Anda di halaman 1dari 10

Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Air

Sungai Miu, Desa Simoro, Sigi Biromaru.

Pendahuluan
Latar Belakang PENYEDIAAN energi listrik yang memadai dan murah serta ramah lingkungan merupakan salah satu persyaratan untuk pembangunan sosial ekonomi berkelanjutan. Keterbatasan penyediaan energi listrik merupakan salah satu hambatan dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat perdesaan. Menurut statistik PLN tahun 2008 rasio elektrifikasi Indonesia baru mencapai 62.42% dengan kata lain baru 35 juta rumah tangga dari 56 juta rumah tangga yang teraliri arus listrik. Kondisi wilayah Sigi Biromaru yang memiliki wilayah sungai yang terhitung cukup banyak sangat mungkin untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air.

Tujuan Menguji Kelayakan Sungai Miu, untuk dijadikan Pembangkit listrik tenaga air.

Dasar Teori
Besarnya tenaga air yang tersedia dari suatu sumber air bergantung pada besarnya head dan debit air. Dalam hubungan dengan reservoir air maka head adalah beda ketinggian antara muka air pada reservoir dengan muka air keluar dari kincir air/turbin air. Total daya yang terbangkitkan dari suatu turbin air adalah merupakan reaksi antara head dan debit air seperti ditunjukkan pada persamaan berikut ini: P = Qgh
Dimana : (P) Daya (watt) () Densitas (Kg/m3) (Q) Debit air (m3/s)

Data-Data
V(m/s) 0,0653 h 134mdpl 131mdpl= 3 m A(m2) 8,61 Jarak (m) 474

DATA-DATA
Q = V x A = (0,0653 m/s) x (8,61 m2) = 0,5622 m3/s P = Qgh = (1000 Kg/m3)(0,5622 m3/s)(9,81 m/s2)(3 m) = 16545,546 Watt = 16,545 kW

Konsumsi Listrik Masyarakat


Jumlah rumah : 200 rumah Jumlah konsumsi listrik : 450 watt Kebutuhan konsumen : 200 rumah X 450 watt

= 90.000 watt = 90 kW

Daya Efektif
P = g x Q x h x turbin P = 9,81 m2/s x 0,5622 m3/s x 3 x 0,8 (propeler) = 13,2364 kW