P. 1
Rehabilitasi Medik - Rev. Mar' 07

Rehabilitasi Medik - Rev. Mar' 07

|Views: 85|Likes:
Dipublikasikan oleh Choco Latos
rehabilitasi medik
rehabilitasi medik

More info:

Published by: Choco Latos on Apr 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT PEDOMAN KHUSUS PELAYANAN REHABILITASI MEDIK

STANDAR. 1. FALSAFAH DAN TUJUAN
Falsafah rehabilitasi medik ialah meningkatkan kemampuan fungsional seseorang sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah atau mengurangi impairmen, disabilitas dan hendikep semaksimal mungkin. S.1 (P.1) Skor : 0 = 1 = 2 = 3 4 5 = = = Pelayanan rehabilitasi medik ditujukan untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup. Tidak ada falsafah, tujuan dan pelayanan rehabilitasi medik. Tidak ada falsafah dan tujuan ; Ada pelayanan rehabilitasi medik terbatas. Ada falsafah dan tujuan ditetapkan pimpinan unit rehabilitasi medik ; ada pelayanan rehabilitasi medik terbatas. Ada falsafah dan tujuan ditetapkan pimpinan rumah sakit ; ada pelayanan rehabilitasi medik terbatas. Ada falsafah dan tujuan ditetapkan pimpinan rumah sakit ; ada pelayanan rehabilitasi medik komprehensif. Ada falsafah dan tujuan ditetapkan pimpinan rumah sakit ; ada pelayanan rehabilitasi medik komprehensif disertai evaluasi terhadap pelayanan, laporan tertulis dan tindak lanjut. Falsafah dan tujuan adalah dasar untuk menyelenggarakan pelayanan dan harus ditetapkan secara tertulis. Yang dimaksud dengan pelayanan terbatas adalah pelayanan terbatas pada pelayanan rehabilitasi kuratif dan rehabilitatif saja tanpa disertai bentuk pelayanan promotif dan preventif. Pelayanan komprehensif adalah pelayanan yang memperhatikan upaya promotif dan preventif, melaksanakan dan membina pelayanan rehabilitasi kelompok seperti senam jantung, senam asma, klub stroke ,RBM dan lain sebagainya. Periksa Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Kelas A, B dan C diterbitkan Direktorat Rumah Sakit Umum dan Pendidikan, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Edisi Kedua, Tahun 1997, termasuk ralat yang dibuat tentang Kebutuhan Ideal Tenaga Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit Umum pada halaman 27 Buku Pedoman yang dimaksud. CP: D W O Skor : Dokumen ketetapan, notulen pertemuan staf untuk merumuskan konsep falsafah dan tujuan. : Kepala Unit. : Bentuk pelayanan pada pasien. :

DO :

Catatan / Keterangan :

13

STANDAR. 2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN. Organisasi pelayanan rehabilitasi medik ditetapkan untuk mencapai tujuan S. 2 (P.1) Unit pelayanan rehabilitasi medik mempunyai bagan organisasi disertai uraian tugas, fungsi, tanggung jawab dan mekanisme hubungan kerja dengan unit pelayanan lain. Skor : 0 = Tidak ada bagan organisasi dan uraian tugas. 1 = Ada bagan organisasi ditetapkan pimpinan unit tanpa uraian tugas, bagan organisasi belum terisi lengkap. 2 = Ada bagan organisasi ditetapkan pimpinan unit disertai uraian tugas, bagan organisasi belum terisi lengkap. 3 = Ada bagan organisasi ditetapkan pimpinan rumah sakit disertai uraian tugas, bagan belum terisi lengkap. 4 = Ada bagan organisasi ditetapkan pimpinan rumah sakit disertai uraian tugas, bagan sudah terisi lengkap tapi belum ada evaluasi . 5 = Ada bagan organisasi ditetapkan pimpinan rumah sakit disertai uraian tugas, bagan sudah terisi lengkap sudah ada evaluasi. DO : Yang diartikan unit adalah unit pelayanan rehabilitas medik yang dapat berbentuk Instalasi, Bagian, Departemen menurut ketetapan tertulis tentang struktur organisasi rumah sakit oleh pemilik atau pimpinan rumah sakit. Yang diartikan dengan bagan terisi lengkap apabila bagan organisasi sudah dilengkapi dengan ketetapan tertulis berisi uraian tugas pejabat yang menduduki jabatan dalam bagan organisasi. : : Dokumen ketetapan tentang struktur organisasi rumah sakit dan bagan organisasi dalam unit pelayanan rehabilitasi medik. Dokumen uraian tugas, fungsi, penjelasan tentang mekanisme hubungan kerja fungsional dengan unit pelayanan lain diluar unit. : Wawancara dengan pimpinan rumah sakit dan kepala unit.
:

CP D

W
Skor

Catatan / Keterangan :

14

S.2.P.2. Pelayanan Rehabilitasi Medik diberikan sesuai Standar Pelayanan Medis Skor : 0 = Tidak ada Buku Standar Pelayanan Medis. 1 = Tidak ada Buku Standar Pelayanan Medis Acuan yang digunakan adalah Buku Standar Operasional Prosedur Rehab Medis di Rumah sakit 2 = Ada Buku Standar Pelayanan Medis dibuat oleh staf medis dengan acuan Standar Operasional Prosedur Rehab Medis di Rumah Sakit, belum diketahui oleh staf dan belum ada SK pemberlakuan. 3 = Ada Buku Standar Pelayanan Medis sudah diketahui oleh staf belum ada SK Pemberlakuan. 4 = Ada Buku Standar Pelayanan Medis sudah diketahui oleh staf dan ada SK pemberlakuan, belum ada evaluasi 5 = Ada Buku Standar Pelayanan Medis, sudah diketahui staf, ada SK pemberlakuan dan ada evaluasi. DO : Yang diartikan dengan Buku Standar Pelayanan Medis adalah standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, ikatan profesi atau pimpinan rumah sakit dan menjadi dasar dan acuan bagi staf medis untuk bekerja memberikan pelayanan kepada pasien. Yang diartikan sebagai UNSUR adalah tenaga lain dalam unit pelayanan rehabilitasi medik atau unit pelayanan diluarnya. Acuan lain yang digunakan sebagai pedoman adalah Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta, Tahun 2002, kode 616.71.Ind.p. : : Buku Standar Pelayanan Medis, ketetapan tertulis tentang berlakunya standar pelayanan medis oleh pimpinan rumah sakit. : Wawancara dengan kepala unit kerja dan staf.
:

CP D W
Skor

Catatan / Keterangan :

15

S. 2 (P. 3) Ada bukti catatan/rekaman tentang pemeriksaan dan penanganan pasien. Skor : 0 = Tidak ada catatan. 1 = Ada catatan tidak lengkap, diisi tidak jelas dan terpisah dari dokumen rekam medis. 2 = Ada catatan lengkap, diisi tidak jelas dan terpisah dari dokumen rekam medis. 3 = Ada catatan lengkap, diisi jelas, terpisah dari dokumen rekam medis. 4 = Ada catatan lengkap, diisi jelas, tidak terpisah dari dokumen rekam medis. 5 = Ada catatan lengkap, diisi jelas, tidak terpisah dari dokumen rekam medis ; ada laporan berkala tentang hasil pelayanan rehabilitasi medik. DO : Yang dimaksud dengan dokumen rekam medis adalah rekam medis yang diterbitkan oleh pimpinan rumah sakit dengan 1 (satu) nomor rekam medis untuk setiap pasien. Catatan lengkap adalah apabila memuat catatan tentang : a. pengkajian awal terhadap kondisi pasien. b. diagnosa. c. rencana penanganan pasien. d. tindakan yang diberikan. e. evaluasi berkala / akhir keadaan pasien. Yang dimaksud dengan DI ISI JELAS adalah apabila catatan dibuat dengan ballpoint / tinta, jelas dapat terbaca. Bila ada kesalahan dicoret dan diberi paraf. CP D W
Skor

: : Dokumen rekam medis, nomor rekam medis pasien. : staf penerima pasien.
:

Catatan / Keterangan :

16

STANDAR. 3. STAF DAN PIMPINAN. Instalasi / Unit Rehabilitasi Medik harus dipimpin oleh seseorang dokter spesialis rehabilitasi medik. Pengaturan staf harus menyediakan tenaga profesional dalam jumlah cukup untuk mencapai tujuan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanan dan volume kegiatan yang diberikan. S. 3. (P.1) Unit kerja pelayanan rehabilitasi medik dipimpin oleh dokter. Skor : 0 = Unit kerja dipimpin oleh bukan tenaga kesehatan. 1 = Unit kerja dipimpin oleh tenaga kesehatan bukan tenaga rehabilitasi medik. 2 = Unit kerja dipimpin oleh tenaga kesehatan rehabilitasi medik. 3 = Unit kerja dipimpin oleh dokter umum purna waktu. 4 = Unit kerja dipimpin oleh dokter spesialis rehabilitasi medik paruh waktu. 5 = Unit kerja dipimpin oleh dokter spesialis rehabilitasi medik purna waktu. DO CP W : Yang diartikan dengan unit pelayanan agar diperiksa D.O S. 2. (P. 1). : : Kepala unit kerja. Staf unit rehabilitasi medik.

Skor

:

Catatan / Keterangan :

17

S. 3. (P. 2)

Pelayanan rehabilitasi medik dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan jumlah cukup dan memenuhi kualifikasi. Skor : 0 = Tidak ada pola ketenagaan. 1 = Ada pola ketenagaan tidak tertulis ditetapkan oleh pimpinan unit kerja. 2 = Ada pola ketenagaan ditetapkan tertulis oleh pimpinan unit kerja ; jumlah dan kualifikasi yang tersedia tidak sesuai pola. 3 = Ada pola ketenagaan ditetapkan tertulis oleh pimpinan unit kerja ; jumlah sesuai pola dan mencukupi ; kualifikasi tidak sesuai pola. 4 = Ada pola ketenagaan ditetapkan tertulis oleh pimpinan rumah sakit ; jumlah sesuai pola dan mencukupi ; kualifikasi tidak sesuai pola. 5 = Ada pola ketenagaan ditetapkan tertulis pimpinan rumah sakit ; jumlah dan kualifikasi sesuai pola.

DO :

Pola ketenagaan harus dibuat dan ditetapkan oleh tiap rumah sakit sesuai dengan kelas / type dan fungsi rumah sakit mengacu pada Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit kelas A, B dan C, terbitan Direktorat Rumah Sakit Umum dan Pendidikan, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Edisi Kedua Tahun 1997. , termasuk ralat yang dibuat tentang Kebutuhan Ideal Tenaga Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit Umum pada halaman 27 Buku Pedoman yang dimaksud.

CP D

: : Ketetapan tentang pola ketenagaan, daftar pegawai medis, paramedis dan non medis yang aktif bekerja di unit kerja.
Skor :

Catatan / Keterangan :

18

S. 3. (P. 3)

Ada ketentuan diselenggarakannya pertemuan berkala dilingkungan unit kerja pelayanan rehabilitasi medik. Skor 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = : Tidak ada ketentuan . Ada ketentuan tidak tertulis. Ada ketentuan tertulis, dengan jadwal pertemuan tidak teratur. Ada ketentuan tertulis, dengan jadwal pertemuan teratur. Ada ketentuan tertulis, dengan jadwal pertemuan teratur disertai notulen pertemuan dan daftar hadir. Ada ketentuan tertulis, dengan jadwal pertemuan teratur disertai notulen pertemuan, daftar hadir, laporan dan tindak lanjut. : Ketentuan tertulis, harus dibuat oleh pimpinan unit kerja. : : Ketentuan tertulis, jadwal pertemuan, daftar hadir, notulen pertemuan, laporan tertulis dan bukti ada tindak lanjut setelah pertemuan.
:

DO CP D

Skor

Catatan / Keterangan :

19

STANDAR. 4. FASILITAS DAN PERALATAN.
Instalasi rehabilitasi medik dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, pendidikan, penelitian / pengembangan dan administrasi. S. 4. (P. 1) Tersedia ruangan khusus sebagai tempat memberikan pelayanan rehabilitasi medik. Skor 0 = 1 = : Tidak tersedia ruangan khusus. Tersedia ruangan khusus tetapi masih menjadi satu dengan unit kerja pelayanan lain belum memenuhi syarat serta belum cukup untuk menunjang fungsi. Tersedia ruangan khusus masih menjadi satu dengan unit kerja pelayanan lain akan tetapi tidak cukup untuk menunjang fungsi pelayanan dan baru sebagian memenuhi syarat. Tersedia ruangan khusus masih menjadi satu dengan unit kerja pelayanan lain, sudah memenuhi syarat akan tetapi belum cukup tersedia ruangan untuk menunjang fungsi. Tersedia ruangan khusus masih menjadi satu dengan unit kerja pelayanan lain dan belum memenuhi syarat, sudah cukup tersedia untuk menunjang fungsi. Tersedia ruangan khusus terpisah dari unit kerja pelayanan lain dan sudah memenuhi syarat dan sudah tersedia cukup untuk menunjang fungsi.

2 =

3 =

4 =

5 =

DO

: Yang diartikan dengan kecukupan menunjang fungsi adalah apabila tersedia ruangan atau fasilitas : a. melaksanakan pekerjaan administrasi. b. tempat menyimpan barang inventaris. c. WC pasien, pengunjung, staf unit. d. air bersih. e. sumber listrik cukup, aman dengan tegangan stabil. f. ventilasi udara baik. Yang diartikan dengan memenuhi syarat apabila : a. tempat / lokasi unit kerja mudah dicapai dengan rambu penunjuk yang jelas. b. ada kebebasan bergerak untuk tempat tidur / brandcard dengan sesedikit mungkin melalui persimpangan. c. tersedia fasilitas privacy bagi pasien. Yang diartikan dengan ruangan khusus adalah ruangan yang khusus disediakan untuk menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi medik dan tidak disediakan untuk menyelenggarakan pelayanan lainnya.

20

CP D O Skor

: : Denah rumah sakit, master plan. : Lalu lintas pasien dan staf. :

Catatan / Keterangan :

21

S. 4. (P. 2)

Tersedia peralatan cukup untuk menunjang fungsi pelayanan rehabilitasi medik. Skor : 0 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang kurang dari 10% fungsi. 1 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang 10 –15% fungsi. 2 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang 16 – 25 % fungsi. 3 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang 26 – 50 % fungsi. 4 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang 51 – 75 % fungsi. 5 = Peralatan yang ada cukup untuk menunjang 76 – 100 % fungsi. DO : Yang diartikan dengan persentase fungsi adalah perbandingan tersedianya peralatan dengan fungsi rumah sakit yang harus dilaksanakan menurut kelasnya, fungsi dan standar pelayanan, protap dan pola penyakit di rumah sakit. Periksa Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Kelas A,B dan C diterbitkan Direktorat Rumah Sakit Umum dan Pendidikan, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Edisi Kedua ,Tahun 1997, termasuk ralat yang dibuat tentang Kebutuhan Ideal tenaga rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit Umum pada halaman 27 Buku Pedoman yang dimaksud. : : Daftar inventaris peralatan. : Wawancara dengan staf unit kerja.
:

CP D W
Skor

Catatan / Keterangan :

22

S. 4 (P. 3)

Ada program pemeliharaan peralatan dan prasarana lainnya. Skor 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = : Tidak ada program Ada program tidak tertulis sebagian peralatan dan prasarana. Ada program tidak tertulis semua peralatan dan prasarana. Ada program tertulis sebagian peralatan dan prasarana disertai bukti pemeliharaan secara tidak teratur. Ada program tertulis semua peralatan dan prasarana disertai dengan bukti pemeliharaan secara tidak teratur. Ada program tertulis semua peralatan dan prasarana disertai adanya kaliberasi dan pemeliharaan berkala peralatan. : Yang diartikan dengan program pemeliharaan adalah pemeriksaan secara berkala, perbaikan dan pencatatannya sesuai jadwal yang ditentukan. Yang diartikan dengan prasarana adalah prasarana gedung, seperti AC, listrik dan air. : : Dokumen program, kartu pemeriksaan berkala, sertifikat kaliberasi peralatan. : Langsung
:

DO

CP D O
Skor

Catatan / Keterangan :

23

STANDAR. 5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR.
Untuk menjamin penanganan pasien yang optimal yang sesuai dengan standar medik, instalasi / SMF rehabilitasi medik harus mempunyai kebijakan tertulis dan prosedur yang berdasarkan pada IPTEKDOK mutakhir.

S. 5. (P. 1)

Kebijakan pelayanan rehabilitasi medik ditetapkan sebagai dasar melaksanakan kegiatan. Skor : 0 = Tidak ada kebijakan. 1 = Ada kebijakan tidak tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja. 2 = Ada kebijakan tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja tidak sesuai dengan fungsi dan type rumah sakit. 3 = Ada kebijakan tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja sesuai dengan fungsi dan type rumah sakit. 4 = Ada kebijakan tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja rumah sakit sesuai dengan fungsi dan type rumah sakit. 5 = Ada kebijakan tertulis ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit sesuai dengan fungsi dan type rumah sakit disertai adanya evaluasi berkala terhadap kebijakan dan tindak lanjutnya.
DO : Yang diartikan dengan kebijakan adalah kebijakan pelayanan yang meliputi kemampuan pelayanan, skope kegiatan, pembagian kewenangan pelayanan dengan unit kerja pelayanan lain. Kebijakan ini harus dirumuskan oleh Komite Medik Rumah Sakit dan ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Periksa Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Kelas A, B dan C diterbitkan Direktorat Rumah Sakit Umum Dan Pendidikan, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Edisi Kedua Tahun 1997, termasuk ralat yang dibuat tentang Kebutuhan Ideal Tenaga Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit Umum pada halaman 27 Buku Pedoman yang dimaksud. : : Dokumen tentang pertemuan di unit kerja untuk membahas dan mengusulkan tentang bentuk kebijakan, notulen rapat, daftar hadir, ketetapan pimpinan rumah sakit. : Wawancara dengan pimpinan unit kerja. :

CP D W Skor

Catatan / Keterangan :

24

S. 5. (P. 2)

Ada SOP (standard operating procedure) untuk setiap jenis pemeriksaan, tindakan dan atau penanganan pasien. Skor 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = : Tidak ada. Ada SOP, tidak tertulis, tidak lengkap. Ada SOP, tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja, tidak lengkap. Ada SOP tertulis ditetapkan sendiri oleh pimpinan unit kerja, tersedia lengkap. Ada SOP tertulis ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit, sudah tersedia lengkap. Ada SOP tertulis ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit, sudah tersedia lengkap dan disertai dengan adanya evaluasi terhadap protap yang ada.

DO:

Pembuatan SOP harus mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit diterbitkan oleh Departemen Kesehatan tahun 2002 D W O
Skor

CP : : Daftar SOP : Wawancara dengan staf. : Simulasi terhadap SOP.
:

Catatan / Keterangan :

25

STANDAR. 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN. Program pendidikan / latihan hendaknya melibatkan seluruh staf dalam instalasi / SMF rehabilitasi medik. S. 6. (P. 1) Ada program orientasi bagi pegawai baru. Skor : 0 1 2 3 = = = = Tidak ada program. Ada program tidak tertulis ditetapkan oleh pimpinan unit kerja. Ada program tertulis ditetapkan oleh pimpinan unit kerja. Ada program tertulis ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit, dilaksanakan tidak teratur Ada program tertulis ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit dan dilaksanakan teratur. Ada program tertulis ditetapkan pimpinan rumah sakit, dilaksanakan teratur disertai evaluasi program, laporan, rekomendasi dan tindak lanjutnya. : Program harus disertai kerangka acuan dan memuat orientasi tentang organisasi rumah sakit, tugas pokok, uraian tugas, falsafah dan tujuan rumah sakit. Ketentuan pelaksanaan adalah jika program dilaksanakan menurut jadwal tertentu, materi baru dan terstruktur. : : Kerangka acuan program, jadwal dan laporan.
:

4 = 5 =

DO

CP D
Skor

Catatan / Keterangan :

26

S. 6. (P. 2)

Ada program pendidikan dan pelatihan bagi semua petugas untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan. Skor 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = : Tidak ada program Ada program tidak tertulis ditetapkan oleh pimpinan unit kerja. Ada program tertulis ditetapkan pimpinan unit kerja. Ada program tertulis ditetapkan pimpinan rumah sakit. Ada program tertulis ditetapkan pimpinan rumah sakit daan dilaksanakan teratur. Ada program tertulis ditetapkan pimpinan rumah sakit, dilaksanakan teratur disertai evaluasi program, laporan, rekomendasi dan tindak lanjutnya. : Program harus disertai kerangka acuan. Keteraturan program ialah apabila program dilaksanakan menurut jadwal tertentu secara tetap dan terstruktur. : : Kerangka acuan program, jadwal, daftar peserta dan laporan. : Staf di unit.
:

DO CP D W
Skor

Catatan / Keterangan :

27

STANDAR. 7. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU. Ada prosedur evaluasi terhadap pelayanan klinik dan etika setiap anggota tim rehabilitasi medik. Prosedur ini harus mencerminkan suatu mekanisme yang memungkinkan untuk mendapatkan data evaluasi yang dapat dipergunakan secara efektif untuk perbaikan pelayanan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. S. 7. (P. 1) Harus ada program peningkatan mutu. Skor : 0 = Tidak ada program . 1 = Ada program tak tertulis, ada kegiatan, ditetapkan pimpinan unit kerja. 2 = Ada program tertulis, tidak ada kegiatan, ditetapkan pimpinan unit kerja. 3 = Ada program tertulis, ada kegiatan, ditetapkan pimpinan unit kerja 4 = Ada program tertulis, ada kegiatan, ditetapkan pimpinan rumah sakit disertai adanya evaluasi. 5 = Ada program tertulis, ada kegiatan, ditetapkan pimpinan rumah sakit disertai evaluasi, rekomendasi dan tindak lanjut. DO : Program peningkatan mutu harus disertai dengan kerangka acuan program. Program ini dapat dilaksanakan dengan cara Gugus Kendali Mutu, misalnya, untuk mengukur kinerja staf, menilai kepuasan pasien, menilai indikator klinik pelayanan rehabilitasi medik dan lain sebagainya. : : Dokumen program, kerangka acuan, jadwal kegiatan, catatan evaluasi, laporan, rekomendasi dan tindak lanjut. : Pimpinan unit kerja dan staf
:

CP D W
Skor

Catatan / Keterangan :

28

S. 7 (P. 2)

Harus ada data untuk melakukan analisa dan evaluasi terhadap pelayanan rehabilitasi medik. Skor : 0 = Tidak ada data tentang pelayanan rehabilitasi medik. 1 = Ada data tidak lengkap ; Tidak ada petugas melakukan pencatatan, pengumpulan, pengolahan data. 2 = Ada data tidak lengkap ; ada petugas melakukan pencatatan, pengumpulan dan pengolahan data. 3 = Ada data lengkap ; ada petugas melakukan pencatatan, pengumpulan dan pengolahan data. 4 = Ada data lengkap ; ada petugas melakukan pencatatan, pengumpulan dan pengolahan data disertai analisa dan laporan ke unit – unit kerja pelayanan terkait di rumah sakit. 5 = Ada data lengkap ; ada petugas melakukan pencatatan, pengumpulan dan pengolahan data disertai analisa dan laporan ke unit –unit kerja terkait di rumah sakit dan diluar rumah sakit. DO : Paling sedikit harus dikumpulkan 2 (dua) data, yaitu tentang Angka Kesalahan Tindakan dan Angka Kecepatan Menjawab Konsul (Response Time) seperti dijelaskan dalam Buku Indikator Klinik Pelayanan Rehabilitasi Medik Di Rumah Sakit diterbitkan Departemen Kesehatan Tahun 2002. : : Laporan / statistik, edaran dan surat pengantar.
:

CP D
Skor

Catatan / Keterangan :

*** Rev. Maret 2007 ***

29

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->