Anda di halaman 1dari 21

Matakuliah Tahun Versi

: S0432/Drainase Permukaan : 2006 :

Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya

Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

Mahasiswa dapat mendesain saluran drainase jalan raya

Outline Materi
Materi 1: Drainase Permukaan Materi 2: Drainase Bawah Permukaan

Drainase Jalan Raya


Salah satu aspek terpenting dlm perencanaan jalan raya adalah melindungi jalan dari air permukaan dan air tanah. Dgn kata lain drainase merupakan salah satu faktor terpenting dlm perencanaan pekerjaan jalan.Genangan air di permukaan jalan memperlambat kendaraan dan memberikan andil terjadinya kecelakaan akibat terganggunya pandangan oleh cipratan dan semprotan air.

Sampai saat ini, faktor drainase jalan blm mendapatkan perhatian yang cukup dari para ahli jalan. Ada kesalahan presepsi bahwa sistem drainase jalan yg bagus tdk diperlukan lagi jk ketebalan didesain berdasarkan kondisi jenuh.Secara teoritis, sistem drainase internal tdk diperlukan jika infiltrasi dlm perkerasan lebih kecil dibandingkan dgn kapasitas drainase base, sub base dan subgrade.

Berdasarkan fungsinya, drainase jalan dibedakan menjadi drainase permukaan dan drainase bawah permukaan. Drainase permukaan ditujukan utk menghilangkan air hujan dari permukaan jalan. Sedangkan drainase bawah permukaan berfungsi utk mencegah masuknya air dalam struktur jalan dan mengeluarkan air dari struktur jalan

Drainase Permukaan
Sistem drainase permukaan pada jalan raya mempunyai 3 fungsi utama yaitu : membawa air hujan dari permukaan jalan ke pembuangan air menampung air tanah dan air permukaan yang mengalir menuju jalan membawa air menyebrang alinement jalan secara terkendali

Dua fungsi yang pertama dikendalikan oleh komponen drainase memanjang, sementara fungsi ketiga memerlukan bangunan drainase melintang, spt culvert, gorong-gorong dan jembatan.

Drainase Memanjang
Permukaan jalan harus dibuat dgn kemiringan melintang yg cukup utk membuang air hujan secepatnya, dan permukaan jalan hrs berada di atas permukaan air tanah setempat. Kemiringan memanjang utk bahu jalan diharuskan tdk kurang dari 0,3% dan utk daerah yg sangat datar tidak kurang dari 0,2%.

Saluran terbuka di tepi jalan dpt dibedakan berdasarkan fungsinya menjadi : Parit adalah saluran yg disediakan utk membuang aliran air dari perkerasan jalan, bahu jalan dan slope galian. Kemiringan dindingnya tdk boleh lebih dari 1:4 (1 vertikal : 4 horizontal). Talang adalah saluran pada tepi perkerasan atau bahu jalan yang di bentuk oleh curb. Talang dpt dilapisi beton, batu bata, batu kali dll. Kemiringan memanjang dan kedalam air yang diizinkan sepanjang jalan yang bercurb.

10

Turnouts adalah saluran pendek yg menikung keluar dari tepi jalan yg berfunsi utk membuang air dari saluran atau talang. Jarak antara turnouts tergantung pada aliran, kemiringan yg diizinkan, dan kemiringan daerahnya. Untuk menghindari aliran yang menimbulkan erosi, ujung saluran hrs dilebarkan. Chutes adalah adalah saluran terbuka berlining yg berfungsi untuk membawa air dari parit menuruni lereng urugan. Inlet chutes hrs direncanakan utk mencegah terjadinya limpasan yg dpt mengakibatkan erosi pada lereng.

Intercepting ditchs terletak dilahan alamiah didekat ujung lereng galian utk menampung aliran dari bukin sebelum mencapai jalan. Berfungsi utk menurunkan genangan pada jalan.
11

Drainase Melintang
Saluran melintang sering menelan biaya yg cukup besar, Sejauh dpt memilih lokasi persilangan dgn sungai, dianjurkan utk meletakkan lokasi persilangan pd : bagian sungai yg lurus dan jauh dari tikungan sejauh mungkin dari pertemuan anak sungai yg cukup besar bagian sungai dgn tebing dan tanggul yg bagus lokasi dimana dpt dibuat jalan lurus dgn pandangan yg cukup luas lokasi dimana dpt dibuat persilangan tegak lurus
12

Untuk menentukan tipe persilangan dgn drainase melintang diperlukan data hidrologi, dan prediksi arus lalu lintas, dapat berupa : - fords - drifts -gorong-gorong - jembatan

13

Inlet Terdapat 2 tipe utama, dengan banyak pola (variasi) yang tersedia dipasaran untuk setiap tipenya, yaitu: Grated Inlet, yaitu bukaan didasar selokan dengan dilindungi oleh grate (jeruji)

14

Curb-opening inlet, yaitu bukaan di permukaan curb. Bukaan ini hanya effektif apabila permukaan curb tersebut tegak lurus (ingat tinggi tekanan air) Gambar ke dua tipe inlet dapat dilihat pada buku Linsley

15

Penempatan Inlet Penempatan inlet pada jalan raya sepenuhnya ditentukan oleh perencana. Dalam merencanakan jalan raya, salah satu kriteria yang dipergunakan untuk drainase adalah bahwa lebar selokan yang diijinkan adalah 6 ft (1.8 m). Dengan kriteria ini inlet diperlukan apabila aliran air di pinggir jalan (selokan) telah lebih lebar dari kriteria tersebut (1.8 m).
16

Di lingkungan perumahan jumlah inlet maksimum adalah 4 buah dise-tiap perempatan jalan.Dengan penga-turan ini aliran air hanya berasal dari 1 blok saja. Pengaturan yang lebih murah adalah menyediakan hanya 2 inlet ditiap perempatan, & ditempatkan di sudut yang tinggi.

17

Untuk daerah hulu,agar lebih ekono-mis, inlet diletakkan setelah beberapa blok, sehingga mengurangi panjang saluran.

18

Drainase Bawah Permukaan


Pengaruh air pada perkerasan jalan Pengaruh air yg terperangkap didalam struktur perkerasan jalan , al: air menurunkan kekuatan material butiran lepas dan tanah subgrade air menyebabkan penyedotan pd perkerasan beton yg dpt menyebabkan retakan dan kerusakan bahu jalan dgn tekanan hidrodinamik yg tinggi akibat pergerakan kendaraan, menyebabkan penyedotan material halus pada lapisan dasar perkerasan fleksibel yg mengakibatkan hilangnya daya dukung kontak dgn air yg menerus dpt menyebabkan penelanjangan campuran aspal dan daya tahan keretakan beton air menyebabkan perbedaan peranan pada tanah yg bergelombang

19

Metode pengendalian air pada perkerasan Cara pengendaliannya ada 3 cara : 1) Pencegahan 2) Pembuangan air, ada tiga yang dpt diterapkan : - lapisan drainase - drainase memanjang - drainase melintang 3) Perkerasan yang kuat

20

Menentukan kapasitas drainase

Ada dua persyaratan yg hrs dipenuhi dlm perencanaan lapisan drainase, yaitu : - Aliran Tunak, dihitung dgn persamaan (Baber and Sawyer, 1952) : q = kH S + H/2L dimana q adalah kapasitas debit lapisan drainase, k permeabilitas lapisan drainase, S kemiringan lapisan drainase, H ketebalan lapisan drainase dan L panjang lapisan drainase.
- Aliran Tak Tunak, dihitung dgn rumus: t50 = nc.L/2k(H + SL)

21