P. 1
Tekanan+Intra+Kranial2+(Sum) (1)

Tekanan+Intra+Kranial2+(Sum) (1)

|Views: 1|Likes:
Dipublikasikan oleh Arie Falah

More info:

Published by: Arie Falah on Apr 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2014

pdf

text

original

TEKANAN INTRA KRANIAL

Lebih dari separuh kematian karena trauma kepala disebabkan oleh hipertensi intrakranial. Kenaikan tekanan intrakranial (TIK) dihubungkan dengan penurunan tekanan perfusi dan aliran darah serebral (CBF) dibawah tingkat kritis (60 mmHg)  berakibat kerusakan otak iskemik. Pengendalian TIK yang berhasil mampu meningkatkan outcome yang signifikan. Telah dikembangkan pemantauan TIK tapi belum ditemukan metode yang lebih akurat dan non invasive. Pemantauan TIK yang berkesinambungan bisa menunjukkan indikasi yang tepat untuk mulai terapi dan mengefektifkan terapi, serta menentukan prognosis. TIK yang normal: 5-15 mmHg TIK Ringan : 15 – 25 mmHg TIK sedang : 25-40 mmHg TIK berat : > 40 mmHg

Fisiologi Tekanan Intrakranial Tekanan Intrakranial menuju pada tekanan cairan serebrospinal (CSF) di dalam rongga kranium. Selama CSF mengalir dalam sumbu kraniospinal, tidak tersumbat  tekanan CSF selalu konstan. Variasi TIK tergantung pada: 1. Diameter CSF 2. Sirkulasi serebral 3. abnormalitas intrakranial Sirkulasi Serebral   Otak mendapat 15 % curah jantung Aliran darah serebral secara global  volume darah per menit per 100 gram jaringan otak.

   PaCO2 tidak lagi mempengaruhi CBF saat mencapai 80 mmHg atau < 15 mmHg. Sirkulasi serebral dan TIK menunjukkan efek yang bertolak belakang.Kety dan Schmidt  CBF 53 ml/menit/100 gr otak pada individu muda normal Obrist  CBF 74. Pada PCO2 30-60 mmHg bebas dari faktor-faktor yang mempengaruhi autoregulasi.   Volume darah serebral sebesar 2 % dari volume intrakranial (teknik beku pada hewan) Volume darah serebral 7% dari volume intrakranial (invivo pada manusia) Jika taksiran ini benar.   Relaksasi lebih luas terjadi pada hiperkapnea.  Vasodilatasi ini bersifat fokal dan tidak berarti terhadap CBV. Bila TIK mendekati MAP  sirkulasi serebral berhenti.5% perubahan pada aliran darah serebral (CBF). Perubahan 1 mmHg dari PaCO2  2. Selama hipotensi sistemik yang parah Saat autoregulasi menghilang  Efek CO2 menurun / menghilang . TIK meningkat mengakibatkan vasospasme dan penurunan CBF. CO2 menurunkan resistensi vaskular  CBV meningkat.8 ml/menit/100 gr otak. Vasodilatasi serebral  volume darah serebral meningkat  TIK meningkat Vasodilatasi : Fisiologis Patologis Pembuluh darah serebral mengembang sebagai respon terhadap hiperaktifitas fisiologis dalam otak. pengembangan massa di kepala bisa mencapai ukuran sedang tanpa meningkatkan TIK dengan menggeser darah dari rongga kepala.5 ml/menit/100 gr otak Gray matter 24.

. sisanya dihasilkan oleh jaringan otak  dialirkan langsung ke rongga sub arachnoid  diabsorpsi lewat vili arachnoid  sagitalis. Fisiologi Cairan Serebrospinal Sebagian besar CSF diproduksi oleh pleksus choroidalis dari ventrikulus lateralis.Kenaikan PCO2 5-7%  menaikkan CBF 75% (peningkatan tekanan arteri sistemik yang disebabkan oleh vasokonstriksi perifer) Reaksi pembuluh darah perifer paradoks terhadap hiperkapnea. Tempat utama penyerapan CSF  vili arachnoidalis (merupakan suatu katub yang diatur oleh tekanan). Hipoksia yang berat  vasodilatasi dan peningkatan CBF. Hipokapnea (< 20 mmHg) tidak berarti secara klinis. Variasi pada TIK tidak mempengaruhi laju produksi CSF.5 cc/menit (450-500 cc/hari). Produksi CSF bersifat konstan dan tidak tergantung tekanan. Absorpsi CSF secara langsung dipengaruhi oleh kenaikan TIK.3 – 0. Karena hanya ada volume 150cc CSF di otak dewasa. jadi ada 3 kali penggantian CSF selama sehari. terjadi karena pelepasan katekolamin dalam jumlah besar ke dalam darah. Pengikatan / penghilangan pleksus choroidalis akan menurunkan CSF 60%. Produksi CSF 0. Hipokapnea akibat hiperventilasi aktif atau pasif  menurunkan CBF sepertiga nilai dasar (efek ini bebas dari pH arteri) Penurunan CBF  menghilangkan CBV dan TIK Penurunan TIK tidak sampai semenit setelah hiperventilasi buatan Jika hiperventilasi dipertahankan dalam jangka panjang TIK pelan-pelan akan meningkat walaupun tetap lebih rendah (butuh waktu 2 – 5 jam). karena dihubungkan dengan hipoksia jaringan (saat kurva disosiasi bergeser ke kiri). Hiperkapnea + hipoksia yang parah  melumpuhkan p-embuluh darah dan berakibat hilangnya autoregulasi (CBV meningkat dan peningkatan TIK).

Compliance (ΔV/ ΔP) bersifat pressure dependent. Total Volume bersifat konstan Jika salah satu komponen meningkat maka terjadi penurunan komponen lain (Hukum Monroe-Kelly). Bila massa otak meningkat  mula-mula CSF dan darah keluar dari rongga tengkorak. Diantara ketiga komponen. Peningkatan volume intrakranial  peningkatan tekanan sampai dengan nilai kritis tercapai. Volume tambahan dalam rongga otak akan dikompensasi dengan menggeser CSF ke kantung duralspinalis (70%) dan penurunan vena serebralis (30%). Obstruksi terutama terjadi di aquaductus Sylvii dan cisterna basalis.Bila fungsi katub rusak / jika tekanan sinus vena meningkat. Pada obstruksi foramen magnum tidak ada peran duralspinalis  sehingga mekanisme kompensasi menurun. Darah. maka absorpsi CSF menurun. Bila massa otak semakin meningkat  mekanisme kompensasi tidak efektif  TIK meningkat. Respon tekanan / volume. otak  volumenya konstan. 2. Setelah itu sedikit saja penambahan volume  meningkatkan tekanan. maka terjadilah peningkatan CSF. Isi tengkorak : 1. Otak. Kalau aliran CSF tersumbat  hidrocephalus tipe obstruktif. CSF : cairan serebrospinal 3. Tengkorak merupakan kotak kaku yang membatasi pergerakan bebas maupun pengembangan otak. yang bisa bergeser CSF + darah. .

Subdural 3.  Pengukuran Epidural (EDP) Penanaman sensor tekanan atau penempatan transducer langsung di atas permukaan dura. Ventrikulus yang dipilih untuk pemasangan kateterisasi pada sisi kontralateral hemisfer yang terlihat. Laju produksi CSF dan tahanan aliran dengan cara menyuntikkan / menyedot sejumlah kecil cairan. . Epidural (EDP) 2. Kesuksesan dengan ventricular catheter meningkat bila menggunakan CT Scan untuk mengetahui lokasi dan ukuran dari ventricular. Penggunaan ventrikulostomi untuk mengeluarkan cairan CSF untuk studi diagnostik merupakan prosedur neurosurgical yang lama yang paling dapat dipercaya untuk mengukur TIK.Metode pemantauan TIK: Ada 3 kelompok metode pengukuran TIK: 1. Intraventrikuler. 2. Stopcock ini dihubungkan dengan tranducer melalui pipa intravena berisis saline. Mengukur komplians serebralis. Jika ventrikulus lateralis menyempit dan tidak terlihat dengan CT Scan  teknik subdural lebih praktis.  Pemantauan tekanan subdural Memasang stopcock yang diisi saline pada rongga subdural melalui lubang pada kranium. Kateterisasi ventrikulus memungkinkan untuk 1.  pemantauan tekanan ventrikuler.

metabolisme serebral dan tekanan vena  TIK meningkat. Pasien wanita hamil dengan tumor dilakukan kraniotomi sebelum melahirkan. Perkembangan Anestesi 1. Kaku deserebrasi dan dekortikasi akan meningkatkan metabolisme otot. Secara farmakologi jika kondisi pasien memburuk  dekompresi bedah + kraniotomi. Ada beranekaragam derajat keganasan o Astrocytoma  kurang bersifat ganas dan lambat berkembang tapi sering mengalami degenerasi kistik. Jadi pencegahan kejang dan pemberian pelumpuh otot seperti pancuronium. Kejang  meningkatkan aliran darah otak. Komplians tidak lagi valid karena sifat kotak tertutup (tengkorak) sudah tidak ada. asidosis dan tekanan intratorak dan intraabdominal  meningkatkan TIK. penting untuk penatalaksanaan cedera kepala. . o Glioblastoma  paling ganas dan paling cepat tumbuh. Tumor    Glioma : neoplasma intrakranial yang utama. TIK dipengaruhi oleh kejang.Aplikasi klinis pengukuran TIK: TIK meningkat di atas normal (15-20 mmHg)  berbahaya pada pasien dengan fraktur basis cranii dan terjadi kebocoran CSF.    Terapi bertujuan menurunkan bipertensi intrakranial. o Meningioma  tumor jinak tumbuh dari duramater tapi menekan otak. TIK tidak berkorelasi dengan pengaruh pengembangan suatu lesi. Muncul dari jaringan neoruglial. bersifat invasif lokal.

Penatalaksanaan Anestesi 1. Kadar vasopresin CSF. 3. Pseudotumor serebri  Hipertensi intrakranial jinak atau pseudotumor serebri terjadi pada wanita gemuk berusia muda.2. adrenal. suatu kasus trombosis vena serebralis dengan hemoglobinemia nocturnal (Marchifava – Michelli Syndrome)  gambaran klinis mirip hipertensi intrakranial jinak. ataksia dan inkontinensia urine. Yang mencirikan gangguan endokrin tetapi tidak ada gangguan utama pada fungsi hipofise. Penempatan pintas lumbar-peri toneal  perbaikan klinis. Hidrocephalus tekanan normal    Hidrocephalus tekanan normal dicirikan dengan demensia. Eksisi tumor Evaluasi pra-anestesi mencakup tanda dan gejala peningkatan TIK : sakit kepala (sering paroksimal. sembuh dengan duduk dan memburuk dengan batuk) muntah (biasanya proyektil) papil edema pandangan kabur pusing . CT Scan menunjukkan pembesaran ventrikulus lateralis tapi tanpa peningkatan TIK. Penelitian terhada aliran darah serebralis sebelum penempatan shunt menunjukkan tahanan aliran keluar dan keadaan aliran rendah pada semua pasien. tiroid atau gonad.

Diazepam 5 mg oral biasanya memadai. . Penempatan shunt. Premedikasi tidak menggunakan narkotik oleh karena menyebabkan depresi nafas. Induksi halus sangat penting menggunakan tiopenthal.Pemberian steroid (dexa 4 mg 4x sehari) selama 2-3 hari sebelum operasi sangat efektif untuk menurunkan edema sekitar tumor dan menurunkan TIK. Prosedur bypass biasanya dengan cara menempatkan canul ke dalam ventrikulus lateralis dan melewatkan ke bawah kulit dan menyisipkan ke dalam rongga peritoneal. 2. Obat anti kejang + steroid suplemen diberikan pagi hari sebelum operasi. Kadang-kadang pintasan dibuat dengan mengalirkan ke vena jugularis interna dan ke dalam atrium kanan atau menghubungkan rongga sub arachnoid lumbaris ke rongga peritoneal. Tiopenthal 3 – 5 mg / kgBB Lidocain 1 mg / kg BB Suksinilkolin 1 mg / kgBB Semprotan laringotrakeal 4 mL 4 % Lidocain sebelum ETT dipasang. Jadi ketamin dan Enflurane  nyata meningkatkan produksi CSF dan peningkatan TIK selama beberapa jam.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->