Anda di halaman 1dari 292

LAPORAN AKHIR

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS

OPEN SOURCE ILWIS UNTUK MENDUKUNG PENGOlAHAN

DATA PENGINDERAAN JAUH Dl DAERAH {BAPPEDA)

PROGRAM INSENTIF PERCEPATAN DIFUSI DAN PEMANFAATAN IPTEK

Bidang Fokus: Teknologi lnformasi dan Komunikasi

Peneliti Utama: Dr. Katmoko Ari Sambodo

Anggota:

1. Hidayat Gunawan, M.Eng.


2. Drs. Sarno, M.T.
3. lr. Rubini Yusuf, M.Si (menggantikan
Johanes Manalu, M.Si.)
4. M. Priyatna, S.Si, M.Kom.
5. Muhammad Soleh, S.T.
6. Musyarofah, S.Si.
7. Fajar Yulianto, S.Si.
8. Danang, S.Si.
9. lnggit Lolitasari, S.Si.

PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGI


PENGINDERAAN JAUH- LAPAN

Ala mat: Jl. Lapan No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710

Telp. 021-8710786, Fax. 021-8722733


LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN

Judul Penelitian Pengembangan Perangkat luna-k Berbasis Open :,ourcc


ILWIS untuk Mendukung Pengolahan Data Penginderaan
Jauh di Daerah (Bappeda)

Fokus Bidang Penelitian Teknologi lnformasi dan Komunikasi

lokasi Penelitian Jakarta

Keterangan Lembaga Pelaksana/Pengelola Kegiatan

A. l.embaga Pelaksana ICegiatan

Nama Koordinator/Peneliti Utama Or. lr. Katmoko Ari Sambodo, M.Eng

Nama Lembaga/lnstitusi Lembaga Penerbangan dan Antan1csa Nasionat lAPAN

Unit Organisasi Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi


PenginderaaR Jauh (Pusbcmgia)

Ala mat .11. LAPAN No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta limur 13710
Telepon/FaksimilVE-Mail (021) 8710786/ (021) 87717816/ katmoko_ari@yahoo.com

Diterima dan disetujui sebagai laporan akhir pelaksanaan


kegiatan tahun anggaran 2010

Jakarta, 22 Nopember 2010

Kepala Pusat Pengembangan Koordinator Kegiatan


Pemanfaatan dan Teknologi
Penginderaan Jauh
~

~
~ =- ~
lr. Agus Hidayat, J.~ Dr.Ir. Katm~M.Eng.
19580820.198603.1.005 19711027.199103.1.002

1
RINGKASAN

Perangkat lunak (software) merupakan salah satu komponen penting dalam pengolahan

data penginderaan jauh. Saat ini, hampir sebagian besar pengguna-pengguna di Indonesia sangat
bergantung pada software-software berlisensi yang biasanya membutuhkan investasi tinggi,

sehingga memberatkan bagi pengguna. Padahal tidak semua fungsi yang ada di software berlisensi

tersebut mereka perlukan dalam operasional pengolahan datanya.

Penelitian ini mencoba untuk mengkaji kemungkinan pemanfataan dan pengembangan

berbagai software-software open source (khususnya llWIS I Integrated land and Water

Information System) untuk pengolahan data penginderaan jauh dan SIG, melakukan alih bahasa

dan penyiapan dokumentasi I manual pemakaian dalam bahasa Indonesia, mengembangkan

modul-modul penunjang sederhana yang belum terakomodasi dalam software open source

tersebut, dan mengupayakan pemasyarakatan software-software tersebut kepada para


penggunanya khususnya pengguna di daerah (Bappeda).

Berdasarkan hasil kajian dan penelitian selama satu tahun anggaran 2010 ini, dapat

disimpulkanldilaporkan bahwa :

1. Untuk keperluan pengolahan data penginderaan jauh dan SIG menggunakan software open

source dapat dioptimalkan penggunaan kombinasi software llWIS (untuk image processing),

QUANTUM GIS (untuk GIS processing), dan GEOSERVERIMAPSERVER + PostGIS (untuk database
spasial dan Web GIS). Software-software tersebut dapat berjalan baik dengan menggunakan

spesifikasi komputer maupun laptop yang saat ini banyak beredar di pasaran (memori minimal

1 GB, CPU Clock Speed minimal 2 GHz, HD free space minimallO GB, dan OS Windows).

2. Telah disusun dokumentasi/manual pengolahan data berbahasa baik untuk llWIS, QUANTUM

GIS, GEOSERVERIMAPSERVER telah selesai disusun yang mencakup fungsi-fungsi dasar (basic

processing) dan fungsi-fungsi lanjut.

3. Untuk menutupi fungsi-fungsi dasar yang belum terakomodasi, namun secara riil dibutuhkan
dalam operasionalnya di lapangan (khususnya di LAPAN), juga telah dikembangkan modul-

modul penunjang, diantaranya operasi/penghitungan indeks vegetasi, kroping citra

menggunakan area poligon, landsat Gapfill, importlkonversi dan geocoding data ALOS,

konversi siml:iolisasi data vektor QUANTUM GIS ke SLD (Styled Layer Description).

2
4. Sosialisasi dan pelatihan/training singkat telah dilakukan antara lain untuk Pemda Kab.
Sampang, Pemda Kab. Purworejo, Jurusan Pendidikan Geografi dan Fisika, Universitas Negeri
Yogyakarta, dan untuk para peneliti/perekayasa di LAPAN.
5. Dari hasil sosialisasi/training tersebut didapatkan masukan (feedback) dari para pengguna,
diantaranya :
a. Software-software open source tersebut bersifat sating melengkapi dan telah
mencukupi kebutuhan di tingkat pemerintah daerah

b. Materi pengolahan citra dengan llWIS dan SIG dengan Quantum GIS pada

dasarnya cukup mudah untuk diserap. Namun khususnya untuk materi database
spasial dan Web-GIS, perlu adanya pemilihan peserta mengingat materi ini
membutuhkan pengetahuan pemrograman komputer

c. Perlu terus adanya pendampingan dari LAPAN dalam rangka penerapan software
tersebut maupun dalam peningkatan/update kemampuannya di masa mendatang.

3
PRAKATA

Puji syukur saya panjatkan kepada Ailah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat
menyelesaikan laporan Akhir Kegiatan Penelitian Program lnsentif Riset Dikti 2010 dengan judul
"Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis Open Source ILWIS untuk Mendukung Pengolahan Data

Penginderaan Jauh di Daerah (BAPPEDA)" ini. Kami menyadari bahwa, tanpa bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak, dari masa pengajuan proposal, kegiatan penelitian, sampai pada

penyusunan laporan ini, sangatlah sulit bagi kami untuk menyelesaikan kegiatan penelitian ini. Oleh

karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:

(1) Bapak lr. Nur Hidayat, Dipl.lng, selaku Deputi Penginderaan Jauh LAPAN yang telah

menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan kami dalam kegiatan penelltian
ini;

(2) Bapak lr. Agus Hidayat, M.Sc, selaku Kepala Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi
Penginderaan Jauh LAPAN yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk
mengarahkan kami dalam kegiatan penelitian ini;
(3} Bapak Dr. lr. Dony Kushardono, M.Eng, selaku Kepala Bidang Pengembangan Teknologi

Penginderaan Jauh LAPAN yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pil<iran untuk
mengarahkan kami dalam kegiatan penelitian ini;

(4) Para Nara Sumber yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengevaluasi hasil-hasil
kegiatan penelitian ini;
(S) Bapak dan lbu anggota tim kegiatan penelitian yang telah melaksanakan kegiatan penelitian ini;

(6} Bapak dan lbu tim administrasi yang telah banyak membantu dalam kegiatan keadministrasian
penelitian ini.

Akhir kata, kami berharap Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang

telah membantu. Semoga kegiatan penelitian ini membawa manfaat bagi perkembangan teknologi
dan aplikasi penginderaan jauh di Indonesia.

Jakarta, Nopember 2010

Tim Penelitian

4
DAFTAR lSI

LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN 1

RINGKASAN 2

PRAKATA 4

DAFTAR lSI 5

DAFTAR TABEL 6

DAFTAR GAMBAR 7

BASI PENDAHULUAN 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10

BAB Ill TUJUAN DAN MANFAAT PENEUTIAN 13

3.1 TUJUAN PENELITIAN 13

3.2 MANFAAT PENELITIAN 13

BAB IV METODOLOGI PENEUTIAN 15

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 17

5.1 HASIL PENEUTIAN 17

5.2 PEMBAHASAN 32

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 35

6.1 KESIMPULAN 35

6.2 SARAN 36

,.....-...,. DAFTAR PUSTAKA 37

DAFTAR LAMPIRAN 38

5
DAFTAR TABEL

Tabel4.1. Metode pemrograman yang diterapkan dalam penambahan

modul penunjang. 16

TabeiS.l Ringkasan hasil komparasi beberapa software open source untuk

pengolahan data 'J)enginderaan jauh dan sistem informasi geografis 21

Tabel5.2. Daftar pembuatan dokumentasi I manual berbahasa Indonesia 24

Tabel5.3. Daftar modul tambahan yang dikembangkan 27

Tabel5.4. Daftar kegiatan sosialisasi/training penggunaan software open source

untuk pengolahan data penginderaan jauh dan SIG 30

6
DAFTAR GAM BAR

Gambar 2.1. Gambaran global blok pemrosesan data penginderaan jauh dan

SIG beserta softwarenya di LAPAN 11

Gambar 5.1. Contoh hasil pengolahan dari modul-modul yang dikembangkan 28

Gam bar 5.2. Foto dokumentasi kegiatan sosialisasi/training penggunaan software

open source untuk pengolahan data penginderaan jauh dan SIG 31

7
BABI

PENDAHULUAN

Dalam beberapa dekade terakhir ini, teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi

geografis (SIG) telah dirasakan manfaatnya di berbagai bidang seperti bidang hankam, monitoring

dan pengelolaan sumber daya alam ~darat maupun laut), tata ruang, pemetaan bahaya/bencana

alam, dan lain-lain. Untuk menghasilkan berbagai informasi spasial (peta tematik) dengan kualitas
yang tinggi yang diturunkan dari data/citra penginderaan jauh tersebut diperlukan : 1) hardware

(perangkat keras); 2) software (perangkat lunak); 3) sumber daya manusia. Khususnya terkait

dengan software, hampir sebagian besar pengguna-pengguna di Indonesia sangat bergantung pada

software-software berlisensi yang biasanya memerlukan biaya yang sangat tinggi baik di awal

investasinya maupun dalam pemeliharaan selanjutnya. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi

pengguna-pengguna seperti misalnya pengguna di Pemerintah Daerah, di lingkungan akademisi


dan peneliti. Padahal tidak semua fungsi yang ada di software berlisensi tersebut mereka perlukan

dalam pengolahan datanya. Sebagian besar dari mereka hanya menggunakan fungsi-fungsi
pengolahan data sederhana saja, sehingga seringkali percuma saja mereka membeli mahal namun

tidak optimal pemakaiannya. Lebih jauh, pada software berlisensi kode programnya bersifat

tertutup, sehingga algoritma yang dipergunakannya pun tidak transparan yang sering berimplikasi

pula pada validitas hasil-hasil pengolahan yang didapatkan. Hal ini pulalah yang sedikit banyak

menjadi kendala bagi penelitian dan inovasi-inovasi baru di bidang penginderaan jauh di Indonesia.

Di lain pihak, terdapat beberapa organisasi maupun kelompok pengguna di dunia yang
berinisiatif mengembangkan berbagai software open source untuk keperluan pengolahan data
penginderaan jauh ini. Salah satunya yang memiliki fungsi dan kegunaan yang cukup memadai

adalah software open source ILWIS (Integrated Land and Water Information System). Berbeda

dengan software berlisensi, software open source ini dapat diperoleh dan didistribusikan secara
bebas, dan kode pemrogramannya bersifat terbuka sehingga algoritma yang ada dapat dipelajari

dan dikemhangkan lebih lanjut. Namun demikian, sayangnya di Indonesia pemakaian software-
software tersebut belum berkembang diantaranya disebabkan oleh: 1) Permasalahan SDM yang

8
sudah terbiasa dengan software berlisensi dan sulit I kurang memahami software open source; 2)

Keragu-raguan tentang adanya software open source yang dapat menjawab sekaligus semua

kebutuhan pengguna dalam mengolah data penginderaan jauh serta kompatibilitasnya dengan

software berlisensi; 3) Kurang interaktif dalam hal user interfacenya (GUI) yang sebagian besar
masih berbasis command line; 4) Tidak I kurang tP.rsedianya support dari pengembang apabila
ditemui masalah (bug) pada waktu pemakaiannya; 5) Tidak I kurang tersedianya manual,
informasi, dan support lainnya dalam bahasa Indonesia; 6) Kurangnya sosialisasi pemakaian
software-software open source terlebih lagi yang terkait dengan pengolahan data penginderaan
jauh.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, penelitian ini mencoba untuk mengkaji kemungkinan

pemanfataan dan pengembangan berbagai software open source untuk pengolahan data
penginderaan jauh dan SIG, melakukan alih bahasa dan penyiapan dokumentasi I manual
pemakaian dalam bahasa Indonesia, dan mengupayakan pemasyarakatan software-software
tersebut kepada para penggunanya. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah khususnya
Kementrian Negara Ristek dan Teknologi dan Kementrian Negara Komunikasi dan lnformasi yang
dalam beberapa tahun terakhir ini berupaya menggalakkan pemakaian software-software open

source baik di lingkungan instansi pemerintah, akademisi, maupun masyarakat pengguna lainnya

secara umum.

9
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem lnformasi Geografis (Geographic Information System) adalah sistem informasi

khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam

arti yang lebih sempit adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun,

menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang

diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Salah satu sumber data yang sangat

penting bagi SIG adalah data/citra penginderaan jauh. Oari data penginderaan jauh tersebut perlu

- diolah dan dianalisa lebih lanjut sehingga didapatkan berbagai informasi turunan yang sangat

bermanfaat di berbagai bidang.

Berdasarkan kajian/pengalaman operasional di LAPAN, secara garis besar alur pengolahan

data penginderaan jauh dan SIG tersebut ditunjukkan pada Gambar 2.1. Pertama-tama dilakukan

tahap pengolahan citra (image processing) terhadap data penginderaan jauh dalam berbagai
format, seperti penajaman citra, koreksi geometrik dan radiometrik, penggabungan citra, ektraksi

fitur/informasi, klasifikasi, dan lain-lain. Pada tahap berikutnya dilakukan pemrosesan SIG (GIS
processing) seperti dilakukannya editing unsur titik (point), garis (line), dan poligon (polygon),

analisa-analisa sesuai kebutuhan baik analisa spasial maupun non-spasial, dan proses layout peta.

Pada tahap lanjutan, data-data tersebut kemudian diorganisasikan dalam suatu basis data spasial

dan apabila perlu didistribusikan secara luas melaui internet (Web GIS) agar dapat dimanfaatkan

secara luas. Selama ini, sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan dengan menggunakan
software berlisensi. Hal ini tentu sangat memberatkan, terutama bagi para pengguna yang

sebetulnya hanya memerlukan fungsi-fungsi sederhana yang dibutuhkan untuk pengolahan data

pada masing-masing tahapan tersebut.

Software open source ILWIS (Integrated Land and Water Information System) telah cukup
dikenal sebagai software pengolahan data penginderaan jauh dan SIG yang tak berbayar. Software

ini dibangun oleh International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (lTC), Enschede,

10
SOFlWAI\E SOFlWARE
BERltSENSI OPEN SOURCE

SOFTWARE
DATABASE
SPASIALDAN
WEB·GIS

Gambar 2.1. Gamba ran global blok pemrosesan data penginderaan jauh dan

SIG beserta softwarenya di LAPAN.

Belanda, dengan kemampuan pengolahan raster pada citra satelit penginderaan jauh, pengolahan
vektor untuk membuat peta vektor dan pemodelan spasial yang tak terhitung. ILWIS mempunyai

fasilitas untuk menginput, mengatur, menganalisa dan merepresentasikan data geografi. Dari data

tersebut dapat dihasilkan informasi pola dan proses spasial maupun temporal pada permukaan
bumi. ILWIS mampu mengintegrasikan antara citra, vektor dan data tematik dalam satu kesatuan
sistem pengolahan data yang unik dan dapat diandalkan. ILWIS menyediakan beragam fitur
pengolahan data seperti impor/ekspor data, digitasi citra, edit citra, analisis data dan menampilkan

citra dan mampu memproduksi peta citra dengan kualitas yang baik.

Walaupun telah cukup dikenal secara luas, namun perlu dilakukan kajian secara mendalam
apakah software ILWIS tersebut mampu menjawab segala kebutuhan yang diperlukan dalam
tahapan-tahapan pengolahan data seperti pada Gambar 2.1. Selanjutnya perlu dikaji apakah

pengoperasian software tersebut dapat dilakukan dengan mudah oleh pengguna biasa (tanpa
11
memerlukan ketrampilan/pengetahuan yang tinggi). Selain tentunya kualitas h:~sil pengolahan
data, kemudahan penggunaan software juga menjadi kunci penting bagi pintu masuk untuk para

pengguna baru dan kontinyuitas pemakaiannya di masa-masa selanjutnya. Berdasarkan hal

tersebut, selain ILWIS, penelitian ini mencoba mengkaji pula software-software open source yang

Jainnya yang sekiranya dapat menjadi komplementer bagi software ILWIS tersebut.

12
BABIII

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

3.1 TUJUAN PENEUTIAN

Tujuan utama dari penelitian ini adalah :

1) Mengkaji dan menginventarisasi beberapa software open source yang berpotensi untuk

dipergunakan dalam pengolahan data penginderaan jauh dan SIG (Terutama berfokus pada

software open source ILWIS).

2) Mengintegrasikan software-software tersebut ke dalam suatu sistem desktop komputer

dan melakukan alih bahasa ke bahasa Indonesia baik dalam menu-menunya maupun

dokumentasi I manual pemakaiannya.

3) Mengembangkan modul-modul penunjang sederhana yang belum terakomodasi dalam

software-software open source (ILWIS) yang ada saat ini (misal : pembacaan I konversi
format data tertentu baik data optis maupun SAR, modul pengolahan citra tambahan,

konektivitas dengan database spasial atau sistem Web GIS).

4) Melakukan kegiatan sosialisasi hasil-hasil yang didapat tersebut baik secara internal untuk
pengguna LAPAN maupun eksternal untuk pengguna di luar LAPAN (terutama pengguna di

Pemda, peneliti di lain instansi, pelajar/mahasiswa)

4.1 MANFAAT PENEUTIAN

Manfaat utama dari penelitian ini adalah didapatkannya suatu model sistem aplikasi desktop
komputer yang berisi software open source pengolahan data penginderaan jauh dan SIG

{khususnya ILWIS) beserta dokumentasi/manual pemakaiannya yang selanjutnya dapat


dipergunakan oleh beberapa pengguna potensial, diantaranya :

13
• Pengguna internal LAPAN :

c Peneliti dan perekayasa terkait dengan pengolahan data penginderaan jauh dan

SIG

• Pengguna di luar LAPAN :

c Pegawai I operator terkait pengolahan data penginderaan jauh dan SIG di berbagai

pemerintah daerah (Bappeda) dan instansi pusat.

c Peneliti dan perekayasa pada bagian litbang di instansi-instansi lain (UPI, BPPT,

Bakosurtanal, Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, BNPB) yang


tugasnya terkait erat dengan pengolahan data penginderaan jauh dan SIG.

c lingkungan akademisi (pelajar/mahasiswa, guru/dosen)

c LSM dan masyarakat luas lainnya

14
BABIV

METODOLOGI PENELITIAN

Kegiatan penelitian ini akan dilakukan dalam 8 (delapan) tahapan besar sebagai berikut:

1. Studi Pustaka.

2. lnventarisasi dan komparasi berbagai software open source yang ada di dunia khususnya

terkait pengolahan data penginderaan jauh dan SIG.

3. Ujicoba berbagai software open source yang ada (khususnya ILWIS) untuk menganal!sa

kemampuan dan kekurangannya ke dalam suatu sistem desktop komputer (baik untuk

sistem operasi Windows maupun Linux).

4. Pengalihbahasaan menu-menu yang ada dan panduan pemakaiannya (Help) ke dalam

bahasa Indonesia.

5. Pengembangan modul-modul penunjang sederhana yang belum terakomodasi dalam

software open source (ILWIS) yang ada tersebut. Penentuan modul-modul tambahan

tersebut terutama dikaji berdasarkan keperluan nyata yang biasanya diperlukan oleh

petugas/operator pengolah data yang selama ini dilakukan di internal LAPAN. Sedangkan
metode pemrograman yang akan diterapkan untuk keperluan tersebut dirangkum pada

Tabell.

6. Penyiapan modul-modul pelatihan dalam bahasa Indonesia.

7. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi I pelatihan ke internal LAPAN dan pengguna di luar LAPAN
lainnya (terutama pengguna di Pemda, peneliti di lain instansi, pelajar/mahasiswa).

8. Evaluasi hasil-hasil kegiatan.

15
Tabel4.1. Metode pemrograman yang diterapkan dalam penambahan modul penunjang.

No Metode Pemrograman Penjelasan Contoh I

1 SCRIPT (ISL: ILWIS Membuat script berupa rangkaian - Penghitungan NOVI,


Script language) command, calculations, dcm SST.
expressions yang telah disediakan
oleh ILWIS untuk melakukan - Penambahan menu
cropping dengan area
pemrosesan batch tertentu.
polygon

2 Penambahan function Membuat function baru yang betum - Speckle Filtering (untuk
baru di ILWIS terdefinisikan di llWlS (ILWIS pre- dataSAR)
programmed functions yang
berjumlah setftar 50 functions} - Pembacaan format data
tertentu (misal ALO$-
PALSAR)

3 Penambahan modul Menambahkan mod~ baru dengan - landsat Gap fill


dengan bahasa memprogram sendi.ri, menggunabn
pemrograman lain library yang telah ada (C++, IOL),
- lntegrasi dengan library
Quantum GIS, GOAL, dll
(C++, IOL, ODE) atau mengintegrasikan dengan
untuk melakukan
moduf/software open source yang
analisa spasiat, konversi
telah ada secara timbal balik (DOE:
ke Styled layer
Dynamic Data Exchange)
Descriptor, dll. .

16
BABV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENEUTIAN

Berikut hasil-hasil yang telah didapatkan yang disampaikan menurut masing-masing poin

tujuan pada Bab Ill.

4.1.1 Hasil terkait tujuan 1 (Kajian dan inventarisasi beberapa software open source terkalt

pengolahan data penginderaan jauh dan SIG)

Pada tahap permulaan telah dilakukan kajian secara mendalam fungsi-fungsi pengolahan

data penginderaan jauh dan SIG yang secara nyata dibutuhkan terutama melalui diskusi dan tanya

jawab diantaranya dengan :

o Para peserta bimbingan teknis yang berasala dari pemerintah daerah (Bappeda),

diantaranya dari Pemda Kab. Sampang, Jawa Timur, Pemda Kab. Purworejo, Jawa

Tengah, dan beberapa peserta dari pemda lainnya (melalui kegiatan bimbingan teknis

yang dilakukan oleh Pusdata-LAPAN)

o Beberapa peneliti/perekayasa/instruktur yang banyak terlibat dalam berbagai


pelatihan di lingkungan LAPAN.

Dari hasil diskusi dan tanya jawab tersebut, dapat diringkaskan secara garis besar bahwa
mereka membutuhkan hal-hal seperti berikut ini :

o Tersusunnya berbagai informasi spasial daerah berbagai sektor/bidang yang mampu

memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan daerah yang terintegrasi

17
o Sistem tersebut mudah pembuatannya dan operasionalnya, namun sedapat mungkin

dengan sumber daya manusia dan biaya yang tidak terlalu besar.

o Sistem tersebut disajikan secara interaktif, dinamis, dan dapat diakses baik di

lingkungan internal pemda maupun masyarakat luas (pengguna Internet).

Apabila dijabarkan secara lebih lanjut, untuk membangun sistem tersebut diperlukan suatu

perangkat lunak untuk keperluan pengolahan data penginderaan jauh dan SIG yang secara minimal

musti memenuhi beberapa fungsi berikut :

a. Oapat membuka beberapa format data satelit dan data GIS yang umum dipakai

{seperti format GeoTIFF, SHP, HOF).

b. Mampu melakukan pengolahan citra digital dasar seperti untuk keperluan koreksi

geometrik dan radiometrik, penajaman citra, penggabungan citra, klasifikasi objek.

c. Oapat melakukan proses pengeditan data-data SIG dan proses-proses analisa SIG

sederhana.

d. Oapat melakukan proses layout peta untuk menghasilkan berbagai jenis peta
sesuai dengan kaidah kartografi.

e. Kompatibilitas output hasil pengolahannya dengan software pengolahan yang lain


{termasuk software yang berlisensi).

f. Konektivitas dengan database spasial sederhana atau sistem Web GIS terutama
yang berbasis open source.

g. Kemudahan penggunaan terutama terkait dengan user interface {GUI}. Apabila

dimungkinkan dilakukan pengalih bahasaan atas menu-menu yang tersedia ke


dalam Bahasa Indonesia.

18
Pada tahap selanjutnya dilakukan pencarian informasi (terutama melalui Internet)

mengenai ketersediaan software-software open source yang ada. Meskipun terdapat beberapa
software yang telah dikembangkan dc:m tersedla di Internet berrlasarkan kajian dan diskusi yang

mendalam hanya terdapat beberapa software yang berpotensi dapat menjawab kebutuhan-

kebutuhan di atas. Software-software tersebut diantaranya adalah :

a) llWIS (Integrated Land and Water Information System)

Software open source untuk penginderaan jauh dan SIG yang mengintegrasikan

raster/citra, vektor dan data tematik dalam suatu paket desktop komputer. Oilengkapi

berbagai fungsi untuk image processing, spatial analysis, dan lain-lain. Oikembangkan

oleh ITC-Belanda, dapat diakses di ilwis.org atau S2north.org

b) GRASS (Geographic Resources Analysis Support System)

Software open source untuk penginderaan jauh dan SIG yang mengintegrasikan
raster/citra, vektor dan data tematik dalam suatu paket desktop komputer. Oilengkapi

dengan berbagai fungsi untuk geospatial data management and analysis, image
processing, graphics/maps production, spatial modeling, dan visualization.
Oikembangkan di bawah proyek Open source Geospatial Foundation (sejak September

2006) dan dapat diakses di grass.itc.it.

c) QUANTUM GIS

Software open source Sistem lnformasi Geografis (SIG) yang memiliki sifat user

friendly, mendukung berbagai format raster/citra, vektor seperti (termasuk ESRI

Shapefile, dan database geospasial (seperti PostGIS). QGIS memberikan kemudahan


bagi pengguna untuk melakukan pencarian (browse) data-data geospasial, melakukan

berbagai analisa spasial, dan melayout peta untuk berbagai keperluan. QGIS juga
mendukung plugs-in untuk melakukan tampilan jejak GPS, konektivitas dengan
database geospasial dan sistem web GIS {seperti GEOSERVER, MAPSERVER).

Dikembangkan oleh QGIS Development Team, dapat diakses di qgis.org.

d) GEOSERVER

19
Software open source berbasis Java untuk mendisplay (view) dan mengedit data-data

geospasial yang mengikuti open standards yang ditetapkan oleh OGC (Open Geospatial

Consorsium) diantaranya standard WMS (Web Map Service), WFS (Web Feature

Service) dan WCS (Web Coverage Service). Memiliki fleksibilitas tinggi dalam penyajian

peta dan sharing data melalui teknologi web termasuk integrasinya dengan database
spasial seperti PostGIS. Dikembangkan oleh OpenGeo, GeoSolutions, dan Refractions

Research dan dapat diakses di geoserver.org.

e) MAPSERVER

Software open source berbasis program CGI dan Mapscript untuk mempublikasikan
data-data geospasial dan aplikasi peta interaktif melalui media web. Memiliki

fleksibilitas tinggi dalam penyajian peta dan sharing data melalui teknologi web

termasuk integrasinya dengan database spasial seperti PostGIS. Dikembangkan

pertama-tama oleh University of Minnesota pada pertengahan 1990 dengan support


dari NASA dan dapat diakses di mapserver.org {dimanage oleh MapServer Project

Steering Committee yang didukung OSGeo).

Selanjutnya dilakukan ujicoba dan komparasi terhadap software-software tersebut, dan


hasilnya dirangkum pada label 5.1. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa kombinasi software-
software berikut dapat memenuhi fungsi-fungsi yang telah dijelaskan di atas:

a. ILWIS, terutama untuk pengolahan data citra satelitnya (image processing, seperti :

import/export, komposit warna citra, penajaman, koreksi geometrik, subset dan


mosaic, klasifikasi digital )

b. QUANTUM GIS, terutama untuk pengolahan data vektor (G/5 processing, seperti

digitasi unsur titik, garis, poligon, editing table, anali$a spasial/kueri, layout peta)

c. GEOSERVER atau MAPSERVER + PostGIS, terutama fungsi manajemen data dan


konektivitas dengan database spasial maupun distribusi informasinya melalui teknologi
web

20
) ) ) ) ) ) ) ) ) ( ) ) ) ) ) ) ) )

Tabel 5.1 Ringkasan hasil komparasi beberapa software open source untuk pengolahan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis
(0 : fungsinya sangat memadai i ll: fungsinya kurang memadal/kurang user friendly i X: tldak tersedla fungsl tersebut)

KATEGORI FUNGSI NAMA SOFTWARE OPEN SOURCE kETERANGAN


PENGOLAHAN
ILWIS GRASS QUANTUM GIS GEOSERVER MAPSERVER

PENGOLAHAN Membuka format data satelit 0 0 0 0 0


CITRA INDERAJA yang umum dipakai (format
(IMAGE GeoTIFF)
PROCESSING)
Membuka format data CEOS X X ll X X Perlu konverter ke
(seperti ALOS) format GeoTIFF
N
...... Melakukan koreksl geometrlk X
0 0 X X
Membuat citra komposlt 0 0 X X X
warna, penajaman citra
(stretching, filtering, dll)

Subset citra dan mosaik citra 0 0 X X X


Subset citra dengan pollgon X X X X X Batas administrator

Klasiflkasi digital 0 0 X X X
Fungsl pengolahan citra lanjut 0 ll X X X
(operasi multlband,
pengolahan dengan OEM, 30,
pan-sharp, feature extraction,
dll)
.
\ ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) )

Tabel 5.1 (lanjutan) Ringkasan hasil komparasi beberapa software open source untuk pengolahan data penginderaan jauh dan sistem informasi
geografis. (0 : fungsinya sangat memadal; A: fungslnya kurang memadai/kurang user friendly; X: tldak tersedla fungsl tersebut)

KATEGORI FUNGSI NAMA SOFTWARE OPEN SOURCE KETERANGAN


PENGOLAHAN
ILWIS GRASS QUANTUM GIS GEOSERVER MAPSERV£R
- -·

PENGOLAHAN Membuka format data GIS yang A(*) A 0 0 0 (•) Dlkonversl dulu
DATA SIG (GIS umum dipakai (Shapefile). ke format ILWIS
PROCESSING}
Digitasi dan pengedltan data A(*) A 0 X X
vektor (point, line, polygon).

Ana lisa SIG sederhana I kuerl A A 0 A ll


N
N
Layout peta untuk dlprint 0 0 0 X X

WEB GIS DAN Output berupa Web GIS dlnamls X X X 0 0


KONEKSI
DATABASE Konektivltas dengan database A(*) A(*) 0 0 (•) Maslh belum
0
SPASIAL spasial atau sistem Web GIS fully support.
terutama yang open source.

LAIN-LAIN Kemudahan penggunaan 0 A(*) 0 0 A (•) Sebaglan besar


terutama terkait dengan user menggunakan
interface (GUI}. command line.

Kelengkapan manual dan 0 A 0 A A


kemungklnan pengallh bahasaan
I
menu-menu ke Bahasa Indonesia
' - - - --- - ----- - - - - - - -- - -- ------- I
Berdasarkan serangkaian ujicoba, software-software tersebut dapat berjalan balk dengan

menggunakan spesifikasi komputer maupun laptop yang saat ini banyak beredar di pasaran, yakni

dengan spesifikasi minimal sebagai berikut :

o Memori minimall GB,

o CPU Clock Speed minimal 2 GHz,

o HD free space minimallO GB,

o Operating System Windows XP atau Windows 7 (Windows Vista kurang

direkomendasikan, karena sering dijumpai inkompatibilitas I error ).

4.1.2 Hasil terkait tujuan 2 (Pembuatan manual pernakaian dalam bahasa Indonesia)

Telah dilakukan pembuatan dokumentasi/manual pengolahan data berbahasa Indonesia


yang mencakup software open source llWIS, QUANTUM GIS, GEOSERVER/MAPSERVER baik untuk

fungsi-fungsi dasar (basic processing) maupun fungsi-fungsi lanjut yang secara nyata dibutuhkan
oleh pengguna. Daftar isi dari manual tersebut dirangkum dalam label 5.2, sedangkan manual
lengkapnya disertakan pada bagian lampiran.

23
Tabel 5.2. Daftar pembuatan dokumentasi I manual berbahasa Indonesia

NO NAMA MANUAL DAFTARl51

1 MANUAL BABt PEHGANTAR PENGtNDERAAN JAUH


PENGGUNAAN · BABII tNTROOUKSt DAN KONSEP lfTAMA tlWIS
SOFTWARE OPEN 2.llnformasi Umum SoftwaJre OS llWIS
SOURCE ILWIS UNTUK 2.2 Struktur Data Spasial pada llWtS
PENGOI.AHAN OTRA 2.3 Sistem filSng dan Unkfng pada ObJect ltWtS
SATEUT BABIII INSTAlASI ttWIS DAN PENGENALA.Ni lNTERfAC£
PENGINDERAAN JAUH PENGGUNAHYA
3.1 Download dan fnstatasi llWtS
(Manual Lengkap flhat 3.2 Mocftfitasi ModulllWI5 Berbahasa Indonesia
l.ampiran 1) 33 Dasar-dasac Interface Pengguna
BABIV PENGOI.AHAH DATA rnRA SATEUT
PENGINDERAAN JAUH
4.1 Membulca {lmpor-Elcspor} dan Menampt1kan
Data Citra Penginderaan Jauh
4.2 Korelcsi Geometrik Data (Geo-rtiferendng)
4.3 Membuat Subset Otra (Image subset)
4.4 Membuat Mosaik Om:(Image Mosoicki119)
4.6 Klasifilcasi Digital Data Citra
(Image CIDssifirotion)
BABV DIGITASI DAN EDtiliNG DATA VEKTOR
5.1 Mendigjtasi Unsur litilc (Point)
5.2 Mendigitasi, Unsur Garis (Une)
5.3 Mendigi.t asi Unsur Ali"ea (Polygon)
5.4 Mengedit Tabel/ Atribut
BABVt lAYOUT PETA
BABVfl IMPORT DATA DAN PfNGOlAHAN DATA OIRA
RESOlUSI TINGGI
7.1 Citra QUICKBIRD
7.2 Otra AlOS
BAB VIII PEMANFAATAN ILWIS UNTUK APUKASI
HIDROLOGI
BAB·IX PROSEOUR PENYUSUNAN FORMULA SCRIPT-fUNCT10N
PADA SOFTWARE llWIS
BABX PEMANFAATAN PROGRAM LANDSAT GAPflll UNTUK
MEN.GATASI PERMASALAHAN DATA lANDSAT-7 SlC OFF

24
label 5.2 (lanjutan) . Daftar pembuatan dokumentasi I manual berbahasa Indonesia

NO NAMA MANUAl DAfTARISI

2 MANUAL PENGGUNAAN BAS I lNTRODUKSI QUANTUM GIS


SOFTWARE OPEN BABfl INSTALASI QUANTUM GlS DAN PENGENALAN
SOURCE QUANTUM GIS MENu-MENUNYA
UNTUK MEM.BANGUN 2.1 Download dan !nstaliasi QUANTUM GIS
APUKASI SISTEM 2.1 Pengenalan Menu-Menu QUANTUM GIS

INFORMASI GEOGRAAS BABfll DtGITASI DARt DATA CITRA SATHIT


PENGINDERAAN JAUH
(Manual Lengkap lihat 3 •.1 Membub Data Gtra Pengmdetaan Jauh
Lampiran 2) 3.2 Mendigitasi Unsur Titik (Point)
3.3 Mendigitasi Unsur Garis (Line)
3.4 Mendigitasi Unsur Asea (Polygon}
'
35 Mengedft: Tabet I Atribut
· BAB IV ANAUSA SPASIAI./ KUERI
4.1 Buffer Area
4.2 Intersection Area
43 Union Area
BABV MEMBUAT LAYOUT PETA
' 5.1 Menambah Mop

'
5.2 Menambah Label
I 5.3 Menambah Arrow
5.4 Menambah Scale Bar
I 55 Menambah Legend
' 5.6 Menambah Atrribute Table

'
5.7 Menambah Grid
5.8 Mengeksport sebagai Otra
'
BABVI MODUl GPS TOOLS
6.1load GPX fde

6.2 Import other file

6.3 Down load from GPS

6.4 Upl'o ad to GPS

6.5 GPX ConversiolilS


BAB VII MENGGUNAI<AN DAN MENAMBAH BERBAGAI
PlUGIN DAI:AM QUANTUM GIS
7.1 Daftar P1ugin Dasar yang Te~ah Disedia ka n

7.2 Menambah Plugin Baru

25
Tabel 5.2 (lanjutan) . Daftar pembuatan dokumentasi I manual berbahasa Indonesia

NO NAMA MANUAL DAFTARISI

3. MANUAl BASI INTROOUKSI GEOSERVER


PENGGUNAAN BABit INSTALASI GEOSERVER DAN SOFTWARE PENDUKUNG
SOFtWARE OPEN 2.1 Download dan rmstafasi Java Runtime Environment (JRE)
SOURCE GEOSERVER U Download dan lmstalasi GEOSERVER
DAN MAPSERVER 2.3 Downfoad dan tnstafasi Googie Earth

UNlUK PEMBUATAN BABin INP".JT DATA VEKTOR DAN KONHGURASINYA

SISTEM INFORMASI 3.1 Peoyiapan/copy data ke folder 'data_d'ir/data'

GEOGRAAS 3.2 Membuat woricspace

BERBASIS WEB 3.3 Membuat store


3.4 Menambah layer
(Manual Lengkap 3.6 Mefihat hasilnya di Web Browser dan Google Earth
lihat Lampiran 3) 3.5 Menghias I styfmg layer sederhana
BABN INPUT DATA RASTER DAN KONHGURASfNYA
BABV PENGHOMPOKKAH LAYER (LAYER GROUPING)
BABVI KMl STYUNG UNTUK MENGHIAS TAMPflAN
PADA GOOGLE EARTH
6.1 Mengubah Judul (Title)
6.2 Mengubah Oesklipsi {Description)
6.3 Menambah Gambar Kecil (Thumbnail)
6.4 Membuat Hyperlink untt:Jk File Lain
. BABVII OPTlMASt GEOSERVfR SEBAGAI PROOUOlON SERVER
BAS VIII AlTERNATIF PENGEMBANGAN WEB-GtS
DENGAN MAPSERVER DANi POSTGIS
8.1 Pengeoalan Mapserver
8.2 Fitur Utama Mapserver
8.3 Arsitektur Aplikasi Mapserver
8.4 Kompcnen Mapserver
8.5 Pengetahuan Dasar Mapserver
8.6 Struktur File Konfigurasi MAP
8 ..7 Kebutuhan Sistem
8.8 lnstalasi Mapserver
8.9MAPFile
8.10 Data Input
8.11 Lebih lanjut dengan MAP File

26
4.1.3 Hasil terkait tujuan 3 (Pengembangan modul penunjang sederhana yang belum
terakomodasi)

Berdasarkan hasil kajian software-software open source yang ada didapatkan kesimpulan

bahwa terdapat beberapa kekurangan-kekurangan terutama yang terkait dengan kebutuhan-

kebutuhan riil di lapangan selama ini. Untuk mengatasinya, penelitian ini mencoba

mengembangkan sendiri modul-modul penunjang sederhana seperti yang dirangkum pada Tabel

5.3. Sedangkan beberapa contoh hasil sementara dari modul-modul yang dikembangkan tersebut

ditunjukkan pada Gambar 5.1. Manual pemakaian modul-modul tersebut disertakan langsung di
dalam manual yang~elah disusun sesuai dengan kegunaan modul tersebut.

Tabel 5.3. Daftar modul tambahan yang dikembangkan

NO FUNGSI MODUl YANG AICAN TEKNIK I BAHASA


DIKEMBANGKAN PEMROGRAMAN

1. Operasi I penghitungan indeks vegetasi Script ILWIS


(NDVI, SAVI, SARVI, EVI)

2. Kroping data cirtra mengguoakan area ~riptllWIS

poligon

3. landsat-TM Gapfill (untuk mengisi data. libray lOt, C, C++


kosong I stripping pada data lS-7}

4. Import data ALOS AVNIR2, PRiSM, ' library ASF (C, C++)
PAlSAR levell.l (beserta geocoding
dan koreksi terrain)

5. Konversi simbolisasi data vektor I XMt based SlD


Quantum GIS ke SLD {Styfed layer
Description) untuk menghias tampilan
point, line, polygon dan atributnya

27
Penyusunan SCript Pemakaian/ EksekusiScript

Contoh Hasll -NDVI


/Output -SAVI
-SARVI
·EVI

a) Contoh pemrograman script ILWIS untuk penghitungan indeks vegetasi

GEOREFERENCED GEOCODED
(Map Projection : UTM, Format GeoTIFF)

TERRAIN
CORRECTION

b) Contoh hasil pembacaan dan geocoding data ALOS

Gambar 5.1 Contoh hasil pengolahan dari modul-modul yang dikembangkan

28
Edltincvektor
denaan QUANTUM GIS

Konversike
scrlptSLD

Contoh Hasll/ Output Untuk menghlru tGmpllan point, II~, poiYf1on dan atrlbutnya

c) Contoh hasil konversi simbolisasi data vektor

Quantum GIS ke SLD (Styled Layer Description)

Gam bar 5.1 (lanjutan) Contoh hasH pengolahan dari modul-modul yang dikembangkan

4.1.4 Hasil terkait tujuan 4 (Sosialisasi I training singkat):

Untuk lebih memasyaratkan pemanfaatan software dan manual penggunaan yang telah
disusun dilakukan beberapa kegiatan sosialisasi dan pelatihan/training singkat seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 5.4. Foto dokumentasi kegiatan sosialisasi/training ini ditunjukkan pada
Gambar 5.2. Selain untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan penggunaan software-
software tersebut, dari kegiatan ini diharapkan pula didapatkan berbagai masukan-masukan

perbaikan (feedback) dari para peserta yang selanjutnya dapat dipergunakan bagi perbaikan-
perbaikan di masa yang akan datang.

Sosialisasi dan pelatihan/training singkat (3 harian) juga dilaksakanan untuk para pengguna
di LAPAN (peneliti/perekayasa terkait). Namun karena keterbatasan dana, pelatihan ini terutama

difokuskan bagi peneliti/perekayasa terkait yang sering menjadi instruktur training bagi pemerintah
daerah. Untuk selanjutnya, selain diharapkan berbagai masukan-masukan perbaikan (feedback)
dari mereka, juga diharapkan mereka dapat menggunakan baik pengetahuan maupun manual-

29
manual yang telah disusun tersebut dalam training-training selanjtltnya yang dilakukan oleh LAPAN

terutama bagi para pengguna dari pemerintah daerah.

Tabel 5.4. Daftar kegiatan sosialisasi/training penggunaan software open source untuk pengolahan
data penginderaan jauh dan SIG

NO NAMA KEGIATAN WAKWOAN PESERTA MATERI KETERANGAN


TEMPAT TERICAIT (PEM81AYAAN/
SORWARE PENGElOt.AAN}
OPEN SOURCE

1. Bimtelc Pengofahan Juni-Juli 2010, 10orang - (lWJS Pusbangia,


Data Penginderaan Jauh Pusbangja - Quantum GIS Pemda
untuk Kab. Sampang Sampang
'
- Geoserver

2. Bimtek Pengolahan 25-29 Oktober I 20orang - Quantum GIS Pusbangja,


Data Penginderaan Jauh 2010. Yogyakarta - Geoserver Pusdata, Pemda
untuk Penyusunan Purworejo,
Database Spasial Kab. Kegiatan RIK-
Purworejo Oiknas ini

3. Sosialisasi Teknologi ' 26 Oktober 2010, 139orang Sosratisasi Kegiatan Rll<-


Penginderaan Jauh dan Jur. Pendidilcan software Diknas ini
Pengolahan Datanya Geografi dan opensource
· Menggunakan Software Fisika, Universitas !
. (llWIS,
Open Source Negeri Quantum GIS,
Yogyakarta Geoserver/
i
M~.p.server}
I

4. Bimtek "Pemanfaatan 7 Oktober 2010, . 12 orang - Pengenatan I Pusfatekgan


Data Penginderaan Jauh ~ Pusdata llWfS
. untuk Penataan Ruang"' I
i - Pengena•an
i
I '
i Quantum G·IS

5. Sosialisasi/Training 1
8-10 Nopember , 18orang - ll'MS I Kegiatan RIK-
Internal LAPAN 2010, Pusbangja peserta dan - Quantum GIS I Dimas ini
10 instruktur :
- Geoser:ver/ I
(Pusbangj;a
Mapserver
dan Pusdata)

30
a) Bimtek Pemda Sampang

b) Bimtek Pemda Purworejo

Gambar 5.2 Foto dokumentasi kegiatan sosialisasi/training penggunaan software open source
untuk pengolahan data penginderaan jauh dan SIG

31
c) Sosialisasi di Jurusan Pendidikan Geografi dan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta

d) Sosialisasi/Training Internal LAPAN

Gam bar 5.2(1anjutan) Foto dokumentasi kegiatan sosialisasi/training penggunaan software open
source untuk pengolahan data penginderaan jauh dan SIG

4.2 PEMBAHASAN

Pengolahan data penginderaan jauh dan SIG merupakan pengolahan yang kompleks dan

terkadang bersifat khas untuk suatu tujuan tertentu (application specific). Oleh karenanya

32
terkadang diperlukan keterampilan khusus yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Ada kalanya

kebutuhan khusus tersebut telah disediakan oleh software-software yang ada, sehingga mudah
dipergunakan bagi si operator pengolah data. Terkait dengan software open source, memang

sebagian besar fungsi yang disediakan masih bersifat sangat umum dan untuk keperluan I aplikasi

yang umum pula. Namun demikian, bukan berarti tidak dapat dipergunakan sebagai software
pengolahan data untuk kebutuhan khusus tersebut. Namun di sini, diperlukan keterampilan,

kejelian, dan kesabaran bagi si operator dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan software open

source tersebut. Apabila kedua faktor tersebut (ketersediaan software dan SDM yang terampil)

dapat dioptimalkan, maka sangat terbuka kemungkinan penggunaan software open source secara

menyeluruh bagi pengolahan data pengindenraan jauh dan SIG di seluruh tahapannya.

Berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama diadakannya kegiatan sosialisasi/training


terutama bagi para pengguna di lingkungan pemerintah daerah, didapatkan beberapa feedback

(masukan) yang perlu diperhatikan bagi optimalisasi penggunaan software open source ini di masa
mendatang. Feedback tersebut diantaranya :

1. Ketiga jenis software tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,


namun bersifat saling melengkapi satu sama lain dan telah mencukupi kebutuhan

pengolahan data penginderaan jauh dan SIG di tingkat pemerintah daerah.

2. Materi pengolahan citra dengan ILWIS dan SIG dengan Quantum GIS pada

dasarnya cukup mudah untuk diserap. Namun khususnya untuk materi database

spasial dan Web-GIS (dengan Geoserver/Mapserver, perlu adanya pemilihan peserta

mengingat materi ini membutuhkan pengetahuan pemrograman komputer yang cukup

berat khususnya bagi peserta yang tidak pernah belajar pemrograman komputer sama
sekali. Sebaiknya peserta yang mengikuti materi ini minimal sebelumnya sudah

menguasai pemrograman sederhana untuk pembuatan situs internet (minimal


menguasai HTMl).

3. Perlu terus adanya pendampingan dari LAPAN dalam rangka penerapan software

tersebut maupun dalam peningkatan/update kemampuan nya di masa mendatang.

33
Berdasarkan hal-hal tersebut, dari sisi LAPAN perlu terus melakukan kegiatan

pengkajian dan pengembangan software-software tersebut di masa-masa yang akan datang.

Pengembangan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk modul-modul tambahan yang bersifat
melengkapi fungsi-fungsi pengolahan yang telah ada sehingga menjadi lebih optimal dan lebih

interaktif dalam hal user interface-nya. Selain itu, perlu terus secara kontinyu dilakukan sosialisasi,
pelatihan, dan penggalakan pemakaian software open source baik di internal LAPAN maupun
pengguna masyarakat luas (termasuk pengguna di lingkungan Pemda). Diharapkan dengan kegiatan

tersebut selain pemanfaatan software-software tersebut akan semakin meluas, juga akan

mendorong timbulnya inovasi-inovasi baru khususnya dalam pengolahan data penginderaan jauh
dan sistem informasi geografis.

Terakhir, pengembangan software-software open source yang dipakai dalam penelitian ini

sangat cepat perkembangannya. Hampir setiap tahun diluncuncurkan versi-versi baru dari

software-software tersebut. Oleh karenanya komunikasi pihak LAPAN dengan pihak pengembang

software perlu terus dilakukan untuk mendapatkan update dan sharing informasi lain terkait.
Dalam rangkaian kegiatan penelitian ini, kami juga telah melakukan komunikasi aktif dengan
pengembang llWIS yakni melalui Drs. T.M. loran (Senior Project Officer - lTC, Belanda) melalui E-

Mail (loran@itc.nl ).

34
BABVI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.-1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kajian dan penelitian selama tahun anggaran 2010 ini, didapatkan beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Untuk keperluan pengolahan data penginderaan jauh dan SIG menggunakan software open

source dapat dioptimalkan penggunaan kombinasi software-software berikut :

a. llWIS, terutama untuk pengolahan data citra satelitnya (image processing, sepe:ti :

import/export, komposit warna citra, penajaman, koreksi geometrik, subset dan

mosaic, klasifikasi digital )


b. QUANTUM GIS, terutama untuk pengolahan data vektor (GIS processing, seperti

digitasi unsur titik, garis, poligon, editing table, ana lisa spasial/kueri, layout peta)

c. GEOSERVER atau MAPSERVER + PostGIS, terutama fungsi manajemen data dan

konektivitas dengan database spasial maupun distribusi informasinya melalui teknologi

web

Berdasarkan serangkaian ujicoba, software-software tersebut dapat berjalan baik dengan

menggunakan spesifikasi komputer maupun laptop yang saat ini banyak beredar di pasaran,

yakni dengan memori minimall GB, CPU dock Speed minimal 2 GHz, HO free space minimallO
GB, dan operating system Windows XP atau Windows 7 (Windows Vista kurang

direkomendasikan, karena sering dijumpai inkompatibilitas I error ).

2. Pembuatan dokumentasi/manual pengolahan data berbahasa Indonesia baik unt uk llWIS,


QUANTUM GIS, GEOSERVER/MAPSERVER telah selesai disusun yang mencakup fungsi-fungsi

dasar (basic processing) dan fungsi-fungsi lanjut yang sering dipakai/ dibutuhkan dalam

operasionalnya di lapangan.

3. Untuk menutu pi fu ngsi-fungsi dasar yang belum terakomodasi, namun secara riil dibutuhkan

dalam operasionalnya di lapangan (khususnya di LAPAN), juga telah dikembangkan modul-

35
modul penunjang dengan menggunakan script ILWIS maupun library tambahan, diantaranya

operasi/penghitungan indeks vegetasi, kroping citra menggunakan area poligon, landsat

Gapfill, import/konversi dan geocoding data ALOS, konversi simbolisasi data vektor QUANTUM

GIS ke SLO (Styled Layer Description).

4. Sosialisasi dan pelatihan/training singkat telah dilakukan antara lain untuk Pemda Kab.

Sampang, Pemda Kab. Purworejo, Jurusan Pendidikan Geografi dan Fisika, Universitas Negeri
Yogyakarta, dan untuk para peneliti/perekayasa di LAPAN.

5. Dari hasil sosialisasi/training tersebut didapatkan masukan (feedback) dari para pengguna,

diantaranya :
a. Software-software open source tersebut bersifat saling melengkapi dan telah

mencukupi kebutuhan di tingkat pemerintah daerah

b. Materi pengolahan citra dengan llWlS dan SIG dengan Quantum GIS pada

dasarnya cukup mudah untuk diserap. Namun khususnya untuk materi database

spasial dan Web-GIS, perlu adanya pemilihan peserta mengingat materi ini
membutuhkan pengetahuan pemrograman komputer
c. Perlu terus adanya pendampingan dari LAPAN dalam rangka penerapan software

tersebut maupun dalam peningkatan/update kemampuannya di masa mendatang.

6.2 SARAN

1. Perlu terus secara kontinyu dilakukan sosialisasi, pelatihan, dan penggalakan pemakaian
software open source baik di internal LAPAN maupun pengguna masyarakat luas (termasuk
pengguna di lingkungan Pemda).

2. Khususnya untuk materi database spasial menggunakan Geoserver/Mapserver sebaiknya

peserta dipersiapkan tersendiri dan se~elumnya sudah menguasai pemrograman sederhana


untuk pembuatan situs internet (minimal menguasai HTML).

3. Komunikasi dengan pihak pengembang software perlu terus dilakukan untuk mendapatkan
update dan sharing informasi lain terkait.

36
DAFTAR PUSTAKA

1) Open Source Initiative : http://opensource.org/.

2) llWIS Website: http://www.ilwis.org/.

3) QUANTUM GIS Website: http://www.qgis.org/

4) GEOSERVER Website: http://www.geoserver.org/

5) MAPSERVER Website: http://www.mapserver.org/

6) GRASS Website : http://grass.itc.it/

7) Riyanto, Prilnali EP, Hendi I : "Pengembangan Aplikasi Sistem lnformasi Geografis Berbasis
Desktop dan Web", Gava Media, 2009.

8) R. Gonzalez, R. Woods : «Digital/mage ProcessinfL second Edition", Prentice Hall, 2002.

37
DAFTAR lAMPIRAN

1) MANUAL PENGGUNAAN SOFlWARE OPEN SOURCE ILWIS UNTUK PENGOLAHAN CITRA

SATELIT PENGINDERAAN JAUH

2) MANUAL PENGGUNAAN SOFTWARE OPEN SOURCE QUANTUM GIS UNTUK MEMBANGUN

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

3) MANUAL PENGGUNAAN SOFlWARE OPEN SOURCE GEOSERVER DAN MAPSERVER UNTUK

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB

4) LAPORAN KEGIATAN "PERJALANAN DINAS UNTUK KEGIATAN SOSIAUSASI PENGOLAHAN


DATA PENGINDERAAN JAUH DENGAN PERANGKAT lUNAK OPEN SOURCE"

5) LAPORAN KEGIATAN" SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN


JAUH DENGAN PERANGKAT LUNAK OPEN SOURCE llWIS"

38
MANUAL PENGGUNAAN
SOFTWARE OPEN SOURCE ILWIS
UNTUK PENGOLAHAN CITRA
SATELIT PENGINDERAAN JAUH

DISUSUN OLEH :

TIM PENELITIAN PROGRAM INSENTIF RISET DIKTI2010 DENGAN JUDUL

"PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS OPEN SOURCE ILWIS UNTUK

MENDUKUNG PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN JAUH 01 DAERAH (BAPPEDA)"

Peneliti Utama: Dr. Katmoko Ari Sambodo

Anggota:

1. Hidayat Gunawan, M.Eng.


2. Drs. Sarno, M.T.
3. lr. Rubini Yusuf, M.Si
4. M. Priyatna, S.Si, M.Kom.
5. Muchammad Soleh, S.T.
6. Musyarofah, S.Si.
7. Fajar Yulianto, S.Si.
8. Danang, S.Si.
9. lnggit Lolitasari, S.Si.

PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGI

PENGINDERAAN JAUH- LAPAN

Alamat: Jl. Lapan No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710

Telp. 021-8710786, Fax. 021-8722733

0
DAFTAR lSI

BABI PENG ANTAR PENGINDERAAN JAUH 3

BAB II INTRODUKSI DAN KONSEP UTAMA ILWIS 11

2.1 lnformasi Umum Software Open Source ILWIS 11

2.2 Struktur Data Spasial Pada ILWIS 12

2.3 Sistem Filling dan Linking pad a Object-Object IL WIS 13

BAB Ill INSTALASI ILWIS DAN PENGEN ALAN INTERFAC E PENGGUNANYA 17

3.1 Download dan lnstalasi ILWIS 17

3.2 Modifikasi ModuiiLWIS Berbahasa Indonesia 19

3.3 Dasar-dasar Interface Pengguna 21

BAB IV PENGOLAHAN DATA CITRA SATELIT PENGINDERAAN JAUH 23

4.1 Membuka dan Menampilkan Data Citra Penginderaan Jauh 23

4.2 Membuat Komposit Warn a Citra (Co/or Composite) 27

4.3 Koreksi Geometrik Data (Gee-referencing) 29

4.4 Membuat Subset Citra (Image subset I cropping) 36

4.5 Membuat Mosaik Citra (Image Mosaicking) 37

4.6 Klasifikasi Digital Data Citra (Image Classification) 38

BAB V DIGITASI DAN EDITING DATA VEKTOR 43

5.1 Mendigitasi Unsur Titik (Point) 43

5.2 Mendigitasi Unsur Garis (Line) 44

5.3 Mendigitasi Unsur Area (Polygon) 45

5.4 Mengedit Tabel I Atribut 46

BAB VI LAYOUT PETA 48


BAB V II IMPORT DATA DAN PENGOLAH AN DA TA CITRA RESOLUSI TINGGI 50

7.1 Citra QU ICKBIRD 50

7.2 Citra ALOS AVNIR 61

BAB VIII PEMANFAATAN ILWIS UNTUK APLIKASI HIDROLOGI 71

BAB IX PROSEDUR PENYUSUNAN FORMULA SCRI PT-FUNCTION PADA

SOFTWARE OPENIL WIS 81

BAB X PEM ANFAATAN PROGRAM LANDSAT GAPFILL UNTUK MENGATASI

PERMASALAHAN DATA LANDSAT-7 SLC OFF 88

2
BABI

PENGANTAR PEN GINDERAA N JAUH

1.1.Prinsip Dasar Penginderaan Jauh

Data spasial banyak dibutuhkan oleh penggu na untuk berbagai kepentingan perencanaan
ataupun analisis suatu daerah. Data spasial bisa berupa data citra analog (peta) dan data
citra digital. Sebagian besar data citra digital diperoleh dengan metode penginderaan jauh
karena lebih efektif dan efisien . Gambar 1.1 dan 1. 2 di bawah ini menjelaskan alur metode
penginderaan jauh .

Gambar 1.1. Prinsip berdasarkan metode penginderaan jauh

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa objek di permukaan bumi (real world) dicitrakan
dengan menggunakan sensor penginderaan jauh . Data yang diakuisisi oleh sensor
kemudian ditransmisikan ke stasiun bumi dan disimpan dalam format data citra tertentu.
Data citra tersebut diolah, dianalisis dan diinterpretasi sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Hasil interpretasi data citra kemudian disimpan dan dijadikan database spasial. Berikut ini
adalah beberapa definisi penginderaan jauh:

• Penginderaan jauh adalah ilmu pengetahuan mengenai akuisisi, pengolahan dan


interpretasi citra yang merekam interaksi antara energi elektromagnetik dan objek.
(Sabins, F .F, 1996)
e Penginderaan jauh adalah ilmu pengetahuan dan seni dalam perolehan informasi
mengenai objek, area atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan
menggunakan instrumen tanpa kontak dengan objek, area atau fenomena yang diamati.
(Lillesand, T.M., et.al, 1992)
• Penginderaan jauh adalah instrumentasi, tehnik dan metode untuk mengobservasi
permukaan bumi pada jarak tertentu dan untuk menginterpretasi citra atau nilai numeric
yang diperoleh untuk mendapatkan informasi penting dari objek tertentu di atas
bumi.(Buiten, H.J, et.al, 1993)

3
,~2;~;~
,()-,;·
<L~Fi! p;o~·v·•H\~ a(!rtnl llUrt'
h~ l>'l":"lpU:l'!
I.
; lor..~~tn
•):

Jlll.ti:'.'
II !-!~'liu~:·
1

11~!.-tpt ~·; ,\tt •.in hydr nlog;


hv h um:\11
OCl':ltlOF,raphy

Berdasarkan ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa data karakteristik permukaan
bumi yang diakuisisi dengan menggunakan instrumen (sensor) tanpa kontak dengan objek
yang diukur. Karakteristik yang diukur sensor merupakan energi elektromagnetik yang
dipantulkan atau dipancarkan permukaan bumi. Energi elektromagnetik ini berhubungan
dengan spektrum gelombang elektromagnetik.

SlJn Pas..-sive Pass.ive Active


Scn.sor Sensor Sensor
0 0 0
~'
Reflected Eorth'
~
Sunhght / energy (
>
>
!)

Earth' s surface

Gambar 1.3. Sensor penginderaan jauh mengukur energi yang dipantulkan atau
dipancarkan. Sensor aktif mempunyai sumber energi sendiri.

Penginderaan jauh bergantung pada pengukuran energi elektromagnetik (EM) dalam


berbagai bentuk. Sumber energi EM terpenting pada permukaan bumi adalah matahari,
yang menyediakan cahaya tampak (visible), panas dan cahaya ultraviolet (UV). Banyak
sensor yang digunakan dalam penginderaan jauh mengukur pantulan cahaya matahari.
Akan tetapi, beberapa sensor penginderaan jauh mendeteksi energi yang dipancarkan oleh
bumi atau menyediakan sumber energinya sendiri (Gambar 1.3).

1.2.Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Semua materi dengan temperatur di atas temperatur mutlak nol (K) memancarkan radiasi
gelombang elektromagnetik dalam berbagai panjang gelombang. Rentang panjang
gelombang keseluruhan biasa disebut sebagai spektrum geiombang elektromagnetik
(Gambar 1.4).

4
'""""'" ,. I+HI +Ill ,I·I"
·.qr.·denglhicmJ OJ 1 ~ It) :-;o IOU

w:l\-\'kngth
~
0.1 nm 10 nm l 11 m 100!1 m lOrnm lm IIJOm IOkrn

<;hon Y~a\C
mfnun.J '· .,

: I intt r·
ultr.tvinlt:l n«:~H mfrarcd mcdia tl' lhcmt<tl infrared

It '· '
0.4 1 ~.6 O.K I0 \•.·avdc r.gth( p JO J
/ blue \
viulel gr<"en

Gambar 1.4. Spektrum gelombang elektromagnetik

Sistem penginderaan jauh beroperasi pada beberapa wilayah spektrum gelombang EM.
Bagian optik dari spektrum gelombang EM mengarah pada bagian spektrum gelombang EM
yang di dalamnya fenomena optik seperti pemantulan dan pembiasan dapat digunakan
untuk memfokuskan radiasi. Rentang optik berkisar dari sinar-X (0 ,02 !Jm) hingga cahaya
tampak termasuk spektrum inframerah-jauh (1000 !Jm). Spektrum ultraviolet (UV) memiliki
panjang gelombang terpendek sehingga praktis digunakan untuk penginderaan jauh.
Beberapa material di permukaan bumi, khususnya batuan dan mineral, memancarkan atau
memendarkan (fluoresensi) cahaya tampak ketika diiluminasi dengan gelombang UV.
Spektrum cahaya tampak (visible) merupakan satu-satunya spektrum yang dapat
dihubungkan dengan konsep warna, dengan warna primer biru (B) , hijau (G) , dan merah (R)
Panjang gelombang yang !ebih panjang yang digunakan untuk penginderaan jauh adalah
dalam wilayah spektrum inframerah termal dan gelombang mikro. lnframerah termal dapat
memberikan informasi mengenai temperatur permukaan dihubungkan dengan komposisi
mineral batuan (klasifikasi geologi tipe batuan) atau kondisi vegetasi . Gelombang mikro bisa
menyediakan informasi kekasaran permukaan bumi dan ciri khas (property) permukaan
bumi seperti kandungan air.

5
, - - - -- , - - - - -- - - - - - -----------

-___TI __________
! \'i-.lhk ' r~· tlcdi\1' m l lh~I 'H:d If{
r~..·rno:t• "~n..;.1 ng rcmcJc "l'lhillt:, fGIIPlt.: .-. t,:FhlTig

7//77/T///L;~/777/
r
H;u!laoon
lhl' su n
\O UH.'C'

th~·rmal r:H.h:lliO it Jnit.:rtJW<JVi ' t't;H.:k 'catl{;rin¥,


n•.fic:rtance
(trmpcrnture. t.~mi~sJvil y ) radi:Jrion Cl)l'fiicirnl

n:flc<.'!t:d
r;1diarwc
omitted
radiance
Spcwal b /
rJdiac.::c
'0-.· ·-··---d~::-M ____________ --=- - - - -+
0.5,um 3prn l0p 111 wavelen gth

Elettr,>nmgnctlc rv thcrma i iR microwave


$pectrum
OApm 0.7p rn lmm

i) :lpm O.'Jpon
,camera • - - - - ------.
~i l4pm
~ { p}lO IO l1t~f~"'!Or
~l
!microwave
l sensor
.______________ ·····•· 30cm
lmm -. ..•.• .

- - ____________ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ______J

Gambar 1.5. Tipe penginderaan jauh berdasarkan wilayah spektrumnya

Gelombang elektromagnet terdiri dari empat unsur pokok yang membawa informasi yang
berbeda tentang objek, antara lain frekuensi (atau panjang gelombang), arah rambatan,
amplituda dan bidang polarisasi seperti terlihat pada Gambar 1.6 di bawah. Frekuensi (atau
panjang gelombang) berhubungan dengan wama objek dalam spektrum cahaya tampak
yang terlihat dari keunikan karakteristik kurva antara panjang gelombang terhadap energi
radiannya . Pada spektrum gelombang mikro, informasi tentang objek diperoleh dengan
mengunakan efek Doppler yang dihasilkan oleh gerak relatif objek dan platform. Lokasi
spasial dan bentuk objek diperoleh dari kelinieran arah transmisi , dan juga dapat dilihat dari
amplitudonya. Bidang polarisasi mempengaruhi bentuk geometri objek khususnya untuk
pantulan atau hamburan (scattering) pada spektrum gelombang mikro. Untuk radar,
polarisasi horisontal dan polarisasi vertikal mempunyai respons yang berbeda .

6
""'""" f\ AAAAI 1
DI)J !pler t•!lc·l"l-~--~-~--V_YJ__j
rrr<]IICIK~ !Wll\l' kngthl

gwmctric sha.p.: of objcch

Gambar 1.6. lnformasi yang diturunkan dari elemen radiasi elektromagnetik

1.3.Karakteristik Spektral Objek

Setiap objek memantulkan, menyerap, meneruskan dan memancarkan radiasi gelombang


elektromagnet dengan cara yang unik. Keunikan benda dalam merespons radiasi
gelombang elektromagnet disebut karakteristik spektral, yang dapat dilihat dari interaksi
antara gelombang elektromagnetik dengan molekul dan atom penyusun objek. Karakteristik
objek dapat ditentukan dengan menggunakan karakteristik spektral yang dimiliki objek
tersebut. Setiap objek mempunyai keunikan dan karakteristik spektral yang berbeda
berdasar kegelapan dan kondisi lingkungan yang berbeda. Karakteristik spektral objek
berhubungan dengan nilai reflektansi yang dimiliki objek.
Reflektansi didefinisikan sebagai perbandingan antara fluks yang datang dan mengenai
permukaan sampel objek dengan fluks yang dipantulkan dari permukaan sampel objek. Nilai
reflektansi objek berkisar antara 0 sampai dengan 1 yang dapat diukur dengan
menggunakan spektrometer. Reflektansi yang berhubungan dengan panjang gelombang
disebut reflektansi spektral. Reflektansi spektral itu unik dan berbeda antara satu objek
dengan objek lainnya. Dengan demikian, setiap objek mempunyai kurva reflektansi spesifik
yang berbeda antara satu objek dengan objek lainnya. Kurva reflektansi tersebut
menunjukkan perbandingan radiasi elektromagnetik yang datang pada permukaan objek
terhadap radiasi yang dipantulkan. Berikut ini adalah beberapa kurva karakteristik
reflektansi untuk objek tipe penutup lahan pada umumnya sebagaimana ditunjukkan pada
Gambar 1.7, 1.8 dan 1.9.

0.4 0S 0.8 1.0 1.2 1A 1.6 1.3 2.0 2.2 2.4 2.6
Wavcler'!Qth.. roicrcmelers

Gam bar 1.7. Kurva reflektansi spektral vegetasi yang ideal


7
Pada Gambar 1.7 di atas dapat dilihat bahwa pada spektrum cahaya tampak (visible) ,
pantulan cahaya biru dan merah relatif rendah karena spektrum warna ini diserap oleh
tumbuhan (terutama oleh klorofil) untuk fotosintesis , dan vegetasi lebih memantulkan
cahaya hijau . Nilai reflektansi pada spektrum inframerah dekat merupakan yang tertinggi
tetapi jumlahnya bergantu ng pada perkembangan daun dan struktur selnya.

800 1200 15{}0 zodo 2400


wavelength tnm)

Gambar 1.8. Kurva reflektansi spektral tanah untuk lima sampel tanah

Nilai reflektansi tanah bergantung pada banyak faktor sehingga sulit untuk membuat kurva
reflektansi spektral tanah secara spesifik. Faktor utama yang mempengaruhi reflektansi
adalah warna tanah , kelembaban, kandungan karbonat dan besi.

40

30

~ 20
8c
g
.;_; 1C
~
~

4{)0 800 1200 1600 2000


wave1engt11 (nm)

Gambar 1.9. Kurva karakteristik spektral air untuk tiga sampel air

Jika dibandingkan dengan vegetasi dan tanah, air memiliki nilai reflektansi yang paling
rendah. Reflektansi vegetasi mencapai 50%, tanah 30-40% sedangkan air nilai reflektansi
terbesarnya adalah 10%. Air memantulkan energi EM pada spektrum visible hingga
inframerah dekat. Jika panjang gelombang EM-nya melebihi 1,2 IJm seluruh energi diserap.
Beberapa kurva karakteristik spektral pad a jenis air yang berbeda ditunjukkan pad a Gam bar
1. 7, 1.8 dan 1.9 di atas. Nilai reflektansi tertinggi diberikan oleh turbid water (silt loaded),
dan oleh air yang mengandung klorofil dengan puncak reflektansi pada panjang gelombang
hijau seperti ditunjukkan pad a Gambar 1.10 berikut ini.

8
Wavelength ( 11111)

Gam bar 1.1 0. Kurva karakteristik spektral untuk vegetasi , tanah dan air

1.4.Karakteristik Data Citra

Data citra penginderaan jauh bukanlah sekedar citra karena data citra ini dihasilkan dari
pengukuran energi EM . Data citra disimpan dalam format grid (baris dan kolom) reguler.
Elemen citra tunggal disebut piksel yang merupakan singkatan dari picture element. Untuk
tiap piksel, pengukuran disimpan dalam bentuk Digital Number, atau nilai-DN seperti
ditunjukkan pada Gambar 1.11 . Biasanya, untuk tiap rentang spektrum panjang gelombang
yang diukur satu set data akan disimpan, yang disebut band atau kanal , dan terkadang
layer.

Gambar 1.11. File citra terdiri dari sejumlah band. Untuk tiap band nilai-DNnya sesuai
dengan pengukuran dan disimpan dalam sistem baris/kolom

Kualitas data citra terutama ditentukan oleh karakteristik sistem sensor-platform.


Karakteristik citra pada umumnya:

1. Karakteristik spasial, mengacu pad a wilayah/area yang diukur.


2. Karakteristik spektral , ditujukan pada spektral dan panjang gelombang yang sensor
sensitif terhadapnya.
3. Karakteristik radiometrik, menunjukkan tingkat energi yang terukur oleh sensor.
4. Karakteristik temporal, mengacu pada waktu akuisisi.

Tiap karakteristik ini selanjutnya dispesifikasi oleh nilai/kondisi ekstrim yang teramati
(cakupan) dan nilai terkecil yang dapat dibedakan (resolusi):

9
• Cakupan spasial , menunjukkan total wilayah yang tercakup oleh satu citra. Dengan
scanner multispektral nilai ini sebanding dengan total nilai field of view (F OV) dari
instrumen, yang menentukan Iebar sapua n (swath width) di bumi.
• Resolusi spasial , menunjukkan nilai terkecil wilayah yang diukur. Nilai ini
mengindikasikan detail minimum objek yang masih bisa dibedakan .
• Cakupan spektral, merupakan rentang spektrum panjang gelombang keseluruhan yang
teramati oleh sensor.
• Resolusi spektral, berhubungan dengan Iebar spektral band panjang gelombang yang
sensorsensWfterhadapnya.
• Dynamic range , menunjukkan tingkat energi minimum dan maksimum yang dapat diukur
oleh sensor.
• Resolusi radiometrik, menunjukkan perbedaan tingkat energi terkecil yang dapat
dibedakan oleh sensor.
• Cakupan temporal, merupakan rentang waktu mulai dari citra terekam hingga disimpan
dalam arsip citra . ·
• Waktu revisit, merupakan waktu (minimum) antara dua akuisisi citra yang berhasil
dilakukan pada lokasi yang sama di bumi. Terkadang disebut juga resolusi temporal.

Beberapa karakteristik membutuhkan penjelasan spesifik sensor yang lebih kompleks.


Penjelasan tersebut bisa diperoleh dari spesifikasi sensor pada data citra yang akan digunakan .
Properti tambahan dari data citra antara lain:

• Ukuran piksel, ditentukan oleh cakupan citra dan ukuran citra, merupakan area yang
tercakup oleh satu piksel di bumi (ground). Ukuran piksel dari sistem sensor yang
berbeda berkisar antara kurang dari 1 m (resolusi spasial tinggi) hingga lebih dari 5 km
(resolusi spasial rendah) .
• Jumlah band, menunjukkan jumlah band panjang gelombang yang berbeda yang dapat
disimpan. Jumlah yang umum, misalnya, 1 band pankhromatik (foto udara hitam/putih),
15 band multispektral (Terra/ASTER), atau 220 band hiperspektral (E0-1/Hyperion) .
• Quantization , menunjukkan tehnik yang mewakili tingkat radiometrik dari satu set nilai
diskrit terbatas. Biasanya, 8, 10, atau 12 bit digunakan untuk merepresentasikan tingkat
radiometrik. Misalnya, jika untuk tiap pengukuran 8 bit (1 byte) digunakan, maka nilai ini
direpresentasikan dengan nilai integer yang berkisar dari 0 sampai 255. Nilai integer ini
menunjukkan nilai-DNnya. Dengan menggunakan parameter kalibrasi khusus sensor,
nilai-DN dapat diubah menjadi parameter fisik, seperti energi terukur (watt) atau
pemantulan.
• Ukuran citra, berhubungan dengan cakupan spasial dan resolusi spasial. Ukuran citra
ditunjukkan oleh jumlah baris (atau line) dan jumlah kolom (atau sampel) dalam satu
scene.

10
BAB II

INTRODUKSI DAN KONSEP UTAMA ILWIS

2. 1.1nformasi Umum Software Open Source ILWIS

ILWIS (Integrated Land and Water Information System), perangkat lunak (software)
pengolah data yang sangat user-friendly dengan kemampuan pengolahan raster pada citra
satelit penginderaan jauh, pengolahan vektor untuk membuat peta vektor dan pemodelan
spasial yang tak terhitung . Perangkat lunak dengan pendekatan integrasi raster dan vektor
penuh dan kemudahan penggunaannya membuat ILWIS sesuai untuk pengelolaan
sumberdaya alam , bidang keilmuan , biologi , ekologi , dan lain-lain, dan juga untuk
pendidikan.

ILWIS 3.7 OPEN merupakan perangkat lunak Openware pengolah data satelit
penginderaan jauh yang dipublikasikan secara gratis di internet dan dapat disebarluaskan
dan dikembangkan sesuai kebutuhan penggunannya, karena tersedia source code dan
source programnya . ILWIS dibangun oleh International Institute for Aerospace Survey and
Earth Science (lTC) , Enschede, Belanda . ILWIS 3.7 OPEN dapat diakses dan didownload
melalui situs http://www.ilwis.org/open source gis ilwis download.htm dan para pengguna
dapat berkomunikasi dengan komunitas pengembang ILWIS di http://52north.org/. ILWIS
3.7 OPEN adalah versi terbaru dari ILWIS 3.4 OPEN versi openware yang pertama kali
dipublikasikan pada bulan Juni 2007. ILWIS 3.7 OPEN adalah versi yang paling mendekati
versi akademisnya yaitu ILWIS 3.3 ACADEMIC . Gambar 2.1 berikut adalah tampilan umum
perangkat lunak pengolah data satelit penginderaan jauh ILWIS 3.7 OPEN :

Gambar 2.1. Tampilan umum ILWIS 3.7 OPEN

11
ILWIS mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan citra satelit penginderaan
jauh (Remote Sensing) dan si stem informasi geografi (Geographic Information System) .
Sebagai suatu paket Penginderaan Jauh dan Sistem lnformasi Geografi (RS & GIS), ILWIS
mempunyai fasilitas untuk meng input, mengatur, menganalisa dan merepresentasikan data
geografi. Dari data tersebut dapat dihasilkan informasi pola dan proses spasial maupun
temporal pada perm ukaan bu mi. ILWIS mampu mengintegrasikan antara citra , vektor dan
data tematik dalam satu kesatuan sistem pengolahan data yang unik dan dapat diandalkan.
ILWIS menyediakan beragam fitur pengolahan data seperti impor/ekspor data, digitasi citra ,
edit citra, analisis data dan menampilkan citra dan mampu memproduksi peta citra dengan
kualitas yang baik.
Pengolahan data citra itu sendiri meru pakan suatu cara memanipulasi data citra atau
pengolahan suatu data citra menjadi suatu keluaran (output) yang sesuai dengan yang
diharapkan. Adapun cara pengola han data citra itu sendiri melalui beberapa tahapan,
sampai menjadi suatu keluaran yang diharapkan. Tujuan dari pengolahan citra adalah untuk
mempertajam data geografis dalam bentuk digital menjadi suatu tampilan yang lebih berarti
bagi pengguna, dapat memberikan informasi kualitatif suatu obyek, serta dapat
memecahkan masalah.

Data digital disimpan dalam bentuk barisan kotak kecil dua dimensi yang disebut pixel
(picture element) . Masing-masing pixel mewakili suatu wilayah yang ada dipermukaan bumi.
Struktur ini kadang juga disebut raster, sehingga data citra sering disebut juga data raster.
Data raster disusun oleh baris dan kolom dan setiap pixel pada data raster memiliki nilai
digital.

Data yang didapat dari satelit umumnya terdiri beberapa kanallbands (layers) yang
mencakup wilayah yang sama . Masing-masing band mencatat pantulan obyek dari
permukaan bumi pada panjang gelombang yang berbeda . Data ini disebut mulitispektral
data. Di dalam pengolahan citra , juga dilakukan penggabungan kombinasi antara beberapa
band untuk mengekstraksi informasi dan obyek-obyek yang spesifik seperti index vegetasi,
parameter kualitas air, dan lain-lain .

2.2.Struktur Data Spasial Pada ILWIS

Seperti pada umumnya sofware pengolahan data penginderaan jauh, entitas spasial dalam
ILWIS ditampilkan dalam format digital melalui 2 mode yaitu mode vector dan mode raster.
Sedangkan fitur data spasial dalam ILWIS ditampilkan dalam 3 bentuk (Gambar 2.2);

1. points (stasiun curah hujan, rumah, sample titik dll)


2. lines Ualan, saluran, garis kontur dll.)
3. areas (landuse, landcover, geological unit dll)

12
Q)
"0
0
y \!
J yt
E
;r--• I
(~
/

p-·· .d

X
.
:"-.
'
r:-:::=l
~~

X X

Point Line Area


<ii
"0
0
E

Column Column Column

Gambar 2.2. Tampilan vector dan raster dari point, line dan area,
dengan kode fitur meliputi class name, ID (identifier) atau value.

Mode Vektor meliputi:

a. Points: berupa titiklpoint atau node yang memiliki informasi koordinat X,Y, umumnya
digunakan untuk menampilkan data posisi tempat, stasiun bumi, rumah dll.
b. Segments: terdiri dari garis/line yang dikoneksikan dengan node-node dan membentuk
kurve terbuka, biasa untuk menampilkan informasi jalan, sungai, kontur dll.
c. Polygons: terdiri dari garis/line yang tekoneksi dengan node-node dan membentuk kurve
tertutup, biasa untuk menampilkan informasi spasial landuse, landcover, daerah
administrasi dll.

Mode Raster

Pada mode raster, data spasial di atur dalam grid cells atau pixel. Pixel singkatan dari
picture element, unit dasar untuk menyimpan informasi. Penyimpanan map dalam mode
raster pada ILWIS disebut raster maps. Raster maps terdiri dari kumpulan pixel dalam baris
(row) dan kolom (column), sehingga terbentuk citra (image) .

2.3.Sistem Filling dan Linking pada Object-Object ILWJS

Pada ILWIS digunakan beberapa tipe object yang berbeda (lihat Gambar 2.3.a, 2.3.b dan
2.3.c), diantaranya saling terkait dan membentuk ikatan interdependensi yaitu :

1. data objects (actual data) meliputi: raster map, polygon map, segment map, point map,
table and columns.

13
2. services objects (dipakai oleh data object, merupakan aksesoris yang diperlukan data
object selain actual data) meliputi : domains, representations, coordinate system dan
georeferensi .
3. container objects (berupa kumpulan data object dan/atau annotation meliputi : map list,
object collections , map views , laout dan annotation text.
4. special objects seperti histograms, sample set, two-dimensional table, matrices, filter,
user-defined functions dan scripts.
Point map Class Maps
Coordinate
sxstem
~mj
Class domain Rep re sentation
t:(i;) - ---.. (ft/
ITJ _____,
Attribute table

Point map 10 Maps


system
@ Identifier domain
(·;;·..
~'!!,!1

ITnlbute table

Point map Value Maps


system
~m Value domain Representation Gradual or Value
r._~, {r~·~~~t•
•l:!r ~

Gambar 2.3.a. Properti sebuah vector maps yang mempunyai class, identifier dan value
domains di dalam ILWIS, object data di tampilkan dalam box berarsir.

Coordinate
system
ID Maps
$
L .L!i
··-·J>,.
Georeference
<lt--iiii:l: 1 - - - - - .
Identifier domain

Coordinate
system
Class Maps
~~
L+·,.,
.!...tJ ..-~~··1------,
Ciass domain Representation
Georeference © ·~'*1

14
Coordina te
~ystem
Val ue Maps
~-.')
(~:)I
;:.:···~: ~~ ster map ~-~ue domain -~~resentation Gradual or Value
L,:.....~~ ------.. ~~"
··::~
Ge ore ference

Gambar 2.3.b Properti sebuah vector maps yang mempunyai class, identifier dan value
domains di dalam ILWIS , object data di tampilkan dalam box berarsir.

Spatial data

Point map Attri bute data


0----. Attribute tab le Column 1 Column2
~
Column3

+ Lill..J
Segment map

[SJ---i
Polygon map
~----1
__.. < (g;, Identifie r
d~~ain
i t... i
'·-!/Class
Cl ass domain
(tSj
10 domain V"lue
;z:;"'l
·~~:!!)
dom~ i n

l
Raste r map

mt.J-----'
~;
1
Class repr. Cl 01 ss repr. Value repr.

Gambar 2.3.c. Properti attribute dan spatial data yang mempunyai class, identifier dan value
domains di dalam object data ILWIS (map, table atau column).

Domains

Domain adalah semua konten/isi berupa nilai (value) yang memungkinkan dari suatu map,
table atau column. Domain menyimpan dan menyertai sekumpulan data 'value' (class
names, 10 atau values) yang harus ada di dalam map, table atau column. Seluruh data
object ILWIS (vector maps, raster maps dan tables) selalu mempunyai domain. Berikut
adalah 4 tipe domain yang di support ILWIS:

1. Class domains: untuk data object yang mempunyai class, seperti landuse units,
geomorphological units.
2. /0 domains: untuk data object yang mempunyai identifikasi unik, seperti city block 102,
rainfall station LAGUNA
3. Value domains: untuk data object yang mempunyai ukuran, perhitungan atau interpolated
value, seperti height, concentration .
4. Image domains: untuk data object seperti citra satelit yang mempunyai rentang ni!ai
antara 0-255
15
Class domains berupa daftar kode class names dan optionally class, Elemen di dalam
sebuah map (point, segment, polygon atau pixe0 yang menggunakan class domain tertentu
diberi kode dengan class names, sedangka n elemen tanpa class names tidak didefinisikan.
Class name yang sama bisa dipakai bersamaan oleh points, segment, polgon atau mapping
units dalam satu map.

Representations

Representation berisi informasi yang menentukan bagaimana data spasial ditampilkan pada
screen atau print-out. Representation merupakan service objects yang terhubung ke
domain . Jika domain menjelaskan apa yang ada di dalam map (table atau column), maka
representation menunjukkan warna dari domains item. Sebuah maps dengan value domains
memiliki 2 tipe representations value yaitu :

1. representation value ( batasan dan limit dalam bentuk value)


2. representation gradual (batasan dan limit dalam bentuk prosentase)

Coordinate Systems

lnformasi koordinat X dan Y dalam vector maps disimpan dalam service objects yang biasa
disebut koordinat sistem (coordinate system) . Koordinat sistem merupakan service object
untuk points, segments, polygon maps dan georeferences, Koordinat sistem berisi informasi
atas tipe koordinat yang dipakai dalam maps, misalnya geographical coordinate atau UTM.
Di dalamnya ditentukan batas minimum dan maksimum dari koordinate X dan Y yang
dipakai dalam maps dan tipe map proyeksinya.

ILWIS memiliki 3 standar coordinate systems yaitu :

1. Latlon (geographical coordinate dalam satuan degrees)


2. Lat/onWGS84 (geographical coordinate system menggunakan datum WGS84)
3. Unknown (tidak memakai coordinate system)

Georeferences

Georeference merupakan service objects yang menyimpan hubungan antara row dan
column dalam raster maps dengan coordinate bumi (X,Y) . Georeferences diperlukan
didalam raster maps dan sebaliknya raster maps memerlukan informasi koordinate system.
Terdapat 2 tipe georeferences untuk raster maps yaitu :

1. georeferences corners (berorientasi arah utara, hasil digitasi peta)


2. georeference tie points (tidak berorientasi arah utara, misalnya citra satelit, citra pesawat)

16
BAB Ill

INSTAlASI IlWIS DAN PENGENAlAN INTERFACE


PENGGU NANYA

3.1.Download dan lnstalasi ILWIS

Sebagaimana telah disinggung dalam pendahuluan, ILWIS 3.7 OPEN merupakan


perangkat lunak yang bersifat open source dan gratis. Untuk mendapatkannya sangat
mudah , yaitu dengan cara mengaksesnya di internet melalui website ilwis dengan alamat
http://www.ilwis.org/open source gis ilwis download .htm (Gambar 3.1 .a) atau melalui
website 52 °N orth Initiative for Geospatial Open Source Software atau biasa disingkat
dengan 52°North dengan alamat http://52north.org/ (Gambar 3.1 .b) sebagaimana dijelaskan
pada gambar di bawah ini .

--
DO~'NLOAD ILWIS 3.5, n[[UStRflUENDLT OPfl\1 SOURCERAS'Illl AA"DVECTOR GIS

Jl.wtS o..)y ...,.. oAioi><Kr>olloon....,.. (..,., W~91- ~ ~-•.,... ».. ,._..,. '"""'t...ct>:>,. .... - 10-011 o• • W..: OJ,. U....•uoc wnn:; C\i<\ IM~ ,..U.... looll\011 t<>
_.. ... )'<AOI' - •"'l'or ............. Cis ...... x..-.. s.... lJ\c:ILWlll ."'
r-•JLl,rUJ.l
..-..-.a...looJor....._.ooliooc~De lib.W!wtjt!!.j"g•Cuur:Ni::nW I VY?,." WJ<"l

~ y.,.., a.wu: :u ........ c.s_, •• ...,-a..(Ta .. ....... r~oild~o-.!w\i;5lo)IC••,..•W•.n..loa,.- ...,"""'''·""''""~""o--..,,otu..-.v,_,


- .. liiuol!y _ , . . , . . CII,ILwtSl.1

Gambar 3.1.a. Ala mat website ilwis.org untuk mengakses ilwis 3. 7 Open

17
seordl
n r1h r~~~d;·J

Seleo Co1eqory

::.::,. Jtn1 t _

''

--.bong-
_._od,_ ... t1!01
~- :!..,.~~;-

M.I.J.@!.J.Hi

Gambar 3.1 .b. Ala mat website 52north.org untuk mengakses ilwis 3. 7 Open

Setelah membuka halaman website yang dimaksud, maka tahap selanjutnya adalah
mendowload file setup ilwis_3_7.zip. Oleh karena format filenya dalam bentuk .zip maka
diperlukan perangkat lunak winzip untuk mengekstraksi filenya Uika diperlukan, perangkat
lunak winzip juga dapat didownload secara gratis di internet). Setelah file setup
ilwis_3_7.zip berhasil didownload, maka tahap seianjutnya adalah mengekstraksi file
tersebut menggunakan perangkat lunak winzip, dan menjalankan perintah
setup_ilwis_37.exe pada komputer dengan cara mengklik tombol Run sehingga nampak
jendela installing ilwis 3.7 Open dijelaskan pada Gambar 3.2 di bawah ini .

fie Act!Ms Ylew Jobs Options ~ fktyNowl

?$.~
.E) .~:. •~ .. 'f:'<- .'~" ~
New

*i Name
Open

.
Fovo.-l:es

Type
o d:I'IEIIi Applcation
Add Extract

Moc!fied
3/12/20101t:39AM
fl'lai
{ij

... .....
Encrypt

19,116,310 0%
~
- }f. "" _,.,..
Ched«>-t
WR•d
Pa<bd
19,063,337
~~att:-

The publisher could not be verified_ Are you sure pou want to
run this softwate?
Name: seh..p_ioMs_37 .exe
Publishet: Unknown Publisher
TJ<le: Application

R... II ~el

Thts fie doe:1 not have a valid cigital signature that \lefifle$ its
pubisher. You shoUd enly rt61 softwae flom pubbhers you bwl
~ide what softwre to rl.,,

Gambar 3.2. Tahapan instalasi perangkat lunak ilwis 3.7 Open


18
Berikutnya akan muncul jendela ilwis setup wizard , klik tom bol Next. Maka akan muncul
jendela ilwis setup, tentuka n fo lder tujuan yang akan digunakan untuk menyimpan dan
menginstalasi file ilwis (untuk tahapan ini biarkan pengaturan sebag aimana ditunjukkan
pada gambar) dan kemudian klik Next. Maka fil e ilwis 3.7 Open akan terinstal dan siap
dijalankan seperti dij elaskan pada Gambar 3. 3 di bawah ini.

Choa1e lnstan loc~ion


Welcome t o the llw1s Se tup Wizard Choose the folder n .....t.ch to hst6A !Mots.

SehJp Wll nst~ Dwls n the to.::owno foldet . To nstal fl a dfferent folder, dickBrOI'ISe and
select .vother folder. CkkNext to cOI"'th.le.
It IS recormoended that you close a l othef ~abons
before startW"'Q ~. This wl make t possble t o ~dte
relevant system fQes l'othott haWlQ to reboot YQ1X
cCJITIPl.(er .

Clic:k Ne)(t to ccrl:nJe.

Space reqkt:d: 37 .6/'o'B


Space avaiable: 89.9GB

Gambar 3.3. Tahap akhir instalasi perangkat lunak ilwis 3.7 Open

rr~i
Untuk menjalankan program ilwis 3.7 Open dapat dilakukan dengan mengklik ikon "e~J pada
menu desktop atau melalui tombol Start, klik All Program, klik llwis 3.7.

3.2.Modifikasi Modul ILWIS Berbahasa Indonesia

.
Modifikasi menu ILWIS 3.7 OPEN dilakukan untuk memudahkan para pengguna software
ini khususnya di Indonesia untuk mengoperasikan ILWIS, sehingga diharapkan ketertarikan
pengguna ILWIS meningkat karena bersifat familiar. Selain itu untuk mendukung program
pemerintah menggalakkan penggunaan software yang bersifat openware dan mengurangi
kecenderungan pengguna yang memanfaatkan software bajakan karena ketidakmampuan
masyarakat membeli software asli yang harganya relatif mahal. Maka jika ketertarikan
pengguna meningkat diharapkan software ILWIS dapat dimanfaatkan dan dikembangkan
secara lebih luas oleh masyarakat. Modifikasi menu dilakukan dengan cara
menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seluruh file strings (dalam format notepad)
sebagaimana dijelaskan pada Gambar 3.4 berikut ini.

19
Fie Ed.t View Favontes Tools Help

Qeack Search Folders Q ·

Folders
:;1 Desktop
J:\Stnngs
X

_j ---'
l _j
, li]Go
y

• ,_; My Ooc~..~nent s Appforms Applications Appications ... Applications .. Applications App&cat•ons .. COLORS CONV
t My Computer
-t ~;!, 3 1h Floppy (A:)
~
... 1,..;.· Preload
-t ;; CD Df1ve (D:)
(C :)
·- j ~J _]
Coordsys Copyol Copy of OAT DIQitilr DOMAIN Orwforms osc
+ , Removable Dlsk(E:) Applications .. Appkations ..
+ 4> Locai Otsk(F:)
1
... ..,. Removoble Disk (G:)
, Removable O.sk(H:) _::_j _j _j
... - Removable Disk (I :) Editor FILTER Gener.!liPref .. Georef GEOREF3D Gr.!lph ILWISGEN IMPEXP
- ,. MUZAMA"S IP (],)
+ _J , Tras.h·lgos •1
" _J ]
-!
I
_) 52N
_.J APRIL 2009
..:.:. J -~-J
__1
·--...1
'
JoinWizard layout Mainwiod mapcak: mapr.st Mapwro MEN
_j BHN_TOl_IlWIS_2008
_j Calendars
_j Contact s
"..J DATA IKONOS
l
.... ..i
'!f· " .. J :_]
+ ......:_) data landsat
OTHEROBJ PIX!t-.FO pont polygon proj Represen Sample Script

--t ,_,j llWlS

l -~J
_j lUll 2009
<0 J!'~
+ .__] KOMPRES·EXPANSI .... J
+ ..J MATERI_OIKLAT_llTIXXl. se~nt smce stereoscopy Symbol Tabei\Aiizard Table tbl Usernt
..) MEI2009
~ MP3 Matlvud
..J Notes
+ ,_j open llWIS 3.'\
..._) openii!Nis361
-.) Recordings
,_;; SEMESTER I 2009
._) E!Im
Gambar 3.4. File strings ILWIS 3.7 OPEN yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

Pada Gambar 3.5 dan 3.6 berikut ditampilkan contoh menu utama hasil modifikasi ILWIS
3. 7 OPEN yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Titik Peta ...


Buka ... Peta Segmen ...
Buka Sebagai Tabel
Buka Pil<sel Informasi Tabel. ..
Daftar Pet a ...
Membuat Lapisan Pyramid
Objek Kumpulan ..•
Preferensi Tampilan ...
Grafik.,,
Setup Pendigit L71117065_06520020917_840
Diagram Rose ...
If.:~ L71117065_06520020917_840
Domain ..•
(il L71117065_06520020917_850
Impor Representasi .. .
~ L71117065_06520020917_850
El<spor .•. GeoReferensi .. .
Sistem Koordinat . , .
ID L71117065_06520020917_850
Keluar Alt+F4 lil)L71117065_06520020917_8542
Set Sampel. ..
~ 171117065 06520020917 b542

~
E
Tabel 2 Oimensi.,,
Filter ...
~ L71117065_o&52002091l_8542
-artikel_bangtek
(6) LandU seCover _ SubM ap02
CJ Baby's_World Fungsi .• .
!IIi} Map~st_SubMap_03
o BACKUP FD Catatan •..
~Mosaik_SubMap1234
2J
CJ
baclwp _fd08031 0
Canon -~~ ~tiD i~7~=k~c ~Mosaik_SubMap_1234
,--.. ~ . - • .L. - ·· ' ' - ' · ... _ .. , _ ........ , ....... . ,,.. ,.. ! ;@ jatim_kec !£:JNDVI

Gambar 3.5. Terjemahan menu ILWIS 3.7 OPEN dalam bahasa Indonesia

20
~ ~ QJ OEM hydrowprocessing ., r:::1 t';l
Color Composite
!mpor /Ekspor
Inter polasi
Menvektorkan
.. Epipol~r

Filter
Klaster
Stereo P~ir

Bag.
Merasterkan . •:t'W1NV#t¢t:iid
Operas1 Raster ., Pengirisan
Dattar-Opera
Oper~sl T ~bel Pengkel~s~n
.__] Translo( L 71117065_06520020917_840
Operas1 Vektor Peregangan
_j unztppec
Perangkat SEBS Resampllng
l 542 l::]l L71117065_06520020917_840
_j VALUEA[ l542 ltiil L71117065_06520020917_850

.
Stattst1k. Sampel
_j vs6CEnt
Vtsualisasi Stereo Pair Dari DTM
>Map02 @ L71117065_06520020917_850
_j W!NDOV
Script ··--- ·--· ·-.-- ·- . 1;::::J L 71117065_ 06520020917_850
• D: _ . _tering_SubPeta_Band542 ~L71117065_06520020917_8542
E: [i;J Fillering__SubPeta_8ond542_1 11!1,} 171117065_06520020917_b542
.• f: tAl Filtering__SubPeta_8 and542_2 @ L71117065_06520020917_8542
U artikel_bangtek Ia! Filtering__SubPeta_8and542_3 (3) LandU seCover_ SubM ap02
<__) Baby's_Wor/d
ELl H asil_Kiasifikasi_L andU seCover_ SubM ap_ 03 ~ Maplisi_SubMap_ 03
_j BACKUPFD
~tatim_kec ~ Mosalk_SubMap1234
•_j backupJdOB0310
Diatim_kec [C) Mosaik_SubMap_1234
'_j Canon
©i~tim_kec ~NOV/

Gambar 3.6. Terjemahan menu ILWIS 3.7 OPEN dalam bahasa Indonesia

3.3.Dasar-Dasar Interface Pengguna

Sebelum melangkah ke pengolahan data ILWIS 3.7 OPEN , penting untuk mengetahui
interface yang ada di ILWIS 3.7 OPEN . Hampir semua operasi menggunakan tombol pada
mouse, dan hanya sedikit yang dilakukan dengan mengetik pada keyboard. Pada saat
menjalankan ILWIS 3.7 OPEN, gunakan tombol kiri mouse untuk menjalankan suatu
operasi, seperti memilih items dar! menu, merubah jendela citra, dan menggambar annotasi.
Beberapa istilah yang umum pada saat menggunakan mouse :

• Point, menempatkan pointer pada suatu item {pilihan pada tampilan ILWIS 3.7 OPEN)
• Click, menempatkan pointer pada suatu item dan menekan torr.bol kiri mouse sekaii ,
Double-click (kiri ganda) berarti menekan dua kali.
• Drag, tekan tombol kiri mouse dan menahannya, lalu membawa pointer mouse ke lokasi
yang baru.

Menu utama yang terdapat pada ILWIS 3.7 OPEN ditunjukkan dalam Gambar 3.7 berikut :

Control
Menu
Icon

Gambar 3.7. Menu utama ILWIS 3.7 OPEN

21
Menu Utama ILWIS 3.7 OPEN terdiri dari dua bagian, yaitu :

• Menu Bar
Menu Bar merupakan tempat memilih perlntah-perintah pada pengolahan citra di ILWIS
3.7 OPEN dalam bentuk menu memanjang ke bawah. Untuk memilih perintah pada menu
bar, klik nama pada menu bar, kemudian pilih perintah yang akan digunakan. Terdapat 6
menu bar utama yaitu File, Edit, Operations, View, Windo w dan Help sebagaimana
diperlihatkan pada Gambar 3.8 sebagai berikut :

f43: ~ OEM hydro-processing


Classiy
.r&~ lrD Import/Export ~ Cluster
InterpolatOO ~ Color Composite
Point Operations • Color Separation
Polygon Operations • Epipolar stereo Pair
Operatit
Raster Operations
Rasterize ' Sample
Ed SEBS Tools ' SlicinQ

+
[l
b:::
• E:J::J DE
+
+~1m
rn Im
Pi>
Cr•
Segment Operations
Spatkll Reference Operations
stot~tics
Table Operations
.


Stereo Pair From DTM
Stretch
....... _..,...,...-... . ·- ··-·· -:- ·
• \oiap_PetaAasler_Ol
• 'Aap_PelaAaster_02
+ B'W Int Vectorize
, ~ap_PetaRasler_02
• ~ Po Visua~zation
• \o1ap_PetaAaster_03
+ ~Po Script
._ !~. _JAap_PetaRaster_OJ
+ 1!:'1 Raster Operations , IDSubMap_PetaRasler_04
+ rn Rasterize 1I' OsubMapPetaRaster 04

Gambar 3.8. Teks Menu Bar ILWIS 3.7 OPEN

• Standard Tool Bar


Standard Tool Bar merupakan menu perintah di ILWIS 3.7 OPEN berupa simbol atau ikon
(icons), yang menampilkan teks kecil bila kita mengarahkan panah ke ikon tersebut (ada
41 standard tool bar utama, dengan susunan 11 standard tool bar di baris pertama dan 30
standard tool bar di baris kedua) . Standar tool bar baris pertama (dari kiri ke kanan)
masing-masing berfungsi untuk new catalog, open map, open pixel information, copy,
paste, delete, properties, customize catalog, list, detail, cd... . . . Sedangkan standar tool
bar baris kedua antara lain berfungsi untuk a// objects, raster maps, polygon maps,
segment maps, point maps, tables, map lists, object collections, map views, layouts,
annotation text, graph, domains, representations, georeferences, coordinate systems,
raster/polygon/segment/point histograms, sample sets, stereo pairs, criteria trees, two
dimensional tables, matrices, filters, function, scripts, directories dan drives seperti
diperlihatkan pada Gambar 3.9 sebagai berikut :

Gambar 3.9. Ikon Standard Tool Bar ILWIS 3.7 OPEN

22
BAB IV

PENGOLAHAN DATA CITRA SATELIT PENGI NDERAAN JAUH

4.1. Membuka dan Menampilkan Data Citra Penginderaan Jauh

Sebagai suatu perangkat lunak yang menggabungkan fungsi Remote Sensing and
Geographic Information Systems (RS and GIS) maka manual ini di buat untuk
merepresentasikan fungsi dan fitur yang terdapat pada menu utama ILWIS, antara lain
impor/ekspor file, menampil kan peta raster, membuat dan menampilkan daftar peta,
membuat dan menampilkan citra composit ber.varna (RGB), melakukan koreksi geometrik,
membuat separasi dari citra komposit, membuat sub peta dari peta raster (sub
map/cropping), penajaman citra berupa peregangan (strecthing) dan pentapisan (filtering),
membuat mosaik citra, membuat domain untuk pengklasifikasian, membuat kumpulan
sampel, klasifikasi peta, membuat domai11 digitasi, digitasi peta, poligonisasl peta dan
membuat peta citra satelit PCS 2 dimensi.

4.1.1. Memulai Mengaktifkan Program ILWIS 3.7 OPEN (Starting ILWIS)


rt~•
• Dari ikon ··~-~'t.1 pad a desktop atau dari menu START pilih PROGRAM kemudian pilih
ILWIS 3.7 OPEN, maka muncul icon dibawah ini lalu KLIK, setelah diklik muncul jendela
menu utama ILWIS 3.7 OPEN seperti dalam Gambar 4.1 berikut ini:

File Edit Oper 3tions View Window Help

~~IITTI!t!J
· !~ li'ill;l!:i.'J '3) :0@ ,;(> (Q) . ~ 19l i!?J ~ © ~ 0 ~ Iilii! Iii! Iii ; !';'; :;._~ 't IU'Jl ' ~ fn 11!:1 LJ , ~
r-·
Navigator
Operation-Tree
Edit ~D:
Pixel Irio Mos.ikOra_PetaRaster_1234 "' E:
Create SubMap_L71117065_(l6520020917_8542.mpl 8 F:
i+1 lml OEM hydro-processinQ SubMap_PetaRaste<_Ol "' G:
:f: !!ill Image Processilg "' H:
'fJ l!!ilJ Import/Export "'1:
-:;:; m Interpolation
.±i ~ Point Operations
:+1 1!!5:) Polygon Operations
f l!l!ll Raster Operations
+1 E:J Rasterize
+ li!m 5EBS Tools
· · ~ Segment Oper a~ons
: ~ Spatial Reference Operat
: lli) Statistics
·+: Iii! Table ()perations
t ) ~ Vectorizo
·;:: ~ Visuaization
·+ : ~Vrint
< •

Gambar 4.1. Jendela Menu Utama ILWIS 3.7 OPEN


23
• Pada tahap ini, jendela-jendela dan fasilitas pengolahan data dengan ILWIS 3.7 OPEN
telah tersedia . Jendela utama yang muncul seperti pada Gambar 4.1 disebut Catalog
yang berisi fungsi-fungsi utama, pilihan fo rmat data dan fa silitas-fasilitas lain pada ilwis.
Panel di bagian kanan disebut panel Object yang berisi simbol-simbol data seperti
domains, representations, georeferences, raster/polygon/segment/point, coordinate
systems, histograms dan lain-lain. Sedangkan panel di bagian kiri disebut panel Tab yang
terdiri atas tiga macam, yaitu Operation-Tree, Operation-List dan Navigator. Dua tab
pertama memuat fung si-fun gsi pengolahan data spasial, sedangka n tab terakhir memi li ki
fungsi yang mirip dengan Windows Explorer, yaitu menampilkan dan mengorganisasi
data-data berdasa rkan susun an direktori pada computer yang digun akan.
• Khusus untuk bagian panel Object terdapat empat jenis llwis Objects , yaitu Data
Objects, Service Objects, Container Objects dan Special Objects sebagaimana
ditunjukkan pada Gam ba r 4. 2. Data Objects adalah data spasial mel iputi format vektor
dan raster yang dapat dibuat, diedit dan ditampilkan. Service Objects berisi fasilitas atau
aksesoris yang berfungsi untuk menentukan nilai yang valid untuk suatu data object.
Container Objects merupakan suatu 'wadah ' yang berisi sekumpulan data object berupa
daftar (list) yang berisikan referensi yang berkaitan dengan data object yang ada di
dalammya. Dan terakhir Special Objects berisi perintah dan fungsi khusus yang dapat
dilakukan oleh ilwis.

Data Objects Service Objects

0. Point maps s1ng1e X. Y coordinate


~~ Coord inate system Clescnbes omp projecbon and
coordinate >ystem
[3) Segment maps series of X Y coorin~tes
.£!-"!!
. ,_.,.. Georeferenoe clefines relution betw·een raster
grid and rmp word1nates
~ Polygon maps closed lines definmg areas

~ Raste r maps rowicols and pixels


-
('fi) Dom<lln oescrtbes tile type or data

[ill Tables to store data in tl11Jular format f$ Representation specifies how datll is shown

Container Objects Special Objects

~
~ Map list set of raster maps ~ Histogram table with trequende of values in a rrop

t;J Sample sets training areas for rrulti-spectral classification


@] Object Col lections subset of your data or result of
import via Geogateway 10 2-dlm tables to con'Vine 2 raster maps \'Ath class cr ID don;
[§]. L.:~youts map composiOon [t] Matrices 2-<lim array of values ,j
~ Filters used to filter rastenmps
00 Annotation text text layers (e .g. lal,eiS of polygons}
tn Functions user defined functions for Map;;:<:l!C ! T<JbCJic

~ Gr;~phs graphical oispl<ty of tabutcu data


~ Scripts sequence of ILWIS expressions

~ Mo:~pV iews display rrultiple rmp layers


+ unnotation (grid, gmticules. text etc)

Gambar 4.2. Daftar menu pada llwis Object

24
4.1.2. Mengimpor dan Mengekspor Data Raster (Import and Export Raster Data)

ILWIS 3.7 OPEN menyediaka n fasilitas untuk mengolah data citra dengan berbagai macam
format dari perangkat lunak lain baik raster maupun vektor, misalnya ER Mapper, Erdas
Imagine, ALOS Palsar, Terra SAR , .ers, .geotiff, .img, .bmp, dan lain sebagainya yang dapat
dipilih melalui jendela GOAL (Geospatial Data Abstraction Library) dari menu lmpor dan
Ekspor.

Pada bagian ini dilakukan impor data citra satelit dari format GeoTIFF ke format ILWIS dan
ekspor data citra satelit dari format ILWIS ke format GeoTIFF, untuk selanjutnya digunakan
dalam analisis dan proses pengolahan data lainnya. Langkah untuk mengimpor dan
mengekspor data adalah sebagai berikut :

4.1.2.1. Mengimpor Data Raster

• Dari menu bar klik File pilih menu Import yang akan menampilkan berbagai jenis dan
format data ke dalam format tLWIS yang dapat diimpor menggunakan ILWIS 3.7 OPEN .
• Muncul jendela impor, pilih driver dengan tipe GOAL (Geospatial Data Abstraction Library)
raster, kemudian pilih format GeoTIFF seperti pada Gambar 4.3 berikut ini:

Drivers

Open Pixel Information



~~~~·
-=
Geotp.allal OblaAbslraction

~~;~::;~~m~s
Arc/Info ASOI Grid
Libra~y(GDAL: EUMETSAT Atcl-ive native (.natj
FIT Image
Fuji BAS Scamer IFMQe
Generic Binelry {.hdf Labeled)
Create Pyramid Layers Alcllnfo Bnaty Grid G~oSoft Grid EMchdnge Format
CEOS lm*
Preferences CEOS SAR Image
ii!!i!ii
Golden Soltwa1e 7 Bina~y Grid {.gr•
Convbir PolGASP
Golden Soltwa<e ASOI GtK! (.gal
Setup Digitizer COSAA Arnolated Bin.!wy MauDe (1
Golden Soltwate Binaly GrK! (.grdj
DIPEK
ORDC COASP SAA P10eess01 A a Graphics Interchange Format (.gif)
OTED ElevatJOr'l Raste. Ground-b&ect SAA Applications 1
GSC GeogtKI
ldtisi Raster A 1

Exit Alt+F4

Gambar 4.3. Cara mengimpor data raster pada ILWIS 3.7 OPEN

,----;E"'lASc;:-----~
n GeospoliaiD ..•Absboclionl.h"'l'(GOAltGeoTIF
HM .hdt Lobeled
EnvisatlrMOe FOJmat
lnp<Jt 1Lnneoo5_~52002082J_B10 c.ti I GJ
EOSAT FAST Foom.,
Etdos .l.ANI.GIS
Etdas lmagile l.._.l.lno;JJ Oulp.J lc7111Effi5_Cf;520020823 810 c...,. I~
ERMappeJ .ers Labeled
·-;; Use as
ESAI .hdt labeled
EUMETSAT Atctwe notivej.notJ
FIT Image
Fuj BA5 Scenne~ Image
Genetic Binaty (.ra Lobeledj
• GeoSolt Goo E><ehange Foomat
• GeoTIFF
,-..:..
< .. . U. - {' ........ .
.
"'n ~.--. I •
>
. ... --~---·· .. _,

-~_l-~_j

Gambar 4.4. Cara memilih data raster yang diimpor pada ILWIS 3.7 OPEN

25
• Setelah klik GeoTIFF maka akan kelu ar tampilan seperti pada Gambar 4.4, kemudian
masukan file input berupa data satelit LANDSAT-7 den gan nama file
L71118065_06520020823_810_C.tif dan dan berikan nama file output
• Pastikan lokasi output file berada pada direktori kerja yang telah dibuat. Bila belum, dapat
dilakukan dengan mengkopi path-nya pada windows explorer dan mem-paste nya pada
isian lokasi output, kemudia n ditambah strip miring ("f') dan nama filenya. Nama file
sebagai output dalam format ILWIS L7111 8065_06520020823_810_C.mpr.
• Bila proses tersebut telah selesai dil akukan , maka klik OK untuk melanjutka n proses
berikutnya.
• Untuk mengimpor data satel it ya ng lain, misalnya Landsat lakukan tahapan ya ng sama
seperti di atas. (catatan : untuk data LANDSAT-? ETM impor data menggunakan tipe
ERMapper.ers Labelled , contoh nama file p118r065_7f20000817_s49_C.ers , karena
data yang akan diimport memiliki format *.ers)

4.1 .2.2. Mengekspor Data Raster

• Dari menu bar klik File pilih ment.: Export yang akan menampilkan berbagai jenis dan
format data ke dari format ILWIS (.mpr) ke dalam format lain yang dapat dip.ilih (antara
lain .gis, .lan, .tif, .bmp, .img, dll) menggunakan ILWIS 3.7 OPEN .
• Muncul jendela export, pilih data raster yang akan diekspor ke dalam format lain ,
kemudian pilih format GeoTIFF , kemudian berikan nama file output dan lokasi
penyimpanannya pada direktori kerja yang telah dibuat klik OK seperti pada Gambar 4.5
berikt.:t ini:

AlAV2A185263{3Q.01B2A_lA
Iii alav2a185263730-o1b2<_u_O LJ E1densions
!EiAlAV2A18526373().01B2A_l LJ Log
Ooen As Table (\ll AlAV2A18526373().0182A_l LJR esouces
Iii alav2a1 85263730-o1 b2!_u_O LJ sc1ipls
Open P•xel Inform at;on mALAv2A1es2s:Jn~ais2i1-i LJ system
Geii;~ii;;d=432~~;;;;~~­
& Mapist_B.nd_ 432
~Resomple_Uha_Bond_542
(@ UTM Zone 485

Setup D:gitzer Method


i~ ILWlS r GOAL

Fonnat
n~ Til (Geo Till . TIF ..::::J
Output Faename ~:.:l
•v~ ni_:::::b•"-'=nd4:.::___ _ _ _ _----'l Q
- -~- -· .. ~ ..

~L~~J -~e\p i

Gambar 4.5. Cara mengekspor data raster pada ILWIS 3.7 OPEN

4.1.2.1.Mengimpor Data Vektor (Import Vector Data)

• Dari menu bar klik File pilih menu Import yang akan menampilkan berbagai jenis dan
format data yang dapat diimpor menggunakan ILWIS 3.7 OPEN.
• Muncul jendela import, pilih driver dengan tipe ILWIS, kemudian pilih format vektor dan
vektor file dengan format ArcNiew.SHP shape file, kemudian klik OK seperti ditunjukkan
pada Gambar 4.5 berikut ini:
26
ILWIS AlcNtew SHP shape lile

Open As Table - vectOf


lnou IF \IL\1.11$\jatin rsgis\iatim_kec.shp

Open Pixel Information Arc/lnlo EOO~nlerchange lorm~t


Alcllr'llo UN or PT S J.O,SCI! vector)
Create Pyramid Layers ~ Output IF ILWIS_iatim_rsgrs_t.,hm_kec ioc
Atl~s vect01 BNA
Preferences AutoC~d DXf

- ··- ILWIS ASCII vector SMT


Setup Digitizer
+ Ge ospot~l DotoAbst1~chon Liblory(GDAL )
+ Post ~e s
• Aste~
+ Acl:veX Data Obtects\ADO}
Export . . .

Exit Alt+ F4

Gambar 4.5. Cara mengimpor data vektor pada ILWIS 3.7 OPEN

4.1.3. Menampilkan Citra (Image Visualization)

Setelah data citra diimpor, maka tahap selanjutnya adalah menampilkan citra. Berikut
adalah langkah-langkah untuk menampilkan citra raster dari data LANDSAT-7 band 1, 2,
3,4 dan 5 :
• Dari menu bar klik File - Create - Map List, kemudian muncul menu Create Map List
seperti Gambar 4.6.
• lsikan nama file pada menu Maplist : L71118065_06520020823, selanjutnya pilih band-
band yang akan dimasukan dalam kolom maplist kemudian klik tanda ">", dalam hal ini
band yang di unakan adalah band 1,2,3,4 dan 5.
---- -~----------...,.--.------ -----
;a.Cre~Ma;plist

Oese~ipliM

1[)171110CE5_~_b1 ,..
~171110C65 0052002(823 b2

Pfeletentes Layotk .• ,
1D ,,,,,..;s=<»520021JBZl=b3 .lf--"""1-w,.
G"•ph ... lD17111:n5_1E520020823_b4 ~--"'!"
Set~ Digitizer E::)l71111l(J;5_<»520021JBZl_b5
Rose Oilqam ...
IL.'li7111BC65_~_._1
DornM'I•.• ~ 17111 0065_00520020823_,_;
Represefi.ation ...
"-' ;n
~1711lln5_06520020823_1_:: v
Export ...
.,. ..... GeoR.elerence ..• < )

- ~
Coorc:hte System...
. . . . . Set ...

r~a·~ -·
20irnensionaiT~ ..• iOE
Ft.er ... I<>
fl,.nction ••• I<>
I<>
"""'"

Gambar 4.6. Cara membuat maplist untuk manarnpiikan citra LANDSAT pada ILWIS 3.7 OPEN

27
• Selanjutnya cek hasil file maplist yang tersimpan pada direktori kerja, klik file tersebut
maka akan muncul menu display Maplist L71118065_06520020823.
• Untuk membuat Color Composit pada citra kli k Open As ColorComposit seperti Gambar
4.7 berikut, klik dropdown pada Red Band, Green Band, dan Blue Band pada kombinasi
RGB 321, 542, 543, dan seterusnya.

·· 1r¥O~erl

.• RGB RedBMd
YMC Green Band
(' HSI BUeBand

l.Jgi (.: NorrM r· D111k ·. Gra,t

Ueale P}'l«hd l¥"s

Gambar 4.7. Cara membuat citra komposit RGB dari Maplist pada ILWIS 3.7 OPEN

• Untuk menampilkan citra pada masing-masing band klik Open As Slide Show seperti
ditunjukkan pada Gambar 4.8 berikut, selanjutnya akan muncul menu Display Options
isikan refresh rate (/min) = 60 klik OK
• Lakukan proses dan ·tangkah yang sam a untuk data p118r065_7f20000817_s49_C.ers

Refresh Rate (/min) ~~ 3 '


Display Options

Gambar 4.8. Cara menampilkan citra masing-masing band dari Maplist pada ILWIS 3.7 OPEN

28
4.2. Koreks i Geometrik Data (Geo-referencing)

Geo-referensi (ge o-reference) dalam ILWIS adalah suatu service object yang berfungsi
untuk mendefinisikan hubungan anta ra baris dan kol o_m suatu data raster dengan posisinya
pada sistem koordinat kartesian (X,Y) . Data citra yang sudah diimport pada tahap
sebelumr,ya ada yang belum memiliki informasi koordin at, untuk itu pengguna dapat
menambahkan informasi tersebut dengan melakukan koreksi geometrik yang mengacu
pada data citra yang sudah geo-reference seperti ditunjukkan pada Gambar 4.9.

Gambar 4.9. Tampilan citra RGB LANDSAT-7 yang belum terkoreksi geometrik (Data 1) dan
sudah terkoreksi geometrik (Data 2).

Gambar 4.9 di atas adalah tampilan pada masing-masing data yang telah dilakukan import
file ke format ILWIS . Perhatikan pada masing-masing display data pada pojok kanan
bawah (elips line merah). Terdapat data yang belum georeference atau terkoreksi
geometrik (no coordinate), yaitu : data 1. Untuk mendapatkan data yang georeference maka
dilakukan koreksi geometrik pada data tersebut dengan acuan data yang sudah
georeference, yaitu data 2.

4.2.1. Membuat Sistem Georeferensi (Create Gee-referencing)


Untuk memudahkan dalam pengolahan data selanjutnya, perlu dibuat system georeference
dengan tujuan untuk menyamakan sistem koordinat yang digunakan. Berikut langkah dan
proses yang dilakukan seperti ditunjukkan pada Gam bar 4.1 a.

• Pastikan posisi navigator masih pada direktori kerja (nama_user)


• Dari menu bar klik File pilih menu Create, kemudian pilih Coordinate System, maka akan
muncul jendela Create Coordinate System seperti ditunjukkan pad a Gambar 4.10.
• lsikan Nama Coordinate System dengan WGS84_UTM49S dan pilih CoordSystem
Projection, maka akan muncul jendela Create Coordinate System "WGS84_UTM49S".
• Klik Projection, kemudian Select UTM Projection dan klik OK.
• Klik Ellipsoid, kemudian Select WGS84 Ellipsoid dan klik OK.
• Klik Datum, kemudian Select WGS1984 Datum dan klik OK.
• Non-Aktifkan tanda cek pada pilihan Northern Hemisphere dan isikan 49 sebagai kode
zona (wilayah Sampang dan sekitarnya termasuk dalam Zone 49S pada sistem koordinat
UTM)

29
• Kemu dian klik OK, maka jendela Create Coordinate System akan terisi nilai Projection ,
Ellipsoid dan Datum sesuai dengan daerah yang diingi nkan.

System Projection 'WGS84_UTM49S"


Description:
Raster Map ...
(Co01dinate System Projection 'WGS84_UTM49S'"
Open Pixel Information Table ...
CoordSystem Boundary Only
Map list ... Define Coordinate Boundaries
Create Pyramid layers • CoordSystem Proiechon
Object Collection ...
Preferences Layout. .. CoordSystem L~ t l on

Graph .. CoordSystem Forrrula


Setup Digitizer
Rose Diagram ... Erojection ]
CoordSystem TiePoinh
Domain ...
CoordSystem Direct Linear
Import Representation ...
Export ... C001dSystem Ortho Photo

Alt+F4

Coordin:'te System Projection 'WGS84_UTM49S"


Description:
!Coordinate System Projection 'WGS84 UTM 49S"
r- Define Coordinate Boundaries

Q.atum 1
,_,,_,_.__._._,,_~-- ~

Projection: UTM
Datum: WGS 1984
Enipsoid: WGS 84
EUipsoid parameters: a= 6378137.000. 1/f = 298.257223563
f~ N orthe~n fierrisphere

;::one ~

OK
~ ..

Gam bar 4.10. Tahapan pembuatan system georeference

4.2.2. Melakukan Koreksi Geometrik {Geometric Correction)

Setelah system georeference terbentuk, maka proses koreksi geometrik dapat dilakukan
dengan menggunakan system georeference tersebut. Gambar 4.11 dan 4.12 berikut
menjelaskan tahapan untuk melakukan koreksi geometrik :

• Dari menu bar klik File p!lih menu Create, kemudian pilih Georeference, maka akan
muncul jendela Create Georeference, pilih tipe Georef Tiepoints.
• lsikan Coordinate System WGS84_UTM49S dan Background Map
L71118065_06520020823 (hasil maplist), kemudian klik OK maka akan muncul jendela
Display Options - Raster Map, klik OK.
• Maka akan muncul jendela Georeference Editor untuk peta raster
L71118065_06520020823 dengan Coordinate System WGS84_UTM49S yang siap untuk
dikoreksi geometrik.

30
Map Ltsr '1.711 1ro>5_Il>520020023''

Open As Table Raster Map .. . < Ge<iiefCcrres


., lnlo
Open Pixel Information Table . . . . .. t Ge<iief Tieponts
Scalelmts
Map list .. . Geofle/ Died Lne.,.
Create Pyramid Layer~
Object Collection ... :· GeoAetOrthoPhoto ~
Preferences layout .. . C GeoAel Pi1i45el Pu:riective
0 AGB Red Btnd I!]L71118ffi5_~0823_E ~ ' ~ ~
Graph .. . GeoAeiJ.Odis~
YMC GreenB¥'d ~iiin0065ji'52002ii823~b:~ ' ~ ~
Setup Digittzer
Rose Diagram .. ,
HSI BUeBond bW':~t¥~~&tnrtJ..£!tt' · ~ ~
Coordnate System ~\>IGSB4_UHw149S
Domain ... o...
Import "'""
Export ...

-tbl]~ l71118065_065£
+ Gjl Properties

Gambar 4.11 . Tahapan membentuk Georeference Editor dalam proses koreksi geometrik

• Selanjutnya masukkan 4 (empat) titik ikat yang digunakan untuk menghitung parameter
transformasi dan melakukan georeferensi dengan acuan data citra yang sudah ada
koordinat georeference-nya (LANDSAT-7 ETM : p118r065_7f20000817_s49 (hasil
maplist)
• Sebelumnya pastikan bahwa citra yang mempunyai georeference memiliki Coordinat
System yang sama dengan cek Properties p118r065_7f20000817_s49 - Georeference
Corners dan pilih Coordinat System : WGS84_UTM49S seperti pada Gambar 4.12 dan
4.13 berikut :

31
~ L71118ffi5_1))52C(J21)323_910_C
.QJ L711100i5_1))520020BZJ_B20_C
.QJ L7111E(E5_1);520020B23_B:JJ_C
:ru L71110C65_~520020823_e.-o_c
~ L7111n5_06520020823_sso_c
pl Hli005_71200ll817_s49_C
®*tOOlitmi
tAT LON

Gambar 4.12. Citra LANDSAT p118r065_7f20000817 _s49 Georeference


(acuan dalam proses koreksi geometrik)

.1(21~SPOT4JIA12· 111 .1QI!DSPOT4JIA12-Iol


·If~- · If~-

A.ddlieQoftrurtlefl

~~
~l9um7.71LJ

~c.-.oo ""'

'•r "Gll

3
1
723801..400
790351.390
782926.030
715896. 1!110
9238037.710
9237710.300
9208112 . 850
9204'166.900
...
1047

2031
2768
3521
3392
l'U
Tru ~
T.:-u~
Tru~
DRov
6.50
-7 .38
1. 43
-6 . 55

•:.
1~7,2.0 ( 72ll597.48,92319'21 15) 6"53'24.S2"'S,113"01'17.94"E

Gambar 4.13. Citra LANDSAT p118r065_7f20000817_s49 (kiri) acuan dalam proses koreksi
geometrik terhadap citra LANDSAT L71118065_06520020823 Non-Georeference (kanan)

• Lakukan Zoom in pada ujung kiri atas (lokasi titik 1), contoh pada citra di sebelah kanan
(citra non-georeference) sedangkan citra di sebelah kiri (citra georeference), kemudian
lakukan klik pada lckasi yang sekiranya memiliki lokasi dan objek yang sama. Catat posisi

32
koord inat yang terdapat pada citra georeference, kemudian masukkan nilai titik tersebut
kedalam menu add Tie Point pada kolom X dan Y seperti pada Gambar 4.14.
• Lakuka n hal tersebut pada 3 titik yang berbeda dan memiliki lokasi atau objek yang sama
(minimal 4 titik georeferensi)
• Setelah 4 titik selesai dimasukkan, pengguna dapat memeriksa akurasi yang
diperbolehkan dalam proses georeferensi ini mel alui nilai sigma. Untuk hasil yang
maksimal, tolera nsi kesalahan sebaiknya tidak lebih dari 5 pixel.

Fie Etit. L~s Ot(IOilS HeiJ


0 0 -A ~ e._ E1. 1:! .,_ ~ 0 Allin• .. ··---~j: G+ Siga.a • 0.458 pU&ela

.lbZJ~ l7 11 UUS_06S::

·~~"""""

Rev
-·--- " ict"iv~ -- DRew-· DCol
Col
1658 137 True 0.26 -0.19
1676 3198 True -0.25 0 . 19
3392 3668 True 0.26 -0.19
3303 713 True -0 .27 0.20

{[:!} GeoReferenee. Editor: Po_JKOifOS _2004'1:129_WGS84_UTM46.U

Gambar 4.14. Editing posisi koordinat dan akurasi dalam proses koreksi geometrik pada citra
LANDSAT L71118065_ 06520020823 Non-Georeference terhadap citra
p118r065_7f20000817_s49 Georeference

4.2.3. Pengambilan Ulang Sampel Citra (Resampling)

Setelah memasukkan 4 titik yang berbeda pada lokasi dan objek yang sama pada citra
maka dilakukan resampling. Resample dimaksudkan untuk melakukan perhitungan dan
transformasi/ rektifikasi hasil 4 titik ikat yang telah di plot pada citra (sebelumnya tutup
dahulu tampilan windows pada menu proses add Tie Point (dengan tujuan proses save atau
penyimpanan data)). Berikut langkah dan proses yang dilakukan seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.15 :

33
r::;11LW1S Op en - 1: -BIMTEK SAMPAIIG ·02_Test;.O·f_P;lt..l S POT -H?_
Fil('

,Q Lmtso65_o652oo2082J •

open 'I lnt~qx·i~toon


Ro~oit"r Or•erbliom:
Clust~ r

Ce=!or CL•mP•JZ ite


Color St-p<:trd'li(lf'l
••* GeoAelerence TiePo1nts 't 71118065_0652002082'
Domain image ranges hom 0 to 255
Resampling Method
r·· Nearest Neighbour
R::a-:,'iefi:ze Ep;polar Stet ~o Pair
·• Bainear
Opera!~ SE8S Tools • Fitter
r- Bicubic
Statis:trc~

Table Oper<•ttons
~
:Szunp!e
~
Output Raster Map IL71118065_0652002082J_A

ARAWM V~;ctor Operations Siicirt~i GeoAelerence .[:!I'!U®j•"'fiUfCI!I :~ ~ ..:'J


- 31 Okt : V~;c1 onze ~,1er eo Pair From DTM GeoAelerence from p118r065_7120000817_s49_Cers. using GOAl
8 Visualization Stret ch
hop 7.0 fL S.:ript • ~ _J I:'BIMTEK SAI>i
0 escription:

Show

Gam bar 4.15. Proses resample untuk citra LANDSAT L71118065_06520020823_R

• Dari menu bar klik Operation pilih menu Image Processing, kemudian pilih Resample,
maka akan muncul jendela Resample Map, isikan Raster Map LANDSAT
L71118065_06520020823.
• lsikan Resampling Method Bilinear, Output Raster Name LANDSAT
L71118065_06520020823_R, kemudian masukan nama Georeference untuk file
resample dengan nama p118r065_7f20000817_s49 dan masukkan Coordinate System
WGS84_UTM49S (sudah disepakati sejak awal)
• Maka akan diperoleh citra hasil Resample yang memiliki koordinat georeference seperti
yang terdapat dalam lingkaran elips warna merah, seperti ditunjukkan pada Gambar 4.16
(Data 1 citra sebelum koreksi dan Data 2 citra sesudah koreksi)

Gambar 4.16. Citra hasil resample yang telah terkoreksi Gemometrik (Data 2)

34
4.2.4. Menampilkan Citra Warna Komposit (Display Color Composite)

Setelah selesai melakukan import data pengguna dapat melakukan pembentukan Komposit
Warna RGB dengan memanfaatkan kombinasi BAND yang tersedia yang selanjutnya
digunakan dalam analisis dan proses pengolahan data lainnya . Berikut langkah dan proses
yang dilakukan.

• Dari menu bar klik Operation pilih menu Image Processing , kemudian pilih Color
Composite , maka akan muncul jendela Color Composite seperti ditunjukkan pada Gambar
4.17.
• Lalu isikan 3 band peta raster LANDSAT-7 ibuat menjadi citra komposisi warna Red,
Green, Blue, misalnya L71118065_06520020823_B30_R_3 (R),
L71118065_06520020823_B20_R_2 (G) dan L71118065_06520020823_B10_R_1 (B) . Artinya
file tersebut akan membentuk komposit Band 321 pada citra LANDSAT-7 simpan nama
file Output Raster Map: L71118065_06520020823_B321_R dan klik show.
II Color Composite · · . ~

" 24 bt .r. Line~ 5 t1etd"Wng


ti" RGB ~· Histogram Equalization
<' HSI [;; Percentage

Interpolation
Point Operations
Polygon Operations Epipolar Stereo Pair DutputR.,ted-1ap j1118065 06520020823 8321
Operation·Li
Raster Operations Filter
DP<
Rasterize Sample
Edit SEBS Tools Slicing
(iJ Pixel Ir Segment Operations Stereo Pair From DTM
·+ b:: Create Spatial Reference Operations ~ Stretch
'+ 1m! DEMh~ Statistics ~ f
,+. l!!iJ)Image , Dependent Rllster
Table Operations
;+ l!'i!l Import Vectorize
MapColaComp24Linea~(mlist(tMAGERY_4 .1MAG ERY_1JMAGERY_211 ...
:+ lmJ InterJl( Domoin ''Color"
Visuabzation
.+~Pointe
+ ~ Polygo
Script P Info
I Scale Limits
I Tronsparent
r Te><t

(" Liglll r. Normal r Da~k ~~ Gray

r Create Pyramid Laye~s

Gambar 4.17. Tampilan citra komposit RGB dari data citra SPOT Band 412

35
4.3. Membuat Subset Citra (Image subset I cropping/su bmap)

Setelah selesai tahap proses koreksi geometrik atau georeference pad a citra yang belum
terkoreksi , processing crops/subset citra atau pemotongan citra dapat dilakukan dengan tujuan
untuk lebih fokus pada wi layah yang dipilih atau area yang akan dilinterpretasi . Selain itu,
pembuatan subset citra juga dapat meringankan proses pengolahan data pada komputer,
mengingat besarnya ukuran fi le data yang ada pada citra. Seperti dijelaskan pada Gambar
4.18 , tahapan untuk membuat subset citra atau sub map adalah sebagai berikut:

• Dari menu bar klik Operation pilih menu Raster Operations, kemudian pilih Sub Map, maka
akan muncul jendela Sub Map of Raster Map, isikan Raster Map
L71118065_06520020823_B321_R. Pilih batas-batas Sub Map berdasarkan Coordinates.
• Masukan koordinat berikut (first coordinate : 723048;9218187 dan opposite coordinate :
749741 ;9198130) sebagai contoh untuk mendefinisikan batas-batas potongan citra yang
akan dibuat dan masukkan Output Raster Map dengan contoh nama:
L71118065_06520020823_8321_R _SUB1
• ILWIS kemudian akan menghitung dan menampilkan peta hasil proses submap citra

Image Processing
~ lilll Import/Export

r~~e;;L4=P=ri,a ~ T~~~te ~=;~ ,........ E==:J


~ • Area Numbering
''" CoUm
"""""'"' .......
E==:J
~
Operati\

~Aggre(
lD Aggre~
<f.~ AnagiY,
~ Anisoti
SEBS Tools
Statistics
Table Operations
Vector Operations
1/ectorize
1/isuanzation
Attribute Map
Cross
Distance Calculation
Effect Distance
Glue Maps
0-
""""""CW>wu
o~.tpU: Ra$!• .,..,
~
'"'m"""lll65~_ili!l200200ti"'==-""-s'""u•"11

l!!!!l Apply : Script


Ill! Area Nl.JI110e!'rnQ- ·- - -
~Atmospheric correction
l":!l Attribute Map of Point Map
~Attribute Map of

First Coordinate

Opposite Coordinate

749741;9198130

Gambar 4.18. Teknik pembuatan subset citra atau sub map berbasis koordinat

36
• Lakukan proses dan langkah yang sama untuk melakukan subset citra dengan batas
pemotongan koordinat First Coordinate : 732818;9225857 dan Opposite Coordinate
759751 ;9205590 simpan dengan nama file: L71118065_06520020823_ B321_R _SUB2

4.4. Membuat Mosaik Citra (Image Mosaicking)

Mosaik citra dilakukan dengan tujuan untuk penggabungan beberapa citra yang bersebelahan
sehingga dapat membentuk liputan citra baru yang lebih luas. Hal ini juga dapat dilakukan untuk
penggabungan beberapa scane citra satelit dengan path dan raw yang bersebelahan . Dalam
praktek ini contoh mosaik citra yang akan digunakan adalah citra potongan hasil subsite citra
pada sub bab sebelumnnya . Seperti ditunjukkan pada Gambar 4.1 9, berikut adalah proses yang
dilakukan untuk membuat mosaik citra :

• Dari menu bar klik Operation pilih menu Raster Operations, kemudian pilih Glue Maps,
maka akan muncul jendela Glue Raster Maps, isikan jumlah Raster Map yang akan
dimosaik, misalnya 2 yaitu citra L71118065_06520020823_B321_R _SUB1 dan
L71118065_06520020823_B321_R _SUB2
• lsikan Output Raster Map L71118065_06520020823_B321_R _SUB12 dan klik Show, maka
akan diperoleh mosaik citra dari kedua peta raster.

Image Processing
J:.i:\ ·mJI Import/Export

lmrmm"i:\i'Yl ~
. R er
SEBS Tools
Statistics
Table Operations

r'
[Wm1oo;s_!W0020023_F _:::]
,.M.. [mini"im~X3

!""' GeoReference

Ot.tputRaderMap ll1180G5 ~520021E23 R_SU812I

Gambar 4.19. Teknik pembuatan subset citra atau sub map berbasis koordinat

37
4.5. Klasifikasi Digital Data Citra (Image Classification)

Pengguna dapat melakukan interpretasi dengan menggunakan klasifikasi digital pada data citra
satelit. Ada 2 metode klasifikasi yang secara umum dipergunakan yaitu klasifikasi terawasi
(supervised classification) dan klasifikasi tak-terawasi (un-supervised classification). Berikut
penjelasan untuk kedua jenis klasifikas1 digital tersebut.

4.5.1. Klasifikasi Terawasi (Supervised Classification}

• Dari File hasil pengolahan koreksi geometric berupa Map List dengan nama
L71118065_06520020823_R, digunakan dalam proses klasifikasi terawasi.
• Selanjutnya buat Sample Set untuk untuk objek piksel data dengan domain yang baru. Untuk
itu terlebih dahulu harus dibuat domain baru yang dapat melalui menu File, pilih menu
Create, kemudian pilih Domain maka akan muncul jendela Create Domain. lsikan nama
domain misalnya DOM_LANDSAT_CLASS kemudian klik OK.
• Selanjutnya buat Sample Set untuk untuk objek piksel data dengan cara: dari menu bar klik
File, pilih menu Create, kemudian pilih Sample Set maka akan muncul jendela Create
Sample Set. lsikan Nama Sample Set Sample_LANDSAT dengan Domain
DOM_LANDSAT_CLASS serta Maplist L71118065_06520020823_R, kemudian klik OK.
• Selanjutnya akan muncul menu Display Option untuk Map List Color Composit. Pilih
komposit RGB dengan Band 542 , kemudian klik OK.
• Menu Sample Set Editor akan muncul seperti ditunjukkan pada Gambar 4.20 berikut ini :

38
Create Sample Set

Sample Set Name isample_LANDSAT


Dascription:
H:.tpl.i•.'"t
Creele P'lnrrud Lsytrs
0l:J.';c.t CL'ii'!d;rJf•
Lay~Jul
Dorr1ain r©ooM_LANDSAT_CLASS __ :Ad
[~it~~~~~:~ ' "-
Gr&(..•h
Hose [::a2ram
Maplist

lmpo:'-:1
ExP':;rt .

·-·--- -~----.-·-.---.- ~~J ~~~c_:!__j _ ::_


· · ·--·-~ t!ZB
G o;,pl•yO;t;om- M•pU<tuColort:omp . - - -

Oeperdenl Mep l ist '\ 71110035_Cli520020823_R "


Domain Name [~~1-(iAE~~--CLASS """'IAwlolln >>BOGS_!X;520020023.>4"""-"""'' oo;s_7121XXXJ817_,.9_co
Type Y lrio
;·- Scae llnls
,... Class r Group
Width [so .J '> RGB RedBMd r~·l-i11 ·,-Eii5_ci52002082J~·f-~') '"(1............._. ._._-_] ··i~ .]
Description: :· YMC Green eGM ,oce_c•'-siiiiiiJJ-~1 tr:r···········---] t~f--~-----·----]
:-~----------------------·---- ----·--------·- ~ HSI Blue Band ....•• ~--~-..-~.--·_··-----"_] ~~-----·-·---..]

-------------------- ~- lig'll /; Norl'l'l<ll (' DR C Gr~

f' Uede P)II<YOO l~s

:~ . Sample Set E"ditcr. Sample_LANDSAT


File Edit layer~ Options Help

Please :com in to edit

Gambar 4.20. Teknik pembuatan sample set editor untuk proses kalsifikasi digital

• Klik ikon normal untuk memulai tahan pengambilan sample piksel pada tiap objek yang akan
diklasifikasikan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.21 di bawah ini :
• Pilih objek sebagai contoh adalah objek laut/tubuh air dengan drag mouse kemudian klik
kanan akan muncul menu Edit. Kemud ian akan muncul Class Name klik dan pilih < new > ,

39
dan add item to Domain isikan dengan nama objek yang akan menjadi klas pada hasil
klasifikasi misal: Name : laut/tubuh air, kemudian untuk Color dapat dirubah warna menjadi
blue. Selanjutnya sample piksel untuk objek yang lain dilakukan dengan cara yang sama.
Setelah selesai melakukan pengambilan sample piksel dapat dilakukan Exit Editor.

• .1 Sample Set Editor: 5ample_LANDSAT


File Edit Layers Optiom Help

DO*

'{~Edit

261 0 pixels selected

Class Name <new>

l';'!,) Add item to fJomain

Name llaut/tubuh air


Code
Color • Blue ... . ,J..

OK Cancel

File Edit Layers Options Help


108 pixels selected
. B IQl Y<. ' ~' b b:: : G+ J
,11:1093800
-- ·- -- - ·- · - -- .• . """"""'""""'"-'=·...l..:.:-- ..
I'=: -4
OassName

raT~: L:~E:::<-0~5~ Exit Editoi ] X

Gambar 4.21. Teknik pengambilan sample piksel pada tiap obyek yang diklasifikasi digital

Setelah selesai tahapan sample piksel pada tiap obyek yang diklasifikasi secara digital, maka
tahap akhir dari proses ini adalah melakukan klasifikasi digital terawasi (supervised
classification). Berikut adalah tahapan klasifikasi yang dimaksud :
• Dari menu bar klik Operations pilih menu Image Processing, kemudian pilih Classify, maka
akan muncul jendela Classification. lsikan Sample Set dengan Sample_LANDSAT, pilih
Classification Method sebagai contoh Minimum Distance (bandingkan satu persatu metode

40
yang ada , seperti Box Classifier, Maximum Likelihood , Spectral Angle dan sebaga inya)
kemudian pengguna dapat membandingkan hasilnya dari tiap klasifikasi yang dibuat).
• Kemudian beri nama output file CLASS_LANDSAT dan klik show, maka akan diperoleh citra
hasil klasifikasi dengan menggunakan metode Minimum Distance seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.22 di bawah ini :

5 1g D£M hydr,J-processing Sample Set •. Sample_LANDSAT

ClassifrcallOn Method:
J1! ~ ln•r:ort:Ex~urt
Bo)C C~sdier
open 'I lnh:.:rpt':!~tlf.'fl ':oLr Con;r;u.s r.~:

Pu!nt (;pE;rJtiC.,,3 (.o;_,, :!..t;plli ~~!t~n ' • Mlf'IIJrumOistaro.ce


Pt-~yglf.1 Or)e~ •Jtion<: Ep•p.v;lb~ St.':H~e Pat Mirnmurn Mahalanobts Distance
filtl'! r' Mal<lmum likelhood
StJrr•r~>:
S~clra!Anrle
SIK"~<"'lg
t" Prior Prob4bility
stf:!reo Pf!tr frun f;TH
Sp.lltl$ll Refer .;once Or.mrat!on~ ~ ~rf.tcl': Hveshold Distance
$ji;Jfj~:CS ~ I 4_LI~ 1

ANG
Vf:"ctr.t·iu:

Vi3U"~
.•t
'
.... Script
- · · · - - · - -r..- -

.--.::
f
Output Raster Map

-~-::~~
CLASS_LANDSA T

F~ Edi!

-IRJI!Ri QASS_SPOT< •
.- ~"-e.
·-·--·
!;tLegencl

-~·
·--
~~
,_.,

2674,199:5 ( 746140.47. 9206JS3.61)

Gambar 4.22. Klasifikasi digital supervised dengan metode minimum distance

4.5.2. Klasifikasi Tak-Terawasi (Un-Supervised Classification)

• Dari menu bar klik Operations pilih menu Image Processing, kemudian pilih Cluster, maka
akan muncul jer.dela Ciustering. Masukan keempat floating point sesuai jumlah band pada

41
citra LANDSAT kemudian masukkan L71118065_06520020823_R_5, _R_4, _R_2 pada
menu dropdown yang tersedia.
• lsikan jumlah Cluster yang akan dibuat, misalnya 10 Cluster, beri nama file pad a Output
Raster Map LANDSAT_UNSUPERV dan Output LANDSAT_UNSUPERV_TBL dan klik
Show, maka akan diperoleh hasil klasifikasi dengan menggunakan un-supervised
classification ditunjukan seperti Gambar 4.23 berikut :

File Edit

t2; © DEM hydro-processing


Numter ollnput Maps

.~. lhl Import/Export


• 3

Inter pol ation Color Composite ' D L71118065_06520020823_F ~ '


Point Operations Color Separation
Polygon Operations Epipolar Stereo Pair
, ...:l
i t'it:?,i1sii65~iiszo62osz33
Raster Operations Filter Im;Sl.7111so65_osszoo2oo23j _:J
Operati<
Rasterize Sample
SEBS Tools Slicing
010 Number ol Clusters
Segment Operations Stereo Pair From DTM
ARAWAN< Output Raster Map
Spatial Reference Operations ~ stretch
9-31 Okt Descriplion:
Statistics ~ ~
· z lJUM_Si"U I 4_L1AS':i
c=~=-~
tB
Table Operations ~ ' @ DOM_SPOT 4_ClASS
Vectorize ~ \BiJ IMAGERY r;, Dutput Table
Visualization ~ ~ Sample_SPO T 4
Script ~ . ''.~': Sample_SPOT 4 Show
ANG
•"11"''~'"""", \olf!n\f"'nt"''TA llrT

Gambar 4.23. Klasifikasi digital un-supervised

42
BABV

DIGITASI DAN EDITING DATA VEKTOR

Pengguna melakukan interpretasi dan digitasi pada layer (on-screen digitizing) untuk
mengumpulkan atau menyusun data digital yang memiliki tipologi unsur berupa: titik (point) ,
garis (line), dan area (polygon) .

5.1 Mendigitasi Unsur Titik (Point)

• Buka data citra SPOT4_B412_WGS84_UTM49S_R_SUB1


• Dari menu bar, pilih File- Create- Point Map
• lsikan Map Name dengan nama unsur titik
• Selanjutnya masukkan pada Coordinate System: WGS84_UTM49S (sebagai coordinate
system yang sudah diseragamkan sejak awal pengolahan data)
• Pilih UniqueiD untuk menetapkan identifier sebagai domain unsur titik yang dibuat seperti
ditunjukkan pada Gambar 5.1 berikut :

Save View Segment Map ...


Save View As ... Raster Map .. . Coordinate System IMAGERY
Create Layout Sample Set .. . MinX.Y j723041000 limsm:oocJ
Properties
GeoReference .. . Max X. Y 1749741.000 I 19218201000 I
Open Pixel information
Coordinate System •.. Domain i @Uniquei D - --3.::-J
Annotation Text ...
Exit Alt+F4 ; Submap .. ,

•oooooOOoOH• . . ••••••o••••

QD_Cance~J~

Gambar 5.1 . Tahap awal mendigitasi unsur titik pada citra

• KlikOK
• Untuk memulai digitasi gunakan Insert Mode ' ~ untuk memulai membuat titik
• masukkan atribut keterangan tempat pada sel yang tersedia, misal: Rumah1 dan Rumah2
• Bila sudah selesai dengan digitasi titik, klik tombol Exit Editor G+ untuk menutup
sesi digitasi, dan apabila ingin melakukan penambahan digitasi atau editin·g dapat dilakukan
dengan klik menu bar Edit- Edit Layer- Unsur Titik seperti ditunjukkan pad a Gambar 5.2
berikut :

43
- ! bi:'lE!)o.~~SatU..
• QJP1W(:f tle1 j
-~~ID 5POH_b411..SU I
• Q? Pigper! ie5

«13,JJJ9 ( 7+9't l9.93, 92061ot9.10) 7"'10'3Ul"'S,lll"I5"XI.s-t"'E

Gambar 5.2. Melakukan digitasi unsur titik pada citra

5.2 Mendigitasi l:Jnsur Garis (Line)

• Dari menu bar, pilih File- Create- Segment Map


• lsikan Map Name dengan nama unsur garis
• Selanjutnya masukkan pada Coordinate System: WGS84_UTM49S (sebagai coordinate
system yang sudah diseragamkan sejak awal pengolahan data)
• Pilih UniqueiD untuk menetapkan identifier sebagai domain unsur garis yang dibuat seperti
ditunjukkan pada Gambar 5.3 berikut :
~'Create Segment Mdp . . · . · ~

Mop Name
Description:
Save View
Save View As ... Raster Map .. . Cooufnote System WGS84_UTM49S
Create Layout Sample Set .. . MinX. y 1723041 000 I 19198141 .000
Properties ~!
GeoReference ... Ma•X. Y 1749741 000 I 19218201.000 I
Open Pixel Information
Coordinate System ... Domain f@'u~eiD -·· ----· 3_':'.:-j
Annotation Text ...
Exit Alt+F4 Submap .. .

..... ....

D:CJ Concel j2:LJ


Gambar 5.3. Tahap awal mendigitasi unsur garis pada citra

44
• Kli k OK
<~
e Untuk memulai digitasi gunakan Insert Mode untuk memulai membuat garis dibuat
seperti ditunjukkan pada Gambar 5.4 berikut :

DOi< O ..... 'I.tJ~· --x


- lQ! IT}o..nsuQ4rlos
. .
• QIPrope<tles
• :!;Zl f:)'-"'SU IU<
•Q'Prope<toos
- >fljg) ~H-~12_SU l
• QIPrOP<ertles

Gambar 5.4. Melakukan digitasi unsur garis pada citra

• Masukkan atribut keterangan tempat pad a sel yang tersedia, misal: jalan, sungai
• Bila sudah selesai dengan digitasi titik, klik tombol Exit Editor · G+ untuk menutup
sesi digitasi, dan apabila ingin melakukan penambahan.digitasi atau editing dapat dilakukan
dengan klik menu bar Edit- Edit Layer- Unsur Garis

5.3Mendigitasi Unsur Area (Polygon)

Untuk membentuk data spasial dengan bentuk polygo, tetap diawali dengan pembuatan atau
mendigitasi unsur garis (line) terlebih dahulu sebagai garis atau batas polygon yang dimaksud.
Setelah batas-batas tersebut siap dan perpotongannya sudah benar, barulah dapat dilakukan
pembangunan polygon berdasarkan unsure garis yang telah dibuat sebelumnya melalui
perintah polygonize pada ILWIS. Unsure-unsur garis tersebut dapat dianggap benar apabila
segmen hasil digitasi telah terbebas dari kesalahan-kesalahan seperti (self overlap, dead ends,
dan intersection) .

• Dari menu bar, pilih File- Create- Segment Map


• lsikan Map Name dengan nama unsur area line
• Selanjutnya masukkan pada Coordinate System: WGS84_UTM49S (sebagai coordinate
system yang sudah diseragamkan sejak awal pengolahan data)
• Pilih UniqueiD untuk menetapkan identifier sebagai domain unsur garis yang dibuat seperti
ditunjukkan pada Gambar 5.5 berikut :
45
Raster Map .. . Cootdinale Syslem WGS84_UTM 49S
Create Layout Sample Set .. . MinX.Y 1723041 000 I 19198141 ODD
GeoReference ... Max X. Y 1749741 .000 1 l921 e201 ooo
Properties .,
Coordinate System ...
Open Pixel Information Domain @u~iqueiD . :J ::.!
Annotation Text ...
Exit Alt+F4 Submap ...

~ Cancel He\l

Gambar 5.5. Tahap awal mendigitasi unsur polygon pada citra

• Klik OK
• Untuk memulai digitasi gunakan Insert Mode ' ~ untuk memulai membuat titik
• Bila sudah selesai dengan digitasi titik, klik tombol Exit Editor G+ untuk menutup
sesi digitasi , dan apabila ingin melakukan penambahan digitasi atau editing dapat dilakukan
dengan klik menu bar Edit- Edit Layer- Unsur Area Line
• Selanjutnya save file yang sudah dibuat dan lakukan Check Segment - Self Overlap dan
Check Segment - Intersections, setelah selesai melakukan Check Segment proses
selanjutnya dapat dilakukan dengan File- Polygonize seperti ditunjukkan pada Gambar 5.6
berikut :

(3'J Seoment Ef.litor : g.uis _ou ea ~ Se{lment Editor: !Jar is _area l3.'J Seom e nt Editor: u-aris _,u e~
fila- Edit l.Etyers Opttons t·lelp Fue Ed< loyers Options Help FHe Edit l.IJverl$ Options He

,,....~X Gt

Sel1 Oveflap
""'Self Ove!11lp·e...._.dlla_
..
Remove Redundt.nt Nodes Dead Ends ... Remove Redundant Nodes Dead EnrJ$ ..
Pock Intersections .. Pack Intersections ... Pack
Pnlygonize ... Polygonize ... Polygonize ...
Code Consis1:ency ... Code Consistency ...
BountJarie.s of map. Boundaries of mop .. Boundaries of map ...
for non-topo Polygons ...
Cu-~omize .. Customize ... CUstomize ..
Digi.iLer Digitizer O~gitizer

Ex! E<Jilor Ex~ Ed~or Exit Ed<or

Gambar 5.6. Tahap awal mendigitasl unsur polygon pada citra

• Setelah proses polygon selesai pengguna dapat menambahkan rsran data spasial dengan
berbagai keterangan dalam atribut data seperti: rumah, sungai, sawah, lahan kosong dan
lain-lain seperti ditunjukkan pad a Gambar 5. 7 berikut :

46
M~sl.. Domain NaroejcA,_,AE::A~_Ic-::D_ __ _ _ __ j
v Topoklgy Type
P~onCodes Class Group
.. Doman ldenhft"ll
L&.eiPOU"ll:s
Bool
Urrque ldentilte~s
Vak.Je

Width
OtAput P~gon Map .,lgar=i=='
- .::..,..
=.__ _ _ _ __J

0 eu:tiplon· DescJiphon·

Domain already '!l<ists

Cancel H~ c=J Cancel Help

Gambar 5.7. Tahap awal mendigitasi unsur pol ygon pada citra

• Kemudian lakukan klik kanan pada area polygon yang akan diberi identitas dan lakukan Edit

47
BAB VI

LAYOUT PETA

Sela njutnya, untuk menampilkan hasil interpretasi agar menjadi suatu peta yang informatif
dapat dilakukan dengan membuat lay-out peta. Berikut langkah dan proses yang dilakukan.

• Pada menu display citra atau hasil interpretasi klik File- Create Layout
• Selanjutnya muncul menu Save View As sebagai menu menyimpan project layout peta yang
akan dibuat, pada Map View Name -+ Peta Citra Sate/it Sampang, dan Title -+ Layout
Peta Citra Sate/it Sampang dan klik OK, muncul Set Scale (ukuran skala peta yang akan
ditampilkan) -+ 500000, kemudian muncul Display menu layout ILWIS seperti ditunjukkan
pada Gambar 6.1 berikut :

§ ILVIIS

View map

Gambar 6.1. Tampilan menu utama ILWIS Open Source

• Dengan memanfaatkan boxtools yang tersedia pembuatan layout dapat dilakukan mulai dari
ViewMap- Teks- Box- BitMap- Legend- Map Border- Orientasi- Scale
• Berikut adalah contoh sederhana hasil pengolahan layout pada ILWIS, dan untuk
menyimpan hasil pengolahan layout -+ File - Save seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2
berikut :

48
I>L fA Clf "-' :SA ft:L.If lit>OT 4 fAHUN :tOO~

t;,ll~ "'~~:===~~=~..r":,~ 4:t


:""•• ,, ~,..,.,., ,..,.,,.c••.,,....l.,..,.l'Oo.,._,.,.,...." \,, -:J

Gambar 6.2. Contoh hasil layout peta citra satel it

49
BAB VII

IMPORT DATA DAN PENGOLAHAN DATA

CITRA RESOLUSI TINGGI

7.1 Citra QUICKBIRD

7.1.1. lnformasi mengenai Citra QUICKBIRD

Citra satelit Quickbird adalah citra yang memiliki resolusi spasial tinggi yang terdiri dari data
multispectral (resolusi spasial 2,5m), data pankromatik (resolusi spasial 60cm), dan tersedia
juga produk bundle/pansharpen atau fusi antara keduanya dengan resolusi spasial 60cm dan
kombinasi bandnya dapat berupa 3 atau 4 band.
• Karakteristik panjang gelombangnya adalah;

Band Multispektral Band Pankromatik


a. Merah : 450 -520 nanometer a. 450 - 900 nanometer
b. Hijau : 520 - 600 nanometer
c. Biru : 630 - 690 nanometer
d. Near Infra Red : 760 - 900 nanometer

• Level produk citra quickbird ada 3, yaitu Citra dasar/basic imagery, citra standard an citra
ortho
• Data citra Quickbird wilayah kajian adalah citra level standar, yaitu telah terkoreksi
radiometri, geometri berdasar proyeksi peta yaitu Datum WGS 84, dan UTM. Data level ini
memilil<i tingkat akurasi sedang
• Lokasi adalah kota Yogyakarta, tanggal11 juli 2003,
• Product type standart, format file Geo Tiff, dengan jumlah bit/nilai piksel dalam citra adalah
16 bit
• Koordinat dapat dilihat di meta data dalam format text dokumen:
nwlat = -7.75551000;
nwlong = 11 0.34076000;
selat = -7.84248700;
selong = 11 0.40759700;
• Format penamaan adalah
Nama produk = tanggal akuisisi-info produk-id produk-.format ekstensi
Nama produk = 03JUL 11025343-S2AS_R2C1-000000191094_01_P002.TIF
Tanggal akuisisi = 03JUL 11 (tanggal) 025343 (waktu).UTC Time
Info Produk = S (Pansharpen) 2A (citra standart) S (subscene) _R2C1
ld Produk = 000000191094 (id order)_ 01 (increment) _P002 (offset)
Format ekstensi = .TIF (GeoTIFF)
kCatatan ; P=Pankromatik, M=Multispektral, S=Pansharpen
1b=basic imagery, 2A=standar imagery
50
S=Single/Subscene, M=Mosaik
TiFF=GeoTIFF ; NTF=NTF 2.0 atau 2.1

7.1.2. Import Data Qu ickbird

Langkah pertama dalam pengolahan data citra adalah mengimport data satelit yang akan
digunakan ke dalam format llwis. Umumnya data citra disimpan dalam media magnetic tape,
CD ROM atau media penyimpan lainnya . Jenis data yang bisa diload ke dalam llwis adalah
data raster dan data vektor.
Pada bahasan ini, akan mengulas tentang loading data/import data raster, llwis dapat membuat
enam files :
a. Raster Map ~
b. Domain@
~
c. Representation 'W
d. Coordinate System ®
e. Georeference lLt
f. Histogram Iii

Tujuan mengimpor citra quickbird dalam format GeoTIFF adalah untuk merubah format citra
dari ber-ekstensi GeoTIFF menjadi citra berformat ILWIS atau .mpr serta menempatkan hasil
import pada direktori kerja pengguna. Citra Quickbird yang diimpor biasanya telah berupa
multipleband dalam bentuk natural color komposit RGB 321 . Kombinasi natural color adalah
saluran RGB yang disusun mendekati panjang gelombangnya sehingga sesuai dengan warna
aslinya. Pada kombinasi ini akan tampak warna hijau untuk tanaman, biru untuk air dan merah
kecoklatan untuk tanah. Langkahnya adalah;
• Klik File - Import- Geospatial Data Abstractions Library (GOAL) - Raster
• Pilih type data GeoTagged Image File Format (GeoTIF) karena data yang diimpor memiliki
format TIFF untuk diubah ke format ILWIS seperti ditunjukkan pada Gambar 7.1 berikut:

Drivers

Fi:1 ILWlS "" Geospatial Data Abstraction Library(GDAL~GeoTIF


C: Geospatial Data Abstraction Library(GDAL:
S raster
Input f@UGI025343·S2AS_R2C1 -0DD00019J GJ
AirSAR Polarimetric Image
·· ARC Digitized Raster Graphics
Arc/lnloASCII Grid Output J03JUL11025343-S2AS R2C1-00000019J
Arc/1 nfo 8inary Grid
CEOS Image f\l Use as
CEOS SAR Image
Convair PoiGASP
·· CO SAR Annotated 8inary Matrix (l
·· DIPEx
DRDC COASP SAR Processor Ra
DTED Elevation Raster

>

Gambar 7.1. Cara mengimport data citra Quickbird

51
• Pilih file dengan nama "03JUL 11025343-S2AS_R2C1-000000191094_01_P002.TIF" untuk
mulai mengimpor
• Pastikan lokasi output file berada pada direktori kerja yang dibuat tadi, Kemudian nama file
Output dapat diganti dengan "Kota Yogyakarta" dengan format file .mpr
• Bila sudah, bisa klik OK untuk mengeksekusi

7.1.3. Membuat Koordinat System (create coordinate system}

Sebelum memulai mengimport data citra, dibuat satu file coordinat system, yang akan dipakai
semua file import, langkahnya yaitu:
• Mengarahkan posisi navigator pada direktori kerja
• Klik File- Create- Coordinat System
• Pilih Coordinat System Projection, kemudian klik OK seperti ditunjukkan pada Gambar 7.2
berikut:

Open ... Segment Map ...


Open As Table Raster Map ...
Open Pixel Information Table ...
Map List ...
Create Pyramid Layers
Object Collection ...
Preferences Layout .. .
Graph .. .
Setup Digitizer
Rose Diagram ...
Domain ...
Import Representation ...
Export ... GeoReference ••.

Exit Alt+F4
Sample Set ...

Coordinate System Name


Description Coordine.t~ System Projection "UTM Zone 498"
Qescription: I
~~C-oo-r-di-na-le_S_y_s-te-m~P~ro~je-c~tio-n~'~'U~T~M~Z~o-n-e~49~S~"~------,~~
/
r CoordSystem Boundary Only
r. [¢..9.~i~·~~ii·~:~"J?:'i.~.l.~~fl~·~ . r Define Coordinate Boundaries l
C CoordSyslem Latlon l

f' CoordSystem Formula


r CoordSyslem TiePoints
r Coo;dSyslem Direct Linear
('' CoordSystem Ortho Photo
OK Cancel j
I
Help . !

Gambar 7.2. Cara membuat sistem koordinat geografis

52
• Klik tombol Projection untuk menentukan sistem proyeksi, pilih UTM
• Non aktifkan tanda cek pada pilihan North ern Hemisphere dan isikan 49 sebagai kode Zone
karena wilayah Yogyakarta dan sekitarnya termasuk dalam Zone 49 Selatan pada sistem
koordin at UTM seperti ditunjukkan pada Gambar 7. 3 berikut :

Coordinate System Projection "UTM Zone 498" Coordinate System Projection "UTM Zone 49S"

Description: Qescription:
!coordinate System Proje;:tion ""UTM Zone 495''
!coordinate System Projection "UTM Zone 49S"
'· Deline Coordinate Boundaries
Define Coordinate Boundaries

Qatum
Ptoieciion: UT M
Projection: UTM Datum WGS 1994
Sphere B.adius [m] 16371007. 0001 Elfipsoid: WGS 94
Ellipsoid parameters: a= 6379137.000. 1/1= 299.257223563
; Northem !:!emisphere
r· Northern !:!emisphere
Zone
;::one ~

Gambar 7.3. Cara menentukan sistem proyeksi citra

• Klik tombol Ellipsoid dan masukkan WGS 84 sebagai definisi elipsoid


• Klik tombol Datum dan masukkan WGS 1984 sebagai definisi datum
• Klik OK dan pastikan isian parameternya sama dengan contoh berikut
• Terakhir, pastikan bahwa File Coordinate System sudah ada pada direktori kerja

7.1.4. Menyamakan Sistem Koordinat

Untuk memudahkan dalam pengelolaan, data yang diimpor diseragamkan sistem koordinatnya
dengan yang telah dibuat, langkahnya:
• Klik kanan pada file georeference lf::~ Kota Yogyakarta, klik properties
• Ganti Coordinate System dengan UTM Zone 49S seperti ditunjukkan pada Gambar 7.4
berikut :

53
GeoReference Gener1>f Conlarned By Used By Info

[~~~;j GeoR eference Corners "kota yogyakarta"


6538 1ines and 8192 colu;nns.
Pi•el Size 0.6 m

Coa<dinate System

Coordinate System Projection "UTM Zone 495"

Corner of Corner Coordinates of ''kola yo~akarla"


Top Left: {427322.40.9136992.00)
Top Right: {432237.60.9136992 00)
Bottom Left: {427322.40.9133069 20)
Bottom Right: {432237.60.9133069.20)

-----------------

Gambar 7.4. Cara menyamakan sistem koordinat geografis pada citra

• Bila sudah, bisa klik OK untuk mengeksekusi

7.1.5. Menampilkan Citra (image visualization)

Data yang telah diimpor, dapat ditampilkan dengan langkah berikut;


• Jangan lupa untuk selalu mengarahkan navigator pada direktori data yang akan ditampilkan
• Double klik object colection ~ - klik maplist ~ - klik kanan open, untuk memunculkan
maplist
• Pada window maplist, klik open as color ~. kemudian muncul window Display Options-
Map List as ColorComp seperti ditunjukkan pada Gambar 7.5 berikut :

Create Sample Set. , .


Image Processing
Ex port .• .
Densify Raster Map ...
Aggregate Map .. ,
Spatial Reference Operations ..
statistics

Pr<."~perties

Copy Ctri+C
Delete Del
Help

Gambar 7.5. Cara menampilkan citra dari Maplist

54
• Setelah itu pada window Display Options - Map List as ColorComp, beri tanda cek pada
pilihan Info, untuk menampilkan informasi berupa nilai piksel atau digital number (DN)dan
beri tanda cek RGB dimana komposisi RGB diisi kombinasi natural color band 321 .
Kemudian beri tanda cek pada pilihan normal seperti ditunjukkan pada Gambar 7.6 berikut:

Map List "kola yogyakaila''

" Info
- Scale Limits

1' Transpa•ent

;< RGB Red Band !!Tlkola yogyaka11a_1 I 1875


r· YMC Green Band 1
E::l kola yagyakaJia_2 • ~lo==~l l1o7s
C HSI Blue Band .~ J Ia I lsas
<' Light • Normal Dark Gray

f' Create Pyramid Layers

Gambar 7.6. Cara menampilkan citra komposit RGB dari Maplist

• Akan muncul window citra Quickbird Kota Yogyakarta seperti ditunjukkan pada Gambar 7.7
berikut :

Fie Edt l.,....s Options Help

DG *

Gambar 7.7. Tampilan citra komposit RGB dari Maplist

55
Pada window tersebut dapat diketahui nilai ON, mengubah skala, melakukan zoom in dan zoom
out, mel akukan pengukuran (measure), dan menyimpan tampilan dalam map view. Langkah
tersebut dapat dilakukan sebagai berikut;
• lnformasi nilai ON diperoleh dengan klik file- open pixel informati on seperti ditunjukkan pada
Gambar 7.8 berikut :

~
--· ·--~·---

:~kota
Gcoordinate
yogyakarta
llirnkota yogyakarta 1
(429813 .23,9135218.27)
2957,4152
21'1
~kota yogyakarta--2
=
lf:!1lllkota yogyakarta 3
I
297
220

Gambar 7.8. lnformasi nilai piksel dari setiap layer/kanal citra

• lnformasi koordinat ada pada pojok kanan bawah window


4597,4811 ( 430208.80, 9134234.23) 7°49'54.81"5, ll0°22'01.02"E

Nilai DN Koordinat Koordinat

• Mengubah skala menjadi 1:1000 seperti ditunjukkan pada Gambar 7.9 berikut :

"- ko~a yogyakarta- II.WIS . -- ~rQ)~


File Edt layers Options Help

~ i<otoyogy<>karto
+ ~Properties

Gambar 7.9. Melakukan zoom out dengan skala 1:1000 untuk memperjelas citra
56
• Melakukan pengukuran jarak obyek di dalam citra seperti ditunjukkan pad a Gam bar 7.1 0
berikut :

From (430041.45,9134355.93)
To (430173. 74,9134355 . 93)

Distance on map: 132 .29 m


Azimuth on map: 90.00 o

Ellipsoidal Distance: 132.34 m


EIHpsoidal Azimuth: 90.09 o

Scale Factor: 0.9996604547


floleridian Convergence: 360.000 °

OK

Gambar 7.10. Melakukan pengukuran jarak pada citra yang di zoom out

• Melakukan zoom in dan zoom out pada wilayah-wilayah yang dikehendaki, Icon Pan juga
dapat dipilih dan digunakan untuk menggeser-geser peta ~~~

7.1.6. Koreksi Geometri (geometric correction)

Koreksi geometrik dilakukan untuk memperbaiki kesalahan posisi koordinat sehingga sesuai
dengan dilapangan. Koreksi geometrik dilakukan untuk mendapatkan keseragaman sistem
proyeksi, dan sistem koordinat. Titik koordinat acuan mengacu pada GPS seperti ditunjukkan
pada Gambar 7.11 berikut:
• Bukalah citra
• File-create georeference

Raster~ ••.
OpenAxellriorAiaticn Table •••
MapUst ...
CreatePyratrid tays-s :- GeoRef CtlnefS
ObjectColection••.
l.,.,.W: ... ... GeoRef Tiepora
Graph •••
f' GeoAel Diect Lno.af
FtoseD!ot7om •••
Danilh..• :" GeoAel Oolho Photo
( GeoRefP~ . . Pt~

,. G-e/3{) chplay
.,._..• ,.. ':::J"~ --~-·-

• ~RJJ( n.WIS """"'"'"·


2DWnenslon.IIITable ••• Coacinate Sy:tem r~ UT~ Zone 49S
l
--~-~"::]
• c.J RTRW_~ Filet ...
Brl~OlXld ~ap j"ii)k;;,t·~ ·~;~~--
• :.J SEMINAR fu"lcti::ln ...

.: 5 ::::;::d~~:·,··;;...-~J-------------1
ff
,,
2J tll_n.nl.M_prign

Gambar 7.11. Tahapan membuat georeference

57
• Kemudian lakukan proses resample , langkahnya adalah Operation-image processing-
resample seperti ditunjukkan pada Gambar 7.13 berikut :

B.aster Map

GeoReference TiePoints "tie point gps" ~ res ample

Value flange: Minimum: 0 Maximum: 875


Operation-Tree
flliRescliJ!ple·Map , -. . - ---.-.-11]
-
fiesampling l'l.ethod OperaliorH.ist ~la v igatOf

tistory B.aster Map


·-~-- . .. ..~-- --~-----

; t;) kota yogyakarta


... --.. --- ---~- ~--

...:_;
ro t!earest Neighbour WMS
... •,..3( : GeoAeference TiePoirb "tie porl:s_geo~eterence_QI
' Bilinear
+ S;.:J 0: 0 Maximum: 875
;· BiJ;ubic + .J;d E:
B.esamping Method
+ -:.::JG:

Qutput Raster Map jyogyakarta corrected I :=J J: '• t!eatest Ne;ghboul


~=-- - - - - -iiiiil;l . i :- BJnear
jieoReference 1 • ...:J..::.._{ '' B!;ubic
GeoReference from 03J UL11 025343-S 2AS _R 2C1-000000191 094_ 01_PO Qutpli Raste1 Map \kota yogyakarla cOJreeted
Value flange J-87 I j963 jieoAelerence

.Erecision J1D I GeoRefeoence from OliUL 11025343·S2AS_R2C1-0COXXJ191094_01_F'0

Description: Valueflange ~~
freeman ~

Gambar 7.13. Tahapan melakukan koreksi geometrik

7.1.6. Penajaman Citra (mage stretching)

Dibutuhkan untuk memudahkan interpretasi, ada 2 macam metode penajaman citra;


a) Peregangan linear ; Metode ini digunakan untuk citra dengan range DN yang sempit
sehingga sangat mudah dilakukan penajaman citranya. Langkahnya adalah sorot pada data
maplist raster ~klik kanan, pilih image processing - stretch - linear stretching seperti
ditunjukkan pad a Gam bar 7.14 berikut :
~ Foreign Collection "ko!4 yngyakarl4"
- - - -

Filter ...

~~~::ri!Q,
Delete Del I
i Help I
Gambar 7.14. Tahapan melakukan penajaman citra (stretching)
59
b) Beriku adalah tampilan citra sebelum dan sesudah dilakukan penajaman citra (stretching)
seperti ditunjukkan pada Gambar 7.15 berikut :

Gambar 7.15. Tampilan citra sebelum (kiri) dan sesudah (ka nan) penajaman citra (stretching)

c) Histogram equalization
• Klik kanan maplist - Histogram equalization
• Pada data quickbird dilihat batas min-max DN, kemudian kita isi nilai baru batas min dan
max yang kita inginkan seperti ditunjukkan pada Gambar 7.16 berikut :

Raster Map rII> new mapijst ygy ---3


Sbetch Method
r Linear Sbetching
lo Histogram Equalization Intervals ~:ci
256 :..:..__ _J

Stretch From:
\o Min.Max ._110_
0_ __,1 150!1
('" Percentage

Output Raster Map jsbetch berdasar histOQJam

Description:

Gambar 7.16. Tahapan membuat histogram equalization

60
7.2Citra ALOS AVNIR

7.2.1. lnformasi mengenai Citra ALOS AVNIR

Satelit ALOS (Advanced Landsurface Observation System) adalah satelit pemantauan


permukaan bumi buatan Jepang dan telah diluncurkan dan beroperasi sejak tahun 2006
(didesain untuk 5 tahun). Beratnya mencapai 4 ton dengan orbit sun-sychronous di ketinggian
691 .65 km dan inklinasi 98 .1 6° ALOS membawa 3 sensor utama yaitu PRISM dan AVNIR
(Optical) dan PALSAR (Radar). ALOS membawa sensor multi spektral 4 kanal dengan resolusi
10m dan panjang gelombang pada masing-masing kanal 81 =0.42-0.5mm, B2=0.52-0.60mm,
B3=0.61-0.69mm dan B4=0.76-0.89mm.

Penamaan file citra pada ALOS di awali dengan "IMG-". Untuk citra PRISM IMG-
ALPSM********* 1B2-UN dan untuk AVNIR2 IMG-B1 -ALAV"****1B2R, dimana tanda ***** adalah
nomor lintasan orbit satelit (5 digit) + kode proses (setiap scene citra memiliki kode unik
tersendiri) . Contoh IMG-HH-ALPSRP207217030-H1 .5_UA (PALSAR), IMG-03-
ALAV2A 185263730-01 B2R_U (AVNI R2), IMG-ALPSMW185263735-01 B2R_UW (PRISM)

• Level produk citra ALOS AVNIR ada 3, yaitu citra dasar (basic imagery), citra standar dan
citra ortho
• Data citra ALOS AVNIR wilayah kajian adalah citra level standar yang telah terkoreksi
radiometri, geometri berdasar proyeksi peta yaitu Datum WGS 84, dan UTM. Data level ini
memiliki tingkat akurasi sedang .
• Lokasi citra adalah kota Jakarta, tanggal 17 Juli 2009.
• Product type standart, format file Geo Tiff, dengan jumlah bit/nilai piksel dalam citra adalah 8
bit, resolusi spa sial 10 m.
• Koordinat dapat dilihat di meta data dalam format text dokumen :
nwLat = -6.095;
nwLong = 106.618;
=
seLat -6 .230;
selong = 107.249;
• Format penamaan adalah
Nama produk = IMG-B1-ALAV"****1 B2R.tif,
tanda ***** =nomor lintasan orbit satelit (5 digit) + kode proses.format
Nama produk =IMG-01-ALAV2A185263730-01B2R_U.tif,
IMG-02-ALAV2A185263730-01B2R_U.tif
IMG-03-ALAV2A 185263730-01 B2R_U.tif
IMG-04-ALAV2A 185263730-01 B2R_U .tif
Tanggal akuisisi = 17Juli 2009 (tanggal) 025343 (waktu). UTC Time
ld Produk = ALAV2A185263730
Format ekstensi = .TIF (GeoTIFF)

7.2.2. Konversi Data ALOS AVNIR menggunakan Perangkat Lunak ASF

Format data awal ALOS AVNIR (format CEOS Level 1) sebelum diekspor ke dalam format .tif
atau .img (data yang telah terkoreksi secara geometrik) adalah format yang belum terkoreksi
secara geometrik dan tidak dapat dikenali dan diolah secara langsung menggunakan perangkat
lunak ILWIS 3.7 OPEN. Untuk itu diperlukan perangkat lunak lain yang berfungsi untuk
61
mengoreksi secara geometrik data citra ALOS AVN IR (format CEOS Level 1) dan menyimpan
data yang telah terkoreksi terkoreksi tersebut dalam format .tif atau .geotiff yang dapat dikenali
oleh ILWIS 3.7 OPEN. Salah satu perangkat keras open source untuk mengolah dan
mengoreksi geometrik data citra ALOS AVNIR adalah pera ngkat lunak ASF (Alaska Satellite
Facility) yang dikembangkan oleh lnstitut Geofisika Universitas Alaska Fairbanks. Perangkat
lunak ini darat diunduh secara gratis melalui website https://forum.asf.alaska .edu. Gambar
7.17 berikut adalah tampilan utama perangkat lunak ASF Map Ready.

:~:-!'. t·;~::l.;:-;J':..O::::!
Select Processing Steps: "="~· ··<!c ~~ C:.-~~<~o~,; ~~o
Ge::c;~~ ·-~;: '..:~"'

r l::r e: -: ~,.~ ~t:~CI't<~ ~

r
r
"o:~c-et:"'! !.: r.l;· br C~; e:::f-:rw-: 5l.C :i~a }
-e"'".f<:' c~- c~:: {·.'; ;;r. :;:;;;a: !::ev"t~"< ~\oe"e'}
r1SF;;J
l
r.
-:~;:- ,-o ., ,~ ...·,ec-":e ~-e~

Te":":O::.rb~ ~'i f.ee:J e'~"'~C.I't!e ~~6


~ I
1-o l~;i="es

'·'° CSC"-' "' '' ? I[:!.::;] illclt21 i~ I:r-:,~1 ~I e I '"'"'"''' = """".. '"' 'I '"'~ I
,,,.,,.,.,II''"'' lc""·""'' I'"'"'
1' ,1
., ..
..................................... .•..... ....

Gambar 7.17. Tampilan utama perangkat lunak ASF Map Ready

Untuk mengoreksi secara geometrik data ALOS AVNIR, klik Browse pada panel ASF maka
akan muncul jendela Select File. Kemudian pilih file asli ALOS AVNIR (format CEOS Level 1)
dengan nama file LED-ALAV2A 185263730-01 82R_ U (beri tanda checklist pad a pili han
Geocode to a Map Projection) seperti ditunjukkan pad a Gam bar 7.18 berikut :

Gam bar 7.18. Memilih data asli ALOS AVNIR yang akan dikoreksi geometrik
62
Setealh itu klik panel Export, pilih format export dalam format .tif dan isikan pada pilihan Export
Multiple Bands in a Single RGB Image (user defined , misalnya band 432), kemudian klik
Process All seperti ditunjukkan pad a Gambar 7.19 berikut :

~!l:r:.;i-e :'":!'DiJ'• G-eoT:F;: {.tf} ~"! ;z S ~<r !'

C Ex;::~or::.! Sc._ ~SA~?:-o {.b.•·) t;~s

Gam bar 7.19. Konversi dan koreksi geometrik data ALOS AVN IR ke dalam format .tif

Maka akan diperoleh citra komposit RGB band 432 dari data ALOS AVNIR yang telah
terkoreksi secara geometrik dengan format .tif yang selanjutnya akan diolah menggunakan
perangkat lunak ILWIS 3.7 OPEN .

7.2.3. Import Data ALOS AVNIR

Langkah pertama dalam pengolahan data citra adalah mengimport data satelit yang akan
digunakan ke dalam format llwis. Umumnya data citra disimpan dalam media magnetic tape,
CD ROM atau media penyimpan lainnya. Jenis data yang bisa diload ke dalam llwis adalah
data raster dan data vektor.
Pada bahasan ini, akan mengulas tentang loading data/import data raster, llwis dapat membuat
enam files:
a. Raster Map 1m!
b. Domain@
c. Representation §;
d. Coordinate System (@
e. Georeference !!"~
f. Histogram Iii

Tujuan mengimpcr citra ALOS AVNIR dalam format GeoTIFF adalah untuk merubah format
citra dari ber-ekstensi GeoTIFF menjadi citra berformat ILWIS atau .mpr serta menempatkan
hasil import pada direktori kerja pengguna. Citra ALOS AVNIR yang diimpor biasanya telah
63
berupa multipleband dalam bentuk natural color komposit RGB 432. Kombinasi natural color
adalah saluran RGB yang disusun mendekati panjang gelomba ngnya sehingga sesuai dengan
warna asl inya . Pada kombinasi ini akan tampak warna hijau untuk tanaman, biru untuk air dan
merah kecoklatan untuk tanah. Langkahnya adalah;
• Klik File- Import- Geospatial Data Abstractions Library (GOAL)- Raster
• Pilih type data GeoTagged Image File Format (GeoTIF) karena data yang diimpor memiliki
format TIFF untuk diubah ke format ILWIS seperti ditunjukkan pad a Gambar 7.20.

Drivers

ELAS Geospatial Data Abstraction Library[GDAL):Geo TIF


ENVI hdr Labelled
Envisat Image Format
Input JC:IProgram Fies\JLWISV>.LAV2A185263'I c::::J
EUSAT FAST Format
Erdas .LAN/.GIS
Erdas Imagine Images [.img) Output lc Program_Files_ILWIS_ALAV2A1852EI
ERMapper .ers Labelled
;;I Useas
ESRI .hdr labeUed
EUMETSAT ArciWe native [.nat)
FIT Image
Fuii BAS Scamer Image
Generic Brnary [.hd1 Labelled)
GeoS oft Grid Exchange For mat
GeoTIFF
~"'·'-'· ·· r . h ... •. . "7 n :.• • . r- .: .Jr -·
>

OK Cancel i

Gambar 7.20. Cara mengimport data ALOS AVNIR ke dalam format ILWIS

• Pilih file satu persatu dengan nama "ALAV2A185263730-01B2R_U_01 .tif',


"ALAV2A185263730-01B2R_U_02.tif', "ALAV2A185263730-01 B2R_U_03.tif', dan
"ALAV2A185263730-01B2R_U_04.tif' untuk mulai mengimpor
a. Pastikan lokasi output file berada pada direktori kerja yang dibuat tadi, Kemudian nama
file Output dapat diganti dengan "ALAV2A185263730-01B2R_U_01 ",
"ALAV2A 185263730-01 B2R_U_02", "ALAV2A 185263730-01 B2R_U_ 03", dan
"ALAV2A185263730-01B2R_U_04" dengan format file .mpr
b. Bila sudah, bisa klik OK untuk mengeksekusi

7.2.4. Membuat Koordinat System

Sebelum memulai mengimport data citra, dibuat satu file coordinate system, yang akan dipakai
semua file import, langkahnya yaitu :
• Mengarahkan posisi navigator pada direktori kerja
• Klik File- Create- Coordinate System
• Pilih Coordinate System Projection, kemudian klik OK seperti ditunjukkan pada Gambar 7.21 .

64
(oOid•Mte Sy$tem Name
Lescr1pllon
CoordinElte System Project1on "UTM Zone 488"
a:Je- ... CoordSystem Bound.,ry Orly
\ 'c.:J .. s: ... • Coorc!S}Istem Proiectioo
Coord$y$tem letlon Define CoOJdinate Boundaries
_a v:J .. : ... Co01dSystem Fcxroola
CoordSystem TiePoints
CoordSystem D~ect linea:
fr oiection
CoordSystem Ortho Photo

Cancel ! Help
'

Gambar 7.21. Cara membuat koordinat sistem

• Klik tombol Projection untuk menentukan sistem proyeksi, pilih UTM


• Non aktifkan tanda cek pada pilihan Northern Hemisphere dan isikan 48 sebagai kode Zone
karena wilayah Jakarta dan sekitarnya termasuk dalam Zone 48 Selatan pada sistem
koordinat UTM seperti ditunjukkan pada Gambar 7.22.
t(t• Coordinate System Pro~on ~u:r~ Zone 48 ..• ~ t~t· Coordinate System Projection "UTM Zone 48.•• tm
Coordinate System Projection "UTM Zone 488" Coordinate System Projection "UTM Zone 488"

Description: Q.escription:
!Coordinate System Projection 'UTM Zone 485"
!coordinate System Projection "U TM Zone 485"
i Define Coordinate Boundaries
r- Deline Coordinate Boundaries

L .Erojection E,tlipsoid Q.atum


f'rojection I .E_IIipsoid Qatum
Ptojection: UTM
Projection: UTM
Datum WGS 1984
Sphere Radius (m) !6371 007.00~ Ellipsoid WGS 84
r.li. Northern !iemisphere Ellipsoid paramete~s: a • 6378137.000. 1/f • 298.257223563
r Northern l!emisphere
;:::one
f:one ~

Gambar 7.22. Cara membuat proyeksi sistem

• Klik tombol Ellipsoid dan masukkan WGS 84 sebagai definisi elipsoid


• Klik tombol Datum dan masukkan WGS 1984 sebagai definisi datum
• Klik OK dan pastikan isian parameternya sama dengan contoh berikut
• Pastikan bahwa File Coordinate System sudah ada pada direktori kerja

7.2.5. Menyamakan Sistem Koordinat

Untuk memudahkan dalam pengelolaan, data yang diimpor diseragamkan sistem koordinatnya
dengan yang telah dibuat seperti ditunjukkan pada Gambar 7.23, langkahnya:
65
• Klik kanan pada file georeference :;~::~ Citra_Avnir_Georef, klik properties
• Ganti Coordinate System dengan UTM Zone 48S
• Bila sudah , bisa k!ik OK untuk mengeksekusi

;~::~ GeoReference Corners "Citra_Avnir_Georef"


8260 lines and 8350 columns.
Pixel Size 10m

C001dinale System ~ UTM Zone 485 ,.:; _.::,..

Coordinate System Projection ''U TM Zone 485"

Cornef of Cornel Coodt"\dtes ol "Citra_Avn~_GeOJ ef"


Top Left: 1679063.70.9325913.63)
Tcp Righi: f762563.70.9325913.63)
Bottom Left: 1679063.70.9243313. 63)
Bottom Righi: 1762563 70.9243313.63)

OK

Gambar 7.23. Cara menyamakan koordinat sistem

7.2.6. Membuat Daftar Peta (Create Map List)

Untuk membuat daftar peta (map list) lakukan tahapan sebagai berikut :
• Dari menu File, klik Create dan pilih Map List ... , maka akan muncul jendela Create Maplist.
• Kumpulkan data citra avnir yang akan dibuat menjadi suatu Maplist dengan cara
memindahkan data avnir band 432 untuk membentuk citra komposit RGB seperti ditunjukkan
pada Gambar 7.24.

Po:n t !<lap ... IMapist_Band_432


Open ... Segmect '<'<-;> ...
Open As Table Ras:e- ~1ap ...
Open Pixel J~formator. Teble ..•
. alav2a1852ti3730·o1b2r_u_03
' alav2a185263730·o1b2r_u_04
La y o~ ~ .. .
Gr a~i- .. .

Q.o~e ):a:;.!" ~,, ...


Dor.ta·n ... <
!moon Represe:n:abon .. .
Export ... GeoReferen::e .. ,

Scr.:)!e S: t ...

Gambar 7.24 . Cara membuat daftar peta (map list)

66
7.2.7. Menampilkan Citra Komposit RGB

Data yang telah diimpor, dapat ditampilkan dengan langkah berikut;


• Jangan lupa untuk selalu mengarahkan navigator pada direktori data ya ng akan ditampi lkan
• Double klik object colection i~ - klik maplist ~ - klik kanan open , untuk memunculkan
maplist
• Pad a window maplist, klik open as color ~, kemudian muncul window Display Options -
Map List as ColorComp seperti ditunjukkan pada Gambar 7.25.

Gambar 7.25. Cara menampilkan citra komposit RGB dari maplist

• Setelah itu pada window Display Options - Map List as ColorComp, beri tanda cek pada
pilihan Info, untuk menampilkan informasi berupa nilai piksel atau digital number (DN) dan
beri tanda cek RGB dimana komposisi RGB diisi kombinasi natural color band 432.
Kemudian beri tanda cek pada pilihan normal seperti ditunjukkan pada Gambar 7.26.

Map List "Maplist_Band_ 432"


AlAV2A1B526373Q.01 B2R_U_432
w lnlo
r Scale Limits
r Transparent

(0' RGB Red Band ~~lav2a1 B5263730·olb2r_u_(O:J Ia I 1255


f' YMC Green Band ~~~~~~i8526JlJO·o1 b2r;;_! .:J Ia 11255
I HSI Blue Band f -·-----·-·-------:.1 Ia 11255
l ..-1

r Light r. Normal r· Dark r Gray

r· Create Pyramid Layers

Gambar 7.26. Pilihan opsi tampilan citra RGB dari Maplist


67
• Akan muncul window citra ALOS AVNIR band 432 seperti ditunjukkan pada Ga mbar 7.27.

DO f<.
- iQI~~~3J.'ti~~.!~-~}:J
- ~ :"~"C·:)E:··:- e.s
- [~ ·""- ~'- 2j, : 55~63730·0 :::;:~_... _o.: - :~e-::·~.t"t ··e-·· :e- C::·····e· 5
(@ ~-!..-. 2.:..12526373C··O:S2=\_... _o- · C::•:)··::- ---~:= ~,-~::-:e·" =···o;

Gambar 7.27. Tampilan citra RGB band 432 dari Maplist

Pada window tersebut dapat diketahui nilai ON, mengubah skala, melakukan zoom in dan zoom
out, melakukan pengukuran (measure) , dan menyimpan tampilan dalam map view seperti
ditunjukkan pada Gambar 7.28. Langkah tersebut dapat dilakukan sebagai berikut;
• lnformasi nilai ON diperoleh dengan klik file - open pixel information dan ·informasi koordinat
ada pada pojok kanan bawah window

I Pixel Information- iLWJS • · ·. • · ~~~

----·------------·
lJ:!lC:cc-=dina~ ': - ~ --s1 V'"S':: .l ~ ~2 S-2 0 .: 5 . :2 )
1

fi~~~~2Ai-~5i{s7 30 -0i32;, 'J ':4 O:-S ~5 1 5 ·s:=


~-iaY2a·ia5-26-3 i j:O - Cic~~-~- -)"'= =2
:ma·ia-,:~2a ia sis-37ic~·cib~ =- -. :. - :.s 'j =
;~aia: ;:2ai_ ~5-2_~~~.:;-~o:c·::c;;. ::.~·~=~ 1 o.s

.f4s97,4at 1 ;.(43o2oa-:-so:·· 91 34234.23)


NilaiDN Koordina t Koordinat
Gambar 7.28. lnformasi nilai piksel dan koordinat pada citra

68
• Mengubah skala menjadi 1:15000 untuk memperbesar dan memperjelas ken ampakan obyek
dan mel akukan pengukuran jarak pada citra seperti ditunj ukkan pada Gambar 7.29.

- [lj..-\_A-.,' 2A:25263730-0:52~ _.... _1)~ - ::e:::,:


® AL~··; 2,.;:.as26373o.o 152, _L _o~ . (

i!"'

Gambar 7.29. Melakukan pengukuran untuk memperoleh informasi jarak obyek pada citra

• Melakukan zoom in dan zoom out pada wilayah-wilayah yang dikehendaki, Icon Pan juga
dapat dipilih dan digunakan untuk menggeser-geser peta .f' ~ ~ .

7.2.8. Koreksi Geometri

Koreksi geometrik dilakukan untuk memperbaiki kesalahan posisi koordinat sehingga sesuai
dengan dilapangan. Koreksi geometrik dilakukan untuk mendapatkan keseragaman sistem
proyeksi, dan sistem koordinat. Titik koordinat acuan mengacu pada GPS, seperti ditunjukkan
pada Gambar 7.30.
• Bukalah citra
• File-create georeference

69
GeoRelerence Name ltre points·georelerence_gps

Descr ~£ln.
JtitkGPS
GeoRe~ Corners
" GeoRel Tiepoints
GeoRel Drect L~near
GeoRel Ottho Pholo
GeoRel Pa~allel Projective
GeoRel J.D cisplay

COO!dnate System
:..:. ·.· .---
Backgrourxl Map

t Sub-Pi~ Precision

File Eolt Layers Optior.s relo

€ :;. -
< :?3 :' - SL 52 - << - ;, -- E - -
---
=·....:.e: ::·3
'~'

.
'•
- - =-s-:s =- 4 6 ·~ '
2 - ?S: So - 59 - 5 - 6- 4- 2 ~--l e 0 0.£ -0 02 I
- - - -~ :L : - -- ;;9-:.(\ -- - -- -- =·..:.e
-~' "' - - JS6
~ : ·35 2 ::"' '-' :L 9 -0 0 0 02
'
E- : 42 C• -' ~
s SC1' - sE - - -::·..:.e
~
0 i) 9 - 0 0:S

Gambar 7.30. Melakukan koreksi geometrik

• Kemudian lakukan proses resample, langkahnya sama dengan pengolahan data citra
Landsat dan Quickbird.
• Proses selanjutnya dari pengolahan citra ALOS AVNIR (seperti penajaman
citra/enhancement, membuat sub map/cropping , melakukan penggabungan citra/mosaicking,
dan lain sebagainya) tahapannya sama dengan pengolahan data seperti pada citra Landsat,
SPOT dan Quickbird pada modul sebelumnya.

70
BAB VIII

PEMANFAATAN ILWIS UNTUK APLIKASI HIDROLOGI

8.1. OEM Visualization

lnformasi OEM (Digital Elevation Model) digunakan untuk menurunkan parameter hidrologi
- dalam hal ini adalah informasi terkait system jaringan sungai DAS (Daerah Aliran Sungai) . Data
yang dipergunakan adalah data Satelit DEM-SRTM . Berikut adalah langkah dan proses dalam ·
mem-visualisasikan data OEM seperti ditunjukkan pada Gambar 8.1 berikut:
Oari menu bar klik File pilih menu Import, kemudian pilih ERMapper.ers labeled (input data
OEM memiliki format data *.ers) , lsikan Input data adalah DEM.ers, dan output data adalah
DEM.mpr. klik OK.
~ttvnsop·~..,:·tMC~~u;~~\D·h-~·;;-~~~ppo~:\nwi~J --~~~'-'------------~~--,-· - - - - -- -=-=g;,g""«""i

_j~l E_~i~ -~ .9P-=~~-ti~ns Viev... Win den--: Ht!


Cre.ate
r··:··--.. ·::·-~ei POriAsP Geo.tpatitll Dlll.aAbsllaction Lbmy(GDALtEAMliP
Open ...
.. coSAR An-dated sna.y Matrix n
t~.:- ~)~~-QT~~-~-~~~-~-~ -\1?~ ....:·.....;
. !' .
Open As Table -- OIPEM IJ'f)Ut

I I'
i ·· DAOC COASP SAR Ptoceucw Ra ~
Op~ Pixel Information
~,'!~ E~valion A.,,., Outp..c
Cre.,te Pyramid layer!i 1 •. ·· El-M .td labeled J~ Useo!ls
Erl'li$at lm&ge Forma:
Preference!> EOSAT FAST FoHnat

I
.-. I .
~ .
ErdM .LAN/.GIS
!. .
;;., • t ~ • · EodM imaginelmageo(.....)

F~:,;~r_,t:._:_:_·.'-----?
. .I ~L ~::::~.:_,~ •

'"
t'"i
~P~ OEM Visualization
=-.L ·- --- -- _ ____
[:M...] l-~
~~~~~- E~it
U..WIS Open- Fenigf'l. Cell
_!I.!.J View
~
Window

Help
__L OK Carcel

DEM ~~DEM---·------"'::1 j jopen 'E~ h't'lpOrt l £-:;::ort ComJ<ound P.rur.cter E..uutic~


l.ntupcl•ticr: flo .... cet.-rmin•ticn

Output Map
[6'E'Ml]________l .•, •. ~ Pc ont Cpt:r•hQol~ flow Modifluticn
Nn-...ol"k •11d C•t<;;,mtnt bctrot.ction
Pot}·;cn Opt1'•t.rcml
1\autrOp:er~too!'ls Sbtistiul P'!lranutu htncticn
Rut~u.:e

[oQ Cane§' j SUS Tech

Gambar 8.1. Tahapan memvisualisasikan data OEM untuk menurunkan parameter hidrologi
71
Oari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-procesing - pilih OEM Visualization .
Masukan Input OEM yang telah di Import dari data berformat *.ers dan isikan output data
dengan nama file OEM1 , klik OK, kemudian akan tam pil hasil visualisasi OEM yang akan
dipergunakan untuk proses pengolahan selanjutnya .

8.2. Flow Determination


Tahap selanjutnya dalam pengolahan Dem Hydro-processing adalah dengan Flow
Determination (Penurunan sistem aliran). Berikut adalah langkah dan proses yang digunakan.

• Dari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-processing, kemudian pilih Flow
Determination dan klik Fill Sinks. Pada menu Fill Sinks yang tersedia masukan Input OEM
dengan file OEM dan pilih Method plating point Fill Sink, masukkan output raster map
dengan nama OEM_Fillsink. Klik Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8.2 berikut :

~ IQJ 0 DHA Vi sLta ll=aticn i


! ,_
!ij?, ~I
Import/Export
Variable 1hreshcld Ccmput:Jticn
p :li)L~ fn ~ Ll ~[
r~·
lnterpclaticn Fill Sinks
Operatior Point Operations Flo-w Modification Flow Accumulation
[ Polygon Operations Network and Catch me nt Extradicn Flov.. Direction
- ~Edit Raster Opet·ation5
(lJ Pix< Rarterize
[±) kCre;
SEBS Tools
Cfj e;:1) DEh
:tJ I!l!:!llma Segment Operations
:tl lllllmp Spatial Reference Operatio n!>
i±J E!l!Inte Statistics
ct1 ~ Poi•
Table Operations
Method r. Fill sink
l~l IZ'I Poll (... Cut terrain
i±J iml Ra<l Ve.ctorize
Cf.} ~Ras1 Visuattzaticn

Description: :

------- ______ j ~~~~~1-~J ~~--H~!~J


,ID OEM_F<.3SW~ M.pf,tl~b(O[M;C'"!pr,f~b · IL'.'l1~ :,ur ~') ),~

Gambar 8.2. Tahapan penentuan sistem aliran (flow determination)


72
8.3. Flow Direction
• Dari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-processing, kemudian pilih Flow
Determination dan klik Flow Direction. Pada menu Flow Direction yang tersedia masukan
Input OEM dengan file DEM_FiiiSink dan pilih Method plating point Steepest Slope,
masukkan output raster map dengan nama DEM_Fi owDir. Klik Show seperti ditunjukkan
pada Gambar 8.3 berikut :
'i\! IL\ \qS Open · [Foreign Collection "DEM"J
!iJ File Edit [op-e~---~." " ·· "'

~~CD DEfv1'iisua liz:a:tlcn


Irnage P ro ce~sing Variable Th re!:hr:;ld Ccmputat icn
. ~J.\ !£J ~I H ~ In ~ L:J lEI
lmport! Expo1t L---- -~----~--~--·-
:·~~m:,
lnterpclation ~ G cw Determination ::::::> Fill Sinks
Opera Point Operations Flow Modification • __.:;:,
Fi o~w~A;:w.ooiii.IOw,aw:~--

::::;~:l•;:r~~tch-7:~~-~:~:~:tn-~- . !. -F~~:::-
Operation·List Poly gon Operation.s
fjjjb,:gg;egate r. Ra rter Operations .
~ r:J AggregateS
Rarterize
. ·- ~ Flow Directio
i"'."' An aglyph
~ ~ Aniootropic SEBS Tools •I
; ~Apply 3D Segment Op.raticn;
!
Input DEM ~ @ .DEM_FiiiSink
:f!Sl Area Numb• Spatial Reference Operaticn; Method r.· Steepest Slope
:Ei:l Atmosphen
Statistic5 ' Lowest Height
! ~Attribute M;
! ~Attribute M; Table Operations Parallel drainage collection algorithm
i~ Attribute M. Vectorire
) ~Attribute M;
Vi~u alization • l Output Raster Map i ~E~..jl5>~1_l_i~--------J
j ~ _;lutocorrelcr
!E!i'JBuffer Script
! ~-
---~
Show Define Cancel I Help

DO*
·;~;-~·ttrcr·~-~~f~~;;c·;·:·
.t. QI Pr.::Ft!'ti~

..'ft~t·•:' Nf

'
"'s·.v
..,.;,"

Gambar 8.3. Tahapan penentuan arah aliran (flow direction)

8.4. Flow Accumulation


• Dari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-processing, kemudian pilih Flow
Determination dan klik Flow Accumulation. Pada menu Flow Accumulation yang tersedia
masukan Flow Direction Map dengan Input DEM_FiowDir dan masukkan output raster map
dengan nama DEM_FiowAccum. Klik Show seperti ditunjukkan pad a Gambar 8.4 berikut :
73
-.;;:-··c-·----·-· ·······-·--·-·········-··-·····-·--····--·····-···-······---················---··-·-····················---·-····· ··-·······-··--·-· ··············-··----···--·-··- - - - - - · - - · - - - -
ILWlS Open- [Foreign Collection "OEM""]
llJ File Edit I Op~r~t;~-;,, I '/re,v 'i".'lnclc\\ Help

!<§:; ~ GJ C:::: OEM hydrc-prccm ing ::::::::> • OEM Visua lizati on


Image Prcce~5 ing Varia ble Thre;hcld Computati on
~~ Impcrt'Export
. ~
1,1terpclaticn

Opera Point Opcraticm


Operation-List Polygon Operations Netv11·ork and Catchme nt Extraction
lBhlAggregate t. Raster Operation~ Stati5"tical Parameter Erl1action
J UJ
AggregateS
Rastcrire
l"'l9i
Anaglyph
SEBS Tools
~ Flow Accun1ulation
~ ~An is ctrcFic
IIJi.DApply 3D Segment Operations
, ~Area Numb•
jlli.DAtmcspheri
Spatial Reference Operatiom Flow Direction Map fmDtM_Fio~o;;-· _:j
~Fi~;;;il;~~~,;; --~

l
Statistics Output Raster Map
! ~ Attribute M,
lrl'lAttribute M. 1 able Operations Description:
jla!Attrib ute M, Vectcrize
I ~ Attrrbute M;
Irrn AutocorreJa··
l lif"'rrn .. u __
Visualizatron
c;rrint
.I Show

...
r.:.)~ Eti oe",\i~nc~. .:.~cu i
i r+ Q'Prc-p:mes i

I ' ~-; ~
t..,.~ICO i
. ~~019}

. 110297
' 23-)391;

Gambar 8.4. Tahapan penentuan akumulasi aliran (flow accumulation)

8.5. Network and Catchments Extraction


Tahap selanjutnya dalam pengolahan Dem Hydro-processing adalah dengan Network and
Catchments Extraction (Ekstraksi jaringan sungai dan batas DAS). Berikut adalah langkah dan
proses yang digunakan.

8.5.1. Drainage network extraction

• Dari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-processing, kemudian pilih Network
and Catchment Extraction dan klik Drainage Network Extraction . Pada menu Drainage
Network Map pada input Flow Accumulation Map yang tersedia masukan DEM_FlowAccum,

74
Masukan stream Threshold (Nb. Of pixel) dengan nilai 500 dan masukkan output raster map
dengan nama DEM_DraNetExt. Klik Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8:5 berikut :
'i~ ll1'1lS Op<n ·[Foreign Collection "OEM'']

!8~0 DEM 'ft; uali:ation


Image ro r: e: s~ tng Variabl e Threshold Comp utatron
. ~Lli. En EJ I i·J @] In ~ LJ El
lmpo rt·hpcrt Compound Pa ram eter btracticn
lnte:rpclaticn Flo•.': Dtte:rminaticn
Opera Paint Cper.3ttcns.
Operalion·Lisl Pclygcn Operations c~tchm~nt E.xtracticn
.E:;! Aggr~gate t· P.a~te r Operc!tlcn~
i[ij Aggregate~ Ra5teriz.e Dr~inage Network Extr~ctio n

·····'"~"1-
f<l'l!! Anaglyph
j ~An isctrcpoc SEBS Teels Drainage Net,•ork Ordering
[li':'lApp i¥3D Segment Operatrom ~--~··

il!l:lAre;l·lumbo Spatial P.efe:rence Opereticn ~


f ~Atmcspheri FlowAccl.mUlabon Map : ~DEM_Fb..Acctn :]
Stati~tics
-soo- ·-,
.
!r::! Attribute t.-1, Sbeam Theshold {N1. at Pixel$)
~ ~Attribute 1'..1. Table: Oper~ticns
r· U$e StteMI TIYeshold Mllp
!Btl Attribute M. Vectorize '
!~ Attribute M.
Vis:ualization
i

'
[ill Autoccrrela· OutpU AMiet Map OEM,..P.~~eiExt ....................... .!
! ~Buffer Script
Description
[:j''O(U:o;~~·i:b;;~~J"k;:;~~;:;i;:i :;.;;~·~·~;;;;,;p:»;j":';:\\"ii'' ''' '''•'' '• ·' '''''"'''''''''''''''''''' ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••·-~•••u•••u••••uuuMooo

Define

Gambar 8.5. Tahapan ekstraksi jaringan drainase

8.5.2. Drainage network ordering

• Dari menu bar klik Operation pilih menu OEM Hydro-processing, kemudian pilih Network
and Catchment Extraction dan klik Drainage Network Ordering. Pada menu Drainage
Network Ordering pada input OEM masukan DEM_FiowAccum , pada Flow Direction Map
masukan DEM_FiowDir, dan pada Drainage Map masukan DEM_DraNetExt, isikan nilai
mtn1mum Drainage Leght 1000 dan masukkan output raster map dengan nama
DEM_DraNetOrd. Klik Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8.6 berikut :

75
ll'l\'15 Open · [Fcr<ign Collectlcn "OEM' ]
ltJ File Edit i OP.~-;;7 ! Vie•.v Window
!l5- lg CD Co EM hydro-pro cm ing DHA '~· i:;uali;:aticn
,{t;~ ill.H~i::'ll
Image: Precess ing
lmpcrt.-'bpcrt
lnte.rpcl~ti CI"'
Variable: Thrc~hcld Ccmputaticn
Compound Pararneter Extraction
Flc-..v De:termmaticn
. H
'
~ tn ~ a El

Opera Pc1nt Operation:= Flow tv\adification


Operation-List Polygr-n Cpe:rat101H Catchment Ex-traction
~Aggregate !• P.a:;ter Operations Catchment Merge
Ll Aggreg•te S P.asterizt
'"'"Anaglyph
E::JAnisctrcpic SEBS Tccls
~Apply30 Segme:11t Operation!: ~;1 Drainagt Networr. Crde.ring
~Area Numb• Spatial Reference Operations
lii:!Atmcspheri
!';!') Attribute M.
St atistic£ I,..,UDEM iB DEiA'_Fio;..,cc<>n
~Attribute M. Table: Operations Flow Direction Map i EIDEM_FiowDr

l :o oE'i:t_o.~~r£,,
~Attribute M. Vectori:::e: Drainage Net'NOfk Map
12'i:!Attribute M,
-ii!iualir~ticn
1

liJ Autocorrela· 11ioo


Script i
lit'\ Buffer ~
Output Raster Map _ oiTi.i:o..-N~ro-;c;- ------]
fi.'l OEM.DnHetOrd: M tpOr.ir.•gcHetwerlcCr-dning•;t:U-.~~FICJA.il.<e'.lm.mpt,OEt.l_FlowOir.mrr. DEt.(O!it-lctb.T..mpr,lJ)IYJ} ·ll·;.•~ . ,, "" GQ;j _ _ _ _ .
F~. (:lit lq.n C?tion: .-;e!p

.... lil be oeated wKh the satpe name as output raste.


;·;l~fu-Li·t:t:t>;~NttO~
, :ti Q:l PreF·Utl~~

Gambar 8.6. Tahapan pemilihan jaringan drainase

8.5.3. Catchments extraction

• Dari menu bar klik Operation pilih menu DEM Hydro-processing, kemudian pilih Network
and Catchment Extraction dan klik Catchment Extraction. Pada menu Catchment Extraction
masukan input Drainage Network Ordering Map dengan nama file DEM_DraNetOrd, pada
input DEM_Fiow Direction Map isikan dengan nama file DEM_FiowDir, dan masukkan output
raster map dengan nama DEM_CatchExt. Klik Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8.7
berikut :

76
';;: ll\1'/JS Open ·lfcreign Collectrcn "O EM'']

~!§CD DEIVI Vi1u al izaticn

,([~ 01 [E) Variable Thre~hcld Comput~ticn

"
Opera
Inte.rpclaticn
Pc int Operat1cns
Ccmpcund Puamete.r Extraction
FI-J w Determination
flew Mcdification
. '

Operation-List Pol ygon Or:eratrcm NEtwork and Catchment E•tractien C21tchrnent Extraction
ii!tiAgg;og~t• 1: P.a~ttr Optr<\ticn~ Statistical Parameter
![) Aggrogat e S Ra~te.n:e: Drainage I"Je:h,,crk Extraction
j T~ Anaglj ph
!l!ir:lAnisotrcpic SEBS Teels Drainag e t'Je:tl.\. Ork Ordering
ll'!i:'lAppl·r 3D
I .
Segment Operation~ ~
i!lr!Area Numb• Spatial Ro::fertn(E Op e: r at 1c n~
ltiT:J Atmc;pheri
1 Stati1tic s Drainage Nelw01k Ordering Map IE[)DEM_DraNetOod
I',:J A.ttribute M.
1~ ~Attribute M\ Table Operat1Cn!i Flow Dieetion Map f!D DEMjlow[);;
im:!}Attribute M. \/e.c:.tc rize
OutP~A Raste1 Map pEM_CatchE;di .•....
~~ Attribute M:
Viwal1zation DesCJiption:
1ffij Autcccrrelar
! ~Buffer Script L _______________ . . -__ - ~;
'-
_' .. Show Deline · _ c~el _j __ ~el!>___,
,.
j fn C~M.C ~tchE>.t! PctygenMtpFrorr:Rt:(OU.lJ:.t~hht,!,Smeoth) • n..Yits

~.;;~¥i.) Dit:l_cu,!'\£. .t
,... Q' r:,c;~~rt•u
'

Gambar 8,7. Tahapan ekstraksi cathments

• Dari menu bar klik Operation pilih menu Vectorize , kemudian pilih Raster to Segment. Dari
menu Segments of Raster Map, masukan input Raster Map dengan nama DEM_DraNetExt
pilih ploting point connect 8, aktifkan smooth lines, dan isikan output segment map dengan
nama Sungai DraNet. Klik Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8.8 be~ikut :

77
1
1,\! ILWIS Open - [Foreign Collection "OEM "]
(d Fil e Edit !. Ope_ration:J 'J re w •Nind e " Help
r;2;(Qlr:rJ OEM hydro · prcc es51ng

.@ IU'l ~I Image Proe<o51ng


Impcrt •bpc1t
Interpolation 'f~ Segmet1ts of Raster Map
Opera Point Operaticm
Operation· l ist Pct)'gon Operatrcm Raste1 Map !!DDEM_DraNelExl
:·~· A;;;;;~9~~-~ -·i:. Ra5ter Operatic no Connect / 4 .; 8
LJ
i Aggregate 5
Rasterize ,o.t Smooth Lines
:"-.!1' Anaglyph
~ ~ Ani;ctropic SEBS Tool' r~· Single Name

i !!!il~Apply 30 Segment Operation; Output Segment Map


! ~Area Numb• Spatial Referen<e Crperatrcno Desc1iption:
; ~Atmo5pheri
Stati5tics
ir::J Attribute M;
1
[ ~Attribute M, Table Operations Cancel Help
L
:rn Attribute M.

l
Polygon to Point
[ ~ Attribute M,
; [jj Autoccrrela· Vi;u al izatiC>n Polygon to Segment
[lla) Buffer Script Raoter tc Point
: ~ Bur;a-Wolf parameters ; l~Q:l power_rndex
!l!&l! Catchment Extraction",'' ... l ID wetness_index
! ~ Catchment Merge i ·~power index
; [jj Clm: Coverage Stati;tics i
~ sedim;nt_index
'lmlclmify 1' Seoment to Polvqon
=- :tB;~~~:~:;;~·;:~·~~~·:;;~~:~~~~~~~~~,~-~~~~~:~·~~~:~~•·•:•••••••·~~;~~~~w~w;.~~,,.~·

Gambar 8.8. Tahapan vektorisasi jaringan drainase

• Selanjutnya open file Sungai DraNet dan overlay-kan dengan batas DEM_CatchExt. Klik
Show seperti ditunjukkan pada Gambar 8.9 berikut :

78
- Q1B.'J ~ungt~_::ltmet ·
.. Q? Pttpffi•ts
_lb£10Ct/.I_Ctt~h[•t .
,t, Q' Frcpe!t!el

l"01 'Y.l.9' S,11~ '3l"~i!W f zao;; ·5Q91 "S,l15'3l'-H IJi'E

Gambar 8.9. Hasil overlay data vector dan raster peta jaringan drainase

79
BAB IX

PROSEDUR PENYUSUNAN FORMULA SCRIPT-FUNCTION

PADA SOFTWARE OPEN-ILWIS


Pada software Open llWIS terdapat fitu- script dan fmction yang bisa dikembangkan oleh user
untuk aplikasi moduUmenu lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan.. Fllur function mirip dengan
subroutine dalam pemrograman pada tJJTlUI1'VlY3 yang bisa cflpai1Qgil untuk dfjalankan.
Sedangkan fllur script merupakan batch convnand pada openilwis untuk memanggil dan
menjalankan fitur function tersebut.

Dalam manual disini script/function coba diterapkan triuk penyusunan formula NDVI dan
formulalfungsi untuk rnengkropping raster menggunakan polygon yang kita anggap keduanya
belum tersedia dalam paket software openilwis.

Vale
1110212010 3:2...
10102/20t0 ZL
11102120160:1 _.
1110212010 0:0...
2110412002.0:2_ OMs
0110'i/20011:0__ age aa.s
Oi/t!JJ201.0 3:3... Pr~ F
ffi/1 012!11 0 3:3...
0611012010 :u._ ColOr Color alo$_2009. .• F
0611012010 3:3... Projection F
06/1 0/20t0 3:3...

Gombar 9.1 Bar menu untuk menjalankan perintah pembuatan script don function

9.1 Prosedur penyusunan Formula Functiont NDVI/EVI/SAVI/SARVI Pad a Software Open


ILWIS

Untuk menghitung NDVI (Normalized Selisih lndeks Vegetasa) nilaHlilai, dapat menggunakan
fungsi NDVI MapCalc (a. b). FtBlQsi ini memet1uk.an 2 band satelit (satu dengan nifai visibel-red
dan nilai near-infra.red). Fungsi ini melakukan perhitungan:
(b - a) I (b + a)

Bila menggunakan NDVI (a, b) fungsi, ganti a dengan band dengan reflektansi visibel-red, dan b
dengan band reflektansi near-infra.red.

80
Contoh:
Jika Tm8and3 adalah band dengan vismekedband, dan TmBand4 adalah band dengan near-
infra.red.band, ketik pada baris perintah dari jendela Utama:
Veglnd = NDVI (TmBand3, TmBand4)
Output peCa Veglnd mengandung niai NDV1 dan berkisar antara -1 sampai 1:

Tahapan penyusunan ftmction pada software openiwis:

1. menjaJankan jendela aeate fmction. bisa dati menu.command, command.line,


tree.convnand maupun group.command, dalam COidoh disini digmakan menu convnand;
Rle/CreateiFunction.
2. setelah jendela create fmction muncul,
a. lsican nama file dari fmction yang akan <ibuat, Iris: coba_ndvi
b. T ulis formula dari function yang akan dibuat. mis:
(%2-%1 )/(%2+%1)
c. lsi deskripsi dari function sesuai kebutuhan, kemudian kik OK
3. akan muncul jendela e<frt function, yang merupakan konversi dari formula ke format
fungsi dalam openilwis secara otomatis. seperti berimt:
Function coba_ndviO: Value
Begin
Retum(%2-%1 )/(%2+%1)
End
TAHAP PEMBUATAN FUNCTION PADA SOFTWARE ILWIS

-----
-----
SeQoooot ._,__

-li!L.
tlll&-

--
~~

GnP>--
-~--

T t......J dr!l4J....JAt:::lol:ll&«
• · .:..Jorstt~
• LJ ar~_........,..j · - - - - - - - - - - - - - · --- · - · - - - - - 1
•D bo<l<q>_fd_lbi
, ..CJ-..-...-_ 3.Editfunction
.G)...___.
•-D _ __...
· ~end:-~
-Do.ta_....,.._
' .:rt-
us.n
+
..
Cl Dot._,._._.
S)T-
r-t ~....-
:>
,..,.
Gombar 9 2 AJur dan tahapan pembuatan function poda sofware openilwis

81
9.2 Prosedur penyusunan Formula Script NOVI Pada Software Open ILWIS

1. Tahapan pembuofan script. studi kasus penentuan n~ai NDVI

Unfuk membuat script pado software openilwis. pertama jatantan jendela


create .script, bisa dilakutan dai menu bar. command tine. tree command dan group
command. Pada contoh disinimengunak.an menu command:
File/Create/Script

a. tahap penyusunan formula


1. pada jendela dialog create script. piil/klik tab.script
2. tulis formula yang ak.an dibuat misalnya:
rem%1 =band 1
rem %2 =band 2
rem %3 =band ndvi
%3 = (%2-%1) I (%2+%1)
calc%3.mpr

b. tahap penentuan parameter dan type data input output


1. pacta jendela dialog create script. piil./kfik tab.pocameter
2. tentuk.an nama masing-rnas;ng paometer dan type datanya
dalam hal ini:
parameter.l (% 1) : band-1. type datanya rosteunap (mpr)
parameter.2 f%2) : band-2, type datanyo ratsermap (mpr)
parameter.3 (%3) : band-ndvi. type datanya fie name

Gombar 9.3 alur dan tahapan penyusunan script pada software openiwis
82
c. fahap penenfuan default value dalam tampion elcsekusi script
1. pada jendela dialog create script. piil/kfit tab.devautt.value
2 tenfukan fie band input-1 sebagoi default input
3. tenfukan fie band i1put-2 sebagai default input
4. tenfukan nama band.ndvi sebogoi default output

2. Tahapan elcsekusi script pado software openiwis, sfudi kasus penentuon nioi NOVI

Unfuk menjalankan script pada software openiwis. bisa dilakukan dari menu bar,
command fine. tree command dan group command. Pado contoh disinimengunakan
menu bar command:

a. pHih/kfik : operations/Script/coba_NDVI (misalnya}


b. seletah muncul default tampifan eksekusi script NDVI yang teloh dibuot,
tenfukan file input.l , fie input.2 dan fie output yang aunginkan
c. jalankan script dengan pilih/kli: tombol OK
d. muncul jendekJ processilg progress, tunggu sampai selesai dan jendefo terfutup
e. hasil bisa dilihot dengan menggunakan open.mop dalam jendelo view.map

~TAHAPIMPLEMENTASl SCRIPT & FUNCTION NDVI UNTUK DATA LANDSAT

ars:o_\6'1ibtlllrl_fWffWkte_~m
l>acktpoJ<f_litu
- - - <!<d-_lopot.hr
~-_.......-~
o.t._ _ _ _ __
t.oet._~_¥-t

~ Oa<a-­
__J O...J-
:...l Pota_...-_c.,...a
·:.Jc~_r......,

';;;$-··~-~_JNC.<

---
dMs_imp
dollop.- ZOOfA7
~~

Gambc:J' 9.4 Tahapan eksekusi script/function unfuk penentuan niai ndvi

83
HASll PENGOLAHAN NDVr DATA LANDSAT DAERAH SEMARANG DSK
( Cib:a RGB, NDVI dan SAVt)

Gombar 9.5 Contoh citra hasi pengolahan niai NDvr dai data Landsat

9.3 Prosedur penyusunan Formufa Script Cropping Raster Menggunakan PolYgon Pado
Software Open. lLW1S

1. Tohopon pembuatan script. studi kosus cropping raster menggunatc:on polygon


Seperti teloh dijekls1tan podo sub-bob 9.2 unfuk penyusunon script cropping
raster menggunakon polygon per1u dilokukan 3 tahopon; penyusunan
formula, penentuan parameter dan peneniuan default tampllan eksehlsi

a. fahap penyusunan formula


T. pada jendekl dialog create script, pill/klik fob~
2 tufis formula yang berilrut:
rem script formuk:J ufk cropping raster menggunokan polygon
rem %1 = parameter polygon untuk batas. cropping (mpo)
rem %2 =poramet raster yang akan cfJCropping (mpr}
rem %3 =parameter raster hasij cropptng (mpr)
%3= iff ( %1, %2.?}
rem if %1 (betas cropping} then %2 Onpuf raster} elese NULL
calc%3.mpr
rem proses raster hasi cropping

84
b. fahap penentuan paumeter dan type data input output
l. pada jendeta dialog create script. pifl/kik tab.paraneter
2.. fenfukan nama masing-masi'1g paometer dan type dafanya
dafam hal ini:
parameterJ (% 1) :bates_crop. fype dotanya raster.map (mpr}
parameter.2 (%2) : input_rasfer, type datanya veldor.map (mpa}
paramefer.3 (%3) : hasit_crop. type dafonya fie name

c . tahap penentuan default value dalam tampilon ekselrusi script


T. pada jendela atalog create script, pilih/ldik tab .devault.value
2 tentukon file botos_crop sebagai default input
3. tentukan file input_crop sebagoi default input
4. tentuk:an noma hasi_crop sebagoj default outpu1

TAHAP PEMBUATAN SCRIPT POLYGON CROPPING


~.

1 .:.J Fie Edt OperalicnS - wn~ow Help

f ~;-~~~-~8i-~~mi~Jt~~~ -~ ~ ~-~~~J~L~'=:_:+_,_~~~Ll!_~:~_:a_~L__________________ _
op · _ _..,_ A- · -.ttwis-v3-04-00\IIwis3\Scrlpts\poligon_ cropn2' .isl
I ~=- Tahap.1 Peoyusunan 1o l c 1u1R 1MO<iied 1oomai-1 1
I _ ___ formula o c N 9123120107:51:... Cab
·~
. ~, . . i .m. _.a ! D C U 1nt712010 3:45:... Cab
1 ,_,

1
~~
I - ,
_ ;----·:==--,_. -

... __.........,.......---~~"......
:tl:~.-,ang~~l
'=" e!l ~rmiimiiiiiit£:::

LHe ~Tahap.2 Penyusunan parameter


o""""""""' r=-------· dan type data input output
!2; -
Edt ._..

.. _ Gi'
n r II t.nnr.>mO"l-.I'Y r"*"

I -'
.+; <
%3 ;.,._-had CIQO!lilg(~l
~ P.-net= I Oeld.Y~ I

tlt.IIT.tbl!t ot Pa<amete!< E3
Nane Type

1 1 ~
. ·:,:-;.:.",__,J !MIS_..1. "t.U

~.:.J ~
,;:, .:J IWs3
· ::J ~ Fie Edit Vil!m Help
<!! 'J su-. ,~--------- 0~ Tahap.3 Penyusunan d
..., _]_,.- @/L...wse ~ ~ ~ tampilah eksekusi scrir:
~ Jaois_3.5.0

~ ~~
'+; .:.J ..._16.0
+-__I 3b_a>BILWIS_;l.'I.D-3.6. 1jlasf...)hstolaoi
.., _) 4a_OPENa.WI5_3.4..0.3.6.1_1loa-*_Refer_

Iiig;=-·
,., ::JSa~_AaohJ.b!pl'l'ajed.
'ii _l 5b_~_-'la!h_T-. ~~_aop ! m~-q_~ 3
~~ ~----- iro:Jut ra::le< IAcaM <lab tm542 ~

Gamba 9.6 Alur dan fahopan pembua1an script untuk: cropping raster menggunak:an
polygon

85
2. Tahapan eksekusi script untuk cropping raster menggunakan polygon
Untuk menjalankan script pada software openilwis, bisa dilakukan dari menu bar,
command line, tree command dan group command. Pada contoh disinimengunakan
menu bar command:

a. pilih/klik: operations/Script/coba_crop (misalnya)


b. seletah muncut default tampilan eksekusi script cropping yang telah dibuat,
tentukan file input.l, file input.2 dan file output yang diinginkan
c. jalankan script dengan pmh/ldik tombol OK
d. muncul jendela processing progress, tunggu sampai selesai dan jendela tertutup
e. hasil bisa dilihat dengan menggunakan open.map dalam jendela view.map

Gombar berikut merupakan contoh hasil eksekusi script function cropping raster-
polygon tersebut di atas, dimana gambar sebeloh kiri citra asli raster sebelum
dicropping, gambar tengah menunjukkan betas vektor dioverlaykan di atas raster
tersebut, kemudian gambar sebelah kanan adalah citra hasil cropping.

Gombar 9.7 (a) citra asli raster sebelum dicropping, (b) batas vekfor dioverlaykan
di atas raster dan {c) citra hasil cropping

86
sAB X
pEtJ.ANfAAl AN PROGRAt-A lANOSAl GAff\ll UNlU\<.
tJ,ENGMASI PERtJ.ASAlAHAN oAlA lANOSAl-7 SlC Off

HA.S\L GAP r\Ll

87
Prosedur (I /2)
Kopikan folder " frame_and_fill_win32" ke harddisk
Buat folder baru dengan nama "anchor", " fill_scene_l ",
"fill_scene_2", dst (sesuai dengan jumlah scene yang
akan dipakai untuk mengisi data di anchor)
Kopikan data landsat 7 yang ingin diisi di bawah folder
"anchor"
Kopikan data landsat set pertama yang dipakai untuk
mengisi di bawah folder ('fill_scene_l"
s Kopikan data landsat set kedua yang dipakai untuk
mengisi di bawah folder ('fill_scene_2", dan seterusnya ...
o Jalankan (klik) program "frame_and_fill.sav"

Prosedur (2/2)
7 Klik" RE-FRAME SLC OFF", isikan jumlah fill scene yang
dipakai, dan nama path lengkap folder dimana data tsb
diletakkan. Klik "SUBMIT'
8. Konfirmasikan hasil RE-FRAME di folder "anchor'' dan
masing-masing folder"fill_scene_#" (terdapat file baru
dengan nama diakhiri "_reg.TIF")
9. Klik "GAP FILL SLC OFF'', isikan jumlah fill scene yang
dipakai, nama path lengkap folder dimana data tsb
diletakkan, pilih band yang akan diproses. Klik "SUBMIT'
I o. Konfirmasikan hasil GAP Fl LL di folder ''anchor" dimana
terdapat file baru dengan nama diakhiri c._reg_filled.TIF'').
Buka file-file tersebut (band sesuai kebutuhan) dengan
software pengolahan data penginderaan jauh atau GIS.

88
l( opikan fol der "frame_and_fill_ Wln3 2" ke harddisk

E.!le fdt :t~ew F~ries I~s tjelp ,,"


..) B~ • ' ~-· se~rch ; Folders X. q G:l~

:~:r=:::~·~w~=~-:~~~~J"~i7o~=~~~~~:- T::::~::::~~J~%~~~-~~~~~~~=
_. DATA (O :) ~- !·'.. _Reecfo1e.txt
_ I Ka Text Documer( 6/6/2009 12:22 AM
- ....., ILW[S DATA 3 j :~autorun .H I KS Seh.:p In.'ormatior. 613120096:39 AM
,; @!u # •~ lfi§-IW a:fr¥1'11!_-!~nd_fil. sav 156 KB IDLbln,yyF~e €./3(20CJ96:38AM
~ I CUO
®fr¥ne_and_f~_M132 . exe 36KB Appk&to:-J 4/'8(20088:2'6AM
,. .__jblrl ) frame_ard_fil_..... n32.0 I KB Corflguatien Settirlq.> 6{3/2009 6:39AM
~ldl.lco 271(1) !con 4/S/2006 6:26AM
""~

J
_J
('"'; loQ.txt 73 KB le)(t Oo<umert 6/31'2009 6:39AM
_.1 reSOJce
.:. Read'wle .txt <f KB Text [)(xvmert 6/6(2009 12:22 AM
_; landsat_USGS -j splash.bmp 'II6KB Btmop(~ 1fS/2008B:26AM
,;,.; MANJAl_GAPFii..l
_: RIK_TMP
J SAfi'PANG_ZO IO
"*" Remov<!lbleDisk(E:)
.,. Removable Dlsk.(F:)
.,. Remo..,able Dlsk.(G:)
:J 101019_0900(H') ·I
·. I~
..-LocaiOtsk(I:)
t ' ,._,. RemovllbleOisk.(J:)
.,.,, ..:_~Transfer on '192. 168.0.100' (Z:) !
~.J I BuctV Gustlandl 1
• -1 20 10 Senw"I.YTeiqa

. cJ.. - -- - -----1 . . . . . £!..:.- '------------------'


ito ob;ects (DiSk. fr ee spoce : 106 GB)
~
709KB
'.l "'c'"""'" .f

2. Buat folder baru dengan nama "anch o r ", "fill_scene_l '',


"fill_scene_2", dst (sesuai dengan jumlah scene yang akan dipakai
untuk mengisi data di ancho r )

~J B«k • ~l' " .,~ ~ ~ " ' :U·


~-e$s. fj"'D~\~wts-0Afi~--~\l.Y:k;""~~~-;~~~---·-·-·-··-··.-~-'-"-. . .·-"''""·-::._:=:...:.-...-... --- ----- ------------~r~ ~ 1
Fo!dtrs - - .• -- ..- ~- - ,. . "'"""' < Si<•I~:=Jiai~Modf...:t ~
-~•. ;._,) Wll'l)(l~'$ d .,...)4tll::t'!O! Flle f~J ll/Sl1'01C 2:-i') Pi-t
~ r•AfA (O:) ...j.ft_soene_t F"' Fd.det llf5{Wt0 2:50PM
...JI&~'iC<.,._Z Fie F~r tl}S/loOIO 2:51 Pl~
E: ~ ttWIS_OATA_-'3
:;.:.• C.,; frcYne_.aod_fii;_'I'N\12
-. _J lt:OO
~t;n
~ ho!;:l
• :.:J It!
.._jreswct
....J L~~~_lff~
J
,. , :....-.! Cc~·~· c/ t~tz
·__} ~
5 M"~tr..if
-l hl_=,._l
.-....J fifi_Si.:er-.e_2
..,.; L711 JS065_065201J2$..1.3Zl
~ lE7 tt8CI;.s.zooo.:nreocoo
....) lf.111~1~$(JO
~ lf71 t 80b52003142£0COO
>\o; ..;J tE1J lt'-D$SZ:0)93:1)tt:t.()))

89
3.1<.opil<an data landsat 7 yang ingin diisi di bawah folder
"anchor·"

f:le ~dt '{lew Fsrvoritcs Iools !:jelp

) B.xk • Search Folder5 ) ._ il'/ 0l·


Ag;dress lo:~;iLW.iS_~T;"_J\l~at_usGs\&t;~~r:ds.ot\~--'----·-'-------------'-------'-'-'-'------'---'---~ ~Go

f~dea lh li\OOW5
X
~ J r~--lJJll~S-96~~51-..,B_lO
·---=-r==----.l_~Llt;;::~------
_ !!f ! ~.3n K& Mlt:rosoft Off!Ce Do
[.Q.~
7/29/2C
7r~/2(


,.. f'lA IA ([): ) • ( 71 I 18065_06520050308_BZO TlF 56,:3n KB Microsoft OffiCe Do
- ...,.... JLWIS_DAi A_'3 -' L71118065_0652005030S_630 TIF 56,372 t':B 1-iluoSCift Offk:e Do 7/2.9/2(
, froroe _end __frk_wi132 -l71116065_!)6520CI50C:()8_JHO.TIF S6,37.ZKB /'krosoltOffr::eDo 7/'l9/2f.
IDl70 L7lliB065.fJ6520'J50308_BSO TIF 56,3n KB Mlaosoft Office Do 7/29/'Zf..
.. t b;n ~ ~ L71118065_1)652((l503(}8_B6 1 TIF 56,3nKB M:crosoftOff~eeDo 7(29/:C
1
_ ~~ _ §-• ~~~;::===~~.~ 6'16KB
KB Terl
TextDoc~nt Do<u~nt 1mrz<
7/29/2(
_; rt:~QI.Ice
56,JnKB f'J.crosoft Office Do . .• 1m1Z<
_; landsat:J.!SGS Lnl10Cl6'5_06520050306_670.Tif 56,3nKB to\crosoft OffiCe Do .. . 1m1"
j

1
Copy of test2
d&a _l¥.ds41.

"""'"'
I Ln118065 06520050308 BBO.TIF
~RE~.GTF -
225,345 KB Microsoft Office Do ...
9KB GTffie
7/29/2(
1m12<

-· fl_scene _t
,....) f!!_:;cene_2
,.,...1 l 7ltl806S 06520020823
_; lf7ll80652000230EOCOO
~:i LE71 i80652002l395GSOO
..) LE71180f.S2003142EOCOO
'--1 LE7! 180652009302EOCOO
.__ :.,; tesU
__ ) test2

~'·~--------------~
[12 objects (Disk free ~e: 106GB)
.!.l

4. Kopikan data landsat set pertama yang dipakai untuk


mengisi di bawah folder ''fill __scene_ I
"'f',.: t:

; f;lle ~<it
e.c> • r Storch • ·~' X It} ffi·
A4!i'fJ~~ rl...,.~
--v-:\-
:t'-,'1-
!S-_D_4_14-_J\i.¢!l-~~-USUS\dut:.:.Jands<Y.\ti.l_xene_l -:::1 ~-
~~~~----------~------~----= ""
X N_,.'Yte .o:.
~ . ;_1_1t~~ ...O?~~-~:a_..,at~T~~- ~
Sl:ti:TtQt ~
'56,272 f-f.: ~j'zy,;-oft Ofhce 1>1> ••• .,,
WI" DATt.(C•:) ~<l7J 11001)S_065:0030S2Z_DZ'O. Trf ,znr..c
St-.. 1'·11o:OS<.tt Off~.;o!: Do .•. <-11

l
-;_ w.,i ttWlS_DAlA,_! l7l110065_1l6S200105Zl.F().Tlf S6,Zi2Y.B MKI'O".Af( Office Do ... 6/1
L71 II OOO.S _o;;520031)5ZUl40. TIF 56.21Z.t"B t•bQ'Q"..dt OftiC~ [XL. 6/1
~ '-i fl6tlle_M_,r'<l_t~_
_w~","l31
- ,;;) 101.70 L7ll1006S_Il6SZ0030l'22ff..O.T1f 56,2:?2 ~~ Mlc:rosdt:Oif'.ceOo .•• b/1
'!. _:.JW~
17 111&165..)l652003QSZ2.)!6l .Tlf 56,mte t'1it.1vs•:.ft O:ftee oo .. . 6{1
, • ...) he!;> L7ll Hl065_06SZOOm22:_06l_te-Q. TJF S6/?%f8 M!CrOS<it OffJC.e vo ... 'J/l
• <,.) ~t.
~-__; l?ll1E)J65_W.®Il:::OS2Z_G<:P.txt t1 KB Tex t 0\m.!Mo"A f>il
D t7ttl 00(.5_06s.nl30s:za-_r<tTLt~t onre re-)J. 0c.CI-'!'M'I'tt 6/l
QL7211ootS.06520030l'22_e6Z. llF S6,272K~ 1>\!CI osoft Oft~E- Uo. 0!1
,:)L ¥~-.\t_i.J5'i5-
• ,._) Cr1 ~ c< \;:;JLW I~ ..)l6S20030'!Zl_070.T1F 56,ZTZ: fl3 f-.11-:t::>)vft ( .ffic6- ()o ... 6/1
QL'!ZtiW6S_~~z_c-<-.;o:.nf
t.o'!'$1'.2
W <.!~ ... _t.aJ-fflJ;!t
..?2i,9--l5i:'C t-,l(ro:n'JftCo!t:c.r.CJv ... <·11

'L
-~J ¥.ct'ICI
)7; PE~~"E.GTF ns ('iiF F~t· &{I

.__} ra_w~nt)_]
_l :t!_s:cerr._:!
.__j l 7 111f!'()65_(;6~

...J LEi 11tvoszooce:wcocoo !


__j!f71l806$2(.. j21YJS(~q)(l
_:::; LE71l00552003142EOCOO

. .
(t3«>~Cts(~ftee~:e~ tVt>GB)
~ :::;·~§' . . - ·' "~.;, ..,..-.
-cc===---,.-.,..--..,.,..-1
·· p ~s~;o -- l•ttCo~!ttt

90
5. Kopik~tn da tZt land sa t set kedua yang dipakai untuk
mengisi di bawah folder " fill_ scene_2"
t 1$WOf"ll·tll.v@ttt't)f:lf-!c;}'t\!::IH~'ti:1f:;:.-~;'····
f.~t ~.d~ ~-"!'<'.' F2.">"0i t..:~ ! OOb tf=!j)

.; 60<f

AljdJC<;~.

Fu~Ws

._J ·l'q~.• r.oo:.~·v-!;.


: , ·[5;~!&i;o:,s:oJ~oS!9-;;!;;iif~-==r:=--~~"~{~i~· 1 ··~;~:~~-.-;;;;;·[:~J:~
- L•A fA(I.·:/ L~L711 iro6~.:ocs::.w:rJSt9=B.~.ilF S6.o-:_. ·.E> i•:qo::~Jt i.-fkx ['I~,.. 7tS,
.,.,J ll..Ji.$ J;."l. iA_3 [JL1t ll&'lt.O .. Ot-'52{;)f;(r5J'' __ i;(31'J-1 Jf :.t..(:H t e 1·1-:rc.s-.:.;f~ Off•<e lft:o . ., )/3,
~_..; 'r-,:r,~ <or,j..fd: .""-'!t';)4 (JL7111006S_fki.S...'"'0020SI9 jYHl. 'IF S6,t}H >.5 i !.::.r·~,._;..,:~f~ Crf,\:e IJ(J. . 7/B,
: :r~.7o ~l711 !f.Of,S_,Ot.5::!)12(.r5t9 _6')). ilF 1-r:,~,.~<"..,-;t( ·~~If~~ f•-::1... 7!e,

_IR~~:;:;:;:r~~~:::=;;;~;:;
Sf.O·H I f..

Sf.~'"'" ""~'~'C'f, d~··· 7j::,,


7~.
·_.; bn
·, ~dt.
r....
l.?lf ~ (,:n)l"{~ :"",l

~~u: I~ it. 00U¥H~nt 7jf;;,


·-' 1.:-,
J ·~~":' ;..•t::­
l7::t !&".U:.S_(If5-S:2:C•)2f'J5t9 _BQ:·. -;Jf ~..:.,o-H ~f i<!'~.!•)!:-·:·f~ (-f~!':. f: ('(•. 7{B,

- ~......: l~y)oj~.::· _u'::.:)'5 _l 721 !00[·:1._•.("'"'j~~)Z(J519 .. ~70 11f ':>t.J.rHrt. H -\HJ:o·At (•fk.t' Do . .. ii[l,
L')l721 !fJ(l(·':·_Ot>52f~)?fl~19_p«<.TlF :'24,(1'3} ~ ~- ""!&'/_.,~ c.r rl( ,~ c"". lf~,
~REArr-~_()lf ~i.l;'l GTf h!e 7fe.
-J O:lo.~-~
..J fa:.c_::;~t:r~_f

_; f·~-$(~r'lP,-_}:
.•J tli l!&X.r::._D6S20)ZQ',;:;:.)
...; t!:7lle)oS21JO:.T.?'"J0f.L>C(IC•
~) LL'l t~:WS·ZV'J.:· : :;ySG,~.OO
_J t.tn t13:1f:sz0&.1::SH:tocoo
' _: tf/i :&·:Jt/S~(I(r:JJ(rZ£~1)(;

...J ter.!t
..Jt"!St.C
..:1
-''"-!__.--,---·-·
~t i cbJ~tslDr-if·r~e-;p..'t~~: 1%(;8)
.=--..1 21 ~·L~-----------------------,-------------~..J .5l•!y(r~Jtet"

6.Jalankan (klik) progran1 "frame_and_fill.sav"

i,.) Bock • ,, • )' 5e¥ch Follors • }<,_ '9 Q ·


-'<!<>... pD'\IlWIS_DAiA.:J\f.";;;~JI~M>J> -------·---·-·----------------:::1 Ej Go
( ; ; ; ;........................... ....... X N~~ . .: c ~a-----~ Oat~ I

I l'!; D WINDOWS '3Jll _;o-----"-- ---- f'=~-- '9/iii:


:.-. ..,.,_ DATA (D:) .j ,_Redlle.txt I KB Text Docl.l'l'lef'll: 6/6/21
R t,;;J ll.WIS_DATA_J .. _, dt.ort.r~ . rl 1 KB Setl.;p Infor!Mti:ln 6/3/ZI
~ t_) fTama_and_fl _wrin32 Str<Yne_m_fll.sav 156 KB tol..hnor-,f'le 6f3/2J
(i=; a
IOL7o ®frame_aodJI _w1132.exe 36 KB Appkation 1/8/21
:'! j ~ bin
~:lframe_and_f~_,.,'fl32.n
kh:o •
[IZ!!I'Ir!:Di·~II!~~~~~~§E:;:;-.,..
1J:
,.,3
·
:~w help
tJQ ib lS ioo.txt
:f~ r'!SOI.J'ce Q Read'1e.td
f- ~ LMdsX_USGS .)l so'ash.bmp
..::.:,) MANUAl_GAPFill GAP FILL SLC.OFF
U RDU""
111 Cj 5AMPANG_2010
!t~ ....,. Removab6c Disk {E:)
J;...,. Removobie-(F')
t'''"'*"Remcw~Disk(G :)
,.; <:3 l01019_0900(H')
;t l ~ loceiOisk(J :)
,t) ... _. Jlemcw~ otsk ( J:)
~: :±, Transfer oo'l92. l68 .0.100' (Z:)
I
i£ .f.':) lludhi Gusti600

~ ~~ =~~~Tdqa _:d
I•
'{~': ~ -Date' M(d;i:'6MOOiJ 6;38'AM'·~e: Iss'KB ·A•
. ..0 L''-'-=---,,-,---,--==.,..,=· =::-=~
!SSKB~"""" r::$: r..;c~;--,-~--~--- ~i-!

91
7. Klik '· RE-FRA!VlE SLC O FF ". isikan jumlah fill scene
yang dipakai. dan nama path lengkap fold er dimana data
tsb di letakkJn. l<lik "S UB MIT"
_,.J.QI~J

~I UHB!cR 01' FILL SCF.~JES?

'3U8MIT

··>OK

P:~th lengk:1p dim<ln::l folder .. ;mchor .. (:~tau folder ··fill_scene_j=) be1·ada

8. Konfirmasikan hasil RE-FRAME di folder "anchor'' dan


masing-masing folder "fill_scene_#" (terdapat file baru
dengan nama diakhiri "_reg.TIF")

. <1
92
9. Klik "GAP Fl LL SLC OFF". isikan jumlah fill scene yang
dipakai. nama path lengkap folder dimana data tsb
diletakkan. pilih band yang akan diproses. K! ik "SUBt'11 T"

AE ·FRAt-1E SLC.OFF

D1AECTOAYPATH TO SCENE FOLDERS? (D:\il\Yis~6ATA~3\L;-;;d·;:;i~iJSGSWoia_ta


GAP Flll SLC.OFF ,--·-llANO SELECTION..........._,__ , .... .
--~~_::~_...!
--····.!.~.~ .......1
--~_j
__B~~.--...1
-···~:...........1
Band 6 j
-~L... J
._AD s~J

SUBMIT

FBal'ld$ s•cted SubnW to Run

I 0. Konfirmasikan hasil GAP FILL di folder "anchor" dimana terdapat file


baru dengan narna diakhiri "_reg_filled.TIF"). Buka file-file tersebut (band
sesuai kebutuhan) dengan software pengolahan data penginderaan jauh
at4u GIS.
. t f~s , XIII)

<;; ~ <.opy of t~#.l


•. ...) d>t ._l>r~>t
b e:!:~
w r~-'"""'-1
·8 fll_su~ne_2

,.. ~} LE7ltf.Q;S'-'00931J2EVO:OO
• -..j t !:r Ul

93
MANUAL PENGGUN AAN
SOFTWARE OPEN SOURCE QUANTUM GIS
UNTUK MEMBAN GU N APLIKASI
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

DISUSUN OLEH :

TIM PENELITIAN PROGRAM INSENTIF RISET DIKTI 2010 DENGAN JUDUL

"PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS OPEN SOURCE ILWIS UNTUK

MENDUKUNG PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN JAUH Dl DAERAH


(BAPPEDA)"

Peneliti Utama: Dr. Katmoko Ari Sambodo

Anggota:

1. Hidayat Gunawan, M.Eng.


2. Drs. Sarno, M.T.
3. lr. Rubini Yusuf, M.Si
4. M. Priyatna, S.Si, M.Kom.
5. Muhammad Soleh, S.T.
6. Musyarofah, S.Si.
7. Fajar Yulianto, S.Si.
8. Danang, S.Si.
9. lnggit Lolitasari, S.Si.

PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGI

PENGINDERAAN JAUH- LAPAN

Alamat: Jl. Lapan No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710

Telp. 021-8710786, Fax. 021-8722733


DAFTAR lSI

BAB I PENGANTAR QUANTUM GIS

BAB II INSTALASI QUANTUM GIS DAN PENGENALAN MENU-MENUNY A 3

2.1 Download dan lnstalasi QUANTUM GIS 3

2.2 Pengenalan Menu-Menu QUANTUM GIS 7

BAB Ill DIGITASI DARI DATA CITRA SATELIT PENGINDERAAN JAUH 13

3.1 Membuka Data Citra Penginderaan Jauh 13

3.2 Mendigitasi Unsur Titik (Point) 15

3.3 Mendigitasi Unsur Garis (line) 17

3.4 Mendigitasi Unsur Area (Polygon) 19

3.5 Mengedit Tabel I Atribut 22

BAB IV ANALISA SPASIAL I KUERI 25

4.1 Buffer Area 25

4.2 lntessection Area 26

4.3 Union Area 27

BAB V MEMBUAT LAYOUT PETA 28

5.1 Add new Map 29

5.2 Add new label 29

5.3 Add new arrow 30

5.4 Add new scale bar 31

5.5 Add new legend 31

5.6 Add new Attribut Table 32


5.7 Add new Grid 32

5.8 Export as image 33

BAB VI MODUL GPS TOOLS 34

6.1 Load GPX file 35


6.2 Import other file 35
6.3 Download from GPS 36
6.4 Upload to GPS 37
6.5 GPX Conversions 37

BAB VII MENGGU NAKAN DAN MENAMBAH BERBAGAI BERBAGAI

PLUGIN DALAM QUANTUM GIS 39

7.1 Daftar Plugin Dasar yang Telah Disediakan 39

7.2 Menambah Plugin Baru 39


BABI

PENGANTAR QUANTUM GIS

Quantum GIS (QGIS) adalah software Sistem lnformasi Geografis


(SIG) Open Source yang memiliki sifat user friendl y dan dapa t kompati bel di
lingkungan operating system Linux, Unix, Mac OSX, dan Windows. QGIS
mendukung format vektor, raster, dan database, serta mendukung juga
format data spasiol, seperti ESRI Shapefile, geotiff). QGIS memberikan
kemudahan bagi pengguna untuk melokukan pencarian (browse) dan
membuat data peta di komputer sendiri. QGIS juga mendukung plugs-in
untuk melakukan tampilan jejak GPS . QGIS disebut juga sebagai perangkat
lunak Open Source dan bebas biaya.

Fitur-fitur utama pada Quantum GIS (versi terbaru sampai dengan manual
ini dibuat adalah versi 1.4.0 Enceladus) selengkapnya adalah sebagai berikut

1. Dapat dijalankan pad a berbagai platform/sistem operasi (cross-platform :


Linux, Windows, Mac)
2. View dan overlay data raster dan vector dalam format dan proyeksi yang
berbeda-beda tanpa mengkonversinya ke suatu format internal khusus.
Format-format yang disupport diantaranya:
o spatially-enabled PostgreSQL tables using PostGIS and Spatialite,
o most vector formats supported by the OGR library*, including ESRI
shapefiles, Maplnfo, SOTS and GML.
o raster formats supported by the GOAL library*, such as digital
elevation models, aerial photography or landsat imagery,
o GRASS locations and mapsets,
o online spatial data served as OGC-compliant WMS or WFS
3. Membuat peta dan mengeksplor data spasial secara interaktif dengan
GUI (graphical user interface) yang user friendly. Banyak tool yang
disediakan dalam GUI-nya, diantaranya:
o on the fly projection,
o print composer,
o overview panel,
o spatial bookmarks,
o identify/select features,
o edit/view/search attributes,
o feature labeling,
o vector diagram overlay
o change vector and raster symbology,
o add a graticule layer,
o decora te your map with a north arrow, scale bar and copyrigh t
label,
o save an d restore projects
4. Membuat.meng edit dan mengekspor data spasial menggunakan:
o digitizing tools for GRASS and shapefile formats ,
o the georeferencer plugin,
o GPS tools to import and export GPX format. con vert other GPS
formats to GPX, or down/upload directly to a GPS unit
5. Melakuka11 analisa spasial menggunakan plugin fTools untuk format ·
Shapefile atau plugin GRASS, diantaranya:
o map algebra,
o terrain analysis,
o hydrologic modeling ,
o network analysis,
o and many others
6. Mempublikasikan map I peta ke internet menggunakan fasilitas 'export to
Mapfile' (memerlu kan webserver yang telah terinstall UMN MapServer)
7. Terdapat berbagai plugin yang terus menerus dikembangan untuk dapat
memenuhi keperluan khusus terkait GIS di masa yang akan datang .

2
BAB II

INSTALASI QU A NTUM GIS DAN

PE NGENALAN M ENU-ME NUNY A

2.1 Donwload dan lnstalasi QUANTUM GIS


lnstalasi perangka t lunak Quantum GIS sangatlah mudah dan sederhana .
QGIS depot diinstal dalam li ngkungan operating sistem MS Win dows dan Mac
OS X. Juga tersedia dalam paket lainnya seperti GNU/Linux. Untuk menda patkan
informasi dan paket-pa ket terse but di website http:/ /qgis.osgeo .org/download/,
Dokumentasi secara lengkap tentang quantum gis dan source c_o denya depot
diunduh/download di website http :/ /qgis.osgeo .org/documentation/ .

Pertama kali yang perlu dilakukan dalam instalasi quantum gis adalah
melakukan download file QGIS-1.4.0-1-No-GrassSetup.exe , selanjutnya lakukan
klik duo kali sehingga a kan ta mpil window quantum gis enceladus 1.40.0- Setup,
yang berisi License Agreement, seperti pada Gombar 1.

.:/ Quanium GIS Enceladvs 1.4.0-1 Setup

Ucense Agreement
Please review tl1e license terms before lnsi8lling Quantum GIS Er.celadus 1.4.0-l.

Press Page Down to see d1e rest of dle agr eement

.-----------·--·-··----------------
QG!S is Cop ynght (C) QGIS Development Team
and l"Je respectiv e authors, 2004.

This program is free softw are; you can redistribute itandf or modify
it under the terms of th e GNU Gener al Public License as published by
the Fr ee Softw are Foundation; either v ersion 2 of the License , or
{at your option) oiW later version.

This program is disb·ibuted in ti·,e hope that it .,.,•ill be use ful,


but WITHOUT ANY WARRA~m; without even the implied warran ty of
f•1ERCHAHTA8ILITY or F ffi~ESS FOR A PARTICULAR PURPOSE. See the

I f you accept ti1e t erms of t"Je agreement, dick I .ll.gree to continue . You must accept the
agreement to install Qu.sn tum GIS Enceladus. 1.4.0-l.

Gombar 1. Tampilan persetujuan perjanjian QGJS

Jika telah setuju dengan perjanjian ini, make kilk tombol atau tekan I Agree.

Jika komputer yang akan diinstal QGIS sudah terinstalasi make sistem akan
menampilkan window warning dan akan tampil pada gambar 2.
3
Quanturr1 GIS tf'ceodus 1.4.0-l Setup

Quantum GIS En.:eladu;,; already 1mt alled en ycur syst em.

The m~talled relea ~e » 1.4.(1 -1-12730-0

This is the latest tEiease a•;ailab le.

Pre" 0~. tc retmtall Quantum GIS Ence la d u ~ 1.4.0-1-0 or Ca ncel t o qu it.

OK Cancel

Gombar 2. Ta mpilan window warning QGIS

Selanjutnya te ka n tom bol OK, untu k melakukan instalasi ulang, a ta u


dibatalkan. Dalam hal ini ki ta tekan tombol OK, sehingga akan tampil wi ndow
setup seperti pada gambar 3

Welcome to the Quantum GIS

- Enceladus 1.4.0-1 Uninstall Wizard


This ·:·:tzard wili guide vou through the uninstallation of
Quc;ntum GIS Enceladus 1.4.0-1.

Sefore st5r ting the uninstallatic•n, make sure Quantum GIS


Enceladus 1.4.0-l ts not running.

Click Next to continue .

Gombar 3. Tompilan window setup QGIS Enceladus versi 1.4.0

Setelah itu tekan to mbol Next >, maka a kan muncul window setup untuk
meletakkan aplikasi QGIS di folder ycng kita inginkan (Gombar 4), selanjutnya
kita tidak perlu mengisi destination folder (default-nya berada di folder Program
Files .

4
________
,

l Quantum GIS Cnc e:ad ... s 1 !_ G-1 SetL P

010ose Install Location


Choose tl1e folder 111 wh1cn to W•St?.:l Quantum :~IS E1xeladus 1. -1.0 · !.

Setup will install Quantum GIS Enceladus 1.-l.O·l ln the fo!Jo·;mg folder. To install in a
different folder, dick Bro·.-:se and select anotl1er folder. Ciick !'lext to conbnue.

Destination Folder

C Browse ...

Space required: 13 1. 21•1B


Space available: 30.4GB

Gombar 4. Tampilan window setup QGIS untuk meletakkan aplikasinya di sebuah folder

Setelah menekan tombol Next >, maka akan tampil window untuk
memilih komponen-komponen yang dibutuhkan/di-instal, seperti pada Gombar
5.

J4 Quantum G!S Enc:e!adus V~.C-1 Setup LsJ '~ -r~J

~
Oloose Components
Choose wh1c:h features of Quantum GIS Enceladus 1.4.0-1 you want to instal!.

,_ Ch~ck the components you want to install and und1eck the components you don't want to _, __ ,,
111stal. Click Install to start the Installation.
I

Select components to install: ~-, Description

[ ] North Caroiina Data Set ·)"<.~t· .;_, =:=JfN:o;~.er t tC=


[] South Dakota {Spearfish) ·;=:::~ -~::. ,j,;:-:A~ri~>h:;n.

: [J Alaska Data Set

Space required: 131.2!•16

L2~ack_J[.J:~t£J [ Cancel :J '


Gombar 5. Tampilan window setup QGIS untuk memilih komponen yang akan di instal.

5
Setelah mene ka n tombollnsfaf/, make kom puter akan menampilkan window
inta lisasi, seperti pad a Gombar 6 dan Gombar 7, yak ni :

lnstalllno
I
t EX~6Ct Q(.alll!.dl
! ,
f>:tr6~:: EiCStntt.c;i
Z>.~r tot; :Q~:::.r t •.d!l
:.(tr~t : QtGI.Jl-O.dL. l•)J""t Extrol!!t:_i:"l;t_.Pt,:
i:).troK!:Qt!'·.'e~;-'«k4.6.1 ::>.tr~! :C::r.t~.P:

~--:ract:QtS,;:l-1.01 E'i~!'l~t:CI:::!""::'~ . p r-:

!:xtra<!:Q!5YQ~.d E:.:tr<":~t: e:q.Ji!'tl:~;.Jt~e~-~1~


t: :.:~r&!~ Q t\:.~ -' . c§ E1<t-a.:::t:~*~t.;-\
Ex!r~ct: d:>!es .dl! E~!:''KI: -<"l: : O"~t.!)l'C

Exrrac~: Oi:!':~r~ 3:.li! Extr<'l~t: 11"':1'1'0::~!\- ~ ~-

;).U"t-C ; t;dbil'S.!:!lf E >. ::- .'!C~: n·,.,:;;o.-.\, ;:>~ c

Gombar 6. Tampilan window setup QGIS Gombar 7. Tampilan window setup QGIS
pada soot awol instalasi. pada soot berakhir instalasi.

Setelah menunggu bebrapa detik, ma ke proses instalasi perangka t luna k


QGIS selesai (Gombar 8.). Selanjutnya teka n tom b ol Finish, sampai disini sel esai
sudah proses instalasi QGIS-1 .4.0-1.

Completing the Quantum GIS


Enceladus 1A0- 1 Setup Wizard
Quantum GIS Enceladus 1.4.0-1 has beeon installed on your
computer.

Click Finish to dc:.se this wizard.

Gombar 7. Tampilan window setup QGIS selesai proses instalasl.

6
2.2 Pe ngenalan Menu-Menu QUANTUM GIS

2.2.1 Pengenalan Qgis


A. Main Window
Terdapat 6 menu, yaitu;
a) Menu bar
b) Tool bar
c) Map legend
d) Map view
e) Status bar

b)

c)

. ..... 3 +
.t26025.97,913197UJ : 433534.00,913 7090.37

B. Menu bar
Terdapat 6 Menu , yaitu;
• File (open project, save, export image, properties)
• View (zoom, measures)
• Layer (add, show, hide layer)
• Setting (project properties, options, preferences)
• Plugins (manage plugins)
• Helps (documentasi, web links)

7
2.2.2 Import Data Raster
Data pengolahan citra menggunakan IL Wl S dapat digunakan dengan cara mengexport
citra dalam format Erdas Imagine(* .Ian), kemudian data citra terse but diimport dengan cara;

a) Membuat proyeksi peta, yaitu klik setting - project propertis

File Edit View Layer Settings Plugins Vector Help

_j
Custom CRS .,,

Style manager. , .

" "' ~~__j··


.
Configure shortcuts ...

Options ...

b) Memilih satuan proyeksi (meter, maupun derajat)



Q Project Properties . , . .. ~I]

General Coordinate Reference Syst~m (CRS) Identifiable layers

General settings

Project title Ikota yogyakartal


Selection color

~ndcolor
~hs
·Layer units (only used when CRS transformation is disabled)

• · Meters · Feet Decimal degrees Degrees, Minutes, Seconds I


q
· Precision ··· ·i I
• Automatic Manual 2 - ·{ 1decimal pia~: Jt
Digitizing

· Enable topological editing

Avoid intersections of new polygons ...

Snapping options,, ,

L OK m
mml Cancel Apply Help
~~B.

8
c) Ubah proyeksi menjadi UTM S49 (karena wilayah Jogjakarta)

General Coordinate Reference System (CRS) Identifiable layers

Enable 'on the fly' CRS transformation

Coordinate Reference System Authority ID lD


WGS 64 I UTM zone 45N EPSG :32645 3129
WGS 64 I UTM zone 45S EPSG:32745 3195
WGS 84 I UTM zone 46N EPSG: 32646 3130
WGS 841 UTM zone 46S EPSG: 32746 3196
WGS 84 I UTM zone 47N EPSG :32647 3 131
WGS 84 I UTM zone 475 EPSG:32747 3197
WGS 641 UTM zone 48N EPSG:32648 3132
lllrr"l'lA }liTO. .. ___ • Arlr" ,....,...,..,.._ ....................
+proj=utm +zone=49 +south +ellps=WGS84 +datum=WG584 +units=m +no_defs

Search

Authority All ... Search for lD Hide deprecated CR5s

Find

Recently used coordinate references systems

Coordinate Reference System


. (
' Authority ID
!m- ---····- ----=~]
'"··<o••oo•o • <'•<•<•A-A•o .. o<O ....... J
WGS84 EPSG:4326 3452
WGS 841 UTM zone 495 EPSG:32749 3199

Cancel Apply Help

d) Kemudian import citra, dengan cara plih menu bar layer - add raster layer
~Quantum GIS 1.5._0-Tethys -latihan .
File Edit Plugins Vector Help

Add Spatialite layer•.• Ctri+Shift+l

Add WMS layer..• Ctri+Shift+W

,,..:.:t !:•.·

Ctri+D

Ctri+Shift+O

Remove AU From Overview

Hide AI layers Ctri+Shift+H

Ctri+Shift+U

9
e) Kemudian open GDAL file dalam fom1at (*. lan)

Look in: , .....t qgis

·~ldijfM;¥$11
/ latihan.qgs
My Recent ,:;;!; stretch berdasar histogram .lan
Documents

Desktop

My Documents- /'

_)
My Computer

- \
...;.,.I
.....J
My Network File name: ~gyalan Open
Places
Files of type: h GDAL]AII files[') Cancel

2.2.3 Informasi Peta


Informasi yang diperlukan dalam pemetaan dapat diperoleh sebagai berikut;

~~~ e ~ ~ ~ :il [o·... :;._ ~ ::.: r,_ -2.. \


.• ·... "'""~tr~ti:Je3~rt-,,:-:
u..,..., ·!9yx:
" ~ stlelchbeulasaJiiiS1l). . .

a) Sistem koordinat
Informasi unit sistem koordinat yang dipakai dapat berupa koordinat UTM (meter),
maupun geodetic (Latitude-longitude)

430439,9136341

10
b) Skala, dapat diubah secara otomatis sesuai dengan skala yang diinginkan

·; Scale [ 1:8000 .. li
I

c) Mengetahui jarak
Jarak garis, pilih menu view- measures line
File Settings Plugins Vector Help

ctrl++
ctrl+-

Deselect features from all layers

B X

/
~ Measure Angle

1.33 km 1
Help

11
Luas area

Total 1.72 ha

d) Perbesaran/zoom, terdapat beberapa macam yg icon zooming terdapat dalam


toolbar, maupun menu view

4.t Quanlum GIS 1.5.0 Tcthr.- LuihAn . ~c::J _I


Flo

TOQ!je FtA Screen Mode

Zoom to Actual Stze

12
BAB Ill

DIGITASI DARI DATA CITRA

SATELIT PENGINDERAAN JAUH

Pengguna melakukan interpretasi dan digitasi pada layer (on-screen digitizing)


untuk mengumpulkan atau menyusun data digital yang memiliki tipologi unsur
berupa: titik (point) , garis (line), dan area (polygon) .

3.1 Membuka Data Citra Penginderaan Jauh

3.1.1 Export Data Citra menggunakan Software ILWIS

Hasil export data pada citra satelit dilakukan sebagai masukan input data raster
untuk program Software Quantum GIS. Pada bagian ini dilakukan export data citra
satelit dari format ILWIS (*.mpr) ke format GeoTiff (*.TIF), untuk selanjutnya digunakan
dalam analisis dan proses pengolahan data lainnya. Berikut langkah dan proses
yang dilakukan.

fl>!i ILWIS Open [foreign Collection "~ ;\B IMTIX SAMPAMG\01_Dat•\SPOTU


(l.il Flo Edt Operotlons VIew Whdow ~
; ~ ell III :i;; ..,_ A ~ [!!] !ill 111 !

' ~J~T~~~[EB: tili :i~>. ~ -•~• ~;~rG _:-~T~!o(<i:i~JiT~"


!export SPOT4_B412.mpr
.... . ...... • X ~iMAGERY__::.-;-·-····---------
Ope~.OOO.Tree I ~IMAGERY
Oporatior>UI Naviga!OI OIMAGERY Dwectory ...imtek _ _
~~~~~""'IW£1.,~.,~~'-A.,.QC)')CA,..n ....., .. , :\... --01
~ AIMAGERY_2 !IDIMAGEAY ~ p..CJ..Lo·-~---------l
IS_N_5oUion
--~ ~IMAGERY_3

1~1MAGERY_4 . 1:::~~=~ -~~


~ Iii IMAGERY_2
ll!iiMAGEAY_2
<
;
-~ filiMAG~RY_'
!iiiMAGERY_i•._._· Open
OEM hydro-processl"lg
illi1MAGEAY_3 ·••·•
Imago Procossh) lii1MAGEAY_4 I"

I Interpolation
Roster Operotlons
~~i-IMA.GEEAYIB4• • • :: l::.;;=========='==:··
l ~:Jd ..:.!
I
SEBS Tools

~~

Yectorize
.>
5poti<ll Reference Operotions •
Method
/;' IL\rJIS r GOAL

I Properties
Faunal

!I
li
~
Help
~ ~Hf(GeoHf).TIF
Output Flename
iJ
L!:I'POl=-4:::-bc:.:.41=--2_ _ _ _ _ _ _,I Q
······~·~··¥·-··· --~----..-··-···-·· ....!

13
./ Pilih nama file citra yang akan di export dalam hal ini adalah data SPOT4_
8412) .
./ Pada file data komposit citra SPOT4_B412 klik kanan dan pilih Export
kemudian klik dan pilih file tersebut dengan Method pointing ILWIS, format
file Tiff (GeoTiff.TIF). lsikan nama output filename dengan SPOT4_B412 .
./ Pilih type data GeoTIFF karena data yang akan di export diubah dalam
format *.TIFF (dari *.mpr -+ *.TIFF)
./ Pastikan lakasi output file berada pada direktori kerja yang telah dibuat.
Bila belum, dapat dilakukan dengan mengkopi path-nya pada windows
explorer dan mem-paste nya pada isian lokasi output, kemudian
ditambah strip miring ("/") dan nama filenya . Nama file sebagai output
dalam format ILWIS SPOT4_B412.TIF
./ Bila sudah, dapat klik OK untuk mulai proses data .
./ Langkah selanjutnya lakukan hal yang soma untuk export data file-file
yang lain seperti citra LANDSAT, ALOS, IKONOS, Quickbird dan lainnya.

3.1.2 Import Data Citra (Format ILWIS) ke Quantum GIS

Setelah selesai melakukan export data dari format ILWIS (*.mpr) ke input Raster
Quantum GIS (*.TIF) pengguna dapat memasukkan citra raster tersebut ke dalam
menu direktori kerja pada view quantum GIS. Berikut langkah dan proses yang
dilakukan.

Q Quantum GIS 1.4.0-Encelad~s .. ·


File Settings Plugins Vector Help Look it f5 SCEN£01
Ctri+Shift+N . ~- lMAGfRV. TJF
iltfNIMMi

?!J)
Ctri+Shlft+W M•Docunenb ·

~
rs;;.~t;ltti--·~---------3

j GeoTIFFr.~'-lii'. TIF'. TIFF) :!) Cancel !


-··----.i{

Remove All From OVerview


Qri+Shlft+H
Ctri+Shlft+U

14
./ Pada menu bar klik Layer - Add Raster Layer, selanjutnya muncul menu
Open a GDAL Supported Raster Data Source. Open File dengan nama
SPOT4_B412. TIFF .
./ Berikut adalah tampilan komposit warna untuk SPOT4_B412.TIFF pada citra
SPOT-4 dalam Quantum GIS.

3.2 Mendigitasi Unsur Titik (Point)


./ Buka data citra SPOT4_8412.TIFF
./ Dari menu bar, pilih Layer- New Vector Layer
./ Pada menu New Vector Layer pilih Type Point lsikan Map Attribute dengan
nama unsur titik
./ Selanjutnya klik Add to attribute list.

(l QUhTotum GIS 1.4.0-Encelodm . •

-~~- ~ ···-~·-· i't.:aYOi

··
j ~

, : ..1' •: • ~'ii.
" .
5ett01gs

:-<i Add \leCtor Loyer...


Add Raster Layer...
.. i ~ Add PostG!S Lay.... ..
PI.Jgins \leCtor He\>

Clti+SI-#t+Y
Cltl+st;ft+R
t .,. Pmt

CRSIO {~o~~~::~S&1~-=~~
ettr'We -•·-~h ...._..,,~,.,,,,,,,..,_ •• ,.;._.:. o•.Y"-v'"- •••• •
~- Hew
-
..
r:':;· ~,,.
i'oJ .J.! _
c--·•"'>li
•u
Add Spatlal.ie Layer...
$J>Olti il? _A<IdWMS Layer...
Clti+SI-#t+O
Ctri+SI-#t+l
Ctri+SI-#t+W
!
!
:i,"'} ,,,.,, ... ,. ,.
,.,.,..,, ...
"'~

--r:---i:::[~.~~.~.~~~-·---~~~~~J
:z,,,,. ·.;.
j'£.Remove Layer
.1;

Ctri+O
.I j-. _____ .!!~~~'"1\

;l.l--~---~-- -~.:......::::..·.:::_:-,
! Properties...
!
~ ~ Add to Overview Ctri+SI-#t+<l
!,tf Add AI to Overview .!J}l
~-~ ~en><lV<'AIF:om~ -- •••.
!0 tide AI Layers Ctri+Shift+H
-;'-~ ............. ···········0:·--·y•·-~

'''Yf:~·~::~1.:;,:~'Y" '
t~ Show AI Layers 0.1+51-#t+U
15
./ Klik OK, dan Save As File dengan nama unsur titik dan klik Save .

Look in: _J D:\OO_RIK DIKTI 2010\Pl- ILWIS RS\Quantum GIS

My Computer ~ Modul BIMTEK SampanQ- Quantum GIS.doc

~~ F@J@R

File name: §r~it!'i


Rles of type : All Files (•) Cancel

Encodirg: System

./ Untuk memulai digitasi, pada menu layers sebelah kiri atas pada nama file
unsur titik klik kanan dan pilih toggle editing .

./ Selanjutnya klik icon Capture Point untuk mulai proses digitasi unsur titik.

- - -
(t Quantum GIS 1.4 .0-Enceladus · . . Q Quantum GIS 1.4.0-Enceladus
Fie Eat VIew Layer Settilgs Plugins Vector Help
File Edit View Layer Settings Plugins Vector Hell

Properties
Rename
Add group
' Expand al
, Colapseal

16
;J;-; - .. Fne Edit View L~yer Settings Pk.Jgns Vector Help

<'""' r, ~

;.f i!i-Bfiil!lll 1;-~~


x!, ·'·' o
Zoom to layer extent
Show in overv iew

Tog9e edllng
Save as shapefile ...

Properties

I Ren"me

I Colapse al

../ Masukkan atribut Keterangan tempat yang tersedia dengan klik kanan
unsur titik, kemudian open attribute table dengan menambah new colom
pad a sel yang tersedia dengan Type Text (string), misal: Rumah 1, Rumah2,
Rumah3, dst.
../ Bila sudah selesai dengan digitasi titik, klik tombol toggle editing untuk
menutup sesi digitasi dan save file, dan apabila ingin melakukan
penambahan digitasi atau editing dapat dilakukan dengan klik tombol
toggle editing seperti langkah sebelumnya.

3.3 Mendigitasi Unsur Garis (Line)

../ Dari menu bar, pilih Layer- New Vector Layer


../ Pada menu New Vector Layer pilih Type Line lsikan Map Attribute dengan
nama unsur garis
../ Selanjutnya klik Add to attribute list.

Q Quanwm GIS 1.4.0-Enceladus

] ~ ~:<£ Add ll>cto< Loyer.. . Ctrl+Shft+V

;!" ..:~ t;j·li Add Roster Loyer.. . Ctrl+Shift+R


· ······ ·· ······· ··· ···· · .11{ Add POstGIS Loyer.. . Ctii+Shift+D
. " I!
Orl+stWt+l
~rr~~;·.~,~i ·;:r;~"
,,.................... ····'········

Ctrl+O

ari+Shft+O
!~~ Add AI to OVer.iaw
l ~ _R~~-~~r~ over.~
fO ~AI ~~s ctri+Shift+H
[<:f) sl-,ow AI Layers. Ctri+Shift+U 17
./ Klik OK, dan Save As File dengan nama unsur garis dan klik Save .

l ook in: ._') D:\OO_RIK DIKTI 2010\Pl • ILWIS RS\Quantum GIS

~1\y Computer ~ Modul BIMTEK Sampang · Quantum GIS.doc


i!l.J unsur titik.dbl
) F@l@R @) unsur titik.prj
~ unsur titik.Qpj
~ unsur titik. shp
111] unsur t~ik. shx

Fies of type: AI Files(* ) Cancel

Encoding: System
/

./ Untuk memulai digitasi, pada menu layers sebelah kiri atas pada nama file
unsure garis klik kanan dan pilih toggle editing.

Q Quantum GIS 1.4:0-fnceladus


Q Quantum GIS 1.4.0-Enceladus
Fie Edit Yiew layer Settings Plugins \lector
File Edit View Layer Settings Plugins Vector Help

~ru
l.::S;J, •... J. ... . y
.............. ..... ·-···

~
• ,.,.

"" lcapturelinef---~
...~.~
,
~ ·····-·····-···

0.
~ Zoom to layer extent

8 :X :•. unsur Show in overview


S..... ~. Remove
I :0 . 0 <~.. unsur aris . .. r---:-:
8 1$. C spot4jI
!. ····· ...... ' ... ····-··.
Openattributetable ·l 8 ~ :~ unsm titik
Save as shapefne...
8 X c:t S(>Ot4_b412
Properties
R"""""'
Add group
[l! Expand al
'-:1] CWp$eal

18
../ Selanjutnya klik icon Capture Line untuk mulai proses digitasi unsur garis.

'fi,.ftMJII·it¢!·4
'*""' ~ Q.uuntum GIS 1.4.0 Encef~tdus. ~~ , ,~ ""' '·" ;

~~ . ¥ __ -·~·k
\ J>Iaool
'.. Jol•1
\ hi... )
- ·•· ~·' ,..._ ~ C; ·'tl e'-\ ~A ~· ::..., __ , <J •
. ·-
\..\...
-
··v Ct
------- ·----·-----·-- ~. ~9. e> iP
; ,,, '{;. 0 ;
~ ,
\ s.JM I 8 x or----...:::
\ Jol011$
\ ,bl ... ,
\ Jol... 7
X : .. IIIISIII1idk \!..
" -
ZOOifltolayerexteot
\ Jolt.. I

·=·.--
J
'\S<Iolf>o l
~
H
<1
•0••.._11-1\l
X 0 _spot.. _h.. 12
,; ToWeedthQ
S.We as shapefie ... I
.
Properties
..,.,.,
""""'"'-"
l ExPMdal

C"'""' ol · - - · - - '

+ Name Keter~

Type Wholo runber (Integer)


Wholo runbor (Integer)
Decimal~ (real)

- 1

Cancel

../ Masukkan atribut Keterangan tempat yang tersedia dengan klik kanan
unsur garis, kemudian open attribute table dengan menambah new
co/om pada sel yang tersedia dengan Type Text (string), misal: Jalanl,
Ja/an2, Sungail. dst.
../ Bila sudah selesai dengan digitasi garis, klik tombol toggle editing untuk
menutup sesi digitasi dan save file, dan apabila ingin melakukan
penambahan digitasi atau editing dapat dilakukan dengan klik tombol
toggle editing seperti langkah sebelumnya.

3.4 Mendigitasi Unsur Area (Polygon)

o/ Dari menu bar, pilih Layer- New Vector Layer


o/ Pada menu New Vector Layer pilih Type Polygon lsikan Map Attribute dengan
nama unsur polygon
v" Selanjutnya klik Add to attribute list.

19
Add Raster Layer.. . ctri+Shift+R Type
Add PostGJS Layer.. . Ctri+Shift+D
Point Line • Polygon
Add Spatialite Layer.. . Ctri+Shift+L
Add WMS Layer... Ctri+Shift+W CRS 10 +proj•longlat +eHps-WGSB<\ +datum=-WG584 +no_defs Specfy CRS

Ne~ ~ttribute

Name ~~~" ~2.~--------·--------=~=-=~----~-·-···!


Type Text data

Width Precision l

Remove Layer ctri+D


Attributes list
Properties •.•

Add to Overview Ctri+Shift+O


i8 Add to attributes tist ____ .)

Add All to Overview

Remove All From Overview

Q Hide AH Layers Ctri+Shift+H

l:$) Show All Layers Ctri+Shift+U


•J •

Cancel Help

./ Klik OK, dan Save As File dengan nama unsur polygon dan klik Save .

Lool<il: , ~D;l~-R~ DIKTI :ptO\PI- ILWJS RS\Quantum GIS

1I!!) Modul BIMTEK Sampang- Quantum GJS.doc


!l unSU' garis.dbf
unSU' garis.prj
,.. unsur garis.qpj
,.. unsur garis. shp
unstr garis.shx
unstJ' titik.<llf
unSU' titik.prj
unSU' titik. qpj
unstr titik.shp
unsur titik. shx

.... J t .....

Fie name: Iunstr polygorl


Fies of type: i AI File$ (*). . . Cancel
'~---~- ~-

Encoding:

20
../ Untuk memulai digitasi, pada menu layers sebelah kiri atas pada nama file
unsur polygon klik kanan dan pilih toggle editing.

_Q _Q.pantum GIS 1.4.0-Enceladus •, _. ·, ., .;,.


File Edit View Layer Settings Plugins Vector Help

;/
~
.. ..
"
~~]
,.
11<,..
. c':J
t::;
r >
\i t'X
~
~
""'
t.?
~,
File Edit

~
View Layer

~
Settings

1i
'·*""
r-,
Plugins

~
Vee

lAyers

- X

~B x ~ . . uusur !_Jaris
0
;
Show in overview """
'3 x :~ unsur titik !l A.! Remove
--~

"'
~·- spot.t_h412
Open attribute table
~J x ~
Save as shapefie ...

unsur g<.uis
Proper~es

I~~
Rename
Add group
ExpandaR
[: 11 CoDapse al
--------~--""'

../ Selanjutnya klik icon Capture Polygon untuk mulai proses digitasi unsur
garis.
Llf@ijldi'!.IMRMM§!! -tfiWIZIAijffii!§iLIIB.I@M,dkffliilriK
l'lor..-~-..."'-'-'*llr-

(3 &HJ .? ;:. a 'Ill ~- tf' ~ti 'Ill ""''7;l b'}:) i;.i!! ~ :s :J. 0
• \? ~ - • fie "~ ~--·· ':"""" ·--~-·.... Pl4>s ....""':'.~ ~
" ·> :: '> ' .:,;, ' ..... r, ~ Gl ,j;l d! ~ r ;.., ,_") a ·;;. _, _:,: ;) \oL • 0 ] ~ t:rl {j ~'£1>
~ •:• ::_ G

Saw .. sMpofle...
S a w . _ .. shapcllo•••
--~----"'"""""~ .....,... •••-,.~o·,o,ooy•-••-.~HOo·O~•

Properties

~~~-­
!)

Precision

../ Masukkan atribut Keterangan tempat yang tersedia dengan klik kanan
unsur polygon, kemudian open aHribute table dengan menambah new
colom pad a sel yang tersedia dengan Type Text (string), misal:
Permukiman, Sawah, Tambak, dst.

21
./ Bila sudah selesai dengan digitasi garis, klik tombol toggle editing untuk
menutup sesi digitasi dan save file, dan apabila ingin melakukan
penambahan digitasi atau editing dapat dilakukan dengan klik tombol
toggle editing seperti langkah sebelumnya.

Neto.Pro)ec:t
~:: · ~ ti ~ ~~ .P ,~, <i .. L' ~-;, J ~ a '~ ~ ;J. ..1 ~? f}\) -- »

t. "' '' ~ GJ t!iJ \t~ ~·


~ Op&-\Pto)ect ...

i
Open Recent Projects

S....Pro)ect Orl+S
' !> e3 . ., G .( 9. :.t i".i Q.. !":;.
~Disem.~~~i~~~- or-~~~--~.~.....
Save eos: lrMQe ...

~ Hew Prn COII'CIOW Ctri+P


_ (cn'POSef~···

Prhi:(CII'I'IPQSei'S • t
[) f.Xf: Ctrl+Q I
V0 1!1!1' 1lti/!Ui;ll( ·~ '"''' on••<·-

• C spot.l_l•-112

Save Projee:t under a new namt

3.5 Mengedit label I Atribut


Setelah selesai melakukan proses digitasi yang meliputi unsur titik (point) garis (line) I I

dan area (polygon) dapat dilakukan penambahanl pengisianl dan manipulasi


informasi tabel atau atribut sebagai keterangan yang ada pada masing-masing
data vektor. Berikut adalah prose yang dapat dilakukan :

./ Pada Menu Layer sebelah kiri pada unsur titik klik kanan untuk Open
Affribute Table . kemudian akan muncul Affribute Table untuk unsur titik

22
./ Pada Menu Affribute Table sebelah bawah klik toggle editing mode
selanjutnya pilih icon New column.

L·---··----·· . - - -..---····-·-- ....... - ..... .


[jl t~J C~J [~-~~] [~J I ,; -, .I Look for in unsur titi "'

Show selected records only ~Toggle editing mode ~s only Advanced search Help

! ! :.~ 1 Look For


in unsur titi • · Search

Show selected records only Advanced search Help

- - - ·~---------·--~~ ~y

Q Add Attribute I)~


Name Informasi ./ Akan muncul Menu Add Affribute. lsikan Nome
Comment misal lnformasi kemudian untuk Type Whole
Type Text (string)
number (integer) -+ keterangan berupa
· Whole number (integer) · ·•· - angka, Decimal number (real) -+ keterangan
De=cim::=lli;=n::==r=
unbe (r~eai)~:::=;:;::-1 berupa angka dengan pecahan decimal, Text
Width 50 , "' j (string) -+ keterangan berupa teks alpabet.
Dalam contoh ini pilih type text (string)
Precision
--- -- ~-~---.---~-- y------ -- -
- _ ___.. - -- ---- ---- --- " - Q Attribute ldble · unsur titik
Q ·Attribute table · unsu r tilik

Do you want to save the changes to layer ~Sll' titik?

'
N... R
..Rt.mah
[R... 13 -

N... •R j R-:-_ jRwnah 1~

v' Pada Menu Affribute Table akan muncul penambahan kolom dengan
nama lnformasi. Selanjutnya penambahan, pengisian, dan manipulasi
informasi pada tabel dapat dilakukan dengan klik boris yang berisikan
teks NULL dapat diganti dengan informasi Rumah 1. untuk boris yang lain
dilakukan proses dan langkah yang soma dengan nama Rumah 1, 2, 3
dst.

23
v" Setelah selesai dilakukan penambahan, pengisian, dan manipulasi tabel
informasi untuk menyimpan hasil editing dapat dilakukan dengan klik
menu toggle editing mode dan klik menu save untuk penyimpanan hasil
editing

v" Pad a unsur lainnya seperti : garis (line), dan area (polygon) proses
penambahan, pengisian, dan manipulasi editing dapat dilakukan
dengan proses dan langkah yang soma.

24
BAB IV

ANALISA SPASIAL I KUERI

Pengguna dapat melakukan analisis spasial hasil interpretasi dan


digitasi pada layer (on-screen digitizing) untuk melengkapi
informasi data digital yang memiliki tipologi unsur berupa: titik
(point) garis (line) dan area (polygon).
I I

•!• Buffer Area (Point, line, polygon)


./ Klik tool bar pad a menu Vector - Geoprocessing Tools - Buffer(s),
selanjutnya masukan input vector layer untuk nama file yang akan
dilakukan analisis buffer , isikan buffer distance misal akan dilakukan buffer
300 meter maka isikan dengan angka 300, simpan sebagai file baru hasil
buffer yang akan dilakukan klik OK. Hasil analisis buffer disajikan pada
gambar berikut. (Cora yang soma dapat dilakukan pada unsure line dan
polygon)
(.t QuanUJrh GIS 1, 5 0 Tethys · Pro jct;t QG IS
Q Ouffer(s) • ~~
I~ vector layer

r; _ c 0 ':II ~ ~ Use triy selected featu-es

/ -1 <·
....,_
.~ Q .
lfl x
>i:3""'-'"'"' • \!;· -
:..,IT.... Id- !q, l>m
~toapproxinal:e 5

e . Slifer cistance
...,

300

Js " :~ TITik_~uff ---. jib,_,..,.,,,.""" Bllfer dstance ficld

~
i_
!?xMiMJi[i$j,il
/f*c-.
-
- - · - · R ~ ~tJ Dffwonce
:.;.~. V ~ ~ .. H ., olhi-"''M 1 ;~ Dissohte

_; 8 .. (j -8. '.i ., If ~ u. \!1 lP ~


;;!; .:;,
·······----- ------········-·

~;:!::) ' ''c. :::1 &;5 -~- ~~- 11 ri ~ J!l.. o ~~ Ct ~~ c~ \±. '' / 0
0

, j ·> N- f) ,. '!-! -~ ,y .., .... 1; ID ~ ~ ~ r t' D r-

25
•!• Intersection Area
¥ Klik toolbor pada menu Vector - Geoprocessing Tools - Intersection,
selanjutnya masukan input vector layer untuk nama file yang akan
dilakukan analisis intersection, isikan Input vector layer : area_spatial dan
Intersect layer : unsur poly . hasil analisis intersection kedua file tersebut
disimpan dalam file boru dengan nama intersection_poly.shp

Re Edt VIew layer Settnos PlJQhS · \lactor CadTools Help Selectf'l!s


- AnalyslsT~--- ----------···; ···

:3 ~J ,_j - - .........."''""' .Jti ~ lP 11 Input vector layer


area_spatial
(u f) ~)O ._. • 4•!§fiJ#!fii§CJ ~x td(s)
=:u:;:Jo:;:;;",_,,.., . :aa.Jr"<•>
~/ ~ .. :: ;~·
+,,,..,,.,_
.,. DataManaQetnm:Tools •jirma•••
:OJ ......
Use only selected features
Intersect layer

II
:Q, Symetrlcaldlfetenc.e
;(~ Clp
unsur poly

~:; J$

t:J X ~J.
.
:•. titik_hutf

llll$111 fl•llls
:ODifFeronc:e
;~""""""
Use only selected features

Output shapefile

:TI 2010/PI- ILWIS RS/Quantum GIS/intersect_poly.shp '-- Br~~··:J

0% OK
~-
Close
..c•..·c.:;.;.;..;..~.ei

(t Qu;.~ntumGI~ 1.S 0-Tethys*Projt>tl QGI~ ~~~

1 t;~ ~:l ..:.1 . ~ ~~ '(; ~ .P t:i ~ tP r8 © (;';} "2. rJ "' ~ ('. • .oL , .{;. § E :i i ..,.. ~
.!• r.' , r~ = ~ a ~ lWl ~ ~~ 'ifr '. 0 tr j9. :~ ct. \1. i~( 0
,# j ~ <· :: GH:b C~ [~ •
8·· li!unsou poly
,. Permukiman
.----....
w Sawah
w Tambak
8· eII .ue,l_Sililtial

r:~

s
"
:~
!>
K,
thlk_huft
unS!JI y.:uls
-\ Jilan 1
II -\ Jalan2
\_ Jalan3
I \ Jalan 4
\ Jalan5
\Jalan6
·'\ Jalan 7
··\ JalanB
\ Songai1
f.:} :• tmHelln•200
·II
8 8 bnfte100

f~ ~~ b<Jtf•ti1IIUOO

=~ IIIIS:mfltlk
G
_,__........ ._ .. __ ,_,._ .........._

f_"]!,£,.Jl"..,«~T:~';..-9tnt<
(i.'U~ ····---·-··w·-····~··•····-···

26
•!• Union Area
../ Klik toolbar pada menu Vector - Geoprocessing Tools - Union,
selanjutnya masukan input vector layer untuk nama file yang akan
dilakukan analisis intersection, isikan Input vector layer: area_spatial
dan Intersect layer : unsur poly . hasil analisis intersection kedua file
tersebut disimpan dalam file baru dengan nama union_poly.shp

ftUnlon' m
l~ P\Jglns ~ ~tQ. ] ~

'::::=;:. .. : t_..~tP@
Fie Er:R VIew SettW\o:S CadTools smed.Pius

~ :.:J .J - --
Use otty selected feah.res
O<""'""t>.J('> } Urionlayet"

s "'"'"'''"""""
:..., oat~ M«"~aQernent: Tools ~ :~~'
• a !>.If"''>
Intersect
1
~ """"""
Use oriy selec:ted fe~es
e .X: ·+ f_~oolslrlor~lon ·\0, Symetrk:~*ference
- - . . . . . . , . . . ,...-'*
~
~
,1,...
r!!! Clp
DIKll ZOIO/Pl-ILWIS RS/Qu«'tun GIS/uion.J)Oly.~
q) Dfference
1
·~"'""'•

(f Quru'l!um GIS 1 5.0 Telhys P't<ljttei QGIS ~L.........~'

I ~U~ ~- ~·~~~ ~ .,~ CQ~~~~ ~ ~ ®~ ~ ~ ~-~


~~ 0. ~i, -~a~~ 5l ~ ~- ;·T-~ o·::~tr~~ r~: (t Q_ \._~ + 0
,, j ~:· :}· ., !("'\ /), ~ e mtB ~ ::· ~' -~~ L~o ca LJJ r~ » 1,. ~ ,. a· 1, •
8 fi) unsm poly
Permukiman
l1l Sawah
~ Tambak
1.1 .ue.l_sp.ltial
Ill
EJ :~ tftlk_ buft

;;;.; ~... 1111"11 !)iUI$


"\ Jalan 1
\ Jalan2
\ Jalan3
'\. Jalan ~
-\. JalanS
. ·\ Jalan 6
··\ Jalan7
\ Jalan8
· \ Sungai1
cy 8 bnfftlhlt200
II
El· tl bufft100

[ji-i.'MI':.H'ti;;~._-n,_,e;qtl)~'

,---=--~--------··--"·······-·-.
sa-Hio.r-,tby~-~ ~:%

27
BAB V

MEMBUAT LAYOUT PETA

Pengguna dapat melakukan layout peta hasil interpretasi dan


digitasi pada layer (on-screen digitizing) untuk melengkapi
informasi data digital yang memiliki tipologi unsur berupa: titik
(point), garis (line), dan area (polygon) .

./ Klik toolbar pada menu File - New Print Composer, selanjutnya akan
muncul menu Composer Layout sebagai berikut:

"'- ._
~- ;;, ~ ~ ~< .t ~'.. 0 18, ,, <J £-r s ~ '\. :w!'{}] 'b ~ ~ •]i. B.

t; 01Mntum GIS 1 50 Tethys rrojcct

~,;;~ -~ .. ~·· ·~ •
L
l.
• i
1,:~ ------
~297.00
: :~ t
Clrl+O ~· : ,o. oo

·-
' Open Rec.-.t: Pfo)eds ..
Orin-
[l;'ju .... _ .._ _
s-Projod - ·
a.l+lffi+s .
_QulltylOOdpl
$ S.V.•Inwl9e···

-
JC f'IW:MIMl•

~ Coqmwtf~R~Q~W. ..
M't COifplAI's

t:l} Ext Orl+Q SpamoO .OO

~~~an3
xcifwo.oo
:v·oif-5«.o.oo
\ Jalan -4
· ..\ Jalan 5 :.~~~So
·\ Jalan6

28
5.1 Add New Map

../ Klik Add New M ap untuk menampilkan vektor map yang akan dilayout,
kemudia n dra g map pada layer kosong untuk mena mpilkan view map.

Wloti!m.oo

-
~ 2 1 0. 00

"""'""

-
~ 0.00

.~ offHtO.OO
_YdfMtO.OO

5.2 Add New Label

../ Klik Add New Label untuk membuat judul peta yang akan ditampilkan
dan lakukan drag map pada rencana posisi judul peta, selanjutnya klik
menu. Item tepat disebelah kiri menu General, lakukan edit label untuk
pemberian nama judul peta

...
f,l Composer 2
_...,.....
· · • • .

. ~ rul .~!1 ';.; ~ ~ .~ ~~. C~ .§ m~ .•~.· ~Ci.. . .~. . .". ·~ ~-~ :~ :rfJ. ~ lj' .

29
General Item

l obd

KAfU>ATEN SA/"FANG • PRC

PfTAPENGGUN~ lN-IAN

~~-~ JMATJo\.R ·~

MarQtl (IMl)
1.00

5.3 Add New Arrow

./ Klik Add arrow untuk membuat orientasi arah yang akan ditampilkan dan
lakukan drag map pada posisi rencana orientasi sebagai berikut

4J Compos-er 2
........ ...,....
2! " ~; & ~; - ~~ ~(. S:l 0 ~ "~ (J !E ¥J r&t [SJ' '2~-~:. ~ ~ B.

"""' ........

t
l... .................. •··-·····-······

. ""'"""""

30
5.4 Add New Scalebar

./ Klik Add New Sca/ebar untuk membuat skala peta yang akan ditampilkan
dan lakukan drag map pada posisi rencana skala peta. Untuk merubah
interval jarak bar antar skala dapat dilakukan pada menu Item

::1 .:J , F :E: ~ : •.: ·'· "' · > ~ ·· .} .. G \9 '-. : '1i . '{) :I!J. ~ b.
t------·-·------·-------------·--·-·-------------·-···------·----------------- ~-. . . . ."::.:____________ s.":::. •..
SOQmontslze(lfWIPI.Ni)
100:1.0000

..._PETAHP'IGCOUNM.i LNW'i -· j
2.00
~SJIM¥ffi - ~)IW,III.1Joi.JI

2 teft sfii1NI'U

soi
l
o-- ,_.. sioM'1
""'
Do..&Box
. ............................. ~

Font ...

C:olor...

5. 5 Add New Legend

./ Klik Add New Vect Legend untuk membuat legend peta yang akan
ditampilkan dan lakukan drag map pada posisi rencana legend peta,
seperti gambar berikut.

-<:·_~I
- :

31
5.6 Add New Attribut Table

../ Klik Add Attribut Table untuk membuat legend tabel peta yang akan
ditampilkan dan lakukan drag map pada posisi rencana legend tabel
peta, segerti gam bar berikut.
~;.mmu .. · ~&\IIQJ

5. 7 Add New Grid

../ Untuk membuat Grid pada peta dapat dilakukan pada menu Item dan
klic informasi Grid pada menu dibawahnya. Aktifkan Show Grid untuk
memulai membuat grid pada peta seperti gam bar berikut:
ll3ii!.q.Mil "' • • .. • • .. • • • liD
i.:!t_l~
ft.*""~ .

32
5.8 Export as Image

./ Untuk mencetak hasillayout p eta dalam format file *.TIFF dapat dilakukan
dengan klik File- Export as Image seperti gam bar berikut
... ! ~' :~

-~~-j .,._ Layo.t


':_~ lO«<fr0111 t ~e
' j 54vo.ut~

:or· fxport•POf...
. ,__ (lCPQit~ SYG ...

,.,.,_
.•.• I'YYlt ...

a ... .......,
look in: C) D:\OO_RIK DIKTI 20 10\PI - llWIS RS\Quantum GIS

Files of type: tiff for'!~"" (~ . tif( *:TIFF)

./ Hasil layout secara sederhana dalam fotmat *.TIFF disajikan seperti


gam bar berikut

PETA PENGGUNAAN LAHAN

l(ABtif't.TEN SAI'fW <G - PRO'/lliSI JA\'IA TIM'JR

500
l0 SOOm

1C.A~ 1~ilri !C~IItal'l!l.Wl


Legend ~Mt l

unsu- tltik
1t
unstrgarts
- Jalanl
- .l 31an2
- Jalan3
-
-
)alan4
JalanS """"''
- Jalan6
- Jalan7
-Jalan8
- Sungai 1
unsu- poly
.:fill Pl!rmukiman
• Sawall
lilm lllmbak
spot4_b412

33
BAB VI MODUL GPS TOOLS

Modul GPS Tools pada Quantum GIS 1.5.0

Untuk menjalankan modul GPS Tools , pertama buka dan jalankan software
quantum GIS (Ver.l.5), kemudian aktifkan GPS Tools dengan langkah sebagai
berikut;

Klik Plugins- Gps- Gps Tools

.Quantum GIS 1.5.0-Tethys . ·· .. ::;:;. . :· · · · .


File

Python Console

Setelah langkah di atas, maka tampilannya akan muncul seperti di bawah ini :

Terdapat 5 pilihan di dalam GPS Tools, yaitu:

Load GPX file


Import other file
Download from GPS
Upload to GPS
GPX Conversions
Masing-masing pilihan di atas akan dijelaskan secara lebih detil pada uraian
selanjutnya.
34
6.1 Load GPX File

Fasilitas GPX File pada GPS Tools adalah untuk menampilkan data GPS dengan
format file .gpx pada layar. Terdapat 3 pilihan dalam menampilkan data GPS
tersebut yaitu waypoints, routes dan tracks .

Load GPX file Import other file Download from GPS Upload to GPS GPX Conversions

File Browse •..

Feature types C. \·I3;.q:~c!r:t~

Cancel Help

Langkah-langkah untuk Load GPX File adalah sebagai berikut:

Klik Load GPX File.


Pada menu file, klik browse kemudian pilih file yang akan ditampilkan.
KikOK

6.2Jmport Other File

Fasilitas Import Other File pada GPS Tools adalah untuk mengkonversi format
file selain .gpx ke dalam format file .gpx

File to inport lD:/GP5/tidi<_survc>~~L;l-IP -------


. ---~

Feature type
~_ALa!~ ~~-~-.
(Note: Selecting correct fie type in browser dialog Important!)

35
Langkah-langkah untuk import file adalah sebagai berikut :

Klik " Import other file" yang terdapat pada layer GPS Tools.
Klik Browse kemudian pilih file yang akan di import.
lsi "Layer name" dengan nama layer yang diinginkan.
Klik "Save As" dengan nama file yang diinginkan. Output dari file ini adalah
dalam format file .gpx.
KlikOK

6.3 Download from GPS


Fasilitas Download from GPS adalah untuk mendownload data-data yang ada
di dalam GPS. Data-data tersebut depot berupa waypoints, routes dan tracks.
--~ - ~ ~ ~ ~ -- -- - -"-~ ~- -~- ~ ~-- -- ~-- - -·- -- -
Q~~~ ~~
Load GPX file Imporj ~!~r fie Download from GPS Upload to GPS GPX Conversions 1

GPS device Garmin serial ... Edit devic.es ••• j ,

Port . usb: ... Refresh


\ !.
.J
•..,
Feature type V>/ayp~i~. ... i
1
Layer name

Output fde

Langkah-langkah untuk mendownload data dari GPS adalah sebagai berikut:

Klik "Download from GPS"


Pad a menu "GPS device", pilih GPS device sesuai dengan seri GPS yang dipakai.
Pad a menu "Port", pilih Port sesuai dengan yang, dipakai.
Pada menu "Layer name", isi dengan nama layer yang diinginkan.
Pad a menu "Output file", klik "Save As" kemudian browse ke arah folder yang
diinginkan dan isi nama file dengan yang diinginkan. Pada output tersebut,
format filenya adalah .gpx.
KlikOK

36
6.4 Upload to GPS
Fasilitas Upload to GPS adalah untu k mengu p load data-data yang diinginkan
untuk dimasukkan ke dalam GPS sehingg a memudahkan user untuk
mengaplikasikan data-data tersebut lebih mudah . Fasilitas tersebut lebih efisien
dibandingkan bila user mengentri data satu demi satu ke dalam GPS .

Load GPX FHe Import other f~e Download f rom GPS Upload to GPS GPX Conversions

Data layer

GPS device Garmin serial T [ Edit devices J


Port usb:

Cancel Help

Langkah-langkah untuk mengupload data dari GPS adalah sebagai berikut:

Klik "Upload to GPS"


Pad a menu "Data layer", masukkan data layer yang diinginkan
Pada menu "GPS Device" , pilih seri GPS yang digunakan
Pad a menu "Port", pilih port sesuai dengan port yang digunakan.
KlikOK

6.5 GPS Coversions

Fasilitas GPX Conversions adalah untuk mengkonversi data-data GPS ke dalam


bentuk yang diinginkan . Konvers.i tersebut dapat berupa:

Mengkonversi route menjadi waypoints.


Mengkonversi track menjadi waypoints.
Mengkonversi waypoints menjadi route.
Mengkonversi waypoints menjadi track.

37
Longkoh-long koh untuk mengkonversi data GPS od o lo h sebogoi berikut:

,~Qi: GPS"'"*%
!:"'"-l
Too'"' ·.
~~ ,;_~"" " ~'
. ~u· ',~"~\~k~
·-~·~d \".~"''b 'c;.,';, "~ ,..;, ~.;'
-!'.:;~~"''.:J:t.'f,"'"~
• I'Wl1!1!711
l!E~

Load GPX file Import other file Download from GPS Upload to GPS GPX Conversions

GPX input file 1 Browse . ..

Conversion Waypolnt s from a route

GPX output file • Save As.. .

Layer name

Cancel Help

Longkoh-longkoh untuk mengkonversi data-data yang ado dolom GPS odoloh


sebogoi berikut:

-. Klik GPX Conversions.


Pod a menu "GPX input file", klik browse kemudion pilih file data yang okon
d ikonversi . File-file tersebut dopot berupo woypoints, route don track.
Podo menu "Conversions, pilih bentuk konversi yang diinginkon . Ado 4 pilihon
yoitu Woypoints from a route, Woypoints from a track, Route from woypoints,
don Track from woypoints.
Pod a "GPX output file", klik "Save As" kemudion pilih folder yang diinginkon
untuk menempotkon file output tersebut don ketik noma file sesuoi yang
diinginkon.
Pod a "Loyer nome", isi noma Ioyer yang diinginkon.
KlikOK.

38
BAB VII

Menggunakan dan Menambah Berbagai Plugin

dalam Quantum GIS


Pengguna dapat menggunakan berbagai plugin yang tersedia dalam Quantum
GIS untuk berbagai keperluan pengolahan data GIS . Selain itu pengguna dapat
menambah atau mengupdate plugin yang telah ada dengan cora
mengkoneksikan komputer tersebut ke Internet.

7.1 Dafter Plugin Dasar yang Telah Disediakan

Plugin dasar yang telah disediakan secara default oleh Quantum GIS diantaranya :

Decorations Plugin, untuk menambah label seperti Copyright Label, North


Arrow, Scale Bar.

eVis Plugin (Event Visualization Tools), untuk membuat I memanggil suatu


event tertentu (misalkan event browser, koneksi ke database, dll) ketika suatu
klik mouse dilakukan di atas map.

fTools Analysis Tools, dilengkapi fungsi-fungsi seperti Distance Matrix, Sumline


Length, Points in polygon, List unique values, Basic statistic, Nearest Neighbour
Analysis, Mean coordinates, Line Intersections, dan research tools lainnya.

GOAL Tools Plugin, dipakai untuk melakukan manajemen data-data raster


seperti re-project, warp, merge, countour, shaded relief, dll

Georeferencer Plugin, dipakai untuk melukakan georeference data raster ke


suatu sistem koordinat tertentu.

GPS Plugin, dipakai untuk meload data-data GPS ke komputer

Mapserver Export Plugin, dipakai untuk mengkonversikan simbol, warna, dan


atribut suatu layer ke MAP File yang dipakai oleh Mapserver

Dan lain-lain

7.2 Menambah Plugin Baru

Misalkan untuk melakukan instalasi plugin baru "TableManager" (Piugin untuk


membantu proses editing nama-nama field yang ada table suatu layer tertentu)

./ Pastikan komputer telah terkoneksi ke Internet


./ Klik Plugins - Fetch Python Plugins

39
IP:!J.I.!~•!I![!!rt\11\l·:ltmttl!!mll";il'lJ:It!!'!il%tll'§em~;~~4C-t!II-±B'f~f~cl*'~ii~#l'lhl'lliBIIII!I$iilli11ildfll·~-~·
IZ.Iillltlill\11!101ilH·.&~~~:~,
Eife ~dit ~ew !.,ayer ~ettings f'§00S-! ~ctor tfelp

Manage Plughs, ..
..__, IIi e,dd WFS layer
GWll r;;;
..' (
koordinate Capture
Qecorations • ;

l.aye~
Qe6rnlted text • ;

Qxf25hp •
~Vis

~oreferencer

(ips

g>.ASS •
tnterpo~ion

M3pServer Export. ••

CG8. Convertei

Q<ode Spotiol •
Quick Print
Baster based terrain analysl~. ..
••
:;pit

./ Pilih Repositories
./ Klik "Add 3rd party repositories", sehingga muncul daftor nama 3rd
repositories

40
Plugins Repositories Options ,

~=="""------ ---·----~"="""-·"·"'"'-=

·us
-·----·--····· j ........
Name
-............ ... ·--....- .............................................
b connected Faunalia Repository http://www .faunalia.it/qgis/plugins. xml
connected Carson Farmer's Repository http://www .ftools, ca/cf armerQgisRepo , xml
' connected QGIS Contributed Repository http://pyqgis.org/repo/contributed
connected Barry Rowlingson's Repository http://www. maths .la;"JCS. ac. uk/ ~rov·,lings/Qgis/Piugins/plugins, xml
connected Volkan Kepoglu' s Repository http: f/ggit, metu. edu, tr I~volkan/plugins .xml
connected QGIS Official Repository http://pyqgis.org/repo/official

l connected
connected
Martin Dobias' Sandbox
GIS-Lab Repository
http: //mapserver. sk/ ~wonder fqgis/plugins-sandbox. xml
http: f/gis-lab. info/progr amsfqgisfqgis-repo . xml

10 connected Sourcepole Repository


connected Aaron Racicot's Repository http: //qgisplugins, z-pulley. com
http: //build. sourcepole. ch/qgisfplugins. xml

connected Marco Hugentobler's Repository http: //karlinapp. ethz, ch/python_pluginsfpython _plugins .xml

II connected Bob Bruce's Repository http://www. mappinggeek. ca/QGISPythonPiugins/Bobs-QGIS-plugins .xml

r · - --=:dd3rd party repositories


I_.,.,., •·--

v" Pilih Plugins


v" Pilih "Table Manager" dan klik "Install Plugin"

4l QGIS Python Plugin InstaUet " " :· - ~?'l':l'~ .

41
./ Contoh penggunaan Plug in "Table Manager"

~~m · ~·mmmm~==~==a.aa=m~~~~~~~~---~~--
hl ~,, ....
fJe tdl ~ Layer ~ - ~ - ~ctor _tteiP __ _

'""'""""'"""'"···
"""""""""'"· ·
$dd'W'f51ayef
!:.oo-~e(~l.n

Qetortltlorls
..
~lmiedtext

•·" X :•.
"'"'
::TH_POIHT ....~"""'
-t< defaun ~eferenc~
"ft. lstana Pres1den
~
~
"A
A
Monumen Nasional
"'"
~ASS

g ,., x \i, CTH_liHE Stasiun Gambir


lnlt::r~O"I

~ServerE.xport ...
0> x· f.7 CTH_POLY cx;g Converter


• MONAS_Ikonos
Opefi."'f"'S~
QrbdeSp.otuli
~ Pri'lt

B,.Mt.er bbsedt etr<Wl ~ ... ~ 1


~ i

,~'''"'''*

+ 106.81756,-6.16916
CIQGISZOlO

a~ Scai~- ,:T12QOO~~Citf)f'R~;j;;·-~ ..

MoA-Mo~~~~-"--~ OMo~o .-_':,.,. <- <

~il.~ ~ rJ r;J. ·iii ~~ lLLl fA; ·J..


u a~ e 4;.:. ; -... ·::. 'i1frarw•. - ~ 0
j'
llihable Manager. UH_POINr · • -·~'ft;,;• ·
/·~~~~-- ~~~~::~:~:...:.~ ::~-,- ~"'
lf:l,- ~:o•
I · ·· *" ern POINT
tieia;;n ·
*. lstana Presiden
*: Monumen Nasional
-A Stasiun Gambir

'.
£¥ Xi ~. CTH_liHE
$ ,~.• CTH_POLY

rb'.-cJ. MOHAS_Ikonos

42
MANUA LPENG GUNAAN

SOFTWARE OPEN SO URC E GEOSERVER DAN

MAPSERVER UNTUK PEMBUATAN SISTEM

INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB

DISUSUN OlEH :

TIM PENELITIAN PROGRAM INSENTIF RISET DIKTI 2010 DENGAN JUDUL

ttpENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS OPEN SOURCE ILWIS UNTUK

MENDUKUNG PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI DAERAH (BAPPEDA)"

Peneliti Utama: Dr. Katmoko Ari Sambodo

Anggota:

1. Hidayat Gunawan, M.Eng.


2. Drs. Sarno, M.T.
3. Ir. Rubin; Jusuf, M.Si
4. M. Priyatna, S.Si, M.Kom.
5. Muhammad Soleh, S.T.
6. Musyarofah, S.Si.
7. Fajar Yulianto, S.Si.
8. Danang, S"Si.
9. Inggit Lolitasari, S.Si.

PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGI

PENGINDERAAN JAUH - LAPAN

Alamat: JI. Lapan No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710

Telp. 021-8710786, Fax. 021-8722733

DAFTAR lSI

BABI PENGENALAN GEOSERVER 3

BAS II INSTALASI GEOSERVER DAN SOFTWARE ?ENDUKUNG 6

2.1 Download dan Instalasi Java Runtime Environment (JRE) 6

22 Download dan Instalasi GEOSERVER 8

2.3 Download dan Instalasi Google Earth 11

BABIII INPUT DATA VEKTOR DAN KONFIGURASINYA 12

3.1 Penyiapan/copy data ke folder 'data_dir/data' 12

3.2 Membuat workspace 14

3.3 Membuat store 14

3.4 Menambah layer 15

3.5 Melihat hasilnya di Web Browser dan Google Earth 17

3.6 Menghias / styling layer sederhana 18

3.7 Menggunakan Plugin "SLO Export" untuk menghias / styling layer 26

BAB IV INPUT DATA RASTER DAN KONFIGURASINYA 29

BAB V PENGELOMPOKKAN LAYER (LAYER GROUPING) 32

BAB VI KML STYLING UNTUK MENGHIAS TAMPILAN PADA GOOGLE EARTH 34

6.1 Mengubah Judul (Title) 35

6.2 Mengubah Deskripsi (Description) 36

6.3 Menambah Gambar Kecil (Thumbnail) 37

6.4 Membuat Hyperlink untuk File Lain 39

BAB VII OPTIMASI GEOSERVER SEBAGAI PRODUCTION SERVER 41

BAB VIII ALTERNATIF PENGEMBANGAN WEB-GIS DENGAN MAPSERVER


42

8.1 Pengenalan Mapserver 42

8.2 Fitur Utama Mapserver 43


1
8.3 Arsitektur Aplikasi l'v1apser'ver 44

8.4 Komponen l'v1apserver 47

8.5 Pengetahuan Dasar l'v1apserver 47

8.6 Struktur File Konfigurasi I'v1AP 48

8.7 Kebutuhan Sistem 49

8.8 Instalasi Mapserver 49

8.9 MAP File 52

8.10 Data Input 56

8.11 Lebih Lanjut dengan MAP File 61

2
Pengenalan GEO SERVER
Website http://geoserver.orgl

" __ ' ''i .::..::...::.

",dci~ e. lenco;;ate. Vl6

C lLlNlS GIS I REMOTE SEI'\'5 ICJG SOFT


..... , w~kome - GeoServer

Iceose' . . er· GooQle Seal(h I

.s:tf. GeoServer
'y 02:' .;'",

I \.\ IIl o;t d 1',, ) \\


'Nelcome . ~

GcOServel ':.:: , c.;:c'"\ SG.h: e :·C~ ""iif ~ 5-~ -lei ,",1I :t ~; _~


)-3yif It ·It z' j-,..,) ,J:.e:./ :;: to :.hae or~:: E-dtt g-:('-':P~k=l ' d at a.
u", ;;.-~~d ~~-... · · ll er.:::o:1€ r;bil· t ~·, :; ~ 1Jb!1!:1 ,f,; d.;:t~ fr Qj-: .:u~y
rn'::J,-: _~ ;':': l.aI ,J ot..:. st. .Jr:e U~lnl;i c r "n ~t-? ndar(1 s.

r.';'~J"-J "\ ( ,(If II' • ~ l f ·ri; i . "'~n ~',Ij rl,1i-1:- t, (: ~;1::;:.t?l . ~1 ,~ rf.
C: =\:"~::.J~ ~.1. tS:;:t2J . :.~'.1 ~: ,~ rt e . 1. ::, f a (i;y(;~::g Qt C1t.-;.1 of t.c,,)[!umity
I, rtr,.. lu~!:: d: •.1 ~ c.':' ~ ""IJ ~;;f \~ :11:1 " ' di f~.n:J U ~ 1"l' J · 1r.J . r.-.' ", ; ,
Go,:. : :'}f\-s.: : ! h(~ foe: :t:'Er'K:e 1o)t;J.:n --':"1{;; t iOr-. of lh€:- O~:e , ~.~ i .. t
1:;')I):", j i. ,::1 ( OtY."'ltJ.xr. (OG(j VJ ': 8 F:o.::st... u(;;- ,:,-(:~ ' "T:.f!- lWF '; )
·. ~ ~ t 1' 1':',., ~ " ' _;:"' ..--_ C,Do,", _' C f UU' C\ ~t;, ...~; ... , ,-1. . '" 'A'cl :;>', ~

GeoServer F,Ja tu j'€ 'S

• ; ll-r: ( ul f'ipLjnt 1.0 '."l:··~S !. 1. 1.. \<\'F~3 (1 ,(I .~i )d 1. 1, 1.1 J: 'I'~ -:: ':' i, _ ,.<. ':J;' ~~ ! i :!!~ ! In:u ~'iU "iV'C; (1.0 2!'1d L 1 J -;:~:ec rlk.; t{Cn~· 1
;j~: l)~< t~:d by t.h-;: (ITE r:onk;rrn ~"~ .~ e CBS t ~· . r~ ~ ::~':~; VI;'1 oj ~U:t· ~ ,. J ll , ' :.>::"j '.~ '';-: ~.: Rr:; f)':-i i:;;nc~::: in\p!er(!en td tj~)n fOi ',('/r:"S
1 1 dt'!d i/ifS 1.0 i l"td 1.:
• E;Js i/ tc; U$(J vz.>'2 t)-t)c'>=jr:j c. cnf:qJ I .~t ;(n t r:~c~ - n~ (i~ l:? d ~ " ., i..Jj.h h:i:-IlJ, (c r nCLCJ t2j Cln!lq I1te'5.
• i·:i~ t.u ; ;.: :':'UCt~"tOI t ret po~,tGr'3, Shj::2~ r ,t'.ic-:,DE1 L18? .::~I \~ ,.>· .:;-':i2
• \(PF, f'o4ySC;L r'··' ~lPln tOJ .3r!d (.~SC ';ih1t) "i\iFS dr t.- :;\:"c ·; _lp~I \ ~: ! :·?d rr'l(IJ-!-t-;,
• r~.j t !·iB Java 'Dllf,JPOI t fOf (~e~JT!FF, GTOPCJ3rJ...:.'t, II:'~f;r.. ;, \,·,(¥'~ kj~i(I':!';t6} i rn.i\.10fJjo$t,acs anr.1 frnage P V(df(liJ$
• S1.J~jPO{t for o'1;SI0, ECV\" J-PEG2000 J DTE:Ct J E1 Ct;,~: !rlt .~;J'r. I?, (:nci i"~rn: thq)uQh .:.~L !..t1 ~ J~Lir:15: :~ . . ri'::"·-"· I~_ . t..ny
forrnjt th:tt ~_..j' . ' I .~ {~': ··· can be 3cld~'(1·'.~. 1;:h.~ bIt o f c(;di! ·.~j.
• t.)n thi.~ ftv f' -s-~:r()je.:bon, for 'i,'vr-o'lS ar'ld v-,q->i, . ~lth an .:·?Tn ::.:~ iJ~-.l ;:·d EJ':-SC1d :tt3base supporting huridretls ot pJClj"e.ctlt'jn:::
by d)~ L!l.1t.
• '!/'/eb i':Lap output ';~. JPEC, GiF, PNG, ~"Or, ·:'·~/I: , :, ~:t , ,"
• :; r: l:ellerlt ~. ,~'7. r:'<:J,~ _. ~ ~:i_ !' , inc!l.;dru:.] ad·":':l il:.:~:.;d f;:..1tl.l 1 t i· hi s- ~,uo e; O';'2i L:ri$ (Vt3C tiJf and r.j5t;::r). 2,5D
e ~ t. i'Jd l?5, TrfD€- J ,j1:1',::jno?d t errv,)!.)r.e- o p V)n~ t o~ ;):'~JP-!~l~j : ~: ' j r ) t ~ :" ,3nd ~:tyht'\4J \:/,th SL[).
• ;~.l)i!i ;. V tLI 'pub!~-h' <t3 1:,1 to () ~)ogle '~:, ~J-e (> CI d"'f/it:"~~ . :~!I .•.::t t ; '_ () ~ !~t· \J::; t·r·!er C-:i"! be. e;:po'Zt?cf cln G\jr)Q\: r·'1dP~~ 2nd
Ear th SJ-3 ~H:h~.. be;? t i , .~, cl 0(~. C (!;ft(· ·~.i ~ GI)n' I .,

• [nteqidt:o n ,,': lti-; ' . • - : - ~, - \ '- , i(!i .j""'-:(::·~ :2~ .::rr;:.(J 1:';'- ". " ~ ::-' i I··..: ~: r.e (H l" )PO::-l';i .~ve: s .) r G'=)0Q ~8 r\'ld~6)
• F: .:f';'; \;8C\,0: dat.2 .3 ·';':; lb tl:~3 a';· C-f···~ L (,~:,1,:;~ .;1),' ; :, I, i I, i';(. :'1.1.:.. : 1; 1/ :::!:r.i rtp~ I Sh.3ix e$ t hr o l ~gh thE ViF-=l.
• ,::·Jl tJ·.::1a:.t~d HT :·~J~jl?·:: DV d::-f,jun . ',!/1i, h GPt. I!~! CI ~.•) ~Ulr! :)~'1 _r I I: v.~;? ~ ~ .'. ' !J <LL:-:~'::~ : .: fer ifl(f2,;'::ed
per to! rr"1,jriLt:

- - - - ~- ..- - ----------­
.J _.
r " ' •• t . : " ,J ' i ': I . ,' . . -'I

. ~>I ' i T,~ ' : :(, .... ~ .:I ;:-,::~ ;." -' : 1

'L ' ; " r " ~ .

..
: •• 1 "
' ; 1,_ I ~: ~ ' ";::: :: >:' ! ' . .. J .'" ,-. ', .

~ .;; i..: r t . i' .I ) t . ~. i I , I: i i1" ' .


t ···· r ._;; ", !l 17" ;. ·- ~ di

. I, "

'.,, "

"- i,"' rn-: ' "I : i "'. !~ ) .." '.1' , t :· .. ', ' :,r ; ', .j'- ; ' " " < .. 1( ';' : .
:.:.1 . : ' _ L ", •. ~ .<.. t. t l · ,,,-, :~'i ,~"" :.; r...::: . J~ j._J '. f l i·-~n · ':.." " ~ : - IL :.. tl'~-j I.I~~<:" · ," l lit: ·;: -~ l. :-~' : i
r )' 'S.~ , I ,-(I f" ' f l j ' -: ~ I ~ I'

f ! ,; f- t· .rr-,r t (in '1" 'Lt :J tt- "!'(~at~ ;:"1 )r".+~; :tj'.J! ·.. ~r~'>·~d ; " • I .: : : '; f : '1(" '- ' ~. :- .,:,' i".o? i.
;1 ! '! " ":. "" ;:' , i~ fll ~ t ! ::-:'-I ~r " ~ I (;~ -··'.i t - i -: 7C~ ;" 'l1 >&r rl2 ::i ~":' ; i : ." I- .. ~ .'}' ,I ... "; ·~ .:. r ':.i ~ C:~}I:':: : : .'~ d jr; ;~ .jr ~I !t.Air. ~::' ::;

~ :1" ', '.1 ·ITh~ . I !. ~. :" !i j,.n l. .~ ' ~I h;Cf I:' r~d In h:: 'T It", ,' .
.. t-~ .
.:: :!. J ' · r: ~:·d ;T'Ji,I· ~ i· ,~ (· ':~(1r>~.: C;I~;,."::l) ~ht. ~· : .
to L II;<.! ·!r-I?"- 1 i'I:-.! ::- ;,t en~. ,(ln, ~·0Ur j.,? I)X~ 2 th..j(~ .;, O"?:f. II:~:· tl. ie~ ..
. . .: ~ .... t .:;;

Contoh dengan Geoserver

Most: Visited Geth'"IQ Started Latest Headhnes f"rdofile ,landoate.wa ..

no IUO.u.-\J GIfIlIl • .",.O tiUf.UJl CI


I
. l.6lA n Ul Ul.<J

...~._~ ,• ."'~ .~ Jna l'.' . 1)o111:'41.ii.".1J~1"

Done

- - - - - -------
Contoh Lain: KML + WM S

(dia kses lewat Google Earth)

WMS Server menggunakan Geoserver (atau alternatif Map Server)

5
2. ~n stalasi Geoserver
2.1 Download dan instalasi Java Runtime
Environment URE)
2.2 Download dan instalasi Geoserver
2.3 Download dan instalasi Google Earth

Download dan Instalasi Java


Runtime Environment URE) (1/4)
.> Cek terlebih dahulu. apakah JRE terbaru telah terinstall :

" Start - Run - ketik 'cmd' - ketik 'jilVa -ver.oion'

• Atau, Control Panel- JiIVa - Java Environment Setting


<, Bib telah terinstall, skip proses download cbn instalasi JRE ini
i£_ .oh. "ffto1~H': XP lUor:.::i.on _l. 6be) •
<4;) top)r1"lgM: 1.9&i)-zatl "h' "'\oIft \;orp. " ~

:~C;UAI(!I'<I't: 4nd Sa .. tUI!l~~"i)j<l\""l \ltIo'i'":ll!'ln '


aw. ~C'"~i4,, "1.6.8-20" • •
at.l(l(1:n> Sl:. ' ...onll.lIlo ittuiroomm' (bt,ttl! t.6.A...2Iit-b82>

a\Nl ftbtSDOUltl) CIUmt. Ult tb..1Ud 16 .1-t..Bt .. nbrld .au!).. sh.uolnu> •

H~r:~I'~c ... nd ~ttiRJIUo'U'lri)

. . . . .

~~ t.. ~, ">': i __ I....""l­

::J-f: ;..... .~
--~ .,"" .~ ~~-:. .: ',.
~; 1IIi'.
' -. ,. ~ ' <,..­ •• -

. 1 .;" _''-~ ..
G,:;: (~~.
("'-"';: - ' . "::- - -.-:'-:

6
Download dan Instalasi Java
Runtime Environment U E) (214)
Download dari ·java.sun.com
Pilih JRE terbaru
Free JaVJ Oown!o Jd
" . .; .. ~_ . . .:': . 1)

~ U!)I ~ I ~ r1 Sy$I"/11
f"f>llhtl",,",lll(l!1l­

NetBeans JaV;l for Bu -;i ni)s,s


. ~- ',

~
," -.,Eo r.. J . _ ' '. '

H.H~ :ue Ill€' J;] v J. SE downlOJds Ir Wh<ll Jav') 00 I Re ed!'


,I ••
·r.;; .... In .. ·. Pt'; ,'" « ~O :;'f<)!:Sl'.<ol J .....·.l :I ,~ . ' ;,.,
r":~; 'l :; rr.P. !"r,~ H ':':' rN~rll '-tfi'f-: t l, ,.,..1.;,­

;.r~ :t;: t'."I :o lun J ... ~j 'IP1l11(.j! jf)ll} .;.n'j

JDK 6 Upd.)le 20 ~ o r d!'~ ) " 1):,I.. ;~ T n~lbp JJ;',)

.:~:;',;: " I , ' .,.::.~.:., :,:.'::,!;.~;~~:/:/~ ~:'~ ~:~.I)~~!1?~~~~~~~~·'~:~:~~!!


, ,n~lr;:J.f~ I..... e JFCE
ViI)'!J .j,Mlllv I Nt'<-, I? ,!, p, 1..11 ·...,.,. a ,.; n f'l!"l:tt J~ :J~~ l-tJ r.:'4 Q

;-r . -: " " ~, ".::: I·, ,-,:,~ :,,,""'.(., rUIl ~ ,• • ' ~ ~nL · . : :.f. 04, tiJ lt;;£:O\. J~ ·LW<'~ l'o v

f' f . ,. ~ _, " 1. 1 ' : '" i I, \; " .~ ~ .;: ~ ,- JOI~; . · , ', 1 !.' ~ ;: ,.. .. . .. . )~ L ~;
.. . ~ "~,) ",f. "'. 1 "
« ~ -::I':'J , ,~. , . ~

" :S 'f I . ' I : ~

Download dan Instalasi Java


Runtime Environment URE) (3/4)
DownJ oild Jav a SE Runtime Environment 6u20 for Windows .
'" Pilih Platform :windows Mult;-I,ln 9 11a O"

(~ Pilih :Windows Offline


Installation It : ':rf1 ~I ; ,~,~;.t ... ' f.... ~.,.... '_ ' ·(l l ~'" :':IH'" ',I~ :''JoJII ~~. ilo · .. loIot:ll'!'!d1 ~~b ~ l)!I.\('~ C :;: ( : ~.("
!~: (" ,., ):~ n"" : · : · ·~ ·,~,,; : X", l' J{ l'! ,: .~;: ;.oo:'.l ~ .. hi r .!1(! ! "' rt~ !/ r-\Ito;':tIXj: raJ~t J,..\__ ,,""'Qr :~":3"

', ', .. \.11!"'. '! "~~. Po'; ,: .... ~ .': ~ :1t.~ .. t·l ',.j ,s,('..n '.if l-l-"lii ;;"" rt.c'rliI!I c rrtlNl101fr.! (; HS) C !'I ~}f
'.:r," ~1/1 r;'~hl r, ~ I ;I ~~ ;': · ~1 ~ .·,"'.. • WJtofl'l..o)t wlrl oX".'mlO4..i..itlGt<)ll.• f'(] r~ ~
!..I...lJ.illlitl;;{.'". ~ ) ~'tH!i'{ !:"',Jr1' ;0) ~ ,," ,t-'" "~e h 1i!"t ' oH 1lrrvl ;~ t'" ~;C!;~ <i!I.tl¥ ~ .. T\iI.:t
!,if;"'1!H' ~ \ ::....;; •• ~,) -' , '"I\.(" tl"~~ ;.,-~~ , ,," , (1 t rl O: <'I ; ~ ~ ~ l~!.:Uma~N I":w ~' ; h'&

%rtltT1T! '· ···"Wf" .. "''.J r..• ·...., \~ nH t ' : III . ! I !l'f' ,I' f.1I
~.f. onli !ili.!i!M~ ..
~- . C

J ilV •., SE Runllme Env if Onm l:lnl GLJ20

,.. OpnQ na l FilM


$)i!..t.tMV.l'lli,lll<llir,-t;

"",II ..! 1."' : 1'\ ': w .... ~

~ ..J.O~~,~':.::t
if' ,. ···.') 1

'."
~. Il"';' '' (" .~ f'

~.· 1~~.;,."~.~ ·..:Lt


.. . .

7
Dovvn load dan Instalasi Java
Ru ntime Environment URE) ~4/4)
Proses install

.' I , " ~.,.


; '::
' -; "

Download dan Instalasi Geoserver (1/3)


http://www.geoserver.org

,·,t­
.,IISited . GetMo Started LatestHea~es' ~e.l~e.wa, .. ...... SentlOetcontoh~ ~ 51MBA

''Y ~::J IlWIS I.iIS/ REMOTE SENSING SOFT _ . ' 4,.' w~lcom~ - GeoServer

Igeoservel . GooQIe 5e~rch I

GeoServer About tHo{] oQl'!fliQad Oo(umen rati otl

, D~l\1ddoad NO\\'
VVelco me 1: ': ::.. 1 ¢

:tanO;!fY 10, 2010: \: ;q'wl vp r 2 .i1.1 i {"'kr.:eo~

GeoSe-rver ls .;r; cJPE'rt ;.i",A.l r:e- sof!.\'.:dJ'.3 SBrve~ written i""l


J.".~d H",at ;:alh"J'4·:; 'J$1::fS to sh.,.t> .-:r>Cl :€ at QEo.;par.iJ1 da~a . Oo(urn(~lIt<ltiCln
OE:SI', )(h?,j i ,:;( iiltfrl;::UE:r ;IDfjt-~ , jl. C'-ut;~ ~ hes d:;ta
norr. ar!'r. ~ ;)st" (~: H:';r·'J..':l
rfld1J1 ~!).:!tidl ~i:.~ t.~ ~lUr(E: i. lSir-tj t:.t:;e~ \ std,:ddlili .

68.";() it C lXrli'lUf'.iI'i · c:~i\'er: ~:ro3~t:l , C-e'lSE:'fel is '.\


GE'leioped, tested , ui'd 5UPPc:ted ty J c'~-, erse gr().jp or (nrnm"nity
IrdrldJa:'S and O( lJ'3!"l'~: at;cWl'5- from e;(~\..."·d the TVO! Id. ~ f.~·;~1

GcoSePf>;or is {he rcfui cree imp1e.n";cn tiJtiDri of ti~ Open


Geo-;patL:i! CC'f'"lsc~ t .... rm {()I"3C) INeb !=8at1,Jrl? Service (Vlf.S)
~r~. ~ \:;lon (" ,""fGr ;:''':1 :.:..:."-1,..,,, .. ~Joi,-C', ,':>n;-I :t-"i<' :)c ......>co:!:.<'::.

- - - - -- - - - - - -
Downl oad dan Instalasi Geoserver (2/3)

L "~' ,.,'10

I ., .·,..,,·r.·... · ,.~ _ . ,

,. ': : -
· ' .ftt -; >,<;,. t," , '­ '~.
!--"
.. 1 " ~' " c" 1_ - -, .~ -. ' f " ,. } ."

i. ~, ~ ., " " ',


,. 1.'''''''.
'" ,y' ."'~,
I .. · .· ~ ~ £ J f ....l " I.,.
; .. : -. ~ ....1 ~ ;orl,
l ' . . ..Ci · ~
"J;'.-:• . ~ : t'~ ';'
'.
""' ''' ' :'~-! . 1 : ,\ h ' ,,:!
." ...... . ,. ~.-\!';.":" :.

r, ...~:~........

Download dan Instalasi Geoserver (3/3)

r;'~UShtVl>1 n ..t.} lliH, .:hlf?


Jay,," Runtime Environment
~,~.- ~r . ;:" ['... l!: C--.:< ~u,:, r.~ ~ .""" ~ '••
Java Runtime EnviroriTlei"'tt poth selectio:"l

;1 :".' I ;W'~ ;,.1' 1-, .!o' 1\o; ,! ?-. d .. ·· · .'~ '". :;" .. •., .. ;d·;.:.t It: ~I;;'" (;!:I.c! ~I1~~ . l~~) (j.)!.:.uk C.i.<a
PIe~se setb:t tho path to your Java RuntilTlC Errl!;ronment (JRE) . ~:.-~-.:~ (I.'I:! t,:", LJ':.. ~.

If you don't have d JHE in~a/l ed, you can use !.he n belovf to QO to Svn's webstte to
dov.,-Joad and 'ostal the ccrrel:t JRE 101' y (;JJ syst~T)"I. :;..0" " ",,:o ·~·r/"', . '}Pl. ! ~ ~'''''~ '"" j "" :
H, ~rr~.;;.;:-) ~:."=:':; ~ .~ .;" ~ (:. ~"",,1~1.;' _.:, :

~ 'H;;:P;~';'~ '~\Java\~'e6 Btowse ..

This path contMIs 4 '!alid JU:

GeoSetv el AJmini.shator
Set "citrW'liwator crecentials

Set the usernQl'ne Mld password for 6dnlinrstr~tiorl of Geo5erver.

PQS:).WOrd Qcoserv€:\

- -_._ ._-----­
Start Geo server

' ~... I

'i' i·

i
I.
i "
I:,
•. ' I ,· ,j

. ,.
"

')
, ..

Start Web Admin Geoserver

'l

10

- - - - - - - - -- - - -
Set Konfigu ras i Sed erhana Geoserver

II ' . :1"

Download dan Instalasi Google Earth


({; http://earth.google.com
>'j Instalasi harus dilakukan secara online

,.l-·I http://eal;;'.~. ,omf


~; .~ Most V'isled .' GeWnq Started Latest Headlines ' indofl1e./ar):jQate.wa... ", Sent ine'-cortoh~

1..~I ~ooqte Earth


Co ,gk emth Ch ange language : Engli sh (US)

Home

Produc t Tou!

Galler...
Googlo Earth leis you
OInrNhere on
satelli te imagery, maps,
t errain , ~, from
Ry

Eart h 10 view

. ..
galaxies in Qut er space \0 The wo~ld's ge:ographlc inform atio n.al your

Com munity
th e canyons or the ocean. ~nger1ips .
Yo u can ex pl ore rich
Earth OUlrp.3c h geographical content, s ave
you r l oured places , and Newl See the lale st features in Googl e Eanh 5.2.
~ sh are with others.

Done

11

- - - -- - -- -- ----- - ---- - - - - - - -
3. Input Data Vektor dan Konfigurasinya
3.1 Penyiapan/copy data ke folder

'data dir/data'

3.2 Membuat workspace


3.3 Membuat store
3.4 Menambah layer
3.5 Menghias I styling layer sederhana
3.6 Melihat hasilnya di Web Browser dan
Google Earth

Contoh Data Yang Digunakan

r~·;J~!.:~=-'-----r~~~-:-·---l
fi C fll _~~OlY ; ',n :{.'.:(., ~~; "' :r~~r-. ;~;.--, ,

I
," )C

• )I

• eTil_lllft
1m ,;7Tfi:;; ~"'k~! .ae {it., i

\
crlt:.Y01J1l ;~~)- ~;:;:: ~;,;;.

:, )I :".

." )C a MOHAS. ..I).:Ohg~

. ,.

12
CTH POJN T, CTH LI NE, CTH POLY

,d . n.",. tYDe . Ic:nQth ptf'~I$!O n ccmment ~d.{ ~Jl d<;.e: a!'Qs

I 0 Ni'l_GEOUNG St rin g SO ( of'ie .e:tll. PENGI"lJNi URL _GW.BAA l IR I_TA ~ ~l

P(NGHUNJ
100 ht tD:JJ9Mlh~. COfTl 1-.l..L.l
2 I lnteg~, 10 Lb,e edit
20 htto:(JWWW.mvrhH ,COrr. .....
~ rp:l t "",'1., icpa
3 2 UR l _GAf¥'8AR String 100 line ~dtl 50 ht{D.Jlwww .Iodc .. I.!!..~ Qo:I ~ Nl.:.l

, 3
-
Ul!l lABEL Stnng 100 lrr.e e~,it

. Id type ""oth pre(islcn comrr,ert edl, wLCI get ,""


1 ·0 N."1_JALAN String 50 f'.I"I _JAlAN PJG_JALAN l..IPl_:NFO

lJne eo:t
{]p:Mi!oan ~~ ~ 2 http ://detik (em

'2 I PJG_JAlAN,I r.teqel 10 linee& I ~~ I"';c~kb L'tara


3 NLll
J. role-dan MerdekA SeI.!Itan. 1 http: f lmed.e." rr.trde~ .Inl 0
3 2 UR I - INFO . 5l<ong 100 Un< eO<

d n,me type lenqth precisoo ,0<M>etX


...~
I 0 NM_AREA Strine) 50 Line edit KETERANGAN
? li,;"an Monos SebelaJ';l~~! si ~.t~.~ Ta . hltD:I/l~MlOnas "., NUl l
2 1

3 2
KETERANGAN Str'o;J 50

LRl_GA/'l"eAR St rhg 100


·0 line edit
I
1 . Tc?JIT'Kln Monas Sebe!.Y"l ~r~ ," In Keter«ll';,lo., 1.. . 'h tto :/f\amaf'YT'lCf'li'ls I'II ~ NU.l

,4 . 3 URl _TABEl String 100

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (1/20)


Copy data (Shapefile dan Citra) ke folder "data_dir/data"

x ::.,'" hr<
- l :" ... ;,u..;;:;: I :t"'. ~j~''')1 !/~5 -' h~·"-'~ ::lf ,." , -1<;-'& ji,;. ;{" )o;'

_ J "~ n . .;:;%; ( .~ _~ ' . S:") ~ ; , f~ jt-~·, F\.:

· ~ " (~~ : z1;':l "_~Y.,· ,p ,E :>t-... f- ...:

• -1 .... 1;<:• ...xl'".'-':'!7(.- f1j (TH...P>:-i. '1.pi : t :':. ~(.:- ?-:..)<.!.


,r.!,( HUUY.obi 1 18 OFf "'...
:=::1J (TH _PO~t.fr . :sh?" to $r XHe
.' ' ~ (:jl'U"j!"H ~:P. , f'B '5I i'>fp.­
.J .4'5f" ~_ I '){,t!.
® CTH.f0tl·;r .'po:; , I'g il l.. ~row
•. .....) ~&.c ~
• ~ ,), .,N ,~

.i ( ,(H ...p (m<lr. # ,"B- Off. R-~

~ ( H1_1II._ S} ,,<. : >l'


) e-\,.,;,t~::: ': .::.:r.,;r~

1 ':ff- c:w:tC' i:.d.~ ,f :~'i_l ::,: . ~;f) . "S


~I '>: ~ 0
.)~;p Fl.­
__ ~ ctl:f-.,r . F ~' -:. t;.:j)C,l;.l .. .Q'" J ;:. t[ l :v~r:-
~ :,y(..... l ':A;,( ;t( ·l: .~' .,. i1.:c n~.JHd: .•t-,r : I, :oft (I';

~.:1;I I·F · :f

i ~ C:;""X I
....J f It"" r··...;r-.k>¥'; ;-·."j-..;.;H

.. Buat:folder baru ')~II; ;' IICt.::~

" - i~.;n.-: :;
'DATA_MONAS' " ~ ~f~).I-··~,,: ~ ; ' r; I
....,~,..
M,j J~ .;_w
..- '("Q+ "-'!' ..I':V~

- ~ ty..c!..
' ....._ _'"
_) @M~'~!·\tgj
- J r,o;' (

.....; 1''1'' . '') 1':-:

13
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (2/20)
Membuat Workspace

r Workspa c ",5
r\Je\:v VVoi'kspace

,- WORKSPACE adalah wadah


(kontainer) yang dipergunalGln untuk
menyimpan dan mengatur item-item
(datavektor.raster) dalam sebuah
kelompok yang sejenis.
- K1ikWorkspace-Add New
Wokspace
l': Isikan nama 'monas_ \"is' (ws:
workspace ~ memudahkan
mengingat)
'" Isikan Namespace dengan sesuatu
yang unik (misalkan isikan URI
institusi anda disertai nama
workspace nya)
" K1ik Submit

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (3/20)


Membuat Store

I Stores
~,Jew lata source

.. STORE dipergunakan untuk Vector Data Sources


mendefinisilcan suatu koneksi ke
. sum~r data (data source) yang . (j~\~:;)! ~ of 'i P.)t~':I1 fl~ - T~e$ a dlr"ectrvy of 'ip3tx.! d",t.;i fi le!- ar,-J expoEe;;: it.3~

berisi data vektor atau raster. ""t;~~~!S - ;:'o-~::.tG!S Q.atab~ e

•Suatu data sou~e dapat berupa ?r...;:,,~ , .- { ;C.I) - pO$I)jIS ~t-3b.;.se (JNDI)
;:'n'i -:;;\~i>~~ t.I!ow>5 a;:ces! to ja:V3 Prq l€rty fli'.:5 C ~, ~a lr!ng re-.:,rurB ir,for rrta tJcn
filetunggal. direktori yang berisi
sekelompok data vektor,atau ~ r.v: idu - ESP I(lrr,) S:1.:i.pe file$ r, · .*,p)
.- ... -I.'.~ !=v.:;•. re' '2:-;"fO:;>'- - The WFSDataStr;f;? represent;; a cu.... ,nect~Y' tD ~ lNeb F€:.o.1
koneksi ke database (PostGlS) Fa,::I!1.J(&S r",J!j !/si'\ed by the <;:er"'·er, .:;r.j the ability 1..0 pedcr rn tr;fl!?;.;r:~,~"\..:;:-:n T~ .;e";i.
01 Klik Store- Add New Store
Raste r Data Sources
" K1ikVector Data Sou~­
Directory of spatial files (untuk
shapcliletunggal bisajugadipilih
. 'Sbapdile')

14
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (4/20)
Membuat Store

t '~ ;J~i( Sf or c Info


V;o r ~"I-l')( l ' •

,> Pilih workspasce'monas_ ws·


(yang telah dibuat tadi)
-> Isikan nama Data Source Name OeHripti l'ln

dengan nama yang unik


(, Isikan URI sesuai dengan nama
folder dimana shapefllenya Connect ion Parameter s
beram (nama file tidak perlu
UP.l •

artulis)

\lamespace ...
" KlikSave http:.-- ,: mYMonas,com/ monas_ws

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (5/20)


Menambah Layer

r
Layers t, Istibh LAYER d~rgwWcan \mtUk mendemisibn sebum dab
raster atau vektor y:mg berisi fitur-fitur geografis y:mg akan
d~ibn pada peta.

Pilil Add layer From : 'monas_ wunonas_ str' (Sesuai dengan nam:l

workspace dan nam:l store sebelmwlya)

" Nama shapefile y:mg ada di folder tersebut akan ditaJrpibn


u KIic. N>rlSh \mtUk ~rlShnya satu persatu (Misabn
CnU'OLY)

New Layer chooser

A.dd ~y~ from L~..90~?. __vi~~iQ~s-~~=~~~==- .


I-i.ere IS a fist of rC-~-.Jr ce2 cont.:llnec: ~l :he ':;tQn: 'I " r-,"..:.-s_::: i:t t ChCo( on tile !.:iyer ·~C·:j w;:.Jl tD cor:fr;}U((:

'.. Search

15
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (6/20)
Menambah Layer
, ,, " ,> ("1H PO LY

,) Misalbr! untuk layer CTH_POLY


., Isikan Name, title
" Pada. Coordinate Reference
System,klik Find, Pilih WGS 84,
laJu kJik ( atau bisa juga langsung
lttl e
diisi EPSG:4326 )
AIl..,tr ac !

Coordinate Reference Systems


Na tive SRS
'UNKNOWN ' ; , ..: , I

OerJaren SRS
,EPSG 4326
SRi) hw dling

Force declared

Bounding Boxes
Native Bounding Box

,Min X h"tin Y ,\ 1.1x'i

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (7/20)


Menambah Layer

'"' Misalkan untuk layer CTH_POLY


., Pada. Bounding Boxes, kJik
Compute from drta
., Klik Compute from native
bounds

Bounclinq Boxes
Native Boundinq flox
r'-lin V j\. lax X :'.,.lc3X V
.. - - , -- - - ­
,-61 8 11('5829 1,0171
~. ., .

·';Iin X ['-lin Y ~1 ilX X ML\ x Y


ri-6~6 8:3 -­
- -­ --­ '"'-r:'--'--" - ­
' -6.18 ' 106 829 j-G 171

16
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (8/20)
Menambah Layer

.) Misalkan untuk l;ryer CTH_POLY


Klik tab 'Publishing'
Tentukan Style (pilih default style
misalnya 'polygon' karen;!. Bas ic S e tti ll ~J S
CTH_POLY ini bertipe polygon)
" Untuk merubahl membu;rt style
baru,akm dijelaskan berikutnya
KlikSave Default Till e
Default Style
('" .~ ....- - ... .•. '-- ­
U!g!.'/~N.~ ... . '~
AdditiullClI St vl e ~

Sele ctE.>d Stylp s

burg
capitals

conca!
dem
flags
giant_polygon
grass
green
line

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (9/20)


Konfirmasi hasil dengan Google Earth

"' Klik layer Preview, pilih

'CnCPOLY dan Idik

KML (atau Open Layers

untuk melihatnya

dengan 'Neb browser)

Layer Preview

c . •. "
I Yfitl \ .:r.ml
---
~ ."~
I '. !

I)
17

.- - _ . - --- --------­
Input Data Vektor dan Konfigu rasinya (10/20)
Menghias I styling sederhana
<, Misalbn untuk layer ern_POLY

Buat style baru misalkan dengan nama 'my-poly I'

t KlikStyle, pilihAdd New Style.


<, Isikan nama, Copy from existing style : polygon (
style dasarnya dikopi dari style default polygon)

New sty le
TY :F l ~ n~"'" C'tC d~' " 't:71 r,. :=.;. i'll . r .;1 : :,";0 ,;.: ~ ::";0; " ; :;t · · .:- ;'--;' ;. r=. ;:) ; ~~_:....'> :-~ r,'~ "':' ('!Yi yt:Jl II' rilr ~~ ·.s t.i?m Tr,e 1

<;' i' ~l ' ~ : i'tV' ,.;j-t ","l ~ b ~ . r',- _ -;;.., ... "I :, ' " ,_ - '" • •: " ) ' . ~ . -' ~ :-. _ L-r :~ . '::' ... er·~; ~..:- :t, ~:- !C- .J '"alle SLD diJ.:.fl'T'.eni .

Name

Copy fr om exi stin g style

polygon

, .'
<!l,; ~ :.! > Det6ult POly gon< ~."":"_>
<IJ ... .; ~.;!.:. :. ~ >

<~ '·: :-.\·:: > De:t B.ult p ol ygon 3ty J e< ;'":">

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (11/20)


Menghias I styling sederhana
'" Editingstyle (sintIX dan artJnya lebih detail Ii hat di User Manual (pdf)
'" Misalkan unt1Jk merubah fillnya menjadi merah,opacity-nya 0.5, dan stroke (garis pinggir) hijau dengan
lebar 2. Lakukan editiing sbb
" KlikValiidate. Apablla tidak ada error Idik Submit
No valicia tiocl error s.

<!- t,; :C .• :1'yo J,I.,: !~: "' L>

<f lJ t:;.

( C ~" Pa l:bI!~t.et. n .at1l1:""'" h ll ">I MA.A.AA</ C .s ~ i' ~ c~ ~t.J! '::::. '

</r, t 1)

<C3 s Pe: r: eItlet."!r o ~ e ="" fll l - crpec! i;.y" > O. S</ ( ::Is P ~ :.:~t. e : ~
<; ,: !': ~l>

<.·:. ;·:' ~~t ~t-'::t ,. _ = - ' ~~I,.<":':" ': >2<:- " _:}~.:"' Io~-J'· :" .:';
-</::. ;:::r:ol!e>
<. i (' ~Y ~(,'r· 5v:....b- oL::~ r>

18
Input Data Vektordan Kon"figura sinya (13/20)
Menghias I styling sederhana
" Ruba~ setting default style untuk CTH_ POLY dengan'my-POIyI'
,., Konnrmasi ka n hasilnya

•• : : C'

L~l ...: I ",,,... ('>>!lvruh )

.' "
WI S S d l u !',J':.
" ..' '-.

?""1'1I .'.I! ;; lyl"


1' , .1

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (14/20)


Menghias I styling sederhana

"r, ,...1 " CAM MENGECEK


WARNA
" InstaliAMAYA
(HTML Editor)
A I~
. • ,:"' ft{
,
~ ' . 0
" Buat New
1 i Document
I'::'.~.."; 't i 1?' ?" '" Buat Objek misal
Square dan
I rubah-rubah
warnanya
I
" Setelah warna
<; ',' '1.-'", .' ,. ;.; ') ~, ,. , ~ !1 Hi·~ . . ;,H '~)"'I I r'~ h~ ' t!: \_;
yang diinginkan
<'":).'!i ·(\: ~ t ~. 11)(....: ." 'I :3~J · ' 'td d ~ I ' :' l :: !p .-",~ ·'!.!i ~ · ~ .' ~ ,. • i ~ j "/\
di da pat, catat
" ' ,/ ', :- · .. t r l. <'. !: , ;d ( l ; 'ii"f ,, ' .J"atl;j 1 :
,,' r "1' ",,' !:h' 1; ; i \ t : : .!:i ;.:>.l.t;)vG : v· kode warnanya
(Dapat dilihat dl

._
';/ ', '::(1 : " ,>() :'>
.~ i ;:.c.j/ ,.

......--­
J

'Show Source)
.. :.......
..".

Kode warna untuk Fill

19
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (15/20)
Menghias I styling sederhana
Poi ntSymbolizer
Syr.t.>..
.; ' )1 , ' .,.-.,­
. ' :.: ! .....

'<. ".:/;.
" ",'
:.. : ?. 'L

" ;'. ,

.• .. 1
..... : ; . .
";. ­
'I, \, I j " .r : ;~, : .; L.:

t .: , ; i: ., ":";:'; : }j . .,: '. ~ <:. :.•' ;,7'.,' ;'? L


.: . <; '. • •.• :~: ! ! )':; .-.: 1 : . ' : ,"

":,::,'1;'
. ",".:' ~
'.: r :,,' I. ' ,;;:j.: : ': I:.:!-. . ,: : \ :.:I f L - TH ~Y ~ h 1 ~:! ," " .. J .I1.;.h
:'<.' -: :1-.':, ~:~:tl;
.,'. ~~ - >: ,.' nit":'" n' ; :.:! ! ; , ;" ,, : :~ , . " .~; I.) iJ L ;!ll : <I:~':~.
.t. :,,: :.:.~ .• ~. ~ .. ; ..::l!'..;. ;;: :.: :~ . ':, : : ~ '. : : ' :;~-. ~

~-:!.1: ~ L ~ t - ' .~ :
.'.'f: • • .
:-I:"-, I\.}: r: h.,-,(.; .:::, ~

Contoh :"Simple point with stroke" SLD



• •
<:FQatl1rQl'ypgSty lQ>
<Rulo::.­
"'POl.ntSyml::~ll Z\H >
<Graph,lc>
<Hark>
<, W~ I 11{Jl0W nNalTJ<;l " . :. :. :: . ,:>< / WQ 11KnownNaffiQ>
<F,lll >
<CssPara.m~-,tGr </ CssPararootQr>
</Ftll >
<St.ro}:Q>
<CssPara.mGt t;1 .r.' <. /CssParamot.Qr>
<..C ssPar amG tor " .. </C ;;sParal1:',QtQr>
. -: /St.r oxQ>
</l"""rk:>
<SiH?,, '; </SlZQ>
</ Graphic>
</.PointSymbol Lzo r>
</Rul<l>
~ /F9atuNTYP';)Styl ,p

20
Contoh 2 :" Point with styled label" SU)

<'-'.;.:1 :- " '.'.•:. •: ~ __ '


. r~: i ~

Supox City
Borfin "
b
• i !)e ln ~. S·~...t-:l : z '-. : '
.. ';~x·. li y;:l· ,· ! 111,. .­

D.;;'r~il!i;l
RtH':: k J ~
~ •
- .• J!II ; ... t .,..:rl<- !: Ii' ~
, : .:r~:-& r ;,~v lO <]o.:.·

'. ~ i'$ ;:: .n ~!l.. ... :,,;;::: • J ':s,s?;;(~.m.;,t.'H:.~

< ·:": S.:;l r :a .;;, :t:;f,io~~: . :·' /C ~st- :":-~r. ~tqo!>

-.{le ir:t ? i .:;..: .;:r =.,~ r. "


..A:: c h ·, r;:''''' .' r; r ..
·.A t; '.; tll.. r F I~ .1 :ltiC. . '" i ;, ! .';: ' '~r :: : :'.; K>
.... A."").::~l r.' t F t·l; ~t Y> < I.:.. ! , ~ h'. ~i-':·J.: ;~ ''!"

<;;1~ ;: : ", r:..,:r,... r,~)( · !.:: ~ s }.:"- .... .:: ..,!1W :::: :\'>
'_ ~l 'J ;:\. : }. '2... ;r... : ~ t :: -,. . C 1 :I;;': !i ": w."'l'~ ,;~ ':>

< I t ... ;c S y~-.:~i2"'l:>


, /R:Jl",,·
<} 70;<;' t ,.\.: .. T! i-'~ S•• y 1 e-"

Input Data Vektordan Konfigurasinya (16/20)


Menghias I styling sederhana

LineSymbolizer
Synt3X

Jika: tll ~I'~n lt J !i :.:1; <:;~ "'F;"" i .:E ~' r :: '<.~.>- J ~!"; < .:::: a ;:-';".i.":"!i i 1.'. ~erh: ;J.unJ..; !:!":~;' ·:i m;.;t l!'. t~~·,
"'- 3:-~::!-:
i :> y.< . ~ :llWl l\ :: ;\ S~ 11t:l'\ unmk t-l 3 m.i I '~~ :ltik J(!1~t~" .l l. ~ ci ;~ d~,.1tk'jJ\ d.lbm b:!~;~ ,H'~

iY .: .. 1 ,>:~ 1 , ~ < >~! ; '" :' -I:::--~ - -l !' " . <1 ,\ i 'l y t'J;l~: '=" (': ~ ~ ;:'; !."·Jh J :l ' :"! , n .. . !~ 1.:0: ,j 1J J !11 1.1: .. ~'Dt': l,,"" ' I':J
. .
T':l r:lIll'I~ r

\ ;e:J I:q; ~ : ; . ' II 'i"t:" '; lj :"~" - l,i , , ; ... J It. ,I:;'" .:i '~ p "" ! ~ ; : <' (t~ 1;4; f' <.:< , I.:.~ , " ~,r( ',(~ rj:i ~
" ', .. - - ~ T l : ",-:;.. ' ,'~
.:l,t'... :·, .• :"um

-. &,", ,~ " : , i~::(': ,"'::""' 11 '1" (" ';('... 0 : '1" :, ~.t :).'1 " '; 1:, "111:.. ,, .. .. \ ·:\,l· I:;:;: r., L ;~ " ::~.I IJ

', " ;--::'I.•l : '~''':;~t :: 'i.::'~ ;\ ·' 1 "'. ,l ll . : "':; :;~ l ~; ,: :.;, ,, ', ; ,' ~ :

~. ~ .. r.:-:,-\ '. ,n 1.. , ,[ J"j. '::J ;:r, '1.1.)," ' ~" , •., .. pc.u. l,n: . J,r..'l~ ~ v .• •• - . . .:0)11 ~<);:; ... :-.
tao;- ~li ~: :. ,1 :';':" : ~'Jl:1";"t , iJ ~!4.i '. n.:" ;: . ... .; ' !,',,;1 ~ .'#' , ; .. -IU ,J b:'-r:'i
' .i::/:' !:. ;~ : r 1..Y ";:;, ,l:. " ~ ... ..!,!.. . ;; :::, u:­

.\ t.·n~! ' J: J lI 'c ~.;.:.,.:t~.'U; :;' \,r,r .i )l"~ ' ~ ' )JOl ri )l ),.':~ .. i ,;,i '~""J": ,,~ 1::1:' '\ I; ~ ' ; ,:, :~,~ ~: \I.r. ;:', :';1'1
:-:~.~ • .; " ,. " ~ : '<;'!> ..
:Hh; l i: ~' ; r: ' , .; ~' j ','A . ..... -::'~ ;C"'::,": .: .·i~~, :. :1('1. ~ ·it::' : ... . ',:'::',';> .......~('­

. : ~ : .. ',' 1:;' ..
I:' ;1',: . ~ :: " :;J, .'-: :n: . ~1I::ai: !--' :i~
:<~:~ ;!~,..: .!~~..t:l p.;.lc <!.1.!:l .. ~l' .l "l' ' ''L .l!l.:i;l ' '1::; ~:;" : .:)~~ , :-, ~~b o: ~,:; \l. ,\l~-:t. ... ;!lJ~'l:Y
;r,~ 11 . 11' 1 t;,1 ..! !~' ,\! ' ·-t'jr-:..; 1,
;", ::: ,.j.i. J.j lC t:ji;< ~: ';:l i"J: ' ;..f'~~,(,,: , ~ :i ~<: ·i 'n: ,l;,;;k.l
· h.:! ~k: . " ),'1" rJ ,i' t!:~ !'J : .!, :~ 1 ' ~: ', :':: ' ,~ ~:-.i' ] !)~ ,: i~'::'l'1t 'co :l-. ::: rr,;C' ,·'tl:;.\: ::'.
;, I\\, ;;. '. '" ~,',~ . J "' h h :' ~:' i .. ·'J .! l';'· ;<': 1' ... " ' ;Tl',}

'" ~ .. . ',~' >:r:lI-": j~: . n :-;' I" ';;I\~ ";' l :';" ~; Ci.l;.:. rl~ : ~-: ~: . ,,-:, : tI ':" " "'~ .!."L ~: · " " '.i,1! 'i ; .'. ,:.\::1:..1;'., : 1
,~,.:.! ':In f: ;""",' .:,: i

21
Contoh 3 :" Line with default labei " SL D

,
'--.
I
.

"" ~. . t n (~ S y:-:'J j ) 1 : 7:. ',): '


. . s: ~ -:- ,:=--'
0(/ St r {", k~'"

...:". Lin o SYH). :. l.zer:.


; I?X t Syr~1L-.;). .:. z >? r :.
'0',

~. L';':".lI?l ;,

.. c gc; Pr" :.>pErtY S' :iiIt£o:­ ", ' y S :t:-: .·: ­


-< / L ab01 ::­
d "lll>
.-/""" ! '.~: : ~:-.~'i? t~}!.·'".

Input Data Vektordan Konfigurasinya (17/20)


Menghias I styling sedemana

PolygonSymbolizer
Syn tax
," :::: ~~':; ':-~';':'~,:;2: .: :".:. :: -::::> :1~ ~: ~:~lt!1~: a i dlU : .~::: :~:: u a.:

Tag R~quirHP D.;hJi~J li

Dt:J;~ i.m :i.i.k !a"g <i:-::::: ,:: .:.;.~> ~~na dC!1g~l Y3...'1~. ·{f:~t'ri.;:~:J..:l ..i: ha~:' all :"' ;:J ::S ~ .::bC:iZ::: dt a..tas.
:J.f <z:-::': .>, ada ta1 ~ a.1.;b~l12';l
D! Ij a.'.3..:n
Tag R equired? Dtskripsi
.~ {en:,"a:a..:":l11 r.~:l:~ l ::al: pC::"~c :: J~: l; ~_~ ~ c:a t:~;~.L21::~,
\k- :'lt:1: ~l~: ln pa:;lT;~:t: :-n0d~: p,7': ! ;::-'~?": !

.i: ~:2 : n ~ :lfi~ ::l:...~ :).n ~a'~ -;- .:':::'" 03 :::-';-,: ==:. ~ ~ > Fe: >.: U:)~H'f: rL ~ : L d:"'<·~·: .i:l :2'; :,:.:: .::':::"1:-': , 3: ~ ;~ :.!:n:\Yl S y~\ta\,
~l:! '.l.t:·: ~d-; ::1: ::l:'; '~ a dtrr'?311 \'a:~; d ~ E-:i."J::·:a;1. d; l.'ag 1.-:"':l ?J i:·l:~.~'·: (.:.~.:':; z~: d: a~ .j~

:J: j f.~n:af <: 33?a=~~;;-2:.e::->, aiJ.?igJ p.l:":...:y;::- ~~~ :."L"""r. !.~~t ;~.2 :2. ::~: ':~:a .'; .l..'1 .~ d::L::: .S1J:-± J.;J ~:e da:a.m :as
-.;~~b'~ :l l::ly :t :

ParamHH
:. ! ~:'t.ta : uk.a':l sp e; }f::-':.1i; p~ ~ l '~: ': ::l:l \\' a: :! .! pc::-'~ 0 :\ ih:rw t.. t:tv.G:
=R.:.~ GG F.>S .)~·:" ::' .·!l :,'a ,ad3:3!llt;-1,l-~(~H .-:: £ :; S/' 3::'~
~ t;:nt'; \ ·.U~:~Ul ;.~:r:::-: ;.a!1 \) }.)(!(:t:: :·:t~t~~r;<..n ' :: a:15pa: :tE~ ~ pact a ~'::.lg:!;::m
i,'C' ::.. ;.:on. ~':-:: ,1 ~ ~:,1;: '~ :r:~ ~ :l~··:.::l :~ ::: :1: :1 :~: i i: ~ :l (,~· t,~ : ! ~: :: a:· ls:p.t:~"1) ,jF-n 1
::: £1. -:: :" : .• 1'
l L~::nlr· b;:<:1r ~ ~::\p l, .J~<·· ;':'·;:T" ] 1

22
Contoh 4 :" Polygon with default label " SL D

oj
., ·.r:tI ' ~~~ .·

" I P :; ~ yg o :-.SyrrJ) o l:.. z '-'" r ~'


·7.:-. ;.:; -:.: Sy;X;:;:. l .: 2: !.,! : .•~

.. Qg :..: . ::'r o p~ rty N ar:.B- ;.. ;· -<:: i <.:<;1': : P :: (:' F- ~ ':::' y ~~ .~\:;' . <:'
. . :. / Lac Ql>
< /T~· x t SyrrJ:::::<.i Z ~ ~';;'
-t./ th.ll c,.).

Input Data Vektor dan Konfigurasinya (18/20)


Menghias I styling sederhana

RasterSymbolizer

Elemen dan Synrax

Elct1!tH beribu 1111 {cl'Sed ia mHl.Jk diguna,.l,;aIl 5cDlga1 p 3nm ctcr di dallm

Pertu dic atat b:111\','o. ti d lk ,;cmua clelllen cii alas d it t rapkan d ala.m \'d5i tcrln .l1.l G c('5CtYeL

23
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (19/20)
Menghias I styling sederhana

TextSymbolizer
Synrax

Rt qUl! ilP D. ~ l.: 1 i p~i

.. ~.I ,, :c " . ',: " '. ".

J: j ~:: .;.,: :'. ::; ""," : :-:-.: > '-'. ~ . ~d~~ :J ; <: :-=-:,!;' 2. :' ':':-.~:-::~ ;- .':" j ,=. ::::F.:. :! ~ , r~c:.: r;:-· :,: :.t:::. _ ' ;>.! ',.
: r. ;:' ~:: l;< J:::' ~ ::l ~ ': : : l.. ~ ~ '.1 : : ...~ ; .~ j3:~.:r, ',i! < :~;;' :::' ::::=--:'!:7::!::: .). .

Rfqllil'i- u? D H krip ~ i
:l i..· n ~ = · f:: :,>
fc.:r: :: ·:
\k:lc:-:U':o: a.i :r; ~ ..:i ~: :'C:l: ? : ) :-:':"':::: :~ ';;' ;. j a:2 1:l~ ~: \, :;' ::il..;: . : 3.: : ,,:, ~ .::r-.:' :J<',
:K::~: ~

Contoh TextSymbolyser
,j) Untuk CTH_POLY,tampilkan property'NM_AREA' dengan FontArial, IO,bold,
warna kuning.
fe' Pada Style my_poly I,sisipkan antara </PolygonSymbolizer> dengan </Rule>
<JPolygonSymbolizer>

FJe Edit F,Jrmat Vie w ~

<T' eX t Symbo l i"ze r >

<La be 1 >

<age: pr ap er t yName >NM.-AREA</ og c : Pr oper 1: yN am e>

</ Labe 1 >

<F Ont >

<CS 5 Paramet e r nam e= "fom: -f am i l y " >A r ; a 1 </ css p ara me '(er >

<Cs sPar ame t e r name>: "fo nt- s i ze " >l O</Cs sPar amet er >

<cs sp a ram et e r ndme - 'f o nt - s t ¥ l e" >no r ma 1 </ cs sP ar ~met er >

<C ssparame'(er name a 'f ont - we 1gh'( " >bo l d</ cssrara me t e r>

</ Fo nt >

<La be 1 p ~ aceme n'( >

<Po i m:p l ac e me n'( >

<Anchor Point >

<Ar.c hor Poi nt x >O, 5 </Ancho r poi n,( X>

<A nch o r Poi n{Y> O, O < /An ~ h o r poi ntY >

</Anc ho r Po i n'( >

<Oisplaceme nt>

Letak <Oi sp l ac emel1t x> O</ Oi s p1 ac ement X>

<D i spl a cem ent Y> 5 </ oi s p1a c em e l1t Y>


</ O; s p lac ement >
</p oi n tp l a cem e m: >
</La bel P l ac em ent >
<I=' i 11 >
<CSsPar ame t er nam e", 'fi 11 "> ~I=' I='FI=' OO </csspar am e t e r >
</ 1='; 1 1>
</ Textsymbo 1 i z er >

<I Rule>

24
Input Data Vektor dan Konfigurasinya (20/20)
Menghias I styling sederhana

Labeling :
Poir1rPisce m e.'li

Ktlll;:: · :::=::t;S'.: : . 2.U ~: ~ . -:: : ~ . '" :: ':"-.: ;' > : ~ ::-~ :-.:'>. ge \.'. me [q ~'all'S d iben 1::.'oe \ ';'",\ ~l)
;~'c-!~_ 'J.: ;: t 5 ! :l ' !I i .:~ : r :. 1;1 : "::) ~ ~:..l ,.-b . .!:.:. !! :- 3. oi ; Ci l s.!..il· f ~: l ~a h
allu " l :l:c cik " ?.:~ m..-It·;
i:L! \ ;:':'~ ~' :. i. :-::.! c; h . iii. l~:. :·J ~. ,·, c'. i !:l:. :. D:;1;3.1I'- !~t,!l-.. label tda (:\'c :~ I : l3. dl P p..- 'j !!( !: ~ !
j~ ~'3. ' d:l. c : ~\! ~- : c. -::: '.~ :-: , 'n e .';!:',.::' J:..; ,,n ('p~i

Op~l ..-\r ti '."\'U:::;' .


11'.: !.;::::.:u·.:..:.~ ,; .:.: ~ L...:..3EL Dc-tIs.!!: ;r.~ll s? :. L ::3.k ar. lui h ll-hal bel.: k'JI c!:=.r:n
.;;:·: ~: \.-,P <:': ;; l d j b. h.:.~: w :; - ;.:o:'! '.! '!lc" lE·.\>:i. ~ kan h b el paGe. ;'Ul!( 2...L. ~' C'in:. m~l1! b :., a [ l J~" C' ~ cit
:s el;.:: .::.il ki!. :,.>·:·!:; t :r!~J m::::m 1)\laI l:!.bC'l IC'lf\i:;a, di l',a'l ',' ah jJ \.-,in r
Dl~ Pb. ..:C': :-;c: . . ;r: ~ ,jj.: ':'111 Pt -".:E :" d an di~unJKan lJ :HU K l"~ml;;~rb llb- IU II (, 101-:.<1.,j l al):!!

Filter:
-Attribute filter -+ digunakan untuk membatasi attribute non-spasial dart fitur.
- Spatial filter -+ digunakan untuk membatasi attribute spasial fitur
- Logical filter -+ digunakan untuk membuat kombinasi filter dengan menggunakan
operator logika seperti And, Or, dan Not..
- Rule -+ mengkombinasikan sejumlah symbolizer dengan filter untuk
mendefinlsikan gambaran fitur.

25
Menggunakan Plugin "SLD Export"

untuk Menghias / Styling Layer (1/6)

,;, Penulisan kode pemrogranlan untuk


styling dapat dipermudah dengan bantuan
Plugin "SLO Export"
Fitur Plugin tersebut masih sangat
terbatas, nanlun akan terus diupdate oleh
pengembang (perlu seringkali melihat
apakah sudah tersedia update terbaru)
,~, Untuk menginstall dan mengupdatenya

komputer harus terkoneksi dengan

Internet (diupdate secara online).

Menggunakan Plugin "SLD Export" untuk


Menghias / Styling Layer (2/6)
Menginstall Phyton Plugins
• P<1stik .:m komputer tebh terkonek sl ke Intemet
" Kltk Pluglns - Fetch Python Plugins

;;",
('") ';' }';

I',~) "-,, r ' .

!..G:tt Na~;! lU~Ml • . ;u J., . •


""
;-... ••• <1"••• ;'/4.'4
.

26

Menggunakan Plugln "SLO Export" untuk


Menghiasl Styling Layer (3/6)
Menginstall Phyton P!u gin s
Plilh Reposltones
K llk 'Add 3rd p::u-ty l'eposltol'les . sehlllgg:1 llIuncLiI d::lft:ll' n:1I11:1 31-d I'epo sltones

.1 .J

r;.-.r·~·:: .;_d P;au ... .;.~ ~ f.. e cOS!(Of Y hn~:II '.'"II'<W f~,~~ ." j Qo;:;/p!ul;·r.-; . ,-; rt)/
': ~.'''W!~ ' ~-d C::# srr. Falrhe-'S R~f-'Oi ',N'y ;,lt p: l/W\·.w .ft.?ds .(aicf~1 ,erQjJlttler-o.:o::rN
(,:,r,l-oe , r.o::- d ~-$! :' ( ot.k.rNi::d R!:pos/:or I htlp :IIDYQ,~ s.crCJhepo/cor.tr ,b..( ed
·:cr ' o:' C1 t~r ' Y q t!·.'.1Iri¥"J 5~iI1· $ ReCQ.;4:O' y t"' t p : U ,·;o;w'l.(Oath; , lon(s. '!I( _ ~,f"" \~ i/Q t;·s:I PIuQ'1:"· ~ /P~"" lJlns.xrr~

.L.________ __ (r.,.,notced
CQ1'V"i;(ted
~ K~~'IJ'~
GGJ5 ct f ~ Repo:il!tlI)"
ccr''"*<ted f"'~: 1It1 Oh M' S6ndbox
((........ectc-r.! (.J S· L c~ Repo sitory
Rep'Os:!ary http;II 09;:,.n~tu.~.tr/"'v~~n/~"\s .xmJ
http://pYQqls.OfQ/repc.;jofflClal
hltp: /Jm ~pse(ve(. sk/"''''''''f'tderJqgisJpluglns·saOObo :t.xmI
http : //9is-lob.rlo/prog~m<;;/QQlS/Ws· repo.X(TA
{C!""["lt;:(·: ed 50\1c epc.le RepoSitory http : //hl .~d.<;;0Urc''Pole . chlqgls /plu gll"ls .:r r:V
c';r'rtoect<ed A ()f( ro Rao:ot'$ Repcs-~o ry hl.tp:lI~plu¢ls . z ·p'JIl E-y. com
C ~(terj ;'laf{ i"~ent0h l~r' s: RepositOl'Y htt.p:!/" ~ .ethz .chjpythorlJ:l/I. Jgin <;;/pythc..'''''plugils. xml
(PfIncded 8(.1b ~' !J':e's Repo-sttol Y http://www .mapp;.""lQ!Jee.....ca.lQG!SPyth o.rjI!llC~lS/8obs ·0GIS- .... ug~ . lJqJ

Add Jrd party re~ ~,:O(Je-s

Menggunakan Plugin "SLD Export" untuk


Menghias / Styling Layer (4/6)
Menginstall Phyton Plugins
Pilih PlLlglns
Pillh ' SLD Expo rt" d:ln klil < ln$t~11 Plugln "

l·~ '!<t
" ton'" \t-;tw ..,:,
~:

, ~"'".3 ~j -, Ii -s. ,-0

...'., r~?- ca .::.. ~ ~ ~ ' •. ,~,

~ :t.~ ~ '~:, .

Ia'.ef;

:.t¢tlJ~ t;~..:.. .. ~ '\!'!J)~1'l I [\to '.lCl iDtffi

;;"'w'-"- ."\uIUI"r)r.I.,rVerlc)C f...r~ 0.1.1> "DoYon to r.dIl .I ... n""~)(, in a 1~'111~1r.--=~ b.,.( bl:.k;;9-;;n~: It' l !

n.:wt
~~
1flla9C: (;,.t--'o1J hom l'vt ..... urw ~n" u,d.'.I ..
SIA"rti~t
U I.)
U,7.. ln
Show qUlcklook <+lIol!te and nwk~ o,dr.r to OOw,\lu,)d Ir<lnl rI'I
C."'Iltlaal.e 'lnrl :.h<) YI ~t,)tl... ~\<,. (<;w.) r.riid

I'

IlCYtl Python tsdI:d~ .'I"O( CU"' 19 0.2 !rrll.',l!1u:: to run (o,."n~nd-'n~ aw1ic,xcons(iuch <l5 qdull''''

new! ~pt.·d"r.lllf"'(l(lfe
f.:,t ~~ [-)c ~ t..) ~\l.
0 I
, n
11.", 5P. :t7.; p'ru;,1c rlol)u,
,.~ '" f!la' la...'C ..y..,.m 'I)
~!ul~ ~pe<ltI<ll\)f'ufllc .. hom up h. JI
J 0-.... 1fl:>t .. ~ JJ~ ."IN.$ i'>:-::, f -' ' :

I,'

" i~ ;'·,' i l; !· ,,:...:e 0 I~ :':'~~ ~4 , -&(~.(~:.1:..,-t..,.,..-'~~,;I

..... t~ { (!~··""'·.eU10i-- :'U":<l ,--.~ #l>l '!1'itt, fQll~""" <H'"'..,;.uod'lf.:S

~~~~ ~~~-:~~ rtW ;~~!l~~~~;;~I~;~;O;;; ! /o- ''> ''i ~'~"'""f ~~td+


,..,~t ,,~
'
· ;:r-.. l~ !~'f·~~!. i _ · •• , co l J "' ;~. ,.......:;....• ..1...,~.!t.~PI. .....d .....III-'l ~/ ..U
__
~:
II
I
0'), I.

.1 -..- - - -,"..---~---- ------- L --- ~~


--=:-:
---=-!.~-

~ 1 ,....-:. ~ ... ~~ ,..,t...-{;-'::-J ! ") · }.O'ft\J~·~.....:~" .,~ · t:"~1t

....- - -- ..- ..- -- - .-- ..--'1'- - .... - --..- ..--- ....."-..--.---- ..- ---..-.-- _.__._______.._._._~_._.J

27
Menggunakan Plugin "SLD Export" untuk
f\J1enghias/ Styling Layer (5/6)
Menggunakan "SLD Export"
Pillh d ~ln hi ~S l:1yel' ter sebLit sE:pel"l unl' :1 p:1d:1 b:1gm) h ye l' pl"O pel"tl es i lllld h n W:1 I"n:1ny:1
LlkLw;tn pOlntig;tI-ls, l:1bel y;tng IY\ ZlLI dlompilhn, LlkLII" :1n fontnY :1, dil l
Klil< Icon 'SLD [:XPOI't '
~~~-':_ _"'IIiI!!JI!II:!!!II:II!IIIiZB!==-_ __ _ ' -' v -,," ­

.... i I

. 1

I ,'

. ~" Itt j', 'j Y


. ! Ht Lt ,l
'r :ij lJ'U:.,'· ,\ " ...,.. "

_,,, ' <irI; . .

+ J) • •

Menggunakan Plugin "SLD Export" untuk


Menghias / Styling Layer (6/6)
Menggunakan "SLD Export"

~ AI<:1n llluncul"Di;llog"" Box h:1sil kode pelllrogr:1mJn styling l;lyer tel" sebut

Copyd:1n P:1stebn b:lgl:ln yzmg dlperlubn ke konflgul-:1sil file style l:lyer y:lng

bers:lngkut:ln menggLln:lkdn Style Editor p:ld:1 Geosel-ver,

r "/;~'D~~~~~' ''-''''- '---''--~'-''-- - - '''''' --- . ,--...


- --~ ........._._._....... .....-... ~~-~~

i r ---- - - -- ­
= J­' --Eopral~d-I Paste
i
r ;S;~~;OilIT<, :'''~.> ~~~'~~. . . .~~~. ..a. .. ................~~
,
.

,I~~7~:~~~~:\·~t'~~~~~~II';<'.os".'t,>

I\~~gb~{~~~~~;::".c: , : ... _._..."


! <~:;,:~rw;sC\1 rr"~
l
1
i
. :..
<09(, :;YnpertyN51!lt>:"s"U:~; : .j« }O::;C : Pr~f '·i~: ~· e:·

[1 3;:~~~:;~:~~:,~~" '<'~;< "''''1>


!
j <~~I;;r,5~1;.~dU~ ~

! I :~~~::~:;~:~ ~:~.:::.~~:~~~;~;'~-~~~;~~~~~)

!
,
I /~ >
<.Sirol(e.,.
~ I (Css?O(~,-.eteo ~e:- 's U""oi(l:' """ ,::;:,;:,Oo)}; c..iC S:~P~~:r:€~ec·>
: L .. ~ r...~~"..· ......""""'..,.... ....,,...,.. ·~· ~ ~" -
· ~..;,,",,":......., ~~.,:. . 1\- ..:,.... --,. , .. . ..

C:iO:SC

28
4. Input Data Raster dan
Konfigu rasi nya

Input Data Raster (GeoTI FF) dan Konfigu rasinya ( 1/3)


New data source
.( Stores

Vector Data Sources

Pc:. t\ ;:: r)N'Df! - Po.;;I!.;!S 03T.3b3$9 (JNOi )

'" Add New Store f·l rp3" :~!:. - Allows 2i(C8SS: In Java F'rl.-1perLy files c:on laWrl'1g Fea l'...J{e i

:::"'Io::;:; ~: fii l::' . ESF(I (w.) Sh~flles: (", .shp)

,,) Pilih Raster Data Sources - ''\:21.' ~!?;) '.u' >~ ~;3r ': t:)!' - Tri€! Il.JFS DataSt!Y~ (>?pfe$~nts .eo CIJnnect ~:).71 tI
GeoTIFF F€'4~re5 ~ub ! i3hec: b)' ~ 'e :...erver, .and ~ le ab ility to psr tel'm ITansO\:tior·s

Raster Data Sow·ces

-4 - ",;;,,:;, v:l - Arc Gnj Ccv>?l3ga FQfm.'1 l


~ :~ 6!'JTi=F - ra;;ej !nki'ge HIe Format. '!!llt, G>::cgraphic Inforrna~l:)n

;.: :' n.:y;&.lC:>·:, ,,' - lrr-=:tgc rr-.o'3aiek inSj p !uglr,

_ ' ;:'j 0!'ln ' ~;.-:, .:;•.: - A raSter fi!.a 3(COnlDa'1i8d t..y a ~pc.tia ! cata (1~8

29
Input Data Raster (GeoTIFF) dan Konfigurasinya (2/3)

Pilih workspace
'monas V(S'
lsi Data Source Name ',., r., ! . I r "" .! .,

(yang unik)
" lsi URL (Ietak file) .tif
I ~I ' ~,_ .' _
tersebut
" KlikSave
Il F<. r! q Jl l l l' l

Input Data Raster (GeoTIFF) dan Konfigurasinya (3/3)


New Layer chooser

. Search

~~~.~If<;he\~ ______ _ __,,_ ______._____ .~~~~~~~_.._ .. ~.. ___..__._._ __ _____.___"'-_____ __

Pesuirs l:n l (Qut o f 1 It.err...,,)

,~ Klik Publish pada Layer


Name (nama file GeoTIIF)
yang dimaksud Data Publishing

tj) Edit pada 'Data' dan


Busic Resour ce In fo
'Publishing' seperlunya dan ,\lame

ldikSave
Tit le

Abstrac t

30
Input Data Raster (Geo TIFF) dan Konfigurasinya (3/3)
Konfirmasi Hasil dengan Google Earth
~~~~~~~~~

",", I . ""'" , '

(, Klik Layer Preview, pilih


'MONAS lkonos' dan
klik KML (atau Open
layers untuk
melihatnya dengan web
browser)

31
s. Pengelompokan Layer
(Layer Grouping)

Layer Grouping ( 1/2)


- ro-l-j p-s---~ ~~:. ~~~~~Grou p
Jlengelompokan beber.tpa layer

(vektordin raster) dan


r"'-L--
aye- -r-G
pengaturannya
" Klik Layer Groups - Add new
layer group Name
[m Onas_area
'" Isilean nama 1feUp. misaJ
'mon3~uu·ea. Klik Submit Submit CAflCel
.; Add Layer satu persatu

Layer de ldliltS l vle S t yle Position

r.

32

Layer Gro uping (2/2)

K1ik Generate Bounds


Atur Style dan Posisinya
(RasLer di sebelah am)
IOE B35 ,-6,1 67
Klik Save
:EPSG t JL5
'c' Konfimmikan hasilnya (pilih
layer group tsb pada Uiyer
Preview)
C" Ul , " ,. ,.'

"

:8

33
6. KML Styling
(untuk menghias tampilan pada Google Earth)
6.1 Merubah Judul (Title)
6.2 Merubah Deskripsi (Description)
6.3 Menambah Gambar Kecil (Thumbnail)
6.4 Membuat Hyperlink untuk File Lain

Default Tampilan Google Earth

"" "~

... : ,'/1 \ I;' ~.,,-=t·";-~ 'I;..;

- ~ oS; ' \>.,.t• .c _;i ~t.N_ .. ~H-' '-;';'~~ _< n~ ~ ' ~ [I I IY-OHl I
. ~l ~ t .-.·..,._~. s . "'••:! r...""o.Y,
••• rw~ · ~'.""";'~1-::r~s • N/';'I_G[()O'"G: ',1-,/: ", ' N', ·"t ""' I,,.'
"~ §} 0( .~ _.. ~~: " 'Ji. .~ • PfUGla»n::=:'
(,,~ • UHL . r."I.IHA.!t: .,...... ~~ .•:." co ' ;') J f'

. ,,,,_ '1' • Ufu. IJUkl : lU:"' W' t · ~ ' ''''' ~I1 :tJ:'·;

!;;:j . !.. 1 1~ I ' :::~r :


~ iI . ; " I :. ;

.,.. I ,,"~l ll

" i . e:':l",;'r"-~'I .
. L. f , ~. . I. i :...~ 4~' ~J'AI

34
KML Styling (III I)
~Ylengu ba h Title

MisaJ untuk CTH POINT


" Buat file baru'tit/e.ftJ' dengan New - Text Document di bider
'dau_dir/workspacelmonas_wslmonas_ str/CTH_POINTr

Foldf<"

,V.!,-,
demo
... ·" .t.JUt,.f tl

100>
B
HJ( 'C'ic.ft (f ree "'(( ~SS Z007 ().:(e b ~$C:

!l)le;
1L>Cfy'ojcrt,on:; I\rU'fI~ ):(orn8)'

,i.'! (;1,. 1':./( 0'':

1 u."'~~.,J?=
, \'"lrui"nl1 P.e:resh

wcrt.;pa(e~ "~'U(H,ltCffu We/( CC, uOU l"Il


(U >l .... ~~ ribfu iU:! . .
,~ : ...." "oIt ('f f et 'O·J<O<! r~ o, .. t P 't' I6" t~on
: L <;;I:')~ok. tlCf"l ; . i ~ V' H, ~ .-J ,cjf(" ~,JI\i<;r,i'.II),,,· oI'!Io"! ....
_ rtIOli S W~
9 WiJ\PAl{ u(hvc
.. G:.s c [ ~LJ': MCNAS :tJ 1- t: - t' tit.<
__~ lVO !\If.s_I ~.o lU
~. ~'1IEOOI.
; ftOna;....st·
_: Ln"U Jl.jr.
---I CnU'<'JI'H

_I ( rn_pc~ v

KM L Styling (2/ I I
Mengubah Title
" Edit'title.ftI' dengan NOTEPAD
" Contoh untuk CTH_POINT, tuliskan
${NM_ GEDUNG.value}
" File- Save
" Konflrmasi hasil di Googfe Earth (bisa dengan klJk kanan.
Refresh) " ..: . 1r1l/!

r i.. It:! «0

ll'~ .... ~ , .. ·,

·l.? ~~~:;~\ :'UJ - • ril'l1 _I.*L'ur~; "4ft" , f"",! ,,,'-h" , ';


;-nn'J • "LP((~ I" ta ~ ,
• 1jP.1 ,.¥JtI::I, f1: t1f1'; ~ " "'~I'II":';,~':":O;
• l fJU. _;J.:i( c.= t.l;. ~ .j;,>:;J'! ~~.:.'jJ . ~J.','..:1. !.'

.... ; . . .. .. 01.

, . '>J .!.~ ~c l ' I··. ·


...""-',, -
i~""" Ir.....,.;l;

.­ C } ! !'.rt.... . .. .. ¢. _ · . ~1
4 I~ ...,' ...... '":o< ~· .-

35
KM L Styl ing (3/1 I)
Mengu ba h Description
Identik dengan mengubah title.
Buat dan Edit'description.ft!' dengan NOTEPAD di folder
'data_ diriworkspaceJmonas_ wslmonaslstrlCTH_ POINTr
Contoh untuk CTH_POINT, tuliskan sbb

Monumen Naslonal

l' i')III~ ,.:;.::·d un CI : ~ ~ hl:'''l _ : :;[[·dJ::t ~ . a Lh'7: ~ hr '


Nama Gecung . Monumen Naslonal
J'~Jnl,~t) pen1jhu '1: 5-{ .... (:-.!'.; HL.1i'; .,i u::.-} hr­ Jumlah Penghuni" 10
t n ~ : 'J;:H1b :11' : r. u r.:!. _l-;.Ar7:e .4i-' . .3 U-2} . br
Lirlk Oambar n.nlrfi"..'·t \\MI monas co m
. ink T ,~bel: $ I rRl. ._ Tt.( EL . ~: .;: u } . ()~~
l in k Tabel
htp' iJjtN wlaoqnr s (Qm/in d~x php

K M L Styling (4/1 I)
Mengubah Description
" Lebih merapikannya dengan menggunakan format Bulleted Ust (HTML
Bulleted list)
" Bisa pergunakan AMAYA untuk melihat. script HTML yang digunakan untuk
membuat. Buletl:ed Ust

Fie Edit Views Insert

v /­

; . :. 1 C:~~ ~ ~\ . ~ '0'", ", . ,


.,....-. ~ .
~ Welcome to Amay", ~. -' New A ' .., Ek",m;;:;=
.nls_...,..-_,--_
r·; v. b !!\

liT2T1 T, P ~
• S(Jlu! !;J : I' n~l
• DUd
• Tiqi.i
I ~t'd'~ , ~
"1
11~. I '1' [11@ 1:;:1@
.., I
• Em pil l

<ul >
< li;·Sat U·.oJ i>
, I,
<li> Dua ..::/ t > .... Style
<lio·Tig a <! i> Theme ~ ;;~e~ " ..,
<;Uc- Empilt< l i>
,;:-h;l::.­

36
KML Styli ng (5/ I I)
l"'le ngubah Description
LANJUTAN : Lebih merapikannya deng;ln menggun<lkan forrrnt. Bulleted list

Monumen Nasional
<ul )­

<1 j) Nama Ge J .".m g 'H :':·'· _G ~ D u~ G .value} </li)


: J",rn::, ,,", ,,,, I] l: rlg '!.Ollu (nen N a '2 ICl n al
<1; ) J um lah ;I f:; n gh Lni : !{ ~ ::: r K H i.r·J : v a lue} </1i;..
JLLfTIJlIr": Fer ',.: "I ur. i O
<1 1,' L 'Ir.k ..:cmbJ r: ! ,·: UJ;. L_GA"I8.:&. R . v a l u e } </1 i)
_ III ~ ( ';Wi t 5 ' r lit: ;t...·. : ..Ii',rQnas com
<1 i ) L in\. 1 ] C]!:! 1: ~ { UC.. I. _ T A8El.v alIJe} </1 i>

</u1 ) :"' I() f.. T"iO e: 1

'" Memperkecil huruf (Iihat dgnAMAYA}

>
<1 ><span sty l e . "font-s ze 7pr"> Nama Gedung : S{Nr-'1_GEDUNG.value}

</span>< /l i ;­
<1 ><span sl v l e ,. ·'font-s ze 7pt ') Jumlah penghuni: HPENGHUNI.value}
</span>< / ' i:..
<1 ><span stYl e:="fom-s ze 7pt ') Link Gambar: S{URL_GM<-lBAR.value}
</span>-< / l i >­
<1 )<span style .. ' font-s ze 7pt") Link Tabel: HURL_TABEl.value}
</span>< / l i>
</u1

' - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -....,."....,.",..- - . . - l''''''oGedung .M:>n~n N;rsiQ.nat

KML Styling (6/1 I)


Menambah Thumbnail (Gambar Kecil)
" PERHATIAN! Geoserver .selain server...tuk publikasi d;tta raster dan vektor.
dapat beriJngsi pula sebagai Web Server sebagainl3lla Web Server lcebanyakan.
2, File-fileyang aJcan elisajikan hanJs cfrtempatkan eli bawah folder'\Program

Files\GeoServer 2.0.2\webapps \geoserver'

2~ Misalkan <lnd<l mempunyai file gambar 'monas.jpg'


., DI bawah folder '\Program Files\GeoServer 2.0.2\webapps\geoserver', buatfolder baru
misal dengan nama'MONAS_EXrRA_DATA'
" I£takkan file OPG atau PNG) dl folder tersebut
Konfirmasikan bahwa file tsb telah dapat diakses lewat web brow.;er dengan URL:
'http://localhost8080/geoserverl MONAS_EXTRA_DATAJrnonas..jpg

f·x.-:-"

.oJ ~ '.;

'~~!!Wl
• j . ';".";" ' '''' '''
.i ~ _ _ _ __

37
Kr'1 L St yl ing (71 I I)
Menambah Thl!mbnail (Gambar Kecil)

" lANJUTAN:
,. Dengan Qunatum G IS, rubah URL_ GAMBAR dl data CTH_POINT. dengan
'htt:p:JllocaJhost8C80/geoserveri HONAS_IEXTRA_ DATAlrnonas..jpg'

, '\'~ ;p
~ j .. j
~
.0 0 .,0 ,0 L ~. 'QQ.
(tl 0
!".: ..,-;;. ~J ..

... ... . ....... .,.


'
,~
" (j '"
'. ',~

'""
/' .,
, <,
~
Llpts.lo.... I ~lul\
> ... ~

~ X
'" ~

x CTH - POLY

URlJJA,t'r"6AA LJ(L _TABfL


20 c.,~~~}1Oc~~:?~~
r;;;(B'iilA)XjR~~)mot\O'.ii>i_=--J O;,p .II""'';'..,..
I , lst&N! Presiden 50 hu p:jIWV'lI'l.roor,esld.QO .kl NUll.
2, StMIl.IOG.!Imblr 100 httP"//Qdmbir.com N"- L

,/ Lc..ol<-for

KML Styling (8/ I I)


Menambah Thumbnail (Gambar Keeil)

", lANJUTAN: Ulwran gambar yang tampil di sini diperkecil


C' Edit. 'description.ftl'
width="70" height="9S"

r~ rOt F(I(rj'~( '.f;e~

·!imq 5:r ("''' S·{U~l . j;Uw~8.M~''f .:; lUI? } ·· ..,i :::rt~1_'" 7iY ' "/'v.:igt','(::>';'95" f>-

7p' ", :-lam:) G;::!dung : S {Ni'..l_GEDUHC•• 1/-3; 1 ue }


7p~ . Juml;"h pengtY'.HY1: S{P~l'>!(;tfj) l~I. 'nl hJ e}
7 p~ "). Lir_k Ganlb.a.r: S[URL_G,*mAp..\r ~'U€·~"<
7p::. " j I~ink ·T..:tb~l: S.{LPL_T/IE~£L.~! ~!I...l e)

, . d:

KLiK

38
I(M L St yling (9/1 I)
Membuat hyperllink L;ntuk file lain (misal Tabel dalam format HTf"'1L)
Misalkan anda mempunyai TIle berisi tlbel yang dibuat dengan Excel dengan nama

'tabe1~j~monas..htTn· (File excel yg save as 'hun')

, Let:aldcan file (HTML ) di folder tersebut di folder,' Program File:>\GeoServer 2.0.2\webapps


\geoserver\MONAS_EXTRA_ l)ATA
" Konfirmasikan bahwa file tsb telah dapat diakse:s Iewat. web browser dengan URL:
'http://localhost8080/geoserven MONAS_EXTRA_DATAJtabeI..,pengw1jung"monas.. hun'

File excel yang di save as 'htnl'


-- .. _....

i- - •
r-­
. ", - ' ,~,

KML Styling (1011 I)


Membuat link untuk file lain (misal Tabel dalam format HTML)
", LANJUTAN:
" Dengan QunatlJm GIs., rubah URL_TABEL di data CTH_POII'lT. dengan
'http://localhost8080/geoserverfHONAS_EXTRA_DATAltabeI..,.pengtmj...g....monas.hbn·

39
K M L Styli ng ( I III I)

HasilAkhir

.. 1
"~ --- ­.
...... , ......... ,

,~.

' : 1 ·' ..

: . , · ...1

"-,, ~, .:,: ~- . ' . :.,


.t,. . . . . . ..

f 1" , ... ~,~ . ; " -'~ ' .


:Ii .•..,.• ..t V.:,;:"': ; -" •... ·~4'
,"
r" .

.r.... ~!O ",_ .. • • • •

40
7. OPT i i~lASI G EO SERVER SEBAGAI
PROD UCT ION SERVER

, Geoserver -+
Solusi mudah publikasi data­
data geospasial melalui Internet, dapat diakses
dengan Web Browser standar dan Google
Earth

Agar server dapat diakses oleh Public/Internet

User (sebagai Production Server) :

~, Perlu memiliki IP Public dan Domain (tanyakan

kepada System Administrator)

c Optimasi setting (Security, Memory Management,

dll) -+
Selengkapnya lihat User Manual

o Integrasi link-link bersama-sama dengan Web

Server lain yang terkait.

Link untuk publish


-+ diiihat dari Layer Preview

(':- Open Layer (diakses dengan Web Browser)


o http://localhost:808O!geoserverlwms~service=WMS&version= 1.1.00req
uest=GetMap&layers=monas_area&styles=&bbox= I 06.82.­
6.182.106.835,-6.167&width=512&height=512&srs=EPSG:

.o4326&form;rt=applicationlopenlayers

1() Google Earth


http://localhost:8080/geoserverlwmslkml~layers=moms_area

{;i 'Iocalhost' -+
harus diganti sesuai dengan

domain (tanyakan ke system administrator)

41
BAB VIII

ALTERNATIF PE NGEMBAN GAN WEB-GIS DENGAN

M APSE RVER

8.1 Pengen~lan Mapserver

MapServer merupakan proyek aplikasi open source populer yang tujuannya untuk menampilkan
peta spasial dinamis di web melalui Internet. Mapserver juga dapat diartikan sebagai program
CGI yang berdiri inactive pad a web server. Ketika sebuah permintaan dikirimkan ke Mapserver,
Mapserver menggunakan informasi pada request URL dan mapfile untuk menciptakan sebuah
image berdasarkan peta yang diminta . Mapserver dapat dibangun untuk mendukung banyak
format input data yang berbeda .

Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universitas Minesotta, Amerika Serikat untuk proyek
ForNet (sebuah proyek untuk menajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (Nasional
Aeronautics and Space Administration) . Dukungan NASA dilanjutkan dengan dikembangkan
proyek TerraSIP untuk menajemen data lahan. Sa at ini , karena sifatnya yang terbuka (open
source), pengembangan MapServer dilakukan oleh pengembang dari berbagai negara.

Pengembangan MapServer menggunakan berbagai aplikasi open source atau freeware seperti
Shapelib untuk baca/tulis format data Shapefile, FreeType untuk merender karakter,
GDAUOGR untu·k baca/tulis berbagai format data vektor maupun raster, dan ProjA untuk
menangani beragam proyeksi peta . Mapscript menyediakan script interface untuk Mapserver
yang menyusun web dan merupakan aplikasi yang stand-alone . Mapscript merupakan interface
dari Mapserver. Penggunaan mapscript dimaksudkan untuk membuat gambar peta menjadi
lebih dinamis. Mapscript mendukung bahasa PHP, Perl, Phyton, Ruby, Tel, dan Java C#
flavors.

42
8.2 Fitur Utama Mapserver

Oalam bentuk yang paling dasar, MapServer merupakan program CGI (Common Gateway
Interface) yang aktif dalam Web server Program terse but akan dieksekusi di web server dan
berdasarkan beberapa parameter tertentu (terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan
menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar
peta atau bentuk lain .

MapServer mempunyai fitur utama sebagai berikut :

1. Oukungan kemampuan untuk berjalan pada berbagai sistem operasi (Windows, Linux , Mac
OS X, dll)

2. Oukungan untuk menampilkan data spasial dalam format vektor dan raster. Format vektor
seperti : Shapefile (ESRI), ArcSDE (ESRI), PostGIS dan berbagai format data vektor lain
dengan menggunakan library OGR. Format raster seperti TIFF/GeoTIFF, EPPL7 dan
berbagai format data raster lain dengan menggunakan library GOAL.

3. Dukungan untuk berbagai bahasa scripting populer dan lingkungan pengembangan seperti
PHP, Python, Perl, Ruby, Java, dan .NET.

4. Kualitas rendering tinggi dan dapat dikembangkan dengan tampilan keluaran yang dapat
diatur menggunakan file-file template serta dapat menangani beragam system proyeksi
secara on the fly.

5. Dapat melakukan seleksi objek berdasarkan nilai, berdasarkan titik area, atau berdasarkan
sebuah obyek spasial tertentu .

6. Mendukung rendering karakter berupa font true type.

7. Mendukung penggunaan data raster maupun data vektor yang di-tiled (dibagi-bagi menjadi
sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil dan menampilkan gambar
dapat dipercepat).

8. Dapat menggambarkan elemen peta secara otomatis : skala grafis, pet a indeks dan
legenda peta.

43

- - - --------------------
9. Dukllngan berbagai lingkllngan apli kas i open source yang siap untuk digunakan

Saat ini, selain dapat mengakses fitur-fitur MapServer sebagai program CGI , kita dapat
menga kses sebagai modul MapScript, melalui berbagai bahasa skrip : PHP, Perl, Phyton atau
Java. Akses fungsi-fungsi MapServer melalui skrip akan lebih memudahkan pengembangan
aplikasi Pengembang dapat memilih bahasa yang paling familiar.

8.3 Arsitektur Aplikasi Mapserver

Bentuk umum arsitektur aplikasi berbasis web dapat dilihat pad a Gambar 1. Interaksi antara
klien dengan server berdasar skenario request dan respon. Web browser di sisi klien mengirim
request ke server web. Karena server web tidak memiliki kemampuan pemrosesan peta, maka
request berkaitan dengan pemrosesan peta akan diteruskan oleh server web ke server aplikasi
dan MapServer. Hasil pemrosesan akan dikembalikan lagi melalui server web, terbungkus
dalam bent uk file HTML atau app\et.

... -

Gambar 1. Arsitektur dasar aplikasi berbasis web

Arsitektur aplikasi berbasis web dibagi menjadi dua pendekatan sebagai berikut :

1. Thin Client

Pendekatan ini menfokuskan diri pada sisi server. Hampir semua proses dan analisis data
dilakukan berdasarkan permintaan (request) di sisi server. Data hasil pemrosesan
44
kemudi an dikirimkan ke klien dalam format standar HTML, yang di dalamnya terdapat file
gamba r dalam format standar (misalnya GIF, PNG atau JPG) sehingga dapat dilihat
menggunakan sembarang web browser. Kelemahan utama pendekatan ini menyangkut
keterbatasan pilihan interaksi dengan pe ngg una yan g kurang fleksibel.

2. Thick Client

Pada pendekatan ini, pemrosesan data dilakukan di sisi klien menggunakan beberapa
teknologi seperti kontrol ActiveX atau applet. Kontrol ActiveX atau applet akan dijalanka n di
klien untuk memungkinkan web browser dengan format data yang tidak dapat ditanganl
oleh web browser dengan kemampuan standar.

MapServer menggunakan pendekatan thin client. Semua pemrosesan dilakukan di sisi server .
Informasi peta dikirinkan ke web browser di sisi klien dalam bentuk file gambar (JPG, PNG, GIF
atau TIFF). Arsitektur dasar aplikasi MapServer seperti pada Gambar 2, di bawah ini:

Input

~vecto;
Oata
.['.-~~=--
. Data ·

Data Stores Web Services

Maplile configuration

f--'--,--j MapServcfCG I AppHcajion MapScrlpl Application

) I
H,TML+ / /
/
,
Image I
,
I
L/ ____~~

Gambar 2. Arsitektur dasar aplikasi MapServer

Sebuah aplikasi Mapserver sederhanC1 mempunyai komponen sebagai berikut:

45
1. Map File - File konfigurasi berupa teks yang terstru ktur untuk sebuah aplikasi mapserver.
Mendefin iskan bentuk area peta, memberitahukan dimana data peta dan konfigurasi dan
juga output gambar peta, dan temporary folder peta Juga mendefinisikan informasi layer
termasuk layer peta dan data atributnya, termasu k juga sumber data (data source),
proyeksi dan penyimbolan (symbology). Ekstensi filenya harus berupa .map atau kalo tidak
mapserver tidak akan bisa mengenalinya.

2. Data Geografis - MapServer dapat menggunakan banyak jenis sumber data geografis.
Format default adalah shapefile ESRI. Banyak format data lainnya dapat didukung (lihat
fitur utama ) MapServer

3. Halaman HTML - Interface antara user (pengguna) dan Mapserver. Pad a umumnya berdiri
pada web root. MapServer dapat dipanggil untuk menempatkan gam bar peta statis pada
halaman htm!. Untuk membuat peta interaktif, gambar ditempatkan dalam bentuk html
pada suatu halaman web.

Aplikasi sederhana terdiri dari dua halaman html antara lain .

a. File Inisial, penggunaan bentuk dengan variabel yang tersembunyi untuk mengirimkan
inisial query pada http server dan Mapserver.

b. File Template, mengatur bagaimana keluaran peta dan legenda yang akan tampak di
browser dengan Mapserver. File template ini juga menentukan bagaimana pengguna
berinteraksi dengan aplikasi Mapserver.

4. Mapserver CGI - File biner atau executable yang menerima permintaan dan
mengembalikan gam bar dan data.

5. HTTP Server - menyajikan halaman HTML ketika diakses oleh pengguna browser.

8.4 Komponen Mapserver

MapServer sebagai proyek aplikasi open source banyak memanfaatkan aplikasi lain yang juga
bersifat open source, sedapat mungkin menggunakan aplikasi yang sudah tersedia jika
memang memenuhi kebutuhan, untuk menghemat sumber dnya dan waktu pengembangan.
Komponen MapServer terdiri atas empat komponen yaitu :

46
1. Komponen untuk akses data spasial.

Komponen ini bertugas untuk menangani baca/tu lis data spasial , baik yang tersimpan
sebagai file maupun yang tersimpan pada DBMS (Database Management System) .

2. Komponen untuk penggambaran peta.

MapServer akan mengirimkan tampilan pet a berupa gambar. Pemakai dapat memilih apa
format data gambar yang akan digunakan, dan dari beberapa komponen tersebut dapat
membentuk gambar peta yang dihasilan oleh MapServer.

3. Komponen untuk menangani proyeksi Peta.

Digunakan MapServer untuk keperluan menangani sistem proyeksi peta.

4 . Komponen pendukung.

8.5 Pengetahuan Dasar Mapserver

Dalam pengembangan aplikasi berbasis MapServer, diperlukan beberapa pengetahuan dasar


berikut:

1. Pengetahuan tentang peta digital antara lain meliputi skala format, bentuk, koordinat dan
sistem proyeksi. Pengetahuan dalam bidang ini sang at penting karena peta digital memang
merupakan data utama yang dikelola oleh MapServer.

2. Pengetahuan tentang sistem operasi dan server web pad a tempat dimana MapServer akan
dipasang.

3. Pengetahuan tentang struktur dan cara penanganan file berformat HTML.

Informasi yang dihasilkan MapServer akan dikirim ke klien 0Neb Browser) dalam format
HTML.

4. Pengetahuan tentang pemrograman di web.

47

._- - - _.- - - - - - - ­
Aplikasi MapServer umumnya bersifat dinamis dan interaktlf, sehingga hampir dipastikan
pengguna perlu melakukan penyesuaian melalui pemrograman . Misal dengan menggukan
PHP disisi server atau J2vacript di sisi klien .

5. Peng etahan tentang basis data,

Data spasial hampir tidak pernah lepas dari informasi lain dalam bentuk basis data .

8.6 Struktur File Konfigurasi MAP

MapServer menggunakan file konfigurasi *. MAP (file dengan akhiran .map, misalnya jawa.map)
sebagai file konfigurasi peta. File ini akan berisi komponen tampilan peta seperti definisi layer,
definisi proyeksi peta , pengaturan legenda, skala dan sebagainya. Secara umum , file *.map
memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

1. Berupa file teks .

2. Tidak case sensitif (tidak membedakan antara karakter yang ditulis dengan huruf besar
atau huruf kecil), sebagai contoh : kata "LAYER", "layer" maupun "Layer" memiliki arti yang
sama pada file *.map. Hal ini tidak berlaku bagi penamaan atribut, misalnya nama field
pada sebuah Shapefile (file *.shp). Nama filed harus dituliskan persis seperti yang tertulis
pada sumbernya. Meskipun tidak case sensitif, sebaiknya perlu ditentukan aturan
penggunaan huruf besar atau kecil untuk menjaga konsistensi. Pada umumnya digunakan
huruf besar untuk menuliskan isi file *.map

3. Teks yang mengandung karakter bukan alfanumerik (huruf dan angka), harus berada di
dalam tanda petik, misalnya : "/opt/webgis/map" (karena karakter 'f' bukan karakter
alfanumerik). Meskipun keharusan ini hanya berlaku untuk teks yang mengandung karakter
bukan alfanumerik, sebaiknya secara konsisten menggunakan tanda petik untuk setiap
variabel teks .

48
8.7 Kebutuhan Sistem

Sistem yang dibutuhkan untuk mem bangun suatu aplikas i MapServ er terdiri atas perang kat
keras dan perangkat lunak. Perang kat keras yang digunaka n adala h PC (Personal Computer)
yang terhiJbung dengan jaringan, baik jaringan internet maupun loka!. Spesifikasi perangkat
keras yang harus dipenuhi untuk pengembangan perangkat luna k yang dirancang adalah
minimal dapat menjalankan perangkat lunak sesuai kebutu han. Perangkat yang dibutuhkan
sangat bergantung pada kebutuhan aplikasi itu sendiri .

Untuk menggunakan MapServer, diperlukan perangkat lu nak sebagai berikut:

1. Sistem operasi komputer : Linux, Windows , Mac OS X, Solaris .

2. Web-server : Apache, Microsoft Internet Information Server.

3. Web Map Server : LIMN MapServer

4. Web Map Client

5. Web Browser: Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera.

6. Text editor: vi, emacs , notepad, homesite dan lainnya.

8.8 Instalasi Mapserver

Untuk memulai instalasi MapServer, diperlukan paket program aplikasi MapServer berupa file
terkompresi *.zip yang dapat diperoleh dengan cara mengunduhnya dari websitenya
(http://mapserver.gis.umn.edu/). Dapatkan versi terbaru yang ada pada website tersebut,
sebagai contoh ms4w_3.0_beta10.zip yang berukuran sekitar 31MB. Dekompresilah (unzip) file
tersebut pada sebuah direktori/folder ("ms4w") dengan beberapa sub folder di bawahnya.
Untuk memudahkan proses pengelolaannya, folder ms4w terse but dapat dipindahkan
sedemikian rupa sehingga berada pada root ("c:\ms4w") .

49
Hasii Unzip
Apache
, apps ~~~90!
~:: D:e-s l OP t' t= 2I;f). IO
_ gdaldata
M y Cc(·.J/r,e"-<':'
• t'1yC o rO~ l l" .; gdalplugins 1" 01 ..' ',1':::21'2.(.1 10
>}' 3'""" FIOf,D,:-, ( A)
t: Poke t /Z:/ lC. IO
. ' L e t:L! OI~ I' (C )
, httpd.d " f~ ' 6/22/ 2CII O
'j..o."Ij, " r ok'": , 6 /22I"10 10
proj
fIoCl Ql',.o~ "r ~ot '; rQ4,j.- , /;) 1' 2140 10
' python e f ola.... ' 6/,tl2tJ IO
(OI':;;- "' Q e "'c-I~ 6!2ZJ:1l1O
C0r.4.;o ·'s'
tmp ~ : O" D~(I,,'~!'o'" : (27/ 20 10
" l·vrurr... r~B alld cttn(l~

tools · tO~ ~ : C · r r: 9Fl O/ '07


l ie- Aim .:,:Ct~e.~CI F JH : OJ~ )

,. READrvIE_INSTALL.html 8.5e~·-, f dt. 91 1Oi 2(;(0

2::l apache -install .bat -DC!! fMtc.h fill!


~ ; CoCll,.~ t
l/XJt'1009
1/::7)2010

:::tJ apac h e-restar t .bat ;c' C'o.eU~ 1


)r t : -OC'ul'"'>U'!
7120/ 21106
1(27/::0 10
.:1:l apache-uninstall. bat
2Jsetenv .bat
; pl' OI , HISTORY .t x t
, DvthOl'l
, t ng mrsid-license. t x t
, to..A.1>
README_INSTALL. t xt
~~ MSOCa.:h e

" My .... 'kJs·(

; Novod/(,;m

Gambar 3, Contoh tampilan hasil unzip berikut sub folder di dalamnya

Kemudian lakukan instalasi aplikasi webservernya, dalam hal ini Apache , dengan cara meng­
klik dua kali pada file "apache-install.bat" yang terdapat dalam dalam direktori C:\ms4w (Iihat
gambar 3 di atas). Untuk menguji apakah MapServer MS4W ini sukses atau tidak, lakukan
pengetikan pada Command Prompt atau pada Internet Browser sebagaimana tercantum dalam
gambar-gambar berikut.

,~ , _ __ , . ~"" ,.. t_:_,-"


... .fThtt;t;~o,~-:;;~ma~~~;;;~~~-'------~ r~-l i . . J
----~'--,,'-'-'--------
..2.' Tero.nyok Oikl.r1j<J"'ilI J Cust""". Lhks '..J Free Hotmai ~ WII\dow, Mark;;1plac. WIndows Mod. l} Whdows "
:\r----==...
L-: .'
, '~ .... ---=,,=x- -,;rt~:: . ~

w_ .r.b';,n." •. c-..~ OrInbox (92), Yah... ,. _ http".... ".?·-


No query information to decode. QUERY_STRlNG is set. bur empty.

Selesai'
.,1:..

Gambar 4. Contoh saat pengujian MapServer MS4W, sukses

Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara mengetikkan pada browser : http:///oca/hostl atau
http://127.0.0.11. Perintah ini akan memperlihatkan halaman MS4W utama dalam browser
internet yang memberikan informasi umum apa yang telah diinstal berikut dengan informasi
konfigurasinya. Tampilan ini memberikan gambaran fitur yang telah terinstal dalam MS4W, dan
50
menguji mereka dengan memilih seti ap link yang ditemukan di halaman tersebut. Namun jika
tampilan tersebut digeser (scro/0 ke bawah , maka akan di dapat keterangan pada bagian
Application, bahwa belum ada aplikasi web based GIS seperti Chameleon atau MapLab yang
telah terinstal.

!l_erkas !,!bah Iampilan B.iwayat Bookmark ~crapBook 81at Bao.tuan

· C
_£_ Terbanyak Dikunjungi Customize Links Free Hotmail 1 Windows Marketplace Windows Media

i ,t:} MS4W .MapTools.org ,_; M54W- M ap5erver 4 Windows ~ I .·.

c ow'tchart.exe
o qifsample.exe
• OGRIPHP Exten sio n (documentation) <ill:!.l2lnfQ)

Applications
There are currently 0 MS4W addon packages installed.

! Setesai

Gambar 5. Keterangan bahwa belum ada aplikasi yang terpasang

Untuk menginstal aplikasi-aplikasi pada MapServer ini, bisa dilakukan dengan mengunduh file
pada alamat http://maptools.org/ms4w/index.phtml?page=downloads.html, sebagai sebuah file
terkompresi yang terpisah . Lakukan ekstraksi file tersebut dan masukkan pada folder-folder di
dalam folder C:\ms4w. Untuk mengecek apakah instalasi file berjalan sukses, lakukan restart
pada Apache dan tuliskan kembqli pada browser http://localhostl. Maka tampilan yang akan
muncul adalah sebagai berikut.

Applications
There is currently 1 MS4W add on package installed.

Chameleon 2 .4 URLs:

Chamel?on Administration.

Chameleon Documentation.

Chameleon HelpVievver.

Gambar 5. Penjelasan Aplikasi Chameleon telah terpasang

51
8.9 MAP File

8.9.1 Penyiapan Folder untuk Data

Disamping hasil instalasi MapServer sebagaimana telah dijelaskan pada pemba hasan
sebelumya , perlu disiapkan juga folder-folder yang akan digunakan sebc:Jgai tempat
menampung file-file latihan disini. Gambar berikut menjelaskan beberapa folder yang disiapkan
dan akan sering digunakan dalam dokumen ini.

\.~ Back <o /!- SeMch Fokiers 'X_ &...") L.:J •


Addre-ss ~ ~~0~\(.th~~s;;·,-~-~\~~--~-··'"··------"--··--~-~:..~~~~-""""·'""~""'-~"":..""-""~"'-'"'""'·"""'*'"'""""""'-·'"'-'-'-"--"=·•'-•'-'-"::J ~ Go

Fok!e" X [:;j]~~d;i~~"~""" :~,rn;:;;;:-,j,:"""''" "}I~:"~ """""""


• :). 3'h"-v(A.') ..:.J .~ ""'*'·""' };!f"""'.st.., J'.!-.sh>
+ -~ loc.!I!Dtsk(C:) .~actoo.sbx ,~fbanb.shx !!h'ldustri.rrd
-:-. ..- Locei D+sk(D:) ,:;!)fblock.d>f ~industri.tfw
.. _; AAJI :!!iifblock.sbn c ndustri.tf
_j Adrn K~at¥1 Tanti Folder yang :;;l fblock.sb, .•~Jj)ob_-.<l>f
.) A1Qor411_,....acle ~fblock.st.., .lll!ob-"""'"·"'"
disiapkan ~fbiock.sf1• ~)ob_danau.sb•
.•")f<><trct.<l>f -'~""-""""'·""'
,;if<><tnct.m :;;llob_danau.w
~fd<to<t .sb' .>))ob..J".<l>f
~f<i<tnct . st.., :~)ob..J".m
iitfdstriet .shx -~)ab_jal .sbx
~~;)froads ..ti ~}ab_jal.~
~foOO<k.m .~)ob..J". sh><
.<l!foOO<k.sb> ,.")!ob_.... <l>f
JilfoOO<k.st.., g)ob_....m
gfroads.shx ~)ab_lr.ot.sbx
.~lj-.<l>f :r;!lob_.... st..,
'!!!-·"I ;;;!lob_....sru.
~-·""' -")iob_......<l>f
;;;!-.sb· ~""-.....·""'

Gambar 6. Penyiapan Folder Latihan

Sebagaimana, dijelaskan pada gambar diatas, ada empat folder yang disiapkan dengan
penjelasan sebagai berikut :

a. Folder Font untuk menampung font-font yang akan digunakan pada penulisan label atau
anotasi yang dilakukan melalui mapfile dan ditampilkan pada layer melalui sebuah web
browser

b. Folder MapFile untuk menampung script-scrip mapfile yang digunakan untuk


menampilkan layer-layer pada sebuah browser. Penjelasan tentang mapfile akan
dibahas lebih rinci pada bab-bab berikutnya

c. Folder Shp untuk menampung data shapefile yang dihasilkan dari aplikasi GIS lain
sebagai data dasar yang akan ditampilkan dalam layer. Untuk data Shapefile disini
digunakan area studi di Provinsi Banten.

52
d. Folder Symbol untuk menampung file Symbol yang akan digunakan oieh mapfile dalam
menampilkan simbol-sim bol tertentu pada layer.

8.9.2 Dasar-Dasar MapFile

Mapfile merupakan inti dari MapServer. Ia mendefinisikan hubungan antara obyek-obyek dan
titik-titik pada MapServer dimana ia diletakkan dan bagaimana ia digambarkan . Di dalam setiap
mapfile terdapat beberapa definisi obyek dengan "Map" yang bertindak sebagai "roof'.
Pendefinisian ini selalu diawali dengan keyword milik obyek itu sendiri . diikuti oleh blok (baris-
baris detil definisi obyek) dan diakhiri oleh keyword "End'. Dengan demikian pendefinisian
obyek lainnya akan berada di dalan blok definisi "Map". Berikut adalah beberapa obyek utama
yang sering digunakan dalam mapfile sederhana.

a. Map

Obyek ini mendefinisikan obyek master (obyek yang menyimpan obyek lain yang berada di
dalamnya) milik mapfile yang bersangkutan. Selain itu obyek root juga mendefinisikan obyek
dan parameter-parameter peta/aplikasi seperti halnya config, datapattern, status, units, size,
extent, imagecolor, dan lain sebagainya.

b. Layer

Obyek yang paling sering digunakan ini mendefinisikan layer-layer yang kemudian membentuk
tampilan peta digitalnya. Layer-layer digambarkan sesuai dengan urutan kemunculan/penulisan
di dalam mapfile terkait. Dengan demikian, layer pertama akan diletakkan di dasar sehingga
tampilannya bisa tertutupi oleh tampilan laye:r berikutnya.

c. Class

Obyek ini digunakan untuk mendefinisikan kelas-kelas tematik untuk suatu layer yang
ditentukan. Oleh karena itu setiap layer paling tidak memiliki satu kelas . Ketika suatu layer
memiliki lebih dari satu kelas, maka keanggotaan kelas-kelasnya ditentukan oleh nilai-nilai
terkait (data values) beserta ekspresi yang digunakan untuk mengevaluasinya

d. Label

53
Obyek ini digunakan untuk mendefin isikan label yang kemudian sering digunakan sebagai
anotasi (atau teks) unsur-unsur spasial. Meskipun demikian , label juga bisa digunakan sebagai
simbol melalui pemanfaatan berbagai font truetype

e. Style

Obyek ini digunakan untuk menyimpan parameter-parameter simbol yang dipakai . Dengan
adanya obyek ini, setiap kelas dapat memiliki simbol dengan tipe, ukuran dan warna tersendiri.

Sebagai contoh berikut adalah mapfile sederhana yang dapat digunakan untuk menampilkan
sebuah layer peta di dalam program aplikasi browser internet.

# Menampilkan LAYER.
#
MAP # tanda awa! mapfile
NAME Kecamatan # Nama mapfile ini
IMAGETYPE JPEG # format image yang dihasilkan, bisa PNG, GIF, dll
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670 # x1,y1; x2,y2 batas tampilan
STAlUS ON # petanya muncul, default, ON
UNITS METERS # satuan meter, UTM
SIZE 800 600 # ukuran image
SHAPEPATH "D:\Cth_MapServer\shp" #(sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255 # warna latarbelakang batas tampilan, putih
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # tanda awal definisi layer
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA cam at # nama shapefile
STAlUS ON # default, status layer aktif atau muncul
TYPE POLYGON # untuk polygon
CLASS
NAME "Kecamatan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 159 174 225 # warna latar depan, biru muda
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END # penutup definisi style
END # penutup definisi class
END # penutup definisi layer
#
;I:ND . # penutup mapfile

Kemudian dengan memasukkan perintah pada browser sebagai berikut : http:/1/ocalhostlcgi-bin


lmapserv.exe?map=D:\Cth_MapServer'IMapFile\Contoh_MF01.map&/ayer=Kecamatan&mode=
map, maka pada browser akan tampil citra kecamatan sebagai dalam Gambar 6.
Contoh_MF01 .map merupakan nama file dari mapfile di atas, sementara
0:\Cth_MapServer\MapFi/e\ merupakan lokasi dimana mapfile tersebut berada

54
Terb.rtl'aki>Nxl~ "' Cust:~..,
;;;
.,tm--.....--..-""'-i:!-!!.!_O~-=•e!:!!"-~d'___!"~'-------­
mapsCf'V.~" e (Gambar JPEG, ~urao ...

-:

Gambar 7. Tampilan peta dengan MapServer

Untuk menampilkan lebih dari satu layer data spasial, user perlu mendefinisikan obyek tersebut
sebanyak yang diperlukan. Penulisan definisi layer tersebut diletakkan setelah penulisan definisi
layer pertama. Misalnya pada MapFile di atas, jika user ingin menampilkan pula layer lain
berupa layer ''jalan", maka ia harus menambahkan definisinya penutup definisi layer
"kecamatan" . Berikut adalah contoh penambahan tersebut:

# Tampilan MULTILAYER
#
MAP

#
LAYER
NAME Kecamatan # nama layer Kecamatan
DATA camat

END # penutup definisi layer Kecamatan


# Awal Pendefinisian Layer Jalan
#
LAYER # tanda awal definisi layer
NAME Jalan # nama objek layer
DATA jln # nama shapefile
STATUS ON # default, status layer aktif atau muncul
TYPE UNE # untuk line & polyline
CLASS
NAME "Jalan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 207 46 5 # warna jalan berwarna merah
END # penutup definisi style
END # penutup definisi cl::~ss
END # penutup definisi layer Jalan
#
END # penutup MapFile
55
Berikut adalah tampilan yang dihasilkan
,_LOL><.Ij
-
;~-~~- c~-· :~;; ;:::~~~:::;':~:k\(,;;::c;~:;;;;;;;;:-~-:.,. -- ill···----·------------1
I

m~~v.eM.e (GunbM Jf'fG, ukwan ... I

Gambar 8. Tampilan peta multilayer dengan MapServer

8.10 Data Input

Semua yang sudah dijelaskan pada contoh-contoh di Bab-bab sebelumnya adalah bagaimana
MapServer mengelola data dalam format data vektor. Definisi data vektor sendiri adalah :

"Sebuah abstraksi dari dunia nyata dimana data posisional diwakili da/am bentuk
koordinat. Dalam data vektor, unit dasar dari informasi spasial adalah titik, garis dan
poligon. Setiap unit ini disusun secara sederhana sebagai rangkaian dari satu atau
/ebih titik koordinat. Sebagai contoh, garis adalah ko/eksi poin yang terkait, dan
poligon merupakan kumpulan dari baris terkait. gambar Vector didefinisikan secara
matematis sebagai serangkaian poin bergabung dengan baris. gam bar berbasis vektor
memiliki resolusi bebas. Artinya bahwa mereka muncu/ dengan resolusi maksimum
pada perangkat-perangkat output, seperti printer atau monitor. Setiap objek memiliki
karakter mandiri dalam warna, bentuk, garis, ukuran, dan posisi di layar. "
(http://coris. noaa. gov!glossarylglossary_l_z.html#v)
56
Sebagaimana diketahui secara umum bahwa data spasial yang tersedia untuk pera ngkat lunak
sistem informasi geografis terdiri dari dua jenis, yaitu data vektor dan raster. Kedua tipe data
ini saling melengkapi di dalam usaha untuk merepresentasikan atau menggambarkan
permukaan bumi yang sebenarnya.

8.10.1 Jenis Format Data Vektor

Setiap jenis data terdiri dari sebuah sumber data (data source) dan (satu atau lebih) layer.
Kedua jenis ini berlaku untuk MapServer dan OGR.

Sumber data (data source) - adalah : sekumpulan layer yang disimpan di dalam sebuah
repositori umum. lni mungkin merupakan sebuah file yang menangani beberapa layer di
dalamnya atau sebuah folder yang memiliki beberapa file.

Layer - adalah sebuah sub set dari sebuah data source yang mengandung informasi di dalam
satu jenis format vektor (titik, garis dan poligon) .

Ada tiga jenis format data GIS dan data pemetaan. Tiap data ditangani secara berbeda. Berikut
ini dalah jenis-jenisnya dan beberapa contoh format :

• Jenis Berbasis File (File based) - contoh shapefile, Microstation Design Files (DGN),
citra GeoTIFF. Data jenis ini terdiri dari satu atau lebih file yang disimpan dalam sebuah
folder. Dalam beberapa kasus ia menggunakan file tunggal (contoh DGN), namun untuk
kasus ESRI shapefile, sebagai contoh , terdiri dari sedikitnya masing-masing tiga file
dengan ekstensi nama file yang berbeda : SHP, DBF dan SHX. Pada kasus ini seluruh
tiga file tersebut dibutuhkan karena masing-masing menjalankan tugas yang berbeda
secara internal

Jenis Berbasis Direktori (directory based) - contoh ESRI Arclnfo, US Census Tiger.
Data jenis ini terdiri dari satu atau lebih file yang disimpan dalam cara tertentu di dalam
sebuah folder induk. Dalam beberapa kasus (misalnya Coverages), mereka juga
membutuhkan folder tambahan di lokasi yang lain dalam pohon file (file Tree) agar bisa
diakses. Direktori itu sendiri mungkin merupakan sumber data (data source) . File-file
yang berbeda dalam direktori sering merepresentasikan layer dari data yang tersedia.

• Jenis Koneksi Database (database connection) - contoh PostGIS, ESRI ArcSDE,


MySQL. Koneksi Database sangat mirip dengan file dan struktur berbasis direktori
(directory based) dalam satu hal: mereka menyediakan data koordinat geografis bagi

57
MapServer untuk ditafsirkan . Hal tersebut mungkin menyederhanakan apa yang terjadi
di dalam MapServer, tetapi pada intinya yang dibutuhkan adalah akses ke koordinat
yan g membentuk dataset vektor. Koneksi Database menyediakan aliran data koordinat
yan g disimpan sementara (misalnya dalam memori) dan dibaca oleh MapServer untuk
membuat peta . Atribut atau data ta bular lain juga mungkin diperlukan, tetapi fokus dari
panduan ini data koordinat.

8.10.2 Format Data Raster yang di Dukung

Apa format raster yang didukung oleh MapServer sebagian besar dikendalikan oleh opsi waktu
konfigurasi. Beberapa format dianggap built-in , sementara sisanya ditangani oleh optional
GOAL raster library. lnformasi lebih lanjut tentang GOAL dapat ditemukan di
http://www.gdal.org, termasuk daftar format yang didukung .

Untuk mengetahui apa saja yang dapat dibangun oleh MapServer (input, output dan support)
serta untuk mengetahui format raster apa saja yang tersedia dalam GOAL (Geospatial Data
Abstraction Library), pengguna dapat memeriksanya pada command promt sebagaimana
contoh berikut :

C:\ms4w\Apache\cgi-bin>mapserv -v
MapServer version 4 .6.1 OUTPUT=GIF OUTPUT=PNG OUTPUT=JPEG OUTPUT=WBMP OUTPUT=PDF
OUTPUT=SWF OUTPUT=SVG SUPPORTS=PROJ SUPPORTS=FREETYPE SUPPORTS=WMS_SERVER
SUPPORTS=WMS_CUENT SUPPORTS=WFS_SERVER SUPPORTS=WFS_CUENT SUPPORTS=WCS_SERVER
INPUT=JPEG INPUT=POSTGIS INPUT=OGR INPUT=GDAL INPUT=SHAPEFILE DEBUG=MSDEBUG

C:\ms4w\tools\gdal-ogr-utils>gdalinfo --formats
Supported Formats:
VRT (rw+): Virtual Raster
GTiff (rw+ ): GeoTIFF
NITF (rw+): National Imagery Transmission Format
HFA (rw+): Erdas Imagine Images (.img)
SAR_CEOS (ro): CEOS SAR Image
CEOS (ro): CEOS Image
ELAS (rw+): ELAS
AIG (ro): Arc/Info Binary Grid
AAIGrid (rw): Are/Info ASCII Grid
SDTS (ro): SDTS Raster
DTED (rw): DTED Elevation Raster
PNG (rw): Portable Network Graphics
JPEG (rw): JPEG JFIF
MEM (rw+): In Memory Raster
JDEM (ro): Japanese DEM (.mem)
GIF (rw): Graphics Interchange Format (.gif)
ESAT (ro): Envisat Image Format
BSB (ro): Maptech BSB Nautical Charts
XPM (rw): Xll PixMap Format
BMP (rw+): MS Windows Device Independent Bitmap
AirSAK. (ro): AirSAR Polarimetric Image
RS2 (ro): RadarSat 2 XML Product

58
PCIDSK (rw+ ): PCIDSK Database File
ILWIS (rw+ ): ILWIS Raster Map
PNM (rw+ ): Portable Pixmap Format (netpbm)
DOQl (ro) : USGS DOQ (Old Style)
DOQ2 (ro): USGS DOQ (New Style)
ENVI (rw+ ): ENVI .hdr Labelled
EHdr (rw+): ESRI .hdr Labelled
PAux (rw+) : PCI .aux Labelled
MFF ( rw+): Atlantis MFF Raster
MFF2 (rw+): Atlantis MFF2 (HKV) Raster
FujiBAS (ro): Fuji BAS Scanner Image
GSC (ro): GSC Geogrid
FAST (ro): EOSAT FAST Format
BT (rw+): VTP .bt (Binary Terrain ) 1.3 Format
LAN (ro): Erdas .LAN/.GIS
CPG (ro): Convair PoiGASP
IDA (rw+ ): Image Data and Analysis
NDF (ro): NLAPS Data Format
ECW (rw): ERMapper Compressed Wavelets
JP2ECW (rw+ ): ERMapper JPEG2000
LlB (ro): NOAA Polar Orbiter Level lb Data Set
FIT (rw): FIT Image
USGSDEM (rw): USGS Optional ASCII DEM (and CDED)
GXF (ro): GeoSoft Grid Exchange Format

Jika MapServer dibangun dengan GOAL umumnya lebih baik untuk mengakses semua
kemungkinan format melalui GOAL daripada melalui built-in driver.

8.10.3 Menampilkan Layer Raster dan Vektor dengan MapFile

Sebagaimana perangkat lunak SIG lainnya, MapServer memiliki kemampuan untuk mengelola
kedua jenis data ini di dalam setiap aplikasinya. Skema yang dituliskan pada mapfile untuk
menampilkan raster adalah sebagai berikut :

#
MAP

#
lAYER
NAME NamalayerRaster
lYPE Raster
DATA NamaFileRaster
PROCESSING ParameterPemrosesanRaster

END # penutup definisi layer raster


#
END # Awal Pendefinisian Mapfile

Berikut adalah contoh sebuah mapfile untuk menampilkan raster dan vektor secara bersamaan

# Menampilkan Raster dan Vektor bersamaim.


MAP
NAME Kompleks
IMAGElYPE JPJ:G
EXTENT 784148.0 9236345.0 785769.0 9237682.0
STATUS ON
59
UNITS METERS # satuan meter, UTM
SIZE 800 700
SHAPEPATH "d:\Cth_MapServer\shp"
IMAGECOLOR 255 255 255
# Mulai pendefinisian layer Raster
LAYER
NAME Kompleks
TYPE RASTER
STATUS ON
DATA "d:\Cth_MapServcr\shp\kompleks. tif' # file imager dengan format Geotiff
PROCESSING "BANDS=1,2,3" # ditampilkan dalam kombinasi kanal 1, 2, 3
OFFSITE 71 74 65
END # Akhir definisi layer raster
# Mulai pendefinisian layer Vektor
LAYER
NAME Bangunan
DATA kom_bgn
STATUS ON
TYPE POLYGON
CLASS
NAME "Bangunan"
STYLE
COLOR 214 252 158 # warna latar depan, hijau muda sekali
OUTUNECOLOR 0 0 0 # warna batas, hitam
END # penutup definisi Style
END # penutup definisi Class
END # Akhir definisi layer vektor
#
END # Akhir mapfile

Kemudian pada layar browser, tuliskan pada addressnya : http:l/localhostlcgi-binlmapserv.exe?


map=d:\cth_mapservetimapfile\contoh_mf03.map&layers=all&mode=map, maka akan tampil
raster dan vektor sebagaimana gambar berikut.

~ -'--~ --- ~ ~tt ~ So'~ ~ ~


. " -·- .

~~-~=~--~- -~~--~ ~ -~-:. fti~,-~~---::-~:\dh~~·~~~,;o;~;~:-~~~ l::~.-~..:.:~·~----····;_____ ,____ <0•~--'."

Gambar 9. Tampilan Raster dan Vektor sekaligus

60
8.11 Lebih Lanjut dengan MAPFile

8. 11.1 Menampilkan Simbo/

Untuk menampilkan simbol, MapServer memerlukan minimal sebuah file simbol yang berfungsi
sebaga i pustaka daftar simbol yang akan digunakan dalam MapServer untuk
merepresentasikan unsur-unsur spasialnya. File simbol ini merupakan file teks ASCII yang
umumnya berekstensi "*.sym" .

Pada simbol terdapat beberapa tipe yang bisa digunakan antara lain :

Vector : gambar sederhana digunakan untuk mendefinisikan bentuk simbol,

Ellipse : jari-jari nilai dalam arah x dan y mendefinisikan sebuah elips

Pixmap : gambar GIF yang diberikan pengguna akan digunakan sebagai simbol

Truetype : font TrueType untuk digunakan sebagaimana didefinisikan dalam FONTSET


tersebut.

Cartoline : memungkinkan untuk desain yang berbeda dari garis (miter, bevel, round,
dan lain-lain) . lnformasi lebih lanjut dapat ditemukan dalam dokumen Simbol kartografi.
Berikut perbedaan bentuk Miter, Round dan Bevel pada garis.

Dal m aplikasi MapServer parameter simbol yang diambil dari MAPFile dan SimboiFile sebagai
berikut:
MAPFile:

• Parameter TYPE mendefinisikan jenis geometri (titik, garis atau poligon) untuk setiap
lapisan (layer) . Simbol yang sesuai diberikan sebagai titik tunggal, garis atau area
simbol.

• Definisi warna, kecerahan (melalui parameter warna), ukuran dan garis besar diatur
dalam STYLE section yang dari bagian-KELAS oleh parameter WARNA, UKURAN dan
OUTLINE COLOR.

61
• Menggabungkan beberapa elemen dasar untuk mendapatkan sebuah lambang yang
rumit dengan beberapa STYLE dalam satu layer.

Simbol File:

• Definisi bentuk dan pola dengan TYPE, POINTS, IMAGE , FILLED, STYLE dan GAP.

a. Simbol Tipe Vektor dan Elips

Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana untuk menggabungkan beberapa elemen


dasar untuk membuat simbol titik yang baru . Kombinasi tersebut dicapai dengan
menambahkan beberapa STYLE dalam satu layer. Setiap elemen dasar mewakili satu item
dari file SYMBOL, yang terpusat dan di-overlay kan .

LAYER-Section in the Map-File: Symboldefinitions in the Symbolfile:

L.A.Y ER
NAME Signatur1 SYMBOL
TYPE POJm - - Point Layer NAME ··quadrat
STATUS ON TYPE VEClOR


DATA .. POIN TS
00
CL!,SS 01
11
STYLE 10
SYMBOL "qttadta!" 00
SIZE 40 END
COLOR 0 C255 ;::ilL EO TRUE
OUTUNECOLOR 0 0 0 END
END
SYMBOL
STYLE NAME "punkr'
SYMBOL "punkt" TYPE EL LI PSE - - which symbol type is used
SIZE 30 POINTS
COLOR 204 204 255 11 • Length or X andY radius or the Ellipse
END END

STYLE
SYMBOL ' kreuz2·
FILLED TRUE
END •
SIZE 16 ------- SYMBOL
COLOR 0 0 0 - - - - - - NAME "k:euz2"
END TYPE VECTOR
POINTS
END 00
END 11
-99-99
X
01 Negative values can be used
10 to separate singles vectorllnes
END (also called pen-up command}
END

Visual appearance of the final result

b. Membangun simbol garis

Untuk menampilkan garis geometri, yang paling sering digunakan adalah simbol titik
sederhana (lingkaran diisi I SYMBOL 0). Titik ini diwarnai pada setiap piksel sepanjang
garis, memberikan garis kontinyu dengan ujung yang bulat Untuk membuat pola garis
menggunakan STYLE bagian dari file SYMBOL. Pada bagian ini ditentukan berapa banyak
62
pixel bagian tersebut akan ditampilkan dan berapa banyak yang dibiarkan kosong . Pola ini
diulang beberapa kali hingga pola akan masuk ke elemen . Gambar berikut menunjukkan
efek ini.

LAYER~ ection in the Map-File: Symboldefinitions in the Symbol-f ile :

LAYER
N/,ME St:asse
TYPE LINE D rawi ng a Laye r of
STATUS ON Line Featu r es
DATA

ClASS SYMBOL
NAME "punhl"
STiLE TYPE ELLIPSE
COLOR 0 0 0
SY~-1BO L punkt"
SIZE 7
END
POL~ iS
11
END
FILLED TRUE:
END

STYLE
COLOR 255 255 0
SYMBOL "pun~!"
SIZE 5
END SY MBOL

STYLE ~¢~f ~t'~~~~;~~Sir4


COLOR o o o POINTS
SYMBOL hntc ges1r•·· -------+ 11
SIZE 1 END
END STYLE
Thi s defines a Line-Pattern -10 Pixels
10 10 10 10
END END will be drawn w ith the 111 BllpseBrush-
END END 10 Pixel GAP -10 Pixel Line- and again
a 10 Pixel GAP

Visual appearance of the final result

Contoh-contoh pendefinisian simbol dapat dilihat pada bagian lampiran

Berikut beberapa contoh penggunaan simbol dalam mapfile untuk menampilkan lokasi tempat-
tempat wisata pada propinsi Banten.

#
MAP # tanda awal mapfile
NAME Kecamatan # Nama mapfile ini
IMAGETYPE JPEG # format image yang dihasilkan, bisa PNG, GIF, dll
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670 # x1,y1; x2,y2 batas tampilan
STATUS ON
UNITS METERS # satuan meter, lJTM
SIZE 600 500 # ukuran image
SHAPEPATii "d:\Cth_mapserver\shp" #(sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255 # warna latarbelakang batas tampilan, putih
SYMBOLSET "d:\Cth_mapserver\simbol\simbol.sym" #(sub) direktori data symbolfile berada
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # tJnda awal definisi layer Kecamatan
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA cam at # n~ma shapefile
STATUS ON
lYPE POLYGON
CLASS
NAME "Kecamatan" # nama layer di legenda
SlYLE
COLOR 159 174 225 # warna latar clepan, biru muda sekali
OUTUNECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END
END
63
END # Akhir definisi layer Kecamatan
#
LAYER # tanda awal definisi layer simbol
NAME Wisata # nama obyek layer
DATA wst # nama shapefile
STATUS ON
TYPE POINT # tipe simbol
CLASS
NAME "Wisata"
STYLE
SYMBOL "Home" # "name" pada file symbol berupa PIXMAP (cek pada lampiran)
SIZE 20 # menentukan ukuran simbol
COLOR 251 91 38 # merah
OUTLINECOLOR 0 0 0 # hitam
END # akhir definisi STYLE
END # akhir definisi class
END # Akhir definisi layer Wisata
#
END # Akhir mapfile

Kemudian pada layar browser, tuliskan pada addressnya : http:/1/oca/hostlcgi-binlmapserv.exe?


map=d:\cth_mapserver\mapfile\contoh_mf05_simbo!.map&layers=all&mode=map, maka akan
tampil gambar sebagaimana gambar berikut.

'*-44HPdtr. 4dtAid'Riit.Ui£·1i+t=lff1 '\rl'Pt·~ ~~lQJ~


"""""'
.oA.

~ ~ }~~-~ - ~----~"""""'~~"
~- · c , I !~ http:,;;~;;;;~-:;;;~:;;:;;---·· p~-~----;--

Te<~.!JI.:.£:'oNs.).n;j :.... : CustCI'nllel.Rs •...i FreeHotmai Windows M¥~pi.,ce • wndowsMe!S4

. . ~ - ma.::~~~~:(~~F.~~:~;;,~~-L,:::,

'
1
j_~a __ _;;_c. _ _ _ _ _ _ _ _ : _ _• _ _ _ _ _ _ _ _ ...;___ ---..:•••• ~ .• ..&

Gambar 10. T ampilan simbol lokasi wisata pad a poligon peta

8.11.2 Menuliskan Label dan Anotasi

Untuk memudahkan penulisan label pada layer spasial di dalam sebuah mapfile, setiap
pengguna perlu memahami skema terkait. Berikut adalah contoh skema tersebut :

64
#
MAP

SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp" # file data SHP


FONTSET "d:\Cth_mapserver\font\font.dat" # file data font

LAYER

LABELITEM "NAMA" # Nama field untuk label


CLASS
NAME # Nama Kelas untuk label
STYLE

END# style
LABEL
FONT Nama Font
TYPE lipe Font
SIZE Ukuran Font
POSmON Posisi Relatif Label
COLOR Warna Label
END # Akhir definisi label
END # Akhir definisi class
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

Berikut adalah contoh mapfile yang melibatkan dua layer, yaitu layer batas administrasi yang
bertipe polygon dan outlet yang bertipe symbol titik.

#
MAP
NAME Outlet
IMAGETYPE JPEG
EXTENT -84.410 33.750 -84.355 33.79
STAlUS ON
UNITS DD
SIZE 600 500
IMAGECOLOR 255 255 255
SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp"
FONTSET ''d: \Cth_mapserver\font\font.dat" # file data font
SYMBOLSET "d:\Cth_mapserver\simbol\simbol.sym" #file data simbol
#
LAYER # mulai pendefinisian layer administrasi berikut labelnya
NAME Administrasi
DATA ad min
STAlUS ON
TYPE POLYGON
LABELITEM "NAMA"
CLASS
NAME "Administrasi"
STYLE
COLOR 214 252 158
OUTLINECOLOR 177 14 14
END #style
LABEL
FONT arial # jenis font label
TYPE TRUETYPE
SIZE 15 # ukuran font label
POSmON cc
COLOR 0 0 255 # warna label, Biru
END #label
END #class
END # Akhir definisi layer
#
LAYER # mulai pendefinisian layer simbol
NAME Outlet
65
DATA outlet
STA1US ON
IYPE POINT
LABELITEM "OMZIT'
CLASS
NAME "Outlet"
SIYLE
SYMBOL "Bulat" # nama simbol
SIZE 12
COLOR 233 29 60 # merah
OUTLINECOLOR 0 0 0 # merah
END # akhir definisi style
LABEL
FONT arial # nama font untuk label di atas simbol
IYPE TRUEIYPE # tipe font
SIZE 8 # ukuran label
POSmON UC # posisi label Y-upper, X-tengah
OFFSET 22 # offset label
MINDISTANCE 8 # spasi label yg. sama
MAXSIZE 48 # maks ukuran font ketika diskalakan
COLOR 000 # warna hitam
FORCE TRUE # labeling untuk kelas yg. ON
BUFFER 2 # jarak di sekitar label
END # Akhir definisi label
END # Akhir definisi class
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

Pada mapfile di atas, layer pertama menampilkan data value milik field "NAMA" sebagai label
unsur-unsur spasial tipe poligonnya, sementara layer kedua menampilkan data value milik field
"OMZET" sebagai label unsur spasialnya. Berikut adalah hasil tampilannya pada browser.

I
.I

Gambar 11. Tampilan label pada layer

66
8.11.3 Menampilkan Kelas-Kelas Layer

Pada pembuatan peta tematik yan g menampilkan informasi suatu wilayah , unsur-u nsur spasial
yang terdapat di dalamnya (terutama layer yang berbasis unsur dengan tipe poligon) diberi
simbol (termasuk pola arsiran) dan warna yang sesuai dengan kelas atau jenis tematiknya.
Sebagai contoh, pada peta tataguna lahan, wilayah hutan diberi warna hijau, pemukiman diberi
warna merah dan seterusnya.

Pembuatan peta tematik seperti ini, pada umumnya sangat mudah dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak SIG-Desktop, tetapi cukup rumit jika menggunakan MapServer.
MapServer tidak se-interaktif dan se-fleksibel perangkat lunak SIG-desktop. Pada MapServer
setiap layer bisa memiliki lebih dari satu CLASS. Keyword ini digunakan untuk mendefinisikan
bagaimana setiap obyek (unsur spasial) akan digambarkan pada layar monitor. Kemudian
dengan tambahan keyword CLASSITEM pengguna dapat memilih field yang akan digunakan
sebagai dasar pemisahan unsur-unsur spasial sehingga menjadi beberapa kelas. Sementara itu
detil bagaimana kelas-kelas itu dipisahkan, MapServer menggunakan keyword EXPRESSION.

Dalam MapServer, keyword EXPRESSION memiliki peran yang penting yang memungkinkan
pengguna dapat mendefinisikan keanggotaan kelas-kelas dalam peta tematiknya. MapServer
menyediakan beberapa tipe ekspresi, yaitu:

1. Perbandingan string (string comparisons) : sebuah atribut tunggal di bandingkan dengan


sebuah string value atau di-cek apakah sama dengan sebuah nilai. Ekspresi ini belum
didukung oleh tipe data date dan operator-operator logika >, <. >= dan <=. Contoh
berikut dalah penulisan string comparisons

EXPRESSION ("[Kab_Kod]"="Kota Bogor''j

2. Ekspresi reguler (regular expressions) : sebuah atribut tunggal dicocokkanldipadankan


dengan sebuah ekspresi reguler. Penulisan ekspresi reguler pada MapServer diapit oleh
garis miring I I tanpa tanda petik. Berikut adalah contoh penulisan ekspresi reguler :

EXPRESSION /Bogar/

3. Ekspresi logika (logical "MapServer expressions") : satu atau lebih atribut dibandingkan
dengan menggunakan ekspresi logika. Penulisan ekspresi logika diapit oleh tanda
kurung {), sementara nama fieldnya diapit oleh tanda kurung siku [ ]. Nama-nama yang
menjadi bagian dari ekspresi logika inibersifat case sensitive. Ekspresi logika telah

67
mendukung operator logika seperti : =, <, > , <= , >= , or, and, dan lain-lain . Berikut adalah
contoh untuk ekspresi logika .

EXPRESSION ([kodekab] = 1 or "[Kab_Kod}" ="Kab.Serang '')


Adapun secara ringkas skema mapfile dari prosedur peng-klasan ini dapat dilihat sebagai
berikut:

#
MAP

- LAYER

CLASSITEM # nama field kelas


#
CLASS
EXPRESSION # ekspresi 1
STYLE

END #End style 1


END # End class 1
#
CLASS
EXPRESSION # ekspresi 2
STYLE

END #End style 2


END #End class 3
#

Berikut adalah contoh mapfile untuk pembuatan kelas berdasarkan kode kabupaten pada
provinsi Banten, dengan menggunakan metode ekspresi logika dan hasilnya dibagi menjadi
empat kelas.

#
MAP
N~ ~~ #~~~~
IMAGElYPE JPEG
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670
STAlUS ON
UNITS MITERS
SIZE 600 500
SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp" #(sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255
#
LAYER
NAME Kecamatan
DATA camat
STAlUS ON
TYPE POLYGON
CLASSITEM "Kodekab" # nama field kelas
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 1) # ekspresi utk kelas, nama kelas, data value
STYLE
!=OhQ~ . _ !59 !74 225 # warna latar deRail, biru mucla sekali
68

-
OLJTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END # style
END # class
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 2)
STYLE
COLOR 134 70 6 # warna latar depan, merah bata/coklat muda
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END# style
END# class
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 3)
STYLE
COLOR 60 123 17 # warna latar depan, hijau
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END# style
END# class
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 4)
STYLE
COLOR 251 207 57 # warna latar depan, kuning
OLJTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END# style
END# dass
#
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

l<o""!.!><'>l..-!!.'HYot-~-!1"-
l~- --~ c·· -----------__.--~v~~/bohost/~~:;~:~;~-::;; · :- ~~~~ J'
.
-~ T~llkOiult.ni~i __) Cust~~ , • Freeliottnoil __ k, ~~~e -.. • Wrdows~~-
' ~s.•• y ,_ 0!~(99)· .. :.: ...~~~--- ~~--- ~ "t~!:~:~~-:... ;:':..~ _·":· y

Gambar 12. Pengklasan pada Mapfile dengan menggunakan ekspresi logika

69
8.11.4 Menampilkan Elemen Skala dan Mata Angin

Pada MapServer cara yang paling umum dan seri ng digunakan untuk menampilkan nilai skala
tampilan aktual peta dijital adalah dengan memu nculkan Scale Bar yang bersangkutan . Scale
bar dapat diletakkan pada posisi atas maupun bawah , kiri ataupun kanan sesuai dengan
peri ntah yang dimasukkan di dalam mapfilenya . Berikut adalah contoh pendefinisian obyek
scale bar pada mapfile setelah mendefinisikan layer poligonnya

,..,,,,,. {w - •ms-es::vtttr ttlt~d--~~-


~s 1,.1:>11> !r(lkt !!)o<eytlt ~k Scrd~ ~ i9.IQtuerl

Gambar 14. Menampilkan Scale Bar pada MapServer

MAP

#
lAYER

END # Akhir pendefinisian Layer


#
SCALEBAR
STATIJS EMBED
. lABEL
SIZE Medium
COLORO 0 0
OUTUNECOLOR 255 255 255
END # End label
STYLEO
INTERVALS4
SIZE 200 5
COLORO 0 0
BACKGROUNDCOLOR 255 255 255
OUTUNECOLOR 0 0 0
UNITS KILOMETERS
POSffiON LR # letak Scalebar di kanan bawah (lower right)
TRANSPARENT TRUE
END # Akhir dari Scalebar
#
END # Akhir mapfile

70
Status EMBED di atas digunakan untuk menyatukan (meng-embed) tampilan grafik scale bar ke
dalam tampilan peta dijitalnya. Untuk menentukan ukuran label (karakter huruf) pada sca le bar,
user dapat menggunakan parameter Tiny, Small, Medium, Large dan Giant..

11 22 33
I 0 10 20
0(
3'6
.d I

40 km
~~----~L_a_b-el_u_k_u-ra_n_T_I_N_Y~ \__ I Label ukuran GIANT
Untuk scale bar penggunaan parameter 0 untuk keyword STYLE akan menyebabkan bentuk
scale bar memiliki ketebalan sesuai dengan parameter yang ditentukan oleh parameter untuk
keyword SIZE. Sementara penggunaan parameter 1 akan menyebabkan scale bar berbentuk
garis.

,~::J,
B
<O t:•"' ~0 kn
I Keyword STYLE 0
B <O \:___ 30 40 kn

I Keyword STYLE 1

Keyword INTERVALS pada scale bar digunakan untuk menentukan jumlah kolom (interval atau
batas hitam putih) yang terdapat pada scale bar.

Bagian penting lainnya dari sebuah peta adalah menampikan orientasi arah pada peta dalam
bentuk symbol utara atau mata angina. Pada MapServer, prosedur untuk menampilkan elemen
ini dilakukan sama seperti ketika menampilkan elemen symbol lainnya sebagaimana telah
dibahas pada beberapa bagian sebelumnya. Simbol dalam bentuk image disimpan terlebih
dahulu pada sebuah folder dan kemudian didefinisikan pada mapfile untuk digunakan. Contoh
mapfile untuk menampilkan symbol tersebut dapat dilihat pada bagian berikut.

#
MAP

SYMBOLSEf "d:\Oh_mapserver\simbol\simbol.sym" # lokasl dimana symbol mata angin tersebut berada


#
LAYER

END # Akhir definisi layer


#
LAYER
NAME lokasi
DATA uta_ra

71
STATUS DEFAULT
1YPE POINT
CLASS
# NAME '"' tidak masuk legenda
STILE
SYMBOL "u~ara " # symbol mata angina yang akan ditampilkan
SIZE 100 # ukuran file image
COLOR 255 0 0
END # End style
END #End class
END #End layer
#
END # Akhir mapfile

Ter~-*Oibsl)..rlo;i .. Customizel..W!.s Nee~ WlndowsMar~~ce ->·:_ _Wh:l~~ n

~ ~! ~ (99) · ... - ~! [m.Yia)emen ~. "!(~jemM ... ile : l: ~ - ~ - ~; maps. .. ~j • ~.: __ ...

Gambar 15. Menampilkan simbo~ mata angin pada mapfile

8.11.5 Menampi/kan Legenda

Komponen penting peta lainnya adalah Legenda. Di dalam komponen ini terdapat sejumlah
simbol dan teks. Simbol ini sebagai alat penyambung antara simbol yang terdapat di dalam
tampilan petanya dengan teks yang menjadi deskripsinya. Berikut ini contoh penulisan blok
legenda dalam mapfile.

# BLOK LEGENDA

LEGEND # BLOK LEGENDA


IMAGECOLOR 255 255 204 # Jatar belakang area legenda : kuning muda
POSmON UL # Posisi lengenda : Upper Left
KEYSIZE 18 9 # Dimensi legenda (panjang dan tinggi dalam pixel)
KEYSPACING 5 5 # Jarak horisontal antara simbol dan deskripsinya
POSTLABELCACHE TRUE
STATUS ON #template
TRANSPARENT OFF
LA8EL # LABEL LEGENDA
72
1YPE TRUE1YPE
FONT ARIAL
COLOR 0 0 0
SIZE 6
ANTIAUAS TRUE
END #LABEL
END # AKHIR BLOK LEGENDA
#

Berikut adalah contoh pemberian legenda pada peta kecamatan di Propinsi Banten melalui
mapfile sebagai berikut :

#
MAP # tanda awal mapfile
NAME Kecamatan # Nama mapfile ini
IMAGE1YPE JPEG # format image yang dihasilkan, bisa PNG, GIF, dll
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670 # xl,yl; x2,y2 batas tampilan
STATUS ON
UNITS METERS # satuan meter, UTM
SIZE 600 500 # ukuran image
SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp" # (sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255 # warna latarbelakang batas tampilan, putih
SYMBOi..SET "d:\Cth_mapserver\simbol\simbol.sym" # (sub) direktori data symbolfile berada
FONTSET "d:\Cth_mapserver\font\font.dat"
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # tanda awal definisi layer Kecamatan
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA camat # nama shapefile
STATUS ON
TYPE POLYGON
CLASSffiM "Kodekab"
CLASS
NAME "KAB.SERANG" # nama layer di legenda
EXPRESSION ([Kodekab]=l)

#
CLASS
NAME "KOTA CILEGON" # nama layer di legenda
EXPRESSION ([Kodekab]=2)

#
CLASS
NAME "r.AB.PANDEGLANG" # nama layer di legenda
EXPRESSION ([Kodekab]=3)

#
CLASS
NAME "KAB.LEBAK" # nama layer di legenda
EXPRESSION ([Kodekab)=4)

END # Akhir definisi lc:yer Kecamatan


#
LAYER # tanda awal definisi layer simbol
NAME Wisata # nama obyek layer
DATA wst # nama shapefile
STATUS ON
TYPE POINT # tipe simbol
CLASS
NAME "Wisata"
sTYLE
SYMBOL "Home" # "name" pada file symbol berupCI PIXMAP (cek pada lampiran)
SIZE 20 # menentukan ukuran simbol
COLOR 251 91 38 # merah

73
OUniNECOLOR 0 0 0 # hitam
END # akhir definisi STILE
END # akhir definisi class
END # Akhir definisi layer Wisata
#
LEGEND # BLOK LEGENDA
IMAGECOLOR 255 255 204 # Background Legenda : kuning muda
POSffiON UL
KEYSIZE 18 9
KEYSPAONG 8 12
POSTLABELCACHE TRUE
STATUS EMBED #template
TRANSPARENT OFF
LABEL # LABEL LEGENDA
1YPE TRUE1YPE
FONT ARIAL
COLOR 0 0 0
SIZE 10
ANTIALIAS TRUE
END #LABEL
END # AKHIR BLOK LEGENDA
#
END

(file lengkap terlampir) Kemudian dengan memasukkan perintah kedalam browser internet
http :I/local hostlcgibi n/mapserv. exe?map=d:\cth _rna pserver\mapfile\contoh_mf11_1egenda. map
&layers=all&mode=map, maka akan muncul pada browser sebagaimana gambar berikut :

. tf~UW. ·ki.U.d 1 ii.td.d.!S.UI.1J!I&I.,_l_~ilM.iA~,-;_GDF:.tf%1_!_t'l;


- ~~~ - .~"'2.... 1~"." BiW_·~~ --~ork 2cr:>P!""'< ~ il<tQ!u00 ...
• C . i.: 1·-4 ·http://locahostfcgf.bin/mapserv.exe~:\cth_map< ·':.S • HJ ·! ""'··c•

.fh TerbanyokDtl<uljungi 1} Custonizelirl<s ,::; FreeHotmal i W"rldowsM«ketplace , } WlldowsMeda LJ Wl1dows


r -~--:·---~ ~r.-=:~"'":;;;""""'"'~"""=..;- . - ~-~~~=':!" ·c~.=..;.:-:--
1 One Piece 9 • R04d .,. ... · 0! Inbox (100) • Yoho.- i Ji mops~.~xe (G... llli , i) file:/1/C:. .. IS_feg .htm
.....7c~-~-==:.:-_ ..:-·.-::r:::. ::.~·~····
-~.-:::.=.·-·::.::::::~~·:::::.-;;:.<::.:::.-:.:::.~:.-:::.:-:.':::.:·::::::::::::.+::.~-.-:::::::.::....=.:·.-:::~·~-:..:...... :.~:-:::;.':1:::::.~:.: ..-..'='.. - ..- .. -·--·········---····-··-··h·-···-•---·-·-·'·'···-··-'•··-~:::r:e..-~,:-.!!'!:":.~

r;;! Wisata
D KAB.SERANG
D KOTA CILEGON
l!!!ll KAB.PANDEGLANG
CE KAB.LEBAK

I .

i .Selesoi

Gb 16. Pemberian Legenda pada peta


74
8.11.6 Proyeksi Peta

Pada setiap aplikasi SIG yang melibatkan beberapa layer peta sekaligus, layer-layer ini belum
tentu berasal dari sumber yang sama. Oleh karena itu walaupun wilayah cakupannya sama
kemungkinan besar masih terdapat potensi perbedaan dibeberapa properties diantara layer
petanya (skala , sistem koordinat, resolusi spasial dan lain sebagainya) . Salah satu properties
yang cukup penting adalah sistem koordinat atau proyeksi peta.

Proses penyamaan sistem proyeksi peta suatu layer ke proyeksi lainnya bisa dilakukan secara
tetap (permanen) dan atau secara 'on the fly' (OTF) . Cara yang pertama umumnya dilakukan
dengan bantuan dari perangkat lunak SIG di luar MapServer. Dengan perangkat lunak seperti
ini suatu layer peta akan diproses sedemikian rupa (reprojected) hingga menjadi sebuah layer
baru dengan proyeksi peta yang baru pula. Kemudian layer baru inilah yang akan dilibatkan
dalam aplikasi MapServer.

Sementara itu untuk cara yang kedua, suatu layer tidak terlebih dulu mengalami perubahan fisik
sistem proyeksi. Data source ini tetap dilibatkan dan dituliskan apa adanya dalam mapfile tetapi
dengan tambahan definisi beberapa parameter geodetik (object projection) yang menyatakan
sistem proyeksi peta yang dituju. Dengan demikian jika aplikasinya berjalan maka perubahan
sistem proyeksi petanya akan dilakukan secara dinamis dan belangsung saat itu pula dari
sumber fisiknya (file yang membentuk layer) ke memori sistem komputer. Cara kedua iniliah
yang ditempuh dalam MapServer.

Dua contoh berikut mendefinisikan proyeksi yang sama (UTM 48, WGS 84) dengan dua metode
yang berbeda :

• Contoh 1 : dengan menggunakan parameter geodetik

PROJECIJON . .~ -
"proj=utm'
"ellps=:WGS84"
"datum=WGS84"
"zone=48~'
"unit=m"
"south"
"no_defs"
END

• Contoh 2 : dengan menggunakan EPSG Projection

PROJEcnON
"init=epsg:32748"
END

75
Catatan : untuk cara yang kedua mengacu pada sebuah EPSG lookup file yang berisi kode
'32748' dengan parameter proyeksi penuh. "EPSG" dalam hal ini adalah case-
sensitive karena merujuk pada nama file. EPSG (European Petroleum Survey
Group) 32748 merujuk kepada sistem proyeksi UTM zone 48, lintang selatan ,
elipsoid WGS84 dan Datum WGS84. Pada paket MS4W dapat dilihat pada file
"C:\ms4w\proj\nad\epsg-dist" at au di : http://spatialreference. org/ref/epsg/327 48/

· C http:J(spat:ialreference.orQ/refiepsQ/327~6/ ·····---··----·--·--··--·----------- Pf -···----


.;· TerbanyakDilwnJ.In9j Cust~Urlr.s Fret~Hotrnail 'Ni'ldowsM3r~e WlndowsMedia W.-.dows

~! [rbo); (100) ·Yahoo .., One Piece 8 ·Read... WGS 84/ UT... ~-~ , 0 detii<Heath: Keota , ~.J GooQte Translate

epsg projection 32748 - wgs 84 I


utm zone 48s

J
EPSG:32748

• \VGSB4 Bound'ii : tr~:2.C!Cl(i0, -HG.D0001 108 ~:tJ;J(. •: -"-,-~:~


• Projected Bounds : 166(•:.?.' l.4431_. 11 i69 1 ~~-C44C. e :337178.5.'56~·, 1(h)(J(.Ji)(;(J.1)l:!(Jt)

: ~~~r~~e~~~(!~~f~~~)~;~~~~~;:~:~~~:a!s• topowaph:c ~·~-~Pr·:!v; ::!t:d -:-;;q:r,ec~r>n~1 :>L:rv~y.


;;.;.;;·· ·- •...

Gb.17. Website EPSG projection 32748

76
8.11.7 LAMP/RAN

MapFile yang digunakan dalam manual ini

#
# MENAMPILKAN LAYER (file name : Contoh_MFOl.map)
#
MAP # tanda awal mapfile
NAME Kecamatan # Nama mapfile ini
IMAGETYPE JPEG # format image yang dihasilkan, bisa PNG, GIF, d\1
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670 # x1,y1; x2,y2 batas tampilan
STATUS ON # petanya muncul, default, ON
UNITS METERS # satuan meter, UTM
SIZE HOO 600 # ukuran image
SHAPEPATH "D:\Cth_MapServer\shp" # (sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255 # warna latarbelakang batas tampilan, putih
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # tanda awal definisi layer
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA cam at # nama shapefile
STATUS ON # default, status layer aktif atau muncul
TYPE POLYGON # untuk polygon
CLASS
NAME "Kecamatan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 159 174 225 # warna latar depan, biru muda sekali
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END # Akhir definisi style
END # Akhir definisi class
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN MULTILAYER (file name: Contoh_MF02.map)
#
MAP
NAME Kecamatan
IMAGETYPE JPEG
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670
STATUS ON
UNITS METERS
SIZE 800 600
IMAGECOLOR 255 255 255 # wama latarbelakang batas tampilan, putih
SHAPEPATH "d:\Cth_MapServer\shp"
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # tanda awal definisi layer pertama
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA cam at # nama shapefile
STATUS ON # default, status layer aktif atau muncul
TYPE POLYGON # untuk polygon
CLASS
NAME "Kecamatan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 159 174 225 # warna Jatar depan, biru muda sekali
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang
END # Akhir pendefinisian style
END #Akhirpendefinisian dass
END # Akhir definisi layer
#
77
LAYER # tanda awal definisi layer kedua
NAME ]alan # nama objek layer
DATA jln # nama shapefile
STATUS ON # default, status layer aktif atau muncul
TYPE LINE # untuk line & polyline
CLASS
NAME "Jalan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 207 46 5 # warna latar depan, Merah
END
END
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN VEKTOR DAN RASTER (file name: Contoh_MF03.map)
#
MAP
NAME Kompleks
IMAGETYPE JPEG
EXTENT 784148.0 9236345.0 785769.0 9237682.0
STATUS ON
UNITS METERS # satuan meter, UTM
SIZE BOO 700
SHAPEPATH "d:\cth_mapserver\shp"
IMAGECOLOR 255 255 255
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER # pendefinisian layer raster
NAME Kompleks
TYPE RASTER # tipe layer
STATUS ON
DATA "d:\cth_mapserver\shp\kompleks.tif'' # lokasi file raster berada, file geotiff
PROCESSING "BANDS=1,2,3" # kombinasi band yang digunakan
OFFSITE 71 74 65
END # Akhir definisi layer raster
#
LAYER # pendefinisian layer vektor
NAME Bangunan
DATA kom_bgn
STATUS ON
TYPE POLYGON # tipe: poligon
CLASS
NAME "Bangunan"
STYLE
COLOR 214 252 158 # warna latar depan, hijau muda sekali
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna batas, hitam
END
END
END # Akhir definisi layer vektor
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN SIMBOL (file name: Contoh_MF04.map)
#
MAP
NAME Kecamatan
IMAGETYPE JPEG
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670
STATUS ON
UNITS METERS # satuan meter, UTM
78
SIZE 600 500 # ukuran image
SHAPEPATH "d :\Cth_mapserver\shp" # (sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255 # warna latarbelakang batas tampilan, putih
SYMBOLSET "d:\Cth_mapserver\simbo l\ simbol.sym" #(sub) direktori data symbolfile berada
#
# Mulai pendefinisian layers
#
lAYER # tanda awal definisi layer Kecamatan
NAME Kecamatan # nama objek layer
DATA c2mat # nama shapefile
STAlUS ON
TYPE POLYGON
ClASS
NAME "Kecamatan" # nama layer di legenda
STYLE
COLOR 159 174 225 # warna latar depan, biru muda sekali
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END
END
END # Akhir definisi layer Kecamatan
#
LAYER # tanda awal definisi layer simbol
NAME Wisata # nama obyek layer
DATA wst # nama shapefile
STAlUS ON
TYPE POINT # tipe simbol
ClASS
NAME "Wisata"
STYLE
SYMBOL "Home" # "name" pada file symbol berupa PIXMAP (cek pada lampiran)
SIZE 20 # menentukan ukuran simbol
COLOR 251 91 38 # merah
OUTUNECOLOR 0 0 0 # hitam
END
END
END # Akhir definisi layer Wisata
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN lABEL (file name: Contoh_MF08_Label.map)
#
MAP
NAME Outlet
IMAGETYPE JPEG
EXTENT -84.410 33.750 -84.355 33.79
STAlUS ON
UNITS DD
SIZE 600 500
IMAGECOLOR 255 255 255
SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp"
FONTSET "d:\Cth_mapserver\font\font.dat" #file data font
SYMBOLSET "d:\Cth_mapserver\simbol\simbol.sym" # file data simbol
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER
NAME Administrasi
DATA admin
STAlUS ON
TYPE POLYGON
LABELITEM "NAMA"
CLASS
NAME "Administrasi"
STYLE
COLOR 214 252 158
79
r
OUTLINECOLOR 177 14 14
END # style
LABEL # pemberian Label nama kecamatan
FONT aria!
lYPE TRUElYPE
SIZE 15 # ukuran label kecamatan
POSffiON CC
COLOR 0 0 255 # warna label, Biru
END # label
END # class
END # Akhir definisi laye r
#
LAYER
NAME Outlet
DATA oulet
STATUS ON
lYPE POINT
LABELITEM "OMZIT'
CLASS
NAME "Outlet"
SlYLE
SYMBOL "Bulat" # nama simbol
SIZE 12
COLOR 233 29 60 # merah
OUTLINECOLOR 0 0 0 # merah
END #style
LABEL # label diatas simbol
FONT aria! # nama font untuk label
lYPE TRUElYPE # tipe font
SIZES # ukuran label
POSffiON UC # posisi label Y-upper, X-tengah

- OFFSET 2 2
MINDISTANCE 8
MAXSIZE 48
COLOR 0 0 0
# offset label
# spasi label yg . sama
# maks ukuran font ketika diskalakan
# warna hitam
FORCE TRUE # labeling untuk kelas yg. ON
BUFFER 2 # jarak di sekitar label
END #label
END #class
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN KELAS PADA LAYER (file name: Contoh_MF06_kelas_logika.map)
#
MAP
NAME Banten # Nama mapfile
IMAGElYPE JPEG
EXTENT 507805.570 9223867.850 667413.450 9352924.670
STATUS ON
UNITS METERS
SIZE 600 500
SHAPEPATH "d:\Cth_mapserver\shp" #(sub) direktori data shapefile
IMAGECOLOR 255 255 255
#
# Mulai pendefinisian layers
#
LAYER
NAME Kecamatan
DATA cam at
STATUS ON
lYPE POLYGON
CLASSffiM "Kodekao" # nama field kelas
#
CLASS
80
EXPRESSION ([Kodekab) = 1) # ekspresi utk kelas, nama kelas, data val ue
S1YLE
COLOR 159 174 225 # warna latar depan, biru muda sekali
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas !uar poli gon
END # style
END# class
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 2)
S1YLE
COLOR 134 70 6 # warna Jatar depan, merah bata
OUTL!NECOLOR 0 0 0 # warna Jatar belakang hitam tuk batas luar po ligon
END
END
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 3)
S1YLE
COLOR 60 123 17 # warna latar depan, hijau
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna Jatar belakang hitam tuk batas luar poligon
END
END
#
CLASS
EXPRESSION ([Kodekab] = 4)
S1YLE
COLOR 2Sl 207 57 # warna latar depan, kuning
OUTLINECOLOR 0 0 0 # warna latar belakang hitam tuk batas luar poligon
END
END
#
END # Akhir definisi layer
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN ELEMEN SKALA (file name: Contoh_MF09_skala.map)
#
MAP
NAME Admin
IMAGE1YPE JPEG
EXTENT 508378.62 9225089.82 667267.69 93S2924.67
STATUS ON
UNITS METERS
SIZE 600 500
SHAPEPATH "c:\buku_mapserver\shp"
IMAGECOLOR 255 255 255
SCALE 0.0005
#
# Mulai pendefinisian layers
#
lAYER
NAME camat
DATAcamat
STATUS ON
1YPE POLYGON
CLASS
NAME "Kecamatan"
S1YLE
COLOR 159 174 225
OUTLINECOLOR 0 0 0
END
END
END # Akhir definisi layer
#
SCALE BAR
81
STATIJS EMBED
LABEL
SIZE medium
COLOR 0 0 0
OUTLINECOLOR 255 255 255
END # akhir definisi label
S1YLE 0
INTERVALS 4
SIZE 200 5
COLOR 0 0 0
BACKGROUNDCOLOR 255 255 255
OUTLINECOLOR 0 0 0
UNITS KILOMETERS
POSmON LR
TRANSPARENT TRUE
ENC # Akhir deft nisi Scalebar
#
END # Akhir mapfile

#
# MENAMPILKAN ARAH MATA ANGIN (file name : Contoh_MF10_mtangin.map)
#
MAP
NAME Geologi
IMAGE1YPE JPEG
EXTENT 105.06000 -7.00000 106.82000 -5.85000
STATIJS ON
UNITS DD
SIZE 550 450
IMAGECOLOR 255 255 255 # putih
SHAPEPATH "d :\Cth_mapserver\shp"
5YMBOLSET "d:\Cth_mapserver\simbol\simbol.sym"
#
# Mulai pendefinisian layers & kelas
#
LAYER
NAME batuan
DATA geologi
STATIJS ON
1YPE POLYGON
CLASS
S1YLE
COLOR 159 174 225
OUTLINECOLOR 0 0 0
END
END
END # Akhir definisi layer
#
LAYER
NAME lokasi
DATA utara
STATIJS DEFAULT
1YPE POINT
CLASS
# NAME "" tidak masuk legenda
S1YLE
SYMBOL "utara" # nama file simbol
SIZE 100