Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

Disusun Oleh

KELOMPOK

: 9

NAMA ANGGOTA : 1. DWI MURSITA SARI 2. ENZIE YASMIN 3. LUTFI OKTAFIANA 5. MUSTHIKA DHEA A. (P2.31.31.0.11.010) (P2.31.31.0.11.011) (P2.31.31.0.11.023) (P2.31.31.0.11.026)

4. MEDYARINA KURNIASIH (P2.31.31.0.11.024)

JURUSAN D3 GIZI POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II Jl. Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan JAKARTA 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT bahwa penulis telah menyelesaikan makalah pada mata kuliah Kewirausahaan dengan membahas mengenai transaksi & pembukuan, buku harian & buku tambahan, serta laporan keuangan laba/rugi. Dengan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hal-hal yang berkaitan mengenai transaksi serta membuat laporan laba rugi sehingga dapat dijadikan bekal untuk berwira usaha yang baik. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan semiskripsi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dosen pembimbing, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Jakarta, Maret 2012

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Pembukuan adalah hal yang sangat penting bagi kelangsungan suatu bisnis. Bagi seorang wirausaha, kemampuan mencatat seluruh transaksi keuangan, paling tidak dengan cara yang paling sederhana, merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki. Pencatatan kegiatan keuangan tidak berarti harus menyewa atau mempekerjakan tenaga ahli atau khusus untuk kegiatan tersebut. Untuk para pemula (wirausaha baru), pencatatan transaksi keuangan dapat dilakukan sendiri, karena dari kebiasaan inilah akan diperoleh manfaat pengendalian usaha khususnya dari sisi finansial. Sebagaimana telah kita ketahui, pembukuan atau tata buku, bertujuan mengetahui perubahan yang timbul, baik dalam harta clan utang, maupun dalam besarnya modal. Sangat menguntungkan bagi seorang wirausahawan yang menjalankan perusahaannya, apabila menyelenggarakan pembukuan atau tata buku/akuntansi. Karena dengan adanya pembukuan atau tata buku/akuntansi memudahkan untuk mengetahui keadaan-keadaan harta, utang, besarnya modal, dan lain sebagainya. Pembukuan atau tata buku atau akuntansi adalah tinclakan mengadakan pencatatan, secara teratur dan sistematis segala transaksi keuangan dan segala akibat yang ditimbulkan oleh adanya transaksi bisnis. Dengan adanya pembukuan atau

tata buku atau akuntansi, seorang wirausaha dapat mudah membuat laporan keuangan perusahaannya. Peranan pembukuan saat ini semakin disadari oleh para wirausahawan sebagai alat bantu terutama dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan keuangan dalam perusahaannya serta melancarkan tugas-tugas manajemen khususnya dalam melaksanakan fungsi perencanaan (planning) dan pengawasan (controlling). Dengan hal demikian, pembukuan seperti buku harian, buku tambahan, dan laporan keuangan laba rugi harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. 1.2 TUJUAN Makalah ini dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuan serta memahami dan mampu menerapkan hal-hal yang berkaitan mengenai transaksi serta membuat laporan laba rugi, buku harian, dan buku tambahan dalam berwira usaha sehingga dapat dijadikan bekal untuk menjadi wirausahawan yang sukses.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 TRANSAKSI DAN PEMBUKUAN Pembukuan adalah pencatatan transaksi keuangan. Transaksi meliputi penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun organisasi. Transaksi sendiri merupakan segala aktivitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi keuangan atau harta kekayaan perusahaan. Contoh : membeli peralatan kantor, membayar gaji karyawan, serta pembayaran lainnya yang dikeluarkan oleh perusahaan.Transaksi yang terjadi didalam perusahaan ada dua macam yaitu 1. Transaksi Intern Transaksi yang hanya melibatkan pihak-pihak yang ada dalam perusahaan.Contoh : Transaksi pemakaian perlengkapan kantor,perubahan harta kekayaan perusahaan karena penyusutan. 2. Transaksi Ekstern Traksaksi yang melibatkan pihak luar dari perusahaan seperti bank, pemasok, pelanggan dan lain sebagainya. Contoh: pelunasan hutang perusahaan, pembelian peralatan kantor.

Dalam proses pencatatan traksaksi untuk perusahaan kecil, jurnal yang dibuat adalah jurnal umum. Akan tetapi bagi perusahaan besar dengan transaksi keuangan yang banyak dan sering terjadi, maka proses pencatatan tidak mungkin menggunakan jurnal biasa/umum yang biasa dikerjakan oleh satu orang saja. Oleh sebab itu, untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan, maka perlu dirancang suatu sistem pencatatan transaksi yang khusus untuk itu, yaitu jurnal khusus. Jadi, jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan tujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. A. Jurnal Khusus Jurnal khusus (special journal) yang biasa digunakan dalam akuntansi perusahaan dagang terdiri atas empat macam: 1. jurnal penerimaan kas, untuk mencatat transaksi penerimaan kas, 2. jurnal pengeluaran kas, untuk mencatat transaksi pengeluaran kas, 3. jurnal pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit, 4. jurnal penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit. Di samping keempat jurnal khusus tersebut, perusahaan dagang harus tetap mempunyai jurnal umum untuk mencatat transaksi yang tidak dapat ditampung dalam jurnal khusus yang tersedia. 1) Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari berbagai sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun Kas (debit), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas . Jurnal penerimaan kas adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau uang tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut. a. Penjualan tunai. b. Penerimaan pelunasan piutang. c. Penerimaan pendapatan (Pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain). d. Retur pembelian secara tunai. Bentuk Jurnal penerimaan kas adalah:

2. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal) Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan pengeluaran uang tunai untuk berbagai kegiatan perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun Kas (kredit), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal pengeluaran kas. Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang kas/pembayaran uang tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut. a. Pembelian secara tunai. b. Pembayaran atau pelunasan utang dagang. c. Pembayaran beban-beban. d. Retur penjualan secara tunai. e. Pengambilan uang tunai untuk pribadi. Bentuk jurnal pengeluaran kas adalah:

3. Jurnal Pembelian (Purchases Journal) Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Jadi, jurnal pembelian adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang dagangan maupun bukan barang dagangan. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain sebagai berikut. a. Pembelian barang dagangan secara kredit b. Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit. Bentuk jurnal pembelian adalah:

4. Jurnal Penjualan (Sales Journal) Suatu perusahaan dagang sering melakukan transaksi penjualan barang dagangan, terutama penjualan barang dagangan secara kredit. Untuk itulah diperlukan pencatatan khusus atas transaksi tersebut dalam jurnal penjualan. Jurnal penjualan adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagangan secara kredit. Bentuk jurnal penjualan adalah:

B. Jurnal Umum (General Journal) Suatu transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian dan jurnal penjualan, akan dicatat dalam jurnal umum. Jurnal umum (jurnal memorial) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus di atas. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum antara lain sebagai berikut : a. Transaksi lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus, misalnya: retur pembelian kredit, retur penjualan kredit, perubahan utang atau piutang menjadi wesel, dan lain-lain. b. Ayat jurnal penyesuaian (adjustment entry) c. Ayat jurnal koreksi (correcting entry) d. Ayat jurnal penutup (closing entry) e. Ayat jurnal pembalikan (reversing entry) Bentuk jurnal umum atau jurnal memorial adalah:

C. Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal khusus Perbedaan antara jurnal khusus dan jurnal umum antara lain: 1. Jurnal umum biasanya terdiri atas dua kolom, sedangkan jurnal khusus terdiri atas banyak kolom. 2. Jurnal umum untuk mencatat transaksi yang bersifat insidental, sedangkan jurnal khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama atau sering terjadi. D. Sistem Pembukuan Dua sistem pembukuan yang umum digunakan di dunia usaha dan organisasi lainnya adalah sistem pembukuan masukan-tunggal dan pembukuan berpasangan. Sistem pembukuan masukan-tunggal hanya menggunakan akun pendapatan dan pengeluaran, dicatat terutama di dalam jurnal pendapatan dan pengeluaran. Pembukuan masukan-tunggal cocok digunakan untuk usaha mikro dan kecil. Pembukuan berpasangan memerlukan pengeposan (pencatatan) tiap-tiap transaksi dua kali, menggunakan debit dan kredit

1. Sistem masukan-tunggal
Sumber catatan pembukuan primer di dalam pembukuan masukan-tunggal adalah buku kas, sama dengan daftar rekening koran, tetapi menempatkan pendapatan dan pengeluaran ke berbagai akun pendapatan dan pengeluaran. Catatan akun yang terpisah dipelihara untuk kas mungil, status keterbayaran dan keterterimaan akun, dan transaksitransaksi yang bersesuaian lainnya, semisal inventaris dan ongkos perjalanan. Pembukuan akun tunggal Pembukuan sederhana bagi perseorangan dan keluarga melibatkan pencatatan pendapatan, pengeluaran, dan neraca terkini di dalam buku catatan kas atau daftar akun pemeriksaan. 2. Sistem Berpasangan Pembukuan berpasangan adalah praktik standar untuk pencatatan transaksi keuangan. Proses pembukuan hanya meliputi pencatatan transaksi-transaksi ke dalam berbagai jurnal dan pemberian klasifikasi kode perkiraan buku besar (yaitu pengumpulan data keuangan mentah). Hal ini akan menjadi dasar untuk sistem akuntansi yang mengumpulkan dan mengorganisir data mentah menjadi informasi yang berguna.

E. Proses Pembukuan Ketika transaksi terjadi, sebuah dokumen dihasilkan. Dokumen ini dirujuk sebagai sumber dokumen. Beberpa sumber dokumen sebagai berikut: Kuitansi yang anda dapatkan ketika membeli sesuatu di toko. Laporan saldo bank bulanan anda.

F. Bentuk Bukti Transaksi a) Bukti Ekstern Adalah bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan. Contoh : Faktur (Invoice), Kuitansi (Official receipt), Nota debet (Debit memo), Nota kredit (Credit memo), Cek (Cheque), Bilyet giro, dan Rekening. koran. 1. Nota Nota penjualan yang dibuat oleh petugas penjualan, berfungsi sebagai: 1) Alat untuk mengetahui banyaknya barang yang dibeli dan jumlah barang yang dibeli. 2) Alat untuk mengambil barang yang telah dibeli, jika sudah dicap oleh kasir bahwa barang tersebut sudah dibayar. Nota biasanya dibuat rangkap dua atau tiga, yaitu: 1). Asli untuk pembeli. 2). Salinan pertama untuk kasir sebagai dokumen pembukuan. 3). Salinan kedua sebagai arsip untuk pengecekan persediaan. a. Nota Debet Nota debet adalah bukti perusahaan telah mendebet perkiraan langganannya disebabkan karena berbagai hal. Nota debet dikirimkan oleh perusahaan kepada langganannya karena barang yang dibeli dikembalikan, bisa disebabkan rusak atau tidak sesuai dengan pesanan dan penjual setuju barangnya diterima kembali atau harganya dikurangi.

b. Nota Kredit Nota kredit adalah bukti bahwa perusahaan telah mengkredit perkiraan langganannya yang disebabkan oleh berbagai hal. Nota kredit dikirimkan oleh perusahaan kepada langganannya sehubungan barang yang dijual tidak cocok atau rusak, untuk itu penjual setuju menerima barangnya

2. Faktur/Invoice Penjualan Faktur, adalah sebuah perincian pengiriman barang yang mencatat daftar barang, harga dan hal-hal lain yang biasanya terkait dengan pembayaran. Setiap perusahaan mempunyai bentuk faktur yang berbeda, sesuai kebutuhan masing-masing. Secara umum sebuah faktur merupakan suatu bukti surat dagang yang memuat rincian dari barang-barang yang dikirim kepada pihak tertentu. Bagi penjual faktur yang diterima disebut faktur penjualan. Biasanya faktur dibuat rangkap sesuai dengan kebutuhan. Lembaran pertama untuk pembeli, lembaran kedua untuk penjual dan lembaran ketiga untuk arsip. Sedangkan faktur pembelian adalah daftar perincian barang yang telah dibeli beserta harganya yang dibuat oleh perusahaan kepada pembeli atau konsumen. Bentuk atau format antara faktur penjualan dan faktur pembelian sama. Contoh faktur/invoice penjualan dapat dilihat seperti berikut ini:

3. Kuitansi Bukti pengeluaran uang dapat diperoleh dari bukti ekstern yaitu kuitansi yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang. Yang dimaksud dengan kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut. Lembaran kuitansi terdiri dari 2 bagian, bagian sebelah kanan diberikan kepada pihak yang membayar dan bagian kiri yang tertinggal disebut soice (dibaca sus) sebagai arsip penerima uang pada saat menerima pembayaran/uang, penerima uang membuat dan menandatangani kuitansi yang bermeterai sesuai dengan peraturan Bea + Meterai, lembar utama diserahkan kepada yang membayar. Struk tertanggal pada buku kuitansi, atau kuitansi dibuat rangkap dua, yang asli dan bermeterai diserahkan kepada pembayar, tembusan atau copy sebagai arsip struk atau copy kuitansi sebagai bukti transaksi penerimaan uang. Untuk lebih memahami, perhatikan contoh bentuk kuitansi di bawah ini.

4. Cek Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada Bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek atau kepada pembawa cek. Berikut ini contoh Cek:

b) Bukti Intern Adalah bukti transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembar kedua (copy). Sementara lembar satu (asli) diserahkan kepada pihak luar. yang terkait. Contoh : a) Bukti Kas Masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara cash atau secara tunai.

b) Bukti Kas Keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai, seperti pembelian dengan tunai atau pembayaran gaji, pembayaran utang atau pengeluaran-pengeluaran yang lainnya. Perhatikan contoh di bawah ini:

c) Memo adalah bukti pencatatan antarbagian atau manager dengan bagianbagian yang ada di lingkungan perusahaan.

G. Analisis Bentuk Transaksi Sebelum diproses lebih lanjut, bukti-bukti transaksi harus dianalisis kebenaran dan keabsahannya. Analisis kebenaran bukti transaksi, dimaksudkan untuk memeriksa kembali kebenaran perhitungan (perkalian, penjumlahan) dari data yang berupa angka-angka yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Setiap bukti transaksi/dokumen sekurang-kurangnya harus memuat data mengenai: Jumlah uang atau nilai yang tercakup dalam transaksi.

2.2 BUKU HARIAN, BUKU BESAR, DAN NERACA PERCOBAAN PADA AKUNTANSI A. Buku Harian Buku harian adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi koperasi secara ringkas, permanen, dan lengkap serta disusun secara kronologis untuk referensi di masa mendatang. Dalam konteks pembukuan, buku harian merupakan catatan transaksi keuangan dengan dua cirri, yakni deskriptif (tertib-kejadian) dan kronologis (tertib-waktu). Buku harian kadang-kadang disebut pula buku masukkan asli (book of original entry). Perincian buku

harian harus dimasukkan secara resmi ke dalam jurnal untuk memudahkan proses penghantaran (posting) ke buku besar. Ada 5 macam buku harian, antara lain : 1. Buku harian penjualan : Buku harian ini digunakan ntuk mencatatkan semua faktur penjualan. 2. Buku harian kredit penjualan : Buku harian kredit penjualan digunakan untuk mencatatkan semua nota kredit penjualan. 3. Buku harian pembelian : Buku harian pembelian digunakan untuk mencatatkan semua faktur pembelian. 4. Buku harian kredit pembelian : Buku harian kredit pembelian digunakan untuk mencatat semua nota kredit pembelian. 5. Buku harian kas : Buku harian kas biasa dikenal sebagai buku kas yang digunakan untuk mencatatkan semua dana yang diterima ataupun dikeluarkan. Buku harian kas dibagi ke dalam dua jenis, yakni buku harian penerimaan untuk uang yang diterima, dan buku harian pengeluaran untuk uang yang dikeluarkan. Secara umum buku harian berbentuk empat kolom. Kolom pertama yaitu tanggal berfungsi untuk mencatat tanggal transaksi. Kolom kedua yaitu keterangan berfungsi untuk mencatat keterangan dari transaksi. Kolom ketiga yaitu ref berguna untuk mencatat referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat yaitu jumlah, dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit berguna untuk mencatat nilai transaksi. Untuk melakukan penjurnalan, yaitu mencatat transaksi koperasi di dalam buku harian adalah dengan menjadikan pedoman dalam mencatat transaksi di dalam buku besar atau rekening koperasi. B. Buku Besar Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukkan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar juga merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba / rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.

Buku besar dikenal juga sebagai buku masukkan akhir. Catatan semua akun, masingmasing dicatat pada halaman terpisah dengan neracanya. Tidak seperti jurnal yang menampilkan semua transaksi keuangan tanpa neraca, buku besar mengikhtisarkan nilai-nilai dari satu jenis transaksi keuangan per akun, yang menjadi dasar bagi lembaran neraca dan rekening pendapatan. Buku besar dibagi menjadi 3, antara lain : 1. Buku Besar Konsumen : Buku besar konsumen digunakan untuk transaksi keuangan dengan seorang konsumen (juga disebut buku besar penjualan). 2. Buku Besar Pemasok : Buku besar pemasok digunakan untuk transaksi keuangan dengan seorang pemasok (juga disebut buku besar pembelian). 3. Buku Besar Umum (nominal) : Buku besar umum digunakan untuk menyajikan modal, hutang, pendapatan, dan pengeluaran. Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah : 1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas. Contoh buku besar bentuk T : Nama Akun : Kas DEBET KREDIT Kode : 101

2. Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. Contoh buku besar skontro : Nama Akun : Utang Usaha Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kode : 201 Kredit

Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat transaksi dicatat. Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

3. Bentuk staffle(berkolom saldo tunggal) Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak. Contohnya di bawah ini : kode:301 tanggal keterangan ref debet kredit D/K saldo

4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini: kode:111 tanggal keterangan ref debet kredit Saldo Debet kredit

Keterangan: 1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis 2. Diisi penjelasan transaksi 3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal 4. Diisi jumlah uang yang didebet 5. Diisi jumlah uang yang dikredit 6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit Prosedur Posting Ke Buku Besar Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis. a. Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar. b. Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar. c. Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya. Teknik Pengkodean Buku Besar Pengkodean kolom Reff dalam Buku Besar diambilkan dari Buku Jurnal pada saat transaksi dipindahkan ke Buku Besar, atau dengan kata lain bahwa pemberian kode di buku

besar dilakukan saat posting dilakukan. Misalnya dalam kolom referensi (Ref) Buku Jurnal ditulis nomor 111 dan 311. Artinya data yang bersangkutan sudah dipindahkan ke dalam buku besar akun nomor 111 dan 311. Dalam buku besar akun yang di debit (Kas) dalam kolom referens ditulis JU-1 artinya data yang bersangkutan diposting dari Jurnal Umum halaman. Demikian pula untuk akun yang di kredit. C. Neraca Percobaan Neraca percobaan adalah sebuah daftar akun beserta neraca debit dan kreditnya atau daftar semua buku besar dengan saldonya. Daftar ini dibuat untuk menguji keseimbangan debet dan kredit saldo buku besar pada akhir suatu periode. Neraca percobaan tersebut juga dipakai sebagai dasar untuk membuat laporan keuangan karena neraca percobaan berisi informasi yang diperlukan untuk membuat ikhtisar rugi laba, neraca dan modal pemilik. Neraca percobaan terdiri dari tiga kolom. Kolom pertama memuat nama perkiraan buku besar. Kolom kedua memuat jumlah debit dari perkiraan yang bersangkutan. Kolom ketiga memuat jumlah kredit dari perkiraan yang bersangkutan. Keuntungan menggunakan neraca percobaan ini adalah : 1. Neraca ini dapat mengungkap kesalahan matematik, karena total debit harus sama total kredit. 2. Neraca ini menjadi panduan dalam persiapan laporan keuangan Namun perlu dicatat, bahwa bagaimanapun, neraca percobaan ini tidak dapat mendeteksi setiap jenis kesalahan.

2.3 LAPORAN LABA RUGI Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Beban perusahaan adalah pengeluaran yang selalu ada, baik ada penjualan maupun tidak ada penjualan. Misalnya, gaji pegawai, sewa tempat usaha, biaya telepon, dan biaya listrik. Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatanpendapatan dengan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan

pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan perusahaan.

kemajuan

keuangan

Peran dari laporan laba rugi adalah sebagai sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan serta mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode. Dalam laporan rugi laba terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. Istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya, bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. 2. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang, bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. 3. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biayabiaya. Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya, selisihnya sering disebut rugi. 4. Laba (profit) Adalah kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali kenaikan modal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik, seperti pada laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap. 5. Rugi (Loss) Adalah penurunan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik, seperti pada rugi penjualan surat berharga. 6. Harga Perolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva, seperti pada pembelian mesin, dan pembayaran uang muka sewa. Dalam akuntansi

biaya harga perolehan juga dapat berarti harga pokok atau biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang A. Bentuk Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua model sebagai berikut: 1) Bertahap (Multiple Step) Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendapatanpendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut: Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. Penghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha. Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha. Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan. Penghasilan bersih dari elemen-elemen luar biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa. 2) Single Step Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokkan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara: Pendapatan-pendapatan dan laba-laba Biaya-biaya dan kerugian-kerugian.

B. Unsur-unsur Laporan Laba Rugi Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari: Pendapatan dari penjualan Dikurangi Beban pokok penjualan Laba/rugi kotor Dikurangi Beban usaha Laba/rugi usaha Ditambah atau dikurangi Penghasilan/beban lain

Laba/rugi sebelum pajak Dikurangi Beban pajak Laba/rugi bersih C. Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Laba-Rugi Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun Laporan Laba-Rugi: 1. Judul Laporan Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman 2. Isi Laporan Bentuk single step: Menuliskan semua pendapatan Menuliskan semua beban Menghitung selisih pandapatan dan beban, jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka selisihnya disebut laba bersih dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi bersih. Bentuk multiple step: Menuliskan pendapatan usaha Menuliskan beban usaha Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha. Menuliskan pendapatan usaha Menuliskan beban usaha Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha. Menuliskan pendapatan di luar usaha Menuliskan beban di luar usaha Menghitung selisih pendapatan dan beban di luar usaha, jika pendapatan di luar usaha lebih besar dari pada beban di luar usaha maka selisihnya disebut laba di luar usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi di luar usaha. Menghitung laba (rugi) usaha dengan laba (rugi) di luar usaha, hasilnya disebut laba (rugi) bersih sebelum pajak.

Laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan yang dikenakan dan hasilnya disebut laba bersih setelah pajak. D. Contoh Laporan Laba Rugi

Bentuk Single Step

Bentuk Multiple Step

DAFTAR PUSTAKA

Suharno, Bambang. 2006. Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol. Penebar Swadaya: Depok

http://ekonomi.kabo.biz/2012/01/laporan-laba-rugi.html http://ssbelajar.blogspot.com/2012/09/jurnal-khusus-perusahaandagang_7.html http://id.wikipedia.org/wiki/Pembukuan www.scribd.com/modul-buku-jurnal