P. 1
FIX 3 Prostatitis, Pyelonefritis, Sistisis, Bakteriiiii

FIX 3 Prostatitis, Pyelonefritis, Sistisis, Bakteriiiii

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahma Cita Halida
FIX 3 Prostatitis, Pyelonefritis, Sistisis, Bakteriiiii
FIX 3 Prostatitis, Pyelonefritis, Sistisis, Bakteriiiii

More info:

Published by: Rahma Cita Halida on Apr 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

KLINIS DEFINISI

PROSTATITIS Prostatitis adalah inflamasi pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun non bakteri.

PIELONEFRITIS Pielonefritis merupakan infeksi bakteri yang menyerang ginjal dimana terjadi reaksi inflamasi pada pielum dan parenkim ginjal yang sifatnya akut maupun kronis.

SISTITIS Adalah inflamasi akut pada mukosa buli-buli (vesica urinaria) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi bakteri. • Wanita > pria • 10-20 % wanita pernah mengalami sistitis selama hidupnya.

EPIDEMIOLO GI

• Prostatitis merupakan penyakit paling sering dalam bidang urologi. • 8.2% laki-laki pernah mengalami prostatitis. • Chronic prostatitis: 90-95% of prostatitis cases. • Acute bacterial prostatitis 2-5% of cases.

FAKTOR RESIKO

• Usia reproduktif • Aktivitas seksual • Riwayat pasien/keluarga pasien yang terkena UTI. • DM • Inkontinensia urin

ETIOLOGI

Prostatitis Bakteriel Akut (Kategori I) • Bakteri masuk ke dalam kelenjar prostat diduga melalui beberapa cara: - Ascending dari uretra - Refluks urine yang terinfeksi ke dalam duktus prostatikus - Langsung / secara limfogen dari organ yang berada di sekitarnya (rektum) yang mengalami infeksi

• Stasis, benda asing, cedera, atau instrumentasi kuman. • Saluran kemih bagian bawah yang naik ke ginjal melalui ureter. • Infeksi ini termasuk ke dalam infeksi saluran kemih asendens, biasanya terjadi melalui refluks vesikoureter.

• Jalur utama infeksi yang terjadi ascending. • Mikroorganisme penyebab utama adalah E.coli, Enterococci, Proteus, dan Stafilokokus aureus yang masuk ke dalam buli-buli melalui uretra. • Bahan kimia, seperti deodorant, detergent, atau obat-obatan yang dimasukkan intravesika untuk terapi kanker buli-sbuli (siklofosfamid).

KLASIFIKASI / STADIUM

- Penyebaran secara hematogen • Kuman penyebab infeksi - Kuman E. coli - Proteous

Pielonefritis akut biasanya akan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu. Bila pengobatan pada pielonefritis akut tidak sukses maka dapat menimbulkan gejala lanjut yang disebut dengan pielonefritis kronis. • Tinggi dengan disertai menggigil. • Nyeri didaerah perut dan pinggang. • Disertai mual dan muntah. • Serta pasien akan sakit keras yang mungkin dapat mengakibatkan toksik dengan syok. • Terdapat gejala frekuensi, karena buli-buli

GEJALA KLINIS

- Klebsella - Pseudomonas spp. - Enterobacter - Serratia spp. • Gambaran Klinis

mengalami hipersensitif akibat reaksi inflamasi. • Rasa nyeri/ sakit pada daerah suprapubik akibat kontraksi buli-buli. • Terdapat riwayat hematuria akibat eritema pada
GENITO-URINARY SYSTEM BLOCK || RAHMA CITA HALIDA || 10.080 || ♌

• Kultur Urine Dilakukan untuk mengetahui jenis kuman urine berwarna keruh dan Prostatitis Bakteriel Kronis (Kategori II) • Prostatitis bakterial kronis terjadi karena adanya infeksi saluran kemih yang sering kambuh • Pada uji 4 tabung tampak pada EPS dan VB3 didapatkan kuman yang lebih banyak daripada VB1 dan VB2.Antibiotik yang dipilih dari golongan fluroquinolone. disamping itu pada pemeriksaan mikroskopik pada EPS nampak oval fat bod. . badan lemas. dan bakteriuria.Demam . • Suara usus melemah seperti ileus paralitik. . • Gejala yang sering dikeluhkan pasien antara lain adalah: .Adanya gangguan miksi (berkemih) .Adanya edema pada buli-buli. hangat dan nyeri. Bila perlu pasien harus menjalani perawatan di RS guna pemberian obat secara parenteral.pada infeksi kronis. mukosa buli-buli mudah berdarah. • Frekuensi dan urgensi. terutama di daerah perineal . trimetropimsulfametoksazol.Mengigil . DIAGNOSIS DIFERENSIAL DIAGNOSIS • Terapi: . • Terapi . dan inflamasi pada organ pelvis GENITO-URINARY SYSTEM BLOCK || RAHMA CITA HALIDA || 10. dan golongan aminoglikosida. tidak banyak jenis antibiotika yang dapat • Bakteriuria • Hematuria  terdapat sel darah putih dan sel darah merah. • Pemeriksaan Cultur Urine.Antimikroba yang diberikan dalam jangka waktu lama. . antibiotikaa per-oral diteruskan hingga 30 hari ke depan. • Pada IVP terdapat bayangan ginjal membesar dan terdapat keterlambatan pada fase nefrogram. dan kondisi umum yang menurun. muntah. . hematuria. • Gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuri. diverticulitis.Prostat teraba bengkak.Nyeri juga sering dirasakan di punggung sebelah bawah.Terkadang nyeri pada saat ejakulasi / hematospermi . • Sistografi Dilakukan jika sistitis sering mengalami kekambuhan.Penderitanya nampak kesakitan. • Jarang/ tidak ada terdapat gejala seperti pada infeksi saluran kemih bagian atas seperti demam.Frekuensi . • Riwayat kebersihan alat kelamin yang tidak bersih. mual. .Krepitasi yang merupakan tanda dari suatu kalkulosa prostat. • Riwayat kencing yang berbau. apendisitis. • Pemeriksaan Radiologis: kekaburan dari kebanyakan otot psoas dan mungkin terdapat bayangan radio-opak dari batu saluran kemih.Nyeri di daerah suprapubik. • Adanya leukositosis • Laju Endap Darah mengalami peningkatan • Peningkatan level pada protein C-reaktif • Terdapat piuria • Pada pemeriksaan buli akan didapatkan: . penyebab infeksi.Disuria . • Sepsis dapat terjadi sekitar 20-30% dari seluruh sepsis yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih.Makroskopik: berbau. • Urinalisis .Nyeri perineal .Urgensi ..Retensi urine: kateter suprapubik. pnemumonitis. kolesistitis.Setelah keadaan membaik. Pancreatitis. PEMERIKSAA N . sehingga perlu difikirkan adanya kelainan lain pada buli-buli seperti keganasan dan urolitiasis.080 || ♌ .Mikroskopik: piuria.

500mg 2 kali sehari selama 14 hari. • Pada Subkategori IIIB. • Pada infeksi yang disebabkan patogen E. dipilih antimikroba yang cukup sensitif terhadap E.coli. • Pada infeksi yang disebabkan patogen bakteri grampositif: .Levofloxacin.Sering terjadi pada usia 20-45 tahun . 2 kali sehari. selama 14 hari. cukup diberikan terapi dengan antimikroba dosis tunggal atau jangka pendek ( 1-3 hari ). Coli: . . Pada uncomplicated sistitis. Oleh karena itu dipilhlah jenis antimikroba yang dapat menembusnya. antara lain adalah: minosikllin. GENITO-URINARY SYSTEM BLOCK || RAHMA CITA HALIDA || 10.PENATA LAKSANAAN menembus barier tersebut.Subkategori IIIB • Pada Subkategori IIIA. 500mg. antara lain adalah: trimetropim-sulfameksasol.Amoxicillin atau amoxicillin-clavulanic acid. . Pemberian antibiotika. . karbenisilin dan fluroquinolone. Teapi suportif. .Diduga kelaian ini ada hubungannya dengan faktor stress • Second-line. Trimethroprim-sulfamethoxazole (TMPSMX): 1 Double strength tablet. .Diduga inflamasi ini disebabkan karena infeksi dari Ureaplasma urealitikum atau Chlamidia tracheomatis . minosiklin. Prostatitis non Bacteriel Kronis (Kategori III) • Merupakan reaksi inflamasi kelenjar prostat yang belum diketahui penyebabnya • Sesuai kategori dari NIH (National Institute of Health) kategori III dibagi menjadi 2 subkategori: . setiap 8 jam.Dahulunya dikenal dengan nama prostatodinia. selama 14 hari. Tetapi jika hal ini tidak memungkinkan.Subkategori IIIA dan .Tidak nampak adanya kelainan pemeriksaan fisis dan pada uji 4 tabung tidak didapatkan pertumbuhan kuman.080 || ♌ .Ciprofloxacin. doksisiklin atau eritromisin selama 2-4 minggu.Terdapat nyeri pada pelvis yang tidak berhubungan dengan keluhan miksi . hanya saja pada EPS (terlihat banyak leukosit dan bentukan oval fat body). 250mg 1 kali sehari selama 10 hari.Sehingga dalam terapinya diberikan antibiotik yang sensitif terhadap kuman tersebut.Pada uji 4 tabung: tidak didapatkan adanya bakteri penyebab infeksi maupun sel-sel penanda proses inflamasi .

tetapi didapatkannya sel-sel inflamasi pada analisis semen seorang pria yang mandul perlu mendapatkan terapi antibiotik. guna mengurangi keluhan miksi Prostatitis Inflamasi Asimtomatik (Kategori IV) • Secara klinis. In patients with recurrent chronic prostatitis who may present with acute exacerbations.8 μm. • Duh tubuh yang jernih • Pewarnaan Gram atau biru methylene GENITO-URINARY SYSTEM BLOCK || RAHMA CITA HALIDA || 10.Pemberian obat-obatan simptomatik berupa obat penghambat adrenergik alfa. • Adanya proses inflamasi pada prostat diketahui dari spesimen yang kemungkinan didapat dari cairan semen pada saat analisis semen dan jaringan prostat yang didapatkan pada biopsy maupun pada saat operasi prostat. • Berbentuk ginjal dan bila berpasangan. • Bentuk aktif Badan Elementer (BE) dan Badan Retikulat (BR) atau Badan • Inisial. Chlamydia trachomatis • Obligat intraselular • Hanya dapat berkembang biak didalam sel eukariot hidup  Badan Inklusi (BI). • Sebagian besar prostatitis yang tanpa menunjukkan gejala seperti pada kategori ini tidak memerlukan terapi. • Abses perinefrik. Neisseria gonorrhoeae • Diplokokus gram-negatif • Diameternya ± 0. with aggressive antibiotic therapy and good patient compliance. causative underlying factors affect outcome. pasien tidak menunjukkan adanya keluhan maupun tanda dari suatu prostatitis. • Sifat Aerob. PROGNOSIS He prognosis in patients with the first occurrence of acute bacterial prostatitis is good.080 || ♌ . KOMPLIKASI • Nekrosis papila renalis. • Fionefrosis..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->