Anda di halaman 1dari 6

1.

kumis kucing

Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat dan dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna, tahunan, tumbuh tegak, tinggi 50-150 cm. Batang berkayu, segi empat agak beralur, beruas, bercabang, berambut pendek atau gundul, berakar kuat. Daun tunggal, bulat telur, elips atau memanjang, berambut halus, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis, panjang 2-10 cm, lebar 1-5 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan, berwarna ungu pucat atau putih, benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah berupa buah kotak, bulat telur, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Kumis kucing dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang.

Sifat dan Khasiat Herba kumis kucing rasanya manis sediit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan panas dan lembab, serta menghancurkan batu saluran kencing.

kandungan Kimia Orthosiphonin glikosida, zat samak, minyak asiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, mioinositol dan sinensetin. Kalium berkhasiat diuretik dan pelarut batu saluran kencing,

sinensetin berkhasiat antibakteri. Bagian yang Digunakan Bagian yang digunakan adalah herba, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan.

Indikasi Herba kumis kucing digunakan untuk pengobatan: Infeksi ginjal akut dan kronis Infeksi kandung kencing (sistitis) Kencing batu Sembab karena timbunan cairan di jaringan (edema) Kencing manis (diabetes mellitus) Tekanan darah tinggi (hipertensi) Rematik gout

Cara Pemakaian Rebus 30-60 g herba kering atau 90-120 g herba segar, lalau minum air rebusannya. Herba kumis kucing yang kering ataupun yang segar juga bisa diseduh, lalu diminum seperti teh.

Efek Farmakologi Herbal :


Anti radang Peluruh kencing, (deuretik) Menghilangkan panas dan lembab Menghancurkan batu ginjal

Khasiat Herba Kumis Kucing :


Kencing Batu Infeksi Ginjal kronis dan akut Infeksi Kandung Kencing Infeksi saluran kencing Bengkak dan / Sembab karena timbunan cairan di jaringan (edema) Kencing manis (diabetes) Tekanan darah Tinggi Reumatik Gout dan Asam urat

Aturan Pakai :

Pengobatan : 3 x 3 5 KAPSUL PERHARI sampai sembuh Untuk hasil maksimal minum sampai dengan 6 botol Pencegahan / Pemeliharaan : 2 x 2 Kapsul perhari

Peringatan : Tidak dianjurkan untuk wanita hamil

2. TEMPUYUNG

Nama Bahan Tempuyung termasuk tumbuhan familia Asteraceae (Aster-asteran). Ia merupakan tumbuhan herba menahun, tegak, mengandung getah, dan mempunyai akar tunggang yang kuat.

Indikasi Membantu melancarkan buang air kecil dan membantu meluruhkan batu urin di saluran kemih

Komposisi Tiap kapsul mengandung ekstrak yang setara dengan 2 gram simplisia Sonchus Arvensis Folium. ISI : 60 Kapsul.

Cara penggunaan Diminum 2 x 2 per hari.

Perhatian : Hanya untuk penderita batu kandung kemih yang telah ditetapkan oleh dokter. Selama penggunaan konsultasikan pada dokter secara berkala.

Nama latin : Sonchus arvensis L. Nama lokal : Tempuyung Diskripsi : Tempuyung termasuk tanaman menahun yang biasanya tumbuh ditempattempat terlindung.

Ciri-ciri tanaman herbal tempuyung ini sebagai berikut : Daunnya licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Didekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak disebelah atas memeluk batang berselang-seling. Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal.

Zat yang terkandung didalam daun tempuyung ini adalah : Kalium yang berkadar cukup tinggi. Kalium inilah yang membuat batu ginjal yang berupa kalsium karbonat tercerai berai. Soalnya, kalium menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentukan batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine.

Berikut ini resep herbal yang menggunakan daun tempuyung : Batu kandung kemih : Resep I : 5 helai daun tempuyung segar dicuci bersih, diasapkan sebentar, lalu dimakan sekali habis, sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3x sehari.

Resep II : 500 mg daun tempuyung kering diseduh dengan satu gelas air minum, seperti membuat teh. Air seduhan ini diminum habis. Lakukan 3x sehari, sampai batu ginjal hilang.