Anda di halaman 1dari 1

Enhancer adalah bahan-bahan peningkat penetrasi yang dapat meningkatkan permeabilitas kulit dengan cara mengubah sifat fisikakimia

stratum korneum sehingga mengurangi daya tahan difusi.Contohnya DMSO , DMF, DMA, urea dll. Contoh enhancer yang banyak digunakan antara lain asam oleat, propilen glikol, senyawa-senyawa terpen, alkohol, urea, DMSO dsb. Untuk meningkatkan jumlah obat yang melintasi kulit setelah aplikasi dapat dicapai dengan menambahkan bahan pembantu permeasi atau penetration enhancer. Mekanisme peningkatan penetrasi tersebut dapat melalui beberapa jalur. Kemungkinan pertama adalah melalui interaksi antara kepala polar lipid. Enhancer yang bersifat hidrofilik akan menimbulkan gangguan pada kepala polar lipid dan menginduksi gangguan susunan lipid, kemudian pada akhirnya menyebabkan fasilitasi transpor obat hidrofilik. Gangguan kepala polar lipid tersebut juga menimbulkan pengaruh terhadap bagian hidrofobik lipid dan menyebabkan penataan ulang pada susunan lipid bilayer. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan penetrasi untuk obat lipofilik. Kemungkinan lain adalah interaksi antara enhancer lipofilik dengan rantai hidrokarbon lipid bilayer. Gangguan pada hidrokarbon lipid tersebut menyebabkan terjadinya fluidisasi rantai hidrokarbon dan memfasilitasi penetrasi obat lipofilik. Perubahan tersebut juga mempengaruhi susunan kepala polar sehingga juga dapat meningkatkan penetrasi obatobat hidrofilik. Contoh : Cyclodextrin merupakan turunan starch (pligosakarida siklik) yang biasa digunakan sebagai enhancer dan stabilizing agent pada sediaan topikal.Mekanisme kerja enhancer adalah cyclodextrin dengan dua cara yaitu mempengaruhi distribusi dan partisi obat ke dalam kulit dan merubah struktur kulit.Seperti kompleks inklusi cyclodextrin dengan meloxicam dalam basis carbomer 940 memiliki kecepatan pelepasan dan penetrasi yang tinggi.