Anda di halaman 1dari 94

http://doaayatdanzikir.wordpress.

com/2012/07/09/d oa-hari-hari-sepanjang-bulan-ramadhan/
Doa hari hari sepanjang bulan Ramadhan Posted by pakcikli00 di 9 Julai 2012 Doa Hari 1 Yaa Allah! Jadikanlah Puasa Ku Sebagai Puasa Orang-Orang Yang Benar- Benar Berpuasa. Dan Ibadah Malam Ku Sebagai Ibadah OrangOrang Yang Benar-Benar Melakukan Ibadah Malam. Dan Jagalah Aku Dan Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai. Hapuskanlah Dosa Ku Wahai Tuhan Sekalian Alam!! Dan Ampunilah Aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa. Doa Hari 2 Yaa Allah! Dekatkanlah Aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah Aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. Berilah Aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Dad Semua Pengasih!! Doa Hari 3 Yaa Allah! Berikanlah Aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan Dan Jauhkanlah Aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan. Sediakanlah Bagian Untuk Ku Dari Segala Kebaikan Yang Kau Turunkan, Demi KemurahanMu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan! Doa Hari 4

Yaa Allah! Berikanlah Kekuatan Kepada Ku, Untuk Menegakkan Perintah- Perintah-Mu, Dan Berilah Aku Manisnya Berdzikir MengingatMu. Berilah Aku Kekuatan Untuk Menunaikan Syukur Kepada-Mu, Dengan Kemuliaan-Mu. Dan Jagalah Aku Dengan Penjagaan-Mu Dan Perlindungan- Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat. Doa Hari 5 Yaa Allah! Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Memohon Ampunan, Dan Jadikanlah Aku Sebagai Hamba-Mu Yang Sholeh Dan Setia Serta Jadikanlah Aku Diantara Auliya-Mu Yang Dekat Disisi-Mu, Dengan Kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih Di Antara Semua Pengasih. Doa Hari 6 Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan Aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu, Dan Janganlah Engkau Pukul Aku Dengan Cambuk Balasan- Mu. Jauhkanlah Aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan! Doa Hari 7 Yaa Allah! Bantulah Aku Untuk Melaksanakan Puasanya, Dan Ibadah Malamnya. Jauhkanlah Aku Dari Kelalaian Dan Dosa-Dosa Nya. Dan Berikanlah Aku Dzikir Berupa Dzikir Mengingat-Mu Secara Berkesinambungan, Dengan Taufiq- Mu, Wahai Pemberi Petunjuk Orang- Orang Yang Sesat. Doa Hari 8

Yaa Allah! Berilah Aku Rezki Berupa Kasih Sayang Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap Doa Hari 9 Yaa Allah! Sediakanlah Untuk Ku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas, Dan Berikanlah Aku Petunjuk Kepada Ajaran-Ajaran-Mu Yang Terang, Dan Bimbinglah Aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan- Mu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu. Doa Hari 10 Yaa Allah! Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang- Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah Aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada- Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon. Doa Hari 11 Yaa Allah! Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan. Doa Hari 12 Yaa Allah! Hiasilah Diriku Dengan Penutup Dan Kesucian. Tutupilah Diriku Dengan Pakaian Qanaah Dan Kerelaan. Tempatkanlah Aku Di Atas Jalan Keadilan Dan Sikap Tulus. Amankanlah Diriku Dari Setiap Yang Aku Takuti Dengan Penjagaan-Mu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.

Doa Hari 13 Yaa Allah! Sucikanlah Diriku Dari Kekotoran Dan Kejelekan. Berilah Kesabaran Padaku Untuk Menerima Segala Ketentuan. Dan Berilah Kemampuan Kepadaku Untuk Bertaqwa, Dan Bergaul Dengan OrangOrang Yang Baik Dengan Bantuan-Mu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin. Doa Hari 14 Yaa Allah! Janganlah. Engkau Hukum Aku, Karena Kekeliruan Yang Ku lakukan. Dan Ampunilah Aku Dari Kesalahan-Kesalahan Dan Kebodohan. Janganlah Engkau Jadikan Diriku Sebagai Sasaran Bala Dan Malapetaka Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin. Doa Hari 15 Yaa Allah! Berilah Aku Rezki Berupa Ketaatan Orang-Orang Yang Khusyu. Dan Lapangkanlah Dadaku Dengan Taubatnya Orang-Orang Yang Menyesal, Dengan Keamanan-Mu, Wahai Keamanan Untuk OrangOrang Yang Takut. Doa Hari 16 Yaa Allah! Berilah Aku Kemampuan Untuk Hidup Sebagaimana Kehidupan Orang-Orang Yang Baik. Dan Jauhkanlah Aku Dari Kehidupan Bersama Orang-Orang Yang Jahat. Dan Naungilah Aku Dengan Rahmat-Mu Hingga Sampai Kepada Alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam.

Doa Hari 17 Yaa Allah! Tunjukkanlah Aku Kepada Amal Kebajikan Dan Penuhilah Hajat Serta Cita-Cita Ku. Wahai Yang Maha Mengetahui Keperluan, Tanpa Pengungkapan Permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui Segala Yang Ada Didalam Hati Seluruh Isi Alam. Sholawat Atas Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci. Doa Hari 18 Yaa Allah! Sedarkanlah Aku Akan Berkah-Berkah Yang Terdapat Di Saat Saharnya. Dan Sinarilah Hatiku Dengan Terang Cahayanya Dan Bimbinglah Aku Dan Seluruh Anggota Tubuhku Untuk Dapat Mengikuti Ajaran-Ajarannya, Demi Cahaya-Mu Wahai Penerang Hati Para Arifin. Doa Hari 19 Yaa Allah! Penuhilah Bagianku Dengan Berkah-Berkahnya, Dan Mudahkanlah Jalanku Menuju Kebaikan-Kebaikannya. Janganlah Kau Jauhkan Aku Dari Ketertedmaan Kebaikan- Kebaikannya, Wahai Pembed Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang. Doa Hari 20 Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Sorga Dan Tutupkanlah Bagiku Pintu-Pintu Neraka, Dan Berikanlah Kemampuan Padaku Untuk Membaca Ai-Quran Wahai Penurun Ketenangan Di Dalam Hati OrangOrang Mumin.

Doa Hari 21 Yaa Allah! Berilah Aku Petunjuk Menuju Kepada Keridhoan- Mu. Dan Janganlah Engkau Bed Jalan Kepada Setan Untuk Menguasaiku. Jadikanlah Sorga Bagiku Sebagai Tempat Tinggal Dan Peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan Orang- Orang Yang Meminta. Doa Hari 22 Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Karunia-Mu, Turunkan Untuk ku Berkah-Berkah Mu. Berilah Kemampuan Untuk ku Kepada Penyebab- Penyebab Keridhoan-Mu, Dan Tempatkanlah Aku Di Dalam Sorga-Mu Yang Luas, Wahai Penjawab Doa Orang-Orang Yang Dalam Kesempitan. Doa Hari 23 Yaa Allah! Sucikanlah Aku Dari Dosa-Dosa, Dan Bersihkanlah Diriku Dari Segala Aib. Tanamkanlah Ketaqwaan Di Dalam Hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa. Doa Hari 24 Yaa Allah! Aku Memohon Kepada-Mu Hal-Hal Yang Mendatangkan Keridhoan- Mu, Dan Aku Berlindung Dengan- Mu Dan Hal-Hal Yang Mendatangkan Kemarahan-Mu, Dan Aku Memohon Kepada-Mu Kemampuan Untuk Mentaati-Mu Serta Menghindari Kemaksiatan Terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta. Doa Hari 25 Yaa Allah! Jadikanlah Aku Orang-.Orang Yang Menyintai Auliya-Mu Dan Memusuhi Musuh-Musuh Mu. Jadikanlah Aku Pengikut Sunnah-Sunnah Penutup Nabi-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi.

Doa Hari 26 Yaa Allah! Jadikanlah Usaha ku Sebagai Usaha Yang Di syukuri, Dan Dosa-Dosa ku Di ampuni, Amal Perbuatan Ku Diterima, Dan Seluruh Aib ku Di tutupi, Wahai Maha Pendengar Dan Semua Yang Mendengar. Doa Hari 27 Yaa Allah! Rizkikanlah Kepadaku Keutamaan Lailatul Qadr, Dan Ubahlah Perkara-Perkara ku Yang Sulit Menjadi Mudah. Terimalah Permintaan Maafku, Dan Hapuskanlah Dosa Dan Keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang Terhadap Hamba- HambaNya Yang Sholeh. Doa Hari 28 Yaa Allah! Penuhkanlah Hidupku Dengan Amalan-Amalan Sunnah, Dan Muliakanlah Aku Dengan Terkabulnya Semua Permintaan. Dekatkanlah Perantaraanku Kepada-Mu Diantara Semua Perantara, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta. Doa Hari 29 Yaa Allah! Liputilah Aku Dengan Rahmat Dan Berikanlah Kepadaku Taufiq Dan Penjagaan. Sucikanlah Hatiku Dan Noda-Noda Fitnah Wahai Pengasih Terhadap Hamba- HambaNya Yang Mumin. Doa Hari 30 Yaa Allah! Jadikanlah Puasa ku Disertai Dengan Syukur Dan Penerima Di Atas Jalan Keridhoan-Mu Dan Keridhoan Rasul. Cabang-Cabangnya Kokoh Dan Kuat Berkat Pokok-Pokoknya, Demi Kenabian Mohammad Dan Keluarganya Yang Suci, Dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Sekalian

http://vecasts.blogspot.com/2012/06/doa-berbuka-puasa-rumi.html klik salah satu tajuk yang ingin anda pelajari.. Rukun Solat Bacaan Azan. Niat solat 5 waktu Bacaan Iqamat. Doa selepas azan. Doa Iftitah. Bacaan dalam ru'kuk. Bacaan iktidal. Bacaan dalam sujud. Bacaan duduk antara dua sujud. Bacaan tahiyat awal. Bacaan tahiyat akhir. Bacaan doa qunut. Wirid selepas solat. Doa selepas solat. Yasin Dalam Bacaan Rumi Mudahan anda dapat sedikit ilmu dari apa yang saya catatkan dan panjangkanlah pada yang lain..Moga DIA memberi ilham pada anda....

LAIN LAIN
Adap Buang Air Besar Atau Kecik Hukum Jilat Kemaluan Isteri Shifat Wajib Bagi Allah Taala Sifat 20 Rukun Islam dan rukun Iman Adab - Adab Berpuasa di Bulan Ramadhan Dan Niat Puasa Istihadat Dan Hukum Hukum Nya Jenis Jenis Air About live radio tv online jenis air dalam islam RUKUN-RUKUN SOLAT Doa Berbuka Puasa Rumi Niat Puasa Rumi

Istihadah Dan Hukum-Hukumnya

HUKUM JILAT KEMALUAN ISTERI


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Allah s.w.t menciptakan tubuh manusia dengan fungsi masing-masing. Justeru Islam melarang dari mendatangi isteri dari duburnya dan juga semasa haid atau nifas, kesemua pengharaman ini mempunyai dalil dan nas yang khusus.

Namun isu oral seks tidak mempunyai dalil khusus yang melarang, ini menyebabkan berlakunya perbezaan pendapat di kalangan ulama Islam.Ulama sepakat bahawa jika sekadar menyentuh atau menggosok kemaluan suami dan isteri tanpa oral seks, adalah dibenarkan menurut para ulama Islam kerana ia tergolong dalam bentuk aktiviti menaikkan syahwat antara suami isteri yang diharuskan.

Berkenaan isu oral seks, ulama terbahagi kepada dua kumpulan :Yang mengharuskan :Dr Syeikh Yusof Al-Qaradawi (rujuk www.islamonline.net) berfatwa harus untuk mencium kemaluan isteri atau suami dengan syarat tidak menghisap atau menelan apa jua ceceair yang keluar darinya. Menelan atau menghisap sebegini adalah MAKRUH disisi Islam kerana ia salah satu bentuk perlakuan zalim (meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya) dan melampaui batas dalam hubungan seksual. Apa yang pasti diharamkan menurut beliau adalah anal sex atau seks melalui lubang dubur, kerana terdapat nas yang jelas mengharamkannya, adapun oral seks tiada sebarang nas jelas dari Al-Quran dan hadis yang melarangnya. Pandangan harus atau boleh dilakukan ini dikongsi oleh Mufti Mesir, Syeikh Dr Ali AlJumaah dan juga Dr. Sabri `Abdul Raouf (Prof Fiqh di Univ Al-Azhar) apabila mereka menegaskan, tindakan ini harus selagi mana ianya benar-benar dirasakan perlu bagi menghadirkan kepuasan kepada pasangan suami dan isteri, terutamanya jika ia dapat menghindarkan pasangan ini dari ketidakpuasan yang boleh membawa mereka ke lembah zina kelak. Perbincangan ringkas: Namun begitu, saya kira kesemua mereka yang mengharuskan termasuk Syeikh Yusof AlQaradawi tidak pula menghuraikan satu isu yang mungkin boleh dipanjangkan perbahasannya, iaitu bab kenajisan air mazi dan air mani. Justeru, saya mengira fatwa beliau mungkin boleh digunakan jika dalam keadaan tiada sebarang ceceair dikeluarkan semasa aktivti oral sex ini dilakukan. Namun keadaan ini dikira sukar berlaku kerana bagi seseorang yang normal, nafsu yang meningkat pastinya akan mengeluarkan cecair pelincir iaitu mazi.

Air mani lelaki dan wanita dianggap najis menurut mazhab Hanafi dan Maliki. Mazhab Syafie dan Hanbali pula mengganggapnya suci.Namun semua ulama bersetuju air mazi adalah najis. Hasilnya, majoriti pandangan ulama yang menyatakan menelan dan hisap termasuk cecair mazi ini adalah haram atau makruh berat. Beberapa ulama kontemporari menegaskan perlu membasuh dengan segera jika terkena mazi tadi. Mazi ibarat najis lain yang dianggap kotor dalam Islam, justeru haram memakan tahi, meminum air kencing dan termasuk juga air mazi ini. Bukan sekadar haram memakan najis malah ulama empat mazhab juga memfatwakan haram menjual najis (kecuali diketika wujudnya teknologi untuk menggunakannya sebagai baja), apatah lagi untuk menjilat, hisap dan menelannya. Sudah tentulah ia lebih lagi diharamkan. Selain itu, menurut undang-undang Malaysia juga ia adalah satu perara yang tidak normal, khusus buat orang yang agak luar biasa nafsunya.Oral seks juga tergolong dalam kategori perlakuan seks luar tabie, ia adalah salah menurut Seksyen 377B Kanun Keseksaan dan jika sabit kesalahan boleh dikenakan hukuman sebat dan 20 tahun penjara. Justeru, mana-mana pasangan kekasih yang melakukan perkara ini, boleh dilaporkan dan diambil tindakan oleh undang-undang Malaysia. Dari sudut undang-uhdang Islam, ia dikira berdosa besar dan bolehlah dijadikan sebat dan 20 tahun penjara tadi sebagai peruntukan tazir di dalam Islam bagi mereka yang sabit bersalah. Ulama Yang MengharamkanKebanyakan ulama Saudi mengharamkan perbuatan ini, ini dapat dilihat dari fatwa-fatwa berikut [1] :-Mufti Saudi Arabia bahagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya AnNajmi menjawab sebagai berikut:Adapun hisapan isteri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Ini Kerana ia (kemaluan suami) dapat memancarkan mani, mazi dan lain-lain. Kalau memancar, maka akan keluar darinya air mazi yang ia najis menurut kesepakatan (ulama). Apabila (air mazi itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya.Melalui pandangan ini, kita dapat melihat satu point yang penting, iaitu sejauh mana tindakan ini boleh memberikan kesan buruk kepada kesihatan pasangan. Menurut pembacaan saya, ulama yang membolehkan perilaku ini juga bersetuju untuk mengganggapnya haram jika dapat dipastikan dan dibuktikan dari sudut saintifik, ia boleh membawa bakteria dan menyebabkan penyakit yang serius.Saya teringat pakar sakit puan, Dr Ismail Thambi pernah menyatakan bahawa bakteria yang berada di mulut adalah sangat banyak berbanding di kemaluan, justeru beliau menyatakan tindakan oral sex dibimbangi boleh membawa penyakit kemaluan disebabkan bahagian mulut pasangan yang mempunyai banyak bakteria dan kuman.Selain itu, seorang lagi ilmuan Islam iaitu Syeikh Nasiruddin Albani berkata :Ini adalah perbuatan sebahagian binatang, seperti anjing. Dan kita mempunyai dasar umum bahawa di dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) haiwan-haiwan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya unta, dan menoleh seperti tolehan serigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahawa Nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang kafir, maka diambil juga daripada makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan haiwan-haiwan-sebagai penguat yang telah lalu, apalagi haiwan yang telah diketahui keburukan tabiatnya. Maka sewajarnya seorang muslim - dan keadaannya seperti ini - merasa tinggi untuk menyerupai haiwan-haiwanNamun, pendapat peribadi saya mendapati pandangan dan dalil yang digunapakai oleh Syeikh Albani ini adalah tidak begitu kukuh, namun saya tidak berhasrat untuk membincangkannya dengan panjang lebar di ruang ini.Tindakan mengeneralize semua jenis persamaan (tasyyabbuh)

sebagai haram secara total juga boleh didebatkan kesohihannya. Demikian juga menyamakannya dengan perilaku binatang, benarkah binatang melakukan oral seks?, jika sekadar menjilat mungkin ye, namun menghisap kemaluan si jantan? Adakah binatang yang melakukannya?. Saya tidak pasti. Bagaimana pula binatang ada juga yang mencium dan memeluk pasangannya. Adakah mencium dan memeluk juga diharamkan kerana menyerupai binatang.? Sudah tentu tidak.Kesimpulan:Melalui perbincangan dan pendedahan ringkas di atas, jelas kepada kita perbezaan dua kumpulan ulama ini. Dari hasil penelitian terhadap pendapat mereka bolehlah saya rumuskan bahawa :-1) Elok dijauhi aktiviti ini dan menghadkan kepada perilaku seks yang lebih sihat bersama pasangan. Ini bagi menjauhi perkara khilaf. 2) Harus bagi suami isteri untuk mencumbu kemaluan pasangan mereka dengan syarat tidak menghisap, jilat dan menelan apa jua cecair. Ia juga dituntut untuk membersihkan mulut dan kemaluan mereka sebelum melakukan aktiviti ini sebaik mungkin bagai meninimakan kemungkinan penyakit. Namun ia makruh yang cenderung kepada haram (makruh tahrimi) jika perbuatan ini sengaja untuk meniru-meniru perbuatan aksi seks melampau golongan bukan Islam dan juga binatang. 3) Haram hukumnya menelan mazi dan mani pasangan kerana Islam mengharamkan umatnya dari melakukan perkara kotor sebegini, sama juga seperti diharamkan menjual najis (kecuali baja yang akan diproses melalui dengan bahagian kimia) 4) Hukumnya menjadi harus berdasarkan keringanan khusus yang diberi oleh Islam atau disebut rukhshah kepada pasangan yang amat perlukannya bagi mengelakkan ketidakpuasan dan membawa masalah besar rumah tangga atau lebih dahsyat lagi, zina secara rambang diluar rumah. 5) Hukum melakukannya bersama pasangan kekasih atau mana-mana pasangan sebelum nikah yang sah adalah haram, dosa besar dan boleh didakwa dengan hukuman 20 tahun penajara di Malaysia. Namun ia tidak dianggap berzina dalam erti kata dan takrif zina yang disebut di dalam kitab-kitab Fiqh Islam. Ia hanya dianggap sebagai muqaddimah zina atau perdahuluan zina. Dalam kaedah fiqh Islam, Apa-apa yang membawa kepada haram, hukumnya adalah haram juaSebagai akhirnya, selain dari membincangkan soal hukum, kita mesti jelas bahawa hukum Islam sentiasa ingin melahirkan keutuhan rumah tangga dan masyarakat. Kita mesti sedar dan berfikir samada tindakan oral seks ini benar-benar membawa sesuatu yang berharga buat keharmonian rumahtangga kita, dan apa pula kesannya kepada nafsu diri. Adakah ia semakin mampu dikawal atau semakin buas sebenarnya.Kita bimbang, tindakan ini boleh membawa kepada keinginan nafsu yang semakin membara dan tidak terkawal sehingga membhayakan diri dan masyaarakat di sekeliling kita disebabkan nafsu buas dan luar biasa yang sentiasa dilayan ini. Laynlah nafsu secara berpada-pada agar tidak ditawan olehnya kelak Fikirkan

ADAB BUANG AIR BESAR


Adab-adab semasa membuang air kecil atau air besar

1. Jangan membuka aurat sebelum masuk ke dalam tandas. Apa yang selalu atau kadang-kadang dilakukan oleh sebahagian dari kita hari ini iaitu menyelak atau mengangkat kain hingga nampak aurat sebelum masuk tandas adalah menyalahi Syarak. Hukumnya adalah haram.

2. Ketika memasuki tandas dahulukan kaki kiri dan sebelum melangkah masuk, bacalah terlebih dahulu doa masuk tandas;


(Riwayat Imam al-Bukhari)

3. Keluar dari tandas, dahulukan kaki kanan dan apabila telah berada di luar tandas bacalah doa setelah keluar dari tandas;

(Riwayat Imam Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah)

4. Janganlah bercakap-cakap semasa di dalam tandas kecuali tidak dapat dielakkan. Malah Nabi s.a.w. tidak menjawab salam ketika baginda sedang buang air. Ibnu Umar menceritakan; Seorang lelaki telah lalu berhampiran Nabi s.a.w. yang sedang kencing. Ia memberi salam kepada baginda, namun baginda tidak memjawab

salamnya.[Riwayat Muslim]

5. Jangan membawa masuk barang-barang yang terdapat nama Allah atau ayat alQuran atau sebagainya yang dimuliakan oleh agama.

5. Jika terpaksa membuang air di tempat yang tidak mempunyai tandas (seperti di hutan dan sebagainya), hendaklah menjaga adab-adab berikut selain dari adab-adab di atas tadi;

a) Hendaklah mencari tempat yang jauh dari orang ramai.

b) Jangan mengadap ke arah qiblat atau membelakanginya.

c) Hendaklah mencari tempat yang sesuai. Elakkan dari buang air di jalan lalu lalang orang ramai, tempat berteduh mereka, laluan air, di bawah pohon yang berbuah atau sebarang tempat yang menjadi tumpuan orang ramai. Hal tersebut amat dilarang oleh Nabi s.a.w. kerana mengundang laknat orang terhadap pelakunya.

d) Jangan buang air di air yang tenang. Jabir r.a. berkata; Nabi menegah kencing di air yang tenang

e) Jangan buang air di lubang yang telah tersedia kerana ia dikhuatiri didiami oleh binatang atau jin. Abdullah bin Sarjis r.a. berkata; Nabi s.a.w. melarang kencing ke dalam lubang[Riwayat Abu Daud].

Hukum kencing sambil berdiri.

Diriwayatkan dari Huzaifah r.a. yang menceritakan; Aku bersama Nabi s.a.w.. Apabila sampai di satu tempat pembuangan sampah, Nabi s.a.w. kencing di situ sambil berdiri. Aku pun berpaling menjauhi baginda. Namun baginda berkata kepadaku; Hampirilah. Aku pun menghampiri Nabi hingga aku berdiri hampir dengan dua tumitnya. Setelah selesai kencing, Nabi mengambil wudhuk dengan menyapu dua khufnya. (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan keharusan kencing sambil berdiri, bukan menunjukkan kebiasaan Nabi s.a.w.. Kebiasaan Nabi s.a.w. ialah kencing sambil duduk sebagaimana riwayat dari Saidatina Aisyah r.a. yang berkata; Jika ada sesiapa

menceritakan kepada kamu bahawa Nabi s.a.w. kencing berdiri, maka jangan kamu mempercayainya. Nabi tidak kencing melainkan sambil duduk. (Riwayat Imam Ahmad, at-Tirmizi, an-Nasai dan lain-lain. Menurut Imam Nawawi; sanad hadis ini adalah baik).

Berdasarkan hadis ini, sebahagian ulamak menegaskan; hukum kencing berdiri adalah makruh kecuali jika ada sebarang keuzuran. Menurut mereka; perbuatan Nabi kencing berdiri dalam hadis pertama di atas adalah kerana ada keuzuran bagi baginda; kemungkinan susah bagi baginda untuk duduk pada ketika itu memandangkan tempat itu ialah tempat pembuangan sampah atau mungkin juga baginda mengalami sakit tulang belakang. Menurut Imam Syafiie; orang Arab jika mereka mengalami sakit belakang, mereka akan kencing berdiri.

Di kalangan para sahabat sendiri terdapat khilaf tentang kencing berdiri. Terdapat riwayat menceritakan bahawa Saidina Umar, Ali, Zaid bin Tsabit, Ibnu Umar, Abu Hurairah dan Anas r.a. pernah kencing sambil berdiri. Antara sahabat yang memakruhkannya pula ialah Ibnu Masud dan diikuti oleh Imam as-Syabi dan Ibrahim bin Saad.

Kesimpulannya; kencing berdiri hukumnya adalah harus atau makruh mengikut perbezaan ulamak di atas. Namun yang terbaik ialah kencing sambil duduk. Ini ditegaskan oleh Imam Ibnu al-Munzir; Kencing sambil duduk lebih aku sukai. Namun kencing berdiri hukumnya adalah harus. Kedua-duanya ada dalil dari Nabi s.a.w..

SYIFAT WAJIB BAGI ALLAH TAALA


Ertinya : Maka setengah daripada barang yang wajib bagi Tuhan kita Jalla wa Azza itu dua puluh shifat . Diithlaqkan shifat itu atas makna yang wujudi, yang berdiri ia dengan maushuf dan diithlaqkan dia pula atas barang yang lain daripada dzat. Inilah yang dikehendak di sini kerana bahawasanya yang dua puluh shifat ini, setengahnya barang yang ia wujudi seperti qudrat dan iradat . Dan setengah daripadanya barang yang ia hal seperti keadaan qadiiran dan muriidan . Dan setengah daripadanya barang yang ia adami seperti qidam dan baqa . Dan barang yang menyebut akan dia oleh mushannif daripada bahawa yang wajib tafshil itu dua puluh shifat, dan yang mustahil itu tafshili pun seperti seperti demikian itu jua, iaitu dibinakan atas qaul yang berkata dengan tsubut ahwal yang diperbuat atas thariqah yang berkata dengan bahawa segala perkara itu empat bahagi : Pertama : Maujudat dan iaitu barang yang sah dilihat dan dia . Dan kedua : Maduumat dan iaitu barang yang tiada tsubut baginya . Dan ketiga : Ahwal dan iaitu wasithah antara maujudat dan maduumat. Dan keempat : Umur Itibariyah dan iaitu barang yang baginya tsubut, tetapinya tiada naik ia kepada darjat ahwal dan tiada turun ia kepada maduumat, tiada atas qaul yang menafikan dia, yani mushannif membilang dua puluh shifat itu tiada menjalani ia atas qaul yang menafikan ahwal yang diperbuat atas thariqah yang berkata dengan bahawa segala perkara itu tiga bahagi jua, maka hanyalah Dan bermula thariqah ini ialah yang rajih tetapi telah berkata oleh setengah Ulama : Bermula yang sebenarnya bahawa tiada hal kerana bahawa hal itu mustahil, tetapi berkata oleh Mushannif di dalam setengah kitabnya dan dengan jumlahnya, maka masalah ini masyhur khilafnya dan bagi tiap-tiap daripada dua qaul itu ada beberapa dalil yang diketahui akan dia daripada tempatnya . Dan lagi kata mushannif pada Syarah Wustha : Jahil dengan itu hal tiada memberi mudharat pada aqaaid kerana bahawasanya tiada tsabit baginya

pada dirinya dan tiada dengan itibar bagi yang lainnya, yani yang lain daripada dirinya kerana bahawasanya ibarat daripada berdiri shifat maani itu dengan dzat dan tiada ia pekerjaan yang lebih atas yang demikian itu . Maka adalah pada qaul ini dikatakan keadaan Allah Taala qaadiran itu ibarat daripada berdiri qudrat dengan dzat Allah Taala dan tiada ada shifat yang lain lagi . Ketahui olehmu, bahawa qaul ini bukan ia menafikan shifat manawiyah itu semata-mata, hanya ia menafikan shifat yang asing daripada shifat maani itu jua kerana orang yang menafikan shifat manawiyah itu kufur ia seperti yang lagi akan datang sebutnya . Dan atas qaul yang mentsabitkan hal iaitu qaul mutamad, berkata ia kaunuhu qaadiran itu bukan ibarat daripada berdiri qudrat dengan dzat, dan sungguhnya ia shifat yang lain daripada qudrat yang tsabit pada dzihin, tiada maujud ia pada kharij dan tiada madum pada dzihin yang lebih ia daripada berdiri qudrat, yani yang lain daripada berdiri qudrat dengan dzat . Dan qudrat dan kaunuhu qaadiran itu atas qaul ini dua shifat antara keduanya berlazim-laziman, maka kaunuhu qaadiran itu melazimkan qudrat yang berdiri ia pada dzat, maka tatkala berdiri qudrat itu melazimkan kaunuhu qaadiran . Maka barang siapa menafikan shifat manawiyah itu atau nafi sesuatu shifat daripadanya, jadi kafir dengan ijma kerana adalah ia tsabit bagi Allah Subhaanahu wa Taala dengan ittifaq Ahli al Sunnah dan Mutazilah . Bersalahan orang yang tiada mengetahui ia akan manawiyah, tiada kufur seperti yang telah lalu sebutnya . Dan demikian lagi, barang siapa menafikan shifat maani daripada asalnya, yani daripada lazimnya seperti berkata ia Allah Taala itu tiada qaadiran umpamanya dengan dzatNya dan tiada dengan shifat qudrat yang berdiri dengan Dia, jadi kafir juga . Bersalahan orang yang tiada menafikan dengan asalnya seperti Mutazilah yang berkata ia : tiada bagi Allah itu shifat maani dan sungguhnya Ia qadir dengan dzatNya dan alim dengan dzatNya . Demikianlah hingga akhirnya tiada kufur itiqad itu tetapi fasiq dan bidah jua . Dan hasilnya bahawasanya terbahagi shifat itu atas empat bahagi : Pertama : Shifat nafsiyah .

Dan kedua : Shifat salbiyah . Dan ketiga : Shifat manawiyah . Dan keempat : Shifat maani . Maka barang siapa menafikan sesuatu shifat daripada tiga bahagi yang pertama itu, atau dikatanya baharu, atau syak ia pada baharunya atau qadimnya, atau terhenti seperti bahawa tiada menghukumkan ia dengan bahawa qadim atau baharu, nescaya jadi kafir ia kerana bahawasanya lazim daripada nafi suatu daripadanya kepada Allah Taala jadi kekurangan . Dan barang siapa menafikan bahagi yang keempat, iaitu shifat maani seperti kaum Muaththilah, tiada kufur ia kerana bahawasanya tiada lazim daripada nafinya itu kekurangan yang berdiri dengan dzatNya . Maka bahawasanya berkata ia qadir dengan tiada qudrat dan murid dengan tiada iradat . Demikianlah hingga akhirnya atas itiqad mereka itu .

DOA BERBUKA PUASA RUKI


"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrohimin" Maksud: Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang. Jika ramai-ramai : ganti 'tu kepada 'na' (ganti saya kepada kami ) "Allahumma laka shumna wa bika amanna wa alaa rizqika aftharna birahmatika ya arhamarrohimin" Ertinya: Ya Allah bagi Engkau kami berpuasa dan dengan Engkau beriman kami dengan rezeki Engkau kami berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang. > MENU UTAMA

Niat Puasa Rumi Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Lafaz niat puasa fardhu Ramadan "Nawaitu sauma ghodin anadae fardisyahri romadhona hazizhi sanati lillahhi taala" Ertinya: Sahaja aku puasa esok hari menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala. Doa Ketika Berbuka Puasa Ertinya: Ya Tuhanku keranamu jua aku berpuasa dan denganmu aku beriman dan di atas rezekimu aku berbuka dengan belas kasihanmu Ya Allah yang amat mengasihani.

jenis air dalam islam

BAHAGIAN AIR S: Ada berapa bahagian air dan apakah pengertian setiap satu darinya? J: Air terbahagi kepada empat:

Air yang suci lagi menyucikan,tidak makruh menggunakannya,iaitu air mutlak. Air yang suci lagi menyucikan,makruh menggunakannya iaitu air yang terjemur dipanas matahari. Air yang suci tidak menyucikan, iaitu air yang mustakmal dan air yang berubah dengan sesuatu yang suci. Air mutanajis,iaitu yang jatuh ke dalam najis (huraian akan datang).

Air Mutlak Air mutlak ialah air yang disambut dengan tidak berqaid dengan sesuatu,iaitu tujuh jenis air. 1.Air hujan 2.Air laut 3.Air sungai 4.Air Telaga 5.Air mata air 7.Air salji Apabila cukup sukatan atau timbangan air itu dua kolah maka ia tidak menjadi najis oleh sesuatu melainkan apabila berubah warnanya atau rasanya atau baunya. Air yang kurang dari dua kolah menjadi najis apabila jatuh najis ke dalamnya jikalau tidak berubah warna,bau atau rasanya sekalipun.

Qaid pada air itu dua bahagian 1. Qaid lazim,iaitu qaid yang tidak bercerai.Apabila disebutkan air nescaya disebut akan dia; seperti air tawar, air tebu,air kopi. 2. Qaid Terurai, iaitu qaid yang bercerai,yang tidak lazim bagi air, seperti air hujan,air sungai,air perigi,maka ini semua adalah mutlak.

Air Mustakmal Air mustakmal ialah air kurang dari kolah yang telah digunakan bagi mengangkat hadas seperti air yang telah digunakan pada menghilangkan najis. Jika dihimpunkan air yang mustakmal sehingga sampai dua kolah maka ia menjadi suci dan menyucikan. Air yang Berubah:

Air yang berubah yang tidak menyucikan ialah yang berubah dengan sesuatu yang asing yang suci yang bercampur dengannya,seperti kayu gaharu atau cendana,akan sebagai berubah yang hilang nama semata-mata air sehingga berkehendakkan kepada qaid ketika menyebutnya seperti air cendana, air gaharu. Tidak mengapa berubah sedikit Dan tidak mengapa berubah kerana lama bertakung ,dan berubah dengan sebab tanah dan tumbuh-tumbuhan air. Tidak mengapa berubah kerana sesuatu yang berdamping atau berhampiran (mujawir). Air yang terjemur pada panas matahari Ialah air yang terjemur pada panas matahari pada negeri yang tersangat panas hawanya, didalam bekas yang lain dari emas dan perak. Makruh menggunakan air yang terjemur itu pada badan,seperti bersuci ,dan makruh pada makan dan minum. Tidak makruh pada pembasuh pakaian dan sebagainya,dan tidak makruh jika air itu sudah menjadi sejuk. Air mutanajis Air mutanajis ialah air yang jatuh najis ke dalamnya serta berubah rasa atau bau atau warna dan jika sampai kadar dua kolah sekalipun.Ataupun air yang tidak sampai dua kolah yang jatuh ke dalamnya najis dan tidak berubah rasanya atau baunya atau warnanya sekalipun. Tidak jadi najis benda yang cair jatuh ke dalamnya bangkai binatang yang tidak mempunyai darah yang mengalir seperti bangkai lalat,semut dan sebagainya. Maksud jatuh itu ialah jatuh dengan sendirinya. Sukatan dan timbangan dua kolah S:Berapakah sukatan air dua kolah? J:Sukatan dua kolah itu bersamaan dengan 13 tin minyak tanah yang biasa dan jika dinilai dari sudut timbangan ialah lima ratus kati Baghdad bersamaan lebih kurang 317 kati minyak tanah. Ukuran bekas air yang bersamaan dia kolah Jika bekas itu bulat maka ukuran tinggi 2 hasta dan ukuran lebar bulatannya satu hasta. Jika bekas empat persegi maka ukuran tinggi 1 hasta dan ukuran lebar tiap-tiap segi itu 1 hasta juga.

Doa selepas azan dalam bacaan rumi. Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook ALLAHUMMA RABBA HAZIHID DA'WATIT-TAMMAH. WASSALATIL QA-IMAH. A-TI SAIYIDANA MUHAMMADANIL WASILATA WAL-FADHILAH. WAS-SYARAFA WADDARAJATAL-'ALIATAR RAFI'AH. WAB'ATH-HUL MAQAMAL MAHMUDAL LAZI WA'AD-TAHU INNAKA LATUKHLIFULMI'AD. RABBIGHFIRLI WALIWALIDAIYA 3X. WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SAGHIRA. WASALLALLAHU 'ALA SAIYIDINA MUHAMMADIW WA-A-LIHI WASAHBIHI WASALLAM.

Wahai tuhan yang empunya seruan yang telah sempurna ini, dan sembahyang yang akan didirikan. Kurniakanlah kedudukan yang tinggi kepada junjungan kami NABI MUHAMMAD dan kehormatan dan pangkat yang menjulang tinggi. Dan bangkitkanlah untuknya kedudukan yang terpuji yang ENGKAU janjikan, sesungguhnya ENGKAU tidak mungkir janji. Wahai tuhan ampunilah aku dan ibu bapaku dan kurniakanlah rahmat kepada keduanya sebagaimana keduanya telah memelihara aku sewaktu kecil. Dan selamat serta sejahtera atas junjungan kami NABI MUHAMMAD dan keluarganya dan sahabatnya.

Doa Iftitah dalam bacaan rumi. Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook ALLAHU AKBARU KABIRAW-WALHAMDU LILLAHI KATHIRAW-WASUBHANALLAHI BUKRATAWWA-ASILA. WAJJAHTU WAJHIA LILLAZI FATARAS SAMA-WATI WAL-ARDHA HANIFAMMUSLIMAW-WAMA ANA MINAL-MUSYRIKIN. INNA SALATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBIL-'ALAMIN. LA SYARIKALAHU WABIZA-LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.

ALLAH maha besar sebesar-besarnya. Dan puji-pujian bagi ALLAH sebanyak-banyaknya. Dan maha suci ALLAH siang dan malam. Kuhadapkan mukaku, kepada yang menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada ALLAH dan bukanlah aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan ALLAH. Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya kepada ALLAH seru sekalian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukan-NYA. Dan dengan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang islam

Istihadah Dan Hukum-Hukumnya Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Istihadah ( ) ialah darah yang keluar secara berterusan bagi seorang wanita. Ia keluar tanpa terputus-putus atau mungkin terputus sekejap seperti seharidua dalam sebulan.

Dalil bagi kes pertama, yakni darah keluar tanpa terputus-putus ialah sebagaimana aduan Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu 'anha kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana di dalam Shahih al-Bukhari: Ya Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak suci manakala dalam satu riwayat yang lain: Aku didatangi istihadah maka aku tidak suci.

Dalil bagi kes kedua, yakni darah keluar dengan terputus sekejap ialah kisah Himnah binti Jahsy radhiallahu 'anha yang datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya aku didatangi darah istihadah yang banyak. [Musnad Ahmad, Sunan Abu Daud dan Sunan al-Tirmizi dan beliau (alTirmizi) mensahihkannya.]

Terdapat tiga cara bagi membezakan antara darah haid dan istihadah:

Pertama:

Wanita yang memiliki masa haid yang tetap (tempoh dan putarannya). Maka baginya hukum haid dalam masa yang tetap tersebut dan hukum istihadah bagi waktu selainnya.

Contohnya ialah seorang wanita yang lazimnya didatangi haid selama enam hari bermula awal setiap bulan. Kemudian (pada satu bulan) dia mengalami pendarahan yang berterusan. Maka pendarahan enam hari yang pertama bermula dari awal bulan dikira sebagai haid manakala hari-hari selebihnya dikira sebagai istihadah.

Aisyah radhiallahu anha menerangkan bahawa Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

Sesungguhnya aku didatangi istihadah, maka aku tidak suci. Adakah aku perlu meninggalkan solat?. Rasulullah menjawab: Tidak, sesungguhnya itu ialah irq (penyakit). Tinggalkan solat pada kadar haid yang kebiasaan bagi kamu, kemudian hendaklah kamu mandi dan dirikan solat. [Shahih al-Bukhari no: 325 (Kitab alHaid)]

Hal yang sama pernah berlaku kepada Umm Habibah binti Jahsy radhiallahu anha dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada beliau:

Duduklah (dalam keadaan haid) sekadar mana yang pernah kamu alami dari harihari haid kamu (yang biasa), kemudian hendaklah kamu mandi dan solat. [Shahih Muslim no: 334 (Kitab al-Haid)]

Kesimpulannya, bagi wanita yang memiliki masa haid yang tetap (tempoh dan putarannya), hendaklah dia mengira masa haidnya mengikut kebiasaan. Jika ada pendarahan pada hari-hari seterusnya, hendaklah dia mandi dan solat mengikut ukuran masa haidnya yang biasa. Tidak perlu diberi perhatian kepada pendarahan pada hari-hari seterusnya kerana itu adalah istihadah.

Kedua:

Wanita yang tidak memiliki masa haid yang tetap atau diketahui (tempoh dan putarannya). Contohnnya darah yang keluar secara berterusan sejak awal. Maka baginya dibezakan antara darah haid dan darah istihadah dengan memerhatikan sifat-sifat darah tersebut. Darah yang berwarna hitam (merah kehitaman) dan/atau pekat dan/atau berbau, ia adalah darah haid. Selainnya adalah darah istihadah.

Sebagai contoh, seorang wanita yang mengalami pendarahan secara berterusan. Akan tetapi pada hari kesepuluh kelihatan perbezaan sifat darah:

q Sehingga hari kesepuluh darah berwarna hitam (merah kehitaman) manakala selepas itu ia berwarna merah. Maka darah yang berwarna hitam adalah haid, darah yang berwarna merah adalah istihadah.

q Sehingga hari kesepuluh darah bersifat pekat manakala selepas itu menjadi cair. Maka darah yang pekat adalah haid, darah yang cair adalah istihadah.

q Sehingga hari kesepuluh darah memiliki bau manakala selepas itu tiada lagi bau. Maka darah yang berbau adalah haid, darah yang tidak berbau adalah istihadah.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu anha:

Apabila darah itu adalah haid maka sesungguhnya ia hitam (lagi) dikenali, justeru hendaklah kamu menahan dari melakukan solat. Jika ia adalah (darah) selain itu maka hendaklah kamu berwudhu dan mendirikan solat kerana sesungguhnya ia adalah (darah) penyakit. [Sunan Abu Daud no: 247 (Kitab al-Thaharah) dan Sunan al-Nasai dengan disahihkan oleh Ibn Hibban dan al-Hakim]

Hadis di atas memiliki perbincangan dari sudut sanad dan matannya, akan tetapi

para ilmuan rahimahumullah telah beramal dengannya. Bahkan ia adalah lebih utama daripada membiarkan persoalan ini kepada adat kebiasaan wanita.[1]

Ketiga:

Wanita yang tidak memiliki masa (tempoh dan putaran) haid yang tetap dan tidak juga memiliki sifat-sifat darah yang dapat dibezakan antara haid dan istihadah. Maka baginya masa haid diukur berdasarkan kebiasaan wanita, waktu selebihnya dikira sebagai istihadah.

Sebagai contoh, wanita yang menghadapi kes ketiga ini melihat darah keluar secara berterusan bermula pada hari Khamis yang pertama dalam bulan tersebut. Maka hendaklah dia melihat kebiasaan para wanita lain yang menghampirinya dan menjadikan tempoh haid mereka sebagai ukuran ke atas dirinya. Jika pada kebiasaannya mereka didatangi haid selama enam atau tujuh hari, maka demikianlah juga ukuran ke atas dirinya. Oleh itu enam atau tujuh hari yang pertama pendarahan, bermula daripada hari Khamis, dianggap sebagai haid. Hari-hari seterusnya dianggap sebagai istihadah.

Hadis berikut menjadi rujukan dalam kes ketiga ini. Himnah binti Jahsy radhiallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya seorang wanita yang didatangi istihadah yang amat banyak, apakah pandangan engkau berkenaannya? Sesungguhnya ia menegah aku daripada mendirikan solat dan puasa.

Rasulullah menjawab: Aku akan terangkan untuk kamu (cara menggunakan) al-Kursuf (kapas yang diletakkan di faraj), sesungguhnya ia dapat menghilangkan darah.

Himnah berkata: Ia (darah saya) lebih banyak dari demikian itu.

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya ia (pendarahan kamu) adalah hentakan dari hentakan-hentakan syaitan, maka (apabila) kamu didatangi haid selama enam atau tujuh hari pada ilmu Allah Taala, hendaklah kamu mandi apabila kamu lihat bahawa kamu telah suci (dari darah haid), maka hendaklah kamu solat pada pada dua puluh tiga malam atau dua puluh empat malam dan siangnya dan hendaklah kamu berpuasa. [Sunan Abu Daud no: 248 (Kitab al-Thaharah) dan Sunan al-Tirmizi no: 118 (Kitab al-Thaharah) dan berkata al-Tirmizi, hadis ini hasan sahih]

Sabda Rasulullah: Enam atau tujuh hari bukanlah penetapan tetapi ijtihad. Oleh itu hendaklah setiap wanita yang menghadapi kes ketiga ini berijtihad akan satu tempoh haid yang sesuai baginya. Ijtihad dibuat dengan merujuk kepada tempoh haid yang lazim dihadapi oleh para wanita lain yang menghampiri dirinya, seperti daripada keluarga atau adik beradik yang sama, rakan-rakan yang sebaya umurnya dan lainlain lagi.[2]

Demikian tiga cara yang paling lazim bagi membezakan antara darah haid dan istihadah. Sebagai penjelasan tambahan, kadang-kala berlaku pendarahan yang disalah anggap sebagai istihadah. Kesalahan ini boleh berlaku dalam dua kes:

Pertama:

Wanita yang mengetahui dengan jelas bahawa dia tidak akan didatangi haid lagi, seperti setelah melakukan pembedahan yang melibatkan pemotongan atau ikatan rahim. Maka baginya, yang mengalir keluar bukanlah istihadah tetapi al-Sufrah (cecair kekuningan) dan al-Kudrah (cecair kekeruhan antara kuning dan hitam) atau basahan. Maka hendaklah dia mendirikan solat dan puasa, serta boleh bersetubuh dengan suaminya. Dia tidak diwajibkan mandi (mandi wajib) kerana darah yang keluar tersebut.

Akan tetapi hendaklah dia membasuh faraj serta mengikatnya dengan kain[3] supaya dapat mencegah darah daripada mengalir keluar. Bagi setiap solat fardhu, hendaklah dia berwudhu sesudah masuk waktu kemudian terus bersolat. Bagi setiap solat sunat, hendaklah dia berwudhu apabila sahaja hendak mendirikannya.[4]

Kedua:

Wanita yang tidak tahu secara jelas sama ada dia akan didatangi haid atau tidak. Maka baginya, pendarahan yang berlaku dianggap sebagai haid dan istihadah, dibezakan dengan tiga cara yang telah disebut di atas.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda kepada Fathimah binti Abi Hubaisy:

Sesungguhnya yang demikian itu ialah irq (penyakit) bukanlah darah haid maka apabila datang haid maka hendaklah kamu meninggalkan solat. [Shahih al -Bukhari no: 306 (Kitab al-Haid)]

Sabda Rasulullah: Maka apabila datang haid menjadi petunjuk yang membezakan antara haid dan istihadah. Maka bagi seorang wanita yang mungkin baginya untuk datang haid, maka hendaklah dia membezakan antara haid dan istihadah sepertimana tiga cara yang disebut di atas. Bagi wanita yang tidak mungkin didatangi haid maka yang wujud hanyalah Irq (penyakit) dalam apa jua keadaan sekalipun.

Hukum-Hukum Istihadah.

Sebelum ini dalam Bab 4 kita telah bahas hukum-hukum yang diwajibkan ke atas wanita yang sedang haid. Kini kita akan bahas pula hukum-hukum yang diwajibkan ke atas wanita yang beristihadah. Apabila seorang wanita telah memastikan bahawa dia sedang mengalami pendarahan istihadah dan bukan haid, maka hukum-hukum yang diwajibkan ke atasnya adalah sama sepertimana wanita yang suci kecuali dalam tiga perkara berikut:

Pertama:

Wanita yang beristihadah wajib berwudhu setiap kali hendak solat. Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu 'anha di dalam Shahih al-Bukhari no: 228: Kemudian hendaklah kamu berwudhu pada setiap solat. Hadis ini memberi makna bahawa dia tidak berwudhu untuk solat yang berwaktu kecuali selepas masuk waktunya. Adapun bagi solat yang tidak berwaktu (solat sunat) maka dia berwudhu ketika hendak melaksanakannya.

Kedua:

Apabila wanita yang beristihadah hendak berwudhu, hendaklah dia membasuh kesan darah dan mengikat farajnya dengan cebisan kain yang dilapik dengan kapas supaya dapat menahan darah.[5] Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Himnah radhiallahu 'anha:

Aku akan terangkan untuk kamu (cara menggunakan) al-Kursuf (kapas yang diletakkan di faraj), sesungguhnya ia dapat menghilangkan darah.

Himnah berkata: Ia (darah saya) lebih banyak dari demikian itu.

Rasulullah bersabda: Maka hendaklah kamu mengekangnya (mengikatnya). [Sunan al-Tirmizi no: 118 (Kitab al-Thaharah) dan beliau berkata: Hadis ini hasan sahih]

Apa yang keluar (apa-apa pendarahan) selepas itu tidaklah memudaratkan (tidak membatalkan wudhu) berdasarkan hadis berikut riwayat Ahmad dan Ibn Majah:

Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku seorang wanita yang mengalami istihadah sehingga aku tidak suci, apakah aku patut meninggalkan solat? Tidak, hendaklah

kamu jauhi solat pada hari-hari haidmu (sahaja) kemudian hendaklah kamu mandi dan berwudhu untuk setiap solat kemudian dirikanlah solat walaupun darah menitis jatuh ke atas tikar.[6] [Musnad Ahmad no: 25681 dan disahihkan oleh Syuaib alArnauth]

Ketiga:

Bersetubuh, maka para ilmuan berselisih pendapat mengenai kebolehannya. Pendapat yang sahih adalah ianya harus (dibolehkan) tanpa sekatan berdasarkan sebab-sebab berikut:

Merupakan satu kelaziman bagi para wanita pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengalami istihadah. Akan tetapi Allah dan Rasul-Nya tidak pernah menegah para suami daripada menyetubuhi isteri mereka. Allah Subhanahu wa Taala berfirman: Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu. [al-Baqarah 2:222] Ayat ini menjadi dalil bahawa larangan bersetubuh hanyalah ke atas isteri yang sedang haid, tidak selain itu.

Jika diharuskan solat bagi wanita yang beristihadah, maka sudah tentu diharuskan juga bersetubuh kerana bersetubuh adalah sesuatu yang lebih kecil berbanding solat. Pendapat yang melarang bersetubuh mengqiyaskan wanita yang beristiadhah dengan wanita yang haid. Ini adalah qiyas yang tidak benar kerana wanita istihadah dan wanita haid adalah dua kes yang saling berlainan.

About live radio tv online


Doa Berbuka Puasa Rumi Niat Puasa Rumi Istihadah Dan Hukum-Hukumnya jenis air dalam islam RUKUN-RUKUN SOLAT

AL FAATIHATA WA YAA SIIN ILAA ARWAAHI WAALIDIINAA WA WAALIDIIKUM. WA ILAA ARWAAHIL MUSLIMIINAWAL MUSLIMAATI KAAF-FATAN AAMMAH.

KHUSUUSAN ILAA RUUHIL MARHUM WA USUULIHI WA FURUU-IHII WAMAI YANTASIBU ILAIHI AJMA-IIN.

(Jika perempuan) KHUSUUSAN ILA RUUHIL MARHUUMAH..

WA USUULIHAA WAFURUU-IHAA WAMAI YANTASIBU ILAIHAA AJMA-IIN WA ILAA HADH-RATIN NABIYIL MUSTAFAA RASUULILLAHI SALLALLAHU ALAIHI WASALLAM WA AALIHII WA-ASHAABIHIL-KIRAAMI AL-FATIHAH

Maksudnya : Dibacakan AL-FATIHAH dan YAASIIN kepada arwah kedua ibu bapa kita dan ibu bapa kamu. Dan kepada semua arwah orang islam lelaki dan perempuan.

Khususnya kepada arwah al-marhum Atau al-marhumah,dan kepada anak cucunya, turun temurunnya dan mereka yang berkaitan kepadanya sekalian.

Dan seterusnya kepada junjungan mulia kita NABI MUHAMMAD s.a.w, keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang mulia.

AL-FATIHAH.

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha pemurah lagi Maha penyayang.

YAA SIIN. ALLAH s.w.t lebih mengetahui tentangnya.

WAL QUR-AA-NIL HAKIIM. Demi AL-QURAN yang penuh hikmah.

INNAKA LAMINAL MURSALIIN. Sesungguhnya kamu (MUHAMMAD) salah seorang dari rasul-rasul.

ALAA SIRAATIM MUSTAQIIM. (yang berada) di atas jalan yang lurus.

TANZIILAL-AZIIZIIR RAHIIM. (AL-QURAN itu) di turunkan oleh (ALLAH s.w.t) yang maha perkasa lagi maha penyayang.

LITUNNZIRA QAUMAM MAA UNNZIRA AABAA UHUM FAHUM GHAAFILUUN. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang peringatan itu belum di berikan kepada datuk nenek mereka, maka kerana itu mereka menjadi lalai.

LAQAD HAQQAL QAULU ALAAA AKTSARIHIM FAHUM LAA YU MINUUN. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan ALLAH s.w.t) terhadap kebanyakkan mereka, kerana mereka tidak beriman.

INNAA JA-ALNAA FII A-NAA QIHIM AGH-LAALAN FAHI YA ILAL AZQAANI FAHUM-MUQMAHUUN. Sesungguhnya kami telah memasang pada leher mereka belenggu, lalu tangan mereka (diangkat) kepada dagu, maka kerana itu mereka terngadah (terdongak)

WAJAALNAA MIM-BAINI AIDIIHIIM SADDAU WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGH SYAINAAHUM FAHUM LAA YUBSIRUUN. Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat (kebenaran)

WASAWAA UN ALAIHIM A-ANN ZARTAHUM AM LAM TUNN-ZIRHUM LAA YU MINUUN. Dan sama sahaja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

INNAMAA TUNN-ZIRU MANIT TABA-AZZIKRA WA KHASYI-YAR RAHMAANA BILGHAIBI FABASY-SYIRHU-BIMAGH FIRATIW WA AJ-RINN KARIIM.

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mahu mengikuti peringatan dan yang takut kepada tuhan yang maha pemurah walaupun dia tidak melihat-NYA.Maka berilah mereka khabar gembira dengan keampunan dan pahala yang mulia.

INNAA NAHNU NUHYIL MAUTAA WANAKTUBU MAA QADDAMUU WA-AATSAARAHUM WAKULLA SYAIN-IN AHSAINAA HU FII IMAAMIMM MUBIIN. Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan kami menuliskan apa yang telah (mereka) kerjakan dan kesan-kesan yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (iaitu Luh Mahfuzh)

WADH-RIB LAHUM MA-TSALAN ASHAABAL QARYATI IZJAAA A-HAL MURSALUUN. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, iaitu penduduk suatu negeri ketika datang kepada mereka para utusan.

IZ-ARSALNAA ILAIHI-MUTS NAINI FAKAZ-ZABUU HUMAA FA AZ-ZAZ NAA BITSAA-LI-TSINN FAQAA LUUU INNAAA ILAIKUM MURSALUUN. (iaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan.Lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka (ketiga-tiga utusan itu) berkata : sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.

QAALUU MAA-ANTUM ILLAA BASYARUM MITSLUNAA WAMAA ANNZALAR RAHMAANU MINN SYAI-IN IN ANN-TUM ILLAA TAKZIBUUN. Mereka (penduduk negeri itu) menjawab: kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan tidaklah ALLAH yang maha pemurah menurunkan sesuatu pun, sesungguhnya kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.

QAALUU RABBUNAA YA LAMU INNAAA ILAIKUM LAMURSALUUN. Mereka (utusan itu) berkata: Tuhan kami mengetahui bahawa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu

WAMAA ALAINAAA ILLAL BALAA-GHUL MUBIIN. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah ALLAH s.w.t) dengan jelas.

QAA LUUU IN-NAA TATAY-YARNAA BIKUM LA-IL-LAM TANN-TAHUU LANAR JUMANNAKUM WALAYAMAS-SANNAKUM MINNAA AZAABUN ALIIM. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), nescaya kami akan merejam kamu dan kamu pasti akan mendapat seksa yang pedih dari kami.

QAALUU TAAA IRUKUM MA AKUM A-IN ZUKKIRTUM BAL ANN-TUM QAUMUM MUSRIFUUN. Utusan-utusan itu berkata: Kemalangan kamu itu adalah kerana kamu sendiri.Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.

WAJAAA A-MIN AQSAL MADIINATI RAJULUY YAS AA QAALA YAA QAUMIT TABI-UL MURSALIIN. Dan datanglah dari hujung kota seorang lelaki, dengan bergegas-gegas dia berkata: Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.

IT TABI UU MAL-LAA YAS-ALUKUM AJRAU WAHUM MUHTADUUN. Ikutilah oleh kamu orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

WAMAALIYA LAA A-BUDUL LAZII FATARANII WA ILAIHI TURJA-UUN. Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-NYA kamu (semua) akan dikembalikan?

A-AT-TAKHIZU MIN DUUNIHII AA-LIHATAN IY YURIDNIR RAHMAANU BIDHUR-RIL LAA TUGHNI ANNII SYAFAA A-TUHUM SYAI AU WALAA YUNG QIZUUN. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-NYA, jika (ALLAH s.w.t) yang maha pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, nescaya tidak memberi manfaat syafaat mereka sedikit pun bagi diriku dan tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

INN-NII IZAL LAFII DHALAA LIMM MUBIN. Sesungguhnya aku (jika demikian) pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

INN-NII AA-MANNTU BIRABBIKUM FASMA UUN. Sesungguhnya aku telah beriman kepada tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

QIILAD KHULIL JAN-NATA QAALA YAA LAITA QAUMII YALAMUUN. Dikatakan (kepadanya): Masuklah kamu kedalam syurga. Dia berkata: Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.

BIMAA GHAFARALII RABBII WAJA A-LANII MINAL MUKRAMIIN. Apa yang menyebabkan keampunan bagiku oleh Tuhanku dan menjadikan aku termasuk di kalangan orang-orang yang di muliakan.

WAMAAA ANN ZALNAA ALAA QAUMIHII MIMBA DIHII MINN JUNDIMM MINAS-SAMAA-I WAMAA KUN-NAA MUNNZILIIN. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan (tentera) pun di langit dan tidak layak bagi kami menurunkannya.

INN KAANAT ILLAA SAIHATAU WAAHIDATANN FA-IZAAHUM KHAAMIDUUN.

Tidak ada (seksaan) ke atas mereka selain daripada teriakan yang sekali sahaja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

YAA HASRATAN ALAL IBAADI MAAYA TIIHIM MIR-RASUULIN IL-LAA KAANU BIHII YASTAH-ZI UUN. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba (yang mendustakan rasul) itu, tiada datang kepada mereka seorang rasul pun melainkan mereka selalu memperolokolokannya.

ALAM YARAU KAM AHLAKNAA QABLAHUM MINALQURUUNI AN-NA-HUM ILAIHIM LAA YARJI UUN. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak yang telah kami binasakan mereka, (iaitu) umat-umat sebelum mereka, bahawasanya orang-orang (yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

WA-INN KUL-LUL-LAMM-MAA JAMII UL LADAINAA MUH-DHARUUN. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan, kepada kami (mereka) dihadirkan.

WA AA-YATUL LAHUMUL AR-DHUL MAI-TATU AHYAI-NAAHAA WA-AKHRAJNAA MINHAA HABBANN FAMINHU YA KULUUN. Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.Kami hidupkan (bumi itu) dan kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

WAJA-ALNAA FIIHAA JAN-NAATIM MIN-NAKHII LIW-WA A-NAABIW WAFAJ-JARNAA FIIHAAA MINAL U-YUUN. Dan kami jadikan padanya kebun-kebun (terdiri) daripada kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air.

LIYA KULUU MIN TSAMARIHII WAMAA AMILAT-HU AIDIIHIIM AFALAA YASY-KURUUN.

Supaya mereka dapat makan buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

SUBHAANAL LAZII KHALAQAL AZ-WAAJA KULLAHAA MIMMAA TUMMBITUL AR-DHU WAMIN AMFUSIHIM WA MIM-MAA LAA YA-LAMUUN. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

WA AA-YATUL LAHUMUL LAYLU NASLA-KHU MIN HUN NAHAARA FA-IZAA HUM MUZH LIMUUN. Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah malam. Kami tanggalkan daripada (malam itu) siang, maka dengan serta-merta mereka berada dalam kegelapan.

WASY SYAMSU TAJRII LIMUS TAQARRIL LAHAA ZAALIKA TAQDIIRUL AZII-ZIL ALIIM. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui.

WAL QAMARA QAD DARNAAHU MANAA-ZILA HATTAA AA-DAKAL URJUUNIL QADIIM. Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah ia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang kuat.

LASY-SYAMSU YAMM-BAGHII LAHAA AN TUDRIKAL QAMARA WALAL-LAYLU SAABIQUN NAHAARI WAKUL-LUUN FII FALAKIY YASHBAHUUN. Tidaklah mungkin bagi matahari itu mudah mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

WA AA-YATUL LAHUM AN-NAA HAMALNAA ZUR-RIY-YATAHUM FIL FULKIL MASY-HUUN.

Dan suatu tanda (kebesaran ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bahawa kami angkat keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.

WA KHALAQ NAA LAHUM MIMM-MITS LIHII MAA YARKABUUN. Dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kenderai seperti bahtera itu.

WA INN-NASYA NUGH-RIQ-HUM FALAA SARII-KHA LAHUM WALAAHUM YUNN-QAZUUN. Dan jika kami menghendaki, nescaya kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

IL-LAA RAHMATAM MIN-NAA WAMATAA AN I-LAA HIIN. Melainkan (kami selamatkan mereka) kerana rahmat (yang besar) dari kami dan untuk memberi kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika (ajal)

WA IZAA QII-LA LAHUMUT TAQUU MAA-BAYNA AY-DIIKUM WAMAA KHALFAKUM LA AL-LAKUM TURHAMUUN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: takutlah kamu (akan seksa) yang di hadapanmu (iaitu sengsara di dunia) dan seksa yang akan datang (azab akhirat) supaya kamu mendapat rahmat, (tetapi nescaya mereka berpaling)

WAMAA TA TIIHIM MIN AA-YATIM MIN AA-YAATI RABBIHIM IL-LAA KAANUU ANHAA MU-RIDHIIN. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda (dari tanda-tanda kekuasaan) tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

WA IZAA QILLA LAHUM ANN-FIQUU MIMMAA RAZAQA KUMUL-LAA HU QAALAL LAZIINA KAFARUU LIL-LAZII NA-AA MANUUU ANUT-IMU MALLAU YA-SYAAA-UL LAA-HU AT-AMAHUUU IN ANNTUM IL-LAA FII DHALAALIMM MUBIN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang di berikan ALLAH s.w.t kepadamu maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada

orang-orang yang beriman Apakah kami akan memberi makan (orang yang) jika (ALLAH s.w.t) menghendaki tentulah ALLAH s.w.t akan memberinya makan, sesungguhnya tiadalah kamu melainkan kesesatan yang nyata.

WAYAQUU-LUUNA MATAA HAAZAL WADU INN-KUNNTUM SAADIQIIN. Dan mereka berkata: Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

MAA YANN ZHURUUNA ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN TA KHUZUHUM WAHUM YA-KHIS-SIMUUN. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakkan sahaja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

FALAA YASTATII-UUNA TAW-SIYATAW WALAA ILLAAA AH-LIHIM YARJIUUN. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiat pun tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

WANUFI-KHA FIS-SUURI FA-IZAA HUM MINAL AJ-DAA-TSII-LAA RABBIHIM YANN-SILUUN. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar daripada kubur mereka (menuju) kepada tuhan mereka dengan segera.

QAALUU YAA WAYLANAA MAMM-BA-A-TSANAA MIM-MARQADINAA HAAZA MAA WA-ADAR RAHMAANU WASADAQAL MURSALUUN. Mereka berkata : Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang di janjikan (tuhan) yang maha pemurah dan benarlah rasul-rasul (NYA)

INN KAANAT ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN FA-I-ZAA HUM JAMI UL LADAI-NAA MUH-DHARUUN.

Sesungguhnya tidaklah (teriakkan itu) melainkan hanya sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan, dihadirkan kepada sisi kami.

FALYAW MA LAA TUZH-LAMU NAFSUN SYAI-AW WALAA TUJZAU-NA ILLAA MAA KUNN-TUM TA MALUUN. Maka pada hari itu tidaklah seseorang akan dirugikan (dizalimi) sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

INN-NA AS-HAABAL JAN-NATIL YAWMA FI SYU-GHULINN FAA KIHUUN. Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu dalam (syurga) bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

HUM WA-AZ WAAJUHUM FII ZHILAALIN ALAL A-RAAA IKI MUT-TAKI-UUN. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas sofa-sofa.

LAHUM FIIHAA FAAKIHATUW WALA HUM-MAA YADDA-UUN. (Di syurga itu) mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan akan di perolehi.

SALAAMUNN QAULAMM-MIR RAB-BIR RAHIIM. (Kepada mereka dikatakan): Salam sebagai ucapan selamat daripada tuhan yang maha penyayang.

WAMTAAZUL YAUMA AY-YUHAL MUJRIMUUN. Dan (dikatakan kepada orang kafir): Berpisah kamu (dari orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

ALAM A-AHAD I-LAYKUM YAABANII AA-DAMA AL-LAA TA-BUDUSYSYAITAANA IN-NAHUU LAKUM A-DUW WUMM-MUBIIN.

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai bani adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya (syaitan itu) bagi kamu adalah musuh yang nyata.

WA A-NI BUDUUNII HAZAA SIRAATUM MUSTAQIIM. Dan hendaklah kamu menyembah aku.Inilah jalan yang lurus.

WALAQAD A-DHALLA MINN-KUM JIBILLANN KA-TSIIRAN AFALAM TAKUUNUU TAQILUUN. Dan sesungguhnya (syaitan itu) telah menyesatkan sebahagian besar di antara kamu.Maka apakah kamu tidak memikirkan?

HAAZIHII JAHAN-NAMUL-LATII KUNNTUM TUU ADUUN. Inilah (neraka) Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya)

IS-LAWHAL YAWMA BIMAA KUNNTUM TAKFURRUN. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

AL-YAW MA-NAKH-TIMU A-LAAA AFWAA HIHIM WATUKALLIMUNAAA AYDIIHIIM WATASY-HADU AR-JULUHUM BIMAA KAANUU YAKSIBUUN. Pada hari ini kami metrikan (tutup) ke atas mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

WALAU NASYAAA-U LATAMASNAA A-LAAA A-YUNIHIM FAS-TABAQUS SIRAATA FA-AN-NAA YUBSIRUUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami hapuskan penglihatan atas mata mereka; lalu mereka berlumba-lumba (mencari) jalan.Maka betapakah mereka dapat melihat (NYA)

WALAU NASYAAA-U LAMASAKH-NAAHUM ALAA MAKAANATIHIM FAMAS TATAA-UU MU-DHIY-YAW WALAA YARJI-UUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami ubah mereka dari tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup lagi berjalan (pergi) dan tidak (pula sanggup) kembali.

WAMANN NU-AM-MIRHU NUNAK-KISHU FIL KHALQI AFALAA YA-QILUUN. Dan sesiapa yang kami panjangkan umurnya, nescaya kami kembalikan dia kepada kejadia (NYA). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

WAMAA AL-LAMNAA HUSY-SYI-RAA WAMAA YAMM-BA-GHII LAHUU INHUWA ILLAA ZIKRUW WAQUR-AA-NUMM MUBIIN. Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (MUHAMMAD s.a.w) dan (bersyair itu) tidaklah layak baginya. Sesungguhnya tidak (AL-QURAN itu) selain dan peringatan (pelajaran), dan AL-QURAN (kitab) yang memberi (penerangan) yang jelas.

LIYUNN-ZIRA MANN KAANA HAY-YAW WAYA-HIQQAL QAULU ALAL KAAFIRIIN. Supaya dia (MUHAMMAD s.a.w) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

AWALAM YARAW ANN-NAA KHALAQNAA LAHUM MIMMAA A-MILAT AIDIINAAA AN-AA-MANN FAHUM LAHAA MAA-LIKUUN. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya kami telah menciptakan untuk mereka dengan tangan (kekuasaan) kami binatang ternak, lalu mereka menguasainya?

WAZALLAL NAAHAA LAHUM FAMINHAA RAKUU-BUHUM WAMINHAA YA KULUUN. Dan kami tundukkan (binatang-binatang itu) untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

WALAHUM FIIHAA MANAA-FI-U WAMA-SYAARIBU AFALAA YASY-KURUUN. Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

WATTA-KHAZUU MIN DUUNIL-LAAHI AA-LIHATAL LA-AL-LAHUM YUNNSARUUN. Mereka mengambil selain daripada ALLAH s.w.t sembahan-sembahan, agar mereka mendapat pertolongan (darinya)

LAAYASTATII-UUNA NAS-RAHUM WAHUM LAHUM JUNDUM-MUHDHARUUN. Sembahan-sembahan itu tiada kuasa menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentera yang dihadirkan (untuk menjaga mereka)

FALAA YAH-ZUNN-KA QAULUHUM. IN-NAA NA-LAMU MAA YUSIR-RUU NA WAMAA YU-LINUUN. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu.Bahawa sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahsiakan dan apa yang mereka nyatakan.

AWALAM YARAL INN-SAANU AN-NAA KHALAQNAA HU MIN NUTFATIN FA-IZAA HUWA KHASII-MUM-MUBIIN. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahawa kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata.

WA-DHARABA LANAA MA-TSALAW WANASIYA KHALQA-HUU QAALA MAYYUHYIL I-ZHAA-MA WAHIYA RAMIIM. Dan dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?

QUL YUHYII HAL-LAZIII ANN-SYA-A-HAAA AW-WALA MARRA-TIW WAHUWA BIKULLI KHALQIN A-LIIM.

Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh tuhan yang menciptakannya pada awalnya.Dan Dia maha mengetahui tentang segala makhluk.

AL-LAZII JA-A-LA LAKUM MINASY SYAJARIL AKH-DHARI NAARAN FA IZAAA ANN-TUM MINHU TUU-QIDUUN. Iaitu tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.

AWALAY SALLA-ZI KHALAQAS-SAMAA WAATI WAL AR-DHA BI QAADIRIN A-LAA AY-YAKH-LUQA MITS-LAHUM BALAA WAHUWAL KHALLAAQUL A-LIIM. Dan tidakkah tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Bahkan (benar dia berkuasa) dan dialah maha pencipta lagi maha mengetahui.

INN-NAMAAA AMRUHUUU I-ZAAA A-RAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHUU KUNN FAYAKUUN. Sesungguhnya keadaan-NYA apabila DIA menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : JADILAH ! maka terjadilah ia.

FASUB-HAA NAL LAZII BIYADIHII MALAKUU-TU KULLI SYAI-INW-WA ILAY-HI TURJA UUN. Maka maha suci (ALLAH s.w.t) yang di tangan-NYA kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-NYAlah kamu akan dikembalikan. ( MUNKIN EJAAN DIDALAM RUMI TIDAK BERAPA BETUL ,INI ADALAH ASAS SAHAJA,JIKA MAHUKAN BACAAN YANG LEBIH BAIK SILA BERJUMPA ORANG YANG LEBIH ARIF,BACAAN DI DALAM RUMI INI ADALAH ASAS UNTUK MERAKA YANG TIDAK BOLEH BACA JAWI,NASIHAT SAYA SETELAH ANDA BOLEH MEMBACA SILA JUMPA GURU ATAU OARANG YANG LEBIH PAKAR UNTUK PERBETULKAN BACAAN ANDA. KLIK > BALIK KE MENU UTAMA

About live radio tv online Doa Berbuka Puasa Rumi

Niat Puasa Rumi Istihadah Dan Hukum-Hukumnya jenis air dalam islam RUKUN-RUKUN SOLAT

Sifat 20 Bagi ALLAH


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Sifat-sifat Allah yang wajib diketahui oleh orang-orang Islam yang terkandung di dalam alQuran berjumlah 20 sifat. Termasuk juga sifat-sifat Mustahil yang wajib diketahui. BIL : 1 SIFAT WAJIB : WUJUD MAKNA : Ada SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada. BIL : 2 SIFAT WAJIB :QIDAM MAKNA : Sedia SIFAT MUSTAHIL : Allah itu sedia ada. Mustahil didahului oleh Adam (tiada) BIL : 3 SIFAT WAJIB : BAQA MAKNA : Kekal SIFAT MUSTAHIL : Allah itu bersifat kekal. Mustahil ia dikatakan fana (binasa) BIL : 4 SIFAT WAJIB : MUKHALAFATUHU LILHAWADIS MAKNA : Tidak sama dengan yang baharu SIFAT MUSTAHIL : Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baharu yakni dijadikan dan dihancurkan. Mustahil bersamaan dengan yang baharu. BIL : 5 SIFAT WAJIB : QIYAMUHUU BINAFSIH MAKNA : Berdiri dengan dirinya sendiri SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu bersendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya. BIL : 6 SIFAT WAJIB : WAHADAANIYAT MAKNA : Esa SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya. Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang. BIL : 7 SIFAT WAJIB : QUDRAT MAKNA : Kuasa SIFAT MUSTAHIL : Alah Taala itu Maha Berkuasa. Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa. BIL : 8 SIFAT WAJIB : IRADAT

MAKNA : Menentukan SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Menentukan segala-galanya. Mustahil Allah Taala itu terpaksa dan dipaksa. BIL : 9 SIFAT WAJIB : ILMU MAKNA : Mengetahui SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya. Mustahil Allah tidak mengetahui. BIL : 10 SIFAT WAJIB : HAYAT MAKNA : Hidup SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu tiada atau mati. BIL : 11 SIFAT WAJIB : SAMA MAKNA : Mendengar SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu tidak tuli (pekak). Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar. BIL : 12 SIFAT WAJIB : BASAR MAKNA : Melihat SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta. BIL : 13 SIFAT WAJIB : KALAM MAKNA : Berkata-kata SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil Allah Taala itu tidak bercakap atau bisu. BIL : 14 SIFAT WAJIB : QOODIRUN MAKNA : Maha Kuasa SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa. BIL : 15 SIFAT WAJIB : MURIIDUN MAKNA : Menentukan SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa. BIL : 16 SIFAT WAJIB : AALIMUN

MAKNA : Maha Mengetahui SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mengetahui. Mustahil Allah Taala itu jahil atau tidak mengetahui. BIL : 17 SIFAT WAJIB : HAYUUN MAKNA : Hidup SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil pula Allah itu mati. BIL : 18 SIFAT WAJIB : SAMI'UN MAKNA : Mendengar SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli. BIL : 19 SIFAT WAJIB : BASIIRUN MAKNA : Melihat SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi. Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta. BIL : 20 SIFAT WAJIB : MUTAKALLIMUN MAKNA : Maha Berkata-kata SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Taala bisu atau tidak boleh berkata-kata. MENU UTAMA AGAMA

RUKUN-RUKUN SOLAT
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook 1. Niat 2. Takbiratul Ihram 3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika solat fardhu dan bagi yang tidak berkuasa, disebabkan sakit dan sebagainya boleh melakukannya secara duduk, berbaring , telentang atau dengan isyarat. 4. Membaca surah al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat. 5. Rukuk dengan toma`ninah. 6. I`tidal dengan toma`ninah 7. Sujud dua kali dengan toma`ninah 8. Duduk antara dua sujud dengan toma`ninah 9. Duduk tasyahud akhir dengan toma`ninah 10. Membaca tasyahud akhir 11. Membaca selawat ke atas nabi pada tasyahud akhir 12. Membaca salam yang pertama 13. Tertib ertinya mengikut urutan dalam mengerjakan rukun-rukun tersebut.

Adab - Adab Berpuasa di Bulan Ramadhan Dan Niat Puasa


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Tanggal 1 Ramadhan seluruh umat islam di seluruh dunia akan mula berpuasa. Kita di Malaysia 1 Ramadhan bersamaan dengan 1 Ogos dan kita akan menyambut 1 Ramadhan pada esok hari. Berpuasa di Bulan Ramadhan merupakan satu kewajipan ke atas seluruh umat islam yang termasuk di dalam Rukun Islam yang ke-3. Setiap orang yang mengerjakan ibadah puasa perlu mematuhi beberapa peraturan dan adab yang boleh menyempurnakan ibadah tersebut. Antara yang terpenting adalah: 1. Menjaga lidah daripada berdusta, mengumpat dan mencampuri urusan orang lain yang tiada kena-mengena dengannya; 2. Memelihara mata dan telinga daripada melihat dan mendengar perkara yang dilarang oleh syarak dan yang sia-sia; 3. Mengawal perut daripada merasai makanan dan minuman yang haram atau yang mengandungi unsur syubhat terutama ketika berbuka dan berusaha sedaya mungkin untuk menghasilkan pemakanan yang halal lagi bersih. 4. Berusaha menjaga kesemua pancaindera dan anggota tubuh badan daripada mendekati atau melakukan maksiat dan perkara yang sia-sia. Dengan demikian ibadah puasanya akan suci dan sempurna. Terdapat ramai yang memenatkan diri dengan berlapar dan berdahaga, membiarkan diri terdorong kepada perlakuan dosa dan noda, kerana itu puasanya rosak binasa dan keletihannya tidaklah berbaloi sebagaimana maksud sabda Rasulullah s.a.w.: Ramai yang berpuasa tidak mendapat ganjaran daripada puasanya melainkan lapar dan dahaga. (Riwayat an-Nasaei) Meninggalkan maksiat menjadi kewajipan kepada seluruh orang Islam sama ada mereka sedang berpuasa atau tidak. Apatah lagi bagi yang berpuasa, ia lebih dituntut dan diwajibkan. Sabda Rasulullah, Puasa itu adalah perisai', sekiranya seseorang daripada kalangan kamu sedang berpuasa janganlah dia bercakap kotor, melakukan keburukan dan berbuat bodoh. Jika ada orang lain yang mengejinya atau cuba memeranginya maka hendaklah dia katakan kepada orang itu: Saya sedang berpuasa. (Riwayat Bukhari dan Muslim); 5. Jangan membanyakkan tidur pada siang harinya dan makan pada malamnya, bahkan bersederhanalah pada kedua-duanya bagi menyelami kejerihan lapar dan dahaga. Dengan demikian sanubarinya terkawal, keinginan nafsunya kurang dan hatinya ceria. Itulah rahsia dan intipati puasa yang perlu dicapai; 6. Jauhkan diri daripada mengikut dorongan nafsu ketika berbuka dengan beraneka jenis makanan yang lazat-lazat. Sebaik-baiknya adat makannya sama sahaja pada bulan puasa dan bulan-bulan yang lain.

Sepatutnya orang yang berpuasa mengurangkan kadar pemakanannya sehingga terserlah kesan puasa itu kepada dirinya. Kekenyangan adalah punca kelalaian, kealpaan, keras hati dan malas untuk taat kepada Allah s.w.t.. Terdapat ulama yang mengungkapkan kata-kata berikut: Sekiranya perutmu kenyang anggota-anggota lain akan lapar (akan menurut turutan nafsu) tetapi sekiranya perutmu lapar kesemua anggotamu akan kenyang. 7. Tidak menyibukkan diri dengan urusan duniawi pada bulan Ramadan, bahkan mengambil kesempatan bagi beribadat kepada Allah dan mengingati-Nya sebaik mungkin. Justeru, dia tidak melakukan perkara duniawi melainkan sekadar keperluan hariannya atau kepada mereka yang berada di bawah tanggungannya. Demikian yang selayaknya dilakukan pada bulan Ramadhan yang mulia ini sama seperti pada hari Jumaat yang sepatutnya dikhususkan bagi amalan akhirat; 8. Mempraktikkan amalan sunah seperti segera berbuka apabila masuk waktunya, berbuka dengan buah tamar (kurma) dan jika ia tiada memadailah dengan segelas air serta melambatkan makan sahur. Nabi s.a.w. berbuka dahulu sebelum Baginda mengerjakan solat Maghrib. Sabda baginda: Umatku sentiasa berada dalam keadaan baik (berkat) selama mana mereka mempercepatkan berbuka (apabila masuk waktunya) dan melambatkan makan sahur. (Riwayat Bukhari dan Muslim); 9. Menyediakan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa sekalipun dengan beberapa biji tamar atau segelas air. Sabda baginda s.a.w.: Sesiapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa baginya ganjaran seumpama pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya (orang yang berpuasa). (Riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah) 10. Memenuhi malamnya dengan amalan sunat seperti solat terawih, witir dan sebagainya. Adalah dinasihatkan kepada para imam supaya tidak mempercepatkan solat terawihnya seperti mana amalan kebiasaan di masjid dan surau. Perbuatan tersebut menjejaskan mutu ibadat solat tersebut kerana meninggalkan wajibwajib' solat seperti meninggalkan tomakninah semasa rukuk dan sujud, mencacatkan bacaan al-Fatihah sebagaimana sepatutnya lantaran ingin kecepatan dalam mengejar waktu sehingga menyebabkan makmum di belakang tertinggal rukun-rukun penting dalam solatnya. Amalan terawih seperti itu adalah tidak sempurna dan berkurangan pahalanya. Oleh itu berwaspadalah terhadap cara demikian dengan kembali mengamalkan ibadah solat seperti waktu-waktu lain, menyempurnakan kiam, bacaan al-Fatihah, rukuk, sujud, khusyuk, hadir hati dan semua peradaban solat dan rukunnya. Hadith 1

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Umatku telah dikurniakan dengan lima perkara yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada sesiapa pun sebelum mereka. Bau mulut daripada seorang Islam yang berpuasa adalah terlebih harum di sisi Allah daripada bau haruman kasturi. Ikan-ikan di lautan memohon istighfar (keampunan) ke atas mereka sehinggalah mereka berbuka puasa". Allah mempersiapkan serta menghiasi jannah yang khas setiap hari dan kemudian berfirman kepadanya: "Masanya telah hampir tiba bilamana hamba-hambaKu yang taat akan meninggalkan segala halangan-halangan yang besar (di dunia) dan akan mendatangimu." Pada bulan ini syaitan-syaitan yang durjana dirantaikan supaya tidak menggoda mereka ke arah maksiat-maksiat yang biasa mereka lakukan pada bulan-bulan selain Ramadhan. Pada malam terakhir Ramadhan (orang-orang yang berpuasa ini) akan diampunkan." Maka sahabat-sahabat Rasulullah SAW pun bertanya: "Wahai Pesuruh Allah, adakah itu malam lailatul Qadar?" Dijawab oleh Rasulullah SAW: "Tidak, tetapi selayaknya seorang yang beramal itu diberi balasan setelah menyempurnakan tugasnya." Hadith 2 Ubadah Bin Somit ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari ketika Ramadhan hampir menjelang: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, di mana Allah melimpah ruahkan di dalamnya dengan keberkatan, menurunkan rahmat, mengampuni dosa-dosa kamu, memakbulkan doa-doa kamu, melihat di atas perlumbaan kamu untuk memperolehi kebaikan yang besar dan berbangga mengenaimu di hadapan malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah Taala kebaikan dari kamu. Sesungguhnya orang yang bernasib malang ialah dia yang dinafikan daripada rahmat Allah pada bulan ini." Hadith 3 Abu Sa'id Al Khudri ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Setiap hari siang dan malam pada bulan Ramadhan, Allah Tabaraka wa Taala membebaskan begitu banyak sekali roh daripada api neraka. Dan pada setiap orang Islam pada setiap hari siang dan malam doanya pasti akan diterima." Hadith 4 Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Terdapat tiga jenis orang yang doa mereka tidak ditolak; doa daripada orang yang berpuasa sehinggalah dia berbuka puasa; imam (penguasa) yang adil, dan orang yang dizalimi yang kerana doanya itu Allah mengangkatnya melepasi awan dan membuka untuknya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: "Daku bersumpah demi kemuliaanKu, sesungguhnya Daku pasti menolongmu walaupun pada suatu masa nanti." Hadith 5

Ibn Umar ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya mengirim rahmat ke atas mereka yang memakan sahur." Hadith 6 Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berbuka satu hari di siang hari bulan Ramadhan tanpa alasan yang wajar (disegi syariah) atau sakit yang kuat, tidak akan dapat menampung atau mengganti hari tersebut walaupun akan berpuasa sehingga ke akhir hayatnya." Klik > NIAT PUASA Klik > DOA BERBUKA > MENU UTAMA

About live radio tv online


Doa Berbuka Puasa Rumi Niat Puasa Rumi Istihadah Dan Hukum-Hukumnya jenis air dalam islam RUKUN-RUKUN SOLAT

Adab - Adab Berpuasa di Bulan Ramadhan Dan Niat Puasa Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Tanggal 1 Ramadhan seluruh umat islam di seluruh dunia akan mula berpuasa. Kita di Malaysia 1 Ramadhan bersamaan dengan 1 Ogos dan kita akan menyambut 1 Ramadhan pada esok hari. Berpuasa di Bulan Ramadhan merupakan satu kewajipan ke atas seluruh umat islam yang termasuk di dalam Rukun Islam yang ke-3. Setiap orang yang mengerjakan ibadah puasa perlu mematuhi beberapa peraturan dan adab yang boleh menyempurnakan ibadah tersebut. Antara yang terpenting adalah: 1. Menjaga lidah daripada berdusta, mengumpat dan mencampuri urusan orang lain yang tiada kena-mengena dengannya; 2. Memelihara mata dan telinga daripada melihat dan mendengar perkara yang dilarang oleh syarak dan yang sia-sia; 3. Mengawal perut daripada merasai makanan dan minuman yang haram atau yang mengandungi unsur syubhat terutama ketika berbuka dan berusaha sedaya mungkin untuk menghasilkan pemakanan yang halal lagi bersih. 4. Berusaha menjaga kesemua pancaindera dan anggota tubuh badan daripada mendekati atau melakukan maksiat dan perkara yang sia-sia. Dengan demikian ibadah puasanya akan suci dan sempurna. Terdapat ramai yang memenatkan diri dengan berlapar dan berdahaga, membiarkan diri terdorong kepada perlakuan dosa dan noda, kerana itu puasanya rosak binasa dan keletihannya tidaklah berbaloi sebagaimana maksud sabda Rasulullah s.a.w.: Ramai yang berpuasa tidak mendapat ganjaran daripada puasanya melainkan lapar dan dahaga. (Riwayat an-Nasaei) Meninggalkan maksiat menjadi kewajipan kepada seluruh orang Islam sama ada mereka sedang berpuasa atau tidak. Apatah lagi bagi yang berpuasa, ia lebih dituntut dan diwajibkan. Sabda Rasulullah, Puasa itu adalah perisai', sekiranya seseorang daripada kalangan kamu sedang berpuasa janganlah dia bercakap kotor, melakukan keburukan dan berbuat bodoh. Jika ada orang lain yang mengejinya atau cuba memeranginya maka hendaklah dia katakan kepada orang itu: Saya sedang berpuasa. (Riwayat Bukhari dan Muslim); 5. Jangan membanyakkan tidur pada siang harinya dan makan pada malamnya, bahkan bersederhanalah pada kedua-duanya bagi menyelami kejerihan lapar dan dahaga. Dengan demikian sanubarinya terkawal, keinginan nafsunya kurang dan hatinya ceria. Itulah rahsia dan intipati puasa yang perlu dicapai; 6. Jauhkan diri daripada mengikut dorongan nafsu ketika berbuka dengan beraneka jenis makanan yang lazat-lazat. Sebaik-baiknya adat makannya sama sahaja pada bulan puasa dan bulan-bulan yang lain. Sepatutnya orang yang berpuasa mengurangkan kadar pemakanannya sehingga terserlah kesan puasa itu kepada dirinya. Kekenyangan adalah punca kelalaian, kealpaan, keras hati

dan malas untuk taat kepada Allah s.w.t.. Terdapat ulama yang mengungkapkan kata-kata berikut: Sekiranya perutmu kenyang anggota-anggota lain akan lapar (akan menurut turutan nafsu) tetapi sekiranya perutmu lapar kesemua anggotamu akan kenyang. 7. Tidak menyibukkan diri dengan urusan duniawi pada bulan Ramadan, bahkan mengambil kesempatan bagi beribadat kepada Allah dan mengingati-Nya sebaik mungkin. Justeru, dia tidak melakukan perkara duniawi melainkan sekadar keperluan hariannya atau kepada mereka yang berada di bawah tanggungannya. Demikian yang selayaknya dilakukan pada bulan Ramadhan yang mulia ini sama seperti pada hari Jumaat yang sepatutnya dikhususkan bagi amalan akhirat; 8. Mempraktikkan amalan sunah seperti segera berbuka apabila masuk waktunya, berbuka dengan buah tamar (kurma) dan jika ia tiada memadailah dengan segelas air serta melambatkan makan sahur. Nabi s.a.w. berbuka dahulu sebelum Baginda mengerjakan solat Maghrib. Sabda baginda: Umatku sentiasa berada dalam keadaan baik (berkat) selama mana mereka mempercepatkan berbuka (apabila masuk waktunya) dan melambatkan makan sahur. (Riwayat Bukhari dan Muslim); 9. Menyediakan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa sekalipun dengan beberapa biji tamar atau segelas air. Sabda baginda s.a.w.: Sesiapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa baginya ganjaran seumpama pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya (orang yang berpuasa). (Riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah) 10. Memenuhi malamnya dengan amalan sunat seperti solat terawih, witir dan sebagainya. Adalah dinasihatkan kepada para imam supaya tidak mempercepatkan solat terawihnya seperti mana amalan kebiasaan di masjid dan surau. Perbuatan tersebut menjejaskan mutu ibadat solat tersebut kerana meninggalkan wajibwajib' solat seperti meninggalkan tomakninah semasa rukuk dan sujud, mencacatkan bacaan al-Fatihah sebagaimana sepatutnya lantaran ingin kecepatan dalam mengejar waktu sehingga menyebabkan makmum di belakang tertinggal rukun-rukun penting dalam solatnya. Amalan terawih seperti itu adalah tidak sempurna dan berkurangan pahalanya. Oleh itu berwaspadalah terhadap cara demikian dengan kembali mengamalkan ibadah solat seperti waktu-waktu lain, menyempurnakan kiam, bacaan al-Fatihah, rukuk, sujud, khusyuk, hadir hati dan semua peradaban solat dan rukunnya. Hadith 1 Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Umatku telah dikurniakan dengan lima perkara yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada

sesiapa pun sebelum mereka. Bau mulut daripada seorang Islam yang berpuasa adalah terlebih harum di sisi Allah daripada bau haruman kasturi. Ikan-ikan di lautan memohon istighfar (keampunan) ke atas mereka sehinggalah mereka berbuka puasa". Allah mempersiapkan serta menghiasi jannah yang khas setiap hari dan kemudian berfirman kepadanya: "Masanya telah hampir tiba bilamana hamba-hambaKu yang taat akan meninggalkan segala halangan-halangan yang besar (di dunia) dan akan mendatangimu." Pada bulan ini syaitan-syaitan yang durjana dirantaikan supaya tidak menggoda mereka ke arah maksiat-maksiat yang biasa mereka lakukan pada bulan-bulan selain Ramadhan. Pada malam terakhir Ramadhan (orang-orang yang berpuasa ini) akan diampunkan." Maka sahabat-sahabat Rasulullah SAW pun bertanya: "Wahai Pesuruh Allah, adakah itu malam lailatul Qadar?" Dijawab oleh Rasulullah SAW: "Tidak, tetapi selayaknya seorang yang beramal itu diberi balasan setelah menyempurnakan tugasnya." Hadith 2 Ubadah Bin Somit ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari ketika Ramadhan hampir menjelang: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, di mana Allah melimpah ruahkan di dalamnya dengan keberkatan, menurunkan rahmat, mengampuni dosa-dosa kamu, memakbulkan doa-doa kamu, melihat di atas perlumbaan kamu untuk memperolehi kebaikan yang besar dan berbangga mengenaimu di hadapan malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah Taala kebaikan dari kamu. Sesungguhnya orang yang bernasib malang ialah dia yang dinafikan daripada rahmat Allah pada bulan ini." Hadith 3 Abu Sa'id Al Khudri ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Setiap hari siang dan malam pada bulan Ramadhan, Allah Tabaraka wa Taala membebaskan begitu banyak sekali roh daripada api neraka. Dan pada setiap orang Islam pada setiap hari siang dan malam doanya pasti akan diterima." Hadith 4 Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Terdapat tiga jenis orang yang doa mereka tidak ditolak; doa daripada orang yang berpuasa sehinggalah dia berbuka puasa; imam (penguasa) yang adil, dan orang yang dizalimi yang kerana doanya itu Allah mengangkatnya melepasi awan dan membuka untuknya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: "Daku bersumpah demi kemuliaanKu, sesungguhnya Daku pasti menolongmu walaupun pada suatu masa nanti." Hadith 5 Ibn Umar ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya mengirim rahmat ke atas mereka yang memakan sahur."

Hadith 6 Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berbuka satu hari di siang hari bulan Ramadhan tanpa alasan yang wajar (disegi syariah) atau sakit yang kuat, tidak akan dapat menampung atau mengganti hari tersebut walaupun akan berpuasa sehingga ke akhir hayatnya." Klik > NIAT PUASA Klik > DOA BERBUKA > MENU UTAMA

About live radio tv online


Doa Berbuka Puasa Rumi Niat Puasa Rumi Istihadah Dan Hukum-Hukumnya jenis air dalam islam RUKUN-RUKUN SOLAT

Doa Berbuka Puasa Rumi


"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrohimin" Maksud: Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang. Jika ramai-ramai : ganti 'tu kepada 'na' (ganti saya kepada kami ) "Allahumma laka shumna wa bika amanna wa alaa rizqika aftharna birahmatika ya arhamarrohimin" Ertinya: Ya Allah bagi Engkau kami berpuasa dan dengan Engkau beriman kami dengan rezeki Engkau kami berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.

YASIN DALAM BACAAN RUMI


Surah Yasin (dalam rumi)

AL FAATIHATA WA YAA SIIN ILAA ARWAAHI WAALIDIINAA WA WAALIDIIKUM. WA ILAA ARWAAHIL MUSLIMIINAWAL MUSLIMAATI KAAF-FATAN AAMMAH.

KHUSUUSAN ILAA RUUHIL MARHUM WA USUULIHI WA FURUU-IHII WAMAI YANTASIBU ILAIHI AJMA-IIN.

(Jika perempuan)
KHUSUUSAN ILA RUUHIL MARHUUMAH..

WA USUULIHAA WAFURUU-IHAA WAMAI YANTASIBU ILAIHAA AJMA-IIN WA ILAA HADH-RATIN NABIYIL MUSTAFAA RASUULILLAHI SALLALLAHU ALAIHI WASALLAM WA AALIHII WA-ASHAABIHIL-KIRAAMI AL-FATIHAH

Maksudnya : Dibacakan AL-FATIHAH dan YAASIIN kepada arwah kedua ibu bapa kita dan ibu bapa kamu. Dan kepada semua arwah orang islam lelaki dan perempuan.

Khususnya kepada arwah al-marhum Atau al-marhumah,dan kepada anak cucunya, turun temurunnya dan mereka yang berkaitan kepadanya sekalian.

Dan seterusnya kepada junjungan mulia kita NABI MUHAMMAD s.a.w, keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang mulia.

AL-FATIHAH.
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha pemurah lagi Maha penyayang.

1. YAA SIIN. ALLAH s.w.t lebih mengetahui tentangnya.

2. WAL QUR-AA-NIL HAKIIM. Demi AL-QURAN yang penuh hikmah.

3. INNAKA LAMINAL MURSALIIN. Sesungguhnya kamu (MUHAMMAD) salah seorang dari rasul-rasul.

4. ALAA SIRAATIM MUSTAQIIM. (yang berada) di atas jalan yang lurus.

5. TANZIILAL-AZIIZIIR RAHIIM. (AL-QURAN itu) di turunkan oleh (ALLAH s.w.t) yang maha perkasa lagi maha penyayang.

6. LITUNNZIRA QAUMAM MAA UNNZIRA AABAA UHUM FAHUM GHAAFILUUN. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang peringatan itu belum di berikan kepada datuk nenek mereka, maka kerana itu mereka menjadi lalai.

7. LAQAD HAQQAL QAULU ALAAA AKTSARIHIM FAHUM LAA YU MINUUN. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan ALLAH s.w.t) terhadap kebanyakkan mereka, kerana mereka tidak beriman.

8. INNAA JA-ALNAA FII A-NAA QIHIM AGH-LAALAN FAHI YA ILAL AZQAANI FAHUM-MUQMAHUUN. Sesungguhnya kami telah memasang pada leher mereka belenggu, lalu tangan mereka (diangkat) kepada dagu, maka kerana itu mereka terngadah (terdongak)

9. WAJAALNAA MIM-BAINI AIDIIHIIM SADDAU WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGH SYAINAAHUM FAHUM LAA YUBSIRUUN. Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat (kebenaran)

10. WASAWAA UN ALAIHIM A-ANN ZARTAHUM AM LAM TUNNZIRHUM LAA YU MINUUN. Dan sama sahaja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11. INNAMAA TUNN-ZIRU MANIT TABA-AZZIKRA WA KHASYI-YAR RAHMAANA BILGHAIBI FABASY-SYIRHU-BIMAGH FIRATIW WA AJRINN KARIIM. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mahu mengikuti peringatan dan yang takut kepada tuhan yang maha pemurah walaupun dia tidak melihat-NYA.Maka berilah mereka khabar gembira dengan keampunan dan pahala yang mulia.

12. INNAA NAHNU NUHYIL MAUTAA WANAKTUBU MAA QADDAMUU WA-AA-TSAARAHUM WAKULLA SYAIN-IN AHSAINAA HU FII IMAAMIMM MUBIIN. Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan kami menuliskan apa yang telah (mereka) kerjakan dan kesan-kesan yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (iaitu Luh Mahfuzh)

13.WADH-RIB LAHUM MA-TSALAN ASHAABAL QARYATI IZJAAA AHAL MURSALUUN. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, iaitu penduduk suatu negeri ketika datang kepada mereka para utusan.

14. IZ-ARSALNAA ILAIHI-MUTS NAINI FAKAZ-ZABUU HUMAA FA AZ-ZAZ NAA BITSAA-LI-TSINN FAQAA LUUU INNAAA ILAIKUM MURSALUUN. (iaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan.Lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka (ketiga-tiga utusan itu) berkata : sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.

15. QAALUU MAA-ANTUM ILLAA BASYARUM MITSLUNAA WAMAA ANNZALAR RAHMAANU MINN SYAI-IN IN ANN-TUM ILLAA TAKZIBUUN. Mereka (penduduk negeri itu) menjawab: kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan tidaklah ALLAH yang maha pemurah menurunkan sesuatu pun, sesungguhnya kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.

16. QAALUU RABBUNAA YA LAMU INNAAA ILAIKUM LAMURSALUUN> Mereka (utusan itu) berkata: Tuhan kami mengetahui bahawa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu

17. WAMAA ALAINAAA ILLAL BALAA-GHUL MUBIIN.> Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah ALLAH s.w.t) dengan jelas.

18. QAA LUUU IN-NAA TATAY-YARNAA BIKUM LA-IL-LAM TANNTAHUU LANAR JUMANNAKUM WALAYAMAS-SANNAKUM MINNAA AZAABUN ALIIM.> Mereka menjawab: Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), nescaya kami akan merejam kamu dan kamu pasti akan mendapat seksa yang pedih dari kami.

19. QAALUU TAAA IRUKUM MA AKUM A-IN ZUKKIRTUM BAL ANNTUM QAUMUM MUSRIFUUN. > Utusan-utusan itu berkata: Kemalangan kamu itu adalah kerana kamu sendiri.Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.

20. WAJAAA A-MIN AQSAL MADIINATI RAJULUY YAS AA QAALA YAA QAUMIT TABI-UL MURSALIIN> Dan datanglah dari hujung kota seorang lelaki, dengan bergegas-gegas dia berkata: Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu. 21. IT TABI UU MAL-LAA YAS-ALUKUM AJRAU WAHUM MUHTADUUN > Ikutilah oleh kamu orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

22. WAMAALIYA LAA A-BUDUL LAZII FATARANII WA ILAIHI TURJA-UUN > Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-NYA kamu (semua) akan dikembalikan?

23. A-AT-TAKHIZU MIN DUUNIHII AA-LIHATAN IY YURIDNIR RAHMAANU BIDHUR-RIL LAA TUGHNI ANNII SYAFAA A-TUHUM SYAI AU WALAA YUNG QIZUUN > Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-NYA, jika (ALLAH s.w.t) yang maha pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, nescaya tidak memberi manfaat syafaat mereka sedikit pun bagi diriku dan tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

24. INN-NII IZAL LAFII DHALAA LIMM MUBIN > Sesungguhnya aku (jika demikian) pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

25. INN-NII AA-MANNTU BIRABBIKUM FASMA UUN > Sesungguhnya aku telah beriman kepada tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26. QIILAD KHULIL JAN-NATA QAALA YAA LAITA QAUMII YALAMUUN> Dikatakan (kepadanya): Masuklah kamu kedalam syurga. Dia berkata: Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. 27.BIMAA GHAFARALII RABBII WAJA A-LANII MINAL MUKRAMIIN > Apa yang menyebabkan keampunan bagiku oleh Tuhanku dan menjadikan aku termasuk di kalangan orang-orang yang di muliakan.

28. WAMAAA ANN ZALNAA ALAA QAUMIHII MIMBA DIHII MINN JUNDIMM MINAS-SAMAA-I WAMAA KUN-NAA MUNNZILIIN > Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan (tentera) pun di langit dan tidak layak bagi kami menurunkannya.

29. INN KAANAT ILLAA SAIHATAU WAAHIDATANN FA-IZAAHUM KHAA-MIDUUN > Tidak ada (seksaan) ke atas mereka selain daripada teriakan yang sekali sahaja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

30. YAA HASRATAN ALAL IBAADI MAAYA TIIHIM MIR-RASUULIN IL-LAA KAANU BIHII YASTAH-ZI UUN > Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba (yang mendustakan rasul) itu, tiada datang kepada mereka seorang rasul pun melainkan mereka selalu memperolok-olokannya.

31. ALAM YARAU KAM AHLAKNAA QABLAHUM MINALQURUUNI AN-NA-HUM ILAIHIM LAA YARJI UUN > Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak yang telah kami binasakan mereka, (iaitu) umat-umat sebelum mereka, bahawasanya orang-orang (yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32. WA-INN KUL-LUL-LAMM-MAA JAMII UL LADAINAA MUHDHARUUN > Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan, kepada kami (mereka) dihadirkan.

33. WA AA-YATUL LAHUMUL AR-DHUL MAI-TATU AHYAI-NAAHAA WA-AKH-RAJNAA MINHAA HABBANN FAMINHU YA KULUUN > Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.Kami hidupkan (bumi itu) dan kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

34. WAJA-ALNAA FIIHAA JAN-NAATIM MIN-NAKHII LIW-WA ANAABIW WAFAJ-JARNAA FIIHAAA MINAL U-YUUN. > Dan kami jadikan padanya kebun-kebun (terdiri) daripada kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air.

35. LIYA KULUU MIN TSAMARIHII WAMAA AMILAT-HU AIDIIHIIM AFALAA YASY-KURUUN > Supaya mereka dapat makan buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? >

36.. SUBHAANAL LAZII KHALAQAL AZ-WAAJA KULLAHAA MIMMAA TUMM-

BITUL AR-DHU WAMIN AMFUSIHIM WA MIM-MAA LAA YA-LAMUUN. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak merek Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

37. WA AA-YATUL LAHUMUL LAYLU NASLA-KHU MIN HUN NAHAARA FA-IZAA HUM MUZH LIMUUN. Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah malam. Kami tanggalkan daripada (malam itu) siang, maka dengan sertamerta mereka berada dalam kegelapan.

38. WASY SYAMSU TAJRII LIMUS TAQARRIL LAHAA ZAALIKA TAQDIIRUL AZII-ZIL ALIIM. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui. 38. WAL QAMARA QAD DARNAAHU MANAA-ZILA HATTAA AADAKAL URJUUNIL QADIIM. Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah ia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang kuat.

39. LASY-SYAMSU YAMM-BAGHII LAHAA AN TUDRIKAL QAMARA WALAL-LAY-LU SAABIQUN NAHAARI WAKUL-LUUN FII FALAKIY YASHBAHUUN. Tidaklah mungkin bagi matahari itu mudah mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

40. WA AA-YATUL LAHUM AN-NAA HAMALNAA ZUR-RIY-YATAHUM FIL FULKIL MASY-HUUN. Dan suatu tanda (kebesaran ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bahawa kami angkat keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.

41. WA KHALAQ NAA LAHUM MIMM-MITS LIHII MAA YARKABUUN. Dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kenderai seperti bahtera itu.

WA INN-NASYA NUGH-RIQ-HUM FALAA SARII-KHA LAHUM WALAAHUM YUNN-QAZUUN. Dan jika kami menghendaki, nescaya kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44. IL-LAA RAHMATAM MIN-NAA WAMATAA AN I-LAA HIIN. Melainkan (kami selamatkan mereka) kerana rahmat (yang besar) dari kami dan untuk memberi kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika (ajal)

WA IZAA QII-LA LAHUMUT TAQUU MAA-BAYNA AY-DIIKUM WAMAA KHAL-FAKUM LA AL-LAKUM TURHAMUUN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: takutlah kamu (akan seksa) yang di hadapanmu (iaitu sengsara di dunia) dan seksa yang akan datang (azab akhirat) supaya kamu mendapat rahmat, (tetapi nescaya mereka berpaling)

WAMAA TA TIIHIM MIN AA-YATIM MIN AA-YAATI RABBIHIM ILLAA KAANUU ANHAA MU-RIDHIIN. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda (dari tanda-tanda kekuasaan) tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

WA IZAA QILLA LAHUM ANN-FIQUU MIMMAA RAZAQA KUMUL-LAA HU QAALAL LAZIINA KAFARUU LIL-LAZII NA-AA MANUUU ANUTIMU MALLAU YA-SYAAA-UL LAA-HU AT-AMAHUUU IN ANNTUM ILLAA FII DHALAALIMM MUBIN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang di berikan ALLAH s.w.t kepadamu maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman Apakah kami akan memberi makan (orang yang) jika (ALLAH s.w.t) menghendaki tentulah ALLAH s.w.t akan memberinya makan, sesungguhnya tiadalah kamu melainkan kesesatan yang nyata.

WAYAQUU-LUUNA MATAA HAAZAL WADU INN-KUNNTUM SAADIQIIN. Dan mereka berkata: Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

MAA YANN ZHURUUNA ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN TA KHUZUHUM WAHUM YA-KHIS-SIMUUN. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakkan sahaja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

FALAA YASTATII-UUNA TAW-SIYATAW WALAA ILLAAA AH-LIHIM YARJI-UUN. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiat pun tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

WANUFI-KHA FIS-SUURI FA-IZAA HUM MINAL AJ-DAA-TSII-LAA RABBIHIM YANN-SILUUN. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar daripada kubur mereka (menuju) kepada tuhan mereka dengan segera.

QAALUU YAA WAYLANAA MAMM-BA-A-TSANAA MIM-MARQADINAA HAAZA MAA WA-ADAR RAHMAANU WASADAQAL MURSALUUN. Mereka berkata : Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang di janjikan (tuhan) yang maha pemurah dan benarlah rasul-rasul (NYA)

INN KAANAT ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN FA-I-ZAA HUM JAMI UL LADAI-NAA MUH-DHARUUN.

Sesungguhnya tidaklah (teriakkan itu) melainkan hanya sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan, dihadirkan kepada sisi kami.

FALYAW MA LAA TUZH-LAMU NAFSUN SYAI-AW WALAA TUJZAUNA IL-LAA MAA KUNN-TUM TA MALUUN. Maka pada hari itu tidaklah seseorang akan dirugikan (dizalimi) sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

INN-NA AS-HAABAL JAN-NATIL YAWMA FI SYU-GHULINN FAA KIHUUN. Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu dalam (syurga) bersenangsenang dalam kesibukan (mereka).

HUM WA-AZ WAAJUHUM FII ZHILAALIN ALAL A-RAAA IKI MUTTAKI-UUN. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas sofa-sofa.

LAHUM FIIHAA FAAKIHATUW WALA HUM-MAA YADDA-UUN. (Di syurga itu) mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan akan di perolehi.

SALAAMUNN QAULAMM-MIR RAB-BIR RAHIIM. (Kepada mereka dikatakan): Salam sebagai ucapan selamat daripada tuhan yang maha penyayang.

WAMTAAZUL YAUMA AY-YUHAL MUJRIMUUN.

Dan (dikatakan kepada orang kafir): Berpisah kamu (dari orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

ALAM A-AHAD I-LAYKUM YAABANII AA-DAMA AL-LAA TABUDUSY-SYAITAANA IN-NAHUU LAKUM A-DUW WUMM-MUBIIN. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai bani adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya (syaitan itu) bagi kamu adalah musuh yang nyata.

WA A-NI BUDUUNII HAZAA SIRAATUM MUSTAQIIM. Dan hendaklah kamu menyembah aku.Inilah jalan yang lurus.

WALAQAD A-DHALLA MINN-KUM JIBILLANN KA-TSIIRAN AFALAM TAKUU-NUU TAQILUUN. Dan sesungguhnya (syaitan itu) telah menyesatkan sebahagian besar di antara kamu.Maka apakah kamu tidak memikirkan?

HAAZIHII JAHAN-NAMUL-LATII KUNNTUM TUU ADUUN. Inilah (neraka) Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya)

IS-LAWHAL YAWMA BIMAA KUNNTUM TAKFURRUN. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

AL-YAW MA-NAKH-TIMU A-LAAA AFWAA HIHIM WATUKALLIMUNAAA AY-DIIHIIM WATASY-HADU AR-JULUHUM BIMAA KAANUU YAKSIBUUN.

Pada hari ini kami metrikan (tutup) ke atas mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

WALAU NASYAAA-U LATAMASNAA A-LAAA A-YUNIHIM FASTABAQUS SIRAATA FA-AN-NAA YUBSIRUUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami hapuskan penglihatan atas mata mereka; lalu mereka berlumba-lumba (mencari) jalan.Maka betapakah mereka dapat melihat (NYA)

WALAU NASYAAA-U LAMASAKH-NAAHUM ALAA MAKAANATIHIM FAMAS TATAA-UU MU-DHIY-YAW WALAA YARJI-UUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami ubah mereka dari tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup lagi berjalan (pergi) dan tidak (pula sanggup) kembali.

WAMANN NU-AM-MIRHU NUNAK-KISHU FIL KHALQI AFALAA YAQILUUN. Dan sesiapa yang kami panjangkan umurnya, nescaya kami kembalikan dia kepada kejadia (NYA). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

WAMAA AL-LAMNAA HUSY-SYI-RAA WAMAA YAMM-BA-GHII LAHUU INHUWA ILLAA ZIKRUW WAQUR-AA-NUMM MUBIIN. Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (MUHAMMAD s.a.w) dan (bersyair itu) tidaklah layak baginya. Sesungguhnya tidak (AL-QURAN itu) selain dan peringatan (pelajaran), dan AL-QURAN (kitab) yang memberi (penerangan) yang jelas.

LIYUNN-ZIRA MANN KAANA HAY-YAW WAYA-HIQQAL QAULU ALAL KAAFIRIIN.

Supaya dia (MUHAMMAD s.a.w) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orangorang kafir.

AWALAM YARAW ANN-NAA KHALAQNAA LAHUM MIMMAA AMILAT AI-DIINAAA AN-AA-MANN FAHUM LAHAA MAA-LIKUUN. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya kami telah menciptakan untuk mereka dengan tangan (kekuasaan) kami binatang ternak, lalu mereka menguasainya?

WAZALLAL NAAHAA LAHUM FAMINHAA RAKUU-BUHUM WAMINHAA YA KULUUN. Dan kami tundukkan (binatang-binatang itu) untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

WALAHUM FIIHAA MANAA-FI-U WAMA-SYAARIBU AFALAA YASYKURUUN. Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

WATTA-KHAZUU MIN DUUNIL-LAAHI AA-LIHATAL LA-AL-LAHUM YUNN-SARUUN. Mereka mengambil selain daripada ALLAH s.w.t sembahan-sembahan, agar mereka mendapat pertolongan (darinya)

LAAYASTATII-UUNA NAS-RAHUM WAHUM LAHUM JUNDUM-MUHDHARUUN. Sembahan-sembahan itu tiada kuasa menolong mereka, padahal berhalaberhala itu menjadi tentera yang dihadirkan (untuk menjaga mereka)

FALAA YAH-ZUNN-KA QAULUHUM. IN-NAA NA-LAMU MAA YUSIRRUU NA WAMAA YU-LINUUN. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu.Bahawa sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahsiakan dan apa yang mereka nyatakan.

AWALAM YARAL INN-SAANU AN-NAA KHALAQNAA HU MIN NUTFATIN FA-I-ZAA HUWA KHASII-MUM-MUBIIN. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahawa kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata.

WA-DHARABA LANAA MA-TSALAW WANASIYA KHALQA-HUU QAALA MAY-YUHYIL I-ZHAA-MA WAHIYA RAMIIM. Dan dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?

QUL YUHYII HAL-LAZIII ANN-SYA-A-HAAA AW-WALA MARRA-TIW WAHUWA BIKULLI KHALQIN A-LIIM. Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh tuhan yang menciptakannya pada awalnya.Dan Dia maha mengetahui tentang segala makhluk.

AL-LAZII JA-A-LA LAKUM MINASY SYAJARIL AKH-DHARI NAARAN FA I-ZAAA ANN-TUM MINHU TUU-QIDUUN.

Iaitu tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tibatiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.

AWALAY SALLA-ZI KHALAQAS-SAMAA WAATI WAL AR-DHA BI QAADIRIN A-LAA AY-YAKH-LUQA MITS-LAHUM BALAA WAHUWAL KHAL-LAAQUL A-LIIM. Dan tidakkah tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Bahkan (benar dia berkuasa) dan dialah maha pencipta lagi maha mengetahui.

INN-NAMAAA AMRUHUUU I-ZAAA A-RAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHUU KUNN FAYAKUUN. Sesungguhnya keadaan-NYA apabila DIA menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : JADILAH ! maka terjadilah ia.

FASUB-HAA NAL LAZII BIYADIHII MALAKUU-TU KULLI SYAI-INWWA I-LAY-HI TURJA UUN. Maka maha suci (ALLAH s.w.t) yang di tangan-NYA kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-NYAlah kamu akan dikembalikan.
( MUNKIN EJAAN DIDALAM RUMI TIDAK BERAPA BETUL ,INI ADALAH ASAS SAHAJA,JIKA MAHUKAN BACAAN YANG LEBIH BAIK SILA BERJUMPA ORANG YANG LEBIH ARIF,BACAAN DI DALAM RUMI INI ADALAH ASAS UNTUK MERAKA YANG TIDAK BOLEH BACA JAWI,NASIHAT SAYA SETELAH ANDA BOLEH MEMBACA SILA JUMPA GURU ATAU OARANG YANG LEBIH PAKAR UNTUK PERBETULKAN BACAAN ANDA

Surah Yasin (dalam rumi)


AL FAATIHATA WA YAA SIIN ILAA ARWAAHI WAALIDIINAA WA WAALIDIIKUM. WA ILAA ARWAAHIL MUSLIMIINAWAL MUSLIMAATI KAAF-FATAN AAMMAH. KHUSUUSAN ILAA RUUHIL MARHUM WA USUULIHI WA FURUU-IHII WAMAI YANTASIBU ILAIHI AJMA-IIN. (Jika perempuan) KHUSUUSAN ILA RUUHIL MARHUUMAH.. WA USUULIHAA WAFURUU-IHAA WAMAI YANTASIBU ILAIHAA AJMA-IIN WA ILAA HADH-RATIN NABIYIL MUSTAFAA RASUULILLAHI SALLALLAHU ALAIHI WASALLAM WA AALIHII WA-ASHAABIHIL-KIRAAMI AL-FATIHAH Maksudnya : Dibacakan AL-FATIHAH dan YAASIIN kepada arwah kedua ibu bapa kita dan ibu bapa kamu. Dan kepada semua arwah orang islam lelaki dan perempuan. Khususnya kepada arwah al-marhum Atau al-marhumah,dan kepada anak cucunya, turun temurunnya dan mereka yang berkaitan kepadanya sekalian. Dan seterusnya kepada junjungan mulia kita NABI MUHAMMAD s.a.w, keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang mulia. AL-FATIHAH.

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha pemurah lagi Maha penyayang. 1. YAA SIIN. ALLAH s.w.t lebih mengetahui tentangnya. 2. WAL QUR-AA-NIL HAKIIM. Demi AL-QURAN yang penuh hikmah. 3. INNAKA LAMINAL MURSALIIN. Sesungguhnya kamu (MUHAMMAD) salah seorang dari rasul-rasul.

4. ALAA SIRAATIM MUSTAQIIM. (yang berada) di atas jalan yang lurus. 5. TANZIILAL-AZIIZIIR RAHIIM. (AL-QURAN itu) di turunkan oleh (ALLAH s.w.t) yang maha perkasa lagi maha penyayang. 6. LITUNNZIRA QAUMAM MAA UNNZIRA AABAA UHUM FAHUM GHAAFILUUN. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang peringatan itu belum di berikan kepada datuk nenek mereka, maka kerana itu mereka menjadi lalai. 7. LAQAD HAQQAL QAULU ALAAA AKTSARIHIM FAHUM LAA YU MINUUN. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan ALLAH s.w.t) terhadap kebanyakkan mereka, kerana mereka tidak beriman. 8. INNAA JA-ALNAA FII A-NAA QIHIM AGH-LAALAN FAHI YA ILAL AZQAANI FAHUM-MUQMAHUUN. Sesungguhnya kami telah memasang pada leher mereka belenggu, lalu tangan mereka (diangkat) kepada dagu, maka kerana itu mereka terngadah (terdongak) 9. WAJAALNAA MIM-BAINI AIDIIHIIM SADDAU WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGH SYAINAAHUM FAHUM LAA YUBSIRUUN. 10. Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat (kebenaran) 11. WASAWAA UN ALAIHIM A-ANN ZARTAHUM AM LAM TUNNZIRHUM LAA YU MINUUN. Dan sama sahaja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

12. INNAMAA TUNN-ZIRU MANIT TABA-AZZIKRA WA KHASYI-YAR RAHMAANA BILGHAIBI FABASY-SYIRHU-BIMAGH FIRATIW WA AJRINN KARIIM. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mahu mengikuti peringatan dan yang takut kepada tuhan yang maha pemurah walaupun dia tidak melihat-NYA.Maka berilah mereka khabar gembira dengan keampunan dan pahala yang mulia. 13. INNAA NAHNU NUHYIL MAUTAA WANAKTUBU MAA QADDAMUU WA-AA-TSAARAHUM WAKULLA SYAIN-IN AHSAINAA HU FII IMAAMIMM MUBIIN. Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan kami menuliskan apa yang telah (mereka) kerjakan dan kesan-kesan yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (iaitu Luh Mahfuzh) 14. WADH-RIB LAHUM MA-TSALAN ASHAABAL QARYATI IZJAAA AHAL MURSALUUN. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, iaitu penduduk suatu negeri ketika datang kepada mereka para utusan. 15. IZ-ARSALNAA ILAIHI-MUTS NAINI FAKAZ-ZABUU HUMAA FA AZ-ZAZ NAA BITSAA-LI-TSINN FAQAA LUUU INNAAA ILAIKUM MURSALUUN. (iaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan.Lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka (ketiga-tiga utusan itu) berkata : sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu. 16. QAALUU MAA-ANTUM ILLAA BASYARUM MITSLUNAA WAMAA ANNZALAR RAHMAANU MINN SYAI-IN IN ANN-TUM ILLAA TAKZIBUUN. Mereka (penduduk negeri itu) menjawab: kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan tidaklah ALLAH yang maha pemurah menurunkan sesuatu pun, sesungguhnya kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka. 17. QAALUU RABBUNAA YA LAMU INNAAA ILAIKUM LAMURSALUUN. Mereka (utusan itu) berkata: Tuhan kami mengetahui bahawa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu

18. WAMAA ALAINAAA ILLAL BALAA-GHUL MUBIIN. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah ALLAH s.w.t) dengan jelas. 19. QAA LUUU IN-NAA TATAY-YARNAA BIKUM LA-IL-LAM TANNTAHUU LANAR JUMANNAKUM WALAYAMAS-SANNAKUM MINNAA AZAABUN ALIIM. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), nescaya kami akan merejam kamu dan kamu pasti akan mendapat seksa yang pedih dari kami. 20. QAALUU TAAA IRUKUM MA AKUM A-IN ZUKKIRTUM BAL ANNTUM QAUMUM MUSRIFUUN. Utusan-utusan itu berkata: Kemalangan kamu itu adalah kerana kamu sendiri.Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas. 21. WAJAAA A-MIN AQSAL MADIINATI RAJULUY YAS AA QAALA YAA QAUMIT TABI-UL MURSALIIN. Dan datanglah dari hujung kota seorang lelaki, dengan bergegas-gegas dia berkata: Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu. 22. IT TABI UU MAL-LAA YAS-ALUKUM AJRAU WAHUM MUHTADUUN. Ikutilah oleh kamu orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 23. WAMAALIYA LAA A-BUDUL LAZII FATARANII WA ILAIHI TURJA-UUN. Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-NYA kamu (semua) akan dikembalikan? 24. A-AT-TAKHIZU MIN DUUNIHII AA-LIHATAN IY YURIDNIR RAHMAANU BIDHUR-RIL LAA TUGHNI ANNII SYAFAA A-TUHUM SYAI AU WALAA YUNG QIZUUN. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-NYA, jika (ALLAH s.w.t) yang maha pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, nescaya tidak memberi manfaat syafaat mereka sedikit pun bagi diriku dan tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

25. INN-NII IZAL LAFII DHALAA LIMM MUBIN. Sesungguhnya aku (jika demikian) pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 26. INN-NII AA-MANNTU BIRABBIKUM FASMA UUN. Sesungguhnya aku telah beriman kepada tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 27. QIILAD KHULIL JAN-NATA QAALA YAA LAITA QAUMII YALAMUUN. Dikatakan (kepadanya): Masuklah kamu kedalam syurga. Dia berkata: Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. 28. BIMAA GHAFARALII RABBII WAJA A-LANII MINAL MUKRAMIIN. Apa yang menyebabkan keampunan bagiku oleh Tuhanku dan menjadikan aku termasuk di kalangan orang-orang yang di muliakan. 29. WAMAAA ANN ZALNAA ALAA QAUMIHII MIMBA DIHII MINN JUNDIMM MINAS-SAMAA-I WAMAA KUN-NAA MUNNZILIIN. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan (tentera) pun di langit dan tidak layak bagi kami menurunkannya. 30. INN KAANAT ILLAA SAIHATAU WAAHIDATANN FA-IZAAHUM KHAA-MIDUUN. Tidak ada (seksaan) ke atas mereka selain daripada teriakan yang sekali sahaja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 31. YAA HASRATAN ALAL IBAADI MAAYA TIIHIM MIR-RASUULIN IL-LAA KAANU BIHII YASTAH-ZI UUN. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba (yang mendustakan rasul) itu, tiada datang kepada mereka seorang rasul pun melainkan mereka selalu memperolok-olokannya. 32. ALAM YARAU KAM AHLAKNAA QABLAHUM MINALQURUUNI AN-NA-HUM ILAIHIM LAA YARJI UUN. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak yang telah kami binasakan mereka, (iaitu) umat-umat sebelum mereka, bahawasanya orang-orang (yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

33. WA-INN KUL-LUL-LAMM-MAA JAMII UL LADAINAA MUHDHARUUN. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan, kepada kami (mereka) dihadirkan. 36. WA AA-YATUL LAHUMUL AR-DHUL MAI-TATU AHYAI-NAAHAA WAAKH-RAJNAA MINHAA HABBANN FAMINHU YA KULUUN. Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.Kami hidupkan (bumi itu) dan kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. 37. WAJA-ALNAA FIIHAA JAN-NAATIM MIN-NAKHII LIW-WA A-NAABIW WAFAJ-JARNAA FIIHAAA MINAL U-YUUN. Dan kami jadikan padanya kebun-kebun (terdiri) daripada kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air. 38. LIYA KULUU MIN TSAMARIHII WAMAA AMILAT-HU AIDIIHIIM AFALAA YASY-KURUUN. Supaya mereka dapat makan buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? 39. SUBHAANAL LAZII KHALAQAL AZ-WAAJA KULLAHAA MIMMAA TUMM-BITUL AR-DHU WAMIN AMFUSIHIM WA MIM-MAA LAA YALAMUUN. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui. 40 WA AA-YATUL LAHUMUL LAYLU NASLA-KHU MIN HUN NAHAARA FAIZAA HUM MUZH LIMUUN. Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah malam. Kami tanggalkan daripada (malam itu) siang, maka dengan sertamerta mereka berada dalam kegelapan. 41.WASY SYAMSU TAJRII LIMUS TAQARRIL LAHAA ZAALIKA TAQDIIRUL AZII-ZIL ALIIM. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui. 43. WAL QAMARA QAD DARNAAHU MANAA-ZILA HATTAA AA-DAKAL URJUUNIL QADIIM.

Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah ia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang kuat. 44. LASY-SYAMSU YAMM-BAGHII LAHAA AN TUDRIKAL QAMARA WALAL-LAY-LU SAABIQUN NAHAARI WAKUL-LUUN FII FALAKIY YASHBAHUUN. Tidaklah mungkin bagi matahari itu mudah mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. 45. WA AA-YATUL LAHUM AN-NAA HAMALNAA ZUR-RIY-YATAHUM FIL FULKIL MASY-HUUN. Dan suatu tanda (kebesaran ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bahawa kami angkat keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. 46. WA KHALAQ NAA LAHUM MIMM-MITS LIHII MAA YARKABUUN. Dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kenderai seperti bahtera itu. 47. WA INN-NASYA NUGH-RIQ-HUM FALAA SARII-KHA LAHUM WALAAHUM YUNN-QAZUUN. Dan jika kami menghendaki, nescaya kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. 48. IL-LAA RAHMATAM MIN-NAA WAMATAA AN I-LAA HIIN. Melainkan (kami selamatkan mereka) kerana rahmat (yang besar) dari kami dan untuk memberi kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika (ajal) 49. WA IZAA QII-LA LAHUMUT TAQUU MAA-BAYNA AY-DIIKUM WAMAA KHAL-FAKUM LA AL-LAKUM TURHAMUUN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: takutlah kamu (akan seksa) yang di hadapanmu (iaitu sengsara di dunia) dan seksa yang akan datang (azab akhirat) supaya kamu mendapat rahmat, (tetapi nescaya mereka berpaling) 50. WAMAA TA TIIHIM MIN AA-YATIM MIN AA-YAATI RABBIHIM IL-LAA KAANUU ANHAA MU-RIDHIIN. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda (dari tanda-tanda kekuasaan) tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. 51. WA IZAA QILLA LAHUM ANN-FIQUU MIMMAA RAZAQA KUMUL-LAA HU QAALAL LAZIINA KAFARUU LIL-LAZII NA-AA MANUUU ANUT-IMU

MALLAU YA-SYAAA-UL LAA-HU AT-AMAHUUU IN ANNTUM IL-LAA FII DHALAALIMM MUBIN. Dan apabila dikatakan kepada mereka: nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang di berikan ALLAH s.w.t kepadamu maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman Apakah kami akan memberi makan (orang yang) jika (ALLAH s.w.t) menghendaki tentulah ALLAH s.w.t akan memberinya makan, sesungguhnya tiadalah kamu melainkan kesesatan yang nyata. 52. WAYAQUU-LUUNA MATAA HAAZAL WADU INN-KUNNTUM SAADIQIIN. Dan mereka berkata: Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar? 53, MAA YANN ZHURUUNA ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN TA KHUZUHUM WAHUM YA-KHIS-SIMUUN. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakkan sahaja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. 54. FALAA YASTATII-UUNA TAW-SIYATAW WALAA ILLAAA AH-LIHIM YARJI-UUN. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiat pun tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. 55. WANUFI-KHA FIS-SUURI FA-IZAA HUM MINAL AJ-DAA-TSII-LAA RABBIHIM YANN-SILUUN. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar daripada kubur mereka (menuju) kepada tuhan mereka dengan segera. 56. QAALUU YAA WAYLANAA MAMM-BA-A-TSANAA MIM-MARQADINAA HAAZA MAA WA-ADAR RAHMAANU WASADAQAL MURSALUUN. Mereka berkata : Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang di janjikan (tuhan) yang maha pemurah dan benarlah rasul-rasul (NYA)

57. INN KAANAT ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN FA-I-ZAA HUM JAMI UL LADAI-NAA MUH-DHARUUN. Sesungguhnya tidaklah (teriakkan itu) melainkan hanya sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan, dihadirkan kepada sisi kami.

58. FALYAW MA LAA TUZH-LAMU NAFSUN SYAI-AW WALAA TUJZAU-NA IL-LAA MAA KUNN-TUM TA MALUUN. Maka pada hari itu tidaklah seseorang akan dirugikan (dizalimi) sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. 60. INN-NA AS-HAABAL JAN-NATIL YAWMA FI SYU-GHULINN FAA KIHUUN. Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu dalam (syurga) bersenangsenang dalam kesibukan (mereka). 61. HUM WA-AZ WAAJUHUM FII ZHILAALIN ALAL A-RAAA IKI MUT-TAKIUUN. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas sofa-sofa. 62. LAHUM FIIHAA FAAKIHATUW WALA HUM-MAA YADDA-UUN. (Di syurga itu) mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan akan di perolehi. 63. SALAAMUNN QAULAMM-MIR RAB-BIR RAHIIM. (Kepada mereka dikatakan): Salam sebagai ucapan selamat daripada tuhan yang maha penyayang. 64. WAMTAAZUL YAUMA AY-YUHAL MUJRIMUUN. Dan (dikatakan kepada orang kafir): Berpisah kamu (dari orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. 65. ALAM A-AHAD I-LAYKUM YAABANII AA-DAMA AL-LAA TA-BUDUSYSYAITAANA IN-NAHUU LAKUM A-DUW WUMM-MUBIIN. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai bani adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya (syaitan itu) bagi kamu adalah musuh yang nyata. 66. WA A-NI BUDUUNII HAZAA SIRAATUM MUSTAQIIM. Dan hendaklah kamu menyembah aku.Inilah jalan yang lurus. 67. WALAQAD A-DHALLA MINN-KUM JIBILLANN KA-TSIIRAN AFALAM TAKUU-NUU TAQILUUN. Dan sesungguhnya (syaitan itu) telah menyesatkan sebahagian besar di antara kamu.Maka apakah kamu tidak memikirkan?

68. HAAZIHII JAHAN-NAMUL-LATII KUNNTUM TUU ADUUN. Inilah (neraka) Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya) 69. IS-LAWHAL YAWMA BIMAA KUNNTUM TAKFURRUN. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. 70. AL-YAW MA-NAKH-TIMU A-LAAA AFWAA HIHIM WATUKALLIMUNAAA AY-DIIHIIM WATASY-HADU AR-JULUHUM BIMAA KAANUU YAKSIBUUN. Pada hari ini kami metrikan (tutup) ke atas mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. 71. WALAU NASYAAA-U LATAMASNAA A-LAAA A-YUNIHIM FASTABAQUS SIRAATA FA-AN-NAA YUBSIRUUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami hapuskan penglihatan atas mata mereka; lalu mereka berlumba-lumba (mencari) jalan.Maka betapakah mereka dapat melihat (NYA) 72. WALAU NASYAAA-U LAMASAKH-NAAHUM ALAA MAKAANATIHIM FAMAS TATAA-UU MU-DHIY-YAW WALAA YARJI-UUN. Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami ubah mereka dari tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup lagi berjalan (pergi) dan tidak (pula sanggup) kembali. 73.WAMANN NU-AM-MIRHU NUNAK-KISHU FIL KHALQI AFALAA YAQILUUN. Dan sesiapa yang kami panjangkan umurnya, nescaya kami kembalikan dia kepada kejadia (NYA). Maka apakah mereka tidak memikirkan? 74. WAMAA AL-LAMNAA HUSY-SYI-RAA WAMAA YAMM-BA-GHII LAHUU INHUWA ILLAA ZIKRUW WAQUR-AA-NUMM MUBIIN. Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (MUHAMMAD s.a.w) dan (bersyair itu) tidaklah layak baginya. Sesungguhnya tidak (AL-QURAN itu) selain dan peringatan (pelajaran), dan AL-QURAN (kitab) yang memberi (penerangan) yang jelas. 75. LIYUNN-ZIRA MANN KAANA HAY-YAW WAYA-HIQQAL QAULU ALAL KAAFIRIIN.

Supaya dia (MUHAMMAD s.a.w) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orangorang kafir. 76. AWALAM YARAW ANN-NAA KHALAQNAA LAHUM MIMMAA A-MILAT AI-DIINAAA AN-AA-MANN FAHUM LAHAA MAA-LIKUUN. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya kami telah menciptakan untuk mereka dengan tangan (kekuasaan) kami binatang ternak, lalu mereka menguasainya? 77. WAZALLAL NAAHAA LAHUM FAMINHAA RAKUU-BUHUM WAMINHAA YA KULUUN. Dan kami tundukkan (binatang-binatang itu) untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. 78. WALAHUM FIIHAA MANAA-FI-U WAMA-SYAARIBU AFALAA YASYKURUUN. Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? 79. WATTA-KHAZUU MIN DUUNIL-LAAHI AA-LIHATAL LA-AL-LAHUM YUNN-SARUUN. Mereka mengambil selain daripada ALLAH s.w.t sembahan-sembahan, agar mereka mendapat pertolongan (darinya) 80. LAAYASTATII-UUNA NAS-RAHUM WAHUM LAHUM JUNDUM-MUHDHARUUN. Sembahan-sembahan itu tiada kuasa menolong mereka, padahal berhalaberhala itu menjadi tentera yang dihadirkan (untuk menjaga mereka) 81. FALAA YAH-ZUNN-KA QAULUHUM. IN-NAA NA-LAMU MAA YUSIRRUU NA WAMAA YU-LINUUN. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu.Bahawa sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahsiakan dan apa yang mereka nyatakan. 82. AWALAM YARAL INN-SAANU AN-NAA KHALAQNAA HU MIN NUTFATIN FA-I-ZAA HUWA KHASII-MUM-MUBIIN. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahawa kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata.

83. WA-DHARABA LANAA MA-TSALAW WANASIYA KHALQA-HUU QAALA MAY-YUHYIL I-ZHAA-MA WAHIYA RAMIIM. Dan dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? 79. QUL YUHYII HAL-LAZIII ANN-SYA-A-HAAA AW-WALA MARRA-TIW WAHUWA BIKULLI KHALQIN A-LIIM. Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh tuhan yang menciptakannya pada awalnya.Dan Dia maha mengetahui tentang segala makhluk. 80. AL-LAZII JA-A-LA LAKUM MINASY SYAJARIL AKH-DHARI NAARAN FA IZAAA ANN-TUM MINHU TUU-QIDUUN. Iaitu tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tibatiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. 81. AWALAY SALLA-ZI KHALAQAS-SAMAA WAATI WAL AR-DHA BI QAADIRIN A-LAA AY-YAKH-LUQA MITS-LAHUM BALAA WAHUWAL KHALLAAQUL A-LIIM. Dan tidakkah tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Bahkan (benar dia berkuasa) dan dialah maha pencipta lagi maha mengetahui. 82. INN-NAMAAA AMRUHUUU I-ZAAA A-RAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHUU KUNN FAYAKUUN. Sesungguhnya keadaan-NYA apabila DIA menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : JADILAH ! maka terjadilah ia. 83. FASUB-HAA NAL LAZII BIYADIHII MALAKUU-TU KULLI SYAI-INW-WA ILAY-HI TURJA UUN. Maka maha suci (ALLAH s.w.t) yang di tangan-NYA kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-NYAlah kamu akan dikembalikan.
( MUNKIN EJAAN DIDALAM RUMI TIDAK BERAPA BETUL ,INI ADALAH ASAS SAHAJA,JIKA MAHUKAN BACAAN YANG LEBIH BAIK SILA BERJUMPA ORANG YANG LEBIH ARIF,BACAAN DI DALAM RUMI INI ADALAH ASAS UNTUK MERAKA YANG TIDAK BOLEH BACA JAWI,NASIHAT SAYA SETELAH ANDA BOLEH MEMBACA SILA JUMPA GURU ATAU OARANG YAN

G LE1.ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR. 2.ASY1.ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR. 2.ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. 3.ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. 4.HAIYA 'ALAL-SALAH, HAIYA 'ALAL-SALAH. 5.HAIYA 'ALAL-FALAH, HAIYA 'ALAL-FALAH. 6.ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR. 7.LA-ILAHA ILLALLAH....

1.ALLAH maha besar, ALLAH maha besar. 2.Aku menyaksikan bahawa tiada tuhan melainkan ALLAH. 3.Aku menyaksikan bahawa NABI MUHAMMAD itu pesuruh ALLAH. 4.Marilah sembahyang. 5.Marilah kepada kemenangan.-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. 3.ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. 4.HAIYA 'ALAL-SALAH, HAIYA 'ALAL-SALAH. 5.HAIYA 'ALAL-FALAH, HAIYA 'ALAL-FALAH. 6.ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR. 7.LA-ILAHA ILLALLAH....

1.ALLAH maha besar, ALLAH maha besar. 2.Aku men~~~~~~~~!!yaksikan bahawa tiada tuhan melainkan ALLAH. 3.Aku menyaksikan bahawa NABI MUHAMMAD itu pesuruh ALLAH. 4.Marilah sembahyang.

5.Marilah kepada kemenangan.BIH PAKAR UNTUK PERBETULKAN BACAAN ANDA.

NI

Bacaan azan dalam bacaan rumi.

BACAAN AZAN : Bacaan azan dalam bacaan rumi. 1.ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR. 2.ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. 3.ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. 4.HAIYA 'ALAL-SALAH, HAIYA 'ALAL-SALAH. 5.HAIYA 'ALAL-FALAH, HAIYA 'ALAL-FALAH. 6.ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR. 7.LA-ILAHA ILLALLAH.... ...1.ALLAH maha besar, ALLAH maha besar. ...2.Aku menyaksikan bahawa tiada tuhan melainkan ALLAH. ...3.Aku menyaksikan bahawa NABI MUHAMMAD itu pesuruh ALLAH. ...4.Marilah sembahyang. ...5.Marilah kepada kemenangan. ...6.ALLAH maha besar, ALLAH maha besar. ...7.Tiada tuhan melainkan ALLAH.