P. 1
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

|Views: 301|Likes:
Dipublikasikan oleh Kristoforus Bagus Radityo

More info:

Published by: Kristoforus Bagus Radityo on Apr 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2015

pdf

text

original

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 1 BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI

DAERAH 2.1 ASPEK GEOGRAFI DAN TOPOGRAFI Luas dan batas wilayah, Kota Semarang dengan luas wilayah 373,70 Km 2 . Secara administratif Kota Semarang terbagi menjadi 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Dari 16 Kecamatan yang ada, terdapat 2 Kecamatan yang mempunyai wilayah terluas yaitu Kecamatan Mijen, dengan luas wilayah 57,55 Km 2 dan Kecamatan Gunungpati, dengan luas wilayah 54,11 Km 2 . Kedua Kecamatan tersebut terletak di bagian selatan yang merupakan wilayah perbukitan yang sebagian besar wilayahnya masih memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Sedangkan kecamatan yang mempunyai luas terkecil adalah Kecamatan Semarang Selatan, dengan luas wilayah 5,93 Km 2 diikuti oleh Kecamatan Semarang Tengah, dengan luas wilayah 6,14 Km 2 . Grafik 2.1 Wilayah Administrasi Kota Semarang (Km 2

) Sumber: Kota Semarang dalam Angka 2009, BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 2 Batas wilayah administratif Kota Semarang sebelah barat adalah Kabupaten Kendal, sebelah timur dengan Kabupaten Demak, sebelah selatan dengan Kabupaten Semarang dan sebelah utara dibatasi oleh Laut Jawa dengan panjang garis pantai mencapai 13,6 kilometer. Letak dan kondisi geografis, Kota Semarang memiliki posisi astronomi di antara garis 6 0 50’ – 7 o 10’ Lintang Selatan dan garis 109 0 35’ – 110 0 50’ Bujur Timur. Kota Semarang memiliki posisi geostrategis karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi pulau Jawa, dan merupakan koridor pembangunan Jawa Tengah yang terdiri dari empat simpul pintu gerbang yakni koridor pantai Utara; koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang, Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu, koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/ Grobogan; dan Barat menuju Kabupaten Kendal. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah, Semarang sangat berperan terutama dengan adanya pelabuhan, jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transport udara yang merupakan potensi bagi simpul transportasi Regional Jawa Tengah dan Kota Transit Regional Jawa Tengah. Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa, secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Kota Semarang Gambar 2.1 Letak Kota Semarang Dalam Wilayah Kepulauan

IndonesiaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 20102015 II - 3 Seiring dengan perkembangan Kota, Kota Semarang berkembang menjadi kota yang memfokuskan pada perdagangan dan jasa. Berdasarkan lokasinya, kawasan perdagangan dan jasa di Kota Semarang terletak menyebar dan pada umumnya berada di sepanjang jalan-jalan utama. Kawasan perdagangan modern, terutama terdapat di Kawasan Simpanglima yang merupakan urat nadi perekonomian Kota Semarang. Di kawasan tersebut terdapat setidaknya tiga pusat perbelanjaan, yaitu Matahari, Living Plaza (ex-Ramayana) dan Mall Ciputra, serta PKL-PKL yang berada di sepanjang trotoar. Selain itu, kawasan perdagangan jasa juga terdapat di sepanjang Jl. Pandanaran dengan adanya kawasan pusat oleh-oleh khas Semarang dan pertokoan lainnya serta di sepanjang Jl. Gajahmada. Kawasan perdagangan jasa juga dapat dijumpai di Jl.Pemuda dengan adanya DP mall, Paragon City dan Sri Ratu serta kawasan perkantoran. Kawasan perdagangan terdapat di sepanjang Jl. MT Haryono dengan adanya Java Supermall, Sri Ratu, ruko dan pertokoan. Adapun kawasan jasa dan perkantoran juga dapat dijumpai di sepanjang Jl. Pahlawan dengan adanya kantor-kantor dan bank-bank. Belum lagi adanya pasar-pasar tradisional seperti Pasar Johar di kawasan Kota Lama juga semakin menambah aktivitas perdagangan di Kota Semarang.Secara topografis Kota Semarang terdiri dari daerah perbukitan, dataran rendah dan daerah pantai, dengan demikian topografi Kota Semarang menunjukkan adanya berbagai kemiringan dan tonjolan. Daerah pantai 65,22% wilayahnya adalah dataran dengan kemiringan 25% dan 37,78 % merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan 15-40%. Kondisi lereng tanah Kota Semarang dibagi menjadi 4 jenis kelerengan yaitu Lereng I (0-2%) meliputi Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Utara dan Tugu, serta sebagian wilayah Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Mijen. Lereng II (2-5%) meliputi Kecamatan Semarang Barat, Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, Gunungpati dan Ngaliyan. Lereng III (15-40%) meliputi wilayah di sekitar Kaligarang dan Kali Kreo (Kecamatan Gunungpati), sebagian wilayah kecamatan Mijen (daerah Wonoplumbon) dan sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik, serta Kecamatan Candisari. Sedangkan lereng IV (> 50%) meliputi sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik (sebelah tenggara), dan sebagian wilayah Kecamatan Gunungpati, terutama disekitar Kali Garang dan Kali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015. Kota Bawah yang sebagian besar tanahnya terdiri dari pasir dan lempung. Pemanfaatan lahan lebih banyak digunakan untuk jalan, permukiman atau perumahan, bangunan, halaman, kawasan industri, tambak, empang dan persawahan. Kota Bawah sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, perindustrian, pendidikan dan kebudayaan, angkutan atau transportasi dan perikanan. Berbeda dengan daerah perbukitan atau Kota Atas yang struktur geologinya sebagian besar terdiri dari batuan beku. Wilayah Kota Semarang berada pada ketinggian antara 0 sampai dengan 348,00 meter dpl (di atas permukaan air laut). Secara topografi terdiri atas daerah pantai, dataran rendah dan perbukitan, sehingga memiliki wilayah yang disebut sebagai kota bawah dan kota atas. Pada daerah perbukitan mempunyai ketinggian 90,56 - 348 mdpl yang diwakili oleh titik tinggi yang berlokasi di Jatingaleh dan Gombel, Semarang Selatan, Tugu, Mijen, dan Gunungpati, dan di dataran rendah mempunyai ketinggian 0,75 mdpl. Kota bawah merupakan pantai dan dataran rendah yang memiliki kemiringan antara 0% sampai 5%, sedangkan dibagian Selatan merupakan daerah dataran tinggi dengan kemiringan bervariasi antara 5%-40%. Tabel 2.1 Ketinggian Tempat di Kota Semarang

Dengan demikian topografi Kota Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Kondisi Geologi.00 .Mijen 253.00 mdpl. Formasi Damar (QTd). Daerah Pantai 0. dkk. Formasi Kerek (Tmk).56 . Formasi Jongkong (Qpj). Pada . Kota Semarang berdasarkan Peta Geologi Lembar Magelang .00 . Formasi Kalibeng (Tmkl).49 3. Bagian Wilayah Ketinggian (MDPL) 1.5 Semarang menunjukkan adanya berbagai kemiringan tanah berkisar antara 0% 40% (curam) dan ketinggian antara 0. Batuan Gunungapi Kaligesik (Qpk). Batuan Gunungapi Gajahmungkur (Qhg).Candi Baru 90.Jatingaleh 136.Simpang Lima 3. Daerah Dataran Rendah .Pusat Kota (Depan Hotel Dibya Puri Semarang) 2. Daerah Perbukitan . Formasi Kaligetas (Qpkg).Semarang (RE.Gunungpati Tmur 348. 1996).No.45 . susunan stratigrafinya adalah sebagai berikut Aluvium (Qa).Gunungpati Barat 259. dataran rendah dan daerah pantai.75 2.00 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2009 Kota Semarang sangat dipengaruhi oleh keadaan alamnya yang membentuk suatu kota yang mempunyai ciri khas yaitu terdiri dari daerah perbukitan.00 .75 – 348. Thaden.00 .Gombel 270.

Formasi Kalibeng dan Formasi Damar yang berumur kuarter dan tersier. Struktur geologi yang cukup mencolok di wilayah Kota Semarang berupa kelurusan-kelurusan dan kontak batuan yang tegas dan merupakan pencerminan struktur sesar baik geser mendatar dan normal cukup berkembang di bagian tengah dan selatan kota.6 Sedangkan wilayah Kota Semarang yang berupa dataran rendah memiliki . Perumahan Bukit Kencana Jaya. di sepanjang Kaligarang yang berbatasan dengan Bukit Gombel. Endapan tersebut terdiri dari selang-seling antara lapisan pasir. struktur lapisan batuan yang diskontinyu (tak teratur). endapan fasies dataran delta dan endapan fasies pasang-surut. ditandai adanya zona sesar. sedangkan sesar normal relatif berarah barat . Sesarsesar tersebut umumnya terjadi pada batuan Formasi Kerek. dan lipatan. tebing terjal di Ondorante. dengan sisipan lensa-lensa kerikil dan pasir vulkanik. Pada daerah sekitar aliran Kali Garang merupakan patahan Kali Garang. ke arah utara hingga Bendan Duwur.tenggara. sehingga mudah bergerak atau longsor. dan pelurusan Kali Garang serta beberapa mata air di Bendan Duwur. sesar geser dan sesar naik. pasir lanauan dan lempung lunak. Sedangkan daerah perbukitan sebagian besar memiliki struktur geologi berupa batuan beku. dengan arah patahan melintas dari utara ke selatan. Daerah patahan lainnya adalah Meteseh. Jenis sesar yang ada secara umum terdiri dari sesar normal. sesar geser berarah utara selatan hingga barat laut .timur sebagian agak cembung ke arah utara.timur. heterogen. Patahan ini bermula dari Ondorante. patahan (fault). yang membujur arah utara sampai selatan. Sesar normal relatif ke arah barat .dataran rendah berupa endapan aluvial sungai. Daerah patahan tanah bersifat erosif dan mempunyai porositas tinggi. Patahan ini merupakan patahan geser. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Berdasarkan struktur geologi yang ada di Kota Semarang terdiri atas tiga bagian yaitu struktur joint (kekar). yang memotong formasi Notopuro.

Tabel 2. dan lanau yang dalam. Sisanya merupakan jenis tanah alluvial hidromorf dan grumosol kelabu tua. asosiai alluvial kelabu. Grumosol Kelabu Tua. latosol coklat tua kemerahan. Latosol Coklat dan Komplek Regosol Kelabu Tua. Jenis Tanah di Kota Semarang meliputi kelompok mediteran coklat tua. Kali Kreo. Kurang lebih sebesar 25% wilayah Kota Semarang memiliki jenis tanah mediteranian coklat tua. Kali Banjirkanal Timur. Kali Kripik. bertemu dengan aliran Kali Kreo dan Kali Kripik. Kali Pengkol.2 Penyebaran Jenis Tanah dan Lokasinya di Kota Semarang Sumber : BPS Kota Semarang. No JENIS TANAH LOKASI % TERHADAP WILAYAH POTENSI 1 Mediteran Coklat Tua 30 ugu rang Timuer 2 Latosol Coklat Tua . endapan. Kali Sringin. Kali Babon. Jenis tanah lain yang ada di wilayah Kota Semarang memiliki geologi jenis tanah asosiasi kelabu dan aluvial coklat kelabu dengan luas keseluruhan kurang lebih 22% dari seluruh luas Kota Semarang. 2009 Kondisi Hidrologi potensi air di Kota Semarang bersumber pada sungai -sungai yang mengalir di Kota Semarang antara lain Kali Garang. Kali Garang yan bermata air di gunung Ungaran. Sedangkan kurang lebih 30% lainnya memiliki jenis tanah latosol coklat tua. Kali Dungadem dan lain sebagainya.jenis tanah berupa struktur pelapukan. Alluvial Hidromorf. alur sungainya memanjang ke arah Utara hingga mencapai Pegandan tepatnya di Tugu Soeharto. Kali Garang sebagai sungai utama pembentuk kota bawah yang mengalir membelah lembahlembah Gunung Ungaran mengikuti alur yang berbelok-belok dengan aliran yang cukup deras.

Kemerahan 26 man Padi 3 Asosiasi Aluvial Kelabu dan Coklat kekelabuhan 22 produktip 4 Alluvial Hidromorf Grumosol Kelabu Tua 22 2015 II .0 % dari debit total dan kali Kreo 34. Permukaan air . Air Tanah Bebas ini merupakan air tanah yang terdapat pada lapisan pembawa air (aquifer) dan tidak tertutup oleh lapisan kedap air. Oleh karena Kali Garang memberikan airnya yang cukup dominan bagi Kota Semarang. maka langkah-langkah untuk menjaga kelestariannya juga terus dilakukan.7 53.7 % selanjutnya Kali Kripik 12. Karena Kali Garang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Kota Semarang.3 %.

Penduduk Kota Semarang yang berada di dataran rendah. Secara Klimatologi. Lebih dari 80% dari curah hujan tahunan turun di periode ini.18 m.90 meter. angin bertiup dari arah Utara Barat Laut (NW) menciptakan musim hujan dengan membawa banyak uap air dan hujan. Kelompok aquifer delta Garang ini disebut pula kelompok aquifer utama karena merupakan sumber air tanah yang potensial dan bersifat tawar. untuk daerah Semarang yang berbatasan dengan kaki perbukitan air tanah artois ini terletak pada endapan pasir dan konglomerat formasi damar yang mulai diketemukan pada kedalaman antara 50 .90 m. banyak memanfaatkan air tanah ini dengan membuat sumur-sumur gali (dangkal) dengan kedalaman rata-rata 3 . Kota Semarang seperti kondisi umum di Indonesia. Pada daerah perbukitan kondisi artosis masih mungkin ditemukan.tanah bebas ini sangat dipengaruhi oleh musim dan keadaan lingkungan sekitarnya. Untuk daerah Semarang bawah lapisan aquifer di dapat dari endapan alluvial dan delta sungai Garang.8 tinggi dan mendung. Dari bulan November hingga Mei. Sedangkan untuk peduduk di dataran tinggi hanya dapat memanfaatkan sumur gali pada musim penghujan dengan kedalaman berkisar antara 20 . Air Tanah Tertekan adalah air yang terkandung di dalam suatu lapisan pembawa air yang berada diantara 2 lapisan batuan kedap air sehingga hampir tetap debitnya disamping kualitasnya juga memenuhi syarat sebagai air bersih. Debit air ini sedikit sekali dipengaruhi oleh musim dan keadaan di sekelilingnya. Sifat periode ini adalah curah hujan sering dan berat. karena adanya formasi damar yang permeable dan sering mengandung sisipan-sisipan batuan lanau atau batu lempung. mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan muson timur.40 m. Kedalaman lapisan aquifer ini berkisar antara 50 . kelembaban relatif Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . . terletak di ujung Timur laut Kota dan pada mulut sungai Garang lama yang terletak di pertemuan antara lembah sungai Garang dengan dataran pantai.

penggunaan lahan di Kota Semarang yang lain meliputi pekarangan. hutan negara. dengan total curah hujan rata-rata 9. bervariasi dari 46% pada bulan Desember sampai 98% pada bulan Agustus.00 34. dan suhu maksimum rata-rata berubah-ubah dari 29. setengah teknis (530 Km2).9 °C. Disamping penggunaan lahan sawah. khususnya di Jawa.9 °C ke 32. Ini menunjukkan curah hujan khas pola di Indonesia. tegalan/ kebun. Kecepatan angin bulanan rata-rata di Stasiun Klimatologi Semarang berubah-ubah dari 215 km/hari pada bulan Agustus sampai 286 km/hari pada bulan Januari. Suhu minimum rata-rata yang diukur di Stasiun Klimatologi Semarang berubah-ubah dari 21. dan jarang mendung. yang menunjukkan rasio sebenarnya sampai lamanya sinar matahari maksimum hari.00 .031 Km2). 2.891 mm per tahun. curah hujan di Kota Semarang mempunyai sebaran yang tidak merata sepanjang tahun. Penggunaan lahan di Kota Semarang Penggunaan lahan di Kota Semarang meliputi irigasi teknis (198 Km2). kelembaban lebih rendah. Kelembaban relatif bulanan ratarata berubah-ubah dari minimum 61% pada bulan September ke maksimum 83% pada bulan Januari.1 °C pada September ke 24.00 285. yang mengikuti pola angin muson SENW yang umum. Tabel di bawah ini. tambak/ kolam/ rawa. dan yang tidak diusahakan (267 Km2). irigasi sederhana/ irigasi desa/ non PU (45 Km2). hutan rakyat/ tanaman kayu. Tabel 2.1. tadah hujan (2. karena membawa sedikit uap air.6 °C pada bulan Mei.00 0.1.3 Penggunaan Lahan Sawah di Kota Semarang Dirinci Tiap Kecamatan Tahun 2009 KECAMATAN TANAH SAWAH TEKNIS 1/2TEKNIS NON PU TADAH HUJAN TIDAK DIUSAHAKAN Mijen 0. perkebunan negara/ swasta dan penggunaan lain.00 186. Berdasarkan data yang ada.Dari Juni hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara (SE) menciptakan musim kemarau. Sifat periode ini adalah sedikit jumlah curah hujan. Lamanya sinar matahari.

00 Semarang Tengah 0.00 0.00 0.9 KECAMATAN TANAH SAWAH TEKNIS 1/2TEKNIS NON PU TADAH HUJAN TIDAK DIUSAHAKAN Semarang Selatan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Ngaliyan 30.00 Semarang Timur 0.00 0.00 0.00 0.00 Tembalang 0.00 0.00 0.33 175.00Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .00 0.00 55.00 0.00 39.00 Semarang Utara 0.00 0.00 0.00 Pedurungan 0.00 0.00 Candisari 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.3 Persentase Penggunaan Lahan Sawah dan Non Sawah .00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Semarang Barat 0.00 0.00 30.00 Gajahmungkur 0.00 Genuk 62.00 0.00 264.00 0.00 0.00 0.00 0.00 5.00 0.00 0.00 633.00 0.00 0.00 1559. 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .00 0.00 145.00 0.00 Gayamsari 0.00 606.00 0.10 Grafik 2.00 61.00 0.00 432.00 0.00 0.2 Persentase Penggunaan Areal Tanah Berdasar Sistem Pengairan di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Th.00 0.00 45.00 0.64 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Th.33 214. 2009 Grafik 2.00 Total 226.00 0.00 60.00 15.Gunung Pati 84.00 5.64 Banyumanik 0.00 Tugu 50.00 0.

47 Km2.25 Km2 dengan spesifikasi ladang (1.SAWAH . Kecamatan Mijen memiliki luas lahan non-sawah paling luas dibanding dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Semarang dengan luas wilayah 5. Tanah kering untuk lainnya (75. penggunaan lahan kering di Kota Semarang yaitu Pekarangan dan Bangunan (42%). Hutan Negara (810 Km2). Kolam (3 Km2). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada GAMBAR 2.829 Km2).75 Km2).4 Penggunaan Lahan Kering di Kota Semarang Dirinci Tiap Kecamatan Tahun 2009 KECAMATAN LAHAN NON. lainnya tanah kering (26%).4 Persentase Luas Tanah Kering di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 Tabel 2. Sedangkan kecamatan yang memiliki luas lahan non-sawah paling kecil yaitu kecamatan Gayamsari dengan luas 549. Tanah kering untuk kayu-kayuan (5 Km2). ladang (21%). lainnya (11%). tambak dan kayu-kayuan (4%).11 Grafik 2.2. Secara keseluruhan.6 Km2).207.15 Km2). tegalan (14%).50 Km2).di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 Secara keseluruhan kecenderungan penggunaan lahan non-sawah di Kota Semarang yang terbesar yaitu pekarangan (38%). Perkebunan (1. pekarangan (420. dengan spesifikasi tegalan (49. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tanah kering yang tidak diusahakan (3.5 Km2). tidak diusahakan (1%). perkebunan (5%).89 Km2). tanah kering tidak diusahakan (4. pekarangan (823 Km2). Tambak (8. Tegalan dan Kebun (27%).116 Km2) lainnya (627.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .84 Km2). Tanah Penggembalaan (13. Tambak/Kolam.09 Km2). padang rumput (2%).

PEKARANG AN & BANGUNAN TEGALAN DAN KEBUN PADANG GEMBALA TAMBAK/ KOLAM RAWA LAIN2 TANAH KERING LAINNYA Mijen 823,00 1.829,00 0,00 4,50 0,00 2.550,74 5.207,24

Gunung Pati 1.312,70 2.573,50 0,00 0,00 0,00

126,89

4.013,09

Banyumanik 430,00 1.176,58 0,00 0,00 0,00

784,48

2.391,06

Gajahmungkur 691,63 2,97 0,00 0,00 0,00

70,37

764,98

Semarang Selatan 474,39 2,50 0,00 0,00 0,00

371,16

848,05

Candisari 494,39 33,85 13,87 0,00 0,00

27,27

569,38

Tembalang 2.085,40 1.000,80 0,00 0,00 0,00

901,84

3.988,04

Pedurungan 1.507,00 392,00 0,00 0,00 0,00

109,00

2.008,00

Genuk 1.349,08 910,82 0,00 194,28 0,00

190,26

2.644,44

Gayamsari 415,00 13,00 13,00 11,00 0,00

59,23

511,23

Semarang Timur 696,80 0,00 0,00 0,00 0,00

73,45

770,25

Semarang Utara 927,55 0,00 0,00 50,21 0,00

155,51

1.133,27

Semarang Tengah 527,55 5,48 0,00 0,00 0,00

71,97 604,99 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 12 Semarang Barat 1.389,20 24,30 0,00 52,66 0,00

888,41

2.354,57 2.675,34 2.933,33

Tugu 507,73 45,20 0,00 1.378,53 0,00 743,89 Ngaliyan 418,00 979,00 10,00 0,00 0,00

1.526,33

Total 14.049,42 8.989,00 36,87 1.691,17 0,00 8.650,80 33.417,26 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 2.1.2. Tujuan, Kebijakan & Strategi Penataan Ruang Kota Semarang Tujuan Penataan ruang adalah mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Sedangkan kebijakan dan strategi penataan ruang Kota Semarang secara umum terbagi atas: Kebijakan pengembangan struktur ruang dan Kebijakan pengembangan pola ruang. Kebijakan pengembangan struktur ruang Kota Semarang dilakukan melalui : 1. Pemantapan pusat pelayanan kegiatan yang memperkuat kegiatan perdagangan dan jasa berskala internasional. 2. Peningkatan aksesbilitas dan keterkaitan antar pusat kegiatan. 3. Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem prasarana sarana umum. Kebijakan pola ruang meliputi kebijakan pengelolaan kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kebijakan peningkatan pengelolaan Kawasan Lindung meliputi : 1. Peningkatan pengelolaan kawasan yang berfungsi lindung. 2. Pelestarian kawasan cagar budaya. 3.Peningkatan dan penyediaan ruang terbuka hijau yang proporsional di seluruh wilayah Kota. Sedangkan kebijakan pengembangan kawasan budidaya meliputi : 1. Pengaturan pengembangan kawasan budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung. 2. Perwujudan pemanfaatan ruang yang efisien dan kompak. 3. Pengelolaan dan pengembangan kawasan pantai. 2.1.3. Rencana Pengembangan Sistem Pusat Pelayanan Dengan mempertimbangkan luas, karakter daerah, koordinasi pelaksanaan pembangunan, kemudahan dalam penyelesaian masalah, maka pembagian BWK di Kota Semarang ditentukan melalui pendekatan batas administratif. Untuk itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 13

e. Industri di BWK IV dan BWK X e. BWK IV meliputi Kecamatan Genuk dengan luas kurang lebih 2.320 Ha. Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Semarang Selatan dengan luas kurang lebih 2.738 Ha. f. Perkantoran. transportasi udara dan transportasi laut di BWK III d.420 Ha. c. Kantor pelayanan publik di BWK IX Rencana penetapan pusat pelayanan di Kota Semarang terdiri atas: Pusat . dan j. BWK VIII meliputi Kecamatan Gunungpati dengan luas kurang lebih 5. d. Pendidikan kepolisian dan olah raga di BWK II c. Pendidikan di BWK VI dan BWK VIII f. BWK X meliputi Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu dengan luas kurang lebih 6. Rencana pendistribusian fasilitas pelayanan regional dimasing-masing BWK meliputi : a. II. h. Perkantoran. i. BWK II meliputi Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gajahmungkur dengan luas kurang lebih 1.dalam Rencana Tata Ruang Kota Semarang Tahun 2010-2030 pembagian BWK ditetapkan sebagai berikut : a.393 ha.522 Ha. BWK V meliputi Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Pedurungan dengan luas kurang lebih 2. BWK III meliputi Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Semarang Utara dengan luas kurang lebih 3.223 Ha. Perkantoran militer di BWK VII g. BWK VI meliputi Kecamatan Tembalang dengan luas kurang lebih 4. g. dan III b. b. BWK I meliputi Kecamatan Semarang Tengah.509 Ha.213 Ha. BWK IX meliputi Kecamatan Mijen dengan luas kurang lebih 6.622 Ha. perdagangan dan jasa di BWK I.399 Ha. BWK VII meliputi Kecamatan Banyumanik dengan luas kurang lebih 2.

Pusat perbelanjaan skala kota.15 . meliputi kantor Gubernur dan kantor Walikota serta fasilitas kantor pemerintahan pendukung dan pelayanan publik lainnya.pelayanan kota. Sarana pelayanan umum. dan e. Sarana peribadatan. Sarana kesehatan. Sarana kesehatan d. d. pemerintahan Kota yang berupa pusat pelayanan kegiatan pemerintahan yang dilengkapi dengan pengembangan fasilitas. Sarana peribadatan e. Sarana pendidikan c. Perkantoran swasta. Jasa akomodasi pariwisata lainnya. Sarana perdagangan. Sub pusat pelayanan kota dan Pelayanan lingkungan. b.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Sarana perdagangan dan jasa b. Hotel dan penginapan. b. Sub pusat pelayanan kota merupakan pusat BWK yang dilengkapi dengan sarana lingkungan perkotaan skala pelayanan BWK yang meliputi : a.14 Selain itu pusat pelayanan kota juga sebagai pusat kegiatan perdagangan modern dan jasa komersial yang dilengkapi dengan : a. c. d. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . meliputi : a. Sarana pelayanan umum Pusat pelayanan lingkungan kota dilengkapi dengan sarana lingkungan perkotaan skala pelayanan sebagian BWK. c. Pusat pelayanan kota berfungsi sebagai pusat pelayanan pemerintahan Provinsi. Sarana pendidikan.

2 Peta Pembagian BWK Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .Gambar 2. Sebagaimana tertuang dalam RTRW Kota Semarang tahun 2010-2030 Rencana Sistem Jaringan Transportasi adalah sebagai berikut: 1. konsep struktur jalan menggunakan konsep radial konsentris. Transportasi Laut dan Transportasi Udara.16 Gambar 2. Kondisi jaringan jalan Kota Semarang yang sudah menghubungkan keseluruhan wilayah kota memudahkan daIam merumuskan struktur jalan yang akan dikembangkan. nantinya akan dihubungkan jaringan jalan yang memadai.17 Sistem Jaringan Transportasi di Kota Semarang meliputi jaringan Jalan. Pengembangan jalan ini sangat penting .3 Peta Rencana Struktur Ruang Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Inner Ring Road Adalah jalan yang dikembangkan sebagai penghubung melingkar antar kawasan dalam pusat kota. a. Dalam perkembangannya. Rencana Jaringan Jalan Skenario fungsi dari perwujudan struktur jalan Kota Semarang adalah sebagai berikut : pinggiran t wilayah dengan pusat kota pergerakan eksternal kota dengan tidak membebani aktivitas pusat kota Setiap pusat aktivitas kota. Transportasi Darat. Pengembangan Jalan Lingkar (Radial) 1.

2.18 b. Atas dasar hal tersebut maka pengembangan sarana transportasi di Kota Semarang adalah sebagai berikut : Transportasi Darat Tipe A Terminal Tipe A berfungsi melayani jalur angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi. 2. Rencana Sarana Transportasi Pengembangan sistem terminal ditentukan oleh fungsi Kota Semarang sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan permasalahan internal lalu lintas kota. Outer Ring Road Adalah jalur lingkar yang menghubungkan beberapa wilayah pusat pertumbuhan pinggiran kota dengan wilayah pinggiran lainnyaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . angkutan antar kota dalam provinsi.dalam rangka mewujudkan sistem pergerakan yang lancar jika terdapat kemacetan pada ruas jalan tertentu di kawasan pusat kota. angkutan kota dan . Middle Ring Road Adalah struktur jalan yang menghubungkan antar beberapa daerah sub pusat dengan pusat Kota Semarang. Jalan Tol Semarang-Demak dan Jalan Tol Semarang-Batang. 3. Pengembangan Jalan Konsentrik Jalur jalan konsentrik adalah kumpulan jalan yang berfungsi mendistribusikan pergerakan ke beberapa regional di sekitar Kota Semarang selain itu jaringan jalan ini berfungsi pula menghubungkan beberapa pusat pertumbuhan di daerah pinggiran dengan pusat Kota Semarang. Selain rencana penentuan hirarki jalan seperti tersebut diatas. maka yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem transportasi di Kota Semarang adalah mengkaitkan sistem jaringan jalan Kota Semarang dengan Jalan Tol Semarang-Solo.

sesuai dengan pengembangan teknologi perkeretaapian yaitu . Terminal tipe C berfungsi untuk melayani pergerakan penumpang perkotaan dan angkutan perdesaan. Jaringan rel kereta api yang ada ditingkatkan sesuai dengan peningkatan pelayanan. hanya saja skala pelayanan Stop Station lebih kecil dibandingkan terminal. direncanakan berada di Kelurahan Bandarharjo.angkutan pedesaan. Kecamatan Semarang Utara. Lokasi terminal tipe C direncanakan di Gunungpati. Cangkiran. Terminal barang yang akan dikembangkan. Sendowo dan Sampangan. Terminal barang merupakan sarana untuk melayani pergerakan barang dalam suatu wilayah. Fasilitas ini dikembangkan pada kawasan-kawasan yang merupakan simpul bangkitan dan tujuan lalu lintas.19 Merupakan fasilitas tempat pergantian moda kendaraan umum bagi penumpang seperti halnya terminal. Pelabuhan Tanjung Mas. Lokasi terminal tipe B direncanakan di Terboyo (BWK IV) dan Penggaron (BWK V).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . yang terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Lokasi terminal tipe A direncanakan di : Terminal tipe B berfungsi untuk melayani pergerakan penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perdesaan. Stop Station berfungsi untuk melayani pergerakan Asal-Tujuan/ Origin-Destination (OD). Penggaron.

Pengolahan limbah domestik secara umum dibagi kedalam 2 (dua) jenis . Rencana pengembangan kereta api diarahkan untuk mengoptimalkan kereta api sebagai angkutan penumpang dan angkutan barang. jasa dan perkantoran. nasional dan internasional. Secara umum penanganan limbah domestik untuk Kota Semarang harus mengacu kepada Rencana Strategi Nasional untuk Pengelolaan Air Buangan Rumah Tangga Daerah Perkotaan.dengan menerapkan jalur ganda (Double Track). Untuk mendukung fungsi kepelabuhan kawasan disekitar kawasan pelabuhan harus dirancang memiliki fungsi yang mendukung fungsi pelabuhan. Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari buangan rumah tangga berupa tinja dan buangan cair lainnya seperti air bekas cucian dan lain-lain. Bandara udara Kota Semarang berada di kawasan pusat kota. Pelabuhan Tanjung Mas direncanakan sebagai pelabuhan internasional (sesuai arahan dalam PP Nomor 26 Tahun 2008) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Penanganan buangan ini tidaklah mudah karena menyangkut masyarakat dan pemerintah yang saling terkait didalam penanganannya serta membutuhkan biaya cukup besar. perlu dikaji ulang Penerapan kebijakan KKOP (Keselamatan Kawasan Operasional Penerbangan) untuk mencegah bangunan yang menjadi pengganggu (obstacle) kegiatan kebandar-udaraan.20 Bandara merupakan fasilitas yang memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan Kota Semarang. Untuk itu disekitar kawasan pelabuhan dikembangkan fungsi-fungsi terminal peti kemas. perhotelan. untuk mendukung perkembangan aktivitas transportasi udara dalam melayani perkembangan aktivitas Kota Semarang. Rute pelayanan penumpang dan barang direncanakan memiliki skala pelayanan regional. Rencana transportasi yang direncanakan dalam pelabuhan meliputi penumpang dan barang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . perdagangan.

khususnya yang berupa tampungan. Hilir Kawasan hilir diusahakan hanya menerima beban drainase yang berasal dari wilayah itu saja. polder dan tanggul laut. dimana menggunakan sistem saluran air buangan untuk mengalirkan air buangan dari rumah tangga kemudian diolah disuatu tempat tertentu. sistem drainase Kota Semarang tidak bisa lagi mengandalkan sistem gravitasi murni. Sistem drainase dikembangkan berdasarkan konsep one watershed one plan one management. dengan mengalirkannya melalui banjir kanal. Fasilitas ini berfungsi ganda. yaitu menurunkan beban drainase sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. -Site System. tidak menerima kiriman dari hulu maupun air rob dari laut. Pada setiap sub sistem dikembangkan sistem drainase polder. maka setiap pengembangan ruas jalan yang digunakan untuk kendaraan umum dan pribadi harus memiliki ruang bagi pejalan kaki dan jalur sepeda pada ruas jalan yang . dimana buangan langsung dialirkan ke septic tank dan cairannya diresapkan melalui tanah. Konsep yang dikembangkan di daerah hulu adalah sistem banjir kanal. Sistem drainase yang dikembangkan dikembangkan di daerah hulu dan hilir berbeda. Masing-masing sistem drainase akan dilengkapi dengan satu atau lebih banjir kanal. -Site System. tetapi sistem kombinasi antara sistem drainase gravitasi. Beban sistem polder dapat dikurangi dengan mengembangkan fasilitas untuk memanen air hujan. a. Masing-masing sistem drainase dibagi menjadi menjadi daerah hulu dan hilir. Masing-masing wilayah dibagibagi menjadi beberapa sub sistem yang secara hidrologis berdiri sendiri. air yang berasal dari kawasan hulu diusahakan tidak membebani kawasan bawah. Untuk itu perlu dikembangkan sistem drainase tertutup.yaitu On-Site System dan Off-Site System. Untuk menciptakan ruang kota yang manusiawi dan mampu mendukung kedinamisan pergerakan penduduk kota. Dalam penanganan permasalahan drainase di daerah hilir Kota Semarang diatasi dengan pembuatan sistem polder yang mampu mengatur aliran air yang ada. Sedang bagi pengaturan sistem drainase Kota Semarang di daerah hulu dilakukan dengan merencanakan pembangunan dan pengoptimalan waduk dan embung. Penanganan Drainase Kota Semarang Berdasarkan kondisi topografi Kota Semarang.

PKL tidak bisa dibiarkan lepas kendali. dilakukan dengan upaya optimalisasi. melainkan perlu ditata sedemikian rupa agar tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota. c. d.memungkinkan. Pengembangan sarana angkutan umum massal yang melewati ruas-ruas jalan utama yang menghubungkan seluruh wilayah dalam kota. Upaya penataan PKL tidak hanya pada bentuk-bentuk penindakan atau . Pengembangan fasilitas pejalan kaki dilakukan secara memadai dengan memperhitungkan penggunaannya bagi penyandang cacat. Pengembangan koridor-koridor utama diarahkan untuk menghubungkan antara pusat Kota dengan pusat BWK. perbaikan fisik dan pembangunan prasarana baru. b. pengembangan sistem angkutan umum berbasis rel diarahkan pada pengembangan angkutan monorail/ kereta ringan yang melayani rute Mangkang – Kalibanteng – Simpang Lima – Pedurungan – Genuk. Rencana pengembangan dan peningkatan fasilitas pelayanan ujung-pangkal pergerakan angkutan umum. rencana peningkatan pelayanan pergerakan Kota Semarang juga dilakukan pada sistem pelayanan angkutan umum. Rencana Pengaturan Kegiatan Sektor Informal Untuk kepentingan Kota Semarang ke depan agar upaya penataan PKL benar-benar komprehensif dan menyentuh akar masalah. e. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. 2. 3. f. Rencana peningkatan pelayanan angkutan ini meliputi : a. Pengembangan sistem angkutan umum massal (SAUM) pada koridor-koridor utama (jalur primer) berbasis rel atau jalan raya. Keberadaan PKL pada dasarnya bukanlah semata-mata beban atau gangguan bagi keindahan dan ketertiban kota. Angkutan Umum Selain sistem prasarana transportasi yang baik. Peningkatan pelayanan angkutan umum.

. yang umumnya hanya melahirkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . budaya. sosial. karena kawasan inilah yang akan mengintegrasikan perkembangan Kota Semarang dengan daerah yang ada disekitarnya. Ruang Evakuasi Bencana Ruang evakuasi bencana berupa jalur penyelamatan (escape road) adalah jalan-jalan kota yang dikembangkan/ direncanakan sebagai jalur pelarian ke bangunan/bukit penyelamatan dan wilayah yang aman apabila terjadi bencana alam (gempa . Adapun rencana pengembangan kawasan strategis di Kota Semarang adalah : a. Kawasan strategis bidang sosial budaya c. fungsi pengawasan. 2. Kawasan Strategis Bidang Pertumbuhan Ekonomi Kawasan strategis bidang pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang adalah kawasan cepat berkembang dan kawasan perlu kerja sama dengan daerah sekitarnya (kawasan perbatasan). Kawasan strategis bidang pertumbuhan ekonomi b. tetapi. dan fungsi preventif. Sedangkan kawasan perbatasan di Kota Semarang memiliki peranan yang sangat penting.1. dan/atau lingkungan.operasi penertiban yang sifatnya represif. Kawasan cepat berkembang ini perlu diprioritaskan penataan ruangya karena potensi yang dimiliki apabila tidak diarahkan justru menimbulkan permasalahan. serta fungsi penindakan itu sendiri untuk situasi khusus. dan angin puting beliung) serta bencana kebakaran. Kawasan strategis bidang fungsi dan daya dukung lingkungan hidup a.23 pembangkangan dan daya resistensi para PKL.banjir. yang lebih penting adalah bagaimana mengkombinasikan antara fungsi pembinaan.7 Rencana Kawasan Strategis Kota Semarang Kawasan strategis adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi.

maka arahan pengelolaan di kawasan pelabuhan ditekankan pada kegiatan : barang di dalam kawasan pelabuhan maupun kawasan pelabuhan dengan kawasan diluarnya melalui peningkatan jariangan jalan yang memadai dan pengembangan sistem terminal yang terintegrasi dengan pergerakan darat (pergerakan jalan raya dan kereta api) dan pergerakan udara. Pelabuhan Tanjung Mas Pelabuhan Tanjung Mas merupakan fasilitas nasional yang ada di Kota Semarang. d. Secara umum Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi adalah kawasan yang memiliki kepadatan bangunan yang tinggi. . c.b. Penyusunan kebijakan penataan ruang kawasan pelabuhan dalam rangka memadukan kegiatan pelabuhan dengan kawasan yang ada disekitarnya. banjir rob. potensi pengembangan pada kawasan ini adalah kegiatan perdagangan dan jasa. Dalam kawasan saat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 24 ini telah terjadi transformasi kegiatan perdagangan dan jasa dari skala kecil dan menengah ke skala besar. Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi Kawasan pusat kota yang terletak pada Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi. Kawasan segitiga ini memiliki kekuatan pengembangan yang sangat besar. Hal ini terbukti dengan tumbuhnya beberapa pusat perbelajaan dan fungsi jasa (perkantoran swasta dan hotel) yang mengalih fungsikan lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai pertokoan dan permukiman.

2. dan kawasan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kekayaan budaya berupa peninggalan-peninggalan sejarah yang berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari ancaman kepunahan yang disebabkan oleh kegiatan alam maupun manusia. Pembangunan Bendungan Jatibarang yang akan difungsikan sebagai pengendali limpasan air ke kawasan bawah Kota Semarang. Kampung Pecinan. Kawasan Reklamasi Pantai Kawasan reklamasi pantai ditetapkan berada di wilayah pesisir Kota Semarang (Kecamatan Semarang Utara. e. kawasan cagar budaya dapat ditingkatkan fungsinya untuk dapat menunjang kegiatan pariwisata. Kawasan Bendungan Jatibarang. Adanya percampuran fungsi konservatif dan budidaya ini menyebabkan kawasan Bendungan Jatibarang perlu di kelola dengan baik agar fungsi budidaya tidak sampai menganggu fungsi konservasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .25 Selain fungsi hidrologi kawasan. 2. Kampung Melayu. yang nantinya dapat memberikan kontribusi pendapatan dari sektor pariwisata. dampak lingkungan dan memberikan keuntungan kepada Pemerintah dan masyarakat serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kawasan Strategis Bidang Fungsi Dan Daya Dukung Lingkungan Hidup Kawasan strategis bidang fungsi dan daya dukung lingkungan hidup adalah: 1. Bendungan ini direncanakan berlokasi di Kecamatan Gunungpati. Dalam pemanfaatannya.Kawasan Strategis Bidang Sosial Budaya Kawasan strategis bidang sosial budaya di Kota Semarang adalah Kawasan Cagar Budaya Kota Lama. Kawasan Bendungan Jatibarang juga akan dijadikan kawasan wisata dengan fasilitas bebragai fasilitas pendukungnya. berdasarkan data statistik Kota Semarang penduduk Kota Semarang periode tahun 2005-2009 mengalami peningkatan rata-rata . Kawasan tersebut merupakan kawasan cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya. Barat sampai Tugu) yang pengembangannya dalam rangka pengoptimalan kawasan pesisir dengan mengedepankan tata ruang.2 ASPEK DEMOGRAFI Secara Demografi.

481.434.504 jiwa.478 jiwa.910 jiwa dan penduduk yang pergi sebanyak 29.506.568 4 2008 5 2009 No Tahun Jumlah Penduduk Pertumbuhan (%) Sumber: Kota Semarang Dalam Angka. BPS Kota Semarang.4% per tahun.06 1.478 1. Pada tahun 2005 jumlah kelahiran sebanyak 19.515 1.594 1. 2009 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa penduduk yang datang ke Kota 735.627 713.107 jiwa.270 3 2007 722.506. yang terdiri dari 748.924 jiwa.43 746.851 2 2006 711.640 1.2009 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka. Besarnya penduduk yang datang ke Kota Semarang disebabkan daya tarik kota Semarang sebagai kota perdagangan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . kematian dan migrasi.183 758.172 jiwa. jumlah kematian sebanyak 8.924 1.409 penduduk perempuan. Tabel 2.45 1.457 748.026 732.454.419.26 Tabel 2. dan 758.419.86 1. Mati.755 722.6 Perkembangan Penduduk Lahir. sedangkan pada tahun 2009 sebesar 1.515 penduduk laki-laki. industri dan pendidikan.025 1.71 .5 Jumlah Penduduk Kota Semarang Tahun 2005-2009 Laki-Laki Perempuan Jumlah 1 2005 705. Pada tahun 2005 adalah 1.sebesar 1.409 1. jasa. BPS Kota Semarang. Datang dan Pindah Kota Semarang Tahun 2005 . penduduk yang datang sebanyak 38. 2009 Peningkatan jumlah penduduk tersebut dipengaruhi oleh jumlah kelahiran.

04% merupakan penduduk tidak produktif (umur 0-14 tahun dan diatas 65 tahun).96% merupakan penduduk usia produktif ( umur 15 – 65 tahun) dan 26.Semarang dan penduduk yang lahir setiap tahunnya lebih besar dari pada penduduk yang pindah dan penduduk yang mati.362 jiwa atau 73. Tabel 2.04% per tahun dibanding penduduk pindah dan penduduk yang mati. hal tersebut menggambarkan bahwa peningkatan penduduk Kota Semarang disebabkan oleh penduduk yang datang dan lahir dengan proporsi rata-rata 60.7 Jumlah Penduduk Kota Semarang Berdasarkan Kelompok Umur Di Kota Semarang Tahun 2005-2009 Kelompok Umur J U M L A H (jiwa) 2005 2006 2007 2008 2009 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 . Penduduk Kota Semarang dilihat dari kelompok umur sebanyak 912.

682 151.631 119.270 116.698 52.442 119.619 34.958 101.919 138.321 112.216 117.063 90.829 153.198 144.55 – 59 60 – 64 65 + 49.214 102.321 139.280 113.571 .312 117.529 79.935 114.480 49.571 142.497 113.459 118.

734 120.879 158.041 81.664 118.241 121.772 53.321 146.369 123.124 .721 116.618 155.336 34.522 91.593 50.906 92.209 149.876 104.937 53.198 115.072 119.384 123.80.455 141.718 51.921 34.178 144.414 117.230 121.

445 22.586 126.630 35.594 1.910 42.454. 2009 Lahir Mati Datang Pindah 1 2005 2 2006 3 2007 4 2008 5 2009 19.373 38.172 9.965 95.105.805 151.524 Jumlah 1.557 35.180 37.434.292 54.442 52.262 8.187 38.714 43.481.838 24.568 55.472 25.018 10.172 .018 10.506.555 94.640 1.504 21.012 160.930 125.635 120.023 10.151 44.924 Sumber : BPS Kota Semarang.815 84.351 107.697 146.566 123.518 29.478 1.128 34.419.107 32.840 119.976 83.025 1.924 35.

28% Tamat SD/MI 22.27 Komposisi penduduk kota Semarang ditinjau dari aspek pendidikan (di atas umur 5 tahun) adalah telah tamat SD/MI sebesar 22.5 Penduduk Kota Semarang berdasarkan Pendidikan pada Tahun 2009 Tamat SLTA 21.III 4.54% Tamat D1. telah tamat DIV/S1/S2 sebesar 4.86% .35%.54%.28% .II. BPS (data diolah) .Penduduk (jiwa) Tahun NoRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .51% Sumber: Kota Semarang dalam Angka 2009. telah tamat SLTA sebesar 21.51% dan telah tamat DI/DII/DIII sebesar 4.38% .35% Tamat DIV/S1/S2/S3 4.86% Tidak/Belum tamat SD/MI 20.38% Tidak Sekolah 6.10% Tamat SLTP 20. tidak/belum pernah sekolah sebesar 6. belum tamat SD sebesar 20. Grafik 2.10% .telah tamat SLTP sebesar 20.

328 72.815 76.144 22.819 9 PNS/ABRI 93.635 11 Lainnya 255.606 225. Tabel 2.617 615.580 51.185 26.28 Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian di Kota Semarang berturut-turut buruh Industri dengan persentase sebesar 24.992 18.614 30.672 75.514 77.684 111.440 28.604 192. PNS/ABRI .217 71.468 2.431 73.203 38.855 32.918 86.8 Komposisi Penduduk Kota Semarang berdasarkan Mata Pencaharian Pada Tahun 2005-2009 NO JENIS PEKERJAAN JUMLAH (jiwa) 2005 2006 2007 2008 2009 1 Petani Sendiri 30.304 52.706 5 Buruh Industri 185.951 73.925 867.256 2.271 22.187 22.409 18.494 26.507 912.717 258.771 107.486 86.771 24.707 88.362 Sumber data : BPS Kota Semarang Tahun 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .657 76.897 6 Buruh Bangunan 131.718 10 Pensiunan 34.949 128.945 2 Buruh Tani 17.478 3.76%.714 Jumlah 869.453 106.692 7 Pedagang 76.783 27.229 617.208 38.101 32.457 108.506 2.788 8 Angkutan 26.557 152.657 4 Pengusaha 15.791 3 Nelayan 2.195 32.Perkembangan jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan mata pencaharian selama periode 2005-2009 sebagaimana tabel berikut.667 48.473 152.

815.92%. Pedagang sebesar 11. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat selama periode 2005-2009 adalah sebagai berikut : 2.33%. dan Nelayan sebesar 0. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp.1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi.80%. Buruh tani sebesar 3.06 juta rupiah. Laju Pertumbuhan PDRB Kota Semarang atas dasar harga berlaku selama periode 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang meningkat.sebesar 14.459.11%.89 juta rupiah sampai dengan tahun 2009 mencapai sebesar Rp.52%.61 juta rupiah dan meningkat menjadi Rp .40 %. Sedangkan untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan pada tahun 2005 sebesar Rp 16. Pensiunan sebesar 5. Pengusaha sebesar 8.3 ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kinerja pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. 2.244. Kinerja kesejahteraan dan pemerataan ekonomi Kota Semarang selama periode tahun 2005-2009 dapat dilihat dari indikator pertumbuhan PDRB. Buruh Bangunan 1. laju inflasi. Perkembangan kinerja pembangunan pada kesejahteraan dan pemerataan ekonomi adalah sebagai berikut: a. Angkutan sebesar 3.27%. PDRB per kapita. Pertumbuhan PDRB Pertumbuhan PDRB merupakan indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro yang mencakup tingkat pertumbuhan sektorsektor ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah. seni budaya dan olahraga. Lainnya sebesar 12.3. dan angka kriminalitas yang tertangani.194.208.05%. 38. Hal ini menggambarkan bahwa aktivitas penduduk Kota Semarang bergerak pada sektor perdagangan dan jasa. 23.264.60%. kesejahteraan sosial.24%. Petani sebesar 4.

664.884.628.562 28.398.21 38. Angkutan dan Komunikasi 2.20.762.96 25.756 1.18 66.780 1.017 11. Bangunan 3. Keuangan.073.737 34.30 4.92 8.95 juta rupiah di tahun 2009. Industri Pengolahan 6.149 10.20 57.004 28.70 5.180.20 398.03 3.308 16. Gas dan Air Bersih 1.85 7.13 9.17 8.577.63 4.66 4.838 9.063 0.58 443.538 1.995 7.753 9.459. % Rp. Hotel dan Restoran 6. % Rp.38 6.7703 3.280 1.584.27 2.815 365.327 0.2009 Rp.579 15. Pertambangan dan Penggalian 46.37 3.29 Tabel 2. Listrik. Untuk selengkapnya perkembangan PDRB Kota Semarang ditahun 2005-2009 dapat terlihat dalam tabel dibawah.74 574.15 26.91 7.87 10.387 10. Jasa 2.694 0.80 4.126 2.30 9.075.34 3.25 28.66 609.814.788.088.861 12.480 0. Sewa & Jasa Perusahaan 693.155.417 1.532 1.543 2.83 487.10 8.735 29.414.347 26.637 24.499 1.208.006 3.480.618 28.83 532.374.15 294.233 11. Perdagangan.095 1.160 2.91 2.483.515.9 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kota Semarang Tahun 2005 .07 993.19 61. Pertanian 442.463 2.99 772.471 2.399 5.676 26.74 6.256.52 7.533 25.257 1.679.968 9.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .706 19.540.054 18.972.01 1.812 11.997 0.90 889.829 17.147. % Rp. % Rp.635.453.85 .45 7. % A PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 23.867 10.244 30.224 1.883.445.399.454 12.700.624.20 52.949 321.8762 3.

16 5.611 1.34 14.98 30.544.148 15.516 1.952.16 2.726 0.626 1.58 1.27 5.93 5.640 19.45 30.734.356 11.66 1.19 3.26 9.915. Pertambangan dan Penggalian 28.742 13.624.67 548.58 1.130 27. Listrik. Keuangan.024 14.621 1.142.29 2.749 11.217.455 1.81 7.02 1.291.62 8.851.109 27.527. Perdagangan.730. 17.30 250.358 1.20 2.556.540.501 0.78 9.373.924.61 1.998.33 5.180.32 0.17 30. Hotel dan Restoran 5.708. Bangunan 2.83 6.578 .244 30.192.25 219.572 9.508.21 227.236.078.76 16.86 565.722.303 9.26 9.372 2.90 1.249.16 31.849.87 5.92 12. Jasa 1.156.224 26.34 225.08 4.55 27.068.32 235.265 No.43 27.84 4.515 207.801.540.03 30.711 31. Sewa dan Jasa Perusahaan 495. Gas dan Air Bersih 217.76 2.18 29.230.067.493.194.04 14.17 29.705 2.465.043.072.737 34.96 526.88 2.081.31 260.515.83 1.893.58 27.29 12.992.04 18.28 5. Pertanian 234.182.08 2.79 0.208.459.184. Industri Pengolahan 4.040 9.640.06 507.312 1.118.769.705.949 38.325 3.255.906.09 2.815 B PDRB Atas Dasar Harga Konstan 1.77 3.87 1.28 213.27 6.984 30.80 2.156 11.724.23.553 0.60 4. Pengangkutan dan Komunikasi 2.144 2.745.025.814 20.

pada tahun 2006.56 % dari 6.71 %. Sedangkan pada tahun 2009. Hotel dan Restoran sebesar 29. kemudian meningkat sebesar 5. BPS Kota Semarang Pada tahun 2005 tercatat sebesar 5. dan 6. Jutaan) 2005 2006 2007 2008 2009 *) Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 30 Dari tabel tersebut. pertumbuhan ekonomi kota Semarang tercatat sebesar 5.52%.86 %.6 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang Tahun 2005-2009 Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang 2009.Sektor Usaha / Lapangan Usaha Tahun ( Rp.47 %.14%.27%. Grafik 2.03 % pada tahun 2008 menjadi 5. Peningkatan Laju Pertumbuhan PDRB berimplikasi terhadap kondisi perekonomian Kota Semarang secara makro yang ditunjukan dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). hotel dan restoran.03 % pada tahun 2008. Hotel dan Restoran diikuti kemudian oleh Sektor Usaha Industri Pengolahan dan Sektor Usaha Bangunan. sektor industri pengolahan dan sektor bangunan.98 % pada tahun 2007. Pada tahun 2009 konstribusi masing-masing sektor usaha tersebut adalah sebagai berikut : Perdagangan. kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Kota Semarang adalah Sektor Usaha Perdagangan. dan sektor bangunan sebesar 19. Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang terjadi penurunan pada tahun 2009 sebesar 0.47 % pada . Hal tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang didominasi oleh sektor perdagangan. industri pengolahan sebesar 24. LPE Kota Semarang periode 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang positif seperti terlihat dalam grafik di bawah ini. 5.

350.23. Laju Inflasi Laju inflasi merupakan ukuran yang dapat menggambarkan kenaikan/penurunan harga dari sekelompok barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat. PDRB Perkapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp.727. PDRB Perkapita Peningkatan Laju Pertumbuhan PDRB. Pada tahun 2005 sebesar 16.31 b.89 dan pada tahun 2007 sebesar Rp.889. kenaikan BBM dan TDL.8 Perkembangan PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Kota Semarang Tahun 2005-2009 . Laju inflasi Kota Semarang selama periode tahun 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. tahun 2007 mencapai 6. Besaran laju inflasi yang terjadi lebih diakibatkan pada permintaan masyarakat akan bahan kebutuhan pokok.860.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .09 serta pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp.7 Laju Inflasi Kota Semarang Tahun 2005-2009 Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang 2009.tahun 2009.19 %. Selama periode tahun 2005-2009 PDRB Perkapita Kota Semarang mengalami pertumbuhan yang positif.87.08 %.19.75 %. diikuti dengan kenaikan pendapatan per kapita.34 % dan tahun 2009 sebesar 3.394. Penurunan ini lebih dipengaruhi adanya kondisi perekonomian global seperti kebijakan pasar bebas (Asean-China Free Trade Area/ACFTA). 14.21.17.472.32 Grafik 2.947.46 %. BPS Kota Semarang c.40 kemudian meningkat lagi pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp.59 meningkat pada tahun 2006 menjadi sebesar Rp.579. Grafik 2. tahun 2006 sebesar 6.352.067. tahun 2008 sebesar 10.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

045.-. pada tahun 2008 sebesar Rp.0.578. namun masih jauh diatas angka rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 72.76.591.11.92.897.-.947. Pada tahun 2009 IPM Kota Semarang telah mencapai skor 76.11.40 21.000.000. 10.889.000. diukur dengan kombinasi antara melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah .000.87 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB per kapita atas dasar harga konstan tahun 2000 dari tahun ke tahun juga menunjukkan peningkatan. pada tahun 2007 sebesar Rp.251.534.000.350.11.91. dan pada tahun 2009 sebesar Rp.96.860. serta tingkat kehidupan yang layak dengan ukuran pengeluaran perkapita (purchasing power parity).00 5. Selengkapnya IPM Kota Semarang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 20102015 II . Indek Pembangunan Manusia (IPM) IPM merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk melihat upaya dan kinerja pembangunan dengan dimensi yang lebih luas karena memperlihatkan kualitas penduduk dalam hal kelangsungan hidup.628. d. 12.000.00 10.22.394.00 25.639. pada tahun 2006 sebesar Rp.00 PDRB Perkapita 14.10 . intelektualias dan standar hidup layak.00 15.89 19.727. tingkat pendidikan.338.000.90.000.579.59 17. yang diukur dengan harapan hidup pada saat lahir .09 23.352. angka tersebut menempati urutan kedua dibawah Kota Surakarta.10.072.33 Tabel 2.00 20. Pada tahun 2005 sebesar Rp.472.000.000. IPM disusun dari tiga komponen yaitu lamanya hidup.067.

Sasarannya adalah terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan. tahun 2007 . angka pendidikan yang ditamatkan. Pendidikan Pembangunan pendidikan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Angka Partisipasi Kasar (APK). Beberapa keberhasilan pembangunan bidang pendidikan dapat dilihat dari Angka Melek Huruf (AMH). serta tercukupinya sarana dan prasarana pendidikan. tahun 2006 sebesar 95.54 5 2009 76. Rata-rata Lama Sekolah.Perkembangan IPM Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Tahun Skor Ket 1 2005 75.85 %.3 2 2006 75.2. AMH tahun 2005 sebesar 95.10 %. tercapainya efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Pendidikan yang ditamatkan. perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua masyarakat. dan rasio penduduk yang bekerja.90 Sumber : Indeks Pembangunan Kota Semarang BPS Kota Semarang Tahun 2009 2. angka usia harapan hidup. angka rata-rata lama sekolah. AMH adalah persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. Fokus Kesejahteraan Sosial Pembangunan pada fokus kejahteraan sosial meliputi indikator angka melek huruf. angka kelangsungan hidup bayi. persentase penduduk yang memiliki lahan.3. Kinerja pembangunan kesejahteraan sosial Kota Semarang periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagai berikut : 1.94 3 2007 77. angka partisipasi murni. angka partisipasi kasar.24 4 2008 76.

01 %.11 Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Pendidikan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.60 9.85 95.97 %.10 95.47 2.94 99. Pada tahun 2009 APK SD/MI mencapai 105.17 9. Tabel 2.30 % dan sampai dengan tahun 2009 angka melek huruf sebesar 99.97% tahun 2005 menjadi 96. walaupun dukungan anggaran untuk pendidikan sudah melebihi 20 % dari total anggaran APBD. Angka pendidikan yang ditamatkan pada seluruh jenjang pendidikan baik SD. SMP/MTs 114.30 99. Angka Melek Huruf 95.sebesar 95.20 . sedangkan SMA/SMK/MA mencapai 116.47 %. yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. berapapun usianya.19%. SLTP dan SLTA selama 5 tahun menunjukkan peningkatan dari 90. Capaian APK dan APM pada masing-masing jenjang pendidikan telah berada di atas rata-rata APK/APM Jawa Tengah kecuali untuk SD/MI.80 9. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Oleh karena itu diperlukan upaya pengalokasian anggaran pendidikan yang tepat agar pendidikan menjadi murah namun tetap berkualitas.68 %. SMP/MTs 79. tahun 2008 sebesar 99. Capaian APM SD/MI pada tahun 2009 sebesar 89.80 9.96 %.34 Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah siswa. Belum optimalnya angka capaian APK/APM disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan.51%.27%. Rata Lama sekolah 9. SMA/SMK/MA sebesar 79.54 %.

SLTP.84 79. Angka kelangsungan hidup bayi selama 5 tahun menurun dari 98.35 88. 2010 diolah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .08 % pada tahun 2005 menjadi 81.594 1. Penurunan angka kelangsungan hidup dan peningkatan angka gizi buruk lebih disebabkan adanya penyakit bawaan dan wabah penyakit yang disebabkan oleh vektor binatang seperti Demam Berdarah.01 .19 .27 66. SLTA. hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator bidang kesehatan.8 62.79 105.249 1.289.97% 89.36 89. Angka Partisipasi Kasar . Univ) 1.SMA/SMK/MA 89.21 114. Demikian pula Angka persentase gizi buruk mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 0.96 4.68 .76 63.507. Angka Partisipasi Murni .640 1.12 89.478 1.826 1.SLTP/MTs 89.51% 5.87 112.39 116. Angka Pendidikan yang ditamatkan 90.99 71.51% 96.7 65. Kesehatan Selama kurun waktu 5 tahun (2005-2009) kondisi pembangunan Kesehatan menunjukkan perubahan yang fluktuatif.454.SLTP/MTs 66.21 89.35 2.434. Penduduk Tamat (<SD.54 105.72% 96. Upaya pengembangan paradigma hidup sehat harus menjadi 1.873 1.3.419.SD/MI 102.291.294 1.481.890 1.76 90.14 103.76 105.025 .71 79.455.04 % tahun 2009.40 % tahun 2009.90% 96.175 Jumlah Penduduk No Uraian Tahun Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang.019 % menjadi 0.406.84 88.64 89.71 100.6 88.97 5.94 97.SMA/SMK/MA 62.429.27 . SD.SD/MI 86.

jauh melebihi angka harapan hidup nasional sebesar 69. Begitu pula ratio penduduk miskin terhadap jumlah penduduk kota Semarang semakin meningkat selama 4 tahun terakhir (20052008). namun tahun 2009 menurun . Angka Kelangsungan Hidup Bayi per / 1000 kelahiran hidup (%) 98.04 % 0.8 71. tahun 2006 sebesar 17.9 71.19%. tahun 2007 sebesar 6. tahun 2007 sebesar 21.700 jiwa dan tahun 2008 sebanyak 491. tahun 2007 sebanyak 306. namun pada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi sebesar 398. Kemiskinan Selama kurun waktu 5 tahun (2005-2009) jumlah penduduk miskin mengalami pertumbuhan yang fluktuatif.12 Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Kesehatan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. Namun demikian secara keseluruhan Angka Usia harapan Hidup Kota Semarang di Kota Semarang sebesar 72.32 80.08 80.08%. jumlah penduduk miskin tahun 20052008 mengalami peningkatan .246 jiwa.04 % No Uraian Tahun Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang. Angka Usia Harapan Hidup 71.64%.747 jiwa.29 81.29 81.009 jiwa.017% 0.19%.019 % 0.033 % 0.448 jiwa.1.perhatian utama agar wabah penyakit menular tidak terulang. tahun 2008 sebanyak 33. Tabel 2.40 2. Persentase Gizi buruk 0. tahun 2005 sebanyak 94. tahun 2006 sebanyak 246.9 72 72.0 tahun. 2010 diolah 3.1 3.

08% 33.64% 17. Kedepan diperlukan upaya untuk melakukan unifikasi data kemiskinan agar proses percepatan penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan tepat.700 491.419.481.19% 21.454.78% disebabkan berbagai program penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang semakin menyentuh masyarakat miskin (tepat sasaran). 2010 data diolah 4. Ketepatan tersebut didukung oleh adanya identifikasi dan verifikasi berdasarkan indikator dan kriteria kemiskinan yang disusun sesuai dengan kondisi lokalitas daerah yang semakin mendekati kenyataan.506.246 1. persentase luas lahan bersertifikat yang tercatat di Kota Semarang mencapai angka rasio 72.478 246.30. .025 1.41% Uraian Tahun Sumber : Bappeda Kota Semarang. Optimalisasi peran masayarakat untuk turut serta dalam menyalurkan program Corpotate Social Responsibility (CSR) perlu didorong terus menerus.640 1. Dilihat dari jumlah kepemilikan tanah yang mempunyai sertifikat. Penurunan jumlah dan rasio penduduk miskin sebesar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 36 6. Kepemilikan tanah Berdasarkan sumber dari Kantor Pertanahan Kota Semarang tahun 2010.41%.8 %.924 Rasio 6.434. Berikut gambaran perkembangan penduduk miskin kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009) : Tabel 2.009 1.13 Rasio Penduduk Miskin Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Penduduk Miskin Jml Penduduk 94.747 398.594 1.19% 26. sedangkan untuk rasio kepemilikan tanah mencapai 40.menjadi sebesar 26.448 306.

tahun 2005 sebesar 64. Penurunan ratio penduduk yang bekerja lebih diakibatkan karena meningkatnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja. 5.323 748.61% 88.51% 81.048 465.51%.239 658.14 Rasio Penduduk Bekerja Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Penduduk yang Bekerja Angkatan Kerja 724. tahun 2006 sebesar 64.32 %. Kesempatan Kerja Angka kesempatan kerja dapat dihitung dari jumlah penduduk yang bekerja dibanding dengan angkatan kerja dalam satu wilayah.14 %.61%. tahun 2007 sebesar 88.695 537. 2010 diolah 6.menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi pertanahan yang berarti kepemilikan sertifikat tanah sebagai legalitas atas tanah yang dimiliki semakin menjadi penting.38%. tahun 2008 sebesar 88. namun pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 7.10 %. Tahun 2006 sebesar 0.053 744. Tahun .729 692.44%.302 Rasio 64.37 sebesar 81.019 563. tahun 2005 sebesar 0. Rasio penduduk yang bekerja mengalami peningkatan.565 835.38% 88. Angka Kriminalitas Ratio tindak kriminal selama lima (5) lima tahun terakhir menunjukkan penurunan. Oleh karena itu diperlukan upaya perluasan lapangan kerja sebagai upaya mengatasi pengangguran.44% Uraian Tahun Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi.32% 64.791 663. Berikut gambaran perkembangan ratio penduduk yang bekerja selama 5 tahun (2005-2009) seperti tercantum dalam tabel dibawah ini : Tabel 2.70% atau menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

025 1. Kondisi rasa aman dikalangan masyarakat tersebut harus tetap dipertahankan selama 5 tahun kedepan melalui upaya-upaya preventif dan tetap memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.924 1. Fokus Seni dan Budaya.640 0.07 0.38 2.15 Rasio Tindak Kriminal Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Kriminal Jumlah Penduduk Rasio Uraian Tahun Sumber : Data Pengembangan SIPD.2007 sebesar 0.3.80 pada tahun 2009. Seni dan Budaya Jumlah grup kesenian di Kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009) menunujukkan peningkatan dari 376 buah menjadi 573 buah pada tahun 2009.478 0. Penurunan angka rasio kriminal tersebut menunjukkan makin tingginya rasa aman masyarakat.14 195 1.07 %.481.419. Berikut gambaran perkembangan ratio kriminal selama 5 tahun (2005-2009) seperti tercantum dalam tabel dibawah ini : Tabel 2.3. 10.506.10 139 117 107 108 1. 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Pembangunan pada fokus seni dan budaya meliputi indikator jumlah grup kesenian dan gedung olahraga. demikian pula ratio jumlah grup kesenian terhadap per.65 pada tahun 2005 menjadi 3. Kinerja pembangunan Seni dan budaya Kota Semarang periode 2005-2009 pada masing-masing indikator adalah sebagai berikut : 1.000 jumlah penduduk Kota Semarang yaitu dari 2.594 1.08 % serta tahun 2008 dan tahun 2009 masing-masing sebesar 0. Sedangkan jumlah gedung kesenian juga mengalami peningkatan dari 33 buah 0.434.07 . BPS Kota Semarang.08 0.454.

23 pada tahun 2005 menjadi sebesar 39 buah dengan rasio per 10.025 1. sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.924 Rasio/10.16 Rasio Grup Kesenian Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Grup Kesenian 376 386 573 573 573 Juml Penduduk 1.506.481.025 1.594 1.39 Tabel 2.000 penduduk sebesar 0.924 Rasio/10.000 jumlah penduduk yakni sebesar 3.000 sebesar 0. Berikut gambaran perkembangan Jumlah Grup dan Gedung Kesenian Kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009).419.640 1.454.640 1.000 penduduk 2.419. Demikian pula dengan perkembangan sarana prasarana gedung kesenian menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun namun ratio jumlah gedung kesenian masih relatif kecil terhadap per 10.000 penduduk 0.481.22 0.17 Rasio Gedung Kesenian Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Gedung Kesenian 33 33 33 33 39 Juml Penduduk 1.594 1.87 3.434.506.434.80 pada tahun 2009.26 .dengan rasio per 10. Upaya mengembangkan kesenian tradisional diharapkan akan mampu memberikan dampak kesejahteraan bagi para pelaku seni.454. Namun jika dilihat dari ratio jumlah grup kesenian terhadap 10.23 0.23 0.478 1.478 1.80 Uraian Tahun Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.23 0.26 pada tahun 2009.65 2.000 jumlah penduduk masih relatif kecil.69 3. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurang resposifnya masyarakat terhadap kesenian tradisional.94 3. 2010 diolahRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

506.419.95 3. Olah Raga Jumlah klub olah raga selama 5 tahun (2005–2009) tidak mengalami penambahan atau tetap sebanyak 561 buah pada tahun 2009.18 Rasio Jumlah Klub Olahraga Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Klub Olah Raga 561 561 561 561 561 Juml Penduduk 1.640 1.481.594 1. 2010.434.19 Rasio Jumlah Gedung Olah Raga Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 . akan tetapi banyak aktivitas olah raga yang dilakukan diluar gedung seperti jalan sehat.Uraian Tahun Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.95 tahun 2005 menjadi 3. namun rationya mengalami penurunan dari 3.454.924 Rasio/10.86 3.79 3.000 penduduk 3.91 3.025 1.72 pada tahun 2009. Berikut gambaran perkembangan klub dan sarana prasarana olahraga sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2. Namun demikan untuk dapat memacu peningkatan prestasi atlit diperlukan sarana prasarana olah raga yang representatif. bersepeda maupun olahraga luar ruangan yang lain. diolah Tabel 2.478 1. Begitu pula kondisi sarana dan prasarana olah raga tidak mengalami pertumbuhan atau tetap sebanyak 3 buah gedung olah raga.72 Uraian Tahun Sumber : Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang. 2010 diolah 2. Hal tersebut bukan berarti bahwa budaya olah raga dikalangan masyarakat masih rendah.

594 1.000 penduduk 0. kesejahteraan sosial. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan pada aspek pelayanan umum selama periode 2005-2009 adalah sebagai berikut : 2. ratio guru terhadap jumlah murid dari 1:28 pada tahun 2005 turun . 2010.47%.02 0.Juml Gedung Olah Raga 3 3 3 3 3 Juml Penduduk 1.02 Uraian Tahun Sumber : Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang. seni budaya dan olahraga.924 Rasio/10.1. Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi pelayanan umum yang mencakup layanan urusan wajib. Angka ketersediaan sekolah Pendidikan Dasar dari 4 % pada tahun 2005 menjadi 4.40 2.02 0.76% pada tahun 2009. untuk SMP/MTs mencapai 94.02 0.4.025 1.481. diolahRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .Fokus Layanan Urusan Wajib 1.478 1.506.4. angka kelulusan SD/MI selama 5 tahun dapat mencapai sebesar 99.30 % tahun 2009. ASPEK PELAYANAN UMUM Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi pelayanan umum yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.419.454.95 %.99% menjadi 78.76%. pendidikan menengah meningkat dari tahun 2005 sebesar 66. angka partisipasi sekolah pendidikan dasar mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 86.434.99%. SMA/SMK/MA mencapai 96.64% menjadi 89.640 1.02 0. Pendidikan Kondisi kinerja pembangunan bidang pendidikan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami perubahan fluktuatif.

menjadi 1:19 pada tahun 2009. gedung sekolah SMP/MTs tahun 2005 sebesar 1. ratio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah dari 2.Perkembangan Angka kelulusan SD/MI dari tahun 2005-2009 tetap sebesar 99. Meskipun telah terjadi berbagai .76% tahun 2009.92% tahun 2009.349 gedung meningkat menjadi tahun 2.99%. SMP/MTs mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 86.41 Kondisi fasilitas pendidikan.95 tahun 2009. Kondisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).99 menjadi 78.087 gedung pada tahun 2009. ratio guru terhadap murid tahun 2005 sebesar 1:13 menjadi 1:12 pada tahun 2009.761 gedung.31% tahun 2005 menjadi 96. perbandingan jumlah penduduk melek huruf >15 tahun terhadap jumlah penduduk Kota Semarang tahun 2005 sebesar 95.10% menjadi 99.60% menjadi 94. ratio guru terhadap murid per kelas rata-rata tahun 2005 adalah 1:13:40 menjadi 1:12:34. sedangkan kondisi gedung sekolah SMA/SMK/MA tahun 2005 sebesar 1. jumlah sekolah SD/MI dengan kondisi baik tahun 2005 sebanyak 2.47% pada tahun 2009.451 gedung. sedangkan untuk SMA/MA/STM menurun dari 527 menjadi 18 murid pada tahun 2009. APS tahun 2005 sebesar 66.80% pada tahun 2009.005 gedung meningkat menjadi 1. Angka Putus Sekolah dari tahun ketahun selama 5 tahun (2005-2009) mengalami penurunan yang sangat signifikan. SMA/SMK/MA mengalami peningkatan dari 89. ratio guru terhadap jumlah murid per kelas rata-rata tahun 2005 sebesar 1:28:45 menjadi 1:16:32 pada tahun 2009. jumlah siswa TK/RA/Penitipan anak terhadap jumlah penduduk usia 4-6 tahun sebesar 74. Angka putus sekolah SD/MI menurun dari 151 murid pada tahun 2005 menjadi 31 pada tahun 2009.662 gedung menjadi sebesar 1.68% tahun 2005 menjadi 78.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Sedangkan untuk SMP/MTs dari 344 murid menjadi 21 murid.74% pada tahun 2009. Sedangkan untuk Pendidikan Menengah.15% pada tahun 2005 menjadi 2.

Rasio guru/murid per kelas ratarata 1:28:45 1:26:40 1:20:40 1:20:40 1:16:32Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . pembangunan pendidikan belum sepenuhnya mampu memberi pelayanan merata.2 % 4.42 2. berkualitas dan terjangkau.80% 3.20 Aspek Pelayanan Umum Dalam Bidang Pendidikan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Rasio guru/murid 1:28 1:26 1:20 1:20 1:19 d.64 % 89. Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah 2. Berikut gambaran perkembangan pelayanan bidang pendidikan sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.27 % 4.84 78.60 % 88.78 % 2. Sebagian penduduk tidak dapat menjangkau biaya pendidikan yang dirasakan masih mahal dan pendidikan juga dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sehingga pendidikan belum dinilai sebagai bentuk investasi. Rasio guru terhadap murid per .21 % 89.15 % 2.30% c. Rasio Ketersediaan Sekolah 4 % 4.55 % 2.36 % 89.76 % b. Pendidikan Menengah 1. Rasio guru terhadap murid 1:13 1:13 1:11 1:12 1:12 4.99 71.peningkatan yang cukup berarti.70 65. Angka Partisipasi Sekolah 86.14 % 4.95 2. APS 66.28 % 2.27 66. Pendidikan Dasar a.

005 1.85 % 95.401 Kondisi Sekolah SMP/MTs 1.kelas rata-rata 1:13:40 1:13:40 1:11:40 1:12:34 1:12:34 5.056 1.683 1.021 1.77 % 74. SD/MI 2. Angka Putus Sekolah 1. SMP/MTs 3.761 Kondisi Sekolah SMA/SMK/ MA 1.711 1.039 1.699 1.03 % 78.349 2.92 % 5. 98 % 75.398 2.662 1.10 % 95.087 4.375 2. Penduduk yang berusia > 15 tahun melek huruf (tidak buta aksara) 95. PAUD Jumlah Siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak Jumlah anak usia 4 – 6 Tahun x100% 74.47 % 3.94 % 99.30 % 99. SMA/SMK/MA 151 344 527 105 287 486 .487 2.68 % 74. Fasilitas Pendidikan Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik 2.

99 % 99.86 % 110.99 % 2.06 % 90.97 % 101.98 % 102.69 % 90. Angka Kelulusan 1.29 % Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang.77 % 96.69 % 81.60 % 90.77 % 78.03 % 94.25 % 74.24 % 110. Angka Kelulusan SMP/MTs 86.80 % 86.99 % 99. Kesehatan Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan adalah perilaku hidup sehat.47 % 4. Angka Kelulusan SD/MI 99. Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 110.89 % 101. Angka Kelulusan SMA/SMK/MA 89.99 % 99. Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/D-IV 70.63 281 302 32 22 30 31 21 18 6.12 % 6. Dilihat dari indikator aspek pelayanan kesehatan. Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs 101.97 % 111. Pemerintah Kota Semarang.12 % 101.99 % 99. 2010 diolah 2.31 % 94 % 89.25 % 5.33 % 90.72 % 110.76 % 3. telah berupaya menyediakan fasilitas kesehatan .

Permasalahan pelayanan urusan kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah menurunkan Incident rate DBD dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Berikut gambaran perkembangan pelayanan umum bidang kesehatan selama 5 tahun sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.21 .1 pada tahun 2009. Incident rate DBD per 100. Pada satu tahun terakhir jumlah pengidap AIDS mengalami penurunan menjadi 15 penderita di tahun 2008. Tercatat terdapat 50 penderita di tahun 2005 dan terus meningkat selama 2006 sampai 2009 yaitu berturut-turut : 179 orang. ratio tenaga medis per 1000 satuan penduduk meningkat dari 1. cakupan pelayanan Puskesmas dari tahun 2005-2009 tetap sebesar 231.16 pada tahun 2005 menjadi 0. Namun pada tahun 2009 jumlah penderita kembali meningkat menjadi 19 penderita.39 pada tahun 2009. ratio dokter persatuan penduduk meningkat dari tahun 2005 sebesar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 43 1. Ratio RS per 1000 satuan penduduk menurun dari 0.20 tahun 2005 menjadi 0.25 %.000 penduduk tahun 2005 sebesar 164 menjadi 262.15 pada tahun 2009.17 pada tahun 2009.05 menjadi 2. 195 orang. Jumlah penderita HIV positif memiliki kecenderungan meningkat dalam empat tahun terakhir (2005-2008).89 tahun 2005 menjadi 2. Poliklinik. Demikian halnya dengan pengidap AIDS yang juga mengalami peningkatan selama tiga tahun berturut-turut (2005-2007) yaitu dari 11 penderita. 25 penderita dan 33 penderita.yang dari tahun ketahun semakin dapat menjangkau pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Semarang. Pustu per 1000 penduduk dari tahun 2005-2009 yang menunjukkan penurunan dari 0. Kondisi kinerja pembangunan bidang kesehatan selama 5 tahun (2005-2009) dapat dilihat dari Ratio Puskesmas. 199 orang dan 323 orang. cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan telah mencapai 100%.19 pada tahun 2009.

51 12.60 2.17 5.65 % 8.18 0.31 % 97.20 0. Cakupan kelurahan UCI 79.50% 60. Rasio tenaga medis per satuan penduduk x 1000 1.00 2.65 % 7. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 90.53% 61.89 2.82 2.60 12.77 % 72.Aspek Pelayanan Umum Dalam Bidang Kesehatan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.36 1.17 % 92. poliklinik. Penemuan dan penanganan .21 0. Rasio RS per satuan penduduk x 1000 0. Rasio Posyandu per satuan balita 12. Rasio dokter per satuan penduduk 1.19 0.22 2.10 % 76. Rasio Puskesmas.16 0.39 6.40 12.16 0.65% 9.05 1. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 58. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 10.15 % 96. pustu per satuan penduduk x 1000 0.19 3.37 2.68 12.5% 91% 96.17 0.29 % 90.84% 78.89 % 96.06 2.15 4.16 0.

ratio kondisi jalan .15 1.8% 121 % 13.01%Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .25 % 231.1 16. Pekerjaan Umum Kondisi kualitas jalan terhadap panjang jalan selama 5 tahun terakhir (2005-2009) menunjukkan perkembangan yang fluktuatif.90 % 94. Penemuan kasus TB BTA pos (CDR) 55 59 49 47 50 17. Cakupan puskesmas 231.8 262.77 % 19.1 75.24 % 59 % 49 % 48 % 50 % 11.4 360.73% 3.penderita penyakit TBC BTA 55. 2010 diolah 3.2 Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang.33% 15.25 % 231.86 17 92 19.33 % 20. Klien klinik VCT test HIV 71.77 % 19. Incident Rate DBD/100.90 % 106.77 % 20.000 penduduk yang beresiko 1. Cakupan pelayanan kesehatan . Kesembuhan penderita TB ATA pos (cure rate) 79 70 67 74 63 18. Cakupan kunjungan bayi 92.5 95.9.25 % 231. Cakupan pembantu puskesmas 19.17 1.44 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 rujukan pasien masyarakat miskin 12.39 % 92.000 penduduk 164 130 198. Prevalensi HIV – AIDS per 10.25 % 231.25 % 14.3 2 2.84% 9.95% 10.

66% dipengaruhi oleh adanya program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . tahun 2007 sebesar 61. perubahan kondisi kualitas jalan ini dipengaruhi oleh perubahan iklim.0024 menjadi 0.41%.87%. meningkat hingga mencapai 45.45 pemugaran rumah kumuh.66 %.0070 pada tahun 2009.25%. Peningkatan luas kawasan kumuh lebih disebabkan oleh menurunnya kualitas lingkungan akibat rob dan meningkatnya migrasi penduduk yang tidak berketrampilan dari daerah/kota lain ke Kota Semarang.5 % menjadi 2. Luas kawasan kumuh per luas wilayah selama tahun 20052008 menagalami peningkatan dari sebesar 1.25% menjadi 45. sedangkan penurunan 1.01%. Rasio pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk tahun 2005 sebesar 576.63 menjadi 694.85% pada tahun 2009.83% .87%.22 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pekerjaan Umum Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Proporsi panjang jaringan . Berikut gambaran pelayanan umum bidang pekerjaan umum sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2. tahun 2008 menurun menjadi sebesar 43.02%. rasio rumah layak huni tahun 2005 sebesar 0. namun turun pada tahun 2009 sebesar 1. tahun 2009 sebesar 44. Kondisi kinerja pembangunan Sanitasi selama 5 tahun (2005-2009) dapat dilihat dari presentase sanitasi rumah tinggal pada tahun 2006 sebesar 30. tahun 2006 sebesar 44. Persentase rumah tinggal bersanitasi tahun 2005 sebesar 30. Selain itu juga akibat terjadinya rob khususnya di sepanjang jalan daerah utara Kota Semarang. pada tahun 2009.dalam keadaan baik terhadap jumlah panjang jalan tahun 2005 sebesar 44. dimana pada saat musim hujan banyak terjadi genangan air.85%.55 tahun 2009.

01% 2.50 402.210 0.96 2. Rasio TPU per satuan penduduk per 1000 penduduk 412.jalan dalam kondisi baik 44.762.16 % 4.87 % 44.256 9.85 %.0061 0.0019 2. Rasio jaringan irigasi 70% 72% 74% 75% 76% 3.77 6.87 % 61.02 % 43.05 2.63 623.0019 2.25 % 35 % 38.0047 0.771. Panjang jalan kota dalam .89 % 40.89 % 45.0024 0.83 % 44.55 7.0070 8.72 408.62km 0.40 388. Persentase rumah tinggal bersanitasi 30.29 10.54 0. Rasio pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk 576.03 2.105 0.54 694.29 0.778.51 623.56 638. Panjang jalan dilalui roda 4 2.0019 2.0032 0. Rasio tempat ibadah per satuan penduduk 1. Rasio rumah layak huni 0. 5.125 0.778.62 0.762.11 2.186 0. Rasio permukiman layak huni 0.70 395.0019 2.

Pembangunan turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota 5 ha 5 ha 6 ha 6 ha 7 ha 14.98 1.673.65 2.38 2. Drainase dalam kondisi baik/ pembuangan aliran air tidak tersumbat 49% 52% 53% 55% 57% 13.177.98 1.689. Luas Kawasan Kumuh Luas .157.98 1.177.152. Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar 40% 46% 49% 51% 52% 12.74 1. Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik 45% 48% 49% 49% 65% 15.684.64 11.673.75 2.38 2.kondisi baik (>40 km/jam) 1.38 2.177.673.

23 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perumahan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Perumahan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perumahan di Kota Semarang selama periode 2005-2009 dihitung dari persentase jumlah rumah tangga yang telah menggunakan air bersih terhadap jumlah seluruh rumah tangga. Jumlah rumah tangga pengguna air bersih / jumlah .Wilayah x100% 1. Pada tahun 2005 persentase jumlah rumah tangga yang telah menggunakan air bersih sebesar 12.96% pada tahun 2009. Persentase jumlah rumah tangga yang memiliki sanitasi terhadap jumlah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 46 rumah tangga tahun 2005 sebesar 30. Persentase jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik terhadap jumlah rumah tangga pada tahun 2005 sebesar 89. Berikut gambaran perkembangan aspek pelayanan bidang perumahan selama 5 tahun (2005-2009) sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.50% menjadi 25.85 % 2 % 2. 2010 4.41 % 1.24% meningkat menjadi 98.60% pada tahun 2009. jumlah rumah layak huni terhadap jumlah rumah tahun 2005 sebesar 10.85% pada tahun 2009.5 % 1.66 % Sumber : Data Olahan Dinas Terkait.25% meningkat menjadi 48.28% tahun 2009.63% meningkat menjadi 12.

90 % 97. 2010 5.85 % 3.5 % 1. Penataan Ruang Kinerja pembangunan pelayanan urusan penataan ruang tahun 2005-2009 dilihat dari ratio luas ruang terbuka hijau terhadap luas wilayah ber Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan atau Hak Guna Bangun. Luas lingkungan permukiman kumuh/ Luas wilayah x 100% 1.41 % 1. Jumlah rumah layak huni/ Jumlah seluruh rumah x 100% 10.seluruh rumah tangga x 100% 12.25 % 35 % 38. Jumlah rumah tangga ber sanitasi / Jumlah seluruh rumah tangga x100% 30.50 % 18.1 dan mengalami penurunan menjadi 1.63 % 12.60 % 21 % 25.89 % 40.28 % 4.66 % 5.60 % Sumber : Data Olahan Dinas Tata Kota & Perumahan Kota Semarang.85 % 2 % 2. Pada Tahun 2005 mencapai sebesar 1.28 % 12.74 % 12.96 % 2.24 % 92.50 % 12.06 pada tahun 2009.85 % 12. Jumlah rumah tangga pengguna listrik / Jumlah seluruh rumah tangga x100% 89. .7 % 98 % 98.89 % 48.

09 1.07 1.34 % 52. Jumlah bangunan ber – IMB / Jumlah bangunan 49.01 %. Perencanaan Pembangunan Daerah .62 % 53.24 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Penataan Ruang Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Berikut gambaran perkembangan pembangunan pelayanan umum bidang penataan ruang selama periode 2005-2009 sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.73 % 51.01 % Sumber : Data Olahan Dinas Tata Kota & Perumahan Kota Semarang.Jumlah bangunan ber-IMB pada tahun 2005 sebesar 49.85 % 55.1 1.01% pada tahun 2009.73% meningkat menjadi 55. Luas ruang terbuka hijau / Luas wilayah ber HPL/HGB 1. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat mematuhi regulasi pendirian bangunan dan semakin Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Namun demikian upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan terhadap regulasi tata ruang dan bangunan perlu diimbangi dengan pelayanan perijinan yang lebih baik. 2010 6.08 1. Persentase tersebut terus meningkat secara signifikan hingga tahun 2009 sebesar 55.06 2.47 membaiknya pelayanan yang diberikan pemerintah daerah.

48 Tabel 2. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan kesinambungan perencanaan dengan implementasinya. Berikut gambaran kinerja perencanaan pembangunan daerah selama 5 tahun (2005-2010) sebagaimna tabel dibawah ini :Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yg telah ditetapkan dgn PERDA Ada/ tidak Draf Draf Draf Draf Draf 2.Kinerja pembangunan pelayanan umum bidang perencanaan pembangunan daerah tahun 2005-2009 adalah tersusunnya draft RPJPD pada tahun 2005 yang selanjutnya menjadi dokumen Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 dan telah tetapkan dengan Peraturan Daerah pada tahun 2009 dan tersedianya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2005-2010 yang ditetapkan dengan oleh Peraturan Daerah. Disamping itu juga dilihat dari tersusunnya dokumen perencanaan jangka pendek yang berupa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (tahunan) atau yang disingkat RKPD yang ditetapkan dengan Peratuan Kepala Daerah. Tersedianya Dokumen Perencanaan : RPJMD yg .25 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perencanaan Pembangunan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.

26 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perhubungan Kota Semarang Tahun 2005-2009 .742.49 Tabel 2.30% menjadi 11.telah ditetapkan dgn PERDA/PERKADA Ada/ tidak Ada Ada Ada Ada Ada 3. 2015 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010II . Perhubungan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perhubungan di Kota Semarang selama periode 2005-2009 dilihat dari jumlah arus penumpang angkutan umum selama 5 tahun yang mengalami penurunan dari 11.702. Tersedianya Dokumen Perencanaan : RKPD yg telah ditetapkan dgn PERKADA Ada/ tidak Ada Ada Ada Ada Ada Sumber : Data Bappeda Kota Semarang. Penurunan jumlah penumpang lebih disebabkan adanya pergeseran penggunaan moda angkutan umum ke angkutan pribadi .073 penumpang pada tahun 2009. Tantangan kedepan adalah bagaimana menyediakan pelayanan angkutan massal yang murah. nyaman. Persentase jumlah angkutan darat dibanding jumlah penumpang angkutan darat mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 9.01% pada tahun 2009. aman dan tepat waktu agar kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya angkutan pribadi tidak terjadi.718 penumpang pada tahun 2005 menjadi 5. jumlah pelabuhan laut/udara/terminal bus/stasiun KA tidak mengalami perubahan atau tetap sebanyak 7 buah. 2010 7.

Jumlah arus penumpang angkutan umum 11.21 % 10.0031 0.718 9.857 9.290.325 5. Rasio ijin trayek 0.073 2.30% 9.0026 0.637.683 .039 7.01 % 6.236 5.755 3.0028 0.925 5.516 8.742 3.702.NoIndikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.742.0026 3. Kepemilikan KIR angkutan umum 4. Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis 77777 5.775 3.38 % 11.346 4. Jumlah angkutan darat / Jumlah penumpang angkutan darat x 100% 9.60% 9.597. Jumlah uji kir angkutan umum 7.648 5.0022 0.218 3.

dimana pada tahun 2009 telah menjangkau 132 Kelurahan dari 177 Kelurahan atau 74.Rp 29. 2010 8. Biaya pengujian kelayakan angkutan umum Rp 29. Pemasangan Ramburambu 1414 1497 1683 2060 2239 Sumber : Data Olahan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Berikut gambaran perkembangan pelayanan bidang lingkungan hidup . Lingkungan Hidup Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan lingkungan hidup di Kota Semarang selama periode 2005-2009 diukur dari meningkatnya persentase penanganan sampah tahun 2005 sebesar 69% menjadi 74% pada tahun 2009..7.9.92% pada tahun 2005 menjadi 56.. Semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menuntut peranserta masyarakat untuk dapat memusnahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 50 sampah dengan cara yang ramah lingkungan demi memperpanjang usia TPA.. dengan kemampuan pengangkutan mencapai 72 % dari seluruh produksi sampah total Kota Semarang sebesar 3.Rp 29. Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR) 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 8.Rp 29. Jangkauan pelayanan pengelolaan sampah telah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan.58 % wilayah kota.Rp 29..675 m3/hari atau setara dengan 1.95% pada tahun 2009. Persentase penduduk berakses air minum menurun dari 57.010 ton.

Cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan Sumber Mata Air 15% 15% 15% 20 % 20 % 6. Persentase Luas pemukiman yang tertata 28.58 % 39.95 % 3. Pencemaran status mutu air 20 % 30 % 40 % 50 % 60 % 5.02 % 56.08 % 37.27 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Lingkungan Hidup Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.02 % 4.99 % 57.95 % 56. Persentase penanganan sampah 69 % 70 % 71 % 72 % 74 % 2.sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.08 % 45. Persentase Penduduk berakses air minum 57. .29 % 32.92 % 56.

tahun 2008 sebesar 41 kasus dan tahun 2009 sebanyak 25 kasus. Tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk 57. Antisipasi permasalahan kedepan adalah layanan fasilitasi konflik pertanahan berkaitan dengan pelayanan tertib administrasi di tingkat kelurahan.Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal.46 % 8. 2010 9. Jumlah penyelesaian kasus tanah negara pada tahun 2007 sebanyak 25 kasus . Penegakan hukum lingkungan 52 % 28 % 34 % 35 % 63 % Sumber: Data Olahan Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang.28 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pertanahan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .35 % 63.66 % 62. Pertanahan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pertanahan selama periode 2007-2009 diukur dari meningkatnya persentase luas lahan bersertifikat. Pada tahun 2009 persentase luas lahan bersertifikat mencapai sebesar 72. tahun 2008 sebanyak 7 ijin dan tahun 2009 sebanyak 13 ijin.85 % 69.51 Tabel 2.81%.35 % 62. 10 % 18 % 32 % 40 % 50 % 7. sedangkan jumlah penyelesaian ijin lokasi tahun 2007 sebanyak 9 ijin.

. Penyelesaian izin lokasi . Penyelesaian kasus tanah Negara .59 41 25 3. 2010 10.77%.50% meningkat menjadi 74.29 .02% meningkat menjadi 95% pada tahun 2009. Kependudukan dan Catatan Sipil Kinerja pembangunan pada pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil selama 5 tahun (2005-2009) adalah : Ratio penduduk ber KTP per satuan penduduk tahun 2005 sebesar 92. ratio bayi berakte kelahiran tahun 2005 sebesar 71.58% 60% 72. Berikut gambaran perkembangan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana tabel berikut : Tabel 2. Peningkatan kinerja kependudukan dan catatan sipil lebih dipengaruhi oleh kesadaran penduduk yang disebabkan makin mudahnya pelayanan administrasi kependudukan dan terlaksananya kebijakan kependudukan yang serasi antara kebijakan kependudukan nasional dengan kebijakan kependudukan Kota Semarang.1.. kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk tahun 2009 sebesar 87.68% pada tahun 2009..12% meningkat menjadi 96.9 7 13 Sumber : Data Olahan Kantor Pertanahan Kota Semarang.81% 2. Persentase luas lahan bersertifikat .

00% 92. Kepemilikan KTP 92. Rasio penduduk berKTP per satuan penduduk 92.12 %Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Rasio pasangan berakte nikah 100% 100% 100% 100% 100 % 4.02% 92. .2% 95 % 2.77% 78.52 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 3. Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk 87.6% 96. Rasio bayi berakte kelahiran 71.95% 5.Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.18% 87.21% 97.68% 6.00% 92.02% 95.00% 95.12% 87.50% 74.88% 87.42% 82.18% 83.02% 92.

Ketersediaan database kependudukan skala provinsi Ada/tidak ada ada ada ada ada ada 7. Penerapan KTP Nasional berbasis NIK Sudah/belum belum belum belum belum belum Sumber : Data Olahan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2010 11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.30 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah 15,5% 15,5% 15,5% 15,5% 15,5% 2. Partisipasi perempuan di lembaga swasta

75% 80% 85% 90 % 90 % 3. Rasio KDRT 0 0 0 0,16 % 0,65 % 5. Partisipasi angkatan kerja perempuan (TPAK/ Tk. Partisipasi Angk Kerja)

47,72 46,94 47,48 56,92 60,62 6. Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan 0 0 0 60 191 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 53 Pembangunan pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi perempuan yang terus meningkat sejak tahun 2005 sebesar 75% menjadi 90% pada tahun 2009, serta indeks partisipasi angkatan kerja perempuan yang juga meningkat dari 47,72 pada tahun 2005 menjadi 60,62 pada tahun 2009. Hal ini juga ditunjang juga dengan pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di tingkat Kota dan di 4 (empat) PPT Kecamatan pada tahun 2009, pada tahun 2010 bertambah 2 (dua) PPT Kecamatan dan diharapkan pada tahun 2015 di semua Kecamatan sudah terbentuk PPT, untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan korban

kekerasan terhadap perempuan. 12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.31 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. TFR (Total Fertilitas Rate) 2,85 2,80 2,78 2,75 2,50 2. Cakupan peserta KB aktif 78,81 % 78,81 % 78,91 % 78,93 % 78,95 % 3. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I 127.559 122.029 114.275 115.643 111.480 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010 Pembangunan dalam urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera mengalami peningkatan yang cukup baik, terlihat dari indikator jumlah rata-rata kelahiran setiap 1000 wanita usia subur yang semakin menurun dari 2,85 menjadi 2,50 dalam 5 tahun terakhir artinya jumlah anak dalam setiap keluarga terdiri dari 2 – 3 anak dan peserta KB aktif yang meningkat dari 78,81 % pada

parenting (beyond family planning) dan menggalang kemitraan dengan masyarakat. 13.32 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Sosial Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Tabel 2. Permasalahan kedepan yang harus ditangani secara serius adalah meningkatkan cakupan keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera. Sarana sosial seperti panti asuhan. pendidikan. kesehatan. Hal ini memberikan pengaruh yang positif terhadap upaya pengendalian angka kelahiran yang selanjutnya memberikan konstribusi yang besar terhadap upaya dalam menekan laju Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .54 pertumbuhan penduduk sehingga akan semakin rendah juga jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I. dan peningkatan kualitas lingkungan keluarga melalui pengembangan akses terhadap kualitas hidup keluarga: ekonomi.tahun 2005 menjadi 78. panti jompo dan panti rehabilitasi 75 75 124 97 103 . Sosial Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan sosial selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga secara menyeluruh terutama dalam kemampuan pengasuhan dan penumbuhkembangan anak. swasta dan profesi/perguruan tinggi.95 % pada tahun 2009.

Permasalahan PMKS yang terus berkembang diantaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 55 disebabkan oleh persoalan tuntutan kehidupan yang semakin berat.563 1.150 menjadi 4. disamping persoalan kemiskinan. Sarana sosial yang semula berjumlah 75 di tahun 2005 meningkat menjadi 103 di tahun 2009 dan saat ini terus diupayakan penanganannya oleh Pemerintah Kota.250 1.400 1. Demikian pula penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial dari tahun 2005 sebanyak 3.971 3. PMKS yg memperoleh bantuan sosial 1. Ketenagakerjaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan ketenagakerjaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut Tabel 2.300 1. Oleh karena itu penanganan persoalan sosial harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.357 Sumber : Data Olahan Dinas Sosial dan Olah Raga Kota Semarang. Namun demikian hasilnya belum mampu menekan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) termasuk di dalamnya adalah anak jalanan.150 3. 14.357 di tahun 2009.210 3. Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial 3. 2010 Pembangunan pelayanan sosial di Kota Semarang selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan.261 4.2.33 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Ketenagakerjaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 .168 3.

27 % 64.78 % 62. Tingkat partisipasi angkatan kerja 63.21 % 2.52 % 64. Pencari kerja yang ditempatkan .69 % 61.43 % 61.95 % 62.75 % 4. Angka partisipasi angkatan kerja 61.17 % 61.45 % 65.No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Angka sengketa pengusahapekerja per tahun 129 83 91 100 82 315 kasus 218 kasus 258 kasus 286 kasus 256 kasus 3.

975 8.20 % 109 perush 123 perush 166 perush 212 perush 237 perush 7. .17% menjadi 62. Keselamatan dan perlindungan 14.68 % 35. 2010\ Jumlah angka partisipasi angkatan kerja di Kota Semarang pada 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dari tahun 2005 sebesar 61.39 % 11.90 % 15.96 % 6.21% pada tahun 2009.311 8.470 5. Perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Sumber : Data Olahan Disnakertrans Kota Semarang.60 % 20.4.48 % 14.532 7. Tingkat pengangguran terbuka 35.40 % 25 % 26.449 5.62 % 11.

34 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Koperasi.30 % 75. Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Koperasi.55 % 65. Persentase koperasi aktif 55. sedangkan konflik antara buruh dan pengusaha Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 56 terhadap kebijakan Pemerintah Kota Semarang dapat terselesaikan dengan baik terlihat dari menurunnya jumlah kasus sengketa pengusaha-pekerja dari 315 kasus di tahun 2005 menurun menjadi 256 kasus pada tahun 2009. Kedepan. Tabel 2. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM . upaya fasilitasi penciptaan lapangan kerja melalui pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan terus ditingkatkan termasuk rencana fasilitasi hubungan industrial yang bisa memberikan solusi saling menguntungkan antara pengusaha dan pekerja. sehingga terwujud hubungan industrial yang harmonis. Usaha Kecil dan Menengah Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan koperasi.45% pada tahun 2005 menjadi 64. usaha kecil dan menengah selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.75% di tahun 2009. 15.06 % 63.05 % 75 % 2.Tingkat partisipasi angkatan kerja juga mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya partisipasi angkatan kerja yaitu sebesar 63.

57 melalui rencana fasilitasi permodalan yang mampu mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian masyarakat yang tidak hanya aktif namun juga benar sehat sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi terutama dari pengembangan usaha mikro dan kecil.36 76 140 231 346 3. karena adanya pertumbuhan dan iklim usaha mikro dan kecil yang membaik dan kondusif.176 Sumber : Data Olahan Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang Prosentase koperasi aktif di Kota Semarang mengalami kenaikan dari 55. usaha kecil dan mikro lebih resisten dibanding perusahaanperusahaan yang lebih besar.315 8.06% pada tahun 2005 menjadi 75% pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 Kota Semarang telah ditetapkan sebagai Kota Penggerak Koperasi. Sehingga hal tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang produktif. 16. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM mengalami kenaikan selama kurun waktu 5 tahun.112 9. Jumlah BPR/LKM 22222 4. Usaha Mikro dan Kecil 1.240 1. Penanaman Modal Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan penanaman modal selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. . Hal inilah yang akan terus dijaga dan ditingkatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .162 10. Kenyataan menunjukkan bahwa pada saat terjadi krisis ekonomi. Demikian juga dengan perkembangan usaha mikro dan kecil. peningkatan yang terjadi setiap tahun rata-rata hampir mencapai 100 %.

842. Jumlah investor di Kota Semarang (Penanaman Modal) 1.540. Rasio daya serap tenaga kerja *) 0.068 1.298.253 2.170.970.936. Penanaman Modal (Jumlah .560 1.113 1.93 0.210.00 1.600 1.218.98 1.350.000 1.914.950 2.748.160 2.60 1.97 4. Jumlah nilai investasi (Rupiah) 500.746.056 2.779.35 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Penanaman Modal Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.411 3.Tabel 2.674.

2010 Jumlah investor dan investasi selama 5 tahun telah mengalami kenaikan.464. dan promosi investasi. Tabel 2.470. infrastruktur meningkat lebih baik.928.400 208. Dengan demikian perwujudan Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa akan lebih mampu bersaing dengan daerah lain dalam menarik minat investor dalam maupun luar negeri.000 717.045 131. Kebudayaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kebudayaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.487 189.200.910. Kesemuanya itu akan berdampak pada meningkatnya rasio daya serap tenaga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 58 kerja.903.961 7.086 11. Peningkatan tersebut didukung dengan adanya layanan One Stop Service (OSS) yang memberikan kemudahan dalam mengurus perijinan disamping keamanan yang kondusif.341 13.36 . adalah perlunya dukungan peraturan yang jelas mengenai insentif investasi yang dapat diberikan oleh Pemerintah Daerah guna memacu pertumbuhan investasi.tenaga kerja) orang 4. Kenaikan / penurunan Nilai Realisasi Penanaman Modal (Rp) 216.503.411 Sumber : Data Olahan BPPT Kota Semarang. Upaya peningkatan investasi kedepan.977 5.672.105.726. 17.601 6.

Benda. Penyelenggaraan festival seni dan budaya 45 45 45 45 46 2. situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan ada 174 buah antara lain 4 kawasan sejarah budaya dan 170 buah bangunan. Benda. hanya pada tahun 2009 bertambah 1 event kegiatan. yang terdiri dari bangunan budaya sebanyak 3 buah. bangunan perkantoran 46 buah. bangunan kesehatan sebanyak 3 buah. . Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan 174 174 174 174 174 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 2010 (data diolah) Penyelenggaraan festival seni dan budaya dari tahun 2005 sampai 2008 jumlahnya tetap sebanyak 45 event kegiatan. bangunan tempat ibadah sebanyak 24 buah. Sarana penyelenggaraan seni dan budaya 55 55 55 55 55 3. Kota Semarang telah memiliki sarana penyelenggaraan seni dan budaya sebanyak 55 buah dari tahun 2005 sampai tahun 2009.Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kebudayaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.

bangunan pendidikan sebanyak 11 buah. dan bangunan lainnya sebanyak 11 buah. Tantangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . bangunan rumah tinggal sebanyak 56 buah. Selain itu perbaikan dan penyempurnaan di bidang sarana penyelenggaraan kesenian juga diperlukan dalam mendukung bentuk promosi tersebut. bangunan pengangkutan sebanyak 3 buah.37 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. . Jumlah organisasi olahraga 33333 3. Jumlah organisasi pemuda 34 34 34 34 47 2. Pemuda dan Olahraga Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemuda dan olahraga selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. 18.bangunan Pemerintahan sebanyak 13 buah. Sedangkan pelestarian benda maupun bangunan cagar budaya dilakukan agar lebih bisa menonjolkan ciri dan landmark kota Semarang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.59 kedepan diperlukan kegiatan-kegiatan yang lebih bisa mempromosikan kota Semarang sebagai tempat tujuan wisata. Tabel 2. tidak lagi hanya sebagai tempat singgah sementara.

2010 Dari tabel tersebut diatas. Hal ini dikarenakan jumlah lapangan olah raga yang cenderung tidak bertambah dibanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk.60 berkaitan dengan pelayanan olah raga dan kepemudaan adalah upaya pembinaan dini terhadap pemuda melalui pendekatan institusional baik melalui institusi pendidikan. sekolah dan pramuka maupun institusi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna. menggambarkan penyelenggaraan pembangunan pemuda dan olahraga selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang membaik.067 0. Sedangkan untuk ketersediaan sarana dan prasarana olah raga dengan standar nasional saat ini masih terbatas dan belum terkelola dengan baik.065 0. Jumlah organisasi pemuda dari 34 di tahun 2005 menjadi 47 di tahun 2009. Permasalahan kedepan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Jumlah kegiatan olahraga 6 6 9 15 19 5. rasio sarana dan prasarana olah raga semakin menurun.068 0. Untuk jumlah kegiatan kepemudaan dan kegiatan olah raga masing-masing meningkat dari 2 kegiatan menjadi 7 kegiatan kepemudaan dan dari 6 kegiatan menjadi 19 kegiatan olah raga dalam 5 tahun terakhir ini. Oleh karena itu upaya yang dilakukan yaitu dengan perbaikan dan peningkatan sarana yang ada serta pembangunan pusat olah raga (Sport center) .058 0. Namun dilihat dari sarana olah raga.064*) Sumber : Data Olahan Dinsospora Kota Semarang. Lapangan olahraga 0.Jumlah kegiatan kepemudaan 25557 4. Dilihat dari jumlah organisasi pemuda dan jumlah kegiatan olahraga juga mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2009.

38 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Dari tabel diatas menggambarkan.Panwaslu dan Parpol. Kegiatan pembinaan politik daerah 18 kgt 16 kgt 14 kgt 12 kgt 6 kgt Sumber :Badan Kesbangpolinmas data diolah. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2. Kegiatan Pembinaan terhadap LSM. Ormas dan OKP 214 174 134 94 54 2.Hal ini disebabkan tanggungjawab dan pelaksanaan kegiatan pembinaan politik daerah yang semula dilakukan oleh Pemerintah (Kesbanglinmas) secara bertahap dilakukan oleh KPU.Ormas maupun OKP.yang baru. 19. 2010 Keberhasilan pembangunan demokrasi telah berhasil memantapkan peran masyarakat terutama dari sisi kemandirian organisasi baik LSM. pelayanan urusan kesatuan dan politik dalam negeri menunjukkan peran Pemerintah semakin tahun semakin menurun. .

Kepegawaian dan Persandian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.17 32.000 Penduduk 31. Tabel 2.09 32.000 penduduk 0. Administrasi Keuangan Daerah. Ormas dan OKP yang ada untuk bersama-sama membantu Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan visi dan misi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Perangkat Daerah. Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10. Kepegawaian dan Persandian.61 20.39 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Otonomi Daerah. Pemerintahan umum.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . perangkat daerah.27 2. Pemerintahan Umum.76 2. kepegawaian dan persandian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.85 1. Pemerintahan Umum. Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan otonomi daerah.22 3.36 2. Jumlah Linmas per Jumlah 10. . Otonomi Daerah. Administrasi Keuangan Daerah. administrasi keuangan daerah.85 33.Persoalan kedepan adalah bagaimana membangun sinergitas seluruh kekuatan LSM.45 35.20 2. Perangkat Daerah.

35 7.51 7.28 7. Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota .68 4. Cakupan patroli petugas Satpol PP 23 orang 125 x 57 orang 180 x 50 orang 125 x 57 orang 224 x 154 orang 600 x 7.Rasio Pos Siskamling per jumlah desa/kelurahan 7.32 7. Penegakan PERDA 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 6. Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah (Ada tidak) tidak tidak ada ada ada 5.

0010% 0.17 pada tahun 2005 menjadi 35.66% 15 menit 11. Linmas maupun poskamling yang menunjukan peningkatan.68% 15 menit 17% 15 menit 13. Tingkat waktu tanggap Jumlah ketepatan waktu tindakan pemadam kebakaran 15 menit 20% 15 menit 14.956 5.0011% 0. Sistem Informasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .4.0011% 9.22 di tahun 2009. Administrasi Keuangan Daerah.310 8.602 4. Kepegawaian dan Persandian dapat dilihat dari rasio Polisi Pamong Praja.425 4.0011% 0.0011% 0.9% Sumber : Bappeda (data di olah 2009) Tabel di atas menggambarkan bahwa kondisi aspek pelayanan umum dalam Bidang Otonomi Daerah. Perangkat Daerah. Rasio jumlah Linmas meningkat dari 31.779 4.62 Pelayanan Perijinan dan Administrasi Pemerintah sudah mulai . Pemerintahan Umum. Cakupan pelayanan bencana kebakaran Kota Semarang 0.

Ketahanan Pangan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan ketahanan pangan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Ketersediaan pangan utama (kg/1.451 101.84.diberlakukan sejak 3 tahun terakhir. Surat Walikota Semarang Nomor 501/908 tanggal 30 Maret 2009 perihal Penumbuhan Cadangan Pangan Pemerintah Kelurahan. Surat Keputusan Walikota dan Surat Edaran Walikota. Namun demikian. telah menunjukkan perkembangan yang positif bila dilihat dari jumlah pengaduan yang masuk.. Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa ketersediaan pangan utama mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata pertahunnya adalah 13.40 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. 21. Peraturan Walikota Semarang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan Kota Semarang tanggal 25 Maret 2009. Tabel 2. kedepan diperlukan pelayanan yang tidak mengedepankan aspek represif tetapi lebih ke tindakan preventif.844 Sumber:Kantor Ketahanan Pangan tahun 2010 (data diolah) Kota Semarang telah memiliki beberapa regulasi tentang ketahanan pangan baik dalam bentuk Peraturan Walikota.7%.732 108.000 pddk) . Walaupun dilihat dari ketersediaan pangan utama menunjukan .

peningkatan yang positif, namun antisipasi kedepan diperlukan upaya serius untuk membudayakan penganekaragaman makanan sebagai upaya subtitusi dari pangan utama. 22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemberdayaan masyarakat dan desa di Kota Semarang selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 63 Tabel 2.41 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. LPM Berprestasi 23345 2. PKK aktif 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3. Posyandu aktif 99,57 % 99,72 % 99,72 % 99,86 % 100 % 4. Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakat 80 85 85 90 100

5. Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat 95 80 90 95 100 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010 Dari tabel di atas dijelaskan bahwa kinerja pelayanan umum dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan desa dapat dilihat dari kinerja LPM,PKK dan Posyandu Aktif. Jumlah Posyandu aktif sampai dengan tahun 2009 telah menunjukan kinerja optimal. Dukungan Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakat dan Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat pada tahun 2009 juga telah mencapai 100%. Salah satu akibat dari meningkatnya program tersebut adalah meningkatnya lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) yang berprestasi dengan kenaikan rata-rata 2,7%. Jumlah LPM yang berprestasi diharapkan terus meningkat dikarenakan swadaya masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan akan terus dioptimalkan. 23. Statistik Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan statistik selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.42 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Statistik Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.

Buku ”Daerah Dalam Angka” ada ada ada ada adaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 64 Ada/Tidak 2. Buku ”PDRB Daerah” Ada/Tidak ada ada ada ada ada Sumber : BPS Kota Semarang, 2010 Dari tabel urusan statistik diatas menggambarkan bahwa dokumendokumen yang tersedia dari tahun ke tahun tetap ada. Namun demikian, diperlukan tambahan kelengkapan data dan informasi terutama untuk data-data yang bersifat khusus dan olahan. 24. Kearsipan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kearsipan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.43 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kearsipan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Pengelolaan arsip secara baku 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2. Peningkatan SDM pengelola

39 0.65 Tabel 2. Komunikasi dan Informatika Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan komunikasi dan informatika di Kota Semarang selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.26 3. Rasio wartel/warnet terhadap penduduk 0.kearsipan 1 keg 2 keg 2 keg 3 keg 4 keg Sumber : Data Olahan Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Kota Semarang.31 0. 2010 Tabel tersebut di atas menggambarkan bahwa tatakelola kearsipan semakin meningkat baik dilihat dari pengelola kearsipan maupun peningkatan SDM. Jumlah surat kabar .44 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Selaras dengan perkembangan teknologi. 25. Jumlah jaringan komunikasi 51 / 1 53 / 1 59 / 1 62 / 1 75 / 1 2. pengelolaan arsip harus dapat mengantisipasi arsip berujud digital.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . sehingga dapat diakses secara online oleh masyarakat yang lebih luas.33 0.33 0.

Pameran/expo 27777 Sumber : Data Olahan Bag. website milik Pemerintah Kota semakin meningkat hal ini untuk menunjang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses program dan kegiatan Pemerintah Kota. penyiaran radio/TV lokal.nasional/lokal 10 10 10 10 11 4. Jumlah penyiaran radio/TV lokal Radio : 34 Tv : 34 15 34 15 36 15 38 15 5. Web site milik pemerintah daerah tidak ada ada ada ada 6. Humas Setda Kota Semarang. 2010 Dari tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa jaringan komunikasi. Harapan kedepan perlu ditingkatkan kualitas komunikasi dua arah antara 15 .

611 Sumber : Data Olahan Kantor Perpustakaan & Arsip Kota Semarang. Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah (buah) 2.382 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .45 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perpustakaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.673 33.354 36.758 10. . 2010 Dari tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa rata–rata jumlah perpustakaan dari tahun ke tahun meningkat 4. Jumlah perpustakaan 131 147 150 152 156 2.390 7. Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya baca. jumlah pengunjung di perpusatakaan meningkat dengan rata-rata 22. Perpustakaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perpustakaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.66 perpustakaan per tahun (orang) 3.923 25.6% pertahun.269 19. Jumlah pengunjung 7.5%. 26.810 7. Tabel 2.Pemerintah dengan masyarakat termasuk didalamnya adalah upaya pencitraan positif Kota semarang.539 12.

4. Fokus Layanan Urusan Pilihan 1.2.937 7. Pertanian Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pertanian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.21 % 1.899 2.25 % 1.121 5.27% Hk: 1.46 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pertanian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar (ton) 6.248 4.321 6. Kedepan Perpustakaan akan dikembangkan dengan penerapan teknologi informasi sesuai tuntutan masyarakat. Tabel 2.28% 1.Namun demikian peningkatan tersebut belum mampu diimbangi oleh layanan penyediaan buku. Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB Hb: 1. 2.20 % .

56% 0.21 % 1.08% Hk: 0. Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB Hb: 0. Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB Hb: 0.53 % 0.54 % 0.52 % 4.54 % 0.16 % *) 3.52 % 0.19 % 1.07 % .15 % *) 1.07 % 0.57% Hk: 0.15 % 1.50 % 0.53 % 0.07 % 0.07% 0.1.50 % 0.

8% dari tahun 2005 sampai tahun 2009. tanaman keras dan produksi kelompok tani terhadap PDRB selama kurun waktu 5 tahun terakhir relatif agak mengalami penurunan. Hal tersebut merupakan akibat perubahan fungsi lahan pertanian menjadi permukiman sebagai akibat berkembangnya sebuah kota. Sebaliknya Kontribusi sektor pertanian baik pertanian/perkebunan. Diharapkan program bina kelompok petani akan terus ditingkatkan dalam upaya untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kontribusinya terhadap PDRB.07 % 5. Upaya untuk terus mempertahankan budi daya pertanian dilakukan dengan meningkatkan cakupan pembinaan kelompok tani.059% Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap PDRB 100% 100% 100% 100% 100% 6.00% 0.0.618% 7.07 % 0.059% pada tahun 2009.07 % 0.00% 0. palawija.00% 2. 2. Jumlah kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari tahun 2008 sebanyak 2.67 Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal mencapai kenaikan rata-rata sebesar 10. BPS Kota Semarang 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .07 % 0. Cakupan bina kelompok tani yaitu kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari pemerintah kota. Kehutanan .618% meningkat menjadi 7.07 % 0. Cakupan bina kelompok petani 0.

47 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kehutanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.004 % 0.005 % 0.004 % .14% 22.00% 0. Kerusakan Kawasan Hutan 0.004 % 0. Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB Hb: 0.005 % 0.27% 80. Rehabilitasi hutan dan lahan kritis 8.005 % Hk: 0.005 % 0.Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kehutanan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.00% 0.005 % 0.00% 3.02% 19.005 % 0.05% 17.65% 2.00% 0.00% 0.

48 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Namun demikian upaya untuk melakukan konservasi dan rehabilitasi hutan khususnya hutan rakyat akan terus dilakukan. Salah satu upaya nyata untuk mendorong adalah pelaksanan program Konservasi Lahan Semarang Atas dan Pengentasan Kemiskinan (KLSAPK). Energi dan Sumber Daya Mineral Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan energi dan sumberdaya mineral selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.005 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Pada tahun 2008-2009 mengalami peningkatan yang signifikan hingga 80. Kontribusi sektor pertambangan thd PDRB HB: 0.68 3.20 % HK: 0. BPS Kota Semarang 2009 Sebagaimana wilayah perkotaan yang lain.0. Tabel 2.17 % 0.19 % . Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .18 % 0. kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB pasti relatif kecil.20 % 0.65%.

4.005 1.105 1. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB .141.255.49 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pariwisata Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.17 % 0.323 1.465.633.16 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto.042 2. Pariwisata Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pariwisata selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. 2009 Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB dari tahun 2005 hingga tahun 2009 mengalami penurunan.17 % 0. Tabel 2. Kondisi ini terjadi dikarenakan kegiatan pertambangan khususnya bahan tambang galian C memang sedikit demi sedikit dikurangi aktivitasnya.18 % 0. Kunjungan wisata 1. BPS Kota Semarang.457.16 % 0.0.554 1.

8% 3. Pada tahun 2005 sebanyak 1.18 % 0.141.7 % 100.50 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. obyek maupun destinasi wisata yang menarik dan terintegrasi.83 % 112 % 106 % 2. Kunjungan wisata akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kualitas sarana prasarana. Kelautan dan Perikanan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kelautan dan perikanan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2. Produksi perikanan 103 % 101.042 wisatawan pada tahun 2009.18 % 0. Konsumsi ikan 100.3 % 100 % 99.323 wisatawan meningkat menjadi 1.18 % 0. BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .69 Kunjungan wisatawan terus mengalami kenaikan.95 % 101.18% 0.18 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto 2008. 5. Keadaan ini tercipta karena semakin banyaknya event kegiatan pariwisata maupun kegiatan bisnis.633.2% 99. Cakupan bina kelompok nelayan .0.

8 % 92.5 % 62. walaupun ada masa-masa dimana terjadi penurunan produksi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .5 % 100 % 4.7 % 112 % 98.70 6.2 % 94. Capaian kinerja pelayanan bidang perikanan kelautan tidak lepas dari upaya Dinas Perikanan dan Kelautan dalam membina kelompok-kelompok nelayan yang ada. Tabel 2.25 % .51 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perdagangan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.5 % 25 % 37.37. Produksi perikanan laut 81. Kontribusi sektor Perdagangan thd PDRB HB: 29. 2010 Produktivitas perikanan selama lima tahun terahir menunjukan hasil yang positif. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kelestarian sumber daya hayati perikanan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kemakmuran nelayan tanpa merusak lingkungan termasuk di dalamnya adalah upaya antisipasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi. Perdagangan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perdagangan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.9% Sumber : Dinas Kelautan dan Perikananan Kota Semarang.

30 % 30.282.95 3.10 % 30. Ekspor Bersih Perdagangan (US$) 432.30 % *) 30. Pasar modern (swalayan) c.87 % 30. b.570.533.81 % *) 2.57 923.83 % 28.55 435.189.854. Retail modern 47 .24 185.008.310.577.674.215. Pasar tradisional b.28 % 28. Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal 39% 45% 66% 27% 21% 4. Jumlah sarpras perdagangan a.HK: 31.27 % 28.5 324.03 % 28.

Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB HB26.52 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perindustrian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.96 % .47 47 47 47 Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Perindustrian Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perindustrian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2. Berbagai layanan kemudahan eksport yang didukung sarana prasarana yang mencukupi menjadikan urusan perdagangan mampu menjadi unggulan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 71 7. Pelayanan dukungan promosi maupun peningkatan kualitas produk unggulan terus dilakukan seiring dengan persaingan global yang makin tajam. Persoalan urusan perdagangan adalah bagaimana Kota Semarang mampu menjadikan kota perdagangan sehingga mampu merebut peluang sebagai pusat ekspor barang . Hasil tersebut tampak dari besarnya kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB yang rata-rata mencapai 30 % dari harga konstan. BPS Kota Semarang 2009 Data Olahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Meningkatnya eksport perdagangan tidak lepas dari kinerja pelayanan urusan perdagangan.

66 % 27. 13. Pertumbuhan Industri.9 % 3.85 % 27.HK:27.60 % 25.6 % 2.9 % 0.6 % 5.9 % 3.33 % 24.9 % 3.83 % 27.17 % 4.6 % 3.84% 26.08 % 2.13 % 27.8 % 3. Kontribusi industri rumah tangga terhadap PDRB sektor Industri 3.6 % 10. BPS Kota Semarang 2009 Data Olahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Kinerja pelayanan sektor perdagangan sebenarnya tampak dari seberapa . Cakupan bina kelompok pengrajin 29% 38% 47% 34% 26% Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto.55 % 25.

5. ASPEK DAYA SAING Daya saing merupakan kemampuan sebuah daerah untuk menghasilkan barang dan jasa untuk mencapai peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebab. minat masyarakat untuk mengikuti transmigrasi tidak ada walaupun upaya untuk melakukan dorongan dan motivasi terus dilakukan. fasilitas wilayah atau infrastruktur.69 % per tahun. 1. Daya saing daerah di Kota Semarang dapat dilihat dari aspek kemampuan ekonomi daerah. . Semakin besar cakupan bina kelompok pengrajin maka akan semakin besar pula kontribusi sektor industri terhadap PDRB. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .besar cakupan bina kelompok pengrajin. Produktivitas sektor PDRB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 14. Sektor industri merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB. pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan banyak membawa tingkat kesejahteran masyarakat manakala pertumbuhan tersebut hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat sedangkan masyarakat lain tidak menikmati. Kemampuan Ekonomi Daerah Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu mencerminkan distribusi pendapatan yang adil dan merata. Oleh karena itu layanan pengembangan industri harus tetap dilaksanakan dengan tetap mengedepankan tumbuhnya iklim investasi yang kondusif dengan memperbesar cakupan industry kecil menengah serta ramah lingkungan. Transmigrasi Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan transmigrasi selama periode 2005-2009 tidak menghasilkan kinerja mengingat sejalan dengan berkembangnya semangat otonomi daerah. 8. Kemampuan ekonomi juga dapat dilihat dari produktivitas pada masing-masing sektor lapangan usaha PDRB Kota Semarang.72 2. iklim berinvestasi dan sumber daya manusia.

sektor industri pengolahan dan sektor bangunan.480.595.Tabel 2.53 Aspek Daya Saing dalam Bidang Kemampuan Ekonomi Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2007 2008 2009 Produktivitas daerah setiap sektor 1.155. Perdagangan.307 5.562 9.829 6.538 532.27%. Hal tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang didominasi oleh sektor perdagangan.545 4.617 8.126 5. Persewaan dan Jasa Perush 772.257. Pertambangan dan Penggalian 52. Pada tahun 2009 kontribusi masing-Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 73 masing sektor usaha tersebut adalah sebagai berikut : Perdagangan.387 3. Pengangkutan dan Komunikasi 2.810 9. Sektor perdagangan dan jasa inilah yang akan kembangkan sebagai aktivitas utama warga masyarakat.073.238 2. hotel dan restoran.883.149 3.096 Uraian Sumber : Semarang Dalam Angka th.86 %. .532 8.062 62. Industri Pengolahan 7.635.160 889.762. dan sektor bangunan sebesar 19. Keuangan.414.861 4.780 365. Listrik.347 7.147.227 3. 2009 Dari tabel tersebut.016 3.804 6. hotel dan restoran dan sektor Industri Pengolahan serta sektor usaha bangunan.52 %.968. kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Kota Semarang adalah sektor perdagangan. industri pengolahan sebesar 24. Bangunan 4. Pertanian 321.695 8. Hotel dan Restoran 7.419.023. Jasa 3.126 1.279 581.326 57.695. Gas dan Air Bersih 487.821 7. Hotel dan Restoran sebesar 29.094 414.664.445.

yang meliputi fasilitas transporlasi (jalan.0032 2. fasilitas pendidikan.0037 0.762. fasilitas komunikasi.62 km tahun 2005 menjadi 2. jembatan.0030 .74 Tabel 2. a.62 0. Tersedianya infrastruktur yang memadai merupakan nilai tambah bagi perwujudan pembangunan suatu kota. dan fasilitas air bersih.762. Kondisi infrastruktur merupakan unsur penting yang perlu mendapatkan perhatian agar dapat berfungsi dengan optimal.Panjang jalan 2.Dalam mendukung aksesibilitas. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan 0.0034 0. pelabuhan).0040 0.54 2.762.2.771.29 .778. juga merupakan jalur perlintasan dari wilayah barat (Jakarta) menuju wilayah Timur (Surabaya) dan Selatan (Jogyakarta) atau sebaliknya sehingga Kota Semarang merupakan penopang jalur distribusi perekonomian Jawa Tengah. fasilitas kelistrikan. stasiun kereta api yang mampu menghubungkan seluruh kota di Indonesia.778. Aksesbilitas Daerah Kota Semarang selain merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah.29 2. Fasilitasi Wilayah/Infrastruktur Pembangunan infrastruktur akan meningkatkan mobilitas manusia dan barang antar daerah dan antara kabupaten/kota. Kota Semarang memiliki panjang jalan yang semakin meningkat dalam 5 tahun terakhir ini yaitu 2. terminal bus.778.54 Aspek Daya Saing dalam Bidang Aksesibilitas Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. Daya saing lainnya di bidang Sarana prasarana perhubungan adalah dimilikinya pelabuhan udara/laut.62 2.29 km pada tahun 2009. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

228 19.orang terangkut 13.155. penataan wilayah Kota Semarang terbagi menjadi kawasan yang berfungsi lindung dan kawasan yang berfungsi budidaya.Terminal .082 7.811.089 8.046 9. sempadan waduk.774 7.barang 6. Kawasan yang melindungi kawasan di bawahnya adalah kawasan-kawasan dengan kemiringan >40% yang tersebar di wilayah bagian Selatan.058.257 363.390 3.314.699 2. .barang terangkut 6.741.833 367.706 .575 7.593.407 810.142.645 11.156 7.847 427.901 919.503 392.370.barang 15.860 11.208 6.281 Uraian Tahun Sumber : Data Olahan Dinhubkominfo Kota Semarang.barang melalui dermaga/bandara/ terminal . 2010 b.832 7.012 1.234 1.122.009.482. dan sempadan mata air. Kawasan lindung setempat adalah kawasan sempadan pantai.034 867.382. Jumlah orang.704. Kawasan Lindung.122.168.900. kawasan lindung setempat dan kawasan rawan bencana.252.270 .511 3.479 . sempadan sungai.626.442 20.231 6.115 18.659.379.Bandara .507. meliputi kawasan yang melindungi kawasan di bawahnya.487.333.Jumlah kendaraan 695.280 1..orang 1.orang 297.025.341 7.173.278 6.749 7.498 .Dermaga .orang 8.367.977.501.996 19. Jumlah orang/penumpang terangkut angkutan umum .552 1.168 751. Kawasan lindung rawan bencana merupakan kawasan yang mempunyai kerentanan bencana longsor dan gerakan tanah.197 .120. Penataan wilayah Sebagaimana Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang.

Kawasan olahraga. Pemanfaatan air tanah (non perpipaan). Kawasan Khusus dan Kawasan Terbuka Non Hijau. Kawasan Industri. Kawasan Pendidikan. Kawasan Pemerintahan dan Perkantoran. khususnya di Kota Semarang bagian bawah. Hal ini ditandai dengan timbulnya pusat-pusat kegiatan baru seperti kawasan industri. Kawasan yang dikembangkan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah adalah sebagai berikut :Kawasan Perdagangan dan Jasa. Daya saing ketersediaan air besih akan semakin membaik dengan selesainya pembangunan waduk Jatibarang. Kawasan Wisata /Rekreasi. Kawasan Permukiman. perdagangan/jasa dan tumbuhnya kawasan-kawasan permukiman daerah pinggiran kota.55 . perdagangan dan Jasa. Untuk pelayanan dengan sistem perpipaan meliputi hampir seluruh kecamatan-kecamatan di Kota Semarang. Kawasan perumahan dan permukiman. kecuali Kecamatan Mijen dan Kecamatan Gunungpati. merupakan kawasan yang secara karakteristik wilayah dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah. yaitu tingginya ratio perubahan alih fungsi lahan. yaitu sistem jaringan perpipaan yang dikelola oleh PDAM dan sistem non perpipaan yang dikelola secara mandiri oleh penduduk. Kawasan pemakaman Umum. Namun seiring Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . c. Tabel 2. seharusnya dihindarkan untuk menghindarkan dampak lingkungan yang terjadi. Sistem jaringan perpipaan di Kota Semarang ini pelayanan dan pengelolaannya dilakukan oleh PDAM dengan cakupan pelayanan 15 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Ketersediaan air bersih Penyediaan dan pengelolaan air bersih di Kota Semarang pada saat ini terbagi ke dalam 2 (dua) sistem.Kawasan Budidaya.75 dengan pesatnya perkembangan pembangunan Kota terdapat kompensasi yang tak bisa dihindari dalam tata guna lahan.

827 112.881 31.806 34. terlihat dengan banyaknya satuan sambungan yang dipasarkan kepada masyarakat.017*) .RT berlangganan PDAM .257 .034.Jumlah RT Uraian Tahun 341.042.676.Kebutuhan 789.277.017*) .107 872.026 115.034.384.447 872.369 29.920 34.Pemakaian Air Bersih RT .314 120. 2010 d.52 32.74 32.56 Aspek Daya Saing dalam Bidang Fasilitas Listrik dan Telepon Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Rasio ketersediaan daya listrik .Aspek Daya Saing dalam Bidang Ketersediaan Air Bersih Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Persentase RT menggunakan air bersih 33.650 352. Ketersediaan daya listrik sangat memungkinkan bagi pengembangan investasi.358 373. Tabel 2. maka jaringan telepon telah menjangkaunya seluruh kelurahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .204 Sumber : Data Olahan Kantor PDAM Kota Semarang.915 351.08 32.05 34.962.034. Fasilitas listrik dan telepon Perkembangan jaringan telekomunikasi beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan.776 828.844 413.01 32.Daya listrik terpasang (semua gol tarif) 872.76 yang ada di tiap-tiap kecamatan.277.257 117.642 112. Jika dilihat dari sebaran tiap kecamatan yang ada.093.

Prosentase RT yang menggunakan listrik 85% 85% 86% 81% 73% .687*) 301. Tabel 2.682 352.12/56.806 Prosentase penduduk yang menggunakan HP/Telpon .RT yang menggunakan listrik .881 299.369 301.57 Aspek Daya Saing dalam Bidang Ketersediaan Perdagangan dan Jasa Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1 Restoran 2 Rumah Makan 3 Cafe 14 25 102 14 29 102 14 29 102 19 29 109 19 32 109 4 Hotel Berbintang 28 28 28 28 34 5 Hotel non Berbintang 56 54 56 56 51 6 Pasar Tradisional Pasar Kota 4 4 9 9 9 Pasar Wilayah 11 11 21 21 21 Pasar Lingkungan 29 29 37 37 37 .93 Uraian Tahun Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2009.65/31.11 74.79/35.10 64.58. Ketersediaan Fasilitas Perdagangan dan Jasa Tersedianya fasilitas hotel dan restoran merupakan capaian kinerja daya saing bidang perdagangan dan jasa.687 301.377 351. Pertumbuhan Hotel darn Restoran baru yang terjadi selama ini merupakan salah satu bahwa pertanda bahwa potensi ekonomi masyarakat masih akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat.Jumlah RT 341. BPS Kota Semarang e.314 290.920 413.687*) 373.

sebagaimana berikut..Peringkat 3 Peringkat 4 Peringkat 6 2. Kemudahan Investasi Kota Besar Indonesia . Pro Investasi se-Jawa Tengah Peringkat 3 .77 3. Fasilitas Iklim Berinvestasi Daya tarik investor untuk memanamkan modalnya sangat dipengaruhi faktor-faktor seperti tingkat suku bunga. 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .7 Pasar Modern Mall/ Plaza 11 11 12 12 13 Swalayan/Supermarket/Toserba 53 54 117 148 167 Pasar Grosir 3 3 3 3 3 Uraian Tahun No Sumber : Data Olahan Bappeda Kota Semarang. kemudahan proses perjinan.Peringkat 13 .. dan ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing.. Iklim investasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang mendorong berkembangnya investasi antar lain fasilitas keamanan dan ketertiban wilayah. sebagai infrastruktur dasar yang berpengaruh terhadap kegiatan investasi. Dilihat peringkat daya saing investasi. kebijakan perpajakan dan regulasi perbankan. Tabel 2.58 Aspek Daya Saing Investasi dalam Bidang Peringkat Penghargaan Investasi Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.

Mogok kerja 5 2 1 0 0 Uraian Tahun Sumber : 8 Kel. Sertifikasi ISO 9001-2008 . Data Pengembangan SIPD.Unjuk rasa (politik & ekonomi) 258 43 102 60 119 ..Pertikaian antar warga 2.59 Aspek Daya Saing bidang Iklim Berinvestasi Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. Semarang Tahun 2010-2015 Tabel 2. Berbagai tindakan kejahatan kriminalitass.. Keamanan dan Ketertiban Secara umum kondisi keamanan dan ketertiban sampai dengan tahun 2009 relatif kondusif bagi berlangsungnya aktivitas masyarakat maupun kegiatan investasi. Jumlah Demo .Jumlah Kriminalitas .3. BPS Kota Semarang 2010 b.. Situasi tersebut juga didorong oleh pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya. Kemudahan Perijinan 195 6 139 2 117 5 107 108 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota II . unjuk rasa dan mogok kerja yang merugikan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dapat ditanggulangi dengan sigap oleh apratur pemerintah.9 Perijinan Nama Prestasi Tahun Sumber BPPT Kota Semarang a. Angka Kriminalitas .78 .

waktu dan keamanan perijinan merupakan kinerja utama pelayanan investasi.Faktor pendukung yang sangat erat kaitannya dalam melakukan investasi adalah prosedur dan tata cara perolehan ijin atau pengurusan ijin untuk berinvestasi. c.902 12.020 8. Pemerintah Kota telah melaksanakan pelayanan perijinan sesuai dengan SPP (Standar Pelayanan Publik) dengan menjalankan OSS (one Stop Service) secara konsisten.726 15.911 9. 2010 Dengan rangka memberikan kemudahan Pelayanan kepada masyarakat. Kepastian prosedur.309 . sehingga tercipta citra yang positif mengenai iklim investasi. melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang.Jumlah hari (x) (x) sesuai SPP sesuai SPP sesuai SPP Uraian Tahun Catatan : (x) Data tidak tersedia Sumber : Data Olahan SPP-BPPT Kota Semarang. Tabel 2.Jumlah ijin 8. Proses perijinan dalam berinvestasi dilaksanakan dengan pelayanan perijinan satu pintu (One Stop Services). Perkembangan penerimaan pajak selama tahun 2005 sampai dengan 2009 .60 Aspek Daya Saing dalam Bidang Kemudahan Perijinanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Lama proses perijinan . Pengenaan Pajak Daerah Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya berasal dari Pos Pajak Daerah yang pelaksanaannya mendasarkan pada Peraturan perundangudangan yang berlaku.

343 . 295.366.745.375 22.250 844.479.201 366.000. 10 Tahun 2007 tentang Biaya Pemungutan Pajak Daerah.050 .306.948.299.156..008 506.698 524.Pajak Hiburan 4.369.412.059.522.012.197 76.716 4.503.188.Pajak Pengambilan Bahan Galian C 112.062.Pajak Restoran 24.280 2.738.780.414.420 16.252.883.958 .928 .197.Pajak Reklame 16.824.259 21.621.952 23.517.660. Retribusi Daerah 8.290 81.sampai dengan tahun 2009 menjadi sebesar Rp.832.046.-.011 216.927.531 3.741. Tabel 2.676.660.941.858.528 1.920.500 406.61 Aspek Daya Saing bidang Pengenaan Pajak Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.652 69.490.084.447.933.Pajak Parkir 2.089 851. Pajak Daerah .000 4. Secara rinci penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) kota Semarang selama kurun waktu lima tahun sebagaimana tabel berikut.597.341 1.019.564.063.mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 22% Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 79 per tahun.585 4.562.058 2.Pajak daerah 23.538 1. Upaya penyesuaian terhadap regulasi yang baru mutlak segera dilakukan agar daya saing di bidang pajak mampu segera diakomodasi.664.025. Sedangkan jenis dan klasifikasi pengenaan pajak daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang No.000.814.089.040.765. 619.679.400 100.Pajak Penerangan Jalan 82.539. Pada tahun 2005 penerimaan pajak daerah sebanyak Rp.602 2.120.743.315.277 814.144.772 1.551 .974.400 .510 .853.600 2.811.

000 .669 5.250 326.925 5.000 1.531.450 6.200 4.000 .300 25.000 .Parkir tepi jalan umum 1.722.565.006.500 12.Retribusi RSUD 27.000 27.300 365.583.349.200 112.768 876.524.232.757.150.Retribusi Kebersihan 5.083 5.183.895.000 .600 4.000 138.Retribusi Dinas Perhubungan .437.250 1.661.210.935.698.056.968.Retribusi BLH 185.683 2.200 499.343.000 513.390.000 .020.889 6.500 4.317.263.044 .Tempat Terminal 333.299.915.600.472 7.000 121.286.373.032.000 936.300 979.713.Retribusi Dinas Pasar 12.929.097.000 466.604.332.012 100.031.000 35.306.154.580.963.158 1.100 4.514.427.280.Rtribusi dari Dinas Pendidikan 1.850.750 2.853.886 .004.824.995 .381.553 5.859.621.800 .000 496.952.557.Tempat Pengujian Kendaraan 4.925 .497.940.660 18.145.510 7.718.500 18.700 1.543.500 120.060.300 .687.604.631.869.350.591.900 .772 3.930.697.418.718.000 5.500 3.948.Retribusi Dinas Kebakaran 34.000 28.360.649.100 3.971.624.Retribusi Dinas Budaya Pariwisata 3.214.019.012 .473.971 60.638.956.987.825.390.020 9.Retribusi Dispenduk Capil 5.182.490 .000 39.795.695.231.789.731.317 4.Tempat Khusus Parkir 519.540.Retribusi Pertamanan .275.540.577 101.722.824.060.810 11.816.500 3.058.Retribusi DPU .110 2.062.729.822.849.Retribusi dari Dinas Kesehatan 3.000 327..500 5.304.Retribusi DTKP 14.941.347.082 16.233.952.110.280.723 2.825.074.010.500 898.822.995.360.962.697.427.633.300 362.950 1.175.587.850 2.405.784.905 4.000 432.233.581 4.052.581 2.391.245.299.653.418.

908.054.Retribusi PJPR 771.010.541.520.168.891 .684 101.968 329.224.Retribusi Sekda .957 Uraian Tahun 619.326.464 699.143 43.300 3.675.112.527 1.363.163.825.236.251.697.235 - - - - - - - - 78.654.399. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .939 .964.782 909.000 - - - - - 12.103.525.712 56..063.071 51.095.132.965 .BPHTB 42.279.289.226 31.632 110.705 30.Retribusi Bina Marga 2.PPH Ps 25/29 .270.363.583.944.738.669.610.862.909.740.476.696.851.291.665.037. Sumber Daya Manusia Jumlah penduduk suatu daerah bisa jadi merupakan asset manakala kualitas tenaga kerja yang tersedia sama dengan lapangan kerja yang tersedia.958.540.110.054.913.551.250 .744.867 81.522.576.533.184.700.506 1.767.815 .Retribusi Disospora 2.242.751 78.299 63.408 25.293 793.196 .232.172 80.138. 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .947.502.SDA 69.304.215.433.948 Sumber : Data Olahan DPKAD Kota Semarang.685.057.Retribusi PSDA .394.337 82.685.386 59.676 421.449. .775.316.086 .233 52.978.132 957.632 25.115.262 1.733 45.400 1.PPH OPDN & Pasal 21 25.144.558.119.Pajak Kendaraan Bermotor 59.725 - 870.600 6.80 4.PBB 58.709.743 - 23.923.920.699.013.526.169 86.Bagi Hasil P2AP 758.831.402 .BahanBakar Kendaraan Bermotor 48.113 45.087 606.997.630.343 295.709.654 504.507.729.

075.983 1.184 370. Sedangkan dari sisi kualitas sumber daya manusia.565 2.709 385.16% 35. Penduduk < 15 dan > 64 tahun 392.64 tahun 1.234 373.62 Aspek Daya Saing dalam Bidang Sumber Daya Manusia Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. BPS Kota Semarang Th. 2009 Aspek daya saing PTN/PTS merupakan daya tarik yang strategis yang dapat berfungsi sebagai multiplier effect pada kawasan pinggiran yang pertumbuhannya stagnan atau belum berkembang.050.25% 35.359 Rasio Ketergantungan 35. akan mampu menopang kebutuhan pasar. Penduduk 15 .024 378.061.Struktur dan Komposisi penduduk berdasarkan rasio ketergantungan penduduk semarang masih sangat ideal.23% 35. sehingga dapat meningkatkan investasi dan sebagai upaya pemerataan pertumbuhan wilayah pinggiran . dengan banyaknya perguruan tinggi dan lembaga-lembaga ketrampilan yang ada.23% Uraian Tahun sumber : Kota Semarang Dalam Angka.001 1.885 1.661 1.114. Secara umum daya saing sumber daya manusia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 2.63 Aspek Daya Saing dalam Jumlah PTN/ PTS di Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Perguruan Tinggi Negeri Perguruan Tinggi Swasta Uraian 3 56 3 59 59 3 59 3 60 3 .20% 35.095. Tabel 2.

64 Aspek Daya Saing dalam Jumlah Sarana Prasarana Rumah Sakit di Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1 Rumah Sakit Umum Type A Type B Type C Type D Type E 4 8 2 5 8 1 1 1 1 1 1 5 9 1 1 5 9 1 4 11 1 2 Rumah Sakit Jiwa 3 Rumah Sakit Paru-paru .81 Semakin berkembangnya sarana prasarana kesehatan yang lebih lengkap dan modern di Kota Semarang.Tahun sumber : Kota Semarang Dalam Angka. hal ini dimungkinkan karena kondisi Kota Semarang yang kondusif dan aman. 2009 Dilihat dari tabel diatas dari tahun 2005 sampai dengan 2009 jumlah PTS di Kota Semarang menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Tabel 2. diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang sebagai kota destinasi bagi masyarakat luar untuk datang dengan tujuan memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. BPS Kota Semarang Th. sehingga menjadi salah satu faktor daya tarik orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Kota Semarang. Dilain pihak dengan semakin adanya kemudahan dalam berinvestasi dan didukung dengan infrastruktur Kota yang memadai diharapkan Semarang juga menjadi tujuan investor untuk menanamkan modalnya dalam bentuk pelayanan kesehatan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

454 1.238 20 Pedagang Besar Farmasi 21 Industri Farmasi 25 254 25 33 254 22 Laboratorium Klinik Swasta No.393 1.496 11.049 17 Kader Kesehatan yang ada 18 Kader Kesehatan yang aktif 19 Apotik 258 310 10.454 1.049 11.4 Rumah Sakit Kusta 5 Rumah Sakit OP - - 1 4 - - - 6 Rumah Sakit Bedah Plastik 7 Rumah Sakit Bersalin 1 4 4 23 4 4 23 1 4 4 23 1 3 4 23 1 8 Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) 9 Rumah Bersalin/ Pondok Bersalin 10 Puskesmas .446 1.474 9.Puskesmas non Perawatan 12 Puskesmas Pembantu 13 Puskesling 14 Kelurahan PKMD 15 Posyandu yang ada 16 Posyandu yang aktif 37 177 1. BPS Kota Semarang Th.900 9. Uraian Tahun 33 sumber : Kota Semarang Dalam Angka.173 316 254 25 31 10.442 9.Puskesmas Perawatan .694 8.900 9.383 34 37 11 26 5 29 11 26 33 37 177 1.238 360 254 25 33 10.213 316 254 25 30 11 26 33 37 177 1.454 11 26 33 37 177 1.454 177 13 24 34 1.496 1. 2009 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->