Anda di halaman 1dari 130

PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TERHADAP KESEMPATAN KERJA LULUSAN SISWA SMK NEGERI DI KOTA MEDAN

TESIS

Oleh SUSI SUSILAWATI HARAHAP 077003054/PWD

K O L A
H

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009


pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! 72 Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

PA

A S A R JA

73

PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TERHADAP KESEMPATAN KERJA LULUSAN SISWA SMK NEGERI DI KOTA MEDAN

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh SUSI SUSILAWATI HARAHAP 077003054/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009


pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

74

Judul Tesis

Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi

: PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TERHADAP KESEMPATAN KERJA LULUSAN SISWA SMK NEGERI DI KOTA MEDAN : Susi Susilawati Harahap : 077003054 : Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D) Ketua

(Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS) Anggota

(Kasyful Mahalli, SE, M.Si) Anggota

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof. H. Bachtiar Hassan Miraza, SE) (Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa, B, M.Sc)

Tanggal lulus : 06 Juli 2009


pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

75

Telah diuji pada Tanggal 06 Juli 2009

PANITIA PENGUJI TESIS Ketua Anggota : Prof. Aldwin Surya, SE.M.Pd. Ph.D : 1. Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS 2. Prof. Dr. lic. rer. reg. Sirojuzilam, SE 3. Kasyful Mahalli, SE. M.Si 4. Agus Suryadi, S.Sos, M.Si

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

76

ABSTRAK SUSI SUSILAWATI HARAHAP. NIM. 077003054. Judul penelitian Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri di Kota Medan, Komisi Pembimbing: Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D (Ketua), Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS (Anggota), dan Kasyful Mahalli, SE, M.Si (Anggota). Tantangan menghadapi era globalisasi menuntut adanya kesiapan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Untuk itu pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan SDM. Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menciptakan lulusan yang siap bekerja dan bersaing di pasar tenaga kerja. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tersebut diperlukan kebijakan pemerintah melalui Penerapan Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang merupakan kebijakan pemerintah yang di dalamnya mengatur standar guru, kurikulum, sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum, guru, sarana dan prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan serta untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah lulusan SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan yang tamat tahun 2005 s.d 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Chi-Square (chi kuadrat). Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan lulusan SMK Negeri dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari beberapa instansi yang terkait dengan peneltian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi akademik guru yang mengajar di SMK Negeri di Kota Medan masih belum seluruhnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan, sedangkan kurikulum dan sarana dan prasarana telah mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Faktor yang berpengaruh terhadap kesempatan kerja lulusan adalah kurikulum, sedangkan sesudah penerapan faktor yang mempengaruhi adalah sarana prasarana dengan tingkat signifikansi 0,1% atau tingkat kepercayaan 99 persen dan kurikulum dengan tingkat signifikansi 0,5 atau tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya bahwa kurikulum yang baik dan sarana prasarana yang memadai sangat mendukung terhadap kesempatan kerja siswa. Sedangkan faktor guru pengaruhnya tidak signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Medan, baik sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan. Kata Kunci: Standar Nasional Pendidikan, Kesempatan Kerja. Sekolah Menengah Kejuruan,

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

77

ABSTRACT

SUSI SUSILAWATI HARAHAP. NIM. 077003054. The tittel of Research The Effect Implemetation of National Standard of Education for Employment of the Graduates of State Vocational Intermediate School in Medan City. The Consulting Commission: Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D (Chairman), Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS (Member), dan Kasyful Mahalli, SE, M.Si (Member). The challenge in dealing with globalization era requires the readiness of manpower with qualification which is different to that previously. For that reason, education palys an important role in improving human resources. Vocational Intermediate School (SMK) is one of the educational intitutions that produce quality graduates that are ready to work and compete in manpower market. In order to produce the quality gradutes, the governmental policy is required to improve the education based on the Governmental Rule number 19 of 2005 of the governmental policy governing the standard of teacher, curriculum, facility and infrastructure. This research intends to know compliance of curriculum, teacher, facility and infrastructure of the State Vocational Intermediate School in Medan to the National Standard of Education and in order to know the effect of pre and post-implementation of the national standard of education for employment of the graduates of the State Vocational Intermediate School in Medan. The samples in this research is graduates of SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan and SMKN 5 Medan who graduated within 2005 to 2008. The methodology of research included Chi-Square. The data included primary one collected by interview with the graduates of State Vocational Intermediate School using the questioner and the secondary data collected from some institution related to the research. The result of research showed that academic qualification of teachers who tough the State Vocational Intermediate School in Medan City still not completely adjusted to the recommended standard, whereas the curriculum and facility and the infrastructure have referred to the Government Rule number 19 of 2005 regarding the National Standard of Education. The influencing factors on the employment of the graduates included curriculum, whereas the influencing factor post- implementation included the facility and infrastructure with the significance rate of 0.1% or confidence interval 99%. It means that the adequate curriculum, facility and infrastrucrure have significant support to the employment of students. Wheareas the factor of teachers has no significant effect on the employment of the graduates of State Vocational High School in Medan City, either pre or post-implementation of the National Standard of Education. Keywords: National Standart of Education, Vocational Intermediate School, Employment.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

78

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izin dan limpahan rahmat Nyalah penelitian yang berjudul Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Kota di Medan, dapat diselesaikan. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Atas terselesaikannya penulisan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan, baik sewaktu penulis mengikuti proses perkuliahan maupun pada saat penulis melakukan penelitian. Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada yang terhormat: 1. Bapak Prof. H. Bachtiar Hassan Miraza, SE, selaku Ketua Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD); 2. Bapak Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D, selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini; 3. Bapak Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini; 4. Bapak Kasyful Mahalli, SE, M.Si selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini; 5. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B. MSc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara; 6. Menteri Pendidikan Nasional yang telah memberikan dukungan pembiayaan melalui Program Beasiswa Unggulan hingga penyelesaian tesis ini berdasarkan DIPA Sekretariat Jenderal DEPDIKNAS Tahun Anggaran 2007 sampai dengan 2009;

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

79

7. Ayahanda dan ibunda tercinta, terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga ananda diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan penulisan tesis ini, begitu juga dengan saudara-saudaraku, Juar, Ronggur dan Ali serta seluruh keponakan; 8. Khususnya kepada ananda tersayang, Bella, Syakirah dan Sultan, yang merupakan pemacu semangat bagi penulis; 9. Special thanks to Mr. Adiwijaya, Ph.D, Ir which is has supported and contribution to success writing this thesis. 10. Seluruh civitas akademika Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, yang telah banyak membantu penulis dalam proses administrasi maupun kelancaran kegiatan akademik, termasuk juga seluruh teman-teman di jurusan PWD USU khususnya teman-teman yang di jurusan Perencanaan Pendidikan yang telah banyak membantu memberikan masukan dan dorongan dalam penulisan tesis ini. Akhirnya dengan mengucapkan alhamdulillahirobbilalamin, tesis ini dipersembahkan bagi semua pihak yang membacanya, dengan harapan dapat memberikan koreksi dan masukan yang bermanfaat untuk kesempurnaan tesis ini.

Medan, 06 Juli 2009 Penulis,

Susi Susilawati Harahap

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

80

RIWAYAT HIDUP

Susi Susilawati Harahap dilahirkan di Medan pada tanggal 03 Agustus 1976, Putri Sulung dari empat bersaudara atas perkawinan Abu Rahim Harahap dan Khairani Siregar. Menyelesaikan pendidikan SDN 066057 di Medan tahun 1988, SMPN 15 Medan tahun 1991, SMAN 8 Medan tahun 1994, memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi UISU tahun 1999 dan mendapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke STIA LAN-RI kampus Bandung tahun 2000 dan memperoleh gelar sarjana sosial tahun 2001. Pada tahun 2007 mendapat beasiswa kembali untuk melanjutkan jenjang pendidikan strata-2 (S2) di Sekolah Pascasarjana Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Konsentrasi Perencanaan Pendidikan Universitas Sumatera Utara Medan. Saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

81

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK .. i ABSTRACT .. ii KATA PENGANTAR ...... iii RIWAYAT HIDUP .. v DAFTAR ISI .. vi DAFTAR TABEL viii DAFTAR GAMBAR x DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ....... 1.2 Perumusan Masalah ......... 1.3 Batasan Masalah ............. 1.4 Tujuan Penelitian ............. 1.5 Manfaat Penelitian .......... 1 1 10 10 10 11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ...... 12 2.1 Konsep Pendidikan ..................................................................... 12 2.1.1 Pentingnya Arti Pendidikan ................................................. 12 2.1.2 Profil Pendidikan Nasional .................................................. 13 2.1.3 Perencanaan Pendidikan ...................................................... 15 2.2 Standar Nasional Pendidikan ........................................................ 17 2.2.1 Standar Guru Sebagai Tenaga Pendidik .............................. 22 2.2.2 Standar Kurikulum Pendidikan ............................................ 31 2.2.3 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan ........................... 37 2.3 Pendidikan Kejuruan.................................................................... 39 2.3.1 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan ......................... 39 2.3.2 Program Pengembangan Pembelajaran (Life Skills) ............ 47 2.4 Aspek-aspek Ketenagakerjaan ............................. 51 2.4.1 Sumber Daya Manusia.......................................................... 51 2.4.2 Lapangan Kerja dan Kesempatan Kerja.............................. 52 2.5 Keterkaitan antara Pendidikan, Ketenagakerjan dengan Pengembangan Wilayah............................................................... 55 2.5.1 Pengembangan Wilayah dan Perencanaan Wilayah............ 55 2.5.2 Pendidikan dan Ketenagakerjaan dalam Konteks Pengembangan Wilayah ....................................................... 58

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

82

2.6 Kerangka Berpikir........................................................................ 62 2.7 Hipotesis Penelitian ..................................................................... 64 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 65 3.1 Lokasi Penelitian ........................................................................... 65 3.2 Jenis dan Sumber Data .................................................................. 65 3.3 Populasi dan Sampel ..................................................................... 66 3.4 Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 68 3.5 Teknik Analisis Data ..................................................................... 68 3.6 Defenisi Operasional dan Batasan Penelitian ............................... 70 HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 72 4.1 Gambaran Umum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan........................................................................................... 72 4.2 Kondisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kota Medan .......... 74 4.3 Kondisi Guru, Kurikulum, Sarana Prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan.. 77 4.3.1 Guru ... 77 4.3.2 Kurikulum .. 79 4.3.3 Sarana dan Prasarana . 81 4.4 Karakteristik Lulusan SMK Negeri di Kota Medan 85 4.5 Kesesuaian Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan........ 87 4.5.1 Guru 87 4.5.2 Kurikulum .. 90 4.5.3 Sarana dan Prasarana .. 92 4.6. Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan dengan Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Medan .............. 93 4.6.1 Keterserapan Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan . 93 4.6.2 Standar Nasional Pendidikan yang Paling Berpengaruh terhadap Kesempatan Kerja Lulusan 100 4.7. Perencanaan SMK Negeri Kota Medan di Masa yang Akan Datang.......... 106 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 110 5.1 Kesimpulan ................................................................................... 110 5.2 Saran ............................................................................................. 111

BAB IV

BAB V

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................113

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

83

DAFTAR TABEL

Nomor 1.1.

Judul Jumlah Pencari Kerja pada Tingkat Pendidikan SLTA/SMK yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Tahun 2005 2007 (Orang).......

Halaman

5 5 42 45 55

1.2. 2.1. 2.2. 2.3. 3.1.

Jumlah Lulusan SMK Negeri Medan Tahun 2005 2007 (Orang).... Perbandingan SMK dengan SMU..................................................... Struktur Kurikulum Sekolah Kejuruan ............................................. Perbedaan Pasar Tenaga Kerja Terdidik dan Tidak Terdidik .......... Jumlah Alumni SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Medan Mulai Tahun Pelajaran 2004/2005 2007/2008.......................................... Sebaran Responden Berdasarkan Tahun Pelajaran........................... Kelompok Keahlian dan Program Keahlian Masing-masing Tiap Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan............................ Jumlah Guru SMK Negeri Kota Medan Berdasarkan Tahun Pendidikan (Orang).......................................................................... Indikator Angkatan Kerja di Kota Medan Tahun 2006-2007........ Jumlah Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kota Medan ............................................................................................ Lowongan Pekerjaan yang Terdaftar dan Telah Dipenuhi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2006-2007 (Persentase)............................... Jumlah Guru berdasarkan Tingkat Pendidikan Mulai TP. 2004/ 2005 2007/2008 (Orang)................................................................ Jumlah Guru Berdasarkan Rumpun Mata Pelajaran TP. 2004/ 2005-2007/2008 (Orang)................................................................... Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan Tahun Pelajaran 2004/2005 s/d 2007/2008..........................

66 67

3.2. 4.1.

72

4.2.

74 75

4.3. 4.4.

75

4.5.

76

4.6.

78

4.7.

79

4.8.

80

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

84

4.9.

Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan Tahun Pelajaran 2008/2009.................................................... Sarana dan Prasarana pada SMK Negeri yang Menjadi Sampel..... Rekapitulasi Responden Berdasarkan Program Keahlian (Orang)... Persentase Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan mulai TP. 2006/2007 dan 2007/2008 (%)..................................................... Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri (Orang) .............................................................................................. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri Berdasarkan Program Keahlian (Orang) .......................................... Kesesuaian Jenis Pekerjaan dengan Program Keahlian Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan ...................... Kesesuaian Membuka Usaha Sendiri dengan Kompetensi Keahlian............................................................................................. Jumlah Lulusan yang Langsung Bekerja pada Tempat Praktik Setelah Menamatkan Sekolah (Orang) ............................................. Crosstab Guru* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase).......................................................

80 82 86

4.10 4.11. 4.12.

87

4.13.

94

4.14.

95

4.15.

96

4.16.

98

4.17

99

4.18.

100

4.19.

Crosstab Kurikulum* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase).......................................... 102 Crosstab Sarana dan Prasarana* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase)....................... Program Keahlian dan Jumlah Rombongan Belajar.......................... Keterserapan Lulusan dalam Memperoleh Kesempatan Kerja dan Kesesuaian Pekerjaan dengan Kompetensi Lulusan Berdasarkan Sekolah.........................................................................

4.20.

103 107

4.21. 4.22.

108

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

85

DAFTAR GAMBAR

Nomor 2.1. 2.2.

Judul

Halaman 49

Skema Terinci Life Skills..................................................................... Hubungan Antara Pengembangan Wilayah, Sumberdaya Alam, Sumber Daya Manusia dan Teknologi................................................. Skema Kerangka Berfikir ....................................................................

57 63

2.3.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

86

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX.

Judul

Halaman

Kuesioner Penelitian............................................................................. 117 Hasil Jawaban Responden ................................................................... 125 Uji Validitas ........................................................................................ 127 Tabel Frekwensi dan Hasil Chi Square .................................................132 Dokumentasi Penelitian ....................................................................... 139 Peta Kota Medan .................................................................................. 147 Contoh Lowongan Pekerjaan.................................................................148 Izin Penelitian....................................................................................... 159 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian................................... 160

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

87

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Pendidikan adalah suatu proses belajar-mengajar yang dilakukan dengan

sengaja, sadar dan berencana yang membiasakan para warga masyarakat sedini mungkin untuk menggali, mengenal, memahami, menyadari, menguasai, menghayati serta mengamalkan nilai-nilai yang disepakati bersama sebagai terpuji, dikehendaki serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan pribadi masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu pokok masalah yang dihadapi bangsa ini untuk memasuki era globalisasi adalah kondisi Sumber daya manusia (SDM) yang relatif rendah yang dicermati dari pemilikan latar pendidikannya. Peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian semua pihak, terlebih dalam suasana krisis multidimensi yang terjadi saat ini, masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persaingan bebas. Untuk itu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki. Dalam hal ini para peraku pembangunan pendidikan berupaya untuk menaikkan derajat mutu pendidikan Indonesia agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja dengan menyesuaikan pembangunan pendidikan itu sendiri. Menurut Surya (2007: 5), dinyatakan bahwa pendidikan diperlukan untuk meraih kedudukan dan kinerja optimal pada setiap pekerjaan dilakukan. Pendidikan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

88

adalah sebuah sistem formal yang mengajarkan tentang pengetahuan, nilai-nilai dan pelbagai keterampilan. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa tujuan dari pembangunan adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Oleh karena itu dalam pembangunan tersebut pendidikan memegang peranan penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemerintah mempunyai kewajiban dalam melaksanakan setiap kebijakan pendidikan yang diambil untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut, sehingga arah kebijakan pendidikan menjadi bagian dari upaya dalam melaksanakan amanat yang terkandung dalam UUD 1945. Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan salah satunya seperti yang telah dimuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang di dalamnya mencakup dasar dan tujuan, penyelenggaraan pendidikan termasuk wajib belajar, penjamin kualitas pendidikan serta peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan tersebut dibuat untuk menghasilkan Pendidikan Indonesia yang baik dan lulusan berkualitas di sektor jenjang pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut terlebih dahulu menentukan standar yang harus menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pendidikan, maka untuk itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang kemudian dibentuk pula Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sebagai badan yang menentukan 8 (delapan) standar dan kriteria pencapaian penyelenggraaan pendidikan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

89

Adapun standar-standar yang menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tersebut yaitu: 1) Standar Isi, 2) Standar Proses, 3) Standar Kompetensi Lulusan, 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5) Standar Sarana dan Prasarana, 6) Standar Pengelolaan, 7) Standar Pembiayaan dan, 8) Standar Penilaian Pendidikan. Namun pada tulisan ini yang menjadi bahasan penulis adalah standar isi (kurikulum), Standar Pendidik dan Tenaga Pendidik (guru) dan standar sarana dan prasarana, yang diterapkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dengan kelompok keahlian tehnik dan industri, khususnya program keahlian yang berbasis teknik di Kota Medan. Pendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan Nasional memainkan peran yang sangat strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga kerja nasional yang terampil. Karena setiap lulusan SMK memang ditempah untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai, dalam arti ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya lulusan SMK tersebut dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapat sewaktu di sekolah. Tantangan era globalisasi saat ini menuntut adanya kesiapan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang berbeda dengan keaadaan sebelumnya. Dengan jumlah angkatan tenaga kerja yang besar, diharapkan benar-benar mampu menyesuaikan diri agar dapat memiliki keunggulan yang kompetitif. Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha dan dunia industri. Hal ini dikuatkan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

90

oleh Sidi (2001: 137) bahwa pendidikan kejuruan model lama memiliki kelemahan yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik tertinggal oleh kemajuan dunia usaha/dunia industri (DU/DI), tidak jelas kompetensi yang dicapai, tidak mengakui keahlian yang diperoleh di luar sekolah. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), H. Hasanuddin Rachman mengatakan struktur pengangguran terbuka di Indonesia tahun 2002 adalah tingkat pendidikan SD dan SD kebawah 3,22 juta orang (35%), SMP 2,15 juta orang (15,24%). SMU 2,14 juta orang (23%), SMK 1,11 juta orang (12%), Diploma/Akademi 0,23 juta orang (3%), Universitas 0,26 juta orang (3%) (apindo.or.id). Dari data di atas tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas tamatan di Indonesia masih rendah, termasuk kualitas tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data ini membuktikan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka di Indonesia termasuk tamatan SMK yaitu sebesar 1,11 juta orang (12%), padahal tamatan SMK seharusnya memiliki kompetensi yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja karena dalam perspektif Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) yang dasarnya life skills, telah menempati prioritas sebagaimana yang tertuang dalam tujuan SMK itu sendiri (Priowirjanto, republika.or.id). Berikut ini jumlah pencari kerja di Kota Medan menurut jenis kelamin dan jumlah lulusan pada tingkat pendidikan SLTA/SMK, sebagaimana dijelaskan pada Tabel 1.1 di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

91

Tabel 1.1. Jumlah Pencari Kerja pada Tingkat Pendidikan SLTA/SMK yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Tahun 2005 2007 (Orang) No 1. 2. 3. Tahun 2005 2006 2007 Jumlah Laki-Laki 2.000 5.604 4.712 12.316 Perempuan 4.982 5.807 7.170 17.959 Jumlah 6.982 11.411 11.882 30.275 Persentase 23,06 37,69 39,25 100,00

Sumber: Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, 2008 Dari Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah pencari kerja pada tingkat pendidikan SLTA/SMK setiap tahun meningkat. Dalam 3 tahun berturut-turut mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, menunjukkan bahwa pada tahun 2005 jumlah pencari kerja sebanyak 6.982 orang (23,06 %), tahun 2006 sebanyak 11.411 orang (37,69%) dan tahun 2007 sebanyak 11.882 (39,25). Berikut ini jumlah lulusan SMK Negeri Medan yang tammat mulai dari tahun 2005 sampai dengan 2008. Tabel 1.2. Jumlah Lulusan SMK Negeri Medan Tahun 2005 2008 (Orang) Tahun 2005 2006 2007 2008 Jumlah Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2008 No. 1. 2. 3. 4. Jumlah 6.597 6.900 7.226 7.447 28.167

Dengan jumlah lulusan yang begitu besar yaitu hingga tahun 2008 mencapai jumlah 28.167 orang lulusan sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.2 di atas, pendidikan kejuruan harus mampu mengakomodasikan permintaan pasar tenaga kerja yang terus berubah mengikuti tuntutan perkembangan ekonomi dunia. Untuk itu Departemen Pendidikan Nasional menghadapi banyak tantangan dalam

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

92

mengembangkan pendekatan demand driven dalam kebijakan pendidikan kejuruan yang terkait erat dengan penyediaan tenaga kerja yang terampil. Keadaan yang ada saat ini, sistem pendidikan kita masih menekankan fungsinya sebagai pemasok tenaga kerja terdidik dari pada sebagai penghasil tenaga penggerak pembangunan (driving force). Tenaga kerja yang dihasilkan belum mampu melakukan pembaharuan dan penciptaan gagasan baru dalam rangka menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Lulusan pendidikan kita lebih cenderung meminta pekerjaan (job seeker) daripada berinisiatif menciptakan pekerjaan atau kegiatan baru (job creator). Untuk itu, pemerintah terus mengusahakan peningkatan jumlah siswa SMK sehingga mencapai perbandingan 70% SMK dan 30% adalah siswa SMU. Oleh karena itu, kurikulum yang ditekankan pada Sekolah Kejuruan tersebut adalah mata pelajaran yang akan berguna untuk mencari pekerjaan. Kurikulum SMK harus lebih mengutamakan mata pelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan dan lapangan pekerjaan atau yang sering disebut dengan Model Link and Match yaitu memilih mata pelajaran dan jurusan yang dapat menunjang pekerjaan. Namun pada kenyataannya (Kunandar, 2007: 1 dikutip dalam Kompas, 4 Desember 2004) menyatakan lembaga pendidikan lebih sering terpaku pada teori, sehingga peserta didik kurang inovatif dan kreatif sehingga minimnya kompetensi yang dimiliki. Untuk menghasilkan tamatan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha (du) dan dunia industri (di), yang secara nyata terus berkembang dari waktu ke waktu, maka kurikulum SMK harus dirancang dan dilaksanakan untuk menyesuaikan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

93

dengan kompetensi yang sedang berkembang, khususnya di era pasar bebas Asean Free Labour Area (AFLA) 2003. Menurut Tilaar (2006: 167), dalam proses belajar dan mengajar walaupun kurikulum yang telah ditetapkan bagus dengan menentukan standar isi yang tinggi, tetapi apabila tidak tersedia guru yang profesional maka tujuan kurikulum tersebut akan sia-sia, begitu juga dengan sarana dan prasarana yang mencukupi tetapi tenaga guru tidak profesional, maka akan sia-sia juga. Selain kurikulum, guru juga sangat berperan sekali dalam menciptakan lulusan yang berkualitas sehingga dituntut profesionalnya dalam mengajar. Profesionalisme guru sangat dibutuhkan karena merosotnya mutu pendidikan nasional yang disebabkan keberadaan guru yang tidak profesional. Untuk itu kualifikasi akademik seorang guru harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan, karena bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan ilmu yang tidak dikuasainya. Tidak jarang kita lihat munculnya guru-guru baru yang sebenarnya jiwa dan talentanya bukan sebagai seorang pendidik. Namun karena tuntutan zaman dan sulitnya mencari pekerjaan tidak ada pilihan selain menjadi guru sebagai lapangan pekerjaan, karena profesi ini lebih besar peluangnya dibandingkan profesi yang lain. Jika kondisi seperti ini yang terjadi bagaimana mungkin guru dapat bekerja secara profesional, sebab kemampuan guru SMK dituntut untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya menguasai materi-materi teoritis saja, namun juga harus ahli dalam praktek di lapangan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

94

Faktor lainnya yang juga menentukan kualitas tamatan SMK adalah sarana dan prasarana seperti gedung dan fasilitas lainnya untuk mendukung proses belajar dan mengajar seperti alat peraga dan praktek, laboratorium, balai latihan kerja (BLK) sebagai tempat praktek kerja bagi sekolah kejuruan sangat dibutuhkan para siswa. Jika standar tersebut belum terpenuhi bagaimana para siswa dapat mempraktekkan atau latihan untuk menerapkan ilmu yang telah diperolehnya dari guru. Untuk itu upaya pengembangan fasilitas pada SMK terutama fasilitas laboraturium praktek kerja yang up to date dan diharapkan pihak sekolah dapat mengembangkan kerjasama dengan dunia usaha/industri serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa SMK. Jumlah program keahlian pada SMK yang ada di Indonesia sebanyak 109 sedangkan program keahlian SMK di Kota Medan hanya berjumlah 38 yang tersebar di beberapa SMK Negeri maupun SMK Swasta di Kota Medan. Kota Medan memiliki 12 unit SMK Negeri yang terbagi kedalam 30 program keahlian. Namun dalam penerapan standar Nasional Pendidikan masing-masing sekolah masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari kurikulum, kualitas guru maupun sarana dan prasarana yang dimiliki masih kurang sehingga berpengaruh kepada jumlah lulusan SMK yang memperoleh kesempatan bekerja baik di instansi pemerintah, swasta ataupun membuka usaha sendiri. Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh penerapan standar pendidikan tersebut terhadap serapan lulusan siswa SMK Negeri di Kota Medan dalam memperoleh peluang kesempatan kerja, karena berdasarkan pengamatan masih
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

95

terdapat sekolah kejuruan yang belum tepat dalam pemilihan kurikulum untuk mata pelajaran kejuruan, sehingga terjadi ketidak-sesuaian (educational mismatch) antara apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dengan permintaan pasar tenaga kerja. Hal ini disebabkan jumlah mata pelajaran yang lebih humoria lebih banyak dibandingkan dengan jam mata pelajaran yang berkaitan langsung dengan kejuruan bahkan mata pelajaran yang seharusnya tidak dibutuhkan pada Sekolah Kejuruan tersebut ikut dipelajari. Selain itu, masih terdapat SMK yang belum mempunyai balai latihan kerja, sehingga masih menumpang pada sekolah kejuruan lainnya dan masih belum memadainya ruang laboratorium dan alat peraga atau praktek. Hal ini tentunya proses belajar dan mengajar berjalan tidak efektif. Fenomena lain yang ditemui adalah masih kurangnya kompetensi guru pada sekolah kejuruan, baik

profesionalismenya maupun pendidikan akademiknya, sehingga guru kejuruan tidak memiliki pengalaman kerja industri, dalam praktek kurang mampu menjaga relevansi dengan perubahan pasar kerja, membiarkan siswa menghasilkan mutu kerja asal jadi, membiarkan bekerja tanpa pengawasan dan bimbingan serta tanpa memperhatikan keselamatan kerja. Dari uraian tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa penerapan standar pendidikan yang sesuai dengan ketentuan pemerintah diharapkan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia Indonesia berkualitas yang dapat bersaing pada pangsa pasar tenaga kerja, untuk itu penulis merasa tertarik melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri di Kota Medan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

96

1.2.

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, peneliti mencoba

mengemukakan beberapa permasalahan yang akan dibahas, yaitu: 1. Apakah kurikulum, guru, sarana dan prasarana pada SMK di Kota Medan telah sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional? 2. Bagaimanakah pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri di Kota Medan?

1.3.

Batasan Masalah Pada kajian ini, Standar Nasional Pendidikan yang dibahas akan dibatasi pada

3 (tiga) standar saja, yaitu: Standar Isi (Kurikulum), Standar Tenaga Pendidik (Guru), dan Standar Sarana dan Prasarana pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan Kelompok Keahlian Tehnik dan Industri.

1.4.

Tujuan Penelitian Dari perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai

berikut: 1. Untuk mengetahui kesesuaian kurikulum, guru, sarana dan prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan. 2. Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri di Kota Medan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

97

1.5.

Manfaat Penelitian Adapun hasil penelitian diharapkan berguna untuk:

1. Sebagai bahan masukan kepada semua pihak yang membutuhkan sehubungan dengan dunia Pendidikan di Indonesia sehingga SDM Indonesia dapat bersaing pada era globalisasi khususnya masalah ketenagakerjaan. 2. Sebagai sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Pusat (Depdiknas) maupun daerah (Dinas Pendidikan Kota Medan) untuk mengambil kebijakan dalam dunia pendidikan terutama yang berkaitan dengan standar pendidikan. 3. Sebagai bahan masukan bagi Sekolah Menengah Kejuruan agar materi/pelajaran relevan dengan kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga bermanfaat bagi siswa dalam menggeluti dunia kerja.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

98

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Konsep Pendidikan

2.1.1. Pentingnya Arti Pendidikan Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia di masa depan, yang dimulai sejak manusia mulai dilahirkan sampai akhir hayat. Sumber daya manusia berkualitas merupakan modal pembangunan. Oleh sebab itu, kemajuan pembangunan bidang pendidikan menjadi penting. Berbagai hal berkaitan dengan pembangunan pendidikan sebagai salah satu aspek peningkatan mutu sumber daya manusia perlu dipersiapkan agar jendela kesempatan (Window of Opportunity) dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pendidikan sangat penting bagi setiap umat manusia, dalam masyarakat primitif pendidikan menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri, orang tua memandang bahwa anak-anak mereka perlu dipersiapkan untuk hidup dalam masyarakat atau lingkungan yang menjadi tempat mereka hidup. Kondisi ini tentu saja mengandung makna bahwa adalah tidak mungkin anak manusia dibiarkan hidup dengan hanya potensi bawaan tanpa ada suatu intervensi apapun dari orang dewasa, di samping itu potensi manusia untuk berfikir menjadikannya sebagai mahluk yang mampu berubah dan beradaptasi dengan lingkungannya dalam melanjutkan dan mengembangkan kehidupannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

99

Selanjutnya Saud & Makmun (2005: 6), menyatakan bahwa pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengembangkan tugas yang dibebankan padanya, karena hanya manusia yang dapat didik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional, moral serta keimanan dan ketakwaan manusia. Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Untuk menjadikan upaya membangun pendidikan kokoh, maka diperlukan fondasi yang kuat sebagai dasar berpijak bagi pembangunan pendidikan dengan memperbaiki sistem pendidikan yang ada sehingga dapat dicapai sebagaimana yang diharapkan yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing dalam era globalisasi. 2.1.2. Profil Pendidikan Nasional Dalam konteks Indonesia sejak awal kemerdekaan, Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila memuat nilainiali luhur yang harus menjadi dasar dalam penyelenggaraan negara termasuk dalam bidang pendidikan. Butir-butir Pancasila juga tercantum dalam pembukaan UndangUndang Dasar 1945 dan ini menggambarkan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman dalam kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kebijakan pendidikan nasionalpun harus merupakan upaya mewujudkan nilainilai yang terkandung dalam Pancasila.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

100

Secara konstitusional, para pendiri bangsa sejak awal telah menyadari pentingnya pencerdasan kehidupan bangsa, hal ini terlihat dari pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang berbunyai sebagai berikut: Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari pembukaan UUD 1945 tersebut nampak jelas bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan bangsa Indonesia akan diisi salah satunya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan hal ini berarti bahwa pendidikan menjadi alat utama dalam upaya tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah mempunyai kewajiban

meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu setiap kebijakan pendidikan yang diambil oleh pemerintah harus selalu berupaya mencapai apa yang menjadi tujuan pendidikan nasional, sehingga arah kebijakan pendidikan menjadi bagian dari upaya melaksanakan UUD 1945.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

101

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, pada dasarnya merupakan landasan idil/dasar pokok bagi pembangunan bangsa dalam berbagai bidangnya termasuk bidang pendidikan, oleh karena itu diperlukan perangkat legal lainnya yang merupakan penjabaran dari landasan/dasar tersebut. Dalam rangka menjabarkan dan melaksanakan amanat dari dasar pokok tersebut, pemerintah mengeluarkan/membuat Undang-Undang dan ketentuan lainnya yang secara khusus mengatur

penyelenggaraan pendidikan nasional. 2.1.3. Perencanaan Pendidikan Dalam bidang pendidikan, perencanaan merupakan faktor kunci efektivitas keterlaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan bagi setiap jenjang dan jenis pendidikan pada tingkat nasional, maupun lokal, karena perencanaan merupakan unsur penting dan strategis yang memberikan arah dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang dikehendaki. Menurut Saud & Makmun (2005: 4), pada hakikatnya perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan penyiapan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi (peristiwa, keadaan, suasana dan sebagainya) dan apa yang akan dilakukan (intensifikasi, eksistensifikasi, revisi, renovasi, substitusi, kreasi dan sebagainya). Sedangkan perencanaan pendidikan menurut Coombs (1982) dalam Saud & Makmun (2005: 8), bahwa perencanaan pendidikan adalah suatu proses penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

102

agar pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat. Selanjutnya Dror (1975) dalam Saud & Makmun (2005: 9) mengatakan bahwa perencanaan pendidikan adalah As the process of preparing a set of decisions for action in the future for the overall economic and social development of country. (Perencanaan pendidikan adalah sebagai suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara). Dalam perencanan pendidikan ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk menentuan kebijakan yang akan diambil dalam pelaksanaan perencanan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan kebutuhan ketenagakerjaan. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan kegiatan pendidikan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja (Guruge dalam Saud & Makmun, 2005: 240). Pendekatan ini mengutamakan kepada keterkaitan lulusan sistem pendidikan dengan tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan. Oleh karena tujuannya untuk membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik, maka penekanan utama terhadap pendidikan tersebut adalah relevansi program pendidikan dengan berbagai sektor pembangunan. Untuk memenuhi tuntutan relevansi tersebut, kurikulum pendidikan harus dikembangkan sedemikian rupa agar lulusan yang merupakan output dari sistem pendidikan dapat siap pakai di lapangan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

103

Implementasi pendekatan ini harus berorientasi kepada pekerjaan yang mungkin diperlukan di pasaran kerja, baik jenis pekerjaan, tingkat atau level pekerjaan, persyaratan kerja, mobilitas kerja harus dijabarkan hingga educational attainment cocok dengan karakteristik berbagai persyaratan kerja tersebut.

2.2.

Standar Nasional Pendidikan Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan, dinyatakan bahwa Standar Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu yang bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 3 dan 4). Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 1 PP No. 19 Tahun 2007) untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan pengukuran kualitas pendidikan. Standar tersebut bukan merupakan ukuran yang statis yang tidak berubah, tetapi semakin lama semakin ditingkatkan. Selain itu standar pendidikan juga berfungsi sebagai pemetaan pendidikan yang bermutu. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat (3), yang menyatakan perlunya pemerintah mengusahakan suatu sistem pendidikan nasional yang mengarah kepada peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri, maka disusun Undang-Undang yang khusus mengatur masalah pendidikan. Pada zaman Orde Baru UU pendidikan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

104

disusun pada tahun 1989 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang pendidikan, kemudian Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang merupakan perbaikan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Tahun 1989. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 merupakan Undang-Undang yang mengatur tentang penyelenggaraan Pendidikan Nasional yang terdiri dari 22 Bab dan 77 Pasal. Di dalamnya mencakup dari mulai dasar dan tujuan, penyelenggaraan pendidikan termasuk Wajib Belajar, Penjamin kualitas pendidikan serta peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan nasional. Dalam undang-undang ini secara tegas disebutkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, ini berarti bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan pengaturan pendidikan dalam tataran praktis harus mengacu pada dua landasan tersebut. Adapun fungsi dan tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yaitu: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (Pasal 3). Dengan memperhatikan pasal tersebut nampak jelas bahwa segala upaya pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat mencapai tujuan tersebut, sudah

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

105

tentu hal itu memerlukan ketentuan-ketentuan lainnya yang dapat menjadikan pencapaian tersebut dapat berjalan dengan baik dan efektif. Dalam rangka melaksanakan dan menjabarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pemerintah mengeluarkan peraturan ini agar penyelenggaraan pendidikan dapat sesuai dengan yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945 yakni pendidikan yang baik dan berkualitas. Untuk itu diperlukan terlebih dahulu menentukan standar yang harus menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pendidikan pada tataran messo dan mikro, dalam hubungan ini Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dapat dipandang sebagai upaya ke arah pencapaian hal tersebut. Suatu hal yang cukup penting dalam PP ini adalah perlunya dibentuk suatu Badan yang bernama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai badan yang menentukan standar dan kriteria pencapaian dalam penyelenggaraan pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pada dasarnya hanya merupakan standar umum penyelenggaraan pendidikan, sehingga diperlukan operasionalisasi dalam berbagai aspek pendidikan. Hal ini tercantum dalam PP tersebut tentang lingkup standar yang harus ada seperti standar isi, standar proses, standar lulusan dan standar lainnya, di samping masalah standarisasi penyelenggaraan pendidikan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pendidikan. Adapun secara lebih jelas, standarstandar yang harus menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, mencakup: 1) Standar isi, 2) Standar proses, 3) Standar kompetensi lulusan, 4) Standar pendidik

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

106

dan tenaga kependidikan, 5) Standar sarana dan prasarana, 6) Standar pengelolaan, 7) Standar pembiayaan, dan, 8) Standar penilaian pendidikan. Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan, dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar Sarana dan Prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboraturium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berekreasi, serta sumber belajar lainnya, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan tekhnologi informasi dan komunikasi. Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

107

Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Dalam hal tersebut di atas, sampai saat ini yang telah terbit petunjuk pelaksanaan terhadap standar tersebut sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan, Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah

Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), sementara standar lainnya masih dalam proses. Kriteria Penentuan kedelapan standar di atas ditetapkan oleh Lembaga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang merupakan lembaga independen terlepas dari campur tangan secara langsung ataupun tidak dari pemerintah, yang bertugas
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

108

mengembangkan, memantau pelaksanaan dan mengevaluasi standar pendidikan nasional. 2.2.1. Standar Guru Sebagai Tenaga Pendidik Pendidikan merupakan suatu proses yang hasilnya dapat ditunjukkan secara langsung maupun tidak langsung. Output/keluaran pendidikan merupakan hasil pendidikan yang dapat diukur secara langsung setelah berlangsungnya suatu sistem pendidikan pada jenjang tertentu. Output atau hasil yang diperoleh dengan adanya proses pendidikan, misalnya jumlah atau persentase siswa menurut pendidikan yang ditamatkan. Kemajuan pembangunan pendidikan juga ditunjukkan oleh tinggi rendahnya kualitas lulusan yang banyak dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar. Bukan hanya kualifikasi pengajar namun juga kesesuaian bidang keahlian yang diajarkan. Berbagai kendala yang dihadapi dalam mencapai kemajuan pembangunan pendidikan semakin bertambah dengan kualifikasi para pendidik atau tenaga pengajar yang dinilai masih rendah. Sebagian guru bahkan mengajar di luar bidang keahliannya. Rendahnya kualitas tenaga pengajar akan berdampak pada rendahnya mutu lulusan yang dihasilkan. Selain itu, sistem penilaian dan pengujian serta akreditasi, ditambah dengan kurikulum turut menentukan mutu anak didik. Ada beberapa pengertian guru berikut ini untuk memberikan gambaran betapa pentingnya peranan seorang guru yang profesional serta kompetensi di bidangnya. Guru adalah seorang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Menurut Roestiyah, (1982: 182) dalam Nurdin (2005: 6): Teacher is a
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

109

person who causes a person to know or be able to do something or give a person knowladge or skill. Menurut Sutadipura (1983: 54) dalam Nurdin (2005: 6), bahwa: Guru adalah orang yang layak digugu dan ditiru. Pendapat tersebut dikuatkan lagi sebagaimana yang dinyatakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1985: 65) dalam Nurdin (2005: 7): Guru adalah seseorang yang mempunyai gagasan yang harus diwujudkan untuk kepentingan anak didik, sehingga menunjang hubungan sebaikbaiknya dengan anak didik, sehingga menjunjung tinggi, mengembangkan dan menerapkan keutamaan yang menyangkut agama, kebudayaan, keilmuan. Kunandar (2007: 54), guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal yaitu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab XI Pasal 39 ayat (2) bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Kemudian menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

110

pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat (1)). Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang guru bukan sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya di depan kelas, namun merupakan seseorang yang memiliki profesionalisme dalam menjalankan perannya sebagai seorang guru yang dapat menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan, menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi. Kualifikasi guru turut menentukan keberhasilan pendidikan oleh karena itu rendahnya kualifikasi tenaga pengajar atau guru dapat menunjukan bahwa masih rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya kualitas tenaga pengajar akan berdampak pada kualitas siswa yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya mutu para lulusan. Hal ini tentunya akan menghambat keberhasilan pembangunan nasional, karena keberhasilan pembangunan nasional tergantung dari keberhasilan dalam mengelola pendidikan nasional. Oleh karena itu, seorang pendidik (guru) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 28 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 36 ayat (1), bahwa tenaga kependidikan pada pendidikan tinggi harus memiliki kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. Hal ini dikuatkan lagi dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

111

Nomor 16 Tahun 2007, yang menyatakan bahwa profesionalisme seorang guru dapat diukur melalui kualifikasi dan kompetensinya sebagai tenaga kependidikan. Alat pengukurnya adalah sertifikat profesional yang dimiliki tenaga pendidik melalui sertifikasi bagi guru dalam jabatan. Jadi, ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya. 2.2.1.1.Kualifikasi akademik Kualifikasi akademik guru dapat diperoleh melalui pendidikan formal dan uji kelayakan dan kesetaraan. Kualifikasi akademik guru melalui pendidikan formal dapat diperoleh melalui program studi keguruan baik jenjang Diploma maupun Sarjana. Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dinyatakan bahwa seorang tenaga pendidik pada sekolah menengah kejuruan/sederajat harus memiliki kualifikasi akademi yaitu: minimum Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S-1), latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, memiliki sertifikat profesi guru untuk SMK/MAK yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi (Pasal 29 ayat (4)). Sedangkan kualifikasi akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan merupakan kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai guru dalam bidang-bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum

dikembangkan oleh Perguruan Tinggi. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

112

2.2.1.2.Standar kompetensi guru Menurut Kunandar (2007: 55), kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. Kompetensi guru yang dimaksud di sini yaitu kompetensi yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tercantum dalam Pasal 28 ayat (3), meliputi: 1) Kompetensi pedagogik; 2) Kompetensi kepribadian; 3) Kompetensi profesional dan; 4) Kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru dan dijelaskan secara rinci dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 1) Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang tenaga pendidik yang diharapkan mampu memberikan informasi kepada anak didiknya. Kompetensi tersebut membutuhkan keahlian serta kemampuan sebagai tenaga pendidik. Kompetensi pedagogik yang dimiliki seorang guru sesuai dengan Permendagri Nomor 16 Tahun 2007 adalah: (a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual, (b) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (c) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu, (d) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, (f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, (g) Berkomunikasi
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

113

secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik, (h) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, (j) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 2) Kompetensi Kepribadian Seorang guru dituntut memliki kepribadian yang baik. Baik dalam bertutur kata maupun santun dalam bersikap. Oleh karena guru merupakan contoh tauladan lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat yang sosoknya digugu dan ditiru, dipercaya dan dijadikan panutan. Selain itu seorang guru juga harus memiliki kepribadian yang menyenangkan sehingga siswa yang diajarkan merasa tertarik dengan kepribadian tersebut. Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh guru sesuai dengan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, yaitu: (a) bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional Indonesia, (b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (c) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, (d) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru dan rasa percaya diri, (e) menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 3) Kompetensi Profesional Guru merupakan jabatan profesi yang membutuhkan keprofesionalismean seorang guru, maka layaknya seorang guru dalam melaksanakan tugasnya harus benar-benar merupakan panggilan jiwa yang mampu mengabdikan diri pada dunia
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

114

pendidikan untuk waktu yang lama bahkan seumur hidup, memiliki pengetahuan dan kecakapan/keahlian, memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif, memiliki kode etik atau norma-norma sebagai pegangan atau pedoman sebagai seorang pendidik. Profesionalisme yang dibutuhkan oleh seorang guru dalam mendidik siswa adalah kemampuan untuk merangsang potensi anak didik dan mengajarkan supaya mau belajar. Guru hanya memberikan peluang agar potensi itu dikemukakan dan dikembangkan. Untuk hal-hal yang erat kaitannya dengan profesional, seorang guru harus mampu: (1) menguasai bahan/materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, (4) mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri (Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007). Salah satu indikator keberhasilan guru dalam pelaksanaan tugas adalah kemampuan seorang guru untuk menjabarkan, memperluas, menciptakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dalam perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Nurdin (2005: 78) menyatakan bahwa profesi sebagai seorang guru dituntut untuk dapat mengemban tugas secara profesional, untuk itu seorang guru minimal harus memiliki:
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

115

Pertama, menguasai Silabus atau GBPP serta petunjuk pelaksanaannya. Seorang guru harus memahami aspek-aspek dari materi yang disampaikannya, yaitu: (1) tujuan yang ingin dicapai, (2) isi/materi bahan pelajaran dari setiap pokok bahasan /topik pembelajaran, (3) alokasi waktu untuk setiap topik pembelajaran/bahan pelajaran, dan (4) alat dan sumber belajar yang akan digunakan. Kedua, seorang guru harus mampu menyusun program pembelajaran, dalam hal ini guru harus terampil dalam mengemas dan menyusun serta merumuskan bahan pengajaran itu ke dalam Satuan Acara Pembelajaran (SAP), yang dimulai dari merumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai sampai pada teknik evaluasi yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa.
Ketiga, harus mampu mengelola proses belajar mengajar yaitu mampu mengimplementasikan kurikulum dengan mengaktualisasikan SAP dalam proses

belajar mengajar di kelas kepada peserta didik. Keempat, harus jeli dalam menilai hasil belajar siswa, yaitu mengevaluasi sejauhmana siswa dapat menguasai pelajaran dalam proses belajar mengajar yang telah disampaikan kepada siswa. 4) Kompetensi Sosial Kompetensi sosial dibutuhkan bagi seseorang yang memiliki profesi sebagai seorang guru karana interaksinya kepada masyarakat di lingkungannya yaitu baik dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal, sekolah maupun dengan orang tua murid. Oleh karena itu seorang guru harus mampu beradaptasi dengan lingkungan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

116

sosialnya karena merupakan sosok yang ditiru, selain itu kontak sosial terhadap orang tua murid juga dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa di rumah. Adapun kompetensi sosial seorang guru, meliputi: (a) bersifat inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi, (b) berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat, (c) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya,

(d) berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. 2.2.1.3.Sertifikasi bagi guru dalam jabatan Sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dalam jabatan yang diikuti oleh guru yang telah memiliki kualifikasi akademik yang telah ditetapkan yaitu sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-IV) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi sebagai penyelenggara pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Sertifikasi ini dilakukukan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik dengan penilaian dalam bentuk portofolio, yaitu pengakuan atas pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang menggambarkan: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanan dan pelaksanaan pembelajaran,
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

117

(5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial dan, (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan, dinyatakan bahwa: guru yang terdaftar sebagai calon peserta sertifikasi guru pada tahun 2006 dan telah memiliki sertifikat pendidik dan nomor registrasi guru dari Departemen Pendidikan Nasional sebelum Oktober 2007 memperoleh tunjangan profesi pendidik terhitung mulai 1 Oktober 2007 (Pasal 7). Jadi jelas dapat kita lihat bahwa tuntutan terhadap profesionalisme guru tidak hanya merupakan kebijakan yang dipaksakan kepada seluruh guru yang ada di Indonesia namun kompensasi dari tuntutan tersebut adalah peningkatan penghasilan bagi guru agar citra guru tidak lagi diremehkan dan merasa lebih rendah dari profesi lainnya. 2.2.2. Standar Kurikulum Pendidikan Kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau di akademi yang harus ditempuh oleh siswa untuk mencapai sesuatu tingkatan atau ijazah (Nurdin, 2005: 32). Sedangkan menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

118

kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sekolah dalam rangka mempengaruhi siswa dalam belajar untuk mencapai suatu tujuan, termasuk di dalamnya kegiatan belajar mengajar strategi dalam proses belajar mengajar, cara mengevaluasi program pengembangan pengajaran dan sebagainya. Jadi kurikulum merupakan pedoman dalam menyampaikan materi pelajaran yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pendidikan itu sendiri. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Lie, dkk (2005: 83), yang menyatakan bahwa kurikulum selalu dipengaruhi dan ditentukan oleh gagasan yang melatarbelakangi tentang manusia dan pendidikan. Kurikulum akan dipengaruhi oleh gagasan penyusun kurikulum tentang makna pendidikan yang dipikirkannya. Namun pada kenyataannya kurikulum tidak dapat mengikuti dinamika yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan, hal ini didukung oleh pendapat Buchori (2004: 295) yang menyatakan bahwa ketidakjelasan dalam menyusun kurikulum Nasional disebabkan karena ketidakjelasan tentang manusia Indonesia yang diharapkan akan terbentuk dalam pendidikan formal. Bila dikaitkan pada hal-hal yang praktis dan bersifat aplikatif, maka kurikulum cenderung berkenaan dengan usaha perencana kurikulum dalam menyusun bidang-bidang studi apa saja yang harus dipelajari oleh anak didik pada jenjang/ tingkatan sekolah tertentu. Misalnya pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bidang studi apa saja yang akan disajikan karena kurikulum pada Sekolah kejuruan harus lebih mengutamakan mata pelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

119

dan lapangan pekerjaan atau yang sering disebut dengan Model Link and Match yaitu memilih mata pelajaran dan jurusan yang dapat menunjang pekerjaan. Dalam penyusunan kurikulum tersebut harus dimuat tujuan yang harus dicapai, uraian materi secara ringkas, teknik/metode yang mungkin dipakai, alat dan sumber, kelas, lamanya waktu yang diperlukan/jam dan sebagainya yang biasanya termuat dalam satu model penyusunan program yang disebut Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi; d) kelompok mata pelajaran estetika; e) kelompok mata pelajaran jasmani, oleh raga dan kesehatan (Pasal 6 ayat (1)). Menurut Nurdin (2005: 33), dikatakan bahwa ada 3 hal pokok yang menjadi landasan dalam pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan kurikulum, yakni: (a) landasan Filosofis, (b) landasan Sosial Budaya, dan, (c) landasan Psikologis. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada uraian berikut ini. (a) Landasan Filosofis Filsafat dapat diartikan sebagai cara berfikir yang mengkaji tentang objek secara mendalam melalui 3 pokok persoalan, yakni: hakikat benar salah (logika),

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

120

hakikat baik buruk (etika), dan hakikat indah jelek (estetika) dan hakikat pandangan hidup manusia mencakup ketiga hal tersebut. Kaitannya dengan kurikulum dari ketiga pandangan tersebut sangat diperlukan terutama dalam menetapkan arah dan tujuan pendidikan. Dengan pengertian lain bahwa kemana arah pendidikan itu akan dibawa tergantung dari cara pandang hidup manusia atau yang lebih luasnya lagi cara pandang dari suatu bangsa. Setiap bangsa atau negara mempunyai tatanan dan pandangan hidup masing-masing dan berbeda-beda sesuai dengan ideologi yang dianut. Pendidikan sebagai upaya dalam membina manusia (anak didik) tidak terlepas dari pandangan hidup, oleh karena itu segala upaya yang dilakukan oleh pendidik kepada anak didiknya harus mampu menjadikan manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berbudi luhur, berkepribadian, berdisiplin, kerja kelarsa, tangguh bertanggungjawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. (b) Landasan Sosial Budaya Pendidikan sebagai proses budaya adalah upaya membina dan

mengembangkan daya cipta, karsa dan rasa manusia menuju peradaban manusia yang lebih luas dan tinggi, yaitu manusia ynag berbudaya. Kurikulum pendidikan sudah sewajarnya pula disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, bahkan harus dapat mengantisipasi kondisi-kondisi yang bakal terjadi pada masa yang akan datang. Untuk itu pula guru dituntut untuk dapat membina dan melaksanakan kurikulum, agar

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

121

apa yang diberikan kepada anak didiknya berguna dan relevan dengan kehidupan dalam masyarakat. (c) Landasan Psikologi Pada dasarnya pendidikan tidak terlepas kaitannya dengan unsur-unsur psikologi, sebab pendidikan adalah menyangkut perilaku manusia itu sendiri. Mendidik berarti merubah tingkah laku anak menuju kedewasan. Oleh karena itu, dalam proses belajar mengajar selalu dikaitkan dengan teori-teori perubahan tingkah laku anak. Beberapa teori belajar yang dikenal, antara lain: behaviorisme, psikologi daya, perkembangan kognitif, teori lapangan, teori kepribadian. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa memahami dan mempelajari teori belajar merupakan faktor penting yang harus dipelajari dan dikuasai oleh guru dalam rangka pelaksanaan pengajaran, karena sebaik apapun kurikulum yang diciptakan, namun jika guru tersebut tidak mampu menguasai psikologi dari anak didiknya maka akan sulit terjadi komunikasi yang efektif. Jadi, guru harus memiliki strategi belajar mengajar yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

122

Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) berpusat pada potensi,

perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (b) beragam dan terpadu, (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (e) menyeluruh dan berkesinambungan, (f) belajar sepanjang hayat, (g) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Dalam pelaksanannya kurikulum disetiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. Kedua, Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu (a) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

123

Ketiga, Pelaksanan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. Keempat, Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada. Kelima, Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan

multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Keenam, Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. Ketujuh, Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam

keseimbangan, keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan. 2.2.3. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana adalah alat bantu yang dibutuhkan baik langsung maupun tidak langsung oleh siswa dan guru ataupun penyelenggaraan pendidikan dalam mewujudkan proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana ini dapat
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

124

menunjang keefektifan dan efisiensi pengajaran karena dapat mempengaruhi tingkat laku siswa. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 42 dinyatakan bahwa: (1) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta kelengkapan lainnya yang diperlukan untuk menunjnag proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan; (2) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satiuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboraturium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berekreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Dari uraian di atas, jelas dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan harus memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar. Standar sarana dan prasarana ini diatur dalam Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008 tentang Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK. Oleh karena Permendiknas ini baru diberlakukan maka dalam tulisan ini standar sarana dan prasarana SMK merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

125

Menurut Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, diatur tentang jumlah satuan pendidikan, luas lahan minimum, luas bangunan gedung minimum dan kelengkapan sarana dan prasarana. Bangunan gedung sekolah yang sesuai dengan standar harus memenuhi ketentuan tata bangunan yaitu rancangan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan gedung harus dilakukan secara profesional dan dapat bertahan minimum 20 Tahun, memenuhi persyaratan keselamatan, memenuhi persyaratan kesehatan, letak bangunan tersebut menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat, bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan, dilengkapi fasilitas instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt. Kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dilengkapi sekurangkurangnya adalah sebagai berikut: a) ruang kelas, b) ruang perpustakan, c) laboraturium, d) ruang pimpinan, e) ruang guru, f) ruang tata usaha, g) tempat beribadah, h) ruang konseling, i) ruang UKS, j) ruang organisasi kesiswaan, k) jamban, l) gudang, m) ruang sirkulasi, n) tempat bermain/berolahraga, dan o) ruang Praktik Kerja/bengkel kerja (khusus untuk sekolah kejuruan).

2.3.

Pendidikan Kejuruan

2.3.1. Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan Evans (1978) dalam Djojonegoro (1999: 33), mendefinisikan pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

126

lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Definisi lain tentang sekolah kejuruan sebagaimana dinyatakan United States Congress (1976) dalam Djojonegoro (1999: 34), dikatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah program pendidikan yang secara langsung dikaitkan dengan penyiapan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk persiapan tambahan karir seseorang. Di Indonesia keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan telah ada setelah Indonesia merdeka. Supriadi (2002), menyebutkan Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri 1953 merupakan sekolah kejuruan pertama di Indonesia (Artikel Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia, Buklet). Jika pada awal kemerdekaan hingga pelaksanaan Pelaksanaan Pelita I problem utamanya adalah pengadaan infrastruktur dan fasilitas, kemudian beranjak pada mutu dan bagaimana mengubah dari pendekatan supply driven (paradigma apa yang dapat dihasilkan) menjadi demand driven (apa yang diperlukan pasar), kemudian link and mach (Keterkaitan antara sekolah Kejuruan dengan industri) hingga Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan

keterampilannya, siswa sekolah kejuruan harus memiliki stamina yang tinggi,


pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

127

menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan tekhnologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta mampu mengembangkan diri (UU No. 20 Tahun 2003). Sekolah Menengah kejuruan dapat menghasilkan tenaga-tenaga yang cerdas (smart), siap kerja dan kompetitif. Cerdas (smart) yang dimaksud bukan hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara spiritual dan cerdas secara emosional dan sosial, serta cerdas secara kinestetik. Siap kerja, karena lulusan SMK telah dibekali keterampilan dan kemampuan bekerja di bidangnya, sehingga mereka siap untuk langsung bekerja tanpa perlu ditraining lagi. Mereka juga dibekali kemampuan untuk bisa membuka usaha sendiri. Kompetitif, siswa SMK memiliki jiwa kompetitif yaitu ingin menjadi agen perubahan dan sikap pantang menyerah yang memang sudah ditanamkan sejak tahun pertama di SMK. Kemandirian serta kepribadian siswa SMK yang unggul memicu kesiapan mental untuk bekerja atau membuka lapangan usaha ketika lulus (Buklet Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas). Keunggulan pendidikan kejuruan adalah kemampuannya memberikan peluang bagi siswa didik untuk mendapat proses pembelajaran dengan terjun langsung ke dunia usaha/industri, sehingga siswa memperoleh pengalaman yang nyata dan relevan dengan bidang kejuruan yang dipelajarinya, sekaligus memberi bekal keterampilan yang dibutuhkan. Menurut data BPS tahun 2004 (Buklet Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK, Depdiknas), lulusan Siswa SMK hanya memberikan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

128

sumbangan kecil pada angka Struktur Pengangguran Terbuka, yaitu sekitar 9,16%. Ini menunjukkan bahwa sebahagian besar tamatan SMK langsung mendapatkan pekerjaan karena kepercayaan dari dunia usaha dan industri. Sekolah kejuruan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas sehingga mampu bersaing pada pasar tenaga kerja karena siswa sekolah kejuruan memang disiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian, sehingga apabila tidak melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi lulusan Siswa SMK dapat langsung bekerja. Tabel 2.1 di bawah ini dapat menunjukkan perbedaan antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan Sekolah Menengah Umum: Tabel 2.1. Perbandingan SMK dengan SMU SMK 1. Memiliki kompetensi yang jelas. 2. Diperkuliahan dalam hal praktikum lulusan siswa SMK lebih handal. 3. Tingkat pengangguran lulusan SMK lebih rendah karena memiliki berbagai keahlian. 4. Lulusan SMK diorientasikan untuk dunia kerja. 5. Metode pendidikan SMK berorientasi pada kecakapan hidup. SMU 1. Memerlukan pendidikan tambahan untuk memiliki sebuah keterampilan. 2. Perlu penyesuaian. 3. Pengangguran relatif lebih banyak karena tidak semua sektor pekerjaan dimasuki. 4. Lulusan SMU diorientasikan untuk mengenyam tingkat pendidikan yang lebih tinggi. 5. Orientasi pendidikannya masih global.

Sumber: Buklet Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK, Depdiknas

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

129

Selanjutnya dalam Surat Keputusan Mendikbud No. 04907/U/1990, tujuan pendidikan SMK dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih dan/ atau meluaskan pendidikan dasar; (2) Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan sekitarnya; (3) Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu, tekhnologi dan kesenian; (4) Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. Di sini peranan seorang guru sebagai tenaga pendidik sangat dibutuhkan yaitu kemampuannya menguasai bahan yang akan diajarkan, mengelola program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media/sumber belajar, menguasai landasan-landasan kependidikan dan mengelola interaksi belajar mengajar. Oleh karena itu, kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang memberikan materi pembelajaran pada sekolah kejuruan adalah sebagaimana telah dijelaskan pada 2.2.1 (standar prefesionalisme guru sebagai tenaga pendidik), yaitu minimum Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S-1), memiliki sertifikasi TOEIC minimal 450 dan kompetensi yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan baik yang tersedia di sekolah ataupun mendatangkan guru tamu dari Dunia Usaha/Dunia Industri (outsourcing).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

130

Selanjutnya dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa kurikulum sekolah kejuruan berisikan mata pelajaran wajib, mata pelajaran kejuruan, muatan lokal dan pengembangan diri. Mata pelajaran wajib, terdiri atas: Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan olah raga, Keterampilan/Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja. Mata pelajaran kejuruan, terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemampuan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya. Kurikulum pendidikan SMK harusnya menerapkan kurikulum SMK yang telah melalui proses validasi bersama institusi pasangan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI), dengan pengayaan pada mata pelajaran tertentu dan disesuaikan dengan perkembangan IPTEK. Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

131

minat setiap siswa sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pembentukan karier siswa. Pengembangan diri bagi siswa kejuruan terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Struktur kurikulum sekolah kejuruan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XI atau XII. Struktur kurikulum sekolah kejuruan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Berikut ini struktur kurikulum Mata Pelajaran yang disajikan pada sekolah Kejuruan, sebagaimana dijelaskan pada Tabel 2.2 berikut ini: Tabel 2.2. Struktur Kurikulum Sekolah Kejuruan Komponen A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 5.1 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata, dan Teknologi Kerumahtanggaan 5.2 Matematika Kelompok sosial, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi 5.3 Matematika Kelompok Tekhnologi, Kesehatan dan Pertanian Durasi Waktu (jam) 192 192 192 440 a) 330 a) 403 a) 516 a)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

132

Lanjutan Tabel 2.2. 6. Ilmu Pengetahuan Alam 6.1. IPA 6.2 Fisika 6.2.1 Fisika Kelompok Pertanian 6.2.2 Fisika Kelompok Tekhnologi 6.3 Kimia 6.3.1 Kimia Kelompok Pertanian 6.3.2 Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan 6.4 Biologi 6.4.1 Biologi Kelompok Pertanian 6.4.2 Biologi Kelompok Kesehatan 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Seni Budaya 9. Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan 10. Kejuruan 10.1 Keterampilan Komputer & Pengelolaan Informasi 10.2 Kewirausahan 10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 10.4 Kompetensi Kejuruan b) B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri d)
Sumber: Permendiknas No. 22 Tahun 2006

192 a) 192 a) 276 a) 192 a) 192 a)

192 a) 192 a) 128 a) 128 a) 192 202 192 140 1044 c) 192 (192)

Keterangan: a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama, di luar jumlah jam yang dicantumkan. b) Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian. c) Jumlah jam kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam. d) Ekuivalen 2 jam pembelajaran.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

133

2.3.2. Program Pengembangan Pembelajaran (Life Skills) Program Life Skills adalah program yang bermaksud untuk memberikan bekal keterampilan yang praktis, terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat. Program ini mempunyai cakupan yang sangat luas, berinteraksi antara pengetahuan yang dimiliki sebagai unsur penting untuk hidup mandiri. Berdasarkan lingkupnya program mencakup kecakapan pribadi (personal Skills), kecakapan sosial (social skills) dan kecakapan kejuruan (vocational skills). Konsep kecakapan hidup merupakan salah satu fokus analisis dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang menekankan pada kecakapan hidup atau bekerja (Ditjen Diklusepa, 2003). Selanjutnya, Brolin (1989) menjelaskan bahwa life skills constitite a continuum of knowladge and aptitude that are necessary for a person to function effectively and to avoid interuptions of employment exercise. Istilah hidup tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja (vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti membaca, menulis, berhitung, merumuskan, memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam kelompok, terus belajar di tempat kerja, mempergunakan tekhnologi (Satori, 2002). Life skills merupakan kemampuan komunikatif secara efektif, kemampuan mengembangkan kerjasama, melaksanakan peranan sebagai warga negara yang bertanggungjawab, memiliki kesiapan serta kecakapan untuk bekerja dan memiliki karakter dan etika untuk terjun ke dunia kerja. Ciri pembelajaran life skills adalah:
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

134

(1) terjadinya proses identifikasi kebutuhan belajar, (2) penyadaran untuk belajar bersama, (3) keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar, usaha mandiri, usaha bersama, (4) penguasaan kecakapan personal, sosial, vokasional, akademik, manajerial, kewirausahaan, (5) pemberian pengalaman dalam melakukan pekerjaan dengan benar, menghasilkan produk bermutu, (6) interaksi saling belajar dari ahli, (7) penilaian kompetensi, dan, (8) pendampingan teknis untuk bekerja atau membentuk usaha bersama (Ditjen Diklusepa, 2003). Konsep life skills dalam Sistem Pendidikan Nasional terdiri dari empat jenis, yaitu: 1) kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal diri (self awarness) dan kecakapan berpikir rasional (rasional skills); 2) kecakapan sosial (social skills); 3) kecakapan akademik (academic skills); 4) kecakapan vokasional (vocasional skills).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

135

Kecakapan mengenal diri Kecakapan personal

Kecakapan berpikir rasional Kecakapan sosial

Life Skills

Kecakapan akademik

Kecakapan vocasional

Sumber: Depdiknas (2003), Pedoman penyelenggaraan program pendidikan kecakapan hidup (Life Skill). Gambar 2.1. Skema Terinci Life Skills

Kecakapan mengenal diri, pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus menjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannnya. Kecakapan berfikir rasional, mencakup antara lain: kecakapan menggali dan menemukan informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

136

serta kecakapan memecahkan masalah secara kreatif. Untuk membelajarkan masyarakat perlu adanya dorongan dari pihak luar atau pengkondisian untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing siswa, dalam arti bahwa keterampilan yang diberikan harus dilandasi oleh keterampilan belajar (learning skills) (Hidayanti, 2002). Keterampilan personal, seperti pengambilan keputusan (problem solving). Keterampilan ini paling utama dalam menentukan seseorang dapat berkembang. Hasil keputusan dan kemampuan untuk memecahkan permasalahan dapat mengejar banyak kekurangannya. Kecakapan sosial atau kecakapan antar personal (interpersonal skills), mencakup antara lain: kecakapan komunikasi dengan empati dan kecakapan bekerja sama. Empati, sikap penuh pengertian dan seni komunikasi dua arah, maksudnya bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi isi dan sampaiannya pesan disertai dengan kesan baik yang akan menumbuhkan hubungan harmonis, solusi dan penyelesaian konflik (http://www.workshopsince.com/manual/overview.html). Kecakapan akademik (academic skills), sering juga disebut kemampuan berpikir ilmiah yang merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir rasional, kecakapan akademik lebih mengarah pada kegiatan yang bersifat akademik/keilmuan. Kecakapan akademik mencakup anatara lain kecakapan melakukan identifikasi variabel dan menjelaskan hubungannya pada suatu fenomena tertentu. Kecakapan vokasional (vocacional skills), sering juga disebut kecakapan kejuruan yang artinya kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

137

2.4.

Aspek-aspek Ketenagakerjaan

2.4.1. Sumber Daya Manusia Surya (2006: 90), mengemukakan bahwa kualifikasi seorang pegawai (tenaga kerja) tidak semata-mata ditentukan oleh pemilikan gelar akademik, tetapi juga ditentukan oleh pemilikan keterampilan. Bagi pengguna tenaga kerja, yang diinginkan adalah calon yang terampil dan bisa bekerja, meskipun tidak memiliki gelar akademik tinggi. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, karena keterampilan seseorang tidak dapat diukur hanya dengan secarik ijazah yang diperolehnya di bangku sekolah. Sejalan dengan pernyataan di atas Hamalik (2000: 7) menyatakan bahwa tenaga kerja (ketenagakerjaan) adalah sumber daya manusia yang memiliki potensi, kemampuan, yang tepat guna, berdaya guna, berpribadi dalam kategori tertentu untuk bekerja dan berperan serta dalam pembangunan, sehingga berhasil guna bagi dirinya dan masyarakat secara keseluruhan. Selanjutnya Sumarsono (2003: 4), menyatakan bahwa Sumber daya Manusia (human resources) mengandung dua pengertian, pertama, sumber daya manusia (SDM) mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal ini SDM mencerminkan usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Kedua, SDM

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

138

menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Jadi pengertian tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia untuk sanggup bekerja menghasilkan suatu output (hasil kerja) kemudian hasil kerja tersebut diukur dengan upah (penghasilan). jika berbicara mengenai ketenagakerjaan tentu tidak terlepas dari produktivitas dan upah yang diperoleh seseorang dalam bekerja. Ada 4 (empat) hal yang berkaitan dengan tenaga kerja (Sumarsono, 2003: 7), yaitu: 1) Bekerja (employed), jumlah ini dipakai sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja (employment). Dalam pengkajian ketenagakerjaan kesempatan kerja sering dipicu sebagai permintaan tenaga kerja, 2) Pencari Kerja (Unemployed), penduduk yang menawarkan tenaga kerja tetapi belum berhasil memperoleh pekerjaan dianggap terus mencari pekerjaan, 3) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labor Force Participation Rate), 4) Profil Angkatan Kerja. 2.4.2. Lapangan kerja dan Kesempatan Kerja Lapangan kerja adalah bidang/jenis pekerjaan yang mampu memberikan kesempatan kepada seseorang melakukan aktivitas kegiatan untuk menghasilkan upah (gaji). Lapangan pekerjaan ini terdiri dari berbagai sektor yaitu, 1) Industri pengolahan, 2) Pertanian, peternakan dan perikanan, 3) Pertambangan dan penggalian, 4) Listrik, gas dan air, 5) Bangunan/konstruksi, 6) Perdagangan, hotel dan restoran, 7) Angkutan, pergudangan dan komunikasi, 8) Keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan/tanah dan jasa perusahan, 9) Jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

139

Adanya permintaan tenaga kerja oleh perusahaan-perusahaan tentunya merupakan peluang kesempatan untuk memperoleh pekerjaan bagi para pencari kerja. Karena kebijaksanan perluasan kerja erat hubungannya dengan kebijaksanaan kependudukan dan sumber utama penawaran tenaga kerja adalah penduduk. Tidak semua penduduk menawarkan tenaga kerjanya di pasar tenaga kerja, hal ini karena mereka lebih dulu mempertimbangkan kelayakan bekerja berdasarkan kesesuaian pekerjaan dengan upah yang diterimanya, selain itu kemampuannya untuk melakukan pekerjaan tersebut juga merupakan bahan pertimbangan baginya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tidak semua tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja siap bekerja. Secara umum penyediaan (penawaran) tenaga kerja suatu negara atau daerah dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah penduduk, tenaga kerja, pendidikan, perkembangan ekonomi dan lain sebagainya (Sumarsono, 2003: 41). Semakin sempitnya daya serap sektor modern terhadap perluasan kesempatan kerja telah menyebabkan sektor tradisional menjadi tempat penampungan angkatan kerja. Hal ini terjadi karena langkanya tenaga yang cukup terdidik karena ekonomi industri membutuhkan tenaga kerja yang terdidik. Mutu angkatan kerja Indonesia dilihat dari keperluan proses industrialisasi sangat tidak memadai. Menurut perkiraan para ahli, sekitar 70%-78% dari angkatan kerja pada tahun 1990 sampai dengan 1995, jumlah pekerja yang secara pasti mendapat pekerjaan di sektor modern hanya sebesar 22%-0% atau berkisar 11 juta sampai dengan 23 juta pekerja (Buchori, 1995: 32).
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

140

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah pekerja yang mendapat pekerjaan di sektor modern sangat kecil sekali. Hal ini terjadi bukan saja dikarenakan peluang atau kesempatan kerja yang tidak ada namun sering juga disebabkan karena tidak adanya tenaga yang dibutuhkan untuk menempati suatu lowongan pekerjaan. Oleh karena itu untuk mengisi peluang tersebut diperlukan adanya pasar tenaga kerja. Menurut Sumarsono (2003: 99), pasar kerja merupakan seluruh aktivitas dari para pelaku yang tujuannnya adalah mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja. Sedangkan pasar tenaga kerja (Sumarsono, 2003: 103), yaitu seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja. Pelaku-pelaku ini terdiri dari: 1) pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja, 2) pencari kerja, dan 3) perantara atau pihak ketiga yang memberikan kemudahan bagi pengusaha dan pencari kerja untuk saling berhubungan. Dalam permintaan tenaga kerja biasanya perusahaan selalu memperhatikan dari berbagai aspek, salah satunya adalah bagaimana mengisi lowongan yang ada dengan orang yang sesuai (Sumarsono, 2003: 108). Jadi dalam hal ini harus ada kesesuaian antara lowongan pekerjaan dengan tingkat pendidikan dan keterampilan dari calon tenaga kerja tersebut. Jika berbicara mengenai tenaga kerja yang memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan maka kita dapat membedakan pasat tenaga kerja yang terdidik dan tidak terdidik. Pasar tenaga kerja terdidik adalah pasar tenaga kerja yang membutuhkan persyaratan dengan kualifikasi khusus yang biasanya diperoleh melalui jenjang pendidikan formal dan membutuhkan waktu yang lama serta biaya pendidikan yang
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

141

cukup besar. Sedangkan pasar tenaga kerja tidak terdidik merupakan pasar kerja yang menawarkan dan meminta tenaga kerja yang tidak membutuhkan kualifikasi khusus dan tingkat pendidikan yang relatif rendah. Tabel 2.3. Perbedaan Pasar Tenaga Kerja Terdidik dan Tidak Terdidik Pasar Tenaga Kerja Terdidik Produktivitas kerja tinggi. Penghasilan karyawan tinggi. Tiap lowongan pekerjaan selalu dikaitkan dengan persyaratan pendidikan bagi calon yang akan mengisinya. Penyediaan tenaga kerja harus melalui sistem sekolah yang lama sehingga elastisitas tenaga kerja kecil. Tingkat partisipasi kerja tenaga terdidik lebih tinggi. Tenaga kerja biasanya datang dari keluarga yang relatif mampu/ berada. Proses pengisian lowongan kerja untuk tenaga kerja terdidik dibutuhkan waktu lebih lama dalam seleksi. Lamanya pengangguran dikalangan tenaga terdidik biasanya lebih lama. Pasar Tenaga Kerja Tidak Terdidik Produktivitas kerja rendah. Penghasilan karyawan rendah. Lowongan pekerjaan tidak perlu dikaitkan dengan persyaratan pendidikan bagi calon yang akan mengisinya Penyediaan tenaga kerja tidak harus melalui sistem sekolah dan elastisitas tenaga kerja besar. Tingkat partisipasi kerja rendah. Tenaga kerja biasanya berasal dari keluarga tidak mampu. Proses pengisian lowongan kerja dapat dilakukan dengan cepat. Lamanya pengangguran di kalangan tenaga tidak terdidik pendek.

Sumber: Sonny Sumarsono, (2003: 111).

2.5.

Keterkaitan antara Pendidikan, Ketenagakerjaan dengan Pengembangan Wilayah

2.5.1. Pengembangan wilayah dan Perencanaan Wilayah Wilayah adalah suatu sistem dan merupakan tempat manusia bermukim serta mempertahankan hidupnya (Ary, 1991: 172). Sedangkan Pengembangan wilayah

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

142

merupakan program menyeluruh dan terpadu dari semua kegiatan dengan memperhitungkan sumber daya yang ada dan memberikan kontribusi kepada pembangunan suatu wilayah. Konsep pengembangan wilayah adalah suatu upaya dalam mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya dengan penyeimbangan dan penyerasian pembangunan antar daerah, antar sektor serta pelaku pembangunan dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah (Anwar, 1999 dalam Ramli, 2007: 68). Menurut Sirait (1986) dalam Ramli (2007: 68), pengembangan wilayah menyangkut kegiatan-kegiatan memanfaatkan sumber daya wilayah, penataan ruang, reformasi sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemudian teori lain seperti yang dikutip Ramli (2007: 69) dari Hadjisaroso (1994), pengembangan wilayah merupakan suatu tindakan mengembangkan wilayah atau membangun daerah atau kawasan dalam rangka usaha memperbaiki tingkat kesejahteraan hidup masyarakat. Selanjutnya Zen (1999: 4) mengemukakan bahwa pengembangan wilayah merupakan pemberdayan rakyat setempat dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan setempat dengan tekhnologi yang mereka miliki atau kuasai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

143

Sumberdaya manusia

Lingkungan hidup
Pengembangan wilayah

Lingkungan

hidup

Sumberdaya alam

Liangkungan hidup

Teknologi

Sumber: Zen, 1999: 5

Gambar 2.2. Hubungan antara Pengembangan Wilayah, Sumberdaya Alam, Sumber Daya Manusia dan Tehnologi

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa 3 pilar pengembangan wilayah yaitu sumberdaya alam, sumber daya manusia dan tekhnologi sangat erat sekali atara satu dengan lainnya. Karena sumber daya alam yaitu dan yang memegang peranan penting dalam pengembangan wilayah adalah sumber daya manusia. Karena sumberdaya manusia dengan kemampuan yang dimilikinya akan mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang ada. Begitu juga dengan tekhnologi, manusia dapat memanfaatkan tekhnologi yang ada untuk mempermudah pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

144

2.5.2. Pendidikan dan Ketenagakerjaan dalam Konteks Pengembangan Wilayah Apabila kita memandang suatu wilayah, ada 3 komponen wilayah yang perlu diperhatikan, yaitu: Sumber daya alam, sumber daya manusia dan tekhnologi dan ketiga unsur ini disebut dengan tiga pilar pengembangan wilayah. Suatu wilayah yang mempunyai sumberdaya alam yang cukup kaya dan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan

tekhnologinya, akan lebih cepat berkembang dibandingkan wilayah lainnya yang tidak cukup mempunyai sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang unggul. Salah satu pilar yang cukup penting adalah sumber daya manusia (SDM), karena mampu menggerakkan seluruh sumber daya wilayah yang ada dan mempunyai peran ganda dalam sebuah proses pembangunan dan merupakan objek maupun subjek dalam pembangunan (Nachrowi & Suhandojo, 1999: 21). Oleh karena SDM sebagai objek dan subjek pembangunan maka dibutuhkan berbagai ilmu pengetahuan tentang kependudukan dan ketenagakerjaan yang merupakan bagian dari pengembangan sumberdaya manusia. Karena indikator keberhasil pembangunan salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dinilai dari tingkat pendidikan dan tingkat penduduk suatu wilayah, dan untuk meningkatkan kualitas dan peran sumber daya manusia dalam pengembangan wilayah maka perlu melakukan usaha-usaha, antara lain meningkatkan keahlian, keterampilan dan kemampuan tenaga kerja untuk menguasai tugas pekerjaannya agar dapat meningkatkan produktivitas (Ary, 1991: 182).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

145

Pernyataan di atas didukung oleh pendapat Singer (1957), bahwa faktor sumberdaya manusia merupakan faktor utama dalam pembangunan ekonomi. Kemudian Fabrikan menyatakan adanya kaitan yang erat antara pendidikan dan penghasilan yang diperoleh oleh seorang tenaga kerja (Ary, 1999: 177). Kemudian Hamalik (2000: 7), menyatakan bahwa tenaga kerja

(ketenagakerjaan) adalah sumber daya manusia yang memiliki potensi, kemampuan, yang tepat guna, berdaya guna, berpribadi dalam kategori tertentu untuk bekerja dan berperan serta dalam pembangunan, sehingga berhasil guna bagi dirinya dan masyarakat secara keseluruhan. Masalah besar yang dihadapi oleh negara berkembang saat ini adalah ketenagakerjaan, yang dimulai dengan kondisi makro yang menunjukkan bahwa laju pertumbuhan angkatan kerja yang lebih tinggi dibandingkan kesempatan kerja. Selain itu kualitas angkatan kerja yang masih rendah yang pada umumnya mempunyai produktivitas rata-rata. Kondisi ini menyebabkan semakin besarnya tingkat pengangguran karena kurangnya kesempatan kerja. Di Indonesia peringkat Human Development Indeks (HDI) masih sangat rendah, pernyataan ini didukung berdasarkan data World Bank pada tahun 2004 menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 111 dari 117 negara dan tahun 2005 peringkat 110 di bawah Vietnam dengan peringkat 108. Untuk itu peranan pendidikan dalam menunjang kebijakan pemerintah untuk mengembangkan sumber daya manusia sangat dibutuhkan sekali, untuk

menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan profesional bukan saja sebagai
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

146

pekerja (job seeker) namun mampu membuka lapangan pekerjaan (job creator) sesuai dengan keahliannya. Sekolah kejuruan merupakan solusi untuk mengatasi masalah pengangguran tersebut. Pernyataan diatas sejalan dengan yang diungkapkan Harahap (2001: 4), bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk membentuk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sesuai dengan yang diharapkan. Judisseno (2008: 20) berpendapat bahwa, lembaga pendidikan merupakan pihak yang bertanggungjawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk memberikan SDM yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan industri. Dalam kaitan ini, lembaga pendidikan harus menciptakan SDM yang kompeten dan organisasi bisnis harus mampu mendefinisikan kompetensi apa yang dibutuhkan. Keduanya harus saling bersinergi dalam suatu kemitraan yang tak putus-putusnya dan secara konsisten dapat mendefinisikan dan menciptakan pola tenaga kerja yang kompeten pada bidang masing-masing. Pengembangan ketenagakerjaan merupakan upaya menyeluruh yang ditujukan pada peningkatan pembentukan dan pengembangan tenaga kerja berkualitas, produktif, efisien, efektif dan berjiwa wirausaha sehingga mampu mengisi, menciptakan dan memperluas lapangan kerja serta kesempatan usaha. Pembangunan ketenagakerjaan dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) diarahkan pada
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

147

pembentukan tenaga profesional yang mandiri dan beretos kerja dan produktif (Hamalik, 2000: 6). SMK sangat erat kaitannya dengan dunia usaha atau dunia kerja, karena siswa SMK disiapkan untuk langsung bekerja setelah lulus, program pembelajaran di SMK dirancang dengan memberikan porsi lebih pada praktek kerja. Dengan pola kemitraan tersebut siswa SMK dapat mengikuti program magang, praktek kerja lapangan ataupun prakerin (praktek kerja industri) pada dunia usaha yang telah maju, sehingga terjadi Link and Mach antara kurikulum dengan kemajuan dunia usaha. Dalam program magang tersebut yang ditekankan kepada siswa adalah sikap disiplin. Siswa harus melihat program magang sebagai suatu kesempatan untuk benar-benar membekali diri dengan keterampilan yang dibutuhkan di dalam dunia kerja, sehingga siswa harus berdisiplin diri dan memanfaatkan kesempatan tersebut semaksimal mungkin dan tidak bisa bersikap take it for granted (menganggap enteng). Secara konsep peran pendidikan kejuruan sudah berjalan dengan baik, meskipun dalam pelaksanaannya masih perlu banyak perbaikan. Namun karena kelebihan sekolah kejuruan yang memberikan peluang bagi siswa untuk mendalami satu disiplin ilmu tentunya memberikan peluang yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja setelah lulus sekolah, karena benar-benar telah siap dengan pendalaman ilmu serta keterampilan yang telah diperolehnya tersebut dapat langsung diberdayakan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

148

2.6.

Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini penulis memulai tulisannya dengan menuangkannya

dalam kerangka berpikir. Pengembangan suatu wilayah tidak terlepas dari pengembangan SDM wilayah tersebut yang dinilai dari tingkat kualitas atau mutu dari SDM-nya. Peningkatan mutu SDM dapat dilakukan melalui peningkatan mutu pendidikan dengan menerapkan standar pendidikan pada lembaga pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang dapat bersaing pada pasar tenaga kerja. Untuk lebih jelas, kerangka berpikir ini dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

149

PENGEMBANGAN WILAYAH PENGEMBANGAN SDM

PENDIDIKAN FORMAL

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

MUTU LULUSAN

GURU

KURIKULUM

SARANA & PRASARANA

LULUSAN YANG BERKUALITAS

PASAR TENAGA KERJA

Gambar 2.3. Skema Kerangka Berfikir

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

150

2.7.

Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut yaitu

penerapan standar pendidikan yaitu faktor guru, kurikulum, sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan khususnya SMK Negeri Kelompok Keahlian Tehnologi dan Industri. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan daya serap lulusan SMK pada pasar tenaga kerja, yaitu jika: Ho diterima: maka tidak berpengaruh penerapan standar nasional pendidikan dengan kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan. Ho ditolak: maka ada pengaruh penerapan standar nasional pendidikan dengan kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

151

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.

Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang

ada di Kota Medan, SMK Negeri Kota Medan terdiri dari 12 unit sekolah yang terdiri dari 30 program keahlian. Namun pada kajian ini yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang mempunyai program keahlian Teknik dan Industri yang berbasis Teknik, yaitu SMK Negeri 2 Medan, SMK Negeri 4 Medan dan SMK Negeri 5 Medan.

3.2.

Jenis dan Sumber Data Data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data

sekunder. 3.2.1. Data Primer Data yang diperoleh dari melalui wawancara dengan responden,

menggunakan kuisioner dan observasi langsung kepada alumni siswa SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan. 3.2.2. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari: 1) Instansi pemerintah, berupa peraturan perundang-undangan dan dokumen dari lembaga, yaitu Dinas Pendidikan Kota Medan, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan, SMKN
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

152

5 Medan, BAPPEDA Kota Medan, BPS Kota Medan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penulisan ini.

3.3.

Populasi dan Sampel Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang,

objek, transaksi, atau kejadian di mana tempat yang menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003: 103). Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini akan menggunakan teknik simple random sampling atau acak sederhana karena populasi yang digunakan sebagai sampel semuanya homogen atau seragam. Menurut Widodo (2003), apabila semua anggota populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian, maka digunakan teknik acak sederhana (simple random). Tabel 3.1. Jumlah Alumni SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Medan Mulai Tahun Pelajaran 2004/2005 2007/2008 No. Sekolah
Jumlah Tamatan Berdasarkan Thn Pelajaran (orang)

Sebelum Penerapan Sesudah Penerapan 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 1. 2. 2. SMKN 2 SMKN 4 SMKN 5 Jumlah 255 176 225 656 270 200 172 642 305 189 203 697 334 168 213 715

Jmlh (org) 1.164 733 813 2.710

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009 Selanjutnya Sugiono (2003), mengatakan bila sampel dibagi dalam kategori, maka jumlah anggota sampel tiap kategori minimal 30. Dalam penelitian ini terdapat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

153

2 (dua) kategori yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran sebelum penerapan standar pendidikan dan setelah penerapan standar pendidikan. Berdasarkan observasi awal terdapat 2.710 alumni yang telah ditamatkan oleh ketiga SMK Negeri yang menjadi populasi pada penelitian ini yaitu: SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan, dengan berbagai jurusan atau program keahlian mulai dari tamatan tahun 2005-2008. Untuk menentukan besarnya sampel, penulis menggunakan rumus

sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (1990) berikut ini:

N N= Nx (d) + 1

Berdasarkan rumusan di atas maka sebaran responden yang dapat dijadikan sampel pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagaimana Tabel 3.2 di bawah ini: Tabel 3.2. Sebaran Responden Berdasarkan Tahun Pelajaran No. SMKN
Jumlah Tamatan Berdasarkan Tahun Pelajaran (orang)

1. 2. 3.

2 4 5 Jumlah total

Sebelum penerapan Sesudah penerapan 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 9 10 11 12 6 7 7 6 8 6 7 7 23 23 25 25 46 50

Jmlh (org) 42 26 28 96 96

Pro porsi (%)

43 27 30 100 100

Sumber: Data hasil olahan, 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

154

3.4.

Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data primer dilakukan melalui:

1. Pengamatan (observasi) adalah mengamati atau mendatangi langsung kegiatan pendidikan di SMK Negeri Medan dengan program keahlian Tekhnologi dan Industri (SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan). 2. Wawancara (interview dilakukan langsung kepada alumni siswa SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan. Daftar pertanyaan (kuesioner) yang diberikan langsung kepada alumni yang telah memperoleh kesempatan kerja. Sedangkan pengumpulan data sekunder yaitu mengumpulkan beberapa dokumen yang relevan untuk mendukung data penelitian yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Medan, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan, BAPPEDA Kota Medan, BPS Kota Medan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penulisan ini.

3.5.

Teknik Analisis Data Analisa yang digunakan dalam menjawab permasalahan pada penelitian ini

adalah: 1. Untuk menjawab permasalahan pertama akan digunakan analisa kualitatif yaitu dengan metode deskriptif yaitu mendeskriptifkan persepsi lulusan apakah ada pengaruh penerapan standar pendidikan (guru, kurikulum, sarana dan prasarana) terhadap kesempatan kerja siswa SMK Negeri Kota Medan kelompok keahlian Tekhnologi dan Industri.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

155

2. Untuk permasalahan kedua akan dijawab dengan menggunakan analisa kuantitatif dengan metode Chi-Square (chi kuadrat), yaitu untuk menguji independen antara dua faktor apakah terdapat atau tidak suatu kaitan di antara faktor-faktor tersebut (Sudjana, 1992: 278), yaitu antara faktor standar pendidikan (kurikulum, guru, sarana dan prasarana) dengan kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan. Metode ini dapat digunakan dengan rumus di bawah ini:

= ( Oij Eij ) / Eij


n k i=j j =1

Di mana: O = Hasil observasi baris ke i dari kolom ke j E = Nilai yang diharapkan baris ke i dari kolom ke j i = Faktor standar nasional pendidikan (X), yaitu guru, kurikulum, sarana dan prasarana j = Faktor lulusan (Y), yaitu belum bekerja, bekerja dan usaha sendiri

Oleh karena terdapat 3 faktor standar nasional pendidikan (X), maka akan diperoleh 3 tabel kontingensi dengan masing-masing kategori, yaitu: Guru = Sangat Kompeten, Kompeten, Cukup Kompeten, Kurang Kompeten, Tidak Kompeten. Kurikulum = Sangat Sesuai, Sesuai, Cukup Sesuai, Kurang Sesuai, Tidak sesuai. Sarana dan Prasarana = Sangat Memadai, Memadai, Cukup Memadai, Kurang Memadai dan Tidak Memadai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

156

3.6.

Definisi Operasional dan Batasan Penelitian Adapun definisi operasional penelitian adalah:

1. Standar Nasional Pendidikan dalam konteks ini adalah standar yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 terhadap Kurikulum, tenaga pendidik (guru) dan sarana dan prasarana. 2. Guru adalah mereka yang mengajarkan mata pelajaran produktif pada Sekolah Menengah Kejuruan. 3. Kurikulum adalah mata pelajaran yang diajarkan pada Sekolah Menengah Kejuruan. 4. Sarana dan prasarana adalah alat bantu dan pendukung dalam proses kegiatan belajar dan mengajar pada Sekolah Menengah Kejuruan. 5. SMK adalah SMK Negeri dengan kelompok keahlian Tehnik dan Industri dengan program keahlian berbasis tehnik yaitu: SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan. 6. Lulusan adalah siswa yang menammatkan pendidikan pada SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan, dengan kategori: a. Tahun ajaran 2004/2005 dan 2005/2006 merupakan lulusan yang belum mengikuti kebijakan pemerintah tentang standar pendidikan nasional. b. Tahun ajaran 2006/2007 dan 2006/2008 merupakan lulusan yang telah mengikuti kebijakan pemerintah tentang standar pendidikan nasional. 7. Kesempatan kerja adalah lulusan yang sudah bekerja atau membuka usaha sendiri.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

157

8. Bekerja adalah melakukan kegiatan dengan maksud memperoleh penghasilan dengan batasan paling sedikit bekerja satu jam berturut-turut selama satu minggu. 9. Usaha sendiri adalah melakukan kegiatan membuka usaha atau mengelola suatu kegiatan usaha dengan maksud memperoleh penghasilan yang modal dasarnya juga diusahakan sendiri.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

158

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Gambaran Umum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan Kota Medan berada di Pantai Timur Sumatera Utara berbatasan dengan Selat

Malaka dengan topografi datar 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Kota Medan terletak antara 227 - 247 Lintang Utara, dan 9835 - 9844 Bujur Timur. Kota Medan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang pada bagian Utara, Timur, Barat dan Selatan. Luas areal Kota Medan adalah 265,10 Km (26.510 hektar) dengan sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli. Di Kota Medan terdapat 12 unit Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan berbagai kelompok keahlian, sebagaimana terlihat pada Tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1. Kelompok Keahlian dan Program Keahlian Masing-masing Tiap Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan
No. 1 1. Nama Sekolah 2 SMK Negeri 1 Kelompok Keahlian 3 Bisnis Manajemen Program keahlian 4 1. Adm.Perkantoran 2. Akuntansi 3. Pemasaran Usaha perjalanan wisata 1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik 2. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif 3. Teknik Permesinan 4. Teknik Konstruksi Batu dan Beton 5. Teknik Gambar Bangunan 1. Kimia Industri 2. Kimia Analisis

2.

SMK Negeri 2

Parawisata Tekhnik Industri

3.

SMK Negeri 3

Teknik Industri

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

159

Lanjutan Tabel 4.1.


4. SMK Negeri 4 Teknik Industri 1. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif 2. Teknik Audio Video 3. Teknik Las 1. Teknik Mekanik Otomotif 2. Teknik Permesinan 3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik 4. Teknik Konstruksi Kayu 5. Teknik Gambar Bangunan 1. Adm. Perkantoran 2. Akuntansi 3. Pemasaran 1. Adm. Perkantoran 2. Akuntansi 3. Pemasaran 1. Usaha Perjalanan Wisata 2. Akomodasi Perhotelan 1. Akomodasi Perhotelan 2. Tata Kecantikan Kulit dan Rambut 3. Jasa Boga 4. Busana Butik Perawatan Sosial 1. Teknik Komputer dan Jaringan 2. Rekayasa Perangkat Lunak 1. Multimedia 2. Tata Kecantikan Rambut 3. Jasa Boga 4. Busana Butik 1. Seni Musik Klasik 2. Seni Musik Non Klasik 1. Neutika Kapal Penangkapan Ikan 2. Teknika Kapal Penangkap Ikan 3. Neutika Kapal Niaga 4. Teknika Kapal Niaga 5. Teknologi Pengolahan Hasil Laut

5.

SMK Negeri 5

Teknik Industri

6.

SMK Negeri 6

Bisnis Manajemen

7.

SMK Negeri 7

Bisnis Manajemen

Parawisata 8. SMK Negeri 8 Pariwisata

9.

SMK Negeri 9

Pekerja Sosial Teknik Industri Pariwisata

10.

SMK Negeri 10

11. 12.

SMK Negeri 11 SMK Negeri 12

Seni Musik Teknik Industri

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2008 Namun yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan Kelompok Keahlian Teknik dan Industri yang berbasis Teknik, maka terdapat 3 (tiga) unit sekolah yaitu: SMK Negeri 2 Medan yang beralamat di Jl. STM No. 12A Medan, SMK Negeri 4 Medan yang beralamat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

160

di Jl. Sei Kera No. 132 Medan, dan SMK Negeri 5 Medan yang beralamat di Jl. Timor No. 36 Medan. Sedangkan jumlah guru SMK Negeri Kota Medan masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan jumlah siswa pada tiap rombongan belajar. Berikut ini Tabel 4.2 menunjukkan jumlah guru SMK Negeri Kota Medan berdasarkan tahun pelajaran. Tabel 4.2. Jumlah Guru SMK Negeri Kota Medan Berdasarkan Tahun Pendidikan (Orang) No 1. 2. 3. Tahun 2004/2005 2005/2006 2006/2007 Jumlah Jumlah 686 731 713 2.130 Persentase 32,2 % 34,3 % 33,5 % 100 %

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009 Pada tahun pelajaran 2005/2006 terjadi peningkatan jumlah guru sebesar 2,1% dibandingkan pada tahun pelajaran 2004/2005, namun pada tahun pelajaran 2006/2007 terjadi penurunan jumlah guru sebesar 0,8%.

4.2.

Kondisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kota Medan Penduduk Kota Medan pada tahun 2007 diproyeksikan mencapai jumlah

sebanyak 2.083.156 jiwa. Dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2000, terjadi pertumbuhan penduduk selama tahun 2000 2007 sebesar 1,28% pertahun. Pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), migrasi dan juga adanya perluasan Kota Medan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

161

Tabel 4.3. Indikator Angkatan Kerja di Kota Medan Tahun 2006 2007 Jenis indikator 1. Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran 2. Bukan Angkatan Kerja Sumber: BPS Kota Medan, 2007 Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 853.562 jiwa angkatan kerja di Kota Medan (berusia di atas 15 Tahun). Tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 55,80% menunjukkan angka dalam kategori rendah yang juga menggambarkan kurangnya lapangan kerja. Jumlah angkatan kerja berdasarkan tingkat pendidikan di Kota Medan dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini: Tabel 4.4. Jumlah Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kota Medan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tingkat Pendidikan Tidak/belum pernah sekolah Tidak/belum tamat SD SD SLTP SLTA Umum SLTA Kejuruan DI/DII DIII DIV/S-1 Jumlah Satuan Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen 2006 0,22 3,44 17,95 20,65 38,06 8,64 0,79 1,80 8,45 100,00 Tahun 2007 0,21 2,05 17,48 20,15 39,99 7,92 0,72 2,41 9,06 100,00 2006 889.352 755.882 133.470 540.142 Tahun 2007 853.562 729.892 123.670 602.648

Sumber: BPS Kota Medan, 2008 Berdasarkan data pada Tabel 4.4, diketahui bahwa pada tahun 2007 jumlah terbesar angkatan kerja yang bekerja di Kota Medan adalah tamatan SLTA umum

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

162

sebesar 39,99% dan SLTA Kejuruan sebesar 7,92%, yang kemudian diikuti oleh tenaga kerja tamatan SLTP sebesar 20,15 %, SD sebesar 17,48% dan D3 ke atas sebesar 11,47%. Hal yang patut juga dikemukakan adalah adanya kecenderungan penurunan persentase angkatan kerja pada tingkat pendidikan tertentu yakni SLTA Kejuruan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin sedikit siswa SLTA Kejuruan pada tiga tahun terakhir yang dapat terserap oleh dunia usaha dan industri. Padahal pasar kerja tidak hanya sekedar mempertimbangkan aspek formal pendidikan pencari kerja, tetapi juga kesesuaian skills dan keterampilan nyata yang dimiliki dengan lapangan kerja yang tersedia. Tabel 4.5. Lowongan Pekerjaan yang Terdaftar dan Telah Dipenuhi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2006-2007 (Persentase) Lapangan Usaha Pertanian, peternakan, dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan, hotel dan restoran Angkutan, pergudangan dan komunikasi Keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan/tanah dan jasa perusahaan Jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan Jumlah Sumber: BPS Kota Medan, 2007 2006 5,04 0,39 15,05 0,71 8,45 35,74 17,59 4,84 12,19 100,00 Tahun 2007 4,56 0,08 13,43 0,41 6,95 33,71 11,29 5,02 24,54 100,00

Dari data tersebut pada Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa dari sejumlah lowongan pekerjaan yang tersedia berdasarkan tahun 2006 s/d 2007 pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 12,19% naik menjadi 24,54% atau terjadi kenaikan sebesar
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

163

12,35%. Kemudian sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan/tanah dan jasa perusahaan terjadi peningkatan dari 4,84% menjadi 5,02% atau terjadi kenaikan sebesar 0,18%. Sedangkan lowongan pekerjaan yang mengalami penurunan terjadi pada sektor angkutan pergudangan dan komunikasi. Sektor ini mengalami penurunan sebesar 6,30% yaitu dari 17,59 % menjadi 11,29%. Lowongan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pada jenis pekerjaan perdagangan, hotel dan restoran. Jenis pekerjaan ini pada tahun 2007 menyerap sebanyak 33,71%, kemudian jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan yang menyerap sebanyak 24,54% yang terakhir jenis pekerjaan industri pengolahan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 13,43%.

4.3.

Kondisi Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan

4.3.1. Guru Peningkatan partisipasi sekolah mempunyai tujuan agar mutu pendidikan meningkat, hal ini tentunya tidak dapat berjalan bila tidak diimbangi dengan penyediaan sarana fisik dan non fisik pendidikan. Sarana fisik berupa bangunan sekolah dengan berbagai fasilitas yang memadai untuk menunjang proses belajar dan belajar sedangkan non fisik adalah tenaga guru yang memadai dan profesional. Guru merupakan salah satu faktor pendukung untuk terlaksananya proses belajar dan mengajar. Dari hasil survei yang dilakukan di lapangan jumlah guru pada

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

164

ketiga sekolah tersebut berdasarkan Tingkat Pendidikan atau kualifikasi akademik dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini: Tabel 4.6. Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan mulai TP. 2004/2005 2007/2008 (Orang)
Sekolah/TP SMKN 2 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 SMKN 4 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 SMKN 5 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 S2 1 1 1 2 1 S1 50 52 56 52 63 60 65 69 47 52 49 45 D4 1 D3/Sarmud 49 48 38 34 25 20 15 10 29 26 21 19 < Sarmud 12 6 6 6 Jumlah 99 100 95 87 89 80 80 81 88 84 76 72

Sumber: Data hasil survei, 2009 Dari data pada Tabel 4.6 tersebut dapat kita lihat bahwa kualifikasi akademik guru pada ke ketiga SMK Negeri yang menjadi sampel penelitian ini pada umumnya telah memenuhi standar Nasional Pendidikan yaitu minimal Diploma IV (D-IV) atau Sarjana (S-1), hanya pada SMK Negeri 5 Medan masih ada guru yang memiliki kualifikasi pendidikan pada tingkat Diploma IIII (D-III), yaitu pada tahun 2005 sebanyak 12 orang dan tahun 2006 2008 sebanyak 6 orang: Sedangkan jumlah guru berdasarkan rumpun mata pelajaran dapat terlihat pada Tabel 4.7 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

165

Tabel 4.7. Jumlah Guru Berdasarkan Rumpun Mata Pelajaran TP. 2004/2005 2007/2008 (Orang)
Sekolah/TP SMKN 2 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 SMKN 4 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 SMKN 5 : 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Rumpun Mata Pelajaran yang Diampu Normatif Adaptip Produktif 18 18 17 16 14 14 14 15 16 16 15 14 19 19 18 20 17 18 18 17 12 14 15 12 62 63 60 51 58 48 48 49 60 54 46 46 Jumlah

99 100 95 87 89 80 80 81 88 84 76 72

Sumber: Data hasil survei, 2009 Jika dilihat pada Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa jumlah guru berdasarkan rumpun mata pelajaran mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 jumlahnya semakin berkurang sehingga ketiga sekolah tersebut mengalami kekurangan guru terutama pada guru mata pelajaran produktif. 4.3.2. Kurikulum Kurikulum yang digunakan oleh ketiga sampel Sekolah Menengah Kejuruan Negeri tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) atau kurikulum 2004, untuk struktur kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan dapat terlihat pada Tabel 4.8 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

166

Tabel 4.8. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan Tahun Pelajaran 2004/2005 s/d 2007/2008
No Mata Pelajaran Durasi Waktu 1 A Normatif 1. Agama 2. PPKN 3. Bhs Indonesia 4. Penjaskes Adaptif 5. Matematik 6. Bhs. Inggris 7. KKPI 8. Kewirausahaan 9. IPA 10. Fisika 11.Kimia 12. IPS 13. Seni Budaya 14. Muatan Lokal Produktif 15. Teori Kejuruan 16. Praktek Kejuruan Jumlah 192 192 192 192 768 516 440 202 192 192 276 192 128 128 192 2458 140 1044 1184 2 2 2 2 Kelas 1 2 2 2 2 2 Semester Kelas 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 Kelas 3 2 2 4 2

4 4 2

4 4 2

1 2

1 2

3 4 2 2 1 2 2 1 1

3 4 2 2 1 2 2 1 1

4 5 2 2 2 2 1

4 5 1 2 1 2 2 1 2

2 12 38

2 12 38

4 8 38

4 8 38

6 8 38

2 8 38

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009

Tabel 4.9. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan Tahun Pelajaran 2008/2009
No Mata Pelajaran Durasi Waktu 1 A Normatif 1. Agama 2. PPKN 3. Bhs Indonesia 4. Penjaskes 192 192 192 192 768 2 2 2 2 Kelas 1 2 2 2 2 2 Semester Kelas 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Kelas 3 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

167

Lanjutan Tabel 4.9.


B Adaptif 5. Matematik 6. Bhs. Inggris 7. KKPI 8. Kewirausahaan 9. IPA 10. Fisika 11. Kimia 12. IPS 13. Seni Budaya 14. Muatan Lokal Produktif 15. Teori Kejuruan 16. Praktek Kejuruan Jumlah 516 440 202 192 192 276 192 128 128 192 2458 140 1044 1184 4 4 2 1 2 1 2 4 4 2 1 2 1 2 4 3 2 2 3 2 4 3 2 2 3 2 6 6 2 2 2 6 6 1 2 2 2

2 12 38

2 12 38

4 8 38

4 8 38

6 8 38

2 8 38

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009 Jika dibandingkan antara kedua struktur kurikulum tersebut di atas, terjadi perubahan pada mata pelajaran Normatif, Adaptif dan Produktif. Pada mata pelajaran Produktif jam mata pelajaran praktek kejuruan lebih ditingkatkan. 4.3.3. Sarana dan Prasarana Berdasarkan hasil survei, dari ke 3 SMK Negeri Medan yang menjadi sampel pada penelitian ini, kondisi sarana dan prasarana yang ada di SMK tersebut dapat terlihat Tabel 4.10 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

168 Tabel 4.10. Sarana dan Prasarana pada SMK Negeri yang Menjadi Sampel
Tahun Uraian ada SMK Negeri 2 Luas Lahan Luas Bangunan Ruang Kelas Jumlah murid tiap kelas Kursi siswa Meja belajar siswa Papan tulis Ruang perpustakaan Laboratorium : a. Bahasa b. Fisika c. Komputer Ruang Kepala Sekolah Ruang guru Tempat Ibadah Ruang Konseling Ruang UKS Ruang Osis Toilet/Kamar mandi Gudang Ruang Sirkulasi Tempat bermain Kantin Ruang Praktik/bengkel 33,82 M 130,4 M 40 M 33,82 M 48 M 107,15 M 614 M 60 M 20 M 2 33,82 M 130,4 M 40 M 33,82 M 20 M 48 M 107,15 M 614 M 60 M 160 M 3 33,82 M 130,4 M 3 2 buah s 130,4 M 40 M 33,82 M 20 M 48 M 107,15 M 880 M 60 M 240 M 16.675 M 16.675 M 4355 M 15.400 M 15.400 M 4879 M 2005 tdk ada 2006 tdk ada 2007 tdk ada 2008 jmlh ada tdk ada jmlh

jmlh

ada

jmlh

ada

4355 M 16 ruang 36 orang 775 buah 556 buah 16 buah 160 M

28 ruang 36 orang 1008 buah 504buah 28 buah 160 M

4879 M 32 ruang 36 orang 1152 buah 576buah 32 buah 160 M

38 ruang 36 orang 920 buah 400 buah 38 buah 160 M

40 M 33,82 M 48 M 107,15 M 880 M 60 M 240 M 20 M

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

169

Lanjutan Tabel 4.10.


Tahun Uraian ada SMK Negeri 4 Luas Lahan Luas Bangunan Ruang Kelas Jumlah murid tiap kelas Kursi siswa Meja belajar siswa Papan tulis Ruang perpustakaan Laboratorium : a. Bahasa b. Fisika c. Komputer Ruang Kepala Sekolah Ruang guru Tempat Ibadah Ruang Konseling Ruang UKS Ruang Osis Toilet/Kamar mandi Gudang Ruang Sirkulasi Tempat bermain Kantin Ruang Praktik/bengkel 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 2 ruang 3 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 2 ruang 3 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 2 ruang 3 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 2 ruang 3 ruang 8340 M 3096 M 19 ruang 36 orang 684 buah 342 buah 38 buah 1 buah 8340 M 3096 M 19 ruang 36 orang 684 buah 342 buah 38 buah 1 buah 8340 M 3096 M 19 ruang 36 orang 684 buah 342 buah 38 buah 1 buah 8340 M 3096 M 19 ruang 36 orang 684 buah 342 buah 38 buah 1 buah 2005 tdk ada 2006 tdk ada 2007 tdk ada 2008 jmlh ada tdk ada jmlh

jmlh

ada

jmlh

ada

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

170

Lanjutan Tabel 4.10.


Tahun Uraian ada SMK Negeri 5 Luas Lahan Luas Bangunan Ruang Kelas Jumlah murid tiap kelas Kursi siswa Meja belajar siswa Papan tulis Ruang perpustakaan Laboratorium : a. Bahasa b. Fisika c. Komputer Ruang Kepala Sekolah Ruang guru Tempat Ibadah Ruang Konseling Ruang UKS Ruang Osis Toilet/Kamar mandi Gudang Ruang Sirkulasi Tempat bermain 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 4032 M 1454 M 16 ruang 36 orang 576 buah 288 buah 32 buah 1 buah 4032 M 1454 M 16 ruang 36 orang 576 buah 288 buah 32 buah 1 buah 4032 M 1454 M 16 ruang 36 orang 576 buah 288 buah 32 buah 1 buah 4032 M 1454 M 16 ruang 36 orang 576 buah 288 buah 32 buah 1 buah 2005 tdk ada 2006 tdk ada 2007 tdk ada 2008 jmlh ada tdk ada jmlh

jmlh

ada

jmlh

ada

Kantin 2 ruang Ruang Praktik/bengkel Sumber: SMK Negeri 2, SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 5, tahun 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

171

Pada Tabel 4.10 di atas dapat dilihat bahwa dari ketiga sampel SMK Negeri tersebut masih terdapat SMK Negeri yang tidak memiliki sama sekali laboratorium. Pada SMK Negeri 2 Medan pada tahun pelajaran 2004/2005 s/d 2006/2007 sama sekali belum memiliki laboratorium, baik bahasa, fisika maupun komputer. Namun pada tahun pelajaran 2007/2008 telah memiliki laboratorium komputer, SMK Negeri 4 Medan hanya memiliki satu laboratorium saja yakni laboratorium komputer, sedangkan SMK Negeri 5 Medan, pada tahun pelajaran 2004/2005 dan 2005/2006, sama sekali belum memiliki laboratorium. Namun pada tahun pelajaran 2006/2007 telah memiliki laboratorium komputer dan tahun pelajaran 2007/2008 laboratorium bahasa juga telah tersedia.

4.4.

Karakteristik Lulusan SMK Negeri di Kota Medan Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada responden yang merupakan

lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan kelompok keahlian Teknik dan Industri dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang (46 sebelum penerapan dan 50 orang sesudah penerapan), maka diperoleh karakteristik lulusan berdasarkan program keahlian (jurusan), sebagaimana tergambar pada Tabel 4.11 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

172

Tabel 4.11. Rekapitulasi Responden Berdasarkan Program Keahlian (Orang)


No Sekolah/ Prog. Keahlian Sebelum Penerapan (Tamatan) 2005 2006 3 3 1 2 9 4 1 1 6 2 6 8 23 2 6 1 1 10 6 1 7 6 6 23 Sesudah Penerapan (Tamatan) 2007 2008 9 2 11 5 2 7 1 4 2 7 25 6 1 1 4 12 4 1 1 6 1 2 4 7 25 Jumlah

1.

2.

3.

SMK Negeri 2 Medan: a. T. Instalasi Tenaga Listrik b. T. Kendr. Ringan otomotif c. T. Permesinan d. T. Konstruk. Batu & Beton e. T. Gambar bangunan Jumlah SMK Negeri 4 Medan: a. T. Kendr. Ringan Otomotif b. T. Audio Video c. Teknik Las Jumlah SMK Negeri 5 Medan: a. T. Mekanik Otomotif b. T. Permesinan c. T. Instalasi Tenaga Listrik d. T. Konstruksi Kayu e. T. Gambar Bangunan Jumlah Total Jumlah

5 24 5 1 7 42 19 2 5 26 4 18 6 28 96

Sumber: Data hasil survei 2009 Berdasarkan hasil penelitian kepada lulusan yang berasal dari ketiga sekolah yang menjadi sampel sebagaimana yang tergambar pada Tabel 4.11 di atas, responden yang mengisi kuisioner dengan program keahlian Teknik Instalasi Listrik sebanyak 23 orang, Teknik Kenderaan Ringan Otomotif sebanyak 43 orang, Teknik Permesinan sebanyak 9 orang, Teknik Konstruksi Batu dan Beton sebanyak 1 orang, Teknik Gambar Bangunan sebanyak 13 orang, Teknik Audio Video sebanyak 2 orang dan Teknik Las sebanyak 5 orang.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

173

4.5.

Kesesuaian Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan Dari hasil pengamatan di lapangan dan data yang diperoleh serta berdasarkan

persepsi dari 50 orang responden yang tamat pada tahun 2007 dan 2008 untuk melihat kesesuaian guru, kurikulum dan sarana prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan, maka didapat hasil sebagai berikut: 4.5.1. Guru Berdasarkan pengamatan di lapangan dan data yang diperoleh terlihat bahwa tingkat pendidikan guru pada ketiga SMK Negeri yang berbasis teknik ini sebagian besar telah memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yaitu minimal D-IV (Diploma-IV) atau Strata 1 (S-1), berikut ini Tabel 4.12 menunjukkan persentase jumlah guru berdasarkan tahun pendidikan. Tabel 4.12. Persentase Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan Mulai TP 2006/2007 dan 2007/2008 (%)
Sekolah/TP SMKN 2 : 2006/2007 2007/2008 SMKN 4 : 2006/2007 2007/2008 SMKN 5 : 2006/2007 2007/2008 S2 1,05 1,15 2,47 1,39 S1 58,95 59,77 81,25 85,18 64,47 62,50 D4 1,39 D3/Sarmud 40,00 39,08 18,75 12,35 27,63 26,39 < Sarmud 7,90 8,33 Jumlah 100 100 100 100 100 100

Sumber: Data hasil survei, 2009 Jika dilihat dari Tabel 4.12 di atas, pada tahun 2008 kualifikasi pendidikan guru yang mengajar pada SMK Negeri 2 Medan yang memiliki kualifikasi Strata 2 (S-2) sebesar 1,15%, Strata 1 (S-1) sebesar 59,77% dan Diploma III (D-III) 39,08%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

174

Guru yang mengajar pada SMK Negeri 4 Medan yang memiliki kualifikasi Strata 2 (S-2) sebesar 2,47%, Strata 1 (S-1) sebesar 85,18% dan Diploma III (D-III) 12,35% dan Guru yang mengajar pada SMK Negeri 5 Medan yang memiliki kualifikasi Strata 2 (S-2) sebesar 1,39%, Strata 1 (S-1) sebesar 62,50%, Diploma IV (D-IV) 1,39%, Diploma III (D-III) 26,39% dan Diploma II (D-II) 8,33%. Dengan demikian kualifikasi akademik guru pada ketiga sekolah tersebut jika dirata-ratakan tingkat kualifikasi akademiknya yang sesuai dengan standar nasional pendidikan hanya sebesar 69,93% dan yang belum memenuhi standar nasional pendidikan sebesar 30,07%. Sedangkan hasil dari persepsi responden berdasarkan survey yang dilakukan, menurut 73,9% responden sebelum penerapan pada umumnya menyatakan guru yang mengajar kompeten baik dari kualifikasi akademik maupun kompetensi yang dimiliki. Penilaian tersebut diperoleh sebagaimana diuraikan berikut ini: a. Berdasarkan pertanyaan terhadap penilaian kualifikasi akademik guru (pertanyaan no. 1 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan tidak sesuai sebanyak 2 oarang (4%), Cukup Sesuai sebanyak 5 orang (10%), Sesuai sebanyak 38 orang (76%) dan Sangat Sesuai sebanyak 5 orang (10%). b. Berdasarkan pertanyaan terhadap penilaian Kompetensi Pedagogik guru (pertanyaan no. 9 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Tidak Baik sebanyak 1 orang (2%), Kurang Baik sebanyak 9

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

175

orang (18%), Cukup Baik sebanyak 18 orang (36%), Baik sebanyak 20 orang (40%) dan Sangat Baik sebanyak 2 orang (4%). c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut Kompetensi Kepribadian guru (pertanyaan no. 3, 4, 5 dan 6 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Tidak Baik sebanyak 2 orang (4%), Cukup Baik sebanyak 10 orang (20%), Baik sebanyak 30 orang (60%), Sangat Baik sebanyak 8 orang (16%). d. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut Kompetensi Profesional guru (pertanyaan no. 7, 8, 10, 11, dan 12 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Tidak Baik sebanyak 1 orang (2%), Kurang Sesuai sebanyak 3 orang (6%) Cukup Baik sebanyak 20 orang (40%), Baik sebanyak 23 orang (46%), Sangat Baik sebanyak 3 orang (6%). e. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut Kompetensi Sosial guru (pertanyaan no. 2, 13 dan 14) pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Kurang Baik sebanyak 4 orang (8%), Cukup Baik sebanyak 11 orang (22%), Baik sebanyak 28 orang (56%), Sangat Baik sebanyak 7 orang (14%). Dengan demikian persepsi penilaian responden terhadap kualifikasi akademik guru 76% menyatakan sesuai, kompetensi pedagogik 40% menyatakan baik, kompetensi kepribadian 60% menyatakan baik, kompetensi profesional 46% menyatakan Baik dan kompetensi soasial 56% menyatakan baik. Sehingga dapat
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

176

disimpulkan bahwa kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki guru sesuai dengan standar nasional pendidikan dalam arti kata guru yang mengajar adalah guru yang kompeten dan profesional. 4.5.2. Kurikulum Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun ajaran 2006/2007 adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di dalam peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa kurikulum harus (a) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (b) beragam dan terpadu, (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (e) menyeluruh dan berkesinambungan, (f) belajar sepanjang hayat, (g) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan pengamatan di lapangan kurikulum yang dilaksanakan pada SMK Negeri telah berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya program kerjasama lembaga sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri, untuk melaksanakan praktik kerja industri untuk menambah wawasan ilmu pengetahuannya. Karena jika hanya mengandalkan bengkel yang ada di sekolah tentu pemerintah tidak mampu untuk menyediakan fasilitas yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak jarang pula perusahaan tempat siswa melaksanakan praktik kerja merekrut siswa tersebut untuk bekerja di perusahaannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

177

Sedangkan hasil penelitian berdasarkan persepsi dari lulusan dapat diuraikan berikut ini: a. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut terhadap kurikulum komponen kejuruan (pertanyaan no. 1, 3 dan 9 pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 8 orang (16%), Cukup Sesuai sebanyak 16 orang (32%), Sesuai sebanyak 20 orang (40%) dan Sangat Sesuai sebanyak 6 orang (12%). b. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut terhadap kurikulum komponen Muatan Lokal (pertanyaan no. 4, 5, 7 dan 8 pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 16 orang (32%), Cukup Sesuai sebanyak 16 orang (32%), Sesuai sebanyak 15 orang (30%) dan Sangat Sesuai sebanyak 3 orang (6%). c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut terhadap kurikulum komponen pengembangan diri (pertanyaan no. 6 dan 10 pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 4 orang (8%), Cukup Sesuai sebanyak 24 orang (48%), Sesuai sebanyak 18 orang (36%) dan Sangat Sesuai sebanyak 4 orang (8%). Berdasarkan persepsi dari responden dapat disimpulkan terhadap bahwa kurikulum dengan mata pelajaran kejuruan 40% menyatakan sesuai, mata pelajaran muatan lokal 32% menyatakan kurang sesuai dan 32% lagi menyatakan cukup sesuai, mata pelajaran pengembangan diri 48% menyatakan cukup sesuai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

178

4.5.3. Sarana dan Prasarana Dari pengamatan di lapangan sarana dan prasarana pada ketiga sampel Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Medan telah mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan, sebagaimana yang terlihat pada Tabel 4.13, sarana dan prasarana kelengkapan yang dimiliki oleh sekolah tersebut antara lain: 1) Gedung sekolah pondasi permanen dan lokasinya sangat mudah dijangkau, aman dan nyaman, gedung dilengkapi sistem keamanan, dilengkapi fasilitas instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt; 2) Kelengkapan sarana dan prasarana telah dilengkapi dengan adanya ruang kelas, ruang perpustakan, laboratorium, ruang pimpinan (ruang kepala sekolah), ruang guru, ruang tata usaha, tempat beribadah, ruang konseling, jamban (toilet/kamar mandi), gudang, tempat bermain/berolahraga, dan ruang Praktik Kerja/bengkel kerja. Walaupun dari semua item di atas masih ada sekolah yang masih belum memilikinya antara lain Laboratorium Fisika, ruang sirkulasi, tempat ibadah dan ruang OSIS. Sedangkan hasil penelitian dari persepsi lulusan dapat dijelaskan pada uraian berikut ini: a. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang menyangkut terhadap bangunan sekolah (pertanyaan no. 1, 2, 5, 10 dan 12 pada penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan Kurang memadai sebanyak 6 orang (12%), Cukup memadai sebanyak 9 orang (18%), Memadai sebanyak 29 orang (58%) dan Sangat Memadai sebanyak 6 orang (12%).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

179

b. Berdasarkan pertanyaan terhadap lokasi sekolah (pertanyaan no. 1, 2, 5, 10 dan 12 pada penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan Tidak Sesuai sebanyak 2 orang (4%), Kurang Sesuai sebanyak 6 orang (12%), Cukup Sesuai sebanyak 17 orang (34%), Sesuai sebanyak 18 orang (36%) dan Sangat Sesuai sebanyak 7 orang (14%). c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan

menyangkut terhadap fasilitas sekolah (pertanyaan no. 6, 7, 8, 9 dan 11 pada penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan tidak memadai sebanyak 1 orang (2%), Kurang memadai sebanyak 6 orang (12%), Cukup memadai sebanyak 27 orang (54%) dan Memadai sebanyak 16 orang (32%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana berupa bangunan sekolah 58% menyatakan memadai, lokasi sekolah 36% menyatakan sesuai dan fasilitas sekolah 54% menyatakan cukup memadai.

4.6.

Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan dengan Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Medan

4.6.1. Keterserapan Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan Berdasarkan hasil survei kepada 96 orang responden yang terdiri dari 46 orang responden yang dikategorikan sebelum penerapan standar nasional pendidikan dan 50 orang responden dikategorikan setelah penerapan standar nasional pendidikan, maka diperoleh hasil sebagaimana terlihat pada Tabel 4.13 di bawah ini.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

180

Tabel 4.13. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri (Orang)
Jumlah Responden Keterangan 2005 Usaha sendiri Bekerja Belum/tidak bekerja Jumlah 2 14 7 23 Sebelum 2006 Jmlh 2 14 7 23 4 28 14 46 % 8,70 60,90 30,40 100,00 2007 4 18 3 25 Sesudah 2008 Jmlh 1 16 8 25 6 33 11 50 % 10,00 68,00 22,00 100,00

Sumber: Data hasil survei, 2009

Tabel 4.13 di atas menunjukkan perbandingan daya serap dan peluang kesempatan kerja lulusan SMK Negeri sebelum dan sesudah penerapan, dari survei yang dilakukan diperoleh hasil dari responden yang telah bekerja sebelum penerapan standar nasional pendidikan sebanyak 60,90% sedangkan setelah penerapan standar nasional pendidikan sebanyak 68,00%, sedangkan yang membuka usaha sendiri sebelum penerapan sebanyak 8,70% dan sesudah penerapan sebanyak 10%, dan yang belum/tidak bekerja sebelum penerapan sebanyak 20,40% dan sesudah penerapan sebanyak 22%. Jadi kalau dibandingkan antara sebelum dan sesudah penerapan terjadi peningkatan daya serap lulusan yang membuka usaha sendiri sebesar 1,30% dan yang bekerja sebesar 7,10%. Sedangkan lulusan yang belum/tidak bekerja terjadi penurunan sebesar 8,40%. Jika dilihat dari program keahlian/jurusan yang dipilih oleh siswa, maka peluang dan kesempatan kerja dapat dilihat pada Tabel 4.14 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

181

Tabel 4.14. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri Berdasarkan Program Keahlian (Orang)
Sekolah/Prog. Keahlian a. b. c. d. e. f. g. Teknik Instalasi Tenaga Listrik Teknik Kenderaan Ringan otomotif T. Permesinan Teknik Konstruk. Batu & Beton T. Gambar bangunan T. Audio Video Teknik Las Jumlah US 1 1 2 4 Sebelum B BK 9 7 14 4 3 1 1 1 2 28 14 17 19 4 3 1 2 46 Sesudah B BK 3 2 20 3 1 2 1 6 3 2 1 33 11 7 24 4 1 10 1 3 50

US 2 1 1 1 1 6

Sumber: Data hasil survei, 2009


Ket : US : Usaha Sendiri B : Bekerja BK : Belum Kerja

Berdasarkan Tabel 4.14 di atas program keahlian yang paling banyak menyerap tenaga kerja sebelum penerapan adalah Teknik kendaraan ringan otomotif yaitu sebesar 30,43% (14 orang dari 46 responden), begitu juga sesudah penerapan program keahlian Teknik kendaraan ringan otomotif juga paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu sebesar 40,00% (20 orang dari 50 responden). Sedangkan yang membuka usaha sendiri sebelum penerapan yang paling besar adalah pada program keahlian Teknik gambar bangunan yaitu sebesar 4,35% (2 dari 46 responden) sedangkan sesudah penerapan adalah Teknik instalasi tenaga listrik yaitu sebesar 4,00% (2 dari 50 responden). Dari seluruh responden yang bekerja ataupun membuka usaha tidak semuanya bekerja sesuai dengan program keahliannya atau kompetensi yang dimilikinya. Untuk

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

182

dapat melihat seberapa besar tingkat kesesuaian pekerjaan responden dengan kompetensi yang dimiliki dapat dilihat pada Tabel 4.15 berikut ini. Tabel 4.15. Kesesuaian Jenis Pekerjaan dengan Program Keahlian Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan
Responden yang Bekerja

Program Keahlian
SS % 33,33 7.14 33,33 -

Sebelum S % 3 4 2 33,33 28,57 66,67 -

TS 3 9 2

% 33,3 3 64,2 9 100

SS 6 -

% 30,0 -

S 10 1 1 5 2

Sesudah % 50,0 100 100 83,33 100

TS 3 4 1 -

% 100 20,0 16,6 7 -

T. Instalasi Tenaga Listrik T. Kenderaan Ringan otomotif Teknik Permesinan T. Konstruk Batu & Beton T. Gambar bangunan Teknik Audio Video Teknik Las

3 1 1 -

Sumber: Data hasil survei, 2009 Tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa dari 28 orang responden yang telah bekerja sebelum penerapan, yang menyatakan kesesuaian jenis pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dari 9 orang responden dengan program keahlian teknik instalasi tenaga listrik, jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 33,33%, sedangkan yang sesuai sebesar 33,33% dan yang tidak sesuai sebesar 33,33%. 2. Dari 14 orang responden dengan program keahlian Teknik kenderaan ringan otomotif, jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 7,14%, sedangkan yang sesuai sebesar 28,57% dan yang tidak sesuai sebesar 64,29%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

183

3. Dari 3 orang responden dengan program keahlian teknik permesinan, jenis pekerjaan yang sangat sesuai sebesar 33,33% dan yang sesuai sebesar 66,67% sedangkan yang tidak sesuai 0%. 4. Dari 2 orang responden dengan program keahlian teknik las, semuanya menyatakan jenis pekerjan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lulusan yang tammat sebelum penerapan standar nasional pendidikan jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya adalah jurusan teknik instalasi listrik dan Teknik permesinan yaitu sebesar 33,33%. Sedangkan yang sesuai adalah teknik permesinan sebesar 66,67% dan yang tidak sesuai adalah teknik las yaitu 100%. Sedangkan 33 orang responden yang telah bekerja sesudah penerapan standar nasional pendidikan menyatakan kesesuaian jenis pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dari 3 orang responden dengan program keahlian teknik instalasi tenaga listrik, semuanya menyatakan jenis pekerjaan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 2. Dari 20 orang responden dengan program keahlian Teknik kenderaan ringan otomotif, jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi sebesar 30,00%, sedangkan yang sesuai sebesar 50,00% dan yang tidak sesuai sebesar 20,00%. 3. Dari 1 orang responden dengan program keahlian teknik pemesinan, semuanya menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

184

4. Dari 1 orang responden dengan program keahlian teknik konstruksi batu dan beton, semuanya menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 5. Dari 20 orang responden dengan program keahlian Teknik gambar bangunan, jenis pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi sebesar 83,33%, sedangkan yang tidak sesuai sebesar 16,67%. 6. Dari 2 orang responden dengan program keahlian teknik las, semuanya menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lulusan yang tammat setelah penerapan standar nasional pendidikan jenis pekerjaan yang paling sangat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya jurusan adalah Teknik Kenderaan Ringan Otomotif yaitu sebesar 30%, sedangkan yang sesuai adalah Teknik mesin dan teknik konstruksi batu dan beton sebesar 100% dan yang tidak sesuai adalah Teknik Instalasi Listrik yaitu sebesar 100%. Untuk responden yang membuka usaha sendiri dengan jumlah responden sebanyak 4 orang sebelum penerapan dan 6 orang setelah penerapan, kesesuaian jenis usaha dengan kompetensinya dapat dilihat pada Tabel 4.16 di bawah ini: Tabel 4.16. Kesesuaian Membuka Usaha Sendiri dengan Kompetensi Keahlian
Uraian Sangat Sesuai Sesuai Tidak sesuai Jumlah Sebelum 1 3 4 Sesudah 3 3 6

Sumber: Data hasil survey, 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

185

Dari Tabel 4.16 di atas dapat dijelaskan bahwa dari 4 orang responden yang membuka usaha sendiri sebelum penerapan, yang menyatakan sesuai jenis usaha dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 25% dan yang tidak sesuai sebesar 75%. Sedangkan sesudah penerapan standar nasional pendidikan, dari 6 orang responden yang menyatakan sesuai jenis usaha dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 50% dan yang tidak sesuai juga 50%. Tabel 4.17 berikut ini menunjukkan jumlah lulusan yang langsung bekerja pada tempat praktik setelah menammatkan sekolah bahkan belum tamat perusahaan telah meminangnya kesekolah. Tabel 4.17. Jumlah Lulusan yang Langsung Bekerja pada Tempat Praktik Setelah Menamatkan Sekolah (Orang) Keterangan Sebelum penerapan Lulusan tahun 2005 2006 Jumlah 2007 2008 Jumlah Jumlah 4 3 7 7 6 13

Sesudah penerapan

Sumber: Data hasil survey, 2009 Lulusan yang langsung bekerja pada tempat magang sebelum penerapan sebanyak 7 orang atau 25% dari 28 orang jumlah keseluruhan yang telah bekerja dan 15,21% dari keseluruhan jumlah responden. Sedangkan sesudah penerapan sebanyak 13 orang atau 39,39% dari 33 orang responden yang telah bekerja dan 26% dari keseluruhan jumlah responden. Jika dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan jumlah responden yang bekerja ditempat magang naik sebesar 14,39%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

186

4.6.2. Standar Nasional Pendidikan yang Paling Berpengaruh terhadap Kesempatan Kerja Lulusan Untuk melihat mana yang lebih berpengaruh antara ketiga standar nasional pendidikan tersebut yaitu guru, kurikulum, sarana prasarana, maka dapat dilihat dari masing-masing variabel untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Untuk guru dapat dilihat pada Tabel 4.18 berikut ini: Tabel 4.18. Crosstab Guru* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase) Sebelum Penerapan
Belum bekerja Guru Cukup Kompeten Kompeten Sangat Kompeten Total 0 28,26 2,17 30,43 Lulusan Bekerja 8,70 39,13 13,05 60,88 Lulusan Belum Bekerja Guru Kurang Kompeten Cukup Kompeten Kompeten Sangat Kompeten Total 0 0 18,00 4,00 22,00 Bekerja 2,00 8,00 46,00 10,00 66,00 Usaha Sendiri 2,00 6,00 4,00 0 12,00 Jumlah 4,00 14,00 68,00 14,00 100 Usaha Sendiri 2,17 6,52 0 8,69 Jumlah 10,87 73,91 15,22 100

Sesudah Penerapan

Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009

Berdasarkan Tabel 4.18 di atas dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional pendidikan diterapkan, guru yang cukup kompeten menghasilkan 8,70% lulusan yang bekerja dan 2,17% lagi menghasilkan lulusan yang membuka usaha sendiri. Sedangkan Guru yang kompeten menghasilkan 39,13% lulusan yang bekerja dan 6,52% membuka usaha sendiri. Kemudian guru yang sangat kompeten menghasilkan 13,05% lulusan yang bekerja.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

187

Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan diterapkan, guru yang kurang kompeten menghasilkan 2% lulusan yang bekerja dan 2% lagi membuka usaha sendiri, guru yang cukup kompeten menghasilkan 8% lulusan yang bekerja dan 6% membuka usaha sendiri. Berikutnya guru yang kompeten menghasilkan 46% lulusan yang bekerja dan 4% membuka usaha sendiri, dan yang terakhir guru yang sangat kompeten menghasilkan 10% lulusan yang bekerja. Dengan uji Statistik Chi Squere diperoleh hitung sebelum = 5.507 lebih kecil dari tabel 0,05 = 11.070, maka Ho diterima. Dengan diterimanya Ho berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara guru dengan kesempatan kerja lulusan Sedangkan hitung sesudah = 12.494 lebih kecil dari tabel 0,05 = 12.592, maka Ho diterima. Dengan diterimanya Ho berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara guru dengan kesempatan kerja lulusan. Artinya ada pengaruh antara guru dengan kesempatan kerja lulusan baik sebelum penerapan maupun sesudah penerapan standar nasional pendidikan tetapi tidak signifikan. Selanjutnya pengaruh kurikulum terhadap kesempatan kerja lulusan dapat dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan seperti terlihat pada Tabel 4.19 di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

188

Tabel 4.19. Crosstab Kurikulum* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase)
Lulusan Sebelum Penerapan
Belum Bekerja Bekerja Usaha Sendiri Total

Kurikulum Cukup sesuai sesuai Sangat sesuai Total Sesudah Penerapan Kurikulum Kurang sesuai Cukup sesuai sesuai Sangat sesuai Total

19,57 8,70 2,17 30,44


Belum Bekerja

17,39 43,48 0 60,87


Lulusan

6,52 43,48 2,17 54,35 0 2,17 8,69 100


Usaha Sendiri Total

Bekerja

0 18,00 4,00 0 22,00

0 26,00 32,00 8,00 66,00

4,00 4,00 6,00 50,00 2,00 38,00 0 8,00 12,00 50

Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009 Berdasarkan Tabel 4.19 di atas, dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional pendidikan diterapkan, kurikulum yang cukup sesuai menghasilkan 17,39% lulusan yang bekerja dan 6,52% lagi menghasilkan lulusan yang membuka usaha sendiri. Sedangkan kurikulum yang sesuai menghasilkan 43,48% lulusan yang bekerja dan 2,17% membuka usaha sendiri. Kemudian kurikulum yang sangat sesuai menghasilkan sama sekali tidak menghasilkan lulusan yang bekerja. Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan diterapkan, kurikulum yang kurang sesuai menghasilkan 4% lulusan yang membuka usaha sendiri, kurikulum yang cukup sesuai menghasilkan 26% lulusan yang bekerja dan 6% membuka usaha sendiri. Berikutnya kurikulum yang sesuai menghasilkan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

189

32% lulusan yang bekerja dan 2% membuka usaha sendiri, dan yang terakhir kurikulum yang sangat sesuai menghasilkan 8% lulusan yang bekerja. Dengan uji Statistik Chi Square diperoleh hitung sebelum = 9.874 lebih besar dari tabel 0,05 = 9.488 maka Ho ditolak. Dengan ditolaknya Ho berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kurikulum dengan kesempatan kerja lulusan. Sedangkan hitung sesudah = 22.507 lebih besar dari tabel 0,001 = 22.457, maka Ho ditolak. Sehingga dengan ditolaknya Ho berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kurikulum dengan kesempatan kerja lulusan. Artinya kurikulum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan baik sebelum penerapan maupun sesudah penerapan standar nasional pendidikan. Selanjutnya pengaruh sarana dan prasarana terhadap kesempatan kerja lulusan dapat dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan seperti terlihat pada Tabel 4.20 di bawah ini: Tabel 4.20. Crosstab Sarana dan Prasarana* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase)
Lulusan Sebelum Penerapan Belum bekerja Sarana & Prasarana Kurang memadai Cukup memadai Memadai Sangat memadai Total 0 4,35 19,57 6,52 30,44 Bekerja 2,17 21,74 28,26 8,70 60,87 Usaha Sendiri 0 6,52 2,17 0 8,69 Total 2,17 32.61 50,00 15,22

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

190

Lanjutan Tabel 4.20.


Lulusan Setelah Penerapan Belum Bekerja Sarana & Prasarana Kurang memadai Cukup Memadai Memadai Sangat Memadai Total 0 2,00 20,00 0 22,00 Bekerja 2,00 42,00 14,00 8,00 66,00 Usaha Sendiri 6,00 2,00 4,00 0 12,00 Total 8,00 46,00 38,00 8,00 50

Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009 Berdasarkan Tabel 4.20 di atas, dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional pendidikan diterapkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai menghasilkan 2,17% lulusan yang bekerja. Sedangkan sarana dan prasarana yang cukup memadai menghasilkan 21,74% lulusan yang bekerja dan 6,52% membuka usaha sendiri. Kemudian kurikulum yang memadai menghasilkan 28,26% lulusan yang bekerja dan 2,17% membuka usaha sendiri, yang terakhir sarana dan prasarana yang sangat memadai menghasilkan 8,70% lulusan yang bekerja. Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan diterapkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai menghasilkan 2% lulusan yang bekerja dan 6% membuka usaha sendiri, sarana dan prasarana yang cukup memadai menghasilkan 42% lulusan yang bekerja dan 2% membuka usaha sendiri. Berikutnya kurikulum yang memadai menghasilkan 14% lulusan yang bekerja dan 4% membuka usaha sendiri, dan yang terakhir kurikulum yang sangat memadai menghasilkan 8% lulusan yang bekerja. Dengan uji Statistik Chi Squere diperoleh hitung sebelum = 6.494 lebih kecil dari tabel 0,05 = 12.592 maka Ho diterima. Dengan diterimanya Ho berarti

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

191

tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana dengan kesempatan kerja lulusan. Sedangkan hitung sesudah = 34.386 lebih besar dari tabel 0,001 = 22.457, maka Ho ditolak. Sehingga dengan ditolaknya Ho berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana dengan kesempatan kerja lulusan. Artinya sebelum penerapan ada pengaruh antara sarana dan prasarana dengan kesempatan kerja lulusan tetapi tidak signifikan tetapi sesudah penerapan standar nasional pendidikan terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara sarana dan prasarana dengan kesempatan kerja lulusan. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan standar nasional pendidikan pada variabel guru sebagai tenaga pendidik ada pengaruhnya sebelum dan sesudah penerapan dengan kesempatan kerja lulusan dan tidak ada hubungan yang signifikan antara keduanya tetapi tidak signifikan, begitu juga dengan variabel kurikulum namun pada kurikulum terdapat hubungan yang signifikan dengan kesempatan kerja lulusan. Sementara pada variabel sarana dan prasarana sebelum penerapan terdapat hubungan dengan kesempatan kerja lulusan tetapi tidak signifikan, sedangkan sesudah penerapan pengaruh antara sarana dan prasarana sangat signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan dengan signifikansinya pada taraf 99 persen ( = 0,001). Dengan demikian dapat digambarkan bahwa sarana dan prasarana adalah faktor yang sangat menentukan bagi siswa untuk memperoleh pekerjaan, karena dengan sarana dan prasarana yang lengkap siswa dapat lebih terampil dan kompetensi pada bidang keahliannya.
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

192

4.7.

Perencanaan SMK Negeri Kota Medan di Masa yang Akan Datang Dalam perencanaan pendidikan ada berbagai pendekatan yang dapat

digunakan untuk menentuan kebijakan yang akan diambil dalam pelaksanaan perencanaan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan kebutuhan ketenagakerjaan. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan kegiatan pendidikan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja (Guruge dalam Saud & Makmun, 2005: 240). Pendekatan ini mengutamakan kepada keterkaitan lulusan sistem pendidikan dengan tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan. Oleh karena tujuannya untuk membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik, maka penekanan utama terhadap pendidikan tersebut adalah relevansi program pendidikan dengan berbagai sektor pembangunan. Dari uraian di atas, berdasarkan hasil penelitian sebagaimana terlihat pada Tabel 4.20 bahwa sebelum penerapan standar nasional pendidikan tingkat kesesuaian jenis pekerjaan dengan program keahlian menunjukkan bahwa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif merupakan jumlah yang paling besar ketidaksesuaian jenis pekerjaannya dengan kompetensi yang dimilikinya yaitu sebesar 64,29%. Sedangkan Program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik ketidaksesuaian jenis pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 33,33%. Berikut ini dapat dilihat banyaknya jumlah rombongan belajar dari masingmasing program keahlian pada ketiga sampel sekolah SMK Negeri di Kota Medan, sebagaimana terlihat pada Tabel 4.21, di bawah ini:
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

193

Tabel 4.21. Program Keahlian dan Jumlah Rombongan Belajar


No. 1 Sekolah/Program Keahlian SMK Negeri 2 Medan a. Teknik Konstruksi Bangunan b. Teknik Gambar Bangunan c. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik d. Teknik Permesinan e. Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 4 Medan a. Teknik Audio Video b. Teknik Las c. Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 5 Medan a. Teknik Konstruksi Kayu b. Teknik Gambar Bangunan c. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik d. Teknik Permesinan e. Teknik Mekanik Otomotif Jumlah Rombel 3 5 13 9 13 9 5 10 3 4 9 5 6

Sumber: Data hasil survei, 2009

Jika dilihat pada Tabel 4.21 di atas, bahwa program keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik dan Teknik Mekanik Otomotif yang paling banyak rombongan belajarnya yaitu program keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik, SMKN 2 sebanyak 13 rombongan belajar, SMKN 5 sebanyak 9 rombongan belajar, sedangkan program keahlian Teknik Mekanik Otomotif, SMKN 2 sebanyak 13 rombongan belajar, SMKN 4 sebanyak 10 rombongan belajar dan SMKN 5 sebanyak 6 rombongan belajar. Namun dari ketiga sampel tersebut program keahlian Teknik Mekanik dan Otomotif yang paling banyak menghasilkan jumlah lulusan. Sedangkan keterserapan lulusan dalam memperoleh kesempatan kerja dan kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan berdasarkan sekolah dapat dilihat sebagaimana yang digambarkan pada Tabel 4.22 di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

194

Tabel 4.22. Keterserapan Lulusan dalam Memperoleh Kesempatan Kerja dan Kesesuaian Pekerjaan dengan Kompetensi Lulusan Berdasarkan Sekolah
Sekolah/Program Keahlian SMKN 2 Medan a. T Konstruksi Bangunan b. T. Gambar Bangunan c. T. Pemanfaatan Tenaga
Listrik

SS -

% -

Responden yang Bekerja & Usaha Sendiri Sebelum Sesudah S % TS % SS % S % 2 1 18,18 9,09 1 1 1 5,26 5,26 5,26

TS 2 -

% 10,52 -

d. Teknik Permesinan e. T. Mekanik Otomotif Jumlah total respoden SMKN 4 Medan a. T. Audio Video b. Teknik Las c. T. Mekanik Otomotif Jumlah total respoden SMKN 5 Medan a. T. Konstruksi Kayu b. T. Gambar Bangunan c. T. Pemanfaatan Tenaga
Listrik

2 18,18 2 18,18 4 36,37 11 = 57,89% dari jumlah seluruh sampel 2 18,18 9,09 2 18,18 6 54.55 11 = 84,61% dari jumlah seluruh sampel 4 2

1 5,26 5 26,32 4 21,06 4 21,06 19 = 82,60% dari jumlah seluruh sampel 1 9,09 2 18,18 1 9,09 5 45,46 2 18,18 11 = 84,61% dari jumlah seluruh sampel 2 1 22,22 11,11 2 3 22,22 33,34

3 1 -

30,00 10,00

40,00

20,00

d. Teknik Permesinan e. T. Mekanik Otomotif Jumlah total respoden

10 = 71,42% dari jumlah seluruh sampel

1 11,11 9 = 64,28% dari jumlah seluruh sampel

Sumber: Data hasil survei, 2009

Tabel 4.22 di atas menunjukkan bahwa dari ketiga sampel sekolah SMK Negeri tersebut, tingkat keterserapan lulusan yang paling tinggi baik sebelum maupun sesudah penerapan standar adalah SMK Negeri 4 Medan yaitu sebesar 84,61%. Sedangkan kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan pada program keahlian teknik mekanik otomotif sebelum penerapan tingkat ketidaksesuaiannya yaitu sebesar 54,55% dan sesudah penerapan tingkat ketidaksesuaiannya menurun menjadi 18,18%. Selanjutnya Tabel 4.22 di atas juga menunjukkan bahwa SMK Negeri 5 Medan mengalami penurunan daya serap lulusan yaitu sebelum penerapan standar nasional pendidikan keterserapan lulusan sebesar 71,42% dan sesudah penerapan menurun menjadi 64,28%. Jika dibandingkan pada Tabel 4.23, bahwa SMK Negeri 5

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

195

Medan memiliki 9 rombongan belajar untuk program keahlian teknik instalasi tenaga listrik namun keterserapan dan kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki menurun. Dari hasil analisis dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendidikan bagi SMK Negeri Kota Medan kedepan harus lebih berorientasi kepada relevansi program keahlian dengan kebutuhan tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian bahwa program keahlian yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah teknik mekanik otomotif. Untuk itu diharapkan SMK Negeri Kota Medan dapat menambah rombongan belajar dengan program keahlian tersebut, karena saat ini dunia usaha dalam bidang otomotif lebih membuka peluang dan kesempatan kerja bagi siswa yang memiliki program keahlian tersebut. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat terhadap kenderaan otomotif yang diiringi dengan menjamurnya usaha-usaha perbengkelan dan showroom otomotif. Untuk itu pihak sekolah juga diharapkan agar aktif menjalin kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri, agar keterampilan siswa dapat disesuaikan dengan

perkembangan zaman dan dapat bersaing di pasar tenaga kerja. Dengan meningkatnya ketersepan tenaga kerja, maka angka pengangguran di wilayah Kota Medan dapat berkurang, karena tenaga kerja yang memiliki potensi, kemampuan, yang tepat guna, berdaya guna untuk bekerja dan berperan serta dalam pembangunan akan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat secara keseluruhan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

196

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam

penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Kualifikasi akademik guru yang mengajar di SMK Negeri 2, SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 5 masih belum seluruhnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan karena masih terdapat guru yang mengajar dengan kualifikasi pendidikan Diploma-III (D-III) dan Diploma-II (D-II), sedangkan kurikulum dan sarana dan prasarana telah mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 2. Bahwa sebelum penerapan standar nasional pendidikan faktor yang berpengaruh terhadap kesempatan kerja lulusan adalah kurikulum, sedangkan setelah penerapan faktor yang mempengaruhi adalah sarana dan prasarana dengan tingkat signifikansi 0,1% atau tingkat kepercayaan 99 persen dan kurikulum dengan tingkat signifikansi 0,5 atau tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya bahwa kurikulum yang baik dan sarana prasarana yang memadai sangat mendukung terhadap kesempatan kerja siswa. Sedangkan faktor guru pengaruhnya tidak signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Medan, baik sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

197

5.2.

Saran

1. Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan bahwa kualifikasi akademik guru yang mengajar pada SMK Negeri di Kota Medan masih belum sesuai dengan standar nasional pendidikan, untuk itu Pemerintah Kota Medan khususnya Dinas Pendidikan agar lebih memperhatikan guru sebagai tenaga pendidik untuk mengembangkan pengetahuannya dengan memberikan bantuan pendidikan atau bea siswa kepada guru maupun pemberdayaan guru dengan memberikan dukungan terhadap penelitian yang dilakukan oleh guru sehingga wawasan, pengalaman dan kompetensi guru dapat bertambah dalam mendidik siswa. 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa kurikulum dan sarana prasarana sangat berpengaruh terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri, untuk itu pengembangan kurikulum pada program keahlian teknik mekanik otomotif yang merupakan program keahlian paling banyak menyerap tenaga kerja hendaknya lebih ditingkatkan terutama pada praktek kerja yang lebih disesuaikan dengan perkembangan studi, selain itu pihak sekolah juga diharapkan mampu menjalin kerjasama dengan studi agar siswa dapat melakukan praktek kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga dapat menambah keahlian dan kompetensinya untuk bekal dalam mencari pekerjaan. Begitu juga dengan sarana dan prasarana sekolah merupakan faktor yang sangat mendukung kemampuan siswa dalam belajar, untuk itu pihak sekolah dapat mengajukan anggaran biaya kepada Dinas Pendidikan Kota Medan, untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah terutama laboratorium, penambahan referensi buku-buku
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

198

perpustakaan yang lebih up to date dan bengkel tempat praktek, selain itu ruang kelas yang sesuai dengan jumlah siswa serta sarana olah raga yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 1996, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta. Ary, Subroto 1999, dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah, Peranan Sumberdaya Manusia dalam Pengembangan Wilayah di Indonesia, Jakarta: BPPT. Abbas, M.S dan Suyanto, 2001, Wajah dan Dinamika Pendidikan Anak Bangsa, Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Djojonegoro, Wardiman, 1999, Pengembangan Sumberdaya Manusia: Melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jakarta: PT. Balai Pustaka (Persero). Hamalik, Oemar, 2000, Pengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan: Pendekatan Terpadu, Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harahap, Susi, 2001, Fungsi Perencanaan terhadap Efektivitas Pelaksanaan Kegiatan pada Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara, Skripsi S1 pada STIA-LAN RI, Bandung. Hasibuan, Malayu S.P, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hadeli, 2006, Metode Penelitian Kependidikan, Jakarta: Quantum Teaching. Judisseno, Rimsky.K, 2008, Jadilah Pribadi yang Kompeten di Tempat Kerja, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Prasetya I, Suryani Motik & Sri Wahyu, 1997, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: STIA-LAN Press.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

199

Kuncoro, Mudrajad, 2001, Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. --------------, 2003, Metode Riset untuk Bisinis dan Ekonomi, Jakarta: Erlangga. --------------, 2004, Otonomi dan Pembangunan Daerah, Jakarta: Erlangga. Kunandar, 2007, Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Rajawali Press. Lie, Anita, dkk, 2005, Pendidikan Nasional dalam Reformasi Politik dan Kemasyarakatan,Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Nazir, Moh, 1988, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia. Nachrow,D & Suhandojo, 1999, Dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah : Analisis Sumber Daya Manusia, Otonomi Daerah dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: CV. Cahaya Ibu. Ndraha, Taliziduhu, 2002, Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Rineka Cipta. Nurdin, Syafruddin, 2005, Guru Profesional & Implementasi Kurikulum, Jakarta: Quantum Teaching. Robbins, Stephen P, 2006, Perilaku Organisasi, Edisi Kesepuluh, PT. Indeks. Ramli, 2007, Kinerja Aparatur dan Pengembangan Wilayah, Medan: USU Press. Riduan, 2007, Skala ALFABETA. Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Bandung:

Sudjana, 1992, Metode Statistika, Bandung: Tarsito Suryadi, Ace dan Tilaar, H.A.R, 1993, Analisis Kebijakan Pendidikan Suatu Pengantar, BAndung, Remaja Rosdakarya Sugiyono, 2007, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta. Sumarsono, Sonny, 2003, Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia & Ketenagakerjaan, Jember: Graha Ilmu.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

200

Sedarmayanti, 2003, Sumberdaya Manusia dan Produktivitas Kerja, Bandung: Mandar Maju. Surya, Aldwin 2006, Perubahan Sosial Masyarakat Kota Metropolitan, Medan: Kopertis Wilayah I NAD-SUMUT. ------------------, 2007, Pembentukan Kelas Menengah Kota: Cermin Kemapanan Ekonomi Masyarakat Indonesia, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Universitas Prima Indonesia, Medan. Saud, Syaefudin & Makmun, Syamsuddin Abin, 2007, Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehenshif, Bandung: Kerjasama Program Pascasarjana UPI dengan PT. Remaja Rosdakarya Tilaar, H.A.R, 2006, Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis, Jakarta: PT Rineka Cipta. Zen, M.T, 2001, dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah , Falsafah Dasar Pengembangan Wilayah: Memberdayakan Manusia, Jakarta: BPPT. Peraturan-peraturan Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. ----------------, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 tentang Guru dan Dosen ----------------, 2003, Pedoman Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills), Bidang Kepemudaan Melalui Lembaga Kepemudaan. Jakarta: Direktorat Kepemudaan. ----------------, Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. -----------------, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. -----------------, Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. -----------------, Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

201

-----------------, Permeniknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. -----------------, Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. -----------------, Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Artikel dan Katalog BPS, 2006, Medan Dalam Angka 2006, Medan. BPS, 2007, Medan Dalam Angka 2007, Medan BPS, 2008, Medan Dalam Angka 2008, Medan Departemen Pendidikan Nasional, Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia: Buklet Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta: Direktoral Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. PWD, 2003, Pedoman Penulisan Proposal dan Tesis, Medan: USU. Artikel dari Internet, situs (http://www.workshopsince.com/manual/overview.html, diakses tanggal 27 Januari 2009.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA