Anda di halaman 1dari 37

dra Asnah tarigan.Apt M.

kes Farmasi kedokteran

Permintaan tertulis dari dokter kepada apoteker di apotek untuk membuat, menyediakan dan menyerahkan obat, kepada pasien
Suatu kesimpulan dari apa yang telah diamati, diperiksa, dan didiagnosis serta menetapkan terapi pada saat itu, dari seorang penderita (pasien) yang dituangkan dalam bentuk tulisan berupa resep.

Filosofi lama
adalah mencegah mengetahui identitas obat yang diminumnya

praktek modern
mendorong memberi tahukan pada pasien tentang obat yang diminum, hubungan dokter dengan pasien lebih baik pasien mengetahui tentang obatnya juga efek samping

RESEP OBAT
Dokter Umum / Spesialis Dokter Gigi Dokter Hewan

Format Resep
Bagian Resep Istilah2 pada Resep

Format resep
Nama/ alamat dokter No izin praktek Kota tempat praktek, tanggal berobat Simbol R/ = Superscriptio Tubuh resep = Inscriptio Subscriptio = petunjuk untuk pembuat resep Signatura dan keterangan tambahan Paraf dokter Informasi pasien

A. PHYSICIAN PRESCRIPTION

In some western country


July 3, 2003 Dee fleming, Age 6 817 Woodhaven Dr. Dallas. Tx 75248 R/ Ampicillin Oral Susp. 250mg/5ml

Date
Patient information Superscription Inscription

Dispense 200 ml (with oral syringe)


Take 5 ml orally at A.M., 12 Noon 4 P.M., and 8 P.M, daily Do not refill
Jane P Rall.M.D DEA No.AB 1234321 1407 Colgate Dallas,TX 74852

Subscription
Signature Refill information Prescriber information

A. PHYSICIANS PRESCRIPTION In Indonesia Name : Specialist : Address : License of Practice

Prescriber information

Bandar Lampung, 2009 R/ Ampicillin.500mg caps No.XXIV

Date

Superscription

Inscription
Subscription

S.4. d. d. caps I a.c.

Signatura

Name : Age : Address :

Patient information

Tubuh Resep
Formula obat = Formula Medicinae Formula Officinales ( Precompounded ) Obat jadi /campuran bahan aktif, bisa sediaan standar yang dibuat pabrik dengan /nama dagang atau nama pabrik farmasi atau nama generik Formula Magistrales (Compounded) Obat/campuran obat yang dipilih dokter; meliputi bentuk sediaan, macam obat, dosis dan cara pakai yang diinginkan

Formula Officinales

R/

Ampisilina 500 mg Kaplet No. XV 3.d.d.kapl. I

Formula Magistrales

R/ Metampiron
Diazepam Kafein Sach lactis

500 mg 2 mg 50 mg q.s.

m.f.pulv.dtd.No.X da in cap 2 3 d.d.cap.I

Dr. Nonny Jl Kampus no 4 Bandar Lampung


R/

Bandar Lampung, 11 Feb 2009

Paracetamol 325 mg Phenylpropanolamin HCl 12,5 mg Clorpheniramine maleat 1 mg m.f.pulv.dtd.No.XII da in cap

3 d.d.cap I

Paraf

Nama : Doddy Umur : Dewasa Alamat: Otista

R/
= Recipe =

Simbol Resep Ambilah Take

ZAT AKTIV dan JUMLAH / satuan / Wadah /kemasan Nama Obat / zat aktiv ( Nama Pabrik/ Nama Generik/ Nama Resmi) Jumlah Obat/ zat aktiv dengan satuan - Sediaan Padat : Tablet; Capsul. bilangan/angka Romawi) - Sediaan Cair : Fls; Flc. - Sedian setengah Padat : Tube; Cup . Jumlah obat dengan satuan b/b = mg; g. ml b/v = ml. cc v/v = ml

Petunjuk Bagi Peracik/Penyedia Obat


Memilih, menyediakan atau membuat bentuk sediaan yang diminta serta jumlahnya Sediaan Padat m.f. pulv. No. XX campur, buatlah serbuk sebanyak 20 bungkus m.f. pulv. d.t.d. No. X campur, buatlah dengan takaran masingmasing di atas sejumlah 10 bungkus serbuk

SEDIAAN PADAT)
m.f. ungt. 20 campur, buatlah salep sebanyak 20 gram

SEDIAAN CAIR
M.D.S. gutt. auric. campur, serahkan dan tandailah obat tetes telinga M.D.S. gutt. opth. campur, serahkan dan tandailah obat tetes mata m.f. sol 100 ml. campur, buatlah larutan sebanyak 100 ml

Petunjuk bagi si pasien

1. Interval pemberian
b.d.d (2 dd) = bis de die = sehari 2 kali
t.d.d (3 dd) = ter de die = sehari 3 kali o..h. = omni quarta hora = setiap jam

2. Penurunan dosis / Tappering off


hari I IV 3 d.d. tab. 2 hari IV VII 3 d.d. tab. I hari VII X 3 d.d. tab. hari I 3 d.d. kapl. I hari II 2 d.d. kapl. I hari III 1 d.d. kapl. I dan seterusnya

atau

Tata Nama
Untuk obat yang mempunyai nama lazim ditulis :
R/ Paracetamol R/ Asetosal

Huruf permulaan ditulis dengan huruf besar R/ Asetosal R/ Efedrini Hidroklorisi R/ Oleum Jecoris Aselli

Singkatan Nama / Bahan Obat


Acid. Salcylic. Acid Benzoic Ammon. Chlorid Alucoli Acidum Salicylicum Acidum Benzoicum Ammonium chloridum Alluminium Hydroxyda colloidals Aqua destilata Oleum Jecoris Aselli

Aq. Dest Ol. Jecoris Aselli

Sistem Bilangan
Bilangan (Angka )Arab
Contoh : 1, 2, 3, 4, 9, 10

Bilangan ( Angka) Romawi


Contoh : I V X L C D M
1000 1 5 10 50 100 500 XV = 10 + 5 = 15 XXX = 10 + 10 + 10 = 30 XL = 50 - 10 = 40 XXIX = 10 + 10 + 10 -1 = 29 MCMLVI = 1000 + 1000 - 100 + 50 + 5 + 1 = 1956

Kecuali Sera dan Vaksin : R/ Serum Antitoxicum Diphtheriae R/ Vaccin Poliomyelitis

Sediaan berupa larutan dalam air


R/ Sol. Acidi Borici R/ Sol. Jodii Spiritusa

Bilangan Latin Contoh : ditulis dengan huruf


Semel = satu =1 Dimidio = setengah = Ter = tiga Bis = dua Quarter = empat Quinque= lima

BAHAN OBAT

TUBUH RESEP

- Nama bahan obat ditulis dengan jelas - Setiap nama bahan obat ditulis terpisah berurutan kebawah A..X mg - Bahan aktif ditulis lebih dulu kemudian B..Y mg nama bahan dasar / pelarut

Sediaan Padat
Inscriptio Superscripti o Obat Subscriptio

Kwantita Bentuk Wadah - Jumla s satuan sediaan kemasa h n

R/
R/ R/ R/ R/

Ampisilina
Nistatin PKreon NXogin Microginon

250 mg Kapsul 500 mg kaplet 500.000. Dragees S.I. Tab.gula Pediatrik Granul
ED 30 Vaginal tablet Drag.

Sachet
Blester

No.XX

No.XXV

No.XII No.VI No.II

Sediaan Padat
Inscriptio Superscriptio Obat Kadar /konsentra si 1- 2,5% Bentuk sediaan Krim Ungt. Wadah kemasan Tube Pot/Tube Jumlah Subscriptio

R/

Hidrokortison Ungt. Whitfield

No. I No. I

R/

R/ R/

Kloramfenikol Aminofilin

1% -

Oculenta Suppos.

Tube -

No. I No. IV

Sediaan Cair
Inscriptio Superscriptio
Obat Kwantitas satuan Bentuk sediaan Wadah kemasan Jumlah

Subscriptio

R/
R/ R/ R/ R/ R/ R/

Amoksisilina
Amoksisilina Amoksisilina Kloramfenikol Kloramfenikol Nistatin Adrenalin

125/5ml/60
250/5ml/60 1 gram 125/5ml/60 1%

Sirop (kering)
Sirop (Syr) Injectio (Inj) Suspensi (Susp) Gutt. Auric

Botol / Flc.
Botol / Flc. Vial Botol / Flc. Flc. Flc. Ampule (Amp)

No. I
No. I No. I No. II No. I No. I No. IV

100.000 S.I. Gutt Oris 1 mg/ml Inj.

Lain lain : 3 d.d. tab. I (selama 10 hari) p.r.n. 1-2 d.d. tab. I = pro renata = bila perlu
Istilah dalam resep
P.I.M = Periculum in mora =
berbahaya jika ditunda

Stat = Statim = Segera Urg. = Urgen = penting Cit-o = Cito = segera

Resep yang dapat diambil ulang


Iter = Iteratur = diulang Iter 1x Resep yang tidak dapat diulang n. i. = Neiteratur Obat yang diserahkan det. = detur = diserahkan detur 15

Salinan resep 1. yang diminta 2. Istilah-istilah latin

Kausa Simptomatik Substitusi

Resep pengobatan

1. Tunggal
Kausa Simptomatik Substitusi

2. Polifarmasi
Kausa + Kausa lain Kausa + Simptomatik Simptomatik + Simptomatik Substitusi + Kausa, dll

POLIFARMASI
Sediaan obat banyak

Sulit memberikannya
Efek samping obat lebih luas

Sering terjadi interaksi dengan sesamanya


Efek psikologis terhadap obat

KEBAIKAN :
Kerja obat luas Contoh : Sinergetik, Antagonis Dapat dibuat dalam satu bentuk sediaan Pemakaian lebih simple

KEKURANGAN :
- Sering terjadi interaksi obat - Efek yang tidak diinginkan lebih banyak - Jumlah bahan obat jadi banyak

OBAT TUNGGAL R/ Amoksisilin 500 mg Kapl. No. XV 3 d.d. kapl. I h.p.c.


!!

Pro Umur Alamat :

: :

Kombinasi dalam satu bentuk sediaan


Sebaiknya obat bukan gol Antibiotika Interval pemberian obat hampir/ sama Lama hari pemberian hampir /sama Tidak terjadi interaksi yang berarti (fisik, kimiawi, farmakologik) Ditujukan (terlepas dari bentuk sediaan) di satu bagian yang sama di saluran pencernaan

Kombinasi dalam satu bentuk sediaan


Sebaiknya obat bukan gol Antibiotika Interval pemberian obat hampir/ sama Lama hari pemberian hampir /sama Tidak terjadi interaksi yang berarti (fisik, kimiawi, farmakologik) Ditujukan (terlepas dari bentuk sediaan) di satu bagian yang sama di saluran pencernaan

Contoh :
R/ Ampisilina 500 mg kapl. No. XVI 4 d.d. I
!!

R/ Parasetamol 500 mg tab No. XV 1 3 d.d. tab I


!!

R/ Noskapina 10 mg tab. No. XV 3 d.d. tab I


!!

R/ Klorfeneramin Maleat tab No. XV 3 d.d. tab I


!!

R/ Potio Nigra ContraTussin 180 ml 3 d.d. C I


!!

The prescription
Is The Key-Stone to Arch of Therapeutic Endeavor..It Rests on Diagnosis and Prognosis of The Case on The One Side, And The Physicians Knowledge of Pharmacology And Terapeutics on The OtherAny Weakness on Either Side of The Arch Reflects it Self in The Setting of Key-stone ( Bernard Fantus )

PENULISAN RESEP

(RASIONAL DAN

LEGE ARTIS)

TEPAT PENDERITA TEPAT OBAT .. MANJUR; AMAN ;NYAMAN; MURAH TEPAT DOSIS INDIVIDUAL TEPAT BENTUK SEDIAAN TEPAT CARA DAN WAKTU MINUM AWAS INTERAKSI.