Anda di halaman 1dari 2

Sejarah Bid’ah Iblis

Bid’ah ialah pengada-ngadaan atau sesuatu yang diadakan yang dengannya


Muslim bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah atau untuk
menyaingi Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Shalawatu wa Sallam.

Iblis laknatullah diusir dari langit karena Bid’ah yang dilakukannya, dia
telah bermaksiyat dengan menolak perintah Allah karena kesombongannya.
Dia kemudian berbuat Bid’ah dengan mengganti perintah Allah untuk
menghormati Adam ‘alaihi Salaam menjadi mengajak kepada sesuatu
keyakinan dan prasangka terhadap Allah yang dusta dan bathil dan
menghasud mereka (Adam dan Hawa) untuk meninggalkan kemauannya
sebagai hamba yang beriman kepada Allah dan dari mengimani hikmah-
hikmah yang terkandung dari larangan Allah.

Sebelum dia menggoda Adam dan Hawa ‘alaihi Shalawatu wa Salaam, dia
masih bisa memasuki Surga yang berada di atas langit ketujuh (ke-7).
Kemudian dia diusir untuk selama-lamanya dari dapat memasuki Surga-Nya
setelah menghasud Adam dan Hawa (nenek moyang manusia yang bukan
dari kera, tapi manusia).

Iblis adalah tokoh ahli Bid’ah dan ahli Sekulerisasi paling besar. Dia
mengganti perintah Allah, tidak etis (sombong) dan ogah berubah ke
keadaan yang lebih baik (ruju’ kepada kebenaran dengan bertaubat dan
beramal Shalih).

Memang Iblis dulunya semasa masih berada diantara golongan Malaikat,


sedangkan dia dari jenis Jin (tercipta dari api), tidak pernah terlintas dalam
jiwa dan hatinya untuk menjadi bagian dari partai Allah (Hizbullah) dan
menjadi Muslim secara Kaaffah (keseluruhan).

Semacam begini: Jika sedang melakukan Bid’ah idhafiyyah (yang ada


dalilnya namun berlainan tata caranya) atau Bid’ah haqiqiyyah (tidak
memiliki dalil), ada orang yang berkata “Kami sedang bershadaqah.”
Faktanya adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Shalawatu wa Sallam
bersabda
“Barangsiapa bershadaqah dengan sesuatu yang Haram, maka tidak ada
baginya pahala, sedangkan dosanya akan ditimpakan kepadanya.” (Shahih
Targhib wa Tarhib, oleh Al Mundziri yang ditakhrij by syaikh Nashir Al
Albaani).

Jadi bila ada yang ingin bershadaqah kepada seseorang yang sesat,
sebaiknya sembari berdo’a supaya agar dengan Shadaqah tersebut hamba
Allahu Subhaana wa Ta’ala tersebut dapat bertaubat.

Assalamu manit taba’al huda (Semoga kedamaian, kesejahteraan dan


keselamatan dari segala aib bagi manusia bagi yang mengikuti petunjuk).

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh (Semoga kedamaian,


kesejahteraan dan keselamatan dari segala aib bagi manusia, dan kasih
sayang kepada Allah dan keberkahan dari-Nya agar dicurahkan kepada
kalian).