P. 1
Implikasi SPM Kesehatan Dalam Perencanaan Di Daerah

Implikasi SPM Kesehatan Dalam Perencanaan Di Daerah

4.67

|Views: 779|Likes:
Dipublikasikan oleh sutopo patriajati
Berbagai kajian dari Depkes & Depkeu tentang implikasi SPM Kesehatan terhadap perencanaan daerah (http://www.ziddu.com/download/4024729/IKASISPMKESEHATANDALAMPERENCANAANKESEHATANDIDAERAH.ppt.html)
Berbagai kajian dari Depkes & Depkeu tentang implikasi SPM Kesehatan terhadap perencanaan daerah (http://www.ziddu.com/download/4024729/IKASISPMKESEHATANDALAMPERENCANAANKESEHATANDIDAERAH.ppt.html)

More info:

Published by: sutopo patriajati on Mar 30, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2011

original

IMPLIKASI SPM KESEHATAN DALAM PERENCANAAN KESEHATAN DI DAERAH

TIM P4K UNDIP
(Presentasi dalam Workshop Penyusunan Guideline Renstra-Renja Kesehatan Daerah, LGSPUSAID, di Hotel Grand Candi, Semarang Tahun 2008)

SPM BIDANG KESEHATAN
SK Menteri Kesehatan RI No. 1457/Menkes/SK/X/2003

1. SPM terdiri atas 26 (dua puluh enam) jenis pelayanan publik dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dengan target akhir ditetapkan pada tahun 2010 (Indonesia Sehat 2010); 2. Sumber dana pelaksanaan SPM di bidang kesehatan sepenuhnya dibebankan pada APBD; dan 3. Pemerintah Pusat dan Provinsi memfasilitasi pelayanan kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam SPM dan mengkoordinasi mekanisme antar Kabupaten/Kota.

IMPLIKASI PENERAPAN SPM (Versi Depkes RI)
• • • • • • ALOKASI ANGGARAN SDM KELEMBAGAAN SARANA PRASARANA SISTEM INFORMASI KERJASAMA ANTAR DAERAH

DAERAH HRS MEMPUNYAI KAPASITAS DAN KOMPETENSI UTK MENDUKUNG PENCAPAIAN SPM

IMPLIKASI PADA ALOKASI ANGGARAN
SUMBER PEMBIAYAAN DAERAH * * * * * APBD KAB/KOTA DANA ALOKASI UMUM DANA ALOKASI KHUSUS DANA BAGI HASIL APBN yg didaerahkan (DEKON,TUGAS PEMBANTUAN, HIBAH) * APBD PROPINSI yg Didaerahkan * SWASTA/MASYARAKAT

ALOKASI ANGGARAN DAERAH (lanjutan)
• TARGET SPM DIUPAYAKAN DPT DICAPAI PADA TH 2010 • DAERAH PERLU MENETAPKAN TARGET2 PENCAPAIAN SPM SETIAP TH yad – RENJA DAERAH -PERDA • PERHITUNGAN KEBUTUHAN PEMBIAYAAN SPM (DEPKES TELAH MENGEMBANGKAN & MEMFASILITASI PERHITUNGAN COSTING SPM) • DIHARAPKAN DAERAH MEMPUNYAI KAPASITAS FISKAL YG MEMADAI UTK MENDUKUNG IMPLEMENTASI SPM • PEM PROP DAN PEM PUSAT DPT MEMBANTU MENUTUP GAP BAGI DAERAH YG TIDAK MAMPU

IMPLIKASI PD SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KESEHATAN
• DAERAH PERLU MERENCANAKAN KEBUTUHAN JENIS DAN JUMLAH NAKES • PENINGKATAN KAPASITAS DAN KOMPETENSI NAKES DLM MENDUKUNG SPM (DIKLAT) • PEM PROP DAN PEMERINTAH MELAKUKAN PEMBINAAN NAKES DAERAH

IMPLIKASI PADA KELEMBAGAAN
• PEMANTAPAN KELEMBAGAAN DAERAH: DINKES, RS, PUSKESMAS • SAAT INI TELAH DITETAPKANNNYA PP NO 41TH 2007 TTG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH • SBG TL PP 41/2007 DEPKES SEDANG MENYUSUN JUKNIS ORGANISASI DAN KOMPETENSI PEMANGKU JABATAN DINKES KAB/KOTA • MEKANISME TATA HUBUNGAN KERJA ANTAR LEMBAGA DI DAERAH • KERJASAMA ANTAR DAERAH

IMPLIKASI PADA SARANA DAN PRASARANA
• PUSKESMAS, PUSTU, PUSLING, POSKESDES, POSYANDU, POLINDES • PENINGKATAN SARANA RUMAH SAKIT DAERAH • UPT PUSAT YG TELAH DISERAHKAN (LABKES, BP4 DLL) • SARKES SWASTA

IMPLIKASI PADA SISTEM INFORMASI KESEHATAN
• DUKUNGAN SISTEM INFORMASI YG MANTAP A.L. UNTUK MONITORING DAN EVALUASI SPM • PADA JUKNIS SPM DPT DI INVENTARISIR : * DATA YANG DIPERLUKAN * SUMBER2 DATA • PEMANTAPAN SISTEM2 INFORMASI YG ADA A.L. SIMPUS DAN SIRS • ALUR PELAPORAN

IMPLIKASI SPM TERHADAP PROSES PERENCANAAN DI DAERAH (Versi Depkeu RI th 2008)
• Sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2005 dan PP No. 38 Tahun 2007, tampak jelas bahwa Kewenangan Wajib harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh Departemen/LPND terkait. Hal ini menunjukkan bahwa Kewenangan Wajib dan SPM telah memiliki dasar hukum yang kuat dan harus menjadi bagian dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.

• Di dalam dokumen-dokumen perencanaan di daerah harus tertuang rencana pelaksanaan Kewenangan Wajib dan SPM sesuai dengan prioritas nasional dan target pencapaian daerah. • Dalam proses perencanaan daerah, Kewenangan Wajib harus disosialisasikan baik ke masyarakat maupun ke staf Pemerintah Daerah. • Dalam Musrenbang, sebagai sarana pengenalan Kewenangan Wajib kepada masyarakat, Daftar Kewenangan Wajib dan SPM dapat digunakan sebagai materi diskusi untuk menyeleksi dan memberi prioritas terhadap usulan proposal kegiatan

• Sedangkan kepada staf Pemerintah Daerah, Kewenangan Wajib dan SPM dilibatkan sejak penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing SKPD (Dinas/Badan/Lembaga). • Perbedaan antara penyelenggaraan fungsi dan pelayanan sesuai tupoksi dan Daftar Kewenangan Wajib dapat mengindikasikan kesenjangan dan kendala dalam menyelenggarakan pelayanan publik. • SPM sendiri dapat dijadikan indikator kinerja dalam mengevaluasi berbagai kegiatan tahunan.

Implikasi Penerapan SPM terhadap Anggaran Berbasis Kinerja (Versi Depkeu RI th 2008)
• Sistem anggaran berbasiskan kinerja sangat sesuai untuk dipasangkan dengan konsep proses perencanaan anggaran, SPM sebagai tolak ukur kegiatan dapat digunakan untuk mengukur biaya rata-rata pencapaian suatu kegiatan, yang disebut Standar Analisa Biaya (SAB).

Tahapan Penerapan SAB dlm Anggaran Berbasis Kinerja

Implikasi terhadap Anggaran dan Dana Perimbangan
• Penerapan SPM akan menyebabkan membengkaknya pengeluaran anggaran. Bila PAD maupun Penerimaan Daerah yg sah lainnya tdk dpt mengantisipasi mk defisit anggaran daerah akan meningkat. • Seperti diketahui, sekitar 60-70% dari DAU digunakan untuk pembayaran gaji pegawai. Berarti, dana untuk pengeluaran pembangunan hanya sebesar 30%-40% saja.

• Meningkatnya defisit anggaran daerah jg meningkatkan kebutuhan dana perimbangan dari Pemerintah Pusat yang harus menyediakan bantuan keuangan khusus. • Jika Pemerintah Pusat menentukan bahwa dukungan yang paling ringan dan paling murah untuk pencapaian SPM adalah dengan menyediakan dana tambahan, misal melalui DAK • Namun jk defisit utk pelaksanaan UW & SPM terjadi selama beberapa tahun & menunjukkan suatu pola permasalahan di seluruh daerah yang diakibatkan oleh kurangnya dana, maka Pemerintah Pusat harus mempertimbangkan penyesuaian alokasi DAU atau formulanya (berdasarkan cost of function)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->