Anda di halaman 1dari 2

SINDROMA NEUROLEPTIK MALIGNA Pedoman Diagnosis (DSM IV) Timbulnya regiditas otot yang berat dan kenaikan temperatur

ur yang dihubungkan dengan penggunaan neuroleptik. Terdapat dua atau lebih gejala di bawah ini: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Diaforesis Disfagia Tremor Inkontinensia Perubahan kesadaran dari bingung sampai koma Mutisme Takikardi Kenaikan atau labilnya tekanan darah Leukositosis

10. Trauma otot, yang dapat ditemui pada hasil laboratorium berupa kenaikan CPK Gejala pada kriteria satu dan dua tidak disebabkan karena penggunaan zat lain (misal: phencyclidine) atau kondisi neurologis/ medis seperti ensefalititif atau gambaran katatonia. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium: Kimia darah: SGOT, SGPT, LDH, CPK, Alkali fosfatase, bilirubin Elektrolit: Ca, Mg, Fosfat, serum iron Urine rutin dan protein Cairan otak: dalam batas normal EEG: ada perlambatan difus tanpa fokus abnormal Biopsi otot

Konsultasi: Spesialis yang terkait Perawatan di Rumah Sakit: Rawat inap segera, biasanya ICU Terapi Hentikan segera neuroleptic Perawatan suportif: Meredakan demam dengan segera, misalnya dengan kompres es, selimut dingin atau kipas angin. Cara lain dengan memberikan cairan IV yang diinginkan lebih dulu Mengobati instabilitas kardiovaskuler Mengoreksi insufisiensi pernafasan bila perlu inkubasi indotrakeal atau ventilasi

Mengoreksi keseimbangan cairan dan elektrolit, memperbaiki nutrisi Medikamentosa Borokriptine suatu dopamine agonis, dosis 7,5-60 mg dibagi 3 dosis, mula-mula IV kemudian tabletnya, atau obat lain: a. L dopes 2 x 100 mg b. Amantadine 200 mg per hari c. Lorazepam Informed Consent: Bila dirawat