Anda di halaman 1dari 26

Masih dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, perlihatkan pengaruh dari peristiwa-peristiwa berikut ini terhadap pasar

baju hangat: a. Harga jaket kulit turun. b. Ditemukan mesin pemintal yang baru. c. Impor kapas berkurang akibat kebijakan pemerintah. Jawaban: a. Harga jaket kulit turun sehingga permintaan dan penawaran baju hangat yang sedang turun. b. Karena ditemukannya mesin pemintal, produsen semakin mudah dalam memproduksi. Sehingga penawaran pun semakin meningkat karena banyaknya produk yang dibuat. c. Karena impor kapas kurang, penawaran berkurang karena produsen sulit membuat baju hangat dalam stok yang banyak dikarenakan kurangnya factor produksi. Sedangkan penawaran naik karena langkanya baju hangat di pasaran. 3. Harga relative computer pribadi mengalami penurunan drastis akhir-akhir ini. Dapatkah anda memberikan penjelasan tentang penurunan harga ini terkait dengan pergeseran kurva permintaan dan penawaran? Jawaban: Jika harga computer mengalami penurunan, maka kurva akan bergeser ke sebelah kanan, sehingga jumlah permintaan berkurang. Dan jika dalam kurva penawaran, saat harga computer mengalami penurunan, makakurva penawaran akan mengalami pergeseran ke kiri, sehingga jumlah penawaran bertambah. 4. Baru-baru ini departemen pertanian memperkirakan akan terjadi kegagalan panen pada pertanian padi akibat musim hujan yang sangat panjang. Akan tetapi, penasehat ekonomi pemerintah mengatakan kepada masyarakat agar tidak mengharapkan harga beras akan meningkat, karena ada pembaharuan system distribusi beras dan pemerintah sudah

mendatangkan beras impor dari Thailand. Jika anda menjadipenasihat ekonomi tersebut, berikan argumentasi anda atas hal ini. Jawaban: Pemerintah memang benar harus memperbaharui system distribusi beras juga dengan tetap memantaunya. Tak hanya dengan mendistibsikan saja. Pemerintah juga harus gencar melakukan operasi pasar. Kegiatan imporpun seharusnya makin ditingkatkan dalam keadaan seperti ini. 5. Jika perusahaan peternak ayam petelur menggunakan teknik produksi tertentu yang lebih baik, produksi telur akan meningkat. a. Tunjukan apa yang terjadi di pasar telur. b. Menjelang hari raya permintaan telur sacara bersamaan meningkat, jelaskan apa yang terjadi di pasar, bagaimana mekanisme pasar bekerja membentuk harga keseimbangan? Jawaban: a. Karena peternak menumukan teknik yang dapat meningkatkan produksi sehingga jumlah produksi meningkat. Maka peternak ayam pun semakin meningkatkan penawarannya kepada konsumen. b. Karena permintaan telur yang meningkat di hari besar maka produsen otomatis akan meningkatkan harga. Para konsumen kemungkinan akan menawar jika menurut mereka harga itu terlalu tinggi. Harga yang disepakati penjual dan pembeli itu yang menjadi harga keseimbangan di pasar tersebut. 6. Mengapa kemiringan (slope) permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah, sementara kemiringan (slope) kurva penawaran menaik ke atas? Jawaban: Dalam kurva permintaan, jika harga naik maka jumlah barang yang diminta oleh konsumenakan turun, dan sebaliknya, dengan syarat ceteris paribus (antara harga dan jumlah yang diminta berbanding terbalik). Sedangkan untuk kurva penawaran jika harga naik maka penawaran pun akan meningkat. Demikian pula sebaliknya (hubungan antara harga barang/jasa dan jumlah yang ditawarkan positif). 7. Andaikan pada tahun 2007, jumlah kelahiran bayi sangat tinggi. Bagaimana penjelasan anda atas fenomena ini mempengaruhi harga jasa babysitter di tahun 2007 dan di tahun 2023? (balita membutuhkan pengasuh bayi sementara anak berumur 15 tahun dapat menjadi pengasuh bayi). Jawaban : Jumlah bayi yang meningkat menyebabkan banyaknya orang yang mencari jasa Baby Sitter sehingga permintaannya meningkat. Banyaknya permintaan tersebut menyebabkan banyaknya penawaran jasa untuk mengasuk bayi. Anak usia 15 tahun pun kini sudah banyak yang menjadi baby sitter. 8. Akibat apa yang akan timbul ketika pemerintah memberlakukan pengendalian harga dengan menetapkan harga minimum dan menetapkan harga maksimum? Siapakah yang akan diuntungkan dari masing-masing kebijakan tersebut? Jawaban: Maka otomatis pemerintah menetapkan harga yang beredar di pasaran. Dalam harga minimum maka penjual/ produsen lebih diuntungkan, karena mereka dapat menetapkan harga eceran sendiri untuk dijual pada pembeli. Dan jika pemerintah menetapkan harga maksimumdi pasaran, maka konsumen/ pembeli lebih diuntungkan.

9. Menghadapi hari besar keagamaan tahun ini pemerintah yang baru terbentuk bingung dengan melonjaknya harga-harga barang kebutuhan pokok. Jika diasumsikan biaya produksi, teknologi, dan jumlah penjual tidak berubah. a. Tunjukan fenomena yang dimaksud dengan menggunakan analisa kurva permintaan dan penawaran, jelaskan! b. Jika kenaikan harga tersebut begitu tinggi sehingga membebani masyarakat banyak; sebagai penasehat ekonomi presiden, kebijakan ekonomi apakah yang anda akan sarankan untuk dilakukan (harga maksimum atau harga minimum), jelaskan! Jawaban : a. Harga barang pokok meningkat, maka permintaannya akan turun. Tetapi penawarannya mengalami kenaikan. b. Harga maksimum. Karena jika diberlakukan harga minimum teentu orang-orang banyak yg meminta dan kurang persedian untuk hari-hari kedepan. 10. Merokok dapat mengganggu kesehatan pribadi dan orang di sekitarnya, dengan dasar teori permintaan dan penawaran yang telah anda pelajari, apa mungkin dapat dilakukan agar kuantitas permintaan rokok menurun? Jawaban: Dengan menaikan harga tembakau dan factor produksi pembuatan rokok. Ataupun menyelenggarakan sosialisasi agar orang-orang paham apa yang dihasilkan jika terus merokok. Serta menyediakan tempat khususmerokok di tempat-tempat umum.

Contoh Kasus Soal Cerita Kurva Permintaan


0 Posted on 00.34 by Aldi Alfian Sebuah perusahaan monopoli memproduksi barang X memiliki struktur biaya produksi yang ditunjukkan oleh persamaan; TC = 250 + 200Q 10Q2 + Q3. Persamaan kurva permintaan pasar terhadap produk (barang X) yang dihasilkan oleh perusahaan monopoli tersebut adalah P = 500 10Q. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan: a. Persamaan kurva permintaan individu perusahaan monopoli tersebut. b. Harga dan jumlah barang X yang harus dipilih perusahaan monopoli agar tercapai kondisi keseimbangan perusahaan monopoli (perusahaan tersebut diperoleh laba maksimum/rugi minimum). c. Laba maksimum/rugi minimum perusahaan monopoli tersebut. Jawaban soal kasus 8.2: a. Persamaan kurva permintaan individu perusahaan monopoli sama dengan persamaan kurva permintaan pasar, yaitu: P = 500 10Q. Karena di pasar monopoli hanya ada satu perusahaan yang beroperasi.

b. Harga dan jumlah barang pada kondisi keseimbangan perusahaan monopoli tercapai pada saat MR = MC. MR = TR/Q TR = P x Q = (500 10Q)Q = 500Q 10Q2 MR = TR/Q = 500 20Q TC = 250 + 200Q 10Q2 + Q3 MC = TC/Q = 200 20Q + 3Q2 500 20Q = 200 20Q + 3Q2 3Q2 = 300 Q2 = 100 Q = 10 Jumlah barang yang dapat dipilih dari penyelesaian secara sistematis adalah Q = - 10 dan Q = 10. Jumlah barang yang tidak mungkin bernilai negative, maka jumlah barang keseimbangan perusahaan monopoli adalah 10 unit. Harga keseimbangan perusahaan monopoli dapat ditentukan dengan memasukkan jumlah barang (Q) ke dalam persamaan permintaan perusahaan monopoli, yaitu: P = 500 10Q = 500 10(10) = 400 c. Menentukan keuntungan maksimum/kerugian minimum. = TR TC TR = P x Q = 400 (10) = 4.000 TC = 250 + 200Q 10 Q2 + Q3 = 250 + 200(10) 10(10)2 + (10)3 = 2.250

= 4.000 2.250 = 1.750 Besarnya adalah positif. Ini berarti perusahaan monopoli memperoleh keuntungan maksimum pada produksi barang X sebanyak 10 unit dan harga barang X sebesar 400.

Fungsi Permintaan dan Penawaran

A. Fungsi Permintaan

Fungsi Permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang diminta dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. fungsi permintaan adalah suatu kajian matematis yang digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen dan harga. fungsi permintaan mengikuti hukum permintaan yaitu apabila harga suatu barang naik maka permintaan akan barang tersebut juga menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka permintaan akan barang tersebut meningkat. jadi hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta memiliki hubungan yang terbalik, sehingga gradien dari fungsi permintaan (b) akan selalu negatif.

Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai beriut : Qd = a - bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd)

dimana : a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatif b = Qd / Pd Pd Qd = adalah harga barang per unit yang diminta = adalah banyaknya unit barang yang diminta

Syarat, P 0, Q 0, serta dPd / dQ < 0

untuk lebih memahami tentang fungsi permintaan, dibawah ini disajikan soal dan pembahasan tentang fungsi permintaan.

Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak 1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi 600Kg, buatlah fungsi permntaannya ?

Pembahasan : Dari soal diatas diperoleh data : P1 = Rp. 5.000 P2 = Rp. 7.000 Q1 = 1000 Kg Q2 = 600 Kg

untuk menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni : y - y1 ------ = y2 - y1 x - x1 -------x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat, P - P1 ------P2 - P1 Q - Q1 = -------Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus : P 5.000 Q - 1000

----------------------- = ---------------7.000 - 5.000 600 - 1000

P - 5.000

Q - 1000

----------------------- = ---------------2.000 -400

P - 5.000 (-400) = 2.000 (Q - 1000) -400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000 2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P) Q = 2000 - 0,2P ============ Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P

B. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif.

Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut: Qs = a + bPs

dimana :

a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif

b = Qs/ Ps Ps = adalah harga barang per unit yang ditawarkan Qs = adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan Ps 0, Qs 0, serta dPs/ dQs > 0

Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?

Jawab : dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut : P1 = 3.000 P2 = 4.000 Q1 = 100 buah Q2 = 200 buah

Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a: P - P1 Q - Q1

-------- = --------P2 - P1 Q2 - Q1

P - 3.000

Q - 100

-------------- = ------------4.000 - 3.000 200 - 100

P - 3.000

Q - 100

-------------- = -------------

1.000

100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000) 100P - 300.000 = 1.000Q - 100.000 1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P 1.000Q = -200.000 + 100P Q = 1/1000 (-200.000 + 100P ) Q = -200 + 0.1P ============ Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd

C. Keseimbangan Harga

Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar. untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :

Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 + 0,4Ps.

Jawab: Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi 10 - 0,6Pd = -20 + 0,4Ps 0,4P + 0,6P = 10 + 20 P = 30

Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut:

Q = 10 - 0,2(30) Q = 10 - 6 Q = 4, Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) = 4.

D. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar

Pengenaan pajak atau pemberian subsidi atas suatu barang yang diproduksi/dijual akan mempengaruhi keseimbangan pasar barang tersebut, mempengaruhi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan. Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik. Setelah dikenakan pajak, maka produsen akan mengalihkan sebagian beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar menjadi lebih tinggi daripada harga keseimbangan sebelum pajak, sedangkan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar (lebih tinggi) pada sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t. Dengan kurva penawaran yang lebih tinggi (cateris paribus), titik keseimbangan akan bergeser menjadi lebih tinggi.

Contoh:

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 Q, sedangkan penawaranannya P = 3 + 0.5 Q. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar 3 perunit. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan sebelum pajak dan berapa pula jumlah keseimbangan sesudah pajak ?

Jawab: Sebelum pajak Pe = 7 dan Qe = 8 (contoh di atas). Sesudah pajak, harga jual yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih tinggi. Persamaan penawaran berubah dan kurva bergeser ke atas.

Penawaran sebelum pajak : P = 3 + 0.5 Q Penawaran sesudah pajak : P = 3 + 0.5 Q + 3

P = 6 + 0.5 Q Q = -12 + 2 P Sedangkan persamaan permintaan tetap : Q = 15 P

Keseimbangan pasar : Qd = Qs 15 P = -12 + 2P 27 = 3P P=9

Q = 15 P Q = 15 9 Q =6

Jadi, sesudah pajak : Pe = 9 dan Qe = 6

E. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar

Subsidi merupakan kebalikan atau lawan dari pajak, dan sering disebut pajak negatif. Pengaruh terhadap pajakjuga berkebalikan dengan keseimbangan akibat pajak. Subsidi juga dapat bersifat spesifik dan juga proposional.

Pengaruh Subsidi. Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dampaknya harga keseimbangan yang tercipta di pasar lebih rendah daripada harga keseimbangan sebelum atau tanpa subsidi,dan jumlah keseimbangannya menjadi lebih banyak.

Dengan subsidi spesifik sebesar s kurva penawaran bergeser sejajar ke bawah, dengan penggal yang lebih rendah( lebih kecil ) pada sumbu harga. Jika sebelum subsidi persamaan penawaran P = a + bQ, maka sesudah subsidi akan menjadi P = a + b Q s = ( a s ) + b Q. Karena kurva penawaran lebih rendah, cateris paribus, maka titik keseimbangan akan menjadi lebih rendah.

Contoh:

Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 Q, sedangkan penawaraannya P = 3 + 0.5 Q. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 1.5 terhadap barang yang diproduksi. Berapa harga keseimbangan dan jumlahnya tanpa dan dengan subsidi.

Jawab: Tanpa subsidi, Pe = 7 dan Qe = 8 (pada contoh kasus di atas Dengan subsidi , harga jual yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih rendah, persamaan penawaran berubah dan kurvanya turun.

Penawaran tanpa subsidi : P = 3 + 0.5 Q Penawaran dengan subsidi : P = 3 + 0.5 Q 1.5 P = 1.5 + 0.5 Q Q = -3 + 2 P

Keseimbangan pasar setelah ada subsidi: Qd = Qs 15 P = -3 + 2P 18 = 3 P

P=6

Q = 15 P Q = 15 6 = 9

Jadi, dengan adanya subsidi : Pe = 6 dan Qe = 9

Untuk lebih memperjelas tentang fungsi permintaan dan penawaran, mari kita bahas beberapa soal olimpiade sains ekonomi yang ada kaitannya dengan fungsi permintaan dan penawaran :

Soal pertama : (Olimpiade Sains Propinsi (OSP) Ekonomi 2006)

Permintaan akan durian di Medan ditunjukkan oleh persamaan Q = 80 - 2P, sedangkan penawarannya dicerminkan oleh persamaan Q = -120 + 8P. Harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan pasar durian di medan adalah...

Jawab: Keseimbangan terjadi pada saat Qd = Qs, Jadi 80 - 2P = -120 + 8P 8P + 2P = 120 + 80 10P = 200 P = 200 / 10 P = 20

Nilai P kita masukan kedalam fungsi permintaan atau penawaran untuk mencari berapa jumlah harga keseimbangan : Qs = -120 + 8(20) Qs = -120 + 160

Qs = 40 Jadi Jumlah barang dan harga keseimbangan masing-masing adalah 40 dan 20.

Soal kedua : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2006)

When the price is Rp. 15.000,00 the request of lamp is to 4.000 for each goods of, and for every increase of price of Rp. 1.000,00 the request of lamp going down 500 for each goods of. Pursuant to the data, the demand function is...

Jawab: dari data diatas diperoleh data-data sebagai berikut : P1 = 15.000 Q1=4000

jika kenaikan harga perunit (P) = 1.000 maka harga barang (Q) akan turun 500 perunit. jadi apabila P2 = 16.000 maka Q2=3500

Setelah itu data-data diatas kita masukan kedalam fungsi persamaannya: P - P1 Q - Q1

---------- = ----------P2 - P1 Q2 - Q1

P - 15.000

Q - 4.000

----------------- = ---------------16.000 - 15.000 3.500 - 4.000

P - 15.000

Q - 4.000

----------------- = ----------------

1.000

-500

(P - 15.000)(-500) = (Q - 4.000)(1.000) -500P + 7.500.000 = 1.000Q - 4.000.000 1000Q = 4.000.000 + 7.500.000 - 500P Q = 1/1000 (11.500.000 - 500P) Q = 11.500 - 0,5P ============== Jadi fungsi permintaan dari soal diatas adalah Q = 11.500 - 0,5P atau Q = -1/2P + 11.500

Soal ketiga : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008)

Dalam suatu pasar diketahui fungsi permintaannya Qd = 40 - 2P dan fungsi penawarannya Ps = Q + 5, berdasarkan informasi tersebut maka harga keseimbangan terjadi pada...

Jawaban: keseimbangan pasar terjadi apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi karena pada soal diketahui Qd dan Ps, maka kita dapat mensubtitusikan kedua persamaan tersebut untuk memperoleh harga keseimbangan. Qd = 40 - 2P dan Ps = Q + 5, Kita subtitusikan menjadi : Q = 40 - 2(Q + 5) Q = 40 - 2Q - 10 Q = 40-10-2Q Q = 30 - 2Q Q + 2Q = 30 3Q = 30

Q = 30/3 Q = 10

Setelah nilai Q diketahui, maka langkah selanjutnya kita memasukan nilai Q kedalam fungsi Ps untuk memperoleh harga keseimbangan. Ps = 10 + 5 Ps = 15 Jadi harga keseimbangan terjadi pada saat Q = 10 dan P = 15.

Soal keempat : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009)

When the price of a "Lancer" Notebook is Rp.5.000.000,00/unit, the demand is 80 units, If the price increases 10%, the demand decreases to 60 units. Based on that data, the demands function is...

Jawaban: dari data diatas diperoleh data-data sebagai berikut: P1 = 5.000.000 Q1 = 80 Jika harga naik 10% (P2 = (10% x 5.000.000) + 5.000.000 = 5.500.000) maka Q2 = 60

langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam persamaan fungsi permintaannya: P - P1 Q - Q1

---------- = ----------P2 - P1 Q2 - Q1

P - 5.000.000

Q - 80

------------------------- = -----------------5.500.000 - 5.000.000 60 - 80

P - 5.000.000

Q - 80

------------------------- = -----------------500.000 -20

(P - 5.000.000)(-20) = (Q - 80)(500.000) -20P + 100.000.000 = 500.000Q - 40.000.000 500.000Q = 100.000.000 + 40.000.000 - 20P 500.000Q = 140.000.000 - 20P Q = 1/500.000 (140.000.000 - 20P) Q = 280.000 - 0,00004P atau Q = 280 - 0,04P ==========================

contoh soal : Elastisitas permintaan

Contoh Soal : Elastisitas Permintaan Fakultas Hukum Universitas Surakarta


1. Pada saat harga suatu barang Rp.8,- jumlah barang yang diminta 5, dan ketika harga suatu barang turun menjadi Rp.5,- jumlah barang yang diminta naik menjadi 10. Maka berapa besarnya koefisien elastisitas permintaan atas barang tersebut dan jelaskan dengan gambar ! P Qd 8 5 5 10 Jawaban :

Perlu diingat : Tanda minus didepan angka koefisien elastisitas permintaan harus diabaikan (Nilai Ed absolute) sehubungan dengan nilai matematisnya, tanda minus hanya memberikan petunjuk bahwa kurve permintaan itu berslope negative. Jadi bila Ed = -2,67 maka = +2,67 dan tentu saja lebih besar dari 1 (Ed > 1)

2. Diketahui data mengenai tingkat harga dan jumlah barang yang diminta di pasar slipi untuk produk X pada hari senin adalah sebagai berikut : Pada tingkat harga Rp.5 jumlah yang diminta 20 unit, kenaikan harga menjadi Rp.8 menyebabkan jumlah yang diminta turun menjadi 12 unit. Pada waktu harga turun kembali

menjadi Rp. 6 rupiah jumlah yang diminta naik menjadi 15. Hitungah derajad elastisitas permintaan pasarnya.

Ingat !! Untuk elastisitas permintaan tanda negatif tidak usah dihiraukan Maka besarnya tingkat elastisitas permintaan pasar sebesar !

Dapat disimpulkan bahwa derajat elastisitas permintaan Pasar Slipi secara umum untuk produk X pada hari senin tersebut bersifat inelastis, yaitu bila harga dinaikkan 1 %, maka permintaan relatif akan turun sebanyak 0,9 %. Sebaliknya bila misalkan harga diturunkan sebesar 10 % maka permintaan akan naik sebesar 10 % x 0,9 = 9 %.

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

A. Definsisi elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Elastisitas harga permintaan merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan sejauh mana bsarnya pengaruh perubahan harga terhadap jumlah yang diminta. Elastisitas penawaran merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan sejauh mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap jumlah yang ditawarkan. manfaat dari elastitistas permintaan adalah sebagai berikut :

Sebagai landasan dalam menyusun penjualan suatu perusaahaan apabila diketahui sifat responsif permintaan terhadap produksi (penawaran) perusahaan maka perusahaan dapat menentukan apakah untuk menaikkan hasil penjualannya perlu menaikkan produksi atau tidak. sebagai alat pemerintah untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi tertentu yang akan dilaksanakan. Misalnya, untuk mengurangi impor suatu jenis barang pemerintah perlu mengatahui pengaruh terhadap permintaan barang impor tersebut akibat dari kebijakan yang mempengaruhi tingkat harga barang impor.

Adapun Rumus elastisitas adalah sebagai berikut : Perubahan nisbi jumlah yang diminta E = -----------------------------------------------------Perubahan nisbi harga Rumus diatas dapa dinyatakan dengan : Q2 - Q1 Q ----------------Q1 Q1 E = -------------------- = ----------P2 - P1 P ----------------P1 P1 P1 Q E = ---- . -----Q1 P ======================== Rumus diatas berlaku untuk menghitung elastisitas permintan dan juga elastisitas penawaran. pada elastisitas penerimaan disimbolkan dengan (Ed), karena nilai elastisitas permintaan

selalu negatif maka nilai E harus di absolutkan. pada elastisitas penawaran disimbolkan dengan (Es). Penaksiran terhadap koefisien elastisitas (E) baik elastisitas permintaan ataupun elastisitas penawaran adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Permintaan atau Penawaran dikatakan Elastis, Jika nilai E > 1 Permintaan atau Penawaran dikatakan Inelastis, Jika nilai E < 1 Permintaan atau Penawaran dikatakan Elastis Uniter, Jika nilai E = 1 Permintaan atau penawaran dikatakan Elastistias Sempurna, Jika nilai E = ~ (tak hingga) 5. Permintaan atau penawaran dikatakan Inelastis Sempurna, Jika nilai nilai E = 0 untuk lebih memperjelas pemahaman anda tentang elastisitas, dibawah ini kami sajikan contoh soal dan pembahasan yang berkaitan dengan elastisitas permintan dan elstisitas penawaran : Soal pertama : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009)

Pasa saat harga Rp. 5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 20 unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 4.500,00 perunit dan jumlah barang yang ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawarannya adalah....

Jawab : Dari data diatas diketahui : P1 = 5.000 Q1 = 20 P2 = 4.500 Q2 = 10 langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga Q = Q2 -Q1 = 10-20 = -10 P = 4.500 - 5.000 = -500 Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas : P1 Q Es = ---- . -----Q1 P 5.000 -10 Es = ------- . -----20 -500 Es = 5 ======= Nilai Es = 5 > 1, menunjukan penawaran elastis. Soal kedua : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008) Request tables of rice in an area in one month: --------------------------------------------Price Per Kg Amount of Request --------------------------------------------Rp. 4.000,00 10 ton

Rp. 4.500,00 8 ton --------------------------------------------Pursuant to request tables of rice above, what kind of request type including..... Jawab : dari soal diatas diperoleh data-data sebagai berikut : P1 = 4.000 Q1 = 10 ton P2 = 4.500 Q2 = 8 ton Langkah pertama kita menghintung perubahan jumlah barang dan harga... Q = Q2 - Q1 = 8 - 10 = -2 P = P2 - P1 = 4.500 - 5000= -500 Langkah selanjutnya kita masukan data diatas kedalam rumus elastisitas permintaan: Ed = (P1/Q1) x (Q/P) Ed = (4000/10) x (-2/-500) Ed = (400) x (0,004) Ed = 1,6 ======= Nilai Ed > 1, Jadi permintaan bersifat elastis. Soal ketiga : (Soal olimpiade sains kabupaten (OSK) Ekonomi 2006)

Pada tingkat harga barang sebesar Rp. 500.00 barang yang ditawarkan 1000unit, jika harga naik 20% barang yang ditawarkan juga bertambah sebanyak 100 unit. berdasarkan data tersebut elastisitasnya dinamakan.....

Jawab : dari soal diatas didapat data-data sebagai berikut : P1 = 500 Q1 = 1000 P2 = (500x20%)+500 = 100 + 500 = 600 Q2 = 1000 + 100 = 1100 langkah pertamaa kita menghitung perubahan Q dan P Q = Q2 - Q1 = 1100 - 1000 = 100 P = P2 - P1 = 600 - 500 = 100 langkah selanjutnya kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas penawaran : Ed = (P1/Q1) x (Q/P) Ed = (600/1000) x (100/100) Ed = 0,6 Nilai Ed = 0,6 berarti Ed < 1, jadi Elatisitasnya dinamakan in elastis ===============================================