Anda di halaman 1dari 19

Marina Rosa Anggraeni Putri Inggit Jesika

XII AK 5

Pengertian KOEFISIEN FENOL


KOEFISIEN FENOL adalah bilangan pecahan yang menunjukkan perbandingan kekuatan daya bunuh dari desinfektan dibandingkan dengan kekuatan daya bunuh dari fenol sebagai pembanding dalam kondisi yang sama, yaitu jenis bakteri yang sama dan waktu kontak yang sama. Atau, KOEFISIEN FENOL adalah cara mengukur keampuhan bahan antimikrobial dibandingkan fenol.

Tentang KOEFISIEN FENOL


Kemampuan bahan antimikrobial seringkali dibandingkan dengan fenol; fenol sering digunakan untuk mematikan mikroorganisme. Koefisien fenol kurang dari 1, berarti bahwa bahan antimikrobial tersebut kurang efektif dibandingkan fenol. Sebaliknya koefisien fenol lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa bahan ini lebih ampuh dibandingkan fenol.

Mikroorganisme penguji yang dipakai dalam prosedur

ini adalah Staphylococcus aureus.

Koefisien fenol ditentukan dengan cara membagi pengenceran tertinggi dari fenol yang mematikan mikroorganisme dalam 10 menit tetapi tidak mematikannya dalam waktu 5 menit (misalkan pada pengenceran 1:90) terhadap pengenceran tertinggi bahan antimikrobial yang mematikan mikroorgabisme dalam 10 menit tetapi tidak mematikannya dalam waktu 5 menit (misalkan pada pengencarah 1:350). Koefisien fenol dari bahan antimikrobial tersebut adalah (1:90) : (1:350) = 3,89.

Langkah Kerja

Bahan
Biakan kaldu yang mengandung Staphylococcus

aureus (24 jam) Fenol (asam karbolat) Aquadestillata steril Desinfektan lisol (79% etil alkohol)

Alat
Pipet steril 5 mL dan 1 mL
Tabung TSB (Trypticase Soy Broth)

Langkah kerja
Hari pertama
1.

Encerkan fenol dalam aquadestillata steril sehingga diperoleh pengenceran 1:80, 1:90, 1:100, dan 1:110. Masukkan 5 mL dari setiap pengenceran ini dalam tabung . Beri tanda pengenceran pada setiap tabung. Inokulasi setiap pengenceran dengan 0,5 mL kaldu biakan (24 jam) organisme penguji yaitu S. aureus.

2. Encerkan bahan antimikrobial (desinfektan, lisol)

dengan aquadestillata steril sehingga diperoleh pengenceran 1:100 ; 1:150 ; 1:200 ; 1:250 ; 1:300 ; 1:350 ; 1:400 ; 1:450 ; 1:500. masukkan 5 mL dari setiap pengenceran kedalam tabung. Beri tanda pengenceran pada tabung. Inokulasi setiap tabung pengenceran dengan 0,5 mL kaldu biakan S. aureus berumur 24 jam. Inkubasikan pada subu 20oC

3. Dalam rentang waktu 5, 10 dan 15 menit pindahkan 1

mata ose dari tabung pengenceran ini ke kaldu TSB yang steril. Kocok baik-baik tabung yang berisi biakan ini. Inkubasikan kaldu selama 24-48 jam pada suhu 35oC. Pemindahan 1 mata ose berlaku bagi tabung pengenceran yang berisi fenol maupun desinfektan.

Hari kedua dan ketiga

Kocok tabung baik-baik. Tentukan tabung pengenceran yang menunjukkan pertumbukan (+) dan tabung pengenceran yang tidak menunjukkan pertumbuhan (-) hasil disajikan dalam bentuk tabel. 2. Tentukan nilai koefisien fenol
1.

Koefisien Fenol

Siapkan suspensi mikroba uji. Buat larutan standar fenol 5% (vol/vol) kuantitatif. Buat larutan sampel 5% (vol/vol) kuantitatif. Buat variasi konsentrasi standar fenol 1:80 1:90 1:100 Buat variasi konsentrasi sampel 1:80 1:100 1:120 1:140 1:160 1:180 dan 1:200

Lakukan pengujian keofisien fenol sesuai bagan kerja.


Inkubasi pada temperatur 37C selama 48 jam. Amati hasil inkubasi dan hitung harga koefisien fenolnya.

BAGAN KERJA UJI KOEFISIEN FENOL

HASIL PENGAMATAN
DESINFEKTAN UJI
Waktu Konsentrasi 1/20 1/30 1/40 1/50 1/60 1/70 2,5 5,0 7,5 10,0 12,5 15,0

+ + + + +

+ + + +

+ + +

+ +

HASIL PENGAMATAN
FENOL
Waktu Konsentrasi 1/30 1/40 1/50 1/60 1/70 1/80 2,5 5,0 7,5 10,0 12,5 15,0

+ +

+
+ +

+
+ +

+
+ +

+ +

HASIL PERHITUNGAN
Konsentrasi tersingkat membunuh : desinfektan = 1/20

fenol

= 1/30

Konsentrasi terlama membunuh : desinfektan = 1/70

fenol
Koefisien fenol : 20/30 + 70/80 = 37/48

= 1/80

2
Kekuatan desinfektan 37/48 kali fenol

Daftar pustaka
Lay, Bibiana W. 1997. Analisis Mikroba Di

Laboratorium. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Kusuma, Sri Agung Fitri. 2009. Koefisien Fenol. Bandung: Office (Powerpoint)

Terimakasih...