Anda di halaman 1dari 31

Industri Proses PUPUK di

Disusun oleh: Sudarwan Andi (2.09.017)

Pengantar
Indonesia adalah negara agraris yang memiliki sumber alam yang kaya dan tenaga kerja yang melimpah, sehingga sektor pertanian merupakan prioritas utama yang mendapat perhatian dari Pemerintah

Di sisi lain laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membawa korelasi meningkatnya kebutuhan pangan yang harus diikuti dengan usaha peningkatan produksi melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi di sektor pertanian serta pembangunan pabrik kimia.

Profil perusahaan

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pemegang saham tunggal adalah Pemerintah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang menjalankan usaha di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Perusahaan yang juga dikenal dengan sebutan PT Pusri ini, diawali dengan didirikannya Perusahaan Pupuk pada tanggal 24 Desember 1959, dan merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia.

PT.Pusri selain memproduksi pupuk urea sebagai produk utama nya juga menghasikan produk samping yang terdiri dari Amoniak Ekses, Oksigen, Nitrogen, CO2 cair dan padat/Dry Ice.

Pada tahun 1997, Pusri ditunjuk sebagai perusahaan induk membawahi empat BUMN yang bergerak di bidang industri pupuk dan petrokimia, yaitu :
1. 2. 3. 4.

PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur. PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat. PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur . PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe,Nangroe Aceh Darussalam.

Informasi Produksi PT Pusri (Persero) 2007-2008 Kapasitas Produksi

Aktual Produksi
2007 2008

Produk

PT Pupuk Sriwidjaja (Unit Usaha) Amoniak Urea PT Petrokimia Gresik Amoniak 445.500 362.258 378.366 1.499.000 2.262.000 1.381.150 2.020.760 1.301.990 1.950.130

Urea

462.000

381.845

413.850

PT Pupuk Kujang Amoniak Urea 713.000 1.156.000 548.367 874.104 653.475 1.045.228

PT Pupuk Kalimantan Timur Amoniak Urea 1.848.000 2.980.000 1.623.803 2.344.719 1.675.787 2.552.012

PT Pupuk Iskandar Muda Amoniak 762.000 154.616 160.368

Urea

1.170.000

244.428

251.892

Jumlah produksi PT.Pusri di indonesia


Ikhtisar Produksi Pupuk dan Non Pupuk (Ton) PT Pusri (Persero) Periode 2005-2009 Produk PUPUK Non pupuk Amonia Asam Sulfat Asam Phospat Cement Retarder Aluminium Flouride Lain-Lain 4.012.421 492.308 204.534 441.384 7.194 132.668 3.984.246 517.165 186.304 441.591 6.267 125.081 4.070.194 492.544 194.456 404.002 7.681 125.260 4.169.987 567.733 190.188 480.769 7.012 152.461 4.569.119 510.442 183.705 469.949 6.601 178.771 2005 7.656.582 2006 7.444.927 2007 7.944.649 2008 2009 8.598.846 10.508.273

Pohon industri

Proses Pembuatan Urea


Bahan baku : Gas CO2 dan Liquid NH3 yang di supply dari Pabrik Amoniak Proses pembuata Urea di bagi menjadi 6 Unit yaitu :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sintesa Unit Purifikasi Unit Kristaliser Unit Prilling Unit Recovery Unit Proses Kondensat Treatment Unit

1. Sintesa Unit Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik Urea, untuk mensintesa dengan mereaksikan Liquid NH3 dan gas CO2 didalam Urea Reaktor dan kedalam reaktor ini dimasukkan juga larutan Recycle karbamat yang berasal dari bagian Recovery. Tekanan operasi disintesa adalah 175 Kg/Cm2 G. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi untuk dipisahkan Ammonium Karbamat dan kelebihan amonianya setelah dilakukan Stripping oleh CO2.

2. Purifikasi Unit Amonium Karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan Ammonia di Unit Sintesa diuraikan dan dipisahkan dengan cara penurunan tekanan dan pemanasan dengan 2 step penurunan tekanan, yaitu pada 17 Kg/Cm2 G. dan 22,2 Kg/Cm2 G. Hasil peruraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirim kebagian recovery, sedangkan larutan Ureanya dikirim ke bagian Kristaliser.

3. Kristaliser Unit Larutan Urea dari unit Purifikasi dikristalkan di bagian ini secara vacum, kemudian kristal Ureanya dipisahkan di Centrifuge. Panas yang di perlukan untuk menguapkan air diambil dari panas Sensibel Larutan Urea, maupun panas kristalisasi Urea dan panas yang diambil dari sirkulasi Urea Slurry ke HP Absorber dari Recovery.

4. Prilling Unit Kristal Urea keluaran Centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8 % berat dengan udara panas, kemudian dikirimkan kebagian atas prilling tower untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke distaributor, dan dari distributor dijatuhkan kebawah sambil didinginkan oleh udara dari bawah dan menghasilkan produk Urea butiran (prill). Produk Urea dikirim ke Bulk Storage dengan Belt Conveyor.

5. Recovery Unit Gas Ammonia dan Gas CO2 yang dipisahkan dibagian Purifikasi diambil kembali dengan 2 Step absorbasi dengan menggunakan Mother Liquor sebagai absorben, kemudian direcycle kembali ke bagian Sintesa.

6. Proses Kondensat Treatment Unit Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian Kristalliser didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil Urea, NH3 dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan di Strpper dan Hydroliser. Gas CO2 dan gas NH3 nya dikirim kembali ke bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya dikirim ke Utilitas.

Kwalitas Urea yang dihasilkan :

Nitrogen Air

46,2 % berat (minimum) 0,3 % berat (minimum)

Biuret
Besi NH3 bebas Abu

0,5 % berat (minimum)


1 ppm berat (maksimum) 150 ppm berat (maksimum) 15 ppm berat (maksimum)

AMDAL PT PUSRI paham betul dampak proses sebuah perusahaan petrokimia yang memproduksi urea terhadap lingkungan. Sehingga, PT.Pusri mengelolah limbah pabrik dengan: pengurangan limbah dari sumber, daur ulang, pengambilan dan pemanfaatan kembali secara berkelanjutan menuju produksi bersih.

Untuk mewujudkannya PT.Pusri menciptakan alat seperti: Scrubber Purge Gas Recovery Unit ( PGRU ) Unit Biological Pond Oil Skimmer Oil Separator Sludge Removal Facilities Hydrolizer - Stripper

Hydrolizer - Stripper

peralatan untuk daur ulang limbah cair yang mengandung Amoniak dan Urea dengan konsentrasi tinggi. Hasil hidrolisa urea dipisahkan dalam Stripper dengan sistem Steam Sripping, keluaran dari Stripper berupa off gas dan treated water. Dengan konsentrasi Urea = nil dan Amoniak , 5 ppm.

Sludge Removal Facilities

Sludge Removal Facilities adalah peralatan yang berfungsi sebagai pemisah dan pengolah lumpur yang berasal dari unit kolam biologi.Dan akan menghasilkan padatan lumpur yang mengandung 40 % dray solid.

Oil Separator

Pada tiap-tiap collecting pit dilengkapi dengan unit pemisah minyak yang bekerja secara kontinue dengan kapasitas olahan 20 M3/jam. Pemisahan minyak ini dilakukan untuk menjaga agar konsentrasi minyak yang akan diolah di Hydrolizer Stripper terjaga pada kisaran < 10 ppm.

Oil Skimmer

Pada saluran-saluran kecil didalam pabrik dipasang Oil Skimmer yang berfungsi untuk menangkap minyak, sehingga konsentrasi minyak yang akan diolah di unit biologi sudah rendah.

Unit Biological Pond

Unit Biological Pond, merupakan unit pengolah limbah cair yang mengguna- kan bakteri untuk menurunkan kadar BOD, COD, TSS dan Amoniak. Hasil olahan langsung dialirkan ke Sungai Musi.

Purge Gas Recovery Unit ( PGRU )

PGRU adalah unit pengolah purge gas yang terbuang dari pabrik Amoniak Pusri-II, Pusri-III dan Pusri -IV. Hasil olahan berupa Tail gas digunakan sebagai bahan bakar sedangkan gas H2 dan NH3 dikembalikan ke proses untuk dipakai kembali.

Scrubber

Scrubber unit, merupakan peralatan yang dipasang khusus untuk menanggulangi venting gas yang mengandung Amoniak dari FIC-403 di pabrik Urea bila ada gangguan operasional. Hasil olahan dikumpulkan dalam collecting Pit dan kemudian dikirim ke Unit Hydrolizer Stripper untuk diolah kembali.

Pengolahan sampah oleh PT.PUSRI


PT.Pupuk

Sriwijaya (PT.Pusri) pada hari jadinya yang ke-46 mengoperasikan pabrik percontohan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. pembangunan pabrik tersebut hanya membutuhkan waktu tiga bulan dengan investasi sebesar Rp3 miliar Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 10 ton pupuk organik per hari. Produk yang dihasilkan pabrik, berupa granule dengan ukuran butiran 2-4 mm dan berupa curah atau serbuk.

Pupuk organik ini belum dijual kepada masyarakat, karena produksi masih terbatas sementara hanya digunakan untuk kebutuhan internal , seperti pemupukkan di daerah PT.PUSRI sendiri. Tetapi, setelah sukses membangun pabrik percontohan ini, pihaknya kedepan akan mencoba mengembangkan pabrik pupuk organik di sekitar pemukiman penduduk, sehingga diharapkan bisa mengatasi masalah sampah di Kota Palembang dan Sumsel pada umumnya.

Thank you