Anda di halaman 1dari 10

GANGGUAN WAHAM MENETAP PEDOMAN DIAGNOSTIK Waham merupakan satu- satunya ciri ciri khas klinis atau gejala

a yang paling mencolok. Waham waham tersebut (baik tunggal maupun sebagai suatu sistem waham) harus sudah ada sedikitnya 3 bulan lamanya, dan harus bersifat khas pribadi (personal) dan bukan budaya setempat Gejala gejala depresif atau bahkan suatu episode depresif yang lengkap / full blown (F23) mungkin terjadi secara intermitten, dengan syarat bahwa waham waham tersebut menetap pada saat saat tidak terdapat gangguan efektif itu Tidak boleh ada bukti- bukti tentang adanya penyakit otak Tidak boleh ada halusinasi auditorik atau hanya kadang kadang saja ada dan bersifat sementara Tidak ada riwayat gejala gejala skizofrenia ( waham dikendalikan, siar pikiran, penumpukan afek, dan sebagainya) Gambaran utama gangguan ini adalah waham dan bentuknya tidak aneh (non bizzare) hampir tidak ada psikopatologi lain Adanya waham yang bersifat tidak aneh Berlangsung paling sedikit 1 bulan Ada disfungsi pekerjaan dan sosial MANIFESTASI KLINIS Adanya pikiran pikiran yang tidak masuk akal atau tidak logis PEMERIKSAAN Pasien ini tidak memperlihatkan gangguan pikiran dan mood yang pervasif seperti yang ditemukan pada kondisi psikotik lain. Tidak ada afek datar atau tak serasi, atau halusinasi yang menonjol, atau waham aneh yang jelas. Pasien memiliki satu atau beberapa waham, sering berbentuk kejaran atau ketidaksetiaan serta dapat juga berbentuk waham kebesaran, somatik, atau erotomania yang biasanya spesifik dan tersusun baik dan tidak aneh PEMERIKSAAN PENUNJANG KONSULTASI Perawatan di rumah sakit : bila membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan Evaluasi kepribadian / masalah psikososial dan lingkungan

TATALAKSANA Pasien dirawat jika membahwayakan diri sendiri atau keluarga dan lingkungan Lama terapi maksimum 10 hari Terapi sedikit lebih sulit

TERAPI Farmakoterapi Bila diperlukan sedasi : Chlorpromazine 100-200 mg, 3-4x/hari Thioridazine 100-200 mg, 3-4x/hari Olanzapine, dosis awal 10-20 mg (dalam dosis terbagi) dinaikkan secara bertahap hingga mencapai dosis 40 mg/hari Quetiapine, dosis awal 350-700 mg (dalam dosis terbagi) dinaikkan secara bertahap hingga mencapai dosis 950 mg/hari Bila tidak diperlukan sedasi : Haloperidol dimulai 10-30 mg, 2x/hari, seterusnya 1x20-60 mg malam hari Trifluoperazine, dimulai dari 10-30 mg, 2x/hari, dilanjutkan dengan 1x20-80 mg diberikan 12x/hari Perfenazine 16-80 mg diberikan 1-2x/hari

PSIKOTERAPI SUPPORTIF PSIKOSIS AKUT DAN SEMENTARA (kode F23) PEDOMAN DIAGNOSTIK Menggunakan urutan diagnostik yang mencerminkan urutan prioritas yang diberikan untuk ciri ciri utama terpilih dari gangguan ini. Urutan prioritas yang dipakai adalah : Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang = jangka waktu gejala -gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu sedikitnya beberapa aspek kehidupan dan pekerjaan sehari hari, tidak termasuk prodromal yang gejalanya sering tidak jelas) sebagai ciri khas yang menentukan seluruh kelompok. Adanya sindrom yang khas (berupa polimorfik = beraneka ragam dan berubah cepat, atau schizophrenia like = gejala skizofrenia yang khas)

Adanya stress akut yang berkaitan kira kira 2 minggu atau kurang, sebelum terjadi gejala psikotik (tidak selalu ada, sehinga dispesifikasi dengan karakter ke 5; x0 = tanpa penyerta stres akut; x1= dengan penyerta stres akut) Kesulitan atau problem yang berkepanjangan tidak boleh dimasukkan sebagai sumber stres dalam konteks ini.

Kesembuhan yang sempurna biasanya terjadi dalam 2-3 bulan

Tidak adanya gangguan dalam kelompok ini yang memenuhi kriteria episode manik (F30) atau episode depresif (F32) walaupun perubahan emosional dan gejala gejala efektif individual dapat menonjol dari waktu ke waktu Tidak adaknya penyebab organik, seperti trauma kapitis, delirium, atau demensia. Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alkohol Sub diagnostik (F23) GANGGUAN PSIKOTIK POLIMORFIK AKUT TANPA GEJALA SKIZOFREN (kode F23.0) Untuk diagnosis pasti harus memenuhi : a. b. c. d. Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai keadaan psikotik yang jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang) Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan intensitasnya dari hari hari yang sama Harus ada keadaan emosional yang sama beraneka ragamnya Walaupun gejala gejalanya beraneka ragam , tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia (F20) atau episode manik (F30 atau episode depresif (F32 GANGGUAN PSIKOTIK POLIMORFIK AKUT DENGAN GEJALA SKIZOFREN (kode F23.1 Memenuhi kriteria (a), (b), DAN (c) di atas yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut (F23.0) Disertai gejala gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia (F20 yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis psikotik itu secara jelas Apabila gejala -gejala skizofrenia menetap untuk lebh 1 bulan maka diagnosis harus diubh menjadi skizofrenia (F20) GANGGUAN PSIKOTIK LIR-SKIZOFRENIA (skizofrenia like) akut (kode F23.2) Untuk diagnosis pasti harus memenuhi :

Onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau kurang, dari suatu keadaan non psikotik menjadi keadaan yang jelas psikotik) Gejala gejala yang memenuhi kriteria untuk skizofrenia (F20) harus ada untuk sebagian besar waktu sejak berkembangnya gambaran klinis yang jelas psikotik Kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidak terpenuhi. Apabila gejala gejala skizofrenia, menetap untuk kurun waktu lebh dari 1 bulan lamanya, maka diagnosis harus dirubah menjadi skizofrenia

Pemeriksaan penunjang-terapi sama dengan terapi skizofrenia kondisi akut GANGGUAN WAHAM TERINDUKSI (kode F24) Suatu gangguan waham yang jarang terjadi yang dialami oleh dua orang atau lebih dan biasanya memiliki hubungan emosional yang erat PEDOMAN DIAGNOSTIK Diagnosis gangguan waham karena induksi harus dibuat hanya jika : Dua orang atau lebih mengawali waham atau sistem waham yang sama dan saling mendukung dalam keyakinan waham itu Mereka mempunyai hubungan dekat yang tak lazim dalam bentuk seperti diuraikan diatas Ada bukti dalam kaitan waktu atau konteks lainnya bahwa waham tersebut diinduksi pada anggota yang pasif dari suatu pasangan atau kelompok melalui kontak dengan anggota yang aktif (hanya satu orang anggota aktif yang menderita gangguan psikotik yang sesungguhnya, waham diinduksi pada anggota pasif dan biasanya waham tersebut menghilang bila mereka dipisahkan) Jika ada alasan percaya bahwa dua orang yang tinggal bersama mempunyai gangguan psikotik yang terpisah maka tidak satupun diantaranya boleh dimasukkan dalam kode diagosis ini, walaupun beberapa di antaranya waham waham itu diyakini bersama ANAMNESIS Adanya kepercayaan kepercayaan yang tidak masuk akal atau logis yang diadopsi oleh seseorang dari individu lain yang menderita gangguan waham PEMERIKSAAN

Terdapat waham yang biasanya bersifat kejaran atau kebesaran yang waham tersebut diadopsi dari orang lain (biasanya dari individu yang memiliki kedekatan emosional yang erat dengannya seperti pasangannya) TATALAKSANA PSIKOFARMAKA Antipsikotika Psikoterapi suportif dan perilaku bila sudah memungkinkan Hospitalisasi bila diperlukan

PENCEGAHAN DAN EDUKASI Pencegahan primer : tidak ada Pencegahan sekunder Memisahkan orang tersebut dapat menghilangkan waham pada individu yang terinduksi

GANGGUAN SKIZOAFEKTIF (kode F25) PEDOMAN DIAGNOSTIK Diagnosis gangguan skizoafektif hanya dibuat bila gejala gjala definitif adanya skizofrenia dan gangguan afektif sama sama menonjol pada saat yang bersamaan (simultaneously), atau dalam waktu beberapa hari yang satu terjadi sesudah yang lain, dimana akibatnya tidak memenuhi kriteria skizofrenia maupun episode mania maupun depresif Tidak dapat digunakan untuk pasien yang menampilkan gejala skizofrenia dan gangguan afektif tetapi dalam episode penyakit yang berbeda Bila seseorang pasien skizofrenik menunjukkan gejala depresif setelah mengalami suatu episode psikotik, diberi kode diagnosis F20.4 (depresi paska skizofrenia) Beberapa pasien dapat mengalami episode skizoafektif berulang, baik berjenis manik (F25.0) maupun depresif (F25.1) atau campuran dari keduanya (F25.2). pasien lain mengalami satu atau dua episode skizoafektif terselip diantara episode manik atau depresi (F30-F33) Pemeriksaan penunjang-terapi = ganguan skizofren akut (F20) dan gangguan affektif (F30-F33) Gambaran utama gangguan skizoafektif adalah adanya episode depresi mayor, manik, atau campuran yang terdapat bersamaan dengan gejala gejala skizofrenia (memenuhi kriteria A

skizofrenia). Kriteria A skizofrenia tersebut yaitu adanya waham, halusinasi, perilaku aneh, atau simptom negatif. Gejala gejala ini berlangsung paling sedikit satu bulan Kriteria episode depresi mayor yaitu mood terdepresi yang pervasif (tidak cukup hanya kehilangan minat atau anhedonia). Episode depresi mayor berlangsung paling sedikit dua minggu Episode manik ditandai dengan adanya suasan perasaan melambung, meningkat, ekspansif, atau iritabel yang berlangsung paling sedikit satu minggu. Episode campuran ditandai dengan campuran kedua suasana perasaan tersebut yang berlangsung paling sedikit satu minggu. Gambaran utama harus terjadi dalam periode tunggal yang terus menerus (tidak terputus putus) atau pada suatu periode waktu yang individunya terus menerus memperlihatkan gejala aktif atau residual psikosis. Skizoafektif berlangsung paling sedikit satu bulan. Pada beberapa individu, gejala gejala ini dapat berlangsung sampai beberapa tahun. Klinikus harus mendapatkan informasi yang rinci mengenai onset hilangnya simptom mood dan psikosis. Tanpa mengetahui lamanya simptom psikosis dan mood, sulit menentukan kriteria B (simptom psikosis tanpa adanya gangguan mood) atau kriteria C (simptom mood terjadi dalam waktu yang cukup lama atau memenuhi a substantial portion of time ). Istilah a substantial portion of time yaitu durasi gejala mood sekitar 15%-30% dari total durasi lamanya penyakit. Bila gejala mood muncul dalam periode waktu yang sangat pendek, diagnosanya adalah skizofrenia. MANIFESTASI KLINIK ANAMNESA Adanya perasaan sedih dan hilangnya minat, berlangsung paling sedikit dua minggu atau rasa senang berlebihan yang berlangsung paling sedikit satu minggu. Gejala gejala tersebut muncul bersamaan dengan pembicaraan kacau, waham, halusinasi, perilaku kacau, atau simptom negatif. PEMERIKSAAN Terdapat tanda tanda gangguan mood depresi (misalnya mood hipotimik, isolasi sosial) atau tanda tanda mania (mood hipertimik, iritabel, banyak bicara, meningkatnya aktivitas motorik) atau campuran. KRITERIA DIAGNOSIS (DSM-IV-TR) Selama periode penyakit (tidak terputus putus), pada suatu saat, episode depresi mayor atau episode manik atau episode campuran terdapat bersamaan dengan gejala gejala yang memenuhi kriteria A skizofrenia

Selama periode penyakit, terdapat waham, atau halusinasi paling sedikit dua minggu tanpa adanya simptom mood yang menonjol. Dari total durasi periode aktif dan residual penyakit simptom yang memenuhi kriteria episode mood mempunyai porsi durasi yang relatif cukup lama atau a substantial portion of time

Gangguan bukan akibat langsung pengaruh fisiologik zat (penyalahgunaan zat atau medikasi) atau kondisi medik umum

SUBTIPE Ada dua subtipe gangguan skizoafektif, yaitu : Tipe bipolar, yaitu bila terdapat episode manik, atau campuran, selain itu juga ditemui episode depresi mayor Tipe depresi, yaitu jika hanya episode depresi mayor

TATALAKSANA Skizoafektif, episode manik, dan campuran (fase akut) Kriteria akut, yaitu : 1. Total skor positive and negative symptom scale yaitu : P4 = gaduh gelisah, P7 = permusuhan, G4 = ketegangan, G8 ketidakkooperatifan, G14 = burunknya pengendalian impuls, minimal 14 dan paling sedikit 1 butir mempunyai skor 4 atau lebh 2. Kategori nilai the agitation-calmness evaluation scale (ACES) adalah 1 atau 2 (1= agitasi berat yaitu meningkatnya aktivitas fisik, banyaknya pembicaraan, dapat terjadinya kekerasan fisik, bila diminta diam pasien tidak dapat mengontrol tanda tanda agitasinya, memerlukan perhatian atau supervisi terus menerus atau perlu pengikatan; 2 = agitasi sedang yaitu meningkatnya aktivitas fisik derajat sedang, banyak bicara dan mungkin mengancam secara verbal, tidak ada kekerasan fisik, dapat mengontrol tanda tanda agitasi jika diminta, memerlukan supervisi atau perawatan standar) 3. 4. Nilai Young Mania Rating Scale (YMRS) adalah 20 dan dua butir skornya 4 yaitu iritabilitas, pembicaraan, isi, dan perilaku agresif. Nilai >4 pada clinical global impression severity of illness (CGI-SI)

PSIKOFARMAKA Injeksi Oral Olanzapin 2x5-10 mg /hari dengan diazepam 2x10 mg/hari

Terapi kombinasi Olanzapin 1x10-30 mg/hari atau risperidone 2x1-3 mg/ hari atau quetiapin hari 1 (200 mg), hari 2 (400 mg), hari 3 (600 mg), dan seterusnya, atau aripirazole 1x 10-30 mg/hari Lithium karbonat 2x 400 mg, dinaikkan sampai kisaran terapeutik 0.8 1.2 mEq/L (biasanya dicapai doengan dosis lithium karbonat 1200-1800 mg/hari, pada fungsi ginjal normal), atau divalproat dengan dosis 3x250 mg/hari ( atau konsentrasi plasma 50-125 g/L) ECT Tiga kali perminggu (untuk pasien refrakter terhadap pemberian obat) Lorazepam 3x1-2 mg /hari kalau perlu

PSIKOTERAPI Dilakukan 2x.minggu, jenis psikoterapi suportif atau perilaku

EDUKASI KELUARGA 1 kali dalam seminggu

SKIZOAFEKTIF EPISODE DEPRESI MAYOR (fase akut) Evaluasi resiko bnuh diri yaitu : Adanya ide, keinginan yang kuat atau rencana bunuh diri Aksesnya ke sarana sarana bunuh diri tersebut atau letalitasnya Adanya halusinasi komando, simptom psikotik lain atau ansietas berat Adanya penyalahgunaan zat atau alkohol Riwayat atau usaha usaha bunuh diri sebelumnya Riwayat bunuh diri dalam keluarga

Kriteria akut : Total montgomery asberg depression rating scale (MADRS) minimal 20 daqn skor 4 atau lebih pada butir : perasaan sedih yang terlihat, ketidakmampuan merasakan (hilangnya minat) dan pikiran pikiran bunuh diri Total skor PANNS minimal adalah 70 dengan minimal satu butir mempunyai nilai 4 atau lebih, yaitu P1, P3, P6, N2, G3, G6, G7, G13 PSIKOFARMAKA Injeksi

Oral

Olanzapin 2x5-10 mg /hari dengan diazepam 2x10 mg/hari

Terapi kombinasi Lithium 2x 400 mg, dinaikkan sampai kisaran terapeutik 0.8 1.2 mEq/L (biasanya dicapai doengan dosis lithium karbonat 1200-1800 mg/hari, pada fungsi ginjal normal),dan divalproat dengan dosis awal 3x250 mg/hari dan dinaikkan setiap beberapa hari hingga kadar plasma mencapai 50-100 mg/L atau karbamazepin dengan dosis awal 300-800 mg/hari dan dosis dapat dinaikkan 200 mg setiap dua sampai empat hari hingga mencapai kadar plasma 4-12 g /mL, sesuai dengan karbamazepin 800-1600 mg/hari atau lamotrigin dengan dosis 200-400 mg/hari Antidepresan, SSRI, misalnya fluoksetin 1x10-20 mg/hari Antipsikotika generasi kedua olanzapin, 1x10-30 mg/hari atau risperidone 1x1-3 mg/hari atau quetiapin hari 1 (200 mg), hari 2 (400 mg), hari 3 (600 mg), dan seterusnya, atau aripirazole 1x 10-30 mg/hari ECT Tiga kali perminggu (untuk pasien refrakter terhadap pemberian obat)

PSIKOTERAPI Dilakukan 2x.minggu, jenis psikoterapi suportif atau perilaku

EDUKASI KELUARGA Satu kali seminggu

SKIZOAFEKTIF (fase lanjutan) Pasien dikatakan remisi bila : Total skor YMRS 8 disertai satu skor 2 pada butir iritabilitas, pembicaraan, isi, dan perilaku agresif Total skor MADRS 10 Total skor PANNS 40 Skor ACES adalah 8 yaitu tidak ada aktivitas verbal dan fisik dan dapat tidur nyenyak CGI-SI adalah 2

PSIKOFARMAKA Monoterapi

Lithium karbonat 0.6-1 mEq/L biasanyaq dicapai dengan dosis 900-1200 mg/hari sekali sehari malam Divalproat dengan dosis 500 mg/hari Olanzapin 1x10 mg/hari Quetiapin dengan dosis 450-600 mg/hari Risperidon dengan dosis 1-4 mg/hari Aripirazol dengan dosis 10-20 mg/hari

Terapi kombinasi Kombinasi obat obat diatas. Penggunaan antidepresan untuk skizoafektif tipe episode depresi mayor tidak dianjurkan karena dapat menginduksi terjadinya episode manik Klozapin dosis 300-750 mg/hari (pasien yang refrakter)

PSIKOTERAPI Suportif dan atau perilaku diberikan 2-3x seminggu

EDUKASI KELUARGA Diberikan minimal 1x seminggu