Anda di halaman 1dari 70

PEDOMAN PELATIHAN PMI

Pedoman Pelatihan PMI

DAFTAR ISI
Daftar isi....................................................................................................... i BAB I : Pendahuluan A. Umum ..................................................... 1 B. Maksud dan Tujuan ..................................................... 1 C. Dasar ...................................................... D. Ruang Lingkup dan Tata Urut Penulisan .................... 2 E. Pengertian Pokok ...................................................... 2 : Pengorganisasian Pelatihan A. Umum ...................................................... B. Pengorganisasian Pelatihan ............................................ : Ketentuan Umum Pelatihan A. Umum ...................................................... B. Macam Pelatihan di PMI ...................................................... C. Penyelenggaraan Pelatihan ........................................... D. Mekanisme Penyelenggaraan Pelatihan................................ E. Kurikulum, Silabus dan Modul ........................................... F. Standard Pelatihan ...................................................... : Ketentuan Umum Pelatih A. Jenis Pelatih ...................................................... B. Persyaratan Umum Pelatih PMI ........................................... C. Pelatih PMI ..................................................... D. Kedudukan Pelatih ...................................................... E. Jenjang Pelatih ...................................................... : Ketentuan Umum Peserta Pelatihan A. Kriteria / Kualifikasi ...................................................... B. Hak Peserta ...................................................... C. Kewajiban Peserta ...................................................... D. Peranan Peserta ...................................................... : Merenvanakan Pelatihan A. Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan ................................ B. Menetapkan Tujuan Pelatihan ................................ C. Hal-hal yang Perlu di Perhatikan dalam Merencanakan Pelatihan D. Evaluasi ...................................................... : Melaksanakan Pelatihan Tahap-tahap Pelasanaan Pelatihan ........................................... 4 5 5 6 6 7 9 9 9 9 10 15 17 17 17 18 19 20 20 21 24 25 27 29 35 37 3 3

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

BAB VI

BAB VII BAB VIII

: Metode Pelatihan A. Metode Buka Otak ...................................................... B. Metode Ceramah ...................................................... C. Metode Curah Pendapat...................................................... D. Metode Diskusi ...................................................... E. Metode Tanya Jawab ...................................................... F. Metode Kotak Terbuka ......................................................

Pedoman Pelatihan PMI

DAFTAR ISI
G. H. I. J. K. Metode Peragaan ...................................................... Praktek ...................................................... Skenario Simulasi ...................................................... Metode Bermain Peran ...................................................... Metode Kunjungan Lapangan ........................................... 39 40 41 42 44

ii

Pedoman Pelatihan PMI

L. Metode Permainan ..................................................... M. Metode Bercerita dan Bermain .......................................... N. Pedoman Untuk memilih Metode ............................... BAB IX : Media Pelatihan A. Umum ..................................................... B. Media Pelatihan Visual ..................................................... C. Media PelatihanAudio Visual .......................................... D. Lagu dan Puisi ..................................................... : Sertifikat dan Atribut A. Umum B. Sertifikat C. Piagam Penghargaan D. Atribut ..................................................... ..................................................... ..................................................... .....................................................

45 46 47 49 49 54 56 58 58 59 60 62 62 64

BAB X

BAB XI

: Monitoring, Evaluasi dan Supervisi A. Umum ..................................................... B. Manfaat Monitoring, Evaluasi dan Supervisi .................... : Penutup .....................................................

BAB XII

LAMPIRAN 1 Monitoring dan Evaluasi sebelum Pelatihan LAMPIRAN 2 Monitoring dan Evaluasi Saat Pelatihan 68 LAMPIRAN 3 Analisis Kebutuhan 77

.................... 65 .................... ....................

Daftar Isi

ii

Pedoman Pelatihan PMI

Daftar Isi

iii

Pedoman Pelatihan PMI

BAB I PENDAHULUAN
A. UMUM Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) PMI tahun 2004-2009, bahwa PMI bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat secara merata dan bermutu. Hal ini menjadi suatu keharusan bagi PMI di setiap jajaran untuk melaksanakan pelatihan yang berorientasi pada kualitas. Upaya mencapai kualitas yang baik, maka diperlukan adanya standarisasi pelatihan dengan menggunakan instrumen pelatihan yaitu Kurikulum/Silabus dan Modul. Standarisasi ini tidak akan mempunyai efek untuk peningkatan kualitas SDM PMI, apabila tidak disertai dengan perbaikan manajemen pelatihan. Dengan demikian, maka diharapkan PMI Pusat, Daerah, Cabang dapat membenahi manajemen pelatihan yang ada di daerahnya masing-masing. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas perlu beberapa perbaikan dan pengembangan dari sistem pelatihan antara lain : 1. Diterapkannya Pelatihan berbasis kompetensi. 2. Tidak ada lagi sebutan Pelatih tingkat Cabang, Pelatih tingkat Daerah, Pelatih tingkat Pusat, Pelatih PMR, Pelatih KSR-TSR. Tetapi disebut Pelatih PMI bidang .....sesuai bidang masing-masing. 3. Evaluasi pelatihan dilakukan pada setiap tahap pelatihan yaitu; sebelum, selama, dan setelah pelatihan. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Pedoman ini disusun dengan maksud untuk memperoleh kesamaan pola dan langkah bagi Pengurus PMI di semua tingkat organisasi dalam rangka menyiapkan dan membina Pelatih dan Peserta Pelatihan SDM di lingkungan PMI sehingga lebih berkualitas. 2. Tujuan yang ingin dicapai, ialah agar tercapai kesamaan pola pikir, efektif dan efisiensi dalam penyelenggaraan pendidikan / pelatihan di lingkungan PMI. C. DASAR 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Palang Merah Indonesia hasil Munas PMI XVIII tahun 2004.
Bab 1 Pendahuluan

Pedoman Pelatihan PMI

D. RUANG LINGKUP DAN TATA URUT PENULISAN

2. Garis garis kebijaksanaan dan Rencana Strategi PMI 2004 2009. I. Pendahuluan II. Pengorganisasian Pelatihan III. Ketentuan Umum Pelatihan IV. Ketentuan Umum Pelatih V. Ketentuan Umum Peserta Pelatihan VI. Merencanakan Pelatihan VII. Melaksanakan Pelatihan VIII. Metode Pelatihan IX. Media Pelatihan X. Sertifikat dan AtributEvaluasi, XI. Monitoring, Evaluasi dan Supervisi XII. Penutup 1. Pedoman : Petunjuk yang harus dijadikan pegangan bagi Pengurus, Pembina dan Pelatih PMI untuk menyelanggarakan suatu fungsi utama atau fungsi teknis PMI. 2. Pelatihan : Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan pengajaran, latihan dan bimbingan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi peranannya di masa yang akan datang. 3. Pelatih : Seseorang yang mempunyai kemampuan memfasilitasi, mendidik dan untuk melatih para anggota PMR, KSR, TSR, Staf dan Pengurus PMI maupun anggota masyarakat umum, agar mereka memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap Kepalangmerahan yang dibutuhkan.

E. PENGERTIAN POKOK

Bab 1 Pendahuluan

Pedoman Pelatihan PMI

Bab 1 Pendahuluan

Pedoman Pelatihan PMI

BAB II PENGORGANISASIAN PELATIHAN


A. UMUM Supaya pelatihan dapat terlaksana secara baik, maka perlu dibentuk panitia penyelenggara, pemilihan fasilitator, pemilihan Pelatih Utama, pelatih, asisten pelatih, nara sumber dan pemilihan peserta pelatihan.

B. PENGORGANISASIAN PELATIHAN

Struktur organisasi pelatihan akan disampaikan menyusul melalui surat edaran setelah selesai proses restrukturisasi Markas Pusat PMI

Bab 2 Pengorganisasian Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

BAB III KETENTUAN UMUM PELATIHAN


A. Umum Orientasi kepalangmerahan merupakan sesi khusus yang wajib untuk diikuti oleh seluruh SDM PMI sebelum sepenuhnya terlibat dan berperan sesuai dengan kapasitas dan fungsinya dalam kegiatan organisasi PMI.

ANGGOTA PMI
Pengurus

Staff

Relawan

Orientasi Kepalangmerahan
Pelatihan Management Perkantoran

ORTALA

Pelatihan Teknis Pelayanan

Orientasi kepalangmerahan ini didesain sedeminkian rupa untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang tepat kepada seluruh unsur PMI terkait keorganisasian, etik dan norma-norma (Standard Orientasi Kepalangmerahan mengacu pada standard kurikulum, silabus dan modul yang sudah ditentukan). Khusus untuk pengurus setelah mengikuti orientasi kepalangmerahan wajib untuk mengikuti orientasi tata laksana Organisasi. Setelah mengikuti Orientasi kepalangmerahan SDM PMI (Pengurus, staf, Relawan, PMR) berhak untuk bergabung dan ikut serta dalam setiap kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM serta Kapasitas Organisasi dan pelayanan PMI dengan syarat dapat memenuhi criteria yang telah ditentukan
( Kriteria pelatih dan peserta, dapat dibaca di hal 15 )

Secara umum pelatihan untuk SDM PMI sebagai sarana peningkatan kapasitas terbagi dalam 2 bidang yakni Pelatihan Teknis,dan Pelatihan manajemen.. Agar sasaran pelatihan dapat tercapai secara efektif dan efisien, perlu diusahakan pelbagai usaha dan kegiatan yang melibatkan pengurus, Pembina dan pelatih PMI yang terdapat pada pelbagai tingkat organisasi PMI sampai diranting dalam kegiatan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan secara berkesinambungan, dengan teratur dan terencana. Pelatihan yang diselenggarakan dilingkungan PMI meliputi :

Bab 3 Ketentuan Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

B. Macam Pelatihan di PMI

1. Pelatihan Teknis : a. Pertolongan Pertama b. Perawatan Keluarga c. Pelatihan Kesehatan Remaja d. Pelatihan Dukungan Psikologi (Phsycological Support) e. Pelatihan CBFA f. Pelatihan Ambulans g. Pelatihan Water and Sanitation h. Orientasi Kepalangmerahan i. Pelatihan Diseminator j. Pelatihan PERTAMA k. Pelatihan KBBM l. Pelatihan Logistik m. Pelatihan Tanggap Darurat ( Satgana ) n. Pelatihan Manajemen Bencana o. Pelatihan PRA / VCA p. Pelatihan ATCPA 2. Pelatihan Manajemen a. b. c. d. e. f. Pelatihan Pelatihan Pelatihan Pelatihan Pelatihan Pelatihan Monev Kehumasan Pengembangan Sumber Daya Proses Perencanaan Proyek Manajemen Markas Kepemimpinan

3. Pelatihan PMR : a. b. c. d. Pelatihan anggota PMR Mula. Pelatihan anggota PMR Madya. Pelatihan anggota PMR Wira. Orientasi Pembina PMR

C. Penyelenggara Pelatihan

4. Pendidikan Dan Latihan KSR : Pendidikan & Latihan KSR tingkat Dasar. Catatan : Untuk Pelatihan Spesialisasi KSR dapat melihat Manajemen Relawan ( lihat hal 11 ).

Bab 3 Ketentuan Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

Cabang

Cabang-Cabang

Penyelenggara Pelatihan
Pusat Daerah-Daerah 1. Pelatihan Teknis kepalangmerahan, Pelatihan Pelatih dan Pelatihan manajemen di PMI dapat dilaksanakan oleh PMI Pusat, PMI Daerah maupun PMI Cabang, dengan ketentuan memenuhiPengumuman standar penyelenggaraan pelatihan Penentuan di PMI. Pelatih 2. Bagi PMI Cabang / Daerah yang akan mengadakan pelatihan, namun tidak memiliki tenaga Pelatih yang memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan, maka PMI Cabang / Daerah tersebut dapat mendatangkan Pelatih dari Cabang atau Daerah lainnya yang telah mempunyai Pelatih sesuai standar yang dibutuhkan. 3. Bagi PMI Cabang / Daerah yang akan mengadakan pelatihan, namun tidak memiliki media / sarana pelatihan dan kapasitas pendanaan serta pendukung lainnya, maka PMI Cabang / Daerah tersebut dapat mengirimkan, pesertanya yang telah memenuhi kriteria pada pelatihan yang diadakan oleh Cabang / Daerah lainnya.

Daerah

D. Mekanisme
Penyelenggaraan Pelatihan

Mekanisme Penyelenggaraan Pelatihan PMI 1. PMI Cabang dan PMI Daerah boleh menerima pendaftaran peserta dari wilayah lain dengan ketentuan : a. PMI cabang menginformasikan kepada PMI Daerah untuk selanjutnya disebarluaskan kepada PMI Cabang lain di Daerahnya. b. PMI Daerah menginformasikan kepada PMI Pusat untuk selanjutnya disebarluaskan kepada PMI Daerah di Seluruh Indonesia. c. Apabila ada PMI Cabang / Daerah yang berminat untuk mengikuti Pelatihan di Cabang atau Daerah lainnya, maka harus menyampaikan keikutsertaannya kepada PMI Cabang / Daerah penyelenggara dengan tembusan kepada PMI Pusat. 2. Mekanisme penugasan pelatih : a. Apabila PMI Cabang memerlukan dukungan tenaga Pelatih PMI Cabang lainnya, maka penyampainnya harus melalui PMI Daerah di wilayahnya b. Apabila PMI Daerah memerlukan dukungan tenaga Pelatih PMI Daerah lainnya, maka penyampainnya harus melalui PMI Pusat

E. Kurikulum, Silabus, Modul


dan Manual

Bab 3 Ketentuan Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

Kurikulum yang dikembangkan dan digunakan dalam Pelatihan PMI adalah Kurikulum yang Berbasis Kompetensi, merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan ( kompetensi ) tugas tugas dengan standar performan tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta latih, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Kurikulum yang berbasis kompetensi diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat peserta latih agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Kurikulum, Silabus tersebut meliputi : Pokok Bahasan, Sub Pokok Bahasan, Tujuan Pembelajaran, Metode, Waktu, Media, dan Referensi. Modul meliputi : Pokok Bahasan, Sub Pokok Bahasan ( jika ada ), Tujuan Pembelajaran, waktu, media, metode, proses pembelajaran ( pengantar, kegiatan belajar, Latihan / Evaluasi, Referensi dan Kunci Materi. Modul hanya diperuntukkan bagi Fasilitator / Pelatih, yang akan lebih memudahkan Pelatih / Fasilitator untuk memahami materi dan menyampaikan materi secara lebih terarah sesuai alur serta pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sehingga Modul juga dapat disebut sebagai Panduan bagi Pelatih / Fasilitator dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran berdasarkan per Pokok Bahasan / Sub Pokok Bahasan. Manual adalah kumpulan dan bahan materi secara lengkap setiap Pokok Bahasan dari sebuah Pelatihan, merupakan referensi bagi Pelatih, Fasilitator, SDM PMI atau pihak lain untuk mempelajarinya. F. Standard Pelatihan Kurikulum/silabus, modul dan manual untuk macam pendidikan & pelatihan tersebut telah disusun & diatur pada buku Standarisasi Kurikulum Pelatihan PMI.

SERTIFIKAT Output Input Kriteria Peserta Proses Nilai X + Lulus

Pelatih

Kurikulum

Kapasitas

Methode

Media

+
X Bab 3 Ketentuan Pelatihan
Ikut Serta Pelatihan

Kirim Peserta ke daerah lain

Pedoman Pelatihan PMI

1. Input Pada tahap ini benar benar harus diperhatikan adanya kriteria peserta yang akan mengikuti pelatihan secara jelas. Sehingga perlu diadakan seleksi terhadap calon peserta pelatihan. Hanya yang memenuhi kriteria saja yang berhak mengikuti pelatihan

Kriteria Peserta dapat dilihat di halaman ...


2. Proses Dalam hubungannya dengan proses pelatihan, maka hal hal yang perlu diperhatikan adalah : a. Pelatih harus memenuhi kompetensi yang dibutuhkan b. kurikulum/silabus,modul serta manual tersedia dan sesuai standar Pelatihan PMI c. Tersedia Sarana dan Prasarana pelatihan. d. PMI Cabang / Daerah / Pusat mempunyai sumber daya pendukung (dana, OC) untuk melaksanakan pelatihan 3. Output Penilaian terhadap peserta Pelatihan apakah lulus atau tidak . Bagi yang tidak lulus maka dapat diberi kesempatan mengulang pada pelatihan yang sama di masa mendatang. Sehingga pelatihan disebut sesuai standar apabila terpenuhi input(positif), proses (positif), dan Output (positif)

Bab 3 Ketentuan Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

Bab 3 Ketentuan Pelatihan

Pedoman Pelatihan PMI

BAB IV KETENTUAN UMUM PELATIH

Bab 4 Ketentuan Umum Pelatih

Kriteria, Hak, Kewajiban dan Peranan Pelatih Pelatihan

A. JENIS PELATIH

Jenis Pelatih yang ada dilingkungan PMI, yaitu : 1. Pelatih yang diangkat oleh Pengurus PMI setempat, Pedoman Pelatihan PMI karena profesionalismenya. Pelatih tersebut telah menguasai pengetahuan keterampilan dan sikap tertentu yang diperlukan oleh BAB V kalangan relawan PMI. KETENTUAN UMUM PESERTA PELATIHAN Kepada yang bersangkutan perlu diberi pemahaman tentang kepalangmerahan, yang dapat diberikan melalui program Orientasi. 2. Pelatih yang diangkat oleh Pengurus PMI setempat setelah yang bersangkutan mengikuti pendidikan pelatih yang diselenggarakan oleh pengurus PMI setempat, dan dinyatakan lulus untuk menjadi Pelatih sesuai bidang pelatih Pendidikan / Pelatihan yang diikuti. Setiap Pelatih harus mempunyai kompetensi

B. PERSYARATAN UMUM PELATIH PMI

Untuk menjadi pelatih PMI, seseorang harus memenuhi syarat yang ditentukan oleh PMI. Persyaratan Umumnya adalah : 1. Harus memenuhi salah satu ketentuan Pelatih yang termasuk dalam salah satu jenis pelatih diatas. 2. Diangkat dengan Surat Keputusan oleh PMI setempat ( Pengurus Pusat / Pengurus Daerah / Pengurus Cabang ) dan berlaku selama 3 tahun. 3. Dalam melaksanakan tugasnya harus menjunjung tinggi nama baik PMI. 4. Mengikuti ketentuan organisasi PMI.

C. PELATIH PMI

Penyebutan pelatih dilingkungan PMI adalah berdasarkan pembidangan sesuai kompetensi yang dimiliki, misalnya : 1. Pelatih PMI bidang Pertolongan Pertama 2. Pelatih PMI bidang TMS 3. dst
Tidak ada lagi penyebutan pelatih PMR,pelatih KSR,pelatih Cabang,pelatih Daerah,pelatih Pusat

D. KEDUDUKAN PELATIH

E. JENJANG PELATIH

Seluruh komponen SDM PMI berhak untuk meningkatkan kompetensi dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi PMI. Sebagai Pelatih PMI, yang bersangkutan tercatat pada Markas PMI setempat sesuai tingkat organisasi. Staf dan Relawan yang telah mengikuti Pelatihan Pelatih PMI, harus mengikuti penjenjangan Pelatih pada bidang materi yang dipilihnya, yakni : 1. Asisten Pelatih 2. Pelatih, dan 3. Pelatih Utama Secara singkat dalam gambar di bawah ini: Seleksi Pelatih Utama Pelatih Untuk menjadi Asisten Pelatih minimal memenuhi Utama syarat telah mengikuti pelatihan pelatih Pelatih dan dinyatakan lulus yang dibuktikan dengan sertifikat.

Bab 5 Ketentuan Umum Peserta Pelatihan

15

Pelatih Pelatihan Teknis

Pelatih
Pedoman Pelatihan PMI

Pelaku

A. Kriteria / Kualifikasi

Untuk menjadi Pelatih pada suatu Pelatihan Pelatih, minimal memenuhi kualifikasi sbb : 1. Bersertifikasi/ Terdaftar sebagai pelatih utama 2. Ditunjuk atau rekomendasi PMI Pusat.

1. Peserta Pelatihan Teknis

Pengurus, staff dan relawan PMI, berhak untuk bergabung dan ikut serta dalam setiap kegiatan pelatihan peningkatan kualitas SDM serta Kapasitas Organisasi dan pelayanan PMI dengan syarat dapat memenuhi criteria yang telah ditentukan. Untuk mengikuti pelatihan teknis kepalangmerahan seperti PP, PK, TMS, PSP, Kesja, dll, syarat-syarat yang perlu dipenuhi adalah : a. Telah terdaftar sebagai anggota PMI b. Telah mengikuti pelatihan dasar (kepalangmerahan) c. Bersedia mengabdi dan membantu tugas tugas kepalangmerahan minimal untuk 3 tahun kedepan d. Memenuhi Kriteria khusus Kriteria khusus keikutsertaan dalam pelatihan teknis akan ditentukan selanjutnya oleh masing-masing bidang sesuai dengan jenis dan kebutuhan pelatihan pada saat itu.

2. Peserta Pelatihan Manajemen

Untuk mengikuti pelatihan manajemen seperti Manajemen Markas, Proyek Planning Process, Monev, Keuangan,dll, syarat-syarat yang perlu dipenuhi adalah : a. Telah terdaftar sebagai anggota PMI b. Telah mengikuti Orientasi kepalangmerahan c. Bersedia mengabdi dan membantu tugas tugas kepalangmerahan minimal untuk 3 tahun kedepan d. Memenuhi Kriteria khusus Kriteria khusus keikutsertaan dalam pelatihan Manajemen akan ditentukan selanjutnya oleh masing-masing bidang sesuai dengan jenis dan kebutuhan pelatihan pada saat itu.

3. Peserta Pelatihan
Bab 5 Ketentuan Umum Peserta Pelatihan

16

Pedoman Pelatihan PMI

Pelatih

Untuk mengikuti Pelatihan Pelatih, syarat-syarat yang perlu dipenuhi, minimal sbb : a b c Aktif dalam kegiatan PMI dan kepalangmerahan (Telah melakukan kegiatan dan pelayanan dan atau kegiatan kepalangmerahan minimal 10 kali) Memiliki sertifikat pelatihan spesialisasi. Telah mengabdi di PMI minimal 2 tahun Memenuhi criteria Bersedia dan wajib mengabdi untuk minimal 3 tahun kedepan setelah mengikuti Pelatihan Pelatih Mendapat recomendasi dari PMI Cabang dan atau PMI Daerah Mempunyai sikap kepemimpinan Berkelakuan baik dan berbadan sehat ( dengan surat keterangan sah ) Lulus seleksi yang diadakan oleh Markas PMI setempat. Memenuhi Kriteria khusus Kriteria khusus keikutsertaan dalam pelatihan Pelatih akan ditentukan selanjutnya oleh masing-masing bidang sesuai dengan jenis dan kebutuhan pelatihan pada saat itu.

d
e f g h i

4. Peserta Pelatihan Relawan PMI di Masyarakat

Khusus untuk Pelatihan Relawan PMI di masyarakat terkait dengan program program PMI, persyaratan yang perlu dipenuhi sbb : a b c d Bersedia mengikuti orientasi Berdomisili di desa tersebut dan tidak sering meninggalkan tempat untuk waktu lama Diterima oleh masyarakat setempat Mempunyai penghasilan tetap Bersedia bekerja untuk masyarakat Lingkungannya. Bersedia menjaga nama baik organisasi PMI. Memenuhi Kriteria khusus Kriteria khusus keikutsertaan dalam pelatihan akan ditentukan selanjutnya oleh masing-masing bidang sesuai dengan jenis dan kebutuhan pelatihan pada saat

e f g

5. Peserta Pelatihan PMR, KSR dan Orientasi TSR

Untuk mengikuti Pelatihan PMR, KSR dan Orientasi bagi TSR kriterianya dapat dilihat pada pedoman PMR dan Relawan PMI. Dapat ditambahkan persyaratan lain ( bila itu terkait untuk kepentingan muatan lokal ) di Cabang /

Bab 5 Ketentuan Umum Peserta Pelatihan

17

Pedoman Pelatihan PMI

B. Hak Peserta

Daerahnya masing masing. Hak-hak peserta pelatihan PMI, adalah: 1. Menerima pelajaran sesuai kurikulum / silabus yang telah ditentukan. 2. Menanyakan tentang materi pelajaran yang belum dimengerti. 3. Menanggapi dan memberi saran terhadap isi materi pelatihan. 4. Memperoleh sertifikat kelulusan, bila yang bersangkutan berhasil menyelesaikan pendidikan / pelatihan dengan baik. 5. Mendapatkan fasilitas pelatihan antara lain: referensi pelatihan, konsumsi akomodasi, transportasi sesuai ketentuan penyelenggara pelatihan. 6. Memberikan evaluasi terhadap penyelengaraan pelatihan dengan menggunakan form yang telah dipersiapkan

C. Kewajiban Peserta 1. Memenuhi persyaratan sebagai calon peserta pelatihan 2. Mengikuti seluruh program pelatihan agar tujuan pelatihan berhasil guna dan berdaya guna 3. Mematuhi semua peraturan yang ditetapkan selama proses pelatihan. 4. Berpartisipasi aktif dalam upaya pencapaian tujuan pelatihan 5. Membuat rencana kerja tindak lanjut dan atau menindaklanjuti hasil pelatihan D. Peranan Peserta 1. Masing-masing peserta mengkaji maksud dan tujuan pelatihan serta aktif dalam proses pelatihan 2. Peserta dapat berdialog / berdiskusi secara rasional dan efektif dengan para Pelatih / Fasilitator. 3. Tiap peserta tanpa ragu-ragu dapat mengutarakan pengalaman-nya atau pandangannya sendiri dalam setiap diskusi. 4. Mengembangkan diri, secara terbuka untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai materi yang diajarkan.

Bab 5 Ketentuan Umum Peserta Pelatihan

18

Pedoman Pelatihan PMI

Bab 5 Ketentuan Umum Peserta Pelatihan

19

Pedoman Pelatihan PMI

BAB VI MERENCANAKAN PELATIHAN


A. Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan Memfokuskan pengetahuan keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk melakukan tugas dengan baik dari kesenjangan yang ada. Bila kebutuhan pelatihan yang memadai sudah diidentifikasi, maka akan lebih mudah bagi pelatih dan peserta pelatihan untuk menyepakati tujuan, metode dan evaluasi pelatihan, agar proses pelatihan menjadi lebih mudah.

Langkah - langkah pengidentifikasian kebutuhan peserta pelatihan Langkah 1

Pelatihan yang tidak memperhitungkan kebutuhan akan pelatihan adalah sia-sia, membuang-buang sumber daya dan dana serta hanya membuat pelatih dan penyelenggara dikritik, karena kebutuhan peserta, masyarakat dan atau organisasi tetap tidak terpenuhi.

Cari tahu apa peran dari peserta pelatihan yang diharapkan yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk melakukan peran mereka. Perhatikan juga tujuan kegiatan, siapa yang menjadi sasaran dan apa yang selama ini sudah dikerjakan atau sudah dipahami peserta pelatihan. Temukan kinerja para peserta. Kaji ulang apa yang mereka bisa kerjakan, serta cari tahu apa potensi mereka. Kumpulkan Informasi tentang kesenjangan yang ada dan apa yang perlu mereka pelajari. Tentukan apakah kesenjangan yang ada dapat diatasi dengan pelatihan. Hal ini menjadi dasar untuk menentukan tujuan, isi, metode pelatihan, media pelatihan dan metode penilaian. 1. Langkah-langkah ini penting untuk mengembangkan program pelatihan yang efektif dan sukses 2. Khusus untuk pelatihan PMR, KSR tingkat dasar, pelaksanaan pelatihan ditujukan untuk menarik minat calon anggota sehingga penilaian kebutuhan pelatihan lebih sederhana (tidak harus mengikuti langkah-langkah tersebut di atas)

Langkah 2

Langkah 3 Langkah 4

Bab 6 Merencanakan Pelatihan

20

Pedoman Pelatihan PMI

Mengidentifikasi dan menggambarkan kesenjangan pelaksanaan


Menentukan sebab Mengidentifikasi kesenjangan tersebut disebabkan kurangnya

pengetahuan dan ketrampilan Menentukan apakah pelatihan

Ya

Tida

Pelatihan

Setelah Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, tetapkan tujuan untuk pelatihan.


B. MENETAPKAN TUJUAN PELATIHAN Dengan menetapkan tujuan dapat membantu untuk : 1. Menyusun rencana pelatihan (tujuan pelatihan, metode pelatihan, media pelatihan) 2. Menyiapkan tim pelatih yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk pelatihan yang terkait 3. Membuat kriteria penilaian. 4. Menyediakan informasi yang diperlukan peserta pelatihan 5. Mengevaluasi efektifitas pelatihan. 6. Membantu peserta pelatihan untuk merencanakan proses belajar. 7. Mengetahui bagaimana cara dan kapan peserta pelatihan dapat mencapai tujuannya.

Tujuan merupakan sumber arah. Tanpa tujuan tersebut, maka pelatihan hanya sekedar maksud baik dan proses belajar sangat tergantung pada kesempatan
1. Membuat kerangka acuan pelatihan
Bab 6 Merencanakan Pelatihan

21

Pedoman Pelatihan PMI C. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MERENCANAKAN PELATIHAN 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan pelatihan secara keseluruhan Pengetahuan dan pengalaman Pelatih. Latihan yang diperlukan oleh para peserta Hasil yang diperlukan dari pelatihan Jadwal pelatihan, pertimbangkan fleksibilitas waktu pelatihan 7. Panitia pelaksana pelatihan 8. Administrasi pelatihan (undangan kepada peserta, pelatih, dll) 9. Akomodasi dan tempat pelatihan (harus disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan) 10. Sumberdana pelatihan 11. opik-topik yang harus dicakup. Untuk masing-masing topik, lihat rencana pelatihan yang di usulkan. 12. Metode pelatihan yang paling sesuai. Variasi dalam suatu metoda dapat menstimulir semangat para peserta.M 13. ateri pelatihan (Akan lebih mudah kalau disusun daftar materinya) 14. Media pelatihan yang akan digunakan 15. Bila direncanakan peragaan atau kunjungan lapangan, persiapkan semuanya sebelum pelatihan dimulai. 16. Pengaturan ruangan kelas, tempat duduk, (diatur sedemikian rupa sehingga peserta merasa nyaman dalam berpartisipasi aktif dalam pelatihan). Contoh terlampir 17. Pengaturan penerangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan

Bila melatih masyarakat, dilakukan didekat rumah, akan memungkinkan peserta tetap dapat meneruskan kehidupan keluarganya

D. EVALUASI

Evaluasi adalah proses pengumpulan data yang sistematis untuk mengukur efektivitas program pelatihan (The Trainers lybrary, 1998) Kegiatan evaluasi dilakukan baik pada: a. sebelum pelatihan b. saat pelatihan berlangsung c. setelah pelatihan. Alat yang digunakan untuk evaluasi terlampir.

Bab 6 Merencanakan Pelatihan

22

Pedoman Pelatihan

BAB VII MELAKSANAKAN PELATIHAN


A. TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN PELATIHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Registrasi peserta Pembukaan Perkenalan, harapan, norma dst Pre-test Penjelasan umum pelatihan Penyampaian materi Evaluasi Post-test Penutupan

1. Registrasi peserta

Hal-hal yang harus dipersiapkan: a. Daftar registrasi peserta b. Daftar/ checklist persyaratan peserta, seperti (pas photo, surat tugas, CV atau biodata peserta, dll) c. Surat pernyataan peserta d. Materi pelatihan e. Daftar pengaturan penginapan (jika menginap) f. Dll

2. Pembukaan

Acara pembukaan bisa dilaksanakan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan sesuai dengan sifat pelatihan. Kegiatan dalam pembukaan, meliputi: a. Pembukaan dari panitia diawali oleh protokol yang menyampaikan agenda acara pembukaan (agenda acara pembukaan disesuaikan dengan jenis pelatihan di setiap tingkatan organisasi PMI) Laporan panitia pelaksana pelatihan Sambutan-sambutan Pembukaan secara resmi Penyematan tanda peserta Doa dan penutup

b. c. d. e. f. 3. Perkenalan, harapan, norma, KAP

Acara yang dilaksanakan adalah: a. Perkenalan Acara perkenalan dilaksanakan diantara peserta, pelaksana dan pelatih pelatihan. Acara ini bertujuan untuk menciptakan suasana lebih akrab sebelum pelatihan dimulai b. Harapan Harapan peserta baik yang terkait dengan materi maupun penyelenggaraan pelatihan c. Norma Penyepakatan aturan main pelatihan antara peserta pelatihan dan penyelenggara pelatihan.

4. Pre-test

Bab 7 Melaksanakan Pelatihan

23

Pedoman Pelatihan 5. Penjelasan pelatihan umum Evaluasi yang yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta terhadap seluruh materi pelatihan yang akan disampaikan Penyampaian kerangka acuan pelatihan dan laporan hasil pre-test, serta kesepakatan-kesepakatan seputar pelaksanaan pelatihan Penyampaian materi sesuai ketentuan kurikulum/ silabus, modul berdasarkan jadwal yang sudah dibuat. Evaluasi yang dilaksanakan selama pelatihan bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelatihan apakah memenuhi tujuan pelatihan. Jenis evaluasi selama pelatihan, meliputi: a. Evaluasi hasil, meliputi: 1). Pre-test 2). Post Test 3). Test harian untuk setiap topik materi pelatihan b. Evaluasi reaksi, meliputi: 1). Evaluasi harian pelaksanaan pelatihan 2). Evaluasi akhir pelaksanaan pelatihan 3). Evaluasi perkembangan peserta Pada akhir pelatihan, pelatih mengadakan rapat bersama untuk menentukan kelulusan peserta Evaluasi yang dilaksanakan di akhir pelatihan untuk mengetahui perkembangan pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan. Dengan adanya perbandingan hasil pre-test dan posttest, kemampuan peserta pelatihan dapat diketahui apakah meningkat atau tidak 9. Penutupan Kegiatan pelatihan diakhiri dengan acara penutupan yang meliputi : a. Laporan penyelenggara pelatihan b. Kesan dan pesan peserta c. Kesan dan pesan pelatih sekaligus menyampaikan hasil umum penilaian terhadap peserta. d. Sambutan-sambutan e. Pelepasan tanda peserta sebagai tanda berakhirnya pelatihan. f. Doa dan Tutup. Acara pembukaan dan penutupan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi masingmasing Cabang dan Daerah dengan tetap memperhatikan ketentuan di atas.

6. Penyampaian materi 7. Evaluasi

8. Post-test

Bab 7 Melaksanakan Pelatihan

24

Pedoman Pelatihan

Bab 7 Melaksanakan Pelatihan

25

Pedoman Pelatihan PMI

BAB VIII METODE PELATIHAN

Bab 8 Metode Pelatihan

26

METODA PELATIHAN

Pada pendidikan (pelatihan) untuk orang dewasa (andragogik), setiap Pelatih harus dapat menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu para peserta dituntut aktif PMI dalam proses pembelajaran, Pedoman sedang Pelatihan Pelatih membantu memobilisasi dan memfasilitasi, agar para peserta dapat aktif berperan serta. Andragogik atau pendidikan kritis merupakan BAB IX proses yang menuntut kesetaraan antara pelatih dan MEDIA PELATIHAN peserta, pelatih harus menyadari bahwa materi pembelajaran sebagian besar sudah dimiliki peserta, maka pelatih dituntut untuk dapat mengelola dan menggali pengetahuan dari peserta tersebut. Gordon Pine dan Peter Horne Menjelaskan 9 (sembilan) prinsip pendidikan orang dewasa : 1. Belajar adalah suatu pengalaman yang terjadi dalam diri peserta dan didorong aktif oleh diri peserta itu sendiri; 2. Belajar adalah penemuan jati diri dan relevansi gagasannya; 3. Belajar adalah akibat daro pengalamannya; 4. Belajar adalah proses kooperatif; 5. Belajar adalah proses evolusioner; 6. Belajar kadang-kadang merupakan suatu proses peningkatan; 7. Belajar itu emosional seperti halnya proses intelektual; 8. Salah satu sumber terkaya dari belajar adalah peserta itu sendiri; 9. Proses pemecahan masalah dan belajar adalah sangat unik dan bersifat individual.

Pendidikan orang dewasa juga suka disebut sebagai pendidikan kritis, namun pendidikan kritis juga dapat dipakai untuk pendidikan anak-anak atau remaja, hanya pendekatannya yang berbeda, yakni untuk anak-anak dan remaja pada metoda penyampaian yang disesuaikan dengan tugas perkembangannya, maka metoda bermain sambil belajar merupakan pendekatan yang baik dalam penyelenggaraan pelatihan yang sasarannya anak-anak atau remaja.Pada pelatihan yang dikelola oleh PMI sasarannya meliputi semua usia, misalnya untuk PMR sasarannya adalah anak-anak dan remaja.

A. METODA BUKA OTAK


OTAK PIKIR/KRITIS

OTAK EMOSI

OTAK HIDUP

PANELIS/ PESERTA
Bab 9 Media Pelatihan

PESERTA

27 PELATIH

Pedoman Pelatihan PMI

A. Umum

Pada hakikatnya pelatihan adalah suatu proses komunikasi. Dimana disitu diharapkan terjadinya suatu transfer informasi antara pelatih dan yang dilatih. Agar terjadi proses transformasi tersebut, proses yang terjadi harus efektif dan efisien. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi dalam pelatihan perlu digunakan sarana yang membantunya yang disebut dengan media. Dalam proses pelatihan, media ini biasa kita sebut dengan media pelatihan. Media pelatihan meliputi semua hal yang membantu peserta untuk belajar. Media tersebut bisa berbentuk media pelatihan visual (apa yang bisa dilihat peserta), atau media pelatihan audio (apa yang bisa didengar peserta) dan media pelatihan audio visual (apa yang bisa dilihat dan didengar) . Media pelatihan harus dapat memotivasi diskusi sekitar pengalaman dan realita peserta juga harus dipertimbangkan dampak budaya dan tradisi belajar yang efektif seharusnya: 1. Menitikberatkan hal-hal pokok yang akan dipelajari, tidak terlalu rinci bila tidak terlalu penting. 2. Menyajikan satu fokus yang menjadi perhatian. 3. Sederhana. 4. Penggunaan diagram dan simbol harus dijelaskan dengan benar.

B. Media pelatihan Visual

Media pelatihan visual adalah media pelatihan yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan sehingga bisa dilihat oleh peserta. Menurut karakteristiknya, media visual terbagi dalam projected (penampilannya perlu proyeksi) dan non projected (tidak perlu diproyeksikan). Contoh media pelatihan visual yaitu: Ilustrasi, Overhead Projector (OHP), Papan Tulis dan Flipchart. Ilsutrasi bisa berupa gambar, foto atau simbol yang digunakan untuk membantu menjelaskan situasi tertentu. 1. Ilustrasi bisa digunakan bila: a. Menginginkan suatu keterangan dapat dipahami secara jelas. b. Peserta membutuhkan satu gambaran mental mengenai satu topik. c. Peserta pelatihan tidak dapat membaca dan menulis. 2. Kelebihan ilustrasi

B.1. Ilustrasi

Bab 9 Media Pelatihan

28

Pedoman Pelatihan PMI a. Peserta lebih mudah belajar dengan melihat ilustrasinya. b. Lebih mempunyai daya tarik bagi peserta bila dibuat dengan jelas. 3. Kekurangan a. Peserta mungkin tidak memahami ilustrasi tersebut. b. Bila tidak direncanakan dengan baik ilustrasi dapat mengcaukan pesan yang akan disampaikan. c. Ukurannya mungkin terlalu kecil untuk bisa dilihat oleh semua peserta d. Perlu disesuaikan dengan kondisi dan budaya setempat. 4. Cara menggunankan ilustrasi dengan baik: a. Terangkan dengan jelas pesan yang sedang anda coba sampaikan. b. Ilustrasi harus sederhana, menunjukkan hal-hal penting dan tidak rinci. c. Ilustrasi harus diberi judul. d. Ukuran harus memadahi sehingga setiap orang bisa melihat ilustrasi tersebut. e. Ilustrasi tersebut haris berhubungan dengan cara peserta dalam memahami sesuatu. B.2. Overhead Projector (OHP) 1. Kelebihan a. Bisa mempersiapkan materi sebelumnya sehinga menghemat waktu sesi. b. Bisa membuat salinan materi ketransparansi. c. Bisa mempersiapkan transparansi sendiri. d. Menjiplak gambar atau diagram. e. Pelatih bisa menghadap kepeserta pada waktu melakukan presentasi, ini memudahkan pelatih mengendalikan kelas. f. Transparansi bisa menimbulkan minar dan mengawali diskusi diantara para peserta. g. Memungkinan peserta melihat gambar visual dari gambar yang disajikan. 2. Kekurangan a. Peserta mungkin menemui kesulitan untuk menyimpan transparansi. b. OHP sulit dijinjing kemana-mana. c. Mungkin menganggu perhatian peserta bila tidak digunakan dengan baik (misalnya : tulisannya kecil, berbayang-bayang. d. Penggunakan OHP tergantung pada ketersediaan listrik. 3. Cara menggunakan dengan baik a. Untuk menghidari kekacauan perhatian peserta, nyalakan dan matikan sesuai keperluan. b. Jangan berdiri didepan projector, ataru posisinya agara rendah, untuk meminimalisasi menutupi

Bab 9 Media Pelatihan

29

Pedoman Pelatihan PMI layar dari penglihatan peserta. c. Pelatih tidak memusatkan perhatian pada membaca dan menghadap punggungnya kepada peserta karena hal ini bisa menutupi layar dari peserta. d. Hindari penggunaan alat tulis berwarna warni yang sulit dibaca diatas transparansi. e. Gunakan pena yang tepat untuk transparansi. B.3. Papan Tulis 1. Kelebihan a. Bisa digunakan untuk menulis sambil memberikan ceramah. b. Bisa digunakan untuk menggambar, membuat diagram atau ilustrasi c. Pelatih bisa menulis kapan saja pada waktu sesi pelatihan. d. Alat tulisnya mudah digunakan, mudah dihapus dan mudah diperoleh. e. Biaya murah. 2. Kekurangan a. Peserta mungkin terasa agak kurang jelas melihatnya. b. Peserta mungkin tidak termotivasi untuk belajar karena papan tulis mengingatkan peserta akan pengalaman belajar secara tradisional diwaktu sekolah. c. Kontak anatara peserta dan pelatih mungkin hilang karena pelatih lebih memusatkan perhatian pada menulis pada papan tulis. d. Mungkin tidak efektif bila tulisannya buruk. e. Gambar dan informasi tidak bisa disimpan untuk digunakan lagi sewaktu-waktu kelak. f. Mungkin membingungkan peserta bila papn tulisnya penuh dengan tulisan. 3. Cara menggunakan dengan baik a. Sediakan kain atau penghapus untuk membersihkan papan tulis. b. Sediakan papan tulis dalam jumlah cukup. c. Pastikan papn tulis tersebut bersih. d. Mulailah menulis pada bagan paling atas. e. Tulislah secara jelas, dengan huruf yang besar agar terbaca. Flipchrat adalah kertas yang besar yang digantungkan pada tiang atau kuda-kuda, sehingga dapat dibalik-balik kebelakang dan kedepan. Flipchart dapaat digunkaan untuk memperlihatkan untuk memperlihatkan lembaran-lembaran yang sudah dipersiapkan sebagai rangkupan pada satu sesi pelatihan. 1. Alat bantu flipchart dapat digunakan untuk.

B.4. Flipchart

Bab 9 Media Pelatihan

30

Pedoman Pelatihan PMI Menunjukkan struktur dan sesi pelatihan sehingga peserta belajar mengertahui kearah mana mereka menuju. b. Menunjukkan susuanan hal-hal pokok dan untuk menarik perhatian pada kata-kata, kalimat dan hal-hal utama yang sedang didiskusikan. c. Mengumpulkan dan memperlihatkan, hal-hal pokok dan pendapat dari peserta. d. Memperlihatkan diagram, bagan, dan grafik. 2. Kelebihan a. Sederhan untuk digunakan serbaguna dan murah. b. Lembaran-lewmbarannya bisa dilepaskan dan diperlihatkan kesekeliling ruangan. c. Bisa digunkan untuk mengungkapan dan menyusun informasi. d. Bisa dengan mudah dikerjakan oleh para peserta (misalnya bekerja dalam kelompok) untuk dipresentasikan. e. Sebagian orang merasa lebih mudah untuk menulis diatas kertas. f. Memungkina pelatih untuk cepat siap dalam sesinya dan membangkitkan partisipasi. g. Memungkina para peserta untuk mencakup bagan sebelumnya tanpa memerperlihatkan yang berikutnya, dengan menggunakan lembaran kosong. 3. Kekurangan a. Ukurannya sangat membatasi jumlah informasi yang bisa dituangkan dalam satu lembar. b. Dapat membuat diagram/tulisan terlalu kecil untuk dilihat. c. Sipenyaji mungkin harus memalingkan muka dari hadapan para peserta pada waktu menulis. d. Sebagian orang merasa sulit bila harus menulis diatas kerta pada flipchart. e. Tidak bisa memperbaiki kesalahan dengan mudah. 4. Cara menggunakan dengan baik a. Jangan menuagkan terlalu banyak informasi pada satu lembar kertas. b. Batasi setiap lembar pada satu ide utama saja. c. Buatlah tulisan diagram dengan tebal dan cukup besar sehingga tetap dapat dilihat meski dari belakang. d. Buatlah tulisan/diagram secara berwarna-warni untuk membuat hal-hal penting jadi tamapk lebih jelas dan membuat diagram serta grafik lebih bermakna. e. Pertimbangkan pengaturan dan tatanannya, gunakan simbol dan ilustrasi. f. Pastikan tersedia kertas dalam jumlah cukup. a.

Bab 9 Media Pelatihan

31

Pedoman Pelatihan PMI g. Pastikan bahwa kuda-kuda atau tiang untuk flipchart cukup kuat dan staabil. h. Perlu disediakan spidol besar beberapa warna. i. Sediakan isolasi dan paku payung. B. Media pelatihan Audio Media pelatihan Audio adalah media pelatihan yang dapat ditangkap oleh indra pendengaran sehingga bisa didengar oleh peserta. Contoh media pelatihan Audio, yaitu: Radio dan Tape Recorder. 1. Kelebihan a. Siaran dapar menjangkau pendengar dalam waktu singkat. b. Radio terjangkau harganya, bersifat ekonomis dan praktis (dibawa) c. Realistis, aktual dan kritis d. Mengatasi ruang dan waktu, adanya sistem belajar jarak jauh e. Radio dapat menyajikan laporan in the spot 2. Kekurangan a. Tidak mampu menciptakan interaksi secara spontan b. Siaran mudah digangu oleh cuaca/ gelombang lainnya c. Sifat komunikasinya one way communication d. Feed back dari pendengar tidak ada (tertunda) e. Rendahnya kemampuan memindahkan pesan yang sifatnya rumit, sebab daya tangkap pendengaran manusia lebih rendah dibanding daya penglihatanya. 3. Cara menggunakan dengan baik a. Atur dan ujilah alat tersebut sebelum digunakan b. Persiapkan listrik/ baterai yang diperlukan. c. Persiapkan peserta dengan menjelaskan apa yang akan diperdengarkan dan apa yang harus mereka cerna d. Hubungkan materi siaran dengan materi pelatihan. B.2. Tape Recorder 1. Kelebihan a. Dapat membantu peserta pelatihan dalam memahami materi (mereproduksi isi materi). b. Pengoperasiannya mudah dan telah memasyarakat c. Harganya ekonomis, tergantung model dan mereknya d. Tugas pelatih lebih ringan, hanya sekali memogram untuk selamanya 2. Kekurangan a. Butuh waktu tersendiri untuk memrogram materi

B.1. Radio

Bab 9 Media Pelatihan

32

Pedoman Pelatihan PMI b. Memerlukan anggaran yang terencana c. Diperlukan ketrampilan khusus menentukan program pelatihan

dalam

3. Cara menggunakan dengan baik a. Pilihlah bahan rekaman yang sesuai dengan tujuan b. Mempersiapkan peserta didik untuk diatur sesuai dengan tugas masing-masing c. Memperhitungkan lamanya rekaman (waktu yang dibutuhkan) d. Menyediakan ruangan yang luas, tenang dan situasi yang memungkinkan C. Media pelatihan Audio Visual Media pelatihan Audio Visual adalah media pelatihan yang dapat ditangkap oleh baik itu indra penglihat maupun indra pendengaran sehingga bisa dilihat sekaligus didengar oleh peserta. Contoh media pelatihan Audio Visual, yaitu: Video, Film, dan LCD. 1. Kelebihan a. Dibutuhkan pelatihan yang minimum bagi Pelatih untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan video. b. Mungkin membantu dalam teknik-teknik pelatihan. c. Peserta dapat melihat dirinya sendiri sebagaimana yang dilihat oleh orang lain. d. Membantu peserta untuk mengevaluasi diri. e. Pelatih dapat membandingkan kemampuan awal peserta dan kemampuan peserta pada akhir sesi. 2. Kekurangan a. Membutuhkan televisi b. Peralatannya sangat mahal c. Peralatan tersebut tidak mudah dibawa kemanamana d. Penggunaan video tergantung pada ada tidaknya tenaga listrik e. Peralatan mungkin rusak walau tenaga listrik ada 3. Cara menggunakan dengan baik a. Atur dan ujilah alat tersebut sebelum digunakan b. Tonton video sebelum diperlihatkan kepada para peserta. c. Persiapkan peserta dengan menjelaskan apa yang akan dipertunjukkan dan apa yang harus mereka amati d. Hubungkan materi video dengan materi pelatihan. e. Video seharusnya tidak terlalu panjang masa putarnya sebab peserta bisa menjadi bosan atau

C.1. Video

Bab 9 Media Pelatihan

33

Pedoman Pelatihan PMI bahkan tertidur. Buat rangkuman pada akhir pertunjukan video dan tindaklanjuti dengan pemberian tugas.

f. C.2. Film

1. Kelebihan a. Bila film tersebut berhubungan dengan topik yang dibicarakan, maka peserta bisa memahaminya secara lebih baik, dan dapat merasakan apa yang dialami orang lain lewat film tersebut. b. Film bisa menarik perhatian peserta dan memotivasi mereka untuk belajar. c. Film bisa merubah situasi kelas yang monoton. d. Film bisa membuat peserta lebih mengingat ide dan hal-hal pokok dalam waktu yang lebih lama e. Film bisa menjadi titik awal suatu diskusi yang lebih stimulatif. 2. Kekurangan a. Film mungkin tidak mudah tersedia b. Bila mutu film tersebut tidak baik, akan sulit bagi peserta untuk mengikutinya c. Mungkin bisa menimbulkan harapan-harapan yang tidak realistik d. Peralatan yang digunakan biasanya mahal dan sulit dipelihara e. Peralatan yang digunakan tidak mudah dijinjing kemana-mana f. Tergantung pada tersedianya tenaga listrik 3. Cara menggunakan dengan baik a. Kaji ulang film tersebut sebelumnya untuk memastikan relevansinya dengan topik b. Beri keterangan singkat tentang film tersebut dan soroti pokok-pokok yang penting. c. Buat garis besar tentang hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu menonton film d. Setelah pertunjukan film, akhiri dengan diskusi dan rangkuman C.3. LCD Media pelatihan yang menggabungkan kemampuan digital dengan peralatan komputer. Dengan alat ini, memudahkan penyaji untuk menyajikan data dalam bentuk audio visual. Saat ini, LCD semakin praktis dan efisien untuk digunakan karena kapasitas dan fasilitasnya yang semakin beragam 1. Kelebihan a. Bisa mempersiapkan materi sebelumnya sehinga menghemat waktu sesi. b. Bisa menampilkan bermacam-macam bentuk data. c. Tampilan materi bisa menarik perhatian peserta. d. Peserta mudah mendapatkan copy materi baik

(Liquid Crystal Display)

Bab 9 Media Pelatihan

34

Pedoman Pelatihan PMI dalam bentuk soft copy ataupun hardcopy. e. Pelatih bisa menghadap kepeserta pada waktu melakukan presentasi, ini memudahkan pelatih mengendalikan kelas. f. Bisa dipakai kapan saja asal peralatan pendukungnya tersedia g. Memungkinan peserta melihat gambar visual dan audio dari gambar yang disajikan. h. Dengan semakin berkembangnya terknologi, LCDpun semakin canggih dan praktis untuk dibawa kemana-mana i. Tampilan materi jelas dilihat oleh peserta, bisa disesuaikan dengan luas tempat pelatihan 2. Kekurangan a. Memerlukan peralatan pendukung, seperti komputer, layar projektor, listrik untuk penggunaannya. b. Memerlukan pelatihan khusus untuk menggunakannya c. Memerlukan perawatan khusus d. Peralatan yang dipakai relatif mahal dan rentan bagi orang yang tidak bisa menggunakannya e. Memerlukan computer dengan spesifikasi yang cocok dengan LCD-nya 3. Cara menggunakan dengan baik b. Persiapkan peralatan pendukung dengna baik sebelum sesi pelatihan dimulai. c. Persiapkan materi sebelum pelatihan dimulai, sesuaikan dengan konteks dan peserta pelatihan d. Periksa tampilan LCD semaksimal mungkin agar seluruh peserta bisa melihatnya dengan jelas e. Jangan berdiri didepan projector, atur posisi pembicara untuk meminimalisasi menutupi layar dari penglihatan peserta. f. Persiapkan copy handout materi ke peserta agar memudahkan mereka mengikuti isi materi selama pelatihan g. Persiapkan data-data pendukung yang berkaitan dengan pelatihan agar bisa diperlihatkan kepada peserta D. Lagu dan Puis Para peserta pelatihan dapat mendengarkan kata-kata (syair) di dalam lagu atau puisi, serta melihat ekspresi penyanyi atau orang yang bercerita atau merasakan keterlibatan emosi mereka sendiri. Lagu/ puisi bisa digunakan di berbagai tahapan dalam sesi pelatihan. Keduanya telah terbukti banyak menciptakan daya tarik dan karenanya berguna bagi orang dewasa yang ingin belajar terutama dalam melatih anggota masyarakat. Lagu dan puisi dapat digunakan untuk menekankan suatu tema yang penting. Keduanya mendorong

Bab 9 Media Pelatihan

35

Pedoman Pelatihan PMI timbulnya suasana yang santai dan ramah, meningkatkan penyampaian pesan bagi masyarakat dan berguna dalam pelatihan bagi mereka yang tidak bisa membaca atau menulis. 1. Kelebihan a. Merupakan penyampaian pesan kepada masyarakat b. Meningkatkan partisipasi masyarakat c. Mudah dipelajari dan memperlancar proses belajar d. Bisa digunakan kapan saja e. Bila peserta mengenal lagu/ puisinya, mereka akan mengingat pesan-pesannya f. Biasanya akan diterima secara budaya 2. Kekurangan a. Pesan-pesannya mungkin tidak jelas b. Pesan-pesannya bisa kabur, kalau pelatih tidak menjelaskan penjelasan c. Kata-kata yng digunakan dalam lagu mungkin tidak bisa dipahami dengan mudah d. Mungkin ada yang tersinggung oleh pesan-pesan dalam lagu tersebut terutama bila tidak mempunyai konteks kultural 3. Cara menggunakan dengan baik a. Kaitkan pesan dalam lagu/ puisi dengan topik dan konteks budaya b. Hindari memberi terlalu banyak pesan dalam lagu/ puisi c. Kata -kata dalam lagu tersebut ditulis di papan tulis atau kertas untuk memperlacar proses belajar d. Pastikan pengulangan lagu/ puisi untuk meningkatkan daya ingat peserta terhadap pesan tersebut e. Lagu/ puisi tersebut harus menarik

"Ajak Peserta pelatihan untuk menyanyi atau beri permainan yang menyenangkan"

Bab 9 Media Pelatihan

36

Pedoman Pelatihan PMI

BAB X SERTIFIKAT DAN ATRIBUT


A. UMUM Setiap yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pelatihan PMI maka akan mendapatkan bukti keterlibatannya dalam bentuk : 1. Sertifikat, atau 2. Piagam Penghargaan B. SERTIFIKAT 1. Sertifikat sebagai bukti atau surat kelulusan dari sebuah proses pelatihan secara penuh sebagai peserta. 2. Peserta yang telah mengikuti Pelatihan PMI akan mendapat sertifikat yang ditandatangani oleh Pengurus PMI sesuai tingkat organisasi. 1. Kegunaan Sertifikat : a. Sebagai bukti bahwa peserta telah mengikuti dan memenuhi standar pelatihan. b. Merupakan jaminan kepada pihak lain bahwa mereka menerima materi dari pelatih yang memenuhi kualifikasi. c. Merupakan faktor yang dapat memotivasi pemilik sertifikat agar selalu mengembangkan kemampuannya. d. Menunjukkan kredibilitas dan profesionalisme PMI. 3. Ketentuan mengeluarkan sertifikat Pelatihan a. Menggunakan berbagai teknik penilaian untuk memastikan peserta yang memenuhi syarat kelulusan. b. Panitia mengajukan kepada pengurus PMI sesuai tingkatannya. c. Sertifikat yang diberikan kepada peserta pelatihan yang sifatnya teknis haruslah mempunyai masa berlaku selama 3 tahun. d. Sertifikat harus ditanda tangani oleh pengurus dan pejabat terkait yang telah ditentukan. e. Semua sertifikat yang diberikan kepada peserta harus terdaftar (nomoring) di Markas PMI setempat. f. Pembaharuan sertifikat oleh pengurus setempat harus ditentukan dan diketahui para pemegang sertifikat. g. Pengurus harus menarik lagi Sertifikat yang diberikan apabila disalahgunakan, dalam hal ini harus diketahui para pemegang sertifikat.

Bab 10 Sertfikat dan Atribut

37

Pedoman Pelatihan PMI

4. Syarat Sertifikat Pelatihan a. Sertifikat harus diperbaharui setelah masa berlaku berakhir (3 tahun). b. Untuk memperpanjang masa berlaku sertifikat harus mengikuti penyegaran yang diselenggarakan oleh PMI sesuai tingkatannya. Dengan ketentuan tercatat aktif dalam kegiatan kepalangmerahan selama 2 tahun terakhir dibawah supervisi organisasi PMI. c. Bila sertifikat hilang, maka perlu ada surat keterangan kehilangan yang ditandatangi yang bersangkutan dan diketahui oleh pengurus PMI setempat, sebagai syarat untuk dikeluarkan sertifikat pengganti dengan nomor yang sama. d. Bila sertifikat rusak, maka harus diserahkan kepada pengurus untuk dikeluarkan sertifikat pengganti dengan nomor yang sama. e. Bentuk sertifikat C. PIAGAM PENGHARGAAN Bentuk Sertifikat akan diatur tersendiri oleh Pengurus Pusat ( akan disampaikan menyusul) 1. Piagam Penghargaan sebagai bukti keterlibatan secara aktif dari sebuah proses pelatihan secara penuh sebagai pelaksana, Narasumber atau peserta pelatihan non teknis. 2. Pelaksana, Narasumber atau peserta pelatihan non teknis. yang telah mengikuti Pelatihan PMI akan mendapat Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Pengurus PMI sesuai tingkat organisasi. 3. Kegunaan Piagam Penghargaan : a. Sebagai bukti bahwa pelaksana, Narasumber atau peserta pelatihan non teknis. telah mengikuti dan memenuhi standar pelatihan. b. Merupakan jaminan kepada pihak lain bahwa mereka telah terlibat langsung dalam pelatihan yang memenuhi kualifikasi. c. Merupakan faktor yang dapat memotivasi pemilik Piagam Penghargaan agar selalu mengembangkan kemampuannya. d. Menunjukkan kredibilitas dan profesionalisme PMI. 4. Ketentuan Pelatihan mengeluarkan Piagam Penghargaan

Bab 10 Sertfikat dan Atribut

38

Pedoman Pelatihan PMI

a. Menggunakan berbagai teknik penilaian untuk memastikan pelaksana, Narasumber atau peserta pelatihan non teknis yang memenuhi syarat. b. Panitia mengajukan kepada pengurus PMI sesuai tingkatannya. c. Piagam Penghargaan harus ditanda tangani oleh pengurus dan pejabat terkait yang telah ditentukan. d. Semua Piagam Penghargaan yang diberikan kepada peserta harus terdaftar (nomoring) di Markas PMI setempat. e. Pembaharuan Piagam Penghargaan oleh pengurus setempat harus ditentukan dan diketahui para pemegangnya. f. Pengurus harus menarik lagi Piagam Penghargaan yang diberikan apabila disalahgunakan, dalam hal ini harus diketahui para pemegangnya. 5. Syarat Piagam Penghargaan Pelatihan a. Bila Piagam Penghargaan hilang, maka perlu ada surat keterangan kehilangan yang ditandatangani yang bersangkutan dan diketahui oleh pengurus PMI setempat, sebagai syarat untuk dikeluarkan Piagam Penghargaan pengganti dengan nomor yang sama. b. Bila Piagam Penghargaan rusak, maka harus diserahkan kepada pengurus untuk dikeluarkan Piagam Penghargaan pengganti dengan nomor yang sama. c. Bentuk Piagam Penghargaan. Bentuk Piagam Penghargaan akan diatur tersendiri oleh Pengurus Pusat ( akan disampaikan menyusul) 1.Pakaian Dinas Harian ( PDH ) a. Pria : Baju Kemeja lengan pendek memakai lidah dipundak dan saku dada kiri kanan dengan tutup, dilengkapi dengan atribut b. Celana Biru Dongker c. Wanita : Memakai Blus. Sama dengan kemeja Pria, Rok model biasa panjang hingga lutut berwarna biru dongker.bagi wanita berbusana muslim lengan bajunya panjang dan berjilbab warna putih. 2. Pin Bentuk pin terdiri dari : a. Untuk asisten pelatih: pin bulat warna dasar

D. ATRIBUT

Bab 10 Sertfikat dan Atribut

39

Pedoman Pelatihan PMI hijau bertuliskan asisten pelatih. b. Untuk Pelatih : Pin bulat warna dasar kuning bertuliskan Pelatih c. Warna Dasar coklat untuk pelatih Utama. 3. Lencana : a. Dibuat dari plastik dengan warna dasar biru dongker, berbentuk bundar dengan ukuran garis tengah 4 cm. b. Gambar logo PMI di tengah dengan tulisan Palang Merah Indonesia dilingkar atas dan tuisan Pelatih di lingkar bawah dan garis tepi melingkar di atas dan di bawah tulisan warna putih. c. Dipakai sewaktu menjalankan tugas sebagai Pelatih PMI pada dada sebelah kiri / di atas saku baju pakaian seragam Pelatih PMI. 4. Badge : Dibuat dari kain dengan disablon atau dibordir, warna dasar putih berbentuk bundar dengan lambang PMI di gtengah dan bertuliskan Pelatih dan Palang Merah Indonesia dan ukuran garis tengah 10 cm. Dipakai sebagai tanda pengenal Pelatih PMI. 5. Tanda Lokasi Tanda lokasi yaitu dimana Pelatih itu bernaung. Dibuat dari kain berwarna dasar putih berbentuk lengkung, dengan garis tepi hitam, misalnya Pelatih yang bernaung di PMI Cabang Kab. Bandung, ditulis Kab. Bandung, Pelatih yang bernaung di PMI Daerah Jawa Timur, ditulis Jawa Timur, sedangkan Pelatih yang bernaung di bawah Markas Besar PMI, ditulis Markas Besar PMI. Ini juga dipakai sebagai tanda pengenal PMI tempat bernaungnya Pelatih PMI yang bersangkutan. 6. Nama Dada : Dibuat dari plastik berwarna hitam berbentu persegi panjang dengan tulisan nama, berukuran 8 x 2 cm. 7. Topi / pet : a. Dibuat dari kain katun berwarna biru dongker. Dipakai sebagai tanda pengenal Pelatih PMI dan juga sebagai tutup kepala apabila berada di luar ruangan atau di lapangan ketika bertindak sebagai Pelatih PMI.
MEMPERAGA KAN BERPIKIR KOMUNIKASI

Bab 10 Sertfikat dan Atribut

40

Pedoman Pelatihan PMI

Bab 10 Sertfikat dan Atribut

41

Pedoman Pelatihan PMI

BAB XI MONITORING, EVALUASI DAN SUPERVISI


A. Umum Setiap Program pelatihan harus dilengkapi dengan evaluasi monitoring dan supervisi, guna memperoleh masukan bagi pengembangan program berikutnya maupun untuk mengetahui seberapa jauh yang telah dapat diserap oleh peserta pelatihan. Khusus untuk penyelenggara pelatihan, dilakukan evaluasi terhadap laporan penyelenggaraan pelatihan.

Pelaksanaan evaluasi harus dilaksanakan secara utuh dan maksimal. Untuk itu tahapan evaluasi pelatihan harus direncanakan dengan baik.
B. Manfaat evaluasi, monitoring dan supervisi : a. Membantu menentukan kemampuan alumni pelatihan sehubungan dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya. Membantu Pelatih dan alumni pelatihan mengetahui apakah tujuan telah tercapai. Memastikan bahwa alumni pelatihan akan mampu melaksanakan tugas/praktek karena telah memenuhi standar yang diperlukan. Mendorong alumni pelatihan untuk bekerja lebih keras. Memberikan umpan balik kepada alumni pelatihan mengenai apa yang diperlukan untuk ditingkatkan atau dimodifikasi. Mampu mengarahkan pelaksanaan tindak lanjut sesuai dengan tujuan semestinya Melakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi oleh alumni pelatihan di lapangan Melakukan pendampingan terhadap alumni pelatihan dalam mengembangkan pengetahuan, sikap dan ketrampilannya

b. c.

d. e.

f. g. h.

Alumni pelatihan harus dilibatkan dan menyepakati metode evaluasi, monitoring dan supervisi yang digunakan. Dengan demikian, mereka bia menghargai kegiatan tersebut dan melakukan tindakan korektif bila ada hal-hal yang tidak beres. Mereka tidak akan merasa bahwa mereka telah diperlakukan secara tidak adil.

Bab 11 Monitoring, Evaluasi dan Supervisi

42

Pedoman Pelatihan PMI Alumni pelatihan harus sepenuhnya memahami tujuan evaluasi, monitoring dan supervisi tersebut. Evaluasi pasca pelatihan (post training evaluation) yang juga merupakan evaluasi kinerja (performance evalution) berguna untuk mengukur kinerja peserta latih sesudah pelatihan. Informasi dari evaluasi ini juga dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan mutu penyelenggaraan pelatihan berikutnya. Untuk mengetahui efektifitas dan keberhasilan pelatihan adalah dengan mengetahui tindak lanjut setelah pelatihan diselenggarakan. Cara yang mudah adalah dengan memantau sejauh mana peserta menindaklanjut RTL (Rencana tindak lanjut) yang sudah dibuat saat pelatihan. Hal ini dapat dilakukan dengan :

1. Supervisi ke masing-masing peserta dengan


sistem acak (random). 2. Monitoring dengan meminta setiap peserta menyampaikan laporan tertulis atas kegiatan yang dilaksanakan pasca pelatihan sesuai dengan RTL yang dibuatnya. 3. Evaluasi pasca pelatihan yang minimal 3 bulan setelah pelatihan dilaksanakan

Bab 11 Monitoring, Evaluasi dan Supervisi

43

Pedoman Pelatihan PMI

BAB XII PENUTUP

Pedoman ini menggambarkan secara garis Besar, bagaimana sebaiknya melaksanakan pelatihan. Disadari sepenuhnya bahwa, dalam penyelenggaraan pelatihan dilingkungan PMI mulai dari Tahap perencanaan sampai dengan Evaluasi memerlukan berbagai kompoen yang saling menunjang dan saling terkait Oleh karenanya diharapkan segenap Pengurus, Staff, Pembina, Pelatih dan Relawan dapat memperoleh manfaat sebesar mungkin dari buku Pedoman ini Semoga Tuhan YME selalu melimpahkan PetunjukNya.

Bab 11 Penutup

44

Pedoman Pelatihan PMI

LAMPIRAN 1 MONEV. SEBELUM PELATIHAN A. Monev. Persiapan Awal. 1. Menetapkan komite dan menyusun kerangka acuan (term of refference = TOR) 2. Memilih dan menetapkan lokasi (kota) dan tempat pelatihan dengan mempertimbangkan: a. Kemudahan transportasi bagi panitia, peserta dan fasilitator b. Mempunyai asrama yang dapat menampung seluruh peserta, panitia dan fasilitator (1 kamar untuk maksimal 3 orang). c. Mempunyai ruangan belajar yang terdiri dari 1 ruangan untuk pleno dan 4-5 ruangan kecil untuk diskusi. d. Mempunyai meja, kursi, flipchart, white-board, OHP, sound-system dan bahan pendukung lainnya. e. Pelayanan konsumsinya memadai f. Mempunyai sarana komunikasi

3. Menetapkan waktu pelaksanaan 4. Menyusun jadwal pelatihan 5. Menetapkan peserta 6. Menetapkan fasilitator pelatihan. 7. Membuat dan mengirim surat undangan untuk mengikuti pelatihan, yang berisi, antara lain: a) Penjelasan singkat tentang tujuan pelatihan. b) Peserta yang diundang untuk mengikuti pelatihan c) Waktu dan tempat pelatihan d) Peserta diwajibkan mengikuti seluruh proses pelatihan (sudah harus hadir paling lambat 2 jam sebelum acara pembukaan). e) Uraian tentang biaya transport yang akan ditanggung oleh panitia. f) Hal-hal yang perlu dibawa peserta, antara lain Surat Tugas, Pas- foto dan lain-lainnya yang dianggap perlu. g) Jadwal pelatihan.

Lampiran 1 - Monev Sebelum Pelatihan

45

Pedoman Pelatihan PMI

8. Menghitung kebutuhan materi pelatihan (buku saku dan modul pelatihan) dan sertifikat pelatihan Kegiatan nomor 9 dan 11 sebaiknya sudah diselesaikan paling lambat 2 minggu sebelum pelatihan. 9. Mengadakan pertemuan dengan para fasilitator untuk mendiskusikan penggunaan buku pedoman fasilitator, modul dan buku saku. 10. Menjelaskan kepada para fasilitator bahwa mereka harus menyediakan waktu untuk menfasilitasi seluruh proses pelatihan. 11. Meminta kesediaan pejabat terkait (dari persyarikatan atau dinas kesehatan setempat) untuk memberikan pengarahan dan membuka/menutup pelatihan. Kegiatan nomor 12 sampai dengan 15 harus sudah diselesaikan paling lambat 1 minggu sebelum pelatihan. 12. Mengecek kesediaan pejabat terkait untuk memberikan pengarahan dan membuka/menutup pelatihan. 13. Memastikan bahwa materi pelatihan dan Sertifikat Pelatihan sudah tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai jumlah peserta latih 14. Mengecek untuk memastikan kedatangan peserta sesuai undangan pelatihan 15. Pengadaan bahan-bahan pendukung pelatihan a) formulir biodata peserta dan fasilitator b) jadwal pelatihan c) pre test dan post test d) formulir kemajuan peserta e) kuesioner evaluasi harian f) kuesioner evaluasi penyelenggaraan pelatihan g) kelengkapan peserta (papan nama, alat tulis, dll)

h) Alat / bahan praktek lab (kaca sediaan, reagensia, dahak, dll)

Lampiran 1 - Monev Sebelum Pelatihan

46

Pedoman Pelatihan PMI

B. Monev. Persiapan Menjelang Pelatihan Satu hari sebelum pelatihan, panitia harus sudah berada dilokasi pelatihan untuk melakukan pengecekan terhadap hal-hal berikut: 16. Materi pelatihan dan kelengkapan peserta (papan nama, alat-tulis dll) 17. sudah disiapkan untuk tiap peserta 18. Kamar untuk peserta, panitia dan fasilitator sudah siap untuk digunakan 19. Ruangan belajar dan sekretariat sudah siap untuk digunakan, seperti: a) satu ruangan yang cukup luas untuk menampung semua peserta, fasilitator, panitia dan para undangan b) lima ruangan yang lebih kecil untuk diskusi kelompok dan dalam setiap ruangan harus tersedia: - meja dan kursi untuk peserta dan fasilitator

flipchart, dan white board


pencahayaan dan ventilasi yang memadai bebas dari kebisingan.

c) Ruangan untuk sekretariat panitia. 20. Persiapan konsumsi untuk peserta dan panitia yang sudah tiba ditempat pelatihan 21. Persiapan untuk acara pembukaan a) Kesiapan pejabat terkait (dari persyarikatan atau dinas kesehatan setempat) untuk memberikan pengarahan dan membuka/menutup pelatihan. b) Susunan acara pembukaan. c) Kesiapan pembawa acara

d) Kesiapan ruangan, seperti sound-system, spanduk dll.

Lampiran 1 - Monev Sebelum Pelatihan

47

Pedoman Pelatihan PMI LAMPIRAN 2 MONEV. SAAT PELATIHAN A. Pre Test dan Pos Test Pre test dan pos test adalah media evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelatihan, maka materi evaluasinya adalah mencakup seluruh materi yang akan atau sudah diberikan kepada peserta dengan soal yang sama antara pre test dan post test. Bentuk soal pre dan post test adalah pilihan ganda. Soalsoal untuk post test sama dengan pre test. 1. Pre Test

Pre test dilaksanakan pada awal pelatihan. Hasil analisa pre test berguna untuk memberikan informasi tentang tingkat pengetahuan peserta latih sebelum pelatihan, supaya fasilitator dapat: - menentukan peserta mana yang harus lebih diberi perhatian. - menentukan prioritas pembahasan materi pembelajaran terutama pada pelatihan penyegaran karena waktu yang tersedia hanya singkat. 2. Post test Post test dilaksanakan pada akhir pelatihan. Hasil analisa post test berguna untuk mengukur sejauh mana pencapaian tujuan pembelajaran. Informasi dari hasil kegiatan post test ini dapat digunakan untuk: - memperbaiki mutu penyelengaraan pelatihan angkatan berikutnya - umpan balik kepada atasan langsung masing-masing peserta latih untuk kepentingan bimbingan selanjutnya.
B. Evaluasi Sessi 1. Evaluasi Sessi Pelatihan Setiap sessi peserta latih diminta untuk mengisi lembar evaluasi sessi anonym (tanpa identitas). Kuesioner ini harus segera dikompilasi untuk memperbaiki sessi berikutnya dan menjadi bahan evaluasi (untuk dianalisa) pada evaluasi harian fasilitator. Contoh lembar evaluasi sessi :

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

48

Pedoman Pelatihan PMI EVALUASI SESSI PELATIHAN .. Berilah tanda rumput () atau beri informasi yang diminta bila diperlukan : 1. Apakah anda merasa bahwa sessi ini bermanfaat ? Ya Tidak

2. Bagian mana dari sessi ini yang menurut anda paling menarik ?
... 3. Bagian mana dari sessi ini yang menurut anda paling sulit ? 4. Apa yang anda usulkan agar dilakukan sehubungan dengan kesulitan tersebut ? 5. Apa yang menurut anda seharusnya dilaksanakan dengan cara lain untuk memperlancar proses belajar ?

C. Evaluasi Harian
1. Evaluasi Harian Pelatihan Setiap hari setelah pembahasan materi, peserta latih diminta untuk mengisi kuesioner harian. Kuesioner ini harus segera di kompilasi (oleh anggota Panitia) dan merupakan bahan diskusi (untuk di analisa) pada pertemuan harian fasilitator. Contoh Evaluasi Harian Pelatihan: EVALUASI HARIAN PELATIHAN Hari / Tanggal:

1. Bagaimana pendapat anda terhadap proses pembelajaran yang digunakan pada hari ini? Saran anda untuk perbaikan: 2. Apa yang masih belum anda mengerti dari bahan pembelajaran hari ini?

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

49

Pedoman Pelatihan PMI

3. Berilah tanda rumput ( ) pada kotak yang sesuai!


Yang dinilai 1. Ruang Belajar 2. Fasilitas Asrama 3. Kualitas Makanan 4. Pelayanan Panitia 5. Bimbingan Fasilitator Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang

Bila ada, sampaikan saran anda untuk perbaikan:


2. Evaluasi Harian Lokakarya Lokakarya merupakan pelatihan yang mempunyai tujuan yang berbeda dari pelatihan biasa, maka alat evaluasinyapun dibuat tersendiri. Contoh : EVALUASI SESSI LOKAKARYA Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan pendapat anda dengan ketentuan sebegai berikut : SANGAT TIDAK SETUJU TIDAK SETUJU SETUJU SANGAT SETUJU A. Tujuan Sessi ini 2. Saya diberi informasi yang cukup tentang tujuan pelatihan sebelum pelatihan dimulai : 1 2 3 4 3. Pelatihan berhasil meningkatkan pertukaran informasi dan berbagi ide : 1 2 3 4 4. Pelatihan mencakup topic-topik yang saya butuhkan : 1 2 3 4 : : : : 1 2 3 4

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

50

Pedoman Pelatihan PMI B. Menyusun Rencana Sessi Pelatihan Saya merasa bahwa program tersebut, disusun dengan mempertimbangkan apa yang menurut peserta pelatihan penting untuk dipelajari : 1 2 3 4 C. Metoda Pelatihan Saya merasa bahwa metoda pelatihan pada lokakarya ini : 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Peragaan 4. Curah Pendapat 5. Bermain peran / Simulasi 6. Tanya jawab 7. Berceritera 8. Kunjungan lapangan 9. Penggunaan materi rujukan 10. Media pelatihan 11. Bahasa yang digunakan 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4

4 4 4

Tuliskan komentar anda : D. Suasana Pelatihan 1. Suasana sessi ini membantu saya belajar dengan serius: 1 2 3 4

2. Sessi ini memupuk tim kerja dan kerjasama antar peserta pelatihan: 1 2 3 4 E. Pelatih 1. Pelatih mempunyai pengetahuan yang memadai : 1 2 3 4

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

51

Pedoman Pelatihan PMI 2. Pelatih berkomunikasi dengan baik : 1 2 3 3 4 4 3. Pelatih bersifat terbuka, jujur dan adil kepada semua : 1 2 Tuliskan komentar anda : .. .. F. Manfaat Topik-topik yang tersusun dibawah ini cukup bermanfaat : a. 1 2 3 b. 1 2 3 c. 1 2 3 d. 1 2 3 e. dan seterusnya G. Manajemen Waktu 4 4 4 4

1. Waktu yang disediakan untuk menjelaskan tujuan lokakarya sudah cukup : 1 2 3 4 2. Waktu yang disediakan untuk umpan balik sudah cukup : 1 2 3 3. Waktu yang disediakan untuk materi sudah cukup : 1 2 4. Waktu yang disediakan setiap sessi sudah cukup : 1 2 5. Waktu yang disediakan untuk praktek sudah cukup : 1 2 3 3 3 4 4 4 4

6. Waktu yang disediakan untuk kunjungan lapangan sudah cukup : 1 2 3 4 7. dan seterusnya H. Gairah Sessi 1. Sessi hari ini yang kurang menarik menurut pendapat saya adalah : .. .. 2. Sessi hari ini yang sangat menarik adalah : .. ..

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

52

Pedoman Pelatihan PMI

D. Pengamatan Kemajuan Peserta Ini dilaksanakan pada saat peserta-latih menyelesaikan soal-soal latihan modul, evaluasi akhir modul dan praktek studi kasus. Maksud dari pengamatan ini, yaitu: - untuk mendorong peserta-latih menyelesaikan semua latihan dalam modul - untuk mendorong fasilitator memeriksa semua pekerjaan peserta-latih - untuk mengidentifikasi peserta-latih yang masih perlu mendapat perhatian. Pengamatan dilakukan oleh fasilitator dengan menggunakan Formulir Kemajuan Peserta seperti yang terdapat pada lampiran. Cara penggunaan formulir tersebut akan diuraikan lebih lanjut dalam Buku Pedoman Fasilitator. FORMULIR KEMAJUAN PESERTA Nama Fasilitator: . Hari/Tanggal: Berilah tanda rumput ( ) pada kotak yang sesuai bila peserta telah menyelesaikan latihan dengan benar, table disesuaikan dengan modul pelatihan.

Nama peserta

Lat -1

Lat -2

Modul 1 Lat Lat -3 Akhir

Prak tek

Lat -1

Lat -2

Lat -3

Lat -4

Modul - 2 Lat Lat -5 -6

Lat -7

Lat -8

Lat Akhir

Lat -1

Lat -2

Lat -3

Modul 3 Prak Prak tek-1 tek-2

Prak tek-3

LatAkhir

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

53

Pedoman Pelatihan PMI

E. Pertemuan Monitoring Harian

Master of Training (MOT) perlu melakukan pertemuan dengan fasilitator setiap hari selesai pembahasan materi. Pertemuan ini penting untuk mengetahui: - apakah kegiatan pelatihan sudah berjalan baik (sesuai dengan rencana), - apakah ada masalah yang berhubungan dengan proses penyelenggaraan maupun dari materi pelatihan. Sebagai bahan masukan dapat digunakan hasil evaluasi awal (pre test), analisa kuesioner harian, hasil pengamatan fasilitator terhadap kemajuan peserta dan hasil pengamatan MOT pada proses pembelajaran. Bila ada masalah, perlu didiskusikan pemecahannya. Bila pemecahan masalah tersebut perlu disampaikan kepada semua peserta, maka harus disampaikan pada pertemuan pleno pagi hari berikutnya.
Untuk memudahkan identifikasi masalah tersebut diatas, berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang dapat didiskusikan pada pertemuan harian: Apakah fasilitator memeriksa hasil kerja seluruh peserta latih? Apakah peserta aktif mengajukan pertanyaan? Apakah semua peserta sudah mampu mengerjakan latihan-latihan soal? Apakah waktu yang tersedia cukup untuk membahas pertanyaanpertanyaan peserta latih. Apakah ada keluhan dan saran perbaikan baik dari peserta maupun dari fasiltator terhadap penyelenggaraan pelatihan.

F. Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Pada akhir pelatihan, peserta latih diminta untuk mengisi kuesioner Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan.Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan berguna sebagai masukan untuk memperbaiki mutu penyelenggaraan pelatihan angkatan berikutnya. Contoh kuesioner Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan : EVALUASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN SOSIALISASI PENANGGULANGAN TB A. Berilah tanda rumput ( ) pada kotak yang paling mendekati dengan pendapat anda terhadap pernyataan-pernyataan dibawah ini: dengan Setelah menyelesaikan pelatihan ini, dengan sangat cukup kurang Saya mampu: baik baik 1. menjelaskan garis besar konsep Islam tentang kesehatan. 2. menjelaskan peran PMI dalam penanggulangan TBC dengan strategi DOTS 3. menjelaskan peran dan tugas Relawan PMI dalam penanggulangan TBC dengan strategi DOTS.

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

74

Pedoman Pelatihan PMI

4. menjelaskan masalah TBC di dunia dan di Indonesia 5. menjelaskan program Penanggulangan TBC 6. menjelaskan kuman TBC dan cara penularannya 7. menjelaskan akibat yang terjadi bila penderita tidak diobati 8. menjelaskan cara pencegahan TBC 9. menjelaskan cara penemuan penderita TBC 10. menjelaskan pengobatan penderita TBC 11. menjelaskan pemantauan penderita TBC 12. menjelaskan pengawasan menelan obat TBC 13. Menjelaskan pengertian komunikasi efektif 14. menerapkan teknik teknik komunikasi efektif 15. melakukan konseling penderita TBC 16. menjadi penyuluh 17. menjadi PMO B. Lingkarilah angka yang paling sesuai dengan penilaian anda, dan berikan komentar: 1. Seberapa tepat metode yang digunakan dalam pelatihan ini? 1 2 3 4 5 sama sekali tepat sekali tidak tepat Komentar anda: 2. Seberapa puas anda dengan materi yang digunakan dalam pelatihan ini? 1 2 3 4 5 sama sekali puas sekali tidak puas Komentar anda: 3. Seberapa puas anda dengan fasilitator? 1 sama sekali tidak puas 2 3 4 puas sekali 5

Komentar anda:

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

75

Pedoman Pelatihan PMI

4. Seberapa puas anda dengan ruang kelas / ruang diskusi dan akomodasi? 1 sama sekali tidak puas 2 3 4 5 puas sekali

Komentar anda: 5. Faktor-faktor apa dalam lingkungan kerja anda yang mungkin dapat menghambat hal-hal yang telah dipelajari dalam pelatihan ini.

C. Berilah tanda rumput ( ) pada kotak yang paling mendekati dengan pendapat
anda sehubungan dengan materi yang dipelajari dan tugas anda: sangat Sebagian Modul berguna berguna berguna Modul 1: PMI dan Penanggulangan TBC Modul 2: Tuberkulosis dan Penanggulangannya Modul 3: Komunikasi Efektif tidak berguna

D. Berilah tanda rumput ( ) pada kotak yang sesuai:


Waktu yang tersedia Jenis kegiatan 1. Membagi pengetahuan dan pengalaman sesama peserta latih dalam diskusi kelompok 2. Diskusi perorangan dengan fasilitator tentang tugas mengerjakan latihan-latihan dalam modul 3. Interaksi dengan fasilitator atau peserta lain diluar jadwal pelajaran (diluar kelas) 4. Pelatihan ini secara keseluruhan E. Apakah anda mempunyai komentar lain atau saran untuk memperbaiki pelatihan ini? Sebutkan! terlalu singkat cukup terlalu banyak

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

76

Pedoman Pelatihan PMI

Lampiran 2 Monev Saat Pelatihan

77

Pedoman Pelatihan PMI

LAMPIRAN 3 Pertanyaan untuk Analisis Kebutuhan Dalam melaksanakan analisis kebutuhan, tujuannya adalah menentukan sifat masalah yang sebenarnya, sebab-sebabnya dan apa yang dilakukan untuk mengatasi maslah itu. Untuk itu, serangkaian pertanyaan yang harus anda jawab, adalah : Apakah anda telah menentukan.. Ya 1. Apakah latar belakangnya? a. Siapa yang mengajukan permintaan? b. Apa yang mendorong permintaan itu? c. Kelompok/ bagian apa yang terpengaruh d. Siapa yang membutuhkan pelatihan?(jika dipertimbangkan) 2. Kinerja apa yang mengalami kesenjangan? a. Apakah detailnya b. Apakah input kinerja itu? c. Apakah output kinerja (standard)? d. Apakah pekerjaan yang nyata? e. Apakah deskripsi biaya atau akibatnya? f. Seberapa pentingya itu? 3. Apakah system penghargaan diikutsertakan? a. Apakah anggota/ pegawai/ volunteer mendapat penghargaan secara teratur? b. Bagaimana mereka menerimanya? c. Apakah mereka tahu apa yang harus dikerjakan dan kapan mengerjakan? d. Apakah penghargaan itu berkaitan dengan tugas/ fungsi? e. Apakah penghargaan tersebut disampaikan tepat waktu? 4. Apakah termasuk faktor motivasi/ insentif? a. Apakah melaksanakan kerja dengan efektif mengarah kepada hasil/ outcome yang memuaskan bagi pegawai/ anggota/ volunteer? b. Apakah ada outcome yang tidak memuaskan bagi pekerjaan yang jelek? c. Apakah ada tekanan dalam melaksanakan tugas? d. Apakah standard pelaksanaan konflik, tidak jelas atau tidak ada? e. Apakah kebanggaan diri berkaitan dengan pelaksanaan tugas? 5. Apakah faktor desain pekerjaan organisasi dimasukkan? a. Apakah persaingan tanggung-jawab mencegah/ menghambat kinerja yang baik? b. Apakah terjadi kekurangan prosedur/ metode yang cocok? c. Apakah ada ketidaksepakatan tentang metoda/ prosedur yang cocok? d. Dapatkah pekerjaan diubah untuk meningkatkan kinerja? e. Apakah ada struktur pelaporan organisasi, rantai komando dan arus pekerjaan yang jelas? 6. Apakah faktor lingkungan termasuk di dalamnya?
Lampiran 3 Analisis Kebutuhan

Tidak

77

Pedoman Pelatihan PMI

a. Apakah banyak waktu terbuang? b. Apakah para pegawai/ anggota/ pengurus menunggu untuk output yang dihasilkan orang lain? c. Apakah banyak gangguan ketika bekerja? d. Apakah lingkungan merupakan tempat yang ramai/ kacau? e. Apakah perabot, alat-alat, perlengkapan dan pasokan diatur dengan baik dan aman? f. Apakah alat-alat dan perlengkapan sesuai? g. Apakah tersedia tempat kerja yang nyaman? 7. Apakah termasuk kurangnya kemampuan dan pengetahuan? a. Apakah pegawai/ anggota/ pengurus mengetahui bagaimana dan kapan mereka mulai bekerja? b. Apakah mereka mampu bekerja? c. Apakah pada masa lalu mereka mampu melaksanakan pekerjaannya? d. Apakah mereka lupa bagaimana mengerjakan pekerjaannya? e. Apakah mereka membutuhkan ketrampilan yang harus dimiliki melalui pelatihan? f. Apakah kecepatan bekerja begitu kritis sehingga merintangi penggunaan alat Bantu? g. Pekerjaan/ tugas/ fungsi apa yang paling berpengaruh? 8. Siapakah peserta? a. Dapatkah anda mengidentifikasikan pekerjaan atau nama (title pekerjaan yang berpengaruh? b. Dapatkah anda mengidentifikasi jumlah orang pada setiap pekerjaan? c. Dapatkah anda mengadakan penilaian terhadap latar belakang pengalaman setiap segmen dalam pelatihan, pendidikan dan pekerjaan? d. Dapatkah anda menggambarkan perasaan peserta terhadap kesenjangan, topic dan isu? e. Dapatkah anda menggambarkan sikap peserta terhadap diklat? E. Meneliti Kesenjangan Tahap pertama suatu analisis kebutuhan ditujukan/ diutamakan untuk menentukan secara tepat, apakah kesenjangan itu? Anda harus yakin melaksanakan investigasi terhadap kedua hal ini: a. Objek sumber data b. Subjek sumber data a. Objek Sumber Data, meliputi: 1. Output pekerjaan yang nyata 2. Bukti-bukti pekerjaan/ aktivitas 3. Stakeholder atau surat-surat dari elemen terkait yang berkaitan dengan keluhan 4. Catatan tentang pegawai/ pengurus/ anggota baru? 5. Catatan kehadiran (untuk pegawai/ staff) 6. Catatan keselamatan kerja 7. Catatan kuantitatif lainnya tentang pelaksanaan kerja 8. Catatan deskriptif lainnya tentang pelaksanaan kerja

Lampiran 3 Analisis Kebutuhan

78

Pedoman Pelatihan PMI

b. Subjek Sumber Data, meliputi: 1. Pimpinan organisasi 2. Atasan pegawai 3. Orang yang mengusulkan pelatihan 4. Pemakai/ output pelatihan 5. Pelatih 6. Divisi terkait pelatihan/ penentu metode kerja 7. Penilai hasil kerja 8. Fasilitator pelatihan Meneliti sebab kesenjangan Anda juga harus menentukan sebab-sebab utama adanya kesenjangan pelaksanaan kerja di lingkungan organisasi, untuk menentukan apakah pelatihan adalah solusi yang perlu direkomendasikan. Sumber Utama Informasi Permasalahan/ Kondisi Masalah pelaksanaan kerja saat sekarang Prosedur atau metoda baru/ perubahan Sistem baru, peralatan baru pada awal operasi Teknologi baru Pelatihan awal untuk pekerjaan sekarang atau pekerjaan yang diubah Sistem baru yang belum dicoba Sumber Utama Informasi Pemakai atau evaluator aktivitas Dokumen metoda dan prosedur (baru berubah, yang ada sekarang) ahli pelatihan pelaksana local Tenaga ahli terkait Dokumen teknologi yang diusulkan Ahli pelatihan, pelaksana tugas, evaluator sampai populasi perubahan Ahli/ pelatih

Investigasi Peserta Sumber-sumber untuk memeriksa calon peserta pelatihan, yaitu: 1. Catatan umum organisasi 2. Catatan umum kepegawaian 3. Pelatih sebelumnya 4. Atasan dalam organisasi 5. Riwayat pekerjaan 6. Peserta itu sendiri, dll F. Teknik pengumpulan data Teknik 1. 2. 3. 4. 5. yang biasa dipakai untuk mengumpulkan data, antara lain: Interview pribadi Survey melalui telepon Survey melalui media cetak Review dokumen Review secara langsung output kerja

Contoh tahapan pengumpulan data. Tahap I : Anda menemui pihak yang membutuhkan pelatihan. Tujuannya untuk mengetahui tentang permasalahan yang dihadapi dan ingin mengetahui mengapa pelatihan diperlukan
Lampiran 3 Analisis Kebutuhan

79

Pedoman Pelatihan PMI

Tahap II : Interview beberapa anggota organisasi tersebut, untuk memperoleh informasi masalah. Bisa dari berbagai unsure/ bagian yang mewakili kepentingan organisasi tersebut Tahap III: Teliti pula pihak-pihak lain yang ada kaitannya dengan bagian yang membutuhkan pelatihan tersebut Tahap IV: Adakan survey terhadap pihak lain yang berkaitan G. Laporan Analisis Kebutuhan Pada akhir analisis, ada diwajibkan menyusun laporan yang berkaitan dengan apa yang anda peroleh berupa temuan dan rekomendasi anda. Dalam laporan, akan dijelaskan apakah diperlukan pelatihan atau tidak, sebagai pemecahan yang lebih baik. Laporan hasil analisis dapat dijadikan sebagai sumber dokumen yang berharga untuk pengembangan kegiatan selanjutnya. Format laporan hasil analisis kebutuhan pelatihan a. Pendahuluan 1. Pernyataan Masalah 2. Latar belakang 3. Pengujian awal 4. Prosedur untuk analisis kebutuhan b. Temuan 1. Identifikasi permasalahan 2. Sebab-sebab permasalahan 3. Hasil/ akibat permasalahan c. Alternatif pemecahan 1. Penjelasan tentang pemecahan No action Pelatihan Tindakan tapi bukan termasuk pelatihan 2. Perbandingan pemecahan 3. Masalah yang terkait dengan pemecahan tersebut d. Rekomendasi Pemecahan 1. Deskripsi pemecahan secara mendetail 2. Ratio untuk pemilihan pemecahan 3. Populasi yang dipengaruhi oleh hasil keputusan e. Lingkup proyek dan Jadwal 1. Deskripsi lingkup proyek 2. Deskripsi hambatan yang dihadapi oleh proyek 3. Sumberdaya yang diperlukan (tenaga/ dana/ sarana) 4. Jadwal yang diperkirakan f. Lampiran-lampiran 1. Biaya pelaksanaan analisis kebutuhan 2. Alat-alat pengumpulan data 3. Data mentah

Lampiran 3 Analisis Kebutuhan

80

Anda mungkin juga menyukai