pengaruh Perubahan Berbagai Faktor Terhadap BREAK EVEN POINT

Pengaruh perubahan harga jual per unit dan total biaya adalah tetap terhadap BEP Sebagaimana telah diuraikan di muka, dalam analisa BEP dipergunakan asumsi antara harga jual per unit tetap konstan BEP menjadi lebih kecil, baik dinyatakan dalam rupiah maupun dalam unit