Anda di halaman 1dari 13

PERBEDAAN ANTARA EUKARIOTIK, PROKARIOTIK, DAN VIRUS

1. Struktur dari Prokariotik


Sel Prokariotik. Kata prokariota berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti sebelum dan karyon yang artinya kernel atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.

(Gambar 1) struktur sel prokariotik

Prokariotik meliputi archaebakteria dan eubakteria yang beranggotakan bakteri, mikoplasma dan alga hijau-biru. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0,5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel, membran sel, mesosom, sitoplasma, ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma, sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan , yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Pada bakteri gram positif, hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan, sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 20%. Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel; berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil; pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik; sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA, polimer dinding sel dan lipid selaput. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. Pada beberapa bakteri, mesosom berperan dalam pembelahan sel. Sedangkan pada sianobakteri, mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20.000 - 30.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). Pada saat proses transaksi, kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. Di dalam

sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid, merupakan kromosom tunggal. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0,25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 3000 protein.

2. Struktur dari Eukariotik


Sel eukariotik, eu berarti sebenarnyadan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus. Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, komplek golgi, lisosom, badan mikro, mitrokondria, mikrotubulus dan mikro filamen. Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda beda.

(Gambar 2) struktur sel eukariotik

Berikut akan dijelaskan mengenai struktur dan fungsi masing-masing organel sel 1.Membran Plasma Membran plasma atau membran sitoplasma mempunyai struktur terdiri atas fosfolipid bilayer yang bersifat selektif permeabel, sebagai pembatas sel dengan lingkungannya, melindungi isi sel, dan sebagai media transportasi partikel, molekul atau ion. Pada tumbuhan, fungi, dan beberapa eukariotik uniseluler diselubungi oleh struktur yang kaku, disebut dinding sel yang tersusun atas serat selulosa dan karbohidrat kompleks lainnya. 2. Nukleus Nucleus tersusun dari nuclear envelope, nucleolus, chromatin dan nucleoplasm. Nuclear Envelope merupakan dua unit membran berisi cairan, memiliki pori nuclear dan bagian luarnya berhubungan langsung dengan retikulum endoplasmik (RE). Nuclear

envelope ini berfungsi sebagai permeable selektif yang mengontrol pergerakan material ke dalam atau ke luar nucleus. Chromatin tersusun dari dua untai panjang DNA, yang berfungsi mengatur metabolisme sel dan hereditas. Nucleolus merupakan matriks RNA (ribonucleic

acid) dan protein yang berfungsi mengatur untuk mengkopi DNA dan bekerjasama dengan ribosom dalam mensintesa protein. 3. Retikulum Endoplasma Retikulum endoplasmic (RE) berbentuk saluran atau gang berliku-liku yang disebut sistema yang merupakan set unit membran yang bagian luarnya berhubungan dengan ribosom dan merupakan formasi jalinan (network) tubular melalui sel. Organel ini berfungsi sebagai sarana transport kimia pada sel dan antar sel, serta menyediakan luas permukaan yang cukup untuk mengorganisasi reaksi-reaksi kimia dan sintesis. 4. Ribosom Ribosom adalah granula atau butir kecil yang menempel pada organel Retikulum Endoplasmik atau tersebar bebas pada sitoplasma sel. Fungsi ribosom adalah mensintesis molekul protein untuk kebutuhan sel. Ribosom eukariotik lebih besar dibandingkan dengan ribosom prokariotik. Secara struktur ribosom terdiri dari subunit besar dan subunit kecil. 5. Kompleks Golgi Badan golgi berupa kantung pipih yang dibungkus oleh selapis membran. Badan golgi ini berfungsi sebagai gudang tempat senyawa-senyawa yang diproduksi oleh sel, memodifikasi secara kimia sehingga senyawa - senyawa tersebut menjadi fungsional, mengsekresikan senyawa kimia dalam tiny vesicles 6. Mitokondria Mempunyai membran rangkap dan di dalamnya terdapat matriks. Membran sebelah dalam membentuk lipatan-lipatan yang menjorok ke bagian matriks dan disebut krista. Mitokondria merupakan tempat sintesis ATP dan biasa disebut pabrik energi sel. 7. Lisosom Lisosom adalah organel sel yang berbentuk gelembung atau kantung, ditemukan bebas pada sitoplasma sel. Organel ini penghasil enzim pencernaan yang memetabolisme

atau mendegradasi biomolekul protein, karbohidrat, lipid dan asam nukleat pada saluran pencernaan. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan dan tidak ditemukan pada sel tumbuhan. 8. Sentriol Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan dan tidak terdapat pada sel tumbuhan. Setiap satu sentriol tersusun atas sembilan triplet microtubule, dan setiap dua sentriol akan membentuk satu sentroma. Fungsi dari sentriol adalah untuk membentuk gelendong serabut untuk memisahkan kromosom selama proses pembelahan sel.

9. Sitoskeleton Merupakan jaringan yang tersusun atas benang-benang protein yang membantu memberikan bentuk sel dan mengatur bentuk sitoplasma. Protein ini pun dapat memberikan kemampuan sel untuk bergerak dan mengubah bentuk sel tersbut. Protein ini antara lain : 1. Mikrotubulus, berfungsi dalam gerak. 2. Mikrofilamen, berfungsi untuk berkontraksi. Mikrofilamen berbentuk tongkat solid yang terbuat dari protein globular yang disebut dengan actin. 3. Filament perantara., memperkuat sel.

10. Flagella dan Silia Sebagian protozoa memiliki alat gerak yang muncul dari permukaan sel yang pada sel hewan disebut dengan silia dan flagella. Sel-sel jaringan pada hewan multiseluler terkadang mengandung silia tetapi disini berfungsi untuk melewatkan substrat melewati permukaan sel dan bukan untuk pergerakan. Perbedan antara silia dan flagella terletak pada ukuran yakni

falgela memiliki ukuran yang lebih panjang dari pada silia akan tetapi silia memiliki jumlah yang lebih banyak dari pada flagela. Dan setiap silia atau flagella dikelilingi oleh perluasan membrane plasma. Secara internal, kedua struktur ini terdiri atas sekumpulan mikrotubulus yang berasal dari lapisan dasar dan menuju ke ujung dari struktur ini. Dan barisan ini terdiri dari sepasang mikrotubulus sentral dan sembilan pasang mikrotubulus tepi (perifer).

3. Struktur dari Virus


Pada umunya struktur tubuh virus tersusun atas asam nukleat dan kapsid. Asam nuklead terdiri atas deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat (DNA) dan RNA. Adanya asam nukleat inilah yang menjadi ciri bahwa virus dapat dikategorikan sebagai makhluk hidup. Kapsid merupakan selubung protein yang membungkus asam nukleat. Kapsid tersusun atas beribu - ribu molekul protein yang disebut kapsomer. Kapsomer mempunyai bentuk bermacam - macam dan menentukan bentuk luar dari virus itu sendiri.

(Gambar 3) struktur virus

Kapsid bersamaan dengan asam nukleat yang membungkusnya disebut nukleupsid. Pada virus tertentu, nukleokapsid dbungkus lagi oleh selubung tambahan yang mengandung protein, glikoprotein dan juga lipida. Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagianbagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi. Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel. Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat

pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

TABEL PERBEDAAN KOMPONEN PENYUSUN SEL PROKARIOTIK, SEL EUKARIOTIK, DAN VIRUS Struktur Membran nukleus Membran plastida Nukleus Nukleolus Plastida Mitokondria Badan golgi Kromosom DNA Prokariotik + (tunggal) + (telanjang) Eukariotik + + + + +/+ + + (ganda) + (dengan protein) DNA untai tunggal virus + (DNA untai ganda,

+ (RNA untai ganda, RNA Histon Pigmen Pembelahan + + amitosis + + + Mitosis/meiosis RNA untai tunggal -

PERBEDAAN STRUKTUR ANTARA BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF 1.BAKTERI GRAM POSITIF Gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop. Disisi lain, bakteri gram-negatif akan berwarna merah atau merah muda. Perbedaan keduanya didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel yang berbeda dan dapat dinyatakan oleh prosedur pewarnaan Gram. Prosedur ini ditemukan pada tahun 1884 oleh ilmuwan Denmark bernama Christian Gram dan merupakan prosedur penting dalam klasifikasi bakteri. Bakteri gram positif seperti Stapphylococus aureus (bakteri patogen yang umum pada manusia) hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 persen dari dinding sel tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat. Di sisi lain, bakteri gram negatif (seperti E. coli) memiliki sistem membran ganda di mana membran pasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luarnya.

2.BAKTERI GRAM NEGATIF Gram-positif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop. Disisi lain, bakteri gram positif akan berwarna ungu. Perbedaan keduanya

didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel yang berbeda dan dapat dinyatakan oleh prosedur pewarnaan Gram. Prosedur ini ditemukan pada tahun 1884 oleh ilmuwan Denmark bernama Christian Gram dan merupakan prosedur penting dalam klasifikasi bakteri. Bakteri gram positif seperti Stapphylococus aureus (bakteri patogen yang umum pada manusia) hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 persen dari dinding sel tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat. Di sisi lain, bakteri gram negatif (seperti E. coli) memiliki sistem membran ganda di mana membran pasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luarnya

Banyak spesies bakteri gram-negatif yang bersifat patogen, yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram-negatif, terutama lapisan lipopolisakarida (dikenal juga dengan LPS atau endotoksin)

TABEL PERBEDAAN KOMPONEN PENYUSUN BAKTERI GRAM NEGATIF DAN BAKTERI GRAM POSITIF
Karakteristik Gram positif Gram negatif Homogen dan tebal (20-80 nm0 serta Peptidoglikan (2-7 nm) di antara membran sebagian Dinding sel besar tersusun dari dam dan luar, serta adanya membran luar

peptidoglikan. Polisakarida lain dan (7-8 nm tebalnya) yang terdii dari lipid, asam teikoat dapat ikut menyusun protein, dan lipopolisakarida dinding sel. Bulat, batang atau filamen Bulat, oval, batang lurus atau melingkar seprti tand koma, heliks atau filamen; beberapa mempunyai selubung atau kapsu Pembelahan biner Pembelahan pertunasan kemoorganoheterotrof Fototrof, kemolitoautotrof, atau biner, kadang-kadang

Bentuk sel

Reproduksi

Metabolisme kemoorganoheterotrof

Kebanyakan nonmotil, bila motil tipe Motil atau nonmotil. Bentuk flagela dapat Motilitas flagelanya (petritrichous) Anggota tubuh (apendase) Beberapa Endospora endspora grup dapat membentuk Tidak dapat membentuk endospora Biasanya tidak memiliki apendase adalah petritrikus bervariasi-polar,lopotrikus (lophtrichous), petritrikus (petritrichous). Dapat memiliki pili, fimbriae, tangkai