Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Kimia Dasar I

Reaksi-Reaksi Kimia

Disusun Oleh :

Nama : Antonio Grafiko


NPM : F1A 007 002
Hari / Tanggal : Jumat,9 November 2007
Acara Ke : 3 (tiga)
Kelompok : 1 (satu)
Dosen Pembimbing : Teja D Susanto,M.Si
Asisten Dosen : Ahmad Affandi
Tempat Praktikum : Laboratorium Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Bengkulu

2007
Reaksi-Reaksi Kimia

I.Tujuan :

 Mempelajari jenis reaksi kimia

 Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi

 Menulis persamaan reaksi dengan benar

II.Landasan Teori

Reaksi kimia adalah lambang-lambang dari suatu reaksi kimia : jadi lambang dan

rumus merupakan pengganti dari nam-nama pereaksi dan hasil reaksi (Ralph H. Petrucci

– Suminar 1985 : 96).Belajar reaksi kimia dapat sangat disederhanakan dengan

menyadari bahwa hampir,semua reaksi dapat digolongkan ke dalam empat jenis utama

:penggabungan,penguraian,penggantian tunggal dan penggantian ganda

(Jacqueline.I.Kroschwitz.1980 : 171).Dan adanya reaksi penetralan atau reaksi asama

basa serta reaksi oksidasi reduksi ( Hiskia achmad.1993 /1994 : 82 ).

Dengan mengetahui beberapa sifat jenis reaksi,dapat lebih mudah menerangkan

reaksi-reaksi kimia dan reaksi-reaksi akan lebih mudah dipahami.

 Penggabungan (sintesis) yaitu pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya.Contohnya

: Fe (s) + Cl2 (g)  FeCl2 (s) (Hiskia achmad.1993 / 1994 : 82).Suatu reaksi dimana

sebuah zat yang lebih kompleks terbentuk dari dua atau lebih zat yang lebih

sederhana (baik unsur maupaun senyawa).Reaksi (1) merupakan sintesis air dari

unsure-unsurnya; reaksi (2) methanol dari CO dan H2 (Ralph H.Petrucci –

Suminar.1985 : 96).

(1) 2H2 (g) + O2 (g)  2 H2O ( c )

(2) CO (g) + 2H2 (g)  CH3OH (g)


 Penguraian adalah suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yang lebih

sederhana.Reaksi (3) merupakan penguraiana perak oksida (Ralph H.Petrucci –

Suminar.1985 : 96).

(3) 2 Ag2O (p)  4 Ag (p) + O2 (g)

 Penggantian (perpindahan tunggal) adalah suatu reaksi dimana sebuah unsur

memindahkan unsur lain dalam suatu senyawa.Dalam reaksi (4) Cu memindahkan

Ag+ dari suatu larutan berair (dibentuk misalnya dengan melarutkan AgNO3 dalam

air) (Ralph H.Petrucci – Suminar.1985 : 96).

(4) Cu (p) + 2 Ag+ (aq) + 2 Ag (p)

 Metatesis (perpindahan ganda) adalah reaksi dimana terjadi pertukaran antara

senyawa,contoh : NaCO3 (aq) + CaCl2 (aq)  CaCO3 (s) + 2 NaCl (aq) (Hiskia

achmad.1993 / 1994 : 82).Reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua

pereaksi>Dalam reaksi (5) NO3- dan Cl- ditukar tempatnya sehingga ) NO3- bergabung

dengan Na+ dan Cl- bergabung dengan Ag+ membentuk AgCl yang tidak larut (Ralph

H.Petrucci – Suminar.1985 : 96).

(5) AgNO3 (aq) + NaCl (aq)  AgCl (p) + NaNO3 (aq)

 Reaksi penetralan atau reaksi asam basa.Contoh : HCl (aq) + NaOH (aq)  NaCl (aq) +

H2O (l) (Hiskia achmad.1993 / 1994: 83).

 Reaksi oksidasi redukis adalah suatu reaksi dimana atom-atom tertentu mengalami

perubahan bilangan oksidasi.Zat yang mengandung atom-atom yang bilangan

oksidasinya bertambah disebut dioksidasi dan disebut sebagai zat pereduksi.Zat yang

mengandung atom-atom yang bilangan oksidasinya berkurang disebut zat

pengoksidasi (Ralph H.Petrucci – Suminar.1985:119).


Contoh : K2SO3 (aq) + ½ O2 (g)  K2SO4 (aq) (Hiskia achmad.1993 / 1994: 83).

 Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu unsur-unsur atau senyawa bergabung

dengan O2 membentuk senyawa yang mengandung O2 sederhana,misalnya CO2,H2O

dan SO2.Reaksi propane dengan O2 dan tritilene glikol dengan O2 merupakan reaksi-

reaksi pembakaran.

Contoh : C3H8 (g) + 5 O2 (g)  3 CO2 (g) + 4 H2O (c)

2 C6H14O4 ( c ) + 15 O2 (g)  12 CO2 (g) + 14 H2O ( c )

(Ralph H.Petrucci – Suminar.1985:96)

III.Pelaksanaan Percobaan

3.1 Alat dan Bahan Yang digunakan

♥ Mg ♥ Krus

♥ Cu ♥ Sudip / Sendok Zat

♥ HCl ♥ Lampu Spritus

♥ NaOH ♥ Pipet Ukur 1 ml

♥ KI ♥ Tabung Reaksi

♥ HNO3 ♥ Timbangan Teknis

♥ CuSO4.5H2O ♥ Na3PO4

♥ H2SO4 ♥ AgNO3

♥ Na2C2O4 ♥ Hg(NO3)2

♥ NaHSO3 ♥ Al(NO3)3

♥ KMnO4 ♥ H3PO4
3.2 Cara Kerja

A.Reaksi Penggabungan

Masukkan seujung sudip Mg Ke dalam krus dan bakar pada nyala

Bunsen,amati dan catat hasilnya.

B.Reaksi Penguraian

Masukkan seujung sudip kristal CuSO 4 5 H 2 O ke dalam tabung

Reaksi,kemudian panaskan dengan Bunsen,amati dan catat hasilnya.

C.Reaksi Penggantian Tunggal

1.Isi tabung reaksi dengan 1 ml larutan AgNO 0.01 M dan masukkan kira-
3

Kira 0,1 gr serbuk Cu Kemudian kocok,amati dan catat hasilnya.

2.Isi tabung reaksi dengan 1 ml larutan HCl 0,1 M dan Masukkan kira-kira 0,1 gr

Serbuk Mg;amati dan catat hasilnya.

D.Reaksi Penggantian Rangkap

1.Sediakan tabung reaksi :

Tabung Reaksi I : isi dengan 1 ml larutan AgNO 0.01 M


3

Tabung Reaksi II : isi dengan 1 ml Larutan Hg ( No ) 0,1 M


3 2

Tabung Reaksi III : isi dengan 1 ml Larutan Al ( No ) 0,1 M


3 3

2.Ke dalam tabung reaksi I,II dan III masing-masing tambahkan 1 ml KI 0,1 M:amati

Dan catat hasilnya.

3.Sediakan lagi 3 tabung reaksi :

Tabung Reaksi IV : isi dengan 1 ml larutan AgNO 0.01 M


3
Tabung Reaksi V : isi dengan 1 ml Larutan Hg ( No ) 0,1 M
3 2

Tabung Reaksi VI : isi dengan 1 ml Larutan Al ( No ) 0,1 M


3 3

4.Ke dalam tabung reaksi IV,V dan VI masing-masing tambahkan 1 ml larutan

Na PO 0,1 M; amati dan catat hasilnya ( Catatan : khusus untuk reaksi V jangan
3 4

Goyangkan tabung setelah penambahan Na3 PO4 ).

E.Reaksi Netralisasi

1.Siapkan 3 tabung reaksi :

Tabung Reaksi I : isi dengan 1 ml larutan HNO3 0,1 M

Tabung Reaksi II : isi dengan 1 ml Larutan H 2 SO4 0,1 M

Tabung Reaksi III : isi dengan 1 ml Larutan H 3 PO4 0,1 M

2.Ke dalam tabung reaksi I,II dan III masing-masing tambahkan 1 tetes indikator

Phenol Phetalein.

3.Kemudian tetesi masing-masing tabung reaksi I,II dan III dengan larutan NaOH 0,1

M sampai terjadi perubahan warna,amati dan catat jumlah tetesan NaOH yang

Terpakai.

F.Reaksi Redoks serta perubahan warna

1.Siapkan 3 buah tabung reaksi :

Tabung reaksi I : isi dengan 0,5 ml larutan H 2 SO4 6 M dan 0,5 ml larutan KMnO4

0,1 M.

2.Tetesi dengan larutan Na2 C 2 O4 0,1 M sampai terjadi perubahan warna.

3.Tabung reaksi II : isi dengan 3 ml larutan NaHSO 0,1 M dan 1 ml NaOH 10 M


3

Sambil dikocok.
4.Teteskan larutan KMnO4 0,1 M ke dalam tabung reaksi II dan amati setiap tetes

Penambahan KMnO4 sampai terjadi perubahan warna yang stabil dan catat jumlah

KMnO yang terpakai.


4

5.Tabung reaksi III : isi dengan 1 ml HCl 6 M dan tambah kira-kira 1 Mg kristal

KMnO panaskan dalam lemari asam;amati apa yang terjadi.


4

IV.Hasil dan Pembahasan

Hasil Percobaan

No Cara Kerja Hasil Pengamatan


1 Reaksi Penggabungan
Seujung sudip Mg + O2 dimasukkan Warna Mg sebelum dibakar berwarna
kedalam krus kemudian dibakar pada hitam,setelah dipanaskan warna dari Mg
nyala Bunsen  diamati. berubah menjadi abu-abu dan timbul bara
api.
2 Reaksi Penguraian
CuSO4.5H2O dimasukkan kedalam CuSO4 sebelum dipanaskan berwarna
tabung reaksi kemudian dipanaskan biru setelah dipanaskan CuSO4 berubah
pada nyala Bunsen  diamati. warna menjadi pudar dan lama kelamaan
menjadi putih kebiruan.
3 Reaksi Penggantian Tunggal
 1 ml AgNO3 + Cu  dimasukkan  Terdapat endapan berwarna coklat
kedalam tabung reaksi  dikocok
kemudian diamati.
 1 ml HCl + 0,1 Mg  dimasukkan  Setelah direaksikan timbul
kedalam tabung reaksi kemudian gelembung gas.
diamati.
4 Reaksi Penggantian Rangkap
 AgNO3 + KI  dimasukkan  AgNO3 yang berwarna putih
kedalam tabung reaksi,diamati dan ditambahkan KI yang berwarna
dicatat hasil percobaan. kuning setelah direaksikan dihasilkan
warna orange.
 Hg(NO3)2 + KI  dimasukkan  Tidak terjadi perubahan warna
kedalam tabung reaksi,diamati dan
dicatat hasil percobaan.
 Al(NO3)3 + KI  dimasukkan  Berubah menjadi putih kekuning-
kedalam tabung reaksi,diamati dan kuningan.
dicatat hasil percobaan.
 AgNO3 + Na3PO4  dimasukkan  Larutan berubah menjadi keruh
kedalam tabung reaksi,diamati dan
dicatat hasil percobaan.
 Hg(NO3)2 + Na3PO4   Larutan berubah menjadi putih susu.
dimasukkan kedalam tabung
reaksi,diamati dan dicatat hasil
percobaan
 Al(NO3)3 + Na3PO4  dimasukkan  Larutan tetap berwarna kuning.
kedalam tabung reaksi,diamati dan
dicatat hasil percobaan

5 Reaksi Netralisasi
☯ HNO3 + Indikator PP + NaOH  ☯ Tidak terdapat minyak dan terjadi
dimasukkan kedalam tabung perubahan warna,terjadi perubahan
reaksi. warna menjadi merah muda bening
pada tetes ke 20 tetes NaOH.
☯ H2SO4 + Indikator PP + NaOH  ☯ Lrutan menyatu dengan minyak dan
dimasukkan kedalam tabung menjadi merah muda pada tetes ke 25
reaksi. NaOH.
☯ H3PO4 + Indikator PP + NaOH  ☯ Larutan berubah warna menjadi
dimasukkan kedalam tabung merah muda setelah ditambahkan
reaksi. NaOH.
6 Reaksi Redoks Serta Perubahan
warna
♠ H2SO4 + KMnO4  ditetesi ♠ Mula-mula berwarna kuning
Na2C2O4 hingga terjadi perubahan bening,kemudian berubah menjadi
warna. ungu pekat.
♠ NaHSO3 + NaOH  dikocok ♠ Larutan berubah warna menjadi putih
kemudian ditetesi KMnO4 kekuning-kuningan dengan jumlah
kemudian diamati. KMnO4 yang dipakai 30 tetes.

Persamaan Reaksi

1) Reaksi Penggabungan

2 Mg + O2  2 MgO

2) Reaksi Penguraian

CuSO4.5H2O  CuSO4 + 5 H2O

3) Reaksi Penggantian Tunggal

Cu + AgNO3  CuNO3 + Ag

Mg + 2 HCl  MgCl2 + H2

4) Reaksi Penggantian Rangkap

AgNO3 + KI  Agl + KNO3

Hg(NO3)2 + 2 KI  Hgl2 + 2 KNO3

3 AgNO3 + Na3PO4  Ag3PO4 + 3 NaNO3

Al(NO3)3 + Na3PO4  AlPO4 + 3 NaNO3

3 Hg(NO3)2 + 2 Na3PO4  Hg3(PO4)2 + 6 NaNO3

5) Reaksi Netralisasi

HNO3 + NaOH  NaNO3 + H2O


H2SO4 + 2 NaOH  Na2SO4 + 2 H2O

H3PO4 + 3 NaOH  Na2SO4 + 3 H2O

6) Reaksi Redoks

3 Na2C2O4 + KMnO4  MnC2O4 + K2C2O4 + 2 CO2 + 2 H2O

NaHSO4 + KMnO4  MnSO4 + K2SO4 + Na2SO4 + H2O

Pembahasan

Seujung sudip Mg dimasukkan kedalam krus dan dibakar pada nyala

bumsen.setelah dibakar di dalam krus pada nyala Bunsen ternyata zat

tersebut,memancarkan cahaya.Hal ini dinamakan reaksi penggabungan karena pada saat

Mg dibakar pada nyala Bunsen,Mg bereaksi dengan O2 disekitar.Sehingga,zat tersebut

memancarkan cahaya.Karena reaksi penggabungan A + B  AB maksudnya didalam

reaksi penggabungan dua komponen reaktan berkombinasi atau bekerja sama untuk

membentuk satu produk.(Jacqueline.I.Kroschwitz.1980:171).

Seujung sudip kristal CuSO4.5H2O dimasukkan ke dalam tabung reaksi,kemudian

panaskan dengan Bunsen.Setelah kristal CuSO4.5H2O dipanaskan sehingga kristal

menjadi larut berwarna biru muda dan terbentuk kristal putih.Hal ini dinamakan reaksi

penguraian karena pada saat kristal CuSO4.5H2O dipanaskan dengan terbentuk kristal

putih.Karena reaksi penguraian adalah satu komponenreaktan memisahkan atau terpisah

ke dalam dua atatu lebih produk.(XY  X + Y).(Jacqueline.I.Kroscwitz.1980:173).

Sebuah tabung reaksi diisi dengan 1 ml larutan AgNO3 0,01 M dan kira-kira 0,1

gram serbuk Cu dimasukkan setelah tabung reaksi diisi dengan larutan AgNO3 0,01 M

dan Mg ternyata serbuk Cu tidak melarut atau bercampur dengan larutan AgNO3.Dan

sebuah tabung reaksi diisi dengan 1 ml larutan HCl 0,1 M dan kira-kiar 0,1 gram serbuk
Mg dimasukkan,setelah dimasukkan HCl akan terbentuk gelembung gas,terjadi

perubahan suhu dan warna larutan bening.Ini merupakan suatu tanda terjadinya

reaksi.Hal ini dinamakan reaksi penggantian tunggal karena pada saat kristal

CuSO4.5H2O dipanaskan dengan terbentuk kristal putih.Karena reaksi penggantian

tunggal adalah suatu unsur bereaksi dengan suatu campuran sedemikian sehingga unsur

menggantikan salah satu dari unsur-unsur yang ada didalam campuran.(E + AB  EB +

A).(Jacqueline.I.Kroscwitz.1980:173).

Tabung reaksi I diisi dengan 1 ml larutan AgNO3 0,01 M dan tambahkan 1 ml KI

0,1 M setelah AgNO3 ditambahkan KI yang terjadi adalah perubahan warna menjadi

putih kekuningan.Dan tabung reaksi II diisi dengan 1 ml larutan Hg(NO3)2 0,01 M dan

tambahkan 1 ml KI 0,1 M setelah KI ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna

dari bening menjadi orange lalu berubah menjadi bening.Dan tabung reaksi III diisi

Al(NO3)3 0,1 M tambahkan KI 0,1 M kemudian setelah KI ditambahkan adalah terjadi

perubahan warna dari bening menjadi kuning transparan.Dan tabung reaksi IV diisi

dengan 1 ml AgNO3 0,1 M dan tambahkan 1 ml larutan Na3PO4 0,1 M kemudian setelah

ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna dari bening menjadi putih keruh.Dan

tabung reaksi V diisi dengan 1 ml Hg(NO3)2 0,1 M dan tambahkan 1 ml larutan Na3PO4

0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warana dari warna

bening menjadi putih kekuning-kuningan.Dan tabung reaksi VI diisi dengan 1 ml

Al(NO3)3 0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan Na3PO4 0,1 M kemudian setelah

ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warana dari bening menjadi kuning

transparan.Karena pada saat pencampuran zat terjadi perubahan warna yang merupakan

salah satu tanda terjadinya reaksi dan juga berarti terdapat penggantian campuran.Hal
tersebut dikatakan reaksi penguraian,karena reaksi penguraian adalah dua campuaran

bereaksi satu sama lain untuk membentuk dua campuran berbeda.

(Jacqueline.I.Kroscwitz.1980:176).

Tabung reaksi I diisi dengan 1 ml larutan HNO3 0,01 M dan ditambahkan 1 tetes

indikator Phenol Phetalein kemudian ditetsi dengan larutan NaOH 0,1 M kemudian

setelah HNO3 direaksikan dengan PP warna larutan bening,dan setelah ditetesi dengan

NaOH sebanyak 15 tetes warna berubah menjadi ungu muda.Dan tabung reaksi II diisi

dengan 1 ml larutan H2SO4 0,01 M dan ditambahkan 1 tetes indikator Phenol

Phelatein.Kemudian ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M,kemudian setelah H2SO4

direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah ditetesi dengan NaOH 15 tetes

larutan menjadi keruh.Dan tabung reaksi III diisi dengan 1 ml larutan H3PO4 0,01 M dan

ditambahkan 1 tetes indikator Phenol Phetalein,kemudian ditetesi dengan larutan NaOH

0,1 M.Kemudian setelah H3PO4 direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah

ditetesi dengan NaOH sebanyak 15 tetes terjadi perubahan warna.Karena pada saat

pencampuaran zat,hasil reaksinya terdapat H2O.Hal tersebut dikatakan reaksi

netralisasi,karena reaksi netralisasi adalah jenis khusus dari reaksi penggantian

rangkap,dengan satu kation hidrogen dan satu anion hidroksida.(buku penuntun

praktikum kimia percobaan 7).

Tabung reaksi I diisi dengan 0,5 ml larutan H2SO4 6 M dan 0,5 ml larutan KMnO4

0,1 M.Kemudian larutan tersebut ditetesi dengan larutan Na2C2O4 0,1 M.Setelah larutan

ditetesi Na2C2O4 sebanyak 20 tetes larutan menjadi bening.Dan tabung reaksi II diisi

dengan 3 ml larutan NaHSO3 0,1 M dan 1 ml NaOH 10 M sambil dikocok,sehingga

larutan berwarna ungu,kemudian larutan tersebut ditetesi dengan larutan KMnO4 0,1 M
sehingga larutan bening terpisah (menjadi bening kembali).Dengan menggunakan 20

tetes KMnO4 dan tabung reaksi III diisi dengan 1 ml HCl 6 M dan kira-kira 1 mg kristal

KMnO4 larutan menjadi ungu tua setelah 20 tetes KMnO4,karena pada hasil reaksi dimana

atom-atom tertentu mengalami perubahan bilangan oksidasi.Hal tersebut dikatakan reaksi

oksidais reduksi karena reaksi oksidasi reduksi adalah suatu reaksi dimana atom-atom

tertentu mengalami perubahan bilangan oksidasi.

V.Kesimpulan

Dari percobaan,pengamatan,pembahasan yang dilakukan dapat diambil

kesimpulan bahwa diketahui beberapa sifat jenis reaksi dan memudahkan untuk lebih

memahami reaksi kimia.Reaksi-reaksi kimia dapat di kelompokkan atau disederhanakan

menjadi reaksi-reaksi berikut :

 Penggabungan (sintesis) yaitu pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya.(Hiskia

achmad.1993 / 1994 : 82).Suatau reaksi dimana sebuah zat yang lebih kompleks

terbentuk dari dua atau lebih sederhana (baik unsur maupun senyawa).(Ralph

H.Petrucci – Suminar.1985:96).

 Penguraian adalah suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yang lebih

sederhana.(Ralph H.Petrucci – Suminar.1985:96).

 Penggantian (perpindahan tunggal) adalah suatu reaksi dimana sebuah unsur

memindahkan unsur lain dalam suatu senyawa.(Ralph H.Petrucci –

Suminar.1985:96).

 Metatesis (perpindahan ganda) adalah reaksi dimana terjadi pertukaran antara

senyawa,(Hiskia achmad.1993 / 1994 : 82).Reaksi dimana terjadi pertukaran antara

dua pereaksi.(Ralph H.Petrucci – Suminar.1985:96).


 Reaksi Penetralan atau reaksi asam basa membentuk garam dan air.(Hiskia

achmad.1993 / 1994 : 83).

 Reaksi oksidasi reduksi adalah suatu reaksi dimana atom-atom tertentu mengalami

perubahan biloks.Zat yang mengandung atom-atom yang bilangan oksidasinya

bertambah disebut dioksidasi dan disebut sebagai zat pereduksi.Zat yang mengandung

atom-atom yang bilangan oksidasinya berkurang disebut zat pengoksidasian.(Ralph

H.Petrucci – Suminar.1985:119).

 Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu unsur-unsur atau senyawa bergabung

dengan oksigen membentuk senyawa yang mengandung O2 sederhana.(Ralph

H.Petrucci – Suminar.1985:96).

 Tanda-tanda terjadi reaksi :

@ Terjadinya perubahan suhu

@ Terbentuknya gelembung gas

@ Terdapat endapan

@ Terjadinya perubahan warna

VI.Tugas

1.Identifikasilah zat-zat berikut ini.Lihat kembali hasil pengamatan anda ?

a) Asap putih (MgO)

b) Cairan tak berwarna (H2O)

c) Gas yang dapat memadamkan api (CuSO4)

d) Padatan kelabu (Cu)

e) Gas tak berwarna (H2)

f) Endapan jingga (NaNO3)


g) Endapan kuning (AgPO4)

h) Yang mengubah warna indikator (NaNO3)

2.Buatlah persamaan reaksinya

a) 2 Cu + O2  2 CuO

b) Hg(NO3)2 + 2 KBr  HgBr + 2 KNO3

3.Lengkapi persamaan reaksi berikut bial tak ada reaksi tulislah TR

a) Hg + Fe(NO3)3  Tak ada reaksi

b) Zn + Ni(OH)2  Zn(OH)2 + Ni2+

c) Pb(NO3)2 + K2CrO4  Tak ada reaksi

d) Zn(HCO3)2  Zn2+ + HCO32-

Daftar Pustaka

 Achmad,Hiskia,dkk.(193 / 1994).Kimia Dasar I.Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan : Jakarta

 Kroschwitz,Jacqueline.I,(1980),Chemistry A First Course,New Jersey : York Graphic

 Petrucci,Ralph,(1985),Kimia Dasar.Jakarta : Erlangga