Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS (F60) Batasan dan uraian umum Gangguan kepribadian adalah berbagai kadaan dan pola

perilaku yang secara klinis bermakna dan cenderung menetap dan merupakan eksperesi dari gaya hidup yang khas dari individu serta cara berhubunan dengan diri sendiri dan orang lain. Beberapa pola perilaku timbul secara dini dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, sebagai hasil dari faktor konstitusional maipun pengalaman sosial, sementara lainnya didapat pada masa kehidupan selanjutnya. Pola perilaku ini cenderung stabil dan meliputi bermacam-macam perilaku dan fungsi psikologis. Kebanayakan berhubungan dengan berbagai erajat penderitaan pribadi dan masalah dalam fungsi sosial dan penampilan. Gangguan kepribadian bukan keadaan sekunder dari gangguan jiwa atau penyakit otak, meskkpun dapat mendahului dan timbul bersamaan dengan gangguan lain. Manifestasi klinis Diagnosis diperoleh melalui Auto dan alloamnamnesis Pemeriksaaan fisik dan sratus mental psikiatrikus

Kriteria diagnosis: menurut PPDGJ III: Keadaan yang tidak disebabkan langsung oleh kerusakan atau penyakit otak berat, atau gangguan jiwa lain, tetapi memenuhi kriteria berikut: Sikap dan perilaku yang amat tidak sesuai yang meliputi biasanya beberapa bidang fungsi, misalnya: afek, kesadaran, pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain. Pola perilaku abnormal berlangsung lama, berjangka panjang dan tidak terbatas pada episode penyakit jiwa. Pola perilaku abnormalnya pervasive dan jelas maladaptive terhadap berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas. Manifestasi di atas selalu muncul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa. Gangguannya menjurus kepada penderitaan pribadi yang berarti, tetapi hal ini mungkin hanya menjadi nyata kemudian dalam perjalanan penyakitnya. Gangguan ini biasanya, tetapi tidak selau, berhubungan secara bermakna dengan masalah pekerjaan dan kinerja sosial.

Kriteria diagnosis Gangguan kepribadian: Gangguan kepribadian paranoid: pola kecurigaan dan kecenderungan pervasive untuk menyalahkan artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap bermusuhan atau penghinaan. Gangguan kepribadian schizoid: kurang mampu untuk menyatakan kehangatan, kelembutan, atau kemarahan terhadap orang lain, emosi, dingin, afek datar, dan selalu memilih aktivitas yang menyendiri. Gangguan kepribadian dissisial: sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap, tidak peduli terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial. Mudah frustasi dan agresif, termasuk tindak kekerasan. Gangguan kepribadian emosional tak stabil: o Tipe impusif: didominasi oleh ketidakstabilan emosional dan kekurangan pengendalian impuls. Kerap kali ada ledakan kekerasan atau perilaku mengancam, terutama kritik orang lain. o Tipe ambang: emosi tidak stabil, gambaran diri tidak jelas/terganggu. Sering terdapat perasaan kosong yang kronis dan dapat berlanjut ke arah ancaman bunuh diri atau tindakan. Gangguan kepribadian histrionic: dramatisasi diri, teatrikal, sugestif, egosentris dan manipulative, afek dan keras kepala. Gangguan kepribadian anankastik: perasaan ragu dan hati-hati berlebihan, terpaku pada rincian, jadwal, aturan, perfeksionisme yang mengahambat penyesuaian tugas, kaku dan keras kepala. Gangguan kepribadian cemas (menghindar): khawatir berlebih terhadap kritik dan penolakan dalam situasi sosial, perasaan tegang dan takut yang menetap, merasa rendah diri, menghindari aktivitas sosial dan kontak interpersonal kecuali meras yakin diterima. Gangguan kepribadian dependen: tidak mampu mengambil keputusan sendiri, membiarkan orang lain mengambilkan sebagian besar keputusan penting bagi dirinya. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain pada siapa ia bergantung, enggan menuntut hak, rasa tidak berdaya bila sendirian, takut ditinggalkan. Gangguan kepribadian khas lainnya: termasuk kepribadian eksentrik, imatur, narsisistik, pasif agresif dan psikoneurotik. Pemeriksaan penunjang Laboratorium Foto rontgen kepala

EEG CT Scan Evaluasi psikologik Test MMPI

Tata laksana Dibuat formulasi dinamik seagai landasan rencan psikoterapi. Psikoterapi: tehnik dan jenis psikoterapi disesuaikan dengan formlasi dinamik o o o Psikoterapi berorienteasi tilikan (dinamik) Psikoterapi supportif CBT ( Cognitive Behaviour Therapy)

Farmakoterapi: o o o o o Bila ada anxietas: benzodiazepine, valium 3 x 2-5 mg/hari, clonazepam Bila ada agitasi dapat diberikan antipsikotik dosis kecil, misalnya: haloperidol, pimozide. Bila ada impulsivitas: carbamazepin atau valproate Bila ada depresi: antidepresan SSRI atau MAOI Bila ada perubahan mood yang cepat: lithium

GANGGUAN PSIKOLOGIS DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN DAN ORIENTASI SEKSUAL (F66) Pedoman diagnostiK Gangguan dan maturitas seksual (F66.0) Orientasi seksual egi distonik (F66.1) Gangguan jalinan seksual (F66.2)

Karakter kelima dapat digunakan untuk menunjukan kaitannya dengan: Heteroseksualitas Homoseksualitas Biseksualitas Lainnya, termasuk prapubertas

Untuk pedoman diagnostic lihat PPDGJ III Pemeriksaan penunjang: Evaluasi psikologik, maslah psikososial/lingkungan.

Konsultasi: -

Perawatan di RS: Umumnya tidak memerlukan perawatan.