Anda di halaman 1dari 16

REVISI

AKUNTANSI
SUATU PENGATAR DI S U S U N A.YUDHA PRATAMA 2012040019 SISTEM INFORMASI

KATA PENGANTAR PENERBIT


Edisi Lima (Revisi)

uku ini adalah edisi revisi dari buku edisi lima yang telah terbit sebelumnya. Dari segi materi,

tidaak ada perubahan yang signi fikan. Revisi hanya dilakukan untuk beberapa kesalahan ketika dalam penulis huruf danangka yang terdapat pada edisi sebelumnya.

Jakarta, Juli 2004

Penerbit Salemba Empat

KATA PENGANTAR
Misi utama buku ini adalah mengisi kekurangan buku teks yang sesuai dengan keadaan indonesia. Proses belajar-mengajar di sekolah pada umumnya, perguruan tinggi pada khususnya , merupakan jambatan bagi para siswa untuk mengenali dunia praktik, yang akan diterjuni setelah menyelesaikan pelajaran. Inipun disertai catatan bahwa sekolah atau perguruan tinggi tidak berpretensi menghasilkan lulusan siap pakai.Sudah cukup baik bila pendidikan dapat menghasilkan lulusan siap kerja. Oleh sebab itu, buku teks yang dapat mencerminkan keadaan nyata dalam dunia praktik sangat penting dalam proses belajarmengajar yang akan menghasilkan lulusan siap kerja tersebut. Dunia perbukuan di indonesia, terutama yang berhubungan dengan buku teks untuk penguruan tinggi, tampaknya, memang belum bengitu menggembirakan. Keluhan banyak dilontarkan tengtang kurangnya buku-buku yangdapat digunakan sebagai bahan belajar mengajar di perguruan tinggi. Apalagi kalau persyaratan ditambah dengan buku yang ditulis dalam bahasa indonesia dan latar belakang yang sama. Kelemahan utamabuku teks luar negeri adalah kemumgkinan berbedanya isi buku dengan prakti, peraturan dan keadaan dunia usaha di indonesia. Di samping itu, buku teks luar negeri, mengkin perlu dideduaikan jika diterapkan dalam sistem pendidikan di indonesia. Seluruh isibuku ini dirancang sebagai buku teks untuk bahan belajar mengajar di tahun pertama mata kuliah akuntansi di perguruan tinggi. Lebih jauh lagi,buku ini dirancang untuk memperoleh 6 tahun kredit semester (SKS). Bobot satu SKS dapat dicapai apabila dalam satu minggu, mata kuliah yang bersangkutan diberikan satu kali kegiantan tatap muka, belajar terstuktur dan belajar mandiri masing masing selama 50 menit. Untuk memperoleh bobot satu SKS mata kuliah tadi harus diberikan dalam satu semester yang kurang lebih terdiri dari 1427 minggu,termaksud 2-3 minngu kegiatan penilaian. Banyak pihak telah membantu dalam penyelesaian buku ini. Ungkapan terimakasi di bawah ini ingin kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan maupun saran-saran sejak Edisi I dengan edisi V. Dalam kesempatan ini penulis, secara khusus, ingin mengucapkan terima kasih kepada Dr. Djunaedi Hadisumarto, Prof . Dr. Wagion o Ismagil dan Prof. Dr. Muhammad Arsajad Anwar, dekan-dekan fakultas ekonomi universitas indonesia,yang secara konsisten telah mendorong terbitnya buku ini. Terimakasi kami ucapkan kepada Prof.Dr. Muhammad Arsjad Anwar,yang dulu, dalam kapasitasnya sebagai pembantu dekan I fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,berkenan mengumpulkan suatu tim penilai untuk edisi II buku ini. Kepada Dr. Wahyudi Prakarsa, Dr . Katjep K. Abdoelkadir, Drs. Jazid Adam, dan Drs. Amir Abadi Jusuf, Macc., anggota tim penilai, kami ingin mengucapkan terimaksi atas saran-saran yang perna di berikan. Kepada Drs. Paul Capelle, kami ingin, secara khusus, mengucapkan terimakasi atas saran, dorongan daan usaha yang di berikan untuk terbit dan meluasnya pemakaian buku ini, dulu ketika menjabat ketua jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi UI. Kepada rekan-rekan stafpengajar mata kuliah Pengantar Akuntansi di Fakultas Ekonomi UI, terutama kepada Dra.

Lien Indiriana dan Drs. Ruddy Koesnadi, kami berterimakasi atas kesediannya memberikan waktu konsultasi untuk edisi II buku ini . Kepada Drs. Rumayantyo hardikartiko, MM kami ucapkan terimakasi atas kesediaanya seluru Bab edisi III dari buku ini sebelum naik cetak. Kepada Sdri. Ellin Dulhakim, Sdri. Lisantini Hadiwadjajanti dan Sdr. Anantyo Ariadi S., kami ucapkan terimakasi atas kesabarannya dalam pengetikan naskah. Kepada Drs. Partono terimakasih kami ucapkan atas saran-saran yang diberikan untuk bab akuntansi pemerintahan dalam edisi II. Kepada lembanga penerbit fakultas ekonomi universitas indonesia, kami ucapkan terimakasih atas penerbitan edisi pertama dan ke dua buku ini. Terimakasi kami ucapkan kepada PT Rineka Cipta atas kesediaannya menerbitkan edisi III dan IV buku ini. Kepada Penerbit Salemba Empat, terimakasih atas kesediaannya menerbitkan edisi V buku ini. Akhirnya kepada almamater, inilah sembangan pengetahuaanyang dapat kami persembahkan untukmu.

Jakarta, Juli 2002

Soemarso SR

BAB

1
GAMBARAN UMUM AKUNTANSI

1. Menjelaskan kegunaan informasi akuntansi 2. Menjelaskan definisi akuntansi 3. Menjelaskan pemakai informasi akuntansi 4. Menjelaskan pekerjaan akuntansi

PENGERTIAN AKUNTANSI American Accounting Associationmendefinisikan akuntansi sebangai : ......... proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut Defenisi ini mengandung dua pengertian, yakni : 1. Kegiatan Akuntansi Bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. 2. Kengunaan Akuntansi Bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai keputusan usaha yang bersangkutan.

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economi enttity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam buku ini yang dimaksud dengan kesatuan ekonomi adalah badan usaha (business enterprice). Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam perusahaan itusendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Untuk menghasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu metode pencatatan, penggolongan, nalisis, dan pengendalian transaksi serta kegiatan=kegiatan keuangan, kemudian melaporkan hasilnya. Kegiatan akuntansi meliputi : 1.Pengindentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk sautu pengambilan keputusan. 2.Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan. 3.Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan. Kegiatan-kegiatan tadi perlu dirangkaikan dalam suatu sistem yang disebut sistem akuntansi. PEMAKAI INFOERMASI AKUNTANSI Kegunaan infoermasi akuntansi telah diuraikan secara ringkas dalam bangian ermulan bab ini. Juga telah disebutkan pihak yang memerlukan informasi akuntansi, yang dapat berasal dari dalam maupun di luar perusahaan. Akuntansi menyediakan cara untuk mengumpulkan dat ekonomis dan melaporkannya kepada bermacam-macam individu dan pihak-pihak yang berkepentingan. Pemilik dan calon pemilik dari suatu perusahaan perlu mengetahui bagaimana keadaan keuangan perusahaan dan prospeknya dimasa datang. Bagi pemilik, informasi itu dapat digunakan untuk memutuskan apakah ia akan tetap mempertahankan kepemilikannya di perusahaan itu, atau menjualnya

dan kemudian menanamkan modalnya di tempat lain. Bagi calon pemilikuntuk memutusakn apakah ia akan menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Pihak kreditur (misanya bank) ingin mengetahui perkembangan perusahaan setelah pinjaman diberikan. Ia harus selalu menilai kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman untuk memutuskan apakah harus memberi tambahan pinjaman atau menarik pinjaman yang telah diberikan . Bagi calon kreditur, informasi tentang perusahaan diperlukan untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan untuk diberikan. Badan-badan Pemerintahan sangat berkenang dengan kegiatan keuangan perusahaan untuk tujuan-tujuan pajak dari pengaturan-pengaturannya. Kantor pajak berkepentingan terhadap informasi akuntasi oerusahaan untuk memeriksa kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan. Pengawai dan serikat pekerjaan sangat tertarik mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan yang memperkerjakannya. Pihak yang sangat tergantung dan paling banyak berhubungan dengan hasil akhir akuntansi adalah mereka yang diberi tanggu jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Kadangkadang mereka, secara keseluruhan disebut sebagai manajemen perusahaan. Jenis informasi yang dibutuhkan untuk tiap-tiap manajemen perusahaan berada sesuai dengan besarnya perusahaan. Manajemen sebuah perusahaan kecil mungkin hanya membutuhkan informasi akuntansi yang sedikit saja. Semakin besar perusahaan, semakin sedikit kesempatan manajemen perusahaan untuk berhubungan langsung dengan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, walaupun demikian, ia harus mendapatkan informasi yang tepat waktu mengenai bermacam-macam aspek yang terdapat dalam perusahaan itu. Informasi yang relevan untuk satu pihak mungkin menjadi tidak relevan bagi pihaklain. Akan tetapi, begitu kelompok-kelompok yang membutuhkan informasi akuntansi dapat diidentifikasikan, informasi yang relevan juga dapat ditentuhkan. Jika kedua hal tersebut telah diketahui, seorang akuntan dapat menciptakan kerangka sestem informasi yang diperlukan untuk membantu tiap kelempok tersebut dalam membuat penilaian dan keputusan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan di masa mendatang.

PEKERJAAN AKUNTAN
Secara garis besar akuntan dapat digolongkan menjadi: (1) akuntan publik; (2) akuntan manajemen; (3) akuntan pemerintah dan (4) akuntan pendidik. Akuntan publik atau kadang disebut dengan akuntan ekstern adalah akuntan independen yang menberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaraan tertentu. Mereka bekerja secara bebas, pada umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor tadi. Untuk dapat berpraktiksebagai akuntan publik dan mendirikan akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari Departemn Keuangan. Seorang akuntan publik dapat memberikan; (1) jasa pemeriksaan (2) jasa perpajakan (3) jasa kunsultasi manajemen dan (4) jasa akuntansi.Akuntan manajemen atau disebut juga intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Jembatan yang dapat diduduki mulai dari staf biasa sampai dengan kepala bagian akuntansi, controller atau derektur keuangan. Tugas yang dikerjakan dapat berupa : (1) penyusunan sistem akuntansi (2) penyusunan laporan akuntansi kepada pihak-pihak di luar perusahaan (3) penyusunan laporan akuntansi kepada manajemen (4) penyusunan anggaran (5) menangani masalh perpajakn dan (6) melakukan pemeriksaan intern. Akuntasi pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan Pemerintahan, seperti didepartemen-departemn, Badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP), Badan pengawas keuangan (BEPEKA), Direktorat jendral pajak, dan lain-lain. Disamping tiga golongan akuntan tersebut diatas , terdapat akuntan yang bekerja sebagai pendidik. Akuntan pendidik terutama bertugas dalam pendidikan akuntansi, yang mengajar, yang menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi.

PERTANYAAN 1-1. Akuntansi dapat dilihat dua sudut pandang. Sebutkan dan jelaskan dua sudut pandang ini ! Jelaskan kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam akuntansi ! 1-2. Jelaskan akuntansi manajemen dana akuntansi biaya! Jelaskan bidang yang dipelajari oleh sistem informasi 1-3. Sebutkan pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi ! Untuk apa pihakpihak tersebut mengunakan informasim akuntansi ? Berikan contoh bagaimana sebuah bank menggunakan laporan akuntansi yang dihasilakn oleh perusahaan yang jadi nasabahnya dalam proses pengambilan keputusan 1-4. Sebutkan perbedaan antara akuntansi dan pembekuan 1-5. Akuntan adalah mereka yang telah lulus dari fakultas ekonomi negri jurusan akuntansi. Apakah pertanyaan ini betul ? Jelaskan ! 1-6. Tenaga-tenaga di bidang akuntansi hanya dihasilkan dari pendidikan seperti yang dicamtumkan dalam undang-undang No. 34 Tahun 1945. Apakah pertanyaan ini betul ! Jelaskan ! 1-7. Apakah ujian-ujian akuntansi yang diselenggarakan oleh direktorat pendidikan luar sekolah Depertemen pendidikan dan kebudayaan akan menghasilkan orang-orang yang bergelar akuntan ? Jelaskan ! 1-8. Apakah ujuian-ujian akuntansi yang diselenggarakan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan dan terkenal dengan nama UNA dimaksudkan untuk memberikan gelar akuntan ? 1-9. Terangkan secara singkat perbedaan antara akuntan ekstern (publik) dengan akuntan intern? 1-10. Berikan contoh bagaimana laporan akuntansi dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan ?

BAB

2
AKUNTANSI DAN KEGIATAN PERUSAHAAN

1. Menjelaskan pengertian perusahaan 2. Menjelaskan jenis dan bentuk hukum perusahaan 3. Menjelaskan siklus kegiatan perusahaan 4. Menjelaskan peran akuntansi dalam kegiatan perusahaan

PENGERTIAN PERUSAHAAN Perusahaan adalah suatu organisai yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalh melakukan produksi dan distrubusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Disntara kebutuhan ekonomis anusia adalah pangan, sandang, papan, dan kesenangan. Kegiatan produksi dan distrubusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu alam (tanah,air,hutan,laut) manusia sebagai tenga kerja dan modal (uang, esin-mesin, bangunan, dan lain-lain) Kegiatan produksi dan distribusi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh laba. Namun demikian, banyak juga kegiatan produksi yang tidak bertujuan secara laba, misalnya yayasan sosial, keagamaan, dan lain-lain. Hasil suatu produksi dapat berubah barang atau jasa. Pembahasan dalam buku ini adalah perusahaan yang terutama bertujuan memperoleh laba.

BENTUK BADAN USAHA DAN JENIS PERUSAHAAN Apabila seseorang, atau sekelompok orang ingin mendirikan perusahaan, ada dua hal yang perlu diputuskan. Yaitu, dalam bidang dan wadah apa perusahaan yang akan didirikan. Pertanyaan tentang bidang usaha berkaitan dengan jenis perusahaan. Ini berhubungan dengan produksi yang ingin dihasilkan. Pilihan ditentukan, di antaranya oleh kemampuan manajemen dan besarnya kebutuhan masyarakat akan hasil produksi tersebut. Apabila didasarkan atas kegiatan utama yang di jalankan, secara garis besar jenis perusahaan dapat digolongkan menjadi : (a) perusahaan jasa (b) perusahaan dagang (c) perusahaan pabrik (manufaktur). Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual jasa. Contoh dari perusahaan macam ini adalah kantor akuntan, pengacara, tukang cukur, dan lain-lain. Kelompok kedua adalah perusahaan dagang, yaitu perusahaan yang kegiatannya membelih barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengilahan lagi. Contohnya adalah dealer, toko-toko kelontong, toko serbah ada, dan lain-lain. Perusahaan pabrik (manufaktur) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual barang jadi tersebut. Contonh dari kelompok ini adalah pabrik sepatu, pabrik roti, dan lain-lain. Masalah wadah usaha bersangkutan dengan bentuk badan usaha yang dipilih. Bentuk badan usaha yang utama dalah: (a) Perusahaan perseorangan (b) Persekutuan (firma dan CV) (c) Perseroan terbatas. Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki seharusnya oleh perseorangan. Persekutuan adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian tertentu di antara mereka. Perseroan terbatas adalah badan hukum terpisah yang di bentuk berdasarkan hukum, dimana pemilikannya dibagi dalam sahamsaham. Ketiga bentuk badan usaha tersebut merupakan badan usaha swasta. Artinya didirikan oleh orang atau badan-badan swasta. Perekonpmian Indonesia disokong oleh tiga pilar pelaku ekonomi, yaitu swasta, koperasi, dan badan usaha milik negara. Koperasi dalah kumpulan dari orang-orang atau badan badan hukum koperasi untuk melakukan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Badan usaha milik negara dapat berbentuk persero, perum, dan perusahaan jawatan. Pebedaaan utama antara bentuk-bentuk perusahaan tadi, dipandang dari sudut akuntansi adalah dalam

hal sifat pemilikan serta hak-hak dan kewajiban hukum dari masing-masing organisasi tersebut.

KEGIATAN PERUSAHAAN Apabila seseorang atau sekelompok orang memutuskan untuk melakukan usaha, maka berarti bahwa ia (mereka) telah bersedia mengiatkan sebagian sumber daya yang ia (mereka) miliki, untuk dipakai dalam perusahaan guna mencapai tujuan. Pengikantan sumber daya ini, misalnya, dalam bentuk penyetoran usang untuk modal. Tujuan seseorabg atau sekelompok orang melakukan usaha dalah agar modal ia (mereka) tanamkan dalam perusahaan itu berkembang. Dari segi perusahaan tujuan para penanam modal tadi diterjemahkan dalam bentuk laba. Jadi, tujuan perusahaan yang terutama adalah mencari laba. Tetapi disamping laba, perusahaan juga harus menjaga agar tetap solvabel, artinya selalu tersedia uang tunai untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya pada saat jatuh tempo. Di samping kedua tujuan tersebut di atas, perusahaan dalam masyarakat yang semakin maju dan kompleksini, juga dituntut untuk memperhatikan hal-hal lain, seperti misalnya dalam hal tanggung jawab sosial, tanggung jawab lingkungan, dan lain-lain. PERTANYAAN 2-1. Untuk setiap kegiatan usaha di bawah ini sebutkan jenis perusahaan. Jawablah dengan ; (A) perusahaan jasa ;(B) perusahaan dagang ; (C) perusahaan pabrik. A. Tukang cukur B. Pasar swalayan C. Dokter gigi D. Pengacara E. Apotek F. Toko buku G. Agen perjalanan H. Rumah sakit I. Pengalengan ikan 2-2. Jelaskan perusahaan perseorangan, persekutuan, dan perseroan terbatas !

2-3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan pabrik. 2-4. 2-5. 2-6. Jelaskan pencatatan, penggolongan,, dan pengikhtisaran transaksi usaha. Jelaskan perbedaan antara analisis, dan interpretasi laporan keuangan ! Jeskan apa yang dimaksud dengan kekayaan dan sember pembelanjaan!

2-7. Jelaskan mengapa antara kekayaan dengan sumber pembelanjaannya harus selalu seimbang ! 2-8. Mengapa beban mengurangi modal pemilik ? Jelaskan perbedaan antara beban dengan pembagian laba ! Bagaimana menghitung laba ?

2-9.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan posisi keuangan!

2-10. Sebutkan apakah pos-pos di bawah ini merupakan kekayaan atau sumber pembelanjaan ! A. Kas D. Utang bank B. Mobil E. Modal agus C. Gedun F. Utang kepada badu LATIHAN 2-1. Di bawah adalah kegitan-kegitan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. a. Pemilik menyetorkan modal b. Perusaahaan mengangkat pegawai c. Perusahaan memperoleh pinjaman dari bank d. Perusahaan membelih kendaraan untuk mengangkut penumpang e. Perusahaan membyar gaji pegawai f. Perusahaan menerima uang yang ditarik dari penumpang g. Perusahaan membayar ongkos servis kendaraan h. Perusahaan mengangsur pinjaman kepada bank i. Pemilik mengambil uang dari perusahaan untuk membayar uang kuliah anaknya

Diminta : Sebutkan apakah kegiatan-kegiatan tersebut di atas akan mempegaruhi laba perusahaan. Untuk setiap kegiatan jawablah : Ya atau Tidak 2-2. Pada tanggal 2 januari 200A, Joko sugianto mendirikan sebuah perusahaan pengangkutan tanah. Untuk ini, ia menanamkan modal sebesar Rp 8.000 dalam bentuk uang tunai. Pada saat yang sama, Joko sugianto meminjam untuk perusahaannya uang sejumlah Rp 20.000 dari ayahnya. Tanggal 3 Januari 200A, Joko sugianto membeli truk bekas dengan harga Rp 25.000 dan menambah modalnya dengan Rp 2.000

Diminta : a. Pada tanggal 2 januari 200A, hitung berapa kekayaan, utang dan modal perusahaan yang didirikan oleh Joko sugianto b. Berapa pula kekayaan, utang, dan modal perusahaan Joko sugianto pada tanggal 3 januari 200A

BAB

3
PERSAMAAN AKUNTANSI

1. Menjelaskan transaksi usaha 2. Menjelaskan cara menilai transaksi

TRANSAKSI USAHA Transaksi usaha adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Artinya, mengakibatkan nerubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelanjaan. Pembayaran rekening telepon sebesar Rp 25, embelian barang dengan secara kredit sebesar Rp 100 serta dari pembelian tanah dan bangunan toko sebesar Rp 50.000 merupakan contoh dari bermacam-macam transaksi usaha. Dua transaksi yang pertama sangat sederhana, yaitu suatu pengeluaran uang di tukar dengan jasa dan suatu janji untuk membayar dalam jangka waktu tertentu di tukar dengan barang dagang. Pembelian gedung dan tanah biasanya merupakan transaksi yang lebih kompleks. Harga yang telah disetujui harus di bagi untuk tanah dan gedung tersebut. Suatu transaksi usaha dapat diikuti oleh transaksi lain. Misalnya, pembelian barang dagang secara kredit akan diikuti transaksi lain berupa pembayaran. Demikian juga setiap kali terjadi penjualan barang dagang. Transaksi-transaksi ini harus dicatat. Kenyataan bahwa umur gedung terbatas harus pula diperhatikan dalam catatan. Pemakaian gedung bukan merupakan pertukaran barang-barang dan jasa antara perusahaan dengan pihak luar. Walaupun demikian, hal ini merupakan suatu kejadian penting yang harus dicatat. Ia juga merupakan transaksi. Transaksi semacam ini, yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan pihak luar, disebut dengan transaksi intern (internal transaction). Agar lebih mudah, untuk selanjutnya, dalam buku ini, tidak dibedakan antara transaksi dengan pihak luar dan transaksi intern. Keduanya disebut dengan transaksi. Sistem pencatatan dimulai dari pencatatan setiap transaksi. Ada beberapa macam cara untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut. Misalnya, penjualan jasa-jasa secara tunai mungkin dicatat dalam faktur penjualan yang ditulis dengan tangan atau mungkin hanya dengan jalan menekan tombol dalam mesin pencatat kas ( cash register). Tanpa memandang pada sistem pencatatan yang digunakan, dapat dikatakan bahwa data yang dikumpulkan merupakan dasar untuk membuat macammacam laporan. NILAI TRANSAKSI Di atas disebutkan bahwa setelah diindentifikasikan,suatau transaksi usaha harus di ukur. Alat pengukur transaksi yang digunakan dalam akuntansi adalah satuan uang. Oleh sebab itu, hanya transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Transaksi atau kejadian dalam perusahaan yang tidak dapat dinilai dengan uang tidak dicatat. Pertanyaan yang timbul adalah : dengan nilai mana suatu transaksi dicatat? Pertanyaan ini mencul karena mungkin ada beberapa nilai uang yang dapat dihubungkan dengan suatu transaksi. Perhatikan contoh berikut. Anggaplah bahwa suatu perusahaan membeli gedung dengan harga Rp 25.000. harga yang disepakati dan terjadisebesar Rp25.000 ini disebut harga pertukaran. Harga itu merupakan nilai transaksi pembeli gedung. Jumlah ini yang dicatat : dalam akuntansi. Sebelumnya, penjual mungkin menawarkan gedung tersebut dengan harga Rp 30.000 dan pembeli mungkin pertama-tama menawarkan dengan harga Rp 20.000. gedung itu sendiri mungkin dinilai sebesar Rp 35.000 untuk penetapan pajak bumi dan bangunan dan diasuransikan dengan nilai Rp 24.000. angka-angka terakhir ini tidak berpengaruh terhadapan catatan akuntansi, karena tidak berasal dari pertukaran. Harga yng bersal dari transaksi atau harga pertukaran menentukan nilai transaksi dan merupakan jumlah yang dijadikan sebagai dasar pencatatan. Kadang harga ini disebut harga perolehan atau menurut pertayaan standar akuntansi (PSAK) disebut Badan Historis. Jika sehari setelah gedung dibeli ada orang lain yang menawar dengan harga Rp 40.000, penawaran ini merupakan petunjuk harga pasar gedung tersebut. Akan tetapi, perusahaan

tidak beloh mengubah nilai gedungnya menjadi Rp 40.000. Mencatat harga penawaran sebesar Rp 40.000 berarti perusahaan telah mengakui laba yang belum direalisir. Apabila dari tawar-menawar kemudian disepakati harga Rp 38.000 dan gedung dijual dengan harga tersebut maka akan mencatat nilai gedung dengan harga pertukaran yang terjadi sebesar Rp 38.000. Dalam suatu transaksi baik pembeli maupun penjual, akan berusaha untuk mendapatkan harga yang paling menguntungkan. Akan tetapi, hanya harga yang disetujui bersama merupakan dasar yang objektif untuk tujuan akuntansi. Hal ini sesuai dengan penjelasan Bab 2 bahwa transaksi adalah sesuatu yang telah diselesaikan. Apabila nilai dicamtumkan untuk suatu aktiva diubah-ubah hanya didasarkan atas penawaran, penilaiabn kembali atau oleh karena suatu pendapat, laporan akuntansi akan menjadi berubah-ubah pula sehingga tidak dapat dipercaya tidak berguna lagi. SOAL 3-1. Agus Nasrun pada tanggal 1 januari 200A mendirikan bengkel mobil dan motor yang diberinama Bengkel Agus. Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan januari 200A adalah sebagai berikut: a. Agus Nasrun menanamkan uangnya sebesar Rp 4.000 sebagai modal awal bengkel yang didirikan. b. Menarik pinjaman dari bank makmur Rp 6.000 c. Bengkel Agus membeli mesin pompa angin dengan harga Rp 2.000. sejumlah Rp 1.500 dibayar tunai sisanya akan dicicil dalam dua bulan. d. Membeli obeng, kunci pas dan peralatan bengkel lain seharga Rp 1.000. pada saat yang sama Agus membeli mur, baut, oli, bensin, dan perlengkapan lain seharga Rp400. Semuanya dibayar tunai e. Penerimaan uang dari tanggal 2 sampai dengan 31 januari 200A untuk ongkos reparasi yang dikerjakan berjumlah Rp 2.600 f. Membayar sewa untuk bengkel yang ditempati sebesar Rp 100. Sewa ini adalah untuk bulan januari 200A g. Membayar upah tenaga yang membantu Agus dari tanggal 2 januari sampai dengan 31 januari 200A sebesar Rp 400 h. Membayar utang pembelian mesin pompa angin sebesar Rp 250 i. Perlengkapan bengkel, bedasarkan perhitungan fisik pada akhir bulan tanggal Rp 100 j. Agus mengambil uang dari bengkelnya untuk membayar kuliah adiknya sebesar Rp 300 Diminta : (1) Catatlah transaksi-transaksi tersebut di atas dengan menggunakan teknik tabelaris seperti di bawah ini dan hitung saldo pada tiap-tiap akhir transaksi: Aktiva =Kewajiban +Modal Kas+Perlengkapan+Peralatan=Utang dagang+Utang bank+Modal Agus (2) Susunlah naraca per 31 januari 200A serta laporan laba rugi dan laporan perubahaan modal untuk bulan yang bersangkutan.