Anda di halaman 1dari 3

VIRUS VARISELA-ZOSTER

Varisela (cacar air) adalah penyakit ringan yang sangat menular terutama pada anakanak, secara klinik ditandai oleh erupsi vesikuler pada kulit dan selapu lendir. Namun, pada anak-anak yang kekebalannya tidak berfungsi, penyakit dapat berat. Virus penyebab tidak dapat dibedakan dari virus zoster. Zoster (shingles) adalah suatu penyakit sporadik, yang melemmahkan pada orang dewasa (jarang pada anak-anak) yang ditandai oleh reaksi peradangan radiks posterior saraf dan ganglia, diikuti oleh kelompokan vesikel di atas kulit dipersarafi oleh saraf-saraf sensoris yang terkena. Kedua penyakit disebabkan oleh virus yang sama. Varisela adalah penyakit akut yang menyertai kontak primer dengan virus, sedangkan zzoster adalah respon kekebala sebagian tuan rumah terhadap reaktivasi adanya virus varisela dalam bentuk laten ganglia sensorik. Sifat virus Secara morfologik identik dengan virus herpes simplex. Virus berbiak dalam biakan jaringan embrional manusia dan menimbulkan badan-badan inklusi khas intranuklir. Cairan yang terletak di atas dari biakan yang terkena infeksi seperti ini mengandung antigen ikatan komplemen tetapi tidak mengandung virus infektif. Vrus infektif mudah dipindahkan oleh sel-sel yang terkena infeksi. Virus dapat diisolasi dari cairan vesikel penderita cacar air atau zoster atau dari cairan serebrospinal pada kasus-kasus meningis aseptik zoster. Inokulasi cairan vesikel zoster ke dalam anak-anak menimbulkan vesikel-vesikel pada tempat inokulasi setelah 10 hari. Hal ini dapat diikuti oleh lesi-lesi varisela generalisata pada kulit. Varisela generalisata dapat terjadi pada anak-anak yang dinokulasi seperti ini tanpa pembentukan vesikel lokal. Kontak anak-anak demikian mendapatkan varisela khas setelah masa inkubasi 2 minggu. Anak-anak yang telah sembuh dari infeksi yang diakibatkan virus zoster resisten terhadap varisela, anak-anak yang zoster resisten terhadap varisela dan anak-anak yang pernah menderita varisela tidak lagi peka terhadap virus zoster primer. Antibodi terhadap virus varisela-zoster dapat diukur dengan tes ikatan komplemen, presipitasi gel, netralisasi atau immunodloureensi tidak langsung terhadap antigen selaput yang diakibatkan virus.

Virus mempunyai efek seperti kolkhisin metafasa, kromosom yang berkontraksi berlebihan, pematahan kromosom, dan pembentukan mikronuklei. Varicella zoster virus (VZV) merupakan salah satu dari delapan herpes virus yang diketahui menjangkiti manusia (dan vertebrata lainnya). Ia sering menyebabkan cacar air pada anakanak; juga penyakit sinanaga (herpes zoster) dan postherpetic neuralgia (sakit saraf kulit) pada orang dewasa. Infeksi utama VZV adalah cacar air (varicella), yang jarang mengakibatkan komplikasi termasuk ensefalitis (radang akut pada otak) atau pneumonia (radang paru-paru). Bahkan bila gejala klinis cacar air sudah terselesaikan, VZV menjadi dorman (tidak aktif) dalam sistem saraf orang yang terinfeksi (namun suatu saat bisa menjadi aktif lagi). Sekitar 10-20 % kasus, VZV nantinya menjadi aktif kembalii yang dikenal sebagai penyakit herpes zoster atau ruam saraf. Komplikasi serius dari sinanaga termasuk postherpetic neuralgia, zoster multiplex, myelitis (radang saraf otak), herpes ophthalmicus, dan zoster sine herpete. Virus Varicella zoster dapat laten pada sel syaraf tubuh dan pada frekuensi yang kecil di sel non-neuronal satelit dari akar dorsal, berhubung dengan saraf tengkorak dan saraf autonomic ganglion, tanpa menyebabkan gejala apapun. Dalam sebuah individu yang

immunocompromised (kekebalan tubuh rendah), beberapa tahun atau dekade setelah terkena infeksi cacar air, virus dapat muncul lagi pada sel-sel saraf dan menular melalui saraf axons menyebabkan infeksi kulit di daerah yang mengandung syaraf. Virus menyebar dari satu atau lebih sepanjang ganglia sepanjang saraf dan menulari segmen dermatome (daerah kulit yang disuplai oleh saraf tulang belakang) menyebabkan sakit ruam. Meskipun biasanya ruam dapat sembuh sendiri dalam waktu dua sampai empat bulan, beberapa pengalaman penderita masih merasakan sisa sakit syaraf selama berbulan atau bertahun-tahun, suatu kondisi yang disebut postherpetic neuralgia. Virus varicella zoster secara morfologis identik dengan virus herpes simplex yang berasal dari herpesvirus. Semua herpesvirus mempunyai inti dengan DNA untai ganda, dalam bentuk toroid, dikelilingi selubung protein yang membentuk simetri (tangkuk) ikosahedral dan mempunyai 162 kapsomer. Nukleokapsidnya di kelilingi amplop yang terbentuk dari membran nukleus sel yang terinfeksi dan mengandung duri-duri glikoprotein virus yang panjangnya 8 nm. Suatu struktur yang tak beraturan, kadang-kadang asimetri diantara kapsid dan amplop, membentuk selubung. Bentuk beramplop berukuran 150-200 nm, sedangkan virion telanjang berukuran 100 nm.

Cacar air dan Herpes Zoster Varicella Zoster virus adalah nama virus yang menyebabkan penyakit cacar air dan herpes zoster. Virus ini dapat menular melalui udara jika udara mengandung partikel virus yang berasal dari penderita yang batuk Normalnya, dapat pneumonia, varicella menimbulkan encephalitis, merupakan komplikasi dan penyakit yang infeksi ringan, serius, bakteri tetapi termasuk serius

pada vesikel varicella. Setelah dalam saraf menyebabkan tubuh. dapat Tetapi aktif serangan dormant kembali varicella, yang disaat tinggal VZV dalam tinggal sel untuk

mendatang

menyebabkan shingles/herpes zoster. Varicella disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV) yang termasuk kelompok Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150 200 nm. Inti virus disebut capsid yang berbentuk icosahedral, terdiri dari protein dan DNA yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek (S) dan rantai panjang (L) dan merupakan suatu garis dengan berat molekul 100 juta dan disusun dari 162 capsomer. Lapisan ini bersifat infeksius.

Varicella Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. Kontak pertama dengan virus ini akan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut primer, sedangkan bila penderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan kemudian terjadi serangan kembali maka yang akan muncul adalah Herpes Zoster.

DAFTAR PUSTAKA Brooks F. Geo,etc.2005.Mikrobiologi Kedokteran.Jilid 2. Jakarta:Salemba Medika. Jawetz, J.L dkk. 1984. Mikrobiologi untuk profesi kesehatan edisi 16. Jakarta: EGC.