Anda di halaman 1dari 31

68

4.2. Analisa Hasil Penelitian Analisa hasil penelitian pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Penggunaan pendekatan deskriptif analitis ini bertujuan untuk memperoleh jawaban-jawaban atas permasalahan pokok yang diangkat dan tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Pokok masalah yang diteliti ialah frekuensi dari Kecenderungan Pemberitaan (kecenderungan dalam hal bentuk penyajian berita), tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada halaman depan Koran Tempo, sesuai jangka waktu penelitian mulai dari tanggal, 27 Desember 2004 sampai dengan tanggal, 15 Januari 2005. Setelah melakukan penelitian mengenai berita-berita tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara yang dimuat dihalaman depan Koran Tempo, yang menganalisis pada kecenderungan pemberitaan dilihat dari bentuk penyajian beritanya, maka diperoleh hasil penelitian sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.

4.2.1. Kategori Penelitian Untuk kategori bentuk penyajian berita dilakukan berdasarkan empat kategori berita yaitu, Berita Langsung (straight/hard/spot news), Berita Ringan (soft news), Berita Kisah (feature) dan Laporan Mendalam/Berita Mendalam (indepth report/indepth news). Untuk mempermudah dalam melakukan analisis,

69

penulis membuat dalam bentuk tabel tunggal sesuai dengan kategori edisi dan tanggal yang telah ditentukan.

4.2.1.1. Berita Langsung (straight/hard/spot news)

Tabel. 4.1 Kategori Berita Langsung dan Bukan Berita Langsung Tentang Peristiwa Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Halaman Depan Koran Tempo No. Tanggal Berita Berita Langsung (straight /hard/spot news) V V V V V Bukan Berita Langsung V V -

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

27/12/2004 27/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/01/2004 29/01/2004

Tsunami Lumat Aceh dan Asia Ombak Besar Menggulung Kapal-kapal Ribuan Warga Mengalir ke Pengungsian Gelombang Tsunami Mulai Mengancam Selatan Jawa Inikah Gempa Itu? Mereka yang Tewas dalam Tugas Kelaparan Bayangi Pengungsi

70

8. 9. 10. 11. 12. 13.

29/12/2004 29/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004

Korban Meninggal 27 Ribu Lambaian Tak Terjawab.. ICRC : Korban Tewas 100 Ribu Jiwa Lebih Stok Logistik Makin Menipis Nusa Tenggara Waspadai Ancaman Tsunami Catatan Harian Yuswardi Suud (1) Mereka Membalik Mayat Pemerintah Kewalahan Tangani Bantuan Kapal Pertama Capai Meulaboh Catatan Harian Yuswardi Suud (2) Kala Nama-nama Diumumkan.. Depresi Massal Menjangkiti Pengungsi Banda Aceh Mulai Berdenyut Catatan Harian Yuswardi Suud (3) Saya Hanya Pasrah.. Laporan Utama : Sepenggal Kiamat Pengungsi Keluhkan Distribusi Bantuan Mencari Seniman Aceh yang

V V V V -

V V

14. 15. 16.

31/12/2004 31/12/2004 31/12/2004

V V -

17. 18. 19.

01/01/2005 01/01/2005 01/01/2005

V V -

20. 21. 22.

02/01/2005 02/01/2005 02/01/2005

V V V

71

Hilang 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 03/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 04/01/2005 04/01/2005 05/01/2005 05/01/2005 Banyak Pengungsi Meninggal di RS Anak Korban Bencana Diduga Diperdagangkan Tak Ada Alat, Gajah pun Jadi Banda Aceh Berangsur Pulih Kurban Bisa Dialihkan buat Bantu Aceh Listrik Telah Menyala di Meulaboh KTT Tsunami Diharapkan Koordinasikan Bantuan Asing Wabah Penyakit Mulai Menyerang Pengungsi Realisasikan Tawaran Penundaan Utang Militer Asing untuk Misi Kemanusiaan PBB Desak Bantuan Segera Cair Pengidap Depresi di Aceh Meningkat Alwi : Tinggalkan Permusuhan Marinir Amerika Mulai Mendarat di Aceh V V V V V V V -

30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

06/01/2005 06/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 08/01/2005 08/01/2005

V V V V V V

V -

72

37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47.

09/01/2005 09/01/2005 10/01/2005 10/01/2005 11/01/2005 11/01/2005 12/01/2005 12/01/2005 13/01/2005 14/01/2005 15/01/2005

Laporan Utama : Segenggam Aceh 78.351 Mayat Telah Dievakuasi dan Dimakamkan Bantuan Dikhawatirkan Tak Merata Panglima TNI Ditugasi Atur Pasukan Asing Hari Pertama Sekolah Penuh Haru Pemerintah Tolak Utang Komersial buat Aceh Militer Asing Dibatasi Tiga Bulan Komunikasi dengan Calang Mulai Terbuka Stok Darah di Aceh dan Medan Tipis Rehabilitasi Aceh tanpa Tender PBB Minta Tenggat Dicabut Jumlah

V V V V V V V V V 34

V V 13

73

Tabel. 4.2 Tabel Persentase Kategori Berita Langsung Periode 27 Desember 2004 - 15 Januari 2005 Kategori Berita Langsung Bukan Berita Langsung Jumlah Frekuensi 34 13 47 Persentase 72% 28% 100%

Dari keterangan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 47 item berita atau keseluruhan sampel bentuk penyajian berita yang diteliti, ternyata hanya 34 item berita atu sekitar 72% yang termasuk kategori berita langsung dan sisanya 13 item berita atau sekitar 28% bukan termasuk kategori berita langsung. Dalam penentuan berita tersebut, berita langsung atau bukan berita langsung didasarkan pada peristiwa untuk menyampaikan kejadian-kejadian penting yang secepatnya perlu diketahui oleh pembaca media massa, dalam hal ini media cetak. Berita yang disampaikan memiliki unsur-unsur terpenting dan peristiwa itu harus langsung atau sesegera mungkin disampaikan kepada pembaca, berdasarkan jarak rentan waktu 24 jam dan selama belum dimuat disurat kabar lain. Setelah dianalisis pada berita yang ditulis Koran Tempo yang termasuk berita langsung sebanyak 72% dan yang bukan termasuk berita langsung sebanyak 28%. Pada berita yang dimuat Koran Tempo pada tanggal, 27 Desember 2004, yaitu Tsunami Lumat Aceh dan Asia, penulis menganggap berita tersebut masuk kedalam kategori berita langsung, karena berita tersebut memuat fakta terjadinya

74

peristiwa yang diawali gempa bumi pada sekitar pukul 08.05 WIB, untuk kemudian disusul gelombang tsunami yang mengguncang dan melumatkan Aceh dan sekitarnya. Contoh Berita Langsung : Gempa dan gelombang pasang tsunami mengguncang dan

melumatkan Aceh dan sekitarnya. Sedikitnya 1.847 orang tewas akibat gempa dan sapuan tsunami yang terjadi sekitar pukul 08.05 WIB pagi kemarin itu. Selain menimpa Malaysia dan Thailand, gempa dan tsunami melanda Negaranegara di kawasan Asia Selatan, seperti Sri Lanka dan India. Menurut catatan USGS, gempa pertama terjadi di atas Pulau Simeuleu, berkekuatan 8,9 Skala Richter pada pukul 00.58 GMT atau 07.58 WIB. Gempa ini merupakan gempa terhebat yang kelima kalinya terjadi di dunia sejak dekade 1900-an. Fenomena gempa yang berawal dari Aceh ini, menurut Dr Danny Hilman Natawidjaja dari Puslitbang Geoteknologi LIPI, Bandung, terbilang tak biasa. Meski jika dilihat dari lokasi pusat gempa yang letaknya segaris, ini tidak berarti gempa yang terjadi di Nicobar adalah gempa susulan dari gempa di Aceh. Gempa ini gempa tersendiri, kebetulan terjadi pada hari yang sama. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, kata Danny.

4.2.1.2. Berita Ringan (soft news)

75

Tabel. 4.3 Kategori Berita Ringan dan Bukan Berita Ringan Tentang Peristiwa Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Halaman Depan Koran Tempo No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Tanggal 27/12/2004 27/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/01/2004 29/01/2004 29/12/2004 29/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 Berita Tsunami Lumat Aceh dan Asia Ombak Besar Menggulung Kapal-kapal Ribuan Warga Mengalir ke Pengungsian Gelombang Tsunami Mulai Mengancam Selatan Jawa Inikah Gempa Itu? Mereka yang Tewas dalam Tugas Kelaparan Bayangi Pengungsi Korban Meninggal 27 Ribu Lambaian Tak Terjawab.. ICRC : Korban Tewas 100 Ribu Jiwa Lebih Stok Logistik Makin Menipis Nusa Tenggara Waspadai Berita Ringan (soft news) V Bukan Berita Ringan V V V V V V V V V V V

76

Ancaman Tsunami 13. 30/12/2004 Catatan Harian Yuswardi Suud (1) Mereka Membalik Mayat Pemerintah Kewalahan Tangani Bantuan Kapal Pertama Capai Meulaboh Catatan Harian Yuswardi Suud (2) Kala Nama-nama Diumumkan.. Depresi Massal Menjangkiti Pengungsi Banda Aceh Mulai Berdenyut Catatan Harian Yuswardi Suud (3) Saya Hanya Pasrah.. Laporan Utama : Sepenggal Kiamat Pengungsi Keluhkan Distribusi Bantuan Mencari Seniman Aceh yang Hilang Banyak Pengungsi Meninggal di RS Anak Korban Bencana Diduga Diperdagangkan Tak Ada Alat, Gajah pun Jadi V -

14. 15. 16.

31/12/2004 31/12/2004 31/12/2004

V V -

17. 18. 19.

01/01/2005 01/01/2005 01/01/2005

V V -

20. 21. 22. 23. 24. 25.

02/01/2005 02/01/2005 02/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 03/01/2005

V V V V V V

77

26. 27. 28. 29.

04/01/2005 04/01/2005 05/01/2005 05/01/2005

Banda Aceh Berangsur Pulih Kurban Bisa Dialihkan buat Bantu Aceh Listrik Telah Menyala di Meulaboh KTT Tsunami Diharapkan Koordinasikan Bantuan Asing Wabah Penyakit Mulai Menyerang Pengungsi Realisasikan Tawaran Penundaan Utang Militer Asing untuk Misi Kemanusiaan PBB Desak Bantuan Segera Cair Pengidap Depresi di Aceh Meningkat Alwi : Tinggalkan Permusuhan Marinir Amerika Mulai Mendarat di Aceh Laporan Utama : Segenggam Aceh 78.351 Mayat Telah Dievakuasi dan Dimakamkan Bantuan Dikhawatirkan Tak Merata Panglima TNI Ditugasi Atur

V V V V

30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.

06/01/2005 06/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 08/01/2005 08/01/2005 09/01/2005 09/01/2005 10/01/2005 10/01/2005

V V V V V V V V V V V

78

Pasukan Asing 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 11/01/2005 11/01/2005 12/01/2005 12/01/2005 13/01/2005 14/01/2005 15/01/2005 Hari Pertama Sekolah Penuh Haru Pemerintah Tolak Utang Komersial buat Aceh Militer Asing Dibatasi Tiga Bulan Komunikasi dengan Calang Mulai Terbuka Stok Darah di Aceh dan Medan Tipis Rehabilitasi Aceh tanpa Tender PBB Minta Tenggat Dicabut Jumlah Tabel. 4.4 Tabel Persentase Kategori Berita Ringan Periode 27 Desember 2004 - 15 Januari 2005 Kategori Berita Ringan Bukan Berita Ringan Jumlah Frekuensi 5 42 47 Persentase 11% 89% 100% V 5 V V V V V V 42

Dalam menilai suatu berita apakah berita tersebut termasuk kategori berita ringan atau bukan berita ringan penulis membuat konsep kategorisasi. Berita dapat dikatakan berita ringan, apabila berita yang disampaikan tidak mengutamakan unsur penting yang hendak diberitakan, melainkan sesuatu yang

79

menarik. Berita ini biasa ditemukan sebagai kejadian yang manusiawi dalam kejadian penting. Dalam kaitan dengan berita bencana alam gempa bumi dan tsunami, yang termasuk berita ringan salah satunya adalah berita yang

disampaikan oleh Yuswardi Suud, Mereka Membalik Mayat salah seorang wartawan Tempo yang bertugas di Aceh, dengan catatanya mengenai hari-hari yang mencekam tersebut. Setelah dianalisis dari tabel diatas dapat diketahui, bahwa dari 47 item berita sebanyak 5 item berita atau 11% berita termasuk kedalam kategori berita ringan, dan sisanya 42 item berita atau sekitar 89% bukan termasuk dalam kategori berita ringan. Seperti berita yang dimuat pada hari Selasa, tanggal, 28 Desember 2004, Kamis, 30 Desember 2004, Jumat, 31 Desember 2004, Sabtu, 1 Januari 2005, dan Rabu, 12 Januari 2005. Penulis melihat berita di atas tersebut merupakan berita ringan, yang mengisahkan bagaimana bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara begitu dahsyat dan mencekam, berdasarkan pengalaman mereka yang melihat bencana alam tersebut secara langsung, yang tersaji di Koran Tempo. Dalam berita Catatan Harian Yuswardi Suud, Mereka Membalik Mayat. Contoh Berita Ringan : Hari itu, Senin (sehari setelah serangan tsunami). Saya memutuskan mencari famili yang belum ketahuan nasibnya. Pagi sekitar pukul 07.00, kami (saya dan kakak) berangkat menuju Ceulingke, Syiah Kuala, hanya berbekal air

80

minum dan sedikit makanan. Jarak delapan kilometer (dari pusat Banda Aceh) itu kami tempuh dengan jalan kaki. Kami bermaksud menemui keluarga paman. Sepanjang jalan menuju rumah paman, pemandangan sungguh mengenaskan. Kayu dan bangkai mobil berserakan. Mayat bergelimpangan tak terhitung jumlahnya. Bau menyengat menguar dari mayat-mayat yang membusuk. Saya melihat beberapa orang di jalanan. Mereka membalik-balik mayat, berusaha mengenali rupanya, siapa tahu itu anggota keluarga mereka. Wajah mereka menjadi lesu begitu mengetahui jasad itu bukan keluarganya. Lalu mereka kembali berjalan. Begitu menemui mayat lain, hal serupa kembali dilakukan. Membalik mayat, memperhatikan wajahnya, lalu kembali dicekam kelesuan. Begitu seterusnya. Berita ini penulis menganggapnya sebagai berita ringan, karena adanya kejadian yang manusiawi dalam kejadian penting.

4.2.1.3. Berita Kisah (feature)

Tabel. 4.5 Kategori Berita Kisah dan Bukan Berita Kisah Tentang Peristiwa Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Halaman Depan Koran Tempo

81

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Tanggal 27/12/2004 27/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/01/2004 29/01/2004 29/12/2004 29/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004

Berita Tsunami Lumat Aceh dan Asia Ombak Besar Menggulung Kapal-kapal Ribuan Warga Mengalir ke Pengungsian Gelombang Tsunami Mulai Mengancam Selatan Jawa Inikah Gempa Itu? Mereka yang Tewas dalam Tugas Kelaparan Bayangi Pengungsi Korban Meninggal 27 Ribu Lambaian Tak Terjawab.. ICRC : Korban Tewas 100 Ribu Jiwa Lebih Stok Logistik Makin Menipis Nusa Tenggara Waspadai Ancaman Tsunami Catatan Harian Yuswardi Suud (1) Mereka Membalik Mayat Pemerintah Kewalahan Tangani Bantuan

Berita Kisah (feature) V V V

Bukan Berita Kisah V V V V V V V V V V -

14.

31/12/2004

82

15. 16.

31/12/2004 31/12/2004

Kapal Pertama Capai Meulaboh Catatan Harian Yuswardi Suud (2) Kala Nama-nama Diumumkan.. Depresi Massal Menjangkiti Pengungsi Banda Aceh Mulai Berdenyut Catatan Harian Yuswardi Suud (3) Saya Hanya Pasrah.. Laporan Utama : Sepenggal Kiamat Pengungsi Keluhkan Distribusi Bantuan Mencari Seniman Aceh yang Hilang Banyak Pengungsi Meninggal di RS Anak Korban Bencana Diduga Diperdagangkan Tak Ada Alat, Gajah pun Jadi Banda Aceh Berangsur Pulih Kurban Bisa Dialihkan buat Bantu Aceh Listrik Telah Menyala di Meulaboh

V -

17. 18. 19.

01/01/2005 01/01/2005 01/01/2005

V V -

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

02/01/2005 02/01/2005 02/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 04/01/2005 04/01/2005 05/01/2005

V V -

V V V V V V V

83

29.

05/01/2005

KTT Tsunami Diharapkan Koordinasikan Bantuan Asing Wabah Penyakit Mulai Menyerang Pengungsi Realisasikan Tawaran Penundaan Utang Militer Asing untuk Misi Kemanusiaan PBB Desak Bantuan Segera Cair Pengidap Depresi di Aceh Meningkat Alwi : Tinggalkan Permusuhan Marinir Amerika Mulai Mendarat di Aceh Laporan Utama : Segenggam Aceh 78.351 Mayat Telah Dievakuasi dan Dimakamkan Bantuan Dikhawatirkan Tak Merata Panglima TNI Ditugasi Atur Pasukan Asing Hari Pertama Sekolah Penuh Haru Pemerintah Tolak Utang Komersial buat Aceh

30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42.

06/01/2005 06/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 08/01/2005 08/01/2005 09/01/2005 09/01/2005 10/01/2005 10/01/2005 11/01/2005 11/01/2005

V V V V V V V V V V V V V

84

43. 44. 45. 46. 47.

12/01/2005 12/01/2005 13/01/2005 14/01/2005 15/01/2005

Militer Asing Dibatasi Tiga Bulan Komunikasi dengan Calang Mulai Terbuka Stok Darah di Aceh dan Medan Tipis Rehabilitasi Aceh tanpa Tender PBB Minta Tenggat Dicabut Jumlah Tabel. 4.6

V V V V 40

Tabel Persentase Kategori Berita Kisah Periode 27 Desember 2004 - 15 Januari 2005 Kategori Berita Kisah Bukan Berita Kisah Jumlah Frekuensi 7 40 47 Persentase 15% 85% 100%

Berita dapat dikatakan berita kisah, apabila berita tersebut memuat mengenai kejadian yang dapat menyentuh perasaan, ataupun yang dapat menambah pengetahuan pembaca lewat penjelasan rinci, lengkap serta mendalam dan pada berita ini terikat akan aktualitas. Dalam kaitan dengan berita bencana alam gempa bumi dan tsunami, berita kisah adalah berita yang menggambarkan atau menginformasikan kisah yang dialami masyarakat, akibat terjadinya gempa bumi dan tsunami, dan pada berita kisah, waktu bukan menjadi kriteria utama, melainkan urgensi peristiwa atau masalah itu untuk mendapat perhatian.

85

Setelah dianalisis dari tabel di atas dapat diketahui, bahwa dari 47 item berita, ternyata sebanyak 7 item berita atau sebanyak 15% merupakan berita yang termasuk kategori berita kisah. Sedangkan yang bukan termasuk kategori berita kisah diperoleh sekitar 40 item berita atau sebanyak 85%. Berita kisah dalam penelitian ini, salah satunya adalah berita yang dimuat Koran Tempo pada hari Selasa, 28 Desember 2004, Mereka yang Tewas dalam Tugas. Contoh Berita Kisah : Sedikitnya 377 personel TNI dan 51 keluarga prajurit ikut tewas akibat gempa dan gelombang pasang tsunami yang menerjang wilayah Aceh dan beberapa kawasan Asia, Minggu (26/12) lalu. Pada bagian lain keterangannya Endriartono menjelaskan, diantara yang tewas, 180 orang berasal dari satu kompi Kodam Iskandar Muda dan diterjang tsunami saat berlatih di pantai Ule Lheu, Banda Aceh. Ia menduga, ,jumlah tersebut merupakan bagian kecil dari korban yang belum diketahui, yang tersebar di Aceh, Nias, dan pantai Cermin. Gelombang tsunami yang melanda daerah konflik itu, Minggu pagi, juga menggulung sekitar 1.500 orang yang sedang lari pagi. Seorang anggota TNI yang baru tiba di Medan dari Banda Aceh mengungkapkan, 500 personel Brimob di Aceh juga hilang diterjang tsunami saat apel pagi di Ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu.

86

Tidak hanya anggotanya, TNI juga kehilangan sejumlah peralatan militer, diantaranya 22 pucuk senjata, 15 unit perahu cepat, puluhan kendaraan militer. Kemarin, Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan Polda Nanggroe Aceh Darussalam Kombes Pol Syahrul Zainal, yang tewas karena tertimpa rumahnya yang roboh di Banda Aceh, telah dievakuasi ke Medan. Direncanakan jenazah akan dikebumikan di kampung halamannya di Kisaran, Kabupaten Asahan. Berita tersebut dianggap berita kisah, kerena berita itu merupakan berita yang dapat menyentuh perasaan pembaca, untuk mengetahui siapa-siapa korban yang tewas dari keganasan alam tersebut.

4.2.1.4.

Laporan

Mendalam/Berita

Mendalam

(indepth

report/indepth news)

Tabel. 4.7 Kategori Berita Mendalam dan Bukan Laporan/Berita Mendalam Tentang Peristiwa Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Halaman Depan Koran Tempo No. Tanggal Berita Laporan/Beri Bukan

87

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 13.

27/12/2004 27/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/12/2004 28/01/2004 29/01/2004 29/12/2004 29/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004 30/12/2004

Tsunami Lumat Aceh dan Asia Ombak Besar Menggulung Kapal-kapal Ribuan Warga Mengalir ke Pengungsian Gelombang Tsunami Mulai Mengancam Selatan Jawa Inikah Gempa Itu? Mereka yang Tewas dalam Tugas Kelaparan Bayangi Pengungsi Korban Meninggal 27 Ribu Lambaian Tak Terjawab.. ICRC : Korban Tewas 100 Ribu Jiwa Lebih Stok Logistik Makin Menipis Nusa Tenggara Waspadai Ancaman Tsunami Catatan Harian Yuswardi Suud (1) Mereka Membalik Mayat Pemerintah Kewalahan Tangani Bantuan

ta Mendalam (indepth report/News) V -

Laporan/ Berita Mendalam V V V V V V V V V V V V

14.

31/12/2004

88

15. 16.

31/12/2004 31/12/2004

Kapal Pertama Capai Meulaboh Catatan Harian Yuswardi Suud (2) Kala Nama-nama Diumumkan.. Depresi Massal Menjangkiti Pengungsi Banda Aceh Mulai Berdenyut Catatan Harian Yuswardi Suud (3) Saya Hanya Pasrah.. Laporan Utama : Sepenggal Kiamat Pengungsi Keluhkan Distribusi Bantuan Mencari Seniman Aceh yang Hilang Banyak Pengungsi Meninggal di RS Anak Korban Bencana Diduga Diperdagangkan Tak Ada Alat, Gajah pun Jadi Banda Aceh Berangsur Pulih Kurban Bisa Dialihkan buat Bantu Aceh Listrik Telah Menyala di Meulaboh

V V

17. 18. 19.

01/01/2005 01/01/2005 01/01/2005

V V V

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

02/01/2005 02/01/2005 02/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 03/01/2005 04/01/2005 04/01/2005 05/01/2005

V V -

V V V V V V V

89

29.

05/01/2005

KTT Tsunami Diharapkan Koordinasikan Bantuan Asing Wabah Penyakit Mulai Menyerang Pengungsi Realisasikan Tawaran Penundaan Utang Militer Asing untuk Misi Kemanusiaan PBB Desak Bantuan Segera Cair Pengidap Depresi di Aceh Meningkat Alwi : Tinggalkan Permusuhan Marinir Amerika Mulai Mendarat di Aceh Laporan Utama : Segenggam Aceh 78.351 Mayat Telah Dievakuasi dan Dimakamkan Bantuan Dikhawatirkan Tak Merata Panglima TNI Ditugasi Atur Pasukan Asing Hari Pertama Sekolah Penuh Haru Pemerintah Tolak Utang Komersial buat Aceh

30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42.

06/01/2005 06/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 07/01/2005 08/01/2005 08/01/2005 09/01/2005 09/01/2005 10/01/2005 10/01/2005 11/01/2005 11/01/2005

V V -

V V V V V V V V V V V

90

43. 44. 45. 46. 47.

12/01/2005 12/01/2005 13/01/2005 14/01/2005 15/01/2005

Militer Asing Dibatasi Tiga Bulan Komunikasi dengan Calang Mulai Terbuka Stok Darah di Aceh dan Medan Tipis Rehabilitasi Aceh tanpa Tender PBB Minta Tenggat Dicabut Jumlah

V V V V 42

Tabel. 4.8 Tabel Persentase Kategori Berita Mendalam Periode 27 Desember 2004 - 15 Januari 2005 Kategori Berita Mendalam Bukan Laporan/Berita Mendalam Jumlah Frekuensi 5 42 47 Persentase 11% 89% 100%

Penelitian pada kategori berita mendalam didasarkan pada pengertian laporan mendalam/berita mendalam itu sendiri, yaitu dimana laporan/berita

91

mendalam tidak jauh berbeda dengan berita kisah dalam cara penulisan maupun strukturnya, perbedaannya terletak pada adanya unsur manusiawi yang terdapat dalam berita kisah, yang belum tentu ditemukan dalam laporan mendalam/berita mendalam. Laporan mendalam/berita mendalam digunakan untuk menuliskan permasalahan secara lebih lengkap, mendalam dan analitis. Cara penulisan seperti ini dimaksudkan untuk menyajikan informasi agar pembaca dapat lebih memahami duduk perkara suatu masalah. Dari pengamatan tabel di atas dapat diperoleh, bahwa dari 47 item berita sebanyak 5 item berita atau sekitar 11% termasuk kedalam kategori laporan mendalam/berita mendalam, sedangkan sisanya 42 item berita atau sekitar 89% bukan termasuk kategori laporan/berita mendalam. Jika dilihat perbedaannya sangat mencolok, bahkan sangat jauh. Ini dikarenakan penelitian yang dilakukan oleh penulis hanya pada halaman depannya saja, sehingga dibutuhkan ruang yang lebih besar untuk melakukan pemuatan laporan mendalam/berita mendalam tersebut. Contoh laporan mendalam/berita mendalam, salah satunya terdapat pada berita yang dimuat pada hari Senin, tanggal, 27 Desember 2004, Ombak Besar Menggulung Kapal-kapal. Contoh Laporan Mendalam/Berita Mendalam : Rentetan gempa bumi yang disusul gelombang tsunami ini memang menimbulkan kerusakan besar. Pejabat berwenang di Bireun, Aceh, mengatakan gelombang tsunami setinggi 10 meter menyapu rumah-rumah penduduk dan

92

menghanyutkan pohon-pohon. Gelombang tsunami berlangsung hampir dua jam, katanya. Di Medan, gempa mengguncang selama 4-6 menit sekitar pukul 08.05 WIB. Guncangan gempa membuat rumah serta tiang listrik dan telepon bergoyang keras. Akibatnya, warga berhamburan ke luar rumah mencari tempat aman. Kawasan rumah toko di Jalan Gatot Subroto, Jalan Surabaya, dan pusat kota segera dipenuhi penduduk. Dari berita di atas terlihat, bahwa dalam berita tersebut terdapat keterangan yang menjelaskan dan menuliskan permasalahan secara lebih lengkap, mendalam dan analitis. Ketika di dalam sebuah berita terdapat berita atau permasalahan yang dituliskan secara mendalam, lengkap dan analitis, maka sudah jelas berita tersebut termasuk kategori laporan mendalam/berita mendalam. 4.3. Pembahasan Dari hasil penelitian, penulis melihat bahwa arah penelitian ini lebih menitik beratkan pada masalah kecenderungan bentuk penyajian berita pada halaman depan Koran Tempo. Karena khalayak menggunakan surat kabar untuk mengetahui informasi yang disajikan tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara yang dikemas dalam bentuk berita oleh Koran Tempo. Selain untuk mengetahui peristiwa atau kejadian yang mahadahsyat dan melumatkan Aceh dan Sumatera Utara, sekaligus juga untuk mengetahui perkembangan bencana alam tersebut sebagai bencana nasional, dimana

93

pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari. Selama itu, semua masyarakat diminta mengibarkan bendera Merah-Putih setengah tiang. Pembaca atau khalayak juga menggunakan media sebagai hiburan dan pembaca sangat selektif dalam menilai pemberitaan yang dimuat di media massa, baik itu berita umum, berita kriminal, berita politik, berita bencana alam dan berita-berita yang lainnya. Banyaknya tuntutan pembaca terhadap surat kabar, memaksa pihak pengelola media mau tidak mau harus mengikuti selera pasar dan perkembangan peristiwa atau kejadian yang menjadi pusat perhatian khalayak. Hal ini dilakukan semata-mata untuk kepuasan pembaca. Oleh karena itu, surat kabar sebagai media yang paling banyak beredar serta dibaca masyarakat, membuatnya harus mampu menuliskan dan memuat berita-berita yang laik cetak, terbaru dan memiliki nilai berita yang tinggi. Semua berita adalah informasi, tetapi tidak semua informasi adalah berita. Berita itu adalah informasi yang mempunyai nilai atau makna, dan nilai inilah yang menjadikan sebuah berita tersaji dalam berbagai bentuk, seperti berita langsung (straight/hard/spot news), berita ringan (soft news), berita kisah (feature) dan laporan mendalam/berita mendalam (indepth report/indepth news) Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan berita bencana alam, baik faktor internal maupun eksternal. Kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap cara penyajian berita atau kemasan dari sebuah berita. Memang tidak dapat dipungkiri berita bencana alam memiliki pengaruh yang sangat kuat di

94

tengah-tengah masyarakat, terutama disaat-saat bangsa ini mengalami berbagai cobaan dan ujian serta bencana yang silih berganti. Hal yang membuat suatu peristiwa atau kejadian sebagai laik berita adalah adanya unsur nilai yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dalam hal ini penting dan menarik untuk diketahui pembaca dari kejadian atau peristiwa yang terjadi. Tetapi penerapan bentuk penyajian berita sangat tergantung pada kebijakan redaksi dan media itu sendiri. Penentuan bentuk penyajian berita ini mempermudah kinerja bagi pengelola media, untuk menentukan liputan atau laporan yang memiliki nilai berita penting yang paling layak untuk dijadikan berita utama (headline). Dalam membuat berita bencana alam, surat kabar harus dapat memberitakan sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan, bersifat netral, tidak memihak dan harus objektif. Dalam penelitian ini, penulis melihat bahwa peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami yang dimuat menjadi berita, yang dikemas oleh Surat Kabar Koran Tempo merupakan perwakilan dari kepentingan pembaca. Karena setiap peristiwa bencana alam dan perkembangannya yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, merupakan suatu kewajiban surat kabar untuk memberitakannya pada khalayak atau pembaca. Koran Tempo sebagai koran yang terbit secara nasional, berusaha untuk memenuhi kebutuhan khalayak atau pembaca dengan menulis berita-berita yang memiliki kandungan unsur nilai berita tinggi pada setiap berita bencana alam

95

yang ditulisnya. Meskipun tidak semua berita yang disajikan, dapat memenuhi harapan pembacanya. Pembaca surat kabar sebetulnya menggunakan waktu yang sempit untuk membaca surat kabar itu sendiri. Kalau diamati, pada saat pertama kali menerima surat kabar dan membaca berita, pembaca cenderung membacanya secara sekilas lebih dulu. Hanya judul-judul berita yang dibaca, baru kemudian dipilih mana yang paling menggugah rasa ingin tahu, tanpa melihat bentuk penyajian berita tersebut, apakah itu berita langsung, berita ringan, berita kisah atau laporan mendalam/berita mendalam. Lagi pula, berita yang ditawarkan kepada pembaca sebenarnya tidak hanya satu. Terutama untuk halaman surat kabar, sejumlah berita lewat judul masing-masing sesungguhnya saling bersaing memikat rasa ingin tahu pembaca. Nilai penting atau daya tarik suatu peristiwa, dalam hal ini peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami menentukan bagaimana suatu berita ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Sesuatu yang penting pada dasarnya perlu disampaikan secepat mungkin kepada pihak lain yang memandang sesuatu itu penting. Demikian pula halnya dengan berita tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Jika suatu peristiwa penting diketahui pembaca, apapun alasannya, maka berita tentang peristiwa itu perlu sesegera mungkin disampaikan kepada pembaca. Sebaliknya,

96

suatu peristiwa yang menarik, belum tentu perlu sesegera mungkin diberitakan kepada pembaca. Cara penyampaian berita tentang peristiwa yang penting cenderung disampaikan secara cermat, lugas dan langsung pada masalahnya. Berita dapat ditulis dengan berbagai cara, tergantung pada apakah peristiwa yang diberitakan perlu segera diketahui pembaca atau tidak. Karena itu, di dunia jurnalistik, penulisan berita dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, tergantung pada nilai penting informasi yang hendak disampaikan. Perbedaan cara penyampaian (dalam format penyajian) inilah yang kemudian melahirkan ragam berita, seperti berita langsung (straight/hard/spot news), berita ringan (soft news), berita kisah (feature) dan laporan

mendalam/berita mendalam (indepth report/indepth news). Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian pada Koran Tempo, tentang analisa berita tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada halaman depan. Disini dapat dilihat bahwa berita Koran Tempo, dalam bentuk penyajian berita adalah :

Tabel. 4.9 Persentase Secara Keseluruhan Bentuk Penyajian Berita

No. 1. 2. 3.

Bentuk Penyajian Berita Berita Langsung Bukan Berita Langsung Berita Ringan

Persentase 72% 28% 11%

97

4. 5. 6. 7. 8.

Bukan Berita Ringan Berita Kisah Bukan Berita Kisah Laporan Mendalam/Berita Mendalam Bukan Laporan mendalam/Berita Mendalam

89% 15% 85% 11% 89%

Keterangan : 1. Berita langsung (straight/hard/spot news) Untuk berita langsung pada berita bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara sebesar 72%, sedangkan sisanya 28% bukan termasuk kategori berita langsung. Hal ini menandakan Koran Tempo dalam bentuk penyajian berita bencana alam tidak secara keseluruhan dari semua berita yang tersaji memuat berita yang termasuk kategori berita langsung. 2. Berita Ringan (soft news) Untuk kategori berita ringan, dari hasil penelitian diperoleh 11% termasuk berita ringan. Sedangkan sisanya 89% bukan termasuk kategori berita ringan. Untuk berita ringan atau tidak, tergantung dari berita yang menjadi pilihan peristiwa yang terjadi, mengenai bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. 3. Berita Kisah (feature) Untuk kategori berita kisah didapat 15% berita yang disajikan di Koran Tempo termasuk berita kisah. Sedangkan 85% bukan termasuk

98

kategori berita kisah. Berita kisah atau tidak suatu bentuk penyajian berita tergantung seberapa besar berita itu dapat menyentuh perasaan, ataupun yang menambah pengetahuan pembaca lewat penjelasan rinci, lengkap serta mendalam dari diri masing-masing pembaca berita mengenai pemberitaan berita bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara tersebut. 4. Laporan Mendalam/Berita Mendalam (indepth report/indepth news) Sementara itu untuk laporan/berita mendalam diperoleh 11% yang termasuk kategori laporan/berita mendalam. Sedangkan sisanya 89% bukan termasuk kategori laporan/berita mendalam. Hasil ini sama dengan apa yang didapat dalam kategori berita ringan. Berarti antara berita ringan dan laporan/berita mendalam mendapatkan porsi yang sama besar dari redaksi Koran Tempo dalam hal bentuk penyajian berita mengenai pemberitaan tentang peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada halaman depannya.