Anda di halaman 1dari 14

Psikologi Kesehatan

Oleh : Rinaldi, S.Psi, M.Si.

Sehat??
Ketiadaan gejala-gejala penyakit Sebenarnya sakit dan sehat merupakan sebuah kontinum : Sangat sakit- sakit - kurang sehat sehat - sehat sekali. Baik fisik maupun mental

Dikotomi psiko-fisik
Fisik merupakan bagian diri manusia yang dapat diraba/diamati secara langsung meliputi : kulit, tulang, jantung, organ pencernaan, paru-paru, sistim peredaran darah, otak, dll. Psikis merupakan bagian diri manusia yang bersifat abstrak, tidak dapat dilihat secara langsung seperti : pikiran dan perasaan

Perspektif biopsikososial

Bahwa meskipun biologis, psikologis dan sosial memiliki karakteristik sendiri yang berbeda, namun fungsi mereka saling terkait untuk menentukan status kesehatan biologis, mental dan sosial.

SOCIAL SYSTEMS KELUARGA, LINGKUNGAN, MASYARAKAT

BIOLOGICAL SYSTEMS : ORGAN, JARINGAN, SEL

PSIKOLOGICAL SYSTEM COGNITION, EMOTION, MOTIVATION

Kontribusi Biologis terhadap kesehatan fisik


Apakah tubuh memiliki kerusakan struktur seperti kelainan jantung, kerusakan otak dsb. Apakah tubuh memiliki respon pertahanan terhadap penyakit (sistem kekebalan) yang baik Apakah tubuh memiliki reaksi negatif pada jenis-jenis zat tertentu.

Kontribusi psikologis thd kesehatan fisik


Kognisi berisi tentang persepsi, belajar, mengingat berfikir, menginterpretasi, percaya dan memecahkan masalah Emosi merupakan perasaan subyektif yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kognitif seseorang. Orang yang bahagia cenderung lebih merawat kesehatan, tidak gampang sakit dan gampang sembuh bila sedang sakit

Kontribusi faktor sosial terhadap kesehatan


Gaya hidup lingkungan akan mempengaruhi gaya hidup yang kita pilih, sehingga kesehatan kita juga akan dipengaruhi oleh kesehatan lingkungan kita

Kepribadian Sehat
Hidup di saat ini Hidupnya digerakkan oleh suatu tujuan Persepsi yang obyektif Memiliki tanggung jawab terhadap orang lain Kesempatan hidup sebagai tantangan dan bukan ancaman

Hidup di saat ini


Individu sehat ialah individu yang berhasil membebaskan dirinya dari masa lalu (terutama yang traumatis) dan Mampu mengerahkan energi dan konsentrasinya untuk melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan saat ini.

Hidup digerakkan tujuan


Manusia sehat memiliki tujuan yang akan menggerakkan perilakunya ke arah tujuan tersebut Tujuan hidup juga menjadi dasar bagi manusia untuk memahami makna kehidupannya, dan dengan demikian menghargai hidup itu sendiri

Memiliki Persepsi yang Obyektif

Individu yang sehat mampu menangkap realitas secara jernih. Paling tidak, mendekati kenyataan yang sebenarnya.

Memiliki Tanggung Jawab thd Orla


Pribadi yang sehat mampu memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan orang lain Bukan egosentris, memandang segala sesuatu berdasarkan kepentingan pribadi saja.

Kesempatan Hidup sebagai Tantangan


Individu yang mampu melihat hidup sebagai tantangan akan memiliki pandangan yang optimis, positif, dinamis, penuh warna dan gembira. Sebaliknya, individu yang melihat kesempatan sebagai ancaman cenderung lebih banyak tekanan, kecemasan, kekuatiran dan ketidakmampuan untuk bahagia dalam hidup