Anda di halaman 1dari 3

Polis-Polis yang Ada di Eropa (Yunani) Pemukiman-pemukiman yang terpisah itu lambat laun berkembang menjadi negara kota

yang merdeka dan berdiri sendiri. Negara kota yang merdeka itu disebut polis (city states atau negara merdeka). Pada masa itu,di Yunani terdapat banyak negara kota. Diantara negara-negara kota itu ada dua negara polis terkemuka,ialah : 1. Athena. Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan ini melakukan beberapa pembaruan antara lain menghapus perbudakan dan memulihkan hak rakyat sipil. Jika di Sparta para warga mempunyai kewajiban untuk melayani negara sepenuhnya,maka di Athena hak warganegara dijamin oleh negara. Sparta hanya ditunjukan untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara,sedangkan warga Athena sangat besar perhatiannya terhadap kemajuan sani,olahraga,ilmu pengetahuan, dan filsafat. Kota Athena terletak di Semenanjung Atica dan tidak jauh dari pantai dengan bandarnya bernama Piracus. Penduduk Athena terdiri atas para bangsawan,kaum Hellas, para pelaut, nelayan dan pedagang. Pemerintahan di Athena semula bersifat aristokrasi (sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh individu yang terbaik). tetapi kemudian menjadi demokrasi. Pemerintahan yang tertinggi dipegang oleh 9 archon (pelaksana pemerintahan) yang ditentukan secara undian. Para archon ini berada di bawah pengawasan suatu dewan yang merangkap mahkamah agung bernama aeropagos . Aeropagos terdiri dari bekas archon. Dalam bidang pertahanan,keaman di pegang oleh 10 orang ahli siasat perang yang menguasai angkatan darat dan angkatan laut. Namun,lambat laun para panglima ini menjadi lebih berkuasa daripada archon. Corak pemerintahan Sparta yang otokratis militer den corak pemerintahan Athena yang demokratis menjadi prototipe corak pemerintahan modern. Corak pemerintahan Sparta berpengaruh pada corak pemerintahan yang didominasi kaum militer. Corak pemerintahan Athena berpengaruh pada corak pemerintahan yang didominasi kaum sipil. 2. Sparta Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara. Dewan perwakilan rakyat terdiri atas semua warga kota Sparta dan bersidang setiap bulan purnama. Keputusan dewan perwakilan rakyat dapat di veto oleh kaum tua. Dengan adanya hak veto itu maka,sifat-sifat demokrasi di Sparta tidak dapat berkembang.

Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali. a. Perang Persia Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali. b. Perang Persia Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan. c. Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu. Dengan menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof filosof. Hal ini membuat Sparta iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga membuat yunani terpecah pecah. Dengan lemahnya Yunani membuat mudahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM. NB : Setiap polis sering terjadi pertikaian untuk memperebutkan hegemoni politik (Hegemoni merupakan sebuah kata istilah yang menjelaskan tentang pernyataan bahwa sebuah negara atau kelompok memiliki pengaruh terhadap negara lain.makna hegemoni ini bisa dibilang sama dengan dominasi dikarenakan dominasi sering diartikan berupa pengaruh yang kuat,penguasaan dan penempatan posisi yang dominan sedangkan hegemoni diartikan berupa pengaruh yang disebabkan atas keunggulan yang dimiliki oleh negara yang berpengaruh tadi terhadap negaranegara yang dipengaruhinya). Perbedaan polis Spartha dan Athena : 1. Polis Sparta a) Tata Pemerintahan : Bersifat otokratis militerisme dan digariskan oleh Lycurgus Kepala pemerintahan dipimpin oleh raja yang menjabat sebagai kepala angkatan perang dan kepala agama. Majelis yang terdiri dari orang-orang semua lapisan. b) Masyarakatnya : Terbagi menjadi 3 golongan,yaitu : Citizen: Golongan orang sparta asli terdiri atas penguasa dan tentara Helot : kaum tani,buruh dan pelayan orang sparta. Perioikoi : yang tinggal di perairan. Lebih kuat Angkatan Daratanya Terdapat wajib militer setelah anak berumur 7 tahun. 2. Polis Athena a) Tata Pemerintahan Bersifat oligarkhis demokratis yang digariskan Solon. Kepala pemerintahan dipegang 3 archon. Tredapat Boule yang berhak menentukan, menghukum, dan meminta pertanggung jawaban archon.

b) Masyarakatnya Terdiri dari kelas bangsawan, petani, dan pekerja (tukang). Kelas bangsawan dianggap memiliki hak warga negara penuh. Angkatan Lautnya yang dibangun lebih kuat. Kebudayaannya berkembang pesat karena masyarakatnya hidup makmur.