Anda di halaman 1dari 14

USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM TISSUE BASAH BERWARNA DENGAN BAHAN BAKU ALTERNATIF PULP PANDAN

MENGKUANG (Pandanus atrocarpus Griff) BIDANG KEGIATAN: PKM-GT Diusulkan Oleh: Rahmawan Maulana 125061100111012 Angkatan 2012 Ulfatus Sadiyah 125061100111032 Angkatan 2012 Indira Tanjungsari 125061107111004 Angkatan 2012

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

LEMBAR PENGESAHAN 1. Judul Kegiatan 2. Bidang Kegiatan (Pilih salah satu) : Tissue Basah Berwarna dengan Bahan BakuAlternatif Pandan Mengkuang (Pandanus atrocarpus Griff) : ( ) PKM-AI (X) PKM-GT

3. Ketua Pelaksana Kegiatan: a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas/Institut/Politeknik e. Alamat Rumah dan No Tel./HP f. Alamat email 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIP c. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: : : : : : : 3 ( tiga ) orang : : : Malang, Oktober 2012

Menyetujui Wakil Dekan atau Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/ Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

Ketua Pelaksana Kegiatan

(__________________________) NIP.

(_________________________) NIM.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Direktur Politeknik/ Ketua Sekolah Tinggi,

Dosen Pendamping

(__________________________)

(_________________________)

ii

NIP.

NIP.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa sehingga dapat menyelesaikan karya tulis Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKMGT) berjudul Tissu Basah Berwarna Dengan Bahan Baku Dasar Dari Pandan Mengkuang ini tepat pada waktunya. Banyak rintangan yang telah penulis lalui tetapi tidak pernah menyurutkan semangat untuk menyelesaikan tugas PKM-GT ini. Karya tulis ini dapat selesai karena adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati perkenankanlah penulis menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian proposal ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Dalam penyusunan karya tulis Program Kreativitas Mahasiswa Ini penulis berharap agar gagasan yang penulis ajukan dapat direalisasikan sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, Penulis

Januari 2013

iii

DAFTAR ISI Halaman Judul.................................................................................................. Halaman Pengesahan........................................................................................ Kata Pengantar.................................................................................................. Daftar Isi........................................................................................................... Daftar Tabel..................................................................................................... Daftar Gambar.................................................................................................. Ringkasan.......................................................................................................... PENDAHULUAN Latar Belakang................................................................................................... Tujuan................................................................................................................ Manfaat.............................................................................................................. GAGASAN Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan................................................................. Solusi yang Pernah Diterapkan......................................................................... Kondisi Kekinian yang Diperbaiki.................................................................... Pihak-Pihak Terkait Pengimplementasian......................................................... Langkah-Langkah Strategis................................................................................ KESIMPULAN Inti Gagasan....................................................................................................... 6 Teknik Implementasi Gagasan.......................................................................... 7 Prediksi Keberhasilan Gagasan.......................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ DAFTAR RIWAYAT HIDUP.......................................................................... LAMPIRAN...................................................................................................... 8 9 10 i ii iii iv iv iv v 1 1 1

iv

DAFTAR TABEL Tabel 1 Perbandingan kandungan pandan dengan standar pulp Tabel 2 Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program pembuatan tissue basah berwarna dari pulp pandan mengkuang DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Ciri Fisik Pandan Mengkuang Gambar 2 Prosedur pembuatan tissue

RINGKASAN Semakin meningkatnya populasi manusia, kebutuhan akan literatur yang baik dan perkembangan komunikasi serta industrialisasi, terutama di negara- negara yang sedang berkembang menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi akan produk kertas dunia. Peningkatan ini secara tidak langsung telah berdampak pula pada penurunan akan sumberdaya terutama hutan sebagai sumber kayu. Tissue untuk sekarang ini telah berbagai inovasi yang bersaing dibidang industri. Tissue banyak dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Namun sayangnya kita lupa bahwa tissue berbahan dasar kayu yang kemudian diolah menjadi berbagai macam tipe tissue, serat kayulah yang menentukan produk yang dihasilkan yang diolah dalam suatu pabrik. Oleh sebab itu, pemakaian tissue secara boros adalah salah satu cara yang membuat hutan bumi kita semakin gersang. Perlu dilakukan alternative bahan dasar peganti kayu agar dapat meminimalisir penggunaan kayu yaitu dengan menggantinya menjadi pandan sebagai bahan baku dasarnya. Pandan mengandung serat yang cukup baik untuk diolah menjadi tissue. Kandungan air dalam pandan juga memungkinkan umtuk dibuat menjadi tissue basah dengan inovasi warna hijau agar terlihat ciri khas pandannya. Selain itu dalam proses pembuatannya tidak diperlukan proses bleaching yang nantinya limbah dari proses tersebut berbahaya terhadap lingkungan akibat adanya penggunaan bahan baku gas Cl adalah toksik yang masih mengandung racun. Karya tulis ini bertujuan merumuskan konsep untuk menjadikan Pandan Mangkuang sebagai pengganti kayu dalam pembuatan pupl yang kemudian dijadikan tissue basah. Konsep tersebut ditunjang oleh beberapa teori yaitu adanya kandungan serat pada pandan mengkuang dan secara umum, tanaman terdiri dari empat komponen kimia penting, yaitu ekstraktif, lignin, holoselulosa dan alpha selulosa. Komponen kimia tersebut akan mempengaruhi proses pemasakan dan kualitas pulp yang akan dihasilkan. Serat yang berasal dari tanaman non kayu memiliki variasi yang lebih besar terhadap kimia jika dibandingkan dengan serat yang berasal dari kayu (Han, 1998). Gagasan ini ditulis dengan dengan analisis dari beberapa permasalahan globalisasi yang disebabkan karena kerusakan hutan kemudian dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka yang ada. Analisis terhadap sifat dasar tanaman yaitu komponen kimia sangat penting untuk menentukan potensi tanaman sebagai sumber penghasil serat untuk pulp dan kertas.Pandan Mengkuang memiliki standar yang memenuhi untuk pembuatan bahan baku kertas tissue. Pandan Mengkuang diolah menjadi pulp tanpa proses bleaching agar tetap alaminya, selain itu tanpa proses bleaching menguntungkan lingkungan karena tidak ada limbah beracun yang disebabkan oleh zat pemutihnya. Setelah ditentukan bahan bakunya dalam suatu pabrik ada tiga tahapan utama dalam proses pembuatan tissue, yaitu: paper mill, rewinder (penggulung ulang), dan converting (pengubah kertas tissue jumbo roll menjadi kertas tissue yang telah dipotong dan dikemas). Sedangkan untuk tissue basah akan dihasilkan produk yang unik karena aroma khas pandannya dari mengekstrak pandan.

vi

PENDAHULUAN Latar belakang Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah produk barang dapat mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan industri yang memproduksi barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kondisi perekonomian. Namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai dampak negative karena kegiatan industri juga bisa menghasilkan material pencemar dan juga menghabiskan sumber daya alam yang ada. Pembuatan tissue merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Tissue merupakan produk yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari hari. Menurut Koesnadi dari Sekjend Sarekat Hijau Indonesia (SHI) tentang Hitungan sederhana bagaimana penyusutan Hutan Alam Indonesia akibat dari penggunaan tissue oleh masyarakat adalah jika jumlah penduduk Indonesia 200 juta orang dan setiap satu harinya 1 orang menggunakan gulung kertas tisu, penggunaan kertas tisu bisa mencapai 100 juta gulung tisu per hari, berarti pemakaian tisu per-bulan di Indonesia mencapai 3 milyar gulung. Bila berat kertas tissu itu 1 gulung mencapai kg, maka 3 milyar dihasilkan angka kira-kira 750.000.000 kg setara dengan 750.000 ton. Untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 5 m3 kayu bulat, dengan asumsi kayu bulat 120 m3 per hektar (diameter 10 up) maka penggunaan hutan untuk pembuatan tissue mencapai ratusan ribu hektar setiap bulannya. Selain itu, pada pembuatan tissue terdapat proses chlorine bleaching wood yaitu pemutihan kayu dengan klorin yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu bahan baku dan proses pembuatan tissue, masih ada pula masalah lain yang muncul dari tissue itu sendiri. Tissue sulit untuk diuraikan di dalam tanah, karena selain kayu, tissue juga terdiri dari bahan yang bersifat anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh tanah dalam waktu cepat. Hasilnya sampah tissue akan terus menumpuk dan dapat memberikan dampak negative bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dicari alternative bahan dan proses pembuatan tissu yang ramah lingkungan. Tissue yang dihasilkan harus ramah lingkungan dan bahan baku pembuatan tissue tersebut mudah didapatkan, melimpah dan waktu regenerasi cepat. Untuk itu ada bahan baku yang digunakan adalah batang pandan mengkuang. Selama ini pandan mengkuang hanya digunakan daunnya saja untuk kerajinan sedangkan batangnya dibuang percuama. Pembuatan tisu dari pandan mengkuang selain mudah didapat juga salah satu bentuk kepedulian lingkungan. Hal tersebut karena selama ini tisu terbuat dari kayu sebagai bahan dasarnya yang dapat merusak lingkungan. Selain itu dipakai bahan pewangi dari ekstrak daun pandan. Manfaat Dengan menggunakan pandan mengkuang sebagai pengganti bahan pulp pada tissu ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan : 1. Penggunaan pandan mengkuang dapat mengurangi limbah karena selama ini batang pandan berduri dianggap tidak memberikan manfaat selain untuk kerajinan tangan. 2. Tanpa adanya proses bleacing membuat tissu ini ramah lingkungan. 3. Menghasilkan produk baru yang inovatif.

vii

Tujuan Pemanfaatan pandan mengkuang sebagai bahan pengganti pulp pada pembuatan kertas yang selanjutnya diproduksi menjadi tissu basah.

GAGASAN Kondisi kekinian pencetus gagasan Saat ini kebutuhan akan tissu sangatlah tinggi, akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan bahan baku yang digunakan. Selama ini bahan utama pembuatan tissu adalah dari kertas dan kertas diproduksi dari selulosa kayu. Semakin lama penggunaan kayu sebagai bahan utama mulai dipertanyakan. Hal tersebut dikarenakan kayu merupakan penghasil oksigen paling banyak dan paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Selain itu hutan merupakan alat untuk penyimpanan air. Air merupakan kehidupan utama dari manusia. Oleh karena itu dengan penngunaan kayu secara berlebihan membuat pengaruh yang sangat tajam dalam kehidupan. Denga\n banyaknya penebangan hutan membuat hutn gudul dan merusak alam. Oleh karena itu perlu adanya trobosan baru dalam pembuatan tisuu selain dari bahan baku kertas yang terbuat dari selulosa kayu. Adanya bahan alternatif untuk pembuatan tisu semakin banyak dikembangkan. Salah satu bahan alternatif tersebut adalah pandan mengkuang. Bagian yang digunakan adalah batangnya pandan mengkuang. Batang pandan mengkuang memiliki serat yang sama dengan serat pohon. Selain itu dibuat tissu basah tanpa blecing dan penggunaan ekstrk pewangi alami dari daun pandan itu sendiri. Tissu yang dibuat ramah lingkungan dan bahan bakunya mudah di dapat dan harganya terjangkau. Tanaman pandan mengkuang (Pandanus atrocarpus Griff) merupakan salah satu jenis tanaman pandan yang banyak tumbuh di pinggir Sungai Kapuas Provinsi Kalimantan Barat. Tanaman pandan mengkuang berumur tua memiliki batang yang berwarna coklat ke abu-abuan. Memiliki duri yang berbentuk runcing dengan batas ruas yang tidak terlihat jelas. Batang terdapat bercak-bercak putih dengan kulit batang yang mulai terkelupas. Gambar 1. Batang Pandan Mengkuang (A= muda; B= Tua)

viii

Berdasarkan komponen kimia, dan hasil perbandingan dengan standar FAO (1980), diketahui bahwa batang pandan mengkuang termasuk ke dalam kriteria baik sebagai bahan baku alternatif pembuatan pulp dan kertas. Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki keadaan pencetus gagasan Seperti yang kita ketahui pada umumnya bahwa pemanfaatan daun pandan hanya dijadikan sebagai penyedap bau pada santan atau pun kolak. Inovasi lain yang ada dan berkembang dimasyarakat digunakan sebagai pewarna alami yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Inovasi tersebut sudah lumrah dan dibutuhkan inovasi terbaru agar daun pandan dapat dimanfaatkan lebih dari pewarna ataupun penyedap bau pada saat ini. Oleh karena itu dibuatlah inovasi baru yaitu pembuatan tissu dari kertas yang berbahan baku batang pandan mengkuang sebagai pulpnya dan daunnya sebagai ekstrak pewangi alaminya. Inovasi tersebut untuk mengurangi penngunaan kayu pohon sebagai bahan utama pulp. Hal tersebut digunakan agar kita dapat menyelamatkan bumi dari globalisasinya akkibat hutan yang gundul. Selain itu Jadi tissu tersebut bewarna hijau dan mempunyai bau yang sama dengan pandan. Dengan kata lain tissu tersebut mempunyai bau khas yaitu bau pandan yang sangat sedap sekali. Tissu yang akan dibuat dan diterapkan adalah tisu basah.

ix

Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan Melihat banyaknya kebutuhan tissu di indonesia mengakibatkan semakin banyak pohon yang harus ditebang. Oleh karena itu dibuatlah tissu dari batang tissu pandan mengkuang yang regenerasinya cepat dari pada pohon yang membutuhkan waktu yang lama. Selain itu pewangi alami tersebut tidak membahayakan kulit manusia. oleh karena itu tissu dari batang mengkuan sangat ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan dan tidk bahaya bagi bayi yang notabene kulitnya sensitif. Selain itu tissu basah yang ada dimasyarakat dengan proses bleacing menyebabkan residu di alam. Sehingga jika dibuang begitu saja mengakibatkan kerusakan alam. Jadi tissu basah ini dibuat tanpa bleacing dan pewanginya alami yang tidak merusak kulit. Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya Gagasan ini dapat terwujud melalui partisipasi aktif pihak-pihak sebagai berikut : Tabel 2 Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program pembuatan tissue basah berwarna dari pulp pandan mengkuang Pelaksana Lembaga khusus pengembangan keunggulan lokal dibawah Pemerintah daerah LSM (Lembaga Swadaya masyarakat) Kalangan akademisi (mahasiswa/Perguruan Tinggi) Sumber dana Alokasi dana APBN dan APBD pemerintah untuk pengembangan daerah Program yang diterapkan Penggunaan pertanian organik secara menyeluruh dalam perkebunan pandan mengkuang yang akan dikembangkan Pelatihan pengumpulan bahan pandan mengkuang dan pengolahan menjadi tissue basah berwarna Pelatihan & pelaksanaan pembuatan tissue basah berwarna dari pulp pandan mengkuang

Pengajuan penelitian kandungan pandan mengkuang Dana pinjaman dengan bunga rendah dari bank milik pemerintah

Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai. Gagasan untuk pembuatan tissu dari batang pandan mengkuang dapat diimplementaskan dengan baik apabila didukung oleh hal-hal strategis sebagai berikut : 1. Adanya riset berkelanjutan dalam pengembangan pemanfaatan pandan mengkuang untuk dijadikan pulp di Indonesia.

2. Pemerintah menggandeng lembaga surveyor untuk mendapatkan data spesifik kebutuhan pulp di pabrik pembuatan tissue basah agar dapat diketahui seberapa besar produksi yang harus dihasilkan. 3. Pemerintah segera membeli hak cipta bahan baku alternatif pulp dari pandan mengkuang yang mampu menjadi tumpuan hajat hidup orang banyak seperti yang tertuang dalam UUD 1945. 4. Adanya pertimbangan pembuatan UU yang mengatur bahwa penemuan yang bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak dapat dikelola oleh Negara, dengan tidak mengabaikan kompensasi untuk penemunya. 5. Komitmen antara pemerintah dan pekerja untuk menjadikan Indonesia mampu mengolah produk tissue basah berwarna alami menjadi bernilai jual lebih tinggi sehingga mampu menembus pasar luar negeri. 6. Pelindungan hak cipta untuk menghargai pencipta produk tissue basah berwarna dari pandan mengkuang dan agar tidak ada penjiplakan KESIMPULAN Inti Gagasan Penggunaan pandan mangkuang sebagai alternative bahan baku dasar untuk dijadikan pulp yang kemudian diolah menjadi tissue basah berwarna hijau dari sifat alami pandannya. Tanpa memerlukan proses bleaching yang menyebabkan limbah beracun dan berbahaya bagi lingkungan. Selain itu ditambahkan pewangi alami dari ekstrak pandan Teknik Implementasi Gagasan Langkah-langkah implementasi untuk membuat baterai dari abu gosok ini adalah : 1. Identifikasi potensi pengembangan daerah sesuai skala prioritas tiap propinsi 2. Melakukan pendekatan secara gradual (bertahap) kepada tokoh masyarakat sebagai awal pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat 3. Melakukan kemitraan strategis dengan perusahaan yang memiliki program dana CSR (Corporate Social responsibility) sebagai modal awal pengembangan 4. Penyuluhan program kepada masyarakat sebagai pengembang produk tissue basah berwarna dari pulp pandan mengkuang. 5. Melakukan kerjasama dengan masyarakat untuk pengembangan produk yang bahan utamanya berasal dari masyarakat. 6. Penanaman kepercayaan kepada masyarakat (trust) bakal menjadi lebih baik jika dilakukan community development. 7. Melakukan Pemetaan daerah potensial pengembangan dalam daerah yang dituju. 8. Mobilisasi warga untuk melaksanakan program yang di sepakati bersama. 9. Melakukan mekanisme evaluasi secara periodik dan profesional. 10. Melakukan konservasi lebih lanjut untuk melakukan pengembangan produk yang lebih update. Prediksi Keberhasilan Gagasan

xi

Dengan menggunakan pandan mengkuang sebagai bahan baku pembuatan pulp ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan diantaranya adalah mengurangi kerusakan hutan yang disebabkan eksploritasi kayu yang berlebih, meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik pembuatan pulp yang masih menggunankan proses bleaching dan menghasilkan produk yang inovatif.

DAFTAR PUSTAKA http://digilib.petra.ac.id/viewer.php? page=14&submit.x=14&submit.y=13&submit=next&qual=high&submitval=next &fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Felkt%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-199923492113-14374-motor-chapter2.pdf

xii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ketua kelompok Nama NIM Jurusan / Fakultas Tempat, tanggal lahir Universitas HP Alamat Email Anggota Nama NIM Jurusan / Fakultas Tempat, tanggal lahir Universitas HP Alamat Email Nama NIM Jurusan / Fakultas Tempat, tanggal lahir Universitas HP Alamat Email : Rahmawan maulana wajid : 125061100111012 : Teknik Kimia / FT : Bondowoso, 15 Maret 1995 : Universitas Brawijaya : 085755934323 : Ds. Pekauman RT. 05 RW. 01 Kec. Grujugan Kab. Bondowoso : rahmawan.maulana@gmail.com : Ulvatus sa diyah : 125061100111032 : Teknik Kimia / FT : Malang, 28 Desember 1993 : Universitas Brawijaya : 085646456103 : Jl. Joyotambaksari 1-B, Malang, Jawa Timur : sa39diyahulvatus@yahoo.com : Indira Tanjungsari : 125061107111004 : Teknik Kimia / FT : Tasikmalaya, 27 September 1994 : Universitas Brawijaya : 08563454864 : Jalan MT Haryono 8 no 999, Malang, Jawa Timur : indi_r@rocketmail.com

xiii

LAMPIRAN

xiv