Anda di halaman 1dari 7

GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS (Kode F80-F89) VIII.1. GANGGUAN PERKEMBANGAN KHAS BERBICARA DAN BERBAHASA (KODE F80) 1.

Pedoman Diagnostik Gangguan perkembangan khas dimana pola penguasaan bahasa terganggu sejak fase awal perkembangan Kondisi ini tidak secara langsung berkaitan dengan kelainan neurologis atau mekanisme berbicara , hendaya sensorik, retardasi mental atau faktor lingkungan Tidak ada batas pemisah yang jelas dengan perbedaan perbedaan dari variasi normal, tetapi ada 4 kriteria utama yang berguna dalam memberi kesan terjadinya suatu gangguan klinis yang nyata (a) beratnya, (b) perjalanannya, (c) polanya dan (d) problem yang menyertainya Bila suatu kelambatan berbahasa hanya merupakan bagian dari retardasi mental yang lebih perpasif atau kelambatan perkembangan global, maka harus menggunakan kode diagnosis retardasi mental (F70-F79). Akan tetapi, umumnya retardasi mental disertai dengan pola prestasi intelektual yang tidak sama rata dan terutama dengan tingkat hendaya berbahasa yang lebih berat daripada retardasi keterampilan non verbal. Bila tingkat perbedaan ini mencolok sehingga jelas dalam fungsinya sehari-hari, maka kode diagnosis gangguan perkembangan khas berbicara dan berbahasa harus diberikan bersamaan dengan kode diagnosis retardasi mental Tidak termasuk kelambatan dan distorsi perkembangan berbahasa yang disebabkan oleh ketulian yang berat (hendaya pendengaran), juga suatu kelainan artikulasi yang berlangsung disebabkan oleh langit-langit mulut yang terbelah, atau disartri yang diakibatkan oleh cerebral palsy. 2. Pemeriksaan Penunjang Evaluasi psikologis (tes IQ)

3. Konsultasi : spesialis terkait 4. Perawatan di RS 5. Terapi A. Pendidikan Remedial B. Anti depresan kalau perlu 6. Informed Consent Sub Diagnostik GANGGUAN ARTIKULASI BERBICARA KHAS (KODE F80.0) Batasan dan uraian umum

Ditandai oleh penggunaan suara bicara dari anak berada di bawah tingkat yang sesuai untuk usia mentalnya, sedangkan tingkat kemampuan bahasanya normal Manifestasi klinis Anamnesis Kemahiran bersuara terlambat dan/atau menyimpang, menimbulkan : misartikulasi berbahasa anak dengan akibat kesulitan bagi orang lain untuk mengerti anak; penghilangan, distorsi, atau substitusi dari berbicara; dan inkonsistensi dalam mengeluarkan suara (anak dapat dengan benar mengucapkan beberapa tetapi tidak dapat untuk kata-kata lain) Pemeriksaan fisis Tidak ada kelainan Kriteria diagnosis Diagnosis ditegakkan hanya jika keparahan gangguan artikulasi di luar batas variasi normal bagi usia mental anak; sedangkan intelegensia nonverbal, kemampuan berbahasa ekspresif dan rereptif dalam batas normal; kelainan artikuasi tidak langsung disebabkan oleh suatu kelainan sensorik; struktur atau neurologik; dan salah ucap jelas abnormal dalam konteks pemakaian bahasa percakapan sehari-hari di lingkungan budaya anak. Tatalaksana Penjelasan kepada pasien atau orangtua mengenai gangguan pasien dan tindakan yang akan dilakukan untuk tatalaksana pasien Terapi wicara individual atau kelompok

GANGGUAN BERBAHASA EKSPRESI (KODE F80.1) Batasan dan uraian umum Gangguan perkembangan khas dengan kemampuan anak dalam mengekspresikan bahasa lisan/ ucapan di bawah rata-rata usia mentalnya, namun pengertian bahasa dalam batas normal, dengan atau tanpa ganggguan artikulasi. Manifestasi klinis Anamnesis Terdapat variasi individual yang luas dalam perkembangan bahasa yang normal, namun tidak adanya kata atau beberapa kata yang muncul pada usia 2 tahun, dan ketidakmampuan dalam mengerti kata majemuk sederhana pada usia tiga tahun, merupakan tanda yang bermakna dari kelambatan. Kesulitan berbahasa ini termasuk: perkembangan kosa kata yang terbatas, kesulitan dalam memilih dan mengganti kata-kata yang tepat, penggunaan berlebihan dari sekelompok kecil kata-kata umum, memendekkan ucapan yang panjang, struktur kalimat yang mentah,

kesalahan kalimat (syntactical), kehilangan awalan atau akhiran yang khas, dan salah atau gagal dalam menggunakan aturan tata bahasa seperti kata penghubung, kata ganti, artikel serta kata kerja dan kata benda yang berubah. Ketidakmampuan dalam bahasa lisan sering disertai dengan kelambatan atau abnormalitas dalam bunyi kata yang dihasilkan. Pemeriksaan fisis Tidak ada kelainan Kriteria diagnosis Diagnosis ditegakkan hanya jika tingkat keparahan dari kelambatan dalam perkembangan berbahasa ekspresif telah melewati batas variasi normal dari umur mental anak, namun kemampuan pengertian bahasa dalam batas normal (meski dapat juga di bawah rata-rata). Penggunaan bahasa nonverbal (seperti senyum dan gerakan tubuh) dan bahasa internal yang tampak dalam imajinasi atau dalam permainan khayal relatif utuh. Kemampuan dalam komunikasi social tanpa kata (nonverbal) tidak terganggu. Pemeriksaan penunjang Tidak ada Tatalaksana Penjelasan kepada pasien atau orangtua mengenai gangguan pasien dan tindakan yang akan dilakukan untuk tatalaksana pasien Terapi wicara individual atau kelompok

Gangguan berbahasa Reseptif (Kode F80.2) Batasan dan uraian umum Gangguan perkembangan khas denga kemampuan anak untuk mengerti bahasa di bawah rata-rata usia mentalnya. Dalam hamper semua kasus, bahasa ekspresif jelas terganggu dan lazim ada abnormalitas dalam suara ucapan. Manifestasi klinis Ketidakmampuan dalam memberi respons terhadap nama benda yang umum pada ulang tahun yang pertama, ketidakmampuan dalam identifikasi beberapa objek yang sederhana dalam usia 18 bulan, atau kegagalan dalam mengikuti instruksi sederhana pada usia 2 tahun dapat dianggap sebagai tanda dari kelambatan. Kesulitan di masa mendatang termasuk pengertian struktur tata bahasa (bentuk kalimat negatif, pertanyaan, perbandingan, dsb) dan kurang mengerti aspek kehalusan bahasa (nada suara, gerakan tubuh, dsb). Pemeriksaan fisis Tidak ada kelainan

Kriteria diagnosis Diagnosisnya ditegakkan jika kelambatan dalam bahasa reseptif berada di luar batas variasi normal rata-rata usia mental anak, dan jika kriteria dari gangguan perkembangan pervasive tidak dijumpai. Pada hamper semua kasus, perkembangan dari bahasa ekspresif juga terlambat dengan suara ucapan yang abnormal. Anak dengan gangguan berbahasa reseptif berat biasanya disertai dengan kelambatan dalam perkembangan sosial, dapat mengulang kata yang mereka tidak mengerti, dan menunjukkan pola perhatian yang terbatas. Pemeriksaan penunjang Tidak Ada Tatalaksana Penjelasan kepada pasien atau orangtua mengenai gangguan pasien dan tindakan yang akan dilakukan untuk tata laksana pasien Terapi wicara individual atau kelompok

VIII.2. GANGGUAN PERKEMBANGAN PERPASIF (KODE F84) 1. Pedoman diagnostik Kelompok gangguan ini ditandai dengan kelainan kualitatif dalam interaksi social yang timbal balik dan dalam pola komunikasi serta minat dan aktivitas yang terbatas, stereotipik, berulang. Kelainan kualitatif ini menunjukkan gambaran yang pervasive dan fungsi-fungsi individu dalam semua situasi, meskipun dapat berbeda dalam derajat keparahannya. Abnormalitas kualitatif dalam interaksi sosial dan pola komunikasi, dan kecenderungan minat dan gerakan yang terbatas, stereotipik, berulang. Abnormalitas kualitatif ini merupakan gambaran yang meluas (pervasive) dari fungsi individu dalam segala situasi, meskipun dapat berbeda dalam derajat keparahannya. 2. Diagnosis banding Gangguan tingkah laku Retardasi mental dengan perilaku yang tidak wajar

3. Pemeriksaan penunjang Foto rontgen thorak EEG Evaluasi psikologis 4. Konsultasi Neurologi dan spesialis lain bila diperlukan 5. Perawatan Rumah Sakit Rawat inap segera terutama bila ada kegelisahan yang berlebihan

6. Terapi Neuroleptik, antidepresan Psikoterapi

7. Penyulit Menjadi kronis 8. Penyulit Menjadi kronis 9. Informed Consent Tertulis, tidak diperlukan 10. Lama Perawatan Minimal 1 bulan 11. Lama Pemulihan Minimal 1 bulan 12. Luaran Sembuh parsial 13. PA : 14. Autopsi : bila ada kematian tak wajar Sub Diagnostik AUTISME MASA KANAK (Kode F84.0) Batasan dan uraian umum Juga dikenal sebagai gangguan autisme, autisme infantile, early infantile autism. Adalah suatu bentuk gangguan pervasive yang ditandai oleh adanya abnormalitas dan/ hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun, dan dengan ciri fungsi yang abnormal dalam 3 bidang dari interaksi social, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang. Gangguan ini lebih banyak terdapat pada anak laki-laki disbanding anak perempuan= 3-4 : 1. Hampir 70% dari individu dengan gangguan autistik adalah retardasi mental. Prevalensi berkisar antara 0,7-21,1 per 10.000 anak. Etiologi belum diketahui dengan pasti, masih banyak hipotesis.

Manifestasi klinis Anamnesis Biasanya tidak ada riwayat perkembangan abnormal yang jelas, jika ada abnormalitas akan tampak sebelum usia 3 tahun. Pada gangguan ini terdapat gangguan pada interaksi social, komunikasi serta perilaku dan interes yang terbatas. Sidrom ekspresi pada gangguan autistic mempunyai batasan yang lebar. Anak dengan fungsi paling rendah (the lowest functioning) biasanya tidak bias bicara, terisolasi

dari lingkungan sosialnya. Pada level diatasnya anak dapat menerima interaksi sosial secara pasif, dan bahasa spontan dapat muncul. Pada fungsi yang lebih tinggi ( the higher functioning) dan pada beberapa anak yang lebih tua usianya, mereka mungkin tertarik pada interaksi sosial, namun cara interaksinya berbeda, tidak dapat berinteraksi seperti anak-anak yang lain sesuai usianya. Gambaran perilaku pada gangguan autistik ini berubah sesuai dengan perkembangan usianya. Kemungkinan terjadinya misdiagnosis dapat terjadi, terutama pada anak dengan fungsi intelektual yang ekstrem. Evaluasi pada anak dengan gangguan autistik harus meliputi riwayat penyakit dahulu yang sangat rinci, pemeriksaan medis dan perkembangan yang komprehensif, dan test psikologis. Pemeriksaan fisis Pemeriksaan neurologis, mata, telinga untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan organic lainnya. Pemeriksaan penunjang Electro encephalography (10-83% abnormal, biasanya ditemukan lebih tinggi pada individu dengan retardasi mental dan gangguan autistik). Computed tomoggrapy (beberapa penelitian menunjukkkan adanya pelebaran ventrikel lateral dan ketiga pada 15-45% individu autistik). Walau pada beberapa penelitian yang lain tidak bias dibuktikan) Magnetic Resonance Imaging (menunjukkan adanya peningkatan volume total otak, ini merefleksikan peningkatan volume jaringan dan ventrikel lateral; juga ditemukan adanya pelebaran hemisfer otak yang regional- lobus oksipital, parietal, dan temporal, kecuali lobus frontal) Kriteria diagnosis Gangguan kualitatif pada interaksi sosial (bayi dan anak autistik hanya sedikit tertarik pada wajah manusia, dan terdapat gangguan pada perkembangan joint attention, kelekatan dan aspek lain dari interaksi sosial, misal ia tidak tertarik dengan mainan yang biasa dimainkan oleh anak seusianya. Anak autistik bias menunjukkan adanya ketertarikan sosial, namun ia akan mengalami kesuliatan untuk mengadakan interaksi sosial yang kompleks, sering terlihat dalam bentuk yang tidak biasa dan menampilkan pola sosialisasi yang eksentrik). Gangguan kualitatif pada komunikasi verbal/ nonverbal dan cara bermain (sekitar 50% individu dengan gangguan autistik tidak pernah berbicara. Keluhan yang paling sering disampaikan orangtua: adanya kelambatan dalam berbahasa. Pada anak autistik yang bias berbicara, bias terdapat echolalia, tidak resiprokal. Pemahaman bahasa sosial sulit dicerna oleh anak autistik. Juga mereka sulit memahami humor atau sindiran. Intonasi seringkali monoton dan mirip suara robot).

Aktivitas dan interest yang terbatas (seringkali sulit untuk menghadapi perubahan rutinitas, mereka akan mencoba melawan atau marah. Mereka lebih menyukai aktivitas yang rutin dan diulang-ulang, seperti stimulasi diri, mengulang angka atau kata-kata.

AUTISME TIDAK KHAS (Kode F81.1) SINDROM RETT (Kode F84.2) (Untuk pedoman diagnostic lihat PPDGJ III) 1. Pemeriksaan penunjang Rontgen foto tengkorak EEG Evaluasi psikologik 2. Konsultasi: Spesialis yang terkait 3. Perawatan di RS : bila gelisah berlebihan 4. Terapi : 1. Prilaku maladaptive (hiperaktif, stereotipi, menarik diri, agresif) diberikan neuroleptic : haloperidol 10,5-4 mg perhari (16-9 bulan) Jika terjadi efek samping dosis dikurangi atau diberikan diphenhydramine) haloperidol dihentikan tiap pemberian 6 bulan untuk menentukan apakah perlu dilanjutkan 2. 3. Program pendidikan khusus untuk keluarga yang melayani Pendidikan remedial

5. Informed Consent: bila dirawat